0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
38 tayangan18 halaman

Analisis Sampling Kerja di PT Jamu Jago

Proposal ini menganalisis tingkat produktivitas tenaga kerja unit produksi PT Jamu Jago Semarang dengan metode work sampling. Metode ini digunakan untuk mengukur kegiatan produktif dan tidak produktif pekerja selama bekerja dengan melakukan pengamatan secara acak. Hasil analisis diharapkan dapat meningkatkan kinerja pekerja dan menjadi masukan perbaikan sistem kerja di perusahaan.

Diunggah oleh

Ikhsan Ansyari
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
38 tayangan18 halaman

Analisis Sampling Kerja di PT Jamu Jago

Proposal ini menganalisis tingkat produktivitas tenaga kerja unit produksi PT Jamu Jago Semarang dengan metode work sampling. Metode ini digunakan untuk mengukur kegiatan produktif dan tidak produktif pekerja selama bekerja dengan melakukan pengamatan secara acak. Hasil analisis diharapkan dapat meningkatkan kinerja pekerja dan menjadi masukan perbaikan sistem kerja di perusahaan.

Diunggah oleh

Ikhsan Ansyari
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PROPOSAL

KERJA PRAKTEK
ANALISIS WORK SAMPLING UNTUK MENENTUKAN
TINGKAT PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA UNIT
PRODUKSI PT JAMU JAGO SEMARANG

Disusun Oleh :
Nama

: Ikhsan Ansyari

NIM

: 13/350705/SV/03851

PROGRAM DIPLOMA III AGROINDUSTRI


SEKOLAH VOKASI
UNIVERSITAS GADJAH MADA
2015

LEMBAR PENGESAHAN
Mahasiswa dibawah ini:
Nama

: Ikhsan Ansyari

NIM

: 13/350705/SV/03851

Alamat

: Jalan Kimangunsarkoro 106, Semarang, Jawa Tengah


50136, Indonesia

Tempat Kerja Praktik : PT Jamu Jago


Tema/Judul

:Analisis Work Sampling untuk Menentukan Tingkat


Produktivitas Tenaga Kerja Unit Produksi PT Jamu Jago
Semarang

Disetujui untuk melaksanakan kerja praktek pada 01 Agustus 2015- 31 Agustus


2015
Yogyakarta, Agustus 2015
Program Diploma III Agroindustri
Bidang Akademik dan Kemahasiswaan

Dosen Pembimbing Tugas Akhir

Diklusari Isnarosi Norsita, STP., [Link]

Dr. Atris Suyantohadi, STP, MT

NIU. 1120110002/118

NIP. 19680906 199702 1 001


Mengetahui,

Program Diploma III Agroindustri UGM


Kepala,

Moh. Affan Fajar Falah, STP., [Link]


NIP. 19750410 1999903 1 001

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Persaingan antar perusahaan berbasis agroindustri sekarang ini
semakin ketat. Hal ini dapat dilihat dengan munculnya beragam jenis produk,
baik produk jadi maupun produk olahan. Perkembangan tersebut di dukung
oleh adanya kemajuan ilmu dan teknologi, sehingga para produsen dapat
memunculkan ide-ide baru atau inovasi terhadap produk pertanian. Selain itu
dipengaruhi pula oleh permintaan konsumen yang beragam untuk memenuhi
kebutuhan dan keinginan mereka.
Indonesia merupakan salah satu negara dengan pertumbuhan industri
yang pesat, baik industri yang berskala besar maupun industri menengah ke
bawah. Di samping itu, masyarakat juga tak ketinggalan mendapat dampak
baik dari pertumbuhan industri-industri tersebut, salah satu dampak baiknya
adalah menjadi tenaga kerjanya. Dalam dunia industri, tenaga kerja memiliki
peranan yang sangat penting sebagai motor penggerak perusahaan. Oleh sebab
itu, pengukuran kinerja tenaga kerja perlu dilakukan oleh semua industri untuk
memastikan bahwa tenaga kerjanya dapat menyelesaikan pekerjaannya dengan
baik.
Salah satu metode pengukuran kerja yang dapat dilakukan untuk
mengukur kinerja pekerja adalah dengan metode sampling kerja. Pengukuran
dengan metode sampling kerja dilakukan selama jam kerja pada waktu-waktu
yang tidak teratur atau acak (random). Dengan sampling pada waktu yang
acak tersebut, maka akan diperoleh hasil akurat pekerja sedang produktif atau
sedang menganggur (idle) saat sampling dilakukan, karena pekerja tidak bisa
memastikan pada waktu kapan sampling kerja dilakukan. Di samping itu, data
dari sampling ketja tersebut dapat digunakan sebagai dasar penetapan tugas
dan jadwal kerja yang lebih efektif dan efisien bagi pekerja.
Produktivitas yaitu perbandingan antara hasil keluaran dengan hasil
masukan. Sedangkan produktivitas kerja ayitu jumlah produksi yang dapat
dihasilkan dalam waktu tertentu. Terdapat beberapa faktor-faktor yang dapat

