100% menganggap dokumen ini bermanfaat (2 suara)
279 tayangan11 halaman

Panduan Penggunaan EPANET 2.0

Manual singkat ini menjelaskan cara penggunaan program simulasi EPANET 2.0 untuk menganalisis sistem distribusi air melalui contoh kasus sederhana yang terdiri atas 8 node, 1 pompa, dan 8 pipa. Panduan ini menjelaskan langkah-langkah pembuatan proyek baru, menggambar jaringan pipa, mengatur karakteristik obyek, menyimpan proyek, dan menjalankan analisis hidrolis sesaat.

Diunggah oleh

Rizky T. S. Siagian
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (2 suara)
279 tayangan11 halaman

Panduan Penggunaan EPANET 2.0

Manual singkat ini menjelaskan cara penggunaan program simulasi EPANET 2.0 untuk menganalisis sistem distribusi air melalui contoh kasus sederhana yang terdiri atas 8 node, 1 pompa, dan 8 pipa. Panduan ini menjelaskan langkah-langkah pembuatan proyek baru, menggambar jaringan pipa, mengatur karakteristik obyek, menyimpan proyek, dan menjalankan analisis hidrolis sesaat.

Diunggah oleh

Rizky T. S. Siagian
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

MANUAL SINGKAT PENGGUNAAN PROGRAM EPANET 2.

0
Oleh:
Jefry Budiman
Municipal Water Supply and Sanitation Specialist
ESP-USAID Central Java/DIY
Mobile: 0811977414

1. PENGANTAR
EPANET adalah sebuah program simulasi model hidrolis sistem jaringan perpipaan
(distribusi) yang dikembangkan oleh The Water Supply and Water Resources Division of
the U.S. Environmental Protection Agencys National Risk Management Research
Laboratory. Adalah sebuah program yang dikatagorikan sebagai public domain software
sehingga boleh dicopy dan didistribusikan secara bebas.
Segala sesuatu informasi mengenai EPANET berikut file setup-nya lebih jauh dapat di
akses melalui internet di : [Link]
Sama halnya dengan metoda pemahaman program komputer lainnya, pemahaman
aplikasi EPANET paling ideal adalah dengan sambil mempraktekannya langsung di
depan komputer. Karena itu manual ini disusun dengan mengangkat contoh kasus yang
cukup sederhana.

2. CONTOH KASUS SEDERHANA


Dalam contoh berikut kita akan menganalisis sebuah jaringan perpipaan distribusi yang
sederhana seperti dalam gambar berikut.

Sistem tersebut terdiri dari sebuah sumber reservoir (dalam hal ini berupa clearwell/bak
pengumpul sebuah IPA) dimana kemudian airnya dipompakan ke sebuah jaringan
perpipaan yang terdiri dari 2 buah loop. Disamping itu terdapat pula sebuah pipa yang
menghubungkan sistem jaringan dengan sebuah tangki berbentuk silinder yang berfungsi
sebagi balancing reservoir.
Pompa distribusi (link 9) memiliki kapasitas 40 L/det dengan head 45 m, reservoir balance
(node 8) memiliki diameter 15 m dengan ketinggian muka air awal (saat ini) 1 meter dan
ketinggian muka air maksimum 6 meter. Adapun data Node dan Pipa adalah sebagai
berikut :

Data Node :
Node
Elevasi Tanah (m)
Kebutuhan Air (L/det)
-------------------------------------------------------------------------------------------------1
200
0
2
200
0
3
210
10
4
200
10
5
195
15
6
200
5
7
200
0
8
242
0
--------------------------------------------------------------------------------------------------

Data Pipa :
Pipa
Panjang pipa (m)
Diameter (mm)
Factor C (gesekan)
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------1
1000
350
100
2
1500
300
100
3
1500
200
100
4
1500
200
100
5
1500
200
100
6
2000
250
100
7
1500
150
100
8
2000
150
100
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

3. Persiapan Program
Pertama-tama yang harus kita lakukan adalah membuat proyek baru dalam EPANET dan
memastikan bahwa pilihan standar (default option) sudah kita tentukan.

