Teori Motor Stepper : Jenis Dan Prinsip Motor Stepper
Motor stepper adalah salah satu jenis motor dc yang dikendalikan dengan
pulsa-pulsa digital. Prinsip kerja motor stepper adalah bekerja dengan
mengubah pulsa elektronis menjadi gerakan mekanis diskrit dimana motor
stepper bergerak berdasarkan urutan pulsa yang diberikan kepada motor stepper
tersebut.
Kelebihan Motor Stepper
Kelebihan motor stepper dibandingkan dengan motor DC biasa adalah :
1. Sudut rotasi motor proporsional dengan pulsa masukan sehingga lebih
mudah diatur.
2. Motor dapat langsung memberikan torsi penuh pada saat mulai bergerak
3. Posisi dan pergerakan repetisinya dapat ditentukan secara presisi
4. Memiliki respon yang sangat baik terhadap mulai, stop dan berbalik
(perputaran)
5. Sangat realibel karena tidak adanya sikat yang bersentuhan dengan rotor
seperti pada motor DC
6. Dapat menghasilkan perputaran yang lambat sehingga beban dapat
dikopel langsung ke porosnya
7. Frekuensi perputaran dapat ditentukan secara bebas dan mudah pada
range yang luas.
Prinsip Kerja Motor Stepper
Prinsip kerja motor stepper adalah mengubah pulsa-pulsa input menjadi gerakan
mekanis diskrit. Oleh karena itu untuk menggerakkan motor stepper diperlukan
pengendali motor stepper yang membangkitkan pulsa-pulsa periodik.
Berikut ini adalah ilustrasi struktur motor stepper sederhana dan pulasa yang
dibutuhkan untuk menggerakkannya :
Prinsip Kerja Motor Stepper
Gambar diatas memberikan ilustrasi dari pulsa keluaran pengendali motor
stepper dan penerpan pulsa tersebut pada motor stepper untuk menghasilkan
arah putaran yang bersesuaian dengan pulsa kendali.
Jenis-Jenis Motor Stepper
Berdasarkan struktur rotor dan stator pada motor stepper, maka motor stepper
dapat dikategorikan dalam 3 jenis sebagai berikut :
Motor stepper Variable reluctance (VR)
Motor stepper jenis ini telah lama ada dan merupakan jenis motor yang secara
struktural paling mudah untuk dipahami. Motor ini terdiri atas sebuah rotor besi
lunak dengan beberapa gerigi dan sebuah lilitan stator. Ketika lilitan stator
diberi energi dengan arus DC, kutub-kutubnya menjadi termagnetasi.
Perputaran terjadi ketika gigi-gigi rotor tertarik oleh kutub-kutub stator. Berikut
ini adalah penampang melintang dari motor stepper tipe variable reluctance
(VR):
Motor stepper tipe variable reluctance
(VR)
Motor stepper Permanent Magnet (PM)
Motor stepper jenis ini memiliki rotor yang berbentuk seperti kaleng bundar (tin
can) yang terdiri atas lapisan magnet permanen yang diselang-seling dengan
kutub yang berlawanan. Dengan adanya magnet permanen, maka intensitas
fluks magnet dalam motor ini akan meningkat sehingga dapat menghasilkan
torsi yang lebih besar. Motor jenis ini biasanya memiliki resolusi langkah (step)
yang rendah yaitu antara 7,50 hingga 150 per langkah atau 48 hingga 24 langkah
setiap putarannya. Berikut ini adalah ilustrasi sederhana dari motor stepper tipe
permanent magnet :
Motor stepper tipe permanent magnet
(PM)
Motor stepper Hybrid (HB)
Motor stepper tipe hibrid memiliki struktur yang merupakan kombinasi dari
kedua tipe motor stepper sebelumnya. Motor stepper tipe hibrid memiliki gigigigi seperti pada motor tipe VR dan juga memiliki magnet permanen yang
tersusun secara aksial pada batang porosnya seperti motor tipe PM. Motor tipe
ini paling banyak digunkan dalam berbagai aplikasi karena kinerja lebih baik.
Motor tipe hibrid dapat menghasilkan resolusi langkah yang tinggi yaitu antara
3,60 hingga 0,90 per langkah atau 100-400 langkah setiap putarannya. Berikut
ini adalah penampang melintang dari motor stepper tipe hibrid :
Motor stepper tipe hibrid
Berdasarkan metode perancangan rangkain pengendalinya, motor stepper dapat
dibagi menjadi 2 jenis yaitu motor stepper unipolar dan motor stepper bipolar.
