ASUHAN BAYI BARU LAHIR
DAN NEONATUS DI
KOMUNITAS
B. IIN RUMINTANG, SST, [Link]
TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah mengikuti perkuliahan ini saudara
mampu merencanakan manajerial asuhan
bayi baru lahir di rumah.
REFERENSI
Prawihardjo, Sarwono. Buku Panduan Pelayanan Kesehatan
Maternal dan Neonatal edisi I. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka:
2002
[Link] [Link]: Tiara Putra Jakarta:
2007
Henderson Christine, Konsep Kebidanan, Jakarta: EGC. 2006.
Hal: 468 - 519
Depkes RI, Pedoman Pelayanan Kesehatan Dasar, Jakarta.
2001. Hal 71- 105
Varneys [Link] Kebidanan, Jakarta: EGC. 2004. Hal 561584.
Bobak,Lowdermilk,Jensen. Buku Ajar Keperawatan Maternitas,
Jakarta: EGC. 2005.
Hal : 585- 598
Prodi Kebidanan Politeknik Kesehatan Bandung, Buku panduan
Preseptor Mentor, Bandung.2007
Ibu dan anak terutama bayi baru lahir
merupakan kelompok masyarakat yang
rentan dan perlu mendapat perhatian
serius dari pemerintah dan masyarakat,
karena masih tingginya Angka Kematian
Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB)
di Indonesia . Angka Kematian Bayi
Baru Lahir mencapai 2/3 dari total Angka
Kematian Bayi.
Bidan dituntut mampu dalam memanajerial asuhan
bayi baru lahir khususnya di rumah guna menjawab
kebutuhan dan masalah yang ada.
MANAJERIAL ASUHAN
BAYI BARU LAHIR DI RUMAH
JADWAL KUNJUNGAN
DI RUMAH
MANAJEMEN
ASUHAN BAYI BARU LAHIR
PEMERIKSAAN FISIK
APLIKASI KONSEP
KESIMPULAN
PENGERTIAN
Bayi baru lahir (neonatus) adalah bayi usia 0 28
hari.
Tenaga kesehatan adalah setiap orang yang
mengabdikan diri di bidang kesehatan, serta
memiliki pengetahuan dan atau keterampilan
melalui pendidikan dibidang kesehatan yang untuk
jenis tertentu memerlukan kewenangan untuk
melakukan upaya kesehatan.
Asuhan bayi baru lahir dapat dilaksanakan oleh
dokter,bidan atau perawat
Tanda-tanda bayi lahir sehat
Berat badan bayi 2500-4000
gram;
Umur kehamilan 37 40 mg;
Bayi segera menangis ,
Bergerak aktif, kulit
kemerahan,
Mengisap ASI dengan baik,
Tidak ada cacat bawaan
TATALAKSANA BAYI BARU LAHIR
Asuhan bayi baru lahir
pada 0 6 jam:
Asuhan BBL Normal,
dilaksanakan segera
setelah lahir, bayi
diletakkan di dekat ibunya
dalam ruangan yang sama.
Asuhan BBL dengan
komplikasi dilaksanakan
seruangan dengan ibunya
atau di ruangan khusus.
Pada proses persalinan,
ibu dapat didampingi
suami.
Asuhan bayi baru lahir pada 6
jam sampai 28 hari:
Pemeriksaan neonatus
pada periode ini dapat
dilaksanakan di
puskesmas/ pustu/
polindes/ poskesdes
dan/atau melalui
kunjungan rumah oleh
tenaga kesehatan.
Pemeriksaan neonatus
dilaksanakan di dekat ibu,
bayi didampingi ibu atau
keluarga saat diperiksa
Asuhan bayi baru lahir meliputi
Pencegahan infeksi (PI)
Penilaian awal untuk memutuskan
resusitasi pada bayi
Pemotongan dan perawatan tali pusat
Inisiasi Menyusu Dini (IMD)
Pencegahan kehilangan panas melalui
tunda mandi selama 6 jam, kontak kulit
bayi dan ibu serta menyelimuti kepala dan
tubuh bayi.
