[RIZKA MASRUURO] 2212039009
TACHOMETER
Pendahuluan
Dijaman modern ini segala sesuatu dirancang secara praktis dan efisien. Sistem
konvensional yang sudah berabad-abad dianut manusia lambat laun mulai terganti
dengan sesuatu yang lebih praktis. Jam dinding atau jam tangan misalnya, yang
dahulunya masih menggunakan jarum kini sudah menjadi digital. Manusia tidak
perlu lagi susah-susah membaca jarum jam yang keakuratan penunjukannya
tergantung pula oleh penglihatan mata manusia. Hal yang serba digital ini sekarang
banyak diterapkan dikehidupan sehari-hari.
Manusia sebagai mahkluk hidup bergerak tentu tidak lepas dari segala macam
aktivitas. Aktivitas tersebut tentu tidak lepas dari sarana transportasi. Kendaraan
bermotor misalnya, merupakan salah satu sarana transportasi favorit yang dipilih
sebagian besar orang terutama di kota-kota besar yang sering terjadi kemacetan.
Peralatan kendaraan bermotor baru-baru ini juga mulai didigitalkan, salah satunya
penggunaan Tachometer atau Odometer.
Peralatan pemantauan sangat berguna untuk mengukur berbagai macam
parameter aktual operasi peralatan energi dan membandingkannya dengan
parameter desain untuk menentukan jikaefisiensi energi dapat ditingkatkan. Atau
peralatan pemantauan dapat digunakan untuk mengidentifikasi pengukuran steam
atau kebocoran udara tekan. Parameter yang sering dipantau selama pengkajian
energi adalah :
Parameter dasar listrik pada sistem AC & DC :
tegangan (V),
arus (I), faktor daya,
daya aktif (kW),
kebutuhan maksimum (kVA),
daya reaktif (kVAr),
pemakaian energi (kWh),
frekuensi (Hz),
harmonic, dan lain sebagainya.
Parameter selain listrik :
suhu dan aliran panas,
radiasi,
udara dan aliran gas,
aliran cairan,
putaran per menit (RPM),
kecepatan udara,
kebisingan dangetaran,
konsentrasi debu,
total padatan terlarut (TDS),
pH,
kadar air,
kelembaban,
analisa gas buang (CO2, O2, CO, Sox, NOx),
efisiensi pembakaran, dll.
MEKATRONIKA 2014Page 1
[RIZKA MASRUURO] 2212039009
Untuk setiap tipe peralatan pemantauan, informasi sebagai berikut diberikan:
Apa yang dikerjakan oleh peralatan pemantauan.
Dimana peralatan pemantauan digunakan.
Bagaimana peralatan pemantauan dioperasikan.
Keselamatan dan keamanan pengukuran yang diperlukan
untuk peralatan
pemantauan.
1. Definisi
Tachometer adalah sebuah instrumen atau alat yang mampu untuk mengukur
kecepatan putaran dari poros engkol atau piringan, seperti yang terdapat pada
sebuah motor atau mesin lainnya. Alat ini biasanya menampilkan revolutions per
minute (RPM) pada sebuah pengukur skala analog, namun yang versi tampilan
digital juga.
Dalam aplikasi kendaraan bermotor, pemasangan tachometer dengan tujuan agar
pengendara dapat menggunakan mesin secara efisien. Tachometer yang terdapat
pada
mobil,
pesawat terbang dan kendaraan-kendaraan lainnya biasanya
menunjukan tingkat rotasi/perputaran pada poros engkol mesin, dan secara tipikal
sudah menandakan indikasi jangkauan keselamatan dari perputaran mesin. Hal ini
mampu menolong pengemudi dalam menyeleksi akselerasi yang pas dan
pengaturan rotasi mesin untuk segala macam kondisi pengendaraan. Tachometer
akan memberikan peringatan kepada pengemudi apabila tingkat putaran mesin
sudah pada tahap "maksimum".
Tachometer dikendalikan oleh putaran kabel dari sebuah unit pengendali yang
dimasukkan kedalam mesin (biasanya pada poros engkol) juga ada-biasanya pada
sistem mesin diesel sederhana yang menggunakan basis sistem elektris ataupun
tanpa sistem elektrik.
