0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
160 tayangan77 halaman

Sensor untuk Kontrol Mesin Mobil

Dokumen tersebut memberikan penjelasan mengenai berbagai sensor yang digunakan dalam sistem kontrol mesin, termasuk sensor tekanan, sensor suhu, sensor putaran, sensor aliran udara, dan sensor emisi. Sensor-sensor tersebut digunakan untuk mengukur variabel fisik yang dihasilkan mesin seperti tekanan, suhu, kecepatan putaran, dan aliran udara untuk kemudian mengirimkan informasi tersebut ke kontroler mesin guna mengontrol berbagai parameter pen

Diunggah oleh

Zhero Asla
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
160 tayangan77 halaman

Sensor untuk Kontrol Mesin Mobil

Dokumen tersebut memberikan penjelasan mengenai berbagai sensor yang digunakan dalam sistem kontrol mesin, termasuk sensor tekanan, sensor suhu, sensor putaran, sensor aliran udara, dan sensor emisi. Sensor-sensor tersebut digunakan untuk mengukur variabel fisik yang dihasilkan mesin seperti tekanan, suhu, kecepatan putaran, dan aliran udara untuk kemudian mengirimkan informasi tersebut ke kontroler mesin guna mengontrol berbagai parameter pen

Diunggah oleh

Zhero Asla
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Sensor

Sensor dan
Troubleshooting

Training Material & Publication

Sensor

Sensor
1. Umum
Gambar 1 adalah garis besar alur engine control system. Input dasar mesin adalah udara dan bahan
bakar, output-nya adalah gaya putar mekanis dan emisi gas buang.

Gambar 1

Diagram garis besar Engine Control System

Sensor-sensor menghitung variabel fisik yang dihasilkan oleh mesin, kemudian hasil ukuran tersebut
dikirim ke controller-controler yanga ada oleh ECM dalam bentuk sinyal elektrik setelah sebelumnya
diproses oleh prosessor. Controller-controler ini mengontrol berbagai variabel pengaturan dan kondisi
berkendara yang dibutuhkan untuk operasional mesin kemudian mengeluarkan sinyal output elektrik
untuk menjalankan actuator.
Umumnya kontrol mesin memerlukan bermacam variabel ukuran seperti besar aliran udara, tekanan
intake manifold dan barometric, coolant dan temperatur udara masuk, sudut crank dan cam, kecepatan
putaran, kepadatan oxygen di dalam gas buang, sudut throttle, adanya Knocking, dsb. Tabel 1 dibawah
adalah sensor-sensor yang umumnya dipakai untuk kontrol mesin dan cara kerjanya.

Training Material & Publication

Sensor

Table 1 Sensor untuk kontrol mesin


Item

Sensor
Therrmistor
(general purpose)
(MnCoNi type)

Temp

Pressure

Thermistor
(high temp.)
(Al203, rO2 type)

Prinsip Kerja

Resistance-temp.s polar
characteristic

Thermo-ferrite

Magnetic transformation

LVDT

Bellows+Differential trans

Semiconductor type

Piezo resistance effect

Static capacity type

Capacity variation by diaphragm


position change

Electronic generation
Magnet projection+Pick-up coil
type

Rotation

Hall element type


Wiegand type
Optical type
Vane Type

Air flow
rate

Gas

Semiconductors Hall effect

Oxygen concentration battery


Resistance variation by oxidation/
deoxidation
Critical current feature, pump
operation

NOx
Resistance variation by
(semiconductor type) absorption

Torque

Optical type
Piezo-electric type
Knock

Magnetostriction
type

-40~900C
(catalyzer temp.)

Coolant temp., Air temp.,


Room temp.

ON, OFF at any


temp. between
60~100C

-40~900C

Catalyzer temp.
Coolant temp., Coolant level,
Chock burner
Coolant temp.

-40~120C

100~780 Torr
(intake air pressure)
500~780 Torr
(atmospheric
pressure)

Intake air pressure,


Atmospheric pressure
(idle mileage control,
ignition timing control, etc)
engine oil pressure,
brake oil pressure

-40~120C

Crank angle, Throttle angle


(ignition timing control, EGR
control, etc),
Engine rpm, Car speed

-40~120C

Intake air rate


(idle mileage control, ignition
timing control, etc)

-40~900C

Exhaust idle mileage


(idle mileage control)

10~1000 ppm

(-40~300C)

NOx in emission
(Emission control)

10~103 N.m

-40~120C

Engine Torque
(drive line control)

-40~120C

Knock detection
(ignition timing control)

0~360C

Fluid pressure and Vane rotation

Quenching effect by fluid

Magnetostriction
type

600~1000C

Wiegand effect

Hot Wire Type

Wide band

-40~120C
(coolant temp.)

Pemakaian

Slit+Light emitint, receiving


element

Karman Vortex

O2(semiconductor
type): TiO2, Nb2O2

-50~130C

Two way feature of magnetic


resistance type effect

Karman Vortexs occurance


frequency

O2(zirconia)

Batasan Temp

Resistance variation by temp.

PTC

Magnetic resistance
type

Batasan kerja

Magnetic substances
Magnetostriction effect
Deformation detection by optical
meter

0.1~10 m /min

=1 detection
10-20<PO2<10-1

1< <2

Piezo-electric elements
electronic distortion effect
Magnetic substances
Magnetostriction effect

Training Material & Publication

Sensor

2. Pressure Sensor
Table 2. adalah variabel input yang dipakai untuk kontrol mesin. Utamanya mereka ini dipakai untuk
tekanan intake manifold, tekanan oli mesin, dsb.
Table 2. Variabel input penontrol mesin
Variable

Batasan ukuran tekanan

Tipe tekanan

MAP

100 KPa

Absolute pressure

Turbo boost pressure

200 KPa

Absolute pressure

Atmospheric pressure(altitude)

100 KPa

Absolute pressure

EGR pressure

7.5 psi

Gauge pressure

Fuel pressure

2.5bar ~ 3.5bar

Gauge pressure

Fuel vapor pressure

15 inH2O

Gauge pressure

Intake air rate

Pressure gap

Combustion pressure

100 Bar, 16.7 MPa

Pressure gap

Exhaust gas pressure

100 KPa

Gauge pressure

Second air pressure

100 KPa

Gauge pressure

Oleh karena itulah, tekanan intake manifold secara tidak langsung dipergunakan untuk menghitung
rata-rata intake air untuk kontrol. Sistem pengapian lama menggunakan tekanan vacuum disekitar throttle
valve untuk mengukur sudut waktu pengapian. Namun untuk keperluan peningkatan kontrol emisi mesin,
pengiritan bahan bakar dan performa membutuhkan banyak variabel input yang digunakan untuk kontrol
mesin, sehingga pada akhirnya sensor yang digunakan akan menjadi lebih banyak lagi.

Training Material & Publication

Sensor

1) Intake Manifold Pressure dan MAP Sensor


Gambar 2 adalah skema sederhana tentang intake. Intake manifold adalah rute dimana udara campuran
udara/bahan bakar tershisap ke dalam cylinder. Pada saat tersebut mesin bekerja begitu pompa menarik
udara ke dalam intake manifold.

Fig. 2

Intake System Outline Diagram

Ketika mesin tidak bekerja, udara tidak mengalir, dan tekanan di dalam intake manifold akan sama
dengan tekanan atmosfir. Begitu mesin hidup, throttle valve yang terletak di dalam intake manifold akan
berperan menginterupsi aliran udara. Kemudian tekanan di dalam intake manifold akan berkurang
sehingga lebih rendah dari tekanan atmosfir untuk menghasilkan vacuum di dalam intake manifold.
Apabila mesin adalah sebagai alat pompa udara dan throttle valve ditutup, maka tekanan di dalam intake
manifold akan menjadi nol, sehingga dapat dikatakan sebagai vacuum yang sempurna. Namun
kenyataannya mesin bukanlah merupakan alat pompa yang sempurna, sehingga tekanan vacuum
sempurna tidak terjadi, tekanan asbsolut intake manifold sedikit diatas angka nol. Sebaliknya ketika throttle
valve terbuka lebar, tekanan intake manifold akan nyaris mendekati tekanan atmostif. Berasarkan
keterangan diatas, pada saat mesin bekerja tekanan absolut intake manifold akan beragam dari angka
rendah ke mendekati tekanan atmosfir.
Mari kita amati besarnya tekanan intake manifold ketika posisi throttle valve dalam keadaan konstan. Tekanan
5

Training Material & Publication

Sensor

intake manifold akan turun-naik dengan cepat karena udara yang masuk ke dalam cylinders. Setiap cylinder
menghisap udara ketika intake valves terbuka dan piston bergerak turun dari TDC, dan tekanan intake
manifold akan turun. Udara yang masuk di dalam cylinder ini akan diakhiri pada saat intake valve menutup, dan
tekanan intake manifold akan naik sampai cylinder berikutnya mengambil masuk udara. Proses ini akan terus
belanjut untuk menaikkan dan menurunkan tekanan intake manifold di antara setiap siklus cylinder, dan proses
pemompaan akan dilakukan dari satu cylinder ke lainnya. Setiap pengambilan udara ke dalam cylinder
dilakukan sekali per dua putaran crank. Ketika cylinder N berputar, frekwensi fluktuasi tekanan intake manifold
dapat dilihat seperti pada gambar 3:

fp =

N RPM
.........(1)
120

Gambar 3

Tekanan Intake Manifold (pada saat throttle valve terbuka konstan)

Sistem kontrol mesin memerlukan rata-rata besar tekanan di dalam intake manifold, dan momen ayng
dihasilkan pada saat putaran mesin konstan akan mendekati sama dengan angka rata-rata tekanan
intake manifold pressure. Sehingga dapat dikatakan perubahan tekanan di dalam intake manifold tidak
digunakan untuk kontrol mesin, namun nilai rata-rata setelah penyaringan fluktuasi lah yang dipakai
sebagai kontrol mesin. Sistem kontrol mesin mempunyai MAP sensor yang berfungsi untuk mengukur
tekanan absolut di dalam intake manifold.

Training Material & Publication

Sensor

2) Tekanan Barometric
Tekanan barometric digunakan sebagai indikator kelembaban udara. Apabila ketinggiannya naik,
kelembaban udara akan turun sehingga rata-rata air intake berkurang. Untuk itu diperlukan air intake
rata-rata untuk menjaga agar putaran idle tidak turun begitu mobil melaju di dearah daratan tinggi atau
daerah perbukitan. Sama seperti waktu pengapian disesuaikan berdasarkan kelembaban udara, dan
sudah digunakan oleh beberapa model kendaraan untuk membetulkan kerja katup EGR dan penyetelan
kecepatan idling. BPS (Barometric Pressure Sensor) adalah sensor yang digunakan untuk mengukur
tekanan barometric seperti ketinggian dan cuaca yang hasilnya dipakai sebagai masukan untuk
menentukan tingkat kelembaban udara. Sekarang ini sensor yang digunakan untuk keperluan ini adalah
satu kesatuan dengan ECM dan bukan merupakan BPS terpisah.

3) Pressure Measuring Sensor


(1) Pengelompokan
Sensor tekanan dapat dikelompokkan berdasarkan metode pemasangannya yaitu tipe yang langsung
dipasang pada surge tank di sambungan selang, dan berdasarkan keperluan seperti MAP sensor, Map &
IAT sensor, fuel tank pressure sensor, barometric pressure sensor, booster pressure sensor, EGR
monitoring sensor, dan sebagainya.

Gambar 4

Tipe Pemasangan langsung pada Surge Tank

Gambar 5

Tipe sambungan selang

Training Material & Publication

Sensor

(2) Struktur Sensor Cell


Di dalam MAP sensor, ada satu sell pressure sensor yang terbuat dari semiconductor. Berdasarkan
pengepakannya, sensor cell bisa dikelompokkan ke dalam tipe can dan plastic mold; berdasarkan proses
semiconductor menjadi tipe into bi-polar dan tipe MOS; dan berdasarkan cara penyetelannya dibagi
menjadi tipe laser trimming dan digital trimming.

