Ivlodu I Ajar Mes in-mesin Lisirik PSTE-SMT3iD3
BAB II
TRANSFORITJATGR
Capaian
Pembelajaran: \
Sesudah mempelajari bab
l.
2.
3.
4.
ini mahasiswa diharapkan mampu:
Menjelaskan prinsip kerja transformator
Memahami analisis dasar transfonnator
Menjelaskan tipe/jenis tansformator
Mernahami fungsi atau kegunaan hansformator
Arus bolak-balik banyak dipakai dalam keperluan sehari-hari salah satu
penyebabnya adalah adanya kemudahan untuk dipindahkan dan <iiubah dari sat'.r
atau lebih rangkaian listrik ke rangkaian listrik yang lain. Unhrk keperluan
rnengubah atau mentransformasil:an energi iistrik digunakan transfonnator.
Transfbrmator adaia-h suaid
uai iistrik yang
ciapat memhiairkan dan
mengubah energi listrik da,ri satu atau iebih rangkaian listrik ke rangkaian listrik
yang lain melalui suatu gandengan magnet dan berdasarkan prinsip induksielektromagnet. Transformator digunakan secara luas, baik dalam bidang tenaga
listrik maupun elektronika.
Di
dalam bidang elektronika, trisforrnator banyaL digruraka,r antara lain
untuk:
l. Gandengan impedansi antara sumber dan beban.
2. Menghambat arus searah dan melewatkan arus bolak-balik.
3. Menaikkan dan menurunkan tegangan AC.
Berdasarkan frekuensi kerj a, transformator dikelompokkan rnenj adi :
a)
Transformator daya (50-60) Hz.
,,:illr;"
Gambar
2.i Trafo Daya
10
H:&ffie
Mesin-mesin Listrik PSTE-SMT3/D3
b)
Transformator pendengaran QA Hz
20 WIz)
(a)
(b)
Gambar 2.2 Trafo pendengaran
Keterangan:
(a) Ti
(b) To
trafo input, C = colector, B
trafo output, LS
basis
: load speaker
c) Transformator lv{F (4-s5 kHz)
clH, T
F-?,
+{r
]. lr
.-+i
L-J
Gambar 2.3 Trafo Ir{F
Keterangan:
C:coiector,B:basis
d) Tiansformator RF (>455 kHz)
Trafo RF disebutjuga spul oscillator atau spul antena
Gambar 2.4 Spul Oscillator
ll
$ffi;
Modul Ajar Mesin-mesin Listrik PSTE-SMT3iD3
Gambar 2.5 Spul Antena
Pengelompokan transformator di bidang Tenaga Lishik adalah:
a)
Transformator Daya
Transformator
ini
digunakan untuk menaikkan tegangan sampai
ratusan ribu volt.
." _ llf'"
,rr" J
ll[
ll
L,
, ooo,
Garnbar 2.6 Transformator step-up
b)
Transformator Distribusi
lt
]ll- "
**" J lll ,,,"
'll
Gambar 2.7 Transformator distribusi
c)
Transformator Pengukwan
i,
Nt
(a)
o)
Gambar 2.8 (a) Trafo arus (b) Trafo tegangan
12
ffi#Hgt
lviod
uI
Aja r Mesin-mesin Listrik PSTE-S MT3/D3
2.1. Transformator Tanpa Beban
Saat kumparan primer transformator dihubungkan dengan sumber tegangan
AC (vr) yang berbentuk sinusoida maka mengalirlah arus primer 16 yang juga
berbentqk sinusoida (gambar 2.9). Dengan menganggap belitan N1 reaktif murni,
Io akan tertinggal 90' dari v1 (gambar 2.10). Arus primer
($) bersamayng sefasa
= $^ox,
sin
dan
16
menimbulkan fluks
juga berbenhrk sinusoida. Besar fluks adaiah:
alt
e-l)
Fluks yang sinusoida ini akan menghasilkan tegangan induksi e1 (Hukum
Faraday)
g, - -\tJ, dQ
'
'dt
-/V1
g#
-Nrr;r6map5 coS
art (tertinggal 90"
darr
+)(2-2)
Harga efektifirya adalah:
F
_
Li=
N1.
2rt.f . omaks
ff:4.44Nr-f
.Qnays
r?-?\
r
Gambar 2.9 Fluks pada transformator
Gambar 2.10 Arah besaran vektor
Pacia rangkaian sekunder,
g,
'
fluks ({) bersama tadi menimbulkan:
d0
- -l{.'dt
l3
ffi
Mesin-mesin Llstrik PSTE-SMT3/D3
E,'2- N,2r'i-@mo*s = 4,44 Nz . f . 6*ok,
(2-4)
sehingga"
,,
&= &
t'
(2-s)
N2
Dengan mengabaikan rugi tahanan dan adanya fluks bocor, maka
ET V,
N,
-_--=
E2 V2 -=d
N2
a
(2-6)
perbandingan transformasi
Arus primer Io yang mengalir pada saat kumparan sekunder tidak dibebani
disebut arus penguat. Dalam keadaan ini, arus Io yang mengalir adalah sangat
kecil. Dalam kenyataannya arus primer I0 bukanlah merupakan arus induktif
murni, alian tetapi terdiri dari arus pemagnetan (Iv) dan arus ternbaga (16).