Pada sistem manajemen mesin yang umumnya terdapat pada kendaraan-kendaraan
moderen, sinyal untuk tachometer biasanya dihasilkan dari sebuah mesin ECU
yang menghantarkan informasi baik dari sensor kecepatan putaran yang terdapat
pada poros engkol.
2. Fungsi
Fungsi Tachometer adalah alat untuk mengukur putaran mesin, khususnya jumlah
putaran yang dilakukan oleh sebuah poros dalam satu satuan waktu dan sering
digunakan pada peralatan kendaraan bermotor. Biasanya memiliki layar yang
menunjukkan kecepatan putaran per menitnya..
3. Teori Dasar
Salah satu parameter yang paling sering di monitor pada sebuah mesin adalah RPM
(Rotation Per Minute), yaitu jumlah putaran yang terjadi dalam satu menit, misal
pada elektro motor, pompa, mixer dll. Ada bermacam cara untuk mengukur
kecepatan putar suatu system secara continue, misalnya dengan magnetic pick-up
atau tachogenerator dan yang paling sederhana adalah dengan menggunakan
proximityswitch dan pulsa meter. RPM = f X aRPM = f X 60/N Dimana :
RPM : kecepatan putaran (RPM)
F
: frekuensi pulsa (Hz)
N
: Jumlah pulsa dalam satu putaran
MEKATRONIKA 2014Page 2
[RIZKA MASRUURO] 2212039009
a
: nilai skala yang terdiri dari mantisa dan exponent.
Misalkan dalam satu putaran terdapat 8 pulsa, maka nilai skalanya adalah : a = 60 /
= 7,5 = 0,75 X 101 = mantisa 0,75 dan eksponen 10.
4. Jenis Techometer
mp-01
Tachometer kontak Pulsa/ Rate Meter terdapat berbagai merk dan type, untuk kali
ini mempergunakan MP5-W Serries dari Autonics. Unit ini mempunyai banyak fungsi
yang salah satunya adalah untuk pengukuran RPM (mode : F1). Mempunyai dua
input (IN A dn IN B), banyak pilihan tipe mulai sebagai indicator dan sebagai
controller dengan bermacam output. Display terdiri dari 5 digit dan dilengkapi
keypad pemrograman. Sedangkan sensor yang dipergunakan adalah sebuah
proximity sensor PR30-10DN dengan spesifikasisupply 12 ~ 24 VDC, output NPN,
dan jarak sensing 10 mm (pernah di coba sampai4500 RPM dan stabil).
mp-02
Pemasangan sensor pada unit display, untuk kabel supply dihubungkan ke
terminal 6 dan 7 (perhatikan polaritasnya) sedangkan output sensor di terminal 1
(IN A), sementara IN B di ambangkan saja. Power supply MP5 diterminal 8 dan 9.
Jika menggunakan option output sambungkan sesuai dengan type outputnya.
mp-03
Struktur program MP5 serries mempunyai 4 parameter grup yangterpisah.
Paramenter grup 0 sampai parmeter grup 3, tetapi untuk aplikasi tachometer hanya
diperlukan beberapa setting parameter. Yang penting diketahui adalah untuk
berpindah ke tiap tiap parameter adalah dengan menekan tombol MD selama
beberapa detik. Jika MP5 dipergunakan sebagai controller, setting level output
berada pada parameter grup 0. Terdapat 4 level output yaitu HH, H, L dan LL
namun ini untuk seri controller. Sedangkan pada aplikasi display tidak diperlukan
dan langsung ke parameter 1 dengan menekan MD selama 3 detik.
Di parameter grup 1 setting node diF1 ( Frequency), In-A (jenis output sensor: NPN )
set ke nPnhF dan Auto.A ( autozero time ) ke [Link] dilanjutkan parameter
grup 2 dengan cara menekan MD selama kuranglebih 4 detik. Jika MP5 hanya
indicator setting dilakukan pada [Link] (nilai mantisanilai default adalah 6), [Link]
(eksponen dengan default 10^1) dan dISP.t (siklusdisplay, sebaiknya diisi 1 agar
tidak terlihat berkedip).
