Sensor untuk Kontrol Mesin Mobil
Sensor untuk Kontrol Mesin Mobil
Sensor dan
Troubleshooting
Sensor
Sensor
1. Umum
Gambar 1 adalah garis besar alur engine control system. Input dasar mesin adalah udara dan bahan
bakar, output-nya adalah gaya putar mekanis dan emisi gas buang.
Gambar 1
Sensor-sensor menghitung variabel fisik yang dihasilkan oleh mesin, kemudian hasil ukuran tersebut
dikirim ke controller-controler yanga ada oleh ECM dalam bentuk sinyal elektrik setelah sebelumnya
diproses oleh prosessor. Controller-controler ini mengontrol berbagai variabel pengaturan dan kondisi
berkendara yang dibutuhkan untuk operasional mesin kemudian mengeluarkan sinyal output elektrik
untuk menjalankan actuator.
Umumnya kontrol mesin memerlukan bermacam variabel ukuran seperti besar aliran udara, tekanan
intake manifold dan barometric, coolant dan temperatur udara masuk, sudut crank dan cam, kecepatan
putaran, kepadatan oxygen di dalam gas buang, sudut throttle, adanya Knocking, dsb. Tabel 1 dibawah
adalah sensor-sensor yang umumnya dipakai untuk kontrol mesin dan cara kerjanya.
Sensor
Sensor
Therrmistor
(general purpose)
(MnCoNi type)
Temp
Pressure
Thermistor
(high temp.)
(Al203, rO2 type)
Prinsip Kerja
Resistance-temp.s polar
characteristic
Thermo-ferrite
Magnetic transformation
LVDT
Bellows+Differential trans
Semiconductor type
Electronic generation
Magnet projection+Pick-up coil
type
Rotation
Air flow
rate
Gas
NOx
Resistance variation by
(semiconductor type) absorption
Torque
Optical type
Piezo-electric type
Knock
Magnetostriction
type
-40~900C
(catalyzer temp.)
-40~900C
Catalyzer temp.
Coolant temp., Coolant level,
Chock burner
Coolant temp.
-40~120C
100~780 Torr
(intake air pressure)
500~780 Torr
(atmospheric
pressure)
-40~120C
-40~120C
-40~900C
10~1000 ppm
(-40~300C)
NOx in emission
(Emission control)
10~103 N.m
-40~120C
Engine Torque
(drive line control)
-40~120C
Knock detection
(ignition timing control)
0~360C
Magnetostriction
type
600~1000C
Wiegand effect
Wide band
-40~120C
(coolant temp.)
Pemakaian
Karman Vortex
O2(semiconductor
type): TiO2, Nb2O2
-50~130C
O2(zirconia)
Batasan Temp
PTC
Magnetic resistance
type
Batasan kerja
Magnetic substances
Magnetostriction effect
Deformation detection by optical
meter
0.1~10 m /min
=1 detection
10-20<PO2<10-1
1< <2
Piezo-electric elements
electronic distortion effect
Magnetic substances
Magnetostriction effect
Sensor
2. Pressure Sensor
Table 2. adalah variabel input yang dipakai untuk kontrol mesin. Utamanya mereka ini dipakai untuk
tekanan intake manifold, tekanan oli mesin, dsb.
Table 2. Variabel input penontrol mesin
Variable
Tipe tekanan
MAP
100 KPa
Absolute pressure
200 KPa
Absolute pressure
Atmospheric pressure(altitude)
100 KPa
Absolute pressure
EGR pressure
7.5 psi
Gauge pressure
Fuel pressure
2.5bar ~ 3.5bar
Gauge pressure
15 inH2O
Gauge pressure
Pressure gap
Combustion pressure
Pressure gap
100 KPa
Gauge pressure
100 KPa
Gauge pressure
Oleh karena itulah, tekanan intake manifold secara tidak langsung dipergunakan untuk menghitung
rata-rata intake air untuk kontrol. Sistem pengapian lama menggunakan tekanan vacuum disekitar throttle
valve untuk mengukur sudut waktu pengapian. Namun untuk keperluan peningkatan kontrol emisi mesin,
pengiritan bahan bakar dan performa membutuhkan banyak variabel input yang digunakan untuk kontrol
mesin, sehingga pada akhirnya sensor yang digunakan akan menjadi lebih banyak lagi.
Sensor
Fig. 2
Ketika mesin tidak bekerja, udara tidak mengalir, dan tekanan di dalam intake manifold akan sama
dengan tekanan atmosfir. Begitu mesin hidup, throttle valve yang terletak di dalam intake manifold akan
berperan menginterupsi aliran udara. Kemudian tekanan di dalam intake manifold akan berkurang
sehingga lebih rendah dari tekanan atmosfir untuk menghasilkan vacuum di dalam intake manifold.
Apabila mesin adalah sebagai alat pompa udara dan throttle valve ditutup, maka tekanan di dalam intake
manifold akan menjadi nol, sehingga dapat dikatakan sebagai vacuum yang sempurna. Namun
kenyataannya mesin bukanlah merupakan alat pompa yang sempurna, sehingga tekanan vacuum
sempurna tidak terjadi, tekanan asbsolut intake manifold sedikit diatas angka nol. Sebaliknya ketika throttle
valve terbuka lebar, tekanan intake manifold akan nyaris mendekati tekanan atmostif. Berasarkan
keterangan diatas, pada saat mesin bekerja tekanan absolut intake manifold akan beragam dari angka
rendah ke mendekati tekanan atmosfir.
Mari kita amati besarnya tekanan intake manifold ketika posisi throttle valve dalam keadaan konstan. Tekanan
5
Sensor
intake manifold akan turun-naik dengan cepat karena udara yang masuk ke dalam cylinders. Setiap cylinder
menghisap udara ketika intake valves terbuka dan piston bergerak turun dari TDC, dan tekanan intake
manifold akan turun. Udara yang masuk di dalam cylinder ini akan diakhiri pada saat intake valve menutup, dan
tekanan intake manifold akan naik sampai cylinder berikutnya mengambil masuk udara. Proses ini akan terus
belanjut untuk menaikkan dan menurunkan tekanan intake manifold di antara setiap siklus cylinder, dan proses
pemompaan akan dilakukan dari satu cylinder ke lainnya. Setiap pengambilan udara ke dalam cylinder
dilakukan sekali per dua putaran crank. Ketika cylinder N berputar, frekwensi fluktuasi tekanan intake manifold
dapat dilihat seperti pada gambar 3:
fp =
N RPM
.........(1)
120
Gambar 3
Sistem kontrol mesin memerlukan rata-rata besar tekanan di dalam intake manifold, dan momen ayng
dihasilkan pada saat putaran mesin konstan akan mendekati sama dengan angka rata-rata tekanan
intake manifold pressure. Sehingga dapat dikatakan perubahan tekanan di dalam intake manifold tidak
digunakan untuk kontrol mesin, namun nilai rata-rata setelah penyaringan fluktuasi lah yang dipakai
sebagai kontrol mesin. Sistem kontrol mesin mempunyai MAP sensor yang berfungsi untuk mengukur
tekanan absolut di dalam intake manifold.
