0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
89 tayangan32 halaman

Tutorial Menggambar Rumah di SketchUp

Dokumen tersebut membahas tentang berbagai tools yang tersedia pada aplikasi Google SketchUp untuk membuat desain 3D, mulai dari tools dasar seperti garis, lingkaran, persegi hingga tools lanjutan untuk memodifikasi objek seperti push/pull, move, scale. Dokumen ini juga menjelaskan tahap-tahap pembuatan desain rumah sederhana menggunakan berbagai tools tersebut."

Diunggah oleh

Risal
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
89 tayangan32 halaman

Tutorial Menggambar Rumah di SketchUp

Dokumen tersebut membahas tentang berbagai tools yang tersedia pada aplikasi Google SketchUp untuk membuat desain 3D, mulai dari tools dasar seperti garis, lingkaran, persegi hingga tools lanjutan untuk memodifikasi objek seperti push/pull, move, scale. Dokumen ini juga menjelaskan tahap-tahap pembuatan desain rumah sederhana menggunakan berbagai tools tersebut."

Diunggah oleh

Risal
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

A.

Pengenalan Aplikasi
Google SketchUp merupakan sebuah program yang biasa digunakan untuk menggambar object
3Dimensi sperti AutoCad, 3D Max, Revit, IntriCad dan program berbasis CAD lainyana. Google SketchUp
memiliki interface yang user friendly dan juga peoperasian program yang lebih mudah dibandingkan
AutoCAd dan juga yang lainya. Dengan mengunakan Google
SketchUp kita dapat dengan mudah
menggambar sebuah object 3Dimensi dengan sangat sederhana dan menarik tentunya . Google Sketchup
memiliki 2 versi yang free dan yang pro, yang free bisa di download dan bisa digunakan oleh siapapun yang
mau, namun yang pro harus
di beli / memiliki lisensi untuk menggunakanya, namun yang free sudah
cukup komplit dan ampuh, disini kita gunakan versi free nya. Dalam kesempatan kali ini saya akan
memeberikan
sedikit cara MENGGAMBAR RUMAH DENGAN GOOGLE SKETCHUP namun ini
hanya garis besar menggambar sebuah rumah yang tentunya akan menjadikan dasar untuk membagun
sebuah rumah yang lebih kompleks desainya dan tentunya dengan mengunkan dasar yang sama. Disini akan
dijelaskan step by step penggambaran rumah menggunakan tool tool yang ada pada google sketchup free,
dari dasar hingga menjadi sebuah keutuhan. Dari pengenalan
dengan line tool sampai penggunaan
shadow, layer, push pull, circle dan lain- lainya. Di sini kesemua tool itu akan di jelaskan langsung pada
penerapan menggambar rumah sehingga mudah di praktekan secara langsung.

A.1 Santard Tools Pada Google SketchUp


Standard tools merupakan sebuah tool standard atau basic tools yang ada pada Google SketchUp
yang digunakan utuk memulai, mengedit, membuka, menyimpan dan lain-lain seperti pada aplikasi
kebanyakan yang biasa kita gunakan , untuk lebih jelasnya lihat gambar di bawah
ini, karena mengkin
semua perintah standard tools sudah tidak asing lagi bagi kita yang biasanya sering kita temukan pada
kebanyakan aplikasi yang biasa kita gunakan.

Drawing tool adalah tool bar yang disediakan untuk menggambar object dasar seperti garis,
lingkaran dan lain sebagainya untuk menampilkanya anda tinggal pilih menu View > Toolbars > Drawing,
untuk lebih jelasnya baca penjelasan singkat berikut ini
a. Line tool digunkan untuk membuat sebuah garis, dengan dengan menekan huruf L pada keyboard
atau dengan me click line tool pada tool bar.
b. [Link] tool digunakan untuk membuat object persegi, dengan menekan tombol R pada
keyboard atau dengan me-click Rectangle tool pada tool bar dan kita cukup
memasukan angka
panjang dan lebar untuk mebuat objectnya, misalnnya kita masukan angka 2.2 maka akan membuat
persegi dengan panjang 2 dan lebar 2.
c. Circle tool digunakan untuk membuat object lingkaran, dengan menekan tombol C
pada
keyboard atau dengan me-click Circle tool pada tool bar, dan kita cukup memasukan diameter
objectnya untuk membuat object lingkaran.
d. Arc tool digunakan untuk membuat object yang memiliki sudut lengkung, dengan menekan tombol
A pada keyboard atau dengan me-click Arc tool pada tool bar

