100% menganggap dokumen ini bermanfaat (3 suara)
622 tayangan22 halaman

Kegagalan Pasar dan Peran Pemerintah

Tiga kalimat ringkasan dokumen tersebut adalah: Dokumen tersebut membahas tentang kegagalan pasar dan alasan pemerintah ikut campur tangan ekonomi, dengan menjelaskan faktor-faktor penyebab kegagalan pasar seperti persaingan tidak sempurna, barang publik, eksternalitas, dan biaya transaksi. Dokumen tersebut juga membahas tentang efisiensi konsumen dan produsen serta konsep Pareto optimal sebagai titik keseimb
Hak Cipta
© Attribution Non-Commercial (BY-NC)
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (3 suara)
622 tayangan22 halaman

Kegagalan Pasar dan Peran Pemerintah

Tiga kalimat ringkasan dokumen tersebut adalah: Dokumen tersebut membahas tentang kegagalan pasar dan alasan pemerintah ikut campur tangan ekonomi, dengan menjelaskan faktor-faktor penyebab kegagalan pasar seperti persaingan tidak sempurna, barang publik, eksternalitas, dan biaya transaksi. Dokumen tersebut juga membahas tentang efisiensi konsumen dan produsen serta konsep Pareto optimal sebagai titik keseimb
Hak Cipta
© Attribution Non-Commercial (BY-NC)
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Dikta Ekonomi Jurnal Ekonomi dan Bisnis

ALTERNATIF KEBIJAKAN EKONOMI PUBLIK MELALUI


ROLE OF GOVERNMENT
TERHADAP TERJADINYA KEGAGALAN PASAR

Eka Denny Mansjur


Fakultas Ekonomi Universitas YARSI

ABSTRACT

The first fundamental theorem of welfare economics assert that the economy is Pareto efficient, which
market play such central role in our economy; under ideal condition. But there is often dissatisfaction
with market, some of dissatisfaction is an alternative way of organizing the economy might make better
off. Economist have devoted enormous effort to understanding the circumstances under which market
yield efficient outcomes, and the circumstances in which they fail to do so. This paper will look both at
these market failures and the reasons why governments intervenes in market even when they are efficient.

Keywords : welfare economics, pareto efficient, market failure, government failure

PENDAHULUAN dimana terdapat keseimbangan umum yang


semakin baik (better off) atau semakin buruk
Mekanisme pasar memiliki peran (worse off) dalam konteks kesejahteraan.
untuk melaksanakan kegiatan pengalokasian Dalam hal terjadinya kegagalan
sumber-sumber ekonomi secara efisien dalam pasar, maka pemerintah diharapkan untuk
menghasilkan barang-barang dan jasa-jasa. ikut campur tangan agar alokasi sumber-
Kegagalan pasar terjadi apabila mekanisme sumber ekonomi dapat tercapai secara efisien.
pasar tidak berfungsi secara efisien dalam Sebagaimana adanya kegagalan pasar, dalam
mengalokasikan sumber-sumber ekonomi literatur ekonomi publik dibahas juga
yang ada dalam masyarakat. Dalam hal ini, apa yang disebut dengan kegagalan
mekanisme pasar akan menyebabkan barang pemerintah, yaitu kegagalan pemerintah
yang dihasilkan menjadi terlalu banyak atau dalam menciptakan kondisi Pareto Optimal.
terlalu sedikit dan dalam hal yang sangat Sehingga tidak selamanya campur tangan
ekstrim kegagalan pasar akan menyebabkan pemerintah menyebabkan terjadinya
pasar tidak terjadi sehingga barang dan jasa peningkatan kesejahteraan masyarakat,
tertentu tidak dihasilkan oleh pasar tersebut. bahkan kadang-kadang menjauhi kondisi
Esensi timbulnya kegagalan pasar karena Pareto Optimal tersebut.
msyarakat tidak bertindak secara kooperatif,
sebab perilaku kooperatif inilah yang akan PERMASALAHAN
menyebabkan terjadinya Pareto Optimal. Adapun permasalahan yang akan di
(Mangkoesoebroto, 1999) bahas dalam tulisan ini :
Dalam banyak hal, terjadinya 1. Apakah faktor yang menyebabkan
kegagalan pasar disebabkan karena 1) terjadinya kegagalan pasar ?
imperfect Competition, 2) barang publik, 3) 2. Apa yang menjadi alasan pemerintah
eksternalitas, dan 4) biaya transaksi. Sehingga turut campur tangan dalam
pasar tidak mampu bekerja efisien dalam menanggulangi kegagalan pasar ?
mengalokasikan sumber-sumber ekonominya
Volume 2 Nomor 3, Desember 05/ Dzulqa’idah 1426 H ISSN 1411 – 0776

53
Dikta Ekonomi Jurnal Ekonomi dan Bisnis

LANDASAN TEORI sebab dengan mengubah kombinasi makanan


dan pakaian, kedua konsumen (A dan B)
Dalam perekonomian dikenal dua dapat makanan sebanyak P2ME unit. Titik T
kelompok barang dan jasa yaitu : 1) barang bukan merupakan titik optimum, sebab
publik, dan 2) barang privat. Barang dan jasa dengan mengubah kombinasi makanan dan
yang tidak dapat disediakan oleh sistem pasar pakaian, kedua konsumen (A dan B) dapat
kita sebut sebagai barang publik, yaitu barang memperoleh kepuasan yang lebih tinggi.
yang tidak dapat disediakan melaui transaksi
anatar penjual dan pembeli. Barang privat, Gambar 1
yaitu barang yang dapat disediakan melalui Gambar Kotak Konsumen
sistem pasar dan dapat menyebabkan alokasi O
sumber-sumber ekonomi secara efisien. P
Dengan asumsi tidak adanya campur tangan K
pemerintah, dicoba ditelaah pengertian
tentang Barang privat dari dua sisi yaitu: K
efisiensi konsumen dan efisiensi produsen P K
dengan anggapan bahwa masyarakat hanya T
terdiri dari dua golongan, yaitu golongan K D
konsumen dan golongan produsen. F K
Efisiensi Konsumen K
Dalam perekonomian yang O
menggunakan sistem pasar, harga barang dan K
jasa, upah dan sebagainya ditentukan oleh
penawaran dan permintaan. Dalam sistem O P M
perekonomian pasar yang sempurna, harga Sumber : Mangkoesoebroto (1999.
merupakan data, yang berarti tidak ada satu
pihakpun, baik produsen maupun konsumen Pada titik D, konsumen A, mempunyai lebih
secara sendiri-sendiri dapat mempengaruhi sedikit pakaian dan lebih banyak makanan
harga. Hal ini disebabkan oleh karena sistem dibandingkan titik T, akan tetapi kepuasan A
pasar persaingan sempurna. di titik D lebih besar dari pada kepuasan A di
Dalam analisa efisiensi konsumen, titik T oleh karena titik D terletak pada kurva
ada beberapa asumsi yang digunakan untuk indiferens yang lebih tinggi (KA3) dari pada
mempermudah analisis, yaitu: dalam titik T yang terletak pada kurva indiferens
masyarakat hanya ada 2 orang konsumen, A (KA2). Pada titik D kepuasan B tidak berubah
dan B, hanya ada Barang privat yang tersedia, dibandingkan pada titik T oleh karena kedua
makanan dan pakaian, distribusi pendapatan titik tersebut terletak pada kurva indiferens
sudah tertentu. yang sama (KB3). Sebaliknya, perpindahan
Setiap konsumen, dalam menentukan posisi dari titik T ke titik F menyebabkan
berapa jumlah barang yang diminta sangat kepuasan B menjadi lebih besar (dari KB3 ke
dipengaruhi oleh harga barang-barang KB4) sedangkan kepuasan A tidak berubah,
tersebut dan tingkat pendapatannya. tetap pada kurva indiferens KA2.
Penjelasan tersebut dapat dilihat dalam Perpindahan lebih lanjut dari titik F
Gambar 1 berikut ini berguna untuk atau D ke titik O, akan menyebabkan
menganalisis efisiensi konsumen. Dimana kepuasan salah seorang konsumen menjadi
pada titik T kurva indiferens A ( KA2 ) semakin rendah, sehingga titik D dan titik F
berpotongan dengan kurva indeferens B (KB3), adalah titik-titik optimum. Arah perpindahan
dimana individu A memperoleh pakaian posisi kedua orang konsumen, dari titik T ke
sebanyak OAP1 unit sedangkan B mendapat D atau F tergantung daripada kekuatan
pakaian sebanyak P1PE unit. Pada titik T, A masing-masing konsumen. Apabila
mendapatkan makanan sebanyak P2ME unit. konsumen A lebih kuat dari konsumen B,
Titik T bukan merupakan titik optimum, maka A dapat meningkatkan kepuasannya
Volume 2 Nomor 3, Desember 05/ Dzulqa’idah 1426 H ISSN 1411 – 0776

