Dasar-Dasar Simple Random Sampling
Dasar-Dasar Simple Random Sampling
=
karena itu peluang yang dibutuhkan
THEOREMA 2.1.2 peluang unit yang ditentukan menjadi masukan dalam sampel sama
dengan
Bukti
N menunjukan jumlah sampel sehingga unit yang dijadikan sampel dalam n
pengambilan, peluang unit yang dijadikan sampel merupakan peluang dari n peristiwa yang
saling bebas viz. hal ini tercangkup dalam sampel saat pengambilan pertama, kedua hingga
ke n. seperti yang ditunjukkan theorem 2.1.1 peluang masing-masing unit adalah
sedangkan peluang terpilihnya dalam sampel adalah
1.2
Karena teori sampling berdasarkan sumsi random sampling, teknik random sampling
mempunyai dasar yang penting. Beberapa prosedur yang digunakan dalam memilih sampel
acak adalah sebagai berikut
i.
ii.
Metode Undian
Menggunakan Tabel Angka Random
Dalam praktek, karcis atau undian dapat dianggap merupakan bagian dari unit sebuah
populasi. Jadi, setiap unit sampel mempunyai tanda pengenal sendiri dari 1 sampai dengan N.
Prosedur dalam memilih setiap unit sampel sangat sederhana. Semua karcis atau undian
dimasukkan dalam suatu wadah seperti alat logam berbentuk bola, dimana memungkinkan
untuk diacak secara cermat sebelum diadakan pengambilan. Pengambilan setiap karcis dapat
diteruskan sampai ukuran sampel yang dibutuhkan didapatkan.
Prosedur menomori setiap karcis dan mengambil satu sampel setelah diacak menjadi
tidak praktis jika ukuran populasi besar. Dalam praktek akan menjadi lebih sulit untuk
mendapatkan pengacakan yang cermat. Kesalahan pengamatan manusia akan mempengaruhi
keabsahan metode ini.
Sebuah tabel angka random terdiri atas susunan angka-angka dari 0 sampai 9, yang
disusun dalam bentuk linier atau pola persegi panjang (tabel), dimana setiap posisi berisikan
satu dari nomor tersebut. Tabel angka random juga disusun dari angka 0, 1, 2, . . . , 9 dimana
setiap angka bersifat independen terhadap angka lainnya. Beberapa tabel angka random yang
umum digunakan yaitu :
i.
ii.
iii.
iv.
i.
ii.
iii.
iv.
Tes frekuensi
Tes berseri
Gap test
Poker test
Metode praktis untuk memilih sampel secara acak adalah dengan memilih unit sampel
satu per satu dengan bantuan tabel angka random. Dengan mengambil dua buah angka, kita
mendapatkan angka untuk unit sampel dari 00 sampai 99, dan semuanya mempunyai
frekuensi yang sama. Dengan cara yang sama, tiga atau lebih kombinasi angka bisa
didapatkan dengan mengkombinasikan tiga atau lebih baris atau kolom tabel tersebut.
Cara sederhana dalam memilih sampel yang dibutuhkan adalah dengan memilih
angka acak dari 1 sampai dengan N dan kemudian memilih unit yang sesuai dengan angka
tersebut. Prosedur ini meliputi angka yang tidak terpakai karena angka tersebut melebihi
besarnya N. Dalam penggunaan tabel angka random terdapat beberapa modifikasi dalam
prosedur pengambilan angka random, yaitu :
i.
ii.
Pendekatan sisa
Pendekatan hasil bagi
iii.
Pendekatan Sisa
Suatu ukuran populasi ditentukan sebagai N yang mempunyai sebanyak r digit angka
dan kemudian hasil perkalian dari N yang masih mempunyai jumlah digit r dianggap sebagai
N. Sebuah angka acak k dipilih dari 1 sampai N dan kemudian unit yang memiliki nomor
urut yang sama dengan sisa dari hasil pembagian angka random yang terpilih (k) dengan N
dipilih sebagai sampel. Apabila sisa pembagian sama dengan nol, maka unit sampel terakhir
yang terpilih. Misalnya, N = 123, hasil perkalian dari N yang masih memiliki 3 digit angka
adalah 984. Untuk memilih sebuah unit, sebuah angka acak dari 001 sampai 984 dipilih.
