BAB 1
Pendahuluan
Matlab merupakan sebuah singkatan dari Matrix Laboratory, yang
pertama kali dikenalkan oleh University of New Mexico dan University of
Stanford pada tahun 1970. software ini pertama kali memang
digunakan untuk keperluan analisis numerik, aljabar linier dan teori
tentang matriks. Saat ini, kemampuan dan fitur yang dimiliki oleh
Matlab sudah jauh lebih lengkap dengan ditambahkannya toolboxtoolbox yang sangat luar biasa. Beberapa manfaat yang didapatkan dari
Matlab antara lain:
Perhitungan Matematika
Komputasi numerik
Simulasi dan pemodelan
Visualisasi dan analisis data
Pembuatan grafik untuk keperluan sains dan teknik
Pengembangan aplikasi, misalnya dengan memanfaatkan GUI. Matlab
dapat dipadang sebagai sebuah kalkulator dengan fitur
yang lengkap. Kita pernah menggunakan kalkulator dengan degan
fasilitas minimal, misalnya hanya terdapat fasilitas penambahan,
pengurangan perkalian dan pembagian. Kalkulator yang lebih lengkap
lagi adalah kalkulator scientific dimana fasilitas yang diberikan tidak
hanya yang disebutkan di atas, melainkan sudah ada fungsi-fungsi
trigonometri, bilangan kompleks, akar kuadrat dan logaritma. Nah,
Matlab mirip dengan kalkulator tersebut, tetapi dengan fitur-fitur yang
lengkap diantaranya dapat digunakan untuk memprogram, aplikasi
berbasis GUI dan lengkap dengan toolbox yang dapat dimanfaatkan
untuk memecahkan masalah sains dan teknik.
Dokumentasi Matlab
Matlab memberikan kemudahan bagi para pengguna untuk
Modul Pemrograman Komputer
1
menemukan bantuan sehubungan dengan semua fasilitas yang
diberikan oleh Matlab. Misalnya, bantuan tentang bagaimana memulai
Matlab pertama kali, trik pemrograman, membuat grafik 2 dan 3
dimensi, menggunakan tool akuisisi data, pengolahan sinyal,
penyelesaian persamaan diferensial parsial.
Untuk memperoleh bantuan tersebut, kita dapat memilih MATLAB
Menu dari menu Help. Untuk bantuan tentang Matlab sendiri, dibagi
atas beberapa bagian antara lain
Development Environment, bagian ini akan memberikan informasi
yang lengkap mengenai desktop dari Matlab.
Mathematics, bagian yang menjelaskan bagaimana menggunakan fitur
yang dimiliki oleh Matlab untuk dalam mengolah data matematis dan
statistik. Isi dalam bantuan ini dicakup antara lain: Matrks dan aljabar
linier, polinomial dan interpolasi, analisis data dan statistik, fungsi
function, matriks jarang (sparse matrix).
Programming and data type, bagian ini menjelaskan bagaimana
membuat script dan fungsi dengan menggunakan Matlab. Bantuan ini
mencakup pemrograman M-File, larik, larik multidimensi, optimalisai
performance Matlab, tip pemrograman Matlab.
Graphics, bagian ini menjelaskan tentang bagaimana membuat atau
mengeplot grafik dari data yang kita miliki. Yang termasuk dalam
bagian ini antara lain, dasar-dasar pengeplotan, format grafik,
membuat grafik khusus misalnya grafik dalam bentuk
Modul Pemrograman Komputer 2
bar, histogram, contour dan lain-lain
3-D Visualization, bagian ini menjelaskan dengan tuntas bagaimana
menampilkan data yang kita miliki dalam grafik 3 dimensi, termasuk
didalamnya membuat grafik 3D, menentukan tampilan objek,
transparansi objek, lighting dan lain-lain.
Creating Graphical User Interfaces, bagian ini menjelaskan
bagaimana kita dapat membuat GUI (Graphical User Interface) berbasis
Matlab.
Disamping bagian-bagian yang sudah disebutkan di atas, disini juga
disertakan beberapa bagian tambahan yang ikut melengkapi
dokumentasi penjelasan tentang Matlab, diantaranya function-By
cattegory, function-Alphabetical List, handle graphic property browser,
external interfaces/API, external interfaces/API references dan lain-lain.
Dibawah ini diperlihatkan bagian online-help yan dapat diakses dengan
cara pilih Menu -> MATLAB Help -> Matlab.
Gambar 1.1 . Daftar bantuan yang disediakan Matlab
Modul Pemrograman Komputer
3
Desktop Matlab
Ketika kita pertama kali menjalankan Matlab, maka tampilan pertama
yang kita temui ini dikenal sebagai Desktop Matlab. Dalam desktop ini
terdapat tool-tool yang berfungsi untuk manajemen file, variabel dan
aplikasi yang berkaitan dengan Matlab. Dibawah ini ditunjukkan
desktop Matlab versi 6.5.
10
11
Gambar 2. Tool yang disertakan pada Matlab 6.5
Keterangan
tool untuk browse direktori aktif. Dari tool ini kita dapat mengeset
direktori mana yang aktif. Direktori aktif berarti bahwa
Modul Pemrograman Komputer 4
direktori inilah yang siap untuk diakses file didalamnya atau tempat
yang siap untuk digunakan sebagai penyimpan data.
Tool yang menampilkan direktori aktif. Dari tool ini kita dapat melihat
direktori mana yang aktif. Sebagai default direktori aktif Matlab adalah
C:\MATLAB6p5\work, jika Matlab diinstal di direktori C:\ , kalau
disimpan di D:\ maka direktori aktif defaultnya D:\MATLAB6p5\work,
begitu juga di E:\ atau dimana saja.
Jendela ini disebut disebut sebagai Command Window. Dari jendela ini
kita dapat memasukkan perintah Matlab. Disamping itu kita juga
dapat menjalankan atau mengeksekusi program yang sudah kita buat
di editor window dan disimpan di direktori aktif.
Tool yang digunakan untuk mendisplay bantuan pada Matlab.
Tool yang dapat digunakan untuk menuju ke Simulink Library
Browser.
Tool untuk membuka file yang ada di direktori aktiv.
Tool untuk membuat file baru dengan format M-File.
Tool untuk mengatur ukuran jendela.
Tool untuk melihat perintah apa saja yang pernah kita jalankan melalui
command window. Tool ini diberi nama command
history.
[Link] untuk mendisplay isi file apa saja yang terdapat di direktori
aktif.
[Link] untuk mendisplay nama variabel, ukuran, bytes dan classnya.
Tool-tool yang sudah disebutkan di atas dapat diatur kemunculannya
melalui menu View. Misalnya, kita tidak menginginkan tampilnya
jendela command history, maka kita kita harus menghilangkan tanda
cek yang ada pada submenu command hstory. Lihat gambar 3.
Modul Pemrograman Komputer 5
Gambar 3. Menonaktifkan jendela command history
BAB 2
Memulai dengan Matlab
Ketika kita pertama kali menjalankan Matlab, maka yang tampil
Modul Pemrograman Komputer
6
adalah Desktop Matlab seperti yang telah disinggung di atas. Diantara
jendela yang yang ada pada desktop Matlab adalah command window.
Di jendela inilah segala macam aktivitas berkaitan dengan perintah
maupun eksekusi program berada. Perintah atau eksekusi program
dapat dilakukan setelah prompt atau tanda >> . Sebagai contoh
x=6;
y=7;
z=x*y
z = 42
Bantuan Matlab
Kadang-kadang, pada saat membuat program komputer kita lupa akan
satu perintah atau belum tahu deskripsi atau pengguanaan dari
perintah tersebut. Nah, disamping kita dapat meminta bantuan lewat
tool bantuan (Help), kita dapat pula meminta bantuan lewat command
window, caranya ketik help perintah_yang dimaksud. Misalnya, kita
ingin tahu bagaimana deskripsi dan cara menggunakan fungsi ode45.
Caranya cukup dengan mengetik
>> help ode45
Gambar 2.1. Mencari bantuan tentang ode45
Pada level dasar Matlab dapat dipandang sebagai sebuah kalkuklator
hitung yang canggih. Contoh
>> Nesya = 8*100; >>NEsya= Nesya/5;
Modul Pemrograman Komputer
7
NESYA=exp(NEsya*3)
clc;
pwd;
who
whos
Pada contoh diatas, variabel Nesya, NEsya, NESYA dipandang sebagai
variabel berbeda. Variabel Nesya tidak sama dengan NEsya tidak sama
pula dengan variabel NESYA. Ini berarti bahwa antara huruf besar
dengan huruf kecil dibedakan. Oleh sebab itu, Matlab adalah case
sensitive.