Lanjutan Asuhan BBL
Pencegahan perdarahan melalui
penyuntikan vitamin K1 dosis tunggal di
paha kiri
Pemberian imunisasi Hepatitis B (HB 0)
dosis tunggal di paha kanan
Pencegahan infeksi mata melalui
pemberian salep mata antibiotika dosis
tunggal
Pemeriksaan bayi baru lahir
Pemberian ASI eksklusif
Segera setelah lahir, semua bayi harus
distabilkan dahulu. Yang dimaksud
dengan bayi stabil apabila nadi baik,
temperatur tidak hipotermi, pernafasan
teratur dan bayi aktif.
Pemeriksaan fisik bayi dilakukan
setelah bayi stabil. Pemeriksaan harus
dilakukan di bawahlampu pemancar
panas (radiant warmer) dalamkeadaan
bayi telanjang bulat
Setelah selesai proses IMD bayi
ditimbang,diukur, dicap/diberi tanda
identitas, diberi salep mata dan
penyuntikan vitamin K1 pada
paha kiri. Satu jam kemudian
diberikan imunisasi Hepatitis B
(HB 0) pada paha kanan.
JADWAL KUNJUNGAN RUMAH
Program dan kebijakan teknis Depkes RI
menetapkan minimal 4 kali
Menilai status ibu dan bayi baru lahir
Mencegah, mendeteksi dan menangani
masalah- masalah yang terjadi
Peralatan yang diperlukan untuk
pemeriksaan kunjungan neonatal meliputi:
Lampu yang berfungsi
untuk penerangan dan
memberikan kehangatan.
Air bersih, sabun dan
handuk kering
Sarung tangan bersih
Kain bersih
Stetoskop
Stop watch atau jam
dengan jarum detik
Termometer
Timbangan bayi
Pengukur panjang bayi
Pengukur lingkar kepala
Alat suntik sekali pakai
(disposable syringe) ukuran 1
ml/cc
Vitamin K1 (phytomenadione)
ampul
Salep mata Oxytetrasiklin 1%
Vaksin Hepatitis B (HB 0)
Form pencatatan (Buku KIA,
Formulir bayi baru lahir,
Formulir MTBM,
Formulir register kohort bayi)
Pemeriksaan
Bayi Baru Lahir
Pemeriksaan BBL bertujuan untuk
mengetahui sedini mungkin kelainan pada
bayi.
Risiko terbesar kematian BBL terjadi pada
24 jam pertama kehidupan, sehingga jika
bayi lahir di fasilitas kesehatan sangat
dianjurkan untuk tetap tinggal di fasilitas
kesehatan selama 24 jam pertama.
Langkah langkah pemeriksaan:
Pemeriksaan dilakukan dalam keadaan bayi
tenang (tidak menangis).
Pemeriksaan tidak harus berurutan,
dahulukan menilai pernapasan dan tarikan
dinding dada bawah, denyut jantung serta
perut.
Selalu mencuci tangan pakai sabun dengan
air mengalir sebelum dan sesudah
memegang bayi.
Kunjungan I ( 6 - 48 JAM PP )
Inisiasi menyusui dini dan pemberian ASI
Melakukan hubungan antara ibu dan
bayi baru lahir( Bonding Attachment)
Mencegah hipotermi
Kunjungan II ( 3-7 hari PP)
Memastikan ibu mendapat makanan yang bergizi dan
istirahat yang cukup untuk pemenuhan asi yang optimal
Memastikan ibu menyusui dengan baik dan tak
memperlihatkan tanda- tanda penyulit
Memberikan konseling pada ibu mengenai asuhan pada
bayi, tali pusat, menjaga bayi tetap hangat dan merawat
bayi sehari- hari
Kunjungan III (8-28 hari PP )
Sama seperti kunjungan asuhan KN II
Menanyakan pada ibu tentang penyulit penyulit yang ibu atau bayi alami
Memeriksa masalah/keluhan ibu
MANAJEMEN ASUHAN BBL DI
RUMAH
Serangkaian pengelolaan asuhan yang diberikan pada
ibu dan bayi segera setelah kelahiran, sampai 4
minggu (28 hari) setelah kelahiran yang dilakukan di
rumah sebagai bagian dari komunitas.