54
Dikta Ekonomi Jurnal Ekonomi dan Bisnis

tersebut tanpa merugikan konsumen B oleh Sumber : Mangkoesoebroto (1999)


karena B tidak berubah tingkat kepuasannya.
Sebaliknya apabila B yang lebih kuat ia akan Jumlah tenaga kerja yang ada dalam
berusaha untuk pindah dari titik T akan perekonomian seluruhnya sebanyak OxBT B

menuju ke posisi di antara F – D di mana orang dan tanah yang tersedia adalah seluas
kedua-duanya dapat meningkatkan kepuasan OXTT unit. Pada titik D produksi pakaian
mereka. Titik-titik F dan D, yaitu tempat dilaksanakan dengan menggunakan tenaga
kedudukan di mana seorang konsumen tidak kerja sebanyak OxB1 orang dan tanah seluas
B

dapat meningkatkan kepuasannya tanpa OxT1 unit untuk menghasilkan pakaian


menyebabkan kepuasan konsumen lain sebanyak yang ditunjukkan oleh KPSx1. Pada
menjadi berkurang disebut Pareto Optimum. titik D, produsen Y menghasilkan makanan
Pareto Optimum terjadi pada setiap titik pada sebanyak yang ditunjukkan oleh KPSy1
garis OAOB yang disebut garis kontrak. Jadi, dengan menggunakan tenaga kerja sebanyak
Pareto optimum tidak hanya terjadi pada satu B1BT orang dan tanah seluas T1TT. Pada titik D
B B

atau dua titik saja melainkan banyak, yaitu semua tanah dan tenaga kerja yang tersedia
sepanjang garis OAOB. Di titik sepanjang digunakan sepenuhnya untuk menghasilkan
OAOB kedua konsumen A dan B akan pakaian dan makanan, akan tetapi titik D
berakhir tergantung dari distribusi bukan merupakan titik optimum oleh karena
penghasilan awal kedua konsumen tersebut. dengan mengubah alokasi faktor produksi di
antara kedua produsen maka jumlah barang
Efisiensi Produsen yang dihasilkan akan dapat ditingkatkan.
Untuk menganalisis efisiensi produksi Perpindahan dari titik D ke titik F
analisa pareto dapat pula dipergunakan. Kita menunjukkan bahwa bagi produsen pakaian
anggap bahwa dalam perekonomian hanya terjadi pengurangan penggunaan faktor
terdapat dua orang produsen yang produksi tanah dari OxT1 ke OxT2 dan
menghasilkan dua jenis barang ( X dan Y), kenaikan penggunaan tenaga kerja dari OxB1 B

serta hanya menggunakan dua jenis faktor ke OxB2, sebaliknya, bagi produsen makanan
B

produksi ( Tanah, T dan Tenaga Kerja B). penggunaan tanah bertambah banyak
Gambar 2 menunjukkan bagaimana tenaga sedangkan penggunaan tenaga kerja menjadi
kerja dan tanah dipergunakan oleh dua orang berkurang. Dapat dilihat dari Gambar 2
produsen menghasilkan produk yang bahwa perubahan alokasi penggunaan faktor
berbeda, yaitu pakaian dan makanan. produksi tanah dan tenaga kerja di antara
Misalkan X menghasilkan pakaian dan Y kedua produsen dapat menyebabkan
menghasilkan makanan. kenaikan produksi pakaian sedangkan
produksi makanan tidak berubah. Sebaliknya
Gambar 2 perubahan kombinasi penggunaan tanah dan
Keseimbangan Produsen tenaga kerja dapat pula menyebabkan
O
T kenaikan produksi makanan sedangkan
produksi pakaian tidak mengalami
KP perubahan. Perpindahan dari titik D ke titik F
T
KP dan Q merupakan titik terjauh yang dapat
D
Tanah dicapai oleh masing-masing produsen tanpa
T F merugikan produsen lain, oleh karena itu
maka titik F dan Q disebut sebagai titik pareto
O KP efisiensi. Hal yang sama dapat dilakukan
pada titik titik selain D. Apabila kita
KP hubungkan semua titik Pareto, kita dapatkan
kurva kontrak OxOy.

O B B B Distribusi Barang
Tenaga
Jadi analisis di atas hanya
memecahkan masalah efisiensi dari segi
Volume 2 Nomor 3, Desember 05/ Dzulqa’idah 1426 H ISSN 1411 – 0776

55
Dikta Ekonomi Jurnal Ekonomi dan Bisnis

alokasi barang konsumsi antara kedua


individu tanpa memecahkan masalah
distribusi. Analisis selanjutnya adalah Misalkan harga makan PM dan harga
bagaimana sistem pasar persaingan sempurna pakaian PP yang pada pasar persaingan
dapat menentukan berapa jumlah barang sempurna ditentukan secara eksogen
(pakaian dan makanan) yang akan dihasilkan sehingga merupakan data bagi produsen
oleh produsen (X dan Y) dan bagaimana maupun konsumen (asumsinya pasar
kedua barang tersebut akan didistribusikan di semuanya dalam persaingan sempurna).
antara para konsumen (A dan B). Jumlah Nisbah (rasio) harga PM/PP menyebabkan
barang yang diproduksi tergantung oleh jumlah makanan yang dihasilkan sebanyak
harga kedua barang tersebut. Semakin mahal OAM1dan pakaian sebanyak OAP1 merupakan
harga suatu barang semakin banyak jumlah jumlah makanan dan pakaian yang dihasilkan
yang dihasilkan, sebaliknya semakin murah tersebut harus didistribusikan di antara para
harga suatu barang semakin sedikit jumlah konsumen yang ada.
yang diproduksi.
Gambar 3
Alokasi Optimum Produsen dan Konsumen

Pakaian

OB
P1

PM/P
T
Po

OA
Makanan (y)
Mo M1
Sumber : Mangkoesoebroto (1999)
yang dikonsumsikan sebanyak POP1. Jumlah
Pada analisis konsumen kita anggap konsumsi kedua konsumen tersebut sebanyak
bahwa dalam perekonomian hanya terdapat OAPO + POP1 = OAP1 yang merupakan pakaian
dua orang konsumen dan distribusi dua yang dihasilkan X.
barang di antara kedua orang konsumen Jadi dari analisis konsumen dan
dapat dilihat dengan membuat Gambar kotak produsen di atas, dapat disimpulkan bahwa
segi empat OAP1OBM1 yang menunjukkan apabila semua pasar berada pada pasar
banyaknya makanan dan pakaian yang persaingan sempurna maka mekanisme pasar
tersedia dalam masyarakat. Dalam OAP1OBM1 akan dapat memecahkan masalah alokasi
hanya terdapat satu titik pada kurva kontrak sumber ekonomi secara efisien tanpa adanya
dimana garis harga PM/PP sejajar dengan campur tangan pemerintah.
MRS, yaitu pada titik T. Pada titik T tersebut 1. Konsumen akan mencapai kepuasan yang
jumlah makanan yang didapat oleh A adalah optimal, sebab setiap konsumen akan
sebanyak OAMo unit dan makanan yang berada pada keseimbangan konsumen
dikonsumsi oleh B sebanyak MoM1, dan yaitu di mana :
OAMo + MOM1= OAM1 adalah makanan yang MRSAx dan y = MRSBx dan y
dihasilkan oleh produsen makanan (Y). di mana :
Sebaliknya pada titik T jumlah pakaian yang x dan y = barang konsumsi
dikonsumsikan A sebanyak OAPO unit dan P = harga
Volume 2 Nomor 3, Desember 05/ Dzulqa’idah 1426 H ISSN 1411 – 0776

56
Dikta Ekonomi Jurnal Ekonomi dan Bisnis

A dan B = konsumen tersebut agar tidak melakukan perubahan.


2. Produsen akan mencapai kepuasan yang Gorman menyatakan bahwa kriteria
optimal, sebab setiap produsen akan Scitovsky tersebut dapat menimbulkan
berada pada keseimbangan produsen, inkonsistensi.
yaitu di mana : Jadi dari analisa di atas dapat
MRTSDB dan T = MRTSCB dan T di mana : disimpulkan bahwa sistem pasar persaingan
MRTS = marginal rate of technical sempurna, mekanisme harga dapat menjamin
substitution tercapainya efisiensi dalam alokasi barang
D dan C = individu produsen konsumen dan alokasi faktor produksi. Akan
T dan B = faktor produksi tetapi dapat pula disimpulkan bahwa
P = harga mekanisme pasar tidak dapat memecahkan
3. Rasio harga barang konsumsi ( Px/Py ) masalah keadilan dalam distribusi konsumsi
menunjukkan berapa jumlah barang x barang oleh karena efisiensi yang dicapai
dan barang Y akan dihasilkan dalam mungkin menyebabkan seorang konsumen
perekonomian. Jadi Pareto Optimal dalam mendapat semua barang sedangkan
perekonomian akan tercapai sebab : konsumen lainnya tidak mendapatkan satu
MRSAx dan y = MRSBx dan y = Px/Py barangpun,
MRTSDB dan T = MRTSCB dan T = PB/PT.
PEMBAHASAN
Kriteria Kompensasi Kegagalan Pasar
Dari uraian di atas dapat disimpulkan Kegagalan pasar (market failure)
bahwa adanya pasar persaingan sempurna terjadi apabila tidak memenuhi kriteria-
akan menyebabkan terjadinya pareto kriteria dalam pasar persaingan sempurna
optimum bagi konsumen dan produsen. (perfect competition). Dengan perkataan lain,
kegagalan pasar terjadi karena tidak
Dalam hal ini, setiap perubahan kondisi
memenuhi kriteria-kriteria atau asumsi pasar
pareto optimum tersebut akan menyebabkan persaingan sempurna berikut, yakni (1)
inefisiensi alokasi sumber-sumber ekonomi. pengetahuan produsen dan atau konsumen
Jelas bahwa definisi pareto yang demikian itu tentang keadaan pasar sempurna (perfect
sangatlah sempit, sebab setiap perubahan information), (2) produsen dan konsumen
pasti ada pihak yang untung dan ada pihak pengaruhnya kecil terhadap mekanisme
yang rugi. Oleh karena itu, apakah setiap pembentukan harga yang lebih ditentukan
kondisi berarti telah tercapai kondisi pareto oleh pasar, serta produsen dan konsumen
optimal? Kaldor dan Hicks menyatakan bertindak sebagai penerima harga (price taker),
(3) barang yang diperjualbelikan bersifat
bahwa setiap perubahan tetap akan
homogen (homogenous product), (4) adanya
meningkatkan kesejahteraan masyarakat kebebasan membuka dan menutup usaha
apabila pihak yang dirugikan dapat atau tidak adanya hambatan buatan (no
memperoleh kompensasi atas kerugian artificial restrain), dan (5) adanya mobilitas
tersebut sehingga ia berada pada tingkatan sumberdaya ekonomi yang sempurna.
kepuasan yang sama sedangkan pihak yang Asumsi terakhir ini berkaitan dengan mereka
untung mengalami kenaikan kesejahteraan. yang tidak membayar dapat dihalangi untuk
Ini disebut dengan kriteria Kaldor Hicks : tidak mengkonsumsi suatu barang dan
suatu alokasi sumber ekonomi baik bagi pemakaian suatu barang oleh seseorang
menghalangi pemakaian oleh pihak lain
seluruh masyarakat apabila pihak yang
untuk barang yang sama. Jika para produsen,
untung dapat memberikan kompensasi konsumen serta barang dan jasa tidak
kepada pihak yang dirugikan dan tetap lebih memiliki asumsi-asumsi di atas, maka
baik keadaannya pada situasi sebelum alokasi kegiatan pertukaran dalam pasar mungkin
sumber ekonomi tersebut. Scitovsky tidak tercapai pasar tingkat produksi,
kemudian menyatakan bahwa sebaliknya distribusi dan kepuasan konsumen yang
dapat juga terjadi, yaitu pihak yang dirugikan efisien. Jika pasar gagal mencapai keadaan
oleh suatu alokasi sumber ekonomi ideal pada pasar persaingan sempurna, maka
(perubahan) dapat membayar kepada pihak dapat dikatakan bahwa para produsen dan
konsumen tidak akan mencapai tingkat
yang diuntungkan dengan perubahan
Volume 2 Nomor 3, Desember 05/ Dzulqa’idah 1426 H ISSN 1411 – 0776