Gambar 6

Gambar 7

Sensor tipe can - Sensor Cell Inner Structure

Sensor tipe Mold -

Cell Inner Structure

Chip sensor terbuat dari bermacam part yang terintegrasi seperti komponen pendeteksi tekanan
(diaphragm) dan komponen yang melakukan proses pada sinyal, ditempatkan pada block kaca dan
dihubungkan dengan terminal packing melalui gulungan kabel. Tekanannya dapat diketahui melalui
diaphragm depan atau belakang, dan pada sisi lainnya terdapat vacuum.

Training Material & Publication

Sensor

(3) Struktur Chip Sensor


Struktur dasar chip sensor bisa berupa gabungan dari diaphragm dan part yang melakukan proses
terhadap sinyal, dan empat resistors yang menggunakan efek piezo resistance,

yang dapat membuat

wheatstone bridge (suatu media seperti sirkuit) pada diaphragm.

Diaphragm
Signal processing
part

Gambar 8

Sensor Chip

Ukuran panjang sensor chip adalah sekitar 3~4mm, dan ketebalannya diaphragmnya sekitar. 25~40um.
Diaphragmnya dibuat dengan teknologi ultra-precision yang disebut dengan micro electro mechanical
system (MEMS), dalam bentuk bulat, kotak, dan persegi.
(4) Prinsip Pengukuran Tekanan
Bentuk wheatstone bridge pada diaphragm menggunakan efek piezo resistance, yang dapat
menghasilkan tegangan output melalui bermacam komponen tahan tergantung dari kebutunan tekanan
yang aakn dipakai.

Training Material & Publication

Sensor

Gambar 9

Macam komponen tahanan dengan bentuk Diaphragm

yang berbeda

Simbol persamaan untuk tegangan output wheatstone bridge adalah sebagai berikut.

Efek tahanan Piezo menghasilkan tahanan pada saat area atau panjang konduktor bervariasi, dan
memberikan bermacam tahanan linear melalui variabel fisik. Untuk silicon resistor, apabila diberikan
tekanan maka dapat membuat distorsi pada kisi-kisi silicon, kemudian merubah status conductive band
atau pendulusive band di daerah pingirnya, sehingga mengakibatkan perubahan pada tahanan listrik yang
berdampak pada perubahan kristal listrik yang dihantarkannya.
Pada saat tegangannya disetujui, maka tekanan pemampatan akan diberikan pada dua resistor dan
tekanan renggang pada kedua resistor lainnya, sehingga merubah komponen tahanan untuk membuat
celah tegangan output.

10 Training Material & Publication

Sensor

4)

MAP Sensor

(1) Konfigurasi sirkuit dan terminal


Gambar 10 adalah contoh sirkuit dan konfigurasi terminal MAP. Terminal 1 adalah tegangan input sensor
dengan 5 terminal, 2 adalah terminal output sensor dan 3 untuk terminal ground.

Gambar Sirkuit 10 MAP Sensor

Gambar 10-1

contoh MAP Sensor

11 Training Material & Publication

Sensor

(2) Prosedur Pemeriksaan


Alat yang diperlukan untuk mengukur suplai tegangan sensor adalah digital volt-meter. Dengan kunci
kontak di posisi ON, ukurlah tegangan output pada terminal1 dan pastikan apakah besarnya input tengan
sesuai dengan spesifikasi yaitu 5V. Sinyal sensor output dapat diukur pada terminal 2, apabila kunci
kontak ON (mesin tidak hidup) tegangan outputnya seharusnya adalah 3.9~4.1V, dan untuk posisi idling,
tegangan outputnya harus sekitar 0.8~1.6V. Gambar 11 adalah ilustrasi hasil pengukuran tegangan
output dengan menggunakan alat digital volt-meter. In addition connector's connection, and break and
short at supply side and ground side.
In case engine goes off sometimes, crank engine and shake MAP sensor harness. Then if engine goes off,
it may be decided as connector's poor contact. If output value goes outside specified value with ignition
switch on (no cranking), MAP sensor or ECM may be faulty. If MAP sensor output voltage is outside
specified value but engine still idles, the following defects other than MAP sensor it self's fault shall be
checked. To say, poor connection between surge tank and hose, imperfect combustion inside cylinder, air
leak at intake manifold, etc.

Gambar 11.

Pemeriksaan MAP Sensor menggunakan volt-meter

Gambar.

Bentuk gelombang output 12 MAP Sensor

12 Training Material & Publication

Sensor

Gambar. 12-1 Analisa pola gelombang output MAP Sensor


Gambar 12 adalah salah satu contoh pola gelombang output MAP sensor pada saat idling. Pada saat, if
apabila bukaan throttle tidak berubah, tegangan output MAP sensor akan konstan. Dan sebaliknya
apabila bukaan throttle tidak berubah, tegangan output MAP sensor akan bervariasi. Tegangan output
sensor akan rendah apabila beban mesin sedikit, dan tekanan vacuum di dalam intake manifold akan
tinggi. Apabila beban mesin besar, output tegangannya akan tinggi sehingga konsekwensinya tekanan
vacuum di dalam intake manifold akan rendah. Pada gambar 12 bagian A adalah daerah tekanan tinggi
absolut di dalam intake manifold, dan tekanan vacuum-nya terlihat rendah. Pada daerah B tekanan
absolut di dalam intake manifold naik begitu throttle valve terbuka. Daerah C adalah tegangan output
rendah dan tekanan absolutnya juga rendah sedangkan tekanan vacuum di dalam intake manifold
rendah.

(3) Gejala kerusakan


Cranking bisa akan tetapi mesin susah dihidupkan.
Engine malfunction pada saat idling.
Injeksi bahan bakar terlalu berlebihan sehingga bahan bakar menjadi boros dan pencemaran udara
menjadi lebih besar.

13 Training Material & Publication

Sensor

3.

Temperature Sensor

1)

Garis besar

Temperature sensors digunakan untuk mengontrol mesin termasuk coolant temperature sensor, intake air
temperature sensor, dan oil temperature sensor. Kebanyakan sensor-sensor tersebut adalah tipe NTC
thermister. Karakter sensor tipe NTC thermister ini tahanannya akan turun apabila temperatur naik seperti
tampak pada gambar 13. batasan ukuran temperatur dan karakteristiknya bervariasi tergantung dari
bahan thermister yang dipakai.

Gambar 13

Karakteristik output thermister

Gambar 14 adalah coolant temperature sensor, gambar 15 adalah intake air temperature sensor, dan
gambar 16 adalah bagian melintang dari temperature sensor. Coolant temperature sensor dipasang
dikomponen thermister agar bisa kontak dengan air pendingin di dalam t cylinder block, water jacket.
Intake air temperature sensor dipasang pada surge tank (Delta 2.5 & 2.7) , dengan bagian thermister
kontak dengan intake air. Dikarenakan ada dua sensor (IAT & MAP) yang dipasang pada komponen yang
sama dan mempunyai fungsi yang sama satu dengan yang lainnya, maka terkadang mereka ini dipasang
dalam satu kesatuan.

Gambar 14

Engine Coolant Temperature Sensor


14 Training Material & Publication

Sensor

Gambart 15 Intake Air Temperature Sensor

Gambar 16 Cross section pada Temperature Sensor

15 Training Material & Publication

Sensor

Gambar 17 Intake Temperature Sensor Circuit

16 Training Material & Publication

Sensor

ECU memberikan tegangan sebesar 5V ke sensor melalui internal resistance. Kemudian berdasarkan
nilai tahanan sensor tersebut , sinyal tegangan akan naik bila temperaturnya rendah dan akan turun
apabila temperaturnya naik. ECU akan mendeteksi nilai tegangan ini untuk kemudian menghitung
temperaturnya.

Gambar. 18 Engine Coolant Temperature Sensor Circuit

2)

Memeriksa Intake Air Temperature Sensor

(1) Konfigurasi dan terminal


Gambar. 19 adalah sirkuit dan terminal intake air temperature. Tegangan input sebesar 5V diberikan ke
terminal B dan tahanan R dipasang di dalam ECM.

Gambar 19

adalah sirkuit dan terminal Intake Air Temperature Sensor

17 Training Material & Publication

Sensor

(2) Prosedur pemeriksaan


Pada saat menggunakan volt-meter, putar kunci kontak ke posisi ON dan ukurlan besar
tegangannyaapakah sesuai dengan spesifikasi. Karena yang digunakan adalah tipe NTC thermister,
sehingga semakin besar temperaturnya maka teganannya akan semakin berkurang. Atau jika tidak lepas
konektor dan periksa apakah suplai tegangan 5V terkirim dengan baik. Sebagai tambahan perlu juga
memeriksa apakah ada sirkut yang terputus atau korslet.

Gambar 20 Pemeriksaan Intake Air Temperature Sensor menggunakan Volt-meter

Table 3 contoh tegangan output pada Intake Air Temperature Sensor


Kondisi pemeriksaan

Kunci kontak ON

Temp. (derajat celcius)

Tegangan Output (V)

3.3~3.7 V

20

2.4~2.8 V

40

1.6~2.0 V

80

0.5~0.9 V

Gambar 21 adalah gelombang output pada sensor dengan menggunakan oscilloscope. Gelombang
oscilloscope dipakai untuk mengamati sinyal output untuk memeriksa adanya sirkuit yang short atau putus
dengan cepat.

18 Training Material & Publication

Sensor

Fig. 21 Intake Air Temperature Sensor Output Waveform Analysis


Fig. 21 part A illustrates the period of low temperature, and part B indicates output voltage decreases with
higher temperature. Part C represents high of intake air temperature. As intake air temperature does not
show significant fluctuation in a short period, it is required to check the waveform for some extended period.
Fig. 22 represents engine testing equipment's intake air temperature sensor output at room temperature
using oscilloscope.

Fig. 22

Example of Engine Coolant Temperature Sensor Output

(3) Troubleshooting
For troubleshooting of intake temperature sensor, resistance value and output voltage change by
temperature variation are used for diagnosis. Connector connection and break and short shall be checked
as well. For checking a separate part, use similar device generating hot air(ex. Hair dryer, etc), to measure
resistance value and output voltage change by temperature variation. Then if resistance value does not
change by temperature variation, it will indicate sensor failure. Replace the sensor.

19 Training Material & Publication

Sensor

(4) Gejala kerusakan


Waktu pengapian tidak tepat dan terjadi knocking.
Akselerasi lambat.
Konsumsi bahan bakar boros.

3)

Memeriksa Coolant Temperature Sensor

(1) Konfigurasi sirkuit dan terminal


Gambar 23 adalah sirkuit dan terminal coolant temperature sensor. Terminal 1 dipakai untuk grounding
dan terminal 2 untuk output signal. Di dalam terminal ECM 2 terdapat tahanan yang dibuat built-in untuk
memastikan adanya power suplai.

Gambar 23 contoh konfigurasi dan terminal Coolant Temperature Sensor


(2) Gejala kerusakan
Proses starter mesin susah dan apabila mesin sudah hidup mesin mengalami malfungsi ketika
idling.
Pada saat idling atau melaju mesin mati secara tiba-tiba.
Konsumsi bahan bakar lebih boros dan gas buang CO dan HC lebih banyak.

20 Training Material & Publication

Sensor

4.

Air Flow Sensor

1)

Fungsi

Untuk mendapatkan kontrol idle secara optimal pada sistem bahan bakar injeksi elektronik, diperlukan
suatu pengukuran intake air yang akurat. AFS (air flow sensor)

berfungsi untuk mengukur rata-rata air

intake yang disaring oleh air cleaner, dan AFS ini adalah salah satu komponen yang paling penting EMS.

Untuk itu AFS harus mempunyai kriteria sebagai berikut:


Responnya akurat terhadap berbagai aliran udara yang masuk.
Responnya cepat langsung terhadap berbagai perubahan yang cepat pada aliran udara.
Proses sinyal mudah.

