0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
424 tayangan12 halaman

Manajemen Jaringan Flabby pada Gigi Tiruan

Dokumen ini membahas tentang tonjolan pada ridge anterior rahang atas yang disebut flabby ridge. Flabby ridge merupakan kondisi jaringan lunak berlebih di atas alveolar ridge yang biasanya terjadi di anterior superior akibat resorpsi tulang yang besar. Dokumen ini juga membahas manajemen flabby ridge tanpa tindakan bedah dengan teknik pembuatan cetakan yang tepat untuk mendapatkan gigi tiruan yang retentif dan stabil.

Diunggah oleh

horshey
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
424 tayangan12 halaman

Manajemen Jaringan Flabby pada Gigi Tiruan

Dokumen ini membahas tentang tonjolan pada ridge anterior rahang atas yang disebut flabby ridge. Flabby ridge merupakan kondisi jaringan lunak berlebih di atas alveolar ridge yang biasanya terjadi di anterior superior akibat resorpsi tulang yang besar. Dokumen ini juga membahas manajemen flabby ridge tanpa tindakan bedah dengan teknik pembuatan cetakan yang tepat untuk mendapatkan gigi tiruan yang retentif dan stabil.

Diunggah oleh

horshey
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Tonjolan pada ridge regio anterior RA

Jaringan Flabby merupakan respon dari jaringan ikat yang mengalami hiperlplasia yang awalnya
diakibatkan oleh trauma atau luka yang tidak dapat ditoleransi pada residual ridge. Makin tebal jaringan
hiperplastik yang terbentuk, makin besar pula derajat flabby mukosa. (Boucher,1990)
Flabby ridge adalah kondisi jangan lunak yang berlebih diatas alveolar ridge dan sering terdapat pada
anterior superior karena masih adanya gigi anterior pada mandibula. Alveolar telah mengalami resorbsi
yang banyak, dan digantikan oleh jaringan fibrous, yang juga bisa bersifat hypermobile tissue. Hal ini
mengakibatkan hasil akhir pembuatan prothesa stabilitas dan fungsi fisiologisnya akan berkurang. Pada
kasus yang ekstrim hampir seluruh alveolar ridge mengalami perubahan.(Basker,RM)Perawatan flabby
mukosa sebelum pembuatan gigi tiruan mutlak diperlukan agar dihasilkan fungsi yang baik ketika pasien
menggunakan gigi tiruan. Manajemen pada kondisi ini masih sesuatu yang kontroversial, pendapat yang
ada terbagi atas dua. Pendapat pertama dengan tindakan bedah, yaitu membuang jaringan fibrous linggir
flabby yang sangat ekstrim dan daerah ridge yang bergerak saja secara hati-hati pada setiap kasus, dimana
kondisi kesehatan pasien juga harus diperhatikan. Mengurangi linggir yang atrofi dengan pembedahan
menyebabkan linggir yang rendah dan datar atau linggir yang tajam dengan lapisan mukosa yang tipis.
(Basker,RM)
Pendapat kedua mempunyai pandangan yang berlawanan, menganggap bahwa tindakan bedah
hendaknya dihindari karena jaringan fibrosa dapat berfungsi sebagai bantalan yang mengurangi trauma
pada jaringan tulang dibawahnya. Bila jaringan lunak diambil, harus diganti dengan bahan landasan gigi
tiruan yang lebih tebal dan berat berikut sulkusnya menjadi dangkal.
Menurut Boucher (1994) hampir semua kasus flabby dapat dibuatkan gigi tiruan dengan baik tanpa
tindakan bedah. Pembuatan gigi tiruan lengkap dikatakan berhasil apabila memiliki retensi yang memadai,
stabilisasi dan dukungan (support) yang baik seperti keseimbangan otot-otot yang memadai. Faktor yang
perlu diperhatikan dalam pembuatan gigi tiruan lengkap pada kasus flabby antara lain yaitu tehnik
pencetakan.
Tujuan utama pencetakan adalah untuk memperoleh retensi, stabilisasi dan support bagi gigi tiruan
yang berguna untuk menjaga kesehatan jaringan di dalam rongga mulut. Terdapat beberapa teknik
pencetakan dalam management flabby mukosa ini. Meski demikian tujuan dari semua teknik tersebut
umumnya sama, yaitu untuk mengurangi pergerakan (distorsi) pada flabby tissue selama berfungsi. Bahan
cetak yang digunakan yaitu hidrocolloid irreversible (alginate), impression plaster dan low atau medium
viscosity elastomer. Untuk mendapatkan cetakan awal dapat menggunakan tehnik minimal displacive atau

selective pressure impression tehnik. (Finber Allen, 2005)


