0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
557 tayangan27 halaman

Prinsip dan Jenis Transformator

1) Bab ini membahas tentang transformator dan prinsip kerjanya. 2) Ada beberapa jenis transformator berdasarkan frekuensi kerjanya seperti transformator daya, pendengaran, MF, dan RF. 3) Rangkaian ekivalen transformator menunjukkan adanya hambatan dan reaktan inti serta hambatan dan reaktan pada kumparan primer dan sekunder.

Diunggah oleh

Rizza Ade F
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
557 tayangan27 halaman

Prinsip dan Jenis Transformator

1) Bab ini membahas tentang transformator dan prinsip kerjanya. 2) Ada beberapa jenis transformator berdasarkan frekuensi kerjanya seperti transformator daya, pendengaran, MF, dan RF. 3) Rangkaian ekivalen transformator menunjukkan adanya hambatan dan reaktan inti serta hambatan dan reaktan pada kumparan primer dan sekunder.

Diunggah oleh

Rizza Ade F
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Ivlodu I Ajar Mes in-mesin Lisirik PSTE-SMT3iD3

BAB II
TRANSFORITJATGR
Capaian

Pembelajaran: \

Sesudah mempelajari bab

l.
2.
3.
4.

ini mahasiswa diharapkan mampu:

Menjelaskan prinsip kerja transformator

Memahami analisis dasar transfonnator


Menjelaskan tipe/jenis tansformator
Mernahami fungsi atau kegunaan hansformator

Arus bolak-balik banyak dipakai dalam keperluan sehari-hari salah satu


penyebabnya adalah adanya kemudahan untuk dipindahkan dan <iiubah dari sat'.r

atau lebih rangkaian listrik ke rangkaian listrik yang lain. Unhrk keperluan
rnengubah atau mentransformasil:an energi iistrik digunakan transfonnator.

Transfbrmator adaia-h suaid

uai iistrik yang

ciapat memhiairkan dan

mengubah energi listrik da,ri satu atau iebih rangkaian listrik ke rangkaian listrik

yang lain melalui suatu gandengan magnet dan berdasarkan prinsip induksielektromagnet. Transformator digunakan secara luas, baik dalam bidang tenaga

listrik maupun elektronika.

Di

dalam bidang elektronika, trisforrnator banyaL digruraka,r antara lain

untuk:

l. Gandengan impedansi antara sumber dan beban.


2. Menghambat arus searah dan melewatkan arus bolak-balik.
3. Menaikkan dan menurunkan tegangan AC.
Berdasarkan frekuensi kerj a, transformator dikelompokkan rnenj adi :

a)

Transformator daya (50-60) Hz.

,,:illr;"
Gambar

2.i Trafo Daya

10
H:&ffie

Mesin-mesin Listrik PSTE-SMT3/D3

b)

Transformator pendengaran QA Hz

20 WIz)

(a)

(b)

Gambar 2.2 Trafo pendengaran

Keterangan:

(a) Ti

(b) To

trafo input, C = colector, B

trafo output, LS

basis

: load speaker

c) Transformator lv{F (4-s5 kHz)

clH, T
F-?,
+{r
]. lr

.-+i

L-J
Gambar 2.3 Trafo Ir{F
Keterangan:

C:coiector,B:basis
d) Tiansformator RF (>455 kHz)
Trafo RF disebutjuga spul oscillator atau spul antena

Gambar 2.4 Spul Oscillator

ll

$ffi;

Modul Ajar Mesin-mesin Listrik PSTE-SMT3iD3

Gambar 2.5 Spul Antena

Pengelompokan transformator di bidang Tenaga Lishik adalah:

a)

Transformator Daya

Transformator

ini

digunakan untuk menaikkan tegangan sampai

ratusan ribu volt.

." _ llf'"
,rr" J

ll[
ll

L,

, ooo,

Garnbar 2.6 Transformator step-up

b)

Transformator Distribusi

lt

]ll- "

**" J lll ,,,"

'll

Gambar 2.7 Transformator distribusi

c)

Transformator Pengukwan

i,

Nt

(a)

o)

Gambar 2.8 (a) Trafo arus (b) Trafo tegangan

12
ffi#Hgt

lviod

uI

Aja r Mesin-mesin Listrik PSTE-S MT3/D3

2.1. Transformator Tanpa Beban


Saat kumparan primer transformator dihubungkan dengan sumber tegangan

AC (vr) yang berbentuk sinusoida maka mengalirlah arus primer 16 yang juga
berbentqk sinusoida (gambar 2.9). Dengan menganggap belitan N1 reaktif murni,
Io akan tertinggal 90' dari v1 (gambar 2.10). Arus primer

($) bersamayng sefasa

= $^ox,

sin

dan

16

menimbulkan fluks

juga berbenhrk sinusoida. Besar fluks adaiah:

alt

e-l)

Fluks yang sinusoida ini akan menghasilkan tegangan induksi e1 (Hukum


Faraday)

g, - -\tJ, dQ
'
'dt

-/V1

g#

-Nrr;r6map5 coS

art (tertinggal 90"

darr

+)(2-2)

Harga efektifirya adalah:

F
_
Li=

N1.