e. Freehand tool digunakan untuk membuat object suka-suka gw (menurut saya) maksudnya untuk
membuat object takberaturan entah itu garis ataupun lengkungan, dengan me-click Freehand tool
pada tool bar.
f. Polygon tool digunakan untuk membuat object polygon atau object dengan banyak
sisi,
pengunaannya setelah anda meng-click Polygon tool anda akan diberikan opsi
berapa sisi dalam
satu object yang anda berikan, misalnya anda isikan 7 pada side dan anda isikan nila 7 pada radius
maka anda akan membuat sebuah object dengan 7 sisi dan radis 7.

A.3 Modification Tools Pada Google SketchUp


Modification tools adalah tool lanjutan untuk memodifikasi object dasar yang telah anda buat dengan
drawing tools, untuk mnampilkanya buka menu View > Toolbars > Modification disni ada puss pull, move
dan lain sebagainya untuk lebih memahaminya baca penjelasn singkat berikut ini
a. Puss Pull tool , tool ini digunakan untuk membuat sebuah object memiliki ketinggian atau ketebalan,
misalnya anda ingin membuat sebuah object pesegi memiliki ketebalan, tekan tombol P click pada
dalam object dan berikan nilai 2 pada distance dengan demikian anda telah membuat sebuah object
persegi memiliki ketebalan.
b. Move tool, tool ini digunakan untuk memindahkan posisi object, tekan tombol M lalu cick object
yang mau di pindahkan posisinya dan letakan pada posisi yang anda mau.
c. Scale tool, tool ini digunakan untuk merubah ukuran sebuah object baik itu tinggi, panjang , lebar
dan juga ketinggian biasnya digunakan untuk men-Sclae object yang telah ter-group seperti
component. Penggunaanya cukup mudah cukup click object yang ingin di-scale dan tekan tombol S
anda tinggal tarik poin-point mana pada object yang ingin di rubah ukurannya.
d. Rotate tool , tool ini digunakan untuk memutar object dengan patokan axis ada tinga axis yaitu red,
green dan blue, untuk menggunakanya anda tinggal tekan tombol R dan click pada object yang ingin
di- rotate sesuaikan dengan axis nya dan berikan nilai pada degree atau anda juga bisa dengan
menggunakan mouse untuk menyesuaikan posisinya.
e. Offset tool, tool ini digunakan untuk menggandakan garis pada object, misalnya anda ingin
membuat sebuah persegi yang memiliki object persegi di dalamnya. Anda tinggal click offset tool

dan click pada object persegi tarik kedalam ataupun keluar dan berikan nilai pada distance sesuai
yang anda butuhkan dan tekan enter.
f. Follow me tool, tool ini digunakan biasanya untuk membuat object yang memiliki sudut lengkung
dan melingkar seperti membuat object gelas. Dan tool ini membutuhkan path untuk di jadikan
arahnya, penjelasann lebih lanjut anda bisa melihat di bagian membuat object gelas.

A.4 View Tools Pada Google SketchUp


Views tools merupakan sebuah tool yang digunakan utuk view sebuah object yang kita gambar, dari
sudut pandang mana yang kita inginkan ada 5 view tool untuk melihat object yang kita gambar yaitu dari
atas, samping kanan, samping kiri, depan, belakang , dan perspective, view tools akan sangat membantu
kita dalam melakukan penggambaran pada Google SketchUp untuk lebih jelasnya mengenai view tools
silakan lihat gambar di bawah ini

A.5 Camera Tools Pada Google SketchUp


Camera tools sebeneryna hampir mirip dengan view tools seperti zoom, pan, orbit dan lain-lain yang akan
sangat memudahkan kita untuk memnggambar dan membuat animasi pada Google SketchUp, untuk lebih
jelasnya lihat gambar dibawah ini

