Kegagalan Pasar dan Peran Pemerintah
Kegagalan Pasar dan Peran Pemerintah
ABSTRACT
The first fundamental theorem of welfare economics assert that the economy is Pareto efficient, which
market play such central role in our economy; under ideal condition. But there is often dissatisfaction
with market, some of dissatisfaction is an alternative way of organizing the economy might make better
off. Economist have devoted enormous effort to understanding the circumstances under which market
yield efficient outcomes, and the circumstances in which they fail to do so. This paper will look both at
these market failures and the reasons why governments intervenes in market even when they are efficient.
53
Dikta Ekonomi Jurnal Ekonomi dan Bisnis
54
Dikta Ekonomi Jurnal Ekonomi dan Bisnis
menuju ke posisi di antara F – D di mana orang dan tanah yang tersedia adalah seluas
kedua-duanya dapat meningkatkan kepuasan OXTT unit. Pada titik D produksi pakaian
mereka. Titik-titik F dan D, yaitu tempat dilaksanakan dengan menggunakan tenaga
kedudukan di mana seorang konsumen tidak kerja sebanyak OxB1 orang dan tanah seluas
B
atau dua titik saja melainkan banyak, yaitu semua tanah dan tenaga kerja yang tersedia
sepanjang garis OAOB. Di titik sepanjang digunakan sepenuhnya untuk menghasilkan
OAOB kedua konsumen A dan B akan pakaian dan makanan, akan tetapi titik D
berakhir tergantung dari distribusi bukan merupakan titik optimum oleh karena
penghasilan awal kedua konsumen tersebut. dengan mengubah alokasi faktor produksi di
antara kedua produsen maka jumlah barang
Efisiensi Produsen yang dihasilkan akan dapat ditingkatkan.
Untuk menganalisis efisiensi produksi Perpindahan dari titik D ke titik F
analisa pareto dapat pula dipergunakan. Kita menunjukkan bahwa bagi produsen pakaian
anggap bahwa dalam perekonomian hanya terjadi pengurangan penggunaan faktor
terdapat dua orang produsen yang produksi tanah dari OxT1 ke OxT2 dan
menghasilkan dua jenis barang ( X dan Y), kenaikan penggunaan tenaga kerja dari OxB1 B
serta hanya menggunakan dua jenis faktor ke OxB2, sebaliknya, bagi produsen makanan
B
produksi ( Tanah, T dan Tenaga Kerja B). penggunaan tanah bertambah banyak
Gambar 2 menunjukkan bagaimana tenaga sedangkan penggunaan tenaga kerja menjadi
kerja dan tanah dipergunakan oleh dua orang berkurang. Dapat dilihat dari Gambar 2
produsen menghasilkan produk yang bahwa perubahan alokasi penggunaan faktor
berbeda, yaitu pakaian dan makanan. produksi tanah dan tenaga kerja di antara
Misalkan X menghasilkan pakaian dan Y kedua produsen dapat menyebabkan
menghasilkan makanan. kenaikan produksi pakaian sedangkan
produksi makanan tidak berubah. Sebaliknya
Gambar 2 perubahan kombinasi penggunaan tanah dan
Keseimbangan Produsen tenaga kerja dapat pula menyebabkan
O
T kenaikan produksi makanan sedangkan
produksi pakaian tidak mengalami
KP perubahan. Perpindahan dari titik D ke titik F
T
KP dan Q merupakan titik terjauh yang dapat
D
Tanah dicapai oleh masing-masing produsen tanpa
T F merugikan produsen lain, oleh karena itu
maka titik F dan Q disebut sebagai titik pareto
O KP efisiensi. Hal yang sama dapat dilakukan
pada titik titik selain D. Apabila kita
KP hubungkan semua titik Pareto, kita dapatkan
kurva kontrak OxOy.
O B B B Distribusi Barang
Tenaga
Jadi analisis di atas hanya
memecahkan masalah efisiensi dari segi
Volume 2 Nomor 3, Desember 05/ Dzulqa’idah 1426 H ISSN 1411 – 0776
55
Dikta Ekonomi Jurnal Ekonomi dan Bisnis
Pakaian
OB
P1
PM/P
T
Po
OA
Makanan (y)
Mo M1
Sumber : Mangkoesoebroto (1999)
yang dikonsumsikan sebanyak POP1. Jumlah
Pada analisis konsumen kita anggap konsumsi kedua konsumen tersebut sebanyak
bahwa dalam perekonomian hanya terdapat OAPO + POP1 = OAP1 yang merupakan pakaian
dua orang konsumen dan distribusi dua yang dihasilkan X.
barang di antara kedua orang konsumen Jadi dari analisis konsumen dan
dapat dilihat dengan membuat Gambar kotak produsen di atas, dapat disimpulkan bahwa
segi empat OAP1OBM1 yang menunjukkan apabila semua pasar berada pada pasar
banyaknya makanan dan pakaian yang persaingan sempurna maka mekanisme pasar
tersedia dalam masyarakat. Dalam OAP1OBM1 akan dapat memecahkan masalah alokasi
hanya terdapat satu titik pada kurva kontrak sumber ekonomi secara efisien tanpa adanya
dimana garis harga PM/PP sejajar dengan campur tangan pemerintah.
