0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
47 tayangan11 halaman

Karakteristik Tes Performansi Maksimal

1. Dokumen tersebut membahas tentang pengertian tes psikologi, macam-macam tes psikologi, dan keterbatasan tes psikologi. 2. Ada beberapa definisi tes psikologi dari para ahli, yang secara umum menyatakan bahwa tes psikologi adalah prosedur sistematis untuk mengukur perilaku seseorang. 3. Tes psikologi dapat diklasifikasikan berdasarkan sasaran ukur, materi, dan penyelenggaraannya,

Diunggah oleh

Hasan Nyambe
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
47 tayangan11 halaman

Karakteristik Tes Performansi Maksimal

1. Dokumen tersebut membahas tentang pengertian tes psikologi, macam-macam tes psikologi, dan keterbatasan tes psikologi. 2. Ada beberapa definisi tes psikologi dari para ahli, yang secara umum menyatakan bahwa tes psikologi adalah prosedur sistematis untuk mengukur perilaku seseorang. 3. Tes psikologi dapat diklasifikasikan berdasarkan sasaran ukur, materi, dan penyelenggaraannya,

Diunggah oleh

Hasan Nyambe
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB 1

PENGANTAR

11

Konstruksi Alat Ukur Psikologi


[Link]., [Link]

Pusat Pengembangan Bahan


Ajar
Universitas Mercu Buana

PENGANTAR
A. Pengertian Tes Psikologi
Hampir setiap orang pernah mendengar kata tes, bahkan pernah dikenai
tes walaupun dalam situasi yang berbeda. Karena itu istilah tes sebenarnya
tidaklah asing bagi siapapun. Tetapi seandainya kepada mereka diajukan
pertanyaan ; Apakah yang dimaksud dengan tes?. Tentu saja jawaban mereka
akan bermacam-macam, atau bahkan banyak diantara mereka yang tidak bisa
mengungkapkannya (walaupun mereka paham). Di antara para ahli juga ada
perbedaan dalam mendefinisikan pengertian tes, walaupun esensinya sama.
Untuk lebih jelasnya berikut ini dikutipkan pendapat beberapa ahli
mengenai tes :
1. Tes adalah pengukuran yang objektif dan terstandard terhadap sampel
perilaku (Anastasi, 1976).
2. Tes adalah prosedur yang sistematik guna mengukur sampel perilaku
sesorang (Brown, 1976)
3. Test .....a systematic procedure for observing a persons behavior and
describing it with the aid of a numerical scale or a category system
(Cronbach, 1970).
Dari pendapat-pendapat tersebut di atas dapat ditarik kesimpulan
mengenai pengertian tes, sebagai berikut :
1. Tes adalah prosedur yang sistematik. Artnya bahwa mulai dari penyusunan
item, pelaksanaan tes dan skoring sampai dengan interpretasi hasilnya
menempuh langkah-langkah yang jelas dan tertentu.
2. Tes berisi sampel perilaku. Artinya bahwa butir-butir yang tercakup di dalam
tes hanyalah sebagian kecil dari keseluruhan kawasan isi sasaran ukur
(variabel). Misal, tes prestasi belajar matematika kelas 6 SD, tentunya tidak
memuat seluruh materi yang dipelajari selama satu semester, melainkan
hanya sebagian kecil dari yang dipelajari. Representativitas suatu tes
ditentukan oleh representativitas butir-butirnya dan hal ini sangat tergantung

11

Konstruksi Alat Ukur Psikologi


[Link]., [Link]

Pusat Pengembangan Bahan


Ajar
Universitas Mercu Buana

pada pemilihan materinya. Sehingga kelayakan suatu tes tergantung kepada


sejauh mana kawasan isi terwakili /tercakup dalam butir-butir tes.
3. Tes mengukur sampel perilaku. Artinya bahwa yang diukur secara langsung
dengan tes adalah perilaku yang tampak, yang dianggap sebagai manifestasi
atau padanan dari sasaran ukur yang sesungguhnya. Seperti kita ketahui
bahwa dalam bidang psikologi sasaran ukur yang sesungguhnya itu tidak
mempunyai eksistensi riil, sehingga tidak dapat diukur secara langsung.
Pengukurannya hanya dapat dilakukan terhadap variabel yang tampak yang
dianggap sepadan dengannya.
Dari uraian di atas jelas bahwa tes berkaitan erat dengan pengukuran.
Pengukuran adalah proses memberikan angka pada suatu atribut (sasaran ukur)
menurut suatu aturan. Dalam hal ini tes secara fisik yang biasanya berupa butirbutir pertanyaan dapat diangap sebagai alat ukur, sedangkan proses penyusunan
dan pelaksanaan sampai dengan interpretasi hasil merupakan prosedur yang
harus ditempuh atau aturan yang harus ditaati.