CAMERA TOOLS

A.6 Display Style Tools Pada Google SketchUp


Display tool pada google sketchup digunakan untuk melihat object berdasarkan style yang di
inginkan misalnya anda ingin melihat object shade aja tanpa material atau pun sahade dengan material, atau
garis object saja dan lain-lain untuk lebih jelasnya lihat gambar di bawah ini

DISPLAY STYLE

A.7 Walkthrough Tools Pada Google SketchUp


Walkthrough tool digunakan untuk melihat object secara simultan misalnya dari sudut pandang
berjalan dan juga posisi camera, biasanya digunakan untuk membuat animasi object berdasarkan sudut
pandang yang bisa di gabungkan dari view tool dan camera tool dalam scene yang berbeda pada Google
SketchUp untuk lebih jelasnya lihat gambar di bawah ini

WALKTHROUGH TOOLS

A.8 Sanbox Tools Pada Google SketchUP

A.9 Guide Construction Tools Pada Google SketchUp

A.X1 Principal Tools Pada Google SketchUp

A.X2 Selection Tools Pada Google

A.X4 Google Tools Pada Google SketchUp

A.X5 Shadow Tools Pada Google SketchUP

Diantara tools yang telah disebutkan di atas masih anda Google SketchUp Dialog yang terletak di
Windos panel Google SketchUp, untuk lebih jelasnya lihat pada gambar di bawah ini, dan seterusnya kita
akan membahas Material dan Component yang bisa anda lihat di halaman

Window Dialog
MATERIAL

[Link] FLOOR PLAN


Langkah pertama yang harus kita lakukan didlam membuat atau mendesain sebuah rumah adalah mendesain
atau membuat sebuah floor plan design, disini kita akan memulai membuatnya dengan mebnggunakan line
tool, langkah-langkahnya bisa ada lihat seperti di bawah ini, di asumsikan anda telah membuka palikasi
Google SketchUp ; [Link] menu layer melalui ; Window > Layer; , buat layer baru dengan nama foor
plan seperti terlihat pada gambar 1.1 [Link] sudut pandang atau view nya menjadi Top seperti terlihat pada
gambar 1.1

Gambar 1.1
c. Gunkakan line tool dengan meng-click line tool atau dengan menekan tombol L lalu buat object seperti
gambar 1.2 dengan ukuran yang bisa anda lihat pada gambar , lalu gunakan offset tool kemudian click
pada garis dan tarik ke bagian dalam dan berikan nilai 0.1 (10 cm) seperti terlihat pada gambar 1.2.

Gambar 1.2
d. Kembali gunkan line tool untuk membuat garis sehinggga membentuk object sperti pada gambar 1.5 ,
setelah itu hapus garis yang berada pada bagian dalam dan smabung garis yang terputus, tujuanya adalah
untuk membuat object memiliki garis dalam yang nantinya akan digunakan sebagai dinding lakukan seperti
pada gambar 1.5 , sehingga membentuk object seperti gambar dengan ukuran seperti gambar 1.7

Gambar 1.3

Gambar 1.4

e. Lengkapi setiap garis dan lakukan langkang seperti pada langkah d sehingga membentuk object pada
gambar 1.5 seperti berikut ini.

Gambar 1.5

floor plan gambar 1.6

Floor plan gambar 1.7

f . Setalah seleasi seperti terlihat pada gambar 1.5 maka sekarang adalah bagian membuat dinding dengan
object seperti yang telah kita buat tadi, Gunakan obrit tool dengan menekan tombol O untuk merubah
vienya sesuaikan dengan view yang anda inginkan , tujuanya adalah mempermudah bagi anda untuk
melakukan puss pull terhadap object, lalu click puss pull click pada bagian diantara dua buah garis yang
tadi kita beri jarak dengan 0.1(10 cm) lalu tarik kea rah tas dan berikan nilan 3 (300cm) untuk ketinggian
dindingnya utuk lebih jelasnya lihat pada gambar 1.8

