BAGIAN I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Rencana Kerja Sekolah (RKS) merupakan sebuah proses perencanaan atas semua hal
dengan baik dan teliti untuk mencapai tujuan pendidikan. Dengan tujuan agar sekolah dapat
menyesuaikan dengan kekhasan, kondisi dan potensi daerah, sosial budaya masyarakat,
potensi sekolah dan kebutuhan peserta didik. RKS (Rencana Kerja Sekolah) disusun sebagai
pedoman kerja dalam pengembangan sekolah, dasar untuk melakukan monitoring dan
evaluasi
pelaksanaan
pengembangan
sekolah,
dan
sebagai
bahan
acuan
untuk
mengidentifikasi serta mengajukan sumber daya yang diperlukan.
Rencana pengembangan sekolah ini dimaksudkan agar dapat dipergunakan sebagai
kerangka acuan oleh kepala sekolah dalam mengambil kebijakan, disamping itu sebagai
pedoman dalam mencapai keberhasilan pelaksanaan progam belajar mengajar dan
administrasi sekolah yang lain, agar pengelola sekolah tidak menyimpang dari prinsip-prinsip
manajemen.
Keberhasilan perencanaan ini menuntut peran serta aktif dari seluruh warga sekolah
dan dukungan dari warga masyarakat. Seluruh komponen sekolah harus mempunyai persepsi
yang sama terhadap visi dan misi sehingga seluruh progam yang dijalankan oleh sekolah
tidak menyimpang dari visi dan misi tersebut.
Dokumen Rencana Kerja Sekolah merupakan sebuah Rencana Strategis Satuan
Pendidikan yang disusun sebagai acuan pengembangan program satuan pendidikan di masa
yang akan datang.
Dokumen RKS ini dihasilkan melalui suatu proses yang sistematis dan
berkesinambungan dengan memperhitungkan potensi, peluang dan kendala yang ada atau
atas dasar prediksi terhadap kemungkinan trend perkembangan ipteks sebagai dampak
globalisasi yang tidak dapat dihindari melalui pendekatan SWOT.
Penyusunan RKS mengacu pada Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang
Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem
Pendidikan Nasional, Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional
Pendidikan, Peraturan Pemrintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan
Penyelenggaraan Pendidikan, Permendiknas No. 19 Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan
Pendidikan, Permendikbud Nomor 44 Tahun 2012 tentang Pungutan dan Sumbangan Biaya
Pendidikan pada Satuan Pendidikan dasar, Peraturan Bupati Indramayu Nomor 17 Tahun
2012 tentang Standar Pelayanan Minimal dan Peraturan Bupati Indramayu Nomor 19 Tahun
Toys:>//Pedoman RKA Disdik [Link] 2015
2014 tentang Pengelolaan Bantuan Operasional Perawatan dan Fasilitas Sekolah yang
bersumber dari anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Indramayu.
Sebagai dokumen rencana sekolah yang dijamin secara yuridis dan filosofis,
keberadaan RKS menjadi sebuah dokumen utama sekolah yang mengakomodir semua
kepentingan sistem sekolah dan menjadi acuan utama bagi pelaksanaan program sekolah
secara transparan dan akuntable, sebagai ciri utama dari penerapan Manajemen Berbasis
Sekolah oleh Satuan Pendidikan. Disamping itu, RKS yang disusun dengan menggunakan
prinsip SMART juga menjadi acuan ketercapaian penyelenggaraan program sekolah.
Modul Bimbingan Teknis MBS komponen Penyusunan RKS ini disusun, dalam
rangka penyegaran dan penggiatan kembali penerapan MBS di satuan pendidikan SD, SMP
dan SMA. Dengan
pedoman
ini, diharapkan dapat menjadi acuan bagi Pemerintah
Kabupaten Indramayu dan tim pengembang/fasilatator MBS di Kabupaten Indramayu
memiliki persamaan persepsi dan langkah gerak dalam melaksanakan pembinaan teknis
sehingga sekolah dapat melaksanakan MBS dengan baik sesuai yang direncanakan.
A. TUJUAN
1. Tujuan Umum
Pedoman
Bimbingan
teknis
(Bimtek)
MBS,
komponen
Penyusunan
RKS
diselenggarakan untuk memandu pelaksanaan MBS di sekolah melalui peningkatan mutu
manajemen dan kinerja sekolah dalam berbagai aspek khususnya aspek penyusunan Rencana
Kerja Sekolah dalam rangka peningkatan mutu pendidikan.
2. Tujuan Khusus
a. Membangun struktur manajemen terpadu untuk memperkuat dan memperluas
pelaksanaan MBS dalam rangka pencapaian Renstra Dinas Pendidikan 2010 s.d. 2015
yaitu 90% Sekolah sudah melaksanakan MBS dengan baik,
b. Memanfaatkan kerangka kerja untuk membina dan mengembangkan MBS secara
menyeluruh dan berkelanjutan di sekolah.
c. Meningkatkan pelaksanaan MBS di tingkat sekolah dengan baik dan benar pada
komponen Penyusunan Rencana Kerja Sekolah sehingga dapat meningkatkan mutu
penyelenggaraan pendidikan dan pembelajaran.
Toys:>//Pedoman RKA Disdik [Link] 2015
B. RUANG LINGKUP
Ruang lingkup pedoman bimbingan teknis (Bimtek) MBS komponen Penyusunan
Rencana Kerja Sekolah meliputi:
1. Konsep Penyusunan Rencana Sekolah
2. Prosedur Penyusunan Rencana Strategis Sekolah
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.
i.
Perumusan visi sekolah
Perumusan misi sekolah
Perumusan tujuan sekolah
Analisis tantangan
Penentuan sasaran sekolah
Identifikasi fungsi-fungsi sekolah
Analisis SWOT
Identifikasi Alternatif Langkah-langkah Pemecahan Persoalan
Penyusunan RKAS.
BAGIAN II
RENCANA KERJA SEKOLAH
Toys:>//Pedoman RKA Disdik [Link] 2015
A. KONSEP RENCANA KERJA SEKOLAH
Rencana kerja sekolah merupakan rencana yang menyeluruh untuk mengoptimalkan
menggunaan sumberdaya sekolah, baik sumber daya manusia maupun sumber daya non
manusia untuk mencapai tujuan yang diinginkan di masa yang akan datang. Rencana kerja
sekolah sepatutnya berorientasi ke masa depan; dan secara jelas mampu menjembatai
kesenjangan (gap) antara kondisi yang ada saat ini dan keinginan, harapan atau impian yang
ingin dicapai di masa yang akan datang.
Rencana kerja sekolah sebenarnya merupakan bentuk lain dari, atau dikembangkan dari
rencana strategis. Istilah-istilah yang sebelumnya dipakai adalah rencana strategis sekolah
(Renstra sekolah), rencana pengembangan sekolah (RPS), dan rencana pengembangan
program sekolah. Ketika rencana strategis diterapkan di sekolah, maka kutipan berikut
sesungguhnya sangatlah relevan untuk menggambarkan makna rencana kerja sekolah.
For many schools, strategic planning is an
activity that fails to effect any long-lasting
positive results for the children who
ultimately should be the beneficiaries.
Dalam rencana kerja sekolah, sepatutnya memperhatikan peluang dan ancaman dari
lingkungan eksternal, memperhatikan kekuatan dan kelemahan internal, serta kemudian
mencari dan menemukan strategi dan program-program untuk memanfaatkan peluang dan
kekuatan yang dimiliki, mengatasi tantangan dan kelemahan yang ada, guna mencapai visi
yang diinginkan.
RENSTRA SEBAGAI INSTRUMEN UNTUK MENCAPAI TUJUAN
Bagaima
na
mencap
ai tujuan
Evaluas
i Diri
Cari
Strate
gi
Susun
an
Renca
na
Laksa
nakan
Renca
na
Tujuan
Tercap
ai
Dengan demikian, dalam Rencana Kerja Sekolah harus menggambarkan secara jelas tentang:
1.
Visi sekolah yang menunjukkan gambaran sekolah di masa mendatang (jangka panjang)
yang diinginkan.
2.
Misi sekolah yang merupakan tindakan/upaya untuk mewujudkan visi sekolah yang telah
ditetapkan sebelumnya.
3.
Tujuan pengembangan sekolah merupakan apa yang ingin dicapai dalam upaya
pengembangan sekolah pada kurun waktu menengah, misalnya untuk 3-6 tahun.
Toys:>//Pedoman RKA Disdik [Link] 2015
4. Tantangan, yaitu kesenjangan (gap) dari tujuan yang diinginkan dan kondisi sekolah saat
ini. Tantangan itulah yang harus diatasi oleh sekolah.
5. Sasaran pengembangan sekolah, yaitu apa yang diinginkan sekolah untuk jangka pendek,
misalnya untuk satu tahun.
6. Identifikasi fungsi-fungsi yang berperan penting dalam pencapai sasaran.
7. Analisis SWOT terhadap fungsi-fungsi tersebut, sehingga ditemukan kekuatan (strength),
kelemahan (weakness), peluang (oportunity) dan ancaman (threat) dan setiap fungsi
yang telah diidentifikasi sebelumnya.