AFS dapat dibedakan berdasarkan tipe pengukurannya.


(1) Tipe deteksi langsung
Tipe mendeteksi volume udara
A. K / V (Karman Vortex) Type
- Ultrasonic Type
- Mirror Type
- Pressure Sensing Type
B. Vane Type
Tipe mendeteksi berat udara
A. Hot Wire Type
B. Hot File Type
(2) Tipe deteksi tidak langsung
Speed Density Type
Throttle Speed Type

21 Training Material & Publication

Sensor

2)

Konfigurasi dan Prinsip Kerja

(1)

K / V Type
Konfigurasi tipe ultrasonic
A. Rute utama dan by-pass
Rute utama fungsinya adalah menjaga aliran udara untuk menghasilkan putaran yang konstan
menggunakan prisma segitiga, dan terdiri dari prisma lingkar dan plane plate. Rute by-pass
berfungsi untuk mengatur aliran udara yang diperlukan oleh mesin dengan cara
manaikkan/menurunkan rutenya, tidak dengan merubah bentuk rute utema.

Fig. 24

K / V AFS

Control circuit
Protection cap

Control circuit
Barometric pressure sensor
Iiybr id ic
Bluffbody
Stabilization plate
Karmain
vortex

Ultransonic recevier
Main pass

Ultrasonic
trasmitter

Bypass
Air temperature sensor

Gambar. 25 Konfigurasi tipe ultrasonic

22 Training Material & Publication

Sensor

B. Ultrasonic Transmitter
Pada saat udara mengalir melalui rute utema, gelombang ultrasonic akan terkirim dari ultrasonic
transmitter, dan akan lewat melalui lingkar (swirl) ke receiver. Kemudian frekwensi gelombang
ultrasonic wave akan dimodulasi secara bertahap oleh swirl yang dibuat.
C. Sirkuit Kontrol
Sirkuit kontrol mendeteksi perbedaan potensial gelombang ultrasonic yang lewat melalui K / V,
dan menghasilkan pulsa elektronik yang sebanding dengan kecepatan aliran udara, diluar dari
gelombang yang lewat melalui filter. Siskuitnya adalah hybrid IC.
D. Thermistor Sensor
K / V AFS mengukur temperatur udara di lubang AFS dengan maksud untuk memberikan
kompensasi kelembaban intake air, menggunakan tipe deteksi volume udara.
Prinsip pengukuran (Swirl Detecting Type)

Gambar 26 Prinsip pengukuran


Pada saat mengistal prisma segitiga (pilar putaran angin) di dalam aliran fluid menggunakan
fenomena K / V, asymmetrical dan regular swirl terjadi di belakang prisma. Sensor mendeteksi
putaran angin menggunakan gelombang ultrasonic dan merubahnya ke dalam bentuk sinyal pulsa
elektrik. Hubungan antara frekwensi dan kecepatan udara yang terdeteksi adalah sebagai berikut.

23 Training Material & Publication

Sensor

f = St

u
d
f: frekwensi yang dihasilkan [Hz]
St: banyaknya strouhal
d: lebar swirling pilar [m]
u: kecepatan aliran udara [m/s]

Apabila aliran udara aktuan adalah jumlah dalam reynolds 102 ~ 105, maka jumlah Strouhal adalah hampir
konstan sekitar

0.2. maka dengan rumus diatas, jika rutenya dirancang untuk memberikan rata-rata

udara intake pada mesin dengan range jumlah dalam hitungan Reynold, maka besar jumlah Strouhal
akan hampir konstan dari batas ukuran, sehingga bisa untuk mencari rata-rata aliran udara dari frekwensi
yang dihasilkan oleh K/V. Selanjutnya volume udara intake akan menjadi [air flow speed u] x [air route's
effective area]. Ukuran besar aliran udara pada tipe K / V tergantung dari besar volume aliran, dan
memerlukan kompensasi massa oleh temperatur dan tekanan udara dengan menggunakan intake air
temperature sensor dan barometric pressure sensor.

Fig. 27 Strouhal Number


Karakteristik output K / V AFS
A. Sinyal Output
Gambar 28 adalah sinyal output K / V AFS dalam bentuk gelombang digital. Semakin tinggi
udara intake yang dihasilkan maka frekwensi sinyal output pada swirl akan semakin besar. Unit
kontol menghitung besar air intake menggunakan sinyal output.
B. Fitur output berdasarkan kondisi mesin
- Kondisi idling : F>28HZ
- Kondisi beban penuh : F<2Khz
- Kondisi berubah-rubah : sekitar

70 kali

24 Training Material & Publication

Sensor

Gambar 28

Frekwensi dan fitur output berdasarkan perubahan aliran udara

Tipe Mirror & Tipe Pressure Sensing


Sebagai informasi tambahan mengenai tipe deteksi ultrasonic, tipe-tipe AFS menggunakan
fenomena K / V yaitu mengimbas tekanan melalui putaran angin yang dibangkitkan dari kedua
ujung pillar swirling pillar, melalui bukaan lubang tekanan (inlet), kemudian mendeteksi tekanan
yang ada melalui getaran putar balik (tipe mirror) atau pressure sensor (tipe pressure sensing), dan
terakhir merubahnya menjadi sinyal elektrik.
Tipe mirror ini mengandalkan prinsip kerja listrik dimana sinyal elektrik akan dihasilkan pada saat
cahaya terpancar dari LED yang ditempatkan pada sisi atas mirror yang dipantulkan oleh cermin
dan kemudian dipancarkan ke photo transistor. Pada saat cerminnya bergerar oleh adanya
perubahan tekanan, tingkat keterangan cahayanya akan berubah mengikuti sudut pantulnya, dan
kemudian dipantulkan sebagai arus untuk selanjutnya dirubah ke dalam bentuk sinyal digital. Oleh
sebab itulah kita bisa memperoleh getaran sinyal elektrik sesuai dengan daya putar yang terjadi.

Gambar 29 Mirror Type


25 Training Material & Publication

Sensor

Gambar 30 Tipe Pressure Sensing


(2) Vane Type
Tipe Movable vane memakai prinsip kerja dimana sudut vane yang bisa bergerak akan berbalas-balasan
dengan air intake, pada saat intake air mengalir melalui rute dan gaya kinetik movable vane dan gaya
balik pegas yang stabil satu dengan lainnya. Maka sudut bukaan dideteksi oleh potentiometer yang
dihubungkan dengan movable vane.
Konfigurasi

1. Ring gear for Spring Preload

1. Idle-mixture Adjusting Screw

2. Return Spring

2. By pass
3. Plate

3. Potentio meter

4. Compensation Plate

4. Sliding Contact

5. Damping Chamber

Gambar. 31 Tipe Vane

26 Training Material & Publication

Sensor

Seperti tampak pada gambar 31, compensation plate dan dampening chamber menstabilkan gerakan vane
terhadap perubahan cepat udara intake dan getaran udara. Idle-mixture adjusting screw is dipasang pada
by-pass route, dan dipakai untuk menyesuaikan udara yang rendah. Sekrup ini dipakai untuk menyetel posisi
idling mesin agar sesuai dengan spesifikasi dengan cara menyetel rute by-pass sehingga output AFS akan
berubah.
Prinsip Pengukuran
FS tipe Movable vane ini mengandalkan prinsip kerja dimana measuring plate (vane) didorong terbuka
oleh celah tekanan yang dihasilkan oleh aliran udara yang terhisap ke dalam mesin. Bagian sumbu putar
pada vane ditempatkan di return spring yang berbentuk spiral. Vane berhenti di posisi dimana aliran
udara memaksa membuka vane dan gaya recovery pada spring adalah seimbang. Potentiometer
mendeteksi posisi untuk memdapatkan angka tegangan yang sesuai dengan rata-rata intake air.

Gambar

32 Prinsip Pengukuran

Karakter Output
AFS tipe Vane mengaluarkan rasio tegangan dari potentiometer yang letaknya pada poros yang
dengan baling-baling. Hubungan antara besarnya output dan aliran udara Q adalah sebagai berikut.
27 Training Material & Publication

Sensor

Us C
=
Ub Q
C: Constant,

Ub: supply voltage

Q: Volume flow rate (/s)

Us: Output voltage

Tegangan ouput dari potentiometer Us bervariasi mengikuti perubahan tegangan battery.


Selanjutnya apabila rasio tegangan tersebut digunakan untuk sinyal output , sinyal Us akan
beragam berbanding sama dengan suplai tegangan,

besarnya Ub ditentukan oleh potentiometer,

dan sinyal AFS Us/Ub akan tetap. Oleh karena itulah ECM menggunakannya untuk menghitung
besar aliran udara.
(3) Tipe Hot Wire
Konfigurasi

Gambar 33 tipe Hot Wire

28 Training Material & Publication

Sensor
1. Hybrid Assy
2. Cover
3. Metal Case
4. Inner Tube with Hot Wire
5. Housing
6. Grid
7. Clamp Ring

1. Air Temperature Sensor


2. Hot Wire
3. Standard Resistor

Gambar 34 Konfigurasi Sensor tipe Hot Wire


Sensor terdiri dari kompesansi tahanan temperatur yang mendeteksi temperatur udara intake,
bagian sirkuit yang menghasilkan panas sesuai dengan panas yang dibangkitkan, part sirkuit
pengontrol untuk pengukuran, dan housing.
Prinsip pengukuran
Pada saat objek yang dipanaskan ditempatkan di udara, maka objek tersebut akan didinginkan oleh udara
yang lepas ke arahnya, dan jika aliran udaranya lebih kencang ke sekeliling objek tersebut, maka panas
yang dikeluarkan juga akan lebih besar oleh udara tersebut. Sensor tipe hot wire menggunakan prinsip
kerja tansfer panas antara objek panas dan udara. Tipe ini mendeteksi berat udara dan tidak dipengaruhi
oleh perubahan kelembaban udara. Oleh karena itulah pada prinsipnya ECU tidak memerlukan lagi
kompensasi terhadap temperatur dan udara. Gambar 35 terlihat garis besar komponen air flow inlet part
dan konfigurasinya.

Gambar. 35 Air Flow Inlet Part


29 Training Material & Publication

Sensor

Gambar 36 Konfigurasi Sirkuit


Karakteristik output
Tegangan output pada kedua ujungnya tahanannya standar, perubahannya tergantung dari arus,
semakin tinggi air intake rate semakin besar tegangan yang naik.
(4) Tipe Hot Film
Konfigurasi
Pada dasarnya tipe Hot film ini prinsip kerjannya sama dengan tipe hot wire yaitu dengan transfer
panas, namun ada beberapa perbaikan terhadap kekurangan yang ada pada tipe hot wire yaitu:
Simplified by-pass design by reducing sensor wire length. Better connection with throttle body.
Cost saving
Eliminates wire dirt build-up(foreign material build-up on sensing resistance surface)
Faster response
Sebagai tambahan tipe ini bisa dibedakan menjadi HFS tipe keramik yang dipasang di dalam rute
udara, dan housing.

30 Training Material & Publication

Sensor

Hybrid assy
O-ring
Housing assy
Hybrid IC

Sensor element

Gambar 37 Bagian-bagian tipe Hot Film

Gambar 38

Elemen sensor Hot Film

Element sensor terdiri dari kompensasi tahanan temperatur udara (Rt) yaitu untuk memberikan
kompensasi output (Rh), tahanan panas, dan tahanan perasa (Rs). Flow grid dipasang pada
daerah lubang inlet yang fungsinya untuk menstabilkan aliran udara intake.

