0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
672 tayangan11 halaman

Definisi dan Tujuan Psikoterapi

Psikoterapi adalah proses interaksi antara klien dan psikoterapis yang bertujuan untuk mengatasi masalah psikologis klien dengan menggunakan prinsip-prinsip psikologi. Psikoterapi bertujuan untuk membantu klien mengubah pola pikir, perasaan, dan perilakunya agar dapat mengatasi perilaku abnormal atau memecahkan masalah hidupnya. Terdapat berbagai metode psikoterapi yang dapat digunakan sesuai den

Diunggah oleh

Atika Musfirah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
672 tayangan11 halaman

Definisi dan Tujuan Psikoterapi

Psikoterapi adalah proses interaksi antara klien dan psikoterapis yang bertujuan untuk mengatasi masalah psikologis klien dengan menggunakan prinsip-prinsip psikologi. Psikoterapi bertujuan untuk membantu klien mengubah pola pikir, perasaan, dan perilakunya agar dapat mengatasi perilaku abnormal atau memecahkan masalah hidupnya. Terdapat berbagai metode psikoterapi yang dapat digunakan sesuai den

Diunggah oleh

Atika Musfirah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Psikoterapi adalah usaha penyembuhan untuk masalah yang berkaitan dengan pikiran, perasaan

dan perilaku. Psikoterapi (Psychotherapy) berasal dari dua kata, yaitu "Psyche" yang artinya
jiwa, pikiran atau mental dan "Therapy" yang artinya penyembuhan, pengobatan atau perawatan.
Oleh karena itu, psikoterapi disebut juga dengan istilah terapi kejiwaan, terapi mental, atau terapi
pikiran.

Orang yang melakukan psikoterapi disebut Psikoterapis (Psychotherapist). Seorang psikoterapis


bisa dari kalangan dokter, psikolog atau orang dari latar belakang apa saja yang mendalami ilmu
psikologi dan mampu melakukan psikoterapi.
Psikoterapi merupakan proses interaksi formal antara dua pihak atau lebih, yaitu antara klien
dengan psikoterapis yang bertujuan memperbaiki keadaan yang dikeluhkan klien. Seorang
psikoterapis dengan pengetahuan dan ketrampilan psikologisnya akan membantu klien mengatasi
keluhan
secara
profesional
dan
legal.
Ada tiga ciri utama psikoterapi, yaitu:
1. Dari segi proses : berupa interaksi antara dua pihak, formal, profesional, legal dan
menganut kode etik psikoterapi.
2. Dari segi tujuan : untuk mengubah kondisi psikologis seseorang, mengatasi masalah
psikologis atau meningkatkan potensi psikologis yang sudah ada.
3. Dari segi tindakan: seorang psikoterapis melakukan tindakan terapi berdasarkan ilmu
psikologi modern yang sudah teruji efektivitasnya.

Psikoterapi didasarkan pada fakta bahwa aspek-aspek mental manusia seperti cara berpikir,
proses emosi, persepsi, believe system, kebiasaan dan pola perilaku bisa diubah dengan
pendekatan psikologis. Tujuan psikoterapi antara lain:

Menghapus, mengubah atau mengurangi gejala gangguan psikologis.


Mengatasi pola perilaku yang terganggu.

Meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan kepribadian yang positif.

Memperkuat motivasi klien untuk melakukan hal yang benar.

Menghilangkan atau mengurangi tekanan emosional.

Mengembangkan potensi klien.

Mengubah kebiasaan menjadi lebih baik.

Memodifikasi struktur kognisi (pola pikiran).

Memperoleh pengetahuan tentang diri / pemahaman diri.

Mengembangkan kemampuan berkomunikasi dan interaksi sosial.

Meningkatkan kemampuan dalam mengambil keputusan.

Membantu penyembuhan penyakit fisik.

Meningkatkan kesadaran diri.

Membangun kemandirian dan ketegaran untuk menghadapi masalah.

Penyesuaian lingkungan sosial demi tercapai perubahan dan masih banyak lagi.

Psikoterapi berbeda dengan pengobatan tradisional yang sering memandang gangguan psikologis
sebagai gangguan karena sihir, kesurupan jin atau karena roh jahat. Anggapan-anggapan yang
kurang tepat tersebut karena sebagian masyarakat terlalu mempercayai tahayul dan kurang
wawasan ilmiahnya.

