1
Kelompok :
1. Lazwar Irhami PN
2. Yanuar Fendikanata
3. Dea Aqmarina
6612040037
6612040053
6612040064
FORGING
1.1.
Definisi
Proses pembentukan material akibat beban impac atau tekanan
tinggi dengan menggunakan cetakan atau tidak. Atau proses
deformasi yang dilakukan dengan menekan benda kerja diantara dua
cetakan (die), baik menggunakan gaya kejut (impact) atau ditekan
secara gradual hingga diperoleh bentuk akhir benda kerja yang
diinginkan.
1.2.
Pembagian forging
Secara umum penempaan terbagi atas :
-
Proses mereduksi penampang dan menambah panjang
Proses mereduksi panjang dan memperbesar penampang
(upset)
Proses aliran kompleks (dies), material mengalir dalam
banyak arah
berdasarkan temperatur kerja :
-
Tempa panas atau hangat; cara ini paling banyak digunakan
bila diperlukan deformasi yang cukup besar; dengan
memanaskan kekuatan logam dapat dikurangi dan
keuletannya bertambah.
Tempa dingin; cara ini juga sering dilakukan untuk
pembuatanproduk tertentu. Keuntungan dari tempa dingin
adalah dapatmeningkatkan kekuatan yang dihasilkan dari
pengerasan regang.
Berdasarkan cara pemberian gaya untuk mendeformasikan
bendakerja,tempa dapat diklarifikasikan atas :
-
tempa dengan beban impak (impact)
tempa dengan beban gradual.
JENIS JENIS FORGING
1. Open Dies Forging / Hammer Forging
2. Impression Die Drop Forging
3. Flashless forging
4. Roll forging
5. Upset forging
6. Orbital forging
7. Swaging
8. Hobbing
9. Trimming
2.1.
Open Dies Hammer Forging
Benda kerja ditekan diantara dua buah cetakan (die) yang
datar(hampir datar) sehingga logam mengalir dalam arah lateral
tanpa dihambat oleh permukaan cetakan. Operasi penempaan ini
dikenal sebagai upset forging yaitu mengurangi tinggi benda kerja
dan menambah diameternya.
Analisa open-die forging
Bila open-die forging dilakukan pada kondisi yang ideal yaitu
tidak ada gesekan antara permukaan benda kerja dan cetakan,
sehingga terjadi deformasi yang homogen, dan aliran radial logam
seragam, seperti ditunjukkan dalam gambar. Gambar deformasi
homogen bendakerja silinder dalam operasi cetakan terbuka.
Gambar beberapa operasi penempaan cetakan terbuka (open die forging)
(a) Fullering (gambar a) adalah operasi tempa yang dilakukan untuk
mengurangi bagian melintang dan mendistribusikan logam benda kerja
sebagai persiapan penempaan bentuk yang berikutnya. Permukaan
cetakan berbentuk cembung. Ruang antara kedua cetakan (cavity)
sering didesain dengan berbagai jarak (multicavity impression dies)
sedemikian rupa sehingga operasi diawali dengan pembentukan kasar
belum pembentukan akhir.
(b) Edging (gambar b) hampir sama dengan fullering, hanya disini
permukaan cetakan berbentuk cekung.
(c) Cogging (gambar c) adalah operasi tempa yang dilakukan secara
berturut-turut sepanjang panjang benda kerja untuk mengurangi bagian
melintang dan menambah panjangnya. Cogging banyak digunakan
dalam industri baja untuk membentuk ingot hasil pengecoran menjadi
bloom dan slab. Biasanya digunakan open-die yang datar atau dengan
permukaan yang sedikit berkontour. Proses ini kadang-kadang juga
disebut incremental forging.
Open-die forging dalam praktik :
Dalam proses industry open-die forging dilakukan dalam
keadaan panas. Bentuk-bentuk yang dihasilkan dalam operasi
open-die forging ditunjukkan dalam gambar yaitu fullering, edging,
dan cogging
2.2.
Open die hammer forging tradisional
Prinsip Kerja
Palu digerakkan dengan tenaga manusia untuk membentuk
produk diatas anvil/dudukan.
Peralatan :
a. Pemanas (coal burner)
b. Compressor.
c. Palu
d. Anvil.
e. Fuller (sejenis jig)
Kekurangan dari proses ini adalah
1. Ketelitian rendah.
2. Sulit untuk benda yang rumit
3. Massa benda tempa terbatas (up to 90 kg)
4. Operator skill.
2.3.
Impression Die Drop Forging
Benda kerja ditekan diantara sepasang cetakan yang tertutup,
sehingga aliran logam dalam arah lateral mendapat hambatan yang
cukup signifikan. Dalam operasi tempa ini, sejumlah kecil logam kerja
mengalir kedalam celah diantara kedua cetakan membentuk sirip
(flash), seperti dapat dilihat dalam gambar (b). Flash yang terbentuk
diantara keduacetakan tersebut harus dipotong dengan proses
trimming.
Impression-die forging kadang-kadang juga disebut penempaan
cetakan tertutup (closed-die forging), dimana bentuk rongga
cetakannya merupakan kebalikan bentuk benda yang akan dibuat.
Tahapan proses impression-die forging ditunjukkan dalam
gambar.
Keterbatasan impression-die forging :
Dimensi produk yang dihasilkan kurang akurat. Bila diinginkan
dimensi yang lebih akurat, penyelesaian akhir dapat dilakukan
denganproses pemesinan. Biasanya geometri dasar dari produk yang
dibuat dilakukan dengan proses tempa, dan bagian-bagian yang
memerlukan ketelitian yang lebih baik dilakukan dengan proses
pemesinan, misalnya lubang, ulir, dan permukaan-permukaan yang
akan disatukan dengan komponen lainnya.
