PAPER SELENIUM
PENGERTIAN SELENIUM
Selenium adalah mineral penting yang sangat dibutuhkan oleh tubuh kita.
Mineral ini merupakan bagian penting dari enzim antioksidan yang akan
melindungi sel tubuh kita terhadap efek negatif yang ditimbulkan oleh radikal
bebas. Selenium bekerja sebagai kofaktor untuk enzim yang terlibat dalam
oksidasi asam lemak dan penghancuran asam amino.
SUMBER UTAMA SELENIUM
Tumbuhan merupakan sumber utama dari selenium. Sayangnya, kadar
selenium yang terdapat pada tumbuhan seringkali berbeda-beda. Kadar
dalam tumbuhan tergantung dari kadar Selenium dalam tanah dimana
mereka tumbuh. Akibatnya, defisiensi selenium bisa terjadi pada mereka
yang hidup di tanah yang sedikit mengandung selenium.
Selain dari tumbuhan, selenium bisa juga kita peroleh dari daging hewan
termasuk makanan laut. Selenium dalam makanan terdapat dalam bentuk
seleno methionin dan selenosistein.
KONSENTRASI SELENIUM
Dengan diet yang normal, konsentrasi selenium terbanyak terdapat di
hepar dan otot masing-masing sebesar 30%. Selain itu dapat juga ditemukan di
ginjal (15%), plasma (10%), lien, pankreas, jantung, otak, paru-paru, tulang,
rambut dan kuku.5,7 Konsentrasi serum selenium pada orang dewasa >4x
dibandingkan pada fetus dan neonatus, tetapi sebaliknya konsentrasi selenium
pada serebrum fetus dan neonatus lebih besar dibandingkan pada orang dewasa.
Tetapi penyebab fenomena ini belum diketahui.
ABSORBSI SELENIUM
Absorbsi selenium terjadi di duodenum melalui Na+ -dependent neutral
amino acid transport sistem. Selenomethionine diabsorbsi hampir 100%.
Sedangkan absorbsi selenium inorganik bervariasi tergantung dengan faktor
luminal. Selenium bentuk organik, terutama L-selenomethionine lebih mudah
diserap oleh tubuh daripada bentuk inorganik, hal ini disebabkan karena selenium
bentuk organik mengandung asam amino, sehingga dapat bergabung dengan
protein tubuh dan memungkinkan untuk disimpan dan dilepaskan kembali jika
diperlukan. Dselenomethionine didegradasi menjadi selenium inorganik. Oleh
karena itu bioavailabilitinya hanya 1/5 dari L-selenomethionine. Sedangkan
selenium inorganik langsung didegradasi sehingga tidak dapat disimpan.
EKSKRESI
Homeostasis selenium dalam tubuh dilakukan melalui ekskresi, baik
melalui urine, feses atau pernafasan. Sebagian besar selenium diekskresi melalui
urine (60- 80%). Sebagian besar metabolit selenium diekskresi dalam bentuk
metilasi yaitu methylselenol. Selenium dalam bentuk ion trimethylselenonium
(TMSe) diekskresi melalui urine dan bentuk volatile yaitu dimethylselenide
(DMSe) diekskresi melalui paru-paru. Ekskresi melalui paru-paru ditandai dengan
bau nafas seperti bawang putih.
FUNGSI SELENIUM
Selenium berperan serta dalam sistem enzim yang mencegah terjadinYa
radikal bebas dengan menurunkan konsentrasi peroksidadalam sel. Karena
selenium mengurangi produksi radikal bebas di dalamtubuh, mineral
mikro ini mempunyai potensi untuk mencegahpenyakit kanker dan
penyakit degenaratif lainnya (Hal ini mengacu pada fakta bahwa beberapa
peneltian yang menemukan bahwa masyarakat yang tinggal di daerah yang
akan Selenium dalam tanah mereka mempunyai kecendrungan yang kecil
untuk terkena kanker)
Selenium dan vitamin E melindungi membran sel dari kerusakan oksidatif
Membantu reaksi oksigen dan hidrogen pada akhir rantaimetabolisme
Memindahkan ion melalui membran sel danmembantu sintesa
immununoglobulin dan ubikinon
Memproduksi zat antioksidan glutathione, Glutathionperoksidse berperan
di dalam sitosol dan mitokondria sel.
