0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
26 tayangan258 halaman

Neraca Massa Produksi Selulosa Kelapa Sawit

Dokumen tersebut berisi perhitungan neraca massa untuk proses produksi selulosa asetat dengan kapasitas 3500 ton per tahun. Terdapat beberapa tahapan yang dihitung neraca massanya, yaitu ekstraksi lignin, bleaching, pengeringan, dan pencampuran asam asetat. Perhitungan didasarkan pada komposisi bahan baku, efisiensi proses, dan konsistensi yang dibutuhkan setiap tahapan.

Diunggah oleh

romadhoni
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
26 tayangan258 halaman

Neraca Massa Produksi Selulosa Kelapa Sawit

Dokumen tersebut berisi perhitungan neraca massa untuk proses produksi selulosa asetat dengan kapasitas 3500 ton per tahun. Terdapat beberapa tahapan yang dihitung neraca massanya, yaitu ekstraksi lignin, bleaching, pengeringan, dan pencampuran asam asetat. Perhitungan didasarkan pada komposisi bahan baku, efisiensi proses, dan konsistensi yang dibutuhkan setiap tahapan.

Diunggah oleh

romadhoni
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

LAMPIRAN A

PERHITUNGAN NERACA MASSA


Kapasitas Produk

: 3500 ton/tahun

Basis Perhitungan

: 1 jam operasi

Satuan Operasi

: kg/jam

Waktu kerja per tahun

: 330 hari

Kapasitas produksi per jam

: 3500

: 441,919 kg/jam
Kemurnian produk

: 99,1 % (PPKS, 2010)

Dari perhitungan dengan basis 100 kg/jam bahan baku dengan trial dan error,
diperoleh laju produksi sebesar 107,140 kg/jam. Sehingga perlu dicari faktor scale up
untuk mendapatkan laju produksi sebesar 441,919 kg/jam.
,

Faktor scale up =

= 4,12469

Kemudian, untuk mencari kapasitas bahan baku agar memenuhi laju produksi
sebesar 441,919 kg/jam dapat dihitung dengan cara :
Kapasitas bahan baku = basis x faktor scale up
= 100 kg/jam x 4,12469
= 412,469 kg/jam
Sehingga, diperoleh laju alir bahan baku tandan kosong kelapa sawit sebesar 412,469
kg/jam.
Rumus molekul dan berat molekul komponen yang terlibat serta komposisi
kandungan utama tandan kosong kelapa sawit dapat dilihat pada Tabel A.1 dan A.2.
Tabel LA.1 Kandungan Kimia Dalam Tandan Kosong Kelapa Sawit
No.

Komponen

Kandungan (%)

1.

Selulosa

72,79

2.

Lignin

16,49

3.

Air

10,72

Sumber : Darnoko, 1990

Tabel LA.2 Rumus Molekul dan Berat Molekul Komponen


Nama

Rumus Molekul

Berat Molekul (kg/kmol)

Selulosa

C6H7O2(OH)3

162

Selulosa triasetat

C6H7O2((OCOCH3)3)

288

Selulosa asetat

C6H7O2OH((OCOCH3)2)

246

Asetat anhidrat

(CH3CO)2O

102

Asam asetat

CH3COOH

60

Air

H2O

18

Magnesium asetat

Mg(CH3COO)2

142

Magnesium sulfat

MgSO4

120

Asam sulfat

H2SO4

98

Sumber : Wikipedia, 2011

Pada perhitungan neraca massa total berlaku hukum konservasi (Reklaitis, 1983).
Untuk sistem tanpa reaksi
Neraca massa total

Fi

Neraca massa komponen

F i w ij

i input stream

i input stream

Untuk sistem dengan reaksi : N Out N in r s1 s

i output stream

Fi

i output stream

F i w ij

LA.1 TANGKI EKSTRAKSI (EX-101)


Fungsi : Untuk mengekstraksi lignin dari tandan kosong kelapa sawit dan
tahap awal untuk proses bleaching

Neraca Massa Total :


F1 + F2 + F3 = F4

Neraca Massa Komponen :


Alur 2
F2total

= 412,469 kg/jam

F2selulosa

F2lignin

F2H2O

.
,
,

x 412,469 kg/jam = 300,236 kg/jam


x 412,469 kg/jam = 68,016 kg/jam
x 412,469 kg/jam = 44,217 kg/jam

Alur 3
Untuk tahap ekstraksi, laarutan KOH 15% yang diperlukan adalah 10% dari jumlah
bahan baku tandan kosong kelapa sawit.
F3

412,469

= 41,247 kg/jam

F3KOH

41,247

= 6,187 kg/jam
F3H2O

= (41,247 6,187) kg/jam


= 35,060 kg/jam

Konsistensi pulp yang diperlukan pada tahap ekstraksi adalah 10% (PPKS, 2010).
,

Konsistensi air

368,252

F4H2O = 3314,269 kg/jam


Alur 1
Maka, air yang dibutuhkan :
F1H2O

= (3314,269 44,217 35,060) kg/jam


= 3234,992 kg/jam

Alur 4
F4selulosa

= 300,236 kg/jam

F4lignin

= 68,016 kg/jam

H2O

= 3314,269 kg/jam

KOH

= 6,187 kg/jam

total

= 3688,708 kg/jam

Tabel LA.3 Neraca Massa pada Tangki Ekstraksi (kg/jam)


komponen

Masuk (kg/jam)
Alur 1

Alur 2

Keluar (kg/jam)
Alur 3

Alur 4

Selulosa

300,236

300,236

lignin

68,016

68,016

3234,992

44,217

35,060

3314,269

6,187

6,187

3234,992

412,469

41,247

H2O
KOH
Sub total
Total

3688,708

3688,708
3688,708

LA.2 ROTARY WASHER I (RW-101)


Fungsi : Untuk memisahkan lignin yang tereduksi pada tangki ekstraksi dan
komponen pengekstrak yang terlarut dalam air dari pulp

Neraca Massa Total :


F4 + F5 = F6 + F4

Neraca Massa Komponen :


Alur 5
Perbandingan air pencuci dengan bahan yang masuk ke dalam washer adalah 2,5 : 1
(Perry, 1997)
F5H2O

= 2,5 x F4total = 2,5 x 3688,708kg/jam = 9221,770 kg/jam

Air yang terkandung di dalam pulp keluaran washer adalah 2% dari total air yang
masuk ke dalam washer (PPKS, 2010).
F7H2O

= 0,02 x (3314,269+ 9221,770) kg/jam = 250,721 kg/jam

Efisiensi dari pencucian adalah 98% (Kirk & Othmer, 1978)


F7selulosa

= 0,98 x 300,236 kg/jam = 294,231 kg/jam

Sebanyak 61,53% lignin mampu tereduksi pada tangki ekstraksi yang akan terpisah
dari pulp pada saat dicuci pada unit washer (PPKS, 2010).
F6lignin

x F4lignin

x 68,016 kg/jam

= 41,850 kg/jam

Alur 6
F6selulosa

= (300,236 294,231) kg/jam = 6,005 kg/jam

F6lignin

= 41,850 kg/jam

F6H2O

= (3274,688 + 9111,637 247,727) kg/jam = 12138,599 kg/jam

KOH

= 6,187 kg/jam

total

= 12339,360 kg/jam

Alur 7
F7selulosa

= 294,231 kg/jam

F7lignin

= (68,016 41,850) kg/jam = 26,166 kg/jam

F7H20

= 250,721 kg/jam

total

= 571,118 kg/jam

Tabel LA.4 Neraca Massa pada Rotary Washer (kg/jam)


komponen
Selulosa
lignin
H2O
KOH
Sub total
Total

Masuk (kg/jam)
Alur 4

Keluar (kg/jam)

Alur 5

Alur 6

Alur 7

300,236

6,005

294,231

68,016

41,850

26,166

3314,269

9221,770

12138,599

250,721

6,187

6,187

3688,708

9221,770

12339,360

12910,478

571,118

12910,478

LA.3 TANGKI BLEACHING (BL-101)


Fungsi : Untuk memisahkan lignin yang tersisa dan memberi warna putih pada
pulp yang dihasilkan

Neraca Massa Total


F7 + F8 + F9 = F10

Neraca Massa Komponen


Alur 9
Untuk tahap bleaching, larutan NaOCl 1% yang diperlukan adalah 5% dari jumlah
pulp yang masuk ke dalam tangki bleaching.
F9total

571,118

= 28,556 kg/jam
F9NaOCl

28,556

= 0,286 kg/jam
F9H2O

= (28,556 0,286) kg/jam


= 28,270 kg/jam

Konsistensi pulp yang diperlukan pada tahap bleaching adalah 10% (PPKS, 2010)
,

Konsistensi air =
F10H2O

320,397

= 2883,574 kg/jam

Alur 8
Maka, air yang dibutuhkan :
F8H2O

= (2883,574 250,721 28,270) kg/jam


= 2604,582 kg/jam

Alur 10
F10selulosa = 294,231kg/jam
F10lignin

= 26,166 kg/jam

F10H2O

= 2883,574 kg/jam

F10NaOCl

= 0,282 kg/jam

F10total

= 3204,256 kg/jam

Tabel LA.5 Neraca Massa pada Tangki Bleaching (kg/jam)


Komponen
Selulosa

Masuk (kg/jam)
Alur 7

Alur 8

Keluar (kg/jam)
Alur 9

Alur 10

294,231

294,231

lignin

26,166

26,166

H2O

250,721

2604,582

28,270

2883,574

0,286

0,286

571,118

2604,582

28,556

NaOCl
Sub total
Total

3165,989

3204,256
3204,256

LA.4 ROTARY WASHER II (RW-102)


Fungsi : Untuk memisahkan NaOCl dan lignin yang tereduksi pada tangki
bleaching.

Neraca Massa Total


F10 + F11 = F12 + F13

Neraca Massa Komponen


Alur 11
Perbandingan air pencuci dengan bahan yang masuk ke dalam waher adalah 2,5 : 1
(Perry, 1997)
F11H2O = 2,5 x F10total
= 2,5 x 3204,256 kg/jam
= 8010,640 kg/jam

Air yang terkandung di dalam pulp keluaran washer adalah 2% dari total air yang
masuk ke dalam washer (PPKS, 2010).
F13H2O

= 0,02 x (2883,574 + 8010,640) kg/jam = 217,884 kg/jam

Efisiensi dari pencucian adalah 98% (Kirk & Othmer, 1978)


F13selulosa = 0,98 x 294,231 kg/jam = 288,347 kg/jam
Sebanyak 87,368% lignin mampu tereduksi pada tangki bleaching yang akan
terpisah dari pulp pada saat dicuci pada unit washer (PPKS, 2010).

F121ignin

x F10lignin
x 26,166 kg/jam

= 22,861 kg/jam

Alur 12
F12selulosa = (294,231 288,347) kg/jam = 5,885 kg/jam
F12lignin

= 22,861 kg/jam

F12H2O

= (2883,574 + 8010,640 217,884) kg/jam = 10676,330 kg/jam

F12NaOCl

= 0,286 kg/jam

F12total

= 10705,360 kg/jam

Alur 13
F13selulosa = 288,347 kg/jam
F13lignin

= (26,166 22,861) kg/jam = 3,305 kg/jam

F13H2O

= 217,884 kg/jam

F13total

= 509,536 kg/jam

Tabel LA.6 Neraca Massa pada Rotary Washer (kg/jam)


komponen
Selulosa

Masuk (kg/jam)
Alur 10

Keluar (kg/jam)

Alur 11

Alur 12

Alur 13

294,231

5,885

288,347

lignin

26,166

22,861

3,305

H2O

288,574

8010,640 10676,330

217,884

NaOCl
Sub total
Total

0,286
3204,256

8010,640

11214,897

0,286
10705,360 509,536
11214,897

LA.5 ROTARY DRYER I (RD-201)


Fungsi : Untuk mengeringkan pulp

Neraca Massa Total :


F13 = F14 + F15

Neraca Massa Komponen :


Alur 14
Rotary dryer dapat menghilangkan air sebanyak 90% dari total air yang masuk
(Perry, 1997)
F14H2O

217,884 = 196,096 kg/jam

Alur 15
F15selulosa = 288,347 kg/jam
F15lignin

= 3,305 kg/jam

F15H2O

= (217,884 196,096) kg/jam = 21,788 kg/jam

F15total

= 509,536 kg/jam

Tabel LA.7 Neraca Massa pada Rotary Dryer (kg/jam)


komponen
Selulosa
Lignin
H2O

Masuk (kg/jam)
Alur 13

Keluar (kg/jam)
Alur 14

Alur 15

288,347

288,347

3,305

3,305

217,884

196,096

21,788

Sub total

509,536

Total

509,536

196,096

313,440

509,536

LA.6 TANGKI PENCAMPUR (M-201)


Fungsi : Untuk mengaktivasi gugus karbonil selulosa dalam proses
pretreatment pada reaksi asetilasi.

Neraca Massa Total :


F16 + F17 = F18

Neraca Massa Komponen :


Alur 17
Asam asetat 98% yang diperlukan untuk unit pretreatment adalah sebanyak 35% dari
laju umpan selulosa (Yamashita et al, 1986)
F17 total

288,347 kg/jam = 100,921 kg/jam

F17CH3COOH

100,921 kg/jam = 98,903 kg/jam

F17H2O

= (100,921 98,903) kg/jam = 2,018 kg/jam

Alur 18
F18selulosa

= 288,347 kg/jam

F18lignin

= 3,305 kg/jam

18

H2O

= (21,788 + 2,018) kg/jam = 23,807 kg/jam

CH3COOH

= 98,903 kg/jam

18

F18total

= 414,362 kg/jam

Tabel LA.8 Neraca Massa pada Tangki Pencampur (kg/jam)


komponen
Selulosa

Masuk (kg/jam)
Alur 16

Keluar (kg/jam)

Alur 17

Alur 18

288,347

288,347

lignin

3,305

3,305

H2O

21,788

2,018

23,807

98,903

98,903

313,440

100,921

CH3COOH
Sub total
Total

414,362

414,362
414,362

LA.7 REAKTOR ASETILASI (R-201)


Fungsi : Untuk tempat terjadinya reaksi asetilasi menjadi selulosa triasetat
dengan derajat asetilasi sebesar 3.
H2 SO4
H2 O
(CH3 CO)2 O
CH3 COOH

21

23
CH3 COOH
H2 O

20
24
18

Selulosa triasetat
Lignin
H2O
CH3 COOH
H2 SO4
(CH 3CO)2 O

Selulosa
Lignin
H2O
CH3 COOH

R-201

Pada reaktor asetilasi, seluruh selulosa berubah menjadi selulosa triasetat dan reaksi
yang terjadi pada proses ini adalah sebagai berikut :

selulosa
dimana:
Ac = CH3CO

asetat anhidrat

selulosa triasetat

asam asetat

r=

; BMselulosa = 162 kg/kmol

((

= 1,780 kmol/jam

)).

Neraca Massa Total :


F18 + F20 + F21 + F23 = F24

Neraca Massa Komponen :


Alur 20
Asam asetat 70% yang dibutuhkan dalam reaktor adalah sebanyak 438% dari laju alir
umpan selulosa (Yamashita et al, 1986).
F20 total

288,247 kg/jam = 1262,958 kg/jam

F20CH3COOH

1262,958 kg/jam = 884,071 kg/jam

F20H2O

= (1262,958 884,071) kg/jam = 378,887 kg/jam

Alur 23
Asetat anhidrat 98% yang dibutuhkan dalam reaktor adalah sebanyak 247% dari laju
alir umpan selulosa (Yamashita et al, 1986).
F23 total

288,247 kg/jam = 712,216 kg/jam

F23(CH3CO)2O

712,216 kg/jam = 697,972 kg/jam

F23CH3COOH

= (712,216 697,972) kg/jam = 14,244 kg/jam

Alur 21
Asam sulfat 98% yang dibutuhkan dalam reaktor adalah sebanyak 3,8% dari laju alir
umpan selulosa (Yamashita et al, 1986).
,

F21 total

F21H2SO4

F21H2O

= (10,957 10,738) kg/jam = 0,219 kg/jam

288,247 kg/jam = 10,957 kg/jam


10,957 kg/jam = 10,738 kg/jam

Alur 24
F24selulosa triasetat

= r . BMselulosa triasetat .
= 1,780 kmol/jam . 288 kg/mol . 1
= 512,616 kg/jam

24

CH3COOH

= F18 CH3COOH + F20 CH3COOH + F23 CH3COOH + r . BM CH3COOH.


= 98,903 + 884,071 + 14,244 + (1,780 . 60 . 3)
= 1317,603 kg/jam

F24(CH3CO)2O

= F23(CH3CO)2O r . BM(CH3CO)2O.
= 697,972 (1,780 . 102 . 3)
= 153,317 kg/jam

24

H2SO4

= F21 H2SO4
= 10,738 kg/jam

F24lignin

= F18lignin
= 3,305 kg/jam

F24H2O

= F18H2O + F20H2O + F21H2O


= (23,807 + 378,887 + 0,219) kg/jam
= 402,913 kg/jam

F24total

= 2400,493 kg/jam

Tabel LA.10 Neraca Massa pada Reaktor Asetilasi (kg/jam)


komponen
Selulosa Triasetat

Masuk (kg/jam)
Alur 18

Alur 20

Keluar (kg/jam)

Alur 23

Alur 21

Alur 24

512,616

288,347

3,305

3,305

H2O

23,807

378,887

0,219

402,913

CH3COOH

98,903

884,071

14,244

1317,603

(CH3CO)2O

697,972

153,317

H2SO4

10,738

10,738

414,362

1262,958

712,216

Selulosa
Lignin

Sub total
Total

2400,493

10,957

2400,493
2400,493

LA.9 TANGKI HIDROLISIS (TH-201)


Fungsi : Untuk menghidrolisis selulosa triasetat menjadi selulosa asetat dengan
diharapkan derajat asetilasi turun menjadi 2,4 serta menetralkan sisa
reaktan asetat anhidrat.

H2O

26

24

27

Selulosa triasetat
Lignin
H2O
CH 3COOH
H2SO4
(CH3CO)2 O

Selulosa asetat
Lignin
H2 O
CH3 COOH
H2 SO4
(CH3 CO)2 O

H-201

Pada tangki hidrolisasi, seluruh selulosa triasetat dihidrolisis oleh air menjadi
selulosa asetat dan reaksi yang terjadi pada proses ini adalah sebagai berikut :

Selulosa triasetat

air

selulosa asetat

dimana:
Ac = CH3CO
.

r1 =

((


)).

; BMselulosa triasetat = 288 kg/kmol

= 1,780 kmol/jam

Reaksi yang juga terjadi pada unit hidrolisis adalah :

Asetat anhidrat

air

Konversi reaksi = 98% (Anita, 2010)

asam asetat

asam asetat

r2 =
=

. ,

((

; BM(CH3CO)2O = 102 kg/kmol


= 1,473 kmol/jam

)).

Neraca Massa Total :


F24 + F26 = F27

Neraca Massa Komponen :


Alur 26
Air yang dibutuhkan untuk tahap hidrolisis sebesar 71% dari laju alir umpan selulosa
(Yamashita et al, 1986)
F26 H2O

288,347 kg/jam = 204,726 kg/jam

Alur 27
F27selulosa asetat

= r1 . BMselulosa asetat . 1
= 1,780 kmol/jam . 246 kg/kmol . 1
= 437,860 kg/jam

27

CH3COOH

= F24 CH3COOH + r1 . BM CH3COOH. 1 + r2 . BM CH3COOH. 2


= 1371,603 + (1,780 . 60 . 1) + (1,473 . 60 . 2)
= 1601,164 kg/jam

F27(CH3CO)2O

= F24(CH3CO)2O r2 . BM(CH3CO)2O. 2
= 153,317 (1,473 . 102 . 1)
= 3,066 kg/jam

27

H2SO4

= F24 H2SO4
= 10,738 kg/jam

F27lignin

= F24lignin
= 3,305 kg/jam

F27H2O

= F24H2O + F26H2O - r1 . BMH2O . 1 r2 . BMH2O . 2


= 402,913 + 204,726 (1,780 . 18 . 1) (1,473 . 18 . 1)
= 549,086 kg/jam

F27total

= 2605,219 kg/jam

Tabel LA.11 Neraca Massa pada Tangki Hidrolisasi (kg/jam)


Masuk (kg/jam)

Komponen

Alur 24

Selulosa Triasetat

Keluar (kg/jam)

Alur 26

Alur 27

512,616

437,860

3,305

3,305

402,913

204,726

549,086

CH3COOH

1317,603

1601,164

(CH3CO)2O

153,317

3,066

10,738

10,738

Selulosa Asetat
Lignin
H2O

H2SO4
Sub total

2400,493

Total

204,726

2605,219

2605,219
2605,219

LA.12 TANGKI NETRALISASI (TN-201)


Fungsi : Untuk menetralisasi katalis asam sulfat dengan menambahkan larutan
magnesium asetat sehingga reaksi dapat berhenti.

Reaksi pada proses netralisasi adalah :


Mg(OAc)2
Magnesium asetat

H2SO4
asam sulfat

Konversi reaksi = 99% (Trehy, 2000)


.

r=
,

; BMH2SO4 = 98 kg/kmol

((

. ,

)).

= 0,108 kmol/jam

Neraca Massa Total :


F28 + F30 = F31

MgSO4
+
magnesium sulfat

2HOAc
asam asetat

Neraca Massa Komponen :


Alur 30
Larutan Mg(CH3COO)2 38% yang dibutuhkan dalam unit netralisasi adalah sebanyak
16% dari laju alir umpan selulosa (Yamashita et al, 1986).
F30 total

288.347 kg/jam = 46,135 kg/jam

F30Mg(CH3COO)2

46,135 kg/jam = 17,531 kg/jam

F30H2O

= (46,135 17,531) kg/jam = 28,604 kg/jam

Alur 31
F31selulosa asetat

= F28selulosa asetat
= 437,860 kg/jam

31

CH3COOH

= F28CH3COOH + r . BM CH3COOH.
= 1601,164 + (0,108 . 60 . 2)
= 1614,181 kg/jam

F31(CH3CO)2O

= F28(CH3CO)2O
= 3,066 kg/jam

F31H2SO4

= F28 H2SO4 r . BM H2SO4.


= 10,738 (0,108 . 98 . 1)
= 0,107 kg/jam

F31lignin

= F28lignin
= 3,305 kg/jam

F31H2O

= F28H2O + F30H2O
= 549,086 + 28,604
= 577,690 kg/jam

F31Mg(CH3COO)2

= F30Mg(CH3COO)2 r . BM Mg(CH3COO)2 .
= 17,531 (0,108 . 142 . 1)
= 2,128 kg/jam

31

MgSO4

= r . BM MgSO4.
= 0,108 . 120 . 1
= 13,017 kg/jam

F31total

= 2651,355 kg/jam

Tabel LA.13 Neraca Massa pada Tangki Netralisasi (kg/jam)


Masuk (kg/jam)

Komponen

Alur 28

Selulosa Asetat

Keluar (kg/jam)

Alur 30

Alur 31

437,860

437,860

3,305

3,305

549,086

28,604

577,690

CH3COOH

1601,164

1614,181

(CH3CO)2O

3,066

3,066

10,738

0,107

Lignin
H2O

H2SO4
Mg(CH3COO)2

17,531

2,128

MgSO4

13,017

Sub total

2605,219

Total

46,135

2651,355

2651,355
2651,355

LA.11 CENTRIFUGE (CF-301)


Fungsi : Untuk memisahkan padatan selulosa asetat (selulosa asetat, lignin, air,
asam asetat, magnesium sulfat) dari air dan zat pengotor lainnya.

Efisiensi sentrifuge adalah 98% dimana cairan yang terkonversi ke padatan sebesar
2%.
Neraca Massa Total :
F32 = F38 + F33
Neraca Massa Komponen :

Alur 38
F38CH3COOH

1614,181

= 1581,897 kg/jam
38

38

(CH3CO)2O

= 3,066 kg/jam

H2SO4

= 0,107 kg/jam

F38H2O

577,69

= 566,136 kg/jam
F38Mg(CH3COO)2

= 2,128 kg/jam

F38MgSO4

13,017

= 12,757 kg/jam
F38total

= 2166,092 kg/jam

Alur 33
F33selulosa asetat

= 437,860 kg/jam

F33lignin

= 3,305 kg/jam

F33 CH3COOH

= (1614,181 1581,897) kg/jam = 32,284 kg/jam

F33H2O

= (577,690 566,136) kg/jam = 11,554 kg/jam

33

MgSO4

F33total

= (13,017 12,757) kg/jam = 0,260 kg/jam


= 482,263 kg/jam

Tabel LA.14 Neraca Massa pada Centrifuge (kg/jam)


komponen

Masuk (kg/jam)
Alur 32

Selulosa Asetat

Keluar (kg/jam)
Alur 38

Alur 33

437,860

437,860

3,305

3,305

577,690

566,136

11,554

CH3COOH

1614,181

1581,897

32,284

(CH3CO)2O

3,066

3,066

H2SO4

0,107

0,107

Mg(CH3COO)2

2,128

2,128

13,017

12,757

0,260

2166,092

485,263

Lignin
H2O

MgSO4
Sub total

2651,355

Total

2651,355

2651,355

LA.12 ROTARY DRYER II (RD-301)


Fungsi : Untuk mengurangi kadar air beserta asam asetat sampai memenuhi
komposisi produk akhir.

Dryer dapat mengurangi kadar air sebesar 90% dari laju alir air masuk (Perry,1997)
dan diharapkan komposisi asam asetat sebesar 0,01% dari berat selulosa asetat
(PPKS, 2010).

Neraca Massa Total :


F33 = F34 + F35

Neraca Massa Komponen :


Alur 35
F35selulosa asetat

= 437,860 kg/jam

F35lignin

= 3,305 kg/jam

35

= 0,0001 x 32,284 kg/jam

CH3COOH

= 0,044 kg/jam
F35H2O

4,481 kg/jam

= 1,155 kg/jam
35

= 0,260 kg/jam

MgSO4

F35total

= 442,624 kg/jam

Alur 34
F34CH3COOH

= (32,284 0,044) kg/jam


= 32,240 kg/jam

F34H2O

= (11,554 1,155) kg/jam


= 10,398 kg/jam

F34total

= 42,638 kg/jam

Tabel LA.15 Neraca Massa pada Rotary Dryer (kg/jam)


komponen
Selulosa Asetat

Masuk (kg/jam)
Alur 33

Keluar (kg/jam)
Alur 34

Alur 35

437,860

437,860

3,305

3,305

H2O

11,554

10,398

1,155

CH3COOH

32,284

32,240

0,044

0,260

0,260

Lignin

MgSO4
Sub total

485,263

Total

485,263

42,638

442,624

485,263

A.13 DECANTER (D-301)


Fungsi : Untuk memisahkan larutan asam asetat dengan zat terlarut lainnya

Diharapkan komposisi pada alur 40 adalah asam asetat dan air sebagai fase ringan
yang kemudian akan digunakan kembali dan sisanya ditampung ke tangki
penampungan.