Misalnya angka random yang terpilih adalah 287. kemudian 287 dibagi dengan 123, sisanya
adalah 41. Jadi, unit dengan nomor urut 41 adalah yang terpilih sebagai sampel.
Sebuah ukuran populasi sebesar N memiliki r digit angka kemudian hasil perkalian
sebanyak r digit dari N dianggap sebagai N dimana N/ N = q. Sebuah angka acak k dipilih
dari 0 sampai dengan N 1. Dengan membagi k dengan q maka hasil bagi r didapatkan dan
unit dengan nomor urut r 1 adalah unit yang terpilih. Sebagai gambaran, N = 16 sedangkan
N = 96 dengan q = 6. Sebua angka random yang terpilih dari 0 sampai 95 adalah 65.
Dengan membagi 65 dengan 6, hasil baginya adalah 10 dan kemudian sampel yang terpilih
adalah 9.
Metode ini diusulkan oleh Mathai (1954). Sebuah angka acak dipilh berdasarkan digit
pertama dan yang lainnya menurut sisa dari ukuran populasi. Jika angka yang terpilih adalah
0 maka unit yang terpilih adalah unit yang terakhir. Tapi jika angka acak yang didapatkan
lebih besar dari atau sama dengan N, maka angka tersebut tidak dipakai dan prosedur ini
kembali diulang.
Contoh 2.1 Memilih contoh acak dari 11 rumah tangga dari daftar 112 rumah tangga di
sebuah desa.
(i) Dengan menggunakan 3 digit angka acak yang berada di kolom 1 sampai 3, 4
sampai 6 dan seterusnya dari tabel angka random dan angka yang tak terpakai yang lebih
besar dari 112 (angka 000 juga termasuk), kita mempunyai urutan angka yang diambil
sebagai sampel yaitu 033, 051, 052, 099, 102, 081, 092, 013, 017, 076, dan 079.
(ii) Pada prosedur diatas, angka yang lebih besar dari 112 ditolak. Oleh karenanya,
metode yang biasanya digunakan adalah pendekatan sisa yang dapa menghindari tidak
terpakainya angka random yang lebih besar dari N. Hasil perkalian terbesar dari 112 adalah
896. dengan menggunakan 3 digit angka random seperti diatas, maka angka random yang
terpilih akan memuat sampel dengan nomor urut 086, 033, 049, 097, 051, 052, 066, 107, 015,
106 dan 020.
(iii) Jika pendekatan hasil bagi diterapkan, hasil perkalian tertinggi dengan 3 digit
angka dari 112 adalah 896 sedangkan q = 8. Dengan menggunakan angka random yang sama
dan membaginya dengan 8, kita mendapatkan contoh acak bernomor urut 025, 004, 020, 026,
006, 006, 092, 041, 085, 027 dan 086 dengan metode pengembalian dan nomor urut 025, 004,
020, 026, 006, 092, 041, 085, 027, 086, dan 042 dengan metode tanpa pengembalian.
Contoh 2.2 Sepuluh kebun buah di sebuah tempat dekat dengan sebuah desa berturut-turut
mempunyai 125, 793, 970, 830, 1502, 864, 503, 106, 970, 312 pohon buah. Tariklah sebuah
sampel acak dari 10 pohon buah dengan menggunakan tabel angka random.
Kita anggap bahwa kebun buah pertama mempunyai nomor urut pohon buah dari 1
sampai 125, di kebun buah kedua dari nomor 126 sampai 918, dan seterusnya. Oleh
karenanya, angka kumulatif dari nomor urut tersebut dapat ditulis sebagai berikut, 125, 918,
1888, 2718, 4220, 5084, 5587, 6663, 6975. dengan menggunakan 4 digit angka random
seperti contoh diatas dan dengan dugaan yang serupa, kita mendapatkan sepuluh angka acak
1983, 0330, 1614, 2096, 0511, 0524, 3311, 6874, 2183 dan 6926.