memepengaruhi produktivitas kerja secara umum, antara lain kemampuan,


sikap, situasi dan keadaan lingkungan, motivasi, serta upah. Faktor
kemampuan yaitu kecakapan yang dimiliki berdasarkan pengetahuan,
sedangkan sikap tenaga kerja banyak dihubungkan dengan moral dan
semangat kerja. Kemudian situasi dan keadaan lingkungan menyangkut
fasilitas dan keadaan dimana semua karyawan dapat bekerja dengan tenang
dan kondusif. Setiap tenaga kerja perlu diberikan motivasi dalam usaha
meningkatkan produktivitas, serta upah atau gaji minimum yang tidak sesuai
dengan peraturan pemerintah dapat menyebabkan penurunan produktivitas
kerja.
B. Perumusan Masalah
1. Bagaimana penggunaan waktu kerja oleh pekerja unit produksi PT. Jamu
Jago?
2. Bagaimana mengindentifikasi perkerja yang produktif dan tidak produktif?
3. Apa yang menjadi penyebab pekerja melakukan kegiatan tidak produktif?
4. Berapa presentase kegiatan produktif dan tidak produktif yang dilakukan
pekerja?
C. Batasan Masalah
Agar pembahasan dapat dilakukan lebih fokus dan terarah, maka
pembatasan masalah pada kegiatan sampling kerja ini adalah:
1. Pengambilan data sampling kerja pada pekerja bagian unit produksi PT.
Jamu Jago
2. Melakukan penjadwalan sampling kerja diambil dari tabel angka acak
(random) ataupun dengan bantuan Microsoft exel selama jam kerja yang
dipotong jam istirahat.
3. Mengindentifikasi perkerja yang produktif dan tidak produktif beserta
penyebabnya
4. Menghitung presentase kegiatan perkerja yang produktif dan tidak
produktif untuk sebagai indikator produktivitas
D. Tujuan
1. Menentukan klasifikasi yang termasuk kegiatan produktif dan tidak
produktif di PT. Jamu Jago
2. Mengukur dan mengetahui presentase kegiatan produktif pekerja selama
bekerja.

3. Memberikan saran perbaikan bagi industri untuk mengatasi kegiatan yang


kurang produktif dari pekerja dengan penetapan tugas dan jadwal yang
lebih efektif dan efisien.
E. Manfaat
1. Bagi mahasiswa
a. Dapat menambah wawasan mengenai dunia industri berdasarkan ilmu
pengetahuan yang telah didapatkan di perguruan tinggi.
b. Sebagai pengalaman kerja secara langsung sehingga

dapat

membandingkan antara teori yang diperoleh dengan praktek di


lingkungan kerja.
2. Bagi perusahaan
a. Mengetahui kinerja tenaga kerja berdasarkan data persentase produktif
selama bekerja.
b. Dapat sebagai acuan untuk memperbaiki kinerja tenaga kerja jika
kurang produktif atau memberikan penghargaan bagi tenaga kerja yang
produktif.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Pengukuran kerja pegawai dengan menetukan tingkat produktivitas yang
dapat diterima akan sangat berguna bagi perusahaan untuk mengukur aktivitas
atau pekerjaan yang dilakukan dengan membandingkan hasil kerja actual dengan
yang diharapkan. Kegunaan lainya adalah untuk membantu perencanaan dan
penjadwalan kerja. Pengukuran kerja juga dapat membantu menentukan tingkat
efisiensi dari metode dan proses kerja yang dilakukan pada saat ini. Pegawai dapat
dikatakan melebihi atau dibawah tingkat produktivitas yang diharapkan dengan
membandingkan tingkat output pegawai dengan standar yang telah dibuat
(Sukoco,2007)
Ada beberapa metode yang dapat digunakan untuk melakukan pengukuran
produktivitas kerja, namun pengukuran ini sulit untuk dilakukan secara akurat.
Oleh karena itu, metode-metode pendekatan dalam work sampling dapat
digunakan untuk mengukur produktivitas kerja. Penilitian ini juga akan meninjau
faktor-faktor