Motor Stepper Unipolar
Rangkaian pengendali motor stepper unipolar lebih mudah dirancang karena
hanya memerlukan satu switch / transistor setiap lilitannya. Untuk menjalankan
dan menghentikan motor ini cukup dengan menerapkan pulsa digital yang
hanya terdiri atas tegangan positif dan nol (ground) pada salah satu terminal
lilitan (wound) motor sementara terminal lainnya dicatu dengan tegangan positif
konstan (VM) pada bagian tengah (center tap) dari lilitan seperti pada gambar
berikut.
Motor stepper dengan lilitan unipolar
Motor Stepper Bipolar
Untuk motor stepper dengan lilitan bipolar, diperlukan sinyal pulsa yang
berubah-ubah dari positif ke negatif dan sebaliknya. Jadi pada setiap terminal
lilitan (A & B) harus dihubungkan dengan sinyal yang mengayun dari positif ke
negatif dan sebaliknya. Karena itu dibutuhkan rangkaian pengendali yang agak
lebih kompleks daripada rangkaian pengendali untuk motor unipolar. Motor
stepper bipolar memiliki keunggulan dibandingkan dengan motor stepper
unipolar dalam hal torsi yang lebih besar untuk ukuran yang sama.
[Link]
Pemrograman MCS51 (AT89S51,52 dll) dengan Bahasa C
Software yang digunakan dalam ujicoba kali ini ialah MIKROC 8051 ver 2.2.
pemrograman mikrokontroler AT89S51 dengan bahasa C memang lebih mudah
jika dibandingkan dengan menggunakan Assembler. apalagi jika kita ingin
membuat perangkat yang rumit akan sangat terasa perbedaannya.
Awal pembuatan program bisa di lihat pada video berikut
Berikut merupakan daftar uji coba tersebut:
1. Percobaan LED
Skema Uji Coba LED
Program LED 1 menyalakan Led dengan
bilangan heksa
void main() {
P0=0x00; // LED SEMUA ON
}
Program LED 2 menyalakan sebagian Led dengan bilangan heksa
void main() {
P0=0xF0; // LED P0-P3 ON
}
Program LED 3 menyalakan 1 Led dengan bilangan biner
void main() {
P0=0b11111110; // LED 1 ON
}
Program LED 4 menyalakan 2 Led dengan bilangan biner
void main() {
P0=0b01111110; // LED 1 dan 8 ON
}
Program LED 5 menyalakan Led per bit
void main() {
P0_0_bit=0; // LED 1 ON
P0_7_bit=0; // LED 8 ON
}
Program LED 6 Blinking led dengan delay
void main() {
while(1){
P0=0b00000000; //led ON
delay_ms(1000); //tunda 1 detik
P0=0b11111111; //led OFF
delay_ms(1000); //tunda 1 detik
}
}
Sumber : [Link]
Contoh Membuat Progam
Salah contoh membuat program sederhana yaitu LED berjalan, pertama kali kita
membuka software BASCOM ( tentunya harus sudah terinstal di PC atau
Laptop), yang programnya sebagai berikut:
'****************************************************************
***************
' Nama Program
: TEST LED BERJALAN
' Fungsi
: Menyalakan Led Berjalan pada Port B
' Hardware
: AVR ATMEGA8535 Series
' Tanggal
: 20 April 2013
' Pembuat
: SK
' Compiler
: Basic (Bascom IDE AVR)
' Sambungan : LED
--> Port B
'****************************************************************
***************
$regfile "[Link]"
'type IC uC yang digunakan
$crystal = 12000000
' Nilai kristal yang digunakan
Config Portb = Output
' konfigurasi port B sebagai output
Dim I As Byte
Do
Portb = 1
' set PORTB= awal 1
For I = 1 To 8
Waitms 300
' ditunda 300 milidetik
Portb = Portb * 2
' nilai port B dikeluarkan ke LED dikali
dengan 2
Next I
Loop
End
' Diputar terus menerus
Setelah itu di compaile dengan harapan mendapatkan file extension .HEX dari
program sederhana diatas. Setelah itu kita butuh bantuan software AVR Studio
untuk memasukan file Hex ke IC Mikrokontroller. Jika sudah sukses, maka
dihubungkan kabel data dari port B ke konektor LED, selesai.