Pada pasien edentolus khususnya dengan mukosa flabby, selain teknik mencetak kita juga harus
memperhatikan konstruksi sendok cetak dan bahan cetak. Jenis cetakan bagaimanapun yang akan dibuat,
sendok cetak merupakan bagian yang terpenting dari prosedur pembuatan cetakan. Sendok cetak tidak
boleh menyebabkan distorsi atau perubahan bentuk pada jaringan dan struktur yang harus berkontak
dengan tepi-tepi serta permukaan poles gigi tiruan. Sendok cetak perorangan dibuat dengan peripheral seal
yang disesuaikan per individu sehingga dapat mengendalikan jaringan lunak disekitar cetakan tetapi tidak
menimbulkan distorsi.

GIGI TIRUAN PENUH

1. Indikasi, Kontraindikasi, Kelebihan, dan Kekurangan Perawatan


INDIKASI

KONTRA

KEUNTUNGAN KERUGIAN

INDIKASI
Edentulous pada Gigi asli masih Operator
seluruh

region layak

rahang

dapat Adaptasi

untuk mengontrol

dipertahankan

perubahan

terhadap
yang perubahan yang

diperlukan.

besar

dalam

penggunaan GT
kemungkinan
buruk.
Gigi asli yang Masih

terdapat Ada kesempatan

tersisa

tidak gigi asli yang untuk menyetujui

layak

untuk mampu

dipertahankan

pengaruh

dijadikan

daya

penyangga

jaringan

oleh
tahan
gigi

untuk gigitiruan dibawah kondisi


pengganti

gigi optimal.

yang hilang
Gigi asli yang

Perubahan

masih ada sudah

hubungan

tidak layak untuk

Rahang

yag

dijadikan

bersama

dengan

penyangga untuk

jar.

Pendukung

gigitiruan

kemungkinan

sebagian.

dimodif

dan

diperiksa dengan
parameter

yang

ideal.
Gigi asli yang

Mengembalikan

masih ada sudah

fungsi oklusi dan

tidak layak untuk

estetik

dijadikan

gigi

penyangga untuk
Gigitiruan
Sebagian
Bila dibuatkan

Lebih stabil dan

GTS gigi yang

retetif kemudian

masih ada akan

efektif

mengganggu

pilihan

keberhasilannya.
Bila dibuatkan
GTS gigi yang
masih ada akan
mengganggu
keberhasilannya.
Keadaan umum
dan
mulut

kondisi
pasien

sehat.
Ada persetujuan
mengenai waktu,
biaya
prognosa

dan
yang

akan diperoleh.

dan

BERDASARKAN BAHAN PEMBUATANNYA


KEUNTUNGAN
KERUGIAN
Warna menyerupai gigi
Mudah patah
Mudah direstorasi kembali bila
Menimbulkan macam-macam porositas
Suatu termal konduktor yang baik
patah tanpa mengalami distorsi
Dapat mengalami perubahan bentuk
Mudah dibersihkan
Toleransi pasien kurang
Mudah
pengerjaannya
dan
Dapat menimbulkan alergi
manipulasinya
Kekuatannya cukup
Harganya cukup murah dan tahan
lama

2. Desain Perawatan pada Kasus


DESAIN UTAMA GIGI TIRUAN PENUH
RAHANG ATAS
Material :
-

Basis akrilik
Anasirgigiakrilik
RAHANG BAWAH
Material :
- Basis akrilik
- Anasirgigiakrilik
Keterangan:
Warna merah : basis GT akrilik
Warna hitam : tanda x
(gigi hilang tapi tidak diganti)

3. Prosedur Pembuatan Gigitiruan Penuh


KUNJUNGAN I
a. Anamnesa dan pemeriksaan obyektif
b. Membuat cetakan studi model
Sendok cetak : stock tray
Bahan cetak : elastic impression (alginat)
Metode mencetak : mucostatic
c. Membuat studi model

