Protista
Protista merupakan salah satu kingdom yang mewakili makhluk eukariotik (memiliki
membrane inti) paling sederhana. Protista diperkirakan sudah ada sejak sekitar 1,6 miliar
tahun lalu. Protista ada yang hidup sendiri dan ada pula yang berkoloni. Ada yang autotrof
dan juga heterotrof.
Dahulu para ilmuan kebingungan untuk mengklasifikasikan protista karena protista memiliki
kekerabatan atau kemiripan dengan makhluk lain seperti tumbuhan, hewan, atau jamur. Oleh
karena itu protista dibedakan menjadi kingdom sendiri yaitu protista. Menurut Fried dan
Hademenos (2011: 318) divisi-divisi dalam kingdom Protista tidak selalu didasari pada garis
keturunan melainkan lebih berakar praktis pada ciri-ciri fungsional. Biasanya dalam banyak
buku Protista terbagi atas Protista mirip hewan (Protozoa), Protista mirip tumbuhan, dan
Protista mirip Jamur. Di beberapa buku lain Protista dibagi atas beberapa kelompok yang
lebih kecil.
3.1.1 Protozoa
1. Mastigophora (Zooflagellata)
Kaerakteristik dari Mastigophora adalah adanya flagella berbrda dengan flagella
memutar milik bakteri. Umumnya mastigophora tidak memiliki dinding sel dan
memiliki ukuran yang sangat kecil 100-300 mikron. Struktur tubuh umumnya terdiri
atas nucleus, mitokondrion, badan golgi, reticulum endoplasma dan flagella. Nyaris
semua dari ke-2600 spesies yang ada persifat parasitik diantaranya:
a. Trypanosoma menyebabkan penyakit tidur di Afrika.
b. Trichonympha mampu mencera selulosa di dalam usus rayap.
Gambar 1.1 Trypanosoma (kiri) dan Trichonympha (kanan)
Sumber: [Link]
[Link]
2. Sarcodina
Filum ini terdiri atas amoeba dan sebagian prottista bercangkang.
a. Amoeba
Bentuk tubuh amoeba dapat berubah ubah. Amoeba bersel satu dan hidup
bebas di tempat-tempat berair dan mengantung makanan. Amoeba dilindungi
oleh membrane plasma dan membrane sel. Amoeba menangkap dan
mengambil makanannya menggunakan kaki semu.
Amoeba hidup bebas dan parasite. Amoeba yang hidup sebagai parasite
biasanya disebut Entamoeba. Entamoeba hystoltica biasnya menyebabkan
diare pada seseorang. Manfaat Amoeba adalah sebagai decomposer atau
pengurai.
Gambar 1.2 Amoeba
Sumber: [Link]
b. Foraminifera
Foraminifera merupakan protozoa yang paling banyak jumlahnya dari 40.000
spesies termasuk yang sudah punah. Foraminifera memiliki cangkang mirip
siput yang bergerak kesana kemari dengan pergerakan amoeboid.
Cangkangnya tersusun dari berbagai unsur (kapur, silica, dll) dan berbagai
bentuk yang beragam. Kelompok bercangkang lainnya adalah Radiolaria.
Bedanya Radiolaria biasanya di permukaan sebagai plankton dan Foraminifera
berada di dasar laut. Foraminifera biasanya digunakan sebagai indicator
adanya minyak bumi di dasar laut. Sedangkan, Radiolaria yang mati akan
mengendap yang disebut lumpur radiolarian yang digunakan sebagai bahan
alat penggosok serta bahan peledak.
Gambar 1.3 Berbagai bentuk Foraminifera
Sumber: [Link]
3. Sporozoa
Seluruh sporzoa bersifat parasite dan nyaris tak memiliki alat gerak khusus. Oleh
karena itu yang paling diunggulkan pada sporozoa adalah proses reproduksinya sangat
menonjol. Sporozoa hidup sebagai parasite dengan inang tertentu. Sporozoa yang
paling terkenal adalah Plasmodium. Plasmodium adalah parasite penyebab malairia
dengan nyamuk Anopheles sebagai inang utamanya.