Berpusat pada perempuan dan lingkungannya,
fleksibel dan bertanggung jawab.
Perempuan dan bayinya menerima asuhan
berkelanjutan yang meliputi pada asuhan kebutuhan
fisik, psikologis, sosial dan budaya.
Bidan memberi kontribusi unik dalam pemulihan post
partum bagi setiap perempan dan lingkungannya.
Tanggung jawab bidan:
Melanjutkan asuhan dan manajemen perawatan
kesejahteraan wanita
Menyediakan pemulihan dari ketidaknyamanan
postpartum
Menyediakan bantuan dalam menyusui
Memfasilitasi pengasuhan orang tua
Penilaian bayi selama kunjungan rumah
Menyediakan petunjuk antisipasi dan instruksi
Melanjutkan skrining komplikasi postpartum
MANAJEMEN ASUHAN
SELAMA AWAL POSTPARTUM
Manajemen awal postpartum melibatkan manajemen
selagi ia berada di rumah sakit/ klinik setelah proses
persalinan dan sedikitnya sedikitnya 1 2 hari post
partum jika wanita mendapatkan kelahiran di luar
rumah sakit.
Instruksi selama awal jam atau hari pertama di rumah
antara lain:
1. Pedoman antisipasi masalah
2. Cara perawatan esensial bayinya
3. Menjamin ibu tetap nyaman dan istirahat yang cukup
4. Meminta bantuan medis.
KUNJUNGAN RUMAH
Keuntungan Kunjungan Rumah
Kebutuhan ibu & keluarga terpenuhi
Bidan dapat melihat dan beinteraksi langsung .
Mempelajari perawatan bayi lebih mudah
Membantu perkembangan kemandirian ibu &
peningkatan PD & mengurangi kecemasan.
Kontinuitas asuhan yang ditingkatkan dan
saran yang menimbulkan konflik diminimalkan.
Keterbatasan Kunjungan Rumah
Biaya untuk mengunjungi keluarga yang
jaraknya jauh
Terbatasnya jumlah bidan
Kekhawatiran tentang keamanan untuk
mendatangi keluarga di daerah tertentu
Protokol Kunjungan Rumah
1. Intervensi di rumah : bekerja sama dengan keluarga
2. Intervensi di rumah : dievaluasi diakhir kunjungan
3. Intervensi paca kunjungan
Pada kunjungan rumah, bidan melakukan
asuhan dan bimbingan berdasarkan
manajemen kebidanan ( varney ) dan
mendokumentasikannya.
MELAKSANAKAN PENGUJIAN/ EVALUASI
Setiap kali kunjungan atau setelah
melakukan asuhan
Setelah akhir dari dari masa kunjungan
( 2 minggu )
Ikuti garis-garis lingkaran dibawah ini dengan mata anda?
Bisakah Anda melihat garis spiral..?
Jika Anda berhasilNgantuk
melihat garis spiralnya maka Anda
Kasus
Tanggal 4 Mei 2009 jam 11.00 WITA
Ny. Bahar melahirkan seorang anak perempuan
pada 4 Mei 2009 pukul 03.00 WITA dirumahnya
dengan pertolongan persalinan bidan Anisa. Ini
merupakan persalinan kedua, anak pertama
saat ini berumur 3 tahun. [Link] dan
suaminya tinggal bersama orang tua suami
[Link].
Bagaimana manajerial asuhan postpartum yang
akan anda lakukan pada [Link] ?
Kapan kunjungan rumah selanjutnya pada
[Link]? Dokumentasikan hasil kunjungan
dengan dengan SOAP!
Pada saat bidan Anisa melakukan kunjungan
didapati bahwa [Link] mengeluh masih nyeri
pada luka jahitan perineum dan khawatir untuk
BAB. TD: 110/70mmHg, N:78x/mnt, S:36,80C.
ASI keluar masih sedikit,tapi bayi mau menyusu.
Tfu 2 jari bawah pusat, kontraksi baik, kandung
kemih tidak penuh. Perdarahan (-), lokia rubra,
bau khas. Luka jahitan perineum belum kering,
tanda infeksi (-).
