0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
333 tayangan12 halaman

Operan Jaga Perawat: Prosedur dan Tujuan

Dokumen tersebut merangkum satuan acara penyuluhan tentang operan jaga perawat dari shift siang ke shift malam di RS Kusuma Husada Surakarta. Acara akan membahas tentang timbang terima pasien antara perawat shift siang dan malam untuk menyampaikan informasi terkini mengenai kondisi dan perawatan pasien."
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
333 tayangan12 halaman

Operan Jaga Perawat: Prosedur dan Tujuan

Dokumen tersebut merangkum satuan acara penyuluhan tentang operan jaga perawat dari shift siang ke shift malam di RS Kusuma Husada Surakarta. Acara akan membahas tentang timbang terima pasien antara perawat shift siang dan malam untuk menyampaikan informasi terkini mengenai kondisi dan perawatan pasien."
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

SATUAN ACARA PENYULUHAN

OPERAN JAGA PERAWAT


Tema

: Operan jaga perawat

Sub Tema

: Operan jaga perawat dari shift siang ke shift malam

Sasaran

: Perawat jaga dan pasien

Tempat: RS Kusuma Husada Surakarta


Hari/Tanggal : Jumat, 4 Desember 2015
Waktu

: 20 Menit

A Analisis Situasional
Perawat

: Perawat shift pagi melakukan operan jaga ke perawat shift


siang

B Latar Belakang
Pengoptimalan peran dan fungsi perawat, terutama peran dan fungsi
mandiri merupakan satu upaya dalam meningkatkan profesionalisme
pelayanan keperawatan. Hal ini berkaitan dengan tuntutan profesi dan tuntutan
global bahwa setiap perkembangan dan perubahan memerlukan pengelolaan
secara profesional dengan memperhatikan setiap perubahan yang terjadi.
Tuntutan masyarakat terhadap kualitas pelayanan dirasakan sebagai suatu
fenomena yang harus direspon oleh perawat. Respon yang ada harus bersifat
kondusif dengan belajar tentang konsep pelayanan keperawatan dan langkahlangkah konkret dalam pelaksanaannya. Langkah- langkah tersebut dapat
berupa penataan ketenagaan dan pasien, penerapan MAKP dan perbaikan
dokumentasi keperawatan.
Profesionalisme dalam pelayanan keperawatan dapat dicapai dengan
mengoptimalkan peran dan fungsi perawat, terutama peran dan fungsi mandiri
perawat. Hal ini dapat diwujudkan dengan baik melalui komunikasi yang
efektif antar perawat, maupun dengan tim kesehatan yang lain. Salah satu
bentuk komunikasi yang harus ditingkatkan efektifitasnya adalah saat
pergantian shift, yaitu saat timbang terima [Link] terima merupakan
teknik atau cara untuk menyampaikan dan menerima sesuatu (informasi) yang

berkaitan dengan keadaan klien. Timbang terima klien harus dilakukan


seefektif mungkin dengan menjelaskan secara singkat jelas dan lengkap
tentang tindakan mandiri perawat, tindakan kolaboratif yang sudah
dilakukan/belum dan perkembangan klien saat itu. Informasi yang
disampaikan harus akurat sehingga kesinambungan asuhan keperawatan dapat
berjalan dengan sempurna. Timbang terima dilakukan oleh perawat primer
antar shift secara tulisan dan lisan.
Timbang terima merupakan teknik atau cara untuk menyampaikan dan
menerima informasi yang berkaitan dengan keadaan klien. Timbang terima
harus dilakukan seefektif mungkin dengan menjelaskan secara singkat, jelas
dan komplit tentang tindakan mandiri perawat, tindakan kolaboratif yang
sudah dilakukan saat itu. Informasi yang disampaikan harus akurat sehingga
kesinambungan asuhan keperawatan dapat berjalan dengan sempurna.
Timbang terima dilakukan oleh perawat primer antar shift secara tulisan dan
lisan.
Selama ini timbang terima sudah dilakukan. Isi dan substansi timbang
terima yang dilakukan selama ini adalah identitas pasien, diagnosa medis,
diagnosa keperawatam, program terapi yang sudah dilakukan dan rencana
tindakan yang akan dilakukan. Timbang terima dilakukan secara lisan dan
tertulis kemudian keliling ke semua pasien. Timbang terima perlu terus
ditingkatkan baik teknik maupun alurnya karena timbang terima merupakan
bagian penting dalam menginformasikan permasalahan klien sehari- hari.
Keakuratan data yang diberikan saat timbang terima sangat penting,
karena dengan timbang terima ini maka pelayanan asuhan keperawatan yang
diberikan akan bisa dilaksanakan secara berkelanjutan, dan mewujudkan
tanggungjawab dan tanggunggugat dari seorang perawat. Bila timbang terima
tidak dilakukan dengan baik, maka akan muncul kerancuan dari tindakan
keperawatan yang diberikan karena tidak adanya informasi yang bisa
digunakan sebagai dasar pemberian tindakan keperawatan. Hal ini akan
menurunkan kualitas pelayanan keperawatan dan menurunkan tigkat kepuasan