Neraca Massa Total :


F38 = F39 + F40
Neraca Massa Komponen:
Alur 39
Kelarutan magnesium sulfat didalam air memiliki nilai 40,8gr/100 gr air.
F39(CH3CO)2O

= 3,066 kg/jam

F39MgSO4

= 12,757 kg/jam

F39H2O

12,757 kg/jam

= 31,267 kg/jam
F39H2SO4

= 0,107 kg/jam

F39Mg(CH3COO)2

= 2,128 kg/jam

F39total

= 49,325 kg/jam

Alur 40
F40CH3COOH

= 1581,897 kg/jam

F40H2O

= (566,136 31,267)
= 534,870 kg/jam

F40total

= 2116,767 kg/jam

Tabel LA.16 Neraca Massa pada Decanter (kg/jam)


komponen

Masuk (kg/jam)

H2O

Alur 38
566,136

Keluar (kg/jam)
Alur 39
31,267

Alur 40
534,870

CH3COOH

1581,897

(CH3CO)2O

3,066

3,066

H2SO4

0,107

0,107

Mg(CH3COO)2

2,128

2,128

12,757

12,757

MgSO4
Sub total

2166,092

Total

2166,092

- 1581,897

49,325

2116,767

2166,092

A.14 TANGKI PENCAMPUR (M-301)


Fungsi : Untuk menghasilkan larutan asam asetat dengan konsenstrasi 70%
yang akan digunakan kembali pada unit reaktor (recovery asam asetat).

Neraca Massa Total :


F40 + F41 = F19 + F42
Neraca Massa Komponen:
Alur 40
F40CH3COOH

= 1581,897 kg/jam

F40H2O

= 534,870 kg/jam

F40total

= 2116,767 kg/jam

Alur 19
F19CH3COOH

= 884,071 kg/jam

F19H2O

= 378,887 kg/jam

F19total

= 1262,958 kg/jam

Alur 19 merupakan laju alir larutan asam asetat dengan konsenstrasi 70% sehingga
dibutuhkan tambahan air pada alur 36 untuk recovery asam asetat hingga konsentrasi
campuran menjadi 70%.

Alur 41
Air yang diperlukan agar komposisi produk tangki pencampur menjadi 70% adalah :
= 30% x F40total
= 0,3 x 2116,767 kg/jam
= 635,030 kg/jam
F41H2O

= (635,030 534,870) kg/jam


= 100,160 kg/jam

Alur 42
F42H2O

= (635,030 378,887) kg/jam


= 256,143 kg/jam

42

= (1581,897 884,071) kg/jam

CH3COOH

= 697,827 kg/jam
F42total

= 953,969 kg/jam

Tabel LA.17 Neraca Massa pada Tangki Pencampur (kg/jam)


komponen
H2O

Masuk (kg/jam)
Alur 40

Keluar (kg/jam)

Alur 41

Alur 19

Alur 42

534,870

100,160

378,887

256,143

CH3COOH

1581,897

884,071

697,827

Sub total

2116,767

100,160

1262,968

953,969

Total

2216,928

2216,928

LAMPIRAN B
PERHITUNGAN NERACA ENERGI
Kapasitas Produk

: 3500 ton/tahun

Basis Perhitungan

: 1 jam operasi

Satuan Operasi

: kg/jam

Waktu kerja per tahun

: 330 hari

Suhu referensi

: 25 oC (298 oK)

Perhitungan neraca panas menggunakan data dan rumus sebagai berikut:


1. Rumus untuk perhitungan beban panas pada masing-masing alur masuk dan
keluar
T

Q=H=

n Cp dT

(Smith, 1975)

Tref

Dan untuk sistem yang melibatkan perubahan fasa, persamaan yang digunakan
adalah :
T2

Tb

T2

Cp dT Cpl dT Hvl Cpg dT ..............


T1

T1

(Reklaitis, 1983)

Tb

2. Data untuk perhitungan kapasitas panas


Tabel LB.1 Menunjukkan nilai kapasitas panas liquid (Cpl) untuk gugus
gugus pada senyawa liquid.
Tabel LB.1 Nilai Kapasitas Panas Liquid (Cpl) Metode Chuch dan Swanson
Gugus

-CH (ring)
-OH
-C=O
H
-CH2-

Cpl (kal/g0C)
4,4
10,7
12,66
7,2
(Perry, 1997)

Perhitungan Cpl (kal/g.0C) dengan menggunakan metode Chuch dan Swanson dengan
rumus :

C pL Ni cpi
i 1

Tabel LB.2 Menunjukkan nilai kapasitas panas solid (Cps) untuk gugus
gugus pada senyawa solid.
Tabel LB.2 Kontribusi Unsur Atom dengan Metode Hurst dan Harrison
Unsur Atom

Ei

10.89

7.56

13,42

18,74

12,36

28,87

Cl

24,69

Na

26,19

26,63

Mg

22,69

Fe

29,08

Ca

28,25

Cr

26,63

Co

25,71

Ni

25,46

Cu

26,92
(Perry, 1997)

Perhitungan C padatan (J/mol.K) dengan menggunakan metode Hurst dan Harrison:


ps

CpS =

.
i

Ei

i 1

Dimana : Cp = Kapasitas panas padatan pada 298,15 K (J/mol.K)


S

n = Jumlah unsur atom yang berbeda dalam senyawa


N = Jumlah unsur atom i dalam senyawa
i

Ei = Nilai dari kontribusi unsur atom i pada Tabel LB.2

3. Data perhitungan panas pembentukan dan panas penguapan


Tabel LB.3 Menunjukkan nilai panas pembentukan dengan gugus-gugus pada
senyawa padatan [kJ/mol].
Tabel LB.3 Kontribusi Gugus Nilai Panas Pembentukan (Hfo)

Perhitungan Hfo (kJ/mol) dengan menggunakan metode Verma dan Doraiswamy


adalah :

(298,15 K) = 68,29 +

(Perry, 1997)

Rumus panas penguapan :


Q = n. Hvl

(Smith dan Van Ness, 1975)

4. Data untuk steam, air pemanas dan air pendingin


Steam yang digunakan adalah superheated steam 1300C pada tekanan 100 kPa.
Hvl (130 0C) = 2.734,7 kJ/kg

(Reklaitis, 1983)

Air pemanas yang digunakan adalah air pada suhu 90 0C dan keluar pada suhu 34 0C.
Air (saturated) : H(34oC) = 139,11 kJ/kg

(Smith, 1987)

H(90 C) = 376,92 kJ/kg

(Smith, 1987)
0

Air pendingin yang digunakan adalah air pada suhu 25 C dan keluar pada suhu 450C.
Air (saturated): H(25oC) = 104,8 kJ/kg
o

H(45 C) = 188,35 kJ/kg

(Smith, 1987)
(Smith, 1987)

5. Perhitungan nilai kapasitas panas (Cp) masing masing komponen:


1. Selulosa asetat (C6H7O2OH(OCOCH3)2)
Cps Selulosa diasetat = EC (8) + EH (14) + EO (7)
= 10,89(8) + 7,56(14) + 13,42(7)
= 286,9 J/mol.K
2. Selulosa triasetat (C6H7O2(OCOCH3)3)
Cps Selulosa triasetat = EC (12) + EH (16) + EO (8)
= 10,89(12) + 7,56(16) + 13,42(8)
= 359 J/mol.K
3. Selulosa (C6H7O2(OH)3)
Cps Selulosa

= EC (6) + EH (10) + EO (5)


= 10,89(6) + 7,56(10) + 13,42(5)
= 208,04 J/mol.K

5. Magnesium asetat (Mg(CH3COO)2)


Cps Magnesium asetat = EMg (1) + EC (4) + EO (4) + EH (6)
= 22,69(1) + 10,89(4) + 13,42(4) + 7,56(6)

= 169,25 J/mol.K
6. Magnesium sulfat (MgSO4)
Cps Magnesium sulfat = EMg (1) + ES (1) + EO (4)
= 22,69(1) + 12,46(1) + 13,42(4)
= 88,73 J/mol.K
7. Lignin
Cps lignin = EC (20) + EH (20) + EO (8)
= 10,89 (20) + 7,56 (20) + 13,42 (8)
= 476,36 J/mol.K
8. Asam asetat (CH3COOH)
Cpl = 123,1 J/mol.K
Cpg = 63,4 J/mol.K
9. Asetat anhidrat ((CH3CO)2O)
Cpl = 186,252 J/mol.K
10. Asam sulfat (H2SO4)
Cpl = 138,9 J/mol.K
11. Air (H2O)
Cpl = 75,2634 J/mol.K
Cpg = 33,36 J/mol.K
Tabel LB.4 Nilai Kapasitas Panas Masing-Masing Komponen
Cpl

Cps

Cpg

(J/mol.K)

(J/mol.K)

(J/mol.K)

Selulosa asetat

286,9

Selulosa triasetat

359

Selulosa

208,04

Lignin

476,36

123,1

63,4

186,252

138,9

75,2634

33,36

Magnesium asetat

169,25

Magnesium sulfat

88,73

Komponen

Asam asetat
Asetat anhidrat
Asam sulfat
Air

6. Perhitungan nilai panas pembentukan (H0f) dan panas penguapan (Hvl)


Menghitung H0f298 Selulosa asetat :
H0f298 = 68,29 + (
+(

OH phenol) + 2(

CH ) + 3(

CH2 ) + 2( C ) + 2(-O-nonring) + 3(

) + ( -O- ring) + 2( CH3)


O)

H0f298 = 68,29 + (221,65) + 2(8,67) + 3(79,72) + (-138,16) + 2(-76,45) + (-20,64)


+ 2(83,99) + 2(-132,22) + 3(-247,61)
0

H f298 = -1047,85 kJ/mol


Menghitung H0f298 Selulosa triasetat :
H0f298

= 68,29 + 2( CH ) + 3( C ) + (-O- ring) + 2( CH3) + (-CH2-) + 3(

C)

+ 3(-O-nonring) + 3( O)
H0f298

= 68,29 + 2(8,67) + 3(79,72) + (-138,16) + 2(-76,45) + (-20,64) +3(83,99)


+ 3(-132,22) + 3(-247,61)

H f298

= -950,88 kJ/mol

Menghitung H0f298 Selulosa :


H0f298

= 68,29 + 3(-OH phenol) + 4( CH) + (-CH2-) + (-O-nonring) + (-O-ring)

H0f298

= 68,29 + 3(-221,65) + 4(8,67) + (-26,68) + (-132,22) + (-138,16)

H0f298

= -859,16 kJ/mol

H0f298 Asam asetat

= -483,5 kJ/mol

H0f298 Asetat anhidrat

= -391,17 kJ/mol

H0f298 Asam sulfat

= -810,9413 kJ/mol

= -241,9882 kJ/mol

= -1442,771 kJ/mol

H f298 Magnesium sulfat

= -1362,385 kJ/mol

Hvl Asam asetat

= 23,7 kJ/mol

Hvl Air

= 40,6562 kJ/mol

H f298 Air
H f298 Magnesium asetat

(Perry, 1997)

(Reklaitis, 1983)

Tabel LB.5 Nilai Panas Pembentukan Dan Panas Penguapan


H0f298 (kJ/mol)

Hvl (kJ/mol)

Selulosa asetat

-1047,85

Selulosa triasetat

-950,88

Selulosa

-859,16

Asam asetat

-483,5

23,7

Asetat anhidrat

-391,17

Asam sulfat

-810,9413

Air

-241,9882

40,6562

Magnesium asetat

1442,771

Magnesium sulfat

-1362,385

Komponen

7. Perhitungan panas reaksi (H0r)


Menghitung H0r reaksi:
Reaksi 1 :

selulosa
0

H r1298

asetat anhidrat
=

selulosa triasetat

asam asetat

= {3(483,5) + (950,88)} {3(391,17) + (859,16)}


= 368,71 kJ/mol
Reaksi 2 :

Selulosa triasetat
H0r2298

air

selulosa asetat

asam asetat

= {(483,5) + (1047,85)} {(241,9882) + (950,88)}


= 338,482 kJ/mol

Reaksi 3:

Asetat anhidrat

air

asam asetat

H0r3298

= 2(483,4) {(241,9882)+( 391,17)


= 333,842 kJ/mol

Reaksi 4:
Mg(OAc)2
Magnesium asetat
H0r4298

H2SO4
asam sulfat

MgSO4
+
magnesium sulfat

2HOAc
asam asetat

={ 2(483,5) + (1362,385)} {(1442,771) + (810,9413)


= 75,673 kJ/mol

LB.1 TANGKI EKSTRAKSI (EX-101)

303,15

Panas masuk = N1H2O

303,15

CpdT + N2Selulosa

298,15

298,15

303,15

303,15

CpdT + N2lignin

CpdT +

298,15

298,15

CpdT + N2Air

298,15

303,15

N3KOH

303,15

CpdT + N

H2O

CpdT......................(1)

298,15

Tabel LB. 6 menyajikan data dan hasil panas masuk pada Tangki Ekstraksi dengan
menggunakan persamaan (1)

Tabel LB.6 Panas Masuk Tiap Komponen dan Total pada Tangki Ekstraksi (EX-101)
Alur
1
2

Komponen
H2O

Laju Massa
(kg/jam)
3234,992

Selulosa

BM
(kg/kmol)
18

N
CpdT
Q
(kmol/jam) (kJ/kmol) (kJ/jam)
179,722
376,317 67632,360

300,236

162

1,853

1040,200

1927,812

Lignin

68,016

388

0,175

2381,800

417,527

H2O

44,217

18

2,457

376,317

324,423

KOH

6,187

56

0,110

249,250

27,538

H2O

35,060

18

1,948

376,317

732,987

TOTAL

71662,641

358,15

Panas keluar = N4Selulosa

358,15

CpdT + N4Lignin

298,15

358,15

CpdT + N4KOH

298,15

CpdT + N4H2O

298,15

358,15

CpdT......................(2)

298,15

Tabel LB. 7 menyajikan data dan hasil panas keluar pada Tangki Ekstraksi dengan
menggunakan persamaan (2).
Tabel LB.7 Panas Keluar Tiap Komponen dan Total pada Tangki Ekstraksi (EX-101)
Alur Komponen
Selulosa
4

Laju Massa
BM
(kg/jam)
(kg/kmol)
300,236
162

N
CpdT
(kmol/jam) (kJ/kmol)
1,853 12482,400

Q
(kJ/jam)
23133,740
5010,325

Lignin

68,016

388

0,175 28581,600

KOH

6,187

56

0,110

3314,269

18

184,126

H2O

TOTAL
Maka, selisih antara panas keluar dan panas masuk (Qc), adalah:
dQ/dT = Qc

= Qout Qin
= (859951,695 71662,641) kJ/jam
= 788289,054 kJ/jam

2991,000

330,452

4515,804 831477,178
859951,695

Sehingga jumlah steam yang diperlukan adalah :


Qc
Hvl
788289,054 kJ/jam

2 734,7 kJ/kg
288 ,254 kg/jam

Tabel LB.8 Neraca Energi Tangki Ekstraksi (EX-101)


Komponen

Masuk (kJ/jam)

Keluar (kJ/jam)

Umpan

71662,641

Produk

859951,695

Steam

788289,054

Total

859951,695

859951,695

LB.2 ROTARY WASHER I (RW-101)

358,15

Panas masuk = N4Selulosa

358,15

CpdT + N4Lignin

298,15
358,15

358,15

CpdT + N4KOH

298,15

CpdT + N4H2O

298,15

303,15

CpdT + N5H2O

298,15

CpdT......................(3)

298,15

Tabel LB. 9 menyajikan data dan hasil panas masuk pada Rotary Washer I dengan
menggunakan persamaan (3).

Tabel LB.9 Panas Masuk Tiap Komponen dan Total Rotary Washer I (RW-101)
Laju Massa
BM
(kg/jam)
(kg/kmol)
300,236
162

Alur Komponen
Selulosa
4

N
CpdT
(kmol/jam) (kJ/kmol)
1,853 12482,400

Q
(kJ/jam)
23133,740
5010,325

Lignin

68,016

388

0,175 28581,600

KOH

6,187

56

0,110

2991,000

330,452

H2O

3314,269

18

184,126

4515,804

831477,178

H2O

9221,770

18

512,321

376,317

192794,935

TOTAL

1052746,630

Temperatur keluar diperoleh dengan cara trial dan error dimana :


Q masuk = Q keluar
Temperatur keluar dapat dihitung dengan persamaan :
T

Qout =

N Cp dT

(Smith, 1975)

Tref

Sehingga diperoleh T keluar (T) = 44,904 oC


317, 904

Panas keluar = N6Selulosa

317, 904

CpdT + N6Lignin

298,15
317, 904

N6H2O

317, 904

CpdT + N6KOH

298,15
317, 904

CpdT + N7Selulosa

298,15

298,15

CpdT +

298,15
317, 904

CpdT + N7Lignin

CpdT + N7H2O

298,15

317, 904

CpdT......................(4)

298,15

Tabel LB. 10 menyajikan data dan hasil panas keluar pada Rotary Washer I dengan
menggunakan persamaan (4).

Tabel LB.10 Panas Keluar Tiap Komponen dan Total Rotary Washer I (RW-101)
Alur Komponen
Selulosa
6

Laju Massa
BM
(kg/jam)
(kg/kmol)
6,005
162

Q
(kJ/jam)
153,484

Lignin

41,850

388

0,108

9481,415

1022,679

KOH

6,187

56

0,110

992,209

109,621

12285,318

18

682,518

294,231

162

1,816

4140,804

7520,704

26,166

388

0,067

9481,415

639,403

250,721

18

13,929

1498,034

20886,015

H2O
Selulosa
7

N
CpdT
(kmol/jam) (kJ/kmol)
0,037 4140,804

Lignin
H2O

1498,034 1022434,723

TOTAL

1052746,630

Tabel LB.11 Neraca Energi Rotary Washer I (RW-101)


Komponen

Masuk (kJ/jam)

Keluar (kJ/jam)

Umpan

1052746,630

Produk

1052746,630

1052746,630

1052746,630

Total

LB.3 TANGKI BLEACHING (BL-101)

317 , 904

Panas masuk = N

317, 904

CpdT + N

Selulosa

Lignin

298,15

CpdT + N

H2O

298,15

303,15

317, 904

298,15

CpdT + N8H2O

298,15

303,15

CpdT + N9NaOCl

303,15

CpdT + N9H2O

298,15

CpdT......................(5)

298,15

Tabel LB. 12 menyajikan data dan hasil panas masuk pada Tangki Bleaching dengan
menggunakan persamaan (5).
Tabel LB.12 Panas Masuk Tiap Komponen dan Total Tangki Bleaching (BL-101)
Alur Komponen
Selulosa
7

8
9

Laju Massa
BM
N
CpdT
(kg/jam)
(kg/kmol) (kmol/jam) (kJ/kmol)
294,231
162
1,816 4140,804

Lignin

Q
(kJ/jam)
7520,704

26,166

388

0,067

H2O

250,721

18

13,929

1498,034 20866,015

H2O

2604,582

18

144,699

376,317 54452,694

NaOCl
H2O

9481,415

0,286

74,5

0,004

321,500

1,234

28,270

18

1,571

376,317

591,027

TOTAL

84071,077

333,15

Panas keluar = N10Selulosa

639,403

333,15

CpdT + N10Lignin

298,15

333,15

CpdT + N10NaOCl

298,15

CpdT +

298,15

333,15

N10H2O

CpdT......................(6)

298,15

Tabel LB. 13 menyajikan data dan hasil panas keluar pada Tangki Bleaching dengan
menggunakan persamaan (6).
Tabel LB.13 Panas Keluar Tiap Komponen dan Total Tangki Bleaching (BL-101)
Alur Komponen
Selulosa
10

Lignin
H2O
NaOCl

Laju Massa
BM
N
CpdT
(kg/jam)
(kg/kmol) (kmol/jam) (kJ/kmol)
294,231
162
1,816 7281,400
26,166

388

2883,573

18

0,286

74,5

TOTAL

0,067 16672,600
160,198
0,004

Q
(kJ/jam)
13224,788
1124,359

2634,219 421997,900
2250,500

8,640
436355,686

Maka, selisih antara panas keluar dan panas masuk (Qc) adalah :
dQ/dT = Qc = Qout Qin
= (436355,686 84071,077) kJ/jam
= 352284,610 kJ/jam
Sehingga, jumlah air pemanas yang diperlukan adalah :

Qc
H(90C) H(34C)
352284,610 kJ/jam

(376,92 139,11) kJ/kg


352284,610

kg/jam
237,81
1481,370 kg/jam

Tabel LB.14 Neraca Energi Tangki Bleaching (BL-101)


Komponen

Masuk (kJ/jam)

Keluar (kJ/jam)

Umpan

84071,077

Produk

436355,686

Air Panas

352284,610

Total

436355,686

436355,686

LB.4 ROTARY WASHER II (RW-102)

333,15

Panas masuk = N

10

Selulosa

333,15

10

CpdT + N

Lignin

298,15
333,15

N10H2O

298,15

333,15

CpdT +

N10NaOCl

298,15
303,15

CpdT + N11H2O

298,15

CpdT......................(7)

298,15

CpdT +

Tabel LB. 15 menyajikan data dan hasil panas masuk pada Rotary Washer II dengan
menggunakan persamaan (7).
Tabel LB.15 Panas Masuk Tiap Komponen dan Total Rotary Washer II (RW-102)
Laju Massa
BM
(kg/jam)
(kg/kmol)
294,231
162

Alur Komponen
Selulosa
10

Lignin
H2O

26,166

388

2883,573

18

NaOCl
11

0,286

H2O

N
CpdT
(kmol/jam) (kJ/kmol)
1,816 7281,400

Q
(kJ/jam)
13224,788

0,067 16672,600

1124,359

160,198

2634,219

421997,900

0,004

2250,500

8,640

445,036

376,317

167474,436

74,5

8010,640

18

TOTAL

603830,122

Temperatur keluar diperoleh dengan cara trial dan error dimana :


Q masuk = Q keluar
Temperatur keluar dapat dihitung dengan persamaan :
T

Qout =

N Cp dT

(Smith, 1975)

Tref

Sehingga diperoleh T keluar (T) = 38,138 oC


311, 288

Panas keluar = N12Selulosa

311, 288

CpdT + N12Lignin

298,15

298,15

311, 288

12

H2O

311, 288

CpdT + N12NaOCl

311, 288

CpdT + N

298,15

13
Selulosa

298,15

CpdT +

298,15
311, 288

CpdT + N

13
Lignin

CpdT +

298,15

311, 288

13

H2O

CpdT......................(8)

298,15

Tabel LB. 16 menyajikan data dan hasil panas keluar pada Rotary Washer II dengan
menggunakan persamaan (8).

Tabel LB.16 Panas Keluar Tiap Komponen dan Total Rotary Washer II (RW-102)
Alur Komponen
Selulosa
12

Laju Massa
BM
(kg/jam)
(kg/kmol)
294,231
162

Lignin
H2O

26,166

388

2883,573

18

NaOCl
Selulosa
13

Q
(kJ/jam)
13224,788

0,067 16672,600

1124,359

160,198

2634,219

421997,900

0,286

74,5

0,004

2250,500

8,640

288,347

162

1,780

2733,134

4864,753

3,305

388

0,009

6258,198

53,312

217,884

18

12,105

988,776

11968,816

Lignin
H2O

N
CpdT
(kmol/jam) (kJ/kmol)
1,816 7281,400

TOTAL

603830,122

Tabel LB.17 Neraca Energi Rotary Washer II (RW-102)


Komponen

Masuk (kJ/jam)

Keluar (kJ/jam)

Umpan

603830,122

Produk

603830,122

603830,122

603830,122

Total

LB.5 ROTARY DRYER I (RD-201)

311, 288

Panas masuk = N13Selulosa

311, 288

CpdT + N13Lignin

298,15

CpdT......................(9)

298,15

311, 288

CpdT + N13H2O

298,15

Tabel LB.18 menyajikan data dan hasil panas masuk pada Rotary Dryer I dengan
menggunakan persamaan (19).
Tabel LB.18 Panas Masuk Tiap Komponen dan Total pada Rotary Dryer I (RD-201)
Alur

Komponen
Selulosa

13

Laju Massa
BM
N
CpdT
(kg/jam)
(kg/kmol) (kmol/jam) (kJ/kmol)
288,347
162
1,780 2733,134

Lignin
H2O

Q
(kJ/jam)
4864,753

3,305

388

0,009

6258,198

53,312

217,884

18

12,105

988,776

11968,816

TOTAL

16886,881

373,15

Panas keluar = N14H2O

373,15

CpdT + HvlAir + N15Selulosa

298,15

373,15

CpdT + N15Lignin

298,15

298,15

373,15

CpdT + N

15
H2O

CpdT + HvlAir......................(10)

298,15

Tabel LB.19 menyajikan data dan hasil panas keluar pada Rotary Dryer I dengan
menggunakan persamaan (10).
Tabel LB.19 Panas Keluar Tiap Komponen dan Total pada Rotary Dryer I (RD-201)
Alur
14

Komponen
H2O

Laju Massa
BM
N
CpdT
(kg/jam)
(kg/kmol) (kmol/jam) (kJ/kmol)
196,096
18
10,894 8187,411

Selulosa
15

Lignin
H2O

288,347

162

1,780 15603,000

27772,055

3,305

388

0,009 35727,000

304,348

21,788

18

1,210

8187,411

TOTAL
Maka, selisih antara panas keluar dengan panas masuk (Qc) adalah :
dQ/dT = QC = QOut - QIn
= (127223,054 16886,881) kJ/jam
= 110336,173 kJ/jam
Sehingga jumlah steam yang dibutuhkan adalah :
Qc
Hvl
110336,173 kJ/jam

2 734,7 kJ/kg
40 ,347 kg/jam

Q
(kJ/jam)
89195,396

9910,600
127223,054

Tabel LB.20 Neraca Energi Rotary Dryer I (RD-201)


Komponen

Masuk (kJ/jam)

Keluar (kJ/jam)

Umpan

16886,881

Produk

127223,054

Steam

110336,173

Total

127223,054

127223,054

LB.6 BLOW BOX (B-201)

373,15

Panas masuk = N15Selulosa

373,15

CpdT + N15Lignin

298,15

373,15

CpdT + N15H2O

298,15

CpdT +

298,15

HvlAir......................(11)
Tabel LB.21 menyajikan data dan hasil panas masuk pada Blow Box dengan
menggunakan persamaan (11).
Tabel LB.21 Panas Masuk Tiap Komponen dan Total Pada Blow Box (B-201)
Alur

Komponen
Selulosa

15

Laju Massa
BM
N
CpdT
(kg/jam)
(kg/kmol) (kmol/jam) (kJ/kmol)
288,347
162
1,780 15603,000

Lignin
H2O

3,305

388

0,009 35727,000

21,788

18

1,210

8187,411

TOTAL
keluar

N16Selulosa

303,15

CpdT

298,15

304,348
9910,600
38027,658

303,15

Panas

Q
(kJ/jam)
27772,055

N16Lignin

298,15

303,15

CpdT

N16H2O

298,15

CpdT......................(12)
Tabel LB.22 menyajikan data dan hasil panas keluar pada Blow Box dengan
menggunakan persamaan (12).

