Sekilas RKS
Posted on May 31, 2014 by budisuanda
RKS (Rencana Kerja dan Syarat-syarat) adalah pedoman penting dalam melaksanakan suatu
proyek di samping gambar. Sehingga penting untuk direview dan dipahami seawal mungkin
untuk kelancaran pelaksanaan proyek.
RKS adalah bagian dari dokumen kontrak disamping ketentuan kontrak, gambar, dan
dokumen lainnya. Sehingga RKS adalah salah satu pedoman penting dalam melaksanakan
proyek. Umumnya isi dari RKS terdiri dari tiga bagian, yaitu Umum, Administrasi, dan
Teknis. Namun ada pula yang menambahkan dengan bagian Keterangan dan Syarat
Pelaksanaan. Berikut penjelasannya :
1. KETERANGAN. Dijelaskan mengenai pihak-pihak yang terlibat, yaitu pemberi
tugas, konsultan, perencana, konsultan pengawas, dan penyedia jasa. Termasuk hak
dan kewajiban dari setiap pihak tersebut. Disebukan pula lampiran-lampiran yang
disertakan, dengan menyebutkan macam-macam gambar dan jumlah selengkapnya.
2. PENJELASAN UMUM, berupa : (i) jenis pekerjaan, informasi tentang jenis
pekerjaan yang akan dikerjakan, (ii) peraturan-peraturan atau code yang akan
digunakan, penjelasan mengenai berita acara penjelasan pekerjaan dan keputusan
akhir yang akan digunakan, (iii) status dan batas-batas lokasi pekerjaan beserta patok
duga yang digunakan.
3. SYARAT TEKNIS, adalah rincian syarat teknis setiap bagian pekerjaan yang akan
dilaksanakan dimulai pekerjaan persiapan sampai dengan finishing.
4. SYARAT PELAKSANAAN, berupa penjelasan lengkap atas : (i) Rencana
Pelaksanaan Pekerjaan , misalnya pembuatan Time Schedule, Perlengkapan kantor,
Perlengkapan di lapangan sesuai dengan Peraturan Kesehatan dan Keselamatan Kerja.
(ii) Persyaratan dan Pemeriksaan bahan yang akan digunakan, baik secara visual
maupun laboratorium beserta jumlah sample yg harus di uji. (iii) Rencana Pengaturan
Pelaksanaan ditempat pekerjaan, misalnya letak dan besar kantor proyek dan direksi,
system aliran material di lokasi pekerjaan, letak peralatan konstruksi, lokasi barak
pekerja, bengkel kerja, dan tempat-tempat penyimpanan material beserta sistemnya.
5. SYARAT ADMINISTRASI, yaitu penjelasan tentang tata cara proses administrasi
yang harus dilakukan selama pelaksanaan pekerjaan. Dalam peraturan administrasi
dibedakan pula antara peraturan administrasi keuangan dan teknis. Administrasi
keuangan mencakup hal-hal sebagai berikut : Harga penawaran termasuk didalamnya
biaya pelelangan, ketentuan apabila terjadi Pekerjaan tambah kurang, persyaratan
yang harus dipenuhi dari setiap jenis jaminan yang digunakan (Tender bond,
performance bond), ketentuan denda yang disebabkan karena keterlambatan, kelalaian
pekerjaan, pemutusan kontrak dan pengaturan pembayaran kepada Kontraktor, resiko
akibat kenaikan harga upah dan bahan. Administrasi Teknis memuat hal-hal sebagai
berikut: ketentuan apabila terjadi perselisihan beserta cara-cara penyelesaiannya,
syarat-syarat penawaran, tata cara pelelangan, kelengkapan surat penawaran,
ketentuan penyampaian dokumen penawaran dan sampul penawaran, syarat peserta
lelang dan sangsi apabila terjadi pelanggaran, dll. Hal lain yang dijelaskan adalah
peraturan penyelenggaraan, misalnya pembuatan laporan kemajuan pekerjaan
(progress), penyerahan pekerjaan dan pembuatan schedule.
RKS harus dibuat lengkap dan rinci yang dibuat oleh konsultan untuk bahan review oleh
kontraktor. RKS harus memperhatikan lingkup pekerjaan dan tingkat kesulitan pekerjaan.
Syarat material harus memperhatikan ketersediaan material tersebut di pasaran. Review RKS
sangat penting. Banyak kejadian dimana RKS tidak applicable terhadap kondisi aktual di
lapangan. Semua pihak, wajib melakukan review RKS demi pelaksanaan proyek yang baik
dan lancar.