Sedangkan untuk controller diperlukan setting batas atas dan batas bawah. Nilai
skala
dan
mantisa
harus
dihitungsesuai
dengan
jumlah
pulsa
per
[Link] mode F1 adalah fungsi pembacaan frekuensi (pulsa per
detik dengan satuan Hz). Jika dipergunakan untuk pembacaan RPM ( Rotation Per
Minute ) maka harus dikalikan 60 (1 menit sama dengan 60 detik).
Tachometer non-kontak
Pada dasarnya Tachometer Non-kontak ini sama kerjanya/fungsinya dengan
Tachometer biasa yang di pergunakan untuk mengetahui kecepatan Suatu putaran
motor hanya saja berbeda sedikit pada saat Tachometer ini di hubungkan dengan
personal komputer. Dengan dikoneksikan ke personal komputer kita akan dapat
mengetahui nilai error dan grafik dari kecepatan motor tersebut.
Alat yang lebih canggih dan aman untuk mengukur kecepatan adalah
alat tanpa
kontak, seperti tachometer non-kontak. Tachometer non- kontak menggunakan
MEKATRONIKA 2014Page 3
[RIZKA MASRUURO] 2212039009
sumber sinar cahaya yang dapat disinkronisasi dengan setiap kecepatan dan
pengulangan gerakan sehingga benda yang berpindah sangat cepat terlihat
tidak bergerak atau berpindah perlahan.
Untuk menggambarkan prinsip ini, diambil sebuah contoh berikut: Diasumsikan
sebuah disket putih dengan titik hitam terpasang pada as dari motor 1800 rpm. Bila
disket berputar pada 1800 rpm; tidak mungkin untuk mata orang untuk melihat
gambaran tunggal dan titik akan tampak menjadi lingkaran kabur .
Bila diterangi oleh sinar cahaya tachometer non-kontak, disinkronkan pada cahaya
untuk setiap putaran disket (bila titik berada pada jam tiga, sebagai contoh), titik
akan terlihat pada posisi ini dan hanya pada posisi ini pada kecepatan 1800 kali
untuk setiap menit. Oleh karena itu, titik akan nampak membeku atau berdiri
diam Jika laju sinar dari tachometer non-kontak diperlambat menjadi 1799
sinar per menit, titik akan teriluminasi pada posisi cahaya yang berbeda, setiap kali
piringan berputar, dan titik akan tampak berpindah.
Perlahan dalam arah putaran 360 dan tiba pada posisi sebenarnya 1
menitkemudian. Perpindahan yang sama, tetapi di arah yang berlawanan rotasi dari
titik, akandiobservasi jika laju sinar dari tachometer non-kontak ditingkatkan
menjadi 1801 [Link] diinginkan, laju perpindahan yang tampak dapat dipercepat
dengan meningkatkanatau menurunkan laju sinar pada tachometer non-kontak. Bila
bayangan dihentikan, lajusinar strobo setara dengan kecepatan perpindahan
obyek. Karena laju sinar diketahui, maka kecepatan obyek juga diketahui.
Oleh karena itu tachometer non-kontak mempunyai dua tujuan yaitu mengukur
kecepatan dan pengamatan penurunan yangnampak pada kecepatan makin
perlahan atau pemberhentian gerakan cepat. Hal yangcukup berarti dari efek
gerakan lambat adalah karena gerakan ini merupakan copy/salinanyang tepat dari
gerakan kecepatan tinggi, maka semua ketidak teraturan (getaran, torsi,suarasuara, loncatan) yang ada pada gerakan kecepatan tinggi dapat dipelajari. Untuk
studi audit pada umumnya digunakan jenis kontak tachometer karena alat tersebut
sudahsiap tersedia
5. Cara Pengoperasian
Pada jenis kontak tachometer , roda tachometer dikontakkan dengan badan yang
berputar. Karena adanya gesekan diantara keduanya, setelah beberapa detik
kecepatan roda tachometer sama dengan kecepatan badan berputar. Kecepatan ini
ditampilkan pada panel sebagai putaran per menit (rpm).
Tachometer non-kontak digital merupakan sumber cahaya yang digunakan untuk
mengukur kecepatan obyek yang bergerak cepat atau untuk menghasilkan efek
optik menghentikan atau memperlambat gerakan kecepatan tinggi untuk
keperluan pengamatan, analisis atau fotografi.