2rt.f . omaks

ff:4.44Nr-f

.Qnays

r?-?\

r
Gambar 2.9 Fluks pada transformator

Gambar 2.10 Arah besaran vektor


Pacia rangkaian sekunder,

g,
'

fluks ({) bersama tadi menimbulkan:

d0

- -l{.'dt

l3
ffi

Mesin-mesin Llstrik PSTE-SMT3/D3

E,'2- N,2r'i-@mo*s = 4,44 Nz . f . 6*ok,

(2-4)

sehingga"

,,

&= &
t'

(2-s)

N2

Dengan mengabaikan rugi tahanan dan adanya fluks bocor, maka


ET V,
N,
-_--=
E2 V2 -=d
N2
a

(2-6)

perbandingan transformasi

Arus primer Io yang mengalir pada saat kumparan sekunder tidak dibebani
disebut arus penguat. Dalam keadaan ini, arus Io yang mengalir adalah sangat

kecil. Dalam kenyataannya arus primer I0 bukanlah merupakan arus induktif


murni, alian tetapi terdiri dari arus pemagnetan (Iv) dan arus ternbaga (16).

Arus

Iv

menimbulkan fluks nngnet bersama yang dapat mengakibatkan

timbulr^ya rugi histeresis dan rugi edCy current. Rugi histeresis dan ragi eddy

current inilah ;t'ang disebiit sebagai rugi inii, sedangk-an

a,Sanya a-..is tembasa

menimbulkan r.:gi tem-baga. Secara vektoris hubungan antaia arus penguat, fiuks
magnet bersama dan gaya gerak listrik primer ditunjukkan pada gamb ar

2.t1.

1o
I

Gambar 2.1I Hubungan antara Io, 0, Vr dan El


Dalam benruk rangkaian listrik, trafo tanpa beban digambarkan pada gambar

2.12.
Rc = hambatan inti

Xs

: reaktansi pemagnetan

RM

ly = itfUS pemagnetan
16

ol-rrS

tembaga

Gambar Z.i2Rangkaian listrik trafo tanpa beban

14
W

.Llesin-mesin Listrik PSTE-SMT3/D3

Contoh 1:
Sebuah transforrnator satu fasa mempunyai

lilitan primer 400 dan sekunder 1000.

Luas penampang inti transformator 60 cm2. Jika belitan primer dihubungkan


dengan jala-jala 500 volt dengan frekuensi 50 Hz. Hitunglah harga maksimum
kerapatan fluksi dalam inti dan GGL induksi dalam belitan sekunder.

Diketahui:

N2:

1000, N1

:400, Vr :500 volt, f :50 Hz.

Ditanya:

a) Kerapatan fluksi maksimum (Bn.,X


b) GGL induksi belitan sekunder (82)?
Jawab:

a)

V.'r

=Er

4,44. Nr

f. $,n

500=4,44x400x5Cx<ir,
500
977i -

Luas penampang
Jadi

0,C0553i ivir

50

cm2:6 x

4.44x400x50

inti:

T = ffi#=

B^ =

10'3 m2.

0,983 wb/m2

b) Er: #8,
Jadi,9'
'

lcoor
1AO

500

L250vott

2.2. Transformator Berbeban


Saat kumparan primer (gambar 2.13) dihubungkan dengan sumber listrik

AC, maka pada kumparan tersebut timbul arus

11.

Dengan terpasangnyabeban Zy

pada kumparan sekunder, maka mengaliriah aru.s beban pada kumparan sekunder

Iz. Untuk beban yang reaktif-induktif maka hansformator bekerja pada power
faktor (PF) tertinggal (lagging) sebesar 0.

15

rqsEs!

Modui Ajar Mesin-mesin Listrik PSTE-SMT3/D3

Tv2

Gambar 2. I 3 Transformator berbeban

Arus beban

12

ini akan menimbulkan gaya

gerak magnet

(ggn)

sebesar NzIz

yang cenderung menentang fluks (+) bersama yang telatr ada akibat

Iy. Agar fluks bersama tadi tidak berubah nilainya,

pemagnetan

arus

pada kumparan

primer harus mengalir arus I'2, yang menentang fluks yang dibangkitkan oleh arus
beban

12,

hingga keseluruhan arus yang mengalir pada kumparan primer menjadi:

\=la*li

(2-1)

Ii=ir+lM+li

(2-8)

atau

Dengan mengabaikan rugi


maka besar

Ic:0.

inti yang timbul

pada transformator tersebut,

Maka persamatm (2-8) menjadi,

h=iu*li

(2-e)

Untuh menjaga agar fluks tidak berubah sebesar ggm yarig dihasilkan oleh
arus pemagnetan

Irra

saj4 berlaku hubungan:

NJu=N7lr-Nzlz
NJu = N! IM +

(2-10)

Ii - Nrl,

sehingga

Illli -

Dengan merrsubstitusikan persamaan(2-9) ke (2-I

NL

(2-11)

N2l2

Ir- IM = Nzlz

I) diperoleh:
(2-12)

Karena nilai lr,a sangatlatr kecil bila dibanding dengan nilai Ir, maka persamaan (212) dapat juga ditulis:

