Contoh AD/ART Kelompok Tani
Contoh AD/ART Kelompok Tani
BAB II
MAKSUD DAN TUJUAN
Pasal 3
Maksud dan tujuan kelompok tani ini adalah :
1. Berusaha meningkatkan sumber daya manusia sebagai pelaku utama
pembangunan pertanian yaitu : petani sawah, petani ikan, peternak dan pekebun
yang bekerja sama dengan penyuluh pertanian setempat.
2. Membina rasa persaudaraan dikalangan para petani serta mengabdi bagi
kepentingan Agama, Nusa dan Bangsa.
3. Meningkatkan kesejateraan anggota kelompok tani.
BAB III
SIFAT
Pasal 4
Kelompok tani ini tidak bersifat untuk untuk mencari keuntungan pribadi tetapi
untuk kepentingan bersama.
Pasal 5
Kelompok Tani ini tidak bersifat politik dan tidak bernaung di partai politik maupun
aliran-aliran lainnya.
BAB IV
USAHA-USAHA
Pasal 6
Untuk mencapai maksud dan tujuan sebagaimana tersebut dalam pasal 3 BAB II
diatas, Kelompok Tani berusaha :
1. Menggali ilmu tentang bercocok tanam yang baik melalui kegiatan
penyuluhan kelompok bekerja sama dengan Penyuluh Pertanian setempat
2. Berusaha menyediakan dan menyalurkan saprodi pertanian ke anggota.
3. Melakukan kegiatan ekonomi lainnya yang tidak bertentangan dengan agama
islam dan Undang Undang serta peraturan peraturan Negara Republik Indonesia.
BAB V
KEKAYAAN
Pasal 7
Kekayaan Kelompok Tani ini terdiri dari :
1. Kekayaan pokok yang di kumpulkan oleh pengurus kelompok tani
2. Jumlah-jumlah yang kemudian di tambah pada kekayaan pokok tersebut
terutama dari pendapatan usaha usaha kelompok.
3. Aset-aset yang diterima dari bantuan dari pihak lain, baik dari pemerintah
maupun badan-badan lainnya.
Pasal 8
Pendapatan-pendapatan kelompok tani terdiri dari :
1. Bantuan/sumber apapun yang sifatnya tidak mengikat kelompok tani
2. Bantuan dan faslitas dari pemerintah dan atau badan-badan lain.
3. Penghasilan-penghasilan dari usaha kelompok tani yang sah.
Ketua
NGATIMAN
SYAMSI
Mengetahui
Ketua Gapoktan
Kalitekuk
WALUYA
KASMANTA
PUJI RAHAYU
tani
harus
memenuhi
persyaratan
sekurang-kurangnya
1. Warga Negara Indonesia yang mampu menaati hukum dan Undang Undang.
2. Memiliki kesamaan kepentingan sebagai seorang petani.
3. Memiliki lahan pertanian yang sedang diusahakan diwilayah kelompok tani.
4. Sanggup melaksanakan dan mentaati ketentuan yang telah ditetapkan oleh
Kelompok Tani
5. Sanggup membayar lunas simpanan Pokok dan simpanan wajib serta iuran
kas yang besarnya ditetapkan dalam musyawarah kelompok.
Pasal 4
Keanggotaan Kelompok tani harus tercatat dalam daftar buku keanggotaan
BAB III
HAK DAN KEWAJIBAN ANGGOTA
Pasal 5
Anggota kelompok tani mempunyai kewajiban :
1. Mematuhi Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah tangga (AD/ART).
2. Berpartisipasi dalam kegiatan usaha kelompok.
3. Mengembangkan dan memelihara kebersamaan dalam pelaksanaan
organisasi dan usaha kelompok tani berdasarkan azas kekeluargaan.
4. Membayar simpanan pokok sebesar Rp 5.000.-,/orang dan simpanan wajib
Rp.1.000.-/ orang/lapan(40 hari sekali)
Pasal 6
Anggota Kelompok Tani mempuyai hak :
1. Menghadiri, menyatakan pendapat, dan memberikan suara dalam rapat
anggota
2. Memilih dan atau dipilih menjadi pengurus Kelompok Tani Ngudi Rahayu.
3. Meminta rapat anggota bila diperlukan.
4. Mengemukakan pendapat atau saran kepada pengurus di luar rapat, baik
diminta maupun tidak.
5. Mendapat pelayanan yang sama dengan anggota lain
6. Mendapat keterangan mengenai perkembangan Kelompok Tani Ngudi Rahayu
menurut ketentuan yang berlaku
7. Melakukan pengawasan atas jalannya organisasi dan usaha Kelompok Tani
Ngudi Rahayu menurut ketentuan yang berlaku
Pasal 7
Berakhirnya keanggotaan kelompok tani :
1. Meninggal dunia.
2. Mundur atas permintaan sendiri.
3. Tidak melakukan kegiatan usaha tani di hamparan kelompok tani.
4. Diberhentikan oleh pengurus, karena :
a. Melanggar ketentuan atau menyimpang dari ketentuan yang telah disepakati
dalam rapat anggota.
b. Tidak memenuhi kewajiban sebagai anggota, seperti :
Tidak membayar simpanan pokok, simpanan wajib dan iuran kas.
Tidak menghadiri rapat sebanyak tiga kali berturut-turut tanpa pemberitahuan
resmi.
c. Melanggar perundang-undangan dan keputusan rapat anggota.
d. Melakukan tindak pidana.
e. Mencemarkan nama baik kelompok tani, pengurus, anggota dan PPL.
Pasal 8
Anggota berhenti berdasarkan alasan sebagaimana yang termaktub dalam pasal
7 Bab III dicoret dari buku daftar anggota dan keanggotaannya dihapus sejak
tanggal pencoretan.
Pasal 9
Anggota yang berhenti wajib segera menyelesaikan hutang-piutangnya dan tidak
dibenarkan lagi hadir atau memberikan suara dalam rapat anggota.
BAB IV
RAPAT ANGGOTA
Pasal 10
Rapat anggota merupakan pemegang kekuasaan tertinggi dalam kelompok tani
Pasal 11
Dalam rapat anggota, tiap anggota mempunyai hak suara yang sama yaitu, satu
anggota satu suara.
Pasal 12
Rapat anggota di adakan sekurang-kurangnya 1 (satu ) kali dalam setahun dan
setiap waktu juga dapat mengadakan rapat jika dipandang perlu.
Pasal 13
Syahnya rapat anggota dan syahnya keputusan rapat anggota ditentukan oleh
quorum ( quota forum ) yang ditentukan oleh rapat anggota yang dihadiri
minimal dua per tiga dari anggota yang hadir.
Pasal 14
Dalam hal rapat anggota tidak dapat dilaksanakan karena tidak memenuhi
quorum ( quota forum ) yang ditetapkan maka dapat ditetapkan bahwa rapat
anggota tersebut ditunda dengan batas waktu penundaan tersebut dapat
ditetapkan sendiri oleh rapat anggota.
Pasal 15
Keputusan rapat anggota diambil berdasarkan musyawarah untuk mencapai
mufakat. Dan untuk mencapai kata mufakat maka keputusan diambil berdasarkan
suara terbanyak dari jumlah anggota yang hadir.
BAB V
TUGAS, FUNGSI DAN WEWENANG
RAPAT ANGGOTA TAHUNAN DAN RAPAT ANGGOTA LUARA BIASA
Pasal 16
Tugas, fungsi dan wewenang rapat anggota tahunan antara lain menetapkan :
1. Rencana kerja, Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja serta pengesahan
laporan keuangan.
2. Kewenangan pengesahan pertanggung jawaban pengurus dalam pelaksanaan
tugasnya.
Pasal 17
Tugas, fungsi dan wewenang rapat anggota luar biasa :
1. Kewenangan untuk menetapkan pinjaman kredit yang melebihi kewenangan
yang telah diputuskan rapat anggota sebelumnya.
2. Menetapkan perluasan usaha.
3. Memberi penyuluhan terkait masalah pertanian.
4. Memberhentikan sementara pengurus dan atau anggota atas tindakan yang
menyalahi Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) atau
keputusan rapat anggota dan sekaligus mengangkat caretaker atau pengganti
sementara pengurus.