yang

dapat

mempengaruhi

produktivitas

pekerja

terhadap

pekerjaanya (Siti,2012)
Meski beragam metode pengukuran kerja sering digunakan dalam praktek,
yang paling umum adalah uji praktek kerja atau sampling kerja (work sampling),
yaitu metode statistik yang membuat sejumlah pengukuran atas aktivitas yang
sedang diteliti. Pengukuran ini dianalisis secara statistic untuk mendapatkan
estimasi waktu dan bahan baku yang diperlukan. Pengukuran kerja diterapkan
dalam operasi pabrik untuk menentukan tenaga kerja dan bahan baku yang
diperlukan dalam pembuatan bagian atau bagian perakitan yang diselesaikan
dalam operasi tersebut (Hariandja, 2007)
Pengukuran kerja (work measurement) adalah metode estimasi biaya
secara statistik yaitu dengan melakukan penelitian secara mendetail terhadap
beberapa aktivitas produksi atau jasa untuk mengukur waktu atau masukan yang
dibutuhkan untuk setiap unit output. Misalnya, pengukuran kerja diterapkan
dalam proses operasi pabrik untuk menentukan tenaga kerja dan/atau bahan baku
yang diperlukan dalam pembuatan bagian atau bagian perakitan yang diselesaikan
dalam operasi tersebut. Dalam konteks nonmanufaktur, metode tersebut dipakai

untuk mengukur waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas tertentu,


seperti pemrosesan penerimaan atau pemrosesan tagihan pembayaran. Meski
beragam metode pengukuran kerja sering digunakan dalam praktik dan paling
umum adalah uji petik kerja atau sampling kerja (work sampling), yaitu metode
statistik yang membuat sejumlah pengukuran atas aktivitas yang sedang diteliti.
Pengukuran ini dianalisis secara statistik untuk mendapatkan estimasi waktu
dan/atau bahan baku yang diperlukan (Blocher dkk, 2004)
Menurut Wignjosoebroto (1995) sampling atau dalam bahasa asingnya
sering disebut dengan Work Sampling, Ratio Delay Study, atau Random
Observation Method adalah suatu teknik untuk mengadakan sejumlah besar
pengamatan terhadap aktivitas kerja dari mesin, proses atau pekerja/operator.
Metoda kerja sampling ini dikembangkan berdasarkan hukum probabilitas (the
law of probability), karena itulah maka pengamatan suatu obyek tidak
dilaksanakan secara menyeluruh (populasi) melainkan cukup dilakukan dengan
menggunakan contoh (sample) yang diambil secara acak (random). Metoda
sampling kerja ini sangat cocok digunakan dalam melakukan pengamatan atas
pekerjaan yang sifatnya tidak berulang dan yang siklus, waktu yang relatif
panjang. Pada dasarnya prosedur pelaksanaannya cukup sederhana, yaitu
melakukan pengamatan aktivitas kerja untuk selang waktu yang diambil secara
acak terhadap satu atau lebih mesin/operator dan kemudian mencatatnya apakah
mereka ini dalam keadaan bekerja atau menganggur (idle). Jika dalam
pengamatan ini terlihat bahwa mesin atau operator sedang bekerja, maka tanda
tally akan diberikan untuk untuk kondisi bekerja sedangkan apabila sedang
menganggur tanda tally diberikan untuk kondisi yang menganggur ini. Langkahlangkah sistematis dari aktivitas sampling kerja sebagai berikut:

Gambar 1. Langkah-langkah Sistematis dari Aktivitas Sampling Kerja


LANGKAH PERSIAPAN AWAL
- Catat segala informasi dari semua fasilitas yang ingin diamati
- Rencanakan jadwal waktu pengamatan berdasarkan prinsip randomasi (aplikasi
tabel angka random)

PENGAMATAN AWAL (PRE-WORK SAMPLING)


- Laksanakan pengamatan awal sejumlah pengamatan tertentu secara
acak (N pengamatan)
- Hitung pengamatan awal (%) untuk N pengamatan tersebut
CEK KESERAGAMAN & KECUKUPAN DATA
- Keseragaman data :
- batas kontrol :

p (1P)
p 3
N

N' = N+n

- common sense :

- Kecukupan data : N' =

k (1 p)
S p

N' N

Tidak
Ya
HITUNG DERAJAT KETELITIAN DARI
DATA PENGAMATAN YANG DIPEROLEH
Rumus : Sp = k

p(1P)
N

ANALISA KESIMPULAN
- Buat analisa terhadap hasil akhir yang berkaitan dengan % delay (p)
- Tarik kesimpulan & saran perbaikan untuk mengeliminir % delay yang
dianggap terlalu besar.