8. Identifikasi alternatif langkah untuk mengatasi kelemahan dan ancaman dengan
memanfaatkan kekuatan dan peluang yang dimiliki sekolah.
9. Rencana dan program sekolah yang dikembangkan dari alternatif yang terpilih guna
mencapai sasaran yang ditetapkan.
Berdasarkan pada rencana dan program sekolah tersebut, kepala sekolah bisa menyusun
Rencana Anggaran Kegiatan Sekolah (RAKS), dan Penyusunan jadwal pelaksanaan.
Landasan Yurids
pendidikan
(Undang-undang
dan Peraturanperaturan
Visi
dan
Misi
Sekol
ah
Tantangan masa
depan/globalis
asi.
Nilai
dan
harapan
masyarakat.
-undang
dan
Peraturanperaturan
Tujuan
Sekolah
Tanta
ngan
yang
dihad
api
sekola
h
Output sekolah
saatt ini
(Kenyataan)
Sasaran 1
Sasaran 2
Sasaran 3
................
................
Identifik
asi Fungsifungsi
untuk
mencapai
sasaran
Analisis
SWOT
setiap
fungsi dan
faktorfaktornya
Alternatif
langkahlangkah
pemecahan
persoalan
Rencana,
program
dan
anggaran
untuk
masingmasing
sasaran
B. APA YANG DIMAKSUD DENGAN RKAS?
Toys:>//Pedoman RKA Disdik [Link] 2015
Sekolah sebagai organisasi penyedia layanan pendidikan kepada masyarakat
senantiasa dihadapkan dengan tantangan dalam mencapai tujuan atau cita-citanya.
Pengelolaan sekolah dilakukan dengan menggunakan kerangka pikir manajemen, yang
tergambar dari rangkaian kegiatan yang terdiri atas merencanakan, mengorganisasikan,
menempatkan staf, memberikan arahan, mengkoordinasikan, dan mengendalikan kegiatan
dan staf. Sebagai salah satu fungsi manajemen, perencanaan memegang peranan mendasar
karena membantu pengelola organisasi memperkirakan hambatan/tantangan pencapaian
tujuan dan menentukan tindakan sebagai upaya mengatasi hambatan tersebut. Kast dan
Rosenzweig (2007) mendefinisikan rencana sebagai metode terinci yang dirumuskan
sebelumnya untuk melaksanakan atau membuat sesuatu, sementara Terry dan Rue (2005)
memaknai perencanaan sebagai proses memutuskan tujuan-tujuan apa yang akan dikejar
untuk jangka waktu yang akan datang, dan apa saja yang akan dilakukan agar tujuan tersebut
tercapai. Bila pengertian ini ditempatkan pada rencana sekolah, maka dapat dimaknai sebagai
rincian tujuan yang akan dicapai beserta kegiatan yang akan dilaksanakan guna mencapai
tujuan-tujuan yang telah ditetapkan.
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pendidikan Nasional di tahun 2006
menerbitkan Panduan Penyusunan Rencana Pengembangan Sekolah (RPS). RPS terdiri atas
rencana strategis (Renstra) dan rencana operasional (Renop). Sesuai dengan PP No. 19 tahun
2005 tentang Standar Nasional Pendidikan pada pasal 53 ayat 1, disebutkan bahwa setiap
satuan pendidikan dikelola atas dasar rencana kerja tahunan yang merupakan penjabaran rinci
dari rencana kerja jangka menengah satuan pendidikan yang meliputi masa 4 (empat) tahun.
Rencana kerja tahunan dikategorikan sebagai rencana operasional, sedangkan rencana
kerja jangka menengah berkategori rencana strategis. Sebagai materi yang bersinambung
dengan rangkaian materi yang dipaparkan pada topik sebelumnya, fokus panduan ini terletak
pada rencana kerja tahunan yang dikenal sebagai Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah
(RKAS). Tentu saja RKAS tidak boleh menyimpang dari RPS atau rencana strategis, karena
keberadaan RKAS berfungsi mencapai tujuan-tujuan yang sebelumnya terangkum dalam
tujuan besar RPS. RKAS merupakan rencana biaya dan pendanaan program/kegiatan secara
rinci untuk satu tahun anggaran. RKAS adalah dokumen anggaran sekolah resmi yang
disetujui kepala sekolah serta disahkan Dinas Pendidikan setempat (bagi sekolah negeri), atau
penyelenggara pendidikan/yayasan (bagi sekolah swasta).
Masa RKAS hanya berlaku untuk satu tahun anggaran yang akan datang, terdiri atas
pendapatan dan belanja (pengeluaran). Pendanaan yang dicantumkan dalam RKAS hanya
mencakup pengeluaran dalam bentuk uang yang akan diterima dan dikelola sekolah. Guna
Toys:>//Pedoman RKA Disdik [Link] 2015
lebih memahami posisi RKAS dan keterkaitannya dengan RKS dapat dilihat pada diagram
berikut ini.
Diagram Penyusunan dan Pelaksanaan Perencanaan Sekolah
C. MENGAPA HARUS MENYUSUN RKAS?
Pendidikan sebagai layanan yang diberikan sekolah bukanlah suatu hal yang
sederhana. Pendidikan selalu diwarnai tuntutan-tuntutan yang bersifat dinamis dan penuh
tantangan. Wajar saja, karena pendidikan yang khususnya diselenggarakan sekolah berkaitan
dengan investasi dan kondisi kehidupan seseorang di masa depan (Fatah, 2004). Dengan
demikian sekolah pun memiliki kompleksitas dan dinamika tersendiri. Hal tersebut
berimplikasi perlunya pengelolaan (manajemen) sekolah yang dapat diartikan sebagai cara
mengoptimalisasi, mengelola dan mengendalikan berbagai sumber daya. Keberhasilan
manajemen sekolah salah satunya bergantung kepada keberhasilan perencanaan.
PP No 17 tahun 2010 tentang pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan (pasal 50
dan 51) secara eksplisit menyatakan kewajiban satuan pendidikan merumuskan dan
menetapkan kebijakan pendidikan sesuai dengan kewenangannya. Salah satu kebijakan
pendidikan yang dirumuskan satuan pendidikan adalah rencana kerja tahunan satuan
pendidikan, anggaran pendapatan dan belanja tahunan satuan pendidikan. Secara tersurat
pemerintah menaruh harapan agar satuan pendidikan dapat menunjang sistem pendidikan
nasional yang efektif, efisien, dan akuntabel. Harapan pemerintah tersebut cukup mendasar,
Toys:>//Pedoman RKA Disdik [Link] 2015
karena dengan adanya rencana kegiatan sekolah lebih mudah dalam memonitoring dan
mengevaluasi pengembangan sekolah. Bagaimana keuntungan yang didapat oleh pihak
sekolah sendiri? Rencana kegiatan sekolah berperan sebagai pedoman kerja atau kerangka
acuan dalam mengembangan sekolah, selain juga menjadi rujukan identifikasi dalam
pengajuan sumberdaya pendidikan yang diperlukan untuk pengembangan sekolah.
Lebih jauh lagi, penyusunan rencana kegiatan sekolah (berikut anggarannya) akan
memudahkan sekolah untuk mengetahui secara rinci tentang tindakan apa saja yang harus
dilakukan supaya tujuan dan kewajiban sekolah tercapai. Dari sisi partisipasi, rencana
kegiatan dan anggaran sekolah memberikan dukungan terhadap diperhitungkannya harapanharapan para pemangku kepentingan sekolah baik eksternal maupun internal, tanpa
mengabaikan kondisi nyata sekolah.
BAGIAN III.
Toys:>//Pedoman RKA Disdik [Link] 2015
RENCANA KEGIATAN ANGGARAN SEKOLAH
Setelah memahami pentingnya menyusun RKAS, pertanyaan berikutnya yang boleh
jadi muncul adalah bagaimana cara menyusunnya. Namun sebelum lebih jauh ke langkah
operasional penyusunan RKAS, perlu diingatkan kembali bahwa RKAS adalah bagian dari
RPS. Bagian lainnya RPS (Rencana Pengembangan Sekolah/rencana jangka panjang) adalah
RKS (Rencana Kegiatan Sekolah/rencana jangka menengah), yakni rencana pengembangan
sekolah yang menggambarkan program-program sekolah dalam kurun waktu empat tahun.
Cakupan program-program tersebut lebih bersifat umum atau garis besar, dan mengacu
kepada standar nasional pendidikan. Adapun RKAS adalah penjabaran operasional dari RKS,
artinya isi program RKAS lebih detil dan lebih berjangka waktu pendek (satu tahun). Bila
RKS dibuat pada awal tahun untuk empat tahun ke depan, maka RKAS dibuat pada setiap
awal tahun pertama, kedua, ketiga dan keempat.
Mengenai sumber dana, umumnya dapat diprediksi sebelumnya karena penyusunan
RKAS pada prakteknya lebih menggunakan alokasi historis. Meskipun demikian tidak
menutup kemungkinan penggalian dana yang berasal dari hibah.