Dalam psikoterapi, gangguan psikologis diidentifikasi secara ilmiah dengan standar tertentu.
Kemudian dilakukan proses psikoterapi menggunakan cara-cara modern yang terbukti berhasil
mengatasi hambatan psikologis. Dalam psikoterapi tidak ada hal-hal yang bersifat mistik. Klien
psikoterapi juga tidak diberi obat, karena yang sakit adalah jiwanya, bukan fisiknya.
Psikoterapi bukan untuk menangani orang gila (orang yang rusak otaknya). Justru psikoterapi
hanya digunakan untuk menangani orang waras yang sedang mengalami masalah psikologis,
atau untuk membantu orang normal yang ingin meningkatkan kemampuan pikirannya.
Sedangkan penanganan orang gila adalah urusan Rumah Sakit Jiwa (RSJ).

Dalam sesi Psikoterapi, Anda akan diajak membahas dan menganalisa hambatan psikologis yang
ada dalam diri Anda, kemudian mencari pemecahannya dengan cara menerapkan metode
psikoterapi yang paling cocok. Psikoterapi hanya bisa dilakukan apabila Anda ingin
disembuhkan atau ingin berubah. Psikoterapi tidak bisa dipaksakan kepada orang yang tidak mau
dibantu.
Ada banyak metode psikoterapi yang bisa diterapkan, diantaranya adalah Psychoanalysis, Gestalt
Therapy, Cognitive Behavioural Therapy, Behaviour Therapy, Body-Oriented Psychotherapy,
Expressive Therapy, Interpersonal Psychotherapy, Narrative Therapy, Conditioning, Mental
Imagery, Neurolinguistic Programming, Laughter Therapy, Self Programming, Spiritual Therapy,
Transpersonal Psychotherapy, Relaxation Therapy, Forgiveness Therapy, Trance Psychotherapy,
Neurofeedback dan masih banyak lagi. Psikoterapis yang memahami masalah Anda akan

memberikan

metode

terapi

yang

paling

tepat

bagi

Anda.

Interaksi antara Anda dan psikoterapis akan seperti persahabatan. Seorang psikoterapi tidak bisa
membantu dengan maksimal apabila Anda tidak mau terbuka mengenai masalah Anda. Oleh
karena itu, sebelum Anda menemui psikoterapis, Anda harus membuka diri untuk mendapatkan
sahabat baru.

PSIKOTERAPI
Nama : Pandita Manggala
NPM : 15510298
Kelas : 03 pa 04
Psikoterapi berasal dari kata Psyche yang artinya jiwa dan Therapy yang artinya
merawat, mengobati atau menyembuhkan.
Menurut seorang ahli bernama Wohlberg (Phares dan Trull, 2001), Psikoterapi adalah suatu
pengobatan dengan cara psikologis (masalah yang bersifat emosional) di mana seseorang terapis
sengaja membangun hubungan profesional dengan pasien dengan tujuan :
- Menghapus, mengubah atau menghambat gejala
- Yang terganggu pola mediasi perilaku
- Meningkatkan pertumbuhan kepribadian yang positif dan pengembangan.
Sedangkan menurut ahli bernama Corsini (1989), Psikoterapi adalah Proses interaksi formal 2
pihak (2 orang/lebih), bertujuan memperbaiki keadaan yang tidak menyenangkan (distres) pada
salah 1 pihak karena tidak berfungsinya / ketidakmampuan pada fungsi kognitif, afeksi atau
perilaku, dengan terapis berusaha mengembangkan memelihara atau mengubahnya dengan
menggunakan metode2 sesuai pengetahuan & skill, serta bersifat profesional & legal.
Dari ketiga pengertian di atas dapat kita tarik kesimpulan bahwa Psikoterapi adalah suatu
penanganan pengobatan psikologis dengan membangun suatu sistematis interaksi antara klien
dan terapis yang menggunakan psinsip psikologis dalam membantu menghasilkan suatu
perubahan dalam tingkah laku, pikiran dan perasaan klien agar, klien dapat mengatasi tingkah
laku abnormalnya dan memecahkan masalah-masalah dalam hidupnya atau bahkan dapat
berkembang menjadi seorang individu yang normal.