KENDALI MOTOR STEPPER DENGAN ARDUINO UNO
Artikel ini ditujukan untuk pembaca yang ingin memahami cara kerja dan
penggunaan stepper motor menggunakan arduino uno.
Apakah stepper motor itu? Singkatnya adalah suatu motor yang putarannya bisa
kita kontrol per-sekian derajat (1 step). Jadi kalau kita ingin putar motor hanya
seperempat putaran saja (90o), maka kita perintahkan motor tersebut untuk
sekian jumlah step.
Bagaimana cara menggerakannya? Berbeda dengan DC motor yang tinggal
dihubungkan dengan catu daya langsung berputar, untuk menggerakan stepper
motor, kita harus memberikan pulsa 5 V tegangan pada 4 pin stepper motor
dengan pola urutan tertentu. Satu urutan tertentu tersebut akan menggerakan
satu step (6O) memutar satu putaran penuh stepper motor (360O), kita lakukan
dengan mengulang 1 step tersebut sebanyak 60 kali (60 x 60O = 360O)
Angka yang saya sebutkan di atas, yaitu (6O) hanyalah salah satu contoh saja.
Pada kenyataannya angka ini tergantung jenis stepper motornya. Ada yang satu
stepnya (30O),(60O) .. bahkan sampai 0,9O. Ada pula yang memiliki gearbox di
dalamnya untuk menurunkan kecepatan sekaligus menambah kekuatan (torque)
dengan skala tertentu sehingga untuk menghasilkan satu step yang sebenarnya
motor harus diperintahkan untuk berputar 10 kali (1 : 10 gear ratio).
Oke, nggak usah panjang-panjang, mari kita fokus cara menggerakannya
dengan program arduino
Kalau kita baca datasheetnya, (coba check datasheet stepper yang anda punya),
untuk menggerakan satu putaran maju maka 4 pin itu harus dikasih pulsa
dengan empat langkah sbb:
Step
Pin1
Pin2
Pin3
Pin4
#1
LOW
LOW
HIGH
HIGH
#2
HIGH
LOW
LOW
HIGH
#3
HIGH
HIGH
LOW
LOW
#4
LOW
HIGH
HIGH
LOW
Sedangkan untuk memutar mundur, kita tinggal balik urutannya menjadi #4 #3
#2 #1. Kecepatan putarannya ditentukan oleh waktu delay yang kita tentukan
antara setiap step. Kalau kita buat delaynya kecil sekali, maka putarannya
makin cepat. Tetapi tiap stepper motor ada keterbatasannya, kita tidak bisa kasih
delay yang terlalu kecil karena nanti malah tidak mau berputar
Dan, karena untuk menggerakan motor ini memerlukan arus yang lebih besar
daripada yang bisa diberikan oleh pin output, kita memerlukan rangkaian
transistor untuk memperkuat arus yang relatif kecil dari pin output kita.
Untungnya sudah tersedia satu rangkaian yang disebut stepper motor driver
yang didalamnya berisi rangkaian transistor yang kita butuhkan untuk
menggerakan motor (darlington pair) seperti pada gambar di bawah
//sesuaikan dengan PIN yang dipasang
int IN1=8;
int IN2=9;
int IN3=10;
int IN4=11;
int step = 100;
int delaytime=40; //makin kecil delay, makin cepat motor berputar
void setup(){
pinMode(IN1,OUTPUT);
pinMode(IN2,OUTPUT);
pinMode(IN3,OUTPUT);
pinMode(IN4,OUTPUT);
}
void loop(){
//maju 60;
for (int i=0; i<60; i++){
maju();
}
}
void maju(){
//step 4
step1();
delay(delaytime);
//step 3
step2();
delay(delaytime);
//step 2
step3();
delay(delaytime);
//step 1
step4();
delay(delaytime);
}
void mundur(){
//step 4
step4();
delay(delaytime);
//step 3
step3();
delay(delaytime);
//step 2
step2();
delay(delaytime);
//step 1
step1();
delay(delaytime);
}
void step1(){
digitalWrite(IN1,LOW);
digitalWrite(IN2,LOW);
digitalWrite(IN3,HIGH);
digitalWrite(IN4,HIGH);
}
void step2(){
digitalWrite(IN1,HIGH);
digitalWrite(IN2,LOW);
digitalWrite(IN3,LOW);
digitalWrite(IN4,HIGH);
}
void step3(){
digitalWrite(IN1,HIGH);
digitalWrite(IN2,HIGH);
digitalWrite(IN3,LOW);
digitalWrite(IN4,LOW);
}
void step4(){
digitalWrite(IN1,LOW);
digitalWrite(IN2,HIGH);
digitalWrite(IN3,HIGH);
digitalWrite(IN4,LOW);
}
sumber : [Link]
Tutorial Arduino Uno dan Motor Servo
ide dasar
langsung aja untuk posting kali ini saya akan membahas tentang cara
menggunakan arduino uno(sini) untuk mengendalikan motor servo ,pada
percobaan kali ini servo yang digunakan adalah servo mikro yang banyak dijual
pada toko hobi atau bisa juga di sini
keunggulan motor servo
Di dalam servo terdapat gearbox yang kecil (untuk membuat gerakan yang
lebih bertenaga) dan rangkaian elektronik (untuk memudahkan pengaturan).