KUNJUNGAN II
a. Membuat dan mencoba sendok individual
Stabilisasi : dengan menghindari muscular attachment
Relief area : tercakup semua baik rahang atas maupun rahang bawah
Cara membuat :
Dari study model dibuat sendok cetak individual dari bahan sellac base plate, dengan batas 2 mm
lebih pendek dari batas GTP, agar tersedia ruang yang cukup untuk memanipulasi bahan pembentuk
tepi (border material). Sellac dilunakkan dengan cara memanaskan di atas lampu spiritus lalu ditekan
diatas study model. Sellac dipotong sesuai batas-batas yang telah digambar pada study model. Sellac
dipotong dengan menggunakan gunting saat masih lunak. Pada daerah molar dan kaninus kanan dan
kiri dibuat stop vertikal dari wax sebagai batas penekanan saat mencetak sedangkan untuk rahang atas
ditambah dengan pembuatan postdam area yang juga dari wax untuk menahan bahan cetak agar tidak
mengalir ke belakang. Selanjutnya dibuat lubang-lubang pada sendok cetak untuk mengurangi tekanan
pada waktu mencetak. Lubang dibuat dengan mengunakan bur bulat no 8 dengan jarak masing-masing
lebih dari 5 mm.
b. Membuat cetakan model kerja
Sendok cetak : Sendok cetak individual
Bahan cetak : Elastomer (Exaflec)
Metode mencetak : mucodynamic
Cara mencetak:
Rahang Atas
Bahan cetak diaduk kemudian dimasukkan ke dalam sendok atas
Masukkan sendok cetak ke dalam mulut dengan posisi operatordisamping kanan belakang.
Pasien mengucapkan ah untuk mencetak vibrating line.
Pasien mengucapkan oh untuk mencetak frenulum buccalis,frenulum labialis superior.
Posisi dipertahankan sampai bahan cetak setting
Cetakan dilepas dan dicuci
Rahang Bawah
Bahan cetak diaduk kemudian dimasukkan ke dalam sendok bawah
Masukkan sendok cetak ke dalam mulut dengan posisi operatordisamping kanan depan.
Pasien diminta menjulurkan lidah untuk mencetak frenulumlingualis.
Pasien mengucapkan oh untuk mencetak frenulum buccalis,frenulum labialis inferior.
Posisi dipertahankan sampai bahan cetak setting
Cetakan dilepas, dan dicuci
c. Membuat base plate
Setelah diperoleh cetakan yang akurat, kemudian diisi dengan gips stone.
Setelah diperoleh model kerja, ditentukan batas tepi, relief area juga dibuatpostdam. Kemudian
menurut batas-batas tersebut dibuat base plate dariwax yang kemudian diganti dengan akrilik. Base

plate yang diperolehdihaluskan dan di atasnya dibuat bite rim dari wax.
Batas tepi untuk rahang bawah adalah peripheral seal dibatasi fornik,posterior seal dibatasi oleh 2/3
bagian trigonum retromolar dan media/linguadibatasi oleh linea mylohyoidea. Sedangkan untuk
rahang atas adalah:peripheral seal dibatasi fornik dan posterior seal dibatasi vibrating line danhamular
notch.
KUNJUNGAN III
Tahap Klinis
a. Insersi base plate, retensi dan stabilisasi diperhatikan.
Retensi adalah dayatahan gigi tiruan terhadap upaya pelepasan, sedangkan stabilisasi adalahdaya
tahan gigi tiruan untuk tetap di tempat ketika fungsi pengunyahanberlangsung. Retensi dapat di amati
dengan memberikan tekanan padasalah satu sisi gigi tiruan (jika gigi tiruan terungkit, maka gigi
tiruantersebut tidak retentif) atau dengan memberikan usaha pelepasan (gigitiruan yang retentif adalah
gigi tiruan yang sulit dilepas). Stabilisasi dapatdiamati dengan menggerakkan otot-otot pipi, lidah dan
mengucapkan [Link] tiruan yang stabil merupakan gigi tiruan yang tidak berubah tempatketika
difungsikan.
Retensi gigi tiruan ditentukan oleh letak seal dan adhesi / kohesi [Link] letak seal
dilakukan dengan menggerakkan otot pipi. Jika alatterjatuh ketika otot digerakkan, berarti terdapat over
extension plat. Solusikeadaan ini adalah dengan mengurangi plat. Sebaliknya, jika seal padaunder
extension plat, maka kohesi dan adhesi saliva berkurang, dan alatmenjadi tidak retentif. Solusi keadaan
ini adalah dengan membuat platyang baru.
b. Penentuan profil pasien. Profil pasien disesuaikan dengan ras pasientersebut. Dalam kasus ini, pasien
termasuk ras mongoloid yang memilikiciri khas profil cembung. Kecembungan profil dibuat dengan
tonus ototlabial sebagai parameternya. Profil yang ideal, terbentuk jika otot bibirdalam keadaan
isotonus. Apabila bibir tampak hipertonus, maka bagiananterior bite rim terlalu cembung sehingga harus
dikurangi. Sebaliknya,jika bibir tampak hipotonus, maka bite rim kurang cembung sehinggaperlu
ditambah dengan malam merah.
c. Pencatatan Maxillo-mandibular relationship (MMR), caranya:
Mula-mula pasien dipersilakan duduk pada dental chair, dataran oklusaldiusahakan sejajar dengan lantai.
Tentukan garis chamfer dari titik dibawah ini :
4 mm dari meatus acusticus externus
telinga kanan dan kiri
spina nasalis anterior
Kemudian ketiga titik tersebut ditandai dengan benang dandiisolasi. Selanjutnya record blok
dipasang dengan posisi bite rim RA danRB harus tertutup secara sempurna (tidak boleh ada celah dan