Gambar 1.4 Plasmodium falciparum, berbentuk lonjong di dalam aliran darah.
Sumber: [Link]
4. Ciliata
Ciliata merupakan protozoan yang memiliki bulu getar (cilia) pada seluruh permukaan
tubuhnya. Ciliata biasanya hidup bebas di perairan misalnya sawah, rawa, dan tanah
berair seperti Didinium. Ada juga yang bersifat parasite seperti Balantidium coli
dalam usus manusia. Ciliata yang paling terenal adalah Paramecium yang berberntuk
seperti sandal. Umumnya ciliate memiliki dua nucleus yaitu mikro dan makro.
Gambar 1.5 Ciliata.
Sumber: [Link]
5. Opalina
Opalina adalah filum yang relative kecil. Hampir semuanya merupakan parasite
enteric dalam vertebrata-vertebrata non mamalia. Misalnya Opalina dalam usus
amfibi. Walaupun bersilia, Opalina jauh lebih sederhana daripada Ciliata. Pada
hampir semua Opalina, terdapat dua atau lebih nucleus tetapi tidak ada spesialisasi
nucleus-nukleus tersebut. Contoh Opaliana adalah Opalina obtrigonoidea, Opalina
ranarum, dan Opalina coracoidea.
Gambar 1.6 Opalinda dengan banyak nucleus
Sumber:
[Link]
3.1.2 Protista Alga
Protista Alga merupakan Protista yang memiliki kemiripan dengan tumbuhan. Salah
satu faktornya adalah kemampuan untuk memroduksi makanan sendiri (autotroph).
Sebagian besar adalah uniselular dan sebagian yang lain multi seluler.
1. Euglenophyta
Euglenophyta merupakan Protista uniseluler mirip tumbuhan yang dapat
berfotosintesis. Selain itu, Euglenophyta juga mirip hewan yang mampu bergerak
(menggunakan flagel). Euglena berwarna hijau dan memiliki mulut sel di dekat
pangkal flagelnya. Selain autotroph euglena juga dapat menjadi heterotroph.
Euglenophyta bereproduksi dengan cara vegetative dan generative. Euglena berperan
sebagai zooplankton penyedia makanan dan indicator pencemaran organic.
Gambar 1.7 Berbagai jenis Euglenophyta
Sumber: [Link]
2. Pyrrophyta
Devisi ini nyaris semuanya uniseluler yang hidup dilaut dan dikenal sebagai
dinoflagellate (dinos: perputaran). Dinoflagellata memiliki dinding sel (dari selulosa)
dan terdapat flagellate disepanjang lekukannya. Dinoflagellata bloom dapat
menyebabkan ikan mati keracunan.
Gambar 1.8 Pyrrophyta
Sumber: [Link]
3. Chrysophyta
Divisi Protista alga ini terdiri atas diatom, alga emas-cokleat, dan alga kuning-hijau.
Semua anggota kelompok tersebut memiliki klorofil a dan c dalam plastidanya,
menghasilkan karatenoid kuning-cokelat (fukosiantin) yang menyebabkan sel-selnya
memiliki warna cokelat yang khas. Crysophyta menyimpan makannnya dalam bentuk
lemak, minyak, dan suatu polisakarida unik yang disebut laminarin. Dindingdindingnya mengandug silica terhidrasi bukan seluslosa. Diatom (Navicula) yang
telah mati dan mengendap di dasar laut membentuk endapan tanah yang bermanfaat
sebagai bahan penggosok, penyekat dinamit, bahan pembuatan cat, pernis, bahan
dasar industri kaca, penyaring dan piringan hitam
Gambar 1.9 Chrysophyta
Sumber: [Link]
4. Chlorophyta
Chlorophyta merupakan kelompok yang sangat beragam dengan lebih dari 7000
spesies yang telah diketahui. Ada yang uniseluler dan ada pula yang multiseluler.
Kloroplasnya mengandung klorofil a dan b, juga karatenoid yang ditemui pada
tumbuhan tingkat tinggi. Kebanyakan diantaranya hidup di air tawar, ada juga di darat
dan lautan. Chlamydomonas adalah salah satu contoh khas anggota Chlorophyta.