A. KETENTUAN DALAM PENYUSUNAN RKAS
Beberapa ketentuan perlu diperhatikan dalam penyusunan RKAS. Ketentuan yang
paling mendasar isinya tidak boleh menyimpang dari RKS. Ketentuan lainnya dalam
penyusunan RKAS yaitu:
1. Menggunakan strategi analisis SWOT
2. Analisis SWOT dilakukan setiap tahun
3. RKAS merupakan penjabaran dari RKS
4. Program yang direncanakan bersifat lebih operasional
5. Ada benang merah antara tujuan empat tahunan dan sasaran (tujuan situasional) satu
tahunan
6. Rencana dan program sekolah harus memperhatikan hasil analisis SWOT.
B. LANGKAH PENYUSUNAN RKAS
Toys:>//Pedoman RKA Disdik [Link] 2015
Secara skematis, langkah penyusunan RKAS dapat dilihat pada diagram 2 yang
terletak pada halaman berikut.
Diagram Langkah-Langkah Penyusunan RKAS sebagai Bagian dari RPS
1.
Melakukan analisis lingkungan operasional sekolah
Bagian ini pada prinsipnya sama dengan analisis lingkungan strategis pada Renstra
atau RKS. Perbedaannya adalah untuk analisis ini lebih menitik beratkan kepada
lingkungan sekolah saja yang cakupannya lebih sempit dan berpengaruh langsung
kepada operasional sekolah.
Proses-proses ini termasuk menganalisis kebutuhan masyarakat/daerah setempat,
potensi daerah, potensi sekolah, potensi masyarakat sekitar, potensi geografis sekitar
sekolah, potensi ekonomi masyarakat sekitar sekolah, dan potensi lainnya. Termasuk di
dalamnya juga tentang regulasi atau kebijakan daerah dan peta perpolitikan daerah
setempat. Hasil kajian ini (baik yang bersifat kuantitas maupun kualitas) dapat
dipergunakan untuk membantu melakukan analisis pendidikan yang ada di sekolah saat
sekarang dan perencanaan satu tahun ke depan.
Toys:>//Pedoman RKA Disdik [Link] 2015
10
2.
Melakukan analisis pendidikan sekolah saat ini
Adalah suatu analisis atau kajian yang dilakukan oleh sekolah untuk mengetahui
semua unsur internal sekolah yang akan dan telah mempengaruhi penyelenggaraan
pendidikan dan hasil-hasilnya. Analisis ini lebih menitikberatkan kepada analisis situasi
pendidikan di sekolah yang bersangkutan. Aspek atau unsur-unsur sekolah yang secara
internal dapat dikaji antara lain mengenai kondisi saat ini tentang: PBM, guru, kepala
sekolah, tenaga TU, laboran, tenaga perpustakaan, fasilitas atau sarpras, media
pengajaran, buku, peserta didik, kurikulum, manajemen sekolah, pembiayaan dan sumber
dana sekolah, kelulusan, sistem penilaian/evaluasi, peran komite sekolah, dan sebaginya.
Hasil kajian ini dapat dirumuskan dalam school profile sekolahnya yang dapat
dipergunakan untuk menentukan status atau potret sekolah saat ini. Hasil ini
selanjutnya akan dibandingkan dengan kondisi ideal yang diharapkan di masa satu tahun
mendatang, sehingga dapat diketahui sejauh mana kesenjangan yang terjadi.
Erat kaitannya dengan upaya pemerintah melakukan standarisasi pendidikan, maka
alangkah lebih bijaksananya
bila dalam menganalisis
kondisi sekolah turut
memperhatikan pola atau arah kebijakan pemerintah yang sedang berlaku. Sebagai
contoh membandingkan kondisi sekolah saat ini dengan standar-standar yang ditetapkan
pemerintah. Pencapaian standar pendidikan sebagaimana pemerintah telah tetapkan bisa
menjadi prioritas dalam mengkaji kondisi sekolah sehingga bisa ditemukan nantinya bila
terdapat kesenjangan dengan standar yang diatur pemerintah. Contoh peraturan
pemerintah yang dapat dirujuk sekolah dalam menganalisis kondisi sekolah adalah
sebagai berikut:
a.
PP No. 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan
b. Kepmendiknas RI no 129a/U/2004 tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang
Pendidikan (Sementara SMA/K/MA mengacu ke peraturan ini)
c. Peraturan Menteri Pendidikan Republik Indonesia Nomor 15 tahun 2010 tentang
Standar Pelayanan Minimal Pendidikan Dasar Di Kabupaten/Kota.
3.
Melakukan analisis pendidikan sekolah satu tahun ke depan
Pada dasarnya analisis ini sama dengan yang dilakukan untuk analisis sebelumnya
di RPS, bedanya di sini untuk jangka waktu satu tahun. Sekolah melakukan suatu kajian
atau penelaahan tentang cita-cita potret sekolah yang ideal di masa datang (khususnya
dalam satu tahun mendatang). Dalam analisis ini melibatkan
Toys:>//Pedoman RKA Disdik [Link] 2015
semua
stakeholder
11
sekolah, khususnya mereka yang memiliki cara pandang yang visioner, sehingga dapat
menentukan kondisi sekolah yang benar-benar ideal tetapi terukur, flecible, dan rasional.
4.
Menentukan kesenjangan antara situasi sekolah saat ini dan yang diharapkan satu tahun
Kedepan.
Dalam menentukan kesenjangan ini pada dasarnya sama ketika menyusun RPS.
Berdasarkan pada hasil analisis sekolah saat ini dan analisis kondisi sekolah yang ideal
satu tahun mendatang, maka selanjutnya sekolah dapat menentukan kesenjangan yang
terjadi antar keduanya. Kesenjangan itulah merupakan sasaran yang harus dicapai atau
diatasi dalam waktu satu tahun, sehingga apa yang diharapkan sekolah secara ideal dapat
dicapai. Dengan kata lain, kesenjangan tersebut merupakan selisih antara kondisi nyata
sekarang dengan kondisi idealnya satu tahun ke depan. Untuk memudahkan dalam
mengidentifikasi dan mengulas kesenjangan, dapat dikelompokkan menjadi bagianbagian kelompok aspek
5.
Merumuskan tujuan sekolah selama satu tahun ke depan.
Sekolah menentukan atau merumuskan sasaran atau tujuan jangka pendek satu
tahunan. Rumusan tujuan satu tahunan ini merupakan penjabaran lebih rinci, operasional,
dan terukur dari tujuan empat tahunan dalam RKS. Oleh karena itu, tujuan di sini tidak
boleh berbeda atau menyimpang dari tujuan empat tahunan. Dalam perumusannya harus
mengandung aspek
SMART (spesific, measurable, achievable, realistic, dan time
bound). Secara substansi tujuan tersebut lebih menitikberatkan kepada tujuan pencapaian
standar nasional dalam berbagai aspek pendidikan.
Tujuan satu tahun merupakan penjabaran dari tujuan sekolah yang telah
dirumuskan berdasarkan pada kesenjangan/selisih yang terjadi antara kondisi sekolah
saat ini dengan tujuan sekolah untuk satu tahun ke depan. Berdasarkan pada tantangan
nyata tersebut, selanjutnya dirumuskan sasaran mutu yang akan dicapai oleh sekolah.
Sasaran harus menggambarkan mutu dan kuantitas berstandar nasional yang ingin
dicapai dan terukur agar mudah melakukan evaluasi keberhasilannya.
6. Mengidentifikasi fungsi-fungsi atau urusan-urusan sekolah untuk dikaji tingkat
kesiapannya;
Setelah sasaran atau tujuan tahunan ditentukan, selanjutnya dilakukan identifikasi
fungsi-fungsi atau urusan-urusan sekolah yang diperlukan untuk mencapai sasaran
Toys:>//Pedoman RKA Disdik [Link] 2015
12
tersebut. Langkah ini harus dilakukan sebagai persiapan dalam melakukan analisis
SWOT. Fungsi-fungsi yang dimaksud, misalnya untuk meningkatkan pencapaian
ketuntasan kompetensi lulusan yang berstandar nasional adalah fungsi proses belajar
mengajar (PBM) berstandar nasional dan pendukung PBM, seperti: ketenagaan,
kesiswaan, kurikulum, perencanaan instruksional, sarana dan prasarana dengan standar
internasional, serta hubungan sekolah dan masyarakat.
Selain itu terdapat pula fungsi-fungsi yang tidak terkait langsung dengan proses
belajar mengajar, diantaranya pengelolaan keuangan dan pengembangan iklim akademik
sekolah. Apabila sekolah keliru dalam menetapkan fungsi-fungsi tersebut atau fungsi
tidak sesuai dengan sasarannya, maka dapat dipastikan hasil analisis akan menyimpang
dan tidak berguna untuk memecahkan persoalan. Untuk itu, diperlukan kecermatan dan
kehati-hatian dalam menentukan fungsi-fungsi yang diperlukan untuk mencapai sasaran
yang ditentukan. Agar lebih mudah, dalam identifikasi fungsi dibedakan fungsi-fungsi
pokok yang berbentuk proses, misalnya KBM, latihan, pertandingan, dan sebagainya
serta fungsi-fungsi yang berbentuk pendukung, yang berbentuk input misalnya
ketenagaan, sarana-prasarana, anggaran, dan sebagainya. Pada setiap fungsi ditentukan
pula faktor-faktornya, baik faktor yang tergolong internal maupun eksternal agar setiap
fungsi memiliki batasan yang jelas dan memudahkan saat melakukan analisis.