pasien. Kegiatan timbang terima yang telah dilakukan perlu dipertahankan dan
ditingkatkan kualitasnya.
Berdasarkan kondisi tersebut, maka perawat akan melaksanakan
timbang terima pasien berdasarkan konsep Model Asuhan Keperawatan
Profesional Primary Nursing diruang Arjuna RS Kusuma Husada Surakarta.
C Tujuan
1. Tujuan Umum
Setelah dilakukan timbang terima, perawat mampu mengkomunikasikan
keadaan pasien dan menyampaikan informasi yang penting.
2. Tujuan Khusus
a. Menyampaikan kondisi dan keadaan pasien (data fokus)
b. Menyampaikan hal yang sudah/belum dilakukan dalam pemberian
asuhan keperawatan kepada pasien
c. Menyampaikan hal penting yang harus ditindaklanjuti oleh perawat
dinas berikutnya
d. Menyusun rencana kerja untuk dinas berikutnya
D Pokok Materi
1. Keadaan pasien (data fokus)
2. Hal - hal yang sudah/belum dilakukan dalam pemberian asuhan
keperawatan kepada pasien
3. Hal penting yang harus ditindaklanjuti oleh perawat dinas berikutnya
4. Rencana kerja untuk dinas berikutnya
E Metode
1. Karu memimpin proses Timbang Terima
2. Melakukan timbang terima antara Perawat Primer pagi dengan Perawat
Primer siang.
3. Melaporkan status keadaan klien dari PP pagi ke PP sore.
4. Diskusi, tanya jawab dan validasi data kembali.

F Media
1. Dokumentasi klien (status).
2. Buku Timbang Terima
G Setting Tempat

P1

S2

S1

Keterangan :
: Perawat shift malam 1 (Ka Tim)

: Pasien 1

S1

: Perawat shift siang 1 (Ka Tim)

: Pasien 2

S2

: Perawat shift siang 2

M1

M2

: Perawat shift malam 2

H Pengorganisasian
Resti Hildayani

: perawat shift malam

Rizkan Roby Faintika

: pasien 1

Rizqi Luqmanul Hakim

: pasien 2

Roh Dwita

: perawat shift siang (Ka Tim)

Sari Septianita

: perawat shift malam (Ka Tim)

Selviana Ika Dewi

: perawat shift siang

Kegiatan
TAHAP
Pra

KEGIATAN

WAKTU

1. Kedua

kelompok 5 menit

TEMPAT

PELAKSAN

Nurse

A
PP, PA shift

Station

siang dan

Timbang

dinas sudah siap dan

Terima

berkumpul di Nurse

PP,PA shift

Station

malam

2. PP siang mengecek
kesiapan

timbang

terima
3. Kelompok

yang

akan

bertugas

menyiapkan catatan
(Work Sheet), PP
yang

akan

mengoperkan,
menyiapkan

buku

timbang terima.
4. PP

perawat

siang

membuka

acara

timbang

terima
Pelaksanaa

shift

dilanjutkan

dengan doa.
1. PP dinas pagi

10 menit

Nurse

PP, PA shift

n Timbang

melakukan timbang

Station,

siang dan

Terima

terima kepada PP

Disampin

PP,PA shift

dinas malam. Hal-

g tempat

malam

hal yang perlu

tidur klien

disampaikan PP

pada saat timbang


terima :
a. Identitas klien
dan diagnosa
medis termasuk
hari rawat
keberapa atau
post op hari
keberapa.
b. Masalah
keperawatan.
c. Data yang
mendukung.
d. Tindakan
keperawatan
yang
sudah/belum
dilaksanakan.
e. Rencana umum
yang perlu
dilakukan:
Pemeriksaan
penunjang,
konsul,
prosedur
tindakan
tertentu.
2. PP malam membuka
dan memberi salam
kepada
siang