Tabel LB.22 Panas Keluar Tiap Komponen dan Total Pada Blow Box (B-201)
lur

Komponen
Selulosa

16

Laju Massa
BM
N
CpdT
(kg/jam)
(kg/kmol) (kmol/jam) (kJ/kmol)
288,347
162
1,780 1040,200

Lignin
H2O

3,305

388

0,009

2381,800

20,290

21,788

18

1,210

376,317

455,520

TOTAL

2327,280

Maka, selisih antara panas keluar dan panas masuk (Qc) adalah :
dQ/dT = QC = Qout Qin
= (2327,280 38027,658) kJ/jam
= 35700,378 kJ/jam
100

Cp udara.T = 29,784227.T .T .9,637661x 10

-3

+ 1/3.T3.4,57149 x 10 -5

30

= 2550,75 kJ/kmol.K
Sehingga, jumlah udara pendingin yang dibutuhkan adalah :

Qc

Cp udara

35700,378 kJ/jam
2550,75 kJ/kg

13,996 kg/jam
Tabel LB.23 Neraca Energi Blow Box (B-201)
Komponen

Masuk (kJ/jam)

Keluar (kJ/jam)

Umpan

38027,658

Produk

2327,280

35700,378

2327,280

2327,280

Udara Pendingin
Total

Q
(kJ/jam)
1851,470

LB.7 TANGKI PENCAMPUR (M-201)

303,15

Panas masuk = N16Selulosa

303,15

CpdT + N16Lignin

298,15

CpdT +

298,15

303,15

CpdT + N17H2O

298,15

303,15

N17CH3COOH

303,15

CpdT + N16H2O

298,15

CpdT......................(13)

298,15

Tabel LB.24 menyajikan data dan hasil panas masuk pada Tangki Pencampur dengan
menggunakan persamaan (13).
Tabel LB.24 Perhitungan Panas Masuk Pada Tangki Pencampur (M-201)
Alur

Komponen
Selulosa

16

17

Laju Massa
BM
N
CpdT
(kg/jam)
(kg/kmol) (kmol/jam) (kJ/kmol)
288,347
162
1,780 1040,200

Lignin

Q
(kJ/jam)
1851,470

3,305

388

0,009

2381,800

20,290

H2O

21,788

18

1,210

376,317

455,520

CH3COOH

98,903

60

1,648

615,500

1014,580

2,018

18

0,112

376,317

42,189

H2O

TOTAL
323,15

Panas keluar = N18Selulosa

3384,049
323,15

CpdT + N18Lignin

298,15

323,15

CpdT + N18H2O

298,15

CpdT +

298,15

323,15

N18CH3COOH

CpdT......................(14)

298,15

Tabel LB. 25 menyajikan data dan hasil panas keluar pada Tangki Pencampur
dengan menggunakan persamaan (14).

Tabel LB.25 Panas Keluar Pada Tangki Pencampur (M-201)


Alur

Komponen
Selulosa

18

Laju Massa
BM
N
CpdT
(kg/jam)
(kg/kmol) (kmol/jam) (kJ/kmol)
288,347
162
1,780 5201,000

Lignin

Q
(kJ/jam)
9257,352

3,305

388

0,009 11909,000

H2O

23,806

18

1,323

1881,585

2488,545

CH3COOH

98,903

60

1,648

3077,500

5072,900

TOTAL

16920,246

Maka, selisih antara panas keluar dengan panas masuk (Qc) adalah :
dQ/dT = Qc

= Qout Qin
= 16920,246 kJ/jam 3384,049kJ/jam
= 13536,196 kJ/jam

Sehingga jumlah air pemanas yang diperlukan adalah :

Qc
H(90 C) H(34 C)
13536,196 kJ/jam

(376,92 139,11) kJ/kg


13536,196

kg/jam
237,81
56,920 kg/jam

Tabel LB.26 Neraca Energi Tangki Pencampur (M-201)


Komponen

101,449

Masuk (kJ/jam)

Keluar (kJ/jam)

Umpan

3384,049

Produk

16920,246

Air Panas

13536,196

Total

16920,246

16920,246

LB.8 HEATER 1 (H-201)

303,15

Panas masuk = N19H2O

303,15

CpdT + N19CH3COOH

298,15

CpdT...............(15)

298,15

Tabel LB.27 menyajikan data dan hasil panas masuk pada Heater I dengan
menggunakan persamaan (15).
Tabel LB.27 Panas Masuk Tiap Komponen dan Total Pada Heater I (H-201)
Alur
19

Laju Massa
BM
N
CpdT
(kg/jam)
(kg/kmol) (kmol/jam) (kJ/kmol)
378,887
18
21,049
376,317

Komponen
H2O
CH3COOH

884,071

60

14,735

615,500

TOTAL
323,15

Panas keluar = N20H2O

Q
(kJ/jam)
7921,201
9069,095
16990,296

323,15

CpdT + N20CH3COOH

298,15

CpdT...............(16)

298,15

Tabel LB.28 menyajikan data dan hasil panas keluar pada Cooler I dengan
menggunakan persamaan (16).
Tabel LB.28 Panas Keluar Tiap Komponen dan Total Pada Heater I (H-201)
Alur
20

Komponen
H2O
CH3COOH

Laju Massa
BM
N
CpdT
(kg/jam)
(kg/kmol) (kmol/jam) (kJ/kmol)
378,887
18
21,049 1881,585
884,071

60

14,735

TOTAL
Maka, selisih antara panas keluar dan panas masuk (Qc) adalah :
dQ/dT = QC

= Qout Qin
= (84951,480 16990,296) kJ/jam

3077,500

Q
(kJ/jam)
39606,005
45345,475
84951,480

= 67961,184 kJ/jam
Sehingga jumlah air pemanas yang dibutuhkan adalah :

Qc
H(90 C) H(34 C)
67691,184 kJ/jam

(376,920 139,110 ) kJ/kg


175556,829

kg/jam
237,810
285,779 kg/jam

Tabel LB.29 Neraca Energi Heater I (H-201)


Komponen

Masuk (kJ/jam)

Keluar (kJ/jam)

Umpan

16990,296

Produk

84951,480

Air Panas

67961,184

Total

84951,480

84951,480

LB.9 HEATER II (H-202)

303,15

Panas masuk = N22(CH3CO)2O

298,15

303,15

CpdT + N22CH3COOH

CpdT...............(17)

298,15

Tabel LB.30 menyajikan data dan hasil panas masuk pada Heater II dengan
menggunakan persamaan (17).

Tabel LB.30 Panas Masuk Tiap Komponen dan Total Pada Heater II (H-202)
Alur
22

Komponen
(CH3CO)2O

Laju Massa
BM
N
CpdT
(kg/jam)
(kg/kmol) (kmol/jam) (kJ/kmol)
697,972
102
6,843
931,260

CH3COOH

14,244

60

0,237

Q
(kJ/jam)
6372,484

615,500

146,120

TOTAL

6518,604

323,15

Panas keluar = N23(CH3CO)2O

323,15

CpdT + N23CH3COOH

298,15

CpdT...............(18)

298,15

Tabel LB.31 menyajikan data dan hasil panas keluar pada Heater II dengan
menggunakan persamaan (18).
Tabel LB.31 Panas Keluar Tiap Komponen dan Total Pada Heater II (H-202)
Alur
23

Komponen
(CH3CO)2O

Laju Massa
BM
N
CpdT
(kg/jam)
(kg/kmol) (kmol/jam) (kJ/kmol)
697,972
102
6,843 4565,300

CH3COOH

14,244

60

0,237

3077,500

TOTAL
= Qout Qin
= (32593,020 6518,604) kJ/jam
= 26074,416 kJ/jam
Sehingga jumlah air pemanas yang dibutuhkan adalah :

Qc
H(90 C) H(34 C)
26074,416 kJ/jam

(376,920 139,110 ) kJ/kg


26074,416

kg/jam
237,810
109 ,644 kg/jam

Tabel LB.32 Neraca Energi Heater II (H-202)


Komponen

730,599
32593,020

Maka, selisih antara panas keluar dan panas masuk (Qc) adalah :
dQ/dT = QC

Q
(kJ/jam)
31862,422

Masuk (kJ/jam)

Keluar (kJ/jam)

Umpan

6518,604

Produk

32593,020

Air Panas

26074,416

Total

32593,020

32593,020

LB.10 REAKTOR ASETILASI (R-201)

323,15

Panas masuk = N18Selulosa

323,15

CpdT + N18Lignin

298,15

298,15

323,15

N18CH3COOH

298,15

323,15

323,15

CpdT + N20H2O

298,15

298,15

CpdT +

298,15

323,15

CpdT + N23CH3COOH

CpdT +

298,15

323,15

CpdT + N20CH3COOH

298,15

N23(CH3CO)2O

323,15

CpdT + N18H2O

303,15

CpdT + N21H2SO4

CpdT

298,15

303,15

21

+N

H2O

CpdT......................(19)

298,15

Tabel LB.33 menyajikan data dan hasil panas keluar pada Reaktor Asetilasi dengan
menggunakan persamaan (19).

Tabel LB.33 Panas Masuk Tiap Komponen dan Total Pada Reaktor Asetilasi (R-201)

Alur

Komponen
Selulosa

18

20

22

24

Laju Massa
BM
N
CpdT
(kg/jam)
(kg/kmol) (kmol/jam) (kJ/kmol)
288,347
162
1,780 5201,000

Lignin

Q
(kJ/jam)
9257,352

3,305

388

0,009 11909,000

H2O

23,806

18

1,323

3077,500

5072,900

CH3COOH

98,903

60

1,648

1881,585

2488,545

H2O

378,887

18

21,049

1881,585

39606,005

CH3COOH

884,071

60

14,735

3077,500

45345,475

0,219

18

0,012

376,317

6,084

H2SO4

10,738

98

0,110

694,500

76,097

CH3COOH

14,244

60

0,237

3077,500

730,599

(CH3CO)2O

697,972

102

6,843

4656,300

31862,422

H2O

101,449

TOTAL

134546,927

343,15

Panas keluar = N24Selulosa triasetat

343,15

CpdT + N24Lignin

298,15

298,15

343,15

N24CH3COOH

343,15

CpdT + N24H2O

CpdT +

298,15

343,15

CpdT + N24(CH3CO)2O

298,15

343,15

CpdT + N24H2SO4

298,15

298,15

CpdT......................(20)
Tabel LB.34 menyajikan data dan hasil panas keluar pada Reaktor Asetilasi dengan
menggunakan persamaan (20).
Tabel LB.34 Panas Keluar Tiap Komponen dan Total Reaktor Asetilasi (R-201)
Alur

Komponen
Selulosa triasetat
Lignin

25

Laju Massa
BM
(kg/jam)
(kg/kmol)
512,616
288

N
CpdT
(kmol) (kJ/kmol)
1,780 16155,000

Q
(kJ/jam)
28754,554

0,009 21436,200

182,609

3,305

388

402,912

18

22,384

3386,853

75811,397

CH3COOH

1317,603

60

21,960

5539,500

121647,697

(CH3CO)2O

153,317

102

1,503

8381,340

12598,058

10,738

98

0,110

6250,500

684,876

H2O

H2SO4

TOTAL

Dari perhitungan sebelumnya diperoleh :

239692,738

Reaksi 1:
H0r1298

= 368,71 kJ/mol

H0r1343,15

= H0r1 298 + produk

343,15

343,15

Cp dT + reaktan

298,15

Cp dT

298,15

= -368,71 kJ/mol + {3(5539,5) + 1(16155)}kJ/mol + {-3(8381,34) + 1(208,04 x 45)kJ/mol


= 2101,03 kJ/mol
r1

= 1,780 mol/jam

Sehingga, panas reaksi yang dihasilkan adalah:


r1. H0r1343,15 = {1,780 x (-2101,03)} kJ/jam
= 3739,833 kJ/jam
Maka :
dQ/dT = Qc

= Qout Qin + Panas Reaksi


= 239692,738 kJ/jam 134546,927 kJ/jam + (3739,833) kJ/jam
= 101405,978 kJ/jam

Sehingga air pemanas yang diperlukan adalah :

Qc
H(90 C) H(34 C)
101405,978 kJ/jam

(376,92 139,11) kJ/kg


101405,978

kg/jam
237,81
129 ,928 kg/jam

Tabel LB.35 Neraca Energi Reaktor Asetilasi (R-201)


Komponen

Masuk (kJ/jam)

Keluar (kJ/jam)

Umpan

134546,927

Produk

239692,738

Panas Reaksi

3739,833

Air Panas

101405,978

Total

235952,905

235952,905

LB.11 HEATER III (H-203)

303,15

Panas masuk = N26H2O

CpdT...............(21)

298,15

Tabel LB.36 menyajikan data dan hasil panas masuk pada Heater III dengan
menggunakan persamaan (21).
Tabel LB.36 Panas Masuk Tiap Komponen dan Total Pada Heater III (H-203)
Alur
26

Laju Massa
BM
N
CpdT
(kg/jam)
(kg/kmol) (kmol/jam) (kJ/kmol)
204,726
18
11,374
376,317

Komponen
H2O

Q
(kJ/jam)
4280,104

TOTAL

4280,104

343,15

Panas keluar = N27H2O

CpdT...............(22)

298,15

Tabel LB.37 menyajikan data dan hasil panas keluar pada Heater II dengan
menggunakan persamaan (22).
Tabel LB.37 Panas Keluar Tiap Komponen dan Total Pada Heater III (H-203)
Alur
27

Komponen
H2O

Laju Massa
BM
N
CpdT
(kg/jam)
(kg/kmol) (kmol/jam) (kJ/kmol)
204,726
18
11,374 3386,853
TOTAL

Maka, selisih antara panas keluar dan panas masuk (Qc) adalah :
dQ/dT = QC

= Qout Qin
= (38520,961 4280,104) kJ/jam
= 34240,856 kJ/jam

Sehingga jumlah air pemanas yang dibutuhkan adalah :

Q
(kJ/jam)
38520,961
38520,961

Qc
H(90 C) H(34 C)
34240,856 kJ/jam

(376,920 139,110 ) kJ/kg


34240,856

kg/jam
237,810
143,984 kg/jam

Tabel LB.38 Neraca Energi Heater III (H-203)


Komponen

Masuk (kJ/jam)

Keluar (kJ/jam)

Umpan

4280,104

Produk

38520,961

Air Panas

34240,856

Total

38520,961

38520,961

LB.12 TANGKI HIDROLISIS (TH-201)

343,15

25

Panas masuk = N

Selulosa triasetat

343,15

25

CpdT + N

Lignin

298,15

H2O

298,15

CpdT +

298,15

343,15

CpdT + N25(CH3CO)2O

CpdT + N

298,15

343,15

N25CH3COOH

343,15

25

343,15

CpdT + N25H2SO4

298,15

CpdT

298,15

343,15

+ N26H2O

CpdT......................(23)

298,15

Tabel LB.39 menyajikan data dan hasil panas masuk pada Tangki Hidrolisis dengan
menggunakan persamaan (23).
Tabel LB.39 Panas Masuk Tiap Komponen dan Total Tangki Hidrolisis (TH-201)
Alur

Laju Massa
BM
(kg/jam)
(kg/kmol)
512,616
288

Komponen
Selulosa triasetat
Lignin

25

Q
(kJ/jam)
28754,554

0,009 21436,200

182,609

3,305

388

402,912

18

22,388

3386,853

75824,945

CH3COOH

1317,603

60

21,960

5539,500

121647,697

(CH3CO)2O

153,317

102

1,503

8381,340

12598,058

10,738

98

0,110

6250,500

684,876

204,726

18

11,374

3386,853

38520,961

H2O

H2SO4
27

N
CpdT
(kmol) (kJ/kmol)
1,780 16155,000

H2O

TOTAL

278213,699

393,15

Panas keluar = N27Selulosa asetat

373,15

393,15

CpdT + N27Lignin

298,15

CpdT + N27H2O (

298,15

393,15

HVL +

CpldT +

298,15
390 ,15

CpgdT ) + N

373,15

27

CH3COOH

CpldT + HVL +

298,15
393,15

CpgdT ) + N27(CH3CO)2O

393,15

298,15

390,15

393,15

CpdT + N27H2SO4

CpdT................(24)

298,15

Tabel LB. 31 menyajikan data dan hasil panas keluar pada Tangki Hidrolisis dengan
menggunakan persamaan (24).

Tabel LB.40 Panas Keluar Tiap Komponen dan Total Tangki Hidrolisis (H-201)
Alur

Komponen
Selulosa asetat

Laju Massa
BM
(kg/jam)
(kg/kmol)
437,860
246

Lignin
27

N
CpdT
(kmol) (kJ/kmol)
1,780 27255,500

Q
(kJ/jam)
48512,574

0,009 45254,200

385,507

3,305

388

549,086

18

30,505

7857,879

239702,859

CH3COOH

1601,164

60

26,686 11908,400

317788,356

(CH3CO)2O

3,066

102

0,030 17693,940

531,859

10,738

98

0,110 13195,500

1445,850

H2O

H2SO4

TOTAL

608367,005

Dari perhitungan sebelumnya :


Reaksi 2:
H0r2298

= 338,482 kJ/mol

H0r2393

= H0r2298 + produk

393,15

393,15

Cp dT + reaktan

298,15

Cp dT

298,15

= 338,482 kJ/mol + {1(11908,400) + 1(27255,5)} + {(1)


(7857,879) + (1)(359 x 95)}
= 3137,461 kJ/mol
r2

= 1,780 mol/jam

Sehingga, panas reaksi yang dihasilkan adalah :


r2. H0r2393

= (1,780 x 3137,461) kJ/jam


= 5584,681 kJ/jam

Reaksi 3
H0r3298

= 333,842kJ/mol
393,15

H r3393

= H r3 298 + produk

298,15

393,15

Cp dT + reaktan

Cp dT

298,15

= 333,842 kJ/mol + {2(11908,400)} + {( 1)(17693,940 ) + (1)


(7857,879 )}
= 2068,861 kJ/mol
r3

= 1,473 mol/jam

Sehingga, panas reaksi yang dihasilkan adalah :


0

r3. H r3393

= (1,473 x 2068,861) kJ/jam


= 3047,432 kJ/jam

Maka:
dQ/dT = QC

= QOut Qin + r2. H0r2393 + r3. H0r3393


= {608367,005 278213,699 + (5584,681) + ( 3047,432)}
= 321521,194 kJ/jam

Sehingga, jumlah steam yang diperlukan adalah :


Qc
Hvl
321521,194 kJ/jam

2734,7 kJ/kg
117 ,570 kg/jam

Tabel LB.41 Neraca Energi Tangki Hidrolisis (H-201)


Komponen

Masuk (kJ/jam)

Keluar (kJ/jam)

Umpan

278213,699

Produk

608367,005

Panas Reaksi

8632,113

Steam

321521,194

Total

599734,892

599734,892

LB.13 COOLER 1 (C-201)

393,15

Panas masuk = N

27

Selulosa asetat

373,15

393,15

27

CpdT + N

CpdT + N

Lignin

298,15

H2O

298,15

393,15

HVL +

27

CpldT +

298,15
390 ,15

CpgdT) + N27CH3COOH (

373,15

393,15

CpldT + HVL +

298,15
393,15

CpgdT ) + N27(CH3CO)2O

390,15
393,15

CpdT + N27H2SO4

298,15

CpdT...........(25)

298,15

Tabel LB.42 menyajikan data dan hasil panas masuk pada Cooler I dengan
menggunakan persamaan (25).
Tabel LB.42 Panas Masuk Tiap Komponen dan Total Pada Cooler I (C-201)
Alur

Laju Massa
BM
(kg/jam)
(kg/kmol)
437,860
246

Komponen
Selulosa asetat
Lignin

27

N
CpdT
(kmol) (kJ/kmol)
1,780 27255,500

Q
(kJ/jam)
48512,574

0,009 45254,200

385,507

3,305

388

549,086

18

30,505

7857,879

239702,859

CH3COOH

1601,164

60

26,686 11908,400

317788,356

(CH3CO)2O

3,066

102

0,030 17693,940

531,859

10,738

98

0,110 13195,500

1445,850

H2O

H2SO4

TOTAL

608367,005

363,15

Panas keluar = N28Selulosa

asetat

363,15

CpdT + N28Lignin

298,15

363,15

CpdT + N28H2O

298,15

363,15

28

CH3COOH

CpdT +

298,15
363,15

CpdT + N

298,15

28
(CH3CO)2O

298,15

363,15

CpdT +

N28H2SO4

298,15

CpdT......................(26)
Tabel LB.43 menyajikan data dan hasil panas keluar pada Cooler I dengan
menggunakan persamaan (26).

Tabel LB.43 Panas Keluar Tiap Komponen dan Total Pada Cooler I (C-201)
Alur

Komponen
Selulosa asetat

Laju Massa
BM
N
CpdT
(kg/jam)
(kg/kmol) (kmol/jam) (kJ/kmol)
437,860
246
1,780
18648,5

Lignin
28

Q
(kJ/jam)
33192,814

3,305

388

0,009

30963,4

263,768

549,086

18

30,505

4892,121

149233,064

CH3COOH

1601,164

60

26,686

8001,5

213528,562

(CH3CO)2O

3,066

102

0,030

12106,38

363,904

10,738

98

0,110

9028,5

989,266

H2O

H2SO4

TOTAL

397571,378

Maka, selisih antara panas keluar dan panas masuk (Qc) adalah :
dQ/dT = QC

= Qout Qin
= (397571,378 608367,005) kJ/jam
= 210795,628 kJ/jam

Sehingga jumlah air pendingin yang dibutuhkan adalah :

Qc
H(45 C) H(25 C)
210795,628 kJ/jam

(188,35 104 ,8) kJ/kg


210795,628

kg/jam
83,55
2522 ,988 kg/jam

Tabel LB.44 Neraca Energi Cooler I (C-201)


Komponen

Masuk (kJ/jam)

Keluar (kJ/jam)

Umpan

608367,005

Produk

397571,378

Air Pendingin

210795,628

Total

397571,378

397571,378

LB.14 HEATER IV (H-204)

303,15

Panas masuk = N29Mg(CH3CO)2

303,15

CpdT + N29H2O

298,15

CpdT...............(27)

298,15

Tabel LB.45 menyajikan data dan hasil panas masuk pada Heater I dengan
menggunakan persamaan (27).
Tabel LB.45 Panas Masuk Tiap Komponen dan Total Pada Heater I (H-201)
Alur
29

Komponen
H2O

Laju Massa
BM
N
CpdT
(kg/jam)
(kg/kmol) (kmol/jam) (kJ/kmol)
28,604
18
1,589
376,317

Mg(CH3CO)2

17,431

142

0,123

Q
(kJ/jam)
598,010

846,250

104,476

TOTAL

702,486

363,15

Panas keluar = N30Mg(CH3CO)2

363,15

CpdT + N30H2O

298,15

CpdT...............(28)

298,15

Tabel LB.46 menyajikan data dan hasil panas keluar pada Heater IV dengan
menggunakan persamaan (28).
Tabel LB.46 Panas Keluar Tiap Komponen dan Total Pada Heater IV (H-204)
Alur
30

Komponen
H2O
Mg(CH3CO)2

Laju Massa
BM
N
CpdT
(kg/jam)
(kg/kmol) (kmol/jam) (kJ/kmol)
28,604
18
1,589 4892,121
17,431

142

0,123 11001,250

TOTAL
Maka, selisih antara panas keluar dan panas masuk (Qc) adalah :
dQ/dT = QC

= Qout Qin
= (9132,313 702,486) kJ/jam
= 8429,828 kJ/jam

Q
(kJ/jam)
7774,124
1358,190
9132,313

Sehingga jumlah air pemanas yang dibutuhkan adalah :

Qc
H(90 C) H(34 C)
8429,828 kJ/jam

(376,920 139 ,110 ) kJ/kg


8429,828

kg/jam
237,810
35,448 kg/jam

Tabel LB.47 Neraca Energi Heater IV (H-204)


Komponen

Masuk (kJ/jam)

Keluar (kJ/jam)

Umpan

702,486

Produk

9132,313

Air Panas

8429,828

Total

9132,313

9132,313

LB.15 TANGKI NETRALISASI (TN-201)

363,15

Panas masuk = N28Selulosa asetat

363,15

CpdT + N28Lignin

298,15

363,15

CpdT + N28H2O

298,15

363,15

N28CH3COOH

CpdT +

298,15

363,15

CpdT + N28(CH3CO)2O

298,15

298,15
363,15

CpdT + N30 Mg(CH3CO)2

363,15

CpdT + N28H2SO4

298,15

298,15

363,15

CpdT + N30H2O

298,15

CpdT...................(29)

Tabel LB.48 menyajikan data dan hasil panas masuk pada Tangki Netralisasi dengan
menggunakan persamaan (29).
Tabel LB.48 Panas Masuk Tiap Komponen dan Total Tangki Netralisasi (N-201)
Alur

Komponen
Selulosa asetat

Laju Massa
(kg/jam)
437,860

Lignin
28

30

BM
(kg/kmol)
246

N
(kmol)
1,780

CpdT
(kJ/kmol)
18648,500

Q
(kJ/jam)
33192,814

3,305

388

0,009

30963,400

263,768

549,086

18

30,505

4892,121

53122,455

CH3COOH

1601,164

60

26,686

8001,500

260687,803

(CH3CO)2O

3,066

102

0,030

12106,380

363,904

H2SO4

10,738

98

0,110

9028,500

989,266

Mg(CH3CO)2

17,531

142

0,123

11001,250

1358,226

H2O

28,604

18

1,589

4892,121

7774,121

H2O

TOTAL

406703,725

Temperatur keluar diperoleh dengan cara trial dan error dimana :


Q masuk = Q keluar
Temperatur keluar dapat dihitung dengan persamaan :
T

Qout =

N Cp dT

(Smith, 1975)

Tref

Sehingga diperoleh T keluar (T) = 89,941 oC


363, 091

Panas keluar = N

31

Selulosa asetat

363, 091

CpdT + N

298,15

31
Lignin

CpdT + N

298,15

363, 091

N31CH3COOH

363, 091

31
H2O

CpdT +

298,15

363, 091

CpdT + N31(CH3CO)2O

298,15

298,15
363, 091

CpdT + N31Mg(CH3CO)2

363, 091

CpdT + N31H2SO4

298,15

298,15

363, 091

CpdT + N31MgSO4

CpdT...............(30)

298,15

Tabel LB. 49 menyajikan data dan hasil panas keluar pada Tangki Netralisasi dengan
menggunakan persamaan (30).