Operator dasar aritmatik antara lain adalah +, -, *, / da ^. Simbol ^
digunakan untuk menyatakan pangkat, misalnya
a=10
a=
10
a^2 ans =
100
a^3 ans =
1000
1+2*4/3
ans =
3.6667 >> 1+2/4*3 ans =
2.5000
Tetapi, coba kita lihat contoh ke-4 dan ke-5, yaitu bagaimana urutan
operasi pada angka-angka tersebut. Untuk bentuk yang lebih jelas
operasi 1+2*4/3 dapat dituliskan sebagai
1+((2*4)/3) = 1+8/3
1+ 2.667
3.667
Sedangkan operasi 1+2/4*3 dapat dituliskan sebagai 1+2/4*3 =
1+(2/4)*3
Modul Pemrograman Komputer
8
1 + 0.5 *3
2.5000
Jadi, dalam mengeksekusi sebuah operasi matematika, Matlab
mengikuti aturan-aturan sebagai berikut:
Matlab memprioritaskan operasi yang berada di dalam kurung
operasi yang melibatkan operator * dan / (dapat * / atau / *) bekerja
dari kiri ke kanan
operasi matematika yang melibatkan operator + dan (dapat + - atau +) juga bekerja dari kiri ke kanan.
Cara membuat variable
Matlab tidak memerlukan deklarasi variabel atau pernyataan dimensi
pada setiap variabel yang akan digunakan dalam sebuah program
komputer. Variabel dalam Matlab secara otomatis akan dibuat dan
disimpan setiap kali Matlab menemukan nama variabel baru.
Disamping itu, hal yang sangat penting untuk diingat adalah banwa
variabel Matlab bersifat case sensitif, artinya antara huruf besar
dengan huruf kecil dibedakan. Dibawah ini diberikan beberapa aturan
penulisan variabel dalam Matlab,
Variable tidak boleh diawali dengan angka, misalnya 2abc, 45y, 3ok43
Variabel dapat merupakan kombinasi antara huruf dan angka,
misalnya ok45, ok45ok, abc432 dsb
Variabel tidak boleh menggunakan karakter khusus Matlab, misalnya
%, #, - , +, = , dsb. Misalnya %ok, net-cost, %x, @sign dsb.
Hindari memberikan nama variabel dengan nama-nama khusus yang
ada di Matlab, misalnya hindari memberikan nama variabel
dengan nama pi, eps, i, j. Karena pi=22/7, eps= 2
harga
1.
Modul Pemrograman Komputer
9
54
, i dan j memiliki
C. Format penulisan angka
Di dalam Matlab dikenal beberapa format penulisan angka yang kelak
akan sangat berguna. Format penulisan angka dapat diatur
melalui desktop Matlab, caranya pilih menu File > Preferences >
Command Window , kemudian pilih format yang diinginkan.
Gambar 2.2. Mencari bantuan tentang ode45
Secara default, format penulisan angka di Matlab adalah format short
seperti yang dapat dilihat pada gambar 2.2. Untuk mengubah ke
bentuk format penulisan angka yang lain dapat dilakukan dengan
menuliskan perintah
format format_numerik_yang_diinginkan
misalnya
format long
Tabel 1 diberikan contoh perintah untuk mengubah format penulisan
angka yang diinginkan. Ada 8 (delapan) format penulisan angka yang
dikenal dalam Matlab ditambah dengan beberapa perintah untuk
mengubah bentuk real menjadi integer.
Tabel 2.1 Format penulisan angka.
No
perintah
Contoh keluaran
Modul
Pemrograman Komputer
10
1
>> format short
3.1429 ( 4 angka di belakang
koma)
2
>> format long
3.14285714285714
3
>> format short e
3.1429e+000
4
>> format long e
3.142857142857143e+000
5
>> format rational
22/7
6
>> format short g
3.14286
7
>> format long g
3.14285714285714
8
>> format bank
3.14
Beberapa perintah Matlab untuk membulatkan angka antara lain
ceil() : perintah untuk membulatkan angka ke bil integer di atasnya
(arah tak berhingga)
floor(): perintah untuk membulatkan angka ke bil integer di bawahnya
(arah minus tak berhingga)
fix() : perintah untuk membulatkan angka ke bil integer ke atas atau ke
bawah menuju arah nol
round(): perintah untuk membulatkan angka ke bil integer ke arah lebih
dekat.
Perintah tambahan yang berguna untuk pemrograman
1.
clc
: menghapus layar di command window
2.
close all : menghapus semua gambar yang tampil sebelumnya.
3.
clear
: perintah untuk menghapus data di memori Matlab
4.
cd
: perintah untuk mengubah direktori
5.
pwd
: perintah untuk mengetahui kita berada di direktori
mana pada saat ini.
6.
dir
: perintah untuk mengetahui file apa saja yang ada di
current directory
7.
mkdir
: perintah untuk membuat direktori dibawah current
direktori
8.
delete
: perintah untuk menghapus file
9.
who
: menampilkan semua variabel saat ini.
[Link]
: menampilkan semua variabel saat ini bersama
Modul Pemrograman Komputer
11
dengan informasi tentang ukuran, bytes, class dll
[Link]
: menampilkan semua file dengan ekstensi .M (M-File)
[Link] : `perintah untuk mencari file dengan katakunci
D. Menampilkan/Menyembunyikan Output
Kadang-kadang ada alasan tertentu kita ingin menampilkan harga dari
sebuah variabel atau mungkin menyembunyikan saja. Untuk tujuan
itu, kita dapat menggunakan notasi titik koma (semi colon) , contoh
>> x=2.1; y=3*x, z=x*y
=
6.3000
=
13.2300
Perhatikan contoh di atas, bahwa harga variabel x tidak ditampilkan,
sedangkan variabel y dan z ditampilkan. Tentunya kita dapat
memahami, karena setelah variabel x diikuti tanda titik koma,
sedangkan y dan z tidak diikuti titik koma.
E. Fungsi Bawaan Matlab (Built-In Functios) E.1 Fungsi
Trigonometri
Ada beberapa fungsi trigonometri yang kita kenal dalam matematika.
Fungsi-fungsi tersebut masuk ke dalam fungsi bawaan Matlab. Fungsifungsi trigonometri tersebut antara lain: sin(), cos(), tan(), sinh(), cosh(),
tanh(), asin(), acos(), atan(), asinh(), acosh()dan atanh(). Yang penting
untuk diingat bahwa argumen untuk fungsi trigonometri ini adalah
mode radian. Contoh
sin(pi/3),cos(pi/3),tan(pi/3) ans =
0.8660 ans =
0.5000 ans =
1.7321
asin(0.88),acos(0.88),atan(0.88) ans =
Modul Pemrograman Komputer
12
1.0759 ans =
0.4949 ans =
0.7217
sinh(pi/3),cosh(pi/3),tanh(pi/3) ans =
1.2494 ans =
1.6003 ans =
0.7807
asinh(1.22),acosh(1.22),atanh(1.22) ans =
1.0287 ans =
0.6517 ans =
1.1558 + 1.5708i
E.2 Fungsi Dasar Matlab
disamping fungsi trigonometri, fungsi-fungsi dasar juga penting.
Beberapa fungsi dasar tersebut antara abs(), sqrt(), exp(), log(), log10(),
log2(). Untuk lebih jelasnya, lihat tabel dibawah ini
Tabel 2.2 Fungsi dasar Matlab
No
Nama variabel
Keterangan
1
abs()
Menyatakan harga mutlak, misal
2
sqrt()
Menyatakan akar pangkat dua, misal
3
exp()
Menyatakan harga eksponensial, misal e
4
log()
Menyatakan harga ln, misal ln(x)
5
log10()
Menyatakan harga logaritma basis 10, misal
log(x)
6
log2()
Menyatakan harga logaritma basis 2, misal
log x
Contoh
>> z = 3+4i;
Modul Pemrograman Komputer
13
abs(z) ans =
5
a=100;
sqrt(a) ans =
10
log(a) ans =
4.6052
log10(a) ans =
2
log2(a) ans =
6.6439
exp(log10(a)) ans =
7.3891
E.3 Konstanta Khusus Matlab
Di pasal terdahulu kita sudah menyinggung beberapa konstanta
khusus yang mana sebaiknya dihindari untuk didefinisikan kembali
sebagai konstanta. Beberapa konstanta khusus tersebut antara lain
Tabel 2.3 Konstanta khusus
No
Konstanta
Keterangan
1
pi
3.14159265...