klien,

PP

menjelaskan

tentang

klien,

PP

malam mengenalkan
anggota timnya dan
melakukan validasi
data.
3. Lama

timbang

terima setiap klien


kurang

lebih

menit,

kecuali

kondisi khusus yang


memerlukan
keterangan
Post

lebih

rinci.
1. Klarifikasi hasil

timbang

validasi data oleh PP

terima

sore.
2. Penyampaian alat-

5 menit

Nurse

PP, PA shift

station

siang dan
PP,PA shift
malam

alat kesehatan
3. Laporan timbang
terima
ditandatangani oleh
kedua PP.
4. Reward PP terhadap
perawat yang akan
dan selesai bertugas.
5. Penutup oleh PP
siang.
J

Kriteria Evaluasi
1

Evaluasi struktur
Pada timbang terima, sarana dan prasarana yang menunjang telah tersedia
antara lain : Catatan timbang terima, status klien dan kelompok shift

timbang terima. Kegiatan timbang terima pada shift sore ke malam


dipimpin oleh perawat primer.
2

Evaluasi Proses
Proses timbang terima dipimpin oleh PP shift siang dan
dilaksanakan oleh seluruh perawat yang bertugas maupun yang akan
mengganti shift. Perawat primer siang menyerahkan ke perawat primer
berikutnya yang akan mengganti shift. Timbang terima pertama dilakukan
di nurse station kemudian ke bed klien dan kembali lagi ke nurse station.
Isi timbang terima mencakup jumlah klien, masalah keperawatan,
intervensi yang sudah dilakukan dan yang belum dilakukan serta pesan
khusus bila ada. Setiap klien dilakukan timbang terima tidak lebih dari 5
menit saat klarifikasi ke klien.

Evaluasi Hasil
Timbang terima dapat dilaksanakan setiap pergantian shift. Setiap
perawat dapat mengetahui perkembangan klien. Komunikasi antar
perawat berjalan dengan baik

LAMPIRAN MATERI
A. Definisi
Timbang terima sering disebut dengan operan atau over hand. Operan
adalah suatu cara dalam menyampaikan dan menerima sesuatu (laporan) yang
berkaitan dengan keadaan klien. Harus dilakukan seefektif mungkin dengan
secara singkat, jelas dan lengkap tentang tindakan mandiri perawat, tindakan
kolaboratif yang sudah dilakukan/belum dan perkembangan saat itu
Informasi yang disampaikan harus akurat, sehingga kesinambungan asuhan
keperawatan dapat berjalan dengan sempurna. (Nursalam, 2002)
B. Tujuan
1. Tujuan Umum
Mengkomunikasikan keadaan pasien dan menyampaikan informasi yang
penting.
2. Tujuan Khusus
e. Menyampaikan kondisi dan keadaan pasien (data fokus)
f. Menyampaikan hal yang sudah/belum dilakukan dalam pemberian
asuhan keperawatan kepada pasien
g. Menyampaikan hal penting yang harus ditindaklanjuti oleh perawat
dinas berikutnya
h. Menyusun rencana kerja untuk dinas berikutnya
C. Manfaat
1. Manfaat bagi perawat :
a. Meningkatkan kemampuan komunikasi antar perawat
b. Menjalin suatu hubungan kerjasama dan bertanggungjawab antar
perawat
c. Perawat dapat mengikuti perkembangan klien secara paripurna
d. Peningkatan pemahaman pelaksanaan timbang terima pasien
e. Terhindar dari kekeliruan pemberian tindakan keperawatan

f. Menimbulkan rasa aman


g. Meningkatkan percaya diri/bangga
2. Manfaat bagi pasien
Klien dapat menyampaikan masalah secaral langsung bila ada yang
belum terungkap
3. Manfaat bagi Rumah sakit:
Meningkatkan pelayanan keperawatan kepadal klien secara komprehensif
D. Langkah langkah
Langkah-langkah

yang

harus

diperhatikan

dalam

melakukan

pergantian shift atau operan jaga, diantaranya (Nursalam, 2002):