BAB VI
PENGATURAN RAPAT ANGGOTA
Pasal 18
Dalam pengaturan rapat anggota perlu diatur ketentuan mengenai :
1. Undangan Rapat
2. Acara Rapat
3. Waktu Rapat
4. Notulen Rapat
Pasal 19
Semua keputusan rapat anggota harus dibuat dalam berita acara rapat anggota
dan disyahkan oleh rapat anggota.
Pasal 20
Untuk undangan dan kehadiran anggota dalam rapat anggota harus tertulis.
BAB VII
KEUANGAN ORGANISASI
Pasal 21
Keuangan organisasi kelompok tani bersumber dari simpanan pokok anggota,
sumbangan lain yang syah, dan usaha kelompok tani yang syah yang tidak
bertentangan dengan peraturan Pemerintah Republik Indonesia.
1. Setiap anggota diwajibkan membayar simpanan pokok sebesar Rp.5.000.-/
orang
2. Setiap anggota diwajibkan membayar simpanan wajib sebesar Rp. 1.000.-/
orang/lapan(40 hari).
3. Pembayaran simpanan pokok selambat lambatnya 10 ( sepuluh ) hari
setelah yang bersangkutan diterima menjadi anggota kelompok.
BAB VIII
WAKTU
Pasal 22
Kelompok tani ini berlaku dan berjalan sejak tanggal direnovasinya kelompok tani
Ngudi Rahayu sampai dengan batas waktu yang tidak ditetapkan.
BAB IX
PENGELUARAN DAN KENDALI KEUANGAN
Pasal 23
1.
2.
3.
4.
Sisa hasil usaha yang diperoleh dari Kelompok dibagi sebagai berikut:
1.40 % untuk dana pengurus
2. 5 % untuk dana sosial
3.15 % untuk dana pembangunan
4. 40 % untuk kelangsungan kelompok.
BAB XI
SANKSI
Pasal 25
Sanksi organisasi kelompok tani diperlukan untuk menegakkan disiplin organisasi
dan menjamin kepastian pelaksanaan organisasi kelompok tani.
Adapun sanksi yang diberlakukan dalam Kelompok Ngudi Rahayu adalah sebagai
berikut :
1. Pencemaran nama baik kelompok tani, pengurus anggota dan PPL dan atau
kelompok tani lain akan diberhentikan setelah diberi peringatan 3 (tiga) kali.
2. Tidak merawat atau memelihara tanaman atau ternak akan dikenakan sanksi
tidak mendapat pelayananan dari kelompok selama 1 (satu ) tahun setelah diberi
peringatan 3 (tiga)kali .
3. Mencuri hasil tani anggota lainnya akan dkenakan sanksi dikeluarkan dari
keanggotaan.
4. Mencuri alat pertanian orang lain atau sesama anggota akan dikenakan sanksi
2.
3.
Pengurus yang masa jabatannya telah berakhir dapat dipilih kembali untuk masa
jabatan berikutnya.
Pasal 31
Apabila seorang Pengurus mengundurkan diri sebelum masa jabatannyaberakhir
maka Pengurus Kelompok harus menginformasikan kepada setiapPetani Maju
untuk dimintai usulan nama yang pantas menggantikan,dan untuk selanjutnya
oleh Petani Maju disampaikan kepada Pengurus dalam rapat pengurus.
BAB XIII
PEMBAGIAN TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB BADAN PENGURUS
Pasal 32
Untuk mengelola Kelompok Tani Ngudi Rahayu,dibentuk pengurus yang terdiri dari
:
1.
2.
3.
4.
5.
6.
2.
3.
4.
3. Tugas sekretaris
1.
2.
catatan/notulen rapat
3.
4.
4. Tugas Bendahara
1.
2.
baik.
kelompok.
5. Tugas Petani Maju
1.
2.
Pengurus
Harian
3.
BAB XV
TUGAS BADAN PENGURUS
Pasal 34
Tugas dan tanggung jawab Badan Pengurus adalah :
1. Mengelola organisasi kelompok tani dan usahanya.
2. Mengajukan rancangan rencana kerja serta rancangan anggaran pendapatan
dan belanja kelompok tani.
3. Menyelenggarakan rapat anggota.
4. Mengajukan laporan keuangan dan pertanggung jawaban pelaksanaan tugas.
5. Melaksanakan administrasi organisasi kelompok tani dan usaha serta buku
daftar anggota dan buku daftar pengurus.
BAB XVI
WEWENANG BADAN PENGURUS
Pasal 35
Wewenang pengurus antara lain :
1. Mewakil kelompok tani di dalam dan diluar
2.
Memutuskan penerimaaan
pemberhentian anggota.
dan
penolakan
anggota
baru
serta
3.
Melakukan kegiatan usaha dalam upaya peningkatan dan pemanfaatan
kelompok tani sesuai dengan tanggung jawabnya berdasarkan keputusan rapat
anggota.
BAB XVII
RAPAT BADAN PENGURUS
Pasal 36
Badan Pengurus mengadaan rapat setiap 40 hari sekali yaitu setiap malam rabu
pahing, dan setiap waktu dapat mengadakan rapat jika dipandang perlu oleh
2.
2.
BAB XIX
ATURAN TAMBAHAN
Pasal 41
1. Segala sesuatu yang belum diatur dalam Anggaran Rumah Tangga ini akan
diatur kemudian dengan peraturan tersendiri.
2. Anggaran Rumah Tangga ini telah disetujui dan disyahkan dan dikukuhkan
oleh peserta musyawarah kelompok Ngudi Rahayu di Padukuhan Kalangan Desa
Kalitekuk Kecamatan Semin Kabupaten Gunung Kidul DIY pada Tanggal 22
Februari 2006
3. Anggaran Rumah Tangga ini berlaku sejak tanggal ditetapkan.
Ketua
NGATIMAN
SYAMSI
Mengetahui
Ketua Gapoktan
Kalitekuk
WALUYA
KASMANTA
PUJI RAHAYU
Dan
ANGGARAN RUMAH TANGGA
( AD / ART)
MAJU JAYA
MUKADDIMAH
Segala puji bagi Allah SWT. Tuhan semesta alam, sholawat serta salam semoga tetap tercurah
kepada Rasulullah SAW., keluarga, sahabat dan pengikutnya sampai akhir zaman.
Dengan Rahmat serta karunianyalah sehingga pada hari ini Jumat .tanggal 05 Juni Tahun 2009
telah terbentuk, Gabungan Kelompok Tani (GAPOKTAN) yang diberi nama .SINAR TANI. di Desa.
Sungai Bakar.. Kecamatan Bajuin . Kabupaten Tanah Laut Kalimantan Selatan.
Terbentuknya GAPOKTAN .SINAR TANI .. berdasarkan hasil kesepakatan bersama dari
gabungan Kelompok Tani (POKTAN) sebanyak 5 kelompok yang ada di Desa. Sungai Bakar, dengan
terbentuknya Gapoktan ini diharapkan adanya kebersamaan dalam berusaha yang bertujuan untuk
meningkatkan tarap hidup masa akan datang yang lebih baik dari masa kini. Dalam upaya peningkatan
produksi bidang pertanian serta pengembangan agribisnis yang ada di desa, tentu saja banyak faktor
yang ikut terlibat antara lain ketersediaan infrastruktur bidang teknis, infrastruktur penunjang
pemasaran, ketersediaan modal dan kwalitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang dalam hal ini adalah
para petani sebagai pelaku utama dalam proses produksi. Masing-masing faktor ini tentunya tidak
dapat berdiri sendiri melainkan saling berhubungan dan bersinergis. Meningkatnya kwalitas para petani
dalam menjalankan usahanya sangat berhubungan erat dengan adanya Gapoktan yang menjadi wadah
untuk berhimpun dan merupakan wahana tempat belajar. Selain itu melalui Gapoktan tersebut para
petani dapat mengaktualkan diri, mengemukakan gagasan dalam rangka penentuan arah kebijakan
dibidang pertanian serta sebagai sarana untuk memperkuat posisi tawar ketika berhadapan dengan
pihak luar. Melihat peran central Gapoktan dalam pemberdayaan kelompok-kelompok tani maka
diperlukan sekali kelembagaan atau organisasi yang kuat (pengurus mampu menjalankan fungsi dan
perannya, punya modal, usaha berkembang, jaringan kerja luas dan punya program yang jelas )
sehingga mampu memposisikan diri sebagai alat perjuangan perbaikan kesejahteraan anggotanya.
