50% menganggap dokumen ini bermanfaat (2 suara)
277 tayangan35 halaman

Pengertian dan Tipe Dynamometer

Dynamometer adalah suatu alat yang berfungsi untuk mengukur daya keluaran sebuah motor. besarnya daya didapat dengan mengkalkulasikan besara parameter yang diukur, yaitu torsi dan putaran. besaran torsi didapat dengan cara mengalikan besaran gaya yang terbaca pada alat ukur dengan panjang lengan dynamometer. Sedangkan besaran putaran didapat dari hasil pembacaan pada alat ukur, yaitu tachometer.

Diunggah oleh

NadiaAisyah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
50% menganggap dokumen ini bermanfaat (2 suara)
277 tayangan35 halaman

Pengertian dan Tipe Dynamometer

Dynamometer adalah suatu alat yang berfungsi untuk mengukur daya keluaran sebuah motor. besarnya daya didapat dengan mengkalkulasikan besara parameter yang diukur, yaitu torsi dan putaran. besaran torsi didapat dengan cara mengalikan besaran gaya yang terbaca pada alat ukur dengan panjang lengan dynamometer. Sedangkan besaran putaran didapat dari hasil pembacaan pada alat ukur, yaitu tachometer.

Diunggah oleh

NadiaAisyah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Bab II Dasar Teori

BAB II
DASAR TEORI
2.1. Dynamometer
Dynamometer adalah suatu alat yang berfungsi untuk mengukur
daya

keluaran

sebuah

motor.

besarnya

daya

didapat

dengan

mengkalkulasikan besara parameter yang diukur, yaitu torsi dan putaran.


besaran torsi didapat dengan cara mengalikan besaran gaya yang terbaca
pada alat ukur dengan

panjang lengan dynamometer. Sedangkan

besaran putaran didapat dari hasil pembacaan pada alat ukur, yaitu
tachometer.
2.2. Istilah Kata Dynamometer
Kata dynamometer berasal dari yunani, yang berarti Dunamis
(Tenaga) dan Metron (Mengukur), maka dari itu, Dunamis + Metron =
Dynamometer.
2.3. Klasifikasi dan Tipe Dynamometer
Ada berbagai tipe dynamometer yang digunakan untuk tujuan
berbeda, ada dynamometer yang diklasifikasin sebagai tipe Absorpsion,
Motoring, dan Transmision. Pada absorpsion dynamometer dirancang
untuk tujuan driving, sedangkan yang universal dynamometer digunakan
baik untuk absorpsi dan driving. Tipe absorpsi diklasifikasikan sebagai
berikut, yaitu hidrolik, arus eddy, DC, dan AC. Dari semua tipe
dynamometer digunakan dalam pengujian mesin atau motor penggerak
lainnya.
Sedangkan pada jenis solid friction dynamometer sudah jarang
digunakan untuk saat ini. Seperti pada dynamometer rope brake yang
kadang-kadang digunakan untuk mengukur torsi tinggi yang dihasilkan
pada rpm rendah, padahal penggunaan dynamometer konvensional
seperti hidrolik dan arus eddy, dinilai belum ekonomis. Akan tetapi pada

Perancangan Dynamometer Untuk Gokart

Bab II Dasar Teori


motor hidrolik memiliki torsi yang sangat tinggi pada rpm rendah, yang
sesuai dalam suatu pengujian menggunakan rope brake dynamometer.
Berikut adalah diagram alir dari klasifikasi dan tipe dynamometer :

Gambar 2.1. Flow chart Dynamometer.


Beberapa tipe dynamometer dipakai dalam pengetesan kerja mesin dibagi
menjadi 3 macam, yaitu :
2.3.1. Absorbsi Dynamometer
Sesuai dengan namanya, dynamometer ini menyerap daya yang
dihasilkan oleh suatu mesin, kemudian disebarkan kesekelilingnya dalam
bentuk panas. Karenanya dynamometer ini secara khusus bermanfaat
untuk pengukuran tenaga atau daya dan torsi untuk dikembangkan oleh
sumber-sumber tenaga seperti, motor bakar, motor listrik dan sebagainya.
Absorbsi dynamometer ini di bagi menjadi 4 macam, yaitu :
1. Dynamometer Mekanis
Pada dynamometer ini, penyerapan daya dilakukan dengan
memberikan gesekan mekanis sehingga timbul panas. Panas tersebut

Perancangan Dynamometer Untuk Gokart

Bab II Dasar Teori


dipindahkan kesekeliling (atmosfer) dan ada juga didinginkan oleh
suatu fluida pendingnin, misalkan menggunakan air. Yang termasuk
dalam bentuk ini adalah sebagai berikut :
a) Rem Jepit (Prony Brake)
Prony brake adalah perangkat sederhana yang ditemukan oleh
Gaspar de Prony untuk mengukur torsi yang dihasilkan oleh mesin.
Istilah dalam Brake horsepower adalah salah satu pengukuran daya
yang berasal dari metode ini untuk mengukur torsi. (daya dihitung
dengan cara mengalikan torsi dengan kecepatan rotasi).
Dasar pengukuran rem prony dilakukan dengan cara melilitkan
tali atau sabuk pada poros output mesin, dan mengukur daya yang
ditransfer ke sabuk melalui gesekan. Kemudian gesekan meningkat
dengan cara mengencangkan sabuk sampai frekuensi rotasi poros
berkurang. Dalam suatu pengujian biasanya daya mesin yang lebih
akan diterapkan kembali sampai batas mesin tercapai. Berikut ini
adalah tipe sederhana dari prony brake, dimana dua buah balok kayu
masing-masing merangkul kurang dari setengah keliling, kemudian
menekan rotor yang dikunci pada poros mesin, seperti yang
ditunjukan pada gambar dibawah ini.

Gambar 2.2. Skematik Prony Brake.


Balok-balok kayu yang memeluknya erat dan melawan puli pada sisi
yang berlawanan dengan bantuan baut yang menggunakn pegas

Perancangan Dynamometer Untuk Gokart

Bab II Dasar Teori


spiral dan mur, kemudian baut dan mur menekan balok dan puli. Pada
blok atas memastikan gaya konstan antara blok dan puli. Berat W
(dapat disesuaikan) terpasang pada tuas yang selanjutnya terhubung
dengan salah satu dari kedua blok. Penghitung tersedia pada ujung
tuas sebagai penyeimbang rem pada saat diturunkan. Tekanan yang
diberikan pegas dikendalikan dengan memutar mur naik turun, dan ini
mengatur torsi gesekan atara blok dan puli. Gesekan yang terjadi
pada blok dan puli (gaya F) dengan memutar ke arah berlawanan
dengan arah jarum jam, yang terhalangi oleh momen (Wl) dari beban
kosong W pada tuas. Pada sisi yang lain, gesekan gaya F meningkat
karena tekanan pegas sehingga dapat menyerap semua energy
kinetik pada puli.
Keuntungan-keuntungan :

Konstruksi sederhana, murah dan mudah dibuat.

Baik untuk putaran rendah.

Kerugian-kerugian :

Torsi yang konstan pada tiap tekanan, sehingga bisa mengikuti


syarat-syarat beban. Bila mesin kehilangan kecepatannya, rem
akan menahan sampai mati.

Sukar menunjukan beban yang konstan.

Untuk pengukuran daya mesin-mesin tanpa governor akan


menemui kesulitan.