Dengan angka random yang pertama 1983, kita memilih pohon yang bernomor urut
95 di kebun buah keempat. Serupa dengan yang tadi, dengan angka acak kedua 0330, kita
memilih pohon dengan nomor urut 205 di kebun buah kedua, dan seterusnya.
Mari kita mengasumsikan setiap unit u i dalam sebuah populasi memiliki suatu nilai
variabel Y i untuk setiap karakter y. Untuk beberapa parameter, mari didefinisikan sebagai
Total populasi,
Y yi
i
N
Rata-rata populasi,
Y Yi N
i
N
Varian populasi,
2 (Yi Y ) 2 N
i
Dalam sebuah n contoh acak unit-unit dalam sampel u 1 , u 2 , . . ., u n , secara berturutturut mempunyai y1 , y 2 , . . ., y n . Estimator dari total populasi dan rata-rata adalah
N
Y
n
N . y , dan
Y y i n y
i
Faktor N n yang ada di rumusan untuk total sampel biasanya disebut perluasan atau
peningkatan atau faktor inflasi. Kebalikanya n N disebut fraksi sampling dan dinyatakan
dengan huruf f dalam buku ini.
Dalil 2.3.1 Dalam penarikan sampel aca sederhana, tanpa pengembalian, rata-rata sampel y
adalah estimator yang unbiased dari parameter Y dan varian samplingnya diberikan sebagai
V ( y ) (1 n N ) S 2 n (1 f ) S 2 N
dimana
S 2 N 2 ( N 1)
(2.3.1)
Nt 2 P 1 P 2
n
tP1 P 2
N
2
(i)
(ii)
(2.7.9)
(2.7.10)
(2.7.11)
Contoh 2. 8
Dalam suatu populasi terdapat 4000 orang yang dipanggil untuk memberikan hak
suaranya, 50% mengembalikannya ke kotak suara. Perkiraan jumlah sampel untuk
mengestimasi proporsi orang yang mengembalikan kertas suara sehingga mempunyai
batas kesalahan (MoE) 5% dari 95% derajat kepercayaan dimana pengambilan sampel
dilakukan secara :
(iii) Pada kasus penarikan sample sederhana secara acak tanpa pengembalian (WOR),
banyaknya kemungkinan sample adalah 10 yaitu 52 . Dapat kita lihat bahwa setiap
kemungkinan sample memiliki peluang yang sama untuk terpilih yaitu masing-masing 1/10.
(a) Nilai harapan dari y , yang diberikan dari hasil rata-rata pada kolom (6) dalam tabel 2.3.2,
dengan nilai 158,0 sebagai rata-rata pada populasi, hal itu membuktikan bahwa y
merupakan estimator yang tidak bias bagi Y . Selanjutnya, varians sampling yang didapatkan
dari rata-rata terhadap kuadrat error (kesalahan) yang ditunjukkan pada kolom (7) dimana
hasilnya adalah 14,55 ,dengan asumsi bahwa .
v( y ) 3 2 / 8( 3S 2 / 10 )
(b) Sejak varians dari sampel ( s 2 , diberikan oleh ( y1 y 2 ) 2 / 2 ), dimana hal ini akan lebih
mempermudah penghitungan, rata-rata dari 10 sampel berarti kuadrat yang ada seperti E (s ) 2 .