Arus
Iv
menimbulkan fluks nngnet bersama yang dapat mengakibatkan
timbulr^ya rugi histeresis dan rugi edCy current. Rugi histeresis dan ragi eddy
current inilah ;t'ang disebiit sebagai rugi inii, sedangk-an
a,Sanya a-..is tembasa
menimbulkan r.:gi tem-baga. Secara vektoris hubungan antaia arus penguat, fiuks
magnet bersama dan gaya gerak listrik primer ditunjukkan pada gamb ar
2.t1.
1o
I
Gambar 2.1I Hubungan antara Io, 0, Vr dan El
Dalam benruk rangkaian listrik, trafo tanpa beban digambarkan pada gambar
2.12.
Rc = hambatan inti
Xs
: reaktansi pemagnetan
RM
ly = itfUS pemagnetan
16
ol-rrS
tembaga
Gambar Z.i2Rangkaian listrik trafo tanpa beban
14
W
.Llesin-mesin Listrik PSTE-SMT3/D3
Contoh 1:
Sebuah transforrnator satu fasa mempunyai
lilitan primer 400 dan sekunder 1000.
Luas penampang inti transformator 60 cm2. Jika belitan primer dihubungkan
dengan jala-jala 500 volt dengan frekuensi 50 Hz. Hitunglah harga maksimum
kerapatan fluksi dalam inti dan GGL induksi dalam belitan sekunder.
Diketahui:
N2:
1000, N1
:400, Vr :500 volt, f :50 Hz.
Ditanya:
a) Kerapatan fluksi maksimum (Bn.,X
b) GGL induksi belitan sekunder (82)?
Jawab:
a)
V.'r
=Er
4,44. Nr
f. $,n
500=4,44x400x5Cx<ir,
500
977i -
Luas penampang
Jadi
0,C0553i ivir
50
cm2:6 x
4.44x400x50
inti:
T = ffi#=
B^ =
10'3 m2.
0,983 wb/m2
b) Er: #8,
Jadi,9'
'
lcoor
1AO
500
L250vott
2.2. Transformator Berbeban
Saat kumparan primer (gambar 2.13) dihubungkan dengan sumber listrik
AC, maka pada kumparan tersebut timbul arus
11.
Dengan terpasangnyabeban Zy
pada kumparan sekunder, maka mengaliriah aru.s beban pada kumparan sekunder
Iz. Untuk beban yang reaktif-induktif maka hansformator bekerja pada power
faktor (PF) tertinggal (lagging) sebesar 0.
15
rqsEs!
Modui Ajar Mesin-mesin Listrik PSTE-SMT3/D3
Tv2
Gambar 2. I 3 Transformator berbeban
Arus beban
12
ini akan menimbulkan gaya
gerak magnet
(ggn)
sebesar NzIz
yang cenderung menentang fluks (+) bersama yang telatr ada akibat
Iy. Agar fluks bersama tadi tidak berubah nilainya,
pemagnetan
arus
pada kumparan
primer harus mengalir arus I'2, yang menentang fluks yang dibangkitkan oleh arus
beban
12,
hingga keseluruhan arus yang mengalir pada kumparan primer menjadi:
\=la*li
(2-1)
Ii=ir+lM+li
(2-8)
atau
Dengan mengabaikan rugi
maka besar
Ic:0.
inti yang timbul
pada transformator tersebut,
Maka persamatm (2-8) menjadi,
h=iu*li
(2-e)
Untuh menjaga agar fluks tidak berubah sebesar ggm yarig dihasilkan oleh
arus pemagnetan
Irra
saj4 berlaku hubungan:
NJu=N7lr-Nzlz
NJu = N! IM +
(2-10)
Ii - Nrl,
sehingga
Illli -
Dengan merrsubstitusikan persamaan(2-9) ke (2-I
NL
(2-11)
N2l2
Ir- IM = Nzlz
I) diperoleh:
(2-12)
Karena nilai lr,a sangatlatr kecil bila dibanding dengan nilai Ir, maka persamaan (212) dapat juga ditulis:
Nl1=
N2I2
(2-13)
atau
It_&-.