Tabel LB.49 Panas Keluar Tiap Komponen dan Total Tangki Netralisasi (TN-201)
Alur

Komponen
Selulosa asetat

Laju Massa
BM
N
CpdT
(kg/jam)
(kg/kmol) (kmol/jam) (kJ/kmol)
437,860
246
1,780
1,780

Lignin

3,305

388

0,009

0,009

263,529

577,690

18

12,448

32,094

156865,018

CH3COOH

1614,181

60

32,405

26,903

215069,571

(CH3CO)2O

3,066

102

0,030

0,030

363,574

H2SO4

0,106

98

0,001

0,001

9,849

Mg(CH3CO)2

2,128

142

0,015

0,015

164,715

13,017

120

0,107

0,108

625,058

H2O
31

Q
(kJ/jam)
33162,759

MgSO4

TOTAL

406524,072

Dari perhitungan sebelumnya :


Reaksi 4:
H0r4298 = 75,673 kJ/mol
343,15

H0r4343 = H0r4298 + produk

343,15

Cp dT + reaktan

298,15

Cp dT

298,15

= 75,673 kJ/mol + {2(8001,500) + 1(5767,450)} + {(1)( 11001,250) +


(1) (9028,500)}
= 1665,027 kJ/mol
r4

= 0,108 mol/jam

Sehingga, panas rekasi yang dihasilkan adalah :


r4. H0r4343 = (0,108 x 1665,027) kJ/jam
= 179,823 kJ/jam
Maka:
dQ/dT = QC

= QOut Qin + r4. H0r4343


= 406892,504 406703,725 + 179,823
= 179,653 kj/jam

Tabel LB.50 Neraca Energi Tangki Netralisasi (TN-201)


Komponen

Masuk (kJ/jam)

Keluar (kJ/jam)

Umpan

406703,725

Produk

406892,504

Panas Reaksi

179,653

406703,725

406703,725

Total

LB.16 COOLER 2 (C-202)

Panas masuk pendingin = Panas keluar tangki netralisasi


= 406524,072 kJ/jam

303,15

Panas keluar = N

32

Selulosa asetat

303,15

CpdT + N

298,15

32

Lignin

CpdT + N

H2O

298,15

303,15

298,15

CpdT +

298,15

303,15

CpdT + N32(CH3CO)2O

298,15

+ N32Mg(CH3CO)2

298,15

303,15

N32CH3COOH

303,15

32

303,15

CpdT + N32H2SO4

CpdT

298,15

303,15

CpdT + N32MgSO4

CpdT......................(31)

298,15

Tabel LB.51 menyajikan data dan hasil panas keluar pada Cooler II dengan
menggunakan persamaan (31).

Tabel LB.51 Perhitungan Panas Keluar Pada Cooler II (C-202)


Alur

Komponen
Selulosa asetat

Laju Massa
BM
N
CpdT
(kg/jam)
(kg/kmol) (kmol/jam) (kJ/kmol)
437,860
246
1,780 1434,500

Lignin

3,305

388

0,009

577,690

18

12,448

376,317 12077,476

CH3COOH

1614,181

60

32,405

615,500 16558,807

(CH3CO)2O

3,066

102

0,030

931,260

27,993

H2SO4

0,106

98

0,001

694,500

0,758

Mg(CH3CO)2

2,102

142

0,015

846,250

12,682

12,862

120

0,107

443,650

48,125

H2O
32

MgSO4

2381,800

Q
(kJ/jam)
2553,293

TOTAL

31299,423

Maka, selisih antara panas masuk dan panas keluar (Qc) adalah:
dQ/dT = QC

= Qout Qin
= (31299,423 406524,072) kJ/jam
= 375224,649 kJ/jam

Sehingga, jumlah air pendingin yang dibutuhkan adalah :

Qc
H(45 C) H(25 C)
375224,649 kJ/jam

(188,35 104,8) kJ/kg


375224,649

kg/jam
83,55
4491,019 kg/jam

Tabel LB.52 Neraca Energi Cooler III (C-203)


Komponen

Masuk (kJ/jam)

Keluar (kJ/jam)

Umpan

406892,504

Produk

31299,423

375593,080

31299,423

31299,423

Air Pendingin
Total

20,290

LB.17 ROTARY DRYER II (RD-301)

303,15

Panas masuk = N33Selulosa

asetat

303,15

CpdT + N33Lignin

298,15

298,15

303,15

N33CH3COOH

303,15

CpdT + N33H2O

CpdT +

298,15

303,15

CpdT + N33MgSO4

298,15

CpdT......................(32)

298,15

Tabel LB.53 menyajikan data dan hasil panas masuk pada Rotary Dryer II dengan
menggunakan persamaan (32).
Tabel LB.53 Panas Masuk Tiap Komponen dan Total Pada Rotary Dryer (RD-301)
Alur

Komponen
Selulosa asetat

Laju Massa
BM
N
CpdT
(kg/jam)
(kg/kmol) (kmol/jam) (kJ/kmol)
437,860
246
1,780 1434,500

Lignin
33

Q
(kJ/jam)
2553,293

3,305

388

0,009

2381,800

20,290

H2O

11,554

18

0,249

376,317

241,554

CH3COOH

32,284

60

0,656

615,500

331,180

0,260

120

0,002

443,650

0,961

MgSO4

TOTAL

3147,278

373,15

Panas keluar = N

35

Selulosa asetat

373,15

CpdT + N

35

Lignin

298,15

373,15

CpdT + N

298,15
373,15

HVL ) + N35CH3COOH

35

H2O

CpdT +

298,15
373,15

CpdT + N35MgSO4

298,15

373,15

CpdT + N34H2O (

298,15
373,15

CpdT + HVL ) + N34CH3COOH

298,15

CpdT......................(33)

298,15

Tabel LB.54 menyajikan data dan hasil panas keluar pada Rotary Dryer II dengan
menggunakan persamaan (33)
Tabel LB.54 Panas Keluar Tiap Komponen dan Total Pada Rotary Dryer (RD-301)
Alur
34

Komponen
H2O

Laju Massa
BM
N
CpdT
(kg/jam)
(kg/kmol) (kmol/jam) (kJ/kmol)
10,398
18
0,224 8187,411

CH3COOH

32,240

60

0,655

9232,500

4960,930

437,860

246

1,780 21517,500

38299,401

Lignin

3,305

388

0,009 35727,000

304,348

H2O

1,156

18

0,249

8187,411

525,814

CH3COOH

0,044

60

0,656

9232,500

6,770

MgSO4

0,260

120

0,002

6654,750

14,419

Selulosa asetat

35

Q
(kJ/jam)
4729,595

TOTAL

48841,276

Maka, selisih antara panas keluar dengan panas masuk (Qc) adalah :
dQ/dT = QC

= QOut - QIn
= (48841,276 3147,278) kJ/jam
= 45693,998 kJ/jam

Sehingga, jumlah steam yang dibutuhkan adalah :

Qc
Hvl
45693,998 kJ/jam

2734,7 kJ/kg
16 ,708 kg/jam

Tabel LB.55 Neraca Energi Rotary Dryer II (RD-301)


Komponen

Masuk (kJ/jam)

Keluar (kJ/jam)

Umpan

3147,278

Produk

48841,276

Steam

45693,998

Total

48841,276

48841,276

LB.18 BLOW BOX (B-301)

373,15

Panas masuk = N

35

Selulosa asetat

373,15

CpdT + N

35

Lignin

298,15

373,15

CpdT + N

35

H2O

298,15
373,15

HVL) + N35CH3COOH

CpdT +

298,15
373,15

CpdT + N35MgSO4

298,15

CpdT...........(34)

298,15

Tabel LB.56 menyajikan data dan hasil panas masuk pada Blow Box dengan
menggunakan persamaan (34).
Tabel LB.56 Panas Masuk Tiap Komponen dan Total Pada Blow Box (B-301)
Alur

Komponen
Selulosa asetat

35

Laju Massa
(kg/jam)
437,860

BM
(kg/kmol)
246

N
CpdT
(kmol/jam) (kJ/kmol)
1,780 21517,500

Q
(kJ/jam)
38299,401

Lignin

3,305

388

0,009 35727,000

304,348

H2O

1,156

18

0,249

8187,411

525,814

CH3COOH

0,044

60

0,656

9232,500

6,770

MgSO4

0,260

120

0,002

6654,750

14,419

TOTAL

39150,751

303,15

Panas keluar = N36Selulosa asetat

303,15

CpdT + N36Lignin

298,15
303,15

36

CH3COOH

298,15

298,15

303,15

CpdT + N36H2O

CpdT +

298,15

303,15

CpdT + N

36

MgSO4

CpdT......................(35)

298,15

Tabel LB.57 menyajikan data dan hasil panas keluar pada Blow Box dengan
menggunakan persamaan (35).

Tabel LB.57 Panas Keluar Tiap Komponen dan Total Pada Blow Box (B-301)

Alur

Komponen
Selulosa asetat

36

Laju Massa
(kg/jam)
437,860

BM
(kg/kmol)
246

N
CpdT
(kmol/jam) (kJ/kmol)
1,780 1434,500

Lignin

3,305

388

0,009

2381,800

20,290

H2O

1,156

18

0,249

376,317

24,168

CH3COOH

0,044

60

0,656

615,500

0,451

MgSO4

0,260

120

0,002

443,650

0,961

TOTAL

2599,164

Maka, selisih antara panas keluar dan panas masuk (Qc) adalah :
dQ/dT = QC = Qout Qin
= (2599,164 39150,751) kJ/jam
= 36551,588 kJ/jam
100

Cp udara.T = 29,784227.T .T .9,637661x 10

-3

+ 1/3.T3.4,57149 x 10 -5

30

= 2550,75 kJ/kmol.K
Sehingga, jumlah udara pendingin yang dibutuhkan adalah :

Qc

Cp udara

Q
(kJ/jam)
2553,293

36551,588 kJ/jam
2550,75 kJ/kg

14,330 kg/jam
Tabel LB.58 Neraca Energi Blow Box (B-301)
Komponen

Masuk (kJ/jam)

Keluar (kJ/jam)

Umpan

39150,751

Produk

2599,164

36551,588

2599,164

2599,164

Udara Pendingin
Total

LAMPIRAN C

PERHITUNGAN SPESIFIKASI PERALATAN


L.C.1 Gudang Penyimpanan Tandan Kosong Kelapa Sawit (T-101)
Fungsi

: Tempat penyimpanan TKKS selama 7 hari

Bentuk

: Segi empat beraturan

Bahan konstruksi

: Beton

Kondisi penyimpanan : Temperatur = 300C


Tekanan

= 1 atm

Tabel LC.1 Komposisi Bahan Masuk ke Gudang Penyimpanan TKKS


Bahan

(kg/m3)

Laju alir (kg/jam)

Selulosa

Volume (m3/jam)

300,236

1350

0,222397

Lignin

68,016

1300

0,052320

Air

44,217

1000

0,044217

412,469

1293,274

0,318934

Total
Volume bahan

= 53,581 m3
Faktor kelonggaran

= 50%

Volume gudang

= 1,5 53,581 m3
= 80,371 m3

Gudang direncanakan berukuran = panjang : lebar : tinggi = 1 : 1 : 0,5


Volume gudang (V)

=p l t
= p p 0,5p
= 0,5 p3

Panjang gudang (p)

=3V
=

80,371
0,5

= 5,437 m
Lebar gudang (l)

= 5,437 m

Tinggi gudang (t)

= 0,5 x 5,437 m = 2,719 m

L.C.2 Disk Chipper (DC-101)

Fungsi

: untuk memotong Tandan Kosong Kelapa Sawit menjadi chip

Bahan

: Baja

Bentuk

: Piringan sebagai pisau pemotong

Jumlah

: 1 unit yang terdiri dari 16 pisau pemotong

Kondisi Operasi :
Tekanan

= 1 atm

Temperatur

= 30C

Ukuran

Diameter piringan = 1200 mm


Ketebalan

= 100 mm

Rotasi

: 900 rpm

Kapasitas

: 412,469 kg/jam

Perhitungan daya :
Diperkirakan umpan TKKS memiliki ukuran berkisar 150000 m (Da).
Pemecahan primer menggunakan disc chipper dengan ukuran produk yang
dihasilkan ukuran (Db) = 5000 m.
R = Rasio
R = Da/ Db = 150000/5000 = 30
Daya yang digunakan adalah :

(Peters [Link]., 2004)

P = 0,3 ms . R
Kapasitas umpan untuk disc chipper adalah = 412,469 kg/jam
dengan : ms = laju umpan (kg/jam)
Maka :

P = 5,5 (412,469). 30
= 68057,39 W = 91,275 hp

Digunakan daya standar 91,5 hp

L.C.3 Tangki Penyimpanan Larutan KOH (V-101)


Fungsi

: Penampungan larutan KOH

Bentuk

: Silinder tegak dengan alas dan tutup datar

Bahan konstruksi

: Carbon steel SA-285 grade C

Jumlah

: 1 unit

Kondisi Penyimpanan : Temperatur

: 300C

Tekanan

: 1 atm = 14,696 psia

Laju massa KOH

= 41,247 kg/jam

Densitas KOH

= 1082,971 kg/m3

Kebutuhan perancangan

= 15 hari

Faktor keamanan

= 20 %

(Perry,1997)

Perhitungan :
a. Volume bahan,
41,247

Vl

kg
jam
x 24
x 15 hari
jam
hari
1082,971 kg/m 3

= 13,711 m3
Faktor kelonggaran 20%
= (1 + 0,2) x 13,711 m3

Volume tangki, Vt

= 16,454 m3
b Diameter dan tinggi Tangki
- Volume tangki (Vt) :
1

Vt = Dt2 Ht

Asumsi: Dt : Ht =1 : 2

Vt = 2 Dt3
16,454 m3 =

1
Dt 3
2

Dt = 2,188 meter = 86,156 in


Ht = 4,377 meter

c. Tebal shell tangki


t=

PD
2(SE - 0,6P)

+ nC

(Perry,1997)

di mana:
t = tebal shell (in)
P = tekanan desain (psia)
D = diameter dalam tangki (in)
S = allowable stress = 13700 psia

(Peters [Link]., 2004)

E = joint efficiency = 0,85

(Peters [Link]., 2004)

C = faktor korosi

(Peters [Link]., 2004)

= 0,0125 in/tahun

n = umur tangki

= 10 tahun

Volume bahan

= 13,711 m3

Volume tangki

= 16,454 m3

Tinggi bahan dalam tangki =

13,711 m 3
x 4,377 m = 3,647 meter
16,454 m 3

Tekanan Hidrosatatik :
=xgxh

PHidrostatik

= 1033,803kg/m3 x 9,8 m/s2 x 3,647 m


= 38,708 kPa = 5,689 psia
Faktor keamanan = 20 %
Maka, Pdesain

= 1,2 x (14,696 psia + 5,689 psia) = 24,462 psia

Tebal shell tangki:


t=
t=

PD
2(SE-0,6P)

+ nC

24,462 psia x 86,156in


(10 tahun x 0,0125in/tahun)
2 (13700psia x 0,85 ) - ( 0,6 x 24,462 psia)

t = 0,216 in
Maka tebal shell yang dibutuhkan

= 0,216 in = 0,547 cm

Maka tebal shell standar yang digunakan = 1/4 in


(Brownell,1959)
d. Tebal tutup tangki
Tutup atas tangki terbuat dari bahan yang sama dengan shell.
Maka tebal shell standar yang digunakan = 1/4 in

(Brownell,1959)

L.C.4 Pompa Bahan Kalium Hidroksida (P-101)


Fungsi

: memompa larutan KOH ke dalam tangki ekstraksi (EX-101)

Jenis

: Pompa sentrifugal

Bahan Konstruksi

: commercial steel

Jumlah

: 1 unit

Kondisi Operasi

: Temperatur = 30C

Laju massa kalium hiodroksida

= 41,247 kg/jam = 0,0252 lbm/s

Densitas kalium hidroksida = 1082,971 kg/m3 = 67,589404 lbm/ft3 (Perry, 1997)


Viskositas kalium hidroksida

= 0,91 cp = 0,00061 lbm/ft.s

(Perry, 1997)

Laju alir volumetrik,


= 0,659 m3/jam = 0,007 ft3/s

Desain pompa:
= 3,9 (Q)0,45()0,13

Di,opt

(Geankoplis, 2003)

= 3,9 (00,007 ft3/s)0,45(67,404 lbm/ft3)0,13


= 0,698 in
Dari Tabel A.5-1 Geankoplis (2003), dipilih pipa dengan spesifikasi:
Ukuran nominal

: 3/4 in

Schedule number

: 40

Diameter Dalam (ID)

: 0,824 in = 0,06867 ft = 0,0209 m

Diameter Luar (OD)

: 1,05 in = 0,0875 ft

Inside sectional area

: 0,00371 ft2
,

Kecepatan linier, v = A =

ft3 /s

= 1,744 ft/s

0,00371 ft2

Bilangan Reynold:
NRe =
=

xvxD

lbm x
ft
1,744
ft 3
s

x 0,824 ft

0,000571 lbm/ft.s

= 14129,996
Friction loss:
1 Sharp edge entrance: hc = 0,55 1-

v2

A2

A1 2gc
(1,744)

= 0,55 (1-0)

2 (1)(32,174)

= 0,0259 [Link]/lbm
v2

2 elbow 90 :

hf = [Link].

1 check valve:

hf = [Link].

Pipa lurus 20 ft:

2gc
v2

2gc

Ff

=2 (0,75)

(1,744)

2 (32,174)

= 1 (2)

(1,744)

2 (32,174)

= 0,0709 [Link]/lbm

= 0,0945 [Link]/lbm
30 (1,744)2

L .v2

= 4f D .2 .g = 4 (0,0086) 0,06867 (2) (32,174)


c

= 0,7159 [Link]/lbm
1 Sharp edge exit:

hex

= 1-

A2

v2

A1 2gc

= (1-0)

= 0,0472 [Link]/lbm

(1,744)

2 (1)(32,174)

F = 0,9545 [Link]/lbm

Total friction loss :

Dari persamaan Bernoulli:


1
2

v22 - v21 + g z2 -z1 +

P2 - P1

+ F + Ws =0

(Geankoplis,2003)

dimana: v1 = v2
tinggi pemompaan Z = 30 ft
32,174

maka: 0+ 32,174 (30) + 0,9859 + Ws = 0


Ws = 30,954 [Link]/lbm
Efisiensi pompa, = 80 %
Ws

= Wp

30,954

= 0,8 Wp

Wp = 38,693 [Link]/lbm
Daya pompa: P

= m Wp
= 0,4436 lbm / s x 38,693 [Link]/lbm
1 hp

= 17,1821 ft. lbf/s . 550 ft. lbf/s


= 0,0306 hp
Maka dipilih pompa dengan daya motor 1/8 hp.

L.C.5 Tangki Ekstraksi (EX-101)


Fungsi

: Tempat terjadinya ekstraksi lignin TKKS dengan larutan KOH.

Jenis

: Batch Stirred Tank

Bentuk

: Tangki berpengaduk dengan alas datar dan tutup ellipsoidal

Bahan Konstruksi : Carbon Steel SA-285 grade A


Jumlah

: 1 unit

Kondisi Operasi

: Temperatur
Tekanan

= 85C
= 1 atm = 14,696 psia

Tabel LC.2 Komposisi Bahan Masuk ke Tangki Ekstraksi (EX-101)

Bahan

Laju alir (kg/jam)

Selulosa

(kg/m3)

Volume (m3/jam)

300,236

1350

0,2224

Lignin

68,016

1300

0,0523

KOH

6,187

2044

0,0030

Air

3314,269

1000

3,3143

Total

3688,708

3,5920

Laju massa = 3688,708 kg/jam


F Tot

Camp =

Q Tot

kg/jam
m3 /jam

Kebutuhan perancangan

= 2 jam

Faktor Keamanan

= 20%

= 1026,919 kg/m3

Perhitungan :
a. Volume bahan,
kg
x
jam

Vl

2 jam

kg/m3

= 14,368 m3
Faktor kelonggaran 20%
Volume tiap tangki, Vt

= (1 + 0,2) x 14,3682 m3
= 17,241m3

b. Diameter dan tinggi Tangki


- Volume shell tangki (Vs) :
1

Vs = 4 Ds2 Hs

Asumsi: Ds : Hs = 2: 3

Vs = 8 Ds3
- Volume tutup tangki (Ve)

Ve = Ds2 He
6

Ve = 24 Ds3
- Volume tangki (V)
Vt = Vs + Ve
Vt =

10
Ds3
24

Asumsi: Ds : He = 4 : 1

10
Ds3
24

17,241 m3 =

Ds = 2,544 m = 100,174 in
Hs = 3,816 m
c. Diameter dan tinggi tutup
Diameter tutup

= diameter tangki
= 2,544 m

Tinggi head, He

1
x DS
4

= 0,636 m
Jadi total tinggi tangki,
Ht = Hs + He
= 4,452 m
d. Tebal shell tangki
t=

PD
2(SE - 0,6P)

+ nC

(Perry,1997)

di mana:
t = tebal shell (in)
P = tekanan desain (psia)
D = diameter dalam tangki (in)
S = allowable stress = 13700 psia

(Peters [Link]., 2004)

E = joint efficiency = 0,85

(Peters [Link]., 2004)

C = faktor korosi

= 0,0125 in/tahun

(Peters [Link]., 2004)

n = umur tangki

= 10 tahun

Volume larutan = 14,368 m3


Volume tangki = 17,241 m3
Tinggi larutan dalam tangki =

m3

m3

x 4,452 m = 3,710 meter

Tekanan Hidrosatatik :
PHidrostatik

=xgxh
= 1026,919 kg/m3 x 9,8 m/s2 x 3,710 m
= 37,343 kPa = 5,487 psia

Faktor keamanan = 20 %
Maka, Pdesain

= 1,2 x (14,696 psia + 5,487 psia) = 24,220 psia

Tebal shell tangki:


t=
t=

PD

+ nC

2(SE-0,6P)
,

psia x 100,174 in

2 x (13700 psia x 0,85 - 0,6 x

psia)

+ 10 tahun x 0,0125 in/tahun

t = 0,229 in
Maka tebal shell yang dibutuhkan

= 0,229 in = 0,582 cm

Maka tebal shell standar yang digunakan

= in

(Brownell,1959)

e. Tebal tutup tangki


Tutup atas tangki terbuat dari bahan yang sama dengan shell.
Maka tebal shell standar yang digunakan = in
e.

(Brownell,1959)

Perancangan Sistem Pengaduk


Jenis pengaduk : paddle daun dua, tiga tingkat
Untuk impeller bertingkat (Walas,1990), diperoleh :
W/Dt = 1/12 ; W = 1/12 x 2,544 m = 0,212 m
0,3 Da/Dt 0,6

untuk Da/Dt = 0,3 ; Da = 0,3 x 2,544 m = 0,763 m

l/Da = 1/8 ; l = 1/8 x 0,763 m = 0,095 m


Sbottom / H= 2/12 ;

Sbottom= 2/12 x 3,710 = 0,618 m

Smid / H= 5/12 ;

Smid= 5/12 x 3,710 = 1,546 m

Stop /H = 8/12 ;

Stop= 8/12 x 3,710 = 2,473 m

Dimana:
Dt

= Diameter tangki

Da

= Diameter impeller

= Lebar impeller

= Jarak antar impeller

= Lebar baffle

= Tinggi Larutan

Kecepatan pengadukan, N = 0,33 putaran/detik


Densitas campuran = 1099,076 kg/m3
Viskositas campuran c (pada 30oC):
Viskositas larutan pada 85 0C adalah 0,645 cp
Viskositas slurry pada 85oC didekati melalui persamaan berikut:
ln

2,5 Qs
1 - CQ s

(Perry, 1997)

C=1
Qs =
ln

V Solid
V total

c
0,645

0,274 m3
3,5924 m3

= 0,076

2,5 (0,076)
1 (1) (0,076)

c = 0,794 cP = 0,000794 kg/m s


Bilangan Reynold,
NRe =

.N.(Da) 2
c

1026,919.(0.33).(0,763)2
0,000794

= 248615,88

NRe > 10.000, maka perhitungan dengan pengadukan menggunakan rumus:


P = Np.N3 .Da5 .