MRS, yaitu pada titik T. Pada titik T tersebut 1. Konsumen akan mencapai kepuasan yang
jumlah makanan yang didapat oleh A adalah optimal, sebab setiap konsumen akan
sebanyak OAMo unit dan makanan yang berada pada keseimbangan konsumen
dikonsumsi oleh B sebanyak MoM1, dan yaitu di mana :
OAMo + MOM1= OAM1 adalah makanan yang MRSAx dan y = MRSBx dan y
dihasilkan oleh produsen makanan (Y). di mana :
Sebaliknya pada titik T jumlah pakaian yang x dan y = barang konsumsi
dikonsumsikan A sebanyak OAPO unit dan P = harga
Volume 2 Nomor 3, Desember 05/ Dzulqa’idah 1426 H ISSN 1411 – 0776
56
Dikta Ekonomi Jurnal Ekonomi dan Bisnis
57
Dikta Ekonomi Jurnal Ekonomi dan Bisnis
produksi, konsumsi dan distribusi pada Persaingan (Pp) sama dengan Marginal Cost
optimalitas pareto. Penyebab terjadinya (MC) atau (MR = AR = P = MC), sehingga
kegagalan pasar antara lain : konsumen menerima tingkat harga Pp dengan
1. Imperfect Competition jumlah komoditas sebesar Qp. Pada saat ini
Pada pasar persaingan sempurna surplus konsumen sebesar PpCG dan surplus
mekanisme pasar akan dapat menetapkan produsen sebesar PpCA.
alokasi sumber ekonomi secara efisien. Pada Namun demikian, jika mekanisme
pasar persaingan sempurna maka setiap pembentukan harga terjadi pada pasar
produsen maupun konsumen merupakan monopoli, maka terjadi pada saat Marginal
satu unit yang sangat kecil sehingga baik Revenue Monopolis (MRm) sama dengan
konsumen maupun produsen secara Marginal Cost (MC) atau MRp=MC) sehingga
individual tidak akan dapat mempengaruhi konsumen menerima tingkat harga Pm
harga dengan cara menambah atau dengan jumlah komoditas sebesar Qm. Pada
mengurangi barang, yang dijual atau barang saat ini surplus konsumen sebesar PmDG dan
dibeli. Bagi seorang individu pembeli harga surplus produsen monopoli sebesar PmDBA.
merupakan suatu datum (sesuatu yang given Berkaitan dengan hal tersebut, dengan
dan tidak dapat dipengaruhi), dan atas dasar memperbandingkan kondisi struktur pasar
harga tersebut konsumen menyesuaikan persaingan sempurna dengan pasar monopoli
pembeliannya. Begitu juga dengan produsen, muncul social losses sebesar BCD, yang terdiri
karena harga merupakan suatu datum maka dari producer losses sebesar BCE dan consumer
seorang individu produsen hanya losses sebesar CDE. Hal ini mensiratkan
menyesuaikan jumlah barang yang dihasilkan bahwa secara keseluruhan kesejahteraan
berdasarkan harga yang berlaku. Gambar 4 masyarakat berkurang karena adanya social
menunjukkan gambaran tentang persaingan losses yang dihasilkan oleh struktur pasar
sempurna monopoli.
Gambar 4 Total surplus struktur pasar persaingan
Perbandingan Struktur Pasar Persaingan (produsen dan konsumen) sebesar ACG yang
Sempurna dengan Monopoli lebih besar dari surplus pada struktur pasar
monopoli yang sebesar ABDG (ACG >
ABDG), sehingga surplus total berkurang
P M
sebesar BCD. Hal ini memberikan indikasi
bahwa struktur pasar monopoli
menyebabkan kesejahteraan masyarakat
(social losses) berkurang sebesar BCD.
Pm A
Secara individual, surplus konsumen
yang berkurang sebesar PpCDPm, sebagian
E diambil produsen yakni sebesar PpEDPm dan
Pp C
sebagian losses sebesar ECD. Sedangkan pada
sisi produsen, tambahan surplus sebesar
F B
PpEDPm yang berasal dari transfer surplus
A
konsumen, namun demikian kehilangan
AR = D = surplus sebesar BCE.
Dengan demikian, besarnya tambahan
O Q M Qp Jumlah
surplus yang diterima monopoli bergantung
dari besarnya transfer surplus konsumen
Sumber : Stiglitz (2000) dengan kehilangan surplus produsen
monopoli itu sendiri.