Sensor
2) Tekanan Barometric
Tekanan barometric digunakan sebagai indikator kelembaban udara. Apabila ketinggiannya naik,
kelembaban udara akan turun sehingga rata-rata air intake berkurang. Untuk itu diperlukan air intake
rata-rata untuk menjaga agar putaran idle tidak turun begitu mobil melaju di dearah daratan tinggi atau
daerah perbukitan. Sama seperti waktu pengapian disesuaikan berdasarkan kelembaban udara, dan
sudah digunakan oleh beberapa model kendaraan untuk membetulkan kerja katup EGR dan penyetelan
kecepatan idling. BPS (Barometric Pressure Sensor) adalah sensor yang digunakan untuk mengukur
tekanan barometric seperti ketinggian dan cuaca yang hasilnya dipakai sebagai masukan untuk
menentukan tingkat kelembaban udara. Sekarang ini sensor yang digunakan untuk keperluan ini adalah
satu kesatuan dengan ECM dan bukan merupakan BPS terpisah.
Gambar 4
Gambar 5
Sensor
Gambar 6
Gambar 7
Chip sensor terbuat dari bermacam part yang terintegrasi seperti komponen pendeteksi tekanan
(diaphragm) dan komponen yang melakukan proses pada sinyal, ditempatkan pada block kaca dan
dihubungkan dengan terminal packing melalui gulungan kabel. Tekanannya dapat diketahui melalui
diaphragm depan atau belakang, dan pada sisi lainnya terdapat vacuum.
Sensor
Diaphragm
Signal processing
part
Gambar 8
Sensor Chip
Ukuran panjang sensor chip adalah sekitar 3~4mm, dan ketebalannya diaphragmnya sekitar. 25~40um.
Diaphragmnya dibuat dengan teknologi ultra-precision yang disebut dengan micro electro mechanical
system (MEMS), dalam bentuk bulat, kotak, dan persegi.
(4) Prinsip Pengukuran Tekanan
Bentuk wheatstone bridge pada diaphragm menggunakan efek piezo resistance, yang dapat
menghasilkan tegangan output melalui bermacam komponen tahan tergantung dari kebutunan tekanan
yang aakn dipakai.
Sensor
Gambar 9
yang berbeda
Simbol persamaan untuk tegangan output wheatstone bridge adalah sebagai berikut.
Efek tahanan Piezo menghasilkan tahanan pada saat area atau panjang konduktor bervariasi, dan
memberikan bermacam tahanan linear melalui variabel fisik. Untuk silicon resistor, apabila diberikan
tekanan maka dapat membuat distorsi pada kisi-kisi silicon, kemudian merubah status conductive band
atau pendulusive band di daerah pingirnya, sehingga mengakibatkan perubahan pada tahanan listrik yang
berdampak pada perubahan kristal listrik yang dihantarkannya.
Pada saat tegangannya disetujui, maka tekanan pemampatan akan diberikan pada dua resistor dan
tekanan renggang pada kedua resistor lainnya, sehingga merubah komponen tahanan untuk membuat
celah tegangan output.
Sensor
4)
MAP Sensor
Gambar 10-1
Sensor
Gambar 11.
Gambar.
Sensor
Sensor
3.
Temperature Sensor
1)
Garis besar
Temperature sensors digunakan untuk mengontrol mesin termasuk coolant temperature sensor, intake air
temperature sensor, dan oil temperature sensor. Kebanyakan sensor-sensor tersebut adalah tipe NTC
thermister. Karakter sensor tipe NTC thermister ini tahanannya akan turun apabila temperatur naik seperti
tampak pada gambar 13. batasan ukuran temperatur dan karakteristiknya bervariasi tergantung dari
bahan thermister yang dipakai.
Gambar 13
Gambar 14 adalah coolant temperature sensor, gambar 15 adalah intake air temperature sensor, dan
gambar 16 adalah bagian melintang dari temperature sensor. Coolant temperature sensor dipasang
dikomponen thermister agar bisa kontak dengan air pendingin di dalam t cylinder block, water jacket.
Intake air temperature sensor dipasang pada surge tank (Delta 2.5 & 2.7) , dengan bagian thermister
kontak dengan intake air. Dikarenakan ada dua sensor (IAT & MAP) yang dipasang pada komponen yang
sama dan mempunyai fungsi yang sama satu dengan yang lainnya, maka terkadang mereka ini dipasang
dalam satu kesatuan.
Gambar 14
Sensor
Sensor
Sensor
ECU memberikan tegangan sebesar 5V ke sensor melalui internal resistance. Kemudian berdasarkan
nilai tahanan sensor tersebut , sinyal tegangan akan naik bila temperaturnya rendah dan akan turun
apabila temperaturnya naik. ECU akan mendeteksi nilai tegangan ini untuk kemudian menghitung
temperaturnya.
2)
Gambar 19
Sensor
Kunci kontak ON
3.3~3.7 V
20
2.4~2.8 V
40
1.6~2.0 V
80
0.5~0.9 V
Gambar 21 adalah gelombang output pada sensor dengan menggunakan oscilloscope. Gelombang
oscilloscope dipakai untuk mengamati sinyal output untuk memeriksa adanya sirkuit yang short atau putus
dengan cepat.
Sensor
Fig. 22
(3) Troubleshooting
For troubleshooting of intake temperature sensor, resistance value and output voltage change by
temperature variation are used for diagnosis. Connector connection and break and short shall be checked
as well. For checking a separate part, use similar device generating hot air(ex. Hair dryer, etc), to measure
resistance value and output voltage change by temperature variation. Then if resistance value does not
change by temperature variation, it will indicate sensor failure. Replace the sensor.
Sensor
3)
Sensor
4.
1)
Fungsi
Untuk mendapatkan kontrol idle secara optimal pada sistem bahan bakar injeksi elektronik, diperlukan
suatu pengukuran intake air yang akurat. AFS (air flow sensor)
intake yang disaring oleh air cleaner, dan AFS ini adalah salah satu komponen yang paling penting EMS.
Sensor
2)
(1)
K / V Type
Konfigurasi tipe ultrasonic
A. Rute utama dan by-pass
Rute utama fungsinya adalah menjaga aliran udara untuk menghasilkan putaran yang konstan
menggunakan prisma segitiga, dan terdiri dari prisma lingkar dan plane plate. Rute by-pass
berfungsi untuk mengatur aliran udara yang diperlukan oleh mesin dengan cara
manaikkan/menurunkan rutenya, tidak dengan merubah bentuk rute utema.