Sumber :
Mappiare, Andi. 1992. Pengantar Konseling dan Psikoterapi. Jakarta: PT Raja Grafindo
[Link]
Gunarsa, S.D. 2004. Konseling dan Psikoterapi. Jakarta : BPK Gunung Mulia.

PERBEDAAN PSIKOTERAPI DENGAN KONSELING


Konseling merupakan proses wawancara tatap muka antara dua orang
(konselor
kepada
lebih

dan

klien,

klien)

yang

sehingga

berkembang

bertujuan

klien

dalam

dapat

kehidupan

untuk

memberikan

memecahkan

sekarang

dan

bantuan

masalahnya
masa

dan

depannya.

Menurut British Association of counseling (dalam Mappiare, 2004),


konseling merupakan suatu proses bekerja dengan orang banyak,
dalam suatu hubungan yang bersifat pengembangan diri, dukungan
terhadap krisis, psikoterapis, bimbingan atau pemecahan masalah.
Sedangkan
terapis

psikoterapi
memanfaatkan

merupakan
prinsip

interaksi
psikologis,

sistematis
untuk

klien-

melakukan

pengubahan pikiran, perasaan dan perilaku klien, dengan tujuan


membantu klien mengatasi perilaku abnormal, memecahkan masalah
dan atau berkembang sebagai individu.
Menurut Mappiare (dalam Hartosujono, 2004) ada sejumlah perbedaan
psikoterapi dan konseling dikemukakan sebagai berikut:
1.

Konseling

merupakan

bagian

dari

psikoterapi.

Psikoterapi

merupakan bagian yang lebih


luas dari pada konseling.
2. Konseling lebih mengarah pada penyebab atau awal masalah.
Selanjutnya konseling lebih
mengarah pada pengembangan-pendidikan-pencegahan. Berbeda dengan
psikoterapi yang
mengarah penyembuhan-penyesuaian-penyembuhan.

3.

Dasar

psikoterapi
psikologi

konseling

adalah

adalah

perbedaan

kepribadian

dan

filsafat

manusia.

individual

Dasar

dengan

psikopatologi.

Pada

dari

dasar-dasar
perkembangan

selanjutnya konseling juga memanfaatkan perkembangan teori-teori


kepribadian dalam konteks ilmu perilaku.
4. Dijelaskan oleh Narayana Rao (dalam Hartosujono, 2004) bahwa
tujuan

antara

konseling

dan

psikoterapi

sama,

namun

keduanya

berbeda dalam proses pencapaiannya. Psikoterapi


mencapainya dengan cara pembedahan psikis dan pembedahan otak.
Proses konseling
lebih mengarah pada identifikasi dan kekuatan-kekuatan positif
yang dimiliki klien, agar
klien lebih maksimal dalam kehidupannya.
Konseling dan Psikoterapi merupakan suatu usaha profesional untuk
membantu/memberikan

layanan

pada

individu-individu

mengenai

permasalahan yang bersifat psikologis. Dengan kata lain Konseling


dan Psikoterapi bertujuan memberikan bantuan kepada klien untuk
suatu perubahan tingkah (behauvioral change), kesehatan mental
positif

(positive

solution),

mental

keefektifan

health),

pribadi

pemecahan

(personal

masalah

(problen

effectiveness),

dan

pembuatan keputusan (decision making). Dengan demikian seorang


konselor perlu didukung oleh pribadi dan keterampilan yang dapat
menunjang keefektifan konseling.
Pada dasarnya antara konseling dan psikoterapi dalam hal tujuan
sama-sama ingin membantu agar klien dapat menemukan permasalahan
untuk kemudian dapat dipecahkan bersama-sama, namun semua itu
hanya dapat terlaksana dengan baik manakala klien dapat membuka
diri dan mau diajak kerjasama.
Dan