B. Macam-macam Tes Psikologi


Kita tahu ada banyak sekali aspek psikologi dan masing-masing aspek
dapat atau perlu diukur dengan beberapa alat ukur, sehingga ada banyak macam
alat ukur atau tes psikologi. Sehubungan dengan itu agar lebih komunikatif
kiranya

perlu

dilakukan

klasifikasi

atau

penggolongan

tes

psikologi.

Penggolongan ini dapat dilakukan dari berbagai arah atau segi, seperti segi
sasaran ukur, segi materi alat ukur, dan segi penyelenggaraan.
Dari segi sasaran ukur yaitu atribut psikologis, kita kenal ada banyak
macam tes psikologis, seperti tes minat, tes motivasi, tes bakat verbal, tes bakat
mekanik, tes intelegensi, tes prestasi belajar, skala sikap, dan sebagainya. Jika
mau dibuat

lengkap daftar ini akan panjang sekali, karena macam tesnya ada

banyak sekali, sebanyak hal yang mungkin diukur. Tetapi untuk meringkas dan
memudahkan orang memperoleh gambaran yang sistematik , maka berbagai
macam tes itu perlu diklasifikasikan menurut cara tertentu. Seperti Suryabrata
(2002) mengklasifikasikan atribut psikologis menjadi empat, yaitu

11

Konstruksi Alat Ukur Psikologi


[Link]., [Link]

Pusat Pengembangan Bahan


Ajar
Universitas Mercu Buana

kepribadian,

inteligesi, potensi inteltual, dan prestasi belajar. Sehingga dari penggolongan ini
kita peroleh empat macam tes psikologis, yaitu ; tes kepribadian, tes inteligensi,
tes bakat, dan tes prestasi belajar.
Materi alat ukur dapat kita bedakan menjadi materi yang bersifat proyektif
dan materi yang bersifat non proyektif. Shingga kita kenal ada macam tes
proyektif dan tes non proyektif. Tes proyektif ini mula-mula timbul karena
kebutuhan di bidang klinis. Beberapa yang termasuk tes jenis ini antara lain: tes
Porschach, Holtzman Inkblot Technique, Thematic Apperception Test, House Tree
and Person Test, dan lain-lain.
Dari segi penyelenggaraan tes psikologi dapat dibedakan menjadi tes
individual dan kelompok. Tes individual adalah tes yang hanya dapat dilakukan
secara indivual. Artinya bahwa seorang tester hanya dapat menghadapi seorang
testee dalam penyelenggaraan tes tersebut. Tes kelompok adalah tes yang dapat
diselenggarakan secara kelompok. Jadi seorang tester dapat menghadapi
sekelompok testee dalam penyelenggaraan tes tersesebut. Tes kelompok ini
dapat dilakukan secara indivudual, tetapi tes individual tak dapat dilakukan
secara kelompok. Di samping itu untuk dapat menyelenggarakan tes individual
ini juga dituntut ketrampilan profesional tertentu yang memerlukan pendidikan
ataupun latihan-latihan khusus.
Tabel 1 : Skema macam-macam Tes Psikologis
ATRIBUT
PROYEKTIF
NON PROYEKTIF
PSIKOLOGI
INDIVIDUAL
KELOMPOK
INDIVIDUAL
KELOMPOK
Ro, HIT
HTP
MMPI, EPI
KEPRIBADIAN Szondi
TAT
EPPS, CPI
16 PF, FIRO
ASQ, POI
CIIS, BINET
OVIT, CCAT
INTELIGENSI
WB, WPPSI
APM, OLMAT
PVT, MSCA
CPM, BTBC
SIT, CMMS
CTMM-SF
SAT, GREAT
POTENSI
DAT, MSAT
INTELEKTUAL
AAT, GATB
TPA
EBTANAS
HASIL
TOEFL
BELAJAR
TOAFL
DLL

11

Konstruksi Alat Ukur Psikologi


[Link]., [Link]

Pusat Pengembangan Bahan


Ajar
Universitas Mercu Buana

Berdasarkan ketiga segi cara klasifikasi tersebut, secara

sederhana

macam-macam tes psikologis dapat di skemakan seperti tabel 1.