Perhatikan, E ( s 2 ) 485 / 10 48,5
Juga, kuadrat rata-rata populasi = 48,5
Jadi, kuadrat rata-rata sample menunjukkan estimator yang tidak bias dari kuadrat rata-rata
populasi ( S 2 ) , buktinya :
E (s 2 ) S 2
Nilainya ditunjukkan oleh kolom (8) pada tabel 2.3.2. Nilai harapan (Expected Value) dari
v( y ) yang di dapat dari hasil rata-rata nilai pada kolom (8) yaitu 14,55. Menunjukkan bahwa
nilai itu adalah estimasi tidak bias
E[v( y )] V ( y )
3S 2
10
Ni
Jadi,
Y
1
N
y
i 1
N1
P proporsi dari ladang yang di irigasi
N
dan
N
y
i 1
2
i
N i NP
Jadi, masalah yang ada dalam memperkirakan proporsi populasi adalah dengan
mendefinisikan varians seperti diatas. Apabila n1 unit sample diambil dengan SRS dan
ukuran n yang memiliki karakteristik tertentu, maka proporsi sampel diberikan dengan
p n1 / n. Sehingga :
i 1
i 1
yi n1 yi2 np
Karena itu, estimasi tidak bias dari P adalah
p (n1 / n) p
(2.4.1)
TEOREMA 2.4.1 Pada penarikan sampel tanpa pengembalian (WOR), varians dari p adalah :
V ( p)
( N n) PQ (1 f ) NPQ
n( N 1)
n( N 1)
(2.4.2)
Bukti 2.
(2.4.3)
(2.4.4)
TEOREMA 2.4.2 Pada pengambilan sampel tanpa pengembalian (WOR), perkiraan tidak
bias dari V ( p ) adalah :
v( p) (1 f ) pq /(n 1)
(2.4.5)
Pembuktiannya :
Bukti 1. Pada pengambilan sampel dengan pengembalian (WR), estimasi tidak bias dari
V ( p ) adalah :
v( p) pq /(n 1)
(2.4.6)
(2.4.7)
CV
[ PQ / n]1 / 2
[Q / nP]1 / 2
P
(2.4.8)
CONTOH 2.4. Daftar pemilih dalam suatu lomba disuatu kota yang mengukur kebenaran
usia tiap orang sebanyak 3000. Diambil sampel sebanyak 300 nama secara SRS, dimana 51
orang diketahui menunjukkan umur yang salah. Perkirakan total dari pemilih yang memiliki
kesalahan dalam menggambarkan usia dan perkirakan standart error-nya.
Dimana ;
(i) Jika sampel diambil dengan pengembalian (WR), perkiraan standart error-nya adalah
s N N[ pq /(n 1)]1 / 2
1
159.3
(ii) Jika sampel diambil tanpa pengembalian (WOR), perkiraan standart error-nya adalah :
s N N[(1 f ) pq /(n 1)]1 / 2
1
151.1
t ti / m
i 1
(2.5.1)
juga adalah estimasi yang tidak bias dari . Varians dari t adalah :
m
V (t ) v(t i ) / m 2
(2.5.2)
i 1
v(t ) (t i t ) 2 / m(m 1)
(2.5.3)
i 1
y ' yi / m
(2.5.4)
i 1
(ii)
y ' ' ni y i / n
(2.5.5)
i 1
dimana,
m
n ni
i 1
i 1
m2
V ( y ' ) V ( yi ) / m 2
Dan
i / n
i 1
(2.5.6)
i 1
(2.5.7)
Estimator tidak bias dari V ( y ' ) dan V ( y ' ' ) berasal dari :
m
(2.5.8)
Dan
m
v( y ' ' )
i
ni
( y
ij
(2.5.9)
Hal ini akan menunjukkan bahwa perkiraan seperti pada (2.5.5) jauh lebih efisien jika
dibandingkan dengan hubungan pada (2.5.4) dan dapat diuji dengan membandingkan variasi
keduanya dalam satu kasus.