Pada kecepatan tinggi pembacaan tidak stabil dan suaranya


bising.

b) Rem Tali (Rope Brake)


Sekitar tahun 1858, lord kevin mengembangkan rem tali (Rope
Brake), berdasarkan rancangan sebelumnya oleh prony, dengan
mengganti blok gesekan kayu menggunakan seutas tali melilit pada
poros bergulir. Cara kerja dari rem ini hamper sama dengan rem jepit,
akan tetapi pada rem ini terdiri dari tali disekeliling roda. Bahan tali

Perancangan Dynamometer Untuk Gokart

Bab II Dasar Teori


biasanya kulit, ujung tali satu dikaiykan pada satu pring balance dan
ujung yang satunya lagi diberi beban.
Pada dasarnya rem tali terdiri dari dua atau lebih tali yang melilit
pada drum atau roda gila (flywheel) suatu mesin yang dayanya akan
diukur. tali menjalankan drum yang equispaced dengan cara blok kayu
yang diletakkan di pinggiran tepi drum. Pada bagian atas dan tali
melekat pada timbangan pegas, dan ujung lainnya melekat ke pan
berat yang membawa bobot diketahui.

Gambar 2.3. Skematik Rope Brake.


Ketika panas dihasilkan berlebihan, maka pendinginan dilakukan
dengan menggunakan air yang ada pada pinggiran dalan drum, air
pendingin disuplai masuk dari luar dengan menggunakan pipa, dan
dibuang oleh pipa outlet dengan ujung datar karena dapat meraup air
yang mengalir diluar. Untuk mengetahui kekuatan dengan bantuan
dynamometer rem tali, mesin dijalankan pada kecepatan konstan.
Pada titik konstan, torsi yang ditransmisikan harus diimbangi oleh torsi
yang dihasilkan oleh gesekan tali yang dililitkan pada drum.
Sementara mesin berjalan dibawah beban, drum harus didinginkan
secara konstan . sirkulasi air dilakukan pada tepi drum selama
pengujian mesin berlangsung, untuk menghilangkan panas akibat
gesekan.
Keuntungan-keuntungan :

Perancangan Dynamometer Untuk Gokart

Bab II Dasar Teori

Konstruksi sederhana.

Baik untuk putaran rendah.

Kerugian-kerugian :

Penyerapan daya kecil.

Hanya bekerja pada putaran rendah.

Torsi yang konstan pada setiap tekanan.

Sukar menunjukan beban kostan.

Suaranya bising pada kecepatan tinggi.

2. Dynamometer Air
Pada dynamometer

pengereman

fluida,

yaitu

dengan

mengunakan fluida cair untuk mengubah daya mekanis menjadi


energi panas. Fluida yang digunakan biasanya air, sehingga
dynamometer ini sering disebut dynamometer air.
Ada 2 macam dynamometer air, yaitu :
a) Dynamometer Air Tipe Gesekan Fluida
Pada dasarnya dynamometer ini terdiri dari sebuah rotor atau
element putar dengan kedua belah permukaan rata, berputar dalam
sebuah casing, setra casing tersebut diisi dengan air selanjutnya air
fluidanya disirkulasi secara kontinou. Akibat sirkulasi air tersebut
terjadi pergesekan pada bagian fluidanya. Dynamometer ini bisa
bekerja pada kecepatan beberapa ribu rpm dengan penyerapan daya
yang lebih besar bila dibandingkan dengan tipe dynamometer lainya.
Sebuah tipe sederhana terlihat pada gambar berikut ini.

Gambar 2.4. Skematik Dynamometer Air tipe Gesekan fluida.

Perancangan Dynamometer Untuk Gokart

Bab II Dasar Teori

Gambar 2.5. Skematik Penampang Dynamometer Air.

Gambar 2.6. Skematik Stator Inlet Dan Lubang Outlet Air.


Kapasitas dynamometer jenis ini tergantung pada 2 faktor yaitu
kecepatan putaran poros dan tinggi permukaan air. Penyerapan
dayanya mendekati fungsi pengkat tiga dari kecepatan putaran poros
atau rotor. Penyerapan pada kecepatan tertentu bisa dilakukan
dengan pengaturan tinggi permukaan air pada kecepatan tertentu bisa
dilakukan dengan pengaturan tinggi permukaan air diluar atau didalam
casing. Jumlah air yang bersirkulasi harus cukup banyak agar tidak
sampai terjadi uap dibagian manapun dari alat, karena dengan
timbulnya uap tersebut akan mengakibatkan hilangnya beban sesaat
ataupun tidak. Pada rem air hanya cocok untuk menyerap kerja yang
umum dan cukup baik untuk menguasai beban konstan yang
terpecah-pecah pada kecepatan yang dinginkan, karena efek
tenaganya disebabkan oleh perubahan air.
Keuntungan-keuntungan :

Perancangan Dynamometer Untuk Gokart

Bab II Dasar Teori

Penyerapan daya besar pada kecepatan tinggi.


Bila mesin kehilangan kecepannya, maka pengereman akan

turun dengan cepat sehingga mesin tidak mati.


Perubahan beban mudah dilaksanakan dan tahan terhadap

goncangan.
Kerugian-kerugian :
Air harus selalu diganti.
Bagian dalam dipengaruhi oleh erosi dan korosi.

Harganya mahal.

b) Dynamometer Air Tipe Semburan (Agitasi)


Bentuk dari dynamometer ini hampir sama dengan bentuk
dynamometer tipe gesekan fluida, tetapi ada perbedaan diantara
kedua bentuk tersebut yaitu terletak pada cara penyerapan daya.
Selain dengan gesekan juga karena agitasi, sehingga dynamometer
ini relative lebih besar.
Dynamometer ini terdiri dari sebuah poros yang memegang
sebuah rotor dan berputar didalam casing yang tidak bisa dimasukin
air. Disetiap permukaan rotor terdapat sejumlah baling-baling radial
yang dipasang pada poros rotor. Ruang antara baling-baling ini
membentuk poket-poket elip, juga pada permukaan casing
dilengkapi dengan baling-baling seperti pada rotor. Bila rotor
digerakan, air disemburkan keluar oleh tenaga sentrifuga. Air yang
disemburkan itu ditahan oleh poket-poket casing, poket-poket casing
ini berfungsi untuk mengembalikan air ke rotor, sehingga air terus
bolak-balik antara poket rotor dan poket casing. Ini merupakan proses
turbulensi yang tinggi yang terus terjadi berulang-ulang. Akibat proses
turbulensi maka akan terjadi panas, tetapi panas ini dapat dihilangkan
dengan jalan mengatur luapan air yang terus menerus mengisi bagian
belakang poket-poket casing dengan sebuah pipa karet yang flexible,
selanjutnya air tidak boleh melebihi 60 0C. Penampang melintang ini
terlihat pada gambar dibawah ini.

Perancangan Dynamometer Untuk Gokart

Bab II Dasar Teori

Gambar 2.7. Skematik Dynamometer Air Tipe Semburan (Agitasi).


Muatan pada mesin bisa diubah dengan atau memundurkan pintu
geser yang terletak antara rotor dan poketcasing, jadi memungkinkan
casing bekerja secara aktif dalam formasi pusaran air yang menyerap
tenaga. Pergerakan pintu geser diatur dengan sebuah Hand wheel
yang terletak pada bagian luar casing. Poros motor pada casing
bergerak atau berputar didalam bearing juga dilengkapi dengan
penekanan anti air ( Water seal), sedangkan casing di tumpu pada
trunion bearing yang berbentuk bola besar (self lining) dan juga pada
casing dilekatkan sebuah lengan torsi yang dihubungkan dengan
seuah spring balance.
Kedudukan spring balance jarumnya harus menunjuk pada
angka nol (berarti dynamometer dalam keadaan setimbang), pada
waktu berhenti dan pada waktu air mengalir masuk casing tetapi
mesin belum bekerja. Kesetimbangan ini dapat dilakukan dengan
member casing

suatu beban penyeimbang yang sudah dikalibrasi

terlebih dahulu.
Keuntungan-keuntungan :
Kapasitas daya penyerapan besar dan daerah putaran tinggi.
Tahapan terhadap goncangan.
Bentuknya kecil.
Kerugian-kerugian :
Diperlukan aliran air dengan tekanan tertentu.
Temperatur air yang keluar tidak boleh lebih dari 60 0C.
Dipengaruhi oleh erosi dan korosi.