Nl1=

N2I2

(2-13)

atau

It_&-.
Iz

1V1

(2-14)

16
ffii#*

lvlesin-mesin Listrik PSTE-SMT3ID3


2.3. Raugkaian Ekivalen

Flux magnit bersama yang dihasilkan oleh arus pemagnit IM,tidakseluruhnya


tercangkup oleh kumparan primer maupun kumparan sekunder. Dengan kata lain,

terjadi flux magnit bocor baik pada kumparan sekunder. Adanya flux magnit
bocor pada kumparan primer dinyatakan oleh oleh hambatan primer dan reaktansi

primer, sedangkan pada kumparan sekunder dinyatakan oleh hambatan sekunder


dan reakransi sekunder. Dengan demikian rangkaian ekivalen hansformator dapar

digambarkan sebagai berikut

x2
R2

E2

v2

zL

Gambar 2.14 Rangkaian ekivalen transformator

Keterangan:

Rt = Hambatanprimer
Xr = Reaktsnsi. prtmer
Rz

= Hambatan sekunder

Xz = Reaktansi sekunder

Rt = Hambatan tnti
Xs = Reaktansi magn-i.t
Jika ditinjau pada bagian primer dari Gambar 2.13, maka:

vr = Ir.R1 + i1. Xl+ Er

(2-1s)

Bentuk diagram vektor bagian primer dari transformator pada power faktor beban

berturut-turut

PF:l,

PF+ertinggal, dan PF:mendahului, ditunjukkan pada

gambar 2.15.

i7

sffiw

Mesin-mesin Listrik PSTE-SMT3/D3

4*

PF mendahului

Gambar 2.15 Diagram vektor kumparan primer


Pada bagian kumpran primer dan sekunder dari Gambar

2.i3, inenurut

hukum Kirchoff adalah sebagai berikut:

Vt=/'RL+17.j\+h

(2-t6)

* Vz

(2-i7)

Ez
kaiena

ti

Iz. R2

"

Iz.

jXz

maka persamaAn i2-17) Capat dituiis:

Et:Q
Er

[Link]+lz-jXz+Vz
[Link] Rz + jxz + ZL

Oleh karen a I, =
'Nz

(2-1 8)

.U (persamaan z-ll),maka

perszrmaan 2-18 dapat

Et = [Link] R, + jxz + zL

ditulis.

\2-r9)

Subtitusi persamaurn 2-19 ke 2-16, didapatkan:

tlr = q2.l) Rz + jxz + zL + I!.

R7

IL. jxL

(2-20)

Persamaan 2-20 dapat digambarkan oleh garbar 2.16.

x-l

T
l"'=
I

J
Gambar 2.16 Rangkaian ekivalen transformator
oleh karena

Ir =

IS,maka gambar 2.16 dapat juga didekati dengan gambar2.l7.

l8

EffiEI

Mociul Ajar Mesin-mesin Listrik PSTE-SMT3/D3

,'Rz

o'x2

lnr

u'zL
Xm

l"'
Gambar 2.17 Rangkaian ekivalen pemyataan primer
Persamaan

(2-2q

mengandung pengertian, apabila parameter rangkaian

sekunder dinyatakan dalam harga rangkaian primer harganya perlu dikalikan


dengan faktor

a2.

Jadi bila rangkaian sekunder ditransfer atau dipindahkan ke sisi primer


maka besaran tegangan, arus dan impedansinya haros beruban harganya seperti
diiuniukkan pada gambar 2.!8.

z.+
Gambar 2.18 Rangkaian sekunder transformator ditransfer ke primer

Perubahan harga besaran tersebut

di atas, akan mengikuti persamaan-

persamaim berikut:

a. R'z: a2 Rz
b. X'z: t Xz
c. I'z:Iz/a
d. E'2: aE2:E1
e. Y'2:4Y2
f. Z't= * Zr

(2-21)

l9

Klffi*

Mesin-mesin Listrik PSTE-SiJ|T3/D3


Rangkaian ekivalen pendekatan seperti pada gamb
ar 2.17 tersebut masih
dapat disederhanakan bila arus beban noi (ie) cukup
kecil, sehingga dapat
diabaikan, dan gambar seperti gambar 2.19 berikut:
7.t

Gambar 2.19 R_angkaian ekivaien perrciekaian

Parameter rangkaian tiansformator seperti gambar


2.r9 tersebut akan
mengikuti persamarin berikut:

a)

Resistansi ekivalen transformator berdasarkan sisi primer:

&r-Ri+P.'z:Rr+a2Rz

b)

Reaictansi ekivalen tra:rsformator berdasarkan sisi


sekuncer:

)Gr:Xl *X'z:Xr+iXz

c)

R'i. + j

X'L:

u2

R, +1 * X,

(2-2s)

(x et+ x L)2

(2-26)

Arus primer:

\=4=+
(R

(2-24)

Impedansi beban berdasarkan sisi primer:

Z'L:
e)

(2-23)

impedansi ekivalen transformator berdasarkan sisi primer:

Zer:&r+j&r
d)

(2-22)

t+

a2 R L)2 +

Regulasi trafo berdasarkansisi primer:

Regulasi.