Buka program EPANET, kemudian dari menu bar pilih File >> New untuk
membuat proyek baru.
Kemudian pilih Project >> Default akan terlihat sebuah jendela dialog project
default seperti berikut :

Pada halaman ID Labels (label identitas), hapus semua isi ID Prefix jika ada
kemudian isi ID Increment dengan angka 1, ini akan membuat EPANET secara
otomatis mengurutkan penomoran object baru.
Pada halaman Hydraulics pilih LPS (L/det) sebagai satuan aliran (flow units) dan
Hazen Williams (H-W) sebagai formula perhitungan kehilangan tekanan (headloss
formula)
Isi/cek kotak Save as defauls for all new projects untuk menyimpan pilihanpilihan di atas sebagai standar proyek-proyek berikutnya. Kemudian klik OK.

Kemudian kita akan mengatur pilihan tampilan peta sehingga label ID akan muncul setiap
kita menambahkan obyek kedalam gambar jaringan.

Pilih View >> Option pada menu bar untuk memunculkan jendela dialog pilihan
peta (map option)
Pilih halaman Notation dan isi/cek kotak Display Node IDs dan Display Link
IDs untuk memunculkan label identitas node dan pipa

Pilih halaman Symbols dan pastikan isi/cek seluruh kotak yang ada
Klik OK untuk menyetujui pilihan-pilihan tersebut dan menutup jendela dialog

4. Menggambar Jaringan Pipa


Sekarang kita telah siap untuk memulai menggambar jaringan perpipaan kita dengan
menggunakan tombol-tombol yang terdapat dalam Toolbar.

Pertama masukkan sebuah reservoir dengan mengklik tombol reservoir


kemudian klik mouse pada peta dimana reservoir tersebut akan ditempatkan
Lalu kita akan menambahkan beberapa buah node dengan mengklik tombol node
dan mengklik mouse pada peta di lokasi node 2 hingga node 7

Kemudian tambahkan tangki dengan mengklik tombol tangki


mouse pada peta di lokasi reservoir balance.

dan mengklik

Langkah selanjutnya kita akan menambahkan pipa, mulai dengan pipa 1 yang
menghubungkan node 2 dan 3.

kemudian klik mouse pada node 2 lalu node 3.


Pertama klik tombol pipa
terlihat bahwa sebuah garis terbentuk menghubungkan node 2 dan 3.
Ulangi prosedur tersebut untuk pipa 2 hingga 7.
Pipa 8 jalurnya berbelok, untuk menggambarnya, klik pada node 5 kemudian pada
saat mouse digerakkan ke arah node 6 klik beberapa kali sesuai perubahan arah
garis pipa hingga node 6.
Terakhir kita akan menambahkan sebuah pompa. Klik tombol pompa
node 1 kemudian node 2.

dan klik

Untuk melengkapi peta jaringan, kita akan memberikan label pada reservoir, pompa dan
tangki.

kemudian klik pada tempat dimana kita akan menempatkan


Klik tombol text
teks tersebut dan sebuah kotak teks akan tampil untuk diisikan kata-kata sesuai
dengan yang kita inginkan. Ketik SUMBER atau IPA di dekat Reservoir (node 1),
ketik POMPA di dekat pompa dan ketik RESERVOIR BALANCE di dekat Tangki.

Lalu klik tombol Selection

untuk mengaktifkan mode seleksi obyek pada peta.

Sampai di sini kita telah menyelesaikan gambar peta jaringan perpipaan. Jika obyek yang
kita inginkan belum sesuai posisinya kita dapat memindahkannya dengan cara mengklik
obyek yang bersangkutan kemudian sambil terus menekan tombol kiri mouse kita dapat
menggeser obyek tersebut ke posisi yang kita inginkan.