2
i
Unit imajiner,
3
j
Sama dengan i
4
eps
Ketelitian relatif floating-point
5
realmin
Bilangan floating-point terkecil
6
realmax
Bilangan floating-point terbesar
7
inf
Bilangan tak hingga
8
NaN
Not-a-Number
Modul Pemrograman Komputer 14
BAB 3
Matriks
A. Macam-Macam Matriks dan Operasi Elementer
Istilah matriks dan array sebenarnya mempunyai arti yang agak
Modul Pemrograman Komputer
15
berbeda. Matriks adalah susunan angka-angka yang membentuk baris
dan kolom hingga bentuknya menjadi dua dimensi, seperti
a
11
12
a
13
A= aa
3121
32 22
23
33
Sedangkan array merupakan bentuk khusus dari matriks karena
bentuknya berupa larik membentuk baris atau kolom, dengan kata lain
array merupakan matriks satu dimensi. Array sering juga disebut
vektor dan bentuknya seperti
A=[a11 a12 a 13 a14 a 15
]
atau
11
21
A= a31
[
a
41
Kemudahan yang luar biasa diberikan oleh Matlab diantaranya adalah
penulisan dan operasi Matlab yang sangat mudah. Lain halnya dengan
bahasa pemrograman murni seperti halnya bahasa C, fortran atau
lainnya yang begitu sulitya melakukan operasi antar matriks. Sekarang
marilah kita menulis matriks misalnya
2
1
12
A= 54
12
41
Matriks seperti di atas dapat kita tuliskan dengan cara >> A=[ 2 1 12; 4
2 -1; 5 12 4]
atau
>> A=[ 2, 1, 12; 4, 2, -1; 5, 12, 4]
Jadi, antara elemen satu dengan elemen yang lain dalam satu baris
Modul Pemrograman Komputer
16
dapat dipisahkan dengan spasi atau tanda koma (, )Sedangkan tanda
semikolon (titik koma) digunakan untuk memisahkan antara baris satu
dengan baris lainnya.
Untuk mengakses salah satu elemen dalam matriks A dapat dilakukan
dengan perintah A(elemen_baris_ke, elemen_kolom_ke).
Contoh, misalnya elemen pada baris pertama dan kolom ketiga yang
berharga 12 akan dikalikan dengan 11, maka perintah yang dapat
dilakukan adalah
>> A(1,3)*11
Matlab memiliki banyak fungsi untuk mencreate matriks, antara
lain
Untuk membuat matriks simetri secara otomatis, Matlab memiliki
fungsi pascal()
pascal(4) ans =
1 1 1
2 3 4
3 6 10
4 10 20
Untuk membuat matriks tak simetri, Matlab memiliki fungsi magic().
>> magic(4) ans =
16
2
3
13
5
11
10
8
9
7
6
12
4
14
15
1
Untuk membuat matriks yang mana elemen-elemennya bilangan
random dalam ranah
0 x 1
dapat dibuat dengan fungsi
rand(baris,kolom). Sedangkan apabila kita menginginkan
Modul Pemrograman Komputer 17
0 x a
elemen-elemennya berada dalam ranah
, maka fungsi
pembangkitannya berbentuk a*rand(baris,kolom). Satu lagi,
elemen-elemen fungsi tadi semuanya bertipe real, kalau kita
menginginkan bertipe integer maka haru ditambahi fungsi
round(), ceil(), fix() atau floor(). Lihat contoh
>> 0.4660
ra
nd
0.5252
(3, 0.8381
4)
0.4451
0.4186
0.2026
an
s
=
0.0196
>> 10*rand(3,4)
ans =
0.
01
53
0.
93 6.8128
18
5.0281
0.
84 3.0462
62 6.8222
0.
67
3.7948
21 7.0947
0.
74
68
1.8965
3.0276
8.3180
4.
28
89
1.
93 9
43 9
5.
41
67
>>
ro
u
nd
(1
0*
ra
4
6
8
7
nd
(3,
4))
>> ceil(10*rand(3,4))
an
s
=
ans =
4
3
Vektor kolom adalah bentuk matriks dengan orde
baris merupakan bentuk matriks orde
adalah matriks orde
11
. Pernyataan
u =[1,2,3 ]
v =[ 2 ; 3 ; 4 ]
Modul Pemrograman Komputer 18
1n
n 1
, vektor
, sedangkan skalar
s=10
menghasilkan vektor baris, vektor kolom dan sekalar.
u=
1
2 3
v=
2
3
4
s = 10
Penambahan dan Pengurangan. Operasi penambahan dan
pengurangan dua buah matrika atau lebih dapat dilakukan apabila
matriks pesertanya adalah seorde.
>> x=pascal(4);
y=magic(4);
z1=x+y
z1 =
17
3
4
14
6
13
13
12
10
10
12
22
5
18
25
21
>> z2=x-y
z2 =
-15
-1
-2
-12
-4
-9
-7
-4
-8
-4
0
-2
-3 -10 -5 19
Apabila matriks pesertanya tidak seorde, maka akan terjadi pesan
kesalahan
>> x=pascal(4);
y=magic(3);
z1=x+y
Modul Pemrograman Komputer
19
??? Error using ==> +
Matrix dimensions must agree.
6. Perkalian vektor. Misalkan kita memiliki dua buah vektor u =[1,2,3 ]
dan v =[ 2 ; 3 ; 4 ] , perkalian vektor u dan v tersebut dapat menghasilkan
skalar maupun vektor. Untuk memperoleh hasil skalar maka
sedangkan untuk memperoleh hasil berbentuk matriks
u=[1,2,3];
v=[2;3;4];
u*v
ans =
20
>> v*u
ans =
v u
uv
2
4
6
3
6
9
8 12
Transpose matriks. Transpose matriks berarti menukarkan elemenelemen matriks yang berada pada baris i ke kolom j atau
dapat dinyatakan dalam notasi ATij = A ji . Matlab hanya membutuhkan
tanda apostrop (') untuk melakukan transpose matriks A.
>> z=v*u
z=
2
4
6
3
6
9
4
8
12
>> z'
ans =
2
3
4
Modul Pemrograman Komputer
20
4
6
8
6
9
12
Tetapi hati-hati apabila vektor atau matriks yang kita miliki adalah
kompleks artinya bahwa elemen-elemennya bahwa elemenelemennya merupkan bilangan kompleks. Hal ini karena
penambahan apostrop saja berarti kita melakukan transpose
konjugat kompleks matriks/vektor tersebut. Sedangkan, kalau kita
hanya ingin melakukan transpose saja, maka perlu digunakan tanda
titik dikuti tanda apostrop ( .' )
>> A=[2i+1,i-2,2;i+2,3,3i-5;2,3i+1,3]
1.0000 + 2.0000i -2.0000 + 1.0000i 2.0000
2.0000
+ 1.0000i
3.0000
-5.0000 + 3.0000i
2.0000
1.0000 + 3.0000i
3.0000
>> A'
ans =
1.0000
- 2.0000i
2.0000 - 1.0000i
2.0000
-2.0000 - 1.0000i 3.0000
1.0000 - 3.0000i
2.0000
-5.0000 - 3.0000i
3.0000
>> A.'
ans =
1.0000
+ 2.0000i 2.0000 + 1.0000i
2.0000
-2.0000 + 1.0000i
3.0000
1.0000 + 3.0000i
2.0000
-5.0000 + 3.0000i
3.0000
Perkalian Matriks. Masalah matriks memang banyak digunakan
dalam penyelesaian kasus matematika. Persamaan linier simultan
merupakan salah satu masalah yang dapat dipecahkan dengan
matriks. Perkalian matriks sendiri membutuhkan syarat yakni
jumlah kolom matriks kiri harus samadengan jumlah baris
Modul Pemrograman Komputer 21
matriks kanan. Oleh sebab itu, perkalian matriks tidak bersifat
AB BA
komutatif atau
.
>> A=[1,2,3;2,3,4;3,4,5]
A=
1
2
3
2
3
4
3
4
5
>> B=[3,2,1;4,3,2;6,5,4]
B=
3
2
1
4
3
2
6
5
4
>> A*B
ans =
29
23
17
42
33
24
55
43
31
>> B*A
ans =
10
16
22
16
25
34
28
43
58
10. Matriks identitas. Matriks identitas disebut pula matriks satuan.
Sebagaimana operasi perkalian memiliki angka satuan 1, sedemikian
a 1 =a
hingga
, operasi penambahan/ pengurangan
memiliki angka identitas 0, hingga
a 0=a
a 0=a
atau
. Matriks
juga memiliki identitas matriks yang biasa disimbulkan dengan I,
sehingga
AI =IA =A
. Dalam Matlab, untuk membuat matriks
identitas cukup menggunakan fungsi eye(m,n)
>> A=[1,2,3;2,3,4;3,4,5]
Modul Pemrograman Komputer
22
A=
1
2
3
2
3
4
3
4
5
>> I=eye(3)
I=
1
0
0
0
1
0
0
0
1
>> A*I
ans =
1
2
3
2
3
4
3
4
5
>> I*A
ans =
1
2
3
2
3
4
3
4
5
11. Matriksmatriks khusus. Matlab memiliki matriks khusus, yang
mana dua diantaraya sudah disebutkan di atas yaitu rand(m,n) dan
eye(m,n). Disamping kedua matriks tersebut ada lagi matriks khsuus
lainnya yaitu ones(m,n), zeros(m,n) dan randn(m,n)
>> ones(3,4)
ans =
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
>> zeros(3,4)
Modul Pemrograman Komputer
23
ans =
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
>> randn(3,4) ans =
-0.4326 0.2877 1.1892 0.1746 -1.6656 -1.1465 -0.0376 -0.1867 0.1253
1.1909 0.3273 0.7258
BAB 4
Menggambar Grafik Fungsi
A. Membuat Grafik Garis
Peranan grafik dalam bidang sains dan teknik adalah sangat penting.