Membantu pengaturan hormon dan mendunkung fungsi kelenjar protease
pada pria
Bekerja secara sinergis dengan vitamin E, dapat menjadi substansi
pengganti fungsi vitamin E saat tubuh kekurangan vitamin E
Memperkuat fungsi kekebalan tubuh
DEFISIENSI SELENIUM
Gangguan fungsi hormon tiroid
Menurunnya produksi dan sintesis hormon tiroid
Penyakit keshan, merupakan penyakit kardiomiopati endemik.
Penyakit Keshan Yaitu sejenis penyakit dimana penderita mengalami
gangguan pada otot jantungnya, yang mengakibatkan penurunan fungsi jantung
sebagai akibat pembengkakan jantung. Kegagalan otot jantung dapat berakibat
fatal dan dapat mengakibatkan kematian. Penyakit ini banyak ditemukan pada
Propinsi Keshan di negara Cina. Penyakit ini berkembang pesat di propinsi
tersebut diakibatkan karena tanah di daerah tersebut kandungan seleniumnya
rendah. Akibatnya kandungan selenium pada air minum, tanaman dan hewan
ternak yang dikonsumsi oleh penduduk disana juga rendah. Hal ini
mengakibatkan konsentrasi selenium dalam darah juga ikut menurun dibawah
normal.
Human Immunodefisiensi Virus (HIV)
Penurunan kadar selenium pada individu yang terinfeksi HIV merupakan
tanda yang sensitive untuk progresifitas penyakit. Rendahnya kadar selenium juga
berhubungan dengan meningkatnya risiko kematian karena HIV. Status nutrisi
selenium yang adekuat dapat meningkatkan resistensi terhadap infeksi virus HIV
dengan cara memperkuat sistem immune.
Kanker
Studi epidemiologi menunjukkan individu dengan kadar selenium yang rendah
(pada darah dan kuku) mempunyai insiden kanker yang lebih tinggi.
Rheumatoid Arthritis
Survey pada pasien dengan
rheumatoid arthritis, suatu penyakit
kronis yang ditandai oleh nyeri,
kekakuan dan kehilangan fungsi sendi,
menunjukkan adanya penurunan
kadar selenium didalam darah.
Penderita dengan arthritis mempunyai
intake selenium yang rendah.
DEFISIENSI SELENIUM
Kelebihan selenium mengakibatkan edema paru paru, sakit perut, penyakit
kuning, penyakit gastrointestinal kronis, kerontokan rambut dan kelelahan pada
manusia, tidak hanya itu konsumsi selenium yang berlebihan dapat menyebabkan
timbulnya keracunan atau selenosis, hal ini disebabkan kebutuhan tubuh akan Se
sangat sedikit yaitu 70g untuk pria dan 55g untuk wanita perhari berdasarkan
rekomendasi dari RDA (Recommended Daily Allowance). Gejala yang timbul
yaitu rambut rontok, kuku yang rapuh, gangguan pencernaan, dermatitis, bau
nafas seperti bau bawang, rasa metalik, kelemahan dan bahkan kematian.
Keracunan akibat kelebihan Se dapat dapat diantisipasi dengan menggunakan
vitami E. dapat dikatakan vitamin E dan Se mempunyai aktifitas yang sinergik
dalam tubuh, yaitu aktifitas yang sifatnya [Link] mulut, demam mual dan
muntah, masalah hati, ginjal dan jantung, rambut dan kuku rontok serta kerusakan
pada syaraf
REFERENCE
Asydhad, Lia Amalia, dkk. 2006. Makanan Anti Kanker. Tangerang:
agromedia pustaka
Gaman, P.M. , K.B. Sherrington.1994. Ilmu Pangan: Pengantar Ilmu Pangan
Nutrisi dan Mikrobiologi edisi kedua. Yogyakarta : Gadjah Mada University
Press.
Proverawati, atikah dan Erna K. 2010. Ilmu gizi: Untuk Keperwatan dan Gizi
Kesehatan. Nuha Medika. Yogyakarta.
Suhardjo, Clara M. Kusharto.1999. Prinsip-prinsip Ilmu Gizi. Yogyakarta :
Kanisius
Yuniastuti, Ari. 2008. Gizi dan Kesehatan. Graha Ilmu. Yogyakarta.
[Link]
[Link]