Setelah
fungsi-fungsi
yang
diperlukan
untuk
mencapai
sasaran
telah
diidentifikasi, maka langkah berikutnya adalah menentukan tingkat kesiapan masingmasing fungsi beserta faktor-faktornya melalui analisis SWOT (Strength, Weakness,
Opportunity, and Threat).
Harap diperhatikan bahwa dalam menentukan fungsi pada sebuah sasaran agar
selalu mencermati unsur-unsur yang lazim di dalam sistem pembelajaran, seperti: PBM,
kesiswaan, dana, guru, manajemen, media, buku, dll adalah dari internal sekolah,
sedangkan fungsi dari eksternal antara lain: dana, pendidik, fasilitas, dan lain sebagainya.
Contoh identifikasi fungsi atau urusan sekolah terkait dengan pencapaian tujuan satu
tahun.
7.
Melakukan analisis SWOT
Analisis SWOT dilakukan dengan maksud untuk mengenali tingkat kesiapan
setiap fungsi dari keseluruhan fungsi yang diperlukan untuk mencapai sasaran yang telah
ditetapkan. Oleh karena tingkat kesiapan fungsi ditentukan oleh tingkat kesiapan masing-
Toys:>//Pedoman RKA Disdik [Link] 2015
13
masing faktor yang terlibat pada setiap fungsi, maka analisis SWOT dilakukan terhadap
keseluruhan faktor dalam setiap fungsi tersebut, baik faktor internal maupun eksternal.
Dalam melakukan analisis terhadap fungsi dan faktor-faktornya, maka berlaku
ketentuan berikut: Untuk tingkat kesiapan yang memadai, artinya, minimal memenuhi
kriteria kesiapan yang diperlukan untuk mencapai sasaran, dinyatakan sebagai kekuatan
bagi faktor internal atau peluang bagi faktor eksternal. Sedangkan tingkat kesiapan yang
kurang memadai, artinya, tidak memenuhi kriteria kesiapan minimal, dinyatakan sebagai
kelemahan bagi faktor internal atau ancaman bagi faktor eksternal. Untuk menentukan
kriteria kesiapan, diperlukan standar, kecermatan, kehati-hatian, pengetahuan, dan
pengalaman yang cukup agar dapat diperoleh ukuran kesiapan yang tepat.
Kelemahan atau ancaman yang dinyatakan pada faktor internal dan faktor
eksternal yang memiliki tingkat kesiapan kurang memadai, disebut persoalan. Selama
masih adanya fungsi yang tidak siap atau masih ada persoalan, maka sasaran yang telah
ditetapkan diduga tidak akan dapat tercapai. Oleh karena itu, agar sasaran dapat tercapai,
perlu dilakukan tindakan-tindakan untuk mengubah fungsi tidak siap menjadi siap.
Tindakan yang dimaksud disebut langkah-langkah pemecahan persoalan, yang pada
hakekatnya merupakan tindakan mengatasi kelemahan atau ancaman agar menjadi
kekuatan atau peluang.
Setelah diketahui tingkat kesiapan faktor melalui analisis SWOT, langkah
selanjutnya adalah memilih alternatif langkah-langkah pemecahan persoalan, yakni
tindakan yang diperlukan untuk mengubah fungsi yang tidak siap menjadi fungsi yang
siap dan mengoptimalkan fungsi yang dinyatakan siap.
Oleh karena kondisi dan potensi sekolah berbeda-beda antara satu dengan
lainnya, maka alternatif langkah-langkah pemecahan persoalannya pun dapat berbeda,
disesuaikan dengan kesiapan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya di sekolah
tersebut. Dengan kata lain, sangat dimungkinkan suatu sekolah mempunyai langkah
pemecahan yang berbeda dengan sekolah lain untuk mengatasi persoalan yang sama.
Oleh karena itu dalam analisis SWOT harus dilakukan pada tiap sasaran/tujuan.
Toys:>//Pedoman RKA Disdik [Link] 2015
14
8.
Merumuskan dan mengidentifikasi Alternatif Pemecahan Persoalan.
Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan untuk sebuah tujuan/sasaran
maka dapat diidentifikasi kelemahan dan ancaman yang dihadapi oleh sekolah pada
hampir semua fungsi yang diperkirakan menunjang ketercapaian tujuan tersebut. Sebagai
contoh, pada fungsi PBM yang menjadi kelemahan adalah siswa kurang disiplin, guru
kurang mampu memberdayakan siswa dan umumnya tidak banyak variasi dalam
memberikan bahan pelajaran di kelas serta waktu yang digunakan kurang efektif.
Sedangkan yang menjadi ancaman adalah kurang siapnya siswa dalam menerima
pelajaran, terutama pada pagi dan siang hari menjelang pulang. Di samping itu, suasana
Toys:>//Pedoman RKA Disdik [Link] 2015
15
lingkungan sekolah yang kurang kondusif dan ramai karena berdekatan dengan pusat
keramaian kota.
Selanjutnya untuk mengatasi kelemahan atau ancaman tersebut, sekolah mencari
alternatif langkah-langkah memecahkan persoalan. Dengan kata lain, alternatif
pemecahan masalah pada dasarnya merupakan cara mengatasi fungsi yang belum
memenuhi kesiapan.
Hal-hal yang harus diperhatikan:
a. Berdasarkan hasil analisis SWOT, maka diidentifikasi komponen dan faktor yang
TIDAK SIAP terlebih dahulu untuk diatasi lebih dulu;
b. Setiap komponen atau faktor yang tidak siap dicarikan alternatif-alternatif
pemecahannya, dan dipilih yang paling ringan, tepat, dan efisien/efektif.
9.
Menyusun Rencana Program
Berdasarkan pada beberapa alternatif pemecahan persoalan yang dihasilkan dari
analisis SWOT tersebut, sekolah selanjutnya menyusun program sesuai dengan
kemampuan sekolah. Sekolah yang sukses adalah sekolah yang mampu melaksanakan
alternatif pemecahan masalah dengan inovatif maksimal dan biaya minimal. Dari
alternatif langkah-langkah pemecahan persoalan yang ada, Kepala sekolah bersama-sama
dengan unsur Komite Sekolah, menyusun dan merealisasikan rencana dan programprogramnya untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan. Rencana yang dibuat harus
menjelaskan secara detail dan lugas tentang aspek-aspek yang ingin dicapai, kegiatan
yang harus dilakukan, siapa yang harus melaksanakan, kapan dan dimana dilaksanakan,
dan berapa biaya yang diperlukan. Hal itu juga diperlukan untuk memudahkan sekolah
dalam menjelaskan dan memperoleh dukungan dari pemerintah maupun orangtua peserta
didik, baik secara moral maupun finansial.
10. Menentukan tonggak-tonggak kunci keberhasilan/output (milestone)
Berdasarkan pada tujuan atau sasaran satu tahunan dan program di atas, maka
selanjutnya dapat dirumuskan tentang apa-apa saja yang akan dihasilkan (sebagai
output), baik yang bersifat kuantitatif maupun kualitatif dan dalam waktu kapan akan
dicapai dalam waktu satu tahun. Dasar tujuan satu tahun bisa berbasis standar nasional
pendidikan, atau lebih spesifik lagi misal terkait dengan rintisan sekolah berstandar
internasional. Misalnya dari program pencapaian standar internasional aspek sarana dan
Toys:>//Pedoman RKA Disdik [Link] 2015
16
prasarana pendidikan, bentuk hasil yang akan dicapai sarana pendidikan apa saja dalam
jangka satu tahun bisa terwujud.
Semisal dalam empat tahun akan mencapai standar nasional, sarana pendidikan 100%,
maka pada tahun pertama ini akan dicapai 25%-nya. Demikian pula untuk hasil-hasil
yang akan dicapai dari program-program lainnya.
11. Menyusun rencana biaya
Selanjutnya sekolah merencanakan alokasi anggaran biaya untuk kepentingan
satu tahun. Dalam membuat rencana anggaran ini dari setiap besarnya alokasi dana harus
dimasukkan asal semua sumber dana, misalnya dana dari rutin atau daerah (provinsi dan
kabupaten/kota), dari pusat, dari komite sekolah, atau dari sumber dana lainnya.
Penyusunan rencana anggaran ini dituangkan ke dalam Rencana Anggaran dan Belanja
Sekolah (RAPBS). Dalam penyusunannya harus memperhatikan ketentuan-ketentuan
dari masing-masing penyandang dana. Sangat dimungkinkan suatu program dibiayai
dengan subsidi silang dari berbagai pos atau sumber dana. Program-program yang
memerlukan bantuan dari pusat harus dialokasikan sumber dana dari pusat dengan
sharing dari sekolah dan komite sekolah atau bahkan daerah. Pada era otonomi daerah
ini, maka sekolah dan daerah memiliki kewajiban yang lebih besar dalam hal pemenuhan
unit cost pendidikan anak/siswa. Dalam penyusunan anggaran di RAPBS, maka setiap
program atau kegiatan harus nampak jelas, terukur, dan rinci untuk memudahkan dalam
menentukan besarnya dana yang diperlukan.