merupakansuatu garis lurus).


Kemudian dicari dimensi vertical (inter occlusal distance),didapatkan dengan cara mengukur jarak
pupil dengan sudut mulut samadengan jarak hidung sampai dagu (PM = HD). Pada keadaan rest
posisiPM = HD.
Pengecekkan dimensi vertikal dapat dilakukan denganmengucapkan huruf M. Huruf M terdengar
jelas jika dimensi vertikalcukup. Free way space dicek dengan pengucapan huruf S (huruf Sterdengar
mendesis). Jika free way space kurang, maka huruf S sulitterucap, demikian halnya jika free way space
berlebihan (terasa semburansaliva ketika pengucapan huruf S).
Bite rim rahang atas dibuat sejajar dengan garis chamfer (garisyang berjalan dari ala nasi sampai
titik tertinggi dari porus acusticusexternus) untuk bagian posterior dan sejajar garis pupil untuk
bagiananterior. Tinggi bite rim rahang atas 1,5-2 mm dibawah garis bibir atas/lower lip line (pada waktu
posisi istirahat). Alat yang digunakan adalahocclusal guide plane.
d. Centric relation record
Yaitu suatu relasi mandibula terhadap maksila pada suatu relasivertikal yang ditetapkan pada
posisi mandibula paling [Link] = PM 2 mm. Pengurangan 2 mm diperoleh dengan cara
mengurangi bite rim rahang bawah dengan maksud sebagai free way space.
Caramenentukan relasi sentrik yaitu dengan mengintruksikan pasien untukmenengadahkan kepala
pasien sedemikian rupa sehingga prosessusCondyloideus akan tertarik pada fossa bagian belakang
karena tarikan dariotot dan mengintruksikan untuk menelan berulang-ulang. Untukmendapatkan sentrik
relasi pasien disuruh melakukan gerakan mandibulaberulang-ulang sampai pasien biasa dengan oklusi
tersebut. Setelahmendapatkan posisi sentrik, bite rim diberi tanda tempat median line dangaris ketawa.
Median line, garis ketawa, high lip line, low lip line ditentukan kemudian dicek dengan cara pasien
dinstruksikan untuk membuka danmenutup mulut kemudian dilihat apakah garis tersebut sudah tepat
dantetap kedudukannya dalam keadaan oklusi sentrik.
Rahang atas dan rahang bawah difiksasi dengan double V-grooveshape, caranya: dibuat V-groove
pada rahang atas kira-kira P1 dan M1;pada rahang bawah daerah V-groove dikurangi kira-kira 2 mm.
Bite rimrahang bawah diberi gulungan malam kecil yang telah dilunakkan dibawahV-groove RA. Vgroove pada RA diolesi vaselin. Rahang atas dan bawahdikatupkan, mulut dilihat apakah V-groove dan
kontranya sudah tepat,kemudian lakukan membuka dan menutup berulang-ulang.
e. Pemasangan pada artikulator
Jenis artikulator yang digunakan adalah anatomical type yang disebut freeplane [Link] articulator ini adalah: upper member, lower member,incisal guide pin dan mounting table.
Cara kerja :
Tentukan besar derajat tonjol caninus superior dan premolar superiorpertama.
Bite rim RA beserta modelnya diletakkan pada mounting table dengan pedoman: garis tengah bite rim