Perancangan Dynamometer Untuk Gokart

Bab II Dasar Teori

Harganya mahal.

3. Dynamometer Udara
Fan brake dynamometer (dynamometer udara) merupakan salah
satu pilihan, karena murah dan sederhana. Akan tetapi kerugian
terbesarnya adalah sangat rentan terhadap perubahan kondisi
atmosfir, seperti tekanan udara, suhu, dan kelembaban didalam
ruangan pengujian. Dalam hal ini yang paling sederhana dari sebuah
dynamometer kipas adalah baling-balingnya yang ditempatkan pada
sudut kanan terhadap bidang rotasi, sehingga mereka akan
memberikan parlawanan ke udara saat mereka berputar.
Dynamometer kipas bekerja dengan satu kipas mendayung yang
digerakan oleh mesin. Lebih cepat kipas berubah, semakin besar
kekuatan yang harus dimasukan kedalamnya untuk tetap berputar. Hp
diperlukan untuk mendorong kipas berhubungan langsung dengan
kecepatan, sehingga selama kecepatan diketahui, hp dapat dihitung.
Kipas digunakan sebagai media pembebanan poros mesin. Rem
kipas akan memberikan beban tetap, yang telah ditentukan dan akan
diterapkan pada poros mesin. Rem kipas dikalibrasi menggunakan
dynamometer AC atau DC. Satu-satunya parameter pengukuran
adalah rpm. Alat ini umumnya digunakan untuk kendaraan beroda
kecil, seperti scooter/mesin produksi. Rem udara dapat juga
dikalibrasi untuk kecepatan yang berbeda.

Gambar 2.8. Skematik Fan Brake Dynamometer.


Pengaturan bebanya dilakukan dengan mengubah radius kipa, ukuran
atau sudut kipas. Dengan memasang mesin pada bantalan ayun, mka

Perancangan Dynamometer Untuk Gokart

Bab II Dasar Teori


reaksi mesin yang timbul karena gesekan yang terjadi antara rotor
dengan udara akan terbaca pada skala.
Keuntungan-keuntungan :
Tidak memerlukan pendingin.
Untuk beban konstan dan waktu pengujian yang lama sangat
baik.
Mudah dibuat, murah dan sederhana.
Kerugian-kerugian :
Kesukaran merubah beban pada waktu mesin sedang berjalan.
Kapasitas penyerapan daya kecil.
Pengukuran tenaga tidak teliti, jadi hanya merupakan

pendekatan.
Harus dilakukan koreksi terhadap kondisi atmosfer.
Suaranya bising.

4. Dynamometer Listrik
Pada dasarnya pengereman yang terjadi pada dynamometer
listrik akibat pemotongan medan magnet oleh perangkat bahan
konduktor.
Ada 2 tipe dynamometer obsobsi yang bekerja secara listrik yaitu :
a) Dynamometer Arus Putaran (Eddy Current Dynamometer)
Pada dasarnya pengereman yang terjadi pada dynamometer
listrik ini akibat pemotongan medan magnet oleh perangkat bahan
konduktor.

Pada

prinsip

pengenalan

elektromagnetik

untuk

mengembangkan torsi dan menghilangkan daya. Menggunakan rotor


bergigi baja dengan permeabilitas pada putaran tinggi, dan dengan
clearance baik, antara plat rugi-rugi dan air pendingin. Medan magnet
sejajar dengan sumbu mesin yang dihasilkan oleh kedua kumparan
melingkar dan gerak rotor menimbulkan perubahan dalam distribusi
fluks magnetik pada plat rugi-rugi. Hal tersebut selanjutnya akan
mengakibatkan arus eddy beredar dan menghilangkan daya dalam
bentuk kerugian resistif listrik. Kemudian energi dialihkan dalam
bentuk panas ke air pendingin, lalu beredar melalui bagian dalam plat
rugi-rugi, sementara beberapa pendingin dihasilkan dari aliran udara
radial antara kesenjangan rotor dan plat. Gaya dikendalikan dengan

Perancangan Dynamometer Untuk Gokart

Bab II Dasar Teori


memvariasikan arus yang dipasok ke kumparan yang menarik annular
dan perubahan beban yang secepat mungkin.

Gambar 2.9. Skematik Eddy Current Dynamometer.


Pada mesin arus eddy yang sederhana dan kuat, sistem control
sederhana

dan

mampu

mengembangkan

torsi

pengereman

substansial pada kecepatan yang cukup rendah. seperti AC atau DC


dynamometer. Namun mereka tidak mampu untuk mengembangkan
otomotif torsi.
Keuntungan-keuntungan :

Pengaturan beban dan pemeliharaan mudah.


Pada kecepatan yang rendah penyerapan daya bisa penuh.

Kerugian-kerugian :

Harus tersedia sumber arus searah yang besar.


Pada penyerapan daya yang besar, panas yang timbul
menyulitkan pendingin.

Bagian yang dilalui air pendingin dipengaruhi erosi dan korosi.

b) Dynamometer Ayunan Listrik (Generator)


Pada prinsipnya, bidang gerak dynamometer ini diputarkan
secara terpisah baik dengan mengutamakan pipa-pipa saluran utama
atau battery yang mempertahankan satu tegangan yang konstan.
Seluruh mesin ditumpu dengan ball bearing, casing menahan sebuah
lengan torsi untuk menjadikan seimbang torsi mesin. Torsi mesin
disebarkan pada casing oleh daya tarik medan magnet yang

Perancangan Dynamometer Untuk Gokart

Bab II Dasar Teori


dihasilkan ketika jangkar sedang berputar dan mengeluarkan tenaga
listriknya pada aliran sebelah luar dynamometer.

Gambar 2.10. Skematik Generator Dynamometer.


Tenaga mesin yang diserap akan membangkitkan tenaga listrik
didalam rangkaian jangkar dan pada saatnya tenaga listrik ini bisa
terserap sepanjang tahanan yang terbuat dari kawat baja atau
semacamnya (misalnya Air). Dynamometer dipasang pada bantalan
ayun dan mengukur momen yang ditimbulkan karena kecendrungan
casing berputar.
Keuntungan-keuntungan:

Kapasitas penyerapan sampai 5000hp dan ketelitian kerja

tinggi.
Sistem yang tertutu yang tidak terpengaruh oleh gangguan luar.
Tidak memerlukan pendingin.

Kerugian-kerugian :

Harganya mahal.
Untuk pnyerapan daya yang besar dengan kecepatan yang
rendah sulit dilakukan.

2.3.2. Motoring Dynamometer


Motoring dynamometer berfungsi sebagai pengukur daya input dari
suatu alat, dan sekaligus mengeluarkan daya untuk alat tersebut. Maka
dari itu motor harus dapat mendorong peralatan pada kecepatan apapun
dan mengembangkan setiap tingkat torsi ketika dibutuhkan dalam suatu

Perancangan Dynamometer Untuk Gokart

Bab II Dasar Teori


pengujian. Dalam penggunaan umum, motor penggerak yang sering
digunakan dibagi menjadi 2 tipe, yaitu :
a) DC
Dynamometer
memanfaatkan

torsi

DC

adalah

putar

motor

sebuah
DC

dynamometer

(Direct

Current)

yang
untuk

mengimbangi gaya putar dari poros mesin yang sedang diukur


dayanya. Pada dasarnya DC adalah dynamometer mesin listrik,
dimana sebuah DC dynamometer hanyalah motor arus searah atau
generator yang mengubah energi mekanik yang diciptakan oleh
crankshaft mesin menjadi listrik.