V ( y ' ) V ( y i ) / m 2 (1 f i ) S i2 / m 2 ni
(2.5.10)
dan
V ( y' ' )
S2
1 m 2
1
ni
n Nn i
(2.5.11)
Estimasi tidak bias dari V ( y ' ) dan V ( y ' ' ) diperoleh dari :
m
v( y ' ) (1 f i ) si2 / m 2 ni
(2.5.12)
dan
m
(2.5.13)
(i)
p pi / m
(2.5.14)
(ii)
p ni pi / n
(2.5.15)
Dimana;
m
n ni
i
V ( p ) V ( pi ) / m 2 P (1 P ) / m 2 ni
(2.5.16)
Dan
m
V ( p ) ni2 .V ( pi ) / n 2 P(1 P) / n
(2.5.17)
Estimasi tidak bias dari V ( p ' ) dan V ( p' ' ) diperoleh dari :
m
v( p ' ) ( pi p ) 2 / m(m 1)
(2.5.18)
Dan
m
(2.5.19)
(2.5.20)
(2.5.21)
Dan
m
V ( p ' ' ) ( N ni ) P (1 P ) / ni ( N 1)
(2.5.22)
Estimasi tidak bias dari V ( p ' ) dan V ( p' ' ) diperoleh dari :
m
(2.5.23)
Dan
m
(2.5.24)
(2.6.1)
(2.6.2)
Dan
Dimana t(,n-1) adalah nilai dari tabel student-t dengan (n-1) sebagai derajat bebas dan
merupakan tingkat kesalahan atau peluang melakukan kesalahan dalam perhitungan. Sama
halnya dengan batas kepercayaan dari total populasi dapat dituliskan sebagai berikut :
(2.6.3)
(2.6.4)
Dan
CONTOH 2.5. Tanda tangan untuk sebuah permohonan dikumpulkan dalam 700 lembar.
Setiap lembar diberi tempat sebanyak 50 tanda tangan, tapi para pemberi tanda tangan
meletakkan tanda tangan mereka dengan tidak teratur sehingga banyaknya tanda tangan tiap
lembar tidak dapat dipastikan jumlahnya. Dalam pengumpulan, terdapat 12 lembar yang
mengalami gangguan atau hilang. Kemudian diambil sampel secara acak sebanyak 50 lembar
dan jumlah tanda tangan per lembar dukumpul dan hasilnya adalah seperti tabel dibawah ini :
Banyaknya Tanda
tangan (yi)
52
51
46
42
40
37
32
29
27
15
14
10
8
Banyaknya Lembaran
(ni)
1
2
21
8
7
2
2
1
1
2
1
1
1
Perkirakan total tanda tangan untuk permohonan tersebut dan perhitungkan batas
kepercayaannya sebesar 95%.
Yang kita ketahui,
N 700 12 688, n ni 50
n y
i
27.410
Dan
s 2 ni ( yi y) 2 /(n 1)
1
[84820 (1992) 2 / 50]
49
s 10,55
(2.7.1)
Dan apabila kita juga mempetimbangkan fungsi biaya untuk ukuran sampel n, dinotasikan
sebagai berikut :
C ( n ) a cn
(2.7.2)
Dimana a adalah biaya pendahuluan dan c merupakan biaya setiap unit dalam metode
penarikan sampel tersebut.
Hubungan kombinasi (2.7.1) dengan (2.7.2), kita mendapatkan total kerugian, yaitu :
(n) L( n ) C ( n )
(2.7.3)
proportional
dengan y Y dan jika biaya total dalam survey adalah C a cn , tunjukkan bahwa dengan
metode SRS, fpc diabaikan, ukuran n optimum adalah :
k / c
2/3
Disini
l( z ) y Y
Atau
l( z ) k 1 y Y
. / n
(n) a cn k 1
a cn k
. / n
. / n
n k. / c 2
2/3
Dengan tindakan yang sama dan analisis dapat dipakai untuk beberapa metode penarikan
sampel dimana fungsi kerugian adalah kebalikan dari proportional untuk n dan fungsi biaya
juga merupakan fungsi dari n. pembahasan secara umum ditunjukkan oleh Yates(1960),
Raiffa dan Schlaifer(1961), Chaudhary(1977), dan Chaudhary dan Singh(1979) yang
membahas garis tentang metode berangkai. Untuk pembahasan yang diklasifikasikan atau
dikelompokkan, nilai yang baik dari metode ini dibahas oleh Nordin(1944), Blythe(1945),
Deming(1950) dan Tippett(1950).