dan model RA berhimpit dengan garistengah mounting table, tepi luar anterior bite rim RA
menyinggunggaris incisal edge mounting table, jarum horizontal incisal guide pinujungnya
menyentuh tepi luar anterior dari bite rim model RA dantepat pada garis tengah bite rim.
Fiksasi dengan wax pada mounting table.
Buat adonan gips.
Upper member digerakkan ke atas dan adonan gips dituang perlahanpada bagian atas model kerja RA
lalu upper member digerakkan kebawah sampai menekan gips yang ada pada model kerja RA.
Upper member dan lower member diikat dengan karet, rapikan gipsyang memfiksir upper member
dengan model RA kemudian tunggusampai keras.
Mounting table dilepas dari artikulator kemudian artikulator dibalik.
Bite rim RB diletakkan kembali pada bite rim RA sesuai dengan oklusinya.
Buat adonan gips, lower member diangkat ke atas dan adonan gipsdituang pada model kerja RB
kemudian lower member digerakkan kebawah sampai menekan adonan gips, setelah itu artikulator
dibalik dangips dirapikan.
KUNJUNGAN IV
Dalam kunjungan ini sudah dilakukan pemasangan gigi-gigi [Link] pemasangan gigi adalah
gigi anterior rahang atas, gigi anterior rahangbawah.
Setelah pemasangan gigi anterior dilakukan try in untuk memeriksa:
1.
2.
3.
4.

Overbite dan overjet


Garis caninus (pada saat rest posisi terletak pada sudut mulut)
Garis ketawa (batas servikal gigi atas, gusi tidak terlihat saat ketawa)
Fungsi fonetik (pasien disuruh mengucapkan hurus s, f, t, r dan m). Selanjutnya dilakukan sliding ke
kanan dan ke kiri.

KUNJUNGAN V
Pada kunjungan ini sudah dilakukan pemasangan gigi-gigi [Link] pemasangan adalah gigi
posterior RA kemudian RB, setelah itu try inpada [Link] pemasangan gigi-gigi posterior rahang atas
ini harus diperhatikan:
a. Dataran orientasi jika dilihat dari sagital harus membentuk kurva Manson
b. Dataran orientasi jika dilihat dari arah lateral harus membentuk kurva VonSpee
Setelah pemasangan gigi posterior dilakukan try [Link] inklinasi dan kontur gusi tiruannya. Perlu
juga dilakukanpengamatan tehadap:
1.
2.
3.
4.

Oklusi
Stabilisasi gaya working dan balancing side
Estetis dengan garis kaninus
Fonetik dengan cara menyuruh pasien mengucapkan huruf S, D, O, M, R, A dan T dan lainnya

sebagainya dengan jelas dan tidak ada gangguan.


Dilakukan try in untuk mengevaluasi GTP sebelum diproses dengan caramelatih pasien untuk
memakai, merasakan dan beradaptasi dengan gigi tiruantersebut :
1. Dilatih berfungsi : bicara, menelan, mengunyah
2. Bila ada kesulitan dalam berfungsi dicoba dengan latihan berkali-kali
3. Dicek estetis, retensi, stabilisasi, fonetik, dan oklusi sentrik
KUNJUNGAN VI
Try-in seluruh gigi tiruan di atas malam dan kontur gusi tiruannya, laludilakukan pengamatan pada :

Oklusinya
Stabilisasinya dengan working side dan balancing side
Estetis dengan melihat garis caninus dan garis ketawa
Pasien disuruh menyebut huruf-huruf p, b, t, th, d, f, v dan lain-lainsampai tidak ada gangguan

KUNJUNGAN VII
Setelah diganti dengan resin akrilik, protesa diinsersikan dalam mulut dandiperhatikan retensi, oklusi dan
stabilitas. Setelah itu berikan instruksi kepada pasien mengeni pemeliharaan dan penggunaan protesa.
KUNJUNGAN VIII
Setelah pemasangan GTP selama 1 minggu, pasien datang untuk kontrol. Yang perlu diperhatikan pada saat
kontrol adalah:
a. Pemeriksaan subyektif: Ditanyakan apakah ada keluhan atau tidak,ditanyakan apakah ada gangguan atau
tidak, dan ditanyakan apakah adarasa sakit.
b. Pemeriksaan obyektif: Dilihat keadaan mukosa apakah ada peradanganatau perlukaan dan diperiksa
retensi dan stabilisasi

4.