(Geankoplis, 2003)

Berdasarkan fig 10.5c Walas (1990), untuk two blade paddle, four baffles
(kurva 10) dan NRe = 180372,22, maka diperoleh Np = 0,7
P = 0,7 .(0,33)3.(0,763)5.(1026,919)
= 6,694 Hp
Efisiensi motor penggerak = 80%
Daya motor penggerak = 6,694 hp / 0,8 = 8,368 hp
Maka dipilih daya motor dengan tenaga 8,5 hp.
f. Menghitung Jaket Pemanas
Jumlah steam (130oC) = 288,254kg/jam
Densitas steam
Laju alir steam (Qs) =

= 5,16 kg/m3
288,254 kg/jam
5,16 kg/m3

Diameter dalam jaket (d)

= 21,496 m3/jam

= diameter dalam + (2 x tebal dinding )


= (81,466) + 2 (0,206)
= 81,878 in
= 2,079 m

Tinggi jaket = tinggi reaktor = 3,104 m


Asumsi tebal jaket

= 5 in

Diameter luar jaket (D)

= 81,878 in + ( 2 x 5 )in
= 91,878 in
= 2,334 m

Luas yang dilalui steam ( A )

(Geankoplis, 2003)


(D d )
4

A=
=

(2,334 2 2,079 2)
4

= 0,879 m2
Kecepatan steam ( v )
v=

Qs
A

21,4962 m3 /jam
0,879 m2

=24,427 m/jam

Tebal dinding jaket ( tj )


Bahan Stainless Steel Plate tipe SA-340
=xgxh

PHidrostatis

= 5,16 kg/m3 x 9,8 m/s2 x 3,017 m


= 0,153 kPa = 0,022 psia
Pdesign = 1,2 x (0,022 psia + 14,696 psia) = 17,661 psia
tj =
tj =

PD
2(SE-0,6P)

+ nC

psia x 89,91634 in

2 x (13700 psia x 0,8 - 0,6 x 17,6611 psia)

+10 tahun x 0,125 in/tahun

tj = 0,195 in
Dipilih tebal jaket standar = 1/4 in

L.C.6 Pompa Produk Tangki Ekstraksi (P-102)


Fungsi

: memompa produk dari tangki ekstraksi (EX-101) menuju


rotary washer I (RW-101)

Jenis

: Pompa sentrifugal

Bahan Konstruksi

: commercial steel

Jumlah

: 1 unit

Kondisi Operasi

: Temperatur = 30C

Laju massa campuran

= 3688,708 kg/jam = 2,258 lbm/s

Densitas campuran

= 1026,919 kg/m3 = 64,091 lbm/ft3

Viskositas campuran

= 0,79 cp = 0,00059 lbm/ft.s

Laju alir volumetrik,


Q

= 0,334 m3/jam = 0,0032 ft3/s

Desain pompa:

= 3,9 (Q)0,45()0,13

Di,opt

(Geankoplis, 2003)

= 3,9 (0,0032 ft3/s)0,45(64,091 lbm/ft3)0,13


= 0,523 in

Dari Tabel A.5-1 Geankoplis (2003), dipilih pipa dengan spesifikasi:


Ukuran nominal

: 1 1/2 in

Schedule number

: 40

Diameter Dalam (ID)

: 1,610 in

Diameter Luar (OD)

: 1,900 in

Inside sectional area

: 0,01414 ft2

Kecepatan linier, v =

Q
A

ft3 /s

= 2,4914 ft/s

0,01414 ft2

Bilangan Reynold:
NRe =
=

xvxD

lbm x
ft
2,4914
ft 3
s

x 0,0352 ft

0,00059 lbm/ft.s

= 35830,814
Friction loss:
v2

A2

1 Sharp edge entrance: hc = 0,55 1- A1

2gc
(2,491 )

= 0,55 (1-0) 2 (1)(32,174)


= 0,0530 [Link]/lbm
1 elbow 90 :

v2

(2,491)

hf = [Link]. 2g = 3 (0,75) 2 (32,174) = 0,0723 [Link]/lbm


c

1 check valve:
Pipa lurus 20 ft:

hf = [Link].

v2

2gc

Ff

= 1 (2)

(2,491)

2 (32,174)

= 0,1930 [Link]/lbm
30 (2,491)2

L .v2

= 4f D .2 .g = 4 (0,0086) 0,06867 (2) (32,174)


c

= 0,6448 [Link]/lbm
1 Sharp edge exit:

hex

A2

= 1- A1

v2
2gc

= 0,0965 [Link]/lbm
Total friction loss :

F = 1,059 [Link]/lbm

Dari persamaan Bernoulli:

(2,491)

= (1-0) 2 (1)(32,174)

1
2

v22 - v21 + g z2 -z1 +

P2 - P1

+ F + Ws =0

(Geankoplis,2003)

dimana: v1 = v2
tinggi pemompaan Z = 30 ft
32,174

maka: 0+ 32,174 (30) + 1,059 + Ws = 0


Ws = 31,059 [Link]/lbm
Efisiensi pompa, = 80 %
Ws

= Wp

31,059

= 0,8 Wp

Wp = 38,824 [Link]/lbm
Daya pompa: P

= m Wp
= 2,2583 lbm / s x 38,824 [Link]/lbm
= 87,678 ft. lbf/s .

1 hp
550 ft. lbf/s

= 0,159 hp
Maka dipilih pompa dengan daya motor 1/4 hp.

L.C.7 Rotary Washer I (RW-101)


Fungsi

: untuk mencuci Pulp yang keluar dari tangki ekstraksi

Jenis

: Continuous Rotary Drum Washer

Jumlah

: 1 unit

Bahan kontruksi : Commercial Steel


Kondisi operasi :
-

Tekanan

= 1 atm

Temperatur

= 44,904oC

Berat filtrat yang keluar = 12339,36 kg/jam = 27203,600 lbm/jam

Berat cake yang dihasilkan dari filter (Wc) = 571,118 kg/jam


= 1259,098 lbm/jam
3

= 72,942 lbm/ft3
= 62,501 lbm/ft3

Densitas cake

= 1168,414 kg/m

Densitas filtrat

= 1001,166 kg/m3

Viskositas filtrat

= 7,942 x 10-4 Pa.s

Kandungan air pada cake filter

= 15%

Penurunan tekanan

= 67 kPa

Waktu siklus (tc)

= 5 menit = 300 s

Bagian filter yang tercelup (f)

= 30%

Perhitungan:
Menghitung Luas Filter
V
2.f. P
=
[Link]
tc...Cs
(Geankoplis, 1997)
m=

massa wet cake 571,118


=
= 2,131
massa dry cake 268,065

Cx =

massa dry cake


268,065
=
= 0,021
massa slurry
12339,36 + 571,118

Cs =

.CX
995,92 x 0,021
=
= 21,636 kg padatan/m3 filtrat
1 [Link] 1 2,131 x 0,021

v
0,021
Cx
0,778 x
7,4 x 10 - 4 m 3 s
0,778 x
tc
21,636
Cs

0 = 4,37 x 109 .P0,3 = 4,37 x 109 x (67 x 10)0,3 =1,22 x 1011 m/kg
7,4 x 10
A

2 x 0,3 x 67 x 103
300 x 0,8937 x 10-3 x 1,22 x 1011x 0,022

A = 9,928 m3
Menghitung Diameter Filter
A=DH
H = 2D
A = D 2D
D=
R=

9,928
1,257 m
2 * 3,14
D
= 0,628 m
2

H = 2,514 m
Menghitung waktu tinggal (t)
t = f x tc (Geankoplis, 1997)
t = 0,3 x 300 = 90 s
Menghitung kecepatan putar

N=

f
tc

(Chopey, 2004)
dimana:
N = kecepatan putaran minimum
f = Bagian filter yang tercelup
tc = waktu filtrasi
Sehingga:
N=

0,3
= 0,06 putaran/menit
5

L.C.8 Pompa Produk Rotary Washer I (P-103)


Fungsi

: memompa produk dari rotary washer I (RW-101) ke tangki


bleaching (BL-101)

Jenis

: Pompa sentrifugal

Bahan Konstruksi

: commercial steel

Jumlah

: 1 unit

Kondisi Operasi

: Temperatur = 30C

Laju massa campuran

= 571,118 kg/jam = 0,349 lbm/s

Densitas campuran

= 1168,414 kg/m3 = 72,942 lbm/ft3

Viskositas campuran

= 0,79 cp = 0,00052 lbm/ft.s

Laju alir volumetrik,


Q

= 0,557 m3/jam = 0,0054 ft3/s

Desain pompa:
Di,opt

= 3,9 (Q)0,45()0,13
3

= 3,9 (0,0054 ft /s)

(Geankoplis, 2003)
0,45

3 0,13

(72,942 lbm/ft )

= 0,66425 in
Dari Tabel A.5-1 Geankoplis (2003), dipilih pipa dengan spesifikasi:
Ukuran nominal

: 3/4 in

Schedule number

: 40

Diameter Dalam (ID)

: 0,824 in = 0,06867 ft = 0,0209 m

Diameter Luar (OD)

: 1,05 in = 0,0875 ft

Inside sectional area

: 0,00371 ft2

Kecepatan linier, v =

Q
A

ft3 /s

= 1,474 ft/s

0,00371 ft2

Bilangan Reynold:
NRe =
=

xvxD

lbm x
ft
1,474
ft3
s

x 0,0686 ft

0,00052 lbm/ft.s

= 12347,541
Friction loss:
v2

A2

1 Sharp edge entrance: hc = 0,55 1- A1

2gc
(1,474)

= 0,55 (1-0) 2 (1)(32,174)


= 0,0185 [Link]/lbm
v2

1 elbow 90 :

(1,474)

hf = [Link]. 2g =2 (0,75) 2 (32,174) = 0,0253 [Link]/lbm


c

1 check valve:

hf = [Link].

v2

2gc

Pipa lurus 20 ft:

Ff

= 4f

= 1 (2)

(1,474)

= 0,0676 [Link]/lbm

2 (32,174)

L .v2

D .2 .gc

= 4 (0,0086)

30 (1,474)2

0,06867 (2) (32,174)

= 0,5233 [Link]/lbm
1 Sharp edge exit:

hex

A2

= 1- A1

v2
2gc

(1,474)

= (1-0) 2 (1)(32,174)

= 0,0338 [Link]/lbm
Total friction loss :

F = 0,668 [Link]/lbm

Dari persamaan Bernoulli:


1
2

v22 - v21 + g z2 -z1 +

P2 - P1

+ F + Ws =0

(Geankoplis,2003)

dimana: v1 = v2
tinggi pemompaan Z = 30 ft
32,174

maka: 0+ 32,174 (30) + 0,668 + Ws = 0


Ws = 30,668 [Link]/lbm
Efisiensi pompa, = 80 %
Ws
30,668

= Wp
= 0,8 Wp

Wp = 38,335 [Link]/lbm

Daya pompa: P

= m Wp
= 0,3496 lbm / s x 38,335 [Link]/lbm
1 hp

= 13,404 ft. lbf/s . 550 ft. lbf/s


= 0,0243 hp
Maka dipilih pompa dengan daya motor 1/8 hp.

L.C.9 Tangki Penyimpanan NaOCl (V-102)


Fungsi

: Penampungan larutan NaOCl

Bentuk

: Silinder tegak dengan alas dan tutup datar

Bahan konstruksi

: Carbon steel SA-285 grade C

Jumlah

: 1 unit
: 300C

Kondisi Penyimpanan : Temperatur


Tekanan

: 1 atm = 14,696 psia

Laju massa NaOCl

= 28,556 kg/jam

Densitas NaOCl

= 1000,994 kg/m3

Kebutuhan perancangan

= 15 hari

Faktor keamanan

= 20 %

(Perry, 1997)

Perhitungan :
a. Volume bahan,
28,556

Vl

kg
jam
x 24
x 15 hari
jam
hari
1000,994 kg/m 3

= 10,270 m3
Faktor kelonggaran 20%
= (1 + 0,2) x 10,270 m3

Volume tangki, Vt

= 12,324 m3
b Diameter dan tinggi Tangki
- Volume tangki (Vt) :
1

Vt = 4 Dt2 Ht
Vt = 2 Dt3
12,324 m3 =

1
Dt 3
2

Asumsi: Dt : Ht =1 : 2

Dt = 1,987 meter = 78,244 in


Ht = 3,975 meter
c. Tebal shell tangki
t=

PD
2(SE - 0,6P)

+ nC

(Perry,1997)

di mana:
t = tebal shell (in)
P = tekanan desain (psia)
D = diameter dalam tangki (in)
S = allowable stress = 13700 psia

(Peters [Link]., 2004)

E = joint efficiency = 0,85

(Peters [Link]., 2004)

C = faktor korosi

= 0,0125 in/tahun

(Peters [Link]., 2004)

n = umur tangki

= 10 tahun

Volume bahan

= 10,270 m3

Volume tangki

= 12,324 m3

Tinggi bahan dalam tangki =

10,270 m 3
x 3,975 m = 3,312 meter
12,324 m 3

Tekanan Hidrosatatik :
=xgxh

PHidrostatik

= 1000,994kg/m3 x 9,8 m/s2 x 3,312 m


= 32,493 kPa = 4,775 psia
Faktor keamanan = 20 %
Maka, Pdesain

= 1,2 x (14,696 psia + 4,775 psia) = 23,365 psia

Tebal shell tangki:


t=
t=

PD
2(SE-0,6P)

+ nC

23,365psia x 78,244in
(10 tahun x 0,0125in/tahun)
2 (13700psia x 0,85 ) - ( 0,6 x 23,365psia)

t = 0,204 in
Maka tebal shell yang dibutuhkan

= 0,204 in = 0,517 cm

Maka tebal shell standar yang digunakan = 1/4 in


(Brownell,1959)
d. Tebal tutup tangki

Tutup atas tangki terbuat dari bahan yang sama dengan shell.
Maka tebal shell standar yang digunakan = 1/4 in

(Brownell,1959)

L.C.10 Pompa Bahan NaOCl (P-104)


Fungsi

: memompa larutan NaOCl ke tangki bleaching (BL-101)

Jenis

: Pompa sentrifugal

Bahan Konstruksi

: commercial steel

Jumlah

: 1 unit

Kondisi Operasi

: Temperatur = 30C

Laju massa hipoklorit

= 28,556 kg/jam = 0,017 lbm/s

Densitas hipoklorit

= 100,994 kg/m3 = 62,473 lbm/ft3

(Perry, 1997)

Viskositas hipoklorit

= 0,85 cp = 0,00057 lbm/ft.s

(Perry, 1997)

Laju alir volumetrik,


= 0,659 m3/jam = 0,007 ft3/s

Desain pompa:
= 3,9 (Q)0,45()0,13

Di,opt

(Geankoplis, 2003)

= 3,9 (00,007 ft3/s)0,45(67,404 lbm/ft3)0,13


= 0,698 in
Dari Tabel A.5-1 Geankoplis (2003), dipilih pipa dengan spesifikasi:
Ukuran nominal

: 3/4 in

Schedule number

: 40

Diameter Dalam (ID)

: 0,824 in = 0,06867 ft = 0,0209 m

Diameter Luar (OD)

: 1,05 in = 0,0875 ft

Inside sectional area

: 0,00371 ft2
,

Kecepatan linier, v = A =

ft3 /s

0,00371 ft2

Bilangan Reynold:
NRe =
=

xvxD

lbm x
ft
1,744
ft 3
s

= 14129,996
Friction loss:

x 0,824 ft

0,000571 lbm/ft.s

= 1,744 ft/s

v2

A2

1 Sharp edge entrance: hc = 0,55 1- A1

2gc
(1,744)

= 0,55 (1-0)

2 (1)(32,174)

= 0,0259 [Link]/lbm
v2

2 elbow 90 :

hf = [Link].

1 check valve:

hf = [Link].

2gc
v2

2gc

Pipa lurus 20 ft:

=2 (0,75)

(1,744)

2 (32,174)

= 1 (2)

(1,744)

2 (32,174)

= 0,0945 [Link]/lbm
30 (1,744)2

L .v2

Ff

= 0,0709 [Link]/lbm

= 4f D .2 .g = 4 (0,0086) 0,06867 (2) (32,174)


c

= 0,7159 [Link]/lbm
1 Sharp edge exit:

hex

= 1-

A2

v2

A1 2gc

= (1-0)

(1,744)

2 (1)(32,174)

= 0,0472 [Link]/lbm
Total friction loss :

F = 0,9545 [Link]/lbm

Dari persamaan Bernoulli:


1
2

v22 - v21 + g z2 -z1 +

P2 - P1

+ F + Ws =0

dimana: v1 = v2
tinggi pemompaan Z = 30 ft
maka: 0+

32,174

(30) + 0,9859 + Ws = 0

32,174

Ws = 30,954 [Link]/lbm
Efisiensi pompa, = 80 %
Ws

= Wp

30,954

= 0,8 Wp

Wp = 38,693 [Link]/lbm
Daya pompa: P

= m Wp
= 0,4436 lbm / s x 38,693 [Link]/lbm
1 hp

= 17,1821 ft. lbf/s . 550 ft. lbf/s


= 0,0306 hp
Maka dipilih pompa dengan daya motor 1/8 hp.

(Geankoplis,2003)

L.C.11 Tangki Bleaching (BL-101)


Fungsi

: Tempat terjadinya bleaching pulp dengan larutan NaOCl.

Jenis

: Batch Stirred Tank

Bentuk

: Tangki berpengaduk dengan alas datar dan tutup ellipsoidal

Bahan Konstruksi : Carbon Steel SA-285 grade A


Jumlah

: 2 unit

Kondisi Operasi

: Temperatur

= 60C

Tekanan

= 1 atm = 14,696 psia

Tabel LC.3 Komposisi Bahan Masuk ke Tangki Bleaching (BL-101)


Bahan

Laju alir (kg/jam)

Selulosa

(kg/m3)

Volume (m3/jam)

294,231

1350

0,21795

Lignin

26,166

1300

0,02013

NaOCl

0,286

2044

0,00026

Air

2883,574

1000

2,88357

Total

3204,257

Laju massa = 3204,257 kg/jam


Camp =

F Tot
Q Tot

kg/jam
m3 /jam

= 1026,376 kg/m3

Kebutuhan perancangan

= 12 jam

Faktor Keamanan

= 20%

Perhitungan :
a. Volume bahan,
,

Vl

kg
x
jam

12 jam

kg/m3

= 74,925 m3
Faktor kelonggaran 20%
Volume tiap tangki, Vt

= (1 + 0,2) x 74,925 m3
= 89,911 m3

b. Diameter dan tinggi Tangki


- Volume shell tangki (Vs) :

3,12191

Vs = Ds2 Hs

Asumsi: Ds : Hs = 2: 3

Vs = Ds3
8

- Volume tutup tangki (Ve)

Ve = 6 Ds2 He
Ve =

24

Asumsi: Ds : He = 4 : 1

Ds3

- Volume tangki (V)


Vt = Vs + Ve
Vt =

10
Ds3
24
10
Ds3
24

89,911 m3 =

Ds = 4,096 m = 161,261 in
Hs = 6,144 m
c. Diameter dan tinggi tutup
Diameter tutup

= diameter tangki
= 4,096 m

Tinggi head, He

1
x DS
4

= 1,024 m
Jadi total tinggi tangki,
Ht = Hs + He
= 7,168 m
d. Tebal shell tangki
t=

PD
2(SE - 0,6P)

+ nC

(Perry,1997)

di mana:
t = tebal shell (in)
P = tekanan desain (psia)
D = diameter dalam tangki (in)
S = allowable stress = 13700 psia

(Peters [Link]., 2004)

E = joint efficiency = 0,85

(Peters [Link]., 2004)

C = faktor korosi

(Peters [Link]., 2004)

= 0,0125 in/tahun

n = umur tangki

= 10 tahun

Volume larutan = 37,462 m3


Volume tangki = 44,955 m3
Tinggi larutan dalam tangki =

m3

m3

x 7,168 m = 5,973 meter

Tekanan Hidrosatatik :
=xgxh

PHidrostatik

= 1026,376 kg/m3 x 9,8 m/s2 x 5,973 m


= 60,083 kPa = 8,829 psia
Faktor keamanan = 20 %
Maka, Pdesain

= 1,2 x (14,696 psia + 8,829 psia) = 28,231 psia

Tebal shell tangki:


t=
t=

PD

+ nC

2(SE-0,6P)
,

psia x 161,261 in

2 x (13700 psia x 0,85 - 0,6 x

psia)

+ 10 tahun x 0,0125 in/tahun

t = 0,268 in
Maka tebal shell yang dibutuhkan

= 0,268 in = 0,681 cm

Maka tebal shell standar yang digunakan = in

(Brownell,1959)

e. Tebal tutup tangki


Tutup atas tangki terbuat dari bahan yang sama dengan shell.
Maka tebal shell standar yang digunakan = in
e.

(Brownell,1959)

Perancangan Sistem Pengaduk


Jenis pengaduk : paddle daun dua, tiga tingkat
Untuk impeller bertingkat (Walas,1990), diperoleh :
W/Dt = 1/12 ; W = 1/12 x 4,096 m = 0,270 m
0,3 Da/Dt 0,6

untuk Da/Dt = 0,3 ; Da = 0,3 x 5,9743 m = 1,228 m

l/Da = 1/8 ; l = 1/8 x 0,975 m = 0,121 m


Sbottom / H= 2/12 ;

Sbottom= 2/12 x 5,9743 = 0,790 m

Smid / H= 5/12 ;

Smid= 5/12 x 5,9743 = 1,976 m

Stop /H = 8/12 ;

Stop= 8/12 x 5,9743 = 3,160 m

Dimana:
Dt

= Diameter tangki

Da

= Diameter impeller

= Lebar impeller

= Jarak antar impeller

= Lebar baffle

= Tinggi Larutan

Kecepatan pengadukan, N = 0,33 putaran/detik


Densitas campuran = 1099,076 kg/m3
Viskositas campuran c (pada 30oC):
Viskositas larutan pada 600C adalah 0,6453 cp
Viskositas slurry pada 60oC didekati melalui persamaan berikut:
ln

2,5 Qs

(Perry, 1997)

1 - CQ s

C=1
Qs =
ln

V Solid
V total
c

0,238 m3
3,121 m3

= 0,076

2,5 (0,076)
1 (1) (0,076)

c = 0,793 cP = 0,000793 kg/m s


Bilangan Reynold,
NRe =

.N.(Da) 2
c

1026,376.(0.33).(0,975)2
,

= 644759,55

NRe > 10.000, maka perhitungan dengan pengadukan menggunakan rumus:


P = Np.N3 .Da5 .

(Geankoplis, 2003)

Berdasarkan fig 10.5c Walas (1990), untuk two blade paddle, four baffles
(kurva 10) dan NRe = 644759,55, maka diperoleh Np = 1,3
P =1,3 .(0,33)3.(1,228)5.(1026,376)
= 134,345 Hp
Efisiensi motor penggerak = 80%
Daya motor penggerak = 134,345 hp / 0,8 = 167,931 hp
Maka dipilih daya motor dengan tenaga 168 hp.
f. Menghitung Jaket Pemanas
Jumlah air pemanas (90oC)

= 1481,370 kg/jam

Densitas air pemanas

= 965,34 kg/m3

Laju alir air pemanas (Qw)

Diameter dalam jaket (d)

= diameter dalam + (2 x tebal dinding )

kg/jam

965,34 kg/m3

= 1,534 m3/jam

= (161,261) + 2 (0,320)
= 161,902 in
= 4,112 m
Tinggi jaket = tinggi reaktor = 7,168 m
Asumsi tebal jaket

= 5 in

Diameter luar jaket (D)

= 161,902 in + ( 2 x 5) in
= 171,902 in
= 4,366 m

Luas yang dilalui air pemanas ( A )


A=
=

(D d )
4

(4,3662 4,1122)
4

= 1,690 m2
Kecepatan air pemanas ( v )
v=

Qw
A

1,543 m3 /jam
1,690 m2

= 0,907 m/jam

Tebal dinding jaket ( tj )


Bahan Stainless Steel Plate tipe SA-340
=xgxh

PHidrostatis

= 965,34 kg/m3 x 9,8 m/s2 x 5,973 m


= 56,510 kPa = 8,196 psia
Pdesign = 1,2 x (8,196 psia + 14,696 psia) = 27,470 psia
tj =
tj =

PD
2(SE-0,6P)
,

+ nC
psia x 171,902 in

2 x (13700 psia x 0,8 - 0,6 x 27,470 psia)

tj = 0,328 in
Dipilih tebal jaket standar = 1/2 in

+10 tahun x 0,125 in/tahun

L.C.12 Pompa Produk Tangki Bleaching (P-105)


Fungsi

: memompa produk dari tangki bleaching (BL-101) menuju


rotary washer II (RW-102)

Jenis

: Pompa sentrifugal

Bahan Konstruksi

: commercial steel

Jumlah

: 1 unit

Kondisi Operasi

: Temperatur = 30C

Laju massa campuran

= 3204,356 kg/jam = 1,961 lbm/s

Densitas campuran

= 1026,376 kg/m3 = 64,057 lbm/ft3 (Perry, 1997)

Viskositas campuran

= 0,79 cp = 0,00052 lbm/ft.s

(Perry, 1997)

Laju alir volumetrik,


= 3,121 m3/jam = 0,030 ft3/s

Desain pompa:
= 3,9 (Q)0,45()0,13

Di,opt

= 3,9 (0,030 ft /s)

(Geankoplis, 2003)

0,45

3 0,13

(64,057 lbm/ft )

= 1,3952 in

Dari Tabel A.5-1 Geankoplis (2003), dipilih pipa dengan spesifikasi:


Ukuran nominal

: 1 1/2 in

Schedule number

: 40

Diameter Dalam (ID)

: 1,610 in = 0,134 ft = 0,040 m

Diameter Luar (OD)

: 1,900 in = 0,158 ft

Inside sectional area

: 0,01414 ft2

Kecepatan linier, v =

Q
A

ft3 /s

0,01414 ft2

= 2,165 ft/s

Bilangan Reynold:
NRe =
=

xvxD

lbm x
ft
2,165
ft 3
s

x 0,1341 ft

0,00052 lbm/ft.s

= 35514,4435
Friction loss:
A2

1 Sharp edge entrance: hc = 0,55 1- A1

v2
2gc

(2,165)

= 0,55 (1-0) 2 (1)(32,174)


= 0,0400 [Link]/lbm
v2

1 elbow 90 :

(2,165)

hf = [Link]. 2g =2 (0,75) 2 (32,174) = 0,0546 [Link]/lbm


c

1 check valve:

hf = [Link].

v2

2gc

Pipa lurus 20 ft:

= 1 (2)

(2,165)

2 (32,174)

30 (2,165)2

L .v2

Ff

= 0,145 [Link]/lbm

= 4f D .2 .g = 4 (0,0086) 0,06867 (2) (32,174)


c

= 0,487 [Link]/lbm
1 Sharp edge exit:

A2

hex

= 1- A1

v2
2gc

(2,165)

= (1-0) 2 (1)(32,174)

= 0,072 [Link]/lbm
Total friction loss :

F = 0,801 [Link]/lbm

Dari persamaan Bernoulli:


1
2

v22 - v21 + g z2 -z1 +

P2 - P1

+ F + Ws =0

dimana: v1 = v2
tinggi pemompaan Z = 30 ft
32,174

maka: 0+ 32,174 (30) + 0,801 + Ws = 0


Ws = 30,801 [Link]/lbm
Efisiensi pompa, = 80 %
Ws

= Wp

30,801

= 0,8 Wp

Wp = 38,501 [Link]/lbm
Daya pompa: P

= m Wp
= 1,961 lbm / s x 38,501 [Link]/lbm
= 75,529 ft. lbf/s .

1 hp
550 ft. lbf/s

= 0,137 hp
Maka dipilih pompa dengan daya motor 1/4 hp.