Jika mekanisme pembentukan harga Uapaya mengatasi monopoli secara
terjadi pada pasar persaingan sempurna, umum adalah menjadikan atau merubah
maka terjadi pada saat Marginal Revenue struktur pasar monopoli tersebut, menjadi
(MR), Avarage Revenue (AR), dan Harga pasar persaingan sempurna , yang memenuhi
Volume 2 Nomor 3, Desember 05/ Dzulqa’idah 1426 H ISSN 1411 – 0776
58
Dikta Ekonomi Jurnal Ekonomi dan Bisnis
asumsi monopoli tersebut, menjadi pasar pengendalian harga, serta (2) pengenaan
persaingan sempurna. pajak.
Gambar 5
Kebijakan Efektif dengan Pengendalian Harga Monopoli
P
G
MC
D
Pm
Pp E
C
B
F
A
AR = D = Pp + MRp
O
Qm MR Qp Quantity (Q)
Sumber : Stiglitz(2000)
59
Dikta Ekonomi Jurnal Ekonomi dan Bisnis
Gambar 6.
Pengaruh Pajak per unit dalam Monopoli
P
G
MC2
MC1
P2
D
P1
Pajak (T)
AR = D = P
O
Q2 Q1 MR Quantity (Q)
60
Dikta Ekonomi Jurnal Ekonomi dan Bisnis
pengeluaran total sebesar OX1BX1, sehingga pemerintah, atau produksi barang X dapat
terdapat kerugian sebesar BAPoP1. diserahkan kepada pihak privat dengan
Apabila barang X merupakan barang memberikan ganti rugi sebesar PoABP1,
yang penting bagi masyarakat sehingga sehingga produsen privat tidak menderita
barang tersebut harus diproduksikan rugi karena besarnya subsidi tersebut
sebanyak OX1 unit, maka tidak ada seorang menyebabkan penerimaan total sama dengan
produsen pun yang mau menghasilkannya. pengeluaran total (TR = TC). Bentuk
Oleh karena itu pemerintah harus campur monopoli alamiah yang lebih ekstrim adalah
tangan yang dapat diujudkan dalam beberapa bentuk usaha yang mempunyai biaya
bentuk. marginal sama dengan nol. Dimana konsumsi
Campur tangan pemerintah dapat dengan seseorang akan suatu barang dan jasa, tidak
cara memproduksi barang tersebut oleh menambah biaya produksi marginal.
Gambar 7
Industri Keadaan Monopoli Alamiah
P2
P3
AC
P1
MC
P0
O X2 MR X3 X1 AR q
61
Dikta Ekonomi Jurnal Ekonomi dan Bisnis
yang harus disediakan dalam jumlah dan barang tersebut, karena sifat barang publik
kualitas yang sama terhadap seluruh anggota yang tidak ekslusif dan merupakan konsumsi
masyarakat. umum. Keadaan seperti ini akhirnya
Kajian ekonomi sumber daya dan cenderung mengakibatkan berkurangnya
lingkungan salah satunya menitikberatkan insentif atau rangsangan untuk memberikan
pada persoalan barang publik atau barang kontribusi terhadap penyediaan dan
umum ini (common consumption, Publik goods, pengelolaan barang publik. Kalaupun ada
common property resources). Ada dua ciri utama kontribusi, maka sumbangan itu tidaklah
dari barang publik ini. Pertama, barang ini cukup besar untuk membiayai penyediaan
merupakan konsumsi umum yang dicirikan barang publik yang efisien, karena
oleh penawaran gabungan (joint supply) dan masyarakat cenderung memberikan nilai
tidak bersaing dalam mengkonsumsinya (non- yang lebih rendah dari yang seharusnya
rivalry in consumption). Ciri kedua adalah (undervalued).
tidak ekslusif (non-exclusion) dalam Tabel 1
pengertian bahwa penawaran tidak hanya Klasifikasi Barang Publik dan Barang Privat
diperuntukkan untuk seseorang dan
mengabaikan yang lainnya. Barang publik Non -
Klasifikasi Exclution
yang berkaitan dengan lingkungan meliputi Exclution
udara segar, pemandangan yang indah, Barang Privat
rekreasi, air bersih, hidup yang nyaman dan Murni :
sejenisnya. Makanan, Kemacetan
Rivalry
Satu-satunya mekanisme yang pakaian, jalan raya
membedakannya adalah dengan menetapkan tempat (transisi)
harga (nilai moneter) terhadap barang publik tinggal
tersebut sehingga menjadi bidang privat
(dagang) sehingga benefit yang diperoleh dari TV sirkuit Barang
harga itu bisa dipakai untuk mengendalikan tertutup, Publik
atau memperbaiki kualitas lingkungan itu Non- taman sepi Murni :
sendiri. Tapi dalam menetapkan harga ini Rivalry pengunjung, Pertahahan
menjadi masalah tersendiri dalam analisa kursi kosong nasional,
ekonomi lingkungan. Karena ciri-cirinya di (transisi) jalan yang
atas, barang publik tidak diperjualbelikan bersih
sehingga tidak memiliki harga, barang publik
dimanfaatkan berlebihan dan tidak Sumber : Mangkoesoebroto (1999)
mempunyai insentif untuk melestarikannya.