= Y*

sebaliknya

7000/o

bila parameter rangkaian transformator

(2-27)
dipindahkan

berdasarkan sisi sekunder, akan mengikuti persamaan berikut:

a)

Resistansi ekivalen transformator berdasarkan sisi sekunder:

n"

@4'Xr

Modul Ajar Mesin-mesin Listrik PSTE-SMT3,'D3

Rez=Rl+R2-ft+nz
b)

Reaktansi hansformator berdasarka:r sisi sekunder:

= Xi+ Xz - ft+

Xer

c)

(2-28)

xz

(2-2e)

Impedansi transformator berdasarkan sisi sekunder:

Zez=Rez+jX"2

d)

Tegangan masukan (input) berdasarkan sisi sekunder:

tr,
J1

e)

(2-30)

to.4-

vt

(2-3t)

Arus masukan (input) berdasarkan sisi sekunder:

r:-L-\

(2-32)

LLa

Regulasi transformator berdasarkan sisi sekunder:


[Link].

"v.
- T

(2-33)

xL00o/o

ContoM:
Se-bnah tsnsformator 50
Cr;

KVA,

44A{)1220

volt rnempunyai

Xl : 5,2 {2 danX2: 0,015 Cf. Hitunglah konstanta


a) Tahanan ekivalen primer sebagai referensi.
b) Tahanan ekivalen [Link] sebagai referensi.
c) Reaktansi ekivalen primer sebagai referensi,
d) Reaktansi ekivalen sekunder sebagai referensi.
e) Impedansi ekivalen primer sebagai referensi.

Impedansi ekivalen sekunder sebagai referensi.

g)

Rugi tembaga (Cu) total.

R1 -- 3,45

Q; R2

: 0,009

transfonnator:

Jawab:

" v\ 4400
,=E=m=ro
a) &i

= R1 + a1R2

= 3,45 + 202. o,oo9

:7,05 Q

b) R"z:

R2

.t R1/a2

: 0,009 + 3,451202
:0,

0176 C)

2l

wffi

Atau:
R"2 = fu1/a2

= 7,051202
= 0,0176
c)

C)

)Lr=Xr+*Xz
= 5,2 + 202 . 0,015

:11,2 Q

Xz+X.l/i

d) Xe2 =

:0,015 + 5,2/2A2
:0,028 Q
Atau:
)Lz =

X"t/i

ll,2/2C2

= 0.028 Q

Zer=

ffi
7,A52

+ tt,22

:13.23 Q

Zez=

m
0,0t762 + a,0282

= 0,0331O
Atau:

2.,

zez-E
a,

13,23
zoz

= 0,0331J}
Arus primer beban penuh adalah:

(/t)op KVA v7trof o Ampere


_

S0.O0OVoII Ampere

4400Volt

= It,36 Ampere
Arus sekunder beban penuh adalah:

WI

Modul Ajar lvlesin-mesin Listrik PSTE-SMT3/D3

(tilap

KVA tref

Ampere

V2

5O,OOO

Volt Ampere

220 Volt

227 Ampere

Rugi tembaga (Psu): (Ir)2Rr + (I2)2R2

: (71,262 x 3,45) + (2272 x 0,009)


: 910 watt
Atau:

(Pcu):

(Ir)up2R"r

:11,362 x 7,05

:910 watt
Atau:

(Pcu):

(Iz)up2R.z

= 2272 x 0,0175

:910 watt
2.4.

arameter Transform ator

Besaran-besaran trafo yang ierdapat dalam model rangkaian ekivalen yaitu R",

Xr, &,

dan

)L

eiapat ditenrukan besar-nya cengan dua macam pengukuran, yaitu:

2.4,1. Pengujian Tanpa Beban


Pada pengukuran Eafo tanpa beban, kumparan trafo yang bekerja sebagai

tegangan rendah berfungsi sebagai kumparan primer sedangkan kumparan trafo

yang bekerja sebagai tegangan tinggi berfungsi sebagai kumparan sekunder


(perhatikan Gambar 2.20).

"fl

Gambar 2.20Pengqian tansfonnator tanpa beban

23
ffi4sq

ar Mesin-mesin Listrik PSTE-SMT3iD3

Dari pengujian transforrnator tanpa beban akan diperoleh nilai


voitmeter, I0 dari amperemeter dan P0 dari wattmeter. Niiai

&

dan

Vl dari

X, dapat dicari

berdasarkan rumus-rumus berikut:

Po=Vr'1s'cos0

R-=t" I,

(2-34)

vl

(2-3s)

I6.cos0

v
trm
--Y:,^- - ,"ttri
V1

(2-36)

Rangkaian ekivalen akibat rugi inti besi dapat digambarkan seperti berikut:
Io

Gambar 2.21 Rangkaian ekivalen tansformator tanpa beban

2.4.2. Pengujian Hubung Singkar


Pada peng;icuran

ini, yang

dihubung singkat adalah kumparan yang

meinpunyai tegangan rendah (perhatikan Gambar 2.22).