57
Dikta Ekonomi Jurnal Ekonomi dan Bisnis

produksi, konsumsi dan distribusi pada Persaingan (Pp) sama dengan Marginal Cost
optimalitas pareto. Penyebab terjadinya (MC) atau (MR = AR = P = MC), sehingga
kegagalan pasar antara lain : konsumen menerima tingkat harga Pp dengan
1. Imperfect Competition jumlah komoditas sebesar Qp. Pada saat ini
Pada pasar persaingan sempurna surplus konsumen sebesar PpCG dan surplus
mekanisme pasar akan dapat menetapkan produsen sebesar PpCA.
alokasi sumber ekonomi secara efisien. Pada Namun demikian, jika mekanisme
pasar persaingan sempurna maka setiap pembentukan harga terjadi pada pasar
produsen maupun konsumen merupakan monopoli, maka terjadi pada saat Marginal
satu unit yang sangat kecil sehingga baik Revenue Monopolis (MRm) sama dengan
konsumen maupun produsen secara Marginal Cost (MC) atau MRp=MC) sehingga
individual tidak akan dapat mempengaruhi konsumen menerima tingkat harga Pm
harga dengan cara menambah atau dengan jumlah komoditas sebesar Qm. Pada
mengurangi barang, yang dijual atau barang saat ini surplus konsumen sebesar PmDG dan
dibeli. Bagi seorang individu pembeli harga surplus produsen monopoli sebesar PmDBA.
merupakan suatu datum (sesuatu yang given Berkaitan dengan hal tersebut, dengan
dan tidak dapat dipengaruhi), dan atas dasar memperbandingkan kondisi struktur pasar
harga tersebut konsumen menyesuaikan persaingan sempurna dengan pasar monopoli
pembeliannya. Begitu juga dengan produsen, muncul social losses sebesar BCD, yang terdiri
karena harga merupakan suatu datum maka dari producer losses sebesar BCE dan consumer
seorang individu produsen hanya losses sebesar CDE. Hal ini mensiratkan
menyesuaikan jumlah barang yang dihasilkan bahwa secara keseluruhan kesejahteraan
berdasarkan harga yang berlaku. Gambar 4 masyarakat berkurang karena adanya social
menunjukkan gambaran tentang persaingan losses yang dihasilkan oleh struktur pasar
sempurna monopoli.
Gambar 4 Total surplus struktur pasar persaingan
Perbandingan Struktur Pasar Persaingan (produsen dan konsumen) sebesar ACG yang
Sempurna dengan Monopoli lebih besar dari surplus pada struktur pasar
monopoli yang sebesar ABDG (ACG >
ABDG), sehingga surplus total berkurang
P M
sebesar BCD. Hal ini memberikan indikasi
bahwa struktur pasar monopoli
menyebabkan kesejahteraan masyarakat
(social losses) berkurang sebesar BCD.
Pm A
Secara individual, surplus konsumen
yang berkurang sebesar PpCDPm, sebagian
E diambil produsen yakni sebesar PpEDPm dan
Pp C
sebagian losses sebesar ECD. Sedangkan pada
sisi produsen, tambahan surplus sebesar
F B
PpEDPm yang berasal dari transfer surplus
A
konsumen, namun demikian kehilangan
AR = D = surplus sebesar BCE.
Dengan demikian, besarnya tambahan
O Q M Qp Jumlah
surplus yang diterima monopoli bergantung
dari besarnya transfer surplus konsumen
Sumber : Stiglitz (2000) dengan kehilangan surplus produsen
monopoli itu sendiri.
Jika mekanisme pembentukan harga Uapaya mengatasi monopoli secara
terjadi pada pasar persaingan sempurna, umum adalah menjadikan atau merubah
maka terjadi pada saat Marginal Revenue struktur pasar monopoli tersebut, menjadi
(MR), Avarage Revenue (AR), dan Harga pasar persaingan sempurna , yang memenuhi
Volume 2 Nomor 3, Desember 05/ Dzulqa’idah 1426 H ISSN 1411 – 0776

58
Dikta Ekonomi Jurnal Ekonomi dan Bisnis

asumsi monopoli tersebut, menjadi pasar pengendalian harga, serta (2) pengenaan
persaingan sempurna. pajak.

a) Upaya Mengatasi Monopoli


Agar tercapai pasar persaingan
sempurna, yang memenuhi asumsi-asumsi,
secara spesifik dapat dilakukan dengan, (1)

Gambar 5
Kebijakan Efektif dengan Pengendalian Harga Monopoli

P
G
MC

D
Pm

Pp E
C

B
F

A
AR = D = Pp + MRp
O
Qm MR Qp Quantity (Q)

Sumber : Stiglitz(2000)

Pada Gambar 5 dengan pengendalian persaingan, sehingga terjadi efisiensi alokasi


harga maksimum pada tingkat harga sumber daya, karena harga yang terbentuk
persaingan sempurna (Pp), maka monopoli mencerminkan biaya marginalnya.
akan beroperasi pada tingkat harga dan
output sama dengan pasar

Volume 2 Nomor 3, Desember 05/ Dzulqa’idah 1426 H ISSN 1411 – 0776

59
Dikta Ekonomi Jurnal Ekonomi dan Bisnis

Gambar 6.
Pengaruh Pajak per unit dalam Monopoli

P
G

MC2
MC1

P2
D
P1

Pajak (T)

AR = D = P

O
Q2 Q1 MR Quantity (Q)

Sumber : Stiglitz (2000).


berusaha untuk menghapuskan monopoli
Di sisi lain penetapan pajak, baik pada produksi suatu industri, akan tetapi
lumpsum tax maupun advalorem tax akan
mempengaruhi output yang dihasilkan persaingan di antara produsen yang ada akan
monopoli dan harganya, namun hanya menyebabkan hanya satu produsen saja yang
mengurangi keuntungan monopoli karena mampu bertahan. Dapat dilihat dalam
dikurangi dengan pajak. Sedangkan pada Gambar 7 dimana permintaan akan barang X
pajak per unit menyebabkan tingkat produksi sangat kecil, sehingga kurva permintaan (AR)
monopoli berkurang dan harga menjadi lebih memotong kurva biaya rata-rata (AR) pada
tinggi. Dengan demikian, kebijakan bagian yang menurun. Apabila produsen
pengendalian harga merupakan berproduksi pada tingkat produksi yang oleh
masyarakat dianggap efisien, yaitu pada MC
kebijakan yang lebih efektif dibandingkan = AR produsen akan menghasilkan OX1 unit
kebijakan pajak dalam upaya mengatasi barang, dan menjual barang X dengan harga
kegagalan pasar. OPo. Tetapi pada tingkat produksi OX1
produsen akan rugi sehingga tingkat
b) Monopoli Alamiah produksi OX1 tidak berlangsung dalam waktu
Ada beberapa jenis barang yang yang lama atau jangka panjang. Pada OX1,
hanya dapat diproduksikan oleh satu penerimaan total sebesar OX1APo sedangkan
produsen saja. Betapapun pemerintah

Volume 2 Nomor 3, Desember 05/ Dzulqa’idah 1426 H ISSN 1411 – 0776

60
Dikta Ekonomi Jurnal Ekonomi dan Bisnis

pengeluaran total sebesar OX1BX1, sehingga pemerintah, atau produksi barang X dapat
terdapat kerugian sebesar BAPoP1. diserahkan kepada pihak privat dengan
Apabila barang X merupakan barang memberikan ganti rugi sebesar PoABP1,
yang penting bagi masyarakat sehingga sehingga produsen privat tidak menderita
barang tersebut harus diproduksikan rugi karena besarnya subsidi tersebut
sebanyak OX1 unit, maka tidak ada seorang menyebabkan penerimaan total sama dengan
produsen pun yang mau menghasilkannya. pengeluaran total (TR = TC). Bentuk
Oleh karena itu pemerintah harus campur monopoli alamiah yang lebih ekstrim adalah
tangan yang dapat diujudkan dalam beberapa bentuk usaha yang mempunyai biaya
bentuk. marginal sama dengan nol. Dimana konsumsi
Campur tangan pemerintah dapat dengan seseorang akan suatu barang dan jasa, tidak
cara memproduksi barang tersebut oleh menambah biaya produksi marginal.