5. PENGATURAN KARAKTERISTIK OBYEK (OBJECT PROPERTIES)


Setiap obyek yang ditambahkan ke dalam proyek telah disediakan karakeristik awal
tertentu (default properties). Nilai dari obyek tertentu tersebut dapat diubah dengan
memunculkan Property Editor. Ada beberapa cara untuk memunculkan Property Editor
yaitu :
Klik ganda pada obyek di dalam peta jaringan
Klik kanan mouse pada obyek tertentu dan pilih Properties dalam menu pop-up
yang muncul.
Klik ganda pada obyek di halaman Data dalam jendela Browser
Pilih obyek dari halaman Data dalam jendela Browser kemudian klik tombol Edit
Browser

Kita mulai dengan mengedit Node 2, setelah jendela Property Editor muncul, kita dapat
memasukkan nilai elevasi dan kebutuhan air untuk node ini. Kita dapat menggunakan
panah ke atas dan ke bawah pada keyboard atau menggunakan mouse untuk pindah
dari kotak isian satu ke yang lain. Kita dapat pula menggunakan tombol pindah halaman
(page up / page down) untuk pindah dari satu obyek ke obyek yang lain.

Untuk jalur pipa (links) kita harus memasukkan nilai panjang pipa, diameter pipa dan nilai
kekasaran pipa (C-factor).
Perhatikan contoh kasus di atas, untuk Sumber / Reservoir kita harus memasukkan
elevasinya 200 dalam isian Total Head, Untuk Reservoir Balance / Tangki masukkan
angka 242 pada isian Elevation, masukkan angka 1 pada isian initial level, angka 6
pada isian maximum level, dan angka 15 pada isian diameter.
Untuk Pompa, kita harus menentukan karakteristik kurva pompa (hubungan antara head
dan kapasitas). Masukkan angka 1 sebagai label identitas dalam isian Pump Curve.
Berikutnya kita akan membuat kurva pompa 1 (pump curve 1). Dari halaman Data Page
dalam jendela Browser pilih Curves dalam daftar dropdown dengan terlebih dahulu
, kemudian klik tombol Add
. Sebuah kurva baru
mengklik tombol dropdown list
akan ditambahkan ke dalam data base dan jendela edit kurva (Curve Editor) akan
muncul.

Masukkan kapasitas pompa 40 dalam isian flow dan head pompa 45 dalam isian head.
EPANET akan secara otomatis menciptakan sebuah kurva pompa dari satu titik yang
telah kita masukkan tersebut. Klik OK untuk menutup jendela editor.

6. MENYIMPAN DAN MEMBUKA PROYEK


Setelah kita menyelesaikan rancangan awal dari jaringan perpipaan, sebaiknya kita
segera menyimpan pekerjaan tersebut kedalam hardisk ataupun disket.

Dari menu pilih File lalu Save As


Setelah jendela Save As muncul, pilih Folder dan nama file yang akan di simpan.
Klik OK untuk eksekusi penyimpanan

Data proyek tersebut akan tersimpan dalam format binary khusus, jika kita ingin
menyimpan dalam bentuk text yang dapat dibaca langsung, gunakan perintah File >>
Export >> Network.
Jika suatu saat kita ingin memanggil atau membuka proyek tersebut kembali, dapat
dilakukan dengan memilih File lalu Open.

7.

MENJALANKAN PROGRAM ANALISIS SESAAT

Sekarang kita telah memiliki informasi yang cukup untuk melakukan analisis hidrolis
sesaat. Untuk menjalankan program analisis pilih Project >> Run >> Analysis atau klik
tombol Run Analysis

pada Toolbar.

Jika analisis yang dilakukan bermasalah, maka sebuah jendela laporan status (Status
Report) akan muncul dan menjelaskan masalah apa yang terjadi. Jika analisis berjalan
sukses maka kita dapat melihat hasil perhitungan analisis tersebut dengan beberapa
cara:

Pilih Halaman Map pada jendela Browser lalu pilih Pressure, perhatikan bahwa
nilai tekanan merubah tiap node menjadi berwarna khusus. Untuk melihat
keterangan peta (legend) untuk kode warna, Pilih : View >> Legends >> Node
(atau klik kanan mouse pada ruang kosong dalam peta lalu pilih Node Legend).
Kita dapat pula merubah interval ukuran dan warnanya, klik kanan pada
keterangan peta (legend) untuk memunculkan jendela editornya.
Memunculkan jendela Property Editor (klik ganda pada salah satu obyek atau
jalur) dan hasil perhitungan dapat dilihat pada bagian akhir dari jendela tersebut.
Menciptakan tabulasi perhitungan, dengan memilih Report >> Table atau klik
pada toolbar. Setelah jendela Pilihan Tabel (table
tombol tabel (table)
selection) muncul isi/cek tipe tabel mana yang akan dimunculkan apakah Tabel
Node (network node) atau Tabel Jalur Pipa (network link). Kemudian pilih
halaman kolom untuk memilih jenis data/perhitungan apa saja yang akan
dimunculkan pada tiap kolom. Kemudian klik OK, kita akan mendapatkan hasinya
kurang lebih seperti berikut.

Perhatikan bahwa angka dengan tanda negatif pada kolom kapasitas aliran (flow)
menyatakan aliran yang berlawanan arah dengan arah penggambaran jalur pipa pertama
kali.

8. MENJALANKAN ANALISIS MENERUS (EXTENDED PERIODE)


Pada kenyataannya sistem distribusi berlangsung tidak sesaat tetapi berlangsung
menerus selama 24 jam dalam sehari. Dengan demikian kita memerlukan pengamatan
hidrolis secara menerus dalam sistem kita dimana perubahan tekanan dalam sistem
ditimbulkan oleh berubahnya kebutuhan air (pemakaian air) oleh konsumen setiap saat.
Dalam contoh berikut, kita akan melakukan simulasi hidrolis dengan perubahan pola
kebutuhan air setiap 2 jam, sehingga dalam 1 hari terdapat 12 perubahan pemakaian air.
Pertama-tama kita harus memasukkan pola perubahan kebutuhan air dengan memilih
halaman Data pada Browser kemudian klik tombol daftar dropdown , pilih Option
kemudian pilih Time. Kemudian isi angka 2 pada Pattern Time Step. Kita juga dapat
memilih berapa jam total waktu yang akan kita amati, misalnya kita akan mengamati
selama 2 hari atau 48 jam, jadi kita harus mengisi angka 48 dalam Total Duration.

Untuk mengatur pilihan pola kebutuhan air, pilih Pattern dalam daftar dropdown
kemudian isi faktor pemakaian (faktor pengali) dengan
kemudian klik tombol Add
angka berikut (sebagai contoh perhitungan) : 0.5 ; 0.6 ; 1.6 ; 1.3 ; 1 ; 0.8 ; 0.9 ; 1 ; 1.4 ; 1.2
; 1 ; 0.7 lalu klik OK.
Selanjutnya untuk menjalankan program analisis kembali kita pilih Project >> Run >>
Analysis atau klik tombol Run Analysis

pada Toolbar.

Untuk melihat hasil simulasi analisis menerus ada beberapa cara yaitu :

Pilih halaman Map dalam Browser kemudian gunakan tombol scrollbar pada
Kontrol Waktu (time control). Coba cara di atas dengan terlebih dahulu memilih
Pressure (tekanan) pada isian Node dan Flow (aliran) pada isian Link.
Menggunakan tombol ala video player (play dan stop) yang terdapat pada bagian
bawah [Link] play untuk memulai animasi perubahan kondisi dari jam
ke jam dan tombol stop untuk menghentikannya.

Tambahkan arah aliran air pada tiap jalur pipa dengan memilih View >> Option
pada menu, kemudian pilih halaman Flow Arrows pada jendela Map Option,
isi/cek pada arrow style selain None. Lalu kita dapat menjalankan kembali
animasi dengan tombol play seperti telah dijelaskan sebelumnya.
Membuat grafik time series untuk node atau link yang mana saja. Sebagai
contoh untuk mengamati perubahan tinggi muka air pada reservoir balance
terhadap waktu:
1. Klik pada reservoir balance (tanki)
sehingga akan muncul
2. Pilih Report >> Graph atau kilk tombol grafik
jendela pilihan grafik.
3. Isi/cek Time Series pada pilihan Graph Type.
4. Pilih Pressure pada pilihan Parameter
5. Klik OK, lalu kita akan mendapatkan tampilan grafik seperti berikut.