Grafik dapat digunakan untuk menampilkan hasil suatu hasil
penelitian maupun observasi lapangan. Dengan menampilkan dalam
Modul Pemrograman Komputer
24
sebuah grafik, pembaca akan dengan mudah memahami atau masalah
tertentu. Dapat dibayangkan, misalnya kita memiliki data penelitan
sebanyak 10.000 titik data dan semua data disajikan dalam bentuk
tabel, sudah tentu kita akan pusing dibuatnya. Lain halnya, jika data
tersebut disajikan dalam bentuk grafik, maka dengan mudah kita
dapat memahami hasil penelitian tersebut.
Untuk membuat sebuah grafik garis, fungsi yang kita gunakan adalah
plot. Fungsi ini memiliki bentuk berbeda tergantung pada argumen
input yang kita berikan. Sebagai contoh, misalnya kita memiliki data
dalam bentuk array dan kita simpan dalam vektor y, maka plot(y) akan
ditampilkan grafik elemen-elemen y terhadap indeks elemen-elemen
tersebut. Sedangkan, jika kita menentukan dua argumen x dan y maka
plot(x,y) akan ditampilkan grafik y versus x. contoh
y=10*rand(100,1);
plot(y)
Gambar 4.1 Tampilan grafik y vs indeks y
Jika kita memiliki dua buah argumen x dan y, dimana
y =cos x
0 x 10
maka grafik y vs x dapat dilihat pada gambar 4.2.
x=0:pi/200:10*pi;
y=cos(x);
plot(x,y)
Modul Pemrograman Komputer 25
dan
Gambar 4.2 Tampilan grafik y vs x
Kita juga dapat menggunakan perintah linspace untuk menentukan
domain fungsi, sehingga script di atas dapat dituliskan kembali menjadi
x=linspace(0,10*pi,200);
y=cos(x);
plot(x,y)
Secara umum, penggunaan perintah linspace mempunyai rumus
linspace(awal,akhir, jumlah_langkah)
Kita juga dapat membuat beberapa grafik dalam satu frame. Matlab
secara otomatis akan membedakan grafik-grafik tersebut dengan warna
yang berbeda-beda. Plot tiga grafik dalam satu frame dapat dilihat pada
gambar 4.3
x=linspace(0,2*pi,200);
y1=cos(x); y2=cos(x-0.5); y3=cos(x-1.0); plot(x,y1,x,y2,x,y3)
Modul Pemrograman Komputer 26
Gambar 4.3 Tampilan tiga grafik dalam satu frame x-y.
A.1 Menentukan Jenis Garis dan Jaring
Kita dapat menentukan jenis garis untuk menampilkan grafik yang kita
miliki, misalnya garis putus-putus, titik-titik, kombinasi garis dan titik
dan lain-lain. Sedangkan untuk menampilkan jaring-jaring pada frame,
kita dapat menggunakan perintah grid. Lihat contoh dibawah ini
x=linspace(0,2*pi,200);
y1=cos(x); y2=cos(x-0.5); y3=cos(x-1.0);
plot(x,y1,'-',x,y2,'o',x,y3,':') grid
Modul Pemrograman Komputer 27
Gambar 4.4. Menampilkan grafik dengan style garis berbeda
A.2 Warna, Jenis Garis dan Penanda
Fungsi plot dapat menerima argumen bewujud karakter maupun string
yang menyatakan warna, jenis garis dan penanda. Secara umum,
bentuk umum
plot(x,y,'JenisGaris_Penanda_Warna')
Argumen JenisGaris_Penanda_Warna berbentuk string dan diapit oleh
tanda petik tunggal.
Jenis garis dapat berupa garis putus-putus (dash), titik-tiitk (dot) dan
lain-lain.
Penanda dapat berupa tanda bintang (*), kotak (square), bulatan (o),
diamond, tanda silang (x) dan lain-lain.
Warna dapat berupa merah (r), kuning (y), hijau (g), cian (C), hitam (b)
dan lain-lain.
Sebagai contoh perintah plot(x,y,'-squarer') akan menampilkan grafik vs
x dengan jenis grafik dash (-), penanda kotak (square) dan warna
merah.
x=linspace(0,2*pi,200);
y=cos(x); plot(x,y,'-squarer')
Modul Pemrograman Komputer 28
Gambar 4.5. Menampilkan grafik dengan style garis diikuti kotak
berwarna merah
Kita juga dapat menentukan warna dan ukuran garis grafik melalui
perintah-perintah
LineWidth: menentukan ketebalan garis,
MarkerEdgeColor: menentukan warna penanda atau warna tepian
penanda masif.
MarkerFaceColor: menentukan warna muka penanda masif.
MarkerSize: menentukan ukuran penanda. x = -pi:pi/10:pi;
y = tan(sin(x)) - sin(tan(x));
plot(x,y,'--rs','LineWidth',3,...
'MarkerEdgeColor','k',...
'MarkerFaceColor','g',...
'MarkerSize',5)
Script di atas akan menghasilkan grafik y vs x dengan
Jenis garis putus-putus berwarna merah dengan penanda berbentuk
kotak ('--rs'),
Tebal garis sama dengan 3
Tepian penanda berwarna hitam (k),
Muka penanda berwarna hijau (g),
Ukuran penanda 5
Modul Pemrograman Komputer 29
Gambar 4.6. Menampilkan grafik dengan style garis berukuran 3 diikuti
kotak dengan kotak warna isi hijau dan warna tepian hitam dengan
ukuran kotak 5
A.3 Menambahkan Plot Grafik Baru pada Grafik yang ada
Kita dapat menambahkan grafik baru pada grafik sebelumnya dengan
perintah hold. Perintah ini akan aktif saat di on-kan atau hold on dan
tidak aktif saat diberi perintah hold off. Contoh
clear; close all; x=1:100;
semilogx(x,'-','LineWidth',3); hold on;
plot(1:5:500,1:100,'+');
hold off
Gambar 4.7. Menambahkan grafik pada grafik terdahulu
Modul Pemrograman Komputer
30
A.4 Menggambar Titik-Titik Data
Kadang-kadang kita tidak ingin menghubungkan antar titik-titik data
yang ada dengan berbagai alasan. Untuk tujuan tersebut, maka atribut
atau property gambar hanya disertakan penanda (marker) saja.
clear; close all; x = -pi:pi/10:pi;
y = tan(sin(x)) - sin(tan(x)); plot(x,y,'square')
Gambar 4.8. Menggambar titik-titik data
A.5. Menggambar dengan Penanda dan Garis
Untuk mengeplot grafik dengan garis dan penanda saja, dapat
dilakukan dengan mudah. Contoh,
x = 0:pi/15:4*pi; y = exp(2*cos(x));
plot(x,y,'-r',x,y,'ok')
Gambar 4.9. Menggambar dengan garis dan penanda
Modul Pemrograman Komputer
31
A.6 Plot Grafik untuk Data Berbentuk Matriks
Ketika kita memanggil perintah plot untuk mengeplot grafik data
bentuk vektor atau array, maka hasilnya dapat kita lihat seperti contohcontoh di atas. Nah, bagaimana jika data yang kita miliki berbentuk
matriks. Untuk memecahkan masalah ini, marilah kita ingat kembali
1 m
m1
bahwa vektor memiliki ukuran
atau
Perintah plot(y) akan
menampilkan setiap elemen dalam kolom atau baris y terhadap indeks
elemen vektor tersebut. Demikian pula, perintah plot untuk data Y yang
berbentuk matriks akan menampilkan elemen pada setiap kolom atau
baris matriks terhadap indeks elemen. Jadi seandainya kita memiliki Y
1010
berukuran
, maka kita memiliki 10 (sepuluh) grafik. Sebagai
contoh, fungsi peaks merupakan fungsi dua variabel yang
menghasilkan matriks 2 dimensi dengan ukuran 49 x 49.