Sebuah servo standard dapat diatur posisinya dari 0 sampai dengan 180 derajat.
Pengaturan posisi diatur menggunakan timed pulse, antara 1.25 milliseconds (0
derajat) dan 1.75 milliseconds (180 derajat) 1.5 milliseconds untuk 90 derajat).
Waktu yang digunakan ini bervariasi dari tiap manufaktur servo. Apabila pulse
yang digunakan dikirim setiap 25-50 milliseconds maka servo akan bergerak
dengan sangat halus
untuk komponen yang di perlukan dalam percobaan ini antara lain
1 buah servo mikro
Kabel jumper
sedangkan skema rangkaian dapat di lihat sebagai berikut:
bar
gambar.1.1 skema rangkaian servo dan arduino
untuk gambar simulasi penempatan komponen dan board Arduino bisa di lihat
di bawah ini. Gambar simulasi ini menggunakan software Fritzing yang bisa
didapat di sini.
gambar 1.2 simulasi penempatan komponen
kode program
kode program yang digunakan untuk menggerakkan servo. Tidak perlu
mengetiknya karena sudah tersedia pada software Arduino. Klik menu File >
Examples > Servo > Sweep.
// Controlling a servo position using a potentiometer (variable resistor)
// by Michal Rinott <[Link]
#include <Servo.h>
Servo myservo; // create servo object to control a servo
int potpin = 0; // analog pin used to connect the potentiometer
int val; // variable to read the value from the analog pin
void setup()
{
[Link](9); // attaches the servo on pin 9 to the servo object
}
void loop()
{
val = analogRead(potpin);
// reads the value of the potentiometer
(value between 0 and 1023)
val = map(val, 0, 1023, 0, 179); // scale it to use it with the servo (value
between 0 and 180)
[Link](val);
// sets the servo position according to the scaled
value
delay(15);
// waits for the servo to get there
}
Membuat Perubahan
Membuat timing sendiri caramya dengan mengatur pulse yang
digunakan untuk menggerakkan servo secara langsung (tanpa library
servo). Dengan cara ini kita dapat menggerakkan servo pada 20 pin yang
tersedia pada Arduino (pin digital & analog). Tetapi anda perlu merubah
beberapa baris kode agar dapat mengoptimalkan hasilnya.
Berikut ini adalah kode dasar yang akan dipergunakan.
int servoPin = 9;
int pulseTime;
void setup()
{
[Link](9600);
pinMode(servoPin,OUTPUT);
}
void loop()
{
pulseTime = 2100; //(the number of microseconds
//to pause for (1500 90 degrees
// 900 0 degrees 2100 180 degrees)
digitalWrite(servoPin, HIGH);
delayMicroseconds(pulseTime);
digitalWrite(servoPin, LOW);
delay(25);
}
Upload dan coba lihat hasilnya. Servo akan bergerak ke arah 180 derajat.
Timing 2100 microseconds akan membuat servo bergerak ke arah 180 derajat.
dibawah ini yang merupakan variasi dari kode sebelumnya.
catatan :
untuk timing servo berbeda tergantung manufaktur jadi belum tentu timing 2100
membuat motor servo bergerak 180 derajat ,Untuk mencoba menemukan timing
yang sesuai dengan servo yang anda pakai, gunakan kode program dibawah ini
yang merupakan variasi dari kode sebelumnya.