Fig. 24
K / V AFS
Control circuit
Protection cap
Control circuit
Barometric pressure sensor
Iiybr id ic
Bluffbody
Stabilization plate
Karmain
vortex
Ultransonic recevier
Main pass
Ultrasonic
trasmitter
Bypass
Air temperature sensor
Sensor
B. Ultrasonic Transmitter
Pada saat udara mengalir melalui rute utema, gelombang ultrasonic akan terkirim dari ultrasonic
transmitter, dan akan lewat melalui lingkar (swirl) ke receiver. Kemudian frekwensi gelombang
ultrasonic wave akan dimodulasi secara bertahap oleh swirl yang dibuat.
C. Sirkuit Kontrol
Sirkuit kontrol mendeteksi perbedaan potensial gelombang ultrasonic yang lewat melalui K / V,
dan menghasilkan pulsa elektronik yang sebanding dengan kecepatan aliran udara, diluar dari
gelombang yang lewat melalui filter. Siskuitnya adalah hybrid IC.
D. Thermistor Sensor
K / V AFS mengukur temperatur udara di lubang AFS dengan maksud untuk memberikan
kompensasi kelembaban intake air, menggunakan tipe deteksi volume udara.
Prinsip pengukuran (Swirl Detecting Type)
Sensor
f = St
u
d
f: frekwensi yang dihasilkan [Hz]
St: banyaknya strouhal
d: lebar swirling pilar [m]
u: kecepatan aliran udara [m/s]
Apabila aliran udara aktuan adalah jumlah dalam reynolds 102 ~ 105, maka jumlah Strouhal adalah hampir
konstan sekitar
0.2. maka dengan rumus diatas, jika rutenya dirancang untuk memberikan rata-rata
udara intake pada mesin dengan range jumlah dalam hitungan Reynold, maka besar jumlah Strouhal
akan hampir konstan dari batas ukuran, sehingga bisa untuk mencari rata-rata aliran udara dari frekwensi
yang dihasilkan oleh K/V. Selanjutnya volume udara intake akan menjadi [air flow speed u] x [air route's
effective area]. Ukuran besar aliran udara pada tipe K / V tergantung dari besar volume aliran, dan
memerlukan kompensasi massa oleh temperatur dan tekanan udara dengan menggunakan intake air
temperature sensor dan barometric pressure sensor.
70 kali
Sensor
Gambar 28
Sensor
2. Return Spring
2. By pass
3. Plate
3. Potentio meter
4. Compensation Plate
4. Sliding Contact
5. Damping Chamber
Sensor
Seperti tampak pada gambar 31, compensation plate dan dampening chamber menstabilkan gerakan vane
terhadap perubahan cepat udara intake dan getaran udara. Idle-mixture adjusting screw is dipasang pada
by-pass route, dan dipakai untuk menyesuaikan udara yang rendah. Sekrup ini dipakai untuk menyetel posisi
idling mesin agar sesuai dengan spesifikasi dengan cara menyetel rute by-pass sehingga output AFS akan
berubah.
Prinsip Pengukuran
FS tipe Movable vane ini mengandalkan prinsip kerja dimana measuring plate (vane) didorong terbuka
oleh celah tekanan yang dihasilkan oleh aliran udara yang terhisap ke dalam mesin. Bagian sumbu putar
pada vane ditempatkan di return spring yang berbentuk spiral. Vane berhenti di posisi dimana aliran
udara memaksa membuka vane dan gaya recovery pada spring adalah seimbang. Potentiometer
mendeteksi posisi untuk memdapatkan angka tegangan yang sesuai dengan rata-rata intake air.
Gambar
32 Prinsip Pengukuran
Karakter Output
AFS tipe Vane mengaluarkan rasio tegangan dari potentiometer yang letaknya pada poros yang
dengan baling-baling. Hubungan antara besarnya output dan aliran udara Q adalah sebagai berikut.
27 Training Material & Publication
Sensor
Us C
=
Ub Q
C: Constant,
dan sinyal AFS Us/Ub akan tetap. Oleh karena itulah ECM menggunakannya untuk menghitung
besar aliran udara.
(3) Tipe Hot Wire
Konfigurasi
Sensor
1. Hybrid Assy
2. Cover
3. Metal Case
4. Inner Tube with Hot Wire
5. Housing
6. Grid
7. Clamp Ring
Sensor
Sensor
Hybrid assy
O-ring
Housing assy
Hybrid IC
Sensor element
Gambar 38
Element sensor terdiri dari kompensasi tahanan temperatur udara (Rt) yaitu untuk memberikan
kompensasi output (Rh), tahanan panas, dan tahanan perasa (Rs). Flow grid dipasang pada
daerah lubang inlet yang fungsinya untuk menstabilkan aliran udara intake.
Sensor
Prinsip pengukuran
Prinsip dasar pengukurannya mengandalkan sistem transfer panas. Tahanan sensor (Rs) yang
membentuk jembatan sirkuit, dipanaskan oleh tahanan panas sisi belakang (Rh) menjadi konstan
sebesar 170 derajat celcius lebih tinggi dari temperatur udara luar (ambient). Apabila aliran udara
meningkat, maka tahanan temperaturnya akan turun dan tahanannya akan turun. Sirkuit
wheatstone bridge akan menjadi tidak balance untuk menghasilkan arus panas, kemudian tahanan
panas yang dipanaskan akan menaikkan tahanan temperatur dan nilai tahanan untuk
mendapatkan keseimbangan (balance). Besarnya tegangan yang dihasilkan oleh tahanan panas
dan arus panas akan sebanding dengan besar aliran udara sehingga pada akhirnya bisa diukur.
Kompensasi tahanan temperatur udara (Rt) dirancang untuk mengkompensasikan tahanan nilai
outpur sensor Rh dan Rs sesuai dengan temperatur luar.
Karakteristik Output
Tegangan output pada kedua ujungnya tahanannya adalah standar, perbedaannya tergantung dari
arus, semakin tinggi air intake semakin besar sinyal tegangan yang naik.
MAF SENSOR
Output Voltage [V]
TPS
Sensor
Plug-in sensor
in measuring tube
40mm
Plug-in sensor
20mm
Sensor element
2mm
Sensor
sirkuit ini diisi dengan Si-Gel untuk melindungi sirkuit tersebut. HFM5f termasuk di dalamnya
intake air temperature sensor yang dipasang terpisah dari plug in sensor housing.
Prinsip Pengukuran
Diaphragm tipis yang dipasang menyatu pada elemen sensor ini dibuat dengan menggunakan
teknologi etching . pada diaphragm, tahanan panasnya terletak dibagian tengah, dan sensor
temperatur T1 & T2 masing-masing terletak di depan dan belakang zona panas dimana udara
mengalir. Temperatur kedua sensor tersebut akan sama pada saat tidak ada udara yang mengalir.
