FLUIDA | Fluida Statis
Diposkan oleh Putri Noviyanti di 1/27/2014 05:36:00 AM Senin, 27 Januari 2014
Fluida Statis adalah fluida yang berada dalam fase tidak bergerak (diam)
atau fluida dalam keadaan bergerak tetapi tak ada perbedaan kecepatan
antar partikel fluida tersebut atau bisa dikatakan bahwa partikel-partikel
fluida tersebut bergerak dengan kecepatan seragam sehingga tidak
memiliki gaya geser. ([Link]
1. Massa Jenis Zat (Density)
Massa jenis adalah pengukuran massa setiap satuan volume benda.
Semakin tinggi massa jenis suatu benda, maka semakin besar pula massa
setiap volumenya. Massa jenis rata-rata setiap benda merupakan total
massa dibagi dengan total volumenya. Sebuah benda yang memiliki
massa jenis lebih tinggi (misalnya besi) akan memiliki volume yang lebih
rendah daripada benda bermassa sama yang memiliki massa jenis lebih
rendah (misalnya air). ([Link]
Satuan SI kilogram per meter kubik (kg/m3)
Secara matematis, massa jenis dituliskan sebagai berikut.
=m/V
dengan: m = massa (kg atau g),
V = volume (m3 atau cm3), dan
= massa jenis (kg/m3 atau g/cm3).
Tabel Massa Jenis atau Kerapatan Massa (Density)
Bahan
Massa Jenis (g/cm3) Nama Bahan Massa Jenis (g/cm3)
Air
1,00
Gliserin
1,26
Aluminium
2,7
Kuningan
8,6
Baja
7,8
Perak
10,5
Benzena
0,9
Platina
21,4
Besi
7,8
Raksa
13,6
Emas
19,3
Tembaga
8,9
Es
0,92
Timah Hitam
11,3
Etil Alkohol
0,81
Udara
0,0012
2. Tekanan (p)
tekanan zat adalah gaya yang bekerja pada benda tiap satuan luas benda
Secara matematis, tekanan zat dirumuskan sebagai berikut.
P=F/A
dengan :
F = gaya yang bekerja pada benda
A = luas penampang benda
3. Tekana Hidrostatis (Ph)
Tekanan Hidrostatik adalah tekanan yang diakibatkan oleh gaya yang ada
pada zat cair terhadap suatu luas bidang tekan pada kedalaman tertentu.
Besarnya tekanan ini bergantung kepada ketinggian zat cair, massa jenis
dan percepatan gravitasi.
Ph = F / A
= mg / A
= rVg / A
= rAhg / A
= rhg
ket.
P= Tekanan Hidrostatik (N/m2)
= Massa Jenis (kg/m3)
g= Percepatan gravitasi ( m/det2)
h= Kedalaman/ketinggian (m)
Tekananan Pada Suatu Kedalaman
P = P o + Ph
P = Po + g h
Dengan :
Po = tekanan udara luar
h = ke dalaman di ukur dari permukaan
= massa jenis fluida
g = percepatan gravitasi
Barometer Raksa
PA = P B
Po = g h
Dengan :
= massa jenis raksa = 13,6 gr / cm 3
g = percepatan gravitasi = 9,8 m / s2
h = tinggi raksa dalam pipa kapiler (cm atau m)
Po = tekanan udara luar = 1 atm atau 76 cm Hg
Hukum Pascal
Tekanan yang di berikan kepada fluida yang memenuhi sebuah ruangan di teruskan oleh fluida itu
dengan sama kuatnya ke segala arah tanpa mengalami pengurangan
PRINSIP HUKUM PASCAL
Di rumuskan :
P1 = P2
(F1/A1) = (F2/A2)
Dengan :
F1 : gaya yang bekerja pd piston 1
F2 : gaya yang bekerja pd piston 2
A1 : luas penampang 1
A2 : luas penampang 2
Bejana Berhubungan
Di rumuskan :
P1 = P2
Po + 1gh1 = Po + 2gh2
1h1 = 2h2
Prinsip-prinsip hukum Pascal dapat diterapkan pada alat-alat seperti,
Pasta
Gigi
Pasta gigi adalah cairan yang tertutup dalam tabung dengan lubang kecil
di salah satu ujung. Ketika bagian ujung satunya dari tabung diperas maka
akan menyemprotkan pasta gigi keluar dari ujung terbuka yang satunya.