y=peaks;
plot(y)
Gambar 4.10 Contoh plot data berbentuk matriks
Jika kita perhatikan, grafik yang terbentuk terdiri atas 49 buah dengan
warna berbeda-beda. Secara umum, jika perintah plot digunakan
untuk mengeplot grafik fungsi dengan dua argumen dimana data yang
terbentuk berupa matriks 2 dimensi, maka
jika y adalah matriks dan x berupa vektor, maka perintah plot (x,y)
akan menampilkan grafik elemen pada kolom/baris matriks
Modul Pemrograman Komputer 32
y terhadap elemen vektor x.
jika x adalah matriks dan y berupa vektor, maka plot(x,y) akan
menampilkan grafik elemen matriks pada tiap-tiap kolom/baris matriks
x terhadap elemen vektor y. Contoh,
x=1:length(peaks);
plot(peaks,x)
Gambar 4.11 Contoh plot data berbentuk matriks
A.7 Memberikan Label, Legend dan Judul Grafik
Pemberian label pada sumbu-sumbu grafik sangat penting untuk
memudahkan pemahaman terhadap makna grafik itu sendiri. Perintah
yang digunakan untuk tujuan tersebut antara lain
xlabel
: untuk memberikan label pada sumbu x
ylabel
: untuk memberikan label pada sumbu y
zlabel
: untuk memberikan label pada sumbu z
tittle
: memberikan judul garfik
legend
: untuk memberikan keterangan grafik
untuk lebih mudahnya perhatikan contoh di bawah ini,
clear; close all;
x=-2:0.1:2;
y=-2:0.1:2;
[X,Y]=meshgrid(x,y);
f=-X.*Y.*exp(-2*(X.^2+Y.^2));
Modul Pemrograman Komputer
33
mesh(X,Y,f); xlabel('Sumbu x'); ylabel('Sumbu y');
zlabel('Sumbu z');
title('Contoh judul grafik'); legend('ini contoh legend')
Gambar 4.12 Contoh penggunaan label, legend dan judul grafik
A.8 Memberikan Teks Tambahan Pada Grafik
Teks tambahan kadang-kadang penting diberikan apabila grafik yang
digambar lebih dari satu. Untuk memberikan teks tambahan ini dapat
dilakukan dengan memberikan perintah gtext(). Sebagai contoh
clear; close all; x=linspace(0,2*pi,200); y1=cos(x);
y2=cos(x-0.5); y3=cos(x-1.0);
Modul Pemrograman Komputer
34
plot(x,y1,x,y2,x,y3); gtext('y1=cos(x)');gtext('y1=cos(x0.5)'); gtext('y1=cos(x-1.5)');
Gambar 4.12 Contoh penggunaan perintah gtext()
Untuk memberika teks tambahan dapat juga dilakukan dengan cara di
bawah ini
clear; close all; x=linspace(0,2*pi,200); y1=cos(x);
y2=cos(x-0.5); y3=cos(x-1.0); plot(x,y1,x,y2,x,y3)
text(pi/2,cos(pi/2),'\leftarrowy1=cos(x)');
text(pi/3,cos(pi/3-0.5),'\leftarrowy1=cos(x-0.5)');
text(2*pi/3,cos(2*pi/3-1.0),'\leftarrowy1=cos(x-1.0)')
Modul Pemrograman Komputer 35
A.9 Penulisan Simbol, Huruf Yunani dan
Dibawah ini disajikan tabel tentang simbul dan cara penulisannya.
Penulisan simbul dapat disertakan dalam label, title, text maupun
legend.
Tabel 2. Simbul dan cara penulisannya
Cara
Simbul
Cara
simbul
penulisan
penulisan
\alpha
\upsilon
\beta
\phi
\gamma
\chi
\delta
\psi
\eta
\Gamma
\zeta
\omega
\iota
\Delta
\theta
\Theta
\vartheta
\Lambda
\kappa
\Xi
\lambda
\Pi
\nu
\Sigma
\mu
\Phi
Modul Pemrograman Komputer 36
\xi
\Upsilon
\phi
\Omega
\rho
\Re
A.10 Membuat Plot Khusus Grafik Berbentuk Bar
Matlab memiliki fungsi untuk menampilkan data dalam bentuk grafik
bar. Ada dua jenis grafik bar yaitu bar horisontal dan bar vertikal.
Fungsi-fungsi tersebut antara lain adalah bar, barh, bar3 dan bar3h.
Contoh
Y = [5
2 1
8
7
3
9
8
6
5
5
5
4
3 2];
bar(Y)
Gambar. Grafik berbentuk bar 2D
Modul Pemrograman Komputer 37
Gambar. Grafik berbentuk bar 3D
Gambar. Grafik berbentuk bar 2D
Modul Pemrograman Komputer 38
B.1 Membuat Plot 3 Dimensi
Tabel 4.3 dibawah ini disajikan langkah-langkah pembuatan grafik 3
dimensi dari fungsi tertentu yang memuat data grafik maupun model
objek 3 dimensi.
Tabel 4.3 Langkah-langkah membuat grafik 3D
No.
Langkah-langkah
Kode
1.
Mempersiapkan data
Z=peaks(20)
2.
Pilih jendela dan
figure(1)
posisi grafik dalam
subplot(2,1,2)
jendela gambar
3.
Panggil fungsi untuk
h = surf(Z); h=mesh(Z); h=contour(Z)
menampilkan grafik
4.
Atur peta warna dan
colormap hot
shading
shading interp
set(h,'EdgeColor','k')
5.
Tambahkan
light('Position',[-2,2,20])
pencahayaan
lighting phong
material([0.4,0.6,0.5,30])
set(h,'FaceColor',[0.7 0.7 0],...
'BackFaceLighting','lit')
6.
Atur titi pandang
View([30,25])
grafik
set(gca,'CameraViewAngleMode','Manual')
7.
Atur batas sumbu dan
Axis([5 15 5 15 -8 8])
tick mark
set(gca,'ZTickLabel','Negative|| ...
Positive')
8.
Atur aspek rasio
set(gca,'PlotBoxAspectRatio',...
[2.5
2.5
1])
9.
Berikan tambahan
xlabel('X Axis')
keterangan pada
ylabel('Y Axis')
sumbu dan judul
zlabel('Function Value')
title('Peaks')
grafik
10.
Mencetak grafik
set(gcf,'PaperPositionMode',...
'auto')print -dps2
B.2 Plot garis dari data 3D
Apabila kita memiliki dua buah fungsi dengan argumen sama, maka
kita dapat menampilkan grafik 3D dari data tersebut. Demikian pula
jika kita memiliki 3 buah vektor dengan ukuran sama, maka kita juga
dapat menampilkannya menjadi grafik 3D. Contoh
Modul Pemrograman Komputer
39
t=-2*pi:pi/200:2*pi; x=sin(t);
y=cos(t);
plot3(x,y,t);grid
Gambar . Contoh grafik garis 3D
B.3 Plot data matriks
Apabila kita memiliki data yang sudah dibuat dalam bentuk matriks,
maka kita dapat menampilkannya dalam bentuk grafik. Grafik yang
terbuat merupakan plot setiap data dalam kolom matriks tersebut.
x=linspace(-2,2,200); y=linspace(-2,2,200); [X,Y] =
meshgrid(x,y); Z = X.*exp(-X.^2-Y.^2); plot3(X,Y,Z)
grid on
Modul Pemrograman Komputer 40
Gambar . Contoh grafik 3D dari data matriks
Matlab juga dapat menampilkan beberapa jenis grafik 3 dimensi antara
lain
No.
Fungsi
Keterangan
1.
mesh, surf
Plot grafik permukaan
2.
mesh, surfc
Plot permukaan dengan contour
3.
meshz
Plot permukaan dengan curtain plot
4.
pcolor
Plot permukaan flat
5.
surfl
6.
surface
B.3 Grafik dengan mesh, surf dan pcolor
sintak untuk plot grafik dengan mesh adalah sebagai berikut,
mesh(X,Y,Z)
mesh(Z) mesh(...,C)
mesh(...,'PropertyName',PropertyValue,...) meshc(...)
meshz(...)
h = mesh(...) h = meshc(...) h = meshz(...)
Modul Pemrograman Komputer
41
Contoh
x=-3:.125:3; y=-3:.125:3;
[X,Y] = meshgrid(x,y); Z = peaks(X,Y); mesh(X,Y,Z);
axis([-3 3 -3 3 -10 5])
Gambar . Plot grafik 3D dengan fngsi mesh()
Gambar . Plot grafik 3D dengan fngsi meshc()
Modul Pemrograman Komputer
42
Gambar . Plot grafik 3D dengan fngsi meshz()
Gambar . Plot grafik 3D dengan fungsi pcolor()
Gambar . Plot grafik 3D dengan fngsi surfl()
Modul Pemrograman Komputer
43
Gambar . Plot grafik 3D dengan fungsi surface()
B.4 Memvisualkan fungsi dengan dua variabel
Apabila kita memiliki sebuah fungsi f(x,y) yakni fungsi dengan dua
a x b
ayb
variabel bebas x dan y, dimana
dan
, maka tidak
serta merta dapat dibuat grafik fungsi f terhadap x dan y. Akan tetapi,
ada satu langkah yang harus dilakukan yaitu membuat vektor x dan y
tersebut menjadi matriks. Untuk membuat matriks vektor x dan y
tersebut dapat dilakukan dengan fungsi meshgrid.
clear; close all; x=-8:.5:8; y=-8:.5:8;
[X,Y] = meshgrid(x,y);
R = sqrt(X.^2 + Y.^2) + eps; Z=sin(R)./R;
surf(X,Y,Z); grid on
Dibawah ini disajikan data berbentuk matriks berasal dari
pengenaan fungsi meshgrid pada vektor x dan y.