Gambar 7
Industri Keadaan Monopoli Alamiah

P2

P3

AC
P1

MC
P0

O X2 MR X3 X1 AR q

Sumber : Mangkoesoebroto (1999)


persaingan sempurna oleh karena hanya pada
Dalam hal ini tingkat produksi yang pasar tersebut terdapat
menyebabkan efisiensi penggunaan faktor-
faktor produksi contohnya adalah jalan.. kesamaan antara motivasi pengusaha (MC =
Dari uraian di atas dapat disimpulkan MR) dan tingkat produksi yang oleh
bahwa alokasi sumber-sumber ekonomi yang masyarakat dianggap efisien (AC = MR).
efisien tidak dapat diserahkan pada
mekanisme pasar oleh karena adanya 2. Barang Publik
monopoli, atau adanya usaha yang Barang publik (Publik goods) adalah
mempunyai biaya marginal yang selalu barang yang apabila dikonsumsi oleh
menurun, dan adanya usaha yang individu tertentu tidak akan mengurangi
mempunyai biaya marginal nol. Mekanisme konsumsi orang lain akan barang tersebut.
pasar dapat melakukan alokasi faktor-faktor Selanjutnya, barang publik sempurna (pure
ekonomi secara efisien hanya pada pasar Publik good) didefinisikan sebagai barang

Volume 2 Nomor 3, Desember 05/ Dzulqa’idah 1426 H ISSN 1411 – 0776

61
Dikta Ekonomi Jurnal Ekonomi dan Bisnis

yang harus disediakan dalam jumlah dan barang tersebut, karena sifat barang publik
kualitas yang sama terhadap seluruh anggota yang tidak ekslusif dan merupakan konsumsi
masyarakat. umum. Keadaan seperti ini akhirnya
Kajian ekonomi sumber daya dan cenderung mengakibatkan berkurangnya
lingkungan salah satunya menitikberatkan insentif atau rangsangan untuk memberikan
pada persoalan barang publik atau barang kontribusi terhadap penyediaan dan
umum ini (common consumption, Publik goods, pengelolaan barang publik. Kalaupun ada
common property resources). Ada dua ciri utama kontribusi, maka sumbangan itu tidaklah
dari barang publik ini. Pertama, barang ini cukup besar untuk membiayai penyediaan
merupakan konsumsi umum yang dicirikan barang publik yang efisien, karena
oleh penawaran gabungan (joint supply) dan masyarakat cenderung memberikan nilai
tidak bersaing dalam mengkonsumsinya (non- yang lebih rendah dari yang seharusnya
rivalry in consumption). Ciri kedua adalah (undervalued).
tidak ekslusif (non-exclusion) dalam Tabel 1
pengertian bahwa penawaran tidak hanya Klasifikasi Barang Publik dan Barang Privat
diperuntukkan untuk seseorang dan
mengabaikan yang lainnya. Barang publik Non -
Klasifikasi Exclution
yang berkaitan dengan lingkungan meliputi Exclution
udara segar, pemandangan yang indah, Barang Privat
rekreasi, air bersih, hidup yang nyaman dan Murni :
sejenisnya. Makanan, Kemacetan
Rivalry
Satu-satunya mekanisme yang pakaian, jalan raya
membedakannya adalah dengan menetapkan tempat (transisi)
harga (nilai moneter) terhadap barang publik tinggal
tersebut sehingga menjadi bidang privat
(dagang) sehingga benefit yang diperoleh dari TV sirkuit Barang
harga itu bisa dipakai untuk mengendalikan tertutup, Publik
atau memperbaiki kualitas lingkungan itu Non- taman sepi Murni :
sendiri. Tapi dalam menetapkan harga ini Rivalry pengunjung, Pertahahan
menjadi masalah tersendiri dalam analisa kursi kosong nasional,
ekonomi lingkungan. Karena ciri-cirinya di (transisi) jalan yang
atas, barang publik tidak diperjualbelikan bersih
sehingga tidak memiliki harga, barang publik
dimanfaatkan berlebihan dan tidak Sumber : Mangkoesoebroto (1999)
mempunyai insentif untuk melestarikannya.
Masyarakat atau konsumen cenderung acuh Perbedaan penting lain antara analisis
tak acuh untuk menentukan harga barang privat dan barang publik adalah
sesungguhnya dari barang publik ini. Dalam terletak pada prosedur perjumlahan
hal ini, mendorong sebagain masyarakat permintaan individu. Penurunan kurva
sebagai “free rider”. Sebagai contoh, jika si A individu untuk barang publik adalah sama
mengetahui bahwa barang tersebut akan dengan kurva permintaan individu untuk
disediakan oleh si B, maka si A tidak mau barang privat. Sedangkan penurunan
membayar untuk penyediaan barang tersebut permintaan pasar berbeda antara barang
dengan harapan bahwa barang itu akan publik dan barang privat, sebagai akibat sifat
disediakan oleh si B, maka si A tidak mau non rivalry dalam konsumsi. Pada barang
membayar untuk penyediaan barang tersebut privat permintaan pasar merupakan
dengan harapan bahwa barang itu akan perjumlahan horizontal permintaan individu,
disediakan oleh si B. Jika akhirnya si B sedangkan pada barang privat permintaan
berkeputusan untuk menyediakan barang pasar merupakan permintaan vertikal
tersebut, maka si A bisa ikut menikmatinya permintaan individu. Perbedaan penurunan
karena tidak seorangpun yang bisa kurva permintaan pasar barang publik dan
menghalanginya untuk mengkonsumsi barang privat dipaparkan pada Gambar 8.
Volume 2 Nomor 3, Desember 05/ Dzulqa’idah 1426 H ISSN 1411 – 0776

62
Dikta Ekonomi Jurnal Ekonomi dan Bisnis

Gambar 8
Perbedaan Penurunan Permintaan Pasar antara Barang Publik dan Barang Privat

Pri Pri
ce DT ce
S
PT

P2 S
P0
DT
P1 D1 D2 D1 D2

Q Quantity Q1 Q2 QT Quantity
(a) Barang Publik (b) Barang Privat

Sumber : Stiglitz (2000)


dengan kompetisi bebas dan sempurna bisa
Prosedur untuk menyusun kurva terganggu, jika aktivitas dan tindakan
permintaan pasar (total) pada barang privat individu pelaku ekonomi baik produsen
(privat), yakni dengan menjumlahkan secara maupun konsumen mempunyai dampak
horizontal permintaan individu. Kurva (externality) baik terhadap mereka sendiri
permintaan pasar barang privat memberikan maupun terhadap pihak lain. Eksternalitas itu
informasi mengenai jumlah total yang dapat terjadi dari empat interaksi ekonomi
diminta pada setiap harga dan manfaat berikut ini (Pearee dan Nash, 1991; Bohm,
marginal yang diterima oleh setiap jumlah 1991) :
barang privat. Berbeda halnya dengan barang 1. Efek atau dampak satu produsen
privat, permintaan pasar/total barang publik terhadap produsen lain (effects of producers
merupakan perjumlahan secara vertikal. Hal on other producers)
ini memberikan implikasi bahwa untuk setiap Suatu kegiatan produksi dikatakan
output, kurva permintaan total menunjukkan mempunyai dampak eksternal terhadap
manfaat total. produsen lain jika kegiatannya itu
Berkaitan dengan gambaran di atas mengakibatkan terjadinya perubahan
untuk menentukan optimal produksi barang atau penggeseran fungsi produksi dari
publik dengan mengetahui kurva biaya produsen lain. Dampak atau efek yang
marginal. Kondisi optimal untuk barang termasuk dalam kategori ini meliputi
publik jika kurva marginal cost untuk biaya pemurnian atau pembersihan air
memproduksi setiap unit barang publik sama yang dipakai (eater intake clen-up costs)
dengan manfaat marginalnya (MC = MB), oleh produsen hilir (downstream producers)
sedangkan pada barang privat terjadi pada yang menghadapi pencemaran air (water
saat kurva biaya marginal sama dengan ollution) yang diakibatkan oleh
penerimaan marginal ( MR = MC). produsen hulu (upstream producers). Hal
ini terjadi ketika produsen hilir
3. Eksternalitas membutuhkan air bersih untuk proses
Efisiensi alokasi sumber daya dan produksinya. Dampak kategori ini bisa
distribusi konsumsi dalam ekonomi pasar dipahami lebih jauh dengan contoh lain
Volume 2 Nomor 3, Desember 05/ Dzulqa’idah 1426 H ISSN 1411 – 0776