Prinsip kerjanya, menghitung jarak tempuh roda belakang (keliling roda belakang)
dikali putaran roda belakang yang berhubungan dengan putaran mesin.
Berikut ini cara menghitung kecepatan sepedamotor dengan tachometer :
Ukur keliling tapak roda belakang (tidak masalah walaupun ban sudah aus atau
ganti ukuran)
posisikan pentil pada jam 6, beri tanda ke-1 di lantai/jalan, dorong sepedamotor
sampai posisi pentil kembali ke posisi jam 6, beri tanda ke-2, ukur jarak antara
tanda ke-1 dan ke-2; gunakan satuan cm kemudian konversi ke kilometer. Misal
didapat jarak antara tanda ke-1 dan ke-2 (keliling roda) = 180 cm = 0,00180 Km
MEKATRONIKA 2014Page 4
[RIZKA MASRUURO] 2212039009
Hitung Rasio Putaran Mesin dengan Putaran Roda Belakang / Total Reduction Ratio
(karena putaran roda belakang tidak secepat putaran mesin).
Z2/Z1 Primary Reduction merupakan Gigi pada crankshaft dengan gigi pada rumah
kopling.
Z4/Z3 Transmission Gear merupakan Pilih perbandingan posisi gigi tertinggi untuk
menghitung top speed.
Z6/Z5 Secondary Reduction merupakan Jumlah mata/gigi Sprocket belakang dibagi
sprocket depan.
Zx = x, angka ganjil = poros pemutar, angka genap = poros diputar
Contoh:
Putaran mesin yang dibaca oleh tachometer = 10.500 rpm = 630.000 putaran per
jam (10.500 x 60menit)
Keliling roda belakang = 180 cm = 0.00180 Km
TRR=8,497
Primary Reduction = 72/22
Transmission Gear = 19/22 (top gear, gigi ke 6 Secondary Reduction = 42/14
Jadi awal 630.000 putaran di mesin per jam tinggal menjadi 74.298,246 putaran di
roda per jam (630.000 / 8,497). Tinggal dikalikan dengan keliling roda belakang:
74.298,246 x 0,00180 = 133,737 km/jam
6. Pencegahan dan Keselamatan Pengukuran
Pencegahan sebagai berikut harus dilakukan ketika menggunakan tachometer dan
stroboscope
Harus hati- hati waktu membawa rodatachometer yang dikontak dengan badan
berputar.
Untuk keselamatan, jangan pernah melepas pakaian pada saat pengukuran
dengantachometer.
Hindari bekerja sendiri ketika melakukan pengukuran.
Periksa cara kerja operasi dari peralatan pemantauan untuk instruksi lebih
rinciuntuk keselamatan dan pencegahan sebelum menggunakan peralatan
7. Diagram Rangkaian
Untuk pengukuran Rotasi Per menit (RPM) Cara kerja RPM meter/tachometer
adalah dengan mencacah (counter) dari porttimer, T1 (PORTB.1 / pin 2). Dengan
sensor optocoupler (encoder) maka outputnya berupa 1 dan 0.
Kesimpulan
Tachometer adalah sebuah instrumen atau alat yang mampu untuk mengukur
kecepatan putaran dari poros engkol atau piringan, seperti yang terdapat pada
MEKATRONIKA 2014Page 5
[RIZKA MASRUURO] 2212039009
sebuah motor atau mesin lainnya. Alat ini biasanya menampilkan revolutions per
minute (RPM) pada sebuah pengukur skala analog, namun yang versi tampilan
digital juga sudah semakin populer.
Terdapat 2 macam tachometer yaitu: Tachometer kontak dan tachometer nonkontak.
Prinsip kerja tachometer kontak adalah jenis alat kontak, yang memungkinkandapat
diakses secara langsung menggunakan konektor yang langsung di jepit padaobjek
yang berputar.
Prinsip kerja tachometer non-kontak menggunakan sumber sinar cahaya yangdapat
disinkronisasi dengan setiap kecepatan dan pengulangan gerakan sehingga benda
yang berpindah sangat cepat terlihat tidak bergerak atau berpindah perlahan
MEKATRONIKA 2014Page 6