Tentunya keberadaan GAPOKTAN .SINAR TANI saat ini sangat dibutuhkan oleh petani
khususnya dan masyarakat umumnya. Sebagai acuan untuk menjalankan atau mengembangkan
kelembagaan GAOKTAN tersebut maka disusunlah bersama-sama Anggaran Dasar dan Anggaran
Rumah Tangga GAPOKTAN SINAR TANI ...
ANGGARAN DASAR
DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA
(AD/ART)
GAPOKTAN
SINAR TANI
ANGGARAN DASAR
BAB I
NAMA, TEMPAT KEDUDUKAN DAN WILAYAH KERJA
PASAL
1
1.
Sinar
2.
Gapoktan Sinar Tani ini berkedudukan di Desa Sungai Bakar Kecamatan Bajuin Kabupaten
Tanah Laut Propinsi Kalimantan Selatan.
3.
Wilayah kerja Gapoktan Sinar Tani. ini meliputi Wilayah Desa Sungai Bakar. Kecamatan Bajuin
Kabupaten Tanah Laut.
BAB II
VISI DAN MISI
Pasal
2
1.
Visi dari Gapoktan Sinar Tani ini adalah, Terwujudnya kesejahteraan anggota dan
masyarakat umumnya dalam wadah usaha bersama, dengan prinsip demokrasi dan
keterbukaan.
2.
Adapun Misi yang akan dilakukan dalam hal mencapai Visi tersebut diatas antara lain :
a. Melakukan kegiatan agribisnis pertanian dan usaha lainnya yang bermanfaat untuk peningkatan
ekonomi anggota.
b. Menumbuhkan nilai-nilai kebersamaan, keswadayaan dengan menghimpun modal usaha
melalui kegiatan simpan pinjam.
c. Penguatan kapasitas kelembagaan organisasi masyarakat khususnya Gapoktan, Poktan dan
Anggota, melalui pelatihan-pelatihan dan pembinaan.
d. Pengembangan usaha ekonomi produktif melalui peningkatan modal usaha keswadayaan
anggota.
e. Peningkatan pelayanan ekonomi kerakyatan terhadap anggota maupun non anggota.
BAB III
AZAS DAN TUJUAN
Pasal
3
1.
2.
Gapoktan Sinar Tani berazaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. dengan
Kekeluargaan dan Kegotong Royongan.
Gapoktan Sinar Tani bertujuan untuk :
a. Meningkatkan kesejahtraan anggota pada khususnya dan masyarakat dilingkup kegiatan pada
umumnya.
b. Berperan sebagai pengelola usaha penyedia sarana produksi pertanian, permodalan usaha
simpan pinjam, peningkatan atau perluasan usaha tani di sektor hulu dan hilir, pemasaran, serta
kerjasama lainnya yang tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah
Tangga Gapoktan.
c. Mengembangkap sikap saling hormat menghormati, demokrasi dan transparansi dalam segala
aspek kegiatan.
BAB IV
U S A H A
Pasal
4
Dalam rangka tercapainya hal yang dimaksud diatas, maka Gapoktan Sinar Tani menghimpun
modal swadaya dan menyelenggarakan usaha sebagai berikut :
1.
Menghimpun modal dari anggota, antara lain simpanan pokok, simpanan wajib dan
simpanan sukarela.
2.
Pengelola dan menyediakan sarana produksi pertanian. permodalan usaha simpan pinjam,
peningkatan atau perluasan usaha tani di sektor hulu dan hilir, pemasaran, serta kerjasama
lainnya yang tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga
Gapoktan.
3.
5
1.
2.
Anggota Gapoktan Sinar Tani adalah pemilik dan sekaligus pengguna jasa.
Keanggotaan didasarkan pada kesamaan kepentingan ekonomi dalam lingkup usaha
kebersamaan.
3.
Mulai berlaku dan berakhirnya keanggotaan hanya dibuktikan dengan catatan dalam buku daftar
anggota.
4.
Keanggotaan tidak dapat dipindahtangankan dengan dalih apapun.
Pasal
6
Yang dapat diterima menjadi anggota Gapoktan Sinar Tani . adalah sebagai berikut :
1.
Warga Negara Republik Indonesia, yang tinggal dan berdomisili serta berusaha diwilayah Desa
Sungai Bakar dan menjadi anggota kelompok tani yang tergabung di Gapoktan Sinar Tani
2.
Masyarakat umum atau individu yang sudah dewasa dan ada mempunyai usaha yang jelas, baik
laki-laki maupun perempuan di luar anggota kelompok tani yang tinggal dan berdomisili di Desa
Sungai Bakar
3.
Bersedia mentaati peraturan atau Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga.
4.
Bersedia membayar simpanan pokok, simpanan wajib dan simpanan sukarela sesuai dengan
ketentuan yang sudah disepakati.
Pasal
7
Keanggotaan Gapoktan Sinar Tani berakhir bilamana yang bersangkutan :
a.
Mengundurkan diri dari keanggotaan atau berhenti atas permohonan sendiri.
b.
Meninggal dunia.
c.
Diberhentikan karena :
c.1. Terbukti telah tidak memenuhi syarat-syarat keanggotaan.
c.2. Dalam waktu 6 (enam) bulan tidak ikut aktif berpartisifasi kepada Gapoktan.
d.
Dipecat atau diberhentikan oleh pengurus maupun rapat anggota karena :
d.1. Terbukti melakukan tindak kejahatan/pidana.
d.2. Melakukan tindakan-tindakan yang merugikan nama baik Gapoktan.
d.3. Melalaikan kewajiban sebagai anggota setelah diperingatkan 3 (tiga) kali secara tertulis oleh
pengurus.
Pasal
8
Setiap Anggota mempunyai kewajiban yang sama terhadap Gapoktan :
1.
Mentaati Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga serta keputusan-keputusan yang telah
disepakati dalam rapat anggota.
2.
3.
BAB VI
K E PE N G U R U SAN
Pasal
9
1.
2.
3.
Pengurus harus melaksanakan segala ketentuan yang tercantum dalam Anggaran Dasar dan
Anggaran Rumah Tangga serta keputusan-keputusan rapat anggota.
Pasal
10
1.
2.
3.
4.
Pasal
11
BAB VII
KOMITE PENGARAH
Pasal
13
1.
Komite Pengarah Gapoktan dipilih dari dan oleh anggota Gapoktan dalam Rapat Anggota, serta
bertanggung jawab kepada Rapat Anggota.
2.
Masa jabatan Komite Pengarah 1 ( satu ) tahun.
3. Anggota Komite Pengarah yang masa jabatannya telah berakhir dapat dipilih kembali.
4. Anggota Komite Pengarah tidak boleh merangkap sebagai anggota Pengurus maupun Pengelola
Gapoktan.
Pasal
14
Syarat untuk dipilih menjadi Anggota Komite Pengarah sebagai berikut :
1.
Mempunyai dasar pendidikan yang cukup
2.
Mempunyai pengetahuan dan mengerti tentang pembukuan Gapoktan.
3.
Mempunyai kejujuran dan bertanggungjawab penuh terhadap anggota.
Pasal
15
1.
kepengurusan, administrasi dan keuangan, guna disampaikan pada Rapat Anggota Tahunan.
c. Memberikan masukan dan pertimbangan dalam penumbuhan dan pengembangan unit usaha
otonom yang dilaksanakan oleh Gapoktan.
2.
BAB VIII
PERMODALAN
Pasal
16
Modal Gapoktan dihimpun dari swadaya anggota terdiri dari :
1.
Simpanan Pokok per anggota sebesar Rp 20.000,00..dan dibayar pada saat masuk menjadi
anggota Gapoktan, namun dalam hal tertentu dapat dicil menjadi 2 x .cicilan.
2.
