Prostatitis
Ratih Budinastiti
22010112130184
Epidemiologi
Banyak
pada pria <50th
Terbanyak ketiga pada pria usia
>50th setelah BPH dan Ca prostat
Prostatitis
Inflamasi
pada kelenjar prostat
Akut bakteri gram negatif
Kronis penyebab ISK rekuren
Klasifikasi
lain :
Prostatitis granulomatosa
Prostatitis nonbakterial
Prostatodinia
Penyebab
E.
coli (80%)
Klebsiella, Enterobacter, Proteus,
Pseudomonas, Streptococcus,
Staphylococcus (20%)
Penyebaran
Infeksi
uretra ascenden atau lewat
aliran darah
Invasi bakteri dari rektum lewat
sistem limfatik
Refluks urin dari VU yang terinfeksi
ke dalam saluran prostat
Hubungan sex yang jarang /
berlebihan
Prosedur sistoskopi / kateterisasi
(jarang)
Patofisiologi
Bakteri
berjalan naik dari uretra, VU,
sistem limfatik, atau darah yang
terinfeksi saluran prostat
kelenjar prostat
Infeksi respon inflamasi prostat
membesar, nyeri saat ditekan,
teraba kenyal
Tanda dan gejala (1)
Prostatitis
akut
Menggigil
Nyeri punggung bawah
Rasa penuh daerah perineum
Frekuensi dan urgensi
Disuria, nokturia, dan obstruksi saluran
kemih
Urin yang keruh
Tanda dan gejala (2)
Prostatitis
kronis
Gejala urianarius = akut, derajat lebih ringan
Sistitis simptomatik yang rekuren
Tanda lain yang mungkin :
Bukti adanya ISK
Ejakulasi yg nyeri
Semen mengandung darah
Sekret persisten dari uretra
Disfungsi seksual
Komplikasi
ISK
Infeksi
adan abses testis
Diagnosis
Hasil RT kelenjar prostat sangat nyeri saaat
disentuh, teraba hagat, dan membesar
(prostatitis akut)
Hasil RT kelenjar prostat teraba kenyal,
ireguler, agak membesar, keadaan tsb ok
fibrosis ( prostatitis bakterial kronik)
Palpasi memperlihatkan kelenjar prostat yang
normal (prostatitis nonbakterial)
X-foto pelvis batu pada prostat
Hasil kultur urin menunjukkan mikroorganisme
Spesimen didapat dari tes 4 gelas (Meares-stamey)
Terapi (1)
Prostatitis
akut
Cotrimoxazole PO 30 hari
Cotrimoxazole IV atau gentamisin IV plus
ampisilin sampai hasil tes sensitivitas
diketahui
Terapi parenteral 48 jam sampai 1
minggu; kmd pemberian preparat oral
30 hari lagi
Cotrimoxazole min 6 minggu (prostatitis
kronis ok [Link] )
Terapi (2)
Prostatitis
kronis simptomatis
Minum min 8 gelas/hari
Masase prostat teratur dan hati-hati
Ejakulasi secara teratur untuk meningkatkan
darinase sekret prostat
Obat antikolinergik dan analgetik untuk (-)
gejala prostatitis nonbakterial
Preparat alfa-adrenergik antagonis dan relaksan
otot untuk (-) nyeri
Terapi steroid anabolik dosis rendah
Terapi (3)
Tindakan
Bedah
Reseksi transuretral kelenjar prostat
mengangkat semua jaringan prostat
yang terinfeksi
Prostatektomi total
Priapismus
Priapismus
Ereksi menetap, tidak berhubungan dg
stimulus seksual, tidak menghilang dengan
ejakulasi
Ada 2 jenis :
Low-flow priapism
tipe iskemik, lebih sering, ok kegagalan
mekanisme detumescence, nyeri
High-flow priapism
tipe non-iskemik, tidak nyeri, aliran arteri tidak
terkontrol lewat fistula ok trauma genitourinary
Etiologi
Dewasa
: idiopatik
Anak-anak :
Sickle cell disease (65 %)
Leukemia (10%)
Trauma (10%)
Idiopatik (10%)
Induksi obat (5%)
Low flow priapism (1)
Patofisiologi
Pelepasan neurotansmitter berlebihan
Blokade pada vena
Paralisis mekanisme detumescence
intrinsik
Relaksasi yang memanjang dari otot
polos intracavernosa
Berlangsung lama iskemik fibrosis
otot polos corporeal & trombosis a.
cavernosa
Low flow priapism (2)
Nyeri
(+)
Pasien tdk aktif secara seksual
Riwayat trauma (-)
Berhubungan dengan
penyalahgunaan obat / injeksi zat
vasoaktif pada penis
Jarang disebabkan oleh leukemia,
emboli lemak, trauma medula
spinalis akut, atau metastasi kanker
ke corpus spongiosum
Low flow priapism (3)
PF
Ereksi rigid
Corpora cavernosa iskemik darah gelap
saat aspirasi corpus
Tidak ada tanda trauma
PP
CBC
Tromboplastin plasma atau aPTT
Gol darah
Penile Blood Gas (PBG)
pH < 7, PCO2 > 60mmHg, PO2 < 30mmHg
Low flow priapism (4)
Terapi
Terapi aspirasi dengan / tanpa irigasi
Injeksi agen simpatomimetik
intracavernosa
Phenylephrine (alfa agonis) DOC
Terbutaline (po)
Pseudoephedrin oral (alfa agonis)
High-flow priapism (1)
Patofisiologi
Aliran darah arteri yang tidak terkontrol
dari fistula antara a. cavernosa dan
corpus cavernosum
a. cavernosa ruptur ok trauma tumpul /
tajam pada penis / perineum
High-flow priapism (2)
Nyeri
(-)
Pasien mungkin aktif secara seksual
Biasanya didahului dengan straddle
injury
Kronik
Tidak disebabkan oleh obat-obatan
Onsetnya lambat
High-flow priapism (3)
PF
Alirah darah arteri adekuat
Corpus oksigenasi baik
Ada tanda trauma
PP
= low-flow
PBG ~ normal
Penile duplex Doppler ultrasonography
Pelvic angiography
CT
High-flow priapism (4)
Terapi
Fokus pada identifikasi dan obliterasi
fistula
Arterial embolization, menggunakan
autologous blood clot, gelatin sponge,
microcoil, atau chemical
Terapi Bedah
Teknik
Winter ( Transgranular to
corpus cavernosum scalpel or needle
core biopsy)
Prosedur El-Ghorab (open surgical
cavernosal shunt)
Quackel shunts (cc-cs shunt)
Grayhack shunt (cc-vena saphena
shunt)