1. Kedua kelompok shift dalam keadaan sudah siap
2. Shift yang akan menyerahkan dan mengoperkan perlu mempersiapkan
hal-hal apa yang disampaikan
3. Perawat yang bertanggung jawab menyampaikan kepada penanggung
jawab shift yang selanjutnya meliputi :
4. Kondisi atau keadaan klien secara umum
5. Tindak lanjut untuk dinas yang menerima operan
6. Rencana kerja untuk dinas yang menerima operan
7. Penyampaian operan di atas (point c) harus dilakukan secara jelas dan
tidak terburu-buru
8. Perawat penanggung jawab dan anggotanya dari kedua shift bersamasama secara langsung melihat keadaan klien.
E. Prosedur
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam prosedur operan jaga
(Nursalam, 2002), meliputi:
1. Persiapan
a

Kedua kelompok dalam keadaan siap

Kelompok yang akan bertugas menyiapkan buku catatan

2. Pelaksanaan

Dalam penerapannya, dilakukan timbang terima kepada masingmasing penanggung jawab:

Timbang terima dilaksanakan setiap penggantian shift/operan

Dari nurse station perawat berdiskusi untuk melaksanakan timbang


terima dengan mengkaji secara komprehensif yang berkaitan tentang
masalah keperawatan klien, rencana tindakan yang sudah dan belum
dilaksanakan serta hal-hal penting lainnya yang perlu dilimpahkan.

Hal-hal yang sifatnya khusus dan memerlukan perincian yang


lengkap

sebaiknya

dicatat

secara

khusus

untuk

kemudian

diserahterimakan kepada perawat yang berikutnya


3. Hal-hal yang perlu disampaikan pada saat timbang terima adalah :
a

Identitas klien dan diagnosa medic

Masalah keperawatan yang kemungkinan masih muncul

Tindakan keperawatan yang sudah dan belum dilaksanakan

Intervensi kolaborasi dan dependen

Rencana umum dan persiapan yang perlu dilakukan dalam


kegiatan selanjutnya,

misalnya

operasi,

pemeriksaan

laboratorium/pemeriksaan penunjang lainnya, persiapan untuk


konsultasi atau prosedur lainnya yang tidak dilaksanakan secara
rutin.
4. Perawat yang melakukan timbang terima daat melakukan klarifikasi,
tanya jawab dan melakukan validasi terhadap hal-hal yang kurang jelas
Penyampaan pada saat timbang terima secara singkat dan jelas
5. Lama timbang terima untuk setiap klien tidak lebih dari 5 menit kecuali
pada kondisi khusus dan memerlukan penjelasan yang lengkap dan rinci.
6. Pelaporan untuk timang terima dituliskan secara langsung pada buku
laporan ruangan oleh perawat.
F. Pelaksanaan
Pelaksanaan timbang terima (Nursalam, 2002), meliputi:

a. Dalam penerapannya, dilakukan timbang terima kepada masing-masing


penanggung jawab:
b. Timbang terima dilaksanakan setiap penggantian shift/operan
c. Dari nurse station perawat berdiskusi untuk melaksanakan timbang
terima dengan mengkaji secara komprehensif yang berkaitan tentang
masalah keperawatan klien, rencana tindakan yang sudah dan belum
dilaksanakan serta hal-hal penting lainnya yang perlu dilimpahkan.
d. Hal-hal yang sifatnya khusus dan memerlukan perincian yang lengkap
sebaiknya dicatat secara khusus untuk kemudian diserahterimakan
kepada perawat yang berikutnya
G. Dokumentasi
Dokumentasi timbang terima atau operan jaga (Nursalam, 2002),
meliputi :
a. Identitas klien
b. Diagnosa medis klien
c. Dokter yang menangani
d. Kondisi saat klien ini
e. Masalah Keperawatan
f. Intervensi yang sudah dilakukan
g. Intervensi yang belum dilakukan
h. Tindakan kolaborasi
i. Rencana umum dan persiapan lain
j. Tanda tangan dan nama terang

Anda mungkin juga menyukai