Namun pada saat ada udara yang mengalir, sensor T1 yang letaknya di depan zona panas akan
didinginkan oleh sirkulasi panas. Sebaliknya, untuk sensor T2 yang letaknya di belakang zona
panas, temperaturnya akan tetap panas. Oleh karena itulah kedua sensor tersebut akan
mengindikasikan jarak/celah temperatur dari udara yang mengalir melalui ruter tersebut, dan
besarnya rentang temperatur keduanya akan tergantung pada besar aliran udara yang lewat
melalui elemen sensor. Apabila terjadi udara yang mengalir melalui elemen sensor terbalik, maka
temperatur antara T1 dan T2 akan terbalik pula. Untuk itu celah temperatur ini bisa sebagai
penunjuk kemungkinan terjadinya aliran yang terbalik.
Sensor
Gambar. 44
Sensor
tegangan, sensor ini dihubungkan dengan surge tank melalui rubber hose atau langsung dipasang
pada surge tank. Pressure sensor ini merupakan susunan elemen dan komponen sirkuit yang
melakukan proses konversi sinyal output. Output dan sensor ini akan berbanding sama dengan
tekanan vacuum dari intake manifold.
Intake Air Temperature Sensor.
Intake air temperature sensor fungsinya adalah mendeteksi temperatur udara intake. Khusus untuk
tipe pengukuran langsung (direct), sensor-nya dipasang pada selang air intake hose atau AFS.
Sedangkan untuk tipe speed density,
mendeteksi temperatur udara intake di komponen induksi tekanan. (MAP dengan IAT sensor)
(7) Tipe Throttle Speed
Tipe ini mendeteksi besar udara intake dengan cara memperkirakan jumlah udara intake yang masuk ke
mesin per siklus berdasarkan sudut bukaan dan putaran mesin, kemudian menghitung banyaknya bensin
yang disemprotkan. Namun demikian penghitungan rata-rata udaranya sangat rumit banyak korelasi yang
terlibat, dan akibatnya adalah proses pendeteksian jumlah udara tidaklah mudah. Oleh sebab itu
kendaraan yang dibuat sekarang tidak menggunakan tipe ini lagi. Hanya beberapa system saja yang
dipakai sebagai cadang , andai kata AFS mengalami kesalahan.
3) Pemeriksaan Sensor
(1) Konfigurasi sirkuit dan terminal
Tipe Hot Film
Gambar 45 adalah diagram dan konfigurasi terminal sensor air flow
adalah sinyal output, terminal 2 adalah power supply untuk sensor, dan terminal 3 adalah ground.
Namun konfigurasi ini bisa berbeda tergatung dari model kendaraannya. Untuk itu coba lihat buku
panduan masing-masing.
Gambar 45
Sensor
Untuk
Gambar 46
Contoh sirkuit dan konfigurasi terminal air rate sensor tipe Karman Vortex
Gambar 47
contoh pemeriksaan tegangan output pada Air Rate Sensor tipe Thermal Film
Sensor
Output voltage
Engine type
Sigma 3.5V6DOHC
Gambar 48
pola gelombang output Air flow Sensor tipe Hot Film (2000rpm)
Apabila jumlah udara intake tidak berubah maka tegangan outputnya akan tetap konstan. Gambar
49 adalah contoh ukuran dengan menggunakan oscilloscope pada saat udara intake berubah
Fig. 49
Daerah A adalah pada saat katup throttle statusnya terbuka lebar (WOT) untuk memberikan akselerasi
maksimal. Daerah B adalah kompensasi aliran idling yang diberikan ke dalam intake manifold. Daerah
D adalah pengurangan oleh gerakan air flap. Biasanya semakin tinggi air intake maka tegangan
outputnya juga semakin naik.
Sensor
Fig. 50
Gambar 51 contoh gelombang output pada air rate sensor tipe karman swirl
Sensor
Tabel 5. Contoh nilai spesifikasi ouput Air Rate Sensor tipe Karman Swirl
Item Check
Kondisi pemeriksaan
Coolant temp.: 80~95
Various lamps, cooling fan, accessories: all
Output
frequency
Kondisi mesin
Spesifikasi
750rpm(in idling)
30~35 Hz
2000 rpm
70~130 Hz
off
Shift stage: neutral(N or P for A/T)
Running
Depends on
running condition
Gambar 52 adalah penjelasan lengkap mengenai output gelombang air flow sensor tipe Karman swirl.
Daerah A adalah tegangan referensi yang melintang lurus secara horizontal. Daerah B adalah
tegangan peak-to-peak yang besarnya sama seperti tegangan referensi. Daerah C adalah grounding.
Penurunan tegangan ke ground tidak boleh lebih dari 400mV. Jika penurunan tegangannya lebih
besar dari 400mV, periksa sensor dan ECM apakah grounding-nya lemah atau tidak .
Gambar 52
(3) Troubleshooting
Periksa air flow rate sensor sebagai berikut :
Jika mesin mati mendadak, dengan mesin menyala, goyang-goyangkan air flow rate sensor
harness. Apabila mesin kemudian mati, kemungkinan koneksi air flow rate sensor connector
kendur.
Dengan kunci kontak ON (mesin tidak hidup), jika frekwensi air flow sensor tidak 0Hz, AFS atau
ECM kemungkinan rusak.
Jika mesin tidak mau idling dengan output frekwensi AFS (atau tegangan output sensor) diluar
spesifikasi, maka periksalah periksalah kemungkinan penyebabnya keculai AFS.
40 Training Material & Publication
Sensor
Sensor
5.
Position Sensor
1)
Data posisi untuk control mesin disediakan oleh Throttle Position Sensor (TPS) motor Rotation Sensor
(MRS) untuk beberapa sistem control kecepatan idle, EGR sensor posisi valve untuk sistem pengontrol
EGR, Crank position sensor (CPS), Cam shaft position sensor, dll.
informasi kondisi beban mesin dan memainkan aturan main untuk menentukan injeksi bahan bakar dan
pewaktuan pengapian, pengaturan kecepatan idling, pengontrolan EGR dll.
Biasanya menggunakan
prinsip prinsip untuk mendeteksi posisi termasuk potensiometer, magnetic resistance, hall effect, electronic
induction, optical methode, dll.
(1) Potentiometer
Potentiometer adalah resistor variable terbuat dari kabel resistansi dan obyek resistansi.
Gambar 53
mengilustrasikan konfigurasi potensiometer. Potensiometer terdiri dari terminal power supply dan terminal
ground, dan terminal sinyal dihubungkan ke wiper yang bergerak
Standard input
Ground
Gambar 53
Konfigurasi Potentiometer
42 Training Material & Publication
Sensor
Resistansi antara terminal power supply dan terminal ground adalah merupakan resistansi potensiometer,
dan tidak berubah.
divariasikan dengan cara menggeser gerakan wiper. Membangkitkan sinyal tipe pembagian tegangan
yang tidak konstan menyuplai tegangan.