Sumber: Wignjosoebroto, 1995


Menurut Sinaga (2004) sampling pekerjaan adalah suatu teknik yang
cukup diandalkan untuk mengukur beban kerja dimana mempunyai beberapa tipe
yaitu pekerjaa tetap dan berubah. Selain itu sampling pekerjaan adalah suatu
prosedur pengukuran yang dilakukan pada waktu waktu yang ditentukan secara
acak. Sampling pekerjaan mempunyai kegunaan di bidang produksi untuk
menghitung waktu penyelesaian. Kegunaan-kegunaan tersebut antara lain adalah:
1. Untuk mengetahui distribusi pemakaian waktu sepanjang waktu kerja oleh pekerja
atau kelompok kerja.

2. Untuk mengetahui tingkat pemanfaatan mesin-mesin atau alat-alat pabrik.


3. Untuk menentukan waktu baku bagi pekerja-pekerja tidak langsung.
4. Untuk memperkirakan kelonggaran bagi suatu pekerjaan.
Pengambilan sampel kerja (work sampling) adalah teknik mengestimasi
proporsi waktu pekerja atau mesin melakukan pekerjaan. Berbeda dengan studi
waktu, pengambilan sampel kerja tidak mengukur lama waktu suatu pekerjaan,
bahkan tidak melakukan pengamatan secara terus menerus. Pengamat hanya
melakukan pengamatan singkat beberapa kali dengan selang waktu acak (interval
random) pada suatu periode waktu tertentu dan mencatat aktifitas yang dilaukan
oleh pekerja atau mesin. Keluaran dari pengambilan sampel kerja menunjukan
proporsi waktu seorang pekerja mengerjakan tugas tertentu satau suatu jenis
kegiatan terjadi. Proporsi waktu seorang pekerja mengerjakan tugas tertentu
adalah sebagai berikut (Herjanto,2007)
X
P=
n
Dimana :
X = Jumlah pengamatan yang mana tugas sedang dikerjakan
n = Jumlah seluruh pengamatan.
Sampling kerja (work sampling) ini adalah suatu teknik pengukuran kerja,
yaitu yang melibatkan tindakan melakukan pengamatan acak terhadap suatu
kelompok pekerja saat bekerja dan pengamatan ini ditujukan untuk aspek tertentu
seperti penundaan, waktu menunggu, kerja produktif, kerja tidak produktif dan
sebagainya. Rasio pengamatan ini untuk setiap kondisi tertentu (misalnya saat
menunggu) terhadap jumlah pengamatan yang dilakukan adalah presentase saat
itu berada dalam kondisi itu, dalam suasana kerja biasa. Ketepatan bergantung
pada jumlah pengamatan yang dilakukan, lebih banyak pengamatan akan
memberikan hasil yang lebih tepat ( Chin, 2007)
Tingkat kepercayaan yang sering dipakai dalam survey adalah 90%, 95%,
dan 99%. Tingkat kepercayaan 90% berarti probabilitas kemungkinan hasil
sampel sama dengan populasi 90%. Kemungkinan salah adalah 10%. Sementara
tingkat kepercayaan 95% berarti probabilitas kemungkinan hasil sampel sama
dengan populasi 95%. Kemungkinan salah adalah 5%, sedangkan tingkat
kepercayaan 99% berarti probabilitas kemungkinan hasil sampel sama dengan
populasi 99%. Kemungkinan salah adalah 1%. Semakin tinggi tingkat

kepercayaan yang dipakai akan semakin baik. Karena dengan tingkat kepercayan
yang tinggi bisa lebih menjamin generalisasi hasil sampel berlaku untuk populasi.
Akan tetapi, pemakaina tingkat kepercayaan yang tinggi akan membawa
konsekuensi besar sampel yang lebih besar pula. Hubungan tingkat kepercayaan
dengan jumlah sampel karenanya maka semakin besar pula jumlah sampel yang
dibutuhkan (Eriyanto,2007)

BAB III
METODOLOGI
A. Tempat dan Waktu Kerja Praktek
Tempat kerja praktek
: PT. amu Jago
Alamat
: Desa Kemuning, Ngargoyoso, Karanganyar
Waktu