Low
Side

ambar 2.22

engujian hubung singkat

Dari pengujian hubung singkat transformator akan diperoleh nilai V,, dari
voltmeter, I.c dari amperemeter dan Pt' dari rnattmeter. Nilai R. dan X. dapat
dicari berdasarkan rumus-rumus berikut:

R"=#

(2-37)

24
#sg]F6g

Modul Ajar Mesin-mesin Listrik PSTE-SMT3/D3

z -vt,
" I t, - Re + jxe

(2-38)

xe-

(2-3e)

z3-R3

Contoh 3:
Pengujian transformator satu fasa 200/400 volt, 50Hz mlnghasilkan data-data
sebagai berikut:

Pengujian tanpa beban: 200 volt; 0,7 A;70 W, pada sisi TR


Pengujian hubung singkat: l5 volt; 10 A; 85 W, pada sisi TT.
Buatlah rangkaian ekival en transformator tersebut.

Jawab:
Dari pengujian tanpa beban:

Po: Vr Is cos 0
70 :200 x 0,7 xcos 0 -+ cos 0 = 0,5
sin 0 :0,866

I.: ic ccs 0 : ,j,7 x 0,5 :0,35 A


In':

Io sin

0:

0,7 x 0,866:0,606 A

R": Vrit :20010,35:571,4 {)

X6:

V1/I, :20010,606:330

C)

Dari pengujian hubrurg singkat:

Dalam pengujian

ini alat-alat ukur

ditempatkair pada sisi sekunder, yakni sisi

tegangan tinggi (TT) dan belitan sisi tegangan rendah (TR) atau primer dihubung
singkat, sehingga:

Z"z=Yrilr, = l5l10:
a:'J1N2:2001400:

&2: Pr/(I,.)2:
Xez=

1,5 O

0,5

85/(10)2:0,85 O

W-@,zy - TF--@ry

-r,23a

Selanjutnya besaran ekivalen dibawa ke belitan primer:

&r :

a2

)Lr = f

:0,21 {)

&z:

(0,5)2 x 0,85

&r:

(0,5)2 x 7,23 = 0,31

f)

Sehingga rangkaian ekivalen transformator dengan primer sebagai referensi dapat


digambarkan sebagai berikut:

25
sffi{.s*i,&i

Modul Ajar Mesin-mesin Lisirik PSTE-SMT3iDS

F.e1

Xe1

571,4 oh

Gambar 2.23 Rangkaian ekivalen transformator (Brimer sebagai referensi)

2.5. Pengaturan Tegangan


Pengaturan tegangan suatu transformator adalah penrbahan tegangan sekunder

antara beban

noi dan beban penuh pada suaru faictur kerja tertentu,

Cengan

tegangan primer konstan.

Pengaturan tegangan (VR) =w

x !00o/o

(2-40)

2.6. Polaritas Transf,ormator

Arah atau cara melilit kumparan pada sebuah transformator menenhlkan arah
tegangan induksi yang dibangkitkan. Arah tegangan induksi
po

ini dikenai

sebagai

laritas transform ator.

Bila kumparan primer (dengan cara melilit seperti ditunjukkan pada gambar

2.24), yang merupakan kumparan tegangan tinggi diberi tegangan, akan


menghasilkan arah tegangan induksi seperti ditunjukkan oleh masing-masing anak
panah. Artinya termina! Tr(+) mempunyai polaritas yang sama dengan terminal

Rr(+), sedangkan T2(-) mempunyai polaritas yang sruna dengan RzG). Bentuk
polaritas seperti ini dikenal dengan polaritas pengurangan.

26
ffiEH

Mesin-mesin Listrik PSTE-SMT3iD3

fl

Gambar 2.24 p olaitas pengurangan paCa


transformator
Bila polaritas Tr(+) = Rz(+) dan T2(-) Rr(-),
berarti cara merilit kumparan
tegangan rendah RrRz adalah sebaliknya
dari garnbar 2.24. tiubrmgan krrmpara'
semacam ini disebut poiaritas penjumlahan.

untuk

mengetahui apakah suatu transformator


mempunyai poraritas

pengurangan atau penjumlahan, dilakukan


peng [Link] sebagai berikut :
Buatlah rangkaian seperti pada garnabr 2.24
dan berilah masukan tegangan pada
kumparan tegangan tinggi sesrni tegangaR
norninalnya.
I-Ikuriah tegangan terminal

Vl,V2daii V3.

Vl disebut polaritas pengurangail


V3 > Vl disebut polaritas penjumlahan

Maka bila: V3 <

2.7. Efisiensi Transformator

Efisiensi dari setiap peralatan alam bidang teknik


adalah daya keluaran dibagi
dengan daya masukan, dapat dinyatakan dara-,n
persen (%) denganpersamiurn:

Eflsienst

q = ffix700o/o

Q-4t)

Dari pengujian beban nol dan pengujian hubung


singkat didapatkan rugi total
pada transformator sehin g ga:

Dayamasukan = Daya keluaran

Rugi

(2-42)

Dengan demikian efisiensi transformator berdasarkan


rugi-rugi yang acia:

Efi,sienst

Rusi
q -Davamastkanx111o/o
Dayamantkan

(2-43)

27

ffieE

Modul Ajar Mesin-mesin Listrik PSTE-SMT3iD3


atau,

[Link]