MRS, EGR sensor posisi valve dll, dan juga digunakan oleh detector aliran udara tipe baling baling.
Gambar 53 menyediakan contoh pengoperasian TPS.
sinyal.
Saat throttle vlave dibuka lebar, tegangan tinggi (dekat supply tegangan) akan keluar dan saat
tertutup sepenuhnya tegangan rendah (dekat lokasi diantara mereka), besarnya output akan bervariasi
antara supply tegangan dan 0V.
Gambar 54
2)
(1) Konfigurasio
Gambar 55
Sensor
Sensor
TPS terdiri dari kumpulan housing yang memungkinkan hubungan sensor dan sensor supply tegangan
disetujui dan pemasangan collector ring, potensiometer, dan O-ring, Collector ring yang terhubung dengan
throttle valve axis, dan berputar pada board potensiometer dengan resistansi yang bervariasi,
potensiometer sebuah resistor bervariasi yang mengubah pembukaan throttle valve menjadi sinyal listrik
dan O-ring cover.
Housing Assy
Cover
Potentiomete
O-Ring
Collector
Fig. 56
Sikat tersambung dengan throttle valve dalam gerakannya pada potensiometer TPS
disebut board keramik dimana substansi resistor diaplikasikan, sehingga menyediakan tegangan output
linier yang sebanding dengan pembukaan throttle valve.
Karakteristik listrik
Tegangan input (Uv): 5[V]
Tegangan output (Up): 0~5[V]
Rt(total resistansi)=R1+R2+R3=2000
R2
= 0.05
Rt
R1 + R 2 R 2
=
+ 0.895
Rt
Rt
R4=850
Sudut elektrikal yang tersedia 96
Input/Output ratio between stoppers: 0.04
Up
0.96
Uv
45 Training Material & Publication
Sensor
Up =
R1'+R 2
(0 R1' R1)
R1 + R 2 + R 3
Dimana R1' adalah besarnya resistansi substansi R1 diberikan pada board keramik, yang
bervariasi saat sikat digeser.
Besarnya output ditunjukan sebagai Up/Uv variasi besarnya output karakteristik dalam range 96,
Up/Uv=0.05 pada 0 dan Up/Uv=0.94 at 96. Gambar 58 menunjukan karakteristik output ideal.
Fig. 58
Bagaimanapun juga actual produk sangat susah untuk mencapai karakteristik output ideal dikarenakan
kesalahan yang terjadi selama proses produksi pada masing masing bagian, proses penggabungan,
proses pemasangan pada bodi throttle sesungguhnya.
kesalahan trimming, lekuk kesalahan pada karakteristik output, kesalahan linier, dll untuk masing masing
resistansi dalam kesatuan dengan proses produksi potensiometer.
46 Training Material & Publication
Sensor
TPS mengukur range sudut rotasi dari throttle valve pada mobil.
TPS yang bergerak dalam lingkup sisi throttle valve, menyentuh permukaan film resistansi yang dibuat
denagn memberikan substansi resistansi dengan ketebalan beberapa micron.
resistansi film, besarnya resistansi akan bervariasi untuk menyediakan besarnya output yang berbeda
yang akan digunakan untuk mengontrol mesin.
pada mobil, menyediakan karakteristik yang tidak normal karena bermacam macam penyebab yang perlu
untuk di analisa dan ditingkatkan.
dengan tipe non-kontak disarankan digunakan untuk menggantikan pengukuran dengan tipe kontak yang
konvensional.
Beberapa produksi mempunyai tipe sensor pengukur sudut rotasi yang lengkap, dan ada
Diantara mereka tipe tipe tersebut menggunakan karakteristik medan magent dan pengaruh
sinyal output sensor dan terminal 3 adalah untuk sensor input supply power.
Fig. 59 Contoh dari rangkaian sensor posisi throttle dan konfigurasi terminal
Sensor
Prosedur pemeriksaan
Karena TPS adalah sebuah resistor variable, resistansinya harus di check terlebih dahulu.
Putus
penghubung sensor posisi throttle dan ukur besarnya resistansinya antara terminal sensor power
input dan terminal ground, dan kemudian bandingkan dengan besarnya spesifikasi mesin yang
relevan.
Saat menggunakan
besarnya tegangan untuk pemeriksaan, dengan kunci On, periksa tegangan 5V pada terminal input
sensor
supply power.
Pada penambahan throttle vlave dengan pengoperasian pelan dan amati resistansi output atau
variasi tegangan output.
periksa adanya rangkaian yang putus atau hubung singkat, dang anti throttle vlave.
Gambar 60 mengilustrasikan bentuk gelombang output selama idle, diukur menggunakan osiloskop.
Dengan menggunakan bentuk gelombang output, periksa dengan cepat sinyal rangkaian yang
putus atau terhubung singkat yang bervariasi terhadap waktu.
output mengindikasikan hubung singkat ke ground atau rangkaian intermitten terputus pada
resistansi potensiometer.
Bagian C menunjukan bahwa tegangan output meningkat dan throttle valve terbuka.
menunjukan tegangan output menurun dan throttle valve menutup.
valve ditutup dengan tegangan yang minimum.
Bagian D
Sensor
Gejala Kesalahan
Rpm mesin meningkat dan ketidakfungsian terjadi selama idle.
Percepatan yang sangat jelek selama idle.
Konsumsi bahan bakar yang lebih besar
Emisi gas Co dan HO yang lebih tinggi
3) Hall Sensor
(1) Garis besar
Sensor ruangan tergantung pada pengaruh ruangan dan digunakan secara luas pada CKP sensor dan
CMP sensor.
Gap
Hall Voltage
Sensor
Tegangan yang dibangkitkan sebanding dengan arus dan inetnsitas medan magnet dan kemudian jika
arus konstan, output akan akan sebanding dengan intensitas medan magnet .
Bagaimanapun juga
tegangan tidak cukup kuat dan kemudian hilang sebelum digunakan. Sensor ruangan mirip dengan
sensor tipe resistansi magnetic.
membangkitkan
output meskipun mesin tidak sedang beroperasi dan pada sensor ruangan yang berkebalikan tidak
mempunyai masalah yang sama.
Sensor
Fig. 62 Contih dari rangkain sensor posisi cam shaft dan konfigurasi terminal dan kabel.
Sensor
Prosedur pemeriksaan
Jika sensor posisi cam shaft jelek, urutan injeksi tidak akan terjadi dengan benar.
Kesalahan
sensor sistem MelcoI akan membuat start-up mesin benar benar tidak mungkin.