31 Training Material & Publication

Sensor

Prinsip pengukuran
Prinsip dasar pengukurannya mengandalkan sistem transfer panas. Tahanan sensor (Rs) yang
membentuk jembatan sirkuit, dipanaskan oleh tahanan panas sisi belakang (Rh) menjadi konstan
sebesar 170 derajat celcius lebih tinggi dari temperatur udara luar (ambient). Apabila aliran udara
meningkat, maka tahanan temperaturnya akan turun dan tahanannya akan turun. Sirkuit
wheatstone bridge akan menjadi tidak balance untuk menghasilkan arus panas, kemudian tahanan
panas yang dipanaskan akan menaikkan tahanan temperatur dan nilai tahanan untuk
mendapatkan keseimbangan (balance). Besarnya tegangan yang dihasilkan oleh tahanan panas
dan arus panas akan sebanding dengan besar aliran udara sehingga pada akhirnya bisa diukur.
Kompensasi tahanan temperatur udara (Rt) dirancang untuk mengkompensasikan tahanan nilai
outpur sensor Rh dan Rs sesuai dengan temperatur luar.
Karakteristik Output
Tegangan output pada kedua ujungnya tahanannya adalah standar, perbedaannya tergantung dari
arus, semakin tinggi air intake semakin besar sinyal tegangan yang naik.

MAF SENSOR
Output Voltage [V]

TPS

Air Flow Rate [kg/h]

Gambar 39 HFM adalah karakteristik gelombang output

32 Training Material & Publication

Sensor

(5) Hot film tipe Reverse Flow Detecting


Konfigurasi

Gambar 40 Reverse Flow Detecting HFM

Plug-in sensor
in measuring tube

40mm

Plug-in sensor

20mm

Sensor element

2mm

Fig. 41 Reverse Flow Detecting HFM configuration


Tipe HFM ini mempunyai plug-in sensor yang menyatu dengan komponen air route sama seperti
air cleaner housing, pemasangannya pada cylinder housing seperti tampak pada gambar diatas.
Sebagai tambahan, ukuran cylinder housing bermacam-macam tergantung dari besar aliran
udara untuk pembakaran mesin. Tipe ini HFM ini dasar konfigurasinya bisa dikatakan sama
seperti tipe HFM konvensional. Namun ada beberapa perbedaan yaitu pada elemen pendeteksi
aliran udara dan prinsip dasar pengukurannya. Elemen sensor terdiri dari silicon diaphragm tipis
yang dibuat menggunakan teknologi MEMS (micro electro mechanical system), dan pada
diaphragm-nya dipasang heating resistance dan beberapa sensor temperatur. Sirkuit pemroses
sinyal sensor ini terbuat dari ceramic board (hybrid IC) yang letaknya ada di dalam plug-in sensor
housing, termasuk di dalamnya ada sensor dement dan Au-wire bonding. Perlu diketahui pula
bahwa EPROM digunakan untuk menyesuaikan output terhadap nilai air flow yang ada , dan
33 Training Material & Publication

Sensor

sirkuit ini diisi dengan Si-Gel untuk melindungi sirkuit tersebut. HFM5f termasuk di dalamnya
intake air temperature sensor yang dipasang terpisah dari plug in sensor housing.
Prinsip Pengukuran
Diaphragm tipis yang dipasang menyatu pada elemen sensor ini dibuat dengan menggunakan
teknologi etching . pada diaphragm, tahanan panasnya terletak dibagian tengah, dan sensor
temperatur T1 & T2 masing-masing terletak di depan dan belakang zona panas dimana udara
mengalir. Temperatur kedua sensor tersebut akan sama pada saat tidak ada udara yang mengalir.
Namun pada saat ada udara yang mengalir, sensor T1 yang letaknya di depan zona panas akan
didinginkan oleh sirkulasi panas. Sebaliknya, untuk sensor T2 yang letaknya di belakang zona
panas, temperaturnya akan tetap panas. Oleh karena itulah kedua sensor tersebut akan
mengindikasikan jarak/celah temperatur dari udara yang mengalir melalui ruter tersebut, dan
besarnya rentang temperatur keduanya akan tergantung pada besar aliran udara yang lewat
melalui elemen sensor. Apabila terjadi udara yang mengalir melalui elemen sensor terbalik, maka
temperatur antara T1 dan T2 akan terbalik pula. Untuk itu celah temperatur ini bisa sebagai
penunjuk kemungkinan terjadinya aliran yang terbalik.

Gambar 42 Prinsip Pengukuran

34 Training Material & Publication

Sensor

Fig. 43 Electric Circuit


Karakteristik Output
Nilai output tegangan deteksi aliran balik HFM oleh intake air flow rate, dan fungsinya untuk
mendeteksi aliran balik. Gambar dibawah adalah karakteristik deteksi aliran terbalik dalam bentuk
tes getaran tipe hot wire dan reverse flow detecting HFM.

Gambar. 44

Karakteristik Output Reverse Flow Detecting HFM.

35 Training Material & Publication

Sensor

(6) Tipe Speed Density


Pressure Sensor
Pressure Sensor mendeteksi perubahan tekanan intake manifold

begitujuga terhadap perubahan

tegangan, sensor ini dihubungkan dengan surge tank melalui rubber hose atau langsung dipasang
pada surge tank. Pressure sensor ini merupakan susunan elemen dan komponen sirkuit yang
melakukan proses konversi sinyal output. Output dan sensor ini akan berbanding sama dengan
tekanan vacuum dari intake manifold.
Intake Air Temperature Sensor.
Intake air temperature sensor fungsinya adalah mendeteksi temperatur udara intake. Khusus untuk
tipe pengukuran langsung (direct), sensor-nya dipasang pada selang air intake hose atau AFS.
Sedangkan untuk tipe speed density,

sensor-nya bisa dipasang pada surge tank untuk

mendeteksi temperatur udara intake di komponen induksi tekanan. (MAP dengan IAT sensor)
(7) Tipe Throttle Speed
Tipe ini mendeteksi besar udara intake dengan cara memperkirakan jumlah udara intake yang masuk ke
mesin per siklus berdasarkan sudut bukaan dan putaran mesin, kemudian menghitung banyaknya bensin
yang disemprotkan. Namun demikian penghitungan rata-rata udaranya sangat rumit banyak korelasi yang
terlibat, dan akibatnya adalah proses pendeteksian jumlah udara tidaklah mudah. Oleh sebab itu
kendaraan yang dibuat sekarang tidak menggunakan tipe ini lagi. Hanya beberapa system saja yang
dipakai sebagai cadang , andai kata AFS mengalami kesalahan.

3) Pemeriksaan Sensor
(1) Konfigurasi sirkuit dan terminal
Tipe Hot Film
Gambar 45 adalah diagram dan konfigurasi terminal sensor air flow

tipe hot film. Terminal 1

adalah sinyal output, terminal 2 adalah power supply untuk sensor, dan terminal 3 adalah ground.
Namun konfigurasi ini bisa berbeda tergatung dari model kendaraannya. Untuk itu coba lihat buku
panduan masing-masing.

Gambar 45

contoh sirkuit dan konfigurasi AFS tipe hot film


36 Training Material & Publication

Sensor

Tipe Karman Vortex


Gambar 46 adalah sirkuit dan konfigurasi air rate sensot tipe Karman Vortex. Sensor ini biasanya
dipasang bersama dengan intake air temperature sensor dan barometric pressure sensor.

Untuk

itu diperlukan kehati-hatian dalam menemukan terminal-terminalnya.

Gambar 46

Contoh sirkuit dan konfigurasi terminal air rate sensor tipe Karman Vortex

(2) Prosedur pemeriksaan


Air flow Sensor tipe hot film
A. Saat menggunakan volt-meter
Gambar 47 adalah contoh pengukuran tegangan output sensor menggunakan alat volt-meter,
dan pada tabel 4 adalah nilai perinciannya. Pada harness side, terminal2 digunakan untuk
pemeriksaan power supply sensor, dan terminal 3 & 4 adalah untuk ground.

Gambar 47

contoh pemeriksaan tegangan output pada Air Rate Sensor tipe Thermal Film

37 Training Material & Publication

Sensor

Tabel 4. Data spesifikasi Air Rate Sensor tip Thermal Film


Check items

Output voltage

Engine type

Specified values(in idling)

Alpha 1.5 DOHC engine

0.7 ~ 1.1 v (At 800 rpm)

Delta 2.5V 6DOHC engine

0.5 0.5v (At 700 rpm)

Sigma 3.5V6DOHC

0.5 0.5v (At 700 rpm)

B. Bila menggunakan oscilloscope


Gambar 48 adalah contoh gelombang air rate sensor tipe hot film pada saat idling, dengan
menggunakan oscilloscope.

Gambar 48

pola gelombang output Air flow Sensor tipe Hot Film (2000rpm)

Apabila jumlah udara intake tidak berubah maka tegangan outputnya akan tetap konstan. Gambar
49 adalah contoh ukuran dengan menggunakan oscilloscope pada saat udara intake berubah

Fig. 49

Air Rate sensor's Output Waveform Analysis

Daerah A adalah pada saat katup throttle statusnya terbuka lebar (WOT) untuk memberikan akselerasi
maksimal. Daerah B adalah kompensasi aliran idling yang diberikan ke dalam intake manifold. Daerah
D adalah pengurangan oleh gerakan air flap. Biasanya semakin tinggi air intake maka tegangan
outputnya juga semakin naik.

38 Training Material & Publication

Sensor

Tipe Karman Vortex


A. Dengan menggunakan volt-meter
Gambar 50 adalah contoh tegangan output sensor yang diukur oleh voltmeter. Dengan input ke
sensor sebesar 5V, maka sinyal frekwensi yang adalah sekitar. 2.7~3.2V. Suplai tegangan ke
sensor atau ground dan kemungkinan terjadi short juga diperiksa.

Fig. 50

Example of Output Voltage Measurement of

Karman Swirl Type Air Rate Sensor Using a Voltmeter


B. When using oscilloscope
Dikarenakan air rate sensor tipe karman swirl ini sinyalnya menggunan frekwensi, maka dianjukan
dalam pemeriksaaan sinyal ouput menggunakan oscilloscope. Gambar 51 adalah contoh pola
gelombang output dari air rate sensor tipe karman pada saat idling. Lihat pola gelombang hasil
pengukuran kemudian bandingkan dengan spesifikasinya, dan periksa kondisi perubahannya.
Tabel 5 adalah angka spesifikasi air rate sensor tipe karman swirl..

Gambar 51 contoh gelombang output pada air rate sensor tipe karman swirl

39 Training Material & Publication

Sensor

Tabel 5. Contoh nilai spesifikasi ouput Air Rate Sensor tipe Karman Swirl
Item Check

Kondisi pemeriksaan
Coolant temp.: 80~95
Various lamps, cooling fan, accessories: all

Output
frequency

Kondisi mesin

Spesifikasi

750rpm(in idling)

30~35 Hz

2000 rpm

70~130 Hz

off
Shift stage: neutral(N or P for A/T)

Running

Steering wheel: neutral

Depends on
running condition

Gambar 52 adalah penjelasan lengkap mengenai output gelombang air flow sensor tipe Karman swirl.
Daerah A adalah tegangan referensi yang melintang lurus secara horizontal. Daerah B adalah
tegangan peak-to-peak yang besarnya sama seperti tegangan referensi. Daerah C adalah grounding.
Penurunan tegangan ke ground tidak boleh lebih dari 400mV. Jika penurunan tegangannya lebih
besar dari 400mV, periksa sensor dan ECM apakah grounding-nya lemah atau tidak .

Gambar 52

Analisa gelombang outpurt Air Rate Sensor tipe Karman Swirl

(3) Troubleshooting
Periksa air flow rate sensor sebagai berikut :
Jika mesin mati mendadak, dengan mesin menyala, goyang-goyangkan air flow rate sensor
harness. Apabila mesin kemudian mati, kemungkinan koneksi air flow rate sensor connector
kendur.
Dengan kunci kontak ON (mesin tidak hidup), jika frekwensi air flow sensor tidak 0Hz, AFS atau
ECM kemungkinan rusak.
Jika mesin tidak mau idling dengan output frekwensi AFS (atau tegangan output sensor) diluar
spesifikasi, maka periksalah periksalah kemungkinan penyebabnya keculai AFS.
40 Training Material & Publication

Sensor

A. Aliran udara di dalam air flow sensor

agak tersendat dikarenakan adanya selang air intake yang

lepas atau elemen filter mampet.