RKS tidak perlu dibuat bertele-tele dalam kalimat panjang. Cukup berupa pointer. Akan lebih
baik bila dibuat summary pada tiap item pekerjaan. Hal ini karena seringkali pada saat lelang,
tidak diberikan waktu yang cukup bagi kontraktor untuk melakukan review. Adanya summary
penting berupa kalimat pointer atau schedule akan sangat membantu proses review.
Time schedule proyek
BY AZIZ May 02, 2014
Time schedule adalah rencana alokasi waktu untuk menyelesaikan masing-masing item
pekerjaan proyek yang secara keseluruhan adalah rentang waktu yang ditetapkan untuk
melaksanakan sebuah proyek.
Time schedule pada proyek konstruksi dapat dibuat dalam bentuk
Kurva S
Bar chart
Network planning
schedule harian, schedule mingguan, bulanan, tahunan atau waktu
tertentu.
Pembuatan time schedule dengan bantuan software seperti ms project.
Tujuan atau manfaat pembuatan time schedule pada sebuah proyek konstruksi antara lain:
Pedoman waktu untuk pengadaan sumber daya manusia yang dibutuhkan.
Pedoman waktu untuk pendatangan material yang sesuai dengan item
pekerjaan yang akan dilaksanakan.
Pedoman waktu untuk pengadaan alat alat kerja.
Time schedule juga berfungsi sebagai alat untuk mengendalikan waktu
pelaksanaan proyek.
Sebagai tolok ukur pencapaian target waktu pelaksanaan pekerjaan.
Time schedule sebagai acuan untuk memulai dan mengakhiri sebuah
kontrak kerja proyek konstruksi.
Sebagai pedoman pencapaian progress pekerjaan setiap waktu tertentu.
Sebagai pedoman untuk penentuan batas waktu denda
atas
keterlambatan proyek atau bonus atas percepatan proyek.
Sebagai pedoman untuk mengukur nilai suatu investasi
Untuk dapat menyusun time schedule atau jadwal pelaksanaan proyek yang baik dibutuhkan:
Gambar kerja proyek
Rencana anggaran biaya pelaksanaan proyek
Bill of Quantity ( BQ ) atau daftar volume pekerjaan
Data lokasi proyek berada
Data sumberdaya meliputi material, peralatan, sub kontraktor yang
tersedia disekitar lokasi pekerjaan proyek berlangsung.
Data sumber daya material, peralatan, sub kontraktor yang harus
didatangkan ke lokasi proyek.
Data kebutuhan tenaga kerja dan ketersediaan tenaga kerja yang di
butuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan.
Data cuaca atau musim di lokasi pekerjaan proyek.
Data jenis transportasi yang dapat digunakan disekitar lokasi proyek.
Metode kerja yang digunakan untuk melaksanakan masing-masing item
pekerjaan.
Data kapasitas prosduksi meliputi peralatan, tenaga kerja, sub kontraktor,
material.
Data keuangan proyek meliputi arus kas, cara pembayaran pekerjaan,
tenggang waktu pembayaran progress dll.
Begitulah kurang lebih penjelasan tentang time schedule, untuk penjelasan tentang kurva s,
bar chart, network planning sudah dibuat dalam artikel tersendiri. Koreksi maupun tambahan
Penjelasan time schedule lainya dapat dimasukan dibawah
MANAJEMEN PROYEK
Chairil Nizar
Manajemen proyek dapat didefinisikan sebagai suatu proses dari perencanaan, pengaturan,
kepemimpinan, dan pengendalian dari suatu proyek oleh para anggotanya dengan
memanfaatkan sumber daya seoptimal mungkin untuk mencapai sasaran yang telah
ditentukan. Fungsi dasar manajemen proyek terdiri dari pengelolaan-pengelolaan lingkup
kerja, waktu, biaya, dan mutu. Pengelolaan aspek-aspek tersebut dengan benar merupakan
kunci keberhasilan dalam penyelenggaraan suatu proyek.
Dengan adanya manajemen proyek maka akan terlihat batasan mengenai tugas, wewenang,
dan tanggung jawab dari pihak-pihak yang terlibat dalam proyek baik langsung maupun tidak
langsung, sehingga tidak akan terjadi adanya tugas dan tangung jawab yang dilakukan secara
bersamaan (overlapping).