int servoPin = 9;
int pulseTime;
void setup()
{
[Link](9600);
pinMode(servoPin,OUTPUT);
}
void loop()
{
for(pulseTime = 900; pulseTime <= 2100; pulseTime += 50) {
[Link](pulseTime);
digitalWrite(servoPin, HIGH);
delayMicroseconds(pulseTime);
digitalWrite(servoPin, LOW);
delay(25);
}
for(pulseTime = 2100; pulseTime >= 900; pulseTime -= 50) {
[Link](pulseTime);
digitalWrite(servoPin, HIGH);
delayMicroseconds(pulseTime);
digitalWrite(servoPin, LOW);
delay(25);
}
}
Upload dan coba lihat kembali hasilnya. Servo akan bergerak ke 180 derajat dan
0 derajat berulang-ulang seperti pada program Sweep tadi. Tetapi hasilnya
mungkin kurang maksimal, sudut 180 derajat dan 0 derajat-nya masih belum
maksimal. Artinya servo sebenarnya belum menyentuh sudut 180 derajat atau 0
derajat. Coba rubah angka pada pulseTime, untuk yg 900 coba diperkecil dan
untuk yang 2100 coba diperbesar. Anda harus menemukan angka pulseTime
yang pada angka tersebut servo sudah pada posisi maksimumnya (servo tidak
bergerak lagi, mencapai sudut 180/0 derajat). seperti kode berikut ini\
int servoPin = 9;
int pulseTime;
void setup()
{
[Link](9600);
pinMode(servoPin,OUTPUT);
}
void loop()
{
for(pulseTime = 700; pulseTime <= 2650; pulseTime += 50) {
[Link](pulseTime);
digitalWrite(servoPin, HIGH);
delayMicroseconds(pulseTime);
digitalWrite(servoPin, LOW);
delay(25);
}
for(pulseTime = 2500; pulseTime >= 600; pulseTime -= 50) {
[Link](pulseTime);
digitalWrite(servoPin, HIGH);
delayMicroseconds(pulseTime);
digitalWrite(servoPin, LOW);
delay(25);
}
}
Agar mempermudah melihat angka pulseTime, coba gunakan Serial Monitor
(Menu: Tools > Serial Monitor). Dan agar angka pulseTime yang digunakan
tidak bergerak terlalu cepat, ganti kode delay(25); menjadi delay(500);.
Setelah anda mengerti dan memahami cara menggerakkan servo menggunakan
Arduino, Gunakan daya kreasi anda dan kembangkan
sekian dulu posting dari saya ,terimakasih
sumber : [Link]
[Link]
Tutorial Arduino Uno dan Motor Servo
ide dasar
langsung aja untuk posting kali ini saya akan membahas tentang cara
menggunakan arduino uno(sini) untuk mengendalikan motor servo ,pada
percobaan kali ini servo yang digunakan adalah servo mikro yang banyak dijual
pada toko hobi atau bisa juga di sini
keunggulan motor servo
Di dalam servo terdapat gearbox yang kecil (untuk membuat gerakan yang
lebih bertenaga) dan rangkaian elektronik (untuk memudahkan pengaturan).
Sebuah servo standard dapat diatur posisinya dari 0 sampai dengan 180 derajat.
Pengaturan posisi diatur menggunakan timed pulse, antara 1.25 milliseconds (0
derajat) dan 1.75 milliseconds (180 derajat) 1.5 milliseconds untuk 90 derajat).
Waktu yang digunakan ini bervariasi dari tiap manufaktur servo. Apabila pulse
yang digunakan dikirim setiap 25-50 milliseconds maka servo akan bergerak
dengan sangat halus
untuk komponen yang di perlukan dalam percobaan ini antara lain
1 buah servo mikro
Kabel jumper
sedangkan skema rangkaian dapat di lihat sebagai berikut:
bar
gambar.1.1 skema rangkaian servo dan arduino
untuk gambar simulasi penempatan komponen dan board Arduino bisa di lihat
di bawah ini. Gambar simulasi ini menggunakan software Fritzing yang bisa
didapat di sini.
gambar 1.2 simulasi penempatan komponen
kode program
kode program yang digunakan untuk menggerakkan servo. Tidak perlu
mengetiknya karena sudah tersedia pada software Arduino. Klik menu File >
Examples > Servo > Sweep.