Iz
1V1
(2-14)
16
ffii#*
lvlesin-mesin Listrik PSTE-SMT3ID3
2.3. Raugkaian Ekivalen
Flux magnit bersama yang dihasilkan oleh arus pemagnit IM,tidakseluruhnya
tercangkup oleh kumparan primer maupun kumparan sekunder. Dengan kata lain,
terjadi flux magnit bocor baik pada kumparan sekunder. Adanya flux magnit
bocor pada kumparan primer dinyatakan oleh oleh hambatan primer dan reaktansi
primer, sedangkan pada kumparan sekunder dinyatakan oleh hambatan sekunder
dan reakransi sekunder. Dengan demikian rangkaian ekivalen hansformator dapar
digambarkan sebagai berikut
x2
R2
E2
v2
zL
Gambar 2.14 Rangkaian ekivalen transformator
Keterangan:
Rt = Hambatanprimer
Xr = Reaktsnsi. prtmer
Rz
= Hambatan sekunder
Xz = Reaktansi sekunder
Rt = Hambatan tnti
Xs = Reaktansi magn-i.t
Jika ditinjau pada bagian primer dari Gambar 2.13, maka:
vr = Ir.R1 + i1. Xl+ Er
(2-1s)
Bentuk diagram vektor bagian primer dari transformator pada power faktor beban
berturut-turut
PF:l,
PF+ertinggal, dan PF:mendahului, ditunjukkan pada
gambar 2.15.
i7
sffiw
Mesin-mesin Listrik PSTE-SMT3/D3
4*
PF mendahului
Gambar 2.15 Diagram vektor kumparan primer
Pada bagian kumpran primer dan sekunder dari Gambar
2.i3, inenurut
hukum Kirchoff adalah sebagai berikut:
Vt=/'RL+17.j\+h
(2-t6)
* Vz
(2-i7)
Ez
kaiena
ti
Iz. R2
"
Iz.
jXz
maka persamaAn i2-17) Capat dituiis:
Et:Q
Er
[Link]+lz-jXz+Vz
[Link] Rz + jxz + ZL
Oleh karen a I, =
'Nz
(2-1 8)
.U (persamaan z-ll),maka
perszrmaan 2-18 dapat
Et = [Link] R, + jxz + zL
ditulis.
\2-r9)
Subtitusi persamaurn 2-19 ke 2-16, didapatkan:
tlr = q2.l) Rz + jxz + zL + I!.
R7
IL. jxL
(2-20)
Persamaan 2-20 dapat digambarkan oleh garbar 2.16.
x-l
T
l"'=
I
J
Gambar 2.16 Rangkaian ekivalen transformator
oleh karena
Ir =
IS,maka gambar 2.16 dapat juga didekati dengan gambar2.l7.
l8
EffiEI
Mociul Ajar Mesin-mesin Listrik PSTE-SMT3/D3
,'Rz
o'x2
lnr
u'zL
Xm
l"'
Gambar 2.17 Rangkaian ekivalen pemyataan primer
Persamaan
(2-2q
mengandung pengertian, apabila parameter rangkaian
sekunder dinyatakan dalam harga rangkaian primer harganya perlu dikalikan
dengan faktor
a2.
Jadi bila rangkaian sekunder ditransfer atau dipindahkan ke sisi primer
maka besaran tegangan, arus dan impedansinya haros beruban harganya seperti
diiuniukkan pada gambar 2.!8.
z.+
Gambar 2.18 Rangkaian sekunder transformator ditransfer ke primer
Perubahan harga besaran tersebut
di atas, akan mengikuti persamaan-
persamaim berikut:
a. R'z: a2 Rz
b. X'z: t Xz
c. I'z:Iz/a
d. E'2: aE2:E1
e. Y'2:4Y2
f. Z't= * Zr
(2-21)
l9
Klffi*
Mesin-mesin Listrik PSTE-SiJ|T3/D3
Rangkaian ekivalen pendekatan seperti pada gamb
ar 2.17 tersebut masih
dapat disederhanakan bila arus beban noi (ie) cukup
kecil, sehingga dapat
diabaikan, dan gambar seperti gambar 2.19 berikut:
7.t
Gambar 2.19 R_angkaian ekivaien perrciekaian
Parameter rangkaian tiansformator seperti gambar
2.r9 tersebut akan
mengikuti persamarin berikut:
a)
Resistansi ekivalen transformator berdasarkan sisi primer:
&r-Ri+P.'z:Rr+a2Rz
b)
Reaictansi ekivalen tra:rsformator berdasarkan sisi
sekuncer:
)Gr:Xl *X'z:Xr+iXz
c)
R'i. + j
X'L:
u2
R, +1 * X,
(2-2s)
(x et+ x L)2
(2-26)
Arus primer:
\=4=+
(R
(2-24)
Impedansi beban berdasarkan sisi primer:
Z'L:
e)
(2-23)
impedansi ekivalen transformator berdasarkan sisi primer:
Zer:&r+j&r
d)
(2-22)
t+
a2 R L)2 +
Regulasi trafo berdasarkansisi primer:
Regulasi.
= Y*
sebaliknya
7000/o
bila parameter rangkaian transformator
(2-27)
dipindahkan
berdasarkan sisi sekunder, akan mengikuti persamaan berikut:
a)
Resistansi ekivalen transformator berdasarkan sisi sekunder:
n"
@4'Xr
Modul Ajar Mesin-mesin Listrik PSTE-SMT3,'D3
Rez=Rl+R2-ft+nz
b)
Reaktansi hansformator berdasarka:r sisi sekunder:
= Xi+ Xz - ft+
Xer
c)
(2-28)
xz
(2-2e)
Impedansi transformator berdasarkan sisi sekunder:
Zez=Rez+jX"2
d)
Tegangan masukan (input) berdasarkan sisi sekunder:
tr,
J1
e)
(2-30)
to.4-
vt
(2-3t)
Arus masukan (input) berdasarkan sisi sekunder:
r:-L-\
(2-32)
LLa
Regulasi transformator berdasarkan sisi sekunder:
[Link].