LATIHAN KASUS :
Kita akan mencoba contoh kasus sederhana pada sistem yang sudah dibangun di atas
dimana diasumsikan pada node 3, 4, 5 dan 6 terjadi perubahan demand karena
pertumbuhan penduduk dan migrasi sebagai berikut:
Node 3 :
Node 4 :
Node 5 :
Node 6 :

10 L/det 15 L/det
10 L/det 20 L/det
15 L/det 25 L/det
5 L/det 10 L/det

Dengan kasus tersebut, hitung kembali sistem hidrolis / tekanan yang terjadi di setiap
node. Caranya dengan meng-edit data pada tiap node yang berubah demand-nya dengan
meng-klik 2x node yang besangkutan dan merubah angka Base Demand-nya sesuai
dengan perubahan yang terjadi.
Selanjutnya klik Run Analysis

dan lihat apa yang terjadi

Kita akan menemukan peringatan pada jendela Run Status bahwa terjadi tekanan yang
sangat rendah pada waktu-waktu tertentu, Klik OK untuk melihat dimana dan kapan
terjadinya tekanan yang terlalu rendah tersebut yang akan ditampilkan secara otomatis
pada jendela Status Report. Disini terlihat bahwa pada waktu-waktu jam puncak terjadi
tekanan yang sangat rendah pada node 5.
Pertanyaan selanjutnya apa yang harus dilakukan untuk memperbaiki keadaan tersebut?
Dalam kasus ini yang pertama harus kita pertimbangkan adalah bahwa kebutuhan yang
berubah/bertambah membutuhkan kapasitas pompa yang sesuai pula.

10

Kita akan mencoba untuk mengganti pompa distribusi dengan kapasitas yang sesuai yaitu
dengan kapasitas 70 L/det dengan head 45 m.
, lalu pilih Curves,
Klik jendela Browser-Data, kemudian klik tombol dropdown list
kemudian klik 2x pada angka 1 (kurva 1), lalu ubah karakteristik pompa dengan kapasitas
70 L/det dan Head 45 m (head tidak berubah).
Selanjutnya kita coba lagi simulasinya, klik Run Analysis

dan lihat apa yang terjadi

Ternyata masih ada pesan peringatan terjadinya tekanan sangat rendah, perhatikan
dimana terjadinya tekanan yang sangat rendah tersebut. Terlihat pada hasil perhitungan
bahwa tekanan yang rendah masih terjadi pada node 5.
Selanjutnya kita akan mencoba mengatasinya dengan memasang satu jalur pipa dengan
diameter 150 mm yang dipasang paralel dengan pipa no. 7 yang menghubungkan node 4
dan node 5.
dan pasang dari node 4 ke node 5, lakukan sedemikian
Klik tombol tambah pipa
sehingga tidak terjadi gambar yang tumpang tindih dengan pipa no.7.

dan klik 2x pipa


Kemudian edit pipa tersebut (jangan lupa klik dulu tombol sellection
no.10) dan rubah data panjang pipa dan diameternya. Selanjutnya lakukan Run Analysis
lagi, lihat kembali hasilnya.
Kali ini simulasi berhasil dengan baik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa
modifikasi yang harus dilakukan apabila kebutuhan air di wilayah distribusi bertambah
seperti kasus di atas adalah dengan mengganti pompa dengan kapasitas yang sesuai
dan memasang pipa distribusi paralel menuju node yang tekananya rendah.

11

Common questions

Didukung oleh AI

For extended period analysis in EPANET, set 'Pattern Time Step' to define the interval (e.g., 2 hours) and 'Total Duration' for the simulation length (e.g., 48 hours). Enter water usage patterns to reflect varying demand over time. Unlike single period analysis, which evaluates system hydraulics at a single snapshot, extended analysis considers changes over time to understand effects of dynamic water demand and system operation, analyzing conditions such as pressure fluctuations across different times of the day .