Cara klasifikasi lain yang sangat penting dalam kaitannya dengan
konstruksi tes adalah klasifikasi berdasarkan atribut psikologis yang dipilah
menjadi atribut-atribut kognitif dan atribut-atribut non kognitif. Tampaknya
berdasarkan pengolongan ini pula Cronbach memilah tes psikologis menjadi dua
klasifikasi, yaitu maximum performance test dan typical performance test.
Maximum performance test adalah tes yang mengukur performansi maksimal.
Yang dimaksud dengan performansi maksimal adalah performansi atau kinerja
terbaik yang mungkin ditunjukkan oleh individu. Jadi sasaran ukur dari tes ini
adalah aspek kognitif. Typical performance test adalah tes yang mengukur aspek
tertentu dari kepribadian (aspek non kognitif). Pembedaan kedua macam tes ini
menjadi sangat penting karena, teknologi pengembangan kedua macam tes ini
sangat berbeda. Ke dua macam tes ini juga mempunyai karakteristik yang sangat
berbeda. Perbedaan karakteristik dari ke dua macam tes tersebut adalah seperti
tampak pada tabel 2.
Tabel 2 : Karakteristik Tes Performansi Maksimal Dan Tes Performansi Typical
No Aspek
Maximum Performance
Typical Performance
1
Stimulus
Jelas
Tersamar
2
Respon
Judgement
Ekspresi sentimen
Dinilai B / S

Tak dinilai B/ S

C. Keterbatasan Tes Psikologi


Jika kita membandingkan antara buah durian, anggur, dan mentimun,
akan dengan mudah kita menemukan perbedaan-perbedaannya. Begitu juga jika
membandingkan kecepatan lari antara kucing, laba-laba, dan cacing dengan
mudah kita dapat menentukan perbedaannya. Tetapi kita akan sulit untuk
menentukan perbedaan antara semut yang satu dan lainnya diantara kolektif
semut yang sejenis. Dan kita akan semakin sulit lagi jika diminta menentukan
seberapa besar perbedaan motivasi belajar di antara teman-teman Anda, atau
seberapa besar perbedaan rasa hormat kepada dosen di antara teman-teman
Anda. Mengapa demikian ? Karena perbedaan diantara makhluk yang berlainan

11

Konstruksi Alat Ukur Psikologi


[Link]., [Link]

Pusat Pengembangan Bahan


Ajar
Universitas Mercu Buana

jenis sangat nyata dan substansial sehingga kita dapat langsung mengamatinya,
tetapi perbedaan di antara makhluk yang sejenis akan makin sedikit. Motivasi
dan rasa hormat ataupun atribut psikologis lainnya bersifat

tersembunyi,

sehingga tak dapat diamati secara langsung, oleh karena itu tidak mudah untuk
menentukan perbedaan kualitasnya.
Pengamatan

atau pengukuran

terhadap

benda-benda

fisik

dapat

dilakukan secara langsung, dan karena itu biasanya tidak banyak menghadapi
masalah, baik masalah alat ukur, cara ukur, ataupun hasil ukurnya. Alat ukur
benda-benda fisik biasanya sudah tersedia dan sudah terstandard bahkan sudah
ditera. Cara ukur dengan alat baku yang sudah ditera biasanya mudah dan
praktis, dan validita dan reliabilita hasil ukurnya tidak diragukan lagi. Lain halnya
dengan pengukuran terhadap atribut psikologi yang bersifat tersembunyi dan
tidak mempunyai eksistensi riil. Sehingga tidak bisa diamati (diukur) secara
langsung. Karena pengukurannya

secara tidak langsung inilah, pengukuran

psikologi mempunyai banyak masalah ataupun keterbatasan-keterbatasan.


Masalah atau keterbatasan-keterbatasan pengukuran psikologi itu berkaitan
dengan banyak hal, antara lain : (1) Sifat atribut psikologi sebagai sasaran, (2)
Alat ukur dan cara pengukuran, (3) Kondisi subjek ukur, (4) Pelaksanaan
pengukuran, (5) Profesionalisme pengukur.