Simpanan wajib per anggota sebesar Rp 2.000,00 .dan dibayar setiap bulan pada saat pertemuan
rutin bulanan.
3.
Simpanan sukarela anggota tidak ada batasan atau besaran nilainya, atau sesuai dengan
kemampuan masing-masing anggota.
Pasal
17
Modal Gapoktan bisa juga diperoleh dari bantuan pihak luar, baik hibah maupun berupa pinjaman atau
kredit.
Pasal
18
Modal Gapoktan bisa didapat dari keuntungan hasil usaha, simpan pinjam, jasa, perdagangan dan usaha
lainnya yang telah disepakati pada Rapat Anggota Tahunan.
BAB IX
RAPAT ANGGOTA
Pasal
19
Rapat Anggota merupakan pemegang kekuasaan tertinggi dalam Gapoktan Sinar Tani..
Pasal
20
Rapat Anggota menetapkan :
a.
Anggaran Dasar
b.
Kebijaksanaan umum dibidang organisasi, manajemen, dan usaha Gapoktan
c.
Pemilihan, pengangkatan, pemberhentian Pengurus dan Komite Pengarah
d.
Program kerja, rencana anggaran pendapatan dan belanja Gapoktan
Serta pengesahan laporan keuangan
e.
Pengesahan pertanggungjawaban Pengurus dalam pelaksanaan tugasnya
f.
Pembagian sisa hasil usaha
g.
Penggabungan, peleburan, pembagian dan pembubaran Gapoktan
Pasal
21
(1). Keputusan Rapat Anggota diambil berdasarkan musyawarah
untuk mencapai mufakat.
(2). Dalam hal dilakukan pemungatan suara, setiap anggota
Mempunyai hak satu suara.
(3). Apabila tidak diperoleh keputusan dengan cara musyawarah maka pengambilan
Keputusan dilakukan berdasarkan suara terbanyak dari jumlah anggota yang hadir.
Pasal
22
Rapat Anggota berhak meminta keterangan dan pertanggungjawaban, Pengurus dan Komite Pengarah
mengenai pengelolaan Gapoktan.
Pasal
23
(1). Rapat Anggota dilaksanakan paling sedikit sekali dalam 1 (satu) tahun
(2). Rapat Anggota untuk mengesahkan pertanggungjawaban Pengurus, diselenggarakan paling lambat
3 (tiga) bulan setelah tahun buku lampau.
Pasal
24
Rapat Anggota berkenaan dengan wewenangnya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22 adalah :
a.
Rapat Anggota Tahunan (RAT)
b.
Rapat Anggota Pemilihan, Pengangkatan dan pemberhentian Pengurus dan Komite Pengarah.
c.
Rapat Anggota Perubahan Anggaran Dasar
d.
Rapat Anggota Peleburan / Penggabungan dan Pembagian
e.
Rapat Anggota Pembubaran Gapoktan
f.
Rapat Anggota Biasa lainnya
Pasal
25
Rapat Anggota dapat diselenggarakan oleh Gapoktan
Tidak mengunakan system kelompok atau dengan system kelompok.
a.
b.
c.
d.
(1). Rapat Anggota Tahunan, yaitu Rapat Anggota yang diadakan setahun sekali dalam rangka tutup
tahun buku.
Diselenggarakan paling lambat akhir bulan Maret setelah tutup tahun buku.
Acara Rapat Anggota Tahunan memuat antara lain:
b.1. Pembacaan dan pengesahan Berita Acara/ Notulen Rapat Anggota Tahunan yang lalu.
b.2. Laporan pertanggungjawaban Pengurus tentang kegiatannya selama tahun buku yang lalu,
neraca dan perhitungan.
laba/ rugi selama tahun buku yang bersangkutan.
b.3. Laporan Komite Pengarah
b.4. Tanggapan anggota terhadap laporan Pengurus dan Komite Pengarah
b.5. Pengesahan laporan Pengurus dan Komite Pengarah
b.6. Pengesahan program kerja, rencana anggaran pendapatan dan belanja Gapoktan
untuk tahun buku berikutnya
b.7. Pengaturan tentang pembagian dan penggunaan sisa hasil usaha
b.8. Hal hal lain yang menyangkut perkembangan Gapoktan
Rapat Anggota Tahunan sah, apabila dihadiri oleh lebih 50% dari jumlah anggota
Atau dari jumlah utusan kelompok.
Sahnya keputusan Rapat Anggota Tahunan sebagaimana diatur dalam pasal 25 Anggaran Dasar
(2). Rapat Anggota Pemilihan , Pengangkatan dan Pemberhentian Pengurus dan atau
Komite Pengarah.
a.
Diadakan bilamana keadaan memerlukan pemilihan
Pengangkatan dan pemberhentian Pengurus dan atau Komite Pengarah
b.
Pelaksanaannya pada waktu yang sama setelah selesai penyelenggaraan
Rapat Anggota Tahunan.
c.
Sahnya keputusan rapat sebagaimana diatur pada pasal 25 Anggaran Dasar ini.
(3). Rapat Anggota Perubahan Anggaran Dasar Gapoktan
a.
Diadakan khusus untuk membicarakan masalah perubahan Anggaran DasarSehubungan dengan :
b.
c.
d.
(1). Selain Rapat Anggota sebagaimana dimaksud pada pasal 25 Anggaran Dasar ini, Gapoktan
dapat melakukan Rapat Anggota Luar Biasa apabila keadaan mengharuskan. Adanya
keputusan segera yang wewenangnya ada pada Rapat Anggota.
(2). Rapat Anggota Luar Biasa atas permintaan sejumlah anggota atau atas keputusan
Pengurus.
a.
Rapat Anggota Luar Biasa atas permintaan anggota
a.1 Untuk suatu hal yang prinsipil, terutama apabila anggota menilai bahwa Pengurus telah
melakukan kegiatan yang bertentangan dengan kepentingan/tujuan Gapoktan.
a.2 Disampaikan kepada Pengurus secara tertulis ditandatangani oleh/ serta dihadiri oleh
minimal 10% dari jumlah anggota Gapoktan atau dari jumlah utusan Kelompok.
a.3. Jika permintaan tersebut telah dilakukan sesuai dengan ketentuan-ketentuan, ayat (2) huruf
a.1 dan a.2 dalam pasal ini maka Pengurus harus memenuhinya;
b.
Rapat Anggota Luar Biasa atas Keputusan Pengurus:
b.1. Dilaksanakan untuk memperoleh kesempatan terhadap upaya yang akan ditempuh bagi
kepentingan pengembangan Gapoktan.
b.2. Dihadiri oleh minimal 20% dari jumlah anggota Gapoktan atau dari jumlah utusan
kelompok dengan mengikut sertakan seluruh pengelola terutama dalam hal yang berkaitan
dengan usaha.
(3). Dalam hal tidak diperoleh kata mufakat, maka keputusan Rapat Anggota Luar Biasa dimaksud
sah bila disetujui olah 2/3 dari jumlah anggota anggota yang hadir.
(4). Rapat Anggota Luar Biasa mempunyai wewenang yang sama dengan wewenang Rapat
Anggota sebagaimana dimaksud pada pasal 13 Anggaran Dasar ini.
Pasal
27
(1). Undang/pemberitahuan Rapat Anggota/Rapat Anggota Luar Biasa beserta acaranya
Sisa Hasil Usaha Gapoktan adalah merupakan pendapatan dari hasil segala usaha yang
diupayakan oleh Gapoktan selama satu tahun buku dan dikurangi baiaya operasional dan
kewajiban lainnya.
2.
Sisa Hasil Usaha sebagai dimaksud pada ayat (1) pasal ini dibagi dengan rincian sebagai berikut :
a. 30 % untuk Penambahan modal Gapoktan
b. 20 % untuk Jasa Pengurus.
c. 5 % untuk Dana Sosial.
d. 5 % untuk Dana Pendidikan
e. 40 % untuk Dibagikan Kepada Anggota.
BAB XI
S A N K S I
Pasal
29
1.