adapun

perbedaannya

penanganannya,

dimana

lebih

konselor

kepada
sebagai

pendekatan
mitra

dan

yang

cara
dapat

memberikan

masukkan

permasalahan
maupun

yang

yang
tidak

dan

membantu

dirasakan

klien

disadari,

untuk
baik

sedangkan

memunculkan

masalah

yang

suatu

disadari

psikoterapis

selain

menggunakan tehnik konseling ia juga menggunakan therapy yang


sifatnya

lebih

kepada

perubahan

pada

prilaku

yang

sangat

substanstib.
APRILIA MAHARANI A (14509412)
A. PENGERTIAN PSIKOTERAPI
Psikoterapi adalah pengobatan secara psikologis untuk masalah yang
berkaitan dengan pikiran, perasaan dan perilaku. Psikoterapi (Psychotherapy)
berasal dari dua kata, yaitu "Psyche" yang artinya jiwa, pikiran atau mental dan
"Therapy" yang artinya penyembuhan, pengobatan atau perawatan. Oleh karena itu,
psikoterapi disebut juga dengan istilah terapi kejiwaan, terapi mental, atau terapi
pikiran
Psikoterapi adalah proses yang digunakan profesional dibidang kesehatan
mental untuk membantu mengenali, mendefinisikan, dan mengatasi kesulitan
interpersonal dan psikologis yang dihadapi individu dan meningkatkan penyesuaian
diri mereka (Proschaska & Norcross, 2007)
Psikoterapi adalah perawatan dan penyembuhan gangguan jiwa dengan cara
psikologis.

Istilah

tersebut

mencakup

berbagai

teknik

yang

kesemuanya

dimaksudkan membantu individu yang emosinya terganggu untuk mengubah perilaku


dan perasaannya, sehingga mereka dapat mengembangkan cara yang bermanfaat
dalam menghadapi orang lain.
Beberapa

pakar

psikoterapi

beranggapan

bahwa

perubahan

perilaku

tergantung pada pemahaman individu atas motif dan konflik yang tidak disadari;
pakar lain merasa bahwa individu dapat belajar mengatasi masalahnya tanpa harus

menjajaki faktor yang menjadi penyebab masalah mereka. Walaupun terdapat


berbagai perbedaan teknik, kebanyakan metode psikoterapi memiliki ciri dasar yang
serupa. Teknik tersebut meliputi komunikasi antara dua individu klien (penderita)
dan pakar terapi. Klien didorong untuk mengungkapkan rasa takut, emosi, dan
pengalamannya secara bebas tanpa merasa takut dinilai atau dicemoohkan oleh
pakar terapi. Sebaliknya pakar terapi tersebut menunjukkan simpati dan perhatian,
serta mencoba membantu klien mengembangkan cara yang lebih efektif untuk
menangani masalah.
Ada

tiga

ciri

utama

psikoterapi,

yaitu:

1. Dari segi proses : berupa interaksi antara dua pihak, formal, profesional, legal
dan

menganut

kode

etik

psikoterapi.

2. Dari segi tujuan : untuk mengubah kondisi psikologis seseorang, mengatasi


masalah

psikologis

atau

meningkatkan

potensi

psikologis

yang

sudah

ada.

3. Dari segi tindakan: seorang psikoterapis melakukan tindakan terapi berdasarkan


ilmu psikologi modern yang sudah teruji efektivitasnya.
Psikoterapi didasarkan pada fakta bahwa aspek-aspek mental manusia seperti
cara berpikir, proses emosi, persepsi, believe system, kebiasaan dan pola perilaku
bisa diubah dengan pendekatan psikologis. Tujuan psikoterapi antara lain:

Menghapus, mengubah atau mengurangi gejala gangguan psikologis.

Mengatasi pola perilaku yang terganggu.

Meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan kepribadian yang positif.

Memperkuat motivasi klien untuk melakukan hal yang benar.

Menghilangkan atau mengurangi tekanan emosional.

Mengembangkan potensi klien.

Mengubah kebiasaan menjadi lebih baik.

Memodifikasi struktur kognisi (pola pikiran).

Memperoleh pengetahuan tentang diri / pemahaman diri.

Mengembangkan kemampuan berkomunikasi dan interaksi sosial.

Meningkatkan kemampuan dalam mengambil keputusan.

Meningkatkan kesadaran diri.

Membangun kemandirian dan ketegaran untuk menghadapi masalah.

Penyesuaian lingkungan sosial demi tercapai perubahan.