1. Sifat atribut psikologi


Pengukuran adalah membandingkan sasaran ukur dengan alat
ukurnya, jadi bersifat langsung. Atribut psikologi bersifat latent atau
tersembunyi, sehingga tidak dapat dibandingkan secara langsung dengan alat
ukurnya. Oleh karena itu agar atribut psikologi itu dapat diukur perlu dicarikan
padanannya dengan variabel manifest (yang tampak). Seberapa jauh
kesepadanan antara atribut psikologis yang akan diukur dengan variabel
manifestnya itu akan menentukan validita hasil ukurnya. Bagaimana kita
menentukan

kesepadanan

antara

atribut

psikologis

dengan

variabel

manifesnya juga akan menentukan alat ukur, dan cara ukurnya. Jika kita
dapat menemukan variabel manifest yang benar-benar sepadan dengan
atirbut psikologis yang akan diukur, maka hasil ukurnya tidak akan bias. Tetapi
masalahnya adalah tidaklah mudah untuk menemukan (merumuskan)

11

Konstruksi Alat Ukur Psikologi


[Link]., [Link]

Pusat Pengembangan Bahan


Ajar
Universitas Mercu Buana

variabel manifest yang benar-benar sepadan dengan atribut psikologis yang


akan diukur. Sehingga hasil ukurnya juga akan mengandung kesalahan.
Besarnya

kesalahan

ini

akan

tergantung

kepada

seberapa

besar

kesepadanan di antara keduanya. Hal ini menjadi salah satu yang


mempengaruhi validita dan reliabilita dalam pengukuran psikologi.
2. Alat ukur dan cara pengukuran
Di atas telah disinggung bahwa bagaimana rumusan kesepadanan
variabel manifest dengan atribut psikologis yang diukur akan menentukan
alat ukur dan cara ukurnya.

Sebagai contoh sederhana ; kita akan

menentukan apakah seseorang itu merasa lapar atau tidak. Tentunya kita sulit
untuk menentukannya, apalagi jika yang kita hadapi orang yang introvert dan
gengsinya tinggi. Oleh karena itu untuk menentukan ia merasa lapar atau
tidak, kita melihat perilakunya. Jadi yang kita amati bukan rasa lapar,
melainkan perilaku lapar. Kemudian jika kita menganggap bahwa perilaku
orang lapar itu adalah mengantuk, maka untuk menentukan seseorang itu
lapar atau tidak kita gunakan indra penglihatan kita untuk mengamati apakah
dia mengantuk atau tidak (jika ia mengantuk berarti ia lapar). Tetapi jika
menganggap bahwa perilaku orang lapar itu perutnya bunyi keroncongan,
maka untuk menentukan seseorang itu lapar atau tidak kita gunakan indra
pendengaran kita tempelkan pada perut orang itu mengetahui apakah ada
bunyi keroncongan atau tidak di dalam perutnya. Tetapi jika kita menganggap
perilaku orang lapar itu

makannya banyak, lahap, dan cepat. Dalam hal

demikian tentu saja cara kita untuk menentukan seseorang lapar atau tidak,
berbeda dengan di atas tadi. Dalam hal ini kita menggunakan mata untuk
melihat dia mengantuk atau tidak, tidak menggunakan telinga untuk
mendengarkan adakah bunyi keroncongan di dalam perutnya. Melainkan kita
gunakan sepiring nasi beserta lauk-pauknya (misalnya) kita sajikan
kepadanya dan kita persilakan ia untuk menikamatinya. Berdasarkan
bagaimana cara ia makan (lahap atau tidak, cepat atau tidak, habis atau
tidak) itulah kita menentukan ia lapar atau tidak.
Dari uaraian contoh di atas jelaslah bahwa ketepatan kita dalam
merumuskan kesepadanan variabel manifest dengan atribut psikologisnya
menentukan alat ukur dan cara ukurnya.

11

Konstruksi Alat Ukur Psikologi


[Link]., [Link]

Pusat Pengembangan Bahan


Ajar
Universitas Mercu Buana

3. Kondisi Subjek ukur


Aspek perilaku yang menjadi padanan dari atribut psikologis yang
menjadi sasaran ukur selalu melekat pada individu dan tak bisa dipisahkan,
dan bagaimana individu berperilaku dipengaruhi oleh kondisi individu pada
saat itu. Misalnya, seorang individu dihadapkan pada stimulus yang sama
dalam kondisi yang berbeda (misal sakit dan sehat/ sedih dan gembira)
sangat mungkin responnya akan berbeda. Demikian juga jika aspek
psikologis yang sama diukur dalam kondisi yang berbeda, sekalipun
menggunakan alat ukur yang sama, sangat mungkin hasilnya akan berbeda.
Karena itu disarankan bahwa pengukuran psikologis sedapat mungkin
dilakukan dalam kodisi sebaik-baiknya, yaitu jika individu benar-benar dalam
kondisi siap.
4. Pelaksaan pengukuran
Di samping ditentukan oleh kondisi subjek, hasil pengukuran
psikologis juga dipengaruhi oleh faktor pelaksanaan pengukuran. Faktor
pelaksaan meliputi suasana saat pengukuran, keadaan suhu dan tempat
pelaksanaan. Agar subjek memberikan respon seperti yang diharapkan, maka
perlu diusahakan agar pelaksanaan tes itu berlangsung dalam di tempat yang
kondusif. Suasana yang pengap dan bising, suhu yang panas, dan tempat
yang tidak nyaman akan menyebabkan subjek tidak dapat memberikan
respon secara baik. Hal yang demikian tentu akan menyebabkan hasil ukur
yang bias.
5.