Pembakaran di dalam cylinder tidak sempurna dikarenakan kerusakan ignition plug, spark coil,
atau injector, atau bisa juga karena tekanan kompresinya kurang.
Ada kebocoran di dalam intake manifold.
Dudukan EGR valve lemah.
(4) Gejala kerusakan
Mesin bisa di-cranking namun mesin susah untuk dihidupkan.
Posisi idling tidak stabil.
Mesin mati ketika sedang idling atau melaju.
Akselerasi kurang.
Jika output air rate sensor tidak benar, maka bisa terjadi gejala kejutan pada saat perpindahan gigi
(transmisi otomatis), dan apabila kerusakannya parah maka bisa terjadi perlambatan perpindahan
gigi.

41 Training Material & Publication

Sensor

5.

Position Sensor

1)

Position dan Rotation Angle Sensor

Data posisi untuk control mesin disediakan oleh Throttle Position Sensor (TPS) motor Rotation Sensor
(MRS) untuk beberapa sistem control kecepatan idle, EGR sensor posisi valve untuk sistem pengontrol
EGR, Crank position sensor (CPS), Cam shaft position sensor, dll.

Sensor sensor itu menyediakan

informasi kondisi beban mesin dan memainkan aturan main untuk menentukan injeksi bahan bakar dan
pewaktuan pengapian, pengaturan kecepatan idling, pengontrolan EGR dll.

Biasanya menggunakan

prinsip prinsip untuk mendeteksi posisi termasuk potensiometer, magnetic resistance, hall effect, electronic
induction, optical methode, dll.

(1) Potentiometer
Potentiometer adalah resistor variable terbuat dari kabel resistansi dan obyek resistansi.

Gambar 53

mengilustrasikan konfigurasi potensiometer. Potensiometer terdiri dari terminal power supply dan terminal
ground, dan terminal sinyal dihubungkan ke wiper yang bergerak

Standard input

Ground

Gambar 53

Konfigurasi Potentiometer
42 Training Material & Publication

Sensor

Resistansi antara terminal power supply dan terminal ground adalah merupakan resistansi potensiometer,
dan tidak berubah.

Bagaimanapun juga, resistansi antara terminal sinyal dan terminal ground

divariasikan dengan cara menggeser gerakan wiper. Membangkitkan sinyal tipe pembagian tegangan
yang tidak konstan menyuplai tegangan.

Potensiometer ini digunakan oleh sensor diantaranya TPS,

MRS, EGR sensor posisi valve dll, dan juga digunakan oleh detector aliran udara tipe baling baling.
Gambar 53 menyediakan contoh pengoperasian TPS.

Gerakan throttle valve menggeser element

potensiometer, dan gerakan dari bagian yang begerak

membangkitkan tegangan output pada terminal

sinyal.

Saat throttle vlave dibuka lebar, tegangan tinggi (dekat supply tegangan) akan keluar dan saat

tertutup sepenuhnya tegangan rendah (dekat lokasi diantara mereka), besarnya output akan bervariasi
antara supply tegangan dan 0V.

Gambar 54

2)

Contoh kerja Throttle Position Sensor

Throttle Position Sensor

(1) Konfigurasio

Gambar 55

TPS External Look


43 Training Material & Publication

Sensor

44 Training Material & Publication

Sensor

TPS terdiri dari kumpulan housing yang memungkinkan hubungan sensor dan sensor supply tegangan
disetujui dan pemasangan collector ring, potensiometer, dan O-ring, Collector ring yang terhubung dengan
throttle valve axis, dan berputar pada board potensiometer dengan resistansi yang bervariasi,
potensiometer sebuah resistor bervariasi yang mengubah pembukaan throttle valve menjadi sinyal listrik
dan O-ring cover.

Housing Assy
Cover
Potentiomete

O-Ring

Collector

Fig. 56

TPS Internal Structure

(2) Prinsip Kerja


Collector ring bergerak dalam sambungan dengan throttle valve axis, dan pada ujung ring dihubungkan
dengan sikat.

Sikat tersambung dengan throttle valve dalam gerakannya pada potensiometer TPS

disebut board keramik dimana substansi resistor diaplikasikan, sehingga menyediakan tegangan output
linier yang sebanding dengan pembukaan throttle valve.
Karakteristik listrik
Tegangan input (Uv): 5[V]
Tegangan output (Up): 0~5[V]
Rt(total resistansi)=R1+R2+R3=2000

R2
= 0.05
Rt
R1 + R 2 R 2
=
+ 0.895
Rt
Rt
R4=850
Sudut elektrikal yang tersedia 96
Input/Output ratio between stoppers: 0.04

Up
0.96
Uv
45 Training Material & Publication

Sensor

Tegangan output-nya adalah :

Up =

R1'+R 2
(0 R1' R1)
R1 + R 2 + R 3

Dimana R1' adalah besarnya resistansi substansi R1 diberikan pada board keramik, yang
bervariasi saat sikat digeser.

Besarnya R1 bervariasi saar sikat digeser pada potensiometer yang

terhubung dengan throttle vlave.


denagn pembukaan throttle valve.

Oleh karena itu, output tegangan TPS bervariasi sebanding


Gambar ..

diagram sirkuit kelistrikan TPS.

(3) Kurva karakteristik


Kurv akarakteristik output TPS diindikasikan sebagai besaran yang sebanding denagn pembukaan throttle
vlave.

Besarnya output ditunjukan sebagai Up/Uv variasi besarnya output karakteristik dalam range 96,

Up/Uv=0.05 pada 0 dan Up/Uv=0.94 at 96. Gambar 58 menunjukan karakteristik output ideal.

Fig. 58

Kurva karakteristik output dengan sudut rotasi

Bagaimanapun juga actual produk sangat susah untuk mencapai karakteristik output ideal dikarenakan
kesalahan yang terjadi selama proses produksi pada masing masing bagian, proses penggabungan,
proses pemasangan pada bodi throttle sesungguhnya.

Oleh karena itu ada besaran spesifikasi untuk

kesalahan trimming, lekuk kesalahan pada karakteristik output, kesalahan linier, dll untuk masing masing
resistansi dalam kesatuan dengan proses produksi potensiometer.
46 Training Material & Publication

Sensor

TPS mengukur range sudut rotasi dari throttle valve pada mobil.

Collector ring brush dipasang pada

TPS yang bergerak dalam lingkup sisi throttle valve, menyentuh permukaan film resistansi yang dibuat
denagn memberikan substansi resistansi dengan ketebalan beberapa micron.

Saat sikat berotasi pada

resistansi film, besarnya resistansi akan bervariasi untuk menyediakan besarnya output yang berbeda
yang akan digunakan untuk mengontrol mesin.

Bagaimanapun juga sensor yang sebenarnya dipasang

pada mobil, menyediakan karakteristik yang tidak normal karena bermacam macam penyebab yang perlu
untuk di analisa dan ditingkatkan.

Dalam pendeteksian pada usaha usaha itu, pengukuran sudut rotasi

dengan tipe non-kontak disarankan digunakan untuk menggantikan pengukuran dengan tipe kontak yang
konvensional.

Beberapa produksi mempunyai tipe sensor pengukur sudut rotasi yang lengkap, dan ada

juga yang sedang dikembangkan.


berbeda.

Tersedia pengukur sudut rotasi non-kontak dengan tipe yang

Diantara mereka tipe tipe tersebut menggunakan karakteristik medan magent dan pengaruh

ruangan digunakan secara luas.

(5) Pemeriksaan sensor posisi throttle


Konfigurasi sirkuit dan terminal
Gambar

59 mengilustrasikan sirkuit sensor posisi throttle dan terminal.

Terminal 1 adalah untuk

sinyal output sensor dan terminal 3 adalah untuk sensor input supply power.

Fig. 59 Contoh dari rangkaian sensor posisi throttle dan konfigurasi terminal

47 Training Material & Publication

Sensor

Prosedur pemeriksaan
Karena TPS adalah sebuah resistor variable, resistansinya harus di check terlebih dahulu.

Putus

penghubung sensor posisi throttle dan ukur besarnya resistansinya antara terminal sensor power
input dan terminal ground, dan kemudian bandingkan dengan besarnya spesifikasi mesin yang
relevan.

Karena besarnya spesifikasi dibedakan dengan model yang digunakan, anda

seharusnya mengacu pada manual maintenance mesin yang relevan.

Saat menggunakan

besarnya tegangan untuk pemeriksaan, dengan kunci On, periksa tegangan 5V pada terminal input
sensor

supply power.

Tegangan output sensor selama idle adalah mendekati 0.4V ~ 0.9V.

Pada penambahan throttle vlave dengan pengoperasian pelan dan amati resistansi output atau
variasi tegangan output.

Jika sinyal output tidak berubah atau besarnya diluar spesifikasinya,

periksa adanya rangkaian yang putus atau hubung singkat, dang anti throttle vlave.
Gambar 60 mengilustrasikan bentuk gelombang output selama idle, diukur menggunakan osiloskop.
Dengan menggunakan bentuk gelombang output, periksa dengan cepat sinyal rangkaian yang
putus atau terhubung singkat yang bervariasi terhadap waktu.

Pada gambar 60, bagian A, sinyal

output mengindikasikan hubung singkat ke ground atau rangkaian intermitten terputus pada
resistansi potensiometer.

Bagian B menyiratkan throttle vlave WOT dan tegangan tertinggi.

Bagian C menunjukan bahwa tegangan output meningkat dan throttle valve terbuka.
menunjukan tegangan output menurun dan throttle valve menutup.
valve ditutup dengan tegangan yang minimum.

Bagian D

Bagian E menyiratkan throttle

Bagian F mengindikasikan throttle vlave tertutup

sepenuhnya dengan switch pengapian pada tegangan DC yang sebanding.

Fig. 60 Analisa bentuk gelombang sensor posisi

48 Training Material & Publication

Sensor

Gejala Kesalahan
Rpm mesin meningkat dan ketidakfungsian terjadi selama idle.
Percepatan yang sangat jelek selama idle.
Konsumsi bahan bakar yang lebih besar
Emisi gas Co dan HO yang lebih tinggi
3) Hall Sensor
(1) Garis besar
Sensor ruangan tergantung pada pengaruh ruangan dan digunakan secara luas pada CKP sensor dan
CMP sensor.

Gap

Hall Voltage

Fig. 61 Contoh dari sensor ruangan dan pengaruh ruangan


Gambar 61 mengilustrasikan pengaruh ruangan, elemen ruanagn dibuat dari substansi semikonduktor
yang kecil, tipis dan datar. Saat konduktor dipasang secara vertical diantara 2 magnet permanent dan
supply power diberikan ke konduktor, elektron elektron pada konduktor akan dibelokan vertical melawan
suplai arus dan magnet, dan kemudian satu sisi akan mempunyai kelebihan elektron dan sisi lainnya akan
kekurangan elektron membangkitkan perbedaan potensial antara dua ujung.

Ini disebut efek ruangan.

49 Training Material & Publication

Sensor

Tegangan yang dibangkitkan sebanding dengan arus dan inetnsitas medan magnet dan kemudian jika
arus konstan, output akan akan sebanding dengan intensitas medan magnet .

Bagaimanapun juga

tegangan tidak cukup kuat dan kemudian hilang sebelum digunakan. Sensor ruangan mirip dengan
sensor tipe resistansi magnetic.

Bagaimanapun juga sensor tipe resistansi magnetic

membangkitkan

output meskipun mesin tidak sedang beroperasi dan pada sensor ruangan yang berkebalikan tidak
mempunyai masalah yang sama.

Sensor CMP adalah salah satu sensor ruangan, sebagaimana dia

meniru pada pengaruh ruangan.