Sekarang mari kita menguraikan hasil dari SRS untuk karakteristik yang dapat diukur
secara kuantitatif. Apabila marginal error (presisi) yang diperbolehkan dalam
estimasi/perkiraan adalah , dan (1-) tingkat kepercayaan/ketelitian. Rata-rata sampel y
diasumsikan terdistribusi normal dengan rata-rata populasi Y dan varians :
( N n) S 2
V ( y )
.
N
n
Karena itu,
N n S2
t ( , )
.
N
n
1/ 2
(2.7.4)
Dimana t(, ) adalah nilai variasi bersama yang diberikan (1-), dimana ;
n S 2 t 2 / 2 / 1 t 2 S 2 / N 2
(i)
(ii)
(2.7.5)
(2.7.6)
Jika fpc tidak diabaikan, kita bias mendapatkan nilai n dengan meletakkan nilai
dari n0 kedalam Eq. (2.7.5) dan kita peroleh :
n1 n0 /(1 n0 / N )
(2.7.7)
CONTOH 2.7. Sebuah studi tentang metode sampling dalam sebuah populasi mempunyai
500 unit sampling. Nilai total yang didapat Y 49 dan S 2 44 ,6 . Dalam SRS, berapa
banyak unit sampel yang dapat dipilih untuk memperkirakan Y dengan maerginal error 10%
dan koefisien kepercayaan 95%, ketika penarikan sampel dilakukan dengan (i) metode
pengembalian, (ii) dengan metode tanpa pengembalian?
(i)
Sampling dengan pengembalian (WR). Dalam kasus ini, kita dapat mengabaikan
fpc/kpt dan diperoleh :
t 2 S 2 (1,96) 2 44,6
n0 2
7,136 8
(4,9) 2
(ii)
Sampling tanpa pengembalian (WOR). Dalam kasus ini, fpc tidak diabaikan dan
diperoleh :
n0
n
7,035 8
1 n0 / N
Dengan cara yang sama, kita juga dapat membahas hasil ketika unit sampel diklasifikasikan /
dikelompokkan berdasarkan karakteristik yang ada. Dengan dugaan yang sama, proporsi
sampel p dapat diasumsikan berdistribusi normal dengan P dan varians (N-n)P(1-P)/n(N-1).
Karena itu, nilai dari n sebelum diberikan, tingkat ketelitian dapat di estimasi dengan
(2.7.8)
dimana t(, ) memiliki pengertian yang sama seperti yang diberikan dalam hubungan (2.7.4),
dimana diberikan :
(i)
(ii)
n0
352
1 n0 1 N
KUMPULAN PERMASALAHAN
[Link] pada suatu daftar terdapat N pabrik dengan penomoran secara terurut, m
pabrik sudah tidak beroperasi lagi dan n pabrik baru telah ditambah ke daftar
pembuatan jumlah pabrik N m n
Berikan prosedur sederhana untuk pemilihan satu pabrik dengan alokasi sama dari
N m n pabrik, untuk menghindari penomoran ulang N pabrik pabrik dan
tunjukkan bahwa prosedur yang Anda berikan menggunakan alokasi sama untuk
pabrik pabrik yang baru.
[Link] bantuan angka random, buatlah sampel acak, masing masing berukuran 5
dengan mengikuti :
(i) Populasi Cauchy :
1
f x
dimana x
2
x 2
8 dan 2
(iii) Populasi Bivariate Normal, dimana rata rata dari 2 peubah x dan y aalah 68 cm
dan 170 kg, standar deviasi dari x dan y adalah 3cm dan 7 kg dan koefisien
korelasi p adalah :
(i) + 1 (ii) dan (iii) 1
Sebaliknya, nomor setiap desa terpilih ditunjukkan dala 3 angka random yang
nilainya lebih kecil daripada angka survey tertinggi. Angka angka random
tersebut menggambarkan tiga lahan padi untuk eksperimen crop-cutting. Jika
angka survey terpilih menunjukkan bahwa padi tidak tumbuh, maka pilih angka
survey pertumbuhan padi selanjutnya di tempat lain.
