HOISTING SYSTEM
Sistem pengangkatan (hoisting system) merupakan salah satu
komponen utama dari peralatan pemboran. Fungsi utamanya adalah ruang
kerja yang cukup untuk pengangkatan dan penurunan rangkaian pipa bor
dan peralatan lainnya. Sistem Pengangkatan terdiri dari dua sub
kompunen utama, yaitu :
I.
Struktur penyangga (Supporting Structure), lebih dikenal
dengan nama "rig",meliputi :
1. Drilling tower
2. Substructure.
3. Rig Floor.
Peralatan Pengangkat (Hoisting Equipment), meliputi :
1. Drawwork
2. Overhead tool (Crown Block, Travelling Block, Hook,
II.
Elevator).
3. Drilling line.
I.
STRUKTUR PENYANGGA
Struktur penyangga (rig) adalah konstruksi menara kerangka baja
yang ditempatkan diatas titik bor, berfungsi untuk menyangga peralatanperalatan pemboran.
1. Substructure
Substructure adalah konstruksi kerangka baja sebagai platform
yang dipasang langsung diatas titik bor. Substructure memberikan
ruang keria bagi peralatan dan pekera diatas dan dibawah lantai bor.
Tinggi substructure ditentukan oleh jenis rig dan ketinggian blow
out Preventer Stack .Substructure mampu menahan beban yang
sangat besar, yang ditimbulkan oleh derrick atau mast, peralatan
pengangkatan, meja putar, rangkain pipa bor (drillpipe. drillcollar
dan sebagainya) dan beban lainnya.
2. Lantai Bor (Rig Floor)
Lantai bor ditempatkan diatas substructure yang berfungsi untuk :
Menampung peralatan-peralatan pernboran yang kecil-kecil
Tempat berdirinya menara
Mendudukkan drawwork
Tempat kerja driller dan rotary helper (roughneck).
Bagian ini penting dalam perhitungan keadaan sumur karena titik
nol pemboran dimulai dari lantai [Link] lantai bor terdiri dari:
Rotary table : memutar rangkaian pipa bor (drill pipe, drill
collar dan bit).
Rotary drive : meneruskan (memindahkan) daya dari
drawwork ke meja putar (rotary table)
Drawworks : merupakan " hoisting mechanisme " pada
rotary drilling rig.
Drilles console : merupakan pusat instrumentasi dari rotary
drilling rig.
Make up and Break out tongs : kunci-kunci besar yang
digunakan untuk menyarnbung atau melepas bagian-bagian
drill pipe dan drill collar.
Mouse hole : lubang dekat rotary table pada lantai bor,
dimana
drill
pipe ditempatkan
pada
saat
dilakukan
penyambungan dengan kelly dan rangkaian pipa bor.
Rat hole : lubang dekat kaki menara pada lantai bor dimana
kelly di tempatkan pada saat berlangsung "cabut pasang
pipa" (round trip).
Dog House: merupakan rumah kecil yang digunakan sebagai
ruang, kerja driller dan penyimpanan alat-alat kecil lainnya.
Pipe ramp (V ramp) : merupakan jembatan penghubung
antara catwalk dengan rig floor, berfungsi lintasan pipa bor
yang ditarik ke lantai bor.
Catwalk : merupakan jembatan penghubung antara pipe rack
dengan v ram, berfungsi untuk menyimpan pipa yang akan
ditarik ke lantai bor lewat v ramp.
Hydraulic cathead : digunakan untuk menyambung dan
melepas sambungan jika dipasang drillpipe yang besar atau
drill collar akan ditambahkan atau dikurangi dari drill stem
pada saat "perjalanan / Tripping yaitu masuk atau keluar
dari sumur bor.
3. Menara Pemboran (Drilling Tower)
Fungsi utama menara adalah untuk mendapatkan ruang vertikal
yang cukup untuk menaikkan dan menurunkan rangkaian pipa bor
dan casing kedalam lubang bor selama operasi pemboran
berlangsung. Oleh karena itu tinggi dan kekuatannya harus
disesuaikan dengan keperluan pemboran.
Bagian-bagian menara yang penting :
Gine pole : merupakan tiang kaki dua atau tiga yang berbeda
di puncak menara, berfungsi untuk memberikan pertolongan
pada saat menaikkan dan memasang crown block (gine pole
hanya dipasang, menara tipe standard).
Water table : merupakan lantai dipuncak menara yang
berfungsi untuk mengetahui bahwa menara sudah berdiri
tegak.
Cross bracing : berfungsi untuk penguat menara, ada yang
berbentuk k dan x
Tiang menara : merupakan empat tiang yang berbentuk
menara, berbentuk segi tiga sama kaki, berfungsi sebagai
penahan terhadap semua beban vertikal dibawah menara dan
beban horisontal (pengaruh angin dan sebagainya).
Girt : merupakan sabuk menara, berfungsi sebagai penguat
menara.
II.
PERALATAAN PENGANGKATAAN
1. Drawwork
Drawwork merupakan otak dari suatu unit pemboran, karena
melalui drawwork ini seorang driller melakukan dan mengatur
operasi pemboran. Drawwork akan berputar bila dihubungkan
dengan prime mover (mesin penggerak). Konstruksi drawwork
tergantung dari beban yang harus dilayani, biasanya didesain
dengan horsepower (HP) dan kedalaman pemboran, dimana
kedalaman disini harus disesuaikan dengan jenis drillpipenya.
Drawwork biasanya ditempatkan dekat meja [Link] utama
drawwork adalah untuk :
a) Meneruskan tenaga dari prime mover (power system) ke
rangkaian pipa bor selama operasi pemboran berlangsung.
b) Meneruskan tenaga dari prime mover ke rotary drive
c) Meneruskan tenaga dari prime mover ke catheads untuk
menyambung atau melepas bagian-bagian rangkaian pipa
bor.
Komponen-komponen utama drawwork terdiri dari:
Revolling drum : merupakan suatu drum untuk menggulung
kabel bor (drilling line).
Rotary drive : berfungsi untuk meneruskan tenaga dari
drawwork ke meja putar.
Breaking system : terdiri dari rem mekanis utama dan rem
pembantu
hidrolis
atau
listrik,
berfungsi
untuk
memperlambat atau menghentikan gerakan kabel bor.
Catheads : berfungsi untuk mengangkat atau menarik bebanbeban ringan rig floor dan juga berfungsi untuk menyambung
atau melepas sambungan pipa bor.
2. Overhead tools
Overhead tool meliputi :
a) Crown Block : merupakan kumpulan roda yang ditempatkan
pada puncak menara (sebagai blok yang diam).
b) Travelling Block : merupakan kumpulan roda yang
digantung dibawah crown block, diatas lantai bor (sebagai
blok yang bergerak naik turun)
c) Hook : berfungsi untuk mengantungkan swivel dan rangkaian
pipa bor selama operasi pemboraan borlangsung
d) Elevator merupakan klem (penjepit) yang ditempatkan
(digantungkan) pada salah satu sisi travelling block atau
hook dengan elevator link berfungsi untuk menurunkan atau
menaikan pipa bor dari lubang bor.
3. Drilling Line
Drilling line sangat penting dalam operasi pemboran karena
berfungsi untuk menahan atau menarik beban yang diderita oleh
hook. Untuk menghindari kecelakaan yang mungkin terjadi karena
keausan maka dibuat "cut off program". Cut off program ini dibuat
berdasarkan kekuatan kabel terhadap tarikan dan dinyatakan
dengan ton mile yang diderita kabel.
Andhika Dwiatama
071.13.022