Rencana Anggaran Pendapatan dan Biaya Sekolah (RAPBS) menjadi salah satu
bagian Rencana Pengembangan Sekolah yang cukup penting dan strategis dalam
pengembangan sekolah. RAPBS menjadi salah satu indikator utama pengembangan
sekolah di masa-masa yang akan datang. Besar kecilnya RAPBS sangat ditentukan oleh
kepiawaian kepala sekolah dalam mengelola sekolah, di samping juga kemampuan
kepala sekolah dalam menggali dana, di luar dana dari pemerintah. Selanjutnya RAPBS
disusun dengan tujuan untuk: (1) memberikan arah yang jelas program sekolah dalam
kurun waktu tertentu (misalnya 4 tahunan); (2) memprediksi kegiatan-kegiatan sekolah
di masa yang akan datang; (3) menjamin terciptanya integrasi, sinkronisasi, dan sinergi
pendanaan pada kegiatan-kegiatan sekolah; (4) menjamin keterkaitan dan konsistensi
antara perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, dan pengawasan; (5) mengoptimalkan
partisipasi warga sekolah dan masyarakat dalam hal dukungan finansial ; dan (6)
Toys:>//Pedoman RKA Disdik [Link] 2015
17
menjamin tercapainya penggunaan sumber dana secara efisien, efektif, berkeadilan, dan
berkelanjutan.
12. Menyusun rencana pelaksanaan program
Perumusan atau penyusunan rencana pelaksanaan program ini lebih mengarah
kepada kiat, cara, teknik, dan atau strategi yang jitu, efisien, efektif, dan feasibel untuk
dilaksanakan. Cara di sini harus disesuaikan dengan tujuan yang akan dicapai pada
program tersebut. Beberapa cara yang bisa ditempuh misalnya dengan pelatihan atau
workshop, seminar, lokakarya, temu alumni, kunjungan, in house training, matrikulasi,
remedial, pengayaan, pendampingan, bimbingan teknis rutin, dan lainnya. Dalam
perencanaan pelaksanaan harus mempertimbangkan alokasi waktu, ketersediaan dana,
SDM, fasilitas, dan sebagainya.
13. Menyusun rencana pemantauan dan evaluasi
Perumusan di sini pada dasarnya sama dan mengacu kepada RKS khususnya
tentang rencana supervisi klinis, monitoring, dan evaluasi di sekolah. Sekolah
merumuskan tentang rencana supervisi, monitoring internal, dan evaluasi internal
sekolahnya oleh kepala sekolah dan tim yang dibentuk sekolah. Harus dirumuskan
rencana supervisi yang akan dilakukan sekolah ke semua unsur sekolah, dirumuskan
monitoring tiap kegiatan sekolah oleh tim, danharus dirumuskan evaluasi kinerja sekolah
oleh tim. Oleh siapa dan kapan dilaksanakan harus dirumuskan secara jelas selama
kurun waktu satu tahun. Dengan demikian, sekolah dapat memperbaiki kelemahan proses
dan dapat mengetahui keberhasilan atau kegagalan tujuan dalam kurun waktu satu tahun
tersebut. Pada akhirnya sekolah akan mengetahui program apa yang dapat dicapai dan
kapan suatu target standar internasional akan dicapai dengan pasti.
Tanpa adanya
langkah ini sekolah akan cenderung berjalan tanpa ada kejelasan dan kepastian. Lebih
daripada itu, sekolah akan memiliki daya tawar dengan pihak lain ketika berkepentingan
untuk meningkatkan kemajuan sekolah.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam monitoring dan evaluasi adalah sebagai berikut:
1) Supervisi dilakukan untuk mengetahui dan mengatasi masalah2 proses pelaksanaan
semua program dan kegiatan sekolah;
2) Supervisi juga termasuk masalah gurunya, administrasi, sarana, KBM, dll
3) Monev dilakukan pada akhir program untuk mengetahui ketercapaian tujuan/sasaran,
untuk perbaikan/masukan sasaran tahun berikutnya.
Toys:>//Pedoman RKA Disdik [Link] 2015
18
4) Lebih baik tiap sasaran ada evaluasi
5) Instrumen, kisi-kisi, pedoman penilaian monev bisa dikembangkan sendiri atau
mengacu pada instrumen lain yang relevan;
6) Kegiatan supervisi dan monev dilakukan oleh intern sekolah;
7) Rincian kegiatan MONEV antara lain:
a. Persiapan
b. Pengembangan perangkat instrumen
c. Pelaksanaan (pengambilan data dan analisis data, pemecahan masalah)
d. Pelaporan
14. Membuat jadwal pelaksanaan program
Apabila program-program telah disusun dengan baik dan pasti, selanjutnya
sekolah merencanakan alokasi waktu per mingguan atau bulanan atau triwulanan dan
seterusnya sesuai dengan karakteristik program yang bersangkutan. Fungsi utama dengan
adanya penjadwalan ini untuk pegangan bagi para pelaksana program dan sekaligus
mengontrol pelaksanaan tersebut.
15. Menentukan penanggungjawab program/kegiatan
Sekolah akhirnya harus menentukan siapa penanggungjawab suatu kegiatan/
program kelompok program dan atau keseluruhan program. Dengan SK Kepala Sekolah,
tiap orangatau kelompok orang dapat menjadi penanggung jawab atau anggota
pelaksanprogram/kegiatan. Pertimbangan utamanya adalah profesionalitas, kesesuaian
kewenangan, kemampuan, kesediaan, dan kesempatan yang ada. Asas roporsionalitas
bisa dipertimbangkan kemudian. Keterlibatan pihak luar, seperti komite sekolah, tokoh
masyarakat, dan sebagainya dapat dilibatkan sesuai dengan kepentingannya. Ada
prinsipnya RKAS ini harus diketahui, disetujui, dan disahkan oleh berbagai pihak terkait
(Sekolah, Komite Sekolah, Dinas Pendidikan Daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota).
Toys:>//Pedoman RKA Disdik [Link] 2015
19
BAGIAN IV
PENUTUP
Demikian buku pedoman penyusunan Rencana Kegiatan Anggaran Sekolah (RKAS)
ini disampaikan sebagai gambaran umum dalam menyusun dan menentukan program sekolah
guna mendukung keberhasilan yang terukur dalam implementasi penyusunan rencana
kegiatan dan anggaran sekolah.
DAFTAR REFERENSI
Toys:>//Pedoman RKA Disdik [Link] 2015
20
Fatah, N. (2004). Konsep Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) dan Dewan Sekolah.
Bandung:
Pustaka Bani Quraisy
Kast, F.E dan Rosenzweig, J.E. (2007). Organisasi dan Manajemen 2. (diterjemahkan
[Link]
Ali). Jakarta: Bumi Aksara.
Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar Dan Menengah Direktorat Pembinaan
Sekolah
Menengah Pertama. (2006). Panduan Penyusunan Rencana Pengembangan Sekolah
(RPS) Departemen Pendidikan Nasional. Jakarta: Depdiknas
PP No. 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.
PP No 17 tahun 2010 tentang pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan.
Terry, G. R dan Rue, L.W. (2005). Dasar-Dasar Manajemen. Jakarta: Bumi Aksara.
Peraturan Bupati Indramayu Nomor 19 Tahun 2014 tentang pengelolaan bantuan operasional
perawatan fasilitas sekolah yang berseumber dai anggaran pendapatan dan belanja daerah
kabupaten indramayu
Lampiran : Peraturan Menteri Dalam Negeri
Nomor : 13 Tahun 2006
Tanggal : 15 Mei 2006
Toys:>//Pedoman RKA Disdik [Link] 2015
21
Kode
ReKening
5.
5.1
5.1.1
[Link]
[Link].0
1
[Link].0
2
[Link].0
3
[Link].0
4
[Link].0
5
[Link].0
6
[Link].0
7
[Link].0
8
[Link].0
9
KODE REKENING BELANJA DAERAH
Uraian
BELANJA DAERAH
BELANJA TIDAK LANGSUNG
BELANJA PEGAWAI
Gaji dan Tunjangan
Gaji Pokok PNS/Uang Representase*)
Tunjangan Keluarga
Tunjangan Jabatan
Tunjangan Fungsional
Tunjangan Fungsional Umum/TPP
Tunjangan Beras
Tunjangan PPh/Tunjangan Khusus
Pembulatan
Dst. .......