Rugi
q = 1- DatamasTLkan

x ffiA%

(2-44)

atau,

Efisienst

- Dlv?ketuarat\'x100%
n - Doyokeluaran
+ Rugi

(2-45)

Daya keluaran transformator dalam besaran watt:


Po

t/2

12

cos 02

(2-46)

Rugi-rugi transformator:

a. Rugi inti besi (Pi): Ps, dari pengujian tanpa beban.


b. Rugi tembaga (P.u) : (iz)z &2, dari pengujian hubrurg singkat.
Berdasarkan daya keluaran dan rugi-rugi, maka efisiensi transformator adalah:

[Link]. Tl
'

v2'I2.cos02+e6rl4rx

-Ulti?*r

I0Ao/o

(-2-47)

Pada transformator komenial dikenal efisiensi sepanjang hari atau efisiensi


cpeiasicnai selanra 21jan dengan persainaan:

qail-day-ffix7ooo/a

(2-48)

Contoh 4:
Suatu transformator satu

primer

lfl

'sasU

25 KVA, 2200/220 Voit mempunyai resistansi

dan resistansi sekunder 0.01C). Hitung efisiensi pada waktu beban

penuh dengan fbktor daya 0,8, jika rugi inti dari transformator sama dengan 80%
dari rugi iembaga pada waictu beban penuh!

Jawab:

a:2200/220: l0
&.,: R2 * R1/a2

&z:

0,01 +

(l/100):0,02 Q

Arus beban sekunder lz:25A00/220

P.u:

I22

&z

(113,6)2

Rugi inti Pi:80olo


Rugi total

113,6

x 0,02:258 W

x258:206,4W

:258 + 206,4:

464,4W

Dayaoutput Po: Vz Iz cos 0z=25 x 0,8 KW

:20.000 W
Ef isiensi

n = ffix

l}Ao/o = 97,7o/o

"2S
ffiligfdl

"

Mesin-mesin Lisirik PSTE-SMT3iD3


2.8. Kerja Paralei Transformator
Pertambahan beban pada suatu saat menghendaki adan1.'a kerja paralei di
antara transformator. Tujuan utama kerja paralel adalah agar beban yang dipikul

sebanding dengan kemapuanrKvA masing-masing transformator, hingga tidak


terjadi pembebanan lebih dan pemanasan lebih.
I.'

total

l',

. 'rO

l, total

Gambar 2.25 Ke4a pa,*alel transformator

Unhrk maksud di atas diperlukan beberapa syaiat:

l.

Perbandingan tegangan harus sama.

2.
3.
4.

Polariias transformator harus sama.


Tegangan impedansi pada keadaan beban penuh harus sama.

Perbandingan reaktansi terhadap tahzuran sebaiknya sarna.

2.9. Transformator Tiga Fasa


Transformator 3 phasa digunakan untuk sistem lishik berdaya besar, baik pada
sistem pembangkitan, transmisi maupun distribusi. Transformator 3 phasa yang
umnm kita lihat pada gardu distribusi daya250 KVA sampai 630 KVA berbentuk

persegi (gambar 2.26).

Inti trafo berbentuk E-I

sekunder pada ketiga kaki

dengan belitan primer dan

inti trafo. Terminal tegangan tinggi (primer) rampak

dari isolator yang panjang. Terminal tegangan rendah (sekunder) dengan terminal

lebih pendek. Trafo ditempatkan dalam ruman trafo yang diisi dengan minyak
trafo yang berfirngsi sebagai pendingin sekaligus isolasi. Secara berkala minyak

hafo diganti. Pendinginan rumah trafo disempurnakan dengan dipasang sirip


pendingin agar panas mudah diserap oleh udara luar.

29
*Fials*s6

Modul Ajar Mesin-mesin Listrik PSTE-SMT3/D3

tr'>[Link] l-!:)

Gambar 2.26Benn/r. fisik Transforrnator tiga phasa

Trafo 3 phasa bisa dibangun Cari dua buah trafo safrr phasa atau tiga buah
trafo satu phasa. Unhrk trafo 3 phasa berukuran berciaya besar, dibarrg'.in
dari tiga
buah trafo satu phasa, tujuannya jika ada sala-h satu phasa yang rusak/ terbakar,
maka trafo yg rusak tersebut dnpat diganti dengan cepat dan praktis.

Trafo 3 phasa memiliki enam belitan (gambar 2.27). Tiga belitan primer dan
tiga belitan sekunder. Belitan primer diberikan nomor awal l, belitan lul
lU2

artinya belitan primer phasa U. Beiitan sekunder diberikan notasi nomor aw4i Z,
misalnya 2Y2 - 2Vl, artinya belitan sekunder phasa v. Belitan primer atau
sekunder dapat dihubungkan secara Bintang atau hubun gan segitiga.