Instruksi kepada Pasien


Instruksi untuk pemeliharaan protesa :
1) Protesa direndam dalam air sewaktu dilepas
2) Protesa dijaga kebersihannya
3) Protesa dijaga agar tidak mudah lepas
Diberikan instruksi kepada pasien untuk:
Beradaptasi dengan protesa tersebut sampai biasa;
Malam hari ketika tidur, protesa dilepas agar jaringan otot-otot dibawahnya dapat beristirahat;
Pasien membersihkan protesanya setiap kali sehabis makan;
Apabila ada rasa sakit, gangguan bicara, protesa tidak stabil, pasien dianjurkan untuk segera kembali ke
klinik; dan
Kontrol sesuai dengan waktu yang telah ditentukan guna pengecekan lebih lanjut dan bila nantinya tidak
ada gangguan, pasien bisa terus memakainya.

Menurut Boucher, ada beberapa hal yang harus disampaikan kepada pasien. Instruksi yang harus
diperhatikan tersebut adalah :
Hal-hal yang patut dijelaskan kepada pasien pengguna GTP ialah
o Individualitas masing-masing pasien
Pasien harus diingatkan bahwa keadaan fisik, mental dan oralnya bersifat sangat pribadi, sehingga
mereka tidak dapat memperbandingkan kemajuan yang dicapainya degan gigi tiruannya yang baru
dengan pengalaman orang lain.
Pasien secara berangsur-angsur akan melupakan beratnya maslaah yang dihadapinya. Banyak pasien
yang menunjukkan bahwa gigi tiruannya selalu enak dipakai walaupun terpaksa menjalani beberapa
periode yang sulit.
o Penampilan dengan gigi tiruan baru
Pasien harus mengerti bahwa penampilannya dengan gigi tiruan baru secara berangsur-angsur akan
menjadi lebih alami (wajar). Saat pertama kali gigitiruan dipasang, ia akan merasa aneh dan terasa
seolah-olah mulutnya penuh, dan pipi serta biibirnya terasa membengkak. Hal ini akan seccara
bertahap membaik setelah pasien kehilangan ketegangan dan lebih percaya diri.
o Pengunyahan dengan Gigi Tiruan Baru
Belajar mengunyah secara memuaskan dengan gigi tiruan baru biasanya memerlukan paling sedikit
6-8 minggu. Pasien akan menjadi bosan kecuali jika mereka menyadari bahwa periode belajar ini
harus dijalani. Pasien dapat diberitahu bahwa otot-otot ini harus mempelajari apa yang harus dan
apa yang tidak boleh dilakukan.
o Bicara dengan Gigi Tiruan Baru
Penyesuaian lidah untuk menerima perubahan begitu besar sehingga sebagian pasien dapat
berbicara lancer dengan gigi tiruanny yang baru dalam beberapa minggu.
o Kebersihan Mulut dengan Gigi Tiruan
Pasien harus diyakinkan akan pentingnya mempertahankan kebersihan mulut guna pemeliharaan
kesehatan rongga mulutnya. Pasien harus dianjurkan untuk mencuci gigi tiruan dan mulutnya
jika mungkin setiap kali sesudah makan. Sekali dalam sehari gigi tiruan perlu dikeluarkan dari
mulut dan direndam dalam larutan pembersih gigi tiruan sekurang-kurangnya 30 menit.
Merendam gigi tiruan di dalam larutan itu selama satu malam malah lebih baik. Setelah gigi
tiruan dikeluarkan dari larutan pembersih, harus disikat dulu dengan sikat yang lunak dan dicuci
sampai bersih. Sebaiknya penyikatan dilakukan di atas ember berisi air atau dilandasi dengan

basah agar tidak pecah bila terjatuh.