5.2
5.2.1
[Link]
[Link].0
1
[Link].0
2
[Link].0
5
[Link].0
4
[Link].0
7
BELANJA LANGSUNG
BELANJA PEGAWAI
Honorarium PNS
Honorarium Panitia Pelaksana Kegiatan
[Link]
[Link].0
2
[Link].0
3
[Link].0
4
[Link].0
5
Honorarium Non PNS
Honorarium Pegawai Honorer/Tidak Tetap
[Link]
[Link].0
Uang Lembur
Uang Lembur PNS
Honorarium Tim Pengadaan Barang dan Jasa
Honorarium Tim Teknis PNS
Honorarium Piket
Honorarium Petugas Pelaksana Kegiatan (Sekolah)
Honorarium Tim Teknis Non PNS
Honorarium Piket Non PNS
Honorarium Petugas Pelaksana Kegiatan Non PNS (sekolah)
Toys:>//Pedoman RKA Disdik [Link] 2015
22
1
[Link].0
2
Uang Lembur Non PNS
[Link]
[Link].0
1
[Link].0
2
Uang Saku
Uang Saku PNS
5.2.2
[Link]
[Link].0
1
[Link].0
3
[Link].0
4
[Link].0
5
[Link].0
9
BELANJA BARANG DAN JASA
Belanja Bahan Pakai Habis
Belanja Alat Tulis Kantor
[Link]
[Link].0
1
[Link].0
8
[Link].0
9
Belanja Bahan/Material
Belanja Bahan Baku Bangunan
[Link]
[Link].0
1
[Link].0
2
[Link].0
3
[Link].0
5
[Link].0
6
[Link].0
8
[Link].1
6
Belanja Jasa Kantor
Belanja Telephon
[Link]
[Link].0
1
[Link].0
2
Belanja Cetak dan Penggandaan
Belanja Cetak
Uang Saku Non PNS
Belanja Alat Listrik dan elektronik (lampu pijar, batrery kering)
Belanja materai, perangko dan benda pos lainnya
Belanja Peralatan Kebersihan dan bahan pembersih
Belanja Alat-alat dapur
Belanja Pembelian Tropy/Piala
Belanja Bahan dan Peralatan
Belanja Air
Belanja Listrik
Belanja Surat Kabar/majalah
Belanja Kawat/faksimile/internet
Belanja Sertifikasi
Belanja Jasa dokumentasi, publikasi dan dekorasi
Belanja Penggandaan, foto copy dan penjilidan
Toys:>//Pedoman RKA Disdik [Link] 2015
23
[Link]
[Link].0
1
[Link].0
2
[Link].0
3
Belanja Makanan dan Minuman
Belanja makanan dan minuman harian pegawai
[Link]
[Link].0
1
[Link].0
2
Belanja Perjalanan Dinas
Belanja Perjalanan Dinas dalam daerah
[Link]
[Link].0
9
[Link].1
1
[Link].1
4
[Link].1
5
[Link].1
6
[Link].1
8
[Link].1
9
[Link].2
1
Belanja Pemeliharaan
Belanja Pemeliharaan Rutin/Berkala Gedung Kantor
5.2.3
[Link]
[Link].0
1
[Link].0
2
[Link].0
3
[Link].0
4
BELANJA MODAL
Belanja modal pengadaan alat kantor
Belanja modal pengadaan mesin ketik
[Link]
[Link].0
1
[Link].0
2
[Link].0
3
[Link].0
4
[Link].0
Belanja Modal Pengadaan Alat Rumah Tangga
Belanja modal pengadaan mebelair
Belanja makanan dan minuman rapat
Belanja makanan dan minuman tamu
Belanja Perjalanan Dinas luar daerah
Belanja Pemeliharaan Rutin/Berkala Perlengkapan dan Peralatan
Gedung Kantor
Belanja Pemeliharaan Gedung Sekolah
Belanja Pemeliharaan Jaringan/Aplikasi Komputer
Belanja Pemeliharaan Peralatan Gedung Kantor
Belanja Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Kebersihan
Belanja Rehabilitasi Gedung Kantor
Belanja Pemeliharaan Jaringan Listrik
Belanja modal pengadaan mesin Hitung
Belanja modal pengadaan alat reproduksi (Pengganda)/mesin
foto copy
Belanja modal pengadaan alat penyimpanan perlengkapan
kantor
Belanja modal pengadaan alat pengukur waktu
Belanja modal pengadaan alat pembersih
Belanja modal pengadaan alat pembersih
Belanja Modal pengadaan alat pendingin
Toys:>//Pedoman RKA Disdik [Link] 2015
24
5
[Link].0
6
[Link].0
7
Belanja modal pengadaan peralatan dan perlengkapan rumah
tangga
Belanja modal pengadaan alat pemadam kebakaran
[Link]
[Link].0
1
[Link].0
2
[Link].0
3
[Link].0
4
[Link].0
5
Belanja Modal Pengadaan Komputer
Belanja modal pengadaan komputer unit jaringan
[Link]
[Link].0
1
[Link].0
2
[Link].0
3
[Link].0
4
[Link].0
5
[Link].0
6
[Link].0
7
Belanja Modal Pengadaan Meja Dan Kursi Kerja/Rapat
Belanja modal pengadaan meja kerja
[Link]
[Link].0
1
Belanja Modal Pengadaan Alat Komunikasi
Belanja modal pengadaan alat komunikasi telephon
[Link]
[Link].0
1
[Link].0
2
[Link].0
3
[Link].0
4
[Link].0
5
[Link].0
6
[Link].0
7
Belanja Modal Pengadaan Alat Peraga/Praktek Sekolah
Belanja modal pengadaan alat peraga bidang studi Bahasa
Indonesia
Belanja modal pengadaan alat peraga bidang studi Matematika
Belanja modal pengadaan komputer/PC
Belanja modal pengadaan peralatan komputer mainframe
Belanja modal pengadaan peralatan mini komputer
Belanja modal pengadaan peralatan personal komputer
Belanja modal pengadaan meja rapat
Belanja modal pengadaan kursi kerja
Belanja modal pengadaan kursi rapat
Belanja modal pengadaan kursi hadap depan meja kerja
Belanja modal pengadaan kursi tamu di ruangan
Belanja modal pengadaan lemari dan arsip
Belanja modal pengadaan alat peraga bidang studi IPA Dasar
Belanja modal pengadaan alat peraga bidang studi IPA Lanjutan
Belanja modal pengadaan alat peraga bidang studi IPA Menengah
Belanja modal pengadaan alat peraga bidang studi IPA Atas
Belanja modal pengadaan alat peraga bidang studi IPS
Toys:>//Pedoman RKA Disdik [Link] 2015
25
[Link].0
8
[Link].0
9
[Link].1
0
[Link].1
1
[Link].1
2
Belanja modal pengadaan alat peraga bidang studi Agama Islam
[Link]
[Link].0
1
[Link].0
2
[Link].0
3
[Link].0
4
[Link].0
5
[Link].0
6
[Link].0
7
[Link].0
8
[Link].0
9
Belanja Modal Aset tetap Lainnya-Pengadaan Buku
Belanja modal pengadaan buku ilmu pengetahuan umum dan
peraturan perundang-undangan
Belanja modal pengadaan buku Filsafat
Belanja modal pengadaan alat peraga bidang studi Keterampilan
Belanja modal pengadaan alat peraga bidang studi Kesenian
Belanja modal pengadaan alat peraga bidang studi Olah Raga
Belanja modal pengadaan alat peraga bidang studi PMP
Belanja modal pengadaan buku keagamaan
Belanja modal pengadaan buku Ilmu Sosial
Belanja modal pengadaan buku Ilmu Bahasa
Belanja modal pengadaan buku Matematika dan Pengetahuan
Alam
Belanja modal pengadaan buku Pengetahuan Praktis
Belanja modal pengadaan buku arsitektur, kesenian dan olah
raga
Belanja modal pengadaan buku Geografi, Biografi, Sejarah
Lampiran : Peraturan Bupati Indramayu
Nomor
:
Tanggal :
KODE DAN DAFTAR PROGRAM/KEGIATAN
BIAYA OPERASIONAL PERAWATAN DAN FASILITAS SEKOLAH
KODE
[Link].
[Link].17
[Link].17.0
1
[Link].17.01.
01
[Link].17.01.
01.01
[Link].17.01.
01.02
[Link].17.01.
01.03
[Link].17.01.
01.05
PROGRAM/KEGIATAN/SUB KEGIATAN/PELAKSANAAN
Program Pendidikan Menengah
Biaya Operasional Perawatan dan Fasilitas Sekolah
Pengembangan Standar Kompetensi Lulusan (SKL)
Pencapaian Akademis Peserta Didik
Penyusunan Kompetensi Ketuntasan Minimal (KKM)
Penyusunan Kriteria Kenaikan Kelas
Penajaman Materi Ujian Nasional (Tryout)
Pelaksanaan Ujian Sekolah
Toys:>//Pedoman RKA Disdik [Link] 2015
26
[Link].17.01.
01.06
[Link].17.01.
01.07
[Link].17.01.
01.08
[Link].17.01.
01.09
Pelaksanaan ujian Nasional
[Link].17.01.
02
[Link].17.01.
02.01
[Link].17.01.
02.02
[Link].17.01.
02.03
[Link].17.01.
02.04
[Link].17.01.
02.05
Pengembangan Potensi Peserta Didik
[Link].17.01.
02.06
[Link].17.01.
02.07
[Link].17.01.
02.08
Pelaksanaan Test Peningkatan Mutu (TPM)
Pelaksanaan Test Kemampuan dasar (TKD)
Dst. ....