Jika sensor
posisi cam shaft dari Bosch atau sistem Siemen gagal, mesin masih bisa start-up. Bagaimanapun
juga urutan injeksi tidak akan benar dan emisi dan jarak mil dalam start-up yang dingin mungkin
akan terpengaruh.
Untuk pemeriksaan sensor posisi cam shaft, periksa power supply pada terminal 3 mengggunakan
voltmeter digital.
singkat.
Gambar 63 menyediakan
contoh bentuk gelombang output dari sensor posisi cam shaft tipe sensor ruangan selama idle.
Gejala Kesalahan
- Tidak ada start-up untuk sistem Delco
- Start-up mesin mungkin. Tapi emisi dan jarak mil akan sangat jelek pada start up dengan kondisi
dingin.
Sensor
4)
Sensor ini terdiri dari bagian sensor yang meliputi magnet dan inti besi lunak yang berisi koil dan roda gigi
yang didesain untuk berputar dilingkup crankshaft. Roda gigi mempunyai 58 gigi dan 2 gigi terpisah yang
digunakan untuk mengidentifikasi silinder no. 1.
amplitudo yang lebih rendah saat revolusi roda gigi ada di bawah, dan aplitudo yang lebih tinggi saat
revolusi roda gigi sedang tinggi.
hubungan interval dengan 2 gigi, amplitude power AC akan bertambah untuk menyediakan deteksi silider
no.1. Sensor CKP membangkitkan pulse AC utnuk tiap tiap gigi dari roda gigi, dan konsekuensinya
selama satu revolusi crankshaft, pulse AC 58 akan dikirmkan ke ECM, yang kemudian akan dibaca untuk
mendeteksi sudut crank shaft.
53 Training Material & Publication
Sensor
Kemudian jika slit berotasi, sinar akan diinterupsi dan konsekuensinya, photodiode tidak akan dapat
menghasilkan sinyal output.
Sensor
Sensor
Terminal 1 untuk
ground, terminal 2 untuk sensor supply power input, terminal 3 untuk silinder TDC pendeteksi
sinyal no. 1, dan terminal 4 untuk mengindikasi sinyal output CKP.
Sensor
Prosedur pemeriksaan
Jika terjadi guncangan yang tidak semestinya saat berjalan atau mesin berhenti mendadak saat idle,
guncangkan sensor CKP.
Dalam kasus sensor CKP induktif elektronika, jika tachometer menunjukan 0rpm selama cranking
/ mengengkol, periksa sensor CKP dan sistem pengapian untuk mengetahui kesalahannya.
Jika
mesin cranked, tachometer menunjukan 0rpm, dan mesin tidak dapat dihidupkan, periksa koil
pengapian ECM power TR untuk mengetahui kesalahannya.
Pada kasus sensor CKP optik, jika sensor CKP menghasilkan sinyal output dengan switch
pengapian on (tidak dapat dihidupkan), periksa sensor CKP dan ECM untuk mengetahui
kesalahannya.
Jika mesin tidak dapat dihidupkan dan sinyal output sensor selama crangking
adalah 0rpm, periksa sensor CK dan timing belt untuk mengetahui kesalahannya.
Jika rpm
sensor CKP menyimpang dari nilai spesifikasinya dan memungkinkan untuk idle, periksa sensor
suhu coolant untuk mengetahui kesalahannya. Tester sirkuit digital digunakan untuk memeriksa
sensor dari sirkuit hubung singkat atau hubung terbuka dan konektor untuk mengetahui kondisi
hubungan.
Sensor CKP menghasilkan sinyal secara periodic, ini diperlukan utnuk memeriksa
Sensor
Missing
tooth
1mSec/Div 5Volts/Div
Missing
tooth
2mSec/Div 5Volts/Div
Fig. 72 Bentuk gelombang output dari sensot CKP induksi elektronika (pada 780rpm)
Engine rpm(N) =
1
..........................(1 13)
T No. of protrusion
Hilangnya gigi gigi pada gambar 72 adalah bagian dimana protrusion dieliminasi untuk
menghasilkan titik referensi.
Gambar 73 mengilustrasikan analisa bentuk gelombang output sensor CKP induksi elektronika.
57 Training Material & Publication
Sensor
Gambar 73, bagian A mengindikasikan tegangan maksimum, dimana masing masing bentuk
gelombang menggambarkan besar yang sama.
Bagian B menunjukan
Sebagai tambahan,
celah antara tonewheels protrusion dan sensor pendeteksi suku cadang seharusnya konstan.
Jika celahnya keluar dari nilai spesifkasinya, tegangan output akan bervariasi.
Sensor CKP
optik menghasilkan bentuk gelombang output dengan tipe pulse digital seperti tampak pada gambar.
Gambar 74, bagian A menunjukan tegangan referensi digambarkan dengan garis horizontal yang konstan
dan bagian B menggambarkan momen saat sinyal output off, ditunjukan dengan garis vertical. Bagian C
menunjukan tegangan peak-to-peak (antara puncak tegangan), sama seperti tegangan referensi.
Pada
bagian D menunjukan keadaan hampir digroundkan, ditunjukan sebagai garis horisonal yang konstan.
Semakin tinggi rpm mesin, semakin tinggi frekuensi.
58 Training Material & Publication
Sensor
Gejala kesalahan
- Cranking mungkin terjadi tapi mesin susah untuk dihidupkan.
- Susah untuk mengendalikan pompa bahan bakar
- Busi susah untuk membangkitkan percikan
- Mesin kadang kadang berhenti saat berjalan, dan susah untuk menghidupkan lagi mesinnya.
Sensor
Dengan kata lain, jika saat pada kecepatan tinggi, dia mungkin akan direspon sesuai permintaan,
pada speedometer, dan sensor tipe hall dipasang pada trainable speed meter driven gear.
Sensor tipe Lead switch membangkitkan 4 sinyal pulse tiap satu revolusi dari output gear.
Lead switch
menginterupsi 5V power supply dari ECM untuk mengubah sinyal kecepata yang dibangkitkan menjadi
sinyal pulse.
Kemudian ECM menerima sinyal pulse, yang akan digunakan untuk mengatur kecepatan
idle.
mencapai 0.5V, saat Hall sensor tidak beroperasi, sinyalnya mencapai 12V, untuk mendeteksi kecepatan
mobil.
Secara particular, pada kasus mobil A/T, mesin akan mati saat mobil berhenti jika sensor
kecepatan mobil rusak, dan oleh karena itu pemeriksaan yang lebih teliti diperlukan. Sebagai
60 Training Material & Publication
Sensor
tambahan, sensor tipe Hall mempunyai nomor pulse yang berbeda sesuai model, dan oleh
karena itu harus di periksa apakah spesifikasinya sama dengan yang digunakan.
