0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
231 tayangan10 halaman

Definisi dan Fungsi Rotasi Matematis

1. Dokumen menjelaskan tentang pengertian dan contoh-contoh rotasi sebagai transformasi geometri 2. Rotasi dapat didefinisikan sebagai relasi yang mengubah koordinat titik menjadi titik baru dengan sudut tertentu di sekitar titik pusat rotasi 3. Teorema-teorema memberikan rumusan matematis untuk menghitung koordinat titik hasil rotasi berdasarkan sudut dan koordinat awal titik

Diunggah oleh

Gusti Sanjaya
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
231 tayangan10 halaman

Definisi dan Fungsi Rotasi Matematis

1. Dokumen menjelaskan tentang pengertian dan contoh-contoh rotasi sebagai transformasi geometri 2. Rotasi dapat didefinisikan sebagai relasi yang mengubah koordinat titik menjadi titik baru dengan sudut tertentu di sekitar titik pusat rotasi 3. Teorema-teorema memberikan rumusan matematis untuk menghitung koordinat titik hasil rotasi berdasarkan sudut dan koordinat awal titik

Diunggah oleh

Gusti Sanjaya
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

A.

PENGERTIAN ROTASI
Sebuah sudut berarah adalah suatu sudut yang salah satu kakinya ditetapkan sebagai kaki
awal dan kaki lainnya sebagai kaki akhir.
Contoh 5.1.
C

Diberikan
, Seperti gambar 5.1. apabila kaki awalnya anda tetapkan sinar
dan
kaki akhirnya sinar

maka anda akan mendapatkan sudut berarah ABC, yang di notasikan

. Sedangkan apabila anda menetapkan kaki awal sinar

maka anda mendapatkan sudut berarah


C CBA
bahwa

.
Contoh 5.2
Misalakan di berikan
Tenetukan :
C
a) m
CBA
b) m

CBA

dan kaki akhirnya sinar

, yang di notasikan

= 45, dengna kondisi, seperti pada gambar 5.2

penyelesaian :
a) karena orientasi ganda (B, A, C) negative maka m
b) karena orientasi ganda (B, C, A) negative maka m

C
CBA

Teorema 5.1 :
Misalkan diberikan

CBA

maka m

= -m

CBA

= -45

= 45

. Jelaskan

Gambar 5.2
Tentukan a) m ( ABC
b) m ( CBA
penyelesaian :
a) karena orientasi ganda ( B, A, C ) negative maka m ( ABC =45
b) karena orientasi ganda ( B, C, A ) positif maka m ( CBA =45
berdasarkan contoh 5.2 maka dapat ditentukan teorema berikut.
Teorema 5.1
Misalkan diberikan ABC maka m ( ABC =m( CBA )
Bukti:
Karena orientasi ganda ( B, A, C ) ini bisa positif atau negative maka Anda tinjau apabila:
1) orientasi ganda ( B, A, C ) positif akibatnya m ( ABC =m ( ABC ) . Jika orientasi ganda
( B, A, C ) positif maka orientasi ganda ( B, C, A ). Jadi, m (

ABC =m ( CBA ) .

2) orientasi ganda ( B, A, C ) negatif, akibatnya m ( ABC =m( ABC ) . Jika orientasi


ganda ( B, A, C ) negative maka orientasi ganda ( B, C, A ). Jadi ( ABC )=m ( CBA ) .
Definisi 5.3
Misal diberikan dua garis berpotongan l dan m tidak tegak lurus. Sudut
antara l dan m ditetapkan sebagai sudut lancip yang dibentuk kedua garis
tersebut.
Contoh 5.3.
Perhatikan Gambar 5.3. Besar sudut antara s dan t adalah 600. Sedangkan besar sudut antara t dan
u adalah 300.
C
B

60
P

D
E

Definisi 5.4.

Misalkan diberikan dua garis l dan m berpotongan tidak tegak lurus di titik A
dan P titik pada l sedangkan B dan C titik-titik pada m sehingga A terletak

antara B dan C (Perhatikan gambar 5.4). Apabila


lancip, ditetapkan

dari l ke m adalah sudut


, Apabila
tumpul, ditetapkan sudut

B
A

) = 600, karena
C
orientasi ganda (P, A, B) positif. Sedangkan ukuran sudut dari u ke t adalah m(
)=
0
30 ,sebab orientasi ganda (P,C, B) negatif.
Perhatikan s,t dan u pada contoh [Link] sudut s ke t adalah m(

Definisi 5.5.

Andaikan A sebuah titik pada bidang Euclid v dan sebuah bilangan real

0
yang memenuhi -180 < < 1800. Sebuah rotasi mengelilingi A adalah

A,
sebuah relasi

yang ditetapkan sebagai berikut. Untuk P v,

A, ()
Contoh:

a)

Diberikan titik A,Q dan P.

, jika P =A

A, 60 ()
Lukis : a)

A, 60 (Q)
b)

Penyelesaian:
a) 1) Buat

, 2) buat

= 600, 3) buat P

sehingga AP =AP. Jadi,

A,60 () '
Q
b) 1) Buat

QC
0

, 2) buat

= -60 , 3) buat Q

A, 60 (Q)
sehingga AQ =AQ. Jadi,

P
B

60

A
B

C
Q

60

B. ROTASI SEBAGAI SUATU TRANSFORMASI


Rotasi sebagai suatu transformasi, dapat di lihat dalam teorema berikut ini :
Teorema 5.3 :
A,
Misalkan
relasi uamg di tetapkan sebagai berikut :

Untuk setiap P v, berlaku :


a)

A,

b)

A , ( P )=P '

(P) = A, jika P = A

A,

'
sehingga m ( PA P )=

'
dan A P =AP

jika

P A

maka relasi

merupakan suatu transformasi.