Gambar 1.8
MEMBUAT LUBANG PADA DINDING UNTUK PINTU DAN JENDELA
Jetelah kita menyelesaikan gambar floor plane, sekarang adalah membuat lubang pada bagian dinding yang
nantinya akan berguna untuk meletakan pintu dan jendela, sebernya pada Google SketchUp kita daapat
membuat langsung pintu dan jendela pada dinding tanpa harus melubangi dinding tersebut namun disini
kita telah membuat dinding dengan ketebalan, dan kelebihanya adalah kita nantinya bisa melihat bagian
dalam rumah dengan adanya ketebalan dinding.
a. Pilih Front pada view karena pertama kita akan melubangi dinding bagian depan, buat garis dengan
ukuran dan bentuk seperti terlihat pada gambar 1.9

Setelah selesai kembali gunkan push pull yang berguna untuk melubangi bagian dinding, click pada
bagian dalam garis seperti terlihat pada gambar 1.9 lalu tarik ke bagian dalam hingga mencul tulisan on
face setelah itu click maka akan terlihat bagian yang ada di dalam garis telah berlubang ulangi langkaglangkah yang sama untuk melubangi bagian dinding yang lain yang telah di beri garis, sehingga terbentuk
object sepeti gambar 1.9 b. Pilih Right pada view dan buat garis seperti pada langkah a tadi dan berikan
ukuranya seperti pada gambar 1.10 , ulangi langkah langkah seperti pada langkah a sehingga menjadi
seperti pada gambar 1.10

Gambar 1.10

c.

Pilih Back pada view dan buat garis seperti pada langkah a tadi dan berikan ukuranya seperti pada
gambar 1.1A , ulangi langkah langkah seperti pada langkah a sehingga menjadi seperti pada
gambar 1.1A

Gambar 1.1A

d.

Pilih Left pada view dan buat garis seperti pada langkah a tadi dan berikan ukuranya seperti pada
gambar 1.1B , ulangi langkah langkah seperti pada langkah a sehingga menjadi seperti pada
gambar 1.1B

Gambar 1.1C
Untuk melengkapi desainya anda bisa menambahkan sedikit bagian seperti membuat beranda belakang plus
garasi dan beranda depan sehingga membuat sedikit desain yang lebih enak untuk dilihat sperti terlihat pada
gambar 1.1D dan gambar 1.1E

Gambar 1.1D
C. MEMBUAT PINTU DAN JENDELA
Setelah tadi anda telah membuat dinding yang berlubang dan berguna untuk meletakkan bagian pintu
dan jendela, nah sekarang saatnya membuat pintu dan jendela untuk dilitakkan pada bagian dinding yang
telah berlubang yang tadi telah anda buat. Disini kita akan menggunakan Layer baru yaitu pintu & jendela ,

dengan membuat Layer kita akan lebih leluasa untuk nantinya jika kita akan melakukan perubahan pada
gambar karena akan terpisa dari bagian dinding karena memiliki Layer yang berbeda atau ketika anda ingin
mencetak bagian- bagian yang hanya anda butuhkan, misalnya setelah anda mencetak floor plane lalu
jendela dan pintu itu bisa anda lakukan dengan mudah.
a.

Pilih Menu Window > Layer buat Layer baru dan beri nama pintu & jendela atau suka-suka anda ,
seperti pada gambar 1.2A

b.

Buat object persegi empat seperti pada gambar dengan line tool atau rectangle tool dengan ukuran
seperti pada gambar 1.2A

c.

Gunakan offset tool dan click pada garis dan tarik kedalam berikan nilan 0.1 sehingga membentuk
object seperti pada gambar 1.2A

d.

Seperti yang telah tadi kita lakuka pada saat membuat floor plan, pilih orbit tool dan pilih view
yang paling baik buat anda untuk melakukan push pull.

e.

Gunakan push pull dan click pada bagian pertama dalam object lalu tarik keatas dan berikan nilai
0.1 dan kemudian click bagian kedua object lalu tarik ke atas dan berikan nilai 0.05 sperti terlihat
pada gambar 1.2A

f.