62
Dikta Ekonomi Jurnal Ekonomi dan Bisnis

berikut ini. Suatu proses produksi yang lain. Dampak atau efek dari
(misalnya perusahaan pulp) kegiatan suatu seorang konsumen yang
menghasilkan limbah-residu-produk sisa lain dapat terjadi dalam berbagai bentuk.
yang beracun dan masuk ke aliran sungai, Misalnya, bisingnya suara alat pemotong
danau, atau semacamnya, sehingga rumput tetangga, kebisingan bunyi radio
produksi ikan terganggu dan akhirnya atau musik dari tetangga, asap rokok
merugikan produsen lain yakni para seseorang terhadap orang sekitarnya dan
penangkap ikan (nelayan). Dalam hal ini, sebagainya.
kegiatan produksi pulp tersebut 4. Efek akan dampak dari suatu konsumen
mempunyai dampak negatif terhadap terhadap produsen (effects of consumers on
produksi lain (ikan) atau nelayan, dan producers)
inilah yang dimaksud dengan efek suatu Dampak konsumen terhadap produsen
kegiatan produksi terhadap produksi terjadi jika aktivitas konsumen mengganggu
komoditi lain. fungsi produksi suatu produsen atau
2. Efek atau dampak samping kegiatan kelompok produsen tertentu. Dampak jenis
produksi terhadap konsumen (effects of ini misalnya terjadi ketika limbah
producers on consumers) rumahtangga terbuang ke aliran sungai dan
Suatu produsen dikatakan mempunyai mencemarinya sehingga menganggu
ekternal efek terhadap konsumen, jika perusahaan tertentu yang memanfaat-kan air
aktivitasnya merubah atau menggeser baik oleh ikan (nelayan) atau perusahaan
fungsi utilitas rumahtangga (konsumen). yang memanfaatkan air bersih.
Dampak atau efek samping yang sangat Lebih jauh Baumol dan Oates (1975)
populer dari kategori kedua yang populer menjelaskan tentang konsep eksternalitas
adalah pencemaran atau polusi. Kategori dalam dua pengertian yang berbeda :
ini meliputi polusi suara (noise), 1. Eksternalitas yang bisa habis (a deplatable
berkurangnya fasilitas daya tarik alam externality) yaitu suatu dampak eksternal
(amenity) karena pertambangan, bahaya yang mempunyai ciri barang individu
radiasi dari stasiun pembangkit (polusi (privat good or bad) yang mana jika barang
udara) serta polusi air, yang semuanya itu dikonsumsi oleh seseorang individu,
mempengaruhi kenyamanan konsumen barang itu tidak bisa dikonsumsi oleh
atau masyarakat luas. Dalam hal ini, orang lain.
suatu agen ekonomi (perusahaan- 2. Eksternalitas yang tidak habis (an
produsen) yang menghasilkan limbah udeplatable externality) adalah suatu efek
(wasteproducts) ke udara atau ke aliran eksternal yang mempunyai ciri barang
sungai mempengaruhi pihak dan agen publik (Publik goods) yang mana barang
lain yang memanfaatkan sumber daya tersebut bisa dikonsumsi oleh seseorang,
alam tersebut dalam berbagai bentuk. dan juga bagi orang lain. Dengan kata
Sebagai contoh, kepuasan konsumen lain, besarnya konsumsi seseorang akan
terhadap pemanfaatan daerah-daerah barang tersebut tidak akan mengurangi
rekreasi akan berkurang dengan adanya konsumsi bagi yang lainnya.
polusi udara. Dari dua konsep eksternalitas ini,
3. Efek atau dampak dari suatu konsumen eksternalitas jenis kedua merupakan masalah
terhadap konsumen lain (effects of pelik dalam ekonomi lingkungan.
consumers on consumers). Keberadaan eksternalitas yang merupakan
Dampak konsumen terhadap konsumen barang publik seperti polusi udara, air, dan
yang lain terjadi jika aktivitas seseorang suara merupakan contoh eksternalitas jenis
atau kelompok tertentu mempengaruhi yang tidak habis, yang memerlukan
atau menggangu fungsi utilitas instrumen ekonomi untuk
konsumen yang lain. Konsumen seorang menginternalisasikan dampak tersebut dalam
individu bisa dipengaruhi tidak hanya aktivitas dan analisa ekonomi.
oleh efek samping dari kegiatan produksi Eksternalitas atau dampak
tetapi juga oleh konsumsi oleh individu sampingan timbul karena tindakan konsumsi
Volume 2 Nomor 3, Desember 05/ Dzulqa’idah 1426 H ISSN 1411 – 0776

64
Dikta Ekonomi Jurnal Ekonomi dan Bisnis

atau produksi dari satu pihak mempunyai liar, rent seeker dan free rider menyebabkan
pengaruh terhadap pihak lain yang tidak ada biaya produksi tinggi.
kompensasi yang dibayar oleh pihak yang Dilihat dari macam biaya transaksi
menyebabkan atau kompensasi yang diterima meliputi biaya transaksi legal/formal dan
oleh pihak yang terkena dampak tersebut. illegal atau non formal. Sedang dilihat dari
Jadi eksternalitas disebabkan adanya tingkatannya, biaya transaksi dibagi dalam
pengaruh dari suatu tindakan dan tidak dua bagian, yaitu (1) at faktory cost berkaitan
adanya kompensasi yang dibayarkan atau dengan biaya-biaya yang timbul dalam
diterima. Eksternalitas dibedakan menjadi penggunaan input, dan (2) post faktory cost
dua jenis yaitu technical externalities dimana biaya-biaya yang dikeluarkan pada pasca
tindakan seseorang dalam konsumsi atau produksi.
produksi akan mempengaruhi tindakan Biaya transaksi tidak hanya dalam
konsumsi atau produksi orang lain tanpa bentuk finansial, tapi juga dipengaruhi oleh
adanya kompensasinya dan pecuniary ketidakpastian (uncertainty) dalam
externalities menyangkut harga dalam perencanaan. Ketidakpastian usaha bagi
perekonomian dengan mempengaruhi pengusaha berarti berkaitan dengan resiko,
kendala anggaran (budget constrain) misalnya yang mempunyai konsekuensi resiko yang
pecuniary externalities diseconomy merupakan tinggi, sehingga berpengaruh pada profit
akibat dari perubahan faktor produksi margin yang diinginkan.
sebagai akibat tindakan produksi atau Masalah biaya transaksi dapat di atasi
konsumsi orang lain dan hanya dengan : (1) memperpendek jalur birokrasi,
mempengaruhi harga, tanpa mempengaruhi (2) meningkatkan kepastian hukum, (3)
kemungkinan teknis. menghilangkan free rider dan rent seeker, dan
(4) sistem perundangan dan kelembagaan
4. Biaya Transaksi yang efektif dalam mencegah terjadinya biaya
Suatu pasar dikatakan lengkap transaksi.
apabila pasar tersebut menghasilkan semua
barang dan jasa yang biaya produksinya lebih KEGAGALAN PEMERINTAH
kecil daripada harga yang mau dibayar oleh
masyarakat. Ada beberapa jenis jasa yang Ekonomi publik tidak hanya
tidak diusahakan oleh pihak privat dalam melakukan prakiraan terlalu rendah terhadap
jumlah yang cukup walaupun biaya perilaku di pasar. Mereka kurang menaruh
penyediaan jasa tersebut lebih kecil daripada perhatian terhadap kemungkinan kegagalan
apa yang mau dibayar masyarakat. Kondisi dari perangkat yang menggantikan pasar:
seperti ini disebut sebagai pasar yang tidak pemerintah. Pembenaran intervensi publik,
lengkap. Ada beberapa alasan mengakibatkan umumnya terbatas pada kenyataan bahwa
terjadinya pasar yang tidak lengkap yaitu : dalam hal tertentu, pasar merupakan inferior
adanya inovasi, biaya transaksi serta asymetri “negara ideal”. Pembenaran semacam ini
informasi dan biaya pelaksanaan (Stiglitz, tersirat beranggapan bahwa negara akan
2000). melakukan secara tepat tanpa biaya tambahan
Pada pasar persaingan sempurna seperti yang diceritakan teori pasar.
diasumsikan bahwa tidak ada biaya transaksi Semboyan negara merupakan pengambil
dalam mekanisme pertukaran anatara keputusan yang bijaksana merupakan filosofi
produsen dan konsumen atau biaya transaksi dari perilaku sektor publik. Namun
sama dengan nol. Jika asumsi tersebut kenyataannya, negara seperti halnya pasar,
dilanggar, maka akan mempengaruhi menyajikan beberapa kegagalan, dan pilihan
efisiensi pertukaran. Biaya tarnsaksi antara yang satu dengan yang lain
diterjemahkan sebagai biaya yang merupakan keputusan yang dilakukan oleh
dikeluarkan sebagai bagian dari biaya organisasi yang tak sempurna. Kegagalan ini
produksi dari keseluruhan biaya total bias ditelusuri dari dua jalur : pemerintah dan
produksi (TC). Berbagai aturan, pungutan birokrat atau aparat.

Volume 2 Nomor 3, Desember 05/ Dzulqa’idah 1426 H ISSN 1411 – 0776

65
Dikta Ekonomi Jurnal Ekonomi dan Bisnis

Musgrave membedakan tiga fungsi 3. Pengawasan yang terbatas atas perilaku


kebijakan ekonomi alokasi investasi, birokrat. Pemerintah tidak dapat
distribusi kekayaan/pendapatan dan mengawasi secara ketat perilaku para
stabilitas ekonomi. Kebijakan ekonomi dapat birokrat, sedangkan pelaksanaan
dipandang sebagai bentuk khas dari kebijakan pemerintah umumnya
kebijakan alokasi investasi dengan tujuan didelegasikan pada berbagai tingkatan
mendorong investasi yang lebih tinggi birokrat yang mempunyai persepsi dan
daripada yang dihasilkan pasar dan secara kepentingan yang berbeda-beda sehingga
sektoral bertujuan mencapai pembagian kebijakan pemerintah mungkin
investasi seperti yang direncanakan. Secara menimbulkan hasil yang berbeda dengan
teoritis berarti kebijakan ekonomi pada apa yang diinginkan.
alokasi investasi. Namun dalam kenyataan, 4. Hambatan dalam proses politik. Dalam
alasan distribusi dan stabilisasi sering suatu negara demokratis terdapat
mendominasi. Penyebab utamanya adalah wewenang antara kekuasaan eksekutif
tujuan-tujuan politik pada umumnya menjaga dan kekuasaan legislatif. Seringkali
keseimbangan sosial, menciptakan keadilan, terjadi kebijakan yang akan dilaksanakan
mempertahankan kekuasaan. oleh eksekutif terhambat oleh proses
pengambilan keputusan karena harus
Adanya kegagalan pasar merupakan disetujui terlebih dahulu oleh pihak
salah satu sebab mengapa pemerintah harus legislatif.
turun tangan dalam perekonomian agar
kesejahteraan masyarakat dapat tercapai Peranan pemerintah dalam bidang
secara optimal. Walaupun demikian, tidak alokasi adalah untuk menjamin tercapainya
selamanya campur tangan pemerintah penggunaan sumber-sumber ekonomi yang
menyebabkan peningkatan kesejahteraan efisien yang tidak dapat dicapai memalui
masyarakat bahkan secara sistematis mekanisme pasar bebas. Ekonomis
senantiasa terjadi kegagalan pemerintah membedakan efisiensi menjadi dua, yaitu
(government failure). Ini disebabkan karena alokatif efisiensi dimana alokasi sumber-
pemerintah melaksanakan fungsi alokasi sumber ekonomi sesuai dengan kendala
tidak dengan cara efisien. Ketidakefisienan anggaran konsumen barang dan jasa. Efisiensi
pemerintah disebabkan karena empat hal, berikutnya adalah X efisiensi menunjukkan
yaitu : kondisi pada penawaran yaitu ketersediaan
1. Informasi yang terbatas. Banyak kebijakan barang atau jasa sudah dilaksanakan pada
pemerintah yang tidak dapat dilihat biaya minimum.
dampaknya karena sangat rumit dan sulit Salah satu peran pemerintah adalah
untuk diperhitungkan sebelumnya. peranannya dalam mengalokasikan sumber-
2. Pengawasan yang terbatas atas reaksi sumber ekonomi secara efisien. Untuk itu
pihak privat. Suatu kebijakan pemerintah digunakan analisa Nisnaken dalam
akan menimbulkan reaksi pihak privat menjelaskan peran alokasi tersebut.
dan sering sekali pemerintah tidak dapat
menghambat reaksi tersebut.