Jika ada sirkuit yang terhubung singkat atau hubung terbuka pada pengkabelan sensor kecepatan, mesin
mungkin akan berhenti saat pengereman mobil saat akan berhenti.
dan pengkabelan untuk rangkaian yang terhubung singkat atau hubung terbuka harus diperiksa.
Untuk
sensor kecepatan tipe lead switch atau efek Hall, membangkitkan sinyal jenis pulse digital seperti yang
terlihat pada gambar 87.
osiloskop.
Bisa dikatan, check apakah frekuensi, periode, dan besarnya tegangan spesifikasi bekerja
dengan normal.
Periksa apakah tegangan input dan ground masih normal saat kondisi on atau off.
Tegangan input
sensor kecepatan adalah 5V untuk tipe lead switch dan 12V untuk sensor tipe Hall.
Gambar 76-1 mengilustrasikan analisa bentuk gelombang output dari sensor kecepatan berupa pulse
digital.
Bagian A menunjukan tegangan referensi dan digambarkan dengan garis horizontal konstan.
Bagian C menunjukan
kesalahan ground.
Sensor
2) Gejala Kesalahan
- Mesin tidak berfungsi selama idle
- Saat menghidupkan mobil atau saat pengereman mobil untuk berhenti, mobil lingers secara cepat
dan mesin mati.
7. Oxygen Sensor
1). Garis Besar
Karena polusi udara menjadi issue sosial, Dikembangkan pengontrolan emisi mobil.
telah mengembangkan berbagai macam teknologi.
Pembuat otomotif
membentuk oksidasi dari HC, CO dan deoksidan Nox untuk mengendalikan pembentukan gas emisi
yang berbahaya.
Air ratio
Fig. 77
3 elemen catalis diperagakan dengan efisiensi pemurnian HC , CO dan Nox yang tertinggi antara
perbandingan bahan bakar dan udara secara teori.
perbandingan secara teori, emisi C dan HC
pembakaran terjadi pada kondisi perbandingan bahan bakar dan udara seperti pada teori, untuk
62 Training Material & Publication
Sensor
apakah pembakaran terjadi dalam lingkup perbandingan teoritis, dan sensor oksigen dipasang untuk
tujuan ini.
(pembakaran lebih kental) dan konsentrasi oksigen yang dipisahkan oleh udara lebih tinggi, kemudian
tegangan yang lebih tinggi akan dibangkitkan.
Oksigen dapat menggunakan 2 macam material untuk elemen ZrO2 dan TiO2. ZrO2 menyensor secara
berurutan pada gaya electromotive yang dibangkitkan oleh perbedaan konsentrasi oksigen dan TiO2
menyensor secara berurutan pada perubahan resistansi oleh perbedaan konsentrasi oksigen.
dibuat
dengan menambahkan sedikit yttrium(Y203) ke ZrO2 dan kemudian membentuknya ke tube test
untuk membuat elemen, dan akhirnya dilapisi oleh platinum dikedua permukaan elemen.
Bagian
dalam sensor bersentuhan dengan udara sekitarnya dan bagianj luar berhubungan dengn gas
emisi.
oksigen akan lebih tinggi antara bagian dalam dan bagian luar, dan hanya ion oksigen yang
melewati elemen membangkitkan gaya electromotive.
Sensor
oksigen digerakan oleh ZrO2 dan ditarik kearah dalam platinum permukaan pole- ZrO2.
Sensor
Fig. 79
Bagian sensor yang bersentuhan dengan udara mempunyai kutub kelistrikan yang bermuatan
negative dibanding dengan gas emisi, dan medan listrik terbentuk antara substansi ZrO2, hasilnya
membangkitkan potensial gap.
oksigen dan sensor temperature.
tekanan parsial oksigen.
32
oksigen berkisar pada 10 ~10 tekanan udara, dan pada kasus campuran yang lebih encer
mendekati 102.
(2) Karakteritik output sensor
Gambar 80 mengilustrasikan karakteristik output sensor oksigen dengan perbandingan bahan
bakar & udara.
Untuk campuran yang lebih kental, konsentrasi oksigen dalam gas emisi adalah
rendah dengan konsentrasi gap yang lebih tinggi menghasilkan potensial gap yang lebih tinggi.
Untuk campuran yang lebih encer, konsentrasi oksigen dalam gas emisi adalah tinggi dengan
konsentrasi gap yang rendah, menghasilkan potensial gap yang lebih rendah.
Sebagaimana
Sensor
Fig.80 Karakteristik output sensor oksigen ZrO2 dengan perbandingan bahan bakar / udara
Sayangnya, pada proses pembakaran sesungguhnya disebutkan perubahan tidak cukup tinggi.
Oleh karena itu permukaan elemen dilapisi dengan platinum yang bisa menyerap untuk
menyediakan konsentrasi gap yang mecukupi.
CO +
Fig. 81
1
O2 + CO2 .......... (1 13)
2
Saat katalis platinum membakar campuran yang lebih kental, sisa O2 akan bereaksi dengan CO
seluruhnya dan hampir tidak menyisakan O2 pada permukaan platinum, membangkitkan gap konsentrasi
oksigen lebih tinggi dan gaya electromotive mendekati 1V. Dalam kasus campuran yang lebih encer,
konsentrasi O2 dalam emisi gas adalah tinggi dan konsentrasi Co rendah. Oleh karena itu, dengan
bereaksinya Co dengan O2, konsentrasi oksigen tidak akan menurun secara signifikan, dan
konsekuensinya gap konsentrasi rendah akan terbentuk hampir tanpa gaya elektromtove. Gambar 81
perbandingan antara sensor oksigen dengan dan tanpa katalis platinum. Sebagai tambahan, histerisi
yang terjadi saat perbandingan bahan bakar dan udara berubah dari kental ke encer dan saat berubah dari
encer ke kental. Kemudian dia akan menimbulkan karakteristik respon sensor oksigen yang berbeda
antara 2 kasus. Dapat dikatakan, diperlukan periode waktu yang berbeda antara perubahan kental ke
encer dan antara encer ke kental. Gambar 82 mengilustrasikan tegangan yang berubah terhadap
temperature. Temperatur efek yang besar pada karakteristik output sensor. Pada temperature dibawah
300 , output sensor berubah terhadap temperature dengan sangat cepat, dan susah digunakan
mengontrol mesin. Diatas 300 , sensor membangkitkan tegangan yang stabil mendekati 900mV untuk
perbandingan yang kental, dan mendekati 100mV untuk perbandingan yang encer.
Sensor
Fig. 82
Disamping temperature mempunyai efek pada waktu switching seperti yang digambarkan pada
gambar 83.
Waktu yang diperlukan untuk perubahan dari perbandingan kental ke encer atau dari
Excessive to lack
Time
Sensor oksigen
platinum dan rhodium digunakan untuk meningkatkan performa sensor pada temperature gas
pembuangan yang rendah.