Manajerial Post partum
S:
- mengeluh masih nyeri pada luka jahitan perineum
- khawatir untuk BAB
- ASI keluar masih sedikit
P:
- TD: 110/70mmHg, N:78x/mnt, S:36,80C
- Tfu 2 jari bawah pusat, kontraksi baik, kandung kemih
tidak penuh.
- Payudara tidak bengkak, putting susu menonjol,
Colostrum sedikit
- Perdarahan (-), lokia rubra, bau khas.
- Luka jahitan perineum belum kering, tanda infeksi (-).
A : PII A0 nifas normal, 8 jam post partum
Masalah potensial
: konstipasi
Kebutuhan
: informasi tentang keluhan dan eliminasi
P :
1.
Menjelaskan hasil pemeriksaan pada ibu/ keluarga
2.
Menjelaskan kepada ibu bahwa nyeri episiotomi akan berkurang seiring
mengeringnya [Link] ibu tidak perlu kuatir/ takut BAB karena hal itu akan
mengakibatkan terjadinya konstipasi
3.
Menjelaskan pada ibu pentingnya makan- makanan yang tinggi serat dan
tinggi kalori tinggi protein agar mengurangi keluhan saat BAB dan
mempercepat proses penyembuhan luka episiotomi.
4.
Menjelaskan kepada ibu cara merawat luka episiotomi
5.
Menjelaskan kepada ibu pentingnya menjaga kebersihan diri dan daerah luka
episiotomi
6.
Mengajarkan ibu cara melakukan latihan kegel
7.
Menjelaskan tanda bahaya masa nifas
8.
Memotivasi ibu untuk menyusui
9.
Menjelaskan tentang hubungan antara ibu dan bayi baru lahir (Bonding
Attachment)
10. Menjelaskan kepada ibu & keluarga cara mejaga kehangatan bayi
11. Merencanakan kunjungan berikutnya 6 hari lagi tanggal 10 Mei 2009
KESIMPULAN
1.
2.
3.
4.
Kunjungan selama nifas yaitu:
Kunjungan I : 6-8 jam post partum
Kunjungan II : 6 hari post partum
Kunjungan III : 2 minggu post partum
Kunjungan IV : 6 minggu post partum
Manajemen asuhan ibu post partum di rumah meliputi : manajemen
asuhan selama awal postpartum, melaksanakan kunjungan rumah,
melaksanakan pengujian/ evaluasi
Postpartum Group adalah kumpulan pribadi yang sedang menjalani
masa postpartum yang mencoba untuk memuaskan kebutuhan
personal, berinteraksi dengan menghargai tujuan bersama serta
untuk mengalami kenikmatan suatu hubungan yang interdipenden.
Terima kasih.
Involusi Uterus
Lochea
Lochea rubra atau kruenta
Pada hari 1 4. Warna merah mengandung darah
dari perobekan atau luka pada bekas implantasi
plasenta.
Lochea serosa
Warna kecoklatan mengandung lebih sedikit darah,
dan lebih banyak serum. Muncul pada hari ke 5 9.
Lochea alba
Muncul pada hari kesepuluh dan berkurang dalam
minggu berikutnya. Warna lebih pucat, putih
kekuningan dan mengandung leukosit.
Lochea Purulent
Penemuan abnormal pada lochea, berbau busuk.
POSTPARTUM GROUP
Kumpulan pribadi yang sedang menjalani masa postpartum yang
mencoba untuk memuaskan kebutuhan personal, berinteraksi
dengan menghargai tujuan bersama serta untuk mengalami
kenikmatan suatu hubungan yang interdipenden.
1.
Keuntungan :
Memberikan kesempatan untuk mengekspresikan perasaan atau
berbagi pengetahuan
Memiliki nilai terapeutik atau yang sifatnya mendahulukan
kepentingan orang lain
Jika seorang ibu yakin bahwa ia telah membantu orang lain, hal
ini akan meningkatkan harga dirinya.
2.
3.
Kegiatan : senam nifas, berbagi pengalaman, bimbingan
kesehatan dari bidan,dll.