Pengayaan TIK kreativitas dan inovasi
Peningkatan integritas wawasan kebangsaan
Pelatihan pemanfaatan perpustakaan sekolah
Pembinaan perilaku hidup bersih dan sehat
Penyebarluasan pencegahan penyalahgunaan narkotika,
psikotropika, zat adiktif (narkoba), minuman keras,
merokok dan HIV AIDS
Penyelenggaraan kegiatan orientasi siswa baru yang
bersifat akademik dan pengenalan lingkungan tanpa
kekerasan
Pemeliharaan penghijauan dan perindangan lingkungan
sekolah
Dst.....
[Link].17.0
2
[Link].17.02.
01
[Link].17.02.
01.01
[Link].17.02.
01.02
[Link].17.02.
01.03
[Link].17.02.
01.04
[Link].17.02.
01.05
[Link].17.02.
01.06
[Link].17.02.
01.07
[Link].17.02.
01.08
Pengembangan Standar isi
[Link].17.02.
02
Penyediaan Kebutuhan Pengembangan Peserta Didik
Pelatihan Relevansi dan Kesesuaian Kurikulum
Penyusunan Pembagian Tugas Guru dan Jadwal Pelajaran
Penyusunan Program Tahunan
Penyusunan Program Semester
Penyusunan Silabus
Penyusunan RPP
Penyusunan Program BP/BK
Workshop pelatihan peningkatan kompetensi
Dst. .....
Toys:>//Pedoman RKA Disdik [Link] 2015
27
[Link].17.02.
02.01
[Link].17.02.
02.02
[Link].17.02.
02.03
[Link].17.02.
02.04
[Link].17.02.
02.05
[Link].17.02.
02.06
[Link].17.02.
02.07
[Link].17.02.
02.08
Penyusunan Program Perpustakaan
[Link].17.0
3
[Link].17.03.
01
[Link].17.03.
01.01
[Link].17.03.
01.02
[Link].17.03.
01.03
[Link].17.03.
01.04
[Link].17.03.
01.05
[Link].17.03.
01.06
[Link].17.03.
01.07
[Link].17.03.
01.08
[Link].17.03.
01.09
[Link].17.03.
01.10
[Link].17.03.
01.11
[Link].17.03.
01.12
[Link].17.03.
01.13
[Link].17.03.
01.14
[Link].17.03.
01.15
[Link].17.03.
01.16
Pengembangan Standar Proses
Penyusunan Program Pengelolaan Laboratorium IPA
Penyusunan Program Pengelolaan Laboratorium Bahasa
Penyusunan Program Pengelolaan Laboratorium Komputer
Penyusunan Program Pengelolaan Bengkel Keterampilan
Penyusunan Program Pengelolaan Multimedia
Penyusunan Program Ekstrakurikuler
Dst. ....
Pelaksanaan Pembelajaran Efektif
Penyusunan Program Kesiswaan
Pelaksanaan Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB)
Pelaksanaan Ekstrakurikuler Kepramukaan
Pelaksanaan Ekstrakurikuler Kesenian
Pelaksanaan Ekstrakurikuler Olahraga
Pelaksanaan Ekstrakurikuler Paskibra
Pelaksanaan Ekstrakurikuler PMR Pemula
Pelaksanaan Ekstrakurikuler English Club
Pelaksanaan Ekstrakurikuler UKS/KKR
Pelaksanaan Ekstrakurikuler PKS
Pelaksanaan Ekstrakurikuler Drum Band
Pelaksanaan Ekstrakurikuler Komputer
Pelaksanaan Lomba Mata pelajaran
Pelaksanaan Lomba OSN
Pelaksanaan Lomba O2SN
Pelaksanaan Lomba MIPA
Toys:>//Pedoman RKA Disdik [Link] 2015
28
[Link].17.03.
01.17
[Link].17.03.
01.18
[Link].17.03.
01.19
[Link].17.03.
01.20
Pelaksanaan Loketa
[Link].17.03.
02
[Link].17.03.
02.01
[Link].17.03.
02.02
[Link].17.03.
02.03
[Link].17.03.
02.04
[Link].17.03.
02.05
[Link].17.03.
02.06
[Link].17.03.
02.07
[Link].17.03.
02.09
[Link].17.03.
02.10
[Link].17.03.
02.11
[Link].17.03.
02.12
[Link].17.03.
02.13
[Link].17.03.
02.14
[Link].17.03.
02.15
Penyediaan Sumber Belajar
[Link].17.03.
03
[Link].17.03.
03.01
[Link].17.03.
03.02
[Link].17.03.
03.03
Penggunaan Sumber Belajar Secara Tepat
[Link].17.03.
04
[Link].17.03.
04.01
Pemenuhan Kebutuhan Peserta Didik
Penyelengaraan PORSENI
Penyelenggaraan Pentas Seni
Dst. .....
Pembayaran langganan koran dan majalah
Pengadaan Sarana penunjang kegiatan Belajar mengajar
(ATK KBM)
Pengadaan alat Pembelajaran (seluruh mata pelajaran
termasuk OR)
Pengadaan Bahan/Alat Laboratorium
Pengadaan Bahan Praktek Bahasa
Pengadaan Bahan Praktek Komputer
Pengadaan Bahan Praktek Teknologi Dasar
Pengadaan Bahan Praktek Internet
Pengadaan Bahan Praktek Keterampilan
Pengadaan Bahan Referensi
Pengadaan Bahan Media Pembelajaran
Pengadaan Bahan Buku Perpustakaan
Pengadaan Majalah Sekolah
Dst. ........
Pemberdayaan Multimedia
Pemberdayaan Perpustakaan
Dst......
Pemberdayaan Toga
Toys:>//Pedoman RKA Disdik [Link] 2015
29
[Link].17.03.
04.02
Dst. .....
[Link].17.03.
05
[Link].17.03.
05.01
[Link].17.03.
05.02
[Link].17.03.
05.03
Promosi Pencapaian Prestasi
[Link].17.0
4
[Link].17.04.
01
[Link].17.04.
01.01
[Link].17.04.
01.02
[Link].17.04.
01.03
[Link].17.04.
01.04
[Link].17.04.
01.05
[Link].17.04.
01.06
[Link].17.04.
01.07
[Link].17.04.
01.08
[Link].17.04.
01.09
[Link].17.04.
01.10
[Link].17.04.
01.11
Pengembangan Pendidik dan Tenaga Kependidikan
[Link].17.0
5
[Link].17.05.
01
[Link].17.05.
01.01
[Link].17.05.
01.02
[Link].17.05.
01.03
[Link].17.05.
01.04
[Link].17.05.
01.05
Pengembangan Standar sarana dan Prasarana
Seleksi Peserta Didik Program Kelas Akselerasi
Seleksi Siswa Program Bilingual
Dst. ....
Peningkatan Kompetnsi Pendidik dan Tenaga
kependidikan
Peningkatan Kualitas Guru Kelas, Mata pelajaran
Peningkatan Kompetansi Kepala sekolah
Pembinaan Administrasi Sekolah
Pembuatan Media Pembelajaran
Penyelenggaraan Kursus ICT
Pembinaan Tenaga Perpustakaan
Pembinaan Tenaga Laboratorium
Pembinaan Tenaga UKS
Pembinaan Tenaga Ekstrakurikuler
Pembinaan Tenaga Ketatausahaan
Dst..........
Kecukupan Sarana Sekolah
Pengadaan Komputer
Pengadaan AC
Pengadaan dan Langganan Jaringan Internet
Pengadaan Alat Transportasi bagi Siswa Miskin
Pengadaan Buku Pegangan Guru
Toys:>//Pedoman RKA Disdik [Link] 2015
30
[Link].17.05.
01.06
[Link].17.05.
01.07
[Link].17.05.
01.08
[Link].17.05.
01.09
Pengadaan Buku Pelajaran Pokok Peserta Didik
[Link].17.05.
02
[Link].17.05.
02.01
[Link].17.05.
02.02
[Link].17.05.
02.03
[Link].17.05.
02.04
[Link].17.05.
02.05
[Link].17.05.
02.06
[Link].17.05.
02.07
[Link].17.05.
02.08
Pemeliharaan Sekolah
[Link].17.05.
03
[Link].17.05.
03.01
[Link].17.05.
03.02
[Link].17.05.
03.03
Pengadaan Perawatan Mebelair
[Link].17.05.
04
[Link].17.05.
04.01
[Link].17.05.
04.02
[Link].17.05.
04.03
[Link].17.05.
04.04
[Link].17.05.
04.05
Pengadaan, Pemeliharaan dan Perawatan Alat
kantor/Inventaris Sekolah
Pemeliharaan jaringan internet
[Link].17.05.
05
[Link].17.05.
Kebersihan dan Keindahan
Penambahan Meja Kursi Murid
Penambahan Meja Kursi Guru
Dst........
Penambahan Daya dan Jasa Listrik
Pemeliharaan Bangunan Sekolah
Pemeliharaan Atap dan Plafon/eternit
Perbaikan Pintu dan Jendela
Perbaikan Lantai
Pemeliharaan Kamar Mandi/WC
Pengadaan Perlengkapan Gedung Kantor
Dst.......
Pemeliharaan Mebelair
Pengadaan Mebelair
Dst. ....