"v.
- T
(2-33)
xL00o/o
ContoM:
Se-bnah tsnsformator 50
Cr;
KVA,
44A{)1220
volt rnempunyai
Xl : 5,2 {2 danX2: 0,015 Cf. Hitunglah konstanta
a) Tahanan ekivalen primer sebagai referensi.
b) Tahanan ekivalen [Link] sebagai referensi.
c) Reaktansi ekivalen primer sebagai referensi,
d) Reaktansi ekivalen sekunder sebagai referensi.
e) Impedansi ekivalen primer sebagai referensi.
Impedansi ekivalen sekunder sebagai referensi.
g)
Rugi tembaga (Cu) total.
R1 -- 3,45
Q; R2
: 0,009
transfonnator:
Jawab:
" v\ 4400
,=E=m=ro
a) &i
= R1 + a1R2
= 3,45 + 202. o,oo9
:7,05 Q
b) R"z:
R2
.t R1/a2
: 0,009 + 3,451202
:0,
0176 C)
2l
wffi
Atau:
R"2 = fu1/a2
= 7,051202
= 0,0176
c)
C)
)Lr=Xr+*Xz
= 5,2 + 202 . 0,015
:11,2 Q
Xz+X.l/i
d) Xe2 =
:0,015 + 5,2/2A2
:0,028 Q
Atau:
)Lz =
X"t/i
ll,2/2C2
= 0.028 Q
Zer=
ffi
7,A52
+ tt,22
:13.23 Q
Zez=
m
0,0t762 + a,0282
= 0,0331O
Atau:
2.,
zez-E
a,
13,23
zoz
= 0,0331J}
Arus primer beban penuh adalah:
(/t)op KVA v7trof o Ampere
_
S0.O0OVoII Ampere
4400Volt
= It,36 Ampere
Arus sekunder beban penuh adalah:
WI
Modul Ajar lvlesin-mesin Listrik PSTE-SMT3/D3
(tilap
KVA tref
Ampere
V2
5O,OOO
Volt Ampere
220 Volt
227 Ampere
Rugi tembaga (Psu): (Ir)2Rr + (I2)2R2
: (71,262 x 3,45) + (2272 x 0,009)
: 910 watt
Atau:
(Pcu):
(Ir)up2R"r
:11,362 x 7,05
:910 watt
Atau:
(Pcu):
(Iz)up2R.z
= 2272 x 0,0175
:910 watt
2.4.
arameter Transform ator
Besaran-besaran trafo yang ierdapat dalam model rangkaian ekivalen yaitu R",
Xr, &,
dan
)L
eiapat ditenrukan besar-nya cengan dua macam pengukuran, yaitu:
2.4,1. Pengujian Tanpa Beban
Pada pengukuran Eafo tanpa beban, kumparan trafo yang bekerja sebagai
tegangan rendah berfungsi sebagai kumparan primer sedangkan kumparan trafo
yang bekerja sebagai tegangan tinggi berfungsi sebagai kumparan sekunder
(perhatikan Gambar 2.20).
"fl
Gambar 2.20Pengqian tansfonnator tanpa beban
23
ffi4sq
ar Mesin-mesin Listrik PSTE-SMT3iD3
Dari pengujian transforrnator tanpa beban akan diperoleh nilai
voitmeter, I0 dari amperemeter dan P0 dari wattmeter. Niiai
&
dan
Vl dari
X, dapat dicari
berdasarkan rumus-rumus berikut:
Po=Vr'1s'cos0
R-=t" I,
(2-34)
vl
(2-3s)
I6.cos0
v
trm
--Y:,^- - ,"ttri
V1
(2-36)
Rangkaian ekivalen akibat rugi inti besi dapat digambarkan seperti berikut:
Io
Gambar 2.21 Rangkaian ekivalen tansformator tanpa beban
2.4.2. Pengujian Hubung Singkar
Pada peng;icuran
ini, yang
dihubung singkat adalah kumparan yang
meinpunyai tegangan rendah (perhatikan Gambar 2.22).
Low
Side
ambar 2.22
engujian hubung singkat
Dari pengujian hubung singkat transformator akan diperoleh nilai V,, dari
voltmeter, I.c dari amperemeter dan Pt' dari rnattmeter. Nilai R. dan X. dapat
dicari berdasarkan rumus-rumus berikut:
R"=#
(2-37)
24
#sg]F6g
Modul Ajar Mesin-mesin Listrik PSTE-SMT3/D3
z -vt,
" I t, - Re + jxe
(2-38)
xe-
(2-3e)
z3-R3
Contoh 3:
Pengujian transformator satu fasa 200/400 volt, 50Hz mlnghasilkan data-data
sebagai berikut:
Pengujian tanpa beban: 200 volt; 0,7 A;70 W, pada sisi TR
Pengujian hubung singkat: l5 volt; 10 A; 85 W, pada sisi TT.
