100% menganggap dokumen ini bermanfaat (2 suara)
382 tayangan6 halaman

Desain Jaringan Distribusi dalam SCM

Dokumen tersebut membahas enam model jaringan distribusi yang meliputi: (1) Manufacturer storage dengan pengiriman langsung, (2) Manufacturer storage dengan pengiriman langsung dan penggabungan di transit, (3) Penyimpanan distributor dengan pengiriman paket, (4) Penyimpanan distributor dengan pengiriman terakhir, (5) Penyimpanan manufaktur/distributor dengan ambil sendiri pelanggan, dan (6) Kelebihan dan kekurangan setiap model.

Diunggah oleh

Arif Hidayat
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (2 suara)
382 tayangan6 halaman

Desain Jaringan Distribusi dalam SCM

Dokumen tersebut membahas enam model jaringan distribusi yang meliputi: (1) Manufacturer storage dengan pengiriman langsung, (2) Manufacturer storage dengan pengiriman langsung dan penggabungan di transit, (3) Penyimpanan distributor dengan pengiriman paket, (4) Penyimpanan distributor dengan pengiriman terakhir, (5) Penyimpanan manufaktur/distributor dengan ambil sendiri pelanggan, dan (6) Kelebihan dan kekurangan setiap model.

Diunggah oleh

Arif Hidayat
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Nama

: Arif Hidayat
NIM
: 115060700111108
Supply Chain Management
Distribution Network Design
Dalam desain jaringan distribusi ada 6 macam model jaringan yang masing-masing
memiliki kelabihan dan kekurangan dan semua jaringan tidak dapat diterapkan pada setiap
perusahaan karena tiap jaringan memiliki karakteristik dan tujuan yang berbeda. Macammacam desain jaringan distribusi antara lain:
1. Manufacturer storage with direct shipping

Model ini menggunakan drop-shipping dengan pengiriman dari produsen


(manufaktur) langsung ke konsumen. Pemesanan dilakukan konsumen di pengecer
(Retailer) dan retailer tidak memiliki storage. Storage hanya terpusat pada produsen
(manufaktur) tidak ada di retailer. Konsumen dapat memilih sendiri produk yang
diinginkan dan kemungkinan ketersediaannya tinggi dalam storage produsen.
Model ini cocok untuk konsumen yang tidak mempermasalahkan waktu/lama
pengiriman karena jarak dari produsen ke konsumen yang lebih jauh dari pada konsumen
ke retailer. Selain itu juga cocok untuk perusahaan yang ingin menghemat biaya fasilitas
ketika drop-shipping karena produk terpusat pada storage produsen dan tidak ada biaya
dari produsen ke retailer.
Kelemahan pada model ini dibutuhkan komunikasi dan insfrastruktur insformasi
yang baik antara produsen dan retailer. Dibutuhkan juga ketersediaan layanan tracking
produk yang dipesan konsumen. Penanganan pengembalian/komplain dari konsumen
lebih mahal dan lama waktunya.
Contoh perusahaan menggunakan Manufacturer storage with direct shipping adalah ebags.
Cost Factor
Inventory
Transportation
Facilities and
handling
Information

Performance
Biaya lebih rendah karena agregasi. Manfaat sangat besar
karena kustomisasi produk dapat ditunda di pabrik.
Biaya shipping yang tinggi termasuk biaya pengembalian
barang karena langsung dari produsen ke konsumen.
Fasilitas yang lebih rendah biaya karena agregasi. menghemat
biaya penanganan jika produsen dapat mengatur pengiriman
dari lini produksi
Investasi yang besar untuk permasalahan informasi agar
produsen terintegerasi dengan retailer secara baik

Nama
: Arif Hidayat
NIM
: 115060700111108
Supply Chain Management
Service Factor
Response time

Performance
Waktu respon lama satu sampai dua minggu karena
meningkatnya jarak dan dua tahap untuk pemrosesan order.
Waktu tanggapan dapat beragam menurut produk, sehingga
menyulitkan penerima
Product variety
Mudah untuk memberikan variasi produk
Product availability Mudah untuk memberikan ketersediaan produk karena
penyimpana terpusat di pabrik
Customer
Baik dalam hal pengiriman langsung sampai di rumah
experience
Time to market
Cepat, dengan produk yang tersedia segera setelah unit pertama
diproduksi
Order visibility
Lebih sulit, tetapi juga lebih penting dari perspektif layanan
pelanggan
Returnability
Mahal dan sulit untuk menerapkan
2.