Masyarakat atau konsumen cenderung acuh Perbedaan penting lain antara analisis
tak acuh untuk menentukan harga barang privat dan barang publik adalah
sesungguhnya dari barang publik ini. Dalam terletak pada prosedur perjumlahan
hal ini, mendorong sebagain masyarakat permintaan individu. Penurunan kurva
sebagai “free rider”. Sebagai contoh, jika si A individu untuk barang publik adalah sama
mengetahui bahwa barang tersebut akan dengan kurva permintaan individu untuk
disediakan oleh si B, maka si A tidak mau barang privat. Sedangkan penurunan
membayar untuk penyediaan barang tersebut permintaan pasar berbeda antara barang
dengan harapan bahwa barang itu akan publik dan barang privat, sebagai akibat sifat
disediakan oleh si B, maka si A tidak mau non rivalry dalam konsumsi. Pada barang
membayar untuk penyediaan barang tersebut privat permintaan pasar merupakan
dengan harapan bahwa barang itu akan perjumlahan horizontal permintaan individu,
disediakan oleh si B. Jika akhirnya si B sedangkan pada barang privat permintaan
berkeputusan untuk menyediakan barang pasar merupakan permintaan vertikal
tersebut, maka si A bisa ikut menikmatinya permintaan individu. Perbedaan penurunan
karena tidak seorangpun yang bisa kurva permintaan pasar barang publik dan
menghalanginya untuk mengkonsumsi barang privat dipaparkan pada Gambar 8.
Volume 2 Nomor 3, Desember 05/ Dzulqa’idah 1426 H ISSN 1411 – 0776
62
Dikta Ekonomi Jurnal Ekonomi dan Bisnis
Gambar 8
Perbedaan Penurunan Permintaan Pasar antara Barang Publik dan Barang Privat
Pri Pri
ce DT ce
S
PT
P2 S
P0
DT
P1 D1 D2 D1 D2
Q Quantity Q1 Q2 QT Quantity
(a) Barang Publik (b) Barang Privat
62
Dikta Ekonomi Jurnal Ekonomi dan Bisnis
berikut ini. Suatu proses produksi yang lain. Dampak atau efek dari
(misalnya perusahaan pulp) kegiatan suatu seorang konsumen yang
menghasilkan limbah-residu-produk sisa lain dapat terjadi dalam berbagai bentuk.
yang beracun dan masuk ke aliran sungai, Misalnya, bisingnya suara alat pemotong
danau, atau semacamnya, sehingga rumput tetangga, kebisingan bunyi radio
produksi ikan terganggu dan akhirnya atau musik dari tetangga, asap rokok
merugikan produsen lain yakni para seseorang terhadap orang sekitarnya dan
penangkap ikan (nelayan). Dalam hal ini, sebagainya.
kegiatan produksi pulp tersebut 4. Efek akan dampak dari suatu konsumen
mempunyai dampak negatif terhadap terhadap produsen (effects of consumers on
produksi lain (ikan) atau nelayan, dan producers)
inilah yang dimaksud dengan efek suatu Dampak konsumen terhadap produsen
kegiatan produksi terhadap produksi terjadi jika aktivitas konsumen mengganggu
komoditi lain. fungsi produksi suatu produsen atau
2. Efek atau dampak samping kegiatan kelompok produsen tertentu. Dampak jenis
produksi terhadap konsumen (effects of ini misalnya terjadi ketika limbah
producers on consumers) rumahtangga terbuang ke aliran sungai dan
Suatu produsen dikatakan mempunyai mencemarinya sehingga menganggu
ekternal efek terhadap konsumen, jika perusahaan tertentu yang memanfaat-kan air
aktivitasnya merubah atau menggeser baik oleh ikan (nelayan) atau perusahaan
fungsi utilitas rumahtangga (konsumen). yang memanfaatkan air bersih.