// Controlling a servo position using a potentiometer (variable resistor)
// by Michal Rinott <[Link]
#include <Servo.h>
Servo myservo; // create servo object to control a servo
int potpin = 0; // analog pin used to connect the potentiometer
int val; // variable to read the value from the analog pin
void setup()
{
[Link](9); // attaches the servo on pin 9 to the servo object
}
void loop()
{
val = analogRead(potpin);
// reads the value of the potentiometer
(value between 0 and 1023)
val = map(val, 0, 1023, 0, 179); // scale it to use it with the servo (value
between 0 and 180)
[Link](val);
// sets the servo position according to the scaled
value
delay(15);
// waits for the servo to get there
}
Membuat Perubahan
Membuat timing sendiri caramya dengan mengatur pulse yang
digunakan untuk menggerakkan servo secara langsung (tanpa library
servo). Dengan cara ini kita dapat menggerakkan servo pada 20 pin yang
tersedia pada Arduino (pin digital & analog). Tetapi anda perlu merubah
beberapa baris kode agar dapat mengoptimalkan hasilnya.
Berikut ini adalah kode dasar yang akan dipergunakan.
int servoPin = 9;
int pulseTime;
void setup()
{
[Link](9600);
pinMode(servoPin,OUTPUT);
}
void loop()
{
pulseTime = 2100; //(the number of microseconds
//to pause for (1500 90 degrees
// 900 0 degrees 2100 180 degrees)
digitalWrite(servoPin, HIGH);
delayMicroseconds(pulseTime);
digitalWrite(servoPin, LOW);
delay(25);
}
Upload dan coba lihat hasilnya. Servo akan bergerak ke arah 180 derajat.
Timing 2100 microseconds akan membuat servo bergerak ke arah 180 derajat.
dibawah ini yang merupakan variasi dari kode sebelumnya.
catatan :
untuk timing servo berbeda tergantung manufaktur jadi belum tentu timing 2100
membuat motor servo bergerak 180 derajat ,Untuk mencoba menemukan timing
yang sesuai dengan servo yang anda pakai, gunakan kode program dibawah ini
yang merupakan variasi dari kode sebelumnya.
int servoPin = 9;
int pulseTime;
void setup()
{
[Link](9600);
pinMode(servoPin,OUTPUT);
}
void loop()
{
for(pulseTime = 900; pulseTime <= 2100; pulseTime += 50) {
[Link](pulseTime);
digitalWrite(servoPin, HIGH);
delayMicroseconds(pulseTime);
digitalWrite(servoPin, LOW);
delay(25);
}
for(pulseTime = 2100; pulseTime >= 900; pulseTime -= 50) {
[Link](pulseTime);
digitalWrite(servoPin, HIGH);
delayMicroseconds(pulseTime);
digitalWrite(servoPin, LOW);
delay(25);
}
}
Upload dan coba lihat kembali hasilnya. Servo akan bergerak ke 180 derajat dan
0 derajat berulang-ulang seperti pada program Sweep tadi. Tetapi hasilnya
mungkin kurang maksimal, sudut 180 derajat dan 0 derajat-nya masih belum
maksimal. Artinya servo sebenarnya belum menyentuh sudut 180 derajat atau 0
derajat. Coba rubah angka pada pulseTime, untuk yg 900 coba diperkecil dan
untuk yang 2100 coba diperbesar. Anda harus menemukan angka pulseTime
yang pada angka tersebut servo sudah pada posisi maksimumnya (servo tidak
bergerak lagi, mencapai sudut 180/0 derajat). seperti kode berikut ini\
int servoPin = 9;
int pulseTime;
void setup()
{
[Link](9600);
pinMode(servoPin,OUTPUT);
}
void loop()
{
for(pulseTime = 700; pulseTime <= 2650; pulseTime += 50) {
[Link](pulseTime);
digitalWrite(servoPin, HIGH);
delayMicroseconds(pulseTime);
digitalWrite(servoPin, LOW);
delay(25);
}
for(pulseTime = 2500; pulseTime >= 600; pulseTime -= 50) {
[Link](pulseTime);
digitalWrite(servoPin, HIGH);
delayMicroseconds(pulseTime);
digitalWrite(servoPin, LOW);
delay(25);
}
}
Agar mempermudah melihat angka pulseTime, coba gunakan Serial Monitor
(Menu: Tools > Serial Monitor). Dan agar angka pulseTime yang digunakan
tidak bergerak terlalu cepat, ganti kode delay(25); menjadi delay(500);.
Setelah anda mengerti dan memahami cara menggerakkan servo menggunakan
Arduino, Gunakan daya kreasi anda dan kembangkan
sekian dulu posting dari saya ,terimakasih
sumber : [Link]
[Link]