Manufacturer storage with direct shipping and in-transit merge

Model ini tidak jauh beda dengan model Manufacturer storage with direct shipping.
Hal yang membedakan adalah pada model ini menambahkan tempat transit untuk
menyatukan part-part dari beberapa pabrik. Disini konsumen tetap bisa memvariasikan
produknya seperti ketika seorang pelanggan memerintahkan PC dari Dell bersama dengan
monitor Sony, pembawa paket mengambil PC dari pabrik Dell dan monitor dari pabrik
Sony, kemudian menggabungkan dua bersama-sama di hub (tempat transit penggabungan
dan pengiriman) sebelum membuat pengiriman tunggal untuk pelanggan.
Keuntungan dari tipe ini adalah biaya inventori produk tidak terlalu tinggi, akan
tetapi kelemahannya adalah biaya transportasi yang masih cukup mahal, tpi masih lebih
baik dibandingkan dengan direct shipping..
Contoh perusahaan yang menerapkan model ini adalah
Cost Factor
Inventory
Transportation
Facilities and
handling
Information

Performance
Sama seperti model drop-shipping
Lebih murah dibanding model drop-shipping
Biaya handling lebih mahal pada saat di tempat transit
penggabungan; biaya lebih murah pada customer
Biaya invenstasi untuk informasi lebih maha dari drop-shipping

Nama
: Arif Hidayat
NIM
: 115060700111108
Supply Chain Management
Service Factor
Response time
Product variety
Product availability
Customer
experience
Time to market
Order visibility
Returnability
3.

Performance
Sama seperti model drop-shipping
Sama seperti model drop-shipping
Sama seperti model drop-shipping
Lebih baik dari model drop-shipping karena customer hanya
memperoleh 1 paketan langsung
Sama seperti model drop-shipping
Sama seperti model drop-shipping
Sama seperti model drop-shipping

Distributor storage with package carrier delivery

Untuk tipe ini inventori dari produk tidak dipegang oleh manufaktur/pabrik sendiri
melainkan dipegang oleh distributor/retailer. Tipe distribusi in membutuhkan tingakatan
level inventori yang cukup tinggi, dikarenakan demand yang terjadi fluktuatif tidak dapat
diprediksi. Keuntungan dari tipe distribusi ini adalah dibandingkan dengan manufacturer
storage untuk biaya transportasi lebih murah, tingkat responsive terhadap konsumen lebih
tinggi dibandingkan dengan manufacturer storage akan tetapi kelemahannya adalah biaya
untuk inventori produk cukup tinggi.
Contoh perusahaan untuk model ini adalah Amazon, eBay atau untuk barang yang
medium-to-fast moving.
Cost Factor
Performance
Inventory
Higher than manufacturer storage. Difference is not large for
faster-moving items
Transportation
Lower than manufacturer storage. Reduction is highest for fastermoving items
Facilities and
Somewhat higher than manufacturer storage. The difference can
handling
be large for very slow moving items
Information
Simpler infrastructure compared to manufacturer storage
Service Factor
Response time
Product variety
Product
availability

Performance
Faster than manufacturer storage
Lower than manufacturer storage
Higher cost to provide the same level of availability as
manufacturer storage

Nama
: Arif Hidayat
NIM
: 115060700111108
Supply Chain Management
Customer
experience
Time to market
Order visibility
Returnability
4.

Better than manufacturer storage with drop-shipping


Higher than manufacturer storage
Easier than manufacturer storage
Easier than manufacturer storage

Distributor storage with last-mile delivery

Last Mile Delivery maksudnya adalah mengirimkan produk ke rumah rumah


konsumen menggunakan paket paket. Tidak seperti pada carrier delivery, last mile
membutuhkan warehouse/distributor storage yang lebih dekat dengan pelanggan. Tipe ini
juga hampir sama dengan Carrier Delivery yaitu membuthkan biaya inventori cukup tinggi,
selain itu biaya transportasi yang cukup tinggi menjadi kekurangan dari tipe distribusi ini.
Keuntungan dengan tipe distribusi ini adalah untuk permasalahan responsive adalah sangat
bagus, hal ini dikarenakan karena distributor storage / warehouse ditempatkan di tempat
tempat yang dekat dengan konsumen.
Tipe Produk yang cocok: Strategi ini cocok untuk barang yang relatif fast-moving. Contoh
perusahaan untuk model ini adalah freshdirect
Cost Factor
Inventory
Transportation
Facilities and
handling
Information