50 Training Material & Publication

Sensor

(2) Pemeriksaan sensor posisi Cam Shaft


Konfigurasi rangkaian dan terminal
Gambar 62 mengilustrasikan rangkaian sensor posisi can shaft dan konfigurasi terminal. Terminal 1
untuk ground, terminal 2 untuk sinyal output, dan terminal 3 untuk input sensor supply power.

Fig. 62 Contih dari rangkain sensor posisi cam shaft dan konfigurasi terminal dan kabel.

51 Training Material & Publication

Sensor

Prosedur pemeriksaan
Jika sensor posisi cam shaft jelek, urutan injeksi tidak akan terjadi dengan benar.

Kesalahan

sensor sistem MelcoI akan membuat start-up mesin benar benar tidak mungkin.

Jika sensor

posisi cam shaft dari Bosch atau sistem Siemen gagal, mesin masih bisa start-up. Bagaimanapun
juga urutan injeksi tidak akan benar dan emisi dan jarak mil dalam start-up yang dingin mungkin
akan terpengaruh.
Untuk pemeriksaan sensor posisi cam shaft, periksa power supply pada terminal 3 mengggunakan
voltmeter digital.
singkat.

Sebagai tambahan, periksa connector untuk terhubung, terputus atau terhubung

Bentuk gelombang diukur dengan menggunakan osiloskop.

Gambar 63 menyediakan

contoh bentuk gelombang output dari sensor posisi cam shaft tipe sensor ruangan selama idle.

Fig. 63 Cam Shaft Position Sensor Output Waveform with CKP

Gejala Kesalahan
- Tidak ada start-up untuk sistem Delco
- Start-up mesin mungkin. Tapi emisi dan jarak mil akan sangat jelek pada start up dengan kondisi
dingin.

52 Training Material & Publication

Sensor

4)

Inductive Type Crank Shaft Position Sensor

Sensor ini terdiri dari bagian sensor yang meliputi magnet dan inti besi lunak yang berisi koil dan roda gigi
yang didesain untuk berputar dilingkup crankshaft. Roda gigi mempunyai 58 gigi dan 2 gigi terpisah yang
digunakan untuk mengidentifikasi silinder no. 1.

Oleh karena itu, revolusi roda gigi membuat sensor

sudut crank tipe indksi magnetic membangkitkan 58 sinyal.

Fig. 64 Inductive Type CKP Sensor

Gambar 65 CKP Sensor Signal tipe Inductive


Saat chankshaft memutar roda sasaran yang terhubung dengan crankshaft bersama sama, dan
kemudian celah antara roda gigi sensor CKP induktif berubah ubah secara periodik, yang mengubah
daya tarik magnet yang dibangkitkan oleh magnet permanent.

Kemudian variasi daya tarik magnet

akan membangkitkan gaya electromotive induksi AC dalam batang besi.

Power AC akan mempunyai

amplitudo yang lebih rendah saat revolusi roda gigi ada di bawah, dan aplitudo yang lebih tinggi saat
revolusi roda gigi sedang tinggi.

Saat sensor berlawanan dengan celah udara yang mempunyai

hubungan interval dengan 2 gigi, amplitude power AC akan bertambah untuk menyediakan deteksi silider
no.1. Sensor CKP membangkitkan pulse AC utnuk tiap tiap gigi dari roda gigi, dan konsekuensinya
selama satu revolusi crankshaft, pulse AC 58 akan dikirmkan ke ECM, yang kemudian akan dibaca untuk
mendeteksi sudut crank shaft.
53 Training Material & Publication

Sensor

Fig. 66 Example of CKP sensor

5) Optical Rotation Sensor


(1) Garis besar
Gambar dibawah menunjukan contoh dari sensor CKP dengan tipe optikal, yang terdiri dari LED,
photodiode dan slit.

Pancaran sinar dari LED dideteksi oleh photodiode melalui slit.

Kemudian jika slit berotasi, sinar akan diinterupsi dan konsekuensinya, photodiode tidak akan dapat
menghasilkan sinyal output.

Karakteristik sinyal output diilustrasikan pada gambar 68 dan sensor

menghasilkan output sinyal digital.

Fig. 67 Optical Type CKP Sensor

54 Training Material & Publication

Sensor

Fig. 68 Optical Type CKP Sensor Output Characteristic


(2) Pemeriksaan sensor CKP
Konfigurasi sirkuit dan terminal
A. Sensor CKP tipe induktif elektronika
Fig. 69 mengilustrasikan contoh dari rangkaian & terminal sensor CKP tipe induktif elektronika.
Terminal untuk ground dan terminal 2 & 3 utuk sinyal output.

Fig. 69 Contoh konfigurasi sensor CKP tipe induktif elektronika


B. Sensor CKP tipe optik
Gambar 70 memberikan contoh rangkaian & konfigurasi terminal sensor CKP optik.
CKP optik dipasang bersamaan dengan silinder TDC sensor deteksi no. 1.

Sensor

Terminal 1 untuk

ground, terminal 2 untuk sensor supply power input, terminal 3 untuk silinder TDC pendeteksi
sinyal no. 1, dan terminal 4 untuk mengindikasi sinyal output CKP.

55 Training Material & Publication

Sensor

Fig. 70 Contoh Optical CKP Sensor Circuit and Terminal

Prosedur pemeriksaan
Jika terjadi guncangan yang tidak semestinya saat berjalan atau mesin berhenti mendadak saat idle,
guncangkan sensor CKP.

Jika mesin berhenti, periksa adanya hubungan yang jelek.

Dalam kasus sensor CKP induktif elektronika, jika tachometer menunjukan 0rpm selama cranking
/ mengengkol, periksa sensor CKP dan sistem pengapian untuk mengetahui kesalahannya.

Jika

mesin cranked, tachometer menunjukan 0rpm, dan mesin tidak dapat dihidupkan, periksa koil
pengapian ECM power TR untuk mengetahui kesalahannya.
Pada kasus sensor CKP optik, jika sensor CKP menghasilkan sinyal output dengan switch
pengapian on (tidak dapat dihidupkan), periksa sensor CKP dan ECM untuk mengetahui
kesalahannya.

Jika mesin tidak dapat dihidupkan dan sinyal output sensor selama crangking

adalah 0rpm, periksa sensor CK dan timing belt untuk mengetahui kesalahannya.

Jika rpm

sensor CKP menyimpang dari nilai spesifikasinya dan memungkinkan untuk idle, periksa sensor
suhu coolant untuk mengetahui kesalahannya. Tester sirkuit digital digunakan untuk memeriksa
sensor dari sirkuit hubung singkat atau hubung terbuka dan konektor untuk mengetahui kondisi
hubungan.

Sensor CKP menghasilkan sinyal secara periodic, ini diperlukan utnuk memeriksa

bentuk gelombang output di osiloskop.


elektronika pada mesin 200rpm.

Gambar 71 menunjukan pengukuran sensor CKP induktif

Gambar 72 menunjukan pengukuran bentuk gelombang output


56 Training Material & Publication

Sensor

pada saat idle (780rpm).


dengan rpm mesin.

Gambar berikut menunjukan bahwa tegangan output bervariasi sesuai

Disebutkan tegangan maksimum mendekati 6V pada 2000rpm dan

mendekati 2.7V selama idle.

Missing
tooth

1mSec/Div 5Volts/Div

Fig. 71 Electronically Induction CKP Sensor Output Waveform (at 2000rpm)

Missing
tooth

2mSec/Div 5Volts/Div

Fig. 72 Bentuk gelombang output dari sensot CKP induksi elektronika (pada 780rpm)

Frekuensi mendekati 2KHz pada 2000rpm.


mesin dapat dihitung dengan rumus berikut.

Jika tonewheels protrusion adalah 60, rpm


Dengan frekuensi (f) adalah kebalikan dengan

periode (T), revolusi mesin (N:rpm) adalah :

Engine rpm(N) =

1
..........................(1 13)
T No. of protrusion

Hilangnya gigi gigi pada gambar 72 adalah bagian dimana protrusion dieliminasi untuk
menghasilkan titik referensi.
Gambar 73 mengilustrasikan analisa bentuk gelombang output sensor CKP induksi elektronika.
57 Training Material & Publication

Sensor

Gambar 73, bagian A mengindikasikan tegangan maksimum, dimana masing masing bentuk
gelombang menggambarkan besar yang sama.

Jika salah satu nilai lebih rendah dari yang

lainnya, dia menunjukan toneweel protrusionnya patah atau usang.

Bagian B menunjukan

tegangan minimum dan prinsip yang sama dengan bagian A digunakan.

Sebagai tambahan,

celah antara tonewheels protrusion dan sensor pendeteksi suku cadang seharusnya konstan.
Jika celahnya keluar dari nilai spesifkasinya, tegangan output akan bervariasi.

Gambar 73. Analisa gelombang output CKP Sensor tipe induksi

Fig. 74 Optical CKP Sensor Output Waveform Analysis


Gambar 74 mengilustrasikan bentuk gelombang output dari sensor CKP optik.

Sensor CKP

optik menghasilkan bentuk gelombang output dengan tipe pulse digital seperti tampak pada gambar.
Gambar 74, bagian A menunjukan tegangan referensi digambarkan dengan garis horizontal yang konstan
dan bagian B menggambarkan momen saat sinyal output off, ditunjukan dengan garis vertical. Bagian C
menunjukan tegangan peak-to-peak (antara puncak tegangan), sama seperti tegangan referensi.

Pada

bagian D menunjukan keadaan hampir digroundkan, ditunjukan sebagai garis horisonal yang konstan.
Semakin tinggi rpm mesin, semakin tinggi frekuensi.
58 Training Material & Publication

Sensor

Gejala kesalahan
- Cranking mungkin terjadi tapi mesin susah untuk dihidupkan.
- Susah untuk mengendalikan pompa bahan bakar
- Busi susah untuk membangkitkan percikan
- Mesin kadang kadang berhenti saat berjalan, dan susah untuk menghidupkan lagi mesinnya.

59 Training Material & Publication

Sensor

6. Vehicle Speed Sensor


Jumlah supply bahan bakar tergantung pada kecepatan mobil. Jika pengemudi menekan pedal gas
dengan keras pada kecepatan rendah, situasinya akan di respon adanya permintaan output yang lebih
tinggi.

Dengan kata lain, jika saat pada kecepatan tinggi, dia mungkin akan direspon sesuai permintaan,

melaju dengan kecepatan tinggi.

Ada dua tipe sensor kecepatan.

Sensor tipe lead switch dipasang

pada speedometer, dan sensor tipe hall dipasang pada trainable speed meter driven gear.
Sensor tipe Lead switch membangkitkan 4 sinyal pulse tiap satu revolusi dari output gear.

Lead switch

menginterupsi 5V power supply dari ECM untuk mengubah sinyal kecepata yang dibangkitkan menjadi
sinyal pulse.

Kemudian ECM menerima sinyal pulse, yang akan digunakan untuk mengatur kecepatan

idle.

Fig. 75 Vehicle Speed Sensor

Gambar . 76 Gelombang Vehicle Speed Sensor


Tipe sensor Hall ditemukan baik pada mobil yang sedang berjalan atau idle.

Saat arus mengalir dia

mencapai 0.5V, saat Hall sensor tidak beroperasi, sinyalnya mencapai 12V, untuk mendeteksi kecepatan
mobil.

Bisa dikatakan, dia mempunyai aturan untuk mendeteksi beban.

Secara particular, pada kasus mobil A/T, mesin akan mati saat mobil berhenti jika sensor
kecepatan mobil rusak, dan oleh karena itu pemeriksaan yang lebih teliti diperlukan. Sebagai
60 Training Material & Publication

Sensor

tambahan, sensor tipe Hall mempunyai nomor pulse yang berbeda sesuai model, dan oleh
karena itu harus di periksa apakah spesifikasinya sama dengan yang digunakan.

Jika ada sirkuit yang terhubung singkat atau hubung terbuka pada pengkabelan sensor kecepatan, mesin
mungkin akan berhenti saat pengereman mobil saat akan berhenti.