Buatlah rangkaian ekival en transformator tersebut.
Jawab:
Dari pengujian tanpa beban:
Po: Vr Is cos 0
70 :200 x 0,7 xcos 0 -+ cos 0 = 0,5
sin 0 :0,866
I.: ic ccs 0 : ,j,7 x 0,5 :0,35 A
In':
Io sin
0:
0,7 x 0,866:0,606 A
R": Vrit :20010,35:571,4 {)
X6:
V1/I, :20010,606:330
C)
Dari pengujian hubrurg singkat:
Dalam pengujian
ini alat-alat ukur
ditempatkair pada sisi sekunder, yakni sisi
tegangan tinggi (TT) dan belitan sisi tegangan rendah (TR) atau primer dihubung
singkat, sehingga:
Z"z=Yrilr, = l5l10:
a:'J1N2:2001400:
&2: Pr/(I,.)2:
Xez=
1,5 O
0,5
85/(10)2:0,85 O
W-@,zy - TF--@ry
-r,23a
Selanjutnya besaran ekivalen dibawa ke belitan primer:
&r :
a2
)Lr = f
:0,21 {)
&z:
(0,5)2 x 0,85
&r:
(0,5)2 x 7,23 = 0,31
f)
Sehingga rangkaian ekivalen transformator dengan primer sebagai referensi dapat
digambarkan sebagai berikut:
25
sffi{.s*i,&i
Modul Ajar Mesin-mesin Lisirik PSTE-SMT3iDS
F.e1
Xe1
571,4 oh
Gambar 2.23 Rangkaian ekivalen transformator (Brimer sebagai referensi)
2.5. Pengaturan Tegangan
Pengaturan tegangan suatu transformator adalah penrbahan tegangan sekunder
antara beban
noi dan beban penuh pada suaru faictur kerja tertentu,
Cengan
tegangan primer konstan.
Pengaturan tegangan (VR) =w
x !00o/o
(2-40)
2.6. Polaritas Transf,ormator
Arah atau cara melilit kumparan pada sebuah transformator menenhlkan arah
tegangan induksi yang dibangkitkan. Arah tegangan induksi
po
ini dikenai
sebagai
laritas transform ator.
Bila kumparan primer (dengan cara melilit seperti ditunjukkan pada gambar
2.24), yang merupakan kumparan tegangan tinggi diberi tegangan, akan
menghasilkan arah tegangan induksi seperti ditunjukkan oleh masing-masing anak
panah. Artinya termina! Tr(+) mempunyai polaritas yang sama dengan terminal
Rr(+), sedangkan T2(-) mempunyai polaritas yang sruna dengan RzG). Bentuk
polaritas seperti ini dikenal dengan polaritas pengurangan.
26
ffiEH
Mesin-mesin Listrik PSTE-SMT3iD3
fl
Gambar 2.24 p olaitas pengurangan paCa
transformator
Bila polaritas Tr(+) = Rz(+) dan T2(-) Rr(-),
berarti cara merilit kumparan
tegangan rendah RrRz adalah sebaliknya
dari garnbar 2.24. tiubrmgan krrmpara'
semacam ini disebut poiaritas penjumlahan.
untuk
mengetahui apakah suatu transformator
mempunyai poraritas
pengurangan atau penjumlahan, dilakukan
peng [Link] sebagai berikut :
Buatlah rangkaian seperti pada garnabr 2.24
dan berilah masukan tegangan pada
kumparan tegangan tinggi sesrni tegangaR
norninalnya.
I-Ikuriah tegangan terminal
Vl,V2daii V3.
Vl disebut polaritas pengurangail
V3 > Vl disebut polaritas penjumlahan
Maka bila: V3 <
2.7. Efisiensi Transformator
Efisiensi dari setiap peralatan alam bidang teknik
adalah daya keluaran dibagi
dengan daya masukan, dapat dinyatakan dara-,n
persen (%) denganpersamiurn:
Eflsienst
q = ffix700o/o
Q-4t)
Dari pengujian beban nol dan pengujian hubung
singkat didapatkan rugi total
pada transformator sehin g ga:
Dayamasukan = Daya keluaran
Rugi
(2-42)
Dengan demikian efisiensi transformator berdasarkan
rugi-rugi yang acia:
Efi,sienst
Rusi
q -Davamastkanx111o/o
Dayamantkan
(2-43)
27
ffieE
Modul Ajar Mesin-mesin Listrik PSTE-SMT3iD3
atau,
[Link]
Rugi
q = 1- DatamasTLkan
x ffiA%
(2-44)
atau,
Efisienst
- Dlv?ketuarat\'x100%
n - Doyokeluaran
+ Rugi
(2-45)
Daya keluaran transformator dalam besaran watt:
Po
t/2
12
cos 02
(2-46)
Rugi-rugi transformator:
a. Rugi inti besi (Pi): Ps, dari pengujian tanpa beban.
b. Rugi tembaga (P.u) : (iz)z &2, dari pengujian hubrurg singkat.