(Geankoplis,2003)

L.C.13 Rotary Washer II (RW-102)


Fungsi

: untuk mencuci pulp yang keluar dari tangki tangki bleaching

Jenis

: Continuous Rotary Drum Washer

Jumlah

: 1 unit

Bahan kontruksi : Commercial Steel


Kondisi operasi:
- Tekanan

= 1 atm

- Temperatur

= 38,138oC

- Berat filtrat yang keluar = 10705,4 kg/jam

= 23601,251 lbm/jam

- Berat cake yang dihasilkan dari filter (Wc)

= 509,536 kg/jam
= 1123,333 lbm/jam

- Densitas cake

= 1174,001 kg/m

- Densitas filtrat

= 1000,64 kg/m3

= 73,291 lbm/ft3
= 62,468 lbm/ft3

- Viskositas filtrat

= 7,932 x 10-4 Pa.s

- Volume filtrat

= 10,699 m3/jam

- Massa dry cake

= 285,042

- Konsentrasi padatan masuk filter (Cs)

= 26,643 kg/m3 slurry


= 0,38 lbm/ft3

- Kandungan air pada cake filter

= 15%

- Penurunan tekanan

= 67 kPa (Geankoplis, 1997)

- Waktu siklus (tc)

= 5 menit = 300 s

- Bagian filter yang tercelup (f)

= 30%

Perhitungan:
Menghitung Luas Filter
V
2.f. P
=
[Link]
tc...Cs

(Geankoplis, 1997)
m=

massa wet cake 509,5365


=
= 1,788
massa dry cake
285,042

Cx =

massa dry cake


285,042
=
= 0,025
massa slurry
10705,4 +509,536

Cs =

.CX
996,9 x 0,025
=
= 26,643 kg padatan / m3 filtrat
1 [Link] 1 1,788 x 0,025

v
0,025
Cx
0,778 x
7,5 x 10 - 4 m 3 s
0,778 x
tc
Cs
26,517

0 = 4,37 x 109 .P0,3 = 4,37 x 109 x (67 x 10)0,3 =1,22 x 1011 m/kg
7,8 x 10
A

2 x 0,3 x 67 x 103
300 x 0,8937 x 10-3 x 1,22 x 1011 x 0,025

A = 10,952 m3
Menghitung Diameter Filter
A=DH
H=2D
A = D 2D

10,978
1,322 m
2 * 3,14

D=
R=

D
= 0,661 m
2

H = 2,6443 m
Menghitung waktu tinggal (t)
t = f x tc (Geankoplis, 1997)
t = 0,3 x 300 = 90 s
Menghitung kecepatan putar
N=

f
tc

(Chopey, 2004)
dimana:
N = kecepatan putaran minimum
f = Bagian filter yang tercelup
tc = waktu filtrasi
Sehingga:
N=

0,3
= 0,06 putaran/menit
5

L.C.14 Pompa Produk Rotary Washer II (P-106)


Fungsi

: memompa produk dari rotary washer II (RW-102) menuju


rotary dryer (RD-201)

Jenis

: Pompa sentrifugal

Bahan Konstruksi

: commercial steel

Jumlah

: 1 unit

Kondisi Operasi

: Temperatur = 30C

Laju massa campuran

= 509,536 kg/jam = 0,311 lbm/s

Densitas campuran

= 1174,001 kg/m3 = 73,291 lbm/ft3

Viskositas campuran

= 0,89 cp = 0,00052 lbm/ft.s

Laju alir volumetrik,


= 0,497 m3/jam = 0,00488 ft3/s

Desain pompa:
= 3,9 (Q)0,45()0,13

Di,opt

(Geankoplis, 2003)

= 3,9 (0,00488 ft /s)

0,45

3 0,13

(73,291 lbm/ft )

= 0,610 in

Dari Tabel A.5-1 Geankoplis (2003), dipilih pipa dengan spesifikasi:


Ukuran nominal

: 3/4 in

Schedule number

: 40

Diameter Dalam (ID)

: 0,824 in = 0,06867 ft = 0,0209 m

Diameter Luar (OD)

: 1,05 in = 0,0875 ft

Inside sectional area

: 0,00371 ft2

Kecepatan linier, v =

Q
A

ft3 /s

0,00371 ft2

= 1,315 ft/s

Bilangan Reynold:
NRe =
=

xvxD

lbm x
ft
1,3154
ft3
s

x 0,068 ft

0,00052 lbm/ft.s

= 11016,141
Friction loss:
A2

1 Sharp edge entrance: hc = 0,55 1- A1

v2
2gc

(1,315)

= 0,55 (1-0) 2 (1)(32,174)


= 0,0147 [Link]/lbm
v2

1 check valve:

(1,315)

hf = [Link]. 2g = 1 (2) 2 (32,174) = 0,0538 [Link]/lbm


c

Pipa lurus 20 ft:

Ff

= 4f

L .v2

D .2 .gc

= 4 (0,0086)

30 (1,315)2

0,06867 (2) (32,174)

= 0,424 [Link]/lbm
1 Sharp edge exit:

hex

A2

= 1- A1

v2
2gc

(1,315)

= (1-0) 2 (1)(32,174)

= 0,0269 [Link]/lbm
Total friction loss :

F = 0,519 [Link]/lbm

Dari persamaan Bernoulli:


1
2

v22 - v21 + g z2 -z1 +

P2 - P1

+ F + Ws =0

(Geankoplis,2003)

dimana: v1 = v2
tinggi pemompaan Z = 30 ft
32,174

maka: 0+ 32,174 (30) + 0,519 + Ws = 0


Ws = 30,519 [Link]/lbm
Efisiensi pompa, = 80 %
Ws

= Wp

30,519

= 0,8 Wp

Wp = 38,149 [Link]/lbm
Daya pompa: P

= m Wp
= 0,311 lbm / s x 38,149 [Link]/lbm
= 11,900 ft. lbf/s .

1 hp
550 ft. lbf/s

= 0,021 hp
Maka dipilih pompa dengan daya motor 1/8 hp.

L.C.15 Rotary Dryer I (RD-201)


Fungsi

: Menguapkan H2O dari produk yang keluar dari rotary washer II hingga
memenuhi komposisi air yang diizinkan pada proses asetilasi.

Jenis

: Co-Current with Rotary Atomizer (FSD-4)

Beban panas

= 110336,173 kJ/jam
= 104584,050 btu/jam

Jumlah steam yang dibutuhkan

= 40,347 kg/jam

Jumlah campuran umpan

= 487,748 kg/jam

Densitas campuran umpan

= 1183,197 kg/m3
= 417,943 kg/ft3

Volume campuran umpan

487,748 kg/jam
417,943 kg/ft 3

= 1,167 ft3
Perhitungan volume rotary Dryer,
Faktor kelonggaran

= 8%

Volume rotary dryer

= 1,197 ft3 1,08

(Perry,1997)

= 1,260 ft3
Perhitungan luas permukaan spray dryer,
= 130 0C

Temperatur saturated steam

= 266 0F

Temperatur umpan masuk rotary dryer = 38,138 0C

= 100,648 0F

Temperatur umpan keluar rotary dryer = 100 0C

= 212 0F

Ud

= 100 btu/jam.0F.ft2

LMTD =

(Kern, 1950)

266 212 266 100,648


266 212
ln

266 100,648

= 99,501 0F
Luas permukaan rotary dryer, A =
=

Q
Ud LMTD

1103366,173
100 99,501

= 10,510 ft2

Desain spray dryer


Q

10,98 Kf v 2 / 3 t
Ds t
2
s
Dm

(Perry ,1999)

Dimana :
Q

= Laju perpindahan panas (Btu/jam)

Kf

= Konduktifitas panas (Btu/(hft2)(Fft)

= Volume Dryer (ft3)

= Selisih suhu (0 F)

Dm

= Diameter medium (ft)

Ds

= Diamater Nozzel

Ws

= Laju alir umpan masuk (lb/h)

= Densitas bahan (lbm/ft3)

= Densitas steam keluar (lbm/ft3)


- Volume Dryer
Vm

1
xD 2 L
4

Vm

5
xD 3
4

1, 260

D : L = 1: 5

5
x Dm 3
4

Dm = 0,684 ft
L = 5 x 0,684 ft
= 3,423 ft
Dari persamaan di atas diperoleh harga Ds,
Ds

QD 2m
10,98Kf v 2 / 3 t

t
s

39.968,98 x (0,684)2

Ds =

10,98x88x (1,260)2 / 3 160


Ds = 0,181 ft
Ds = 5,542 cm

445,2083
1,8227

(Perry ,1999)

Perhitungan waktu tinggal (retention time),

0, 23 L
S x N 0,9 x D

(Perry,1997)
Dimana : L = panjang rotary dryer (ft)
N = rotasi (rpm)
S = slope (ft/ft)
D = diameter rotary dryer (ft)
Maka,

0,23 3,423
1x 20 0 ,9 x 0,684

= 0,0776 jam
= 4,655 menit

L.C.16 Conveyor I (BC-201)


Fungsi

: Mengangkut pulp dari rotary dryer (RD-201) ke blow box (B-201)

Jenis

: Flat belt on continuous flow

Bahan kontruksi : Carbon Steel


Jumlah

: 1 unit

Kondisi operasi:
- Tekanan

= 1 atm

- Temperatur

= 30oC

- Laju alir massa

= 313,441 kg/jam

Untuk belt conveyor kapasitas < 10 ton/jam, spesifikasi (Perry & Green, 1999):
- Tinggi conveyor

= 25 ft = 7,62 m

- Ukuran conveyor

= (6 x 4 x 4) in

- Jarak antar conveyor

= 12 in = 0,305 m

- Kecepatan conveyor

= 225 ft/mnt = 68,6 m/mnt = 1,143 m/s

- Kecepatan putaran

= 43 rpm

- Lebar belt

= 7 in = 0,1778 m =17,78 cm

Perhitungan daya yang dibutuhkan (P):

P 0,07 m 0,63 Z

(Peters [Link]., 2004)

dimana:
P

= daya (hp)

= laju alir massa (kg/s)

= tinggi elevator (m)

= 313,44 kg/jam = 0,087 kg/s

= 25 ft = 7,62 m

Maka :
P = 0,07 x (0,087)0,63 x 7,62
= 0,115 hp

L.C.17 Blow Box (B-201)


Fungsi

: Untuk menurunkan temperatur bleached pulp dengan udara

Bentuk

: Box vertikal dengan tutup datar bagian atas

Bahan kontruksi : Carbon Steel SA-285 Grade C


Jumlah

: 1 unit

Kondisi Penyimpanan:
- T udara masuk

= 298,15 K

- T pulp masuk

= 100 oC = 373,15 K

- T pulp keluar

= 30oC = 303,15 K

- Densitas

= 996,22 kg/m3

- Laju alir massa

= 313,44 kg/jam

Perhitungan:
Volume cairan

= 0,314 m3

Faktor keamanan

= 20 %, maka

Volume Blow Box (V)

= (1 + 0,2) x 0,314 m3 = 0,377 m3

Blow Box berukuran

= panjang (p) = lebar (l) = 1,5 x tinggi (t)

Volume Blow Box (V)

= p x l x t = 1,5t x 1,5t x t = 2,25t3

Tinggi Blow Box (t)

V
=

2,25

Panjang Blow Box

= lebar gudang (l) = 1,5t = 1,5 x 0,551 m

= 0,827 m

= 0,551 m

L.C.18 Conveyor II (BC-202)


Fungsi

: Mengangkut pulp dari blow box (B-201) menuju tangki


pencampur (M-201)

Jenis

: Flat belt on continuous flow

Bahan kontruksi : Carbon Steel


Jumlah

: 1 unit

Kondisi operasi:
- Tekanan

= 1 atm

- Temperatur

= 30oC

- Laju alir massa

= 313,441 kg/jam

Untuk belt conveyor kapasitas < 10 ton/jam, spesifikasi (Perry & Green, 1999):
- Tinggi conveyor

= 25 ft = 7,62 m

- Ukuran conveyor

= (6 x 4 x 4) in

- Jarak antar conveyor

= 12 in = 0,305 m

- Kecepatan conveyor

= 225 ft/mnt = 68,6 m/mnt = 1,143 m/s

- Kecepatan putaran

= 43 rpm

- Lebar belt

= 7 in = 0,1778 m =17,78 cm

Perhitungan daya yang dibutuhkan (P):

P 0,07 m 0,63 Z
dimana:
P

= daya (hp)

= laju alir massa (kg/s)

= tinggi elevator (m)

= 313,44 kg/jam = 0,087 kg/s

= 25 ft = 7,62 m

Maka :
P = 0,07 x (0,087)0,63 x 7,62
= 0,115 hp

(Peters [Link]., 2004)

L.C.19 Tangki Asam Asetat Glasial (V-105)


Fungsi

: Penyimpanan bahan baku asam asetat glasial

Bentuk

: Silinder tegak dengan alas dan tutup datar

Bahan konstruksi

: Carbon steel SA-285 grade C

Jumlah

: 1 unit
: 300C

Kondisi Penyimpanan : Temperatur


Tekanan

: 1 atm = 14,696 psia

Laju massa asam asetat glasial

= 100,921 kg/jam

Densitas asam asetat glasial

= 1049 kg/m3

Kebutuhan perancangan

= 15 hari

Faktor keamanan

= 20 %

(Perry, 1997)

Perhitungan :
a. Volume bahan,
100,921

Vl

kg
jam
x 24
x 15 hari
jam
hari
1049 kg/m 3

= 34,634 m3
Faktor kelonggaran 20%
= (1 + 0,2) x 34,634 m3

Volume tangki, Vt

= 41,561 m3
b Diameter dan tinggi Tangki
- Volume tangki (Vt) :
1

Vt = Dt2 Ht

Asumsi: Dt : Ht = 1: 2

Vt = Dt3
2

41,561 m3 =

1
Dt 3
2

Dt = 2,980 m = 117,335 in
Ht = 5,961 meter
c. Tebal shell tangki
t=

PD
2(SE - 0,6P)

+ nC

di mana:
t = tebal shell (in)

(Perry,1997)

P = tekanan desain (psia)


D = diameter dalam tangki (in)
S = allowable stress = 13700 psia

(Peters [Link]., 2004)

E = joint efficiency = 0,85

(Peters [Link]., 2004)

C = faktor korosi

= 0,0125 in/tahun

(Peters [Link]., 2004)

n = umur tangki

= 10 tahun

Volume bahan

= 34,634 m3

Volume tangki

= 41,561 m3

34,634 m 3
x 5,961 m = 4,967 meter
Tinggi bahan dalam tangki =
41,561 m 3
Tekanan Hidrosatatik :
=xgxh

PHidrostatik

= 1049 kg/m3 x 9,8 m/s2 x 4,967 m


= 51,063 kPa = 7,504 psia
Faktor keamanan = 20 %
Maka, Pdesain

= 1,2 x (14,696 psia + 7,504 psia) = 26,640 psia

Tebal shell tangki:


t=
t=

PD
2(SE-0,6P)

+ nC

26,640 psia x 117,335in


(10 tahun x 0,0125in/tahun)
2 (13700 psia x 0,85 ) - ( 0,6 x 26,640 psia)

t = 0,259 in
Maka tebal shell yang dibutuhkan

= 0,259 in = 0,659 cm

Maka tebal shell standar yang digunakan = 1/2 in


(Brownell,1959)
d. Tebal tutup tangki
Tutup atas tangki terbuat dari bahan yang sama dengan shell.
Maka tebal shell standar yang digunakan = 1/2 in

(Brownell,1959)

L.C.20 Pompa Bahan Asam Asetat Glasial (P-107)


Fungsi

: memompa asam asetat glasial ke tangki pencampur (M-201)

Jenis

: Pompa sentrifugal

Bahan Konstruksi

: commercial steel

Jumlah

: 1 unit

Kondisi Operasi

: Temperatur = 30C

Laju massa asam asetat glasial

= 100,921 kg/jam = 0,0617 lbm/s

Densitas asam asetat glasial

= 1049 kg/m3 = 65,4698 lbm/ft3 (Perry, 1997)

Viskositas asam asetat glasial

= 1,1 cp = 0,00074 lbm/ft.s

(Perry, 1997)

Laju alir volumetrik,


= 0,096 m3/jam = 0,0009 ft3/s

Desain pompa:
= 3,9 (Q)0,45()0,13

Di,opt

= 3,9 (0,0009 ft /s)

(Geankoplis, 2003)
0,45

3 0,13

(65,4698 lbm/ft )

= 0,232 in
Dari Tabel A.5-1 Geankoplis (2003), dipilih pipa dengan spesifikasi:
Ukuran nominal

: 1/4 in

Schedule number

: 40

Diameter Dalam (ID)

: 0,364 in = 0,0303 ft = 0,009 m

Diameter Luar (OD)

: 0,54 in = 0,045 ft

Inside sectional area

: 0,00072 ft2

Kecepatan linier, v =

Q
A

0,0009 ft3 /s
0,00072 ft2

= 2,359 ft/s

Bilangan Reynold:
NRe =
=

xvxD

65,4698

lbm x
ft
2,359
ft 3
s

x 0,0303 ft

0,00074 lbm/ft.s

= 7053,097
Friction loss:
A2

1 Sharp edge entrance: hc = 0,55 1- A1

v2
2gc
(2,359 )

= 0,55 (1-0) 2 (1)(32,174)

= 0,0951 [Link]/lbm
v2

2 elbow 90 :

hf = [Link].

1 check valve:

hf = [Link].

Pipa lurus 20 ft:

2gc
v2
2gc

=2 (0.75)

(2,359 )

= 1 (2)

(2,359 )

= 0,2162 [Link]/lbm

2 (32,174)

L .v2

Ff

= 0,138 [Link]/lbm

2 (32,174)

30 (2,359 )2

= 4f D .2 .g = 4 (0,06027) 0,03375 (2) (32,174)


c

= 0,4651 [Link]/lbm
1 Sharp edge exit:

hex

= 1-

A2

v2

A1 2gc

= (1-0)

(2,359 )

2 (0,5)(32,174)

= 0,1730 [Link]/lbm
Total friction loss :

F = 1,088 [Link]/lbm

Dari persamaan Bernoulli:


1
2

v22 - v21 + g z2 -z1 +

P2 - P1

+ F + Ws = 0

dimana: v1 = v2
tinggi pemompaan Z = 30 ft
maka: 0+

32,174

(30) + 0,5681 +Ws = 0

32,174

Ws = 31,088 [Link]/lbm
Efisiensi pompa, = 80 %
Ws

= Wp

31,088

= 0,8 Wp

Wp

= 38,860 [Link]/lbm

Daya pompa: P

= m Wp
= 0,03960 lbm / s x 38,860 [Link]/lbm
1 hp

= 1,5134 ft. lbf/s . 550 ft. lbf/s


= 0,004 hp
Maka dipilih pompa dengan daya motor 1/8 hp.

(Geankoplis,2003)

L.C.21 Tangki Pencampur (M-201)


Fungsi

: Tempat mencampur pulp dengan asam asetat glasial

Bentuk

: Tangki berpengaduk dengan alas datar dan tutup ellipsoidal

Bahan Konstruksi : Carbon Steel SA-285 grade C


Jumlah

: 1 unit

Kondisi Operasi

: Temperatur

= 50C

Tekanan

(Yamashita et al, 1986)

= 1 atm = 14,696 psia

Tabel LC.4 Komposisi Bahan Masuk ke Tangki Pencampur (M-201)


Bahan

Laju alir (kg/jam)

Selulosa

(kg/m3)

Volume (m3/jam)

288,347

1350

0,214

3,305

1300

0,003

Asam asetat

98,903

1049

0,094

Air

23,807

1000

0,024

Lignin

Total

414,362

0,334

Laju massa = 414,362 kg/jam


F Tot

Camp =

Q Tot

kg/jam

0,334 m3 /jam

= 1239,778 kg/m3

Waktu tinggal

= 0,5 jam

Faktor Keamanan

= 20%

(Yamashita et al, 1986)

Perhitungan :
a. Volume bahan,
,

Vl

kg

jam x 0,5 jam

1239,778 kg/m3

= 0,167 m3
Faktor kelonggaran 20%
Volume tangki, Vt

= (1 + 0,2) x 0,167 m3
= 0,201 m3

b. Diameter dan tinggi Tangki


- Volume shell tangki (Vs) :
1

Vs = 4 Ds2 Hs
1

Vs = 2 Ds3

Asumsi: Ds : Hs = 1 : 2

- Volume tutup tangki (Ve)

Ve = Ds2 He

Asumsi: Ds : He = 4 : 1

Ve = 24 Ds3
- Volume tangki (V)
Vt = Vs + Ve
13
Ds3
24
13
0,201 m3 =
Ds3
24
Vt =

Ds = 0,490 m = 19,305 in
Hs = 0,981 m
c. Diameter dan tinggi tutup
Diameter tutup

= diameter tangki
= 0,490 m

Tinggi head,
He =

1
x DS
4

= 0,123 m
Jadi total tinggi tangki,
Ht = Hs + He
= 1,103 m
d. Tebal shell tangki
t=

PD
2(SE - 0,6P)

+ nC

(Perry,1997)

di mana:
t = tebal shell (in)
P = tekanan desain (psia)
D = diameter dalam tangki (in)
S = allowable stress = 13700 psia

(Peters [Link]., 2004)

E = joint efficiency = 0,85

(Peters [Link]., 2004)

C = faktor korosi

= 0,0125 in/tahun

(Peters [Link]., 2004)

n = umur tangki

= 10 tahun

Volume larutan = 0,167 m3

Volume tangki = 0,201 m3


Tinggi larutan dalam tangki =

0,167 m3
0,201 m3

x 1,103 m = 0,919 meter

Tekanan Hidrosatatik :
=xgxh

PHidrostatik

= 1239,778 kg/m3 x 9,8 m/s2 x 0,919 m


= 11,170 kPa = 1,642 psia

Faktor keamanan = 20 %
Maka, Pdesain

= 1,2 x (14,696 psia + 1,642 psia)


= 19,605 psia

Tebal shell tangki:


t=
t=

PD
2(SE-0,6P)

+ nC

19,605 psia x 19,305 in


2 x (13700 psia x 0,85 - 0,6 x 19,605 psia)

+ 10 tahun x 0,0125 in/tahun

t = 0,141 in
Maka tebal shell yang dibutuhkan

= 0,141 in = 0,359 cm

Maka tebal shell standar yang digunakan

= 1/4 in

(Brownell,1959)
e. Tebal tutup tangki
Tutup atas tangki terbuat dari bahan yang sama dengan shell.
Maka tebal shell standar yang digunakan = 1/4 in

(Brownell,1959)

f. Menghitung Jaket Pemanas


Jumlah air pemanas (90oC)

= 56,920 kg/jam

Densitas air pemanas

= 965,43 kg/m3

Laju alir air pemanas (Qw)

Diameter dalam jaket (d)

= diameter dalam tangki + (2 x tebal dinding )

56,9206 kg/jam
965,43 kg/m3

= 0,059 m3/jam

= (19,305) + 2 (0,141)
= 19,588 in
= 0,498 m
Tinggi jaket = tinggi reaktor = 1,103 m
Asumsi tebal jaket = 5 in
Diameter luar jaket (D)

= 19,588 in + ( 2 x 5 )in

= 29,588 in
= 0,752 m
Luas yang dilalui air pemanas ( A )
A=
=

(D d )
4

(0,752 2 0,498 2)
4

= 0,249 m2
Kecepatan air pemanas ( v )
v=

Qs
A

0,334 m3 /jam
0,249 m2

= 1,342 m/jam

Tebal dinding jaket ( tj )


Bahan Stainless Steel Plate tipe SA-340
PHidrostatis

=xgxh
= 965,43 kg/m3 x 9,8 m/s2 x 0,981 m
= 9,278 kPa = 1,346 psia

Pdesign = 1,2 x (1,346 psia + 14,696 psia) = 19,1316


tj =
tj =

PD
2(SE-0,6P)

+ nC

19,1316 psia x 23,1703 in


2 x (13700 psia x 0,85 - 0,6 x 19,13167 psia)

+ 10 tahun x 0,0125 in/tahun

tj = 0,14405 in
Dipilih tebal jaket standar = 1/4 in

L.C.22 Pompa Produk Tangki Pencampur (P-108)


Fungsi

: memompa produk dari tangki pencampur (M-201) menuju


reaktor asetilasi (R-201).

Jenis

: Pompa sentrifugal

Bahan Konstruksi

: commercial steel

Jumlah

: 1 unit

Kondisi Operasi

: Temperatur = 30C

Laju massa campuran

= 414,362 kg/jam = 0,253 lbm/s

Densitas campuran

= 1239,778 kg/m3 = 77,376 lbm/ft3 (Perry, 1997)

Viskositas campuran

= 0,78 cp = 0,00052 lbm/ft.s

(Perry, 1997)

Laju alir volumetrik,


= 0,334 m3/jam = 0,0032 ft3/s

Desain pompa:
= 3,9 (Q)0,45()0,13

Di,opt

(Geankoplis, 2003)

= 3,9 (0,0032 ft3/s)0,45(77,376 lbm/ft3)0,13


= 0,523 in

Dari Tabel A.5-1 Geankoplis (2003), dipilih pipa dengan spesifikasi:


Ukuran nominal

: 3/4 in

Schedule number

: 40

Diameter Dalam (ID)

: 0,824 in = 0,06867 ft = 0,0209 m

Diameter Luar (OD)

: 1,05 in = 0,0875 ft

Inside sectional area

: 0,00371 ft2
ft3 /s

Kecepatan linier, v = A =

= 0,883 ft/s

0,00371 ft2

Bilangan Reynold:
NRe =
=

xvxD

lbm x
ft
1,883
ft 3
s

x 0,068 ft

0,000571 lbm/ft.s

= 8958,484
Friction loss:
1 Sharp edge entrance: hc = 0,55 1-

v2

A2

A1 2gc

= 0,55 (1-0)

(0,883)

2 (1)(32,174)

= 0,0066 [Link]/lbm
v2

hf = [Link].

1 check valve:

hf = [Link]. 2g = 1 (2) 2 (32,174) = 0,0242 [Link]/lbm

2gc

=2 (0,75)

(0,883)

3 elbow 90 :

2 (32,174)

v2

= 0,0273 [Link]/lbm

(0,883)

Pipa lurus 20 ft:

Ff

= 4f

L .v2

D .2 .gc

= 4 (0,0086)

30 (0,883)2

0,06867 (2) (32,174)

= 0,1978 [Link]/lbm
1 Sharp edge exit:

hex

= 1-

A2

v2

A1 2gc

= (1-0)

(0,883)

2 (1)(32,174)

= 0,0121 [Link]/lbm
F = 0,268 [Link]/lbm

Total friction loss :

Dari persamaan Bernoulli:


1
2

P2 - P1

v22 - v21 + g z2 -z1 +

+ F + Ws =0

(Geankoplis,2003)

dimana: v1 = v2
tinggi pemompaan Z = 30 ft
32,174

maka: 0+ 32,174 (30) + 0,268 + Ws = 0


Ws = 30,2681 [Link]/lbm
Efisiensi pompa, = 80 %
Ws
30,2681

= Wp
= 0,8 Wp

Wp = 37,835 [Link]/lbm
Daya pompa: P

= m Wp
= 0,253 lbm / s x 37,835 [Link]/lbm
1 hp

= 9,5981 ft. lbf/s . 550 ft. lbf/s


= 0,0174 hp
Maka dipilih pompa dengan daya motor 1/8 hp.