Apabila fungsi-fungsi manajemen proyek dapat direalisasikan dengan jelas dan terstruktur,
maka tujuan akhir dari sebuah proyek akan mudah terwujud, yaitu:
1. Tepat Waktu
2. Tepat Kuantitas
3. Tepat Kualitas
4. Tepat Biaya sesuai dengan biaya rencana
5. Tidak adanya gejolak sosial dengan masyarakat sekitar
6. Tercapainya K3 dengan baik
Pelaksanaan proyek memerlukan koordinasi dan kerjasama antar organisasi secara solid dan
terstruktur. Dan hal inilah yang menjadi kunci pokok agar tujuan akhir proyek dapat selesai
sesuai dengan schedule yang telah direncanakan.
Pada Proyek tempat penulis kerja praktek, terdiri dari beberapa unsur organisasi yang
masing-masing mempunyai fungsi yang berbeda. Adapun pihak-pihak tersebut antara lain:
1. Pemilik proyek (owner)/investor yang juga merupakan konsultan
manajemen konstruksi
2. Konsultan perencana arsitektur, landscape, dan quantity surveyor
3. Kontraktor pelaksana utama yang membawahi:
1)
Konsultan perencana struktur dan mekanikal & elektrikal
2)
Sub kontraktor spesialis
1. Kontraktor pondasi
Dalam menjalankan tugas dan fungsinya, ke-4 pihak tersebut harus mempunyai hubungan
kerja yang jelas, dan dapat bersifat ikatan kontrak, perintah, maupun garis koordinasi.
Hubungan antara pihak tersebut dapat dilihat dalam skema pada gambar 1.1 dibawah ini.
SORA N 27/03/2015
Pengertian manajemen proyek dan contohnya Manajemen proyek adalah suatu
penerapan ilmu pengetahuan, keahlian dan juga ketrampilan, cara teknis yang terbaik serta
dengan sumber daya yang terbatas untuk mencapai sasaran atau tujuan yang sudah ditentukan
agar mendapatkan hasil yang optimal dalam hal kinerja, waktu, mutu dan keselamatan kerja.
Definisi manajemen proyek yang lainnya adalah suatu kegiatan merencanakan,
mengorganisasikan, mengarahkan, mengawasi serta mengendalikan sumber daya organisasi
perusahaan guna mencapai tujuan tertentu dalam waktu tertentu dengan sumber daya tertentu.
Baca juga tentang: Pengertian manajemen dan menurut para ahli dilengkapi dengan
fungsinya.
Ruang lingkup proyek, diantaranya meliputi:
Menentukan waktu dimulai proyek .
Perencanaan lingkup dari proyek yang akan dikerjakan.
Pendefinisian dari ruang lingkup proyek.
Verifikasi proyek dan kontrol atas perubahan yang mungkin saja terjadi ketika proyek
tersebut dimulai.
Inilah 3 garis besar untuk berlangsungnya suatu proyek
Terdapat 3 (tiga) garis besar untuk menciptakan berlangsungnya suatu proyek, diantaranya
meliputi:
1. Perencanaan
Untuk mencapai sebuah tujuan, suatu proyek membutuhkan suatu perencanaan yang benarbebar matang. Yaitu dengan meletakkan dasar dari tujuan dan sasaran dari suatu proyek
sekaligus menyiapkan semua program teknis dan menyiapkan administrasi supaya dapat
diimplementasikan. Tujuannya yaitu supaya memenuhi persyaratan spesifikasi yang
ditentukan dalam batasan waktu, mutu, biaya maupun keselamatan kerja. Perencanaan suatu
proyek dilakukan dengan cara studi kelayakan, rekayasa nilai, perencanaan area dari
manajemen proyek (Seperti: waktu, biaya, mutu, kesehatan, lingkungan,keselamatan kerja,
sumber daya, resiko dan sistem informasi).
Apa itu manajemen proyek?
2. Penjadwalan
Merupakan implementasi dari perencanaan yang bisa memberikan informasi mengenai
jadwal rencana dan kemajuan proyek yang meliputi sumber daya (biaya, tenaga kerja,
peralatan, dan material), durasi dan juga progres waktu untuk menyelesaikan proyek.
Penjadwalan proyek yang mengikuti perkembangan proyek dengan berbagai macam
permasalahannya. Proses monitoring dan juga updating selalu dilakukan untuk mendapatkan
penjadwalan yang realistis supaya sesuai dengan tujuan proyek tersebut. Terdapat beberapa
metode untuk mengelola penjadwalan proyek, diantaranya yaitu Kurva S (hanumm Curve),
Barchart, Penjadwalan Linear (diagram Vektor), Network Planning serta waktu dan durasi
kegiatanna. Jika terjadi penyimpangan terhadap rencana awal, maka dilakukanlah evaluasi
dan tindakan koreksi supaya proyek tetap berada dijalur yang diharapkan.
