1.
Pengertian Problem Solving
a. Proses mental dan intelektual dalam menemukan
masalah dan memecahkan berdasarkan data dan
informasi yang akurat, sehingga dapat diambil
kesimpulan yang tepat dan cermat (Hamalik, 1994:151).
b. Pendekatan dengan cara problem identifikation untuk
ketahap syntesis kemudian dianalisis yaitu pemilahan
seluruh masalah sehingga mencapai tahap application
selajutnya komprehension untuk mendapatkan solution
dalam penyelesaian masalah tersebut. (Qruztyan. Blogs.
[Link])
Next
[Link] dimana langkah-langkah
berikutnya sampai penyelesaian akhir lebih
bersifat kuantitatif yang umum sedangkan
langkah-langkah berikutnya sampai dengan
penyelesain akhir lebih bersifat kuantitatif
dan spesifik (Qrustian Blogs [Link]).
Next
d. merupakan taraf yang harus dipecahkan
dengan cara memahami sejumlah
pengetahuan dan ketrampilan kerja dan
merupakan hasil yang dicapai individu
setelah individu yang bersangkutan
mengalami suatu proses belajar
2. Tga LANGKAh pendekatan
PROBLEM SOLVING
[Link] masalah secara
tepat
[Link] sumber dan akar
penyebab dari masalah
[Link] masalah secara efektif dan
efisien.
Solusi masalah yang efektif dan efisien
Mendefinisikan secara tertulis
Membangun diagram sebab akibat yang
dimodifikasi untuk mendefinisikan :
a) akar penyebab dari masalah itu,
b) penyebab-penyebab yang tidak dapat
dikendalikan,
namun dapat
diperkirakan
Setiap akar penyebab dari masalah
dimasukkan ke dalam diagram sebab
akibat . sedangkan penyebab yang tidak
dapat diperkirakan, didaftarkan pada
sebab akibat itu secara tersendiri
Next
Mendefiisikan
tindakan atau solusi yang
efektif melalui memperhatikan dan
mempertimbangkan : a)pencegahan
terulang atau muncul kembali penyebab
penyebab itu, b) tindakan yang diambil
harus ada di bawah pengendalian kita, dan
c) memenuhi tujuan dan target kinerja
yang ditetapkan.
Menerapkan atau melakukan implementasi
atau tindakan-tindakan yang diajukan
(Vincent Gasper sz, dan
[Link]. com)
Adapun langkah-langkah lain menurut
konsep Dewey untuk problem solving :
1. Adanya kesulitan yang dirasakan atau
kesadaran akan adanya masalah.
2. Masalah itu diperjelas dan dibatasi.
3. Mencari informasi atau data dan
kemudian data itu diorganisasikan atau
diklasifikasikan.
Next
4. Mencari hubungan-hubungan untuk
merumuskan hipotesa-hipotesa kemudia
hipotesa-hipotesa dinilai, diuji agar dapat
ditentukan untuk diterima atau ditolak.
5. Penerapan pemecahan terhadap masalah
yang dihadapi sekaligus berlaku sebagai
pengujian kebenaran pemecahan tersebut
untuk dapat sampai kepada kesimpulan.
Metode Pemecahan
Masalah(Problem Solving)
sebagai
rangkaian aktivitas pembelajaran
yang menekankan kepada proses
penyelesaian masalah yang dihadapi
secara ilmiah.
Tiga ciri utama dari Problem Solving.
1. Problem Solving merupakan rangkaian aktivitas
pembelajaran, artinya dalam implementasi
Problem Solving ada sejumlah kegiatan yang
harus dilakukan siswa. Problem Solving tidak
mengharapkan siswa hanya sekedar
mendengarkan, mencatat, kemudian menghafal
materi pelajaran, akan tetapi melalui Problem
Solving siswa aktif berpikir, berkomunikasi,
mencari dan mengolah data, dan akhirnya
menyimpulkan.
Next
[Link] pembelajaran diarahkan untuk
menyelesaikan masalah. Problem Solving
menempatkan masalah sebagai kata
kunci dari proses pembelajaran. Artinya,
tanpa masalah maka tidak mungkin ada
proses pembelajaran.
Next
3. pemecahan masalah dilakukan dengan
menggunakan penedekatan berpikir secara
ilmiah. Berpikir dengan menggunakan metode
ilmiah adalah proses berpikir deduktif dan
induktif. Proses berpikir ini dilakukan secara
secara sistematis dan empiris. Sistematis
artinya berpikir ilmiah dilakukan melalui
tahapan-tahapan tertentu; sedangkan empiris
artinya proses penyelesaian masalah
didasarkan pada data dan fakta yang jelas.