: 1 Agustus - 31 Agustus 2015

B. Alat dan Bahan Kajian


1. Alat : Aplikasi Microsoft Exel
2. Bahan : Tabel acak pengamatan jam kerja, referensi studi pustaka
C. Ruang Lingkup Kajian
1. Pengumpulan data
a. Data Primer
Data primer merupakan data yang diambil dari hasil pengamatan dan
pengujian secara langsung di lapangan atau pada saat melaksanakan
sebagian pekerjaan sebagai pembanding. Dalam memperoleh data
primer dilakukan dengan menggunakan dua metode yaitu :
1) Metode Survei
Metode ini dilakukan dengan mengajukan pertanyaan secara
langsung kepada pembimbing, operator, karyawan atau pihak yang
berwenang memberikan informasi.
2) Metode Observasi
Metode ini dilakukan dengan melakukan pengamatan dan
pencatatan secara sistematis terhadap kondisi nyata atau fakta yang
dihadapi selama berada di lapangan.
b. Data Sekunder
Data sekunder merupakan data yang diperoleh dari referensi yang
terkait dengan objek penelitian. Data sekunder diperoleh dari :
1) Data Internal
Data ini diambil dari data-data yang diperoleh dari buku-buku atau
laporan yang tersedia di dalam perusahaan tersebut.
2) Data Eksternal
Data ini diambil dari data-data yang diperoleh berdasarkan
literatur atau referensi lain yang berada di luar perusahaan tersebut.
2. Pengolahan data
Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan metode sampling kerja.
Pengolahan meliputi:

a. Menguji keseragaman data


Untuk menghitung keseragaman data dengan menentukan batas-batas
kontrolnya terlebih dahulu baik itu batas control atas (BKA) maupun
batas control bawah (BKB) dengan menggunkan rumus:
(1)
3
n

= Presentase produktif dari jumlah pengamatan yang dilakukan

n= jumlah pengamatan
b. Menentukan tingkat kepercayaan dan tingkat ketelitian
Dua faktor tersebut berpengaruh dalam penentuan banyaknya jumlah
pengamatan yang harus dilakukan dalam kegiatan sampling kerja
c. Menguji kecukupan data
Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui jumlah pengamatan yang
dibutuhkan, apakan pengamatan yang telah dilaukan sudah mencukupi
atau belum. Apabila jumlah pengamatan ternyata masih belum cukup
maka perlu dilakukan pengamatan tambahan. Menguji kecukupan data
dilakukan sebelum melakukan perhitungan keseragaman data. Uji
kecukupan data dapat dihitung menggunakan rumus:
K 2 (1)
'
N=
S2
N = Jumlah pengamatan yang harus dilakukan
= rata-rata presentase terjadinya kejadian yang diamati dalam
bentuk decimal
s = tingkat ketelitian yang dikehendaki, dinyatakan dalam bentuk
decimal
k = Konstanta atau harga indeks yang besarnya tergantung dari tingkat
keyakinan yang diambil
untuk tingkat keyakinan 68% harga k adalah 1
untuk tingkat keyakinan 95% harga k adalah 2
untuk tingkat keyakinan 99% harga k adalah 3
Tingkat kepercayaan yang digunakan dalam pengamatan
adalah 95% dengan tingkat ketelitian 5%. Menurut Sutalaksana
(1979) yang menjelaskan bahwa arti dari pengambilan tingkat
kepercayaan 95% dan tingkat ketelitian 5% adalah pengukur
memperbolehkan rata-rata hasil pengukuran menyimpang sejauh