Berdasarkan daya keluaran dan rugi-rugi, maka efisiensi transformator adalah:
[Link]. Tl
'
v2'I2.cos02+e6rl4rx
-Ulti?*r
I0Ao/o
(-2-47)
Pada transformator komenial dikenal efisiensi sepanjang hari atau efisiensi
cpeiasicnai selanra 21jan dengan persainaan:
qail-day-ffix7ooo/a
(2-48)
Contoh 4:
Suatu transformator satu
primer
lfl
'sasU
25 KVA, 2200/220 Voit mempunyai resistansi
dan resistansi sekunder 0.01C). Hitung efisiensi pada waktu beban
penuh dengan fbktor daya 0,8, jika rugi inti dari transformator sama dengan 80%
dari rugi iembaga pada waictu beban penuh!
Jawab:
a:2200/220: l0
&.,: R2 * R1/a2
&z:
0,01 +
(l/100):0,02 Q
Arus beban sekunder lz:25A00/220
P.u:
I22
&z
(113,6)2
Rugi inti Pi:80olo
Rugi total
113,6
x 0,02:258 W
x258:206,4W
:258 + 206,4:
464,4W
Dayaoutput Po: Vz Iz cos 0z=25 x 0,8 KW
:20.000 W
Ef isiensi
n = ffix
l}Ao/o = 97,7o/o
"2S
ffiligfdl
"
Mesin-mesin Lisirik PSTE-SMT3iD3
2.8. Kerja Paralei Transformator
Pertambahan beban pada suatu saat menghendaki adan1.'a kerja paralei di
antara transformator. Tujuan utama kerja paralel adalah agar beban yang dipikul
sebanding dengan kemapuanrKvA masing-masing transformator, hingga tidak
terjadi pembebanan lebih dan pemanasan lebih.
I.'
total
l',
. 'rO
l, total
Gambar 2.25 Ke4a pa,*alel transformator
Unhrk maksud di atas diperlukan beberapa syaiat:
l.
Perbandingan tegangan harus sama.
2.
3.
4.
Polariias transformator harus sama.
Tegangan impedansi pada keadaan beban penuh harus sama.
Perbandingan reaktansi terhadap tahzuran sebaiknya sarna.
2.9. Transformator Tiga Fasa
Transformator 3 phasa digunakan untuk sistem lishik berdaya besar, baik pada
sistem pembangkitan, transmisi maupun distribusi. Transformator 3 phasa yang
umnm kita lihat pada gardu distribusi daya250 KVA sampai 630 KVA berbentuk
persegi (gambar 2.26).
Inti trafo berbentuk E-I
sekunder pada ketiga kaki
dengan belitan primer dan
inti trafo. Terminal tegangan tinggi (primer) rampak
dari isolator yang panjang. Terminal tegangan rendah (sekunder) dengan terminal
lebih pendek. Trafo ditempatkan dalam ruman trafo yang diisi dengan minyak
trafo yang berfirngsi sebagai pendingin sekaligus isolasi. Secara berkala minyak
hafo diganti. Pendinginan rumah trafo disempurnakan dengan dipasang sirip
pendingin agar panas mudah diserap oleh udara luar.
29
*Fials*s6
Modul Ajar Mesin-mesin Listrik PSTE-SMT3/D3
tr'>[Link] l-!:)
Gambar 2.26Benn/r. fisik Transforrnator tiga phasa
Trafo 3 phasa bisa dibangun Cari dua buah trafo safrr phasa atau tiga buah
trafo satu phasa. Unhrk trafo 3 phasa berukuran berciaya besar, dibarrg'.in
dari tiga
buah trafo satu phasa, tujuannya jika ada sala-h satu phasa yang rusak/ terbakar,
maka trafo yg rusak tersebut dnpat diganti dengan cepat dan praktis.
Trafo 3 phasa memiliki enam belitan (gambar 2.27). Tiga belitan primer dan
tiga belitan sekunder. Belitan primer diberikan nomor awal l, belitan lul
lU2
artinya belitan primer phasa U. Beiitan sekunder diberikan notasi nomor aw4i Z,
misalnya 2Y2 - 2Vl, artinya belitan sekunder phasa v. Belitan primer atau
sekunder dapat dihubungkan secara Bintang atau hubun gan segitiga.