Oleh karena itu konektor hubungan

dan pengkabelan untuk rangkaian yang terhubung singkat atau hubung terbuka harus diperiksa.

Untuk

sensor kecepatan tipe lead switch atau efek Hall, membangkitkan sinyal jenis pulse digital seperti yang
terlihat pada gambar 87.
osiloskop.

Oleh karena itu, perlu untuk menganalisa pulse denga menggunakan

Bisa dikatan, check apakah frekuensi, periode, dan besarnya tegangan spesifikasi bekerja

dengan normal.

Periksa jika frekuensi meningkat sebanding dengan perubahan kecepatan mesin.

Periksa apakah tegangan input dan ground masih normal saat kondisi on atau off.

Tegangan input

sensor kecepatan adalah 5V untuk tipe lead switch dan 12V untuk sensor tipe Hall.
Gambar 76-1 mengilustrasikan analisa bentuk gelombang output dari sensor kecepatan berupa pulse
digital.

Bagian A menunjukan tegangan referensi dan digambarkan dengan garis horizontal konstan.

Bagian B menunjukan variasi tegangan dan digambarakan dengan garis vertical.


tegangn peak-to peak (antara pucak) sama seperti tegangan refrensi.
kondisi hampir digroundkan, ditunjukan oleh garis horizontal yang konstan.
kecepatan mobil, frekuensi output

Dan bagian D menunjukan


Sebagaimana peningkatan

sensor kecepatan juga akan meningkat.

sampai ground yang kurang dari 400mV.

Bagian C menunjukan

Tegangan akan turun

Jika tidak periksa sensor kecepatan dan ECM untuk

kesalahan ground.

Fig. 76-1 Analisa bentuk gelombang output sensor kecepatan

61 Training Material & Publication

Sensor

2) Gejala Kesalahan
- Mesin tidak berfungsi selama idle
- Saat menghidupkan mobil atau saat pengereman mobil untuk berhenti, mobil lingers secara cepat
dan mesin mati.

Percepatan mesin yang sangat jelek.

7. Oxygen Sensor
1). Garis Besar
Karena polusi udara menjadi issue sosial, Dikembangkan pengontrolan emisi mobil.
telah mengembangkan berbagai macam teknologi.

Pembuat otomotif

Diantaranya, teknologi treatment gas buang dengan

menggunakan 3 elemen catalis yang paling banyak digunakan.

3 elemen catalis secara simultan

membentuk oksidasi dari HC, CO dan deoksidan Nox untuk mengendalikan pembentukan gas emisi
yang berbahaya.

Gambar 77 mengilustrasikan efisiensi pemurnian dari 3 elemen catalis berdasarkan

perbandingan campuran bahan bakar dan udara.


Without catalytic processing
With catalytic processing
Discharge quantity and sensor output

Idle mileage control range

Sensor's voltage characteristic curve

Air ratio

Fig. 77

Pembersihan permurnian dari 3 elemen catalis berdasarkan perbandingan campuran bahan


bakar dan udara.

3 elemen catalis diperagakan dengan efisiensi pemurnian HC , CO dan Nox yang tertinggi antara
perbandingan bahan bakar dan udara secara teori.
perbandingan secara teori, emisi C dan HC

Pada perbandingan yang lebih kental dibanding

lebih tinggi, dan pada perbandingan yang lebih encer

dibanding perbandingan teori,emisi Nox akan lebih tinggi.

Oleh karena itu perlu untuk mengontrol agar

pembakaran terjadi pada kondisi perbandingan bahan bakar dan udara seperti pada teori, untuk
62 Training Material & Publication

Sensor

keberhasilan operasi 3 elemen catalis.


atau Kontrol Lamda.

Dia disebut pengontrol perbandingan bahan bakar dan udara

Untuk mengontrol perbandingan bahan bakar dan udara, diperlukan pemeriksaan

apakah pembakaran terjadi dalam lingkup perbandingan teoritis, dan sensor oksigen dipasang untuk
tujuan ini.

Sensor oksigen adalah perangkat pembangkit tegangan kimia yang membangkitkan

tegangan tergantung pada konsentrasi oksigen pada emisi gas.

Jika konsentrasi oksigen lebih tinggi

dalam emisi gas (pembakaran lebih encer) dan konsekuensinya.


Konsentrasi oksigen yang dipisahkan oleh udara disekelilingnya adalah lebih rendah, kemudian tegangan
yang lebih rendah akan dibangkitkan.

Dengan kata lain, jika konsentrasi oksigen adalah rendah

(pembakaran lebih kental) dan konsentrasi oksigen yang dipisahkan oleh udara lebih tinggi, kemudian
tegangan yang lebih tinggi akan dibangkitkan.

Utamanya, trend berubah secara cepat seputar

perbandingan teoritis, dan konsekuensinya sensor oksigen menyediakan pengontrolan yang


menguntungkan tentang perbandingan bahan bakar dan udara.
Kekhasan sistem pengontrol mesin sensor oksigen harus memiliki karakteristik sebagai berikut :

- Menyediakan secara cepat variasi perbandingan bahan bakar dan udara


- Perubahan tegangan output yang cepat dengan berbagai konsentrasi oksigen dalam emisi gas.
- Tidak ada perbedaan menyolok antara perbandingan yang kental dan encer
- Menjaga tegangan tetap stabil terhadap perubahan temperature gas emisi

Oksigen dapat menggunakan 2 macam material untuk elemen ZrO2 dan TiO2. ZrO2 menyensor secara
berurutan pada gaya electromotive yang dibangkitkan oleh perbedaan konsentrasi oksigen dan TiO2
menyensor secara berurutan pada perubahan resistansi oleh perbedaan konsentrasi oksigen.

2) ZrO2 Oxygen Sensor


(1) Konfigurasi dan prinsip pengukuran
Gambar 78 mengilustrasikan konfigurasi sensor oksigen ZrO2 .

Sensor Oksigen ZrO2

dibuat

dengan menambahkan sedikit yttrium(Y203) ke ZrO2 dan kemudian membentuknya ke tube test
untuk membuat elemen, dan akhirnya dilapisi oleh platinum dikedua permukaan elemen.

Bagian

dalam sensor bersentuhan dengan udara sekitarnya dan bagianj luar berhubungan dengn gas
emisi.

Elemen Zr O2 mempunyai resistansi yang tinggi dan non-konduktif (tidak dapat

menghantarkan listrik) pada temperature rendah.

Pda temparatur tinggi perbedaan konsentrasi

oksigen akan lebih tinggi antara bagian dalam dan bagian luar, dan hanya ion oksigen yang
melewati elemen membangkitkan gaya electromotive.

63 Training Material & Publication

Sensor

Fig. 78 ZrO2 Oxygen Sensor


Gambar 79 mengilustrasikan prinsip operasi sensor oksigen ZrO2 .

Masing masing ion oksigen

mempunyai kelebihan 2 elektron dan mengakibatkan kutub bermuatan negative.

Oleh karena itu, ion

oksigen digerakan oleh ZrO2 dan ditarik kearah dalam platinum permukaan pole- ZrO2.

64 Training Material & Publication

Sensor

Fig. 79

Prinsip cara kerja sensor oksigen ZrO2

Bagian sensor yang bersentuhan dengan udara mempunyai kutub kelistrikan yang bermuatan
negative dibanding dengan gas emisi, dan medan listrik terbentuk antara substansi ZrO2, hasilnya
membangkitkan potensial gap.
oksigen dan sensor temperature.
tekanan parsial oksigen.

Potensial gap ini proporsional terhadap konsentrasi emisi gas


Biasanya jumlah oksigen yang ada dalam emisi berbentuk

Tekanan parsial ini didefinisikan sebagai perbandingan antara tekanan

parsial oksigen dan tekanan gas emisi.


16

Pada kasus campuran yang lebih kental, tekanan parsial

32

oksigen berkisar pada 10 ~10 tekanan udara, dan pada kasus campuran yang lebih encer
mendekati 102.
(2) Karakteritik output sensor
Gambar 80 mengilustrasikan karakteristik output sensor oksigen dengan perbandingan bahan
bakar & udara.

Untuk campuran yang lebih kental, konsentrasi oksigen dalam gas emisi adalah

rendah dengan konsentrasi gap yang lebih tinggi menghasilkan potensial gap yang lebih tinggi.
Untuk campuran yang lebih encer, konsentrasi oksigen dalam gas emisi adalah tinggi dengan
konsentrasi gap yang rendah, menghasilkan potensial gap yang lebih rendah.

Sebagaimana

perubahan terjadi diseputar perbandingan teoritis, dia disebut karakteristik switching.

65 Training Material & Publication

Sensor

Fig.80 Karakteristik output sensor oksigen ZrO2 dengan perbandingan bahan bakar / udara
Sayangnya, pada proses pembakaran sesungguhnya disebutkan perubahan tidak cukup tinggi.
Oleh karena itu permukaan elemen dilapisi dengan platinum yang bisa menyerap untuk
menyediakan konsentrasi gap yang mecukupi.

CO +

Fig. 81

Reaksi katalis platinum adalah sebagai berikut :

1
O2 + CO2 .......... (1 13)
2

Karakteristik reaksi Katalis Platinum

Saat katalis platinum membakar campuran yang lebih kental, sisa O2 akan bereaksi dengan CO
seluruhnya dan hampir tidak menyisakan O2 pada permukaan platinum, membangkitkan gap konsentrasi
oksigen lebih tinggi dan gaya electromotive mendekati 1V. Dalam kasus campuran yang lebih encer,
konsentrasi O2 dalam emisi gas adalah tinggi dan konsentrasi Co rendah. Oleh karena itu, dengan
bereaksinya Co dengan O2, konsentrasi oksigen tidak akan menurun secara signifikan, dan
konsekuensinya gap konsentrasi rendah akan terbentuk hampir tanpa gaya elektromtove. Gambar 81
perbandingan antara sensor oksigen dengan dan tanpa katalis platinum. Sebagai tambahan, histerisi
yang terjadi saat perbandingan bahan bakar dan udara berubah dari kental ke encer dan saat berubah dari
encer ke kental. Kemudian dia akan menimbulkan karakteristik respon sensor oksigen yang berbeda
antara 2 kasus. Dapat dikatakan, diperlukan periode waktu yang berbeda antara perubahan kental ke
encer dan antara encer ke kental. Gambar 82 mengilustrasikan tegangan yang berubah terhadap
temperature. Temperatur efek yang besar pada karakteristik output sensor. Pada temperature dibawah
300 , output sensor berubah terhadap temperature dengan sangat cepat, dan susah digunakan
mengontrol mesin. Diatas 300 , sensor membangkitkan tegangan yang stabil mendekati 900mV untuk
perbandingan yang kental, dan mendekati 100mV untuk perbandingan yang encer.

66 Training Material & Publication

Sensor

Fig. 82

Perubahan output sensor oksigen oleh temperature

Disamping temperature mempunyai efek pada waktu switching seperti yang digambarkan pada
gambar 83.

Waktu yang diperlukan untuk perubahan dari perbandingan kental ke encer atau dari

encer ke kental mendekati 3200ms dan mendekati ..ms pada 800.

Oleh karena itu,

perubahan temperature memungkinkan waktu switching mendekati 2:1.


Lack to excessive

Excessive to lack

Time

Fig. 83 Switching Time Variation by Temperature

3) TiO2 Oxygen Sensor


Gambar 84 menunjukan konfigurasi dan karakteristik output dari sensor oksigen TiO2.
TiO2 dibuat dari elemen TiO2 pada tiap tiap ujung

dari insulator keramik.

Sensor oksigen

Sebagai tambahan, katalis

platinum dan rhodium digunakan untuk meningkatkan performa sensor pada temperature gas
pembuangan yang rendah.

Sensor oksigen TiO2 relies pada variasi resistansi listrik dari konduktor TiO2

elektronik yang merespon tekanan parsial oksigen disekitarnya.