Gambar 2.11. Skematik DC Dynamometer.


Keuntungan-keuntungan :
Response cepat.
Perawatan mudah.
Kerugian-kerugian :
Biaya tinggi.
Inersia tinggi.
Membutuhkan listrik besar.
b) AC
Dynamometer AC adalah dynamometer yang serupa dengan
dynamometer DC, hanya saja motor yang digunakan adalah motor
yang menggunakan arus listrik bolak-balik. Maka dari itu, pada
dasarnya AC dynamometer hanyalah sebuah motor arus bolak-balik
atau genset. Kedua dynamometer diatas merupakan dynamometer
universal, mereka berdua bisa menyerap tenaga dan keluaran mesin.
AC meter yang canggih dan sering digunakan dalam pengujian mesin

Perancangan Dynamometer Untuk Gokart

Bab II Dasar Teori


balap, dan DC meter tidak baik mengukur dan menyalakan mesin
berjalan pada kecepatan yang lebih rendah.
Keuntungan-keuntungan :

Inersia sangat rendah.


Response cepat.

Kerugian-kerugian :
Biaya tinggi.
Membutuhkan arus listrik yang besar.
[Link] Dynamometer
Transmission dynamometer adalah sistem pasif dan ditempatkan di
lokasi yang tepat dalam mesin atau diantara mesin, untuk mengukur torsi
pada lokasi tertentu. Dengan kata lain, energi atau daya tidak diserap,
maka energi tidak terbuang dalam gesekan tapi digunakan untuk
melakukan pekerjaan. Untuk beberapa jenis mesin lainnya, daya yang
dihasilkan oleh mesin kemudian ditransmisikan melalui dynamometer, lalu
daya yang dikembangkan kemudian diukur. Dynamometer ini kadangkadang disebut juga sebagai meter torsi.
Pada dynamometer transmisi dibagi menjadi 2 tipe, yaitu :
a) Dynamometer Mesin (Engine Dynamometer)
Pada dynamometer mesin pengukuran daya dan torsi langsung
dari poros engkol atau roda gila, pada saat mesin dipindahkan dari
kendaraan. Dynamometer jenis ini tidak memperhitungkan kehilangan
tenaga pada komponen pemindah tenaga seperti gearbox, transmisi
atau differential dan sebaginya.
Pengujian menggunakan dynamometer engeine lebih akurat
dibandingkan

dengan

chassis

dynamometer,

dynamometer

engine

menghapus

semua

dikarnakan

variable

daya

pada
yang

dilibatkan melalui transmisi, Seperti drver shaft, drive axle carriers,


dan roda. Ada dua jenis engine dynamometer yang digunakan, yaitu
test bed, yang merupakan suatu perlengkapan yang permanen dan
ditempatkan pada ruangan yang terisolasi, kedap suara, dan sering

Perancangan Dynamometer Untuk Gokart

Bab II Dasar Teori


dipisahkan dengan ruangan obsevasi. Yang kedua adalah jenis
portable, yang digabungkan langsung ke mesin, atau test bed.
Kelemahan dari pengujian engine dynamometer adalah bahwa hal
yang diatas membutuhkan banyak waktu untuk mengambil mesin dari
kendaraan dan memasangkannya ke test bed. Maka dari itu pengujian
dynamometer chassis lebih mudah dan realistis.

Gambar 2.12. Skematik Engine Dynamometer.


Keuntungan-keuntungan :
Bisa digunakan untuk pengujian mesin kecil.
Ketelitian yang tinggi.
Pengeontrolan menggunakan PC.
Pengulangan dalam pengujian sangat baik.
Perawatan yang mudah.
Kerugian-kerugian :
Banyaknya waktu yang dibutuhkan dalam pengujian.
Sistem yang rumit.
Pengontrolan harus dengan PC.
b) Dynamometer Chasis
Dynamometer chasis mengukur daya melalui permukaan roller
penggerak, yang

digerakan oleh roda kendaraan. Kendaraan

biasanya di tematkan diatas roller penggerak dimana mobil dijalankan


dan tenaga dapat diukur.

Perancangan Dynamometer Untuk Gokart

Bab II Dasar Teori

Gambar 2.13. Skematik Chassis Dynamometer.


Baik dynamometer sasis atau mesin selanjutnya dibagi menjadi 2
jenis yaitu:
1) Inertia Dynamometer
Pada

inertia

dynamometer

menggunakan

mesin

untuk

mempercepat massa inersia (kita akan menyebutnya sebagai


Flywheel untuk memudahkan). Jika mengetahui Flywheel (perlawanan
suatu benda terhadap sebuah perubahan dalam keadaan bergerak)
dan laju percepatannya, kita dapat menghitung tenaga yang
diperlukan untuk melakukan hal ini. Jika kita dapat secara berulangulang mengukur dan menghitung tenaga pada langkah-langkah kecil,
kita dapat membuat grafik yang akurat tentang karakteristik tenaga
mesin pada sebuah komputer PC.
Keuntungan-keuntungan :

Betuk paling murah dan sederhana dari dynamometer.


Dapat menahan mesin dalam kondisi stabil dalam pengujian.
Tahan terhadap perubahan pembebanan pada saat pengujian.
Tidak memerlukan peralatan pendingin.

Kerugian-kerugian :

Memerlukan pengujian yang berulang-ulang.

2) Dynamometer Steady State

Perancangan Dynamometer Untuk Gokart

Bab II Dasar Teori


Pada dynamometer steady state, menggunakan sebuah alat
yang sering disebut rem, absorber atau retarder untuk memberikan
beban pada mesin dan menahannya pada kecepatan yang konstan
pada throttle yang terbuka. Putaran diterapkan pada rangka rem, yang
dicegah dari putaran oleh sebuah sel beban elektronik. Maka dari itu
putaran diterjemahkan kedalam gaya yang dibaca oleh sensor ini.
Beberapa contoh umum dari rem adalah air, arus eddy, dan hidrolik.
Keuntungan-keuntungan :

Kemampuan bertahan dalam kondisi rpm yang konstan.


Dapat menyesuaikan daya maximum.
Tahan terhadap beban yang bervariasi pada saat pengujian.
Pembacaan hasil pengujian lebih tinggi.

Kerugian-kerugian :

Mahalnya biaya peralatan pengontrol perangkat.


Diperlukannya mengkalibrasi load cell untuk menjaga akurasi.
Rumitnya sistem control yang digunakan.
Menghasilkan panas yang besar.

2.4. Perhitungan Pada Dynamometer


Perhitungan pada dynamometer meliputi perhitungan torsi dan
perhitungan daya. Perhitungan torsi dilakukan dengan mengkalkulasikan
gaya yang terukur dengan panjang lengan dynamometer.
Rumus Perhitungan Torsi :
Torsi=F x b

.(1)

Rumus Perhitungan Daya :

Daya =

Torsi x rpm
K

.(2)

K = Konstanta.
Untuk

mendapatkan

daya

dengan

satuan

dipergunakan rumus perhitungan sebagai berikut :

Perancangan Dynamometer Untuk Gokart

kilowatt

(KW),

Bab II Dasar Teori

P=

W F x s Nm
Fxs
=
=Watt =
Kilo Watt
t
t
det
t x 1000

s
2. . r . n m
=V =
t
60
det

( )

P=

F
2. .r.n F.r .n
x
=
1000
60
9550

P=

T xn
9550

(Kilo Watt)

.(3)

Untuk mendapatkan daya dengan satuan Horse Power (HP),


dipergunakan rumus sebagai berikut :
P=

P
0,746 (Horse Power)

.(4)

2.5. Perhitungan Flywheel


Roda Gaya (FlyWheel) adalah sebuah masa yang berputar, dan
dipergunakan sebagai penyimpan tenaga di dalam mesin. Tenaga yang
disimpan dalam flywheel berupa tenaga kinetik, yang besarya :
1
2
T = . I .
2

.(5)

Dimana: I =Momen inersia flywheel terhadap sumbu putarnya.