Pilih menu Window > Material dan pilih material yang anda inginkan untuk lebih jelas mengenai
penggunaan Material biasa anda lihat di bagia membuat Atap, disini pilih material > maker > white
dan click pada bagian pertama object dan translucent pada bagian kedua object seperti terlihat pada
gambar 1.2A

g.

Lalu seleksi semua bagian object, satu persatu object disana ada 2 buah jendelah nah seleksi 1 lalu
click kanan dan pilih group seperti terlihat pada gambar 1.2A ilih object jendela yang kedua
lakukan langkah yang sama.

h.

Setelah itu pilih Rotate tool dan click pada end point object yang tadi telah menjadi sebuah group.
Lihat pastikan Rotate tool menampilkan tulisan on Red axis dan berikan nilai 90 seperti terlihat pada
gambar 1.2A

a. Setelah selesai membuat jendela bagian depan maka sekarang kita akan membuat jendela bagian
samping langkah-langkahya sama seperti yang telah di jelaskan di atas dari langkah b sampai h.
sehingga membentuk object seperti pada gambar 1.2B

Gambar 1.2B

Gambar 1.2C

Gambar 1.2D

i.

Sekarang kita kan membuat pintu bagian dalam disini akan sedikit berbeda namun prinsipnya sama,
karena disini kita kan membuat kesan pintu yang sedikit terbuka oleh karena itu kita kan membuat 2
buah object yaitu pintu dan daun pintu secara terpisah atau dengan group yang berbeda langkang
langkahnya sama saja seperti yang telah di jelaskan di atas Cuma disini kita akan melakukan rotate
object sebanya 2 kali dan grouping object 2 kali juga setelah di buat dan dirotate pintu baru di
grouping dengan daun pintu langkah dan objectnya bisa anda lihat pada gambar

j.

Pertama anda buat dulu daun pintu nya dan pintunya secara terpisah seperti terlihat pada gambar
1.2E lalu lakukan grouping satu persatu ada 3 daun pintu dan 3 pintu lakukan grouping satu per
satu.

k.

Click pada semua object daun pintu yang telah di group lalu pilih Rotate tool dan click pada object
daun pintu ynag telah terseleksi click pada end point objectnya dan rotate ke red axis dengan sudut
90 derajat seperti terlihat pada gambar 1.2 F

l.

Sekarang click pada bagian pintu yang telah di group dan pilih Rotate tool dan click pada object
pintu yang telah terseleksi click pada end point dan rotate pada red axis dan berikan nilai 90 derajat.
Lalu Move object dengan meng-click move ataudengan menekan tombol M lalu click pada endpoint
object letakan pada end point object daun pintu seperti terlihat pada gambar 1.2G, satelah itu
lakukan rotate lagi namun sekarang pada blue axsis dan berikan nilai 30 derajat sehingga
membentuk object seperti gambar 1.2G , sekarang tinggal lakukan group pada object daun pintu dan
object pintu sehingga menjadi satu kesatuan, lakukan langkah yang sama untuk metakan daun pintu
dan pintu yang lainya sehingga membentu satu kesatuan.

Gambar 1.2E

Gambar 1.2F

Gambar 1.2G
D. MELTAKKAN OBJECT PINTU DAN JENDELA
Setelah kita telah membuat pintu dan jendela kini saatnya mletakan nya pada dinding yang telah diberikan lubang untuk meletakan pintu dan jendela
pada tempatnya, disini kita akan menggunakan MOVE dan ROTATE untuk melakukannya.

a.

Pertama click pada objet jendela dan pintu satu per satu pastikan kesemuanya berdiri seniri-sendiri dan menjadi kesatuan object yang utuh.

b.

Sesuaikan posisi masing-masing object pintu dan object jendela pada tempatnya dengan me- Rotate dan Move object yang terseleksi untuk
lebih jelasnya adna bisa melihat pada gambar 1.2H

Gambar 1.2H

c.

