0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
561 tayangan41 halaman

Interpretasi Hasil EEG Normal Anak

Dokumen tersebut merangkum berbagai karakteristik gelombang normal dan variasi yang dapat ditemukan pada EEG. Termasuk ritme alfa, aktivitas beta, teta, dan delta; serta variasi seperti POSTs, sleep spindle, K complex, dan respon terhadap stimulasi seperti hiperventilasi dan cahaya. Dokumen ini memberikan panduan interpretasi EEG yang akurat.

Diunggah oleh

ernita fitriani
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
561 tayangan41 halaman

Interpretasi Hasil EEG Normal Anak

Dokumen tersebut merangkum berbagai karakteristik gelombang normal dan variasi yang dapat ditemukan pada EEG. Termasuk ritme alfa, aktivitas beta, teta, dan delta; serta variasi seperti POSTs, sleep spindle, K complex, dan respon terhadap stimulasi seperti hiperventilasi dan cahaya. Dokumen ini memberikan panduan interpretasi EEG yang akurat.

Diunggah oleh

ernita fitriani
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

EEG NORMAL

Diah Kurnia Mirawati


Lab. I.P. Saraf FK Univ. Sebelas Maret /
RSUD dr. Moewardi

Surakarta

Interpretasi EEG
Normal
o

Tidak ada gelombang abnormal

Abnormal :
o
o

Pola epileptiform
Poa non epileptiform

Pengetahuan tentang :

Variasi gelombang normal


Variasi gelombang yang tidak jelas
signifikansi
Variasi gelombang berdasarkan umur

Penting dalam membuat impresi yang


akurat untuk interpretasi klinis

Identifikasi gelombang :

Ciri gelombang (bentuk, reaktivitas)


Frekuensi dan amplitudo
Lokasi
State of wakefulness

Menentukan gelombang normal atau


abnormal

Ritme Alfa
Merupakan titik awal untuk analisa EEG
Frekuensi 8 - 13 Hz
Terdapat di regio posterior, saat relaks, sadar,
tutup mata.
Berkurang (block) pada saat buka mata,
mengantuk, konsentrasi, stimulasi atau fiksasi
visual.
Amplitudo pada umumnya antara 20 - 60uV,
terkadang kanan > kiri.
Asimetri antar hemisfer < 1Hz masih dianggap
normal.

Posterior Dominant Rhythm (PDR)


Merupakan ritme yang menyerupai ritme
alfa, namun frek < 8 Hz.
Pada anak dan dewasa dengan
perlambatan abnormal.
Anak usia 3 th, 80% memiliki "true alpha
rhythm" karena frek 8Hz.

Ritme alfa

Ritme alfa

Ritme alfa

Ritme alfa & alpha squeak

Aktivitas Beta
Frekuensi > 13Hz.
Terdapat di frontosentral, terutama saat
mengantuk.
Asimetri amplitudo > 35% dianggap
abnormal.
Generalized beta activity p.d.u akibat drug
induced ( sering : benzodiazepin &
barbiturat).
Frek. > 35Hz disebut aktivitas gamma.

Aktivitas beta general max bifrontal

Aktivitas Teta
Frekuensi 4 - <8 Hz.
Terdapat di daerah midline.
Dapat terdapat lebih banyak saat
hiperventiasi, mengantuk dan tidur.
Normal terdapat saat tidur NREM.
Tidak didapatkan pada saat tidur REM.
Bisa didapatkan pada orang tua, di daerah
temporal (bilateral atau dominasi pada
satu sisi) normal

Aktivitas teta

Aktivitas Delta
Frek < 4Hz.
Normal pada saat tidur NREM.
Aktivitas delta polimorfik dapat 'normal'
pada keadaan tertentu, mis. PSWY
(posterior slow wave of youth).

EEG Tidur
Tahapan tidur

Non Rapid Eye Movement (NREM)


Tahap 1
Tahap 2
Tahap 3
Tahap 4.

Rapid Eye Movement.

Tidur NREM tahap 1


Saat mengantuk
Ditandai dengan :

Ritme alfa menghilang, muncul gelombang


lambat.
Aktivitas beta lebih prominen.
Terdapat slow rolling eye movement.
Ciri lain : terdapat POSTs dan gelombang
vertex

Positive Occipital Sharp Transient of


sleep (POSTs)
Muncul mulai tidur NREM tahap 1
(mengantuk) , jarang tampak saat REM.
Terletak di oksipital.
Polaritas positif, bentuk tajam (sharp),
monofasik atau difasik.
Jarang terdapat pada anak < 3th.
Amplitudo pada umumnya antara 20 - 75V.