Belilan
inpul
1U2
2u2
Bet*an
out'Ur
zul
2v2
2w2
I ?v1l 2w1l
Gambar 2.27 Belitanprimer dan sekunder trafo tiga phasa
30
Modul Ajar Mesin-mesin Lisirik PSTE-SMT3/D3
2.9.1. Konstruksi Inti Transiormator Tiga Fasa
Bahan inti trafo 3 phasa dari bahan piat tipis fbrrcrnagnetis yang diturnpuk
dengan ketebalan tertentu. Plat
tipis dimaksudkan untuk menekan rugi-rugi
histerisis dan arus edy pada batas minimal. Ada beberapa tipe inti trafo 3 phasa
tampak pada gambat 2.28. Tipe U-I terdiri dari tiga inti yang dipasangkan sudut
menyudut 120" (gambar 2.28a). Tipe U terdiri atas tiga inti U dipasang sudut
mennrdut 120' (gambar 2.28b). Tipe menyudut ini dipakai untuk trafo 3 phasa
yang dipasang pada tabung bulat untuk trafa outdoor yang dipasang pada tiang
jaringan distribusi. Tipe E-I yang banyak dipakai, tiap kaki terdapat belitan primer
dan sekunder masing-masing phasa (gambar 2.28c). Tipe jenis ini banyak dipakai
untuk daya kecil, sedang sampai daya besar. [Link] tiga buah trafo satu phasa
yang digabungkan, bisa menjadi trafo tiga phasa.
(b)
(c)
Gambar 2.28 Konstruksi inti trafo tiga phasa
2.9.2. Ifubungan Belitan Transformator 3 Fasa
Ada dua metoda hubungan belitan primer dan belitan sekunder. Pertama
hubungan bintang, kedua hubungan segitiga. Pada gambar 2.29, baik belitan
primer dan sekunder dihubungkan secara bintang. Belitan primer terminal
lU, lV
dan lW dihubungkan dengan supply tegangan 3 phasa. Belitan sekunder terminal
2U,2',/
dan 2W disambungkan dengan sisi beban. Hubungan beiitan segitiga baik
pada belitan primer maupun belitan sekunder (gambar 2.30). pa<ia hubungan
bintang tidak ada titik netral, yang diperoleh ketiganya merupakan tegangan line
ke line, yaitu
Ll, L2 danL3.
31
gffiE
Modul Ajai' Mesin-mesin Listrik PSTE-SMT3/D3
2U
1U 1V
)\/
LY
?Vt
lW
Gambar 2.29 Trafo tiga phasa belitan primer dan sekunder hubungan segitiga
2U ?V
1ti
1\/
lv
2W
1\rl
Gambar 230 Trafo tiga phasa belitan primer dan sekunder hubungan bintang
(yj
2,9.3. Angka Jam Belitan Transformator Tiga Fasa
Seperti telah diuraikan pada pembahasan sebelumny4 vektor tegangan
primer dan sekunder dapat dibuat searah atau berlawanan dengan rnengubah cara
melilit kurnparan. Pada transfonnator 3 fasa, arah iegangan akan menimbulkan
perbedaan fasa. Arah dan besar perbe<iaan fasa tersebut mengakibatkan
adanya
berbagai kelompok hubrmgan pada transformator.
Perbedaan phasa dapat diatur dengan metoda aturan hubungan
jam belitan
transforrrator. Satu putaran jam dibagi dalam 12 bagian, jika satu siklus sinusoida
360o, maka setiap jam berbeda phasa 3a" (369"112). Belitan trafo DdO (Gambar
2.31a), memrnjukkan huruf
(segitiga), huruf
pertama belitan primer dalam hubungan delta
d kedua belitan
sekunder hubungan delta (segitiga), angka 0
menunjukkan beda phasa tegangan primer-sekunder 0o. Belitan trafo Dy5 (gambar
2.31b), menunjukkan belitan primer dalam hubungan delta (segitiga), belitan
sekunder y (bintang), beda phasa antarategangan primer-sekunder 5 x 30" : 150".
32
ffifiE8
Mesin-mesin Listrik PSTE-S|v1T3/D3
il
lr
',
,.,'
.,'tit
rt"-)
ir
:
''
i/
'ri.
\l'
.,L
ts:\.
f,--,
,,''
t!
'
' i
,.,
l;f
."1
'tsI
''. 1l.l
a:,,=
!:
'',-.
'\,'
:
.v,,j'
>
.''!
,. ,.,r.,
r,
' wl'
r.,.'
;r
.._ .,,,,.i
Gambar 2.31 Vektor kelompok jam pada hafo 3 phasa
Belitan transtbrmator Dy-l1 (gambar 2.31c), menunjukkan belitan primer
dalam hubungan delta (segitiga), belitan sekunder y (bintang), beda phasa antaftl
tegangan primer-sekunder I I x 30"
2.10.
330".
Transformaio:- Pengukuran
Untuk pengukuran tegangan dan arus yang besar diperlukan trafo pengukwan.
Tujuannya unhik menyesuikan besaran pengukuran dengan kemampuan alat
ukur, disamping untuk keamanan mzmusia. Pemakaian trafo pengukuran tidak
hanya unfuk voitmeter, ampermeter, kiVhmeter saja, tetapi unfuk mengoperasikan
berbagai peralatan kontrol relai tegangan, relai arus, relai bimetal, dan sebagainya.