Stelah semua object telah pada posisinya masing-masing seperti terlihat pada gambar 1.2, sekarang saatnya
memberikan material dengan membuka menu Window > Material, pilih material yang anda sukai atau seperti
terlihat pada gambar 1.2 I

Setelah selesi memberikan material pada masing-masing object sekarang kita coba memberikan bayangan pada
object dengan membuka menu Window > Shadow dan berikan seting yang anda sukai dan ter akhir click pada
check box Display shadow untuk menampilkanya. Sekarang gambar anda akan terlihat lebih realistic.

Gambar 1.2 I

E. MEMBUAT ATAP
Setelah kita menyelesikan pembuatan floor plane, dinding pintu dan jendela sekarang kita tinggal
membuat atap yang merupakan tahap penyelesaian dari keseluruhan penggambaran. Disini kita akan

membuatnya dengan Layer baru yaitu Layer atap, Penggunaan Layer baru disini juga sama saja pada yang
tadi telah kita buat yaitu memudahkan kita dalam mengedit object itu secara terpisah, misalnya saat kita
ingin meng-edit pintu dan jedela kita tinggal pilih Layer pintu dan jendela jadi Layer lainya tidak akan
terganggu saat kita meng-edit salah satu objectnya.
a.

Langkah pertama sama saja seperti sebelumnya, buat Layer baru dengan nama Atap

b.

Gunakan Line tool untuk membuat object dan dengan ukuran seperti pada gambar 1.2J. Disini kita
berikan toleransi masing-masing 1 meter pada sisi kanan dan sisi kiri dari ukuran floor plan.

c.

Gunakan puss pull untuk membuat ketinggian di sisi belakang dan sisi depan object setinggi 2
meter dan buat garis tegak lurus masing masing 1 meter pada sisi kanan dan kiri pada bagian
belakang dan depan seperti terlihat pada gambar 1.2J

Gambar 1.2 J
d. Gunakan Line tool lagi untuk membuat garis sperti pada gambar 1.2K pada bagian dalam dan bagian
luar object
e. Gunakan puss pull lagi buat memotong object pada sisi kanan dan kiri di bagian belakang seperti
pada gambar 1.2K
f. Gunakan puss pull lagi buat memotong pada bagian belakang pada sisi atas sehingga membentuk
object seperti pada gambar 1.2K

Gambar 1.2K
g. Gunakan Line tool lagi untuk membuat garis seperti pada gambar 1.2L pada bagian dalam dan
bagian luar object
h. Gunakan puss pull lagi buat memotong object pada sisi kanan dan kiri di bagian depan seperti pada
gambar 1.2L
i. Gunakan puss pull lagi buat memotong pada bagian belakang pada sisi atas sehingga membentuk
object seperti pada gambar 1.2L

Gambar 1.2L

j. Gunkan pointer buat menghapus garis terluar pada sisi kiri dan sisi kanan object sperti terlihat pada
gambar 1.2M
k. Setelah itu gunkan puss pull kembali buat merubah ketinggian setinggi 0.24 pada sisi kiri seperti
terlihat pada gambar 1.2 M
l. Setelah itu gunakan puss pull lagi buat merubah ketinggian setinggi 1.12 pada sisi kanan seperti
terlihat pada gambar 1.2M

Gambar 1.2M m.

m. Sekarang gunakan puss pull lagi buat menarik object bagian dalam pada sisi atas di antara 2 buah
garis yang berjarak 0.2 dari sisi depan ke end point sisi belakang seperti terlihat pada gambar 1.2N
n. Sekarang masih dengan puss pull tarik bagian luar pada sisi atas di antara 2 buah garis yang
berjarak 0.2 pada bagian belakang sebanyak 0.5 seperti terlihat pada gambar 1.2N
o. Sekarang masih dengan puss pull tarik bagian luar pada sisi atas di antara 2 buah garis yang
berjarak 0.2 pada bagian depan sebanyak 0.5 seperti terlihat pada gambar 1.2N