Setiap anggota yang melalaikan kewajibannya terhadap anggota, akan diberi sanksi antara lain :
Apabila segala hal telah dilakukan atau pada pasal 20 ( dua puluh ) ayat 1 ( satu ), tidak ada
penyelesaian, maka yang bersangkutan akan diajukan kepada pihak yang berwajib sesuai dengan
hukum yang berlaku.
Pasal
30
Setiap anggota Pengurus Gapoktan yang melalaikan tugasnya, akan diberikan sanksi sebagai berikut :
1. Diberikan peringatan awal
2. Diberikan teguran dan pembinaan
3. Diberhentikan sebagai anggota kepengurusan
4. Diajukan kepada pihak yang berwajib, jika ada hal yang berkaitan dengan penyalah gunaan
nama baik Gapoktan maupun yang berkaitan dengan keuangan.
Pasal
31
Setiap anggota Komite Pengarah yang melalaikan tugasnya, akan diberikan sanksi sebagai berikut :
1. Diberikan peringatan awal
2. Diberikan teguran dan pembinaan
3. Diberhentikan sebagai anggota Komite Pengarah
4. Diajukan kepada pihak yang berwajib, jika ada hal yang berkaitan dengan penyalah gunaan
nama baik Gapoktan maupun yang berkaitan dengan keuangan.
BAB XII
JANGKA WAKTU BERDIRINYA
Pasal
32
Gapoktan Sinar Tani didirikan untuk jangka waktu yang tidak terbatas atau setelah memperoleh
adanya kesepakatan pada Rapat Anggota.
BAB XIII
PENYELESAIAN PERSELISIHAN
Pasal
33
1.
Setiap perselisihan yang timbul dalam penyelenggaraan Gapoktan harus diselesaikan secara
interen malalui Rapat Pengurus dan bila mana perlu penyertakan Komite Pengarah atau melalui
Rapat Anggota.
2.
Apabila tidak dapat diselesaikan secara menurut ayat 1 ( satu ) pasal ini maka dapat
dikonsultasikan kepada instansi / pejabat yang berwewenang guna mendapat petunjuk dan
bimbingan sebagaimana mestinya.
3.
Jika dalam hal ini tidak dapat diselesaikan menurut ayat 2 ( dua ) pasal ini, maka penyelesaiannya
harus dilakukan menurut jalur hukum yang berlaku.
BAB XIV
ANGGARAN RUMAH TANGGA DAN PERATURAN KHUSUS
Pasal
34
1.
Hal-hal yang ditetapkan dalam Anggaran Dasar ini diatur lebih lanjut dalam Anggaran Rumah
Tangga dan Peraturan Khusus yang tidak bertentangan dengan ketentuan dalam Anggaran dasar ini.
2.
Anggaran Rumah Tangga dan Peraturan Khusus atau keputusan lainnya sebagai yang dimaksud
pada ayat 1 ( satu ) pasal ini dimusyawarahkan dan disyahkan dalam Rapat Anggota.
BAB XV
P E N U T U P
Pasal
35
1.
Anggaran Dasar Gapoktan Sinar Tani ini ditanda tangani bersama oleh semua anggota atau
pendiri serta dilampirkan dalam Anggaran dasar ini.
2.
Anggaran Dasar ini berlaku dan disyahkannya sejak tanggal ditanda tangani bersama oleh
Pengurus dan Anggota Pendiri.
Jabatan
Tanda Tangan
No.
Wagino
Ketua
Yudi Friadi
Sekretaris
Adnawi
Bendahara
Syamsudin
Manajer LKM
Gazali Rahman
Unit Saprotan
M Kawit
Unit Pemasaran
Soinem
Mengetahui,
Kepala Desa Sungai Bakar
Haderan
Penyuluh Pertanian
H. Tarmidji Asmail
NIP. 19551106.197603.1.003
Anda baru membentuk Gabungan Kelompok Tani ( Gapoktan), atau sudah lumayan lama terbentuk.
Tapi sandaran hukum untuk bekerja / kegiatan oleh Gapoktan belum jelas. Saya ada contoh bentuk
Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga,
Bila anda sudah mempunyai dan menyusun, mari kita saling berbagi info untuk saling melengkapi.
Untuk kesempurnaan, sehingga Gapoktan dapat berjalan sesuai perencanaan dan bisa Mandiri. Oke.
Daripada anda membaca yang tidak jelas . Mari kita mulai dengan penyusunan, penetapan, dan
pengesahan AD / ART.
[Link]
Mengadakan pertemuan dengan pengurus inti Gapoktan ( Ketua, Sekretaris, Bendahara, Seksi Unit Unit ) untuk membicarakan : jadwal pertemuan dengan seluruh anggota, tempat, waktu, siapa yang
diundang selain anggota, biaya pertemuan. Menyiapkan naskah AD/ART
2. Konsep AD / ART sebagai berikut : :
a. MUKADDIMAH
Tentunya keberadaan GAPOKTAN .............................. saat ini sangat dibutuhkan oleh petani
khususnya dan masyarakat umumnya. Sebagai acuan untuk menjalankan atau mengembangkan
kelembagaan GAOKTAN tersebut maka disusunlah bersama-sama Anggaran Dasar dan Anggaran
Rumah Tangga GAPOKTAN ....................... "
BAB I Nama, Tempat Kedudukan dan Wilayah Kerja
BA B II Terdiri dari Pasal 2 - Pasal 8 : Visi dan Misi
BAB III : Azas dan Tujuan
BAB IV : Usaha
BAB V : Keanggotaan
BAB VI : Kepengurusan
BAB VII : Komite Pengarah
BAB VIII : Permodalan
BAB IX : Rapat anggota
BAB X: Pembagian Sisa Hasil usaha
BAB XI : Sanksi
BAB XII : Jangka Waktu Berdirinya
BAB XIII : Penyelesaian Perselisihan
BAB XIV : Anggaran Rumah tangga dan Peraturan Khusus
BAB XV : Penutup
Ditetapkan di ., Pengurus Gapoktan menanda tangani naskah.
Mengetahui : Kepala Desa, Penyuluh Pertanian, Kepala BPP.
Apabila anda bermnat dengan naskah ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA
GAPOKTAN.
Silahkan Download lewat penyimpanan data online Ziddu.:
Ini dia Link tinggal klik aja ( tapi maaf) filenya saya beri Password
Jadi bila anda sudah mendownload, mohon info aku lewat email.
Mohon untuk tidak kenyamanan ini.
ANGGARAN DASAR
KELOMPOK TANI TANI MAKMUR
DUSUN PANCURAN, DESA TERONG, KECAMATAN DLINGO
KABUPATEN BANTUL,[Link]
BAB I
NAMA, TEMPAT KEDUDUKAN, DAN RUANG LINGKUP
Pasal 1
1)
2)
a) Dusun
: Pancuran
b) Desa
: Terong
c) Kecamatan
: Dlingo
d) Kabupaten
3)
Kelompok Tani Tani Makmur berazaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.
2)
Tujuan
a)
b)
c)
f)
3) Landasan
a) Adanya kebersamaan dan kemandirian.
b) Adanya kebebasan dan keterbukaan yang bertanggung jawab.
c) Adanya partisipasi dan keswadayaan.
BAB III
FUNGSI DAN PERAN KELOMPOK TANI
Pasal 3
1)
a)
b)
Membangun dan mengembangkan potensi yang dimiliki anggota yang membawa dampak positif
untuk meningkatkan usaha dan pendapatan.
c)
d)
KEANGGOTAAN
Pasal 4
1)
Anggota Kelompok Tani adalah merupakan pemillik dan sebagai pengguna kegiatan serta
usaha yang dijalankan Kelompok
2)
3)
Yang dapat diterima menjadi anggota Kelompok adalah mereka (para petani) yang mempunyai
kegiatan usaha tani on farm (budidaya) maupun off farm (pengolahan) di wilayah dusun Pancuran yang
memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :
a)
b) Telah menyetujui isi Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga yang telah disepakati dalam
Rapat Anggota.
c)
4)
Keanggotaan didasarkan atas kesadaran, kerelaan dan kesungguhan untuk ikut berperan aktif
dalam kegiatan Kelompok Tani.