2.10.1. Transformator Tegangan
Panel distribusi dengan tegangan menengah 20
KV atau panel
tegangan
tinggi 150 KV menggunakan trafo penguicuran tegangan (Potential Transformer
PT), untuk memrnrnkan tegangarr 150 KV atau20 KV menjadi 100
v.
urrtuk pengukuran tegangan 20 KV sistem tiga phasa, diggnakan trafo
tegangan PT dengan ratio 20KV/100 v (gambar 2.32). Bagian primer trafo
tegangan terminal
dengan jalajala
Ll
l.l
dan 1.2 dipasang pengaman dua sekering yang terhubung
dan L2. Bagian sekunder trafo tegangan, termin al 2.1 dan 2.2
dihubungkan dengan voltmeter dengan batas ukur 100
v.
Terminal
2.1
dipasangkan sebuah sekering pengaman, terminal 2.2 dihubrurgkan dengan bumi
,t-
JJ
r31g4f&
iviodul Ajar Mesin-mesin Listrik PSTE-SMT3ID3
sebagai pengaman bahaya tegangan sentuh
iika terjadi
gangguan pada trafo
tegangan.
i I l^.,,r..;r
2i)
rV
;'slla
:n
r,in
Gambar 2.32 Pengukuran dengan trafo regangan (pT)
2.10.2. Transformator Arus
Lintuk penguk'aran arus beban vang besar digunakan trafo pengukuran arus
(Current Trensfarmer : Cl). Trafo cr iipasang pada jala-jala seoeni
B?mbai
2.33 dengan teiminal
menghadap sisi suplai daya, dan terminal
L menghadap
sisi beban. Terminal K harus dihubungkan dengan bumi untuk mengamankan dari
jika ada gangguan kerusakan cr. Ampermeter
yang digunakan memilikj batas ukur I A atau 5 A dengan skala pengukgran sesuai
tegangan sentuh yang berbahaya
kebutuhan. Yang perlu diperhatikan ratio arus primer dan arus sekunder trafo CT
(CT ratio 300 A/5 A,\. Jika terjadi kerusakan pada alat ukur atau alat kontrol yang
dihubungkan dengan trafo pengukuran arus CT, maka sisi sekunder trafo arus
harus dihubung singkatkan. Jika tidak akan berbahaya karena akan menimbulkan
tegangan induksi yang sangat tinggi dan berbahaya.
Gambar 2.33 Pengukuran dengan trafo arus
Trafo arus dalam bentuk port;abel untuk kebutuhan pemeriksaan
atau
pemeliharaan dipakai jenis tang amper dengan sisem digital gambar 2.34. Cara
34
!ffiia+6
tulodu I Ajar
Mesin-mesin Listrik pSTE-Sfu,!T3/D3
penggunaannya sangat [Link], tekan tang amper rnasukkan
ke salah satu kaoel
phasa yang akan diukru, p-,nksa batas ukurnya dan penunjukan
amper terbaca
secara digital. Tang amper juga dapat mengukur daya listrik
KW_ meter dengan
menghubungkan kabel clip-on tegangan ke phasa R, s, T
dan N. Tang amper
sangat bermanfaat untuk mengukur arus beban tiap{iap phasa
unhrk mengetahui
keseimbangan arus. Arus beban yang tidak seimbang berpotensi
merusak aiat
listrik- Dengan metode tertentu tang amper bisa digunakan untuk melacak jika
terjadi pencurian lisfik yang disengaja.
Gambar
234 Aplikasi trafo
arus sebagai meterportabei
Soal-soal latihan
Jawablah pertcnyaan-pertanyaan berikut dengan singkat dan tepat!.
1.
Apa kegunaan dari transformator?
2. Jelaskan prinsip kerja transformator!
3. Jelaskan apa yang dimaksud dengan transformator ideal!
4. Jelaskan kondisi transformator secara praktis!
5. Gambar dan jelaskan rangkaian ekivalen transformator!
6. Mengapa transformator perlu di uji?
Jelaskan metode pengujian transformator!
7.
Jelaskan apa yang dimaksud dengan efisiensi dari transformator!
8.
Suatu transformator satu fasa 50 Hz dipergunakan untuk menunrnkan
tegangan
da'i 2200 volt menjadi 250 volt. Luas penampang inti 36 cm2 dan kerapatan
fluks maksimurn 6Wblm2. Hitung banyaknya lilitan primer dan sekrinder!
35
ffiB3FHlI
Modui,Ajar Mesin-mesin Lisirik PSTE-SMT3ID3
9. suatu transformator safir fasa 23a01230 vclt, 15 KVA dengan data pengujian
hubug singkat: 45,T vol,t;6,52 ampere; 170 watt. Alat ukur di sisi TT.
Hitung:
Resistansi, reaktansi, dan impedansi ekivalen berdasarkan sisi tegangan
tinggi
maupun sisi tegangan rendah.
10. sebuah hansformator satu fasa 2200/220 vort, 50 Hz. Dilakukan pengujian
sehingga diperoleh tahanan primer dan sekunder berturut-hrrut: 6
o,
reaktansi primer dan sekurder berhrrut-turut: 5
dan 0,06
dan 0,05 cl. Data dari
pengujian tanpa beban: 220 volt, I ampere, 100 watt.
Tentukan:
a. Rangkaian ekivalen transformator.
b. Efisiensi pada beban penuh dengan faktor daya 0,g lagging.
35
&esffis