100% menganggap dokumen ini bermanfaat (2 suara)
327 tayangan30 halaman

Strategi Pemeliharaan Prediktif Efektif

Dokumen tersebut membahas tentang pemeliharaan perkiraan (predictive maintenance) yang merupakan strategi pemeliharaan berdasarkan pemantauan kondisi operasi peralatan. Ia menjelaskan langkah-langkah program pemeliharaan perkiraan mulai dari pengaturan, pengujian, pemantauan, perbaikan, dan jadwal inspeksi. Dokumen ini juga menjelaskan beberapa alat uji non-rusak seperti termograf inframerah dan sistem suara yang dig

Diunggah oleh

Rian Dwi Nanda
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (2 suara)
327 tayangan30 halaman

Strategi Pemeliharaan Prediktif Efektif

Dokumen tersebut membahas tentang pemeliharaan perkiraan (predictive maintenance) yang merupakan strategi pemeliharaan berdasarkan pemantauan kondisi operasi peralatan. Ia menjelaskan langkah-langkah program pemeliharaan perkiraan mulai dari pengaturan, pengujian, pemantauan, perbaikan, dan jadwal inspeksi. Dokumen ini juga menjelaskan beberapa alat uji non-rusak seperti termograf inframerah dan sistem suara yang dig

Diunggah oleh

Rian Dwi Nanda
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PREDICTIVE

MAINTENANCE

HJ. WINARNO, ST., [Link]

Predictive Maintenance
Predictive
maintenance
adalah
strategi
pemeliharaan yang didasarkan pada hasil
monitoring kondisi operasi equipment/peralatan.
Secara umum predictive maintenance merupakan
suatu
pendekatan
yang
digunakan
untuk
memonitor pergerakan failure pada suatu mesin,
dengan
menggunakan
non-destructive
test
instrumentation seperti Vibration Analyzer, Oil
Analysis, Ultrasonic, thermographic camera, dll.

Secara konseptual, preditctive maintenance


(PdM) ini merupakan bagian dari preventive
Maintenance (PM). Karena aktifitas PdM
seharusnya menjadi bagian dari task list dan
schedul dari PM.
Dari sudut pandang strategi mainetnance, PdM
merupakan
pengembangan
dari
strategi
pencegahan (PM).
Dari sisi metodologi, PdM berbeda dengan PM
dimana PdM didasarkan pada condition-base
monitoring (CBM), sedangkan PM didasarkan
time-base monitorung (TBM) atau scheduled-base

Dalam hal ini, aktifitas PM ditujukan untuk


memperpanjang umur pakai yang aktifitas terdiri
dari tighten, component/lubrication replacement,
clean,
sedangkan
PdM
ditujukan
untuk
mendeteksi tanda-tanda kerusakan mesin yang
aktifitas terdiri scan, smell for, take reading,
measure, take sample analisys.
Pendekatan PM ataukah PdM yang akan
diaplikasikan dapat ditentukan melalui trend pola
kegagalan dari equipment. PM sangat cocok
untuk equipment dengan pola kegagalan
berkaitan dengan umur, sedangkan PdM cocok
untuk equipment dengan pola kegagalan random.

Equipment Condition Monitoring

Equipment Condition Monitoring


Beberapa cara untuk mengidentifikasi proses
degradasi equipment :

Monitorng perubahan getaran


Monitorng perubahan konsumsi daya
Monitorng perubahan temperatur
Monitorng perubahan tingkat kebisingan
Monitorng perubahan unjuk kerja operasi
Monitorng perubahan komposisi kimiawi
Monitorng perubahan debit
dsb

Condition Based Maintenance Strategy


Sekitar 80 % - 85 % kegagalan equipment
terjadi secara random (unpredictable failure)
atau time-random failure
Hanya sekitar 15% - 20 % kegagalan
equipment terjadi secara berulang berkaitan
dengan
umur
equipment
(time-based
repetitive failure)
Time-random failure memerlukan conditionbased maintenance strategy / PdM dengan
melakukan inspeksi secara rutin terhadap
kondisi operasi equipmen

Condition Based Maintenance Strategy

Dengan melakukan strategi ini kita bisa


mengetahui awal terjadinya kegagalan equipmen,
sehingga dapat dilakukan persiapan untuk
shutdwon dengan lebih terencana. Pembelian
atau pembuatan spare parts, manpower, tools
dapat dipersiapkan lebih awal sehingga kalaupun
kita melakukan shutdwon akan membutuhkan
waktu dan biaya yang jauh lebih sedikit.
Strategi pemeliharaan ini biasanya digunakan
untuk melakukan maintanance pada peralatan
dengan tingkat kritikal yang tinggi terhadap proses
produksi

KELEBIHAN PdM :

Meningkatkan reliabilitas dan availabilitas


Mendeteksi sejak awal tanda-tanda kerusakan
Mengurangi resiko kerusakan eksttrim pada
equipment (catastrophic failures)
Mengurangi waktu repair dan down-time yang
berujung pada penghematan cost
Meningkatkan efisiensi

Dari studi diperoleh data penghematan sebagai


berikut :

Biaya maintenance berkurang 25% - 30%


Downtime berkurang 35% - 45%
Produksi meningkat 20% - 25%
Return of Invesment 10 kali

Kekurangan :

Investasi untuk teknologi cukup besar


Investasi untuk training bagi staf maintenance
Meningkat

Langkah-Langkah Program PdM

Set Up
1. Membuat daftar proses, aplikasi dan equipmen
yang mempunyai dampak terhadap proses,
lingkungan atau kesalamatan
2. Membuat
daftar
prioritas
setiap
item
didasarkan pada dampak dari kegagalan yang
ditimbulkan. Equipmen dikatakan mempunyai
prioritas yang tinggi jika :

