DESTILASI
Ines Maulyna Tora
133020257
Jurusan Teknologi Pangan, Fakultas Teknik, Universitas pasundan
ABSTRAK
Destilasi adalah suatu metode pemisahan bahan kimia berdasarkan perbedaan kecepatan dan
kemudahan menguap (Volatilitas) bahan. Dalam destilasi, campuran zat dididihkan sehingga menguap. Dan
uap ini kemudian didinginkan kembali ke dalam ke bentuk cairan. Zat yang memiliki titik didih lebih rendah
akan menguap lebih dulu. Proses yang terjadi pada destilasi ialah pendidihan dan kondensasi
pengembunan. Tahap terpenting pada destilasi ialah pendidihan dan kondensasi pengembunan, tetapi
destilasi bukan merupakan dua urutan proses penguapan [Link] percobaan pada praktikum
destilasi adalah untuk memisahkan suatu campuran sehingga dapat mengetahui zat murni campuran
tersebut, agar praktikan dapat mengetahui bagaimana cara melakukan proses destilasi, dan agar dapat
memisahkan zat cair dari campurannya ataupun untuk memisahkan suatu larutan dari larutan lain. Prinsip
percobaan pada praktikum destilasi adalah berdasarkan tekanan uap dari atas cairan pada kesetimbangan
(kecepatan penguapan = kecepatan pengembunan), bersifat khas dan naik dengan kenaikan suhu.
Key Words : Destilasi
PENDAHULUAN
METODOLOGI
Destilasi atau penyulingan adalah suatu
proses pemisahan komponen yang berdasarkan pada
perbedaan titik didih dimana komponen yang
mempunyai titik didih rendah duluan keluar disbanding
titik didih yang tinggi. Pada proses ini terjadi proses
penguapan yang diikuti pengembunan. Destilasi
dilakukan untuk memisahkan suatu cairan dari
campurannya apabila komponen lain tidak ikut
menguap (titik didih lain jauh lebih tinggi). Misalnya
adalah pengolahan air tawar dan air laut.
(Anonim.2011).
Tujuan percobaan pada praktikum destilasi
adalah untuk memisahkan suatu campuran sehingga
dapat mengetahui zat murni campuran tersebut, agar
praktikan dapat mengetahui bagaimana cara
melakukan proses destilasi, dan agar dapat
memisahkan zat cair dari campurannya ataupun untuk
memisahkan suatu larutan dari larutan lain.
Prinsip percobaan pada praktikum destilasi
adalah berdasarkan tekanan uap dari atas cairan pada
kesetimbangan (kecepatan penguapan = kecepatan
pengembunan), bersifat khas dan naik dengan
kenaikan suhu.
Bahan dan Alat
Bahan yang digunakan pada percobaan
destilasi adalah air, batu didih, dan Nutrisari. Alat yang
digunakan pada percobaan destilasi adalah adafter,
Bunsen, gelas kimia, kawat kassa, klem, kondensor,
labu destilasi, thermometer, dan selang air.
Metode Percobaan
Pasang dan susun alat, masukkan cairan dan
pecahkan porselin (batu didih) ke dalam labu destilasi
melalui corong biasa, pasang thermometer, jalankan air
dan pembakar Bunsen, amati selama pengerjaan,
destilat mulai ditampung pada waktu thermometer
menunjukkan harga tetap atau konstan, waktu
temperature naik, ganti penampung dengan yang lain
dan penampungan dilanjutkan waktu temperature mulai
konstan untuk kedua kalinya dan seterusnya sampai
temeratur naik.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Tabel hasil pengamatan destilasi
Pengamatan
Hasil
Nama sampel
Nutrisari
Warna sampel
Kuning
Volume sampel
25ml
Suhu mendidih
96oC
Suhu tetesan pertama 100.4oC
Suhu konstan
98oC
Volume Destilat
23ml
Warna Destilat
Bening
(sumber : Ines Maulyna Tora, 133020257, Meja 2,
Kelompok K)
PEMBAHASAN
Berdasarkan hasil pengamatan pada
praktikum destilasi menggunakan larutan nutrisari 25
ml dihasilkan air 23ml berwarna bening(air merupakan
hasil destilasi), sisa 2ml kemungkinan dari bahan
tambahan seperti gula, dan bahan bahan lainnya, suhu
mendidih nutrisari berada pada 96oC, suhu tetesan
pertama nya 100.4oC, dan suhu konstan 98oC,
mungkin, pada percobaan ini yang menguap terlebih
dahulu adalah air dibandingkan dengan zat yang
terdapat pada larutan nutrisari tersebut, air lebih cepat
mendidih dikarenakan titik didihnya lebih rendah
dibandingkan titik didih zat-zat yang terdapat pada
nutrisari.
Faktro-Faktor kesalahan yang mungkin terjadi
adalah terjadi kesalahan seperti pada saat perhitungan
volume destilat, praktikan kurang teliti dalam mengukur
volume, atau suhu konstan berada di atas 100oC
sehingga penguapan zat lain tersebut ikut menguap
bersama dengan air, sehingga mempengaruhi hasil
dari destilatnya.