Tekanan diberikan pada tabung dan ditransmisikan secara merata ke
seluruh pasta gigi. Ketika tekanan mencapai ujung terbuka, kemudian
memaksa pasta gigi keluar melalui lubang tersebut.
Rem Hidrolik
Contoh lain betapa bergunanya hukum pascal adalah prinsip kerja rem
hidrolik dalam kendaraan bermotor seperti mobil. Rem hidrolik dalam
mobil menggunakan cairan untuk mengirimkan tekanan, gaya yang
diberikan pada pedal akan diteruskan ke silinder utama yang berisi
minyak rem. Selanjutnya, minyak rem tersebut akan menekan bantalan
rem yang dihubungkan pada sebuah piringan logam sehingga timbul
gesekan antara bantalan rem dengan piringan logam. Gaya gesek ini
akhirnya akan menghentikan putaran roda.
Dongkrak Hidrolik
Dongkrak
digunakan
untuk
mengangkat
mobil
yang
akan
dicuci
menggunakan hukum pascal. Saat kita mendorong salah satu piston
dengan gaya f maka fluida didalamnya tertekan kemudian menyebarkan
tekanan dengan merata ke segala arah, sehingga mampu menekan piston
lain yang ditumpangi mobil yang kemudian terangkat ke atas.
Suntikan
Begitupun dengan suntikan, kita memberikan tekanan pada salah satu
ujung suntikan kemudian cairan keluar melalui ujung tajam jarum suntikan
tersebut. dan masih banyak contoh lainnya.
Mengapung
Karena bendanya seimbang, maka :
Fy = 0
Fa w = 0
Fa = w
Fa = mb g
Fa = (b Vb) g
(f Vbf) g = (b Vb) g
b = (Vbf/Vb) f
Atau
b = (Vbf/Vb) f
= (A hbf / A hb) f
b = ( hbf / hb ) f
Dengan :
b = massa jenis benda (kg / m3)
f = masa jenis fluida (kg / m3)
hb = tinggi benda (m)
hbf = tinggi benda dalam fluida (m)
Kesimpulan :
Benda yang dicelupkan ke dalam fluida akan mengapung, bila massa jenis rata rata benda
lebih kecil daripada massa jenis fluida.
Syarat benda mengapung :
b < f
Melayang
Syarat benda melayang :
Fa = w
(f Vbf) g = (b Vb) g
f = b
Kesimpulan :
Benda yang dicelupkan ke dalam fluida akan melayang, bila massa jenis rata rata benda
sama dengan massa jenis fluida.
Syarat benda melayang:
b = f
Tenggelam
Dengan cara yang sama di peroleh :
b > f
Kesimpulan :
Benda yang dicelupkan ke dalam fluida akan tenggelam, bila massa jenis rata rata
benda lebih besar daripada massa jenis fluida.
contoh:
TEGANGAN PERMUKAAN
Secara matematis tegangan permukaan di rumuskan :
Atau
Tegangan Permukaan pd Sebuah Bola
Untuk pengertian fluida statis adalah suatu zat atau objek yang mempunyai kedudukan dalam
keadaan diam atau tidak bergerak.
Bagaimana? Apakah sampai disini kalian dapat memahami tentang pengertian dasar fluida
statis?
Baiklah, setelah kalian paham, berikut komponen-komponen yang berkaitan dengan
hubungan fluida statis:
1. Massa jenis
Massa jenis merupakan suatu ukuran kerapatan suatu benda, sehingga dapat
dikatakan, jika suatu benda mengalami massa jenis yang besar, maka benda tersebut
dapat dikatakan memiliki kerapatan yang besar pula, begitu juga sebaliknya. Berikut
persamaan / rumus dari massa jenis:
Dengan keterangan sebagai berikut:
= lambang massa jenis atau biasa dikatakan rouh, dengan satuan (kg/m^3)
m = massa benda, dengan satuan (kg)
V = Volume benda, dengan satuan (m^3)
2. Tekanan
Tekanan (P) merupakan satuan ilmu fisika untuk menyatakan atau menyebutkan hasil
dari gaya (F) dengan Luas (A), satuan tekanan digunakan dalam mengukur kekuatan
dari suatu benda gas dan benda cair. Untuk lebih ringkasnya, tekanan merupakan hasil
bagi antara gaya (F) dan luas penampang(A).