L.C.23 Tangki Penyimpanan Asam Sulfat (V-104)


Fungsi

: Penyimpanan bahan baku asam sulfat

Bentuk

: Silinder tegak dengan alas dan tutup datar

Bahan konstruksi

: Carbon steel SA-285 grade C

Jumlah

: 1 unit
: 300C

Kondisi Penyimpanan : Temperatur


Tekanan

: 1 atm = 14,696 psia

Laju massa asam sulfat

= 10,957 kg/jam

Densitas asam sulfat

= 1840 kg/m3

Kebutuhan perancangan

= 30 hari

Faktor keamanan

= 20 %

Perhitungan :
a. Volume bahan,

(Perry, 1997)

10,957

Vl

kg
jam
x 24
x 30 hari
jam
hari
1840 kg/m 3

= 4,288 m3
Faktor kelonggaran 20%
= (1 + 0,2) x 4,288 m3

Volume tangki, Vt

= 5,145 m3
b Diameter dan tinggi Tangki
- Volume tangki (Vt) :
1

Vt = 4 Dt2 Ht

Asumsi: Dt : Ht = 1: 2

Vt = 2 Dt3
5,145 m3 =

1
Dt 3
2

Dt = 1,485 meter = 58,478 in


Ht = 2,971 meter
c. Tebal shell tangki
t=

PD
2(SE - 0,6P)

+ nC

(Perry,1997)

di mana:
t = tebal shell (in)
P = tekanan desain (psia)
D = diameter dalam tangki (in)
S = allowable stress = 13700 psia

(Peters [Link]., 2004)

E = joint efficiency = 0,85

(Peters [Link]., 2004)

C = faktor korosi

= 0,0125 in/tahun

(Peters [Link]., 2004)

n = umur tangki

= 10 tahun

Volume bahan

= 4,288 m3

Volume tangki

= 5,145 m3

Tinggi bahan dalam tangki =

4,288 m 3
x 2,971 m = 2,476 meter
5,145 m 3

Tekanan Hidrosatatik :
PHidrostatik

=xgxh
= 1840 kg/m3 x 9,8 m/s2 x 2,206 m

= 44,639 kPa = 6,560 psia


Faktor keamanan = 20 %
Maka, Pdesain

= 1,2 x (14,696 psia + 6,560 psia) = 25,508 psia

Tebal shell tangki:


t=
t=

PD
2(SE-0,6P)

+ nC

25,508 psia x 52,133 in


(10 tahun x 0,0125 in/tahun)
2 (13700 psia x 0,85 ) - ( 0,6 x 25,508 psia)

t = 0,189 in
Maka tebal shell yang dibutuhkan

= 0,189 in = 0,480 cm

Maka tebal shell standar yang digunakan = 1/4 in


(Brownell,1959)
d. Tebal tutup tangki
Tutup atas tangki terbuat dari bahan yang sama dengan shell.
Maka tebal shell standar yang digunakan = 1/4 in

(Brownell,1959)

L.C.24 Pompa Bahan Asam Sulfat (P-109)


Fungsi

: memompa asam sulfat ke reaktor asetilasi (R-201)

Jenis

: Pompa sentrifugal

Bahan Konstruksi

: commercial steel

Jumlah

: 1 unit

Kondisi Operasi

: Temperatur = 30C

Laju massa asam sulfat

= 10,957 kg/jam = 0,0067 lbm/s

Densitas asam sulfat

= 1840 kg/m3 = 114,837 lbm/ft3

Viskositas asam sulfat

= 1,1 cp = 0,000739 lbm/ft.s

(Perry, 1997)

Laju alir volumetrik,


Q

= 0,043 m3/jam = 0,000291 ft3/s

Desain pompa:
Di,opt

= 3,9 (Q)0,45()0,13

(Geankoplis, 2003)

= 3,9 (0,000291 ft3/s)0,45(114,837 lbm/ft3)0,13


= 0,0229 in
Dari Tabel A.5-1 Geankoplis (2003), dipilih pipa dengan spesifikasi:
Ukuran nominal

: 1/4 in

Schedule number

: 40

Diameter Dalam (ID)

: 0,364 in = 0,0303 ft = 0,009 m

Diameter Luar (OD)

: 0,54 in = 0,045 ft

Inside sectional area

: 0,00072 ft2

Kecepatan linier, v =

Q
A

= 0,0059 ft/s

Bilangan Reynold:
NRe =

xvxD

= 38,854
Friction loss:
1 Sharp edge entrance: hc = 0,55 1-

v2

A2

A1 2gc
(0,729 )

= 0,55 (1-0)

2 (1)(32,174)

= 0,009 [Link]/lbm
v2

hf = [Link].

1 check valve:

hf = [Link]. 2g = 1 (2) 2 (32,174) = 0,016 [Link]/lbm

2gc

=2 (0.75)

(0,729 )

1 elbow 90 :

2 (32,174)

v2

= 0,008 [Link]/lbm

(0,729)

Pipa lurus 20 ft:

Ff

= 4f

L .v2

D .2 .gc

= 4 (0,0057)

30 (0,729)2

0,03375 (2) (32,174)

= 0,112 [Link]/lbm
1 Sharp edge exit:

hex

A2

= 1- A1

v2
2gc

(0,729)

= (1-0) 2 (0,5)(32,174)

= 0,016 [Link]/lbm
Total friction loss :

= 0,1626 [Link]/lbm

Dari persamaan Bernoulli:


1
2

v22 - v21 + g z2 -z1 +

P2 - P1

+ F + Ws = 0

dimana: v1 = v2
tinggi pemompaan Z = 30 ft
32,174

maka: 0 + 32,174 (30) + 0,1626 + Ws = 0


Ws = 30,162 [Link]/lbm
Efisiensi pompa, = 80 %
Ws

= Wp

(Geankoplis,2003)

30,162
Wp

= 0,8 Wp
= 37,703 [Link]/lbm

Daya pompa: P

= m Wp
= 0,0282 lbm s x 37,703 [Link]/lbm
= 1,5134 ft. lbf/s .

1 hp
550 ft. lbf/s

= 0,002 hp
Maka dipilih pompa dengan daya motor 1/8 hp.

L.C.25 Tangki Penyimpanan Asetat Anhidrat (V-103)


Fungsi

: Penyimpanan bahan baku asetat anhidrat

Bentuk

: Silinder tegak dengan alas dan tutup datar

Bahan konstruksi

: Carbon steel SA-285 grade C

Jumlah

: 1 unit
: 300C

Kondisi Penyimpanan : Temperatur


Tekanan

: 1 atm = 14,696 psia

Laju massa asetat anhidrat

= 712,216 kg/jam

Densitas asetat anhidrat

= 1080 kg/m3

Kebutuhan perancangan

= 7 hari

Faktor keamanan

= 20 %

Perhitungan :
a. Volume bahan,
712, 216

Vl

kg
jam
x 24
x 7 hari
jam
hari
1080 kg/m 3

= 110,789 m3
Faktor kelonggaran 20%
Volume tangki, Vt

= (1 + 0,2) x 110,789 m3
= 132,947 m3

b Diameter dan tinggi tangki


- Volume tangki (Vt) :

(Perry, 1997)

Vt = Dt2 Ht

Asumsi: Dt : Ht = 2: 3

Vt = Dt3
8

132,947 m3 =

3
Dt 3
8

Dt = 4,833 meter = 190,285 in


Ht = 7,250 meter
c. Tebal shell tangki
t=

PD
2(SE - 0,6P)

+ nC

(Perry,1997)

di mana:
t = tebal shell (in)
P = tekanan desain (psia)
D = diameter dalam tangki (in)
S = allowable stress = 13700 psia

(Peters [Link]., 2004)

E = joint efficiency = 0,85

(Peters [Link]., 2004)

C = faktor korosi

= 0,0125 in/tahun

(Peters [Link]., 2004)

n = umur tangki

= 10 tahun

Volume bahan

= 110,789 m3

Volume tangki

= 132,947 m3

Tinggi bahan dalam tangki =

110,789 m 3
x 7,250 m = 6,042 meter
132,947 m 3

Tekanan Hidrosatatik :
PHidrostatik

=xgxh
= 1080 kg/m3 x 9,8 m/s2 x 6,042 m
= 63,943 kPa = 9,397 psia

Faktor keamanan = 20 %
Maka, Pdesain

= 1,2 x (14,696 psia + 9,397 psia) = 28,912 psia

Tebal shell tangki:


t=
t=

PD
2(SE-0,6P)

+ nC

28,912 psia x 190,285in


(10 tahun x 0,0125in/tahun)
2 (13700psia x 0,85 ) - ( 0,6 x 28,912 psia)

t = 0,361 in

Maka tebal shell yang dibutuhkan

= 0,361 in = 0,918 cm

Maka tebal shell standar yang digunakan = 1/2 in


(Brownell,1959)
d. Tebal tutup tangki
Tutup atas tangki terbuat dari bahan yang sama dengan shell.
Maka tebal shell standar yang digunakan = 1/2 in

(Brownell,1959)

L.C.26 Pompa Bahan Asetat Anhidrat (P-110)


Fungsi

: memompa asetat anhidrat ke reaktor (R-201)

Jenis

: Pompa sentrifugal

Bahan Konstruksi

: commercial steel

Jumlah

: 1 unit

Kondisi Operasi

: Temperatur = 30C

Laju massa Asetat anhidrat

= 712,216 kg/jam

= 0,436 lbm/s

Densitas Asetat anhidrat

= 1080 kg/m3

= 67,404 lbm/ft

Viskositas Asetat anhidrat

= 0,85 cp

= 0,00057 lbm/ft. (Perry, 1997)

(Perry, 1997)

Laju alir volumetrik,


Q

= 0,659 m3/jam = 0,007 ft3/s

Desain pompa:
Di,opt

= 3,9 (Q)0,45()0,13
3

(Geankoplis, 2003)

= 3,9 (00,007 ft /s)

0,45

3 0,13

(67,404 lbm/ft )

= 0,698 in
Dari Tabel A.5-1 Geankoplis (2003), dipilih pipa dengan spesifikasi:
Ukuran nominal

: 3/4 in

Schedule number

: 40

Diameter Dalam (ID)

: 0,824 in = 0,06867 ft = 0,0209 m

Diameter Luar (OD)

: 1,05 in = 0,0875 ft

Inside sectional area

: 0,00371 ft2

Kecepatan linier, v =
Bilangan Reynold:
NRe =

xvxD

Q
A

ft3 /s

0,00371 ft2

= 1,744 ft/s

lbm x
ft
1,744
ft 3
s

x 0,824 ft

0,000571 lbm/ft.s

= 14129,996
Friction loss:
v2

A2

1 Sharp edge entrance: hc = 0,55 1- A1

2gc
(1,744)

= 0,55 (1-0)

2 (1)(32,174)

= 0,0259 [Link]/lbm
v2

2 elbow 90 :

hf = [Link].

1 check valve:

hf = [Link].

Pipa lurus 20 ft:

2gc
v2
2gc

=2 (0,75)
= 1 (2)

(1,744)
2 (32,174)

(1,744)

2 (32,174)

= 0,0945 [Link]/lbm
30 (1,744)2

L .v2

Ff

= 0,0709 [Link]/lbm

= 4f D .2 .g = 4 (0,0086) 0,06867 (2) (32,174)


c

= 0,7159 [Link]/lbm
1 Sharp edge exit:

hex

= 1-

A2

v2

A1 2gc

= (1-0)

(1,744)

2 (1)(32,174)

= 0,0472 [Link]/lbm
Total friction loss :

F = 0,9545 [Link]/lbm

Dari persamaan Bernoulli:


1
2

v22 - v21 + g z2 -z1 +

P2 - P1

+ F + Ws =0

dimana: v1 = v2
tinggi pemompaan Z = 30 ft
maka: 0+

32,174

(30) + 0,9859 + Ws = 0

32,174

Ws = 30,954 [Link]/lbm
Efisiensi pompa, = 80 %
Ws

= Wp

30,954

= 0,8 Wp

Wp = 38,693 [Link]/lbm
Daya pompa: P

= m Wp
= 0,4436 lbm / s x 38,693 [Link]/lbm
1 hp

= 17,1821 ft. lbf/s . 550 ft. lbf/s


= 0,0306 hp

(Geankoplis,2003)

Maka dipilih pompa dengan daya motor 1/8 hp.

L.C.27 Heater II (H-202)


: Untuk memanaskan asetat anhidrat dari suhu 300C sampai 50 0C

Fungsi

untuk proses asetilasi.


Bentuk

: Horizontal condensor

Jenis

: 2-4 shell and tube exchanger

Dipakai

: 3/4 in OD Tube 18 BWG, panjang = 2.5 ft

Jumlah

: 1 unit
Fluida panas
Laju alir air panas masuk = 109,64 kg/jam = 241,721 lbm/jam
Temperatur awal (T1)

= 90 C

= 194F

Temperatur akhir (T2)

= 34C

= 93,2F

Fluida dingin
Laju alir fluida masuk

= 712,216 kg/jam = 1570,151 lbm/jam

Temperatur awal (t1)

= 30C

= 86F

Temperatur akhir (t2)

= 50C

= 122F

Panas yang diserap (Q)

= 2607,416 kJ/jam = 24714,2089 Btu/jam

(1) t = beda suhu sebenarnya


Fluida Panas
T1 = 194F

T2 = 93,2F
T1 T2 =

tinggi
Temperatur yang lebih
rendah
Selisih

100,8F

LMTD

Temperatur yang lebih

t 2 t1
t
ln 2
t
1

Fluida dingin

Selisih

t2 =122F

t1 = 72F

t1 = 86F

t2 = 7,2F

t2 t1

t2 t1

= 36F

= 64,8F

64,8
28,142 F
7,2
ln

72

T1 T2 100,8

2,8
t 2 t1
36

t 2 t1
36

0,333
T1 t 1 194 86

Maka dari grafik 19 (Kern,1965) diperoleh Ft = 0,83


t = Ft x LMTD = 23,358 F
(2) Tc dan tc
Tc

T1 T2
143,6 F
2

tc

t1 t 2
104 F
2

Dalam perancangan ini digunakan spesifikasi:


Diameter luar tube (OD)

= 1 in

Jenis tube

= 18 BWG

Pitch (PT)

= 1 1/4in triangular pitch

Panjang tube (L)

= 2,5 ft

a. Dari Tabel 8 (Kern, 1965) cooler untuk fluida panas water dan fluida
dingin medium organics, diperoleh nilai UD = 50 - 125 Btu/jamft2F,
faktor pengotor (Rd) = 0,003.
Diambil UD = 100 Btu/jamft2F
Luas permukaan untuk perpindahan panas,

U D t

24714,208 Btu/jam
10,580 ft 2
Btu
100
23,358o F
2
o
jam ft F

Luas permukaan luar (a) = 0,2618 ft2/ft


Jumlah tube, N t

A
L a"

10,580 ft 2
2,5 ft 0,2618 ft 2 /ft

(Tabel 10, Kern, 1965)

16,165 buah = 36 buah

b. Dari Tabel 9 (Kern, 1965) nilai yang terdekat adalah 24 tube dengan ID
shell 12,25 in.

c. Koreksi UD
A L x Nt x a"
2,5 ft x 24 x 0,2618 ft 2 / ft
15,708 ft 2

UD

64415,897 Btu/jam
Q
Btu

67,357
A t 15,708 ft 2 23,358 F
[Link] 2 .F

Fluida panas: sisi tube, hot water


(3)

Flow area tube, at = 0,639 in2

( Tabel 10, Kern )

N t a 't
at
144 n

at

(4)

24 0,639
0,0266 ft 2
144 4

Kecepatan massa

Gt

W
at

( Pers. (7.2), Kern )

G t 9078,729

(5)

lb m
jam ft 2

Bilangan Reynold
Pada tc = 104F, = 0,8903 cP = 2,1537 lbm/ft2jam.
Dari Tabel 10, Kern, untuk 1 in OD, 18 BWG, diperoleh ID = 0,902 in
De = 0,902/12 = 0,075 ft
Re t

ID G t

( Pers. (7.3), Kern )

Re t 316 ,854

(6) Taksir jH dari Gbr. 24, Kern, diperoleh jH = 0,4 pada Ret = 316,854
(7) Pada tc = 104F
c = 1,3 Btu/lb mF
k = 0,52 Btu/jam.ft2.(F/ft)

1
c 3
1,752

k
(8)

1
i jH k c 3
t
ID k
h

i 0,4 0,52 1,752


t
0,902

= 4,850

( Fig.2, Kern)
( Tabel 4, Kern )

h io

h
ID
i x
t t OD
0,902
4,850 x
1
= 4,374

(9)

Karena viskositas rendah,


maka s = 1
h

( Kern, 1965 )

h
io t
io
t

hio = 4,374 1 = 4,374

Fluida dingin: sisi shell, medium organics


(3) Flow area shell
as

Ds C ' B
144 PT

ft2

( Pers. (7.1), Kern )

Ds = Diameter dalam shell = 12,25 in


B = Baffle spacing = 2,45 in
PT = Tube pitch = 11/4in
C = Clearance = PT OD
= 1 3/4 = 1/4 in
as

8 (1 / 4) 2,45
0,041 ft 2
144 (1,25)

(4) Kecepatan massa


Gs

Gs

w
as

( Pers. (7.2), Kern )

lb m
1570,1513
37667,938
0,041
jam ft 2

(5) Bilangan Reynold


Pada Tc = 143,6F
= 0,8196 cP = 1,9827 lbm/ft2jam

( Gbr. 15, Kern )

Dari Gbr. 28, Kern, untuk 1 in dan 1 tri. pitch, diperoleh


de = 0,99 in = 0,0825 ft

Re s

De G s

( Pers. (7.3), Kern )

Re s 1336,745

(6) Taksir jH dari Gbr. 28, Kern, diperoleh jH = 1,9 pada Res = 1336,745
(7) Pada Tc = 143,6F
c = 0,72 Btu/lbmF

( Fig.2, Kern )

k = 0,099 Btu/jam.ft2.(F/ft)

( Tabel 4, Kern )

1
c 3
1,9119

k
1
ho
k c 3
(8)
jH

s
De k
hO
s

1,9

0,099
1,9119
0,0825

= 4,359
(9)

Karena viskositas rendah,


maka s = 1

( Kern, 1965 )

h
h o o s
s
ho = 4,359 1 = 4,359

(10)

Clean Overall coefficient, UC

h h o 4,374 4,359
io

2,183 Btu/jam ft 2 F
C h h
4,374

4,359
o
io
( Pers. (6.38), Kern )

(11)

Faktor pengotor, Rd
U
Rd

C 67,357 2,183 0,00443


U U D 2,183 67,357
C
D

( Pers. (6.13), Kern )


Rd hitung Rd batas, maka spesifikasi heater dapat diterima.

Pressure drop
Fluida dingin : bahan, shell
(1) Untuk Res = 1336,745
f = 0,0034 ft2/in2

( Gbr. 29, Kern )

Tc = 143,6F
s =1
s = 1
(2) N 1 12

( Pers. (7.43), Kern )

= 12,244
Ds = 12,25 /12 = 1,020 ft
2
f G s D s N 1
(3) Ps
5,22 1010 D e s s

( Pers. (7.44), Kern )

Ps 0,014 psi

Ps yang diperbolehkan 10 psi

Fluida panas : tube, hot water


Untuk Ret = 316,855
f = 0,00047 ft2/in2

( Gbr. 26, Kern )

tc = 104F
s=1

( Tabel 6, Kern )

s = 1

Pt

2
f Gt Ln
5,22 1010 ID s

( Pers. (7.53), Kern )

(1) Pt 0,000098 psi


(2)

Dari grafik 27, hal:837, Kern, 1950 pada Gt = 9078,729


diperoleh

4n V 2
.
s 2g'
0,08 psi

Pr

V2
= 0,005
2g'

PT = Pt + Pr
= 0,08009 psi
PT yang diperbolehkan 10 psi

L.C.28 Pompa Bahan Asam Asetat Recycle (P-111)


Fungsi

: memompa asam asetat hasil recyle ke Reaktor (R -201)

Jenis

: Pompa sentrifugal

Bahan Konstruksi

: commercial steel

Jumlah

: 1 unit

Kondisi Operasi

: Temperatur = 30C

Laju massa asam asetat

= 1262,958 kg/jam = 0,7732 lbm/s

Densitas asam asetat

= 1049 kg/m3 = 65,4698 lbm/ft3 (Perry, 1997)

Viskositas asam asetat

= 1,1 cp = 0,00074 lbm/ft.s

(Perry, 1997)

Laju alir volumetrik,


= 1,203 m3/jam = 0,0118 ft3/s

Desain pompa:
= 3,9 (Q)0,45()0,13

Di,opt

(Geankoplis, 2003)

= 3,9 (0,0118 ft /s)

0,45

3 0,13

(65,4698 lbm/ft )

= 1,213 in
Dari Tabel A.5-1 Geankoplis (2003), dipilih pipa dengan spesifikasi:
Ukuran nominal

: 1 1/4 in

Schedule number

: 40

Diameter Dalam (ID)

: 1,38 in = 0,115 ft = 0,0350 m

Diameter Luar (OD)

: 1,66 in = 0,138 ft

Inside sectional area

: 0,0104 ft2

Kecepatan linier, v =

Q
A

0,0104 ft2

Bilangan Reynold:
NRe =
=

xvxD

65,4698

lbm x
ft
1,135
ft 3
s

x 0,115 ft

0,00074 lbm/ft.s

= 11567,457

ft3 /s

= 1,135 ft/s

Friction loss:
1 Sharp edge entrance: hc = 0,55 1-

v2

A2

A1 2gc
(1,135 )

= 0,55 (1-0)

2 (1)(32,174)

= 0,022 [Link]/lbm
v2

2 elbow 90 :

hf = [Link].

1 check valve:

hf = [Link].

Pipa lurus 20 ft:

2gc
v2
2gc

=2 (0.75)

(1,135 )

= 1 (2)

(1,135 )

= 0,050 [Link]/lbm

2 (32,174)

30 (1,135 )2

L .v2

Ff

= 0,032 [Link]/lbm

2 (32,174)

= 4f D .2 .g = 4 (0,06027) 0,03375 (2) (32,174)


c

= 0,01928 [Link]/lbm
1 Sharp edge exit:

hex

= 1-

A2

v2

A1 2gc

= (1-0)

(1,135 )

2 (0,5)(32,174)

= 0,04 [Link]/lbm
Total friction loss :

F = 0,163 [Link]/lbm

Dari persamaan Bernoulli:


1
2

v22 - v21 + g z2 -z1 +

P2 - P1

+ F + Ws = 0

dimana: v1 = v2
tinggi pemompaan Z = 30 ft
maka: 0+

32,174

(30) + 0,163 + Ws = 0

32,174

Ws = 30,163 [Link]/lbm
Efisiensi pompa, = 80 %
Ws

= Wp

30,163

= 0,8 Wp

Wp

= 37,704 [Link]/lbm

Daya pompa: P

= m Wp
= 0,77321 lbm / s x 37,704 [Link]/lbm
1 hp

= 1,5134 ft. lbf/s . 550 ft. lbf/s


= 0,05 hp
Maka dipilih pompa dengan daya motor 1/8 hp.

(Geankoplis,2003)

L.C.29 Heater I (H-201)


: Untuk memanaskan asam asetat recycle dari suhu 300C sampai 500C

Fungsi

untuk proses asetilasi.