Positive Occipital Sharp Transient of sleep


(POSTs)

Gelombang Vertex (V wave)


Polaritas negatif, monofasik atau difasik
Terdapat di regio vertex.
Amplitudo lebih tinggi dari gelombang
disekitarnya, pada anak-anak bisa
mencapai 250V.
Sering dikacaukan dengan epileptiform
discharges.

Tidur NREM tahap 2


Gelombang alfa menghilang
Terdapat sleep spindle dan K complex
Sleep spindle :
o
o

Terletak di vertex, simetris, tidak tampak saat REM.


Frek. Antara 11 18Hz

K complex :
o Polifasik / bifasik, amplitudo tinggi, durasi
panjang, biasanya diikuti sleep spindle

Sleep spindle dan gelombang vertex

K complex

Tidur NREM tahap 3


Didominasi gelombang lambat (teta dan
delta).
Gelombang teta lebih banyak
dibandingkan gelombang delta.

Tidur NREM tahap 4


Didominasi gelombang lambat (teta dan
delta).
Gelombang deta lebih banyak
dibandingkan gelombang teta.

Tidur REM
Muncul 20 30 menit setelah onset tidur.
Ditandai dengan :
o
o
o

Rapid eye movement.


Hilangnya tonus otot.
Gelombang saw-tooth

Pada EEG rutin menemukan REM


menggambarkan sleep deprivation.

REM sleep

Respon terhadap stimulasi fotik


Photic driving
Photomyoclonic / photomyogenic
response
Photoparoxysmal respons

Photic Driving
Tampak lebih nyata pada saat tutup mata.
Monofasik, terletak di oksipital bilateral.
Bisa harmonik atau subharmonik dengan
frekuensi kedipan lampu, tampak lebih nyata
pada kisaran frekuensi ritme alfa pasien.
Ampitudo bisa lebih tinggi di kanan.
Asimetri photic driving mungkin merupakan
petunjuk abnormalitas.
Unilateral photic driving, mengindikasikan
abnormalitas pada sisi tidak ada photic driving.

Photomyoclonic / photomyogenic response


Artefak otot pada daerah frontal yang
dominan di frontal.
Terdapat 50 60msec setelah kedipan
lampu, amplitudo seiring pertambahan
frekuensi kedipan lampu.
Merupakan respon normal.

Photoparoxysmal response
Terdapat bangkitan epileptiform saat
dilakukan stimulasi fotik.

Respon terhadap hiperventilasi


Perlambatan normal : bilateral,
menghilang setelah HV dihentikan
Bila stl HV berhenti, perlambatan tetap
ada, pikirkan : pasien tetap melakukan HV
atau hipoglikemi
Kontra indikasi : gangguan jantung dan
paru yang berat, stroke fase akut, sickle
cell anemia.

Perlambatan saat hiperventilasi

Varian gelombang normal


Ritme Mu
Gelombang lambda
Ritme breach

Ritme Mu

Bentuk seperti sisir


Terletak di sentral, bisa unilateral.
Menggambarkan fungsi kortek sensori motor
Menghilang dengan gerakan ekstremitas
kontraateral atau berpikir untuk menggerakkan
ekstremitas kontralateral.
Apabila persisten, non reaktif dan berkaitan
dengan perambatan fokal abnormal

Ritme Mu

Gelombang lambda
Terletak di oksipital, bilateral.
Tampak saat sadar, menatap sesuatu
obyek (buka mata).
Bentuk sharp, permukaan positif,
amplitudo lebih tinggi dari PDR.
Tidak terlihat pada anak < 1 th.

Gelombang lambda

Breach rhythm
Dalam frekuensi beta, amplitudo tinggi.
Terletak pada daerah skull defect.
Pada skull defect yang kecil (mis. burr
hole) tidak menimbulkan breach
rhythm.

Breach rhythm

Posterior Slow Wave of Youth (PSWY)


Tampak di antara ritme alfa.
Terletak di oksipital, saat tutup mata.
Simetris, bisa lebih tinggi di kanan,
asimetri > 50% abnormal.
Terdapat pada anak s/d remaja.

Anda mungkin juga menyukai