Pemeliharaan komputer
Pemeliharaan alat-alat laboratorium
Pengadaan alat kantor/inventaris sekolah
Dst......
Penyediaan peralatan kebersihan dan bahan pembersih
Toys:>//Pedoman RKA Disdik [Link] 2015
31
05.01
[Link].17.05.
05.02
[Link].17.05.
05.03
Pembangunan taman sekolah
Dst. ....
[Link].17.05.
06
[Link].17.05.
06.01
[Link].17.05.
06.02
Ruang Perpustakaan
[Link].17.0
6
[Link].17.06.
01
[Link].17.06.
01.01
[Link].17.06.
01.02
[Link].17.06.
01.03
[Link].17.06.
01.04
[Link].17.06.
01.05
[Link].17.06.
01.06
Pengembangan Standar Pengelolaan
[Link].17.06.
02
[Link].17.06.
02.01
[Link].17.06.
02.02
[Link].17.06.
02.03
[Link].17.06.
02.04
[Link].17.06.
02.05
[Link].17.06.
02.06
[Link].17.06.
02.07
[Link].17.06.
02.08
[Link].17.06.
02.09
[Link].17.06.
02.10
[Link].17.06.
Penilaian Dampak Rencana Perbaikan Mutu Sekolah
Pemeliharaan buku/koleksi perpustakaan
Dst. .....
Pengelolaan Berbasis Kerja Tim dan Kemitraan
Penyusunan Visi dan Misi
Penyusunan Profil Sekolah
Pelaksanaan Rapat Kerja Kepala Sekolah
Penyusunan Program RAPBS/RKAS
Lokakarya Aplikasi MBS
Dst........
Penyusunan Program Supervisi, Monitoring dan Evaluasi
Pelaksanaan Supervisi Akademik
Pelaksanaan Supervisi Non Akademik
Pelaksanaan Supervisi Ekstrakurikuler
Pelaksanaan Supervisi Perpustakaan
Pelaksanaan Supervisi Laboratorium
Pelaksanaan Supervisi Administrasi Tata Usaha
Pelaksanaan Supervisi Pemberdayaan Alat
Pelaksanaan Monitoring Keuangan
Pelaksanaan Monitoring Kesiswaan
Pelaksanaan Monitoring Kegiatan Belajar Mengajar
Toys:>//Pedoman RKA Disdik [Link] 2015
32
02.11
[Link].17.06.
02.12
[Link].17.06.
02.13
[Link].17.06.
02.14
[Link].17.06.
02.15
Pelaksanaan Monitoring Kegiatan Sarana Prasarana
Kompetensi Pengembangan Status Sekolah
Standar ISO
Dst. ........
[Link].17.06.
03
[Link].17.06.
03.01
[Link].17.06.
03.02
[Link].17.06.
03.03
[Link].17.06.
03.04
[Link].17.06.
03.05
[Link].17.06.
03.06
[Link].17.06.
03.07
[Link].17.06.
03.08
[Link].17.06.
03.09
Pengumpulan dan Penggunaan Data Sekolah
[Link].17.06.
04
[Link].17.06.
04.01
[Link].17.06.
04.02
[Link].17.06.
04.04
[Link].17.06.
04.05
[Link].17.06.
04.06
Pengembangan Profesi Pendidik dan Tenaga Kependidikan
[Link].17.06.
05
[Link].17.06.
05.01
[Link].17.06.
05.02
[Link].17.06.
05.03
[Link].17.06.
Peran serta Masyarakat
Pengelolaan Sekolah Berbasis TIK/ICT
Pengembangan Sistem Informasi Manajemen Sekolah
(SIMS)
Workshop Penyusunan pedoman SIM Sekolah dan
Dapodik
Penyusunan Program Ketatausahaan
Updating data guru dan Pegawai
Updating data Kesiswaan
Penyusunan Laporan
Pengelolaan Asset Inventaris Barang
Dst. ......
Kerjasama dengan sekolah bertaraf internasional dalam
negeri
Kerjasama dengan sekolah bertaraf internasional luar
negeri
Workshop peningkatan kompetensi SIM berbasis TIK bagi
PTK sekolah
Peningkatan kerjasama dengan dunia usaha dan dunia
industri
Dst. .......
Pengembangan Sistem Informasi Manajemen Pendidikan
Penyusunan Leaflet
Sosialisasi kebijakan-kebijakan sekolah
Rapat koordinasi komite sekolah
Toys:>//Pedoman RKA Disdik [Link] 2015
33
05.04
[Link].17.06.
05.05
[Link].17.06.
05.06
[Link].17.06.
05.07
[Link].17.06.
05.08
Penyelenggaraan Lintas Alam
Penyelenggaraan Karang Pamitran
Pembinaan forum masyarakat peduli pendidikan
Dst.......
[Link].17.0
7
[Link].17.07.
01
[Link].17.07.
01.01
[Link].17.07.
01.02
[Link].17.07.
01.03
[Link].17.07.
01.04
[Link].17.07.
01.05
[Link].17.07.
01.06
Pengembangan Standar Pembiayaan
[Link].17.07.
02
[Link].17.07.
02.01
[Link].17.07.
02.02
[Link].17.07.
02.03
[Link].17.07.
02.04
Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur
[Link].17.07.
03
[Link].17.07.
03.01
[Link].17.07.
03.02
[Link].17.07.
03.03
[Link].17.07.
03.04
Peningkatan pengembangan sistem perencanaan dan
pencapaian laporan capaian kinerja dan keuangan
Penyusunan laporan capaian kinerja dan keuangan
[Link].17.0
8
[Link].17.08.
01
Pengembangan dan Implementasi Standar
Penilaian
Peningkatan Penilaian Bidang Akademik dan Non
Akademik
Pelayanan Administrasi Perkantoran
Penyediaan Jasa Komunikasi, Sumber Daya Air dan Listrik
Penyediaan Alat Tulis Kantor, Barang cetakan dan
penggandaan
Penyediaan bahan bacaan dan peraturan perundangundangan
Penyediaan makanan dan minuman
Rapat-rapat koordinasi/konsultasi/kunjungan ke dalam
Dst. ......
Pengadaan perlengkapan dan peralatan kantor
Pemeliharaan rutin/berkala gedung kantor
Pemeliharaan rutin/berkala perlengkapan dan peralatan
kantor
Dst.......
Penyusunan dan pelaporan BOS
Supervisi, evaluasi, monitoring dan pelaporan
Dst.......
Toys:>//Pedoman RKA Disdik [Link] 2015
34
[Link].17.08.
01.01
[Link].17.08.
01.02
[Link].17.08.
01.03
[Link].17.08.
01.04
[Link].17.08.
01.05
[Link].17.08.
01.06
Ulangan Harian
Ulangan Tengah Semester
Ulangan Akhir Semester
Ulangan Kenaikan Kelas
Tindak lanjut hasil penilaian
Dst. ....
STANDAR SATUAN HARGA HONORARIUM
BIAYA BANTUAN OPERASIONAL PERAWATAN DAN FASILITAS (BOPF) SEKOLAH
TAHUN ANGGARAN 2015
NO
URAIAN
1
2
3
4
5
11
Honor mengajar guru non PNS SD
Honor mengajar guru non PNS SMP
Honor mengajar guru non PNS SMA
Honor mengajar guru non PNS SMK
Honor penguji kompetensi untuk SMK
a. Internal
b. Eksternal
Honor pembuatan naskah soal UAS, US,
UTS, TO
a. SD
b. SMP
c. SMA/SMK
Honor entry soal UAS, US, UTS, TO
a. SD
b. SMP
c. SMA/SMK
Honor pemeriksaan hasil ujian UAS, US,
UTS, TO
a. SD
b. SMP
c. SMA/SMK
Honor pengawas ruang ujian UAS, US,
UTS, TO
a. SD
b. SMP
c. SMA/SMK
Honor penyusunan dan pelaporan hasil
belajar
Honor pembina ekstrakurikuler
12
Honor pelatih/instruktur ekstrakurikuler
13
Honor panitia pelaksana kegiatan
a. Penanggunjawab
10
Toys:>//Pedoman RKA Disdik [Link] 2015
VOLUM
E
Org/bln
JP
JP
JP
HARGA (RP)
500.000,20.000,25.000,25.000,-
Siswa
siswa
50.000,100.000,-
Mapel
Mapel
Mapel
20.000,25.000,30.000,-
Mapel
Mapel
Mapel
15.000,20.000,25.000,-
Lembar
Lembar
Lembar
200,300,400,-
OH
OH
OH
Kegiata
n
Kegiata
n
Kegiata
n
20.000,25.000,30.000,150.000,-
Kegiata
250.000,-
200.000,200.000,-
35
b. Ketua
c. Sekretaris
d. Anggota
14
Honor pegawai Non PNS
a. Pegawai
TU/toolman/teknisi/operator
IT/pustakawan/laboran
b. Satpam/penjaga malam
c. Caraka/pesuruh
Toys:>//Pedoman RKA Disdik [Link] 2015
n
Kegiata
n
Kegiata
n
Kegiata
n
200.000,150.000,100.000,-
Bulan
500.000,-
Bulan
Bulan
500.000,500.000,-
36