Langkah-Langkah Program PdM

Set Up
Kegagalan berdampak secara langsung
terhadap safety, lingkungan, revenue,
hubungan dengan customer
Unik atau memerlukan biaya besar untuk
penggantian, atau digunakan secara
terus menerus
Ketersediaan suku cadang sangat
terbatas atau waktu repairnya lama

Langkah-Langkah Program PdM

Set Up
3. Menentukan bagaimana kerusakan equipmen
terjadi dengan menggunakan PdM teknologi,
pengetahuan operator dan maintenance history
4. Mengombinasikan antara probabilitas dan
dampak
kegagalan
equipmen
dengan
sechedul inspeksi
5. Membuat database PdM untuk menyimpan
hasil pengukuran untuk setiap equipmen.

Langkah-Langkah Program PdM

Set Up
Database PdM harus memuat base line data,
catatan repair, rekomendasi pabrik pembuat,
informasi operator, berapa kali rusak, kenapa
rusak, dan berapa biaya yang diperlukan untuk
mengatasi kerusakan

Test
6. Melakkan pengetesan terhadap equipmen
menggunakan PdM teknologi dan hasilnya
dicatat di PdM database

Langkah-Langkah Program PdM

Monitoring
7. Menganalisa
hasil
pengukuran
untuk
mendeteksi kecenderungan perubahan kondisi
operasi dari equipmen : tren getaran mesin
yang semakin meningkat, tren temperatur
bearing yang semakin meningkat dsb.

Repair
8. Melakukan investigasi terhadap perubahan
kondisi operasi equipmen untuk menentukan
apakah harus dilakukan repair atau tidak.

Langkah-Langkah Program PdM

Repair
9. Menentukan
lamanya
waktu
sebelum
equipmen
mengalami
kegagalan.
Jika
teknologi PdM terbatas, dapat dipercayakan
pada pengalaman teknisi dan data-data pabrik
pembuat
10 Menyusun sechedul repair sebelum kegagalan
terjadi. Salah satu aradigma PdM adalah tidak
melakukan repair terlalu dini atau terlalu
terlambat.

Langkah-Langkah Program PdM

Repair
11 Menggunakan waktu tunggu (lead-time) untuk
mempersiapkan sumberdaya maintenance,
pengecekan suku cadang, pemilihan waktu
shutdown untuk meminimalkan downtime
operasi.
12 Melaksanakan repair dan melaksanakan
pencatatan hasil repair. Jika diperlukan,
melakukan analisa akar masalah kegagalan
equipmen yang terjadi.

Langkah-Langkah Program PdM

Repair
13 Melakukan pencatatan pengujian equipmen
yang telah direpair dan digunakan sebagai
baseline data yang baru.

Schedul Inspeksi
Frekuensi inspeksi didasarkan pada :
kesalamatan, kritkalitas equipmen, biaya untuk
mengatasi kegagalan dan frekuensi dengan mana
kegagalan equipmen berdampak pada produksi
atau maintenance.

Non-Destructive Test
Instrumentation
Infrared Thermometers
Digunakan untuk mengukur suhu
dengan cepat tanpa sentuhan dari
jarak tertentu. Dengan alat ini kita
dapat
mengukur
temperatur
benda/fluida panas, benda yang
bergetar, berputar dan fluida yang
mengalir.
Aplikasi lain : monitoring suhu
bearing, identifikasi kebcocoran
seal, troubleshooting steam trap,
identifikasi kegagalan insulasi pipa,
identifikasi MCB dll

Non-Destructive Test
Instrumentation
Infrared Thermometers

Non-Destructive Test
Instrumentation
Infrared Thermometers

Non-Destructive Test
Instrumentation
Infrared Thermography
Panas adalah seriang menjadi gejala awal dari
kerusakan atau penyimpangan fungsi dari
equipmen, sehingga panas dapat digunakan
sebagai parameter kinerja dalam PdM.
Imfrared Thermography merupakan teknologi
untuk mendeteksi perubahan panas yang
ditimbulkan oleh equipmen yang mengalami
kerusakan atau mulai mengalami kerusakan. Alat
yang digunakan adalah infrared thermal imager

Non-Destructive Test
Instrumentation
Infrared Thermography
Imfrared Thermography
digunakan untuk
mendeteksi kinerja motor
listrik

Non-Destructive Test
Instrumentation
Infrared Thermography

Imfrared Thermography digunakan untuk


mendeteksi sambungan listrik tegangan tinggi

Non-Destructive Test
Instrumentation
Infrared Thermography

Imfrared Thermography digunakan


mendeteksi
terminasi
elektrikal
mencegah kebakaran elektrikal

untuk
untuk

Non-Destructive Test
Instrumentation
Infrared Thermography
Imfrared Thermography
digunakan untuk
mendeteksi bearing yang
mengalami overheat

Non-Destructive Test
Instrumentation
Infrared Thermography

Infrared Thermal imager digunakan untuk


mendeteksi steam trap

Non-Destructive Test
Instrumentation
Infrared Thermography
Imfrared Thermography juga dapat digunakan
untuk mendeteksi kebocoran seal, kebocoran
udara dan lain-lain.

Non-Destructive Test
Instrumentation
SoundCTRL System
Tool ini digunakan untuk
memonitor, mengevaluasi
dan mendiagnosa kondisi
equipmen yang kriitikal.
Dengan alat ini, downtime
yang tidak terencana dan
rugi-rugi produksi dapat
dihindari.

Anda mungkin juga menyukai