Gambar 1.2N

p. Sekarang gunakan circle tool gunakan radius 0.5 untuk membuat object seperti terlihat pada gambar
1.2O lalu gunakan puss pull tarik kedalam untuk membuat dindiing depan atap berlubang seperti
terlihat pada gambar 1.2O
q. Sekarang gunakan circle tool kembali dan buat pada area kosong 2 buah lingaran pertama dengan
radius 0.5 dan di dalamnya dengan radius 0.38 untuk membuat object seperti terlihat pada gambar
1.2O lalu gunakan puss pull tarik bagian luarnya dan beri ketinggian 0.2 pada bagian luar dan 0.08
pada bagian dalam setalah itu group object seperti terlihat pada gambar 1.2O
r. Sekarang click pada object yang telah di group dan Rotate pastikan pada blue axis dan berikan sudut
90 derajat seperti terlihat pada gambar 1.2O
s. Setelah ter-Rotate maka sekarang tinggal meletakkan object pada bagian atap depan yang berlubang
dengan menekan tombol m dan letakan pada bagian lubang pada bagian depan atap sperti terlihat
pada gambar 1.2O

Gambar 1.2O

t. Sekarang click menu Window > Material dan berikan material pada object atap bagian atas seperti
terlihat pada gambar 1.2P

Gambar 1.2P

u. Sekarang seleksi semua object atap dan group, lalu takan m untuk move object click pada bagian end
point object atap dan letakkan pada end point bagian dinding atas sperti terlihat pada gambar 1.2Q
v. Buka menu Window > Shadow untuk memberika bayangan pada object seperti terlihat pada gambar
1.2Q

Gambar 1.2Q

F. MEMBUAT ANIMASI
Sebenernya untuk membuat animasi menggunakan google sketchup sahang mudah dan powereful
anda tingggal menambahkan scene pada pada object gambar dengan berbagai view yang berbeda beda. Well
sekarang lets try this now, Pertama buka menu Window > Scene > Add Scene dan Update Scene seytelah
anda memilih view yang anda butuhkan untuk lebih jelasnya liahat gambar di bawah ini dan coba buka file
SKP yang ada bersam Ebook ini yaitu [Link]. di sana telah di berikan animasi standard view untuk anda
gunakan, oh ya anda bisa memasukan layer mana yang anda pilih untuk setiap animasi / scene yang anda
butuhkan seperti terlihat pada gambar anda bisa memilih berxdasarkan camera location visible layer dan
lain-lain anda cukup memilih pada check box nya.

Setelah selesai dengan pembuatan scenes yang anda butuhkan sekarang saatnya meng-export file
animation ke format video namun sebelum itu anda bisa merubah setting animation anda sekarang buka
menu View>Animation dan Setting seperti terlihat pada gambar di bah ini, anda bisa memilih delay dan
transisinya, Jika anda memilih nilai 0 pada delay maka animasi anda akan berjalan tana delay antara 1 scene
dengan scene yang lainya namun jika anda membutuhkan delay anda tinggal isikan berapa detik delaynya,
Scene transitions adalah lama waktu satu secne yang anda buat jika anda membutuhkan animasi yang lama
tarnsisinya per scene maka anda tinggal tampbahkan nilainya, anda bisa ber experiment mana yang baik
menurut anda.

Setelah Men-Setting sekarang waktunya export lihat pada gambar, buka menu
File>Export>Animation anda bisa me-Preiviewnya dulu sebelum di export, lihat pada gambar dibawah ini
anda bisa mengatur format video animasi anda berdasarkan ukuran dan frame ratenya juga codecnya
setelah itu click ok dan anda akan dengan mudah melihat hasil animasi anda dengan pemutar video dan
menikmati hasilnya.

Dengan dasar menggambar dengan sketchup ini penulis harapkan bisa sedikit memberikan contoh
menggambar dengan menggunakan Google SketchUp walaupun yang di bahas disini merupakan dasar da
juga desain rumahnya tiidak terlalu ok, ya namanya juga belajar toh ya harus di mulai dari hal yang
sederhana, penulis harapkan semua yang telah membaca ini bisa menerapkan nya untuk sebuah desain yang
lebih kompleks, seberapa pun kompleks dan bagusnya deain di mulai dari dasar dan cara yang sama dan
sederhana seperti ini. Penulis ucapkan bayak Terimakasih. Good Bless.

Anda mungkin juga menyukai