Dampak atau efek samping yang sangat Lebih jauh Baumol dan Oates (1975)
populer dari kategori kedua yang populer menjelaskan tentang konsep eksternalitas
adalah pencemaran atau polusi. Kategori dalam dua pengertian yang berbeda :
ini meliputi polusi suara (noise), 1. Eksternalitas yang bisa habis (a deplatable
berkurangnya fasilitas daya tarik alam externality) yaitu suatu dampak eksternal
(amenity) karena pertambangan, bahaya yang mempunyai ciri barang individu
radiasi dari stasiun pembangkit (polusi (privat good or bad) yang mana jika barang
udara) serta polusi air, yang semuanya itu dikonsumsi oleh seseorang individu,
mempengaruhi kenyamanan konsumen barang itu tidak bisa dikonsumsi oleh
atau masyarakat luas. Dalam hal ini, orang lain.
suatu agen ekonomi (perusahaan- 2. Eksternalitas yang tidak habis (an
produsen) yang menghasilkan limbah udeplatable externality) adalah suatu efek
(wasteproducts) ke udara atau ke aliran eksternal yang mempunyai ciri barang
sungai mempengaruhi pihak dan agen publik (Publik goods) yang mana barang
lain yang memanfaatkan sumber daya tersebut bisa dikonsumsi oleh seseorang,
alam tersebut dalam berbagai bentuk. dan juga bagi orang lain. Dengan kata
Sebagai contoh, kepuasan konsumen lain, besarnya konsumsi seseorang akan
terhadap pemanfaatan daerah-daerah barang tersebut tidak akan mengurangi
rekreasi akan berkurang dengan adanya konsumsi bagi yang lainnya.
polusi udara. Dari dua konsep eksternalitas ini,
3. Efek atau dampak dari suatu konsumen eksternalitas jenis kedua merupakan masalah
terhadap konsumen lain (effects of pelik dalam ekonomi lingkungan.
consumers on consumers). Keberadaan eksternalitas yang merupakan
Dampak konsumen terhadap konsumen barang publik seperti polusi udara, air, dan
yang lain terjadi jika aktivitas seseorang suara merupakan contoh eksternalitas jenis
atau kelompok tertentu mempengaruhi yang tidak habis, yang memerlukan
atau menggangu fungsi utilitas instrumen ekonomi untuk
konsumen yang lain. Konsumen seorang menginternalisasikan dampak tersebut dalam
individu bisa dipengaruhi tidak hanya aktivitas dan analisa ekonomi.
oleh efek samping dari kegiatan produksi Eksternalitas atau dampak
tetapi juga oleh konsumsi oleh individu sampingan timbul karena tindakan konsumsi
Volume 2 Nomor 3, Desember 05/ Dzulqa’idah 1426 H ISSN 1411 – 0776
64
Dikta Ekonomi Jurnal Ekonomi dan Bisnis
atau produksi dari satu pihak mempunyai liar, rent seeker dan free rider menyebabkan
pengaruh terhadap pihak lain yang tidak ada biaya produksi tinggi.
kompensasi yang dibayar oleh pihak yang Dilihat dari macam biaya transaksi
menyebabkan atau kompensasi yang diterima meliputi biaya transaksi legal/formal dan
oleh pihak yang terkena dampak tersebut. illegal atau non formal. Sedang dilihat dari
Jadi eksternalitas disebabkan adanya tingkatannya, biaya transaksi dibagi dalam
pengaruh dari suatu tindakan dan tidak dua bagian, yaitu (1) at faktory cost berkaitan
adanya kompensasi yang dibayarkan atau dengan biaya-biaya yang timbul dalam
diterima. Eksternalitas dibedakan menjadi penggunaan input, dan (2) post faktory cost
dua jenis yaitu technical externalities dimana biaya-biaya yang dikeluarkan pada pasca
tindakan seseorang dalam konsumsi atau produksi.
produksi akan mempengaruhi tindakan Biaya transaksi tidak hanya dalam
konsumsi atau produksi orang lain tanpa bentuk finansial, tapi juga dipengaruhi oleh
adanya kompensasinya dan pecuniary ketidakpastian (uncertainty) dalam
externalities menyangkut harga dalam perencanaan. Ketidakpastian usaha bagi
perekonomian dengan mempengaruhi pengusaha berarti berkaitan dengan resiko,
kendala anggaran (budget constrain) misalnya yang mempunyai konsekuensi resiko yang
pecuniary externalities diseconomy merupakan tinggi, sehingga berpengaruh pada profit
akibat dari perubahan faktor produksi margin yang diinginkan.
sebagai akibat tindakan produksi atau Masalah biaya transaksi dapat di atasi
konsumsi orang lain dan hanya dengan : (1) memperpendek jalur birokrasi,
mempengaruhi harga, tanpa mempengaruhi (2) meningkatkan kepastian hukum, (3)
kemungkinan teknis. menghilangkan free rider dan rent seeker, dan
(4) sistem perundangan dan kelembagaan
4. Biaya Transaksi yang efektif dalam mencegah terjadinya biaya
Suatu pasar dikatakan lengkap transaksi.