Bukti :
1) Ditunjukkan bahwa

A , ( P) fungsi dari v ke v.

Ambil P sebarang titik pada v: Berdasarkan a) P mempunyai peta yang tunggal, yaitu A
v, jika P = A. Berdasarkan b) P mempunyai peta yang tunggal
Jadi

A,

P'

v, jika P A.

fungsi dari v ke v.
A,

2) Akan di tunjukan bahwa

adalah injektif.
A,

Pandang dua titik P, Q v dengan


= m QAP ' = dan
adalah injektif.
3) Akan di buktikan

(P) =

A,

'
(Q) = P' . Maka m (PA P )

'

A P =AP=AQ . Akibat lebih lanjut jelas P = Q. Jadi,

A,

A,

surjektif

Ambil sembarang titik Q v maka Q = A atau Q A. Bila Q = A maka ada A v

A,
sehingga
(A) = Q = A. Bila Q A maka ada sinar AQ . Berdasarkan postulat
konstruksi sudut ada sinar
penggaris ada P

AR

AR

sehingga AP = AQ. Dari uraian ini dapat di simpulkan

(P) = Q. jadi, ada P v sehingga


surjektif.
Karena

A,

sehingga m(QAR) = -. Berdasarkan postulat

A,

(P) = Q untuk sebarang Q = A, artinya

: 1. Relasi dari v ke v

2. fungsi
3. Injektif
4. Surjektif
Teorema 5.7 :
A , (P) = (x cos - y sin , x sin + x cos ) atau

A,
A,

A,

(P) =

x1
= cos sin x
sin cos y
y1

()(

)( )

untuk P(x,y) v dan O(0,0).


y

P' (x' y ' )

P(x,y)

x'

Bukti :
Misalajan m(AOP) = , Karena

A,

(P) =

( AO P' ) = + .
Sedangkan
'
x =OP cos ( + ) =OP( cos cos sin sin )

OP sin sin

OP cos cos

x cos sin
y ' =OP sin ( + ) =OP(sin cos cos sin )

OP cos sin

OP sin cos

x cos sin

P'

y
A
'
maka m ( PO P )=

x
dan m

atau kalau di tulis secara matriks, didapat :

( xy '' )=(cos
sin

)( )

sin x
cos y

Contoh :
Di berikan

A,

P' =

dan titik P (1,2). Tentukan koordinat

A,

(P)

Penyelesaian :
1
3 , cos 60 =
2

=60 maka sin 60


'

P =O , 60 (1,2) =

1
2 , sehingga

(1. 12 2. 12 3 , 1. 12 3+2. 12 )

( 12 3 , 1+ 12 3)
Secara matriks :
'

P =O , 60

1
2

)( ) (

1
3
2
1 = 1 3 , 1 3+1

(1,2) 1
1
2
2
2
3

2
2

Teorema 5.8.
Untuk setiap P (x ,y) dan A (a, b)

A, ()
P =

v maka:

= (( x a) cos

- (y b) sin

+a, (x a) sin

Atau
x' cos

y ' sin

A, ()
Bukti:

sin

cos

x a a


y b b

Perhatikan Gambar 5.11. Sistem koordinat diubah menjadi

x y

dengan aturan : x =

xa

dan

yb
y=

sehingga:

x, y x a , y b

dan

' x ', y ' x' a, y 'b

x y
Gunakan Teorema 5.7 pada system
x'a cos


y 'b sin

sin

cos

didapat:

x a

y b

Gunakan system xOy maka didapat:

x' cos

y ' sin

sin

cos

x a a


y b b

P(
P(

x , y

x
A(a,b
O(0,0
)

Contoh :
Diberikan A (1,0) dan garis s ={(x-y) I y =2x 3}

A,90 ( s )
Tentukan persamaan s =

Penyelesaian:
Misalkan (x0 , y0) s maka y0 = 2x 3

0 1

1 0
y0


x 0 1

x 0 1 1


y0 0
1

0

y 0 1, x 0 1

A,90 ( s )( x 0 , y 0 ) ( x, y )
Misalkan

maka didapat:

X= -y0 + 1 dan y = x0 -1 atau y0 = 1 x dan x0 = y + 1


Dari (1) dan (2) didapat : (1 x) = 2(y + 1) 3
Atau
2y + x 2 = 0

C. KOMPISISI ROTASI DI SUATU TITIK


Teorema 5.10
Komposisi dua rotasi dengan pusat pada titik yyang sama merupakan rotasi dengan pusat yang
sama pula.
Bukti ambil A titik pada bidang Euclid v, dan -180 < 1 < 180 dan -180 < 2 < 180 dan
A,
A,
dan
1

Berdasarkan teorema 5.4

dan

A , =m o t

dengan {A} = t s dan sudut dari s ke t adalah

dengan {A} = m t dan sudut dari s ke t adalah

ke m adalah

A , =t 0 s

1
( + )
2 1 2 .

A , o A , =( m o t ) ( t 0 s )
2

m 0 ( t 0 t ) s
m 0 s
m 0 s

1
A , ( 1+ 2)
2

A,

( 1+ 2)
dengan =
1

2 1

2 2 . Jelas sudut dari s

Anda mungkin juga menyukai