Pada saat tenaga mesin bertambah, maka putarannya akan
bertambah, dan tenaga tersebut akan tersimpan didalam flywheel. Pada
saat mesin kekurangan tenaga, flywheel tersebut akan memberikan
tenaganya.
2.5.1. Kecepatan Sudut Flywheel

Perancangan Dynamometer Untuk Gokart

Bab II Dasar Teori


Secara lengkap besaran itu adalah kecepatan linier. sesuai dengan
gerak lurus itu, pada gerak melingkar dikenal besaran yang dinamakan
kecepaan sudut. kecepatan sudut didefinisikan sebagai perubahan posisi
sudut benda yang bergerak melingkar tiap satu satuan waktu. kecepatan
sudut disebut juga kecepatan anguler, dan disimbolkan

. Dari definisi

diatas dapat diperoleh perumusan berikut.


=

.(6)

Dimana :

= Kecepatan sudut (rad/sec).

= Perubahan sudut (rad).

= Selang waktu (s).

Kecepatan sudut sering juga disebut frekuensi sudut. Nama ini diambil

karena

memiliki kaitan dengan dengan

f . Kaitan itu dapat

ditentukan dengan melihat gerak satu lingkaran penuh. Perubahan posisi


sudut pada gerak satu lingkaran penuh adalah

= 2 , dan

waktunya satu periode T, sehingga kecepatan sudutnya memenuhi


persamaan berikut.
=

2.
T

=2 . . f

.(7)

Kecepatan sudut dapat juga memiliki satuan putaran/sekon dan rpm,


dimana :

Perancangan Dynamometer Untuk Gokart

Bab II Dasar Teori


rpm

= rotasi per menit

1 rpm

1 putaran/sekon

= 2.

2.
60

rad/sec
rad/s

2.5.2. Percepatan Sudut


Kecepatan suatu sudut benda yang bergerak melingkar tidak selalu
tetap. Misalnya gerak gerinda yang berputar kemudian mesinnya
dimatikan, maka geraknya itu akan mengalami penurunan kecepatan
sudutnya hingga berhenti. Perubahan kecepatan sudut tiap satu satuan
waktu inilah yang dinamakan percepatan sudut. Dari definisi diatas dapat
diturunkan rumus percepatan sudut seperti berikut.
=

.(8)

Dimana :

= Percepatan sudut (rad/s2).

= Perubahan Kecepatan sudut (rad/s).

= Selang waktu (s).

Sesuai dengan kecepatannya, percepatan sudut juga dapat disebut


sebagai percepatan anguler.
2.5.3. Menentukan Berat Flywheel
Apabila :
1

= Kecepatan sudut minimal flywheel.

= kecepatan sudut minimum flywheel

Perancangan Dynamometer Untuk Gokart

Bab II Dasar Teori


Io

= Momen kelembaman flywheel, terhadap sumbu putarnya.

Maka perubahan energi kinetik flywheel, pada kecepatan maksimum dan


kecepatan minimum dapat dituliskan dengan persamaan berikut :
1
1
E= . I o . 21 . I o . 22
2
2
1
= . I o . ( 21 22 )
2

Io
( + ) ( 2 )
2 1 2 1

=I o

( +
)(
2
2 )
1

=I o . . . =I o . . 2

.(9)

Bila :
k = Radius girasi flywheel terhadap sumbu putarnya.
W = Berat flywheel.
Maka :
I o=

W 2
k
g

E=

W 2
k . . 2
g

sehingga :
W=

g.E
2
k ..
2

Perancangan Dynamometer Untuk Gokart

.(10)

Bab II Dasar Teori


2.6. Perhitungan Poros
Poros merupakan salah satu bagian yang terpenting dari setiap
mesin. Hampir semua mesin meneruskan tenaga bersama-sama dengan
putaran. Peranan utama dalam transmisi seperti itu dipegang oleh poros.
Poros

untuk

meneruskan

daya

diklasifikasikan

menurut

pembebanannya sebagai berikut.


1) Poros Transmisi.
Poros macam ini mendapat beban puntir murni atau puntir dan
lentur. daya ditransmisikan kepada poros ini melalui kopling, roda
gigi, puli sabuk atau sprocket rantai dan lain-lain.
2) Spindel.
Poros transmisi yang relative pendek, seperti poros utama mesin
perkakas. Dimana beban utamanya puntiran, disebut spindel. Syarat
yang harus dipenuhi poros ini adalah deformasinya harus kecil dan
bentuk serta ukurannya harus teliti.
3) Gandar.
Poros seperti yang dipasang di antara roda-roda kereta barang,
dimana tidak mendapat beban puntir, bahkan kadang-kadang tidak
boleh berputar, disebut gandar. Gandar ini hanya mendapat beban
lentur, kecuali jika digerakan oleh penggerak mula, dimana akan
mengalami beban puntir juga.
Untuk merencanakan sebuah poros, hal-hal berikut ini perlu
diperhatikan.
a) Kekuatan Poros
Suatu poros transmisi dapat mengalami beban puntir atau lentur atau
gabungan antara puntir dan lentur, seperti telah diuraikan diatas.
juga ada poros yang mendapat beban tarik atau tekan seperti poros
baling-baling kapal atau turbin.
Kelelahan, tumbukan atau pengaruh konsentrasi tegangan apabila
diameter poros diperkecil (Poros Bertangga), atau apabila poros
mempunyai alur pasak harus diperhatikan. Maka dari itu poros harus

Perancangan Dynamometer Untuk Gokart

Bab II Dasar Teori


direncanakan hingga cukup kuat untuk menahan beban-beban
seperti yang dijelaskan di atas.
G = Modulus elastisitas geser = 83 Gpa (baja).
T .L
G=584 .
G. d 4s

.(11)

Syarat : 0,25 o
Poros panjang :

0,25 o
2

b) Korosi
Untuk mencegah terjadinya korosi, dapat dilakukan dengan cara
melakukan penghalusan permukaan poros. penghalusan poros ini
dilakukan dengan berbagai proses permesinan.
c) Kekakuan Poros
Meskipun poros mempunyai kekakuan yang cukup, tetapi jika
lenturan

atau

defleksi

puntirnya

mengakibatkan getaran yang besar

terlalu

besar

maka

akan

sehingga akan menimbulkan

suara. Kekakuan poros harus diperhatikan dan disesuaikan dengan


mesin yang akan menggunakan poros tersebut.
d) Bahan Poros
Untuk mesin biasanya poros yang digunakan terbuat dari baja
batang yang ditarik dingin dengan difinis dingin. Poros yang dipakai
untuk meneruskan putaran tinggi dan beban berat umumnya, dibuat
dari baja paduan dengan penghalusan kulit yang sangat tahan
keausan.
2.6.1. Poros Dengan Beban Puntir
Hal pertama yang dilakuakn dalam perancangan poros adalah
menghitung daya rencana. Dalam hal ini pertama kali yang harus
diketahui adalah daya P (KW) yang ditransmisikan, dan

n1

putaran

poros (rpm) yang diberikan. Jika P adalah daya rata-rata yang

dari

sistem transmisi untuk mendapatkan daya penggerak mula

yang

diperlukan, maka harus dibagi dengan efisiensi mekanis

Perancangan Dynamometer Untuk Gokart

Bab II Dasar Teori


diperlukan. Daya yang besar mungkin diperlukan pada saat start, atau
mungkin beban yang besar terus bekerja setelah start. Dengan
demikian sering kali diperlukan koreksi pada daya rata-rata yang
diperlukan dengan menggunakan faktor koreksi pada perencanaan.
Jika P adalah daya nominal output dari motor penggerak, maka
berbagai mcam faktor keamanan biasanya dapat diambil dalam
perencanaan, sehingga koreksi pertama dapat diambil kecil. Jika
faktor koreksi adalah

fc

dan daya rencana

Pd

(KW), maka

rumusnya sebagai berikut.