5)
Penerimaan dan pemberhentian anggota Kelompok ditentukan oleh Rapat Anggota Kelompok
dan rapat-rapat khusus yang diselenggarakan dengan memperhatikan usul dan saran dari penasehat dan
Pembina.
6)
Mulai dan berakhirnya keanggotaan Kelompok berlaku dan hanya dapat dibuktikan dengan
catatan dalam buku daftar anggota.
BAB V
HAK DAN KEWAJIBAN ANGGOTA
Pasal 5
Setiap anggota mempunyai hak :
a)
b)
c)
d)
Memahami dan mengetahui pembukuan Kelompok pada setiap saat atau pada saat Rapat Anggota.
e)
Mendapatkan fasilitas dan pelayanan yang sama dari kegiatan usaha yang dijalankan Kelompok.
f)
Mendapatkan SHU (Sisa Hasil Usaha) sesuai dengan aktivitas kegiatan yang dilakukan anggota
Kelompok (proporsional).
g)
Mendapat sisa hasil penyelesaian apabila Kelompok dibubarkan atau berhenti dari keanggotaan.
Pasal 6
Setiap anggota masing-masing kelompok mempunyai kewajiban :
a)
b)
Mematuhi ketentuan yang ada dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga. Keputusankeputusan rapat serta peraturan khusus yang telah disepakati dalam rapat anggota.
c)
d)
e)
Kelompok dibubarkan.
b)
c)
d)
e)
f)
1)
Musyawarah anggota adalah rapat yang dihadiri oleh seluruh anggota kelompok dan merupakan
kekuasaan tertinggi dalam Kelompok.
2)
Musyawarah Anggota dilakukan secara teratur paling sedikit satu kali dalam setahun dan jika
diperlukan dapat dilakukan Musyawarah Anggota Luar Biasa.
3)
4)
Setiap keputusan yang diambil dalam Musyawarah anggota sejauh mungkin diambil secara
musyawarah untuk mufakat. Jika tidak dapat tercapai mufakat, maka keputusan diambil berdasarkan
suara terbanyak dari anggota yang hadir dan memiliki hak suara di dalam rapat.
5)
a)
Atas permintaan tertulis sekurang-kurangnya 1/10 (satu per sepuluh) jumlah anggota.
b)
1)
Musyawarah Anggota dikatakan sah jika dihadiri oleh lebih dari separuh anggota yang memiliki
hak suara (50%+satu).
2)
Jika Musyawarah Anggota tidak berlangsung karena tidak memenuhi kuorum sebagaimana
dimaksud dalam ayat (1). pasal ini, maka Musyawarah Anggota ditunda untuk paling lama 7 (tujuh)
hari atau berdasarkan hasil keputusan pengurus.
3)
Anggota yang tidak hadir dalam Musyawarah Anggota tidak dapat mewakilkan hak suara kepada
anggota lain.
BAB VII
PE N G U R US
Pasal 10
Untuk mengatur dan menyelenggarakan program Kelompok perlu diadakan kepengurusan:
1)
2) Yang dapat dipilih menjadi pengurus Kelompok adalah yang memenuhi syarat-syarat sebagai
berikut :
a)
Memiliki sifat jujur, aktif, terampil bekerja, dan berdedikasi terhadap kelompok.
b)
c)
Mempunyai pengetahuan dan wawasan yang cukup baik terhadap kelompok dan tata laksana
kelompok.
Pasal 11
1)
Masa jabatan pengurus yaitu 5 (lima) tahun dan dapat dipilih kembali berdasarkan keputusan
Musyawarah Anggota.
2)
Sebelum memulai masa jabatan dalam kepengurusan Kelompok, pengurus mengucapkan
sumpah/janji di hadapan anggota dalam Musyawarah Anggota.
3)
Bilamana seorang pengurus berhenti sebelum masa jabatan habis, maka Musyawarah Anggota
dapat memilih dan mengangkat penggantinya.
4)
1)
a)
Meninggal dunia.
b)
c)
d)
a)
b)
Melakukan segala ketentuan/kesepakatan atas nama Kelompok dalam rangka kegiatan
operasional Kelompok.
c)
d)
2)
a)
Melaksanakan program-program dan keputusan-keputusan yang telah diambil Musyawarah
Anggota.
b)
c)
d)
Membuat laporan pembukuan dan pengadministrasian yang rapi dan dapat dipahami oleh anggota.
e)
Membuat usulan-usulan kegiatan program dan proyeksi usaha yang akan dijalankan oleh
kelompok.
f)
Setiap anggota pengurus kelompok diwajibkan menanggung segala kerugian yang disertai oleh
kelompok yang diakibatkan oleh kelalaiannya dalam melakukan tugas.
3)
a)
Pengurus selama memegang jabatannya dimungkinkan untuk mendapat imbalan sesuai dengan
keputusan Musyawarah Anggota.
b)
Pengurus atas persetujuan Musyawarah Anggota dapat mengangkat karyawan untuk membantu
dalam melakukan pengelolaan kegiatan usaha Kelompok.
c)
Karyawan dapat diberikan imbalan yang layak sesuai dengan kemampuan kelompok.
BAB IX
KAS KELOMPOK
Pasal 14
1)
a)
b)
c)
d)
1)
Ketentuan perubahan terhadap Anggaran Dasar ini hanya dapat dilakukan apabila mendapat
sekurang-kurangnya 2/3 (dua per tiga) suara dari jumlah anggota yang hadir dan memiliki suara dalam
Musyawarah Anggota.
2)
Bilamana terjadi perubahan terhadap Anggaran Dasar ini, maka perlu dibuatkan catatan
perubahan Anggaran Dasar dan disampaikan kepada seluruh anggota.
BAB XI
ATURAN TAMBAHAN
Pasal 16
Bilamana ada keputusan-keputusan yang baru disepakati oleh Musyawarah Anggota, maka keputusan
tersebut dimasukkan sebagai aturan tambahan yang juga harus dipatuhi oleh seluruh anggota.
BAB XII
PE N UTU P
Pasal 17
1)
Ketentuan-ketentuan yang ada dalam Anggaran Dasar ini mulai berlaku sejak ditetapkan oleh
Musyawarah Anggota.
2)
Hal-hal yang bersifat lebih operasional akan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga.
Sekretaris
Bendahara
Sugiyono
Sugiran
Sugiyanto
Ditetapkan di : Dusun Pancuran
Pada Tanggal :
Mengetahui,
Dukuh Pancuran
Sugiyadi
2) Kelompok Tani Tani Makmur dapat membuka tempattempat pelayanan sehingga mudah dijangkau oleh anggota dan
memudahkan anggota untuk mendapatkan pelayanan.
3) Kelompok Tani Tani Makmur mempunyai
cap yang menunjukan oranisasi dan tempat Kelompok Tani Tani Makmur
4) Ketentuan mengenai cap sebagaimana dimaksud dalam ayat
3 pasal ini, serta penggunaannya diatur dalam peraturan khusus
Kelompok Tani Tani Makmur.
5) Wilayah kerja Kelompok Tani Tani Makmur meliputi area
Dusun Pancuran .
Pasal 2
1) Hari kerja, hari libur dan kegiatan lainnya dapat dilakukan
sewaktu-waktu pada saat diperlukan, selanjutnya diatur dalam peraturan khusus.
BAB II
KEANGGOTAAN
Pasal 3
Keanggotaan kelompok tani Tani Makmur adalah :
1) Anggota kelompok tani adalah masyarakat Dusun pancuran Desa Terong
2) Yang dimaksud dengan anggota adalah seseorang (petani,
Peternak, perikanan , pedagang dan pengolah hasil tani) yang tercatat secara resmi pada kelompok
tani yang tergabung dalam Kelompok Tani Tani Makmur dan mengajukan permohonan dan
persyaratan yang ditentukan.
3) Permohonan untuk menjadi anggota Kelompok Tani Tani Makmur diputuskan oleh pengurus.
BAB III
PENGURUS
Pasal 4
1) Pengurus Kelompok Tani Tani Makmur sekurang-kurangnya terdiri dari 1 (satu) orang ketua, 1
(satu) orang sekretaris dan 1 (satu) orang bendahara.