apabila pasar tersebut menghasilkan semua
barang dan jasa yang biaya produksinya lebih KEGAGALAN PEMERINTAH
kecil daripada harga yang mau dibayar oleh
masyarakat. Ada beberapa jenis jasa yang Ekonomi publik tidak hanya
tidak diusahakan oleh pihak privat dalam melakukan prakiraan terlalu rendah terhadap
jumlah yang cukup walaupun biaya perilaku di pasar. Mereka kurang menaruh
penyediaan jasa tersebut lebih kecil daripada perhatian terhadap kemungkinan kegagalan
apa yang mau dibayar masyarakat. Kondisi dari perangkat yang menggantikan pasar:
seperti ini disebut sebagai pasar yang tidak pemerintah. Pembenaran intervensi publik,
lengkap. Ada beberapa alasan mengakibatkan umumnya terbatas pada kenyataan bahwa
terjadinya pasar yang tidak lengkap yaitu : dalam hal tertentu, pasar merupakan inferior
adanya inovasi, biaya transaksi serta asymetri “negara ideal”. Pembenaran semacam ini
informasi dan biaya pelaksanaan (Stiglitz, tersirat beranggapan bahwa negara akan
2000). melakukan secara tepat tanpa biaya tambahan
Pada pasar persaingan sempurna seperti yang diceritakan teori pasar.
diasumsikan bahwa tidak ada biaya transaksi Semboyan negara merupakan pengambil
dalam mekanisme pertukaran anatara keputusan yang bijaksana merupakan filosofi
produsen dan konsumen atau biaya transaksi dari perilaku sektor publik. Namun
sama dengan nol. Jika asumsi tersebut kenyataannya, negara seperti halnya pasar,
dilanggar, maka akan mempengaruhi menyajikan beberapa kegagalan, dan pilihan
efisiensi pertukaran. Biaya tarnsaksi antara yang satu dengan yang lain
diterjemahkan sebagai biaya yang merupakan keputusan yang dilakukan oleh
dikeluarkan sebagai bagian dari biaya organisasi yang tak sempurna. Kegagalan ini
produksi dari keseluruhan biaya total bias ditelusuri dari dua jalur : pemerintah dan
produksi (TC). Berbagai aturan, pungutan birokrat atau aparat.
65
Dikta Ekonomi Jurnal Ekonomi dan Bisnis
66
Dikta Ekonomi Jurnal Ekonomi dan Bisnis
Gambar 9
Penentuan Output oleh Birokrasi
C
P1
B F A LRAC = LRMC
D
O Q1 MR Q2 Q3 Q
Sumber : Stiglitz (2000)
67
Dikta Ekonomi Jurnal Ekonomi dan Bisnis
Gambar 10
Analisis Niskanen
MC
A
S
Jumlah output pemerintah
MR D=AR=MV
O
Qo Q1 Q2 Q3
Biaya Total
Penerimaan Total
Dan Manfaat Total b
TC
TB
TR
Q1=(a-c)/2(b+d)
MV = ∂ TB / ∂ Q
(4.2)
D = a – 2bQ MC = ∂ TC / ∂ Q
Total biaya untuk menghasilkan barang/jasa (4.4)
oleh birokrat ditunjukkan dengan persamaan D = c + 2dQ
: TC = cQ + dQ2 ; c > 0 dan d > 0
Selanjutnya kita asumsikan bahwa birokrat
(4.3) merupakan penjual monopolis sedangkan
67
Dikta Ekonomi Jurnal Ekonomi dan Bisnis
69
Dikta Ekonomi Jurnal Ekonomi dan Bisnis
memuaskan setiap orang, akan tetapi dengan dapat merubah distribusi pendapatan secara
menggunakan kriteria tertentu, hasil langsung dengan pajak yang progresif,
pemungutan suara akan mendekati disertai subsidi bagi golongan miskin.
penyelesaian seperti halnya sistem pasar. Pemerintah dapat juga secara tidak langsung
mempengaruhi distribusi pendapatan dengan
Peranan Distribusi kebijaksanaan pengeluaran pemerintah
Distribusi pendapatan tergantung misalnya: perumahan murah untuk golongan
dari pemilikan faktor-faktor produksi, pendpatan tertentu, subsidi pupuk untuk
permintaan dan penawaran faktor produksi, petani dan sebagainya.
sistem warisan dan kemampuan memperoleh
pendapatan. Masalah keadilan dalam Peranan Stabilisasi
distribusi pendpatan merupakan masalah Perekonomian yang sepenuhnya
yang rumit dalam ilmu ekonomi. Distribusi diserahkan kepada sekotr privat akan sangat
pendapatan dan kekayaan yang ditimbulkan peka terhadap guncangan keadaan yang akan
oleh sistem pasar mungkin dianggap oleh menimbulkan pengangguran dan inflasi.
masyarakat sebagai tidak adil. Ada sebagian Karena itu pemerintah mempunyai peranan
ahli ekonomi yang berpendapat bahwa utama sebagai alat stabilisasi perkeonomian.