5% dari rata-rata sebenarnya dan memungkinkan berhasil


mendapatkan adalah 95%.
D. Tahapan Pelaksanaan
Tahapan pelaksanaan kerja praktek di PT. Jamu Jago antara lain:
1. Identifikasi Masalah
Identifikasi masalsah ilakukan untuk mengetahui kondisi serta gambaran
mengenai permasalahan yang ada untuk dapat dijadikan sebagai bahan
bahasan dalam tugas akhir dan data-data yang akan diambil
2. Perumusan masalah
Perumusan masalah menggambarkan permasalahan yang dihadapi yang
dan pemecahan masalah yang dihadapi
3. Penetapan tujuan
Penetapan tujuan dilakukan untuk mencari dan mendapatkan solusi yang
tepat untuk permasalahan yang dihadapi.
4. Penentuan jadwal pengamatan
Penentuan jadwal dilakukan untuk mengetahui waktu pengamatan yang
akan dilakukan sehingga dapat mempermudah dalam melakukan
pengamatan
5. Pengumpulan data
Data yang dikumpulkan berupa presentase kegiatan produktif dan tidak
produktif yang dilakukan oleh pekerja di masing-masing stasiun kerja
6. Cek keseragaman data
Cek keseragaman data dilakukan untuk melihat apakah data yang diambil
seragam atau tidak dengan cara pengecekan batas control atas (BKA) dan
batas control bawah (BKB) dengan rumus yang telah ada.
7. Cek kecukupan data
Cek kecukupan data dilakukan untuk mengetahi apakah data yang diambil
sudah cukup atau belum dengan cara melakukan perhitungan dengan
rumus yang telah ada
8. Melakukan analisa dan pembahasan
Analisa dan pembahasan dilakukan setelah data selesai diolah dan
memenuhi syarat yang telah ditentukan. Pada saat penganalisaan dan
pembahasan hasil dibantu dengan konsep yang ada pada studi pustaka.
9. Melakukan penarikan kesimpulan
Proses penarikan kesimpulan dilakukan berdasarkan hasil yang didapat
sehingga nantinya dapat menjadi inti dari tugas akhir yang dapat dijadikan
masukan pada perusahaan.

E. Diagram alir tahapan pelaksanaan


Mulai
Identifikasi Masalah

Perumusan masalah

Penetapan tujuan

Penentuan jadwal pengamatan pada jam kerja


secara acak

Pengumpulan data (pegamatan dan pengukuran)

Cek keseragaman data


3

(1)
n

Tidak
Tidak
Buang data
ekstrim

Data seragam ?
Ya
Pengolahan data

Data cukup ? N N

Menghitung derajad
ketelitian
s=k

(1)
N

Perhitungan keseimbangan liini

Analisis dan kesimpulan keseimbangan lini


Selesai

Analisa dan pembahasan

Penarikan kesimpulan

Selesai

BAB IV
PENUTUP
Demikian proposal ini saya

susun sebagai syarat untuk

melaksanakan Kerja Praktek di unit produksi PT. Jamu Jago. Saya


berharap agar proposal ini disetujui dan saya diberi kesempatan untuk
melaksanakan Kerja Praktek dengan sebaik-baiknya sekaligus dapat
menyelesaikan Tugas Akhir pada Program Diploma III Agroindustri
Sekolah

Vokasi

Universitas

Gadjah

Mada

Yogyakarta.

Semoga

pelaksanaan Kerja Praktek ini berjalan dengan baik dan lancar, serta dapat
bermanfaat bagi seluruh pihak.
Apabila terdapat kesalahan dalam proposal ini, saya memohon
maaf yang sebesar-besarnya. Dalam pelaksanaan Kerja Prakek nantinya,
saya berusaha memberikan kontribusi dan timbal balik yang maksimal
bagi perusahaan. Atas kebijakan yang Bapak/Ibu berikan serta bantuan
dari semua pihak hingga terlaksananya kerja praktek ini, saya ucapkan
terima kasih.

DAFTAR PUSTAKA
Blocher, dkk. 2004. Manajemen Biaya 1 Edisi 3. Penerbit Salemba Empat. Jakarta
Chin, Tarcius. 2007. Huraian 1001 Istilah Pengurusan. Malaysia Institute of
Management. Malaysia
Eriyanto. 2007. Teknik Sampling Analisis Opini Publik. LKiS. Yogyakarta
Hariandja, Effendi. 2007. Manajemen Sumber Daya Manusia. Grasindo. Jakarta
Herjanto, Eddy. 2008. Manajemen Operasi. Grasindo. Jakarta
Sinaga, Tuti Sarma dan Meilita Tryana Sembiring. 2004. Work Sampling Studi
Kasus
Pekerjaan
Bertender
pada
Sebuah
Cafe.
[Link] nload/ft/[Link]. Diakses pada 15 Juli
2014 pukul 14.03 WIB
Sukoco, Badri Munir. 2007. Manajemen Administrasi Perkantoran Modern.
Erlangga. Jakarta
Sutalaksana, Iftikar Z dkk. 1979. Teknik Perancangan Sistem Kerja. Institut
Teknologi Bandung. Bandung
Wignjosoebroto, Sritomo. 1995. Ergonomi, Studi Gerak dan Waktu: Teknik
Analisis untuk Peningkatan Produktivitas Kerja. Penerbit Guna Widya.
Surabaya

Anda mungkin juga menyukai