Belilan
inpul
1U2

2u2

Bet*an

out'Ur
zul

2v2

2w2

I ?v1l 2w1l

Gambar 2.27 Belitanprimer dan sekunder trafo tiga phasa

30

Modul Ajar Mesin-mesin Lisirik PSTE-SMT3/D3

2.9.1. Konstruksi Inti Transiormator Tiga Fasa


Bahan inti trafo 3 phasa dari bahan piat tipis fbrrcrnagnetis yang diturnpuk

dengan ketebalan tertentu. Plat

tipis dimaksudkan untuk menekan rugi-rugi

histerisis dan arus edy pada batas minimal. Ada beberapa tipe inti trafo 3 phasa
tampak pada gambat 2.28. Tipe U-I terdiri dari tiga inti yang dipasangkan sudut

menyudut 120" (gambar 2.28a). Tipe U terdiri atas tiga inti U dipasang sudut
mennrdut 120' (gambar 2.28b). Tipe menyudut ini dipakai untuk trafo 3 phasa
yang dipasang pada tabung bulat untuk trafa outdoor yang dipasang pada tiang
jaringan distribusi. Tipe E-I yang banyak dipakai, tiap kaki terdapat belitan primer
dan sekunder masing-masing phasa (gambar 2.28c). Tipe jenis ini banyak dipakai

untuk daya kecil, sedang sampai daya besar. [Link] tiga buah trafo satu phasa
yang digabungkan, bisa menjadi trafo tiga phasa.

(b)

(c)

Gambar 2.28 Konstruksi inti trafo tiga phasa

2.9.2. Ifubungan Belitan Transformator 3 Fasa


Ada dua metoda hubungan belitan primer dan belitan sekunder. Pertama
hubungan bintang, kedua hubungan segitiga. Pada gambar 2.29, baik belitan

primer dan sekunder dihubungkan secara bintang. Belitan primer terminal

lU, lV

dan lW dihubungkan dengan supply tegangan 3 phasa. Belitan sekunder terminal

2U,2',/

dan 2W disambungkan dengan sisi beban. Hubungan beiitan segitiga baik

pada belitan primer maupun belitan sekunder (gambar 2.30). pa<ia hubungan
bintang tidak ada titik netral, yang diperoleh ketiganya merupakan tegangan line
ke line, yaitu

Ll, L2 danL3.

31

gffiE

Modul Ajai' Mesin-mesin Listrik PSTE-SMT3/D3

2U

1U 1V

)\/

LY

?Vt

lW

Gambar 2.29 Trafo tiga phasa belitan primer dan sekunder hubungan segitiga

2U ?V

1ti

1\/
lv

2W

1\rl

Gambar 230 Trafo tiga phasa belitan primer dan sekunder hubungan bintang

(yj

2,9.3. Angka Jam Belitan Transformator Tiga Fasa


Seperti telah diuraikan pada pembahasan sebelumny4 vektor tegangan
primer dan sekunder dapat dibuat searah atau berlawanan dengan rnengubah cara

melilit kurnparan. Pada transfonnator 3 fasa, arah iegangan akan menimbulkan


perbedaan fasa. Arah dan besar perbe<iaan fasa tersebut mengakibatkan
adanya
berbagai kelompok hubrmgan pada transformator.
Perbedaan phasa dapat diatur dengan metoda aturan hubungan

jam belitan

transforrrator. Satu putaran jam dibagi dalam 12 bagian, jika satu siklus sinusoida
360o, maka setiap jam berbeda phasa 3a" (369"112). Belitan trafo DdO (Gambar

2.31a), memrnjukkan huruf


(segitiga), huruf

pertama belitan primer dalam hubungan delta

d kedua belitan

sekunder hubungan delta (segitiga), angka 0

menunjukkan beda phasa tegangan primer-sekunder 0o. Belitan trafo Dy5 (gambar

2.31b), menunjukkan belitan primer dalam hubungan delta (segitiga), belitan


sekunder y (bintang), beda phasa antarategangan primer-sekunder 5 x 30" : 150".

32
ffifiE8

Mesin-mesin Listrik PSTE-S|v1T3/D3

il

lr

',
,.,'

.,'tit

rt"-)

ir

:
''

i/
'ri.
\l'

.,L

ts:\.

f,--,

,,''
t!

'

' i

,.,

l;f

."1

'tsI
''. 1l.l
a:,,=

!:

'',-.

'\,'
:

.v,,j'

>

.''!

,. ,.,r.,
r,

' wl'

r.,.'
;r

.._ .,,,,.i

Gambar 2.31 Vektor kelompok jam pada hafo 3 phasa

Belitan transtbrmator Dy-l1 (gambar 2.31c), menunjukkan belitan primer


dalam hubungan delta (segitiga), belitan sekunder y (bintang), beda phasa antaftl
tegangan primer-sekunder I I x 30"

2.10.

330".

Transformaio:- Pengukuran

Untuk pengukuran tegangan dan arus yang besar diperlukan trafo pengukwan.
Tujuannya unhik menyesuikan besaran pengukuran dengan kemampuan alat

ukur, disamping untuk keamanan mzmusia. Pemakaian trafo pengukuran tidak


hanya unfuk voitmeter, ampermeter, kiVhmeter saja, tetapi unfuk mengoperasikan
berbagai peralatan kontrol relai tegangan, relai arus, relai bimetal, dan sebagainya.