Dengan asumsi , bahwa semakian besar gaya yang diberikan maka semakin besar pula
tekanannya, akan tetapi sebaliknya, jika luas penampang tersebut besar, maka tekanan
yang diberikan akan kecil.
Perhatikan persamaan berikut:
Dengan keterangan sebagai berikut:
P = Tekanan, dengan satuan (pascal/Pa)
F = Gaya, dengan satuan (newton/N)
A = Luas penampang, dengan satuan (m2)
Tentu kalian sedikit bingung, dengan satuan yang saya cantumkan diatas, karena
banyak versi pembahasan yang berbeda terkait dengan satuan tekanan, hal tersebut
bukan dikarenakan ketidakpastian dari satuan tekanan tersebut, melainkan dalam
satuan tekanan memiliki sifat konversi yang beragam untuk kalian pahami dalam
menyelesaikan soal tentang tekanan. Dibawah ini merupakan hitungan konversinya:
3. Tekanan hidrostatis
Tekanan hidrostatis merupakan tekanan yang dihasilkan oleh suatu benda atau objek
yang mengalami gravitasi ketika didalam fluida. Oleh sebab itu bahwa besarnya
tekanan yang dihasilkan tergantung dari massa jenis fluida, percepatan gravitasi bumi,
dan ketinggian fluida atau zat cair tersebut.
Maka demikian, terkait dengan konsep tekanan hidrostatis yang saya jelaskan diatas,
telah diketahui bahwa persamaan tekanan hidrostatis adalah sebagai berikut:
Dengan keterangan sebagai berikut:
P_h = tekanan hidrostatis (Pa)
= massa jenis fluida atau zat cair (kg/m^3)
g = percepatan gravitasi (10 m/s^2)
h = ketinggian atau kedalaman benda dari permukaan zat cair / fluida (m)
Berdasarkan rumus diatas, telah diketahui bahwa: Makin besar suatu massa jenis zat
cair, maka semakin besar pula tekanan hidrostatis yang dihasilkan, dan jika semakin
dalam benda pada zat cair tersebut, maka tekanan hidrostatis yang dihasilkan semakin
besar pula.
Perlu diingat bahwa: mengukur besarnya kedalaman (h) harus memulai pengukuran
dari permukaan zat cair, bukan dari bawah. Contoh mengukur ketinggian seperti
diterapkan pada gambar di atas.
4. Tekanan mutlak
Tekanan mutlak merupakan tekanan dari keseluruhan total yang dialami benda atau
objek tersebut, sehingga mengaitkan dengan pengertian tersebut, dapat dirumuskan
bahwa:
Dengan keterangan sebagai berikut:
P= tekanan mutlak (Pa)
P_o = tekanan udara luar (Pa)
P_h = tekanan hidrostatis (Pa)
5. Hukum Pascal
Hukum pascal yang berbunyi: "tekanan yang diberikan kepada fluida dalam sebuah
ruangan tertutup akan diteruskan sama besar kesegala arah".
Penerapan hukum pascal tersebut tertera, pada gambar dibawah ini:
Dengan keterangan sebagai berikut:
F1 = gaya pada permukaan A1 (N)
F2 = gaya pada permukaan A2 (N)
A1 = luas permukaan 1 (m2)
A2 = luas permukaan 2 (m2)
d1 = diameter permukaan 1
d2 = diameter permukaan 2
Melalui persamaan Hukum Pascal di atas, bahwa Hukum Pascal sering diterapkan
pada alat-alat dongkrak hidrolik, pompa hidrolik, mesin hidrolik, mesin hidrolik
pengangkat mobil, dan sistem kerja rem hidrolik pada mobil.