Volume 2 Nomor 3, Desember 05/ Dzulqa’idah 1426 H ISSN 1411 – 0776

66
Dikta Ekonomi Jurnal Ekonomi dan Bisnis

Gambar 9
Penentuan Output oleh Birokrasi

C
P1

B F A LRAC = LRMC

D
O Q1 MR Q2 Q3 Q
Sumber : Stiglitz (2000)

Analisis Nisnaken digunakan dalam minimum, sebaliknya seorang birokrat


menjelaskan peran alokasi tersebut. Kurva cenderung akan menghasilkan output yang
CGD menunjukkan kurva permintaan lebih besar daripada output optimum.
sedangkan kurva LRMC = LRAC Keduanya menimbulkan wellfare loss. Pada
menunjukkan biaya marginal dan biaya rata- kasus pengusaha monopolis wellfare loss
rata jangka panjang yang kita asumsikan sebsar CBF dan pada kasus birokrat wellfare
mempunyai struktur biaya konstan (constan loss sebesar FAG yang merupakan
return to scale). MR menunjukkan kurva pengurangan kesejahteraan masyarakat dan
penerimaan marginal. merupakan kerugian bagi seluruh
Perusahaan privat yang berada dalam masyarakat.
posisi monopoli akan menentukan tingkat Analisa ekonomi mengenai birokrasi
output sebesar Q1, menetapkan harga sebesar dikembangkan lagi menjadi Gambar 8 bagian
OP1 dan memperoleh keuntungan monopolis a menunjukkan kurva permintaan dari
sebesar P1CBP2. Sebuah perusahaan yang median voter yang merupakan anggota
tidak memperoleh keuntungan akan masyarakat yang representaif. Apabila barang
menghasilkan output sebesar OQ2 dan akan publik disediakan dengan mekanisme pasar
menetapkan harga sebesar OP2. Kita maka kurva D merupakan kurva permintaan
asumsikan birokrat memperoleh anggaran pasar.
sebesar OP2AQ3 yang ditentukan oleh proses Pada gambar 8 (b) diperoleh dari persamaan :
politik. Birokrat tersebut cenderung akan TB = aQ – bQ2 ; a > 0; b > 0
menghasilkan output sampai tingkat OQ3, (4.1)
yang lebih besar daripada tingkat output a dan b merupakan besaran (konstan) sedang
yang dihasilkan pengusaha monopolis atau Q menunjukan tingkat output (atau jasa yang
pengusaha yang tidak mementingkan telah diberikan oleh birokrat). Kurva TB
keuntungan. Apabila OP2 merupakan tingkat menunjukan total manfaat yang diterima oleh
harga yang menjamin Pareto Optimal maka median voter. Dari persamaan TB kita dapat
seorang monopolis cenderung akan memperoleh kurva MV :
menghasilkan output di bawah tingkat output
Volume 2 Nomor 3, Desember 05/ Dzulqa’idah 1426 H ISSN 1411 – 0776

67
Dikta Ekonomi Jurnal Ekonomi dan Bisnis

Gambar 10
Analisis Niskanen

MC

A
S
Jumlah output pemerintah

MR D=AR=MV
O
Qo Q1 Q2 Q3

Biaya Total
Penerimaan Total
Dan Manfaat Total b

TC
TB

TR

O Qo Q2=(a-c)/(b+c) Q3=a/2b Jumlah output pemerintah

Q1=(a-c)/2(b+d)

Sumber : Mangkoesoebroto (1999).

MV = ∂ TB / ∂ Q
(4.2)
D = a – 2bQ MC = ∂ TC / ∂ Q
Total biaya untuk menghasilkan barang/jasa (4.4)
oleh birokrat ditunjukkan dengan persamaan D = c + 2dQ
: TC = cQ + dQ2 ; c > 0 dan d > 0
Selanjutnya kita asumsikan bahwa birokrat
(4.3) merupakan penjual monopolis sedangkan

Volume 2 Nomor 3, Desember 05/ Dzulqa’idah 1426 H ISSN 1411 – 0776

67
Dikta Ekonomi Jurnal Ekonomi dan Bisnis

legislatif yang mempunyai dana, merupakan 3) Fungsi pemerintah untuk menyediakan


pembeli monopolis sehingga keduanya barang-barang yang tidak disediakan
masing-masing mempunyai kedudukan oleh pihak privat.
bilateral monopoli. Birokrat menginginkan Dapat dipahami bahwa dengan
dana anggaran sebesar mungkin sedangkan kemajuan-kemajuan dan perkembangan di
masyarakat menginginkan manfaat yang setiap negara, tidak satupun negara kapitalis
sebesar-besarnya, jadi dalam hal ini kendala di dunia ini yang melaksanakan sistem
anggaran terjadi dimana biaya total tidak kapitalis murni. Dalam perekonomian
mungkin melebihi manfaat total atau : modern, pemerintah diharapkan peranannya
cQ + dQ2 = aQ – bQ2 semakin besar mengatur jalannya
(4.5) perekonomian.
dan Prinsip kebebasan ekonomi dalam
Q2 = (a-c)/(b+d) praktek menghadapi benturan kepentingan,
(4.6) Dalam hal ini pemerintah mempunyai
Output yang optimal terjadi pada peranan untuk mengatur, memperbaiki atau
tingkat produksi di mana jarak MB dan MC mengarahkan aktivitas sektor privat. Hal ini
yang terbesar, yaitu output Q1, dimana MB = disebabkan oleh karena sektor privat tidak
MC. Dari persamaan-persamaan di atas maka dapat mengatasi masalah perekonomian,
dapat disimpulkan bahwa tingkat output sehinga perekonomian tidak dapat
dimana TB = TC dua kali lebih besar dari diserahkan sepenuhnya pada sektor privat.
pada tingkat output yang secara sosial Dalam perekonomian modern
optimal. Hal itu bisa terjadi sebab birokrat peranan pemerintah dapat dikelompokkan
memiliki memiliki informasi mengenai dalam tiga golongan besar , yaitu :
manfaat dan biaya, informasi mana yang 1. Peranan alokasi sumber-sumber ekonomi
tidak dimiliki oleh legislatif. Oleh karena itu, 2. Peranan distribusi
saat birokrat mengajukan anggaran selalu 3. Peranan stabilisasi
lebih besar karena merupakan tingkat output Berikut ini penjelasan masing-masing
yang optimal. golongan dari peranan pemerintah dalam
Model Niskanen menunjukkan perekonomian modern.
adanya kemungkinan terjadinya inefisiensi
dalam alokasi sumber ekonomi yang berasal Peranan Alokasi
dari para birokrat secara potensial yang Peranan pemerintah dalam bidang
merupakan salah satu dari sumber terjadinya alokasi adalah untuk mengusahakan agar
inefisiensi birokratif. alokasi sumber-sumber ekonomi
dilaksanakan secara efisien. Yang menjadi
PERAN PEMERINTAH pertanyaan selanjutnya adalah seberapa
Dalam setiap sistem perekonomian, banyak pemerintah harus menyediakan
baik sistem perekonomian kapitalis atau barang-barang publik? Berapa besar dana
sistem perekonomian sosialis, pemerintah yang Berapa besar dana yang harus
senantiasa mempunyai peran yang penting. disediakan oleh pemerintah untuk
Peranan pemerintah yang sangat besar dalam penyediaan jalan, untuk pertahanan, untuk
perekonomian sosialis dan sangat terbatas peradilan? Oleh karena untuk barang-barang
dalam sistem perekonomian kapitalis murni publik terdapat masalah pengutaraan nilai
seperti dalam sistem kapitalis yang kesukaan, maka pembayaran untuk
dikemukakan oleh Adam Smith. Adam Smith penyediaan barang tersebut tidak dapat
mengemukakan teori bahwa pemerintahan dilakukan melalui sistem harga, melainkan
hanya mempunyai tiga fungsi : harus melaui sistem pemungutan suara.
1) Fungsi pemerintah untuk memelihara Dengan sistem pemungutan suara, setiap
keamanan dalam negeri dan pertahanan. orang berusaha menggunakan haknya
2) Fungsi pemerintah untuk sehingga hasil pemungutan suara tersebut
menyelenggarakan peradilan. sesuai dengan apa yang mereka kehendaki.
Hasil pemungutan suara tidak akan dapat
Volume 2 Nomor 3, Desember 05/ Dzulqa’idah 1426 H ISSN 1411 – 0776