Psikoterapi berbeda dengan pengobatan tradisional yang sering memandang


gangguan psikologis sebagai gangguan karena sihir, kesurupan jin atau karena roh
jahat. Anggapan-anggapan yang kurang tepat tersebut karena sebagian masyarakat
terlalu mempercayai tahayul dan kurang wawasan ilmiahnya.
Dalam psikoterapi, gangguan psikologis diidentifikasi secara ilmiah dengan
standar tertentu. Kemudian dilakukan proses psikoterapi menggunakan cara-cara
modern yang terbukti berhasil mengatasi hambatan psikologis. Dalam psikoterapi
tidak ada hal-hal yang bersifat mistik. Klien psikoterapi juga tidak diberi obat,
karena yang sakit adalah jiwanya, bukan fisiknya.

B. STANDAR ETIKA PSIKOTERAPI


Hubungan

antara

klien dengan

terapis

adalah

hal

yang

penting.

Pasien

membocorkan banyak informasi pribadinya pada terapis. Karena pada saat itu
seorang terapis memiliki kekuasaan yang besar pada klien, hal yang penting bahwa
standar etika yang tinggi harus dipenuhi dalam praktek psikoterapi. Berikut ini
adalah prinsip etika berdasarkan kebijakan yang dikembangkan oleh American
Psychological Association (2002) dan the Association for Advancement of Behavior
Therapy (1978).

1. Tujuan pengobatan harus dipertimbangkan dengan hati-hati oleh klien.


2. Pilihan untuk metode pengobatan alternatif harus dipertimbangkan dengan
cermat

dan

secara

matang.

3. Terapis hanya harus menangani masalah-masalah yang dikuasainya. Tidak ada


terapis yang mampu menggunakan semua bentuk terapi atau untuk menangani semua
jenis masalah (dewasa, anak-anak, masalah perkawinan, dll). Oleh karena itu, terapis
harus mengalihkan kasus-kasus yang diluar kemampuannya pada terapis yang lebih
berkompeten.

4. Efektivitas pengobatan harus dievaluasi dalam beberapa cara. Cara terbaik dalam
mengevaluasi ini adalah dengan mengukur tingkat kemajuan dari kondisi klien
setelah ditangani.
5. Aturan dan hukum mengenai kerahasiaan semua informasi yang diperoleh tentang
klien selama perawatan harus dijelaskan kepada klien. Tidak etis dan ilegal bagi
terapis bila mengungkapkan informasi masalah orang (bahkan fakta bahwa
seseorang adalah klien dalam terapi) kepada siapa pun tanpa izin tertulis dari klien.
Namun, ada pengecualian untuk aturan itu. Pertama, psikolog lain dalam prakteknya
kadang-kadang boleh menutupi terapis dalam keadaan darurat. Kedua, jika terapis
masih dalam pelatihan dan diawasi oleh seorang terapis berlisensi, penting bahwa
klien diberitahu tentang fakta dan nama supervisor. Ketiga, dalam beberapa
keadaan tentang hal-hal pengadilan, pengadilan dapat meminta terapis untuk
mengungkapkan informasi rahasia. Keempat, jika terapis mengetahui bahwa klien
adalah orang yang berbahaya atau membahayakan orang lain, terapis diwajibkan
untuk

melaporkan

informasi

tersebut

kepada

pihak

yang

berwenang.

6. Terapis tidak harus memilki hubungan yang intens dengan klien untuk
mengeksploitasi klien. Keintiman atau bersikap romantis dengan klien telah lama
dilarang. Pada kenyataannya-berbeda dengan novel dan dan film di mana terapis dan
klien atau mantan klien jatuh cinta dan menikah-etika peraturan bahkan melarang
berhubungan romantis dengan mantan klien. Pelecehan seksual terhadap klien sangat
dilarang

dengan

tegas.

7. Terapis harus memperlakukan manusia sesuai martabat manusia dan harus


memahami dan menghormati perbedaan berdasarkan jenis kelamin, etnis, orientasi
seksual, dan faktor budaya sosial. Misalnya, ini berarti bahwa terapis laki-laki tidak
harus berusaha untuk mempengaruhi wanita. Sama halnya seorang terapis yang
percaya bahwa homoseksualitas adalah amoral yang tidak harus berupaya
meyakinkan homoseksual yang nyaman dengan dia atau untuk mengubah orientasi
seksual. Jika terapis tidak dapat menghormati keyakinan dan cara klien tertentu,
terapis harus merujuk orang yang dengan terapis lain.