Sensor ini sebagaimana karakteristiknya dengan kecepatan perubahan resistansi pada titik perbandingan
bahan bakar dan udara tertentu.

67 Training Material & Publication

Sensor

Fig. 84

Konfigurasi dan katakteristik ouput dari TiO2 Oxygen Sensor

68 Training Material & Publication

Sensor

<Tabel 6> Perbandingan karakteristik sensor oksigen


Jenis

Sensor Oksigen ZrO2

Sensor Oksigen TiO2

Prinsip

Daya konduksi Ion

Daya konduksi Elektronik

Output

Variasi Gaya Electromotive

Variasi besaran resistansi

Deteksi

Permukaan ZrO2

Bagian dalam TiO2

Keunggulan

Pemisahan antara gas buang dan gas standard

Pemberian elemen dalam gas

Item

emisi
Penambahan

Penambahan itrium untuk tujuan stabilitas

idle mileage

Pengaturan yang mudah

Pengaturan susah

Ketahanan

Jelek

Bagus

Tanggung jawab

Jelek

Bagus

Harga

Bagus

Jelek

4) Pemeriksaan sensor oksigen


(1) Konfigurasi sirkuit dan terminal
Gambar 85 mengilustrasikan contoh dari konfigurasi sirkuit dan terminal dari sensor oksigen
dengan kabel pemanas yang built-in.

Terminal 3 digunakan untuk power supply kabel pemanas,

dan terminal 4 untuk ground kabel pemanas. Terminal 1 untuk output sensor oksigen dan terminal 2
untuk ground sensor oksigen.

Fig. 85 Konfigurasi sirkuit dan terminal dari sensor oksigen dengan kabel pemanas yang built-in

69 Training Material & Publication

Sensor

(2) Prosedur Pemeriksaan


Pemeriksaan sensor oksigen meliputi pemeriksaan dasar pertama, berupa konektor hubungan dan
pengkabelan rangkaian yang terhubung singkat atau hubung terbuka, dan setelahnya menganalisa
bentuk gelombang dari sinyal output. Gambar 86 adalah contoh bentuk gelombang output sensor
oksigen.

Variasi periodic normal antara dibawah mendekati 200mV dan diatas mendekati 600mV.

Saat tidak ditemukan ketidak normalan tapi tegangan output sensor diluar nilai spesifikasi, periksa
item yang berhubungan dengan pengaturan perbandingan bahan bakar dan udara.

Seperti,

kerusakan injector, kebocoran udara pada gap gasket, kerusakan pada sensor jumlah pemasukan
udara, kerusakan pada sensor temperature pemasukan udara, sensor temperature coolant,
tekanan bahan bakar dll, diatas 0.5V, ini menyiratkan pembakara yang kental dan kemudian harus
diperiksa kerusakan pada sensor jumlah pemasukan udara dan kebocoran injector.

Jika rata rata

tegangan output dibawah 0.45V, dia mengindikasikan pembakaran yang encer, perlu diperiksa
kebocoran pada vacuum dan kerusakan pada sensor.
Khususnya pada resistansi sensor oksigen ZrO2 seharusnya tidak diperiksa secara langsung.
Sebagaimana sensor oksigen itu sendiri membangkitkan tegangan.
kemungkinan dapat merusak sensor.

Pengukuran resitansi

Untuk menentukan apakah sensor oksigen rusak, atau

tegangan output oksigen tidak normal dengan kesalahan perbandingan bahan bakar dan udara,
berikan 14V pada terminal bagian heater sensor oksigen dan tunggu sekitar 1~2 menit dan
kemudian baca tegangan output sensor, seharusnya 10 ~ 100mV.

Jika tegangan output ok,

sensor oksigen mungkin saja normal, dan kemudian lanjutkan dengan memeriksa komponen
lainnya

70 Training Material & Publication

Sensor

Fig. 86 Contoh bentuk gelombang output sensor oksigen


(3) Gejala kegagalan
- Perbandingan bahan bakar dan udara yang salah
- Kecepatan percepatan yang jelek, atau selama mengemudi percepatannya jelek atau mesin
mati.
- Konsumsi bahan bakar lebih besar
- Emisi HC dan CO yang lebih tinggi

71 Training Material & Publication

Sensor

8. Sensor Knock
1) Garis Besar
Untuk efisiensi mesin, mesin dengan rasio kompresi yang lebih tinggi lebih diminati.

Rasio kompresi

yang lebih tinggi akan menaikkan efisiensi mesin, tapi dilain pihak kemungkinan knocking juga akan
meningkat.

Pembakaran yang normal dalam mesin dipengaruhi oleh pembakaran campuran bahan

bakar dan udara dengan percikan dan kemudian menyemburkan api ke depan.

Sayangnya

pembakaran yang cepat oleh pengapian sendiri kemungkinan terjadi sebelum pengapian normal.
Pembakaran yang tidak normal mungkin akan membangkitkan peningkatan tekanan yang cepat yang
akan menggetarkan gas dalam silinder sehingga menimbulkan noise guncangan yang disebut knocking.
Knocking mungkin saja disebabkan oleh bentuk chamber pembakaran dan substansi substansi yang
terkumpul, campuran komponen, bentuk pemasukan manifold, kualitas bahan bakar, berat jenis udara,
dan temperature mesin.

Sebagai tambahan, pewaktuan pengapian adalah sangat erat hubungannya

dengan knocking dan pewaktuan pengapian yang terlalu awal menyebabkan knocking.
membakar busi dan piston dan merusak silinder head gasket dan bearing.

Knocking akan

Jadi, knocking harus

dihindari.
Pengontrol knock mesin digunakan untuk mendesak knocking.

Kontrol knock mendeteksi timbulnya

knocking dalam mesin dan melambatkan pewaktuan pengapian.


Kemudian sensor knock digunakan untuk mendeteksi knocking.

2) Struktur dan Tipe


(1) Jenis jenis sensor knocking
Cara yang terbaik untuk mendeteksi knocking adalah dengan menggunakan sensor tekanan yang
mengukur tekanan dalam silinder, tapi sensor ini mahal.

Sensor Piezo-Ceramic dibuat dari

rangkaian komponen dengan busi yang juga efektif untuk mendeteksi knocking, tapi harganya
tinggi dan daya tahannya jelek, maka sensor tidak digunakan secara signifikan.
Sensor knock menggunakan efek kelistrikan piezo dari piezo-ceramic dan paling banyk digunakn
untuk mendeteksi knocking.
(2) Efek Piezoelectric
Saat tekanan luar diberikan ke piezo-ceramic seperti quartz(SiO2), Darium fitanate(BaTiO3), dan
PZT(Pb([Link])03), Charge listrik dibangkitkan pada kedua sisi Kristal. Ini disebut efek piezoelectric.
Pemasangan electric pada kedua sisi pada piezo-ceramic dapat mendeteksi charge listrik yang
dibangkitkan oleh tekanan luar.

72 Training Material & Publication

Sensor

Force

Fig. 88

Piezoelectric Effect

(3) Sensor Knock


Sensor knock biasanya melekat pada blok silinder.

Osilasi yang dibangkitkan oleh knock dan

ditransfer ke blok silinder, akan mengubahnya menjadi sinyal listrik dengan menggunakan sensor
tipe efek piezoelectric.
Dua jenis sensor knock menggunakan : sensor tipe osilasi mempunyai karakteristik osilasi yang
sama pada tumpukan frekuensi knock; dan sensor tipe non-osilasi adalah kebalikannya.
A. Sensor tipe Osilasi
Sensor terdiri dari vibrator yang mempunyai karakteristik yang hampir sama seperti osilasi
knocking dan elemen piezoelectric yang mendeteksi getaran tekanan vibrator dan kemudian
mengubahnya menjadi sinyal listrik.

Sensor didesain untuk memiliki sensitifitas yang tinggi

pada frekuensi osilasi.


B. Sensor tipe Osilasi
Sensor yang menampung frekuensi lebih tinggi (diatas 20Khz) dibanding dengan frekuensi
osilasi knocking vibration, mempunyai sensitifitas konstan pada atau dibawah frekuensi osilasi.
Sensor tipe ini akan mendeteksi getaran knocking secara langsung dengan menggunakan
elemen piezoelectric.
Oscillation type

Output voltage

Resonance point

Vibration plate

Piezoelectric
element

Frequency

Fig. 89 Output Characteristic of Oscillation Type Knock Sensor

73 Training Material & Publication

Sensor

Non-oscillation type
Output voltage

1. Mass
2. Housing
3. Piezo ceranic
4. Insulator
5. Terminal

Frequency[kHz]

Fig. 90 Output Characteristic of Non-Oscillation Type Knock Sensor


Untuk penggunaan sensor tipe osilasi, produk yang mempunyai frekuensi osilasi sama dengan
frekuensi knocking mesin.

Sayangnya masing masing mesin mempunyai spesifikasi frekuensi

knocking yang berbeda beda dan aplikasinya cukup susah untuk dihindari.

Sensor knock

non-osilasi didesain untuk mempunyai frekuenis osilasi lebih tinggi dari frekuensi osilasi mesin
dan produknya mempunyai karakteristik yang terlepas dari model mesin mungkin dapat
diaplikasikan, dan saat ini banyak digunakan.

Pada kasus penggunaan sensor knock tipe

non-osilasi, band pass filter yang mempunyai frekuensi tengah sama dengan frekuensi knocking
mesin, tegabung dalam lapisan interface di bagian dalam ECM.
(4) Posisi pemasangan sensor knock
Untuk pendeteksi knocking yang akurat, sangatlah penting untuk memasang sensor knock pada
masing masing silinder. Sayangnya hal ini akan menyebabkan cost yang tinggi. Oleh karena itu
jumlah minimum sensor knock digunakan untuk mendeteksi semua knocking yang terjadi pada
masing masing silinder.

Biasanya satu sensor knock akan menangani empat silinder dan 2

sensor knock digunakan untuk menangani 6 silinder.


Sensor knock seharusnya dipasang pada bagian yang ada gangguan noise dan pengaruh
temperature yang dapat diminimalkan.

Sebagai contoh yang bagus dalam pemilihan posisi

pemasangan sensor knock, gambar 91 menunjukan titik A antara silinder no. 2 dan no.4 untuk
mesin 4V.

74 Training Material & Publication

Sensor

Gambar. 91 Posisi pemasangan Knock Sensor

3) Konfigurasi sirkuit dan terminal


Gambar 93 mengilustrasikan konfigurasi sirkuit dan terminal dari sensor knock.

Terminal 2 untuk sinyal

output dan terminal 3 untuk ground.

75 Training Material & Publication

Sensor

Sensor side connector

Harness side connector

Sensor

ECM

Fig. 92 Contoh konfigurasi sirkuit dan terminal sensor knock


(1) Prosedur pemeriksaan
Sensor knock seharusnya diperiksa pada kondisi sambungan dan sirkuit yang terhubung singkat
atau hubung terbuka.

Sebagaiman sensor dipasang dengan pengetatan torsi yang khusus.

Sebagai tambahan, besarnya resitansi dan kapasitas elektrostatis antara terminal 2 dan 3 seharusnya
diukur dan dibandingkan dengan nilai spesifikasinya.

Gambar 94 menunjukan bentuk gelombang

sinyal output yang diukur degnan osiloskop saat knocking terjadi.

PEAK-PEAK
FREQUENCY

Repeat
Test

Gambar. 93 Contoh Gelombang Knock Sensor Output Waveform saat terjadi Knocking

76 Training Material & Publication

Sensor

Fig. 94

Analisa bentuk gelombang output sensor knock

(2) Gejala Kegagalan


Sulit bagi pengemudi untuk merasakan gejala kegalalan ini. Dalam kasus kerusakan pada sensor
knock, pewaktuan pengapian akan dikontrol untuk diperlambat mendekati 10 dan kemudian
power akan turun selama percepatan atau knocking mungkin terjadi saat mesin dengan beban
tinggi.

77 Training Material & Publication

Anda mungkin juga menyukai