Kelebihan tempa dibandingkan dengan proses pemesinan:
Laju produksi lebih tinggi
Pemakaian logam lebih hemat, dan
Orientasi butir kristal lebih baik (bandingkan aliran butir kristal hasil
penempaan dan pemesinan dalam gambar).
Gambar aliran butir kristal (a) penempaan panas dengan
penyelesaianakhir pemesinan, (b) hasil pemesinan
Proses tempa yang dapat menghasilkan produk di atas
disebut precision forging. Gambar dibawah memperlihatkan perbandingan
antara precision forging dengan conventional impression-die forging
Gambar (a) Penempaan konvensional (b) penempaan presisi (precision
forging )
Forging dies
Beberapa terminologi yang sering digunakan dalam desain
cetakan ditunjukan dalam gambar.
Gambar terminologi untuk impression-die forging konvensional
1 Parting line; adalah bidang yang memisahkan upper die dan lower
die. Disebut flash line dalam impression-die forging
2 Draft; adalah tirus pada sisi bagian benda kerja yang dibutuhkan
untuk melepas benda kerja dari cetakan. Istilah ini juga
digunakanuntuk tirus pada sisi rongga cetak
3 Webs dan ribs; web adalah bagian tipis dari tempaan yang
sejajar dengan parting line, sedang ribs adalah bagian yang tipis dari
tempaan yang tegak lurus terhadap parting line.
4 Fillet dan corner radii; radius kecil yang cendrung membatasi aliran
logam dan menambah tegangan pada permukaan die selama
penempaan.
5 Flash; adalah sirip yang terbentuk diantara celah die bagian atas
danbagian bawah dalam impression-die forging, yang berfungsi untuk
menghambat aliran logam keluar cetakan, sehingga tekanan
mengarah ke dalam untuk mengisi rongga cetak.
6 Gutter; saluran tempat terbentuknya sirip.
2.4.
Flashless forging
Disebut juga true closed-die forging, yaitu proses tempa
dengan cetakan tertutup dimana bahan baku benda kerja seluruhnya
berada dalam rongga cetak selama proses penekanan, dan tidak ada
sirip (flash) yang terbentuk, seperti ditunjukkan dalam gambar 5.18.
Gambar penempaan tanpa sirip (flashless forging)
Coining adalah penggunaan khusus dari flashless forging
seperti ditunjukkan dalam gambar.
Gambar operasi pembuatan koin (coining operation)
Die tempa, palu, dan penekan
Peralatan yang digunakan dalam penempaan terdiri dari
mesin tempa dengan klasifikasi :
-
palu (hammers) atau penekan (presses)
cetakan/die tempa (forging die)
peralatan pendukung lainnya, seperti :
tungku untuk memanaskan bendakerja,
peralatan mekanik untuk memasang dan mengangkat bendakerja,
trimming untuk memotong sirip (flash).
2.5.
Roll forging
10
adalah proses yang digunakan untuk mengurangi bagian
melintang dari suatu bendakerja silinder (atau persegi) dengan cara
memasukkannya melalui sepasang rol yang memiliki alur sesuai
dengan bentuk akhir produk yang diinginkan. Operasi roll
forging ditunjukkan dalam gambar berikut ini.
2.6.
Upset forging
Penempaan yang bertujuan untuk memperbesar ukuran
penampang dari panjangnya
Produk yang dihasilkan :
Membuat kepala baut
Kepala paku
Pembuatan selongsong peluru
11
12
2.7.
Orbital forging
deformasi terjadi karena cetakan bagian atas (upper die)
yang berbentuk konis secara serempak berputar dan menekan
benda kerja. Seperti ditunjukkan dalam gambar dibawah, benda
kerja ditopang oleh cetakan bagian bawah (lower die) yang memiliki
ronggacetak, sehingga akibat adanya tekanan dari upper die maka
bagian bendakerja akan masuk mengisi rongga cetak tersebut.
Karena sumbu konis miring, maka hanya luasan kecil dari
permukaan bendakerja yang dapat ditekan dalam beberapa saat.
Perputaran upper die menyebabkan permukaan di bawah tekanan
akan ikut berputar, sehingga beban tekan yang dibutuhkan untuk
mendeformasi benda kerja menjadi lebih kecil. Pada akhir dari
proses ini, lower die mendorong bendakerja keluar dari cetakan.
13
2.8.
Swaging
Adalah proses penempaan yang digunakan untuk mereduksi
diameter tabung atau batang pejal. Swaging
sering digunakan pada ujung benda kerja untuk
menghasilkan bentuk tirus. Proses swaging seperti ditunjukkan
dalam gambar menggunakan palu yang berputar untuk memukul
benda kerja secara radial.
14
2.9.
Hobbing Forging
adalah proses deformasi dimana pembentuk yang
terbuatdari baja keras ditekan ke dalam balok baja lunak (atau
logam lunak lainnya). Proses ini sering digunakan untuk membuat
rongga cetak cetakan plastik dan cetak tekan, seperti ditunjukkan
dalam gambar berikut ini.
2.10. Trimming
adalah operasi yang digunakan untuk memotong sirip (flash)
pada bendakerja hasil dari impression-die forging. Dalam gambar
5.29 dapat dilihat bahwa punch ditekan ke benda kerja yang
diletakkan di atas cetakan pemotong sehingga sirip akan terpotong
oleh ujung tajam dari cetakan tersebut. Trimming biasanya
dilakukan pada saat benda kerja masih dalam keadaan panas.
13