69
Dikta Ekonomi Jurnal Ekonomi dan Bisnis

memuaskan setiap orang, akan tetapi dengan dapat merubah distribusi pendapatan secara
menggunakan kriteria tertentu, hasil langsung dengan pajak yang progresif,
pemungutan suara akan mendekati disertai subsidi bagi golongan miskin.
penyelesaian seperti halnya sistem pasar. Pemerintah dapat juga secara tidak langsung
mempengaruhi distribusi pendapatan dengan
Peranan Distribusi kebijaksanaan pengeluaran pemerintah
Distribusi pendapatan tergantung misalnya: perumahan murah untuk golongan
dari pemilikan faktor-faktor produksi, pendpatan tertentu, subsidi pupuk untuk
permintaan dan penawaran faktor produksi, petani dan sebagainya.
sistem warisan dan kemampuan memperoleh
pendapatan. Masalah keadilan dalam Peranan Stabilisasi
distribusi pendpatan merupakan masalah Perekonomian yang sepenuhnya
yang rumit dalam ilmu ekonomi. Distribusi diserahkan kepada sekotr privat akan sangat
pendapatan dan kekayaan yang ditimbulkan peka terhadap guncangan keadaan yang akan
oleh sistem pasar mungkin dianggap oleh menimbulkan pengangguran dan inflasi.
masyarakat sebagai tidak adil. Ada sebagian Karena itu pemerintah mempunyai peranan
ahli ekonomi yang berpendapat bahwa utama sebagai alat stabilisasi perkeonomian.
masalah efisiensi harus dipisahkan dari Peranan pemerintah sebagai alat
masalah keadilan, atau dengan arti lain, untuk mengalokasikan sumber-sumber
masalah keadilan dan masalah efisiensi ekonomi, distribusi pendapatan dan
adalah kebalikan. Perubahan ekonomi stabilisasi ekonomi dapat menimbulkan
dikatakan efisien apabila perubahan yang pertentangan kebijaksanaan pemerintah.
dilakukan untuk memperbaiki keadaan suatu Misalnya, inflasi yang ditimbulkan karena
golongan dalam masyarakat dilakukan besarnya permintaan agregatif (demand pull)
sedemikian rupa hingga tidak memperburuk mengharuskan pemerintah untuk
keadaan golongan lain. Ada ahli ekonomi lain mengenakan pajak yang tinggi terhadap
(Kaldor) mengatakan bahwa suatu tindakan golongan miskin daripada golongan kaya,
dikatakan bermanfaat (baik) apabila golongan oleh karena golongan iskin mempunayi
yang memperoleh manfaat dari tindakan proporsi pengeluaran yang lebih besar dari
“dapat” (secara konseptual, walaupun tidak pada golongan kaya. Oleh karena itu, pajak
perlu begitu dalam kenyataannya) tersebut yang tinggi yang dikenakan terhadap
memberikan kompensasi bagi golongan yang golongan miskin akan lebih efektif dalam
mengalami kerugian sehingga golongan yang mengurangi permintaan golongan miskin
rugi tetap sama seperti halnya sebelum terhadap tingkat barang dan jasa sehingga
adanya tindakan yang bersangkutan. tingkat inflasi dapat diturunkan. Akan tetapi
Masalah keadilan ini tidak pengenaan pajak yang tinggi terhadap
sepenuhnya berada dalam ruang lingkup golongan miskin dan pajak yang rendah
ilmu ekonomi oleh karena masalah keadilan untuk golongan kaya akan menyebabkan
tergantung daripada pandangan masyarakat distribusi pendapatan masyarakat menjadi
terhadap keadilan itu sendiri. Keadilan semakin pincang sehingga peranan
bukanlah suatu hal yang statis dan absolut pemerintah sebagai alat untuk memperbaiki
akan tetapi merupakan suatu hal yang distribusi pendpatan menjadi gagal.
dinamis dan relatif, tergantung dari persepsi Pengenaan pajak seperti di atas untuk
masyarakat terhadap keadilan. Jadi masalah perkembangan ekonomi adalah bertentangan
keadilan harus diserahkan kepada dengan kebijaksanaan pemerintah untuk
masyarakat, yang melalui wakil-wakil memperbaiki distribusi masyarakat.
mereka untuk merumuskan keadilan publik
yang mereka inginkan, dan selanjutnya Penentuan Harga Barang Publik
pemerintah melaui kebijakan fiskal dan Penyediaan barang-barang publik
moneter merubah keadaan masyarakat yang dibutuhkan oleh pemerintah
sehingga sesuai dengan distribusi pendapatan menimbulkan persoalan karena barang-
yang diinginkan oleh masyarakat. Pemerintah barang tersebut tidak dapat dijual kepada
Volume 2 Nomor 3, Desember 05/ Dzulqa’idah 1426 H ISSN 1411 – 0776

70
Dikta Ekonomi Jurnal Ekonomi dan Bisnis

seorang konsumen saja (prinsip pengecualian Dalam Gambar 11 ditunjukan bahwa


atau excusion principle tidak dapat diterapkan) seorang pengusaha yang mempunyai tujuan
atau karena tidak efisien (sebab konsumsi keuntungan maksimum akan berproduksi
barang publik tidak bersaing, non rival). pada MC = MR, yaitu tingkat output OX1 dan
harga OH1 (=AX1).

Gambar 11
Industri dengan Struktur Biaya Menurun

Harga
H1 A

B
MC
D
AC
AE
H2 E

X1 MR X3 X2 AR Jumlah Barang

Sumber : Mangkoesoebroto (1999)


menimbulkan dua alternatif produksi, pada
Bagi seluruh perekonomian, tingkat biaya OX3 atau OX2. Apabila pemerintah
produksi yang efisien terjadi pada OX2, yaitu menetapkan produksi sebesar OX3 maka
pada Ar = MC. Besarnya biaya marginal (MC) harga yang ditetapkan adalah CX3 dan
menunjukkan biaya penggunaan sumber pemerintah tidak mendapat laba atau
ekonomi yang diperlukan untuk menambah mengalami kerugian (penerimaan total =
satu unit produksi, sedangkan AR biaya total), tetapi produksi sebesar OX3 tetap
menunjukkan harga yang mau dibayarkan bukan merupakan output yang efisien.
oleh konsumen. Tingkat produksi OX2 jauh Penentuan tingkat produksi yang efisien akan
lebih besar dibandingkan dengan OX1 dan menyebabkan pemerintah menderita
kerugian, karena harga per unit yang
perbedaan harganya pun menjadi sangat dikenakan hanya sebesar OH2 sedangkan
besar. Oleh karena itu, untuk barang-barang biaya per unit untuk memproduksi barang
publik yang sangat dibutuhkan oleh sebsar DX2. Jadi pemerintah menderita defisit
masyarakat sebaiknya produksi barang- sebesar OX2 x DE. Untuk menutup defisit
barang tersebut ditangani langsung oleh tersebut pemerintah dapat menempuh
pemerintah. Kasus biaya menurun ini terjadi beberapa cara yaitu dengan pajak, pungutan
karena satu perusahaan besar mampu atau dengan cara melakukan diskriminasi
menyediakan suatu barang kepada seluruh harga.
masyarakat dengan biaya yang lebih murah. Teori Second Best
Industri biaya menurun ini juga disebut Seperti telah diketahui, suatu
sebagai monopoli alamiah. Penanganan perekonomian akan mencapai efisiensi
produksi barang tersebut oleh pemerintah optimal apabila dalam bidang produksi dan

Volume 2 Nomor 3, Desember 05/ Dzulqa’idah 1426 H ISSN 1411 – 0776

71
Dikta Ekonomi Jurnal Ekonomi dan Bisnis

konsumsi terdapat pasar persaingan perusahaan negara tidak dapat memperbaiki


sempurna. Dalam bidang produksi, ini berarti alokasi penggunaan sumber ekonomi.
bahwa semua industri menetapkan harga Pemerintah dapat meningkatkan
sesuai dengan penetapan harga marginal. kemakmuran seluruh masyarakat melalui
Apabila argumen di atas dikembangkan pada kebijakan harga perusahaan negara yaitu
bentuk pasar lainnya maka alokasi sumber melalui penurunan harga barang X (barang
yang optimal tetap akan terjadi apabila semua substitusi) yang diproduksi oleh perusahaan
industri menetapkan harga sebesar biaya negara menjadi OH2., sehingga relokasi
marginal atau dimana AR = MC. Hal tersebut sumber-sumber ekonomi di antara kedua
dikenal dengan first best theory of pricing. industri tersebut. Misalkan barang X
Akan tetapi apabila ada perusahaan merupakan barang substitusi bagi barang Y.
swasta yang tidak menetapkan first best theory Penurunan harga barang X akan
of pricing maka seharusnya pemerintah menyebabkan jumlah barang X yang diminta
melalui perusahaan negara menetapkan meningkat menjadi OX1 dan karena barang Y
harga yang menyimpang dari first best theory merupakan substitusi bagi barang X maka
agar dapat melakukan koreksi terhadap kurva permintaan barang Y akan bergeser ke
penggunaan sumber ekonomi yang tidak kiri menjadi DY1 dan jumlah barang Y yang
efisien. Penyimpangan harga untuk diminta berkurang menjadi OY2. Kenaikan
melakukan koreksi terhadap penggunaan produksi barang X sebesar X2X1 menimbulkan
sumber ekonomi yang tidak efisien ini tambahan biaya produksi sebesar X1EFX2
disebut dengan teori second best sedangkan kenaikan kemakmuran konsumen
Teori second best menyatakan bahwa sebesar X2EGX1. Jadi tambahan biaya
apabila dalam suatu perkeonomian terdapat produksi barang X menyebabkan penurunan
banyak industri yang tidak efisien maka kemakmuran konsumen barang X sebesar
pemerintah harus memaksimumkan segitiga EFG, yaitu X2EFX1-X2EGX1. Pada
kemakmuran masyarakat dengan penetapan industri Y, penurunan penggunaan sumber-
harga pada perusahan negara. sumber ekonomi karena berkurangnya
Gambar 12 menunjukan kurva permintaan jumlah barang Y yang diminta
untuk barang X (Dx) dan barang Y (Dy). mengakibatkan adanya penghematan biaya
Diasumsikan struktur produksi kedua barang sebesar Y2Y1BA. Berkurangnya produksi
tersebut bersifat biaya konstan. Juga barang Y juga menyebabkan terjadinya
diasumsikan bahwa barang X diproduksi penurunan kemakmuran konsumen sebesar
oleh perusahaan negara dan barang Y oleh Y2Y1DC sehingga secara keseluruhan terjadi
perusahaan swasta dimana pada barang penghematan penggunaan sumber ekonomi
privat terdapat distorsi karena harga yang sebesar area ABDC. Karena adanya
ditetapkan di bawah biaya marginal (H< penghematan penggunaan sumber ekonomi
MC). Apabila industri X mengikuti harga sebesar ABCD sebagai akibat penurunan
marginal, maka harga yang ditetapkan permintaan barang Y dalam jumlah yang
sebesar OH1 dan output sebesar OX2. Apabila lebih besar dari pada penurunan
industri Y menetapkan harga barang di kemakmuran sebagai akibat kenaikan jumlah
bawah biaya marginal, misalkan pada OP2, barang X yang diminta (area EFG), maka
maka jumlah produksi Y lebih rendah dari secara keseluruhan kemakmuran masyarakat
yang seharusnya = OP1, sehingga jumlah meningkat.
barang Y yang diminta menjadi terlalu besar
sehingga terdapat penggunaan sumber
ekonomi yang terlalu banyak untuk produksi
barang Y. Dengan menetapkan barang X pada
harga sebesar biaya marginal, maka