Uji bahwa metode di bawah akan memberikan kemungkinan yang sama termasuk
pada sampel untuk keseluruhan angka survey pertumbuhan padi, diberikan sebagai
berikut :
Nama desa
Payagpur
Total jumlah survey
299
Angka random
rata populasi. Jelaskan suatu unbiased estimator varians dari estimator tersebut.
[Link] suatu sampel acak n unit unit, suatu bagian sampel acak, m unit unit
dilemparkan tanpa pengembalian dan bertambah ke sampel asal. Perlihatkan bahwa
rata rata pada (n+m) unit unit adalah suatu unbiased estimator dari populasi rata
rata dan rasio varians tersebut memiliki rata rata mula mula n unit dengan
2
perkiraan 1 3m n 1 m n . Asumsikan bahwa populasi berukuran besar.
[Link] nilai varians dari suatu pelemparan sampel acak sederhana dengan tanpa
pengembalian dari suatu populasi terbatas.
N bola bola terletak dalm sebuah container besar, dilemparkan secara rando dari
suatu penambahan Mp merah dan Mq bola bola putih. Kemudian sampel n bola
bola dilemparkan secara acak dari container sampel. Hal ini menujukkan bahwa selain
n bola bola tersebut, r adalah merah. Carilah v(r) dimana N bola bola diletakkan
ke container besar.
V y 1 n 1 N yi2 N y N 1
i
N n
N
E . yi2 yi2
n i
i
E y2 v Y 2
Sehingga
N n
1 1 1
E v .
.E yi2 N y 2 v
n N N 1 n i
2.10. Suatu produksi dalam kuintal untuk sejumlah padi yang tumbuh pada 200 desa pada
tehsil, halaman 44.
( Gambar dalam pasangan indicator angka desa )
(i) Pemilihan sampel acak sederhana dengan jumlah 20 dan 25 unit dan perkirakan
rata rata lahan per luas diketahui standar errornya sebagai dasar terpilihnya unit.
(ii) Buatlah 95% interval kepercayaan dan interpretasikan.
(iii)Berapakah jumlah sampel yang diberikan dari estimasi rata rata lahan dengan 55
standar error.
(1) 20
(2) 21
(3) 32
(4) 41
(5) 55
(6) 22
(7) 64
(8) 42
(9) 28
(10) 35
(11) 25
(12) 25
(13) 24
(14) 32
(15) 75
(16) 28
(17) 29
(18) 38
(19) 19
(20) 19
(21) 16
(22) 28
(23) 30
(24) 29
(25) 29
(26) 19
(27) 37
(28) 34
(29) 31
(30) 35
(31) 29
(32) 19
(33) 27
(34) 42
(35) 39
(36) 11
(37) 26
(38) 21
(39) 45
(40) 61
(41) 16
(42) 29
(43) 32
(44)32
(45) 63
(46) 30
(47) 21
(48) 35
(49) 28
(50) 18
(51) 24
(52) 32
(53) 23
(54) 8
(55) 35
(56) 27
(57) 35
(58) 25
(59) 29
(60) 29
(61) 25
(62) 31
(63) 38
(64) 31
(65) 43
(66) 21
(67) 36
(68) 30
(69) 37
(70) 47
(71) 15
(72) 27
(78) 36
(79) 28
(80) 43
(81) 28
(82) 25
(83) 31
(84) 6
(85) 4
(86) 22
(87) 24
(88) 39
(89) 71
(90) 44
(91) 24
(92) 34
(93) 18
(94) 28
(95) 10
(96) 70
(97) 20
(98) 32
(99) 42
(100) 47
2.11. Bahan bahan untuk membangun 5000 sumur telah diberitakan selama tahun 1964
pada suatu wilayah sebagai bagian dari Grow-more-Food Campaign di India. Daftar
penyelenggaraan yang diberitakan bersama dengan lokasi tujuan masing masing
sumur sebenarnya membangun dan menggunakannya untuk tujuan irigasi. Sampel
dimaksudkan untuk terpilih dalam SRS. Diketahui julah sampel untuk nilai p
berkisar antara 0,5 sampai 0,9, jika dapat dimungkinkan MoE (batas kesalahan)
adalah 10% dan tingkat kepercayaan 95%.