Pd =f c . P ( KW )

.(12)

Tabel 2.1 faktor-faktor koreksi daya yang di transmisikan,

fc

(Sularso, Dasar Perencanaan dan Pemilihan Elemen Mesin, PT


Pradnya Paramita,1997, hal 7)
Daya yang ditransmisikan

fc

Daya rata-rata yang diperlukan

1,2 2,0

Daya maksimum yang diberikan

0,8 1,2

Daya normal

1,0 1,5

Jika momen puntir (disebut juga sebagai momen rencana) adalah


T (kg . mmm) , maka.

Pd =

( T /1000 ) . ( 2 . . n1 /60 )
102

Sehingga :
T =9,74 x 10 5 .

Pd
n1

Perancangan Dynamometer Untuk Gokart

.(13)

Bab II Dasar Teori


T ( kg . mm)

Bila momen rencana

dibebankan pada suatu diameter


( kg/ mm2 )

d s ( mm) , maka tegangan geser

poros

yang terjadi

adalah :
=

T
3
=Momen tahanan puntir ( . d s /16)

( .d

3
s

/16 )

5,1 .T
d 3s

.(14)

Tegangan geser yang diizinkan

a (kg/mm 2)

untuk pemakaian

umum pada poros dapat dipeoleh dengan berbagai cara.

dihitung atas dasar kelelahan puntir, dimana kelelahan puntir yang


besarnya 40% dari batas kelelahan tarik, yang besarnya 45%
2
kekuatan tarik b (kg/ mm ) . Jadi batas kelelahan puntir adalah 18%

dari kekuatan tarik

sesuai dengan standar ASME. Untuk harga

18% ini faktor keamanan diambil sebesar 1/0,18 = 5,6 untuk bahan
SF dengan kekuatan dijamin, dan 6,0 untuk bahan SC dengan
pengaruh massa, dan baja paduan. faktor ini dinyatakan dengan
Sf 1

Selanjutnya perlu ditinjau apakah poros tersebut akan diberi alur


pasak atau dibuat bertangga, karena pengaruh konsentrasi tegangan
cukup

besar.

Pengaruh

kekasaran

permukaan

juga

harus

diperhatikan. Untuk memasukan pengaruh ini dalam perhitungan


perlu diambil faktor yang dinyatakan dengan

Sf 2

, dengan harga

sebesar 1,3 3,0. Maka dari hal-hal diatas dapat dihitung dengan.

Perancangan Dynamometer Untuk Gokart

Bab II Dasar Teori

a=

.(15)

( Sf 1 x Sf 2)

kemudian momen puntir itu sendiri juga harus ditinjau, dengan faktor
koreksi yang dianjurkan oleh ASME. Faktor tersebut dinyatakan,
sebagai berikut.
Kt = 1

Beban dikenakan secara halus.

Kt = 1,0-1,5

Beban dikenakan sedikit kejutan.

Kt = 1,5-3

Beban dikenakan dengan kejutan.

Meskipun dalam perkiraan sementara ditetapkan bahwa beban


hanya terdiri atas momen puntir saja, perlu ditinjau pula apakah ada
kemungkinan pemakaian dengan beban lentur di masa mendatang.
Jika kemungkinan adanya pemakaian beban lentur, maka dapat
dipertimbangkan pemakaian faktor

Cb

, yang harganya antara 1,2-

2,3.
Dari penjelasan diatas, dapat diperoleh rumus untuk menghitung
diameter poros

ds

d s (mm)

5,1
K .C .T
a t b

sebagai berikut.

1 /3

(mm)

a
2.6.2. Poros Dengan Beban Lentur
Tegangan Lentur :
=

M
wb

Perancangan Dynamometer Untuk Gokart

.(16)

Bab II Dasar Teori

M
. d 3s /32

10,2 . M
d 3s

.(17)

Dimana :
M

= Momen bengkok.

Wb

= Momen tahanan bengkok.

Wb

= . d s /32

2.6.3. Poros Dengan Beban Puntir dan Lentur


Poros dengan beban lentur :
Tegangan Geser ( )=

.(18)

Poros dengan beban lentur :


Tegangan Lentur ( ) =

M
Wb

.(19)

Tegangan Gabungan :
max =

max=

2 +4 t 2
2

5,1
M 2+T 2
3
ds

Faktor Koreksi momen Puntir.


Kt = 1,0 Beban dikenakan secara halus.
Kt = 1,0 1,5 Beban dikenakan sedikit kejutan.
Kt = 1,5 3 Beban dikenakan dengan kejutan.

Perancangan Dynamometer Untuk Gokart

.(20)

Bab II Dasar Teori


Faktor Koreksi Momen Lentur :
Km = 1,5 Tumbukan Halus.
Km = 1,5 2,0 Tumbukan ringan.
Km = 2 3 Tumbukan berat.
Diameter Poros
ds

5,1
2
2
( K m . M ) +( K t . T )
a

1/ 3

.(21)

2.7. Bantalan
Bantalan adalah elemen mesin yang menumpu poros berbeban,
sehingga putaran atau gerakan bolak-baliknya dapat berlangsung secara
halus, aman dan panjang umur. Bantalan harus cukup kokoh untuk
memungkinkan poros serta elemen mesin lainnya bekerja dengan baik.
Jika bantalan tidak berfungsi dengan baik maka prestasi seluruh sistem
akan menurun atau tak dapat bekerja secara semestinya. Jadi, bantalan
dalam permesinan dapat disamakan peranannya dengan pondasi pada
gedung.
Berdasarkan gerakan bantalan terhadap poros, maka bantalan
diklasifikasikan menjadi bantalan luncur dan bantalan gelinding. Bantalan
luncur mampu menumpu poros berputaran tinggi dengan beban besar.
Bantalan ini sederhana kontruksinya dan dapat dibuat serta dipasang
dengan mudah. Karena gesekannya yang besar pada waktu mulai jalan,
bantalan luncur memerlukan momen awal yang besar. Namun sistem
pelumasan pada jenis bantalan ini tidak sesederhana kontruksi dan cara
pemasangannya. Karena panas yang timbul dari gesekan yang besar,
terutama pada beban besar maka diperlukan pendinginan khusus.
Sekalipun demikian karena adanya lapisan pelumas, bantalan ini dapat
meredam tumbukan dan getaran sehingga hampir tidak bersuara. Tingkat
ketelitian yang diperlukan tidak setinggi bantalan gelinding sehingga dapat
lebih murah. Bantalan gelinding pada umumnya lebih cocok untuk beban