Modul Pemrograman Komputer
44
x=1:3;
y=1:4;
[X,Y]=meshgrid(x,y); X =
1
2
3
1
2
3
1
2
3
1
2
3
Y =
1
1
1
2
2
2
3
3
3
4
4
4
Gambar . Grafik 3D menggunakan fungsi meshgrid dari fungsi
Z=sin(R)./R
Matlab menyediakan banyak teknik untuk untuk memperindah isi
informasi dari grafik yang kita miliki. Di bawah ini diberikan contoh
grafik dengan menggunakan pencahayaan dan titik pandang yang
Modul Pemrograman Komputer 45
sesuai menggunakan fungsi-fungsi daspect, axis, camlight, view
clear; close all;
x=-8:.5:8; y=-8:.5:8;
[X,Y] = meshgrid(x,y);
R = sqrt(X.^2 + Y.^2) + eps; Z=sin(R)./R;
surf(X,Y,Z,'FaceColor','interp',...
'EdgeColor','none',...
'FaceLighting','phong') daspect([5 5 1])
axis tight view(-50,30) camlight left
Gambar . Grafik 3D menggunakan fungsi meshgrid dari fungsi
Z=sin(R)./R dengan menambahkan teknik pencahayaan
dan titik pandang yang sesuai
B.5 Plot permukaan untuk data nonuniform
Kita dapat menggunakan fungsi meshgrid untuk membuat
Modul Pemrograman Komputer
46
jaring-jaring dari titik-titik data sampel uniform. Selanjutnya, Matlab
membangun plot permukaan dengan cara menghubungkan elemenelemen matriks yang berdekatan untuk membuat sebuah mesh
kuadrilateral. Untuk membuat plot permukaan dari data yang
nonuniform, pertama kita harus menggunakanfungsi griddata untuk
menginterpolasi nilai-nau surf seperti basanya.
Dibawah ini diberikan contoh menampilkan data nonuniform dengan
plot permukaan. Contoh ini akan mengevaluasi fungsi sinc untuk data
yang dibangkitkan dari fungsi random (acak) untuk range tertentu, dan
kemudian membangkitkan data sample uniform untuk ditampilkan
sebagai plot permukaan.
Proses untuk membuat tampilan data nonuniform tersebut meliputi
tiga proses antara lain:
Menggunakan linspace untuk mengenerate data pada range tertentu.
Menggunakan fungsi meshgrid untuk mengenerate ploting grid dengan
ouput dari linspace.
Menggunakan fungsi griddata untuk menginterpolasi data yang
beraturan menjadi data yang teratur.
Modul Pemrograman Komputer 47
BAB 5
PEMROGRAMAN DAN TIPE DATA
Matlab memberikan kemudahan di dalam penulisan pernyataan-pernyataan
atau perintah-perintah. Pernyataan/perintah tersebut dapat dituliskan di dalam
editor tertentu dan disimpan eksetensi .m. Dengan memberikan nama file
dengan ekstensi tersebut, maka akan dapat deksekusi di dalam lingkungan
Matlab. Juga, dengan ekstensi tersebut file yang kita buat bernama M-File.
M-File dapat berupa skrip maupun fungsi. M_File dalam bentuk skrip dapat
dieksekusi secara mudah dengan menuliskan nama skrip tersebyut di
command window, atau cukup menekan tombol F5 dengan catatan skrip sudah
diberikan nama. M-File dalam bentuk fungsi terdiri atas argumen yang harus
diberikan input sebelum dieksekusi dan menghasilkan ouput. Apabila M-File kita
berupa fungsi, maka langkah eksekusi file adalah sebagai berikut.
Membuat
M-File dengan
function c = fungsiku(a,b)
teks editor.
c = sqrt(a.^2 + b.^2);
Memanggil
M-File
>>
a=2.4;
melalui
command
>>
b= 3.1;
window
>>
c=fungsiku(a,b)
c =
Modul Pemrograman Komputer 48
3.9205
Perbedaaan antara M-File dalam bentuk skrip dan fungsi antara
lain
M-File dalambentuk skrip
M-File dalam bentuk fungsi
1.
Tidak menerima input
2.
Menerima argumen input dan
atau return argumen
mereturn argumen output.
keluaran.
2.
Menjalankan data yang
3.
Tidak menjalankan data yang
berada di ruang kerja
ada di ruang kerja, melainkan
(workspace)
dari variabel internal yang
3.
Sangat berguna apabila
secara default merupakan
kita membutuhkan data
variabel lokal fungsi.
sewaktu-waktu, karena
data tersimpan dalam
4.
Sangat berguna apabila di lain
ruang kerja.
waktu kita membutuhkan
fungsi tersebut, karena fungsi
tersimpan di current directory.
Dibawah ini diberikan contoh M-File dalam bentuk fungsi yang sangat berguna
bagi pemrograman komputer.
function f = fact(n) % baris untuk definisi fungsi % FACT
Factorial. % baris H1
FACT(N) mereturn factorial dari N, H! % teks bantuan
biasanya dilambangkan
N!
FACT(N) hasilnya sama dengan PROD(1:N).
f = prod(1:n); % body fungsi
Fungsi ini memeiliki beberapa bagian, sebagaimana daapt
ditemukan di dalam fungsi-fungsi di Matlab.
Baris definisi fungsi. Baris ini mendefinisikan nama fungsi dan argumen input
dan output. Dalam contoh tersebut nama fungsinya adalah fac, argumen input
adalah a dan b, serta
Modul Pemrograman Komputer 49
argumen output adalah c.
Baris bantuan. H1 singkatan dari baris help 1. Matlab akan menampilkan baris
H1 ketika kita mencarinya dengan perintah lookfor.
Body fungsi. Bagian ini memuat code yang akan melakukan komputasi dan
menyimpan harga untuk kepentingan setiap argumen output.
Skrip
Skrip merupakan bentuk sederhana dari M-File, karena tidak memiliki argumen
input maupun output. Bentuk ini sangat berguna untuk otomatisasi serangkaian
perintah-perintah Matlab, misalnya perhitungan yang berulang-ulang dengan
data yang sama. Dengan menggunakan tombol down arrow atau up arrow,
maka kita dapat menemukan kembali data atau perintah yang pernah kita
eksekusi. Hal ini karena data atau perintah tadi terseimpan di dalam ruang
kerja. Dibawah ini diberikan contoh skrip M-File sederhana
% Skrip M-file untuk menghasilkan
% baris komentar
% plot "flower petal"
theta = -pi:0.01:pi;
% perhitungan
rho(1,:) = 2*sin(5*theta).^2;
rho(2,:) = cos(10*theta).^3;
rho(3,:) = sin(theta).^2;
rho(4,:) = 5*cos(3.5*theta).^3;
for k = 1:4
polar(theta,rho(k,:))
% keluaran grafik
pause
end
Fungsi
Fungsi menerima argumen input dan menjalankan (return)
Modul Pemrograman Komputer
50
argumen output. Fungsi melakukan operasi dengan data yang ada di dalam
workspace fungsi itu sendiri, bukan yang tersimpan di dalam workspace yang
ada di desktop Matlab. Di bawah ini diberikan fungsi sederhana bernama rerata
yang akan menghitung elemen dalam sebuah vektor.
function y = rerata(x)
RERATA adalah fungsi untuk menghitung
rerata dari elemen dari sebuah vektor
RERATA(X), dimana X adalah vektor,
merupakan rerata dari elemen sebuah vektor
Jika inputan bukan berupa vektor maka
akan error
[m,n] = size(x);
if (~((m == 1) | (n == 1)) | (m == 1 & n == 1))
error('Inputan harus berupa vektor')
end
y = sum(x)/length(x);
% perhitungan
Untuk menjalankan fungsi ini, pertama kita harus memberi nama
terlebih dahulu misalnya bernama rerata.m. Fungsi rerata hanya
menerima inputan tunggal berupa vektor .