Profesionalisme pengukur
Pelaksanaan tes psikologi menuntut prosedur yang baku, karena itu
pelaksanaannya di samping dipengaruhi oleh suasana dan keadaan tempat,
juga sangat ditentukan oleh kemampuan profesional tester. Kemampuan
profesional ini diperoleh melalui pendidikan dan pelatihan khusus. Jika tes
psikologi dilakukan oleh orang yang bukan ahlinya, maka jangan berharap
hasilnya akan valid.

11

Konstruksi Alat Ukur Psikologi


[Link]., [Link]

Pusat Pengembangan Bahan


Ajar
Universitas Mercu Buana

Memperhatikan sumber-sumber keterbatasan tes psikologi di atas,


maka para pengguna tes psikologi harus menyadari bahwa setiap tes
psikologi mengandung kesalahan, oleh karena itu dalam menginterpretasikan
hasil tes perlu kehati-hatian. Kemampuan untuk menyusun maupun
menyelenggarakan tes psikologi merupakan suatu ketrampilan, artinya bahwa
kemampuannya itu berbanding lurus dengan pengalaman yang diperoleh.
Oleh karena itu untuk menjadi ahli di bidang ini diperlukan perlatihan dan jam
terbang yang tinggi.

Pertanyaan
1. Jelaskan pengertian tentang tes !
2. Jelaskan yang dimaksud dengan tes psikologi berisi sampel perilaku dan
digunakan untuk mengukur perilaku !
3. Sebutkan macam-macam tes dilihat dari atribut psikologisnya !
4. Apa yang dimaksud dengan performansi maksimal?
5. Sebutkan perbedaan antara maximum performace test dan typical performance
test !
6. Jelaskan keterbatasan-keterbatasan tes psikologi, dan sebutkan sumbersumbernya!

11

Konstruksi Alat Ukur Psikologi


[Link]., [Link]

Pusat Pengembangan Bahan


Ajar
Universitas Mercu Buana

SUPLEMEN
BEBERAPA NAMA SINGKAT TES DAN KEPANJANGANNYA
NAMA TES

KEPANJANGANNYA

APM Advance Progressive Matrices


CPM Coloured Progressive Matrices
AAT Academic Aptitude test
CIIS Cattel Infant inteligence Scale
BINET Standford-Binet Test
WAIS Wechsler Adult Intelligence Scale
WPPSI Wechsler Preschool and Primary Scale of Intelligence
PPVT

Peabody Picture Vocabulary Test

MSCA McCarthy Scales of Childrens Ability


CMMS Columbia Mental Maturity scale
HTP House Tree and Person
TAT Thematic Apperception Test
MMPI Minnesota Multiphasic Personality Inventory
EPI Eysenck Personality Inventory
EPPS Edwards Personal Preference Schedule
CPI California Psychological Inventory
16 PF 16 Personality Factor
FIRO Fundamental Interpersonal Relation Orientation
ASQ Anxiety Scale Questionnaire
POI Personal orientation Inventory
OVIT Oral Verbal Intelligence Test
CCAT Canadian Cognitive Abilities Test
OLMAT Otis Lenon Mental Abilities Test
BTBC

Boschm Test of Basic Concept

CTMM-SF California Test of Mental maturity-Short Form


Ro Rorschach
HIT Holtzman Inkblot Test
Szondi Szondi Test
EBTANAS Evaluasi Tahap Akhir Nasional

NAMA TES

KEPANJANGANNYA

TOEFL Test of english as Foreign Language

11

Konstruksi Alat Ukur Psikologi


[Link]., [Link]

Pusat Pengembangan Bahan


Ajar
Universitas Mercu Buana

TOAFL Test of Arabic as Foreign language


DAT Differential Aptitude Test
GREAT Graduate Record Examinations Aptitude Test
MSAT Minnesota Scholastic Aptitude Test
TPA Tes Potensi Akademik
GATB General Aptitude Test Batteries
MAT Miller Analogies test

11

10

Konstruksi Alat Ukur Psikologi


[Link]., [Link]

Pusat Pengembangan Bahan


Ajar
Universitas Mercu Buana

Anda mungkin juga menyukai