Perancangan Dynamometer Untuk Gokart

Bab II Dasar Teori


kecil

daripada

bantalan

luncur, tergantung

pada

bentuk

elemen

gelindingnya. Putaran pada bantalan ini dibatasi oleh gaya sentrifugal


yang timbul pada eleman gelinding tersebut. Putaran pada elemen ini
dibatasi oleh gaya sentrifugal yang timbul pada elemen gelinding tersebut.
Karena kontruksinya yang sukar dan ketelitiannya yang tinggi, maka
bantalan gelinding hanya dapat dibuat oleh pabrik-pabrik tertentu saja.
Adapun harganya pada umumnya lebih mahal daripada bantalan luncur.
Untuk menekan biaya pembuatan serta memudahkan pemakaian, maka
bantalan gelinding diproduksi menurut standar dalam pelbagai ukuran dan
bentuk. Keunggulan bantalan ini adalah pada gesekannya yang sangat
rendah. Pelumasannya pun sangat sederhana, cukup dengan gemuk,
bahkan pada macam yang memakai seal sendiri tidak perlu pelumasan
lagi. Meskipun ketelitiannya sangat tinggi, namun karena adanya gerakan
elemen gelinding dan sangkar, pada putaran tinggi bantalan ini agak
gaduh dibandingkan dengan bantalan luncur.
2.7.1. Bantalan Glinding
Bantalan gelinding mempunyai keuntungan dari gesekan gelinding
yang sangat kecil dibandingkan dengan bantalan luncur. Seperti
diperlihatkan gambar dibawah ini, elemen gelinding seperti bola atau rol,
dipasang antara cincin luar dan cincin dalam. Dengan memutar salah satu
cincin tersebut, bola atau rol akan membuat gerakan gelinding sehingga
gesekan diantaranya akan jauh lebih kecil.
2.7.2. Kelakuan Bantalan Glinding
1. Kemampuan Membawa Beban Aksial
Bantalan radial yang mempunyai sudut kontak yang besar antara
elemen gelinding dan cincinnya, dapat menerima sedikit beban
aksial. Bantalan bola macam alur dalam, bantalan bola kontak
sudut, dan bantalan rol kerucut merupakan macam bantalan yang
akan dibebani gaya aksial kecil. Bantalan mapan sendiri dapat
menyesuaikan diri dengan defleksi poros. Namun demikian

Perancangan Dynamometer Untuk Gokart

Bab II Dasar Teori


kemampuannya menahan gaya aksial adalah kecil. Bantalan rol
silinder pada umumnya hanya dapat menerima beban radial.
Meskipun demikian di antaranya terdapat pula yang mempunyai
konstruksi khusus untuk dapat menerima gaya aksial.
2. Kelakuan Terhadap Putaran
Diameter poros d (mm) dikalikan dengan putaran per menit n (rpm)
disebut harga d.n. Harga ini untuk suatu bantalan mempunyai batas
empiris yang besarnya tergantung pada macamnya dan cara
pelumasannya.
3. Kelakuan Terhadap Gesekan
Bantalan bola dan bantalan rol silinder mempunyai gesekan yang
relatif kecil dibandingkan dengan bantalan macam lain. Untuk alatalat ukur, gesekan bantalan merupakan hal yang menentukan
ketelitiannya.
4. Kelakuan Terhadap Bunyi dan Gesekan
Hal ini dipengaruhi oleh kebulatan bola dan rol, kebulatan cincin,
kekasaran elemen-elemen tersebut, keadaan sangkarnya, dan
kelas mutunya. Faktor lain yang mempengaruhi adalah ketelitian
pemasangan, konstruksi mesin (yang memakai bantalan tersebut),
dan kelonggaran dalam bantalan. Bunyi atau getaran adalah
pengaruh gabungan dari pelbagai faktor. Sampai saat ini belum ada
pemecahan yang sempurna dan memuaskan. Sebagai petunjuk,
kelakuan bantalan tersebut diatas ditabelkan (lihat lampiran).
2.7.3. Klasifikasi Bantalan Glinding
Bantalan

gelinding,

seperti

pada

bantalan

luncur,

dapat

diklasifikasikan atas:
a) Bantalan radial, yang terutama membawa beban radial dan sedikit
beban aksial.
b) Bantalan aksial, yang membawa beban yang sejajar sumbu poros.
Menurut bentuk elemen gelindingnya, dapat pula dibagi atas bantalan
boladan bantalan rol. Demikian pula dapat dibedakan menurut banyaknya
baris dan konstruksi dalamnya. Bantalan yang cincin dalam dan cincin
luarnya dapat saling dipisahkan disebut macam pisah.

Perancangan Dynamometer Untuk Gokart

Bab II Dasar Teori


Menurut diameter luar atau diameter dalamnya, bantalan gelinding
dapat dibagi atas :
1)
2)
3)
4)
5)
6)
7)
8)

Diameter luar lebih dari 800 mm


Diameter luar 180-800 mm
Diameter luar 80-180 mm
Diameter dalam 10 mm atau lebih,dan
Diameter luar 80 mm
Diameter dalam kurang dari 10 mm, dan
Diameter luar 9 mm atau lebih
Diameter luar kurang dari 9 mm

Ultra besar.
Besar.
Sedang.
Kecil.
Diameter kecil.
Miniatur.

Menurut pemakaiannya, dapat digolongkan atas bantalan otomobil,


bantalan mesin, dan bantalan instrument. Bantalan gelinding biasa
terdapat dalam ukuran metris dan inchi, dan distandarkan menurut ISO
dengan nomor kode internasional menurut ukurannya. Namun demikian
perlu diketahui bahwa bantalan otomobil dapat mempunyai ukuran khusus
sesuai dengan pemakaiannya.

Gambar 2.14. Macam-macam Bantalan Glinding.


Keterangan :

Perancangan Dynamometer Untuk Gokart

Bab II Dasar Teori


a) Bantalan bola radial alur dalam baris tunggal.
b) Banalan bola [Link] bola kontak sudut baris
c)
d)
e)
f)
g)
h)
i)
j)

tunggal.
Bantalan bola mapan sendiri baris ganda.
Bantalan rol silinder baris tunggal.
Bantalan rol krucut baris tunggal.
bantalan rol bulat.
Bantalan rol jarum.
Bantalan rol aksial satu arah.
Bantalan bola aksial dua arah dengan dudukan berbidang bola.
Bantalan rol bulat aksial baris tunggal.

2.7.4. Bahan Bantalan Glining


Cincin dan elemen gelinding pada bantalan umumnya dibuat dari
baja bantalan khrom karbon tinggi. Baja bantalan dapat memberikan efek
stabil pada perlakuan panas. Baja ini dapat memberikan umur panjang
dengan keausan yang sangat kecil. Dengan kemajuan dalam teknik
hampa pada akhir-akhir ini, telah dikembangkan baja bantalan cair
hampa. Baja macam ini tidak sesuai untuk produksi masa dan sangat
mahal sehingga hanya dipakai dimana diperlukan baja murni.
2.7.5. Nomor Nominal Bantalan Glinding
Pemilihan

standar

bantalan

gelinding

dilakukan

dengan

menggunakan katalog dari bantalan. Ukuran dimensi utamanya meliputi;


lubang, luar, lebar, dan lengkungan sudut. Pada umumnya, lubang
diambil sebagai patokan, dengan mana berbagai luar dan lebar
digabungkan. Nomor nominal bantalan gelinding terdiri dari nomor dasar
dan pelengkap. Nomor dasar yang terdapat merupakan lambang jenis,
lambang ukuran (lambing lebar, luar), nomor lubang, dan lambang
sudut kontak. Lambang jenis menyatakan jenis bantalan. Baris tunggal
alur dalam diberi tanda 6; rol silinder diberi tanda 6; rol silinder diberi
tanda huruf N, NF, dan NU, yang menyatakan macam kerahnya.
Lambang ukuran menyatakan lebar untuk bantalan radial dan tinggi
untuk bantalan aksial; dapat juga menyatakan luar dari bantalanbantalan tersebut. Untuk bantalan bola radial, tidak terdapat lambang

Perancangan Dynamometer Untuk Gokart

Bab II Dasar Teori


lebar. membesar dalam urutan : 7,8,9,0,1,2,3, dan 4. Lambang luar
0,1,2, dan 3 lazim dipergunakan. Lambang luar 0 dan 1 menyatakan
jenis beban sangat ringan; 2, jenis beban ringan; 3, jenis beban sedang,
dan 4, jenis beban berat. Nomor lubang dinyatakan dengan dua angka.
Untuk bantalan yang berdiameter 20-500 (mm), kalikanlah dua angka
lambang tersebut dengan 5 untuk mendapatkan lubang yang
sebenarnya (dalam mm). Nomor tersebut bertingkat, dengan kenaikan
sebesar 5 (mm) setiap tingkatnya. Untuk lubang dibawah 20 (mm),
nomor 00 menyatakan 10 (mm), nomor tanda adalah sama dengan
lubangnya. Berikut dibawah ini merupakan contoh nomor nominal dan
artinya.
6312 ZZ C3 P6
6

= Menyatakan bantalan bola baris tunggal alur dalam.