masalah efisiensi harus dipisahkan dari Peranan pemerintah sebagai alat
masalah keadilan, atau dengan arti lain, untuk mengalokasikan sumber-sumber
masalah keadilan dan masalah efisiensi ekonomi, distribusi pendapatan dan
adalah kebalikan. Perubahan ekonomi stabilisasi ekonomi dapat menimbulkan
dikatakan efisien apabila perubahan yang pertentangan kebijaksanaan pemerintah.
dilakukan untuk memperbaiki keadaan suatu Misalnya, inflasi yang ditimbulkan karena
golongan dalam masyarakat dilakukan besarnya permintaan agregatif (demand pull)
sedemikian rupa hingga tidak memperburuk mengharuskan pemerintah untuk
keadaan golongan lain. Ada ahli ekonomi lain mengenakan pajak yang tinggi terhadap
(Kaldor) mengatakan bahwa suatu tindakan golongan miskin daripada golongan kaya,
dikatakan bermanfaat (baik) apabila golongan oleh karena golongan iskin mempunayi
yang memperoleh manfaat dari tindakan proporsi pengeluaran yang lebih besar dari
“dapat” (secara konseptual, walaupun tidak pada golongan kaya. Oleh karena itu, pajak
perlu begitu dalam kenyataannya) tersebut yang tinggi yang dikenakan terhadap
memberikan kompensasi bagi golongan yang golongan miskin akan lebih efektif dalam
mengalami kerugian sehingga golongan yang mengurangi permintaan golongan miskin
rugi tetap sama seperti halnya sebelum terhadap tingkat barang dan jasa sehingga
adanya tindakan yang bersangkutan. tingkat inflasi dapat diturunkan. Akan tetapi
Masalah keadilan ini tidak pengenaan pajak yang tinggi terhadap
sepenuhnya berada dalam ruang lingkup golongan miskin dan pajak yang rendah
ilmu ekonomi oleh karena masalah keadilan untuk golongan kaya akan menyebabkan
tergantung daripada pandangan masyarakat distribusi pendapatan masyarakat menjadi
terhadap keadilan itu sendiri. Keadilan semakin pincang sehingga peranan
bukanlah suatu hal yang statis dan absolut pemerintah sebagai alat untuk memperbaiki
akan tetapi merupakan suatu hal yang distribusi pendpatan menjadi gagal.
dinamis dan relatif, tergantung dari persepsi Pengenaan pajak seperti di atas untuk
masyarakat terhadap keadilan. Jadi masalah perkembangan ekonomi adalah bertentangan
keadilan harus diserahkan kepada dengan kebijaksanaan pemerintah untuk
masyarakat, yang melalui wakil-wakil memperbaiki distribusi masyarakat.
mereka untuk merumuskan keadilan publik
yang mereka inginkan, dan selanjutnya Penentuan Harga Barang Publik
pemerintah melaui kebijakan fiskal dan Penyediaan barang-barang publik
moneter merubah keadaan masyarakat yang dibutuhkan oleh pemerintah
sehingga sesuai dengan distribusi pendapatan menimbulkan persoalan karena barang-
yang diinginkan oleh masyarakat. Pemerintah barang tersebut tidak dapat dijual kepada
Volume 2 Nomor 3, Desember 05/ Dzulqa’idah 1426 H ISSN 1411 – 0776
70
Dikta Ekonomi Jurnal Ekonomi dan Bisnis
Gambar 11
Industri dengan Struktur Biaya Menurun
Harga
H1 A
B
MC
D
AC
AE
H2 E
X1 MR X3 X2 AR Jumlah Barang
71
Dikta Ekonomi Jurnal Ekonomi dan Bisnis
72
Dikta Ekonomi Jurnal Ekonomi dan Bisnis
Gambar 12
Teori Second Best
Harga Harga
H MC
E F P A B MC
H P C D
G
D
D
Dy1
O
X X Output Y Y
Barang X Barang Y
Sumber : Mangkoesoebroto (1999)
73
Dikta Ekonomi Jurnal Ekonomi dan Bisnis
DAFTAR PUSTAKA
Myles, Gareth D. 1997. Public Economic. Guritno, M. 1991. Ekonomi Publik, Edisi
University of Exeter. Cambridge Ketiga BPFE, Yogyakarta
University Press. Stiglitz, J. 2000. Economic of The Public
Pogue, Thomas F and Sgontz L.G. 1978. Sector. Third Edition. [Link] &
Government and Economic Choice Company London.
and Introduction to Public Finance. Cullis, John and Jones, Philip.1992. Public
Houghtoon Mifflin Company, Boston. Finance Public Choice. [Link]
Frank, Robert H. 1989. Microeconomics and Hills, New York
Behavior, Fourth Edition. Irwin
[Link] Hills, New York.