Destilasi adalah teknik pemisahan yang
didasari atas perbedaan-perbedaan titik didih atau titik
cair dari masing-masing zat penyusun dan campuran
homogen.
Destilasi yang digunakan dilaboratorium
adalah destilasi sederhana, destilasi sederhana sendiri
adalah proses pemisahan dua macam zat atau lebih
yang mempunyai perbedaan titik didih cukup besar.
Dilaboratorium sendiri hanya menggunakan destilasi
sedehana dikarenakan prosesnya lebih sedehana
dibandingkan dengan destilasi lainnya, dan praktikan
hanya memisahan zat biasa yait air, tidak memisahkan
minyak, yang tingkat kesulitan destilasi cukup tinggi
dengan menggunakan destilasi bertingkat.
Prinsip dari proses destilsi sendiri adalah
didasarkan atas perbedaan titik didih komponnnya,
memurnikan senyawa-senyawa yang berbeda
sehingga dihasilkan senyawa yang memiliki kemurnian
tinggi.
Fase tahapan destilasi itu melewati dua fase,
yakni uap menjadi fase cair, contohnya lautan nutrisari
di destilasi dengan cara dipanaskah, uap yang
dihasilkan adalah uap hasil dari zat yang bertitik didih
rendah, dalam hal ini adalah air. Uap tersebut nantinya
akan diembunkan dengan bantuan kondensor yang
berfungsi sebagai pendingin uap. Cairan tersebut
nantinya akan menetes ke dalam alon atau adafter lalu
menuju gelas kimia. Proses aliran air pada gelas kimia
harus dari bawah (tempat rendah) menuju atas(tempat
tinggi) agar uap yang dihasilkan dapat didinginkan
dengan baik dan optimal seta melawan arah datangnya
uap agar proses penyubliman berlangsung maksimal
dan destilat yang dihasilkan lebih murni.
Fungsi dari komponen alat pada destilat yaitu
labu destilasi berfungsi sebagai tempat larutan yang
akan didestilasi, kawat kassa sebagai alas labu
destilasi pada proses pembakaran, kaki tiga sebagai
penyagga, bunsen sebagai alat pembakar,
thermometer berfungsi untuk mengukur suhu larutan,
klem dan statif berguna untuk menjepit dan penyagga
kondesator, liebig kondensor sebagai alat pendingin,
gelas kimia untuk menampung tetesan air atau larutan,
dan alon atau adafter untuk mengatur tekanan.
Macam-macam destilasi, pertama ada
destilasi biasa atau sederhana, cara ini digunakan
untuk memisahkan 2 macam larutan atau lebih yang
mempunyai perbedaan titik didih cukup besar. Yang
kedua ada destilasi uap, destilasi uap merupakan suatu
cara untuk memisahkan dan memurnikan senyawa
organic yang tidak larut ataupun sukar larut dalam air.
Keuntungan cara destilasi ini adalah bahwa campuran
dapat terdestilasi dibawah titik didih zat organic
tersebut, dan bahkan dibawah titik didih air, destilasi
uap berguna untuk memisahkan zat (tak larut dalam
air) yang mempunyai tekanan uap relative rendah (5-10
mg Hg) pada sekitar 100oC. Ketiga ada destilasi Vakum
(tekanan rendah), destilasi ini digunakan untuk cairan
yang terurai dekat titik didihnya, sehiingga untuk
memisahkan dari komponennya tidak dapat dilakukan
dengan destilasi biasa. Keempat ada destilasi terfraksi,
dalam destilasi ini hokum roult mengatakan bahwa
tekanan uap dari sebuah komponen tertentu ebanding
dengan tekanan uap murni dikalikan dengan fraksi
molnya dalam larutan tersebut.
Aplikasi dalam bidang pangan nya untuk
destilasi adalah pada proses pembuatan air minum
destilasi, memisahkan air dengan alcohol dalam
sebuah minuman berakol sehingga saat minuman
tersebut diminum terjadi peningkatan kadar alcohol,
untuk meneliti kadar air dalam daging sapi, dan untuk
menghilangkan bau tengik pada minyak.
KESIMPULAN
Dari percobaan destilasi sederhana yang
dilakukan dapat disimpulkan terjadi perubahan suhu,
perbedaan warna serta perbedaan volume sebelum
didestilasi dan sesudah didestilasi. Dan penggunaan
batu didih yang berfungsi agar larutan cepat mendidih
dan tidak terjadi bumping (meledak).
DAFTAR PUSTAKA
Anonim.(2011). Destilasi. Http://[Link]/destilasi
. Diakses 28 November 2013
Anonim.(2013). Destilasi Biasa (Laporan Praktikum).
[Link]
[Link]. Diakses 28
November 2013.
S. Turmala Ella, Dra, [Link] Nurminabari, S. Ina, Ir,
[Link].(2013). Penuntun Praktikum Kimia
Dasar, Universitas Pasundan : Bandung.
[Link]. (2011). Praktikum Pemisahan
Campuran.
Http://[Link]/2011/06/p
[Link]. Diakses
27 November 2013.
LAMPIRAN
Gambar alat destilasi