o Mempertahankan Sisa Alveolar
Tulang alveolar tidak diciptakan untuk menerima beban kunyah yang ditimbulkan oleh gigi
tiruan lengkap. Karena itu pasien, khususnya jika kesehatan umumnya agak terganggu, mungkin
akan mengalami iritasi pada jaringan atau rasa tidak enak pada mukosa mulutnya, pasien
disarankan untuk melepas gigi tiruannya dan mengistirahatkan mulutnya untuk sementara waktu
untuk menghindari semakin memburuknya jaringan yang teriritasi. Namun, pasien disarankan
untuk menggunakan beberapa jam sebelum berangkat ke klinik, sehingga titik-titik yang
menimbulkan sakit dapat terlihat dengan jelas,dan perbaikan dapat dilakukan secara tepat.
Yakinkan pasien bahwa hanya dokter gigilah yang bisa memperbaiki gigitiruan yang rusak. Hal
ini dilakukan untuk menghindari perbaikan sendiri oleh pasien tersebut.
Pasien juga disarankan untuk melepas gigitiruan pada malam hari agar jaringan pendukung dapat
beristirahat dari tekanan yang jatuh pada tulang alveolar.
Bubungan alveolar dapat rusak karena pemakaian lem adhesive gigi tiruan dan bahan pelapis
yang dipasang sendiri.
Sebaiknya dokter juga menyiapkan instruksi tertulis atau bahan penyluhan formal yang lain
untuk pasien.

5. Prognosis Perawatan
Prognosis adalah suatu perdiksi terhadap kemungkinan keberhasilan dalam suatu perawatan yang
dibuat berdasarkan pengetahuan tentang patogenesis penyakit dan faktor-faktor resikonya. Prognosis
ditentukan sesudah diagnosis ditetapkan dan sebelum perawatan dilakukan. Dalam menentukan prognosis,
ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan, antaralain:
a. Faktor klinis, seperti usia pasien, keparahan penyakit dan kerja sama pasien.
b. Faktor sistemik, seperti penyakit diabetes dan faktor genetik.
c. Faktor lokal seperti oral hygiene, faktor anantomis dan faktor prostetik.
Menurut M.M. House (1937), prognosis perawatan di tentukan oleh karakter pasien :
Philosopical Mind
o Rasional, tenang, seimbang dan percaya pada dokter.
o PROGNOSIS : Baik.
Exacting or Critical Mind
o Serba teratur, terlalu hati-hati, ingin segala sesuatu secara tepat, kadang-kadang
keseehatannya buruk.

o PROGNOSIS : Baik jika sikap kritis dan tendensinya sepadan dengan kecerdasannya.
Hysterical Mind
o Gugup dan tidak memperdulikan kesehatan mulutnya.
o Keputusan relative meragukan.
o Tidak kooperatif dan sulit menerima alas an.
o PROGNOSIS : Relatif, karena penderita cenderung mengeluh dan mencari-cari
kesalahan orang yang merawatnya.

Indifferent Mind
o Cuek terhadap penampilan dan mastikasinya.
o Tidak mau merepotkan diri terhadap pemasangan protesa.
o PROGNOSIS : Buruk, kecuali jika penerangan dan instruksi berhasil dengan baik.

Menentukan prognosis memerlukan estimasi akurat dari :

Penyakit yang terjadi bersamaan


Keparahan masalah
Sikap pasien
Reaksi sebelumnya yang merugikan
Kemampuan untuk mematuhi dan berkeja sama
Besarnya keutungan melawan biaya dan resiko yang ditimbulkan

Beberapa hal yang memepangaruhi prognosis :


Bedah Mulut
Keadaan penyakit sistemik (meliputi kemampuan untuk bertahan mengatasi tekanan bedah, perhatian
terhadap bakteremia, status koagulasi, imunosupresi), ankilosis, gigi yang dirawat endodontik, kelebaran
jaringan ridge yang terkeratinisasi, kontur ridge, potensi ridge maksila dan mandibula untuk fraktur, dan lainlain.
Protesa cekat
Karies, kebersihan muut, penyakit periodontal, plane oklusal, kebiasaan parafungsional, dukungan tulang,
keadaan gigi penyangga, status endodontik, dentisi/gigi-gigi yang berlawanan, jumlah dan posisi gigi yang
akan digantikan, dan lain-lain.
Gigi tiruan lepasan sebagian
Dimensi vertikal (vertikal space), karies, penyakit periodontal, bruxism, konfigurasi dan integritas abutment,
ketangkasan pasien, kebersihan mulut, saliva, dan lain-lain.
Gigi tiruap lengkap
Persepsi kebutuhan pasien, dimensi vertikal, bentuk dan ukuran rahang, hubungan rahang, status
neuromotorik, refleks muntah, torus, dan lain-lain.

Anda mungkin juga menyukai