= Singkatan dari lambang 03, dimna 3 menunjukan luar


130 mm.

12

= Berarti 12 x 5 = 60 mm (Diameter lubang).

ZZ

= Berarti berseal 2.

C3

= Kelonggaran 3.

P6

= Ketelitian 6.

2.7.6. Perhitungan Perancangan Bantalan


1) Beban yang ditumpu
Beban aksial

= Wr (N/kg)

Beban radial

= Wa (N/kg)

Putaran poros

= n (rpm)

2) Faktor Beban

= fw

(Lihat pada table bantalan untuk permesinan, serta umurnya (faktor


beban), pada lampiran).
3) Beban Rencana

Radial (Fr)

Perancangan Dynamometer Untuk Gokart

Bab II Dasar Teori


Fr=Wr . fw (n /kg)

.(22)

Aksial (fa)
Fa=wa . fw (N /kg)

.(23)

4) Beban Ekivalen Dinamis


Pr x . v . Fr+ y . Fa(n/kg)

.(24)

Dimana :
v =Beban berputar .

v , x , y dan X o , Y o

Sedangkan harga

dapat dilihat pada table faktor-

faktor v, x, y dan Xo, Yo pada lampiran.


Lh (Jam)

5) Umur Nominal Bearing =

.(25)

6) Faktor Kecepatan
Bantalan bola

Bantalan roll

33,3
n

1/3

( )

Fn=

33,3
n

3/ 10

( )

Fn=

.(26)

.(27)

7) Faktor Umur
Bantalan bola

Bantalan roll

Lh
Fh=
500

1 /3

( )

Lh
Fh=
500

.(28)

3 / 10

( )

.(39)

8) Kapasitas Nominal Spesifik


C=

fh
. Pr
fn

Perancangan Dynamometer Untuk Gokart

.(30)

Common questions

Didukung oleh AI

Dynamometer air tipe semburan berbeda dari tipe gesekan fluida terutama dalam cara penyerapan daya. Pada tipe semburan, selain melalui gesekan, daya diserap dengan cara agitasi yang melibatkan baling-baling yang berputar di dalam casing dengan poket-poket ½ elip. Desain ini menyebabkan ukuran dynamometer lebih besar karena memaksimalkan penyerapan dengan cara agitasi, dibandingkan dengan tipe gesekan fluida yang hanya mengandalkan sirkulasi air terus-menerus untuk menghasilkan gesekan .

Dynamometer air tipe gesekan fluida memiliki keunggulan dalam penyerapan daya yang lebih besar pada kecepatan tinggi dibandingkan dengan tipe dynamometer lainnya. Hal ini karena sirkulasi air yang menghasilkan gesekan pada bagian fluida, memungkinkan dynamic balance pada kecepatan tinggi. Namun, kelemahannya termasuk keharusan mengganti air secara berkala dan risiko erosi serta korosi pada bagian dalamnya. Selain itu, harganya relatif mahal .

Dalam dynamometer ayunan listrik, medan magnet yang dihasilkan oleh angker berputar menginduksi tarikan medan magnet pada casing yang ditumpu oleh lengan torsi. Distribusi gaya magnet ini berimbang dengan gaya mekanis dari mesin, memampukan pengukuran torsi secara presisi melalui efek interaksi magnet dan gerakan mekanik. Sistem ini memaksimalkan efisiensi pengukuran atas gerakan torsi yang dikonversi menjadi keluaran tenaga listrik .

Keunggulan bantalan glinding dibandingkan bantalan luncur pada dynamometer termasuk gesekan yang lebih kecil dan pelumasan yang lebih sederhana. Bantalan glinding memanfaatkan bola atau rol yang memungkinkan gerakan gelinding, mengurangi gesekan dibanding gerakan meluncur. Hal ini membuat bantalan glinding cocok untuk aplikasi dengan kebutuhan presisi tinggi yang dapat memperpanjang umur operasional dan efisiensi alat .

Korosi dalam sistem dynamometer air dapat mengakibatkan kerusakan komponen, meningkatkan frekuensi pemeliharaan, dan mengurangi efisiensi penyerapan daya. Untuk menghindari korosi, pemilihan material yang tahan terhadap air dan metode sirkulasi yang efisien diperlukan, selain perawatan dan penggantian air sirkulasi secara berkala guna mengurangi pengendapan mineral dan dampak lingkungan yang korosif .

Pemahaman nomor nominal bantalan glinding sangat penting dalam pemilihan komponen karena mencantumkan spesifikasi lengkap seperti jenis, ukuran, dan kelonggaran yang diperlukan. Nomor nominal memberikan panduan tentang kemampuan beban aksial, jenis beban yang dapat diterima, dan batasan dimensi yang mungkin, yang penting dalam pemilihan sesuai kebutuhan spesifik sistem dalam dynamometer .

Fan brake dynamometer dianggap sesuai untuk kendaraan kecil seperti scooter karena tidak memerlukan pendingin dan pengaturannya mudah, sederhana, serta murah. Dalam konteks pembebanan, alat ini memberikan beban tetap yang cocok untuk pengujian produksi kecil, disertai dengan kalibrasi sederhana menggunakan dynamometer AC atau DC. Meski demikian, alat ini memiliki kapasitas penyerapan daya yang kecil, sulit untuk mengubah beban selama operasi, dan hasil pengukuran yang tidak teliti sehingga lebih berupa perkiraan .

Dynamometer arus putaran bekerja dengan cara memotong medan magnet yang dihasilkan oleh kumparan, menyebabkan perubahan distribusi fluks magnetik. Hal ini menghasilkan arus eddy dalam plat rugi-rugi, yang menghilangkan daya dalam bentuk kerugian resistif listrik. Proses ini menghasilkan panas signifikan yang memerlukan media pendingin untuk menyalurkannya, biasanya menggunakan air pendingin yang mengalir melalui plat .

Penggunaan perangkat anti-getaran seperti bantalan adalah vital dalam desain dynamometer untuk memastikan operasi yang halus dan mengurangi kebisingan yang tak diinginkan. Getaran yang diredam juga mencegah keausan prematur pada komponen mekanis dan memastikan akurasi pengukuran torsi dan daya. Tanpa perangkat yang memadai, getaran berlebih dapat menyebabkan distorsi hasil uji, kerusakan mekanis, dan meningkatkan kebisingan yang mengganggu operasi laboratorium atau pengujian lapangan .

Sistem pendinginan esensial dalam dynamometer listrik karena mengatur panas yang timbul dari konversi energi mekanis menjadi panas akibat gesekan elektromagnetik. Dalam dynamometer arus putaran, panas ini diserap oleh air pendingin yang bersirkulasi di plat rugi-rugi. Jika sistem pendinginan gagal, panas dapat menumpuk, berisiko merusak komponen internal dan menurunkan efisiensi serta ketepatan pengukuran daya. Tanpa pendinginan yang efektif, potensi erosi dan korosi juga meningkat, mengakibatkan kegagalan prematur komponen .

Anda mungkin juga menyukai