X=1:6;
rerata(X) ans =
3.5000
Argumen fungsi baik argumen input maupun output dapat lebih dari satu. Pada
fungsi rerata.m di atas, argumen input hanya satu yaitu vektor x, sedangkan
argumen output juga hanya satu yaitu y. Pertanyaannya, apakah argumen
dapat lebih dari satu. Jawabnya
Modul Pemrograman Komputer
51
adalah bisa! Sebagai contoh
function [Luas,Keliling] = kotak(p,l); %KOTAK adalah fungsi
untuk menentukan %luas dan keliling sebuah kotak
if (p<=0 | l<=0)
fprintf(' Inputan salah p dan l harus >0');
end
Luas = p*l; Keliling=2*p*l;
Jika dijalankan
p=3;l=5;
kotak(p,l) ans =
15
[L,K]=kotak(p,l)
L =
15
K =
30
Sub fungsi
Fungsi M-File dapat terdiri dari lebih dari satu fungsi. Fungsi pertama
disebut sebagai fungsi utama, sedangkan fungsi berikutnya disebut
sebagai subfungsi.
function [avg,med] = newstats(u) % fungsi utama % NEWSTATS
untuk memperoleh mean dan median.
n = length(u);
Modul Pemrograman Komputer
52
avg
= mean(u,n);
med = median(u,n);
function a = mean(v,n)
% Subfungsi
% menghitung rerata.
a = sum(v)/n;
function m = median(v,n)
% Subfungsi
% menghitung median.
w = sort(v);
if rem(n,2) == 1
m = w((n+1)/2);
else
m = (w(n/2)+w(n/2+1))/2;
end
Operator Aritmatik
Matlab menyediakan operator aritmatika seperti terlihat pada tabel di
bawah ini.
Operator
Deskripsi
+
Penambahan
Pengurangan
.*
Perkalian
./
Bagi kanan
.\
Bagi kiri
:
Operator kolon
.^
Pangkat
.'
Transpose
'
Transpose konjugat kompleks
*
Perkalian matriks
Modul Pemrograman Komputer 53
Bagi kanan matriks
Bagi kiri matriks
Pangkat matriks
Operator relasi
Matriks juga menyediakan operator relasi sebagai berikut
Operator
Deskripsi
<
Kurang dari
<=
Kurang dari atau sama dengan
>
Lebih dari
>=
Lebih dari atau sama dengan
==
Sama dengan
~=
Tidak sama dengan
Operator relasi berfungsi membandingkan elemen-elemen dari suatu
lmatriks (larik) terhadap elemen-elemen seletak dari matriks (larik) lain.
Contoh
>>P=[2,3,4;3,4,5;5,6,7];
Q=[3,2,4;2,4,5;5,1,2];
P==Q
ans =
0
0
1
0
1
1
1
0
0
>> P<Q
ans =
1
0
0
0
0
0
0
0
0
>> P<=Q ans =
Modul Pemrograman Komputer
54
1
0
1
0
1
1
1
0
0
>> P>Q
ans =
0
1
0
1
0
0
0
1
1
>> P>=Q
ans =
0
1
1
1
1
1
1
1
1
BAB 6
KONTROL ALIRAN
Ada delapan pernyataan kontrol kendali yang disediakan di dalam Matlab.
Kedelapan pernyataan tersebut antara lain
if, termasuk di dalamnya pernyataan else dan elseif. Pernyataan ini
menjalankan kelompok pernyataan berdasarkan pada syarat logika.
switch, termasuk di dalamnya adalah case dan otherwise. Statement ini
mengeksekusi kelompok pernyataan berbeda bergantung pada harga syarat
kondisi.
while, menjalankan group pernyataan dengan jumlah iterasi tak terbatas
berdasarkan pada syarat logika.
Modul Pemrograman Komputer 55
for menjalankan group pernyataan dengan jumlah iterasi telah ditentukan.
continue melewatkan kendali ke iterasi berikutnya untuk loop for atau while.
break berfungsi menghentikan eksekusi looping for atau while.
try...catch mengubah kendali aliran apabila ditemukan kesalahan selama
proses eksekusi.
return menyebabkan eksekusi kembali ke fungsi invoking. Semua aliran
membangun pemnggunaan end untuk menunjukkan akhir dari blok kontrol
aliran.
Pernyataan Bersyarat if, else, dan elseif
Pernyataan if digunakan untuk menyeleksi suatu kondisi yang memungkinkan
dua atau lebih pilihan. Bila proses yang diseleksi terpenuhi atau bernilai benar,
maka pernyataan yang ada di dalam blok if akan diproses dan dikerjakan. Jika
digambarkan dalam diagram alir, maka percabangan if dapat digambarkan
sebagaimana terlihat pada gambar 4.4
if (kondisi)
ya
Perintah
tidak
Modul Pemrograman Komputer
56
Gambar 4.4 Diagram alir percabangan if
Bentuk umum struktur kondisi if adalah : pernyataan;
if (kondisi) pernyataan/perintah
end
Apabila pernyataan logika berharga benar (true), maka seluruh pernyataan atau
perintah yang berada diantara if dan end akan dijalankan. Sebaliknya, jika
pernyataan logika berharga salah (false), maka seluruh perintah/pernyataan
yang berada diantara if dan end tidak akan dijalankan karena Matlab akan
langsung menuju end. contoh:
if rem(a,2) == 0
disp('a adalah bilangan genap') b = a/2;
end
Pernyataan Bersyarat if-else
Dalam pernyataan bersyarat if-else paling tidak terdapat dua pernyataan. Jika
kondisi yang diperiksa bernilai benar atau terpenuhi maka pernyataan pertama
yang dilaksanakan dan jika kondisi yang
diperiksa bernilai
tidak
kedua
yang
if (kondisi)
pernyataan yang
dilaksanakan.
Pernyataan
diilustrasikan
seperti
pada
gambar 4.5.
ya
Perintah
Perintah
Modul Pemrograman Komputer
57
Gambar 4.5 Diagram alir percabangan ifelse
Bentuk umumnya adalah sebagai berikut :
if(kondisi)
else perintah_1 end perintah_2
%Contoh program if-else x=input(Masukkan harga x:'); if
(x>3)
disp('Pernyataan benar.'); disp('Pernyataan benar sekali..');
else
disp('Pernyataan salah.'); disp('Pernyataan salah sekali..');
end
Pernyataan Bersyarat elseif
Pernyaan elseif akan dieksekusi apabila syarat yang dberikan pada if
sebelumnya (atau elseif sebelumnya) berharga salah (0). Pernyaaan ini
selanjutnya akan mengeksekusi perintah/pernyataan di
Modul Pemrograman Komputer
58
dalamnya apabila syarat logikanya berharga benar (1). Pernyataan ini dapat
digambarkan dengan diagram dibawah ini
Ya
Perintah
If
Perintah ....
Tidak
Ya
elseif
Perintah
Perintah ....
Tidak
Ya
elseif
Perintah
Perintah ....
Tidak
else
Perintah
Perintah ....
Gambar 6.6 Diagram alir pernyataan elseif
%contoh penggunaan elseif n=input('Masukkan harga n:')
if n < 0 % jika n negatif, ada pesan salah. disp('Masukan harus
bilangan positif'); elseif rem(n,2) == 0 % jika n posisif dan bulat,
% kemudian bagi dengan 2
A = n/2; else
A = (n+1)/2; % jika n positif dan ganjil
% tambahkan 1,kemudian bagi % dg 2.
end
Pernyataan bersyarat if bersarang
Pernyataan ini sangat penting untuk masalah-masalah yang memiliki lebih dari
dua cabang. Mengapa pernyataan ini disebut
Modul Pemrograman Komputer
59
pernyataan bersarang, karena di dalam pernyataan if ada pernyataan if lagi. If
yang kedua ini dapat berada di dalam if sendiri atau berada di dalam else.
Untuk lebih jelasnya lihatlah diagram alir 6.5. Bentuk umum dari pernyataan if
bersarang adalah
if (syarat/kondisi) perintah/pernyataan if (kondisi)
else endelse
perintah/pernyataan
perintah/pernyataan
perintah/pernyataan if (kondisi)
else
perintah/pernyataan
perintah/pernyataan
ya
end
end
if (kondisi)
tidak
Perintah
Perintah
if (kondisi)
if (kondisi)
Perintah
Perintah
Perintah
Perintah
Perintah
Perintah
Modul Pemrograman
Komputer
60
Gambar 6.5 Diagram Alir Pernyataan If Bersarang
switch
Pernyataan switch akan mengeksekusi sekelompok perintah/pernyataan
berdasarkan pada harga variabel atau ekspresi. Bentuk dasar dasi switch
adalah
switch ekspresi (skalar atau string) case nilai1
nilai1pernyataan % dieksekusi jika ekspresi adalah case nilai2
nilai2pernyataan % dieksekusi jika ekspresi adalah
otherwise
pernyataan % dieksekusi jika ekspresi tidak cocok % dengan case manapun
Modul Pemrograman Komputer 61
Dari bentuk umum penggunaan switch di atas, maka pernyataan switch terdiri
atas beberapa blok antara lain:
switch
diikuti oleh ekspresi yang mana dapat berupa skalar (bilangan) maupun
string.