Pasal 5
1) Sebelum melaksanakan tugasnya, pengurus Kelompok Tani
Tani Makmur harus mengucapkan sumpah dan janji.
2) Pengucapan sumpah dan janji pengurus dilaksanakan di depan musyawarah
anggota Kelompok Tani Tani Makmur dan disaksikan oleh pimpinan musyawarah.
3) Setiap pengurus setelah mengucapkan sumpah dan janji, termasuk
saksi-saksi harus menandatangani berita acara pengucapan janji.
Pasal 6
1) Serah terima jabatan pengurus lama kepada pengurus baru selambat
lambatnya 1 (satu) bulan setelah dipilih.
2) Pelaksanaan serah terima dari pengurus lama kepada pengurus
terpilih seperti yang dimaksud dalam ayat 1 dalam pasal ini, harus
dibuat berita acara serah terima dan harus dilampirkan laporan
keuangan per posisi pergantian pengurus. Termasuk dalam lampiran
tersebut adalah daftar seluruh kekayaan dan kewajiban piutangnya.
BAB IV
PENGAWAS
Pasal 7
1) Pengawas Kelompok Tani Tani Makmur sekurang-kurangnya terdiri dari 1 (satu) orang ketua
dan 1 (satu) orang anggota.
Pasal 8
1) Sebelum melaksanakan tugasnya, pengawas Kelompok Tani
Tani Makmur harus mengucapkan sumpah dan janji.
2) Pengucapan sumpah dan janji pengurus dilaksanakan di depan musyawarah
anggota Kelompok Tani Tani Makmur dan disaksikan oleh pimpinan rapat.
3) Setiap pengawas setelah mengucapkan sumpah dan janji, termasuk saksi-saksi harus
menandatangani berita acara pengucapan janji.
Pasal 9
1) Serah terima jabatan pengawas lama kepada pengawas baru selambat lambatnya 1 (satu) bulan
setelah dipilih.
BAB V
MUSYAWARAH ANGGOTA
Pasal 10
1) Pengurus Kelompok Tani Tani Makmur dapat membentuk panitia, 1 (satu) bulan sebelum
musyawarah anggota dilaksanakan.
2) Pemilihan pengurus sebelumnya dilaksanakan secara musyawarah mufakat. Apabila belum ada
kata mufakat, dapat dilakukan pengambilan suara terbanyak. Apabila ada dua calon pengurus atau
lebih, dan ada suara yang sama, dapat diulangi kembali kecuali salah satu ada yang mengundurkan diri.
Pasal 11
Agenda musyawarah umum anggota terdiri atas :
(a)
(b)
(c)
(d)
(e)
Pandangan umum.
(f)
(g)
(h)
(i)
(j)
Penutup.
BAB VI
MODAL ANGGOTA
Pasal 12
1)
2)
BAB VII
SISA HASIL USAHA
Pasal 13
1) Pembagian SHU diatur sebagai berikut :
1. 40% untuk Anggota sesuai dengan modal/simpanannya.
2. 40% cadangan modal.
3. 20% dana pengurus dan pengawas.
2) Yang dimaksud modal atau simpanan adalah jumlah simpanan pokok
dan simpanan wajib/ bulan.
BAB VIII
PERUBAHAN ANGGARAN RUMAH TANGGA
Pasal 14
1) Perubahan terhadap anggaran rumah tangga dapat diputuskan oleh
50 % + 1 dari anggota yang hadir dalam musyawarah anggota, setelah
memenuhi quorum sesuai dengan ketentuan anggaran dasar.
2) Salinan perubahan yang akan diajukan beserta pemberitahuan secara
tertulis mengenai rapat yang akan diadakan harus disampaikan
kepada anggota sekurang-kurangnya 7 (tujuh) hari sebelum musyawarah.
3) Perubahan terhadap anggaran rumah tangga dilakukan sepanjang
BAB IX
PENUTUP
Pasal 15
1) Setiap perubahan atau penyempurnaan anggaran rumah tangga
ini harus diputuskan dalam musyawarah anggota.
2) Hal-hal yang belum diatur dalam anggaran rumah tangga ini akan
diatur kemudian dalam peraturan khusus Kelompok Tani Tani Makmur.
3) Anggaran Rumah Tangga Kelompok Tani Tani Makmur ini berlaku sejak ditetapkan.
Atas Nama Seluruh Anggota
Kelompok Tani Tani Makmur
Ketua
Sugiyono
Sekretaris
Bendahara
Sugiran
Sugiyanto
Ditetapkan di: Dusun Pancuran
Pada Tanggal :
Mengetahui,
Dukuh Pancuran
Sugiyadi
ANGGARAN DASAR
BAB I
NAMA KEDUDUKAN DAN WAKTU
PASAL 1
1.
Organisasi ini Bernama Gabungan Kelompok Tani Sri Rejeki disingkat Gapoktan
Sri Rejeki.
2.
Organisasi ini berkedudukan di Desa/kota Kecamatan negara Indonesia.
3.
Organisasi ini di bentuk pada hari rabu tanggal 17 Maret 2004 di Desa
Tegalwaru Kecamatan Cilamaya.
BAB II
AZAS,TUJUAN, DAN SIFAT
PASAL 2
1.
BAB III
FUNGSI,PERAN,DAN USAHA.
Pasal 3
1.
2.
3.
4.
Desa
2.
3.
1.
2.
Mengundurkan diri.
Meninggal dunia.
Diberhentikan dari keanggotaannya sesuai dengan ketentuan pada pasal 5
Ayat 3.
Pasal 7
1.
Mematuhi
Anggaran
Dasar(AD)
dan
Anggaran
Rumah
Tangga(ART),peraturan peraturan organisasi,keputusan rapat yang telah
disepakati dalam musyawarah.
b.
Berpartisipasi didalam kegiatan usaha yang diselenggarakan oleh
organisasi menurut tingkatannya.
c.
Berpartisipasi didalam kegiatan usaha yang diselenggarakan
berdasarkan asas kekeluargaan.
d.
Mengembangkan dan memelihara kebersamaan bedasarkan azas
kekeluargaan.
2.
1.
2.
Pasal 11
Pengurus berkewajiban :
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
1.
5.
Pasal 13
1.
2.
Terhadap pihak ketiga maka mereka yang melakukan pengawasan dan atau
pemeriksaan atas organisasi dan Juga Dewan pengawas di haruskan
merahasiakan segala sesuatu tentang keadaan organisasi yang di dapatkannya
dalam melakukan tugasnya.
BAB VII
DEWAN PENASEHAT
Pasal 15
1.
BAB VIII
MUSYAWARAH-MUSYAWARAH
Pasal 16
Musyawarah yang di laksanakan terdiri dari :
a.
Musyawarah Inti
b.
Musyawarah Luar biasa
c.
d.
e.
Musyawarah kerja
Musyawarah Pleno
Musyawarah Harian Pengurus
Pasal 17
1.
Musyawarah sah jika di hadiri lebih dari setengah jumlah yang berhak
mengikuti musyawarah tersebut .
2.
Jika tidak memenuhi jumlah anggota yang dimaksudkan dalam ayat 1
pasal 17 musyawarah di tunda selambatnya 1 X 24 Jam, setelah rapat di
tunda dan ternyata tidak mencapai jumlah peserta seperti pada ayat 1 maka
rapat anggota tetap di laksanakan.
BAB IX
SANKSI
Pasal 18
Apabila anggota atau pengurus melanggar ketentuan AD/ART dankeputusankeputusan organisasi serta keputusan Musyawarah yang telah disahkan dan
berlaku dalam Organisasi dapat diberikan sanksi Melalui Musyawarah di
tingkatannya berupa :
a.
b.
c.
d.
e.
Peringatan,
Pemberhentian tidak dengan hormat.
Diberhentikan dengan hormat dari keanggotaan organisasi.
Diajukan ke pengadilan apabila tidak bisa diselesaikan secara
internal sesuai AD/ART.
Skorsing
BAB X
PEMBUKUAN ORGANISASI
Pasal 19
1.
Tahun buku Gapoktan ini adalah tahun fiskal yaitu tanggal 1 januari s/d
31desember.
2.
Setiap transaksi keuangan di catat dalam pembukuan.