Sensor oksigen TiO2 relies pada variasi resistansi listrik dari konduktor TiO2
Sensor
Fig. 84
Sensor
Prinsip
Output
Deteksi
Permukaan ZrO2
Keunggulan
Item
emisi
Penambahan
idle mileage
Pengaturan susah
Ketahanan
Jelek
Bagus
Tanggung jawab
Jelek
Bagus
Harga
Bagus
Jelek
dan terminal 4 untuk ground kabel pemanas. Terminal 1 untuk output sensor oksigen dan terminal 2
untuk ground sensor oksigen.
Fig. 85 Konfigurasi sirkuit dan terminal dari sensor oksigen dengan kabel pemanas yang built-in
Sensor
Variasi periodic normal antara dibawah mendekati 200mV dan diatas mendekati 600mV.
Saat tidak ditemukan ketidak normalan tapi tegangan output sensor diluar nilai spesifikasi, periksa
item yang berhubungan dengan pengaturan perbandingan bahan bakar dan udara.
Seperti,
kerusakan injector, kebocoran udara pada gap gasket, kerusakan pada sensor jumlah pemasukan
udara, kerusakan pada sensor temperature pemasukan udara, sensor temperature coolant,
tekanan bahan bakar dll, diatas 0.5V, ini menyiratkan pembakara yang kental dan kemudian harus
diperiksa kerusakan pada sensor jumlah pemasukan udara dan kebocoran injector.
tegangan output dibawah 0.45V, dia mengindikasikan pembakaran yang encer, perlu diperiksa
kebocoran pada vacuum dan kerusakan pada sensor.
Khususnya pada resistansi sensor oksigen ZrO2 seharusnya tidak diperiksa secara langsung.
Sebagaimana sensor oksigen itu sendiri membangkitkan tegangan.
kemungkinan dapat merusak sensor.
Pengukuran resitansi
tegangan output oksigen tidak normal dengan kesalahan perbandingan bahan bakar dan udara,
berikan 14V pada terminal bagian heater sensor oksigen dan tunggu sekitar 1~2 menit dan
kemudian baca tegangan output sensor, seharusnya 10 ~ 100mV.
sensor oksigen mungkin saja normal, dan kemudian lanjutkan dengan memeriksa komponen
lainnya
Sensor
Sensor
8. Sensor Knock
1) Garis Besar
Untuk efisiensi mesin, mesin dengan rasio kompresi yang lebih tinggi lebih diminati.
Rasio kompresi
yang lebih tinggi akan menaikkan efisiensi mesin, tapi dilain pihak kemungkinan knocking juga akan
meningkat.
Pembakaran yang normal dalam mesin dipengaruhi oleh pembakaran campuran bahan
bakar dan udara dengan percikan dan kemudian menyemburkan api ke depan.
Sayangnya
pembakaran yang cepat oleh pengapian sendiri kemungkinan terjadi sebelum pengapian normal.
Pembakaran yang tidak normal mungkin akan membangkitkan peningkatan tekanan yang cepat yang
akan menggetarkan gas dalam silinder sehingga menimbulkan noise guncangan yang disebut knocking.
Knocking mungkin saja disebabkan oleh bentuk chamber pembakaran dan substansi substansi yang
terkumpul, campuran komponen, bentuk pemasukan manifold, kualitas bahan bakar, berat jenis udara,
dan temperature mesin.
dengan knocking dan pewaktuan pengapian yang terlalu awal menyebabkan knocking.
membakar busi dan piston dan merusak silinder head gasket dan bearing.
Knocking akan
dihindari.
Pengontrol knock mesin digunakan untuk mendesak knocking.
rangkaian komponen dengan busi yang juga efektif untuk mendeteksi knocking, tapi harganya
tinggi dan daya tahannya jelek, maka sensor tidak digunakan secara signifikan.
Sensor knock menggunakan efek kelistrikan piezo dari piezo-ceramic dan paling banyk digunakn
untuk mendeteksi knocking.
(2) Efek Piezoelectric
Saat tekanan luar diberikan ke piezo-ceramic seperti quartz(SiO2), Darium fitanate(BaTiO3), dan
PZT(Pb([Link])03), Charge listrik dibangkitkan pada kedua sisi Kristal. Ini disebut efek piezoelectric.
Pemasangan electric pada kedua sisi pada piezo-ceramic dapat mendeteksi charge listrik yang
dibangkitkan oleh tekanan luar.
Sensor
Force
Fig. 88
Piezoelectric Effect
ditransfer ke blok silinder, akan mengubahnya menjadi sinyal listrik dengan menggunakan sensor
tipe efek piezoelectric.
Dua jenis sensor knock menggunakan : sensor tipe osilasi mempunyai karakteristik osilasi yang
sama pada tumpukan frekuensi knock; dan sensor tipe non-osilasi adalah kebalikannya.
A. Sensor tipe Osilasi
Sensor terdiri dari vibrator yang mempunyai karakteristik yang hampir sama seperti osilasi
knocking dan elemen piezoelectric yang mendeteksi getaran tekanan vibrator dan kemudian
mengubahnya menjadi sinyal listrik.
Output voltage
Resonance point
Vibration plate
Piezoelectric
element
Frequency
Sensor
Non-oscillation type
Output voltage
1. Mass
2. Housing
3. Piezo ceranic
4. Insulator
5. Terminal
Frequency[kHz]
knocking yang berbeda beda dan aplikasinya cukup susah untuk dihindari.
Sensor knock
non-osilasi didesain untuk mempunyai frekuenis osilasi lebih tinggi dari frekuensi osilasi mesin
dan produknya mempunyai karakteristik yang terlepas dari model mesin mungkin dapat
diaplikasikan, dan saat ini banyak digunakan.
non-osilasi, band pass filter yang mempunyai frekuensi tengah sama dengan frekuensi knocking
mesin, tegabung dalam lapisan interface di bagian dalam ECM.
(4) Posisi pemasangan sensor knock
Untuk pendeteksi knocking yang akurat, sangatlah penting untuk memasang sensor knock pada
masing masing silinder. Sayangnya hal ini akan menyebabkan cost yang tinggi. Oleh karena itu
jumlah minimum sensor knock digunakan untuk mendeteksi semua knocking yang terjadi pada
masing masing silinder.
pemasangan sensor knock, gambar 91 menunjukan titik A antara silinder no. 2 dan no.4 untuk
mesin 4V.
Sensor
Sensor
Sensor
ECM
Sebagai tambahan, besarnya resitansi dan kapasitas elektrostatis antara terminal 2 dan 3 seharusnya
diukur dan dibandingkan dengan nilai spesifikasinya.
PEAK-PEAK
FREQUENCY
Repeat
Test
Gambar. 93 Contoh Gelombang Knock Sensor Output Waveform saat terjadi Knocking
Sensor
Fig. 94