Sejumlah
grupcaseyang masing-masing diikuti oleh nilaiekspresi. Nilai
ekspresi ini berada dalam satu baris dengan case. Baris dibawahnya berisi
pernyataan-pernyataan yang akan dijalankan apabila ekspresi nilai sesuai
dengan ekspresi pada switch. Blok case akan berakhir saat ditemukan blok
otherwise.
Blok
otherwise. Blok ini ada untuk mengantisipasi apabila nilai eksepresi pada
switch tidak sama dengan nilai ekspresi pada case manapun. Pernyataanpernyataan yang berada dalam blok ini akan berakhir saat bertemu dengan
pernyataan end.
Pernyataan
end.
Pernyataan switch bekerja dengan cara membandingkan masukan (input)
ekspresi dengan harga pada tiap-tiap peryataan case. Untuk ekspresi numerik,
pernyataan case bernilai benar apabila (nilai=ekspresi). Untuk ekspresi string,
pernyataan case bernilai benar apabila strcmp(nilai,ekspresi).
Dibawah ini diberikan sebuah contoh penggunaan pernyataan switch-case.
Pernyataan switch akan mengecek variabel masukan untuk nilai tertentu.
Apabila variabel masukan adalah 1, 2 atau 3 , maka pernyataan case akan
menampilkan luas masing-masing untuk kubus, persegi panjang dan lingkaran.
Sedangkan, apabila variabel masukan bukan 1,2 atau 3, maka switch akan
langsung menuju ke otherwise.
% contoh menghitung luas bangun fprintf('Pilih salah satu
program..\n'); fprintf('1: menghitung luas bujur sangkar: '); fprintf('2:
menghitung luas persegi panjang: ');
Modul Pemrograman Komputer
62
fprintf('3: menghitung luas lingkaran: ');
no=input('Anda ingin menghitung luas 1,2 atau 3 \n');
switch no
case 1
a=input('masukkan panjang sisi bujur sangkar:'); luas=a*a;
fprintf('Luas bujur sangkar adalah %f \n',luas);
case 2
a=input('masukkan panjang persegi panjang: '); b=input('masukkan
lebar persegi panjang: '); luas=a*b;
fprintf('Luas persegi panjang adalah %f',luas); case 3
a=input('masukkan jari-jari lingkaran :'); luas=3.14*pow(r,2);
fprintf('Luas lingkaran adalah %f ',luas); otherwise
fprintf('Ulangi pilihan yang ada...!!')
end
Pernyataan switch juga dapat digunakan untuk menghandle multi
syarat dalam satu case.
% contoh menghitung luas bangun fprintf('Pilih salah satu
program..\n'); fprintf('1: menghitung luas bujur sangkar: '); fprintf('2:
menghitung luas persegi panjang: '); fprintf('3: menghitung luas
persegi panjang: '); fprintf('4: menghitung luas persegi panjang: ');
no=input('Anda ingin menghitung luas 1,2 atau 3 \n'); switch no
case 1
a=input('masukkan panjang sisi bujur sangkar:'); luas=a*a;
fprintf('Luas bujur sangkar adalah %f \n',luas); case {2,3,4}
a=input('masukkan panjang persegi panjang: ');
Modul Pemrograman Komputer
63
b=input('masukkan lebar persegi panjang: '); luas=a*b;
fprintf('Luas persegi panjang adalah %f',luas); otherwise
fprintf('Ulangi pilihan yang ada...!!')
end
4. while
Pernyataan while akan menjalankan pernyataan atau sekelompok pernyataan
secara berulang-ulang selama kontrol perulangan berharga benar (1). Secara
umum, bentuk dari switch adalah
while expression end statements
Program di bawah ini akan mencari n bilangan pertama perjumlahan bilangan
interger yang berharga <100.
% contoh mencari n bilangan pertama pernjumlahan jum=100;
n = 1;
while sum(1:n) < jum disp(n)
n = n + 1; end
%Program mencetak deret bilangan i=1;
while(i<=6)
x=1;
while(x<=i)
fprintf('%i',x);
x=x+1; end
fprintf('\n');
i=i+1;
Modul Pemrograman Komputer
64
end
5. Perulangan for
Struktur perulangan for biasa digunakan untuk mengulang suatu proses yang
telah diketahui jumlah perulangannya. Dari segi penulisannya, struktur
perulangan for tampaknya lebih efisien karena susunannya lebih simpel dan
sederhana. Secara default, penambahan indeks adalah 1, tetapi kita dapat
mengeset sendiri misalnya penambahannya 2, 3 atau berapapun bahkan dapat
pula negatif. Untuk penambahan positif, perulangan akan berakhir manakala
indeks sudah lebih dari yang tentukan. Sedangkan untuk penambahan negatif,
perulangan berakhir saat indeks lebih kecil dari yang ditentukan. Secara umum,
sintaks for adalah sebagai berikut
for indeks = mulai:penambahan:akhir end pernyataan/perintah
Contoh program di bawah ini akan mencetak sebuah kalimat berbunyi Aku
mahasiswa semester 5 sebanyak lima kali dengan mengunakan pernyataan
perulangan for.
%contoh perulangan for N=5;
for i=1:N
fprintf('%i. Aku mahasiswa semester 5 \n',i); end
6. Pernyataan continue
Pernyataan continue berfungsi melewatkan kendali ke iterasi
Modul Pemrograman Komputer
65
berikutnya di dalam perulangan for maupun while. Apabila pernyataan continue
berada di dalam loop bersarang, maka pernyataan continue akan melewatkan
kendali ke iterasi berikutnya. Sebagai contoh, perhatikan di bawah ini
N=20; for i=1:N
if (i<5) continue;
end
fprintf('%i. Aku mahasiswa semester 5 \n',i); end
Apabila skrip program di atas dieksekusi, maka yang keluar adalah tampilan
tulisan Aku mahasiswa semester 5 sebanyak 16 buah mulai dari nomor 5
hingga nomor 20. Dengan kata lain, kalimat dari nomot 1 hingga 4 tidak
ditampilkan. Hal ini disebabkan perintah continue yang berada di dalam loop for.
8. Pernyataan break
Pernyataan break berfungsi untuk menghentikan eksekusi loop for maupun loop
while. Apabila break ditemukan di dalam kalang for maupun while, maka
eksekusi akan dihentikan apabila syarat yang diberikan terpenuhi. Untuk lebih
jelasnya perhatikan contoh berikut ini
N=20; for i=1:N
if (i>5) break;
end
fprintf('%i. Aku mahasiswa semester 5 \n',i); end
Program di atas akan ditampilkan lima buah kalimat Aku
Modul Pemrograman Komputer
66
x1 , x2 dan x3 digunakan perintah X=A\b.
mahasiswa semester 5 mulai dari nomor 1 hingga 5. Setelah iterasi ke 5,
program akan dihentikan karena pernyataan break di dalam pernyataan
bersyarat dimana syaratnya telah terpenuhi. Dengan kata lain, kalimat pada
nomor 6 hingga nomor 20 tidak akan dicetak 9.
Persamaan Linier Simultan
Salah satu masalah di dalam sains dan teknik adalah masalah penyelesaian
persamaan linier simultan. Misalkan kita memiliki 3 buah persamaan simultan
berbentuk
a x a
11 1
12
x a
2
13
x =b
3
1 a 21
x1a 22 x2a 23 x3=b2
a x a
31
32
x a
2
33
x =b
3
Tiga persamaan linier tersebut dapat kita nyatakan dalam wujud matriks
berbentuk
a
11
b
12
[aa
21
31
aa
32
22
23 x 2
33 x 3
][
][
= b2
b3
a
13
Selanjutnya, berapakah harga-harga x1 , x2 dan x3 . Dengan Matlab kita dapat
dengan mudah memperolehnya. Dimisalkan
a
11
12
a
13
x
1
dan
b1
A= aa
21
31
aa
22
32
aa
23
33
X = xx
32
b= bb
32
Untuk memperoleh harga
A=[1,-3,4;2,3,-4;1,2,3]; b=[3;10;1];
X=A\b
4.3333
-0.5490 -0.7451
Matriks A di atas termasuk ke dalam matriks non singular,
Modul Pemrograman Komputer
67
karena
Apabila
det A0
, sehingga kita dapat memperoleh harga x1 , x2 dan x3 .
det A =0
atau tidak unik.
, maka penyelesaian untuk persamaan tersebut tidak ada
Modul Pemrograman Komputer 68