2.12. Suatu data menunjukkan hubungan suatu jumlah laktat dari produksi susu (dalam
kg) 250 sapi di suatu daerah peternakan.
(i) Pilihlah sampel acak sederhana sebanyak 25.
(ii) Perkirakan rata rata dengan menggunakan standar error.
(iii)Buatlah perkiraan rata rata populasi dengan tingkat keyakinan 95%.
230 293
163
290
200
173
194
322
169
230
297 151
248
271
259
214
167
207
240
286
184 248
327
338
165
177
270
177
202
155
155 293
190
172
150
319
151
118
213
114
186 167
129
185
231
199
265
306
173
276
291 231
205
220
246
239
186
299
233
208
265 204
300
195
239
173
237
282
221
218
197 215
213
290
146
232
305
184
149
267
188 219
171
99
329
199
180
225
257
202
189 207
792
327
201
300
206
199
299
153
175 287
277
230
258
137
174
301
260
282
211 212
284
214
283
139
223
212
207
224
207 111
272
192
127
303
221
187
309
263
203 176
233
239
176
218
193
243
236
275
288 198
241
219
167
193
234
179
126
173
279 178
275
260
191
174
235
338
242
238
211 187
184
189
305
221
253
225
327
203
195 158
156
185
170
271
160
188
165
218
312 143
267
298
196
139
205
298
238
217
145 201
313
230
185
166
147
223
271
133
155 230
287
329
265
150
286
271
268
198
214 231
163
335
198
270
187
174
163
201
192 247
247
297
178
240
290
234
170
227
230 353
170
159
236
181
230
240
212
242
151 158
253
179
263
158
250
226
246
301
2.13. Distribusi frekuensi dari 232 kota di beberapa negara dengan ukuran populasi
dalam ribuan (000) adalah sebagai berikut :
Ukuran kelas
populasi
Jumlah
kota
50 - 75
81
75 - 100
45
100 - 150
42
150 - 200
14
200 - 250
250 - 300
300 - 350
350 - 400
400 - 450
450 - 500
500 - 550
550 - 600
600 - 650
650 - 700
700 - 750
750 - 800
800 - 850
850 - 900
900 - 950
950 - 1800
1800 - 1850
1850 - 1950
1950 - 2000
2000 - 2050
2050 - 2100
2100 - 3600
3600 - 3650
3650 - 7850
7850 - 7900
Ukuran luas
lahan
21,04
12,59
20,30
16,16
23,82
1,79
26,91
7,41
7,68
10
66,55
11
141,80
12
28,12
13
8,29
14
7,27
15
1,47
16
1,12
17
10,67
18
5,94
19
3,15
20
4,84
21
9,07
22
3,69
23
14,61
24
1,10
25
22,13
26
1,68
27
49,58
28
1,68
29
4,80
30
12,72
31
6,31
32
14,18
33
22,19
34
5,50
35
25,29
36
20,99
DAFTAR PUSTAKA
Blyth, R. H., The economics of sample size applied to the scaling of saw logs. Bio, Bull,
1, 67-70, (1945).
Chaudhary, F. S. Sequential approach to sample surveys, Ph. D. thesis, Meerut University,
(1977).
Chaudary, F. S. and D. Singh, Sequential estimation of population and sample sizes,
(unpublished), (1979).
Deming, W. E., Some theory of sampling, John Wiley and Sons, New York, (1950).
L.C. A. R., Sample surveys for the estimation of yield of food crops, Bull, 72, New Delhi,
(1951)
Mathai, A. On selecting random numbers for large scale sampling, Sankhya, 13, 157
160. (1954).
Nordin, J. A., Determining sample size, J. Amer. [Link]., 39, 497 506, (1944).
Raiffa, H. and R. Schlaifer, Applied Statistical Decision Theory, Harvard Bussiness School,
Boston, (1961).
Tippett, L. H. C., Technological application of statistics, John Willey & Sons, New York,
(19500.
Yates, F. Sampling methods for cencuses and survey, Charles Griffin and Co., London,
(1960).