74
Pareto Optimum adalah keadaan di mana tidak ada seorang pun yang dapat dibuat lebih baik tanpa membuat orang lain menjadi lebih buruk. Dalam efisiensi produksi, ini berarti mengalokasikan faktor produksi sedemikian rupa sehingga output tidak dapat ditingkatkan lebih lanjut tanpa mengurangi output lain. Sementara dalam konsumsi, Pareto Optimum tercapai bila tidak ada konsumen yang bisa meningkatkan kepuasannya tanpa mengurangi kepuasan konsumen lain .
Dalam pasar persaingan sempurna, efisiensi konsumen dicapai ketika konsumen berada pada keseimbangan konsumen, yaitu ketika tingkat kepuasan maksimal diperoleh tanpa ada konsumen lain yang dirugikan. Menggunakan titik keseimbangan, seperti titik F dan D, konsumen mencapai kepuasan Pareto Optimum, di mana seorang konsumen tidak dapat meningkatkan kepuasannya tanpa mengurangi kepuasan konsumen lain .
Alokasi sumber daya ekonomi dalam pasar persaingan sempurna dikelola secara efisien karena keputusan produksi dan konsumsi didasarkan pada harga yang ditentukan oleh penawaran dan permintaan. Tanpa campur tangan pemerintah, sistem harga memandu produsen dan konsumen untuk menghitung nilai marjinal dan biaya secara optimal, memastikan bahwa sumber daya dialokasikan secara efisien antara berbagai alternatif penggunaan .
Pasar persaingan sempurna tidak selalu menghasilkan alokasi sumber daya yang optimal karena adanya faktor eksternal, barang publik, dan monopoli alamiah yang tidak dapat ditangani secara efisien oleh mekanisme pasar itu sendiri. Hal ini menyebabkan distorsi alokasi, seperti penyediaan barang publik dan penetapan harga yang tidak sesuai dengan biaya marginal, yang memerlukan intervensi pemerintah untuk mencapai efisiensi .
Pemerintah perlu campur tangan dalam produksi barang publik karena karakteristik barang publik yang tidak bersaing dan bersifat non-eksklusif, membuatnya tidak efisien untuk diproduksi oleh swasta. Tanpa campur tangan pemerintah, barang publik tidak akan disediakan dalam jumlah yang cukup karena produsen privat tidak memiliki insentif untuk memproduksinya, sebab mereka tidak dapat menutup biaya melalui penjualan langsung .
Teori second best menjelaskan bahwa dalam situasi di mana beberapa pasar tidak efisien, kebijakan yang menyimpang dari harga marginal oleh pemerintah bisa meningkatkan efisiensi keseluruhan. Jika tidak bisa mencapai kondisi efisiensi optimal (first best), maka pemerintah bisa menggunakan kebijakan harga yang menyimpang, seperti menyesuaikan harga barang substitusi, untuk memperbaiki alokasi sumber daya secara keseluruhan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat .
Dalam pasar persaingan sempurna, barang dibagi berdasarkan rasio harga makanan dan pakaian yang ditentukan secara eksogen. Di titik T pada garis kurva kontrak, garis harga sejajar dengan MRS, yang memastikan konsumsi makanan A dan B serta pakaian sesuai dengan barang yang diproduksi. Ini menyebabkan alokasi barang sesuai dengan harga dan permintaan tanpa intervensi pemerintah .
Dalam pasar persaingan sempurna, harga barang mempengaruhi jumlah barang yang dihasilkan. Ketika harga barang meningkat, produsen terdorong untuk meningkatkan produksinya karena potensi keuntungan lebih besar. Sebaliknya, penurunan harga akan mengurangi jumlah produksi sebab biaya bisa melampaui pendapatan. Ini digambarkan dengan rasio harga dalam mempengaruhi output barang seperti makanan dan pakaian .
Perpindahan dari titik D ke F meningkatkan efisiensi produksi karena memungkinkan peningkatan output tanpa mengurangi output lain secara simultan. Dengan menyesuaikan alokasi tanah dan tenaga kerja antara produsen pakaian dan makanan, produksi pakaian dapat meningkat sementara produksi makanan tetap konstan. Ini menunjukkan perbaikan dalam penggunaan faktor produksi yang sebelumnya tidak optimal .
Perbedaan mendasar antara barang publik dan barang privat terletak pada sifat konsumsi dan penyediaannya. Barang publik bersifat non-rivalry dan non-eksklusif, artinya konsumsi oleh satu orang tidak mengurangi ketersediaannya bagi orang lain, dan tidak ada yang dapat dikecualikan dari penggunaannya. Sebaliknya, barang privat bersifat saingan dan eksklusif, sehingga memerlukan pembayaran untuk konsumsi, mengikuti prinsip pengecualian .