Service Factor
Response time
Product variety

Performance
Lebih besar pada penyimpanan distributor
Biaya yang sangat tinggi mengingat skala ekonomi minimal. Lebih
tinggi daripada pilihan distribusi yang lain
Biaya fasilitas lebih tinggi dari model manufacturer storage atau
distributor storage with package, tapi lebih rendah dari model chain
or retail stores
Sama seperti model distributor storage with package carrier
delivery

Performance
Sangat cepat
Kurang bervariasi dibanding dengan model distributor storage
with package carrier delivery tapi lebih banyak dari retail store
Product availability
Lebih mahal untuk menyediakan ketersediaan daripada
pilihan model lain kecuali model retail store
Customer experience Sangat bagus, terutama untuk barang berukuran besar

Nama
: Arif Hidayat
NIM
: 115060700111108
Supply Chain Management
Time to market
Order visibility

Returnability
5.

Sedikit lebih lama dari pada model distributor storage with


package carrier delivery
Masalahnya lebih sedikit dan lebih mudah diterapkan dari
pada manufacturer storage atau distributor storage with
package carrier delivery
Lebih mudah untuk di terapkan

Manufacturer/distributor storage with customer pickup

Pada tipe ini inventori disimpan di pabrik/manufaktur tetapi konsumen


memberikan order mereka secara online atau dengan komunikasi telepon dan nantinya
akan ada yang mengambil pesanan tersebut di tempat pemngambilan pemesanan
tertentu. Kelebihan dari tipe ini adalah biaya transportasi yang tidak terlalu mahal,
kekurangannya adalah ketika nantinya perusahaan akan menambah suatu tempat
customer pick up makan akan menyebabkan biaya fasilitas yang tinggi.
Tipe Produk yang cocok: Strategi ini mungkin paling efektif jika lokasi yang ada seperti
kedai kopi, toko-toko, atau toko kelontong digunakan sebagai situs pickup, karena
karena jaringan jenis ini meningkatkan ekonomi dari infrastruktur yang ada
Cost Factor
Inventory
Transportation
Facilities and
handling
Information
Service Factor
Response time
Product variety
Product
availability

Performance
Dapat ditemukan pada pilihan lain, tergantung pada lokasi
persediaan
Lebih rendah dari the use of package carrier
Biaya fasilitas bisa sangat tinggi jika fasilitas baru harus dibangun.
Biaya lebih rendah jika fasilitas yang ada digunakan. Peningkatan
biaya penanganan di lokasi Penjemputan dapat signifikan
Dibutuhkan investasi yang signifikan dalam infrastruktur
Performance
Sama seperti model package carrier delivery with
manufacturer atau distributor storage.
Sama seperti manufacturer atau distributor storage
Sama seperti manufacturer atau distributor storage

Nama
: Arif Hidayat
NIM
: 115060700111108
Supply Chain Management
Customer
experience
Time to market
Order visibility
Returnability

6.

Lebih rendah daripada pilihan lain karena kurangnya


pengiriman rumah. Di daerah dengan kepadatan populasi yang
tinggi, hilangnya kenyamanan mungkin kecil
Sama seperti manufacturer storage
Sulit tapi penting
lebih mudah karena lokasi Penjemputan dapat menangani
pengembalian

Retail storage with customer pickup


Tipe ini adalah tipe tradisional dari semua jenis distribusi yang ada dalam supply
chain, inventori disimpan di dalam toko. Pelanggan datang ke toko untuk melakukan
pemesanan dan pembelian . Keuntungannya adalah biaya transportasi yang cukup murah,
kekuranggannya adalah biaya inventori yang cukup tinggi.
Tipe Produk yang cocok: Produk yang menyediakan kefleksibelan bagi customer.
Contohnya perusahaan Argos
Cost Factor
Inventory
Transportation
Facilities and handling
Information

Performance
Lebih tinggi dari yang lain
Lebih rendah dari yang lain
Lebih tinggi dari yang lain
Beberapa investasi di bidang infrastruktur yang
dibutuhkan untuk pesanan online dan telepon