[Link] Proyek
Pengendalian mempengaruhi hasil akhir dari suatu proyek. Tujuan utamanya yaitu untuk
meminimalisasi segala penyimpangan yang mungkin terjadi selama berlangsungnya proyek.
Tujuan dari pengendalian proyek ialah optimasi kinerja biaya, waktu, mutu dan juga
keselamatan kerja harus memiliki kriteria sebagai tolak ukur. Kegiatan-kegiatan yang
dilakukan dalam proses pengendalian ialah berupa pengawasan, pemeriksaan, dan juga
koreksi yang dilakukan selama proses implementasi.
Contoh manajemen proyek
Contoh proyek yang ada dilingkungan sekitar kita, misalnya seperti di bawah ini:
Proyek konstruksi yaitu hasilnya seperti pembangunan gedung, jembatan, jalan raya,
jalan tol dan lain sebagainya.
Proyek penelitian dan pembangunan yaitu melakukan suatu penelitian dan
pengembangan, sampai terciptanya suatu produk tertentu dengan maksud dan tujuan
untuk memperbaiki ataupun meningkatkan kualitas suatu produk, layanan dan lain
sebagainya.
Proyek industri manufaktur yaitu kegiatannya mulai dari merancang sampai
terciptanya suatu produk yang baru.
Proyek padat modal yaitu suatu proyek yang membutuhkan modal yang besar. Seperti
misalnya pembebasan tanah yang luas, pembelian barang maupun pengadaan suatu
barang, pembangunan suatu fasilitas produksi dan sebagainya.
ILMU [Link] Struktur organisasi proyek secara umum dapat diartikan dua orang atau
lebih yang melaksanakan suatu ruang lingkup pekerjaan secara bersama sama dengan
kemampuan dan keahlianya masing masing untuk mencapai suatu tujuan sesuai yang
direncanakan. Dengan adanya organisasi kerja yang baik diharapkan akan memberikan hasil
efisien, tepat waktu serta dengan kualitas tinggi.
Suatu proyek konstruksi yaitu proyek fisik yang dicapai dengan kegiatan konstruksi
merupakan suatu sistem. Sedangkan sistem itu sendiri secara konseptual berpengertian
adanya perangkat atau kelompok yang menyangkut beberapa usur yang saling berinteraksi
untuk mencapai tujuan bersama.
Proyek konstruksi yang mempunyai tujuan menghasilkan suatu bangunan fisik yang
memenuhi dan persyaratan melalui suatu ruang lingkup pekerjaan tertentu yang dilakukan
beberapa orang atau beberapa kelompok orang. Untuk proyek proyek besar yang harus di
laksanakan oleh beberapa kontraktor, maka pemilik proyek dapat memberikan kepercayaan
yang penuh pada suatu badan yang disebut manajemen konstruksi ( MK ) yang bertindak dan
atas nama pemilik sebagai manajer.
dalam sebuah proyek konstruksi, bagian bagian manajemen dari struktur organisai yang ada
didalamnya antara lain:
Pemilik proyek atau owner
konsultan perencana
konsultan pengawas
kontraktor
Project manajer
Site Enginer
Pengedali operasional proyek
logistik proyek
arsitek atau drafter gambar kerja
Quantity surveyor
Quality Qontrol.
Safety atau K3
Pelaksana proyek
Surveyor
administrasi proyek
Perpajakan
Akutansi
Teknik informatika proyek
mekanikal elektrikal
mandor
tukang bangunan
kepala tukang
pekerja bangunan
satpam
warung makan
preman setempat
pemerintah daerah
aparat kepolisian
dll
masing masing dari bagian struktur organisasi harus berfungsi dengan baik agar pekerjaan
konstruksi dapat selesai dengan tepat waktu, efisien serta dengan kualitas yang memuaskan.
seluruh bagian dalam organisasi proyek adalah satu kesatuan secara utuh yang apabila salah
satu tidak bekerja dengan baik maka dapat mempengaruhi kelancaran proses pelaksanaan
proyek, misalnya apabila bagian administrasi tidak terampil dalam mengatur arus keluar
masuk keuangan proyek maka dapat menyebabkan kendala dalam pengadaan pembelian
material atau keterlambatan upah pekerja sehingga mengurangi motivasi dan semangat dalam
bekerja