Chlorophyta berperan besar sebagai produsen bagi kehidupan air dalam berbagai
bentuk.
Gambar 1.10 Chlorophyta
Sumber:
[Link]
.gif
5. Phaeophyta
Alga cokelat kebanyakan multiseluler dan merupakan bagian dari populasi rumput
laut di lingkungan-lingkungan laut beriklim sedang dan dingin. Alga cokelat memiliki
klorofil a dan b serta karotenoid fukosantin. Phaeophyta juga menyimpan kalorinya
sebagai minyak dan polisakarida lamarin. Alga ini bermanfaat sebagai bahan
makanan.
Gambar 1.11 Berbagai Alga Cokelat
Sumber: [Link]
6. Rhodophyta
Alga merah tersusun atas rumput laut, Rhodophyta mengandung klorofil a saja.
Warna merahnya disebabkan karena adanya pigmen aksesoris fikoeritrin, yang
tergolong ke dalam kelompok fikobilin. Eucheuma spinosum, Gracilaris, Gelidium
merupakan penghasil agar-agar.
Gambar 1.12 Alga Merah
Sumber:
[Link]
778341b8e/1382473450244/[Link]
3.1.3 Protista Serupa Fungi
Protista ini tidak digolongkan pada Fungi atau Jamur karena pada satu fase daur
hidupnya (vegetative) jamur tersebut dapat bergerak seperti protozoa. Klasifikasi
Protista ini berdasarkan ciri habitat dan bentuk tubuh. Berikut riciannya:
1. Oomycota (Jamur Air)
Oomycota memiliki dinding sel dari selulosa dan hifa yang tak bersekat. Spora
berflagel dua yang dapat bergerak adalah fase geraknya. Oomycota berperan penting
sebagai pengurai sisa makhluk hidup dalam air. Contoh Oomycota diantaranya:
a. Saprolegnia sp, hidup saprofit pada bangkai serangga yang mati di air.
b. Phytopthora infestan, parasite pada tanaman kentang.
c. Phytopthora nicotinae, parasite pada tanaman tembakau.
d. Phytopthora faberi, parasite pada tanaman karet.
e. Pytium sp, hidup parasite pada tanaman yang sedang berlecambah.
Gambar 1.13 Jamur Air
Sumber: [Link]
2. Acrasiomycota (Jamur Lendir Bersekat)
Karakteristik Acrasiomycota adalah tubuh yang bersekat uniseluler dan multiseluler.
Pada kondisi yang kurang menguntungkan Plasmodium pada Acrasiomycota akan
membentuk agregat bebentuk seperti siput tanpa cangkang, jika lingkungan
menguntungkan agregat akan berhenti dan membentuk tubuh buah yang mengandung
spora reproduksi. Contohnya adalah Dictyostelium.
Gambar 1.14 Dictyostelium
Sumber: [Link]
3. Myxomycota (Jamur Lendir tidak Bersekat)
Karakteristik Myxomycota adalah tubuh yang tidak bersekat uniseluler dan
multiseluler. Pada kondisi yang kurang menguntungkan plasmodium pada
Myxomycota akan berhenti bergerak dan membentuk tangkai yang ujung membentuk
struktur reproduksi. Contohnya adalah Physarum sp. Myxomycota berperan sebagai
pengurai. Namun, ada pula yang merugikan yaitu yang merusak akar tanaman.
Gambar 1.15 Physarum sp
Sumber: [Link]
Daftar Bacaan
Starr, Cecie; Ralph Taggart; Christine Evers; dan Lisa Starr. 2012. Biologi: Kesatuan
dan Keragaman Makhluk Hidup. Penerjemah Yenny Prasaja. Jakarta: Salemba
Teknika
Fried, George H. dan Hademenos, George J. 2011. Schaums Outlines: Biologi. Edisi
ke-2. Alih Bahasa: Damaring Tyas. Jakarta: Erlangga
Latip. 2015. Klasifikasi Protista Mirip Jamur. Online.
[Link] (9 Januari
2016)