Service Factor
Response time

Performance
Penjemputan hari yang sama mungkin untuk barangbarang disimpan secara lokal di situs Penjemputan
Lebih rendah dari yang lain
Lebih mahal dari yang lain
Tergantung pandangan dari konsumen
Paling tinggi dari yang lain
Sulit tapi penting untuk secara online dan telepon
Lebih mudah dari yang lain

Product variety
Product availability
Customer experience
Time to market
Order visibility
Returnability

Common questions

Didukung oleh AI

In the 'Distributor storage with package carrier delivery' model, product variety and availability are managed by holding inventories at various distributor locations, which can limit variety but improve immediate availability since products are closer to customers . In contrast, the 'Manufacturer storage with direct shipping' model centralizes storage at the manufacturer level, enabling broader product variety and availability, as it's easier to manage diverse inventories centrally; however, it may affect delivery time due to centralized logistics .

The 'Retail storage with customer pickup' model provides flexibility for customers by allowing them to directly choose and pick up items from local retail stores, avoiding delivery wait times . However, compared to online-order-centric models, it might limit flexibility in terms of product exploration and accessibility, as customers have to physically visit stores. On the other hand, it offers immediate product access and assistance, which can be a significant advantage over other distribution methods that require shipping .

In the 'Retail storage with customer pickup' model, order visibility is challenging because it requires effective tracking systems to manage online and phone orders accurately, ensuring customers receive updates on their orders . However, this model offers improved returnability compared to others as returns can be handled directly at the pickup sites, making the process more accessible and often less costly .

The 'Distributor storage with package carrier delivery' model involves higher inventory costs due to the need for more distributed stock to meet fluctuating demands, but transportation costs are lower than in the 'Manufacturer storage with direct shipping' model because shipping is executed from local distributors rather than directly from the manufacturer . The handling and facility costs are also somewhat higher due to inventory dispersion, contrasting with 'Manufacturer storage with direct shipping,' which enjoys lower facility costs due to centralized storage but incurs higher transportation expenses .

The primary advantages of the 'Manufacturer storage with direct shipping' model include lower inventory costs due to aggregation and the ability to offer more product variety and availability, as manufacturers can store products centrally . However, the disadvantages involve higher transportation costs because shipping is direct from the producer to the consumer, and communication infrastructure needs to be robust to manage logistics efficiently. Additionally, product returnability is challenging and costly .

The 'Manufacturer storage with direct shipping and in-transit merge' model reduces transportation costs by consolidating different parts from various manufacturers at a hub before delivery, which allows for more efficient shipping arrangements, avoiding multiple shipments to the same consumer . This consolidation step results in overall lower transportation costs compared to the direct shipping model, where each product is shipped separately from manufacturing facilities .

The 'Distributor storage with last-mile delivery' model incurs high transportation costs due to the lack of economies of scale in delivering individual packages directly to consumers from local distribution points. This contrasts with models like 'Distributor storage with package carrier delivery,' which benefit from shipping in bulk to carriers instead of directly to consumers, thus reducing per-order shipping costs . Despite high costs, this model enhances customer satisfaction with quicker local deliveries .

The 'Distributor storage with last-mile delivery' model enhances customer experience by providing faster response times due to the use of local warehouses situated close to customers, thus facilitating rapid delivery . This proximity allows for immediate or same-day delivery options, which are especially beneficial for larger or fast-moving goods, improving customer satisfaction and convenience compared to centralized storage models .

In urban areas with dense populations, establishing a 'Manufacturer/distributor storage with customer pickup' model can lead to significant economic benefits by reducing transportation costs through minimized long-distance shipping and leveraging existing local infrastructures like stores for pickups, mitigating the need for new facilities . However, if additional pickup locations are required, facility costs could increase substantially. Moreover, this model could capitalize on high customer traffic in urban areas, improving service conditions and decreasing last-mile delivery costs. Nevertheless, significant investments in information infrastructure are necessary to ensure efficient operations and customer communications .

The 'Manufacturer storage with direct shipping and in-transit merge' model maintains similar inventory cost levels as those in pure direct shipping methods because inventory remains concentrated at the manufacturing site. However, this model's structure, allowing for parts from different manufacturers to be combined before being shipped to the customer, can potentially lead to reduced transportation costs by consolidating shipments, which does not directly impact inventory levels but optimizes logistics .

Anda mungkin juga menyukai