Common questions

Didukung oleh AI

Interaksi antara psikoterapis dan klien harus formal, profesional, dan legal, dengan mematuhi kode etik psikoterapi yang tinggi. Terapis harus menjaga kerahasiaan informasi klien, tidak boleh mengeksploitasi, dan harus menghormati keberagaman gender, orientasi seksual, dan budaya . Etika ini melarang hubungan intim dengan klien dan mengharuskan terapis menangani hanya masalah yang dikuasainya .

Etika psikoterapi penting untuk melindungi hak klien dan menjaga profesionalisme terapis. Standar etika menuntut agar terapis menjaga kerahasiaan pasien, memperlakukan klien dengan hormat, dan berkonsentrasi pada kesejahteraan klien tanpa mengeksploitasi mereka . Tanpa etika yang ketat, risiko penyalahgunaan kekuasaan dalam hubungan terapi-klien akan meningkat .

Keterbukaan klien penting karena tanpa informasi yang jujur dan detail, terapis tidak dapat memberikan bantuan yang maksimal. Klien yang terbuka dapat lebih mudah diajak bekerja sama dalam proses penyembuhan dan penanganan masalah psikologis .

Psikoterapi tidak bisa dipaksakan karena keberhasilan terapi bergantung pada kemauan dan kesiapan klien untuk disembuhkan atau berubah. Tanpa partisipasi aktif dari klien, proses psikoterapi tidak dapat berjalan efektif .

Hubungan antara terapis dan klien sangat penting karena berdampak pada efektivitas terapi. Dengan adanya hubungan profesional yang didasari kepercayaan, klien cenderung lebih terbuka mengenai masalahnya, yang membantu terapis menyediakan pendekatan terapi yang sesuai . Etika psikotrapi mengharuskan terapis menjaga standar tinggi untuk tidak mengeksploitasi klien .

Psikoterapi dapat membantu penyembuhan penyakit fisik dengan mengatasi stres emosional yang mempengaruhi kondisi fisik. Dengan mengurangi tekanan emosional dan meningkatkan kesadaran diri, psikoterapi dapat memperkuat motivasi klien untuk mengikuti rekomendasi medis dan mengadopsi gaya hidup sehat .

Psikoterapi berfokus pada penyembuhan, penyesuaian, dan penyembuhan kembali dengan dasar psikologis seperti psikologi kepribadian dan psikopatologi. Konseling lebih mengarah pada penyebab awal masalah, perkembangan, pendidikan, dan pencegahan, dengan dasar filsafat manusia . Konseling dan psikoterapi meskipun sama-sama bertujuan membantu klien, berbeda dalam pendekatannya terhadap masalah .

Psikoterapi didasarkan pada fakta ilmiah dan standar tertentu dalam mengidentifikasi gangguan psikologis, serta menggunakan metode modern yang terbukti efektif untuk mengatasi hambatan psikologis, tanpa melibatkan unsur mistik seperti yang sering ditemui dalam pengobatan tradisional . Pengobatan tradisional sering melihat gangguan psikologis sebagai akibat dari sihir, kesurupan jin, atau roh jahat yang kurang tepat secara ilmiah .

Berbagai metode psikoterapi dapat diterapkan sesuai kebutuhan klien, seperti Psychoanalysis, Gestalt Therapy, Cognitive Behavioural Therapy, Behaviour Therapy, Body-Oriented Psychotherapy, Expressive Therapy, Interpersonal Psychotherapy, Narrative Therapy, dan masih banyak lagi . Metode dipilih berdasarkan kecocokan dengan masalah klien .

Psikoterapi berperan dalam mengembangkan potensi klien dengan memperkuat motivasi, mengubah kebiasaan, memodifikasi struktur kognisi, dan meningkatkan pengetahuan serta kesadaran diri klien . Melalui interaksi profesional, klien dibantu mengatasi masalah psikologis dan meningkatkan kepribadian yang positif .

Anda mungkin juga menyukai