Volume 2 Nomor 3, Desember 05/ Dzulqa’idah 1426 H ISSN 1411 – 0776

72
Dikta Ekonomi Jurnal Ekonomi dan Bisnis

Gambar 12
Teori Second Best

Harga Harga

H MC
E F P A B MC

H P C D
G
D
D
Dy1

O
X X Output Y Y

Barang X Barang Y
Sumber : Mangkoesoebroto (1999)

Jadi dapat disimpulkan


1. Apabila industri lain menetapkan harga
dibawah biaya marginal maka untuk
meningkatkan kesejahteraan masyarakat, KESIMPULAN
perusahaan negara harus menetapkan Dari uraian pada bagian sebelumnya
harga di bawah biaya marginal apabila maka beberapa hal dapat disimpulkan :
sifat kedua barang adalah substitusi dan
harga di atas biaya marginal apabila sifat 1. Dalam kondisi yang pasti, kompetisi pasar
kedua barang komplementer. menghasilkan Pareto efisien dalam
2. Apabila industri lain menetapkan harga alokasi sumber daya. Ketika kondisi
lebih tinggi daripada biaya marginal, tersebut tidak terpenuhi hal tersebut
untuk mencapai kesejahteraan dapat menjadi alasan bagi pemerintah
maksimum dengan menggunakan teori untuk intervensi dalam pasar.
second best ini maka penetapan harga 2. Mekanisme Pasar tidak menghasilkan
output perusahaan negara adalah di atas mencapai pareto yang efisien dalam
biaya marginal apabila kedua barang alokasi sumber daya bisa disebabkan
tersebut sifatnya substitusi dan harga karena : imprefect competition, barang
ditetapkan di bawah biaya marginal publik, eksternalitas, biaya transaksi.
apabila keduanya mempunyai hubungan 3. Peran Pemerintah dalam bidang alokasi
komplementer adalah untuk menjamin tercapainya
3. Perusahaan negara harus menetapkan penggunaan sumber ekonomi yang
harga produksinya sebesar biaya efisien yang tidak dapat dicapai melalui
marginal apabila output suatu industri mekanisme pasar bebas.
tidak mempunyai hubungan apapun juga
(substitusi atau komplementer) dengan
output perusahaan negara tersebut.
Volume 2 Nomor 3, Desember 05/ Dzulqa’idah 1426 H ISSN 1411 – 0776

73
Dikta Ekonomi Jurnal Ekonomi dan Bisnis

DAFTAR PUSTAKA

Myles, Gareth D. 1997. Public Economic. Guritno, M. 1991. Ekonomi Publik, Edisi
University of Exeter. Cambridge Ketiga BPFE, Yogyakarta
University Press. Stiglitz, J. 2000. Economic of The Public
Pogue, Thomas F and Sgontz L.G. 1978. Sector. Third Edition. [Link] &
Government and Economic Choice Company London.
and Introduction to Public Finance. Cullis, John and Jones, Philip.1992. Public
Houghtoon Mifflin Company, Boston. Finance Public Choice. [Link]
Frank, Robert H. 1989. Microeconomics and Hills, New York
Behavior, Fourth Edition. Irwin
[Link] Hills, New York.

Volume 2 Nomor 3, Desember 05/ Dzulqa’idah 1426 H ISSN 1411 – 0776

74

Common questions

Didukung oleh AI

Pareto Optimum adalah keadaan di mana tidak ada seorang pun yang dapat dibuat lebih baik tanpa membuat orang lain menjadi lebih buruk. Dalam efisiensi produksi, ini berarti mengalokasikan faktor produksi sedemikian rupa sehingga output tidak dapat ditingkatkan lebih lanjut tanpa mengurangi output lain. Sementara dalam konsumsi, Pareto Optimum tercapai bila tidak ada konsumen yang bisa meningkatkan kepuasannya tanpa mengurangi kepuasan konsumen lain .

Dalam pasar persaingan sempurna, efisiensi konsumen dicapai ketika konsumen berada pada keseimbangan konsumen, yaitu ketika tingkat kepuasan maksimal diperoleh tanpa ada konsumen lain yang dirugikan. Menggunakan titik keseimbangan, seperti titik F dan D, konsumen mencapai kepuasan Pareto Optimum, di mana seorang konsumen tidak dapat meningkatkan kepuasannya tanpa mengurangi kepuasan konsumen lain .

Alokasi sumber daya ekonomi dalam pasar persaingan sempurna dikelola secara efisien karena keputusan produksi dan konsumsi didasarkan pada harga yang ditentukan oleh penawaran dan permintaan. Tanpa campur tangan pemerintah, sistem harga memandu produsen dan konsumen untuk menghitung nilai marjinal dan biaya secara optimal, memastikan bahwa sumber daya dialokasikan secara efisien antara berbagai alternatif penggunaan .

Pasar persaingan sempurna tidak selalu menghasilkan alokasi sumber daya yang optimal karena adanya faktor eksternal, barang publik, dan monopoli alamiah yang tidak dapat ditangani secara efisien oleh mekanisme pasar itu sendiri. Hal ini menyebabkan distorsi alokasi, seperti penyediaan barang publik dan penetapan harga yang tidak sesuai dengan biaya marginal, yang memerlukan intervensi pemerintah untuk mencapai efisiensi .

Pemerintah perlu campur tangan dalam produksi barang publik karena karakteristik barang publik yang tidak bersaing dan bersifat non-eksklusif, membuatnya tidak efisien untuk diproduksi oleh swasta. Tanpa campur tangan pemerintah, barang publik tidak akan disediakan dalam jumlah yang cukup karena produsen privat tidak memiliki insentif untuk memproduksinya, sebab mereka tidak dapat menutup biaya melalui penjualan langsung .

Teori second best menjelaskan bahwa dalam situasi di mana beberapa pasar tidak efisien, kebijakan yang menyimpang dari harga marginal oleh pemerintah bisa meningkatkan efisiensi keseluruhan. Jika tidak bisa mencapai kondisi efisiensi optimal (first best), maka pemerintah bisa menggunakan kebijakan harga yang menyimpang, seperti menyesuaikan harga barang substitusi, untuk memperbaiki alokasi sumber daya secara keseluruhan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat .

Dalam pasar persaingan sempurna, barang dibagi berdasarkan rasio harga makanan dan pakaian yang ditentukan secara eksogen. Di titik T pada garis kurva kontrak, garis harga sejajar dengan MRS, yang memastikan konsumsi makanan A dan B serta pakaian sesuai dengan barang yang diproduksi. Ini menyebabkan alokasi barang sesuai dengan harga dan permintaan tanpa intervensi pemerintah .

Dalam pasar persaingan sempurna, harga barang mempengaruhi jumlah barang yang dihasilkan. Ketika harga barang meningkat, produsen terdorong untuk meningkatkan produksinya karena potensi keuntungan lebih besar. Sebaliknya, penurunan harga akan mengurangi jumlah produksi sebab biaya bisa melampaui pendapatan. Ini digambarkan dengan rasio harga dalam mempengaruhi output barang seperti makanan dan pakaian .

Perpindahan dari titik D ke F meningkatkan efisiensi produksi karena memungkinkan peningkatan output tanpa mengurangi output lain secara simultan. Dengan menyesuaikan alokasi tanah dan tenaga kerja antara produsen pakaian dan makanan, produksi pakaian dapat meningkat sementara produksi makanan tetap konstan. Ini menunjukkan perbaikan dalam penggunaan faktor produksi yang sebelumnya tidak optimal .

Perbedaan mendasar antara barang publik dan barang privat terletak pada sifat konsumsi dan penyediaannya. Barang publik bersifat non-rivalry dan non-eksklusif, artinya konsumsi oleh satu orang tidak mengurangi ketersediaannya bagi orang lain, dan tidak ada yang dapat dikecualikan dari penggunaannya. Sebaliknya, barang privat bersifat saingan dan eksklusif, sehingga memerlukan pembayaran untuk konsumsi, mengikuti prinsip pengecualian .

Anda mungkin juga menyukai