If low pressure persists after increasing pump capacity, consider installing additional pipelines. In the given scenario, low pressure at node 5 remained despite a pump capacity increase to 70 L/det. A strategic solution was adding a new 150 mm parallel pipeline between nodes 4 and 5, effectively redistributing flow and alleviating pressure issues without overlapping existing pipelines. This adjustment helped maintain adequate pressure during peak demand periods, demonstrating advanced problem-solving using hydraulic system optimization .

Changes in water demand at nodes can significantly impact hydraulic pressure. For instance, an increase in demand may lead to low pressure, as seen when demand increased in nodes 3, 4, 5, and 6, causing very low pressure at node 5 during peak times . To address low pressure issues, recommend adjusting pump capacity or adding parallel pipes. The solution involved replacing the pump with one of higher capacity (70 L/det) and adding a parallel pipe alongside an existing one to mitigate the low pressure at node 5 .

Seasonal changes in demand patterns pose challenges like fluctuating pressure levels and risk of inefficient system performance. In EPANET simulations, these can be addressed by incorporating varied demand patterns into the model to reflect seasonal variations. Utilize pattern settings to represent peak and off-peak demands accurately across seasons, enabling predictive modeling of system responses. Solutions may include infrastructure upgrades or operational adjustments, such as pump resizing or scheduling, ensuring system robustness against demand variability .

To set up a new project in EPANET, start by selecting 'File >> New' from the menu bar to create a new project. Then, choose 'Project >> Default' to open the project default dialog and adjust ID Labels, selecting ID Increment for automatic numbering. Set 'LPS (L/det)' as the flow unit and 'Hazen Williams (H-W)' as the headloss formula, then save these as defaults. Next, configure map options to display node and link IDs. Map out the pipeline network using the toolbar by adding reservoirs, nodes, tanks, pipes, pumps, and assign text labels for clarity. Lastly, input object properties like elevation, water demand, pipe length, diameter, and C-factor in the Property Editor .

The Run Analysis report in EPANET provides critical insights into the hydraulic model's performance, including pressures at nodes and flow rates through pipes. It identifies problems such as low pressures or negative flow capabilities. These insights guide further actions by indicating specific locations and times where issues occur, prompting adjustments in pump capacity or alterations in network design to optimize performance. This iterative feedback loop helps refine the hydraulic model to meet desired performance standards efficiently .

Building a hydraulic model in EPANET using map and legend customization enhances clarity and communication of complex information. Customized maps and legends allow for clear visualization of network elements such as node IDs, pipe alignments, and flow directions. This clarity assists in diagnosing network performance issues, planning maintenance, and optimizing operations. By conveying detailed system information effectively, these features play a significant role in collaborative decision-making, enabling stakeholders to interpret model outputs accurately and make informed infrastructure and resource management decisions .

To create a pump curve in EPANET, select 'Curves' from the Data Page dropdown, click 'Add', and enter pump specifications such as flow (e.g., 40 L/det) and head (e.g., 45 m). EPANET automatically generates the pump curve from these inputs. This process links pump performance characteristics directly to the hydraulic model, enabling accurate simulation of how changes in capacity affect system behaviour. The pump curve defines the relationship between flow rate and head, crucial for simulating realistic hydraulic conditions .

In EPANET, 'pattern time step' defines the simulation interval for observing changes in water demand, such as every 2 hours. 'Total duration' indicates how long the model simulates these conditions, for instance, over 48 hours. These settings enable the model to simulate continuous water distribution, capturing the dynamic nature of water use and network response. By adjusting these parameters, users can precisely analyze and visualize system behavior over extended periods, facilitating a comprehensive understanding of system dynamics under varying conditions .

Adjusting the interval and color on the node legend in EPANET helps interpret analysis results by visually distinguishing pressure ranges across the network. This customization allows for easier identification of areas with potential issues, such as low or high-pressure zones, improving the user’s ability to assess network performance at a glance. By using colors and set intervals effectively, users can quickly identify patterns and make data-driven decisions about necessary modifications or optimizations .

Anda mungkin juga menyukai