2.10.1. Transformator Tegangan

Panel distribusi dengan tegangan menengah 20

KV atau panel

tegangan

tinggi 150 KV menggunakan trafo penguicuran tegangan (Potential Transformer

PT), untuk memrnrnkan tegangarr 150 KV atau20 KV menjadi 100

v.

urrtuk pengukuran tegangan 20 KV sistem tiga phasa, diggnakan trafo


tegangan PT dengan ratio 20KV/100 v (gambar 2.32). Bagian primer trafo
tegangan terminal
dengan jalajala

Ll

l.l

dan 1.2 dipasang pengaman dua sekering yang terhubung

dan L2. Bagian sekunder trafo tegangan, termin al 2.1 dan 2.2

dihubungkan dengan voltmeter dengan batas ukur 100

v.

Terminal

2.1

dipasangkan sebuah sekering pengaman, terminal 2.2 dihubrurgkan dengan bumi

,t-

JJ
r31g4f&

iviodul Ajar Mesin-mesin Listrik PSTE-SMT3ID3

sebagai pengaman bahaya tegangan sentuh

iika terjadi

gangguan pada trafo

tegangan.

i I l^.,,r..;r

2i)

rV

;'slla

:n

r,in

Gambar 2.32 Pengukuran dengan trafo regangan (pT)


2.10.2. Transformator Arus

Lintuk penguk'aran arus beban vang besar digunakan trafo pengukuran arus
(Current Trensfarmer : Cl). Trafo cr iipasang pada jala-jala seoeni
B?mbai
2.33 dengan teiminal

menghadap sisi suplai daya, dan terminal

L menghadap

sisi beban. Terminal K harus dihubungkan dengan bumi untuk mengamankan dari

jika ada gangguan kerusakan cr. Ampermeter


yang digunakan memilikj batas ukur I A atau 5 A dengan skala pengukgran sesuai
tegangan sentuh yang berbahaya

kebutuhan. Yang perlu diperhatikan ratio arus primer dan arus sekunder trafo CT
(CT ratio 300 A/5 A,\. Jika terjadi kerusakan pada alat ukur atau alat kontrol yang
dihubungkan dengan trafo pengukuran arus CT, maka sisi sekunder trafo arus
harus dihubung singkatkan. Jika tidak akan berbahaya karena akan menimbulkan
tegangan induksi yang sangat tinggi dan berbahaya.

Gambar 2.33 Pengukuran dengan trafo arus

Trafo arus dalam bentuk port;abel untuk kebutuhan pemeriksaan

atau

pemeliharaan dipakai jenis tang amper dengan sisem digital gambar 2.34. Cara

34

!ffiia+6

tulodu I Ajar

Mesin-mesin Listrik pSTE-Sfu,!T3/D3

penggunaannya sangat [Link], tekan tang amper rnasukkan


ke salah satu kaoel
phasa yang akan diukru, p-,nksa batas ukurnya dan penunjukan
amper terbaca
secara digital. Tang amper juga dapat mengukur daya listrik
KW_ meter dengan
menghubungkan kabel clip-on tegangan ke phasa R, s, T
dan N. Tang amper
sangat bermanfaat untuk mengukur arus beban tiap{iap phasa
unhrk mengetahui
keseimbangan arus. Arus beban yang tidak seimbang berpotensi
merusak aiat
listrik- Dengan metode tertentu tang amper bisa digunakan untuk melacak jika
terjadi pencurian lisfik yang disengaja.

Gambar

234 Aplikasi trafo

arus sebagai meterportabei

Soal-soal latihan
Jawablah pertcnyaan-pertanyaan berikut dengan singkat dan tepat!.

1.

Apa kegunaan dari transformator?

2. Jelaskan prinsip kerja transformator!


3. Jelaskan apa yang dimaksud dengan transformator ideal!
4. Jelaskan kondisi transformator secara praktis!
5. Gambar dan jelaskan rangkaian ekivalen transformator!
6. Mengapa transformator perlu di uji?

Jelaskan metode pengujian transformator!

7.

Jelaskan apa yang dimaksud dengan efisiensi dari transformator!

8.

Suatu transformator satu fasa 50 Hz dipergunakan untuk menunrnkan


tegangan

da'i 2200 volt menjadi 250 volt. Luas penampang inti 36 cm2 dan kerapatan
fluks maksimurn 6Wblm2. Hitung banyaknya lilitan primer dan sekrinder!

35
ffiB3FHlI

Modui,Ajar Mesin-mesin Lisirik PSTE-SMT3ID3

9. suatu transformator safir fasa 23a01230 vclt, 15 KVA dengan data pengujian
hubug singkat: 45,T vol,t;6,52 ampere; 170 watt. Alat ukur di sisi TT.
Hitung:
Resistansi, reaktansi, dan impedansi ekivalen berdasarkan sisi tegangan

tinggi

maupun sisi tegangan rendah.

10. sebuah hansformator satu fasa 2200/220 vort, 50 Hz. Dilakukan pengujian
sehingga diperoleh tahanan primer dan sekunder berturut-hrrut: 6

o,

reaktansi primer dan sekurder berhrrut-turut: 5

dan 0,06

dan 0,05 cl. Data dari

pengujian tanpa beban: 220 volt, I ampere, 100 watt.


Tentukan:

a. Rangkaian ekivalen transformator.


b. Efisiensi pada beban penuh dengan faktor daya 0,g lagging.

35
&esffis

Anda mungkin juga menyukai