BAB XI
MODAL ORGANISASI
Pasal 20
1.
2.
3.
Biaya pertemuan/musyawah.
Biaya Administrasi organisasi.
Biaya untuk kegiatan usaha dengan persetujuan dari anggota.
Biaya Transportasi pengurus untuk mengikuti musyawarah dan atau
kegiatan untuk dan atas nama organisasi.
5.
Pengunaan uang kas organisasi harus efisien dan efektif,kemudian di
Bukukan sebagaimana tercantum dalam pasal 13 serta dilaporkan secara
berkala.
BAB XII
PENYELESAIAN PERSELISIHAN
Pasal 22
1.
2.
BAB XIII
PERUBAHAN ANGGARAN DASAR
Pasal 23
1.
2.
Perubahan anggaran dasar dapat diadakan bila disetujui oleh musyawarah Inti.
Perubahan yang akan di ajukan harus disampaikan kepada anggota selambatlambatnya 7 hari sebelum musyawarah dilaksanakan.
BAB XIV
ANGGARAN RUMAH TANGGA DAN PERATURAN KHUSUS
Pasal 24
1.
KETUA
BENDAHARA
HADI SUHERMAN
SEKRETARIS
UPANDI
URYAT
Organisasi ini adalah Gabungan Kelompok Tani di singkat Gapoktan Sri Rejeki.
Gapoktan sri Rejeki ini berkedudukan di Desa/Kota kecamatan diwilayah
negara Republik Indonesia.
3.
Gapoktan Sri rejeki ini di bentuk pada tanggal 17 Maret 2004 bertempat di
Aula Desa Tegalwaru kecamatan Cilamaya Wetan.
BAB II
AZAS,TUJUAN, DAN PRINSIP
PASAL 2
1.
2.
Dalam menjalankan organisasi dan usaha ini Gapoktan Sri Rejeki menganut
prinsip :
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.
USAHA
Pasal 3
Untuk mencapai tujuan diatas Gapoktan Sri Rejeki menyelenggarakan yaitu
mengelola usaha yang dimiliki oleh anggota serta mengadakan kerja sama
teknologi , kerja sama dengan pihak ketiga untuk kebutuhan anggota Gapoktan
Sri Rejeki
BAB IV
FUNGSI PERAN DAN USAHA
Pasal 4
1.
2.
a.
4.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.
BAB V
KEANGGOTAAN
Pasal 5
Yang dapat diterima menjadi anggota adalah individu / Kelompok Tani dari Desa
Tegalwaru ataupun dari luar Desa Tegalwaru yang secara suka rela mendaptarkan
diri untuk menjadi anggota, UP FMA di masing-masing kelompok tani, Pengurus
UP FMA, dan petani yang mempunyai kepedulian akan petani dan masyarakat
desa dan telah berhasil dalam mengembangkan usaha tani yang di kelola.
Pasal 6
1.
Keanggotan Gapoktan Sri Rejeki mulai berlaku setelah tercatat dalam buku
daftar anggota .
2. Keanggotaan melekat pada orang per orang dan tidak dapat di pindah tangankan
kepada siapapun dengan alasan apapun.
3. Anggota yang melanggar AD-ART,Peraturan khusus dan keputusan musyawarah
dapat di berhentikan dengan persetujuan musyawarah.
Pasal 7
Keanggotaan dalam Gapoktan sri Rejeki ini berakhir bilamana anggota:
a.
b.
c.
Meninggal dunia.
Mengundurkan diri.
Diberhentikan keanggotaannya sesuai BAB V pasal 6 ayat 3.
Pasal 8
1.
a.
d.
Pasal 9
1.
Pengurus Gapoktan Sri Rejeki dipilih dari dan oleh musyawarah menurut
tingkatannya.
2.
Ketua Gapoktan Sri Rejeki dipilih dari anggota .
3.
Yang dapat dipilih sebagai pengurus Gapoktan Sri Rejeki yang memenuhi
syarat sebagai berikut :
a. Memiliki kemampuan mengelola organisasi bersedia dicalonkan dan di pilih
menjadi pengurus Gapoktan Sri Rejeki
b. Telah menjadi anggota aktif minimal 5 Tahun.
4.
1.
2.
3.
a.
b.
Pasal 11
Pengurus Gapoktan Sri Rejeki terdiri dari sekurang-kurangnya 3 orang yang terdiri
dari Ketua, Sekretaris, Bendahara
Pasal 12
Pengurus berkewajiban :
a. Memimpin Gapoktan Sri Rejeki melakukan segala perbuatan hukum untuk
dan atas nama Gapoktan Sri Rejeki
b. Menyelenggarakan musyawarah pengurus dan musyawarah anggota serta
mempertanggungjawabkan kepada musyawarah anggota pelaksanaan
tugas pengurus.
c. Menyelenggarakan administrasi organisasi.
d. Menyusun, mengajukan dan melaksnakan rencana kerja dan rencana
anggaran pendapatan dan belanja Gapoktan Sri Rejeki
e. Menyelenggarakan pembukuan Gapoktan sri rejeki
f. Memberikan penyuluhan-penyuluhan serta pelayanan kepada anggota
tentang isi anggaran dasaar dan anggaran rumah tangga.
g. Memelihara kerukunan antar anggota dan
menyebabkan timbulnya kesalahpahaman
BAB VII
STRUKTUR ORGANISASI
Pasal 13
1.
Struktur organisasi
a.
b.
c.
d.
Ketua
Sekretaris
Bendahara
Devisi-devisi
2.
Struktur
a.
b.
c.
d.
3.
mencegah
hal-hal
yang
a.
Ketua
b.
Sekretaris
c.
Bendahara
d.
Unit Pelayanan
4. struktur organisasi di tiap tingkatannya disesuaikan dengan
kebutuhan.
5. Dalam melaksanakan kebijakan organisasi secara operasioanal
kepengurusan menurut tingkatannya dapat berhubungan dengan
instansi pemerintah, swasta,organisasi sosial,perguruan tinggi.
BAB VIII
PENGAWAS
Pasal 14
1.
2.
3.
a.
Mempunyai sifat dan perilaku yang baik,di dalam maupun diluar Gapoktan Sri
Rejeki.
b. Mempunyai wawasan yang luas, pengetahuan serta ketrampilan yang baik
terutama di bidang pengawasan.
a.
b.
4.
5.
Musyawarah Inti
a.
Musyawarah Inti sebagai pemegang kekuasaan tertinggi organisasi
diadakan sekali dalam 5(lima) tahun.
b.
Memilih dan Menetapkan dewan Pengurus.
c.
Menetapkan dan atau merubah anggaran dasar dan anggaran rumah
tangga.
d.
Menetapkan program umum organisasi.
e.
Menilai pertanggungjawaban pengurus pusat.
f.
Memilih dan menetapkan Dewan Penasehat.
g.
Menetapkan keputusan-keputusan lainnya.
2.
a.
b.
c.
d.
e.
3.
Musyawarah Kerja
Musyawarah Kerja sebagai wadah untuk merumuskankebijakan organisasi 5
tahun sekali
4.
Musyawarah Pleno
Sebagai wadah dalam mengambil keputusan pengurus inti diadakan sedikitnya 1
(satu) tahun sekali.
5.
BAB XII
ATRIBUT
PASAL 19
Atribut berupa logo Gapoktan Sri Rejeki diatur sebagai berikut :
1.
Cap. ( Contoh )
2.
BAB XI
SANKSI
Pasal 19
Apabila anggota dan pengurus melanggar ketentuan AD-ART dan peraturan
lainnya yang berlaku dapat di berikan sanksi oleh musyawarah anggota berupa :
a.
b.
c.
d.
Peringatan
Pemberhentian bukan atas kemauan sendiri
Di pecat dari jabatan
Diajukan ke pihak yang berwenang
BAB XII
PERUBAHAN ANGGARAN
Pasal 20
1.
BAB XIII
ANGGARAN RUMAH TANGGA DAN PERATURAN KHUSUS.
Pasal 21
1.
PENGURUS
GAPOKTAN SRI REJEKI
KETUA
BENDAHARA
HADI SUHERMAN
SEKRETARIS
UPANDI
URYAT