Bentuk

: Horizontal condensor

Jenis

: 2-4 shell and tube exchanger

Dipakai

: 3/4 in OD Tube 18 BWG, panjang = 2.5 ft

Jumlah

: 1 unit
Fluida panas
Laju alir air panas masuk = 285,78 kg/jam = 630,028 lbm/jam
Temperatur awal (T1)

= 90 C

= 194F

Temperatur akhir (T2)

= 34C

= 93,2F

Fluida dingin
Laju alir fluida masuk

= 1262,958 kg/jam = 2784,317 lbm/jam

Temperatur awal (t1)

= 30C

= 86F

Temperatur akhir (t2)

= 50C

= 122F

Panas yang diserap (Q)

= 67961,184 kJ/jam = 64415,897 Btu/jam

(1) t = beda suhu sebenarnya


Fluida Panas
T1 = 194F

T2 = 93,2F
T1 T2 =

Temperatur yang lebih


tinggi
Temperatur yang lebih
rendah
Selisih

100,8F

LMTD

Fluida dingin

Selisih

t2 =122F

t1 = 72F

t1 = 86F

t2 = 7,2F

t2 t1

t2 t1

= 36F

= 64,8F

t t
2
1 64,8 28,142 F
t
7,2
ln 2 ln 72

t
1

T1 T2 100,8

2,8
t 2 t1
36

t 2 t1
36

0,333
T1 t 1 194 86

Maka dari grafik 19 (Kern,1965) diperoleh Ft = 0,83


t = Ft x LMTD = 23,358 F
(2) Tc dan tc
Tc

T1 T2
143,6 F
2

tc

t1 t 2
104 F
2

Dalam perancangan ini digunakan spesifikasi:


Diameter luar tube (OD)

= 1 in

Jenis tube

= 18 BWG

Pitch (PT)

= 1 1/4in triangular pitch

Panjang tube (L)

= 2,5 ft

a. Dari Tabel 8 (Kern, 1965) cooler untuk fluida panas water dan fluida
dingin medium organics, diperoleh nilai UD = 50 - 125 Btu/jamft2F,
faktor pengotor (Rd) = 0,003.
Diambil UD = 100 Btu/jamft2F
Luas permukaan untuk perpindahan panas,

U D t

64415,897 Btu/jam
27,577 ft 2
Btu
100
23,358o F
2
o
jam ft F

Luas permukaan luar (a) = 0,2618 ft2/ft


Jumlah tube, N t

A
L a"

27,577 ft 2
2,5 ft 0,2618 ft 2 /ft

(Tabel 10, Kern, 1965)


42,135 buah = 36 buah

b. Dari Tabel 9 (Kern, 1965) nilai yang terdekat adalah 56 tube dengan ID
shell 14 in.

c. Koreksi UD
A L x Nt x a"
2,5 ft x 21 x 0,2618 ft 2 / ft
13,6379 ft 2
UD

64415,897 Btu/jam
Q
Btu

75,241
2
A t 27,577 ft 23,358 F
[Link] 2 .F

Fluida panas: sisi tube, hot water


(3)

Flow area tube, at = 0,639 in2

( Tabel 10, Kern )

N t a 't
at
144 n

56 0,639
0,0621 ft 2
144 4

at

(4)

Kecepatan massa

Gt

W
at

Gt

(5)

( Pers. (7.2), Kern )


lb m
630,028
10141,301
0,0621
jam ft 2

Bilangan Reynold
Pada tc = 95F, = 0,8903 cP = 2,1537 lb m/ft2jam.
Dari Tabel 10, Kern, untuk 1 in OD, 18 BWG, diperoleh ID = 0,902 in
De = 0,902/12 = 0,075 ft
Re t

Re t

ID G t

( Pers. (7.3), Kern )

0,902 10141,301
353,939
2,1537

(6) Taksir jH dari Gbr. 24, Kern, diperoleh jH = 0,4 pada Ret = 353,939
(7) Pada tc = 104F
c = 1,3 Btu/lb mF
k = 0,52 Btu/jam.ft2.(F/ft)

1
c 3
1,752

k
(8)

1
i jH k c 3
t
ID k
h

i 0,4 0,52 1,752


t
0,902

= 4,850

( Fig.2, Kern)
( Tabel 4, Kern )

h io

h
ID
i x
t t OD
0,902
4,850 x
1
= 4,374

(10) Karena viskositas rendah,


maka s = 1
h

( Kern, 1965 )

h
io t
io
t

hio = 4,374 1 = 4,374


Fluida panas: sisi shell, medium organics
(3) Flow area shell
as

Ds C ' B
144 PT

ft2

( Pers. (7.1), Kern )

Ds = Diameter dalam shell = 8 in


B = Baffle spacing = 2,8 in
PT = Tube pitch = 11/4in
C = Clearance = PT OD
= 1 3/4 = 1/4 in
as

8 (1 / 4) 2,8
0,054 ft 2
144 (1,25)

(4) Kecepatan massa


Gs

Gs

w
as

( Pers. (7.2), Kern )

lb m
2784,317
51140,520
0,054
jam ft 2

(5) Bilangan Reynold


Pada Tc = 143,6F
= 0,8196 cP = 1,9827 lbm/ft2jam

( Gbr. 15, Kern )

Dari Gbr. 28, Kern, untuk 1 in dan 1 tri. pitch, diperoleh


de = 0,99 in = 0,0825 ft

Re s

Re s

De G s

( Pers. (7.3), Kern )

0,0825 51140,520
1814,854
1,9827

(6) Taksir jH dari Gbr. 28, Kern, diperoleh jH = 2,1 pada Res = 13442,955
(7) Pada Tc = 143,6F
c = 0,32 Btu/lbmF

( Fig.2, Kern )

k = 0,085 Btu/jam.ft2.(F/ft)

( Tabel 4, Kern )

1
c 3
1,535

k
(8)

1
ho
k c 3
jH

s
De k
hO
s

0,085
1,535
0,0825

1,535

= 3,321
(9)

Karena viskositas rendah,


maka s = 1

( Kern, 1965 )

h
h o o s
s
ho = 3,321 1 = 3,321

(10)

Clean Overall coefficient, UC

h h o 4,374 3,321
U C io

1,880 Btu/jam ft 2 F
h h o 4,374 3,321
io
( Pers. (6.38), Kern )
(11)

Faktor pengotor, Rd
U
R

C 75,241 1,880 0,001516


U U D 1,880 75,241
C
D

( Pers. (6.13), Kern )


Rd hitung Rd batas, maka spesifikasi heater dapat diterima.

Pressure drop
Fluida dingin : bahan, shell
(3) Untuk Res = 1814,854
f = 0,00024 ft2/in2

( Gbr. 29, Kern )

Tc = 143,6F
s =1
s = 1
(2) N 1 12

( Pers. (7.43), Kern )

N 1 12 x

2,5
2,8

= 10,714
Ds = 14 /12 = 1,16667 ft
(3) Ps

Ps

2
f G s D s N 1
5,22 1010 D e s s

( Pers. (7.44), Kern )

0,00024 51140,5202 1,1667 10,714


5,22 1010 0,0825 (`1) 1

0,0258 psi

Ps yang diperbolehkan 10 psi


Fluida panas : tube, hot water
Untuk Ret = 353,939
f = 0,000037 ft2/in2

( Gbr. 26, Kern )

tc = 104F
s=1

( Tabel 6, Kern )

s = 1

2
f Gt Ln
Pt
5,22 1010 ID s t

(1) Pt

( Pers. (7.53), Kern )

0,000037 10141,3012 2,5 4


5,22 1010 0,902 1 1

0,000123 psi
(4)

Dari grafik 27, hal:837, Kern, 1950 pada Gt = 200394

V2
= 0,001
2g'

diperoleh

4n V 2
Pr
.
s 2g'
(4).(4)

.0,001
1
0,016 psi
PT = Pt + Pr
= 0,016 psi + 0,0258 psi
= 0,0161 psi
PT yang diperbolehkan 10 psi

L.C.30 Reaktor Asetilasi (R-201)


Fungsi

: Tempat terjadinya reaksi pemutusan ikatan OH pada pulp

Jenis

: Batch Stirred Tank Reactor

Bentuk

: Tangki berpengaduk dengan alas datar dan tutup ellipsoidal

Bahan Konstruksi : Carbon Steel SA-285 grade A


Jumlah

: 1 unit

Kondisi Operasi

: Temperatur

= 70C

Tekanan

= 1 atm = 14,696 psia

Tabel LC.5 Komposisi Bahan Masuk ke Reaktor (R-201)


Bahan

Laju alir (kg/jam)

Selulosa triasetat

Asetat anhidrat
Asam sulfat
Air
Total

1310

0,3913

3,305

1300

0,0025

1317,603

1049

1,5932

153,317

1080

0,1420

10,738

1840

0,0058

402,913

1000

0,4029

2400,493

Laju massa = 2400,493 kg/jam


Camp =

F Tot
Q Tot

Volume (m3/jam)

512,616

Lignin
Asam asetat

(kg/m3)

kg/jam

2,1841 m3 /jam

= 1099,076 kg/m3

2,1841

Kebutuhan perancangan

= 1 jam

Faktor Keamanan

= 20%

Perhitungan :
a. Volume bahan,
kg
x
jam

Vl

1 jam

1.099,076 kg/m3

= 4,368 m3
Faktor kelonggaran 20%
Volume tiap tangki, Vt

= (1 + 0,2) x 4,3682 m3
= 5,242 m3

b. Diameter dan tinggi Tangki


- Volume shell tangki (Vs) :
1

Vs = Ds2 Hs
4

Asumsi: Ds : Hs = 2: 3

Vs= Ds3
8

- Volume tutup tangki (Ve)

Ve= 6 Ds2 He
Ve=

24

Ds3

- Volume tangki (V)


Vt = Vs + Ve
10
Ds3
24
10
5,242 m3 =
Ds3
24
Vt =

Ds = 1,7109 m = 67,358 in
Hs = 2,566 m
c. Diameter dan tinggi tutup
Diameter tutup

= diameter tangki
= 1,711 m

Tinggi head,
He =

1
x DS
4

= 0,428 m

Asumsi: Ds : He = 4 : 1

Jadi total tinggi tangki,


Ht = Hs + He
= 2,994 m
d. Tebal shell tangki
t=

PD
2(SE - 0,6P)

+ nC

(Perry,1997)

di mana:
t = tebal shell (in)
P = tekanan desain (psia)
D = diameter dalam tangki (in)
S = allowable stress = 13700 psia

(Peters [Link]., 2004)

E = joint efficiency = 0,85

(Peters [Link]., 2004)

C = faktor korosi

= 0,0125 in/tahun

(Peters [Link]., 2004)

n = umur tangki

= 10 tahun

Volume larutan = 4,368 m3


Volume tangki = 5,242 m3
Tinggi larutan dalam tangki =

m3

m3

x 2,9271 m = 2,495 meter

Tekanan Hidrosatatik :
=xgxh

PHidrostatik

= 1099,076 kg/m3 x 9,8 m/s2 x 2,495 m


= 26,874 kPa = 3,949 psia
Faktor keamanan = 20 %
Maka, Pdesain

= 1,2 x (14,696 psia + 3,949 psia) = 22,374 psia

Tebal shell tangki:


t=
t=

PD

+ nC

2(SE-0,6P)
,

psia x 67,358 in

2 x (13700 psia x 0,85 - 0,6 x 22,374 psia)

+ 10 tahun x 0,0125 in/tahun

t = 0,189 in
Maka tebal shell yang dibutuhkan

= 0,189 in = 0,482 cm

Maka tebal shell standar yang digunakan = in

(Brownell,1959)

e. Tebal tutup tangki


Tutup atas tangki terbuat dari bahan yang sama dengan shell.
Maka tebal shell standar yang digunakan = in

(Brownell,1959)

e.

Perancangan Sistem Pengaduk


Jenis pengaduk : paddle daun dua, tiga tingkat
Untuk impeller bertingkat (Walas,1990), diperoleh :
W/Dt = 1/12 ; W = 1/12 x 1,711 m = 0,143 m
0,3 Da/Dt 0,6

untuk Da/Dt = 0,3 ; Da = 0,3 x 1,711 m = 0,513 m

l/Da = 1/8 ; l = 1/8 x 0,513 m = 0,064 m


Sbottom / H= 2/12 ;

Sbottom= 2/12 x 2,495 = 0,416 m

Smid / H= 5/12 ;

Smid= 5/12 x 2,495 = 1,039 m

Stop /H = 8/12 ;

Stop= 8/12 x 2,495 = 1,663 m

Dimana:
Dt

= Diameter tangki

Da

= Diameter impeller

= Lebar impeller

= Jarak antar impeller

= Lebar baffle

= Tinggi Larutan

Kecepatan pengadukan, N = 0,33 putaran/detik


Densitas campuran

= 1099,076 kg/m3

Viskositas campuran c (pada 30oC):


Viskositas larutan pada 70 0C adalah 0,909 cp
Viskositas slurry pada 70oC didekati melalui persamaan berikut:
ln

2,5 Qs

(Perry, 1997)

1 - CQ s

C=1
Qs =

V Solid
V total

c
ln 0,909
=

0,394 m3
2,184 m3

= 0,180

2,5 (0,180)
1 (1) (0,180)

c = 1,577 cP = 0,001577 kg/m s


Bilangan Reynold,
NRe =

.N.(Da) 2
c

1099,076.(0.33).(0,513)2
0,001577

= 60583,8

NRe > 10.000, maka perhitungan dengan pengadukan menggunakan rumus:


P = Np.N3 .Da5 .

(Geankoplis, 2003)

Berdasarkan fig 10.5c Walas (1990), untuk two blade paddle, four baffles
(kurva 10) dan NRe = 60583,8, maka diperoleh Np = 2
P = 2 .(0,33)3.(0,513)5.(1099,076)
= 2,814 Hp
Efisiensi motor penggerak = 80%
Daya motor penggerak = 2,814 hp / 0,8 = 3,517 hp
Maka dipilih daya motor dengan tenaga 3,75 hp.
f. Menghitung Jaket Pemanas
Jumlah air pemanas (90oC)

= 299,46 kg/jam

Densitas air pemanas

= 965,34 kg/m3

Laju alir air pemanas (Qw)

Diameter dalam jaket (d)

= diameter dalam + (2 x tebal dinding )

299,46 kg/jam
965,34 kg/m3

= 0,310 m3/jam

= (67,358) + 2 (0,189)
= 67,738 in
= 1,721 m
Tinggi jaket = tinggi reaktor = 1,721 m
Asumsi tebal jaket

= 5 in

Diameter luar jaket (D)

= 67,738 in + ( 2 x 5) in
= 77,738 in
= 1,974 m

Luas yang dilalui air pemanas ( A )


A=
=

(D d )
4

(1,974 2 1,721 2)
4

= 0,737 m2
Kecepatan air pemanas ( v )
v=

Qw
A

0,310 m3 /jam
0,737 m2

= 0,421 m/jam

Tebal dinding jaket ( tj )


Bahan Stainless Steel Plate tipe SA-340
PHidrostatis

=xgxh

= 965,34 kg/m3 x 9,8 m/s2 x 2,566 m


= 24,278 kPa = 3,521 psia
Pdesign = 1,2 x (3,521 psia + 14,696 psia) = 21,861 psia
tj =
tj =

PD

+ nC

2(SE-0,6P)
,

psia x 89,9163 in

2 x (13700 psia x 0,8 - 0,6 x 21,861 psia)

+10 tahun x 0,125 in/tahun

tj = 0,19805 in
Dipilih tebal jaket standar = 1/4 in

L.C.31 Pompa Produk Reaktor Asetilasi (P-112)


Fungsi

: memompa produk dari reaktor asetilasi (R-201) menuju


tangki hidrolisa (TH-201).

Jenis

: Pompa sentrifugal

Bahan Konstruksi

: commercial steel

Jumlah

: 1 unit

Kondisi Operasi

: Temperatur = 30C

Laju massa campuran

= 2400,493 kg/jam = 1,469 lbm/s

Densitas campuran

= 1099,076 kg/m3 = 68,594 lbm/ft3

Viskositas campuran

= 1,577 cp = 0,00061 lbm/ft.s

Laju alir volumetrik,


Q

= 2,184 m3/jam = 0,021 ft3/s

Desain pompa:
Di,opt

= 3,9 (Q)0,45()0,13
3

= 3,9 (0,021 ft /s)

(Geankoplis, 2003)

0,45

3 0,13

(68,594 lbm/ft )

= 1,198 in
Dari Tabel A.5-1 Geankoplis (2003), dipilih pipa dengan spesifikasi:
Ukuran nominal

: 1 1/4 in

Schedule number

: 40

Diameter Dalam (ID)

: 1,380 in = 0,115 ft = 0,035052 m

Diameter Luar (OD)

: 1,66 in = 0,138 ft

Inside sectional area

: 0,0104 ft2

Kecepatan linier, v =

Q
A

ft3 /s

0,0104 ft2

= 2,0601 ft/s

Bilangan Reynold:
NRe =
=

xvxD

lbm x
ft
2,060
ft 3
s

x 0,115 ft

0,00061 lbm/ft.s

= 26605,918
Friction loss:
1 Sharp edge entrance: hc = 0,55 1-

v2

A2

A1 2gc
(2,060)

= 0,55 (1-0) 2 (1)(32,174)


= 0,072 [Link]/lbm
v2

3 elbow 90 :

(2,060)

hf = [Link]. 2g =2 (0,75) 2 (32,174) = 0,158 [Link]/lbm


c

v2

1 check valve:

(2,060)

hf = [Link]. 2g = 1 (2) 2 (32,174) = 0,164 [Link]/lbm


c

Pipa lurus 20 ft:

Ff

= 4f

L .v2

D .2 .gc

= 4 (0,0086)

30 (2,060)2

0,06867 (2) (32,174)

= 0,027 [Link]/lbm
1 Sharp edge exit:

hex

A2

= 1- A1

v2
2gc

(2,060)

= (1-0) 2 (1)(32,174)

= 0,131 [Link]/lbm
Total friction loss :

F = 0,555 [Link]/lbm

Dari persamaan Bernoulli:


1
2

v22 - v21 + g z2 -z1 +

P2 - P1

+ F + Ws =0

(Geankoplis,2003)

dimana: v1 = v2
tinggi pemompaan Z = 30 ft
32,174

maka: 0+ 32,174 (30) + 0,555 + Ws = 0


Ws = 30,555 [Link]/lbm
Efisiensi pompa, = 80 %
Ws

= Wp

30,555

= 0,8 Wp

Wp = 38,194 [Link]/lbm
Daya pompa: P

= m Wp

= 1,469 lbm / s x 38,194 [Link]/lbm


1 hp

= 56,131 ft. lbf/s . 550 ft. lbf/s


= 0,102 hp
Maka dipilih pompa dengan daya motor 1/4 hp.

L.C.32 Tangki Hidrolisa (TH-201)


Fungsi

: Tempat terjadinya reaksi hidrolisis selulosa triasetat dan asetat


anhidrat.

Jenis

: Batch Stirred Tank Reactor

Bentuk

: Tangki berpengaduk dengan alas datar dan tutup ellipsoidal

Bahan Konstruksi : Carbon Steel SA-285 grade A


Jumlah

: 1 unit

Kondisi Operasi

: Temperatur

= 120C dan

Tekanan

= 1 atm = 14,696 psia

Tabel LC.6 Komposisi Bahan Masuk ke Tangki Hidrolisa (H-201)


Bahan

Laju alir (kg/jam)

Selulosa asetat

1.270

0,3447717

3,305

1.300

0,0025423

1601,164

1.049

1,8634814

3,066

1.080

0,0028389

10,738

1.840

0,0058359

549,086

1.000

0,195458

Asetat anhidrat
Asam sulfat
Air
Total

2605,219

Laju massa = 2605,219 kg/jam


Camp =

F Tot
Q Tot

g/jam

2,4149 m3/jam

Kebutuhan perancangan

= 2 jam

Faktor Keamanan

= 20%

Perhitungan :
a. Volume bahan,

Volume (m3/jam)

437,860

Lignin
Asam asetat

(kg/m3)

= 1078,798 kg/m3

2,4149281

Vl

kg
x
jam

2 jam

kg/m3

= 9,659 m3
Faktor kelonggaran 20%
Volume tiap tangki, Vt

= (1 + 0,2) x 9,659 m3
= 11,592 m3

b. Diameter dan tinggi Tangki


- Volume shell tangki (Vs) :
1

Vs = 4 Ds2 Hs

Asumsi: Ds : Hs = 2: 3

Vs = 8 Ds3
- Volume tutup tangki (Ve)

Ve = Ds2 He

Asumsi: Ds : He = 4 : 1

Ve = 24 Ds3
- Volume tangki (V)
Vt = Vs + Ve
Vt =

10
Ds3
24

11,592 m3 =

10
Ds3
24

Ds = 2,069 m = 81,466 in
Hs = 3,104 m
c. Diameter dan tinggi tutup
Diameter tutup

= diameter tangki
= 2,069 m

Tinggi head,
He =

1
x DS
4

= 0,517 m
Jadi total tinggi tangki,
Ht = Hs + He
= 3,621 m
d. Tebal shell tangki

t=

PD
2(SE - 0,6P)

+ nC

(Perry,1997)

di mana:
t = tebal shell (in)
P = tekanan desain (psia)
D = diameter dalam tangki (in)
S = allowable stress = 13700 psia

(Peters [Link]., 2004)

E = joint efficiency = 0,85

(Peters [Link]., 2004)

C = faktor korosi

= 0,0125 in/tahun

(Peters [Link]., 2004)

n = umur tangki

= 10 tahun

Volume larutan = 9,659 m3


Volume tangki = 11,592 m3
Tinggi larutan dalam tangki =

m3

,
,

m3

x 3,621 m = 3,018 meter

Tekanan Hidrosatatik :
=xgxh

PHidrostatik

= 1078,798 kg/m3 x 9,8 m/s2 x 3,018 m


= 31,903 kPa = 4,688 psia
Faktor keamanan = 20 %
Maka, Pdesain

= 1,2 x (14,696 psia + 4,688 psia) = 23,261 psia

Tebal shell tangki:


t=
t=

PD

+ nC

2(SE-0,6P)
,

psia x 81,466 in

2 x (13700 psia x 0,85 - 0,6 x 23,261 psia)

+ 10 tahun x 0,0125 in/tahun

t = 0,206 in
Maka tebal shell yang dibutuhkan

= 0,206 in = 0,524 cm

Maka tebal shell standar yang digunakan = in

(Brownell,1959)

e. Tebal tutup tangki


Tutup atas tangki terbuat dari bahan yang sama dengan shell.
Maka tebal shell standar yang digunakan = in
e.

Perancangan Sistem Pengaduk


Jenis pengaduk : paddle daun dua, tiga tingkat
Untuk impeller bertingkat (Walas,1990), diperoleh :
W/Dt = 1/12 ; W = 1/12 x 2,069 m = 0,172 m

(Brownell,1959)

0,3 Da/Dt 0,6

untuk Da/Dt = 0,3 ; Da = 0,3 x 2,069 m = 0,621 m

l/Da = 1/8 ; l = 1/8 x 0,621 m = 0,078 m


Sbottom / H= 2/12 ;

Sbottom = 2/12 x 3,018 = 0,503 m

Smid / H= 5/12 ;

Smid

= 5/12 x 3,018 = 1,257 m

Stop /H = 8/12 ;

Stop

= 8/12 x 3,018 = 2,012 m

Dimana:
Dt

= Diameter tangki

Da

= Diameter impeller

= Lebar impeller

= Jarak antar impeller

= Lebar baffle

= Tinggi Larutan

Kecepatan pengadukan, N = 0,33 putaran/detik


Densitas campuran = 1078,798 kg/m3
Viskositas campuran c (pada 30oC):
Viskositas larutan pada 120 0C adalah 0,799 cp
Viskositas slurry pada 120 oC didekati melalui persamaan berikut:
ln

2,5 Qs

(Perry, 1997)

1 - CQ s

C=1
Qs =
ln

0,347 m3

V Solid

=
V total

c
0,799

2,415 m3

= 0,144

2,5 (0,144)
1 (1) (0,144)

c = 1,216 cP
= 0,001216 kg/m s
Bilangan Reynold,
NRe =

.N.(Da) 2
c

1078,798.(0.33).(0,621)2
,

= 112821,9

NRe > 10.000, maka perhitungan dengan pengadukan menggunakan rumus:


P=Np.N3 .Da5 .

(Geankoplis, 2003)

Berdasarkan fig 10.5c Walas (1990), untuk two blade paddle, four baffles
(kurva 10) dan NRe = 112821,9, maka diperoleh Np = 4,3
P = 4,3.(0,33)3.(0,621)5. (1078,798)

= 15,367 Hp
Efisiensi motor penggerak = 80%
Daya motor penggerak = 15,367 hp / 0,8 = 19,209 hp
Maka dipilih daya motor dengan tenaga 19,5 hp.
f. Menghitung Jaket Pemanas
Jumlah steam (130oC) = 100,921 kg/jam
= 5,16 kg/m3

Densitas steam
Laju alir steam (Qs) =

100,921 kg/jam
5,16 kg/m3

Diameter dalam jaket (d)

(Geankoplis, 2003)

= 21,496 m3/jam

= diameter dalam + (2 x tebal dinding )


= (81,466) + 2 (0,206)
= 81,878 in
= 2,079 m

Tinggi jaket = tinggi reaktor = 3,104 m


Asumsi tebal jaket

= 5 in

Diameter luar jaket (D)

= 81,878 in + ( 2 x 5 )in
= 91,878 in
= 2,334 m

Luas yang dilalui steam ( A )


A=
=

(D d )
4

(2,334 2 2,079 2)
4

= 0,879 m2
Kecepatan steam ( v )
v=

Qs
A

21,4962 m3 /jam
0,879 m2

=24,427 m/jam

Tebal dinding jaket ( tj )


Bahan Stainless Steel Plate tipe SA-340
PHidrostatis

=xgxh
= 5,16 kg/m3 x 9,8 m/s2 x 3,017 m
= 0,153 kPa = 0,022 psia

Pdesign = 1,2 x (0,022 psia + 14,696 psia) = 17,661 psia

tj =
tj =

PD
2(SE-0,6P)

+ nC

psia x 89,91634 in

2 x (13700 psia x 0,8 - 0,6 x 17,6611 psia)

+10 tahun x 0,125 in/tahun

tj = 0,195 in
Dipilih tebal jaket standar = 1/4 in

L.C.33 Pompa Produk Tangki Hidrolisa (P-113)


Fungsi

: memompa produk dari tangki hidrolisa menuju (H-201)


menuju unit pendingin I (C-201).

Jenis

: Pompa sentrifugal

Bahan Konstruksi

: commercial steel

Jumlah

: 1 unit

Kondisi Operasi

: Temperatur = 30C

Laju massa campuran

= 2605,219 kg/jam = 1,594 lbm/s

Densitas campuran

= 1078,798 kg/m3 = 67,329 lbm/ft3

Viskositas campuran

= 1,215 cp = 0,00053 lbm/ft.s

Laju alir volumetrik,


Q

= 2,414 m3/jam = 0,0016 ft3/s

Desain pompa:
Di,opt

= 3,9 (Q)0,45()0,13

(Geankoplis, 2003)

= 3,9 (0,0016 ft3/s)0,45(67,329 lbm/ft3)0,13


= 0,374 in

Dari Tabel A.5-1 Geankoplis (2003), dipilih pipa dengan spesifikasi:


Ukuran nominal

: 1/2 in

Schedule number

: 40

Diameter Dalam (ID)

: 0,622 in = 0,051 ft = 0,015 m

Diameter Luar (OD)

: 1,05 in = 0,070 ft

Inside sectional area

: 0,00211 ft2
Q

Kecepatan linier, v = A =
Bilangan Reynold:

ft3 /s

0,00211 ft2

= 0,769 ft/s

NRe =
=

xvxD

lbm

ft

ft 3 x 0,769 s x 0,051 ft
0,00053 lbm/ft.s

= 4999,065
Friction loss:
1 Sharp edge entrance: hc = 0,55 1-

v2

A2

A1 2gc
(0,769)

= 0,55 (1-0)

2 (1)(32,174)

= 0,010 [Link]/lbm
v2

hf = [Link].

1 check valve:

hf = [Link]. 2g = 1 (2) 2 (32,174) = 0,018 [Link]/lbm

2gc

=2 (0,75)

(0,769)

1 elbow 90 :

2 (32,174)

v2

= 0,009 [Link]/lbm

(0,769)

Pipa lurus 20 ft:

Ff

= 4f

L .v2

D .2 .gc

= 4 (0,0086)

30 (0,769)2

0,06867 (2) (32,174)

= 0,045 [Link]/lbm
1 Sharp edge exit:

hex

A2

= 1- A1

v2
2gc

(0,769)

= (1-0) 2 (1)(32,174)

= 0,018 [Link]/lbm
Total friction loss :

F = 0,101 [Link]/lbm

Dari persamaan Bernoulli:


1
2

v22 - v21 + g z2 -z1 +

P2 - P1

+ F + Ws =0

(Geankoplis,2003)

dimana: v1 = v2
tinggi pemompaan Z = 30 ft
32,174

maka: 0+ 32,174 (30) + 0,101 + Ws = 0


Ws = 30,101 [Link]/lbm
Efisiensi pompa, = 80 %
Ws

= Wp

30,101

= 0,8 Wp

Wp = 37,626 [Link]/lbm
Daya pompa: P

= m Wp
= 1,595 lbm / s x 37,626 [Link]/lbm

= 60,013 ft. lbf/s .

1 hp
550 ft. lbf/s

= 0,109 hp
Maka dipilih pompa dengan daya motor 1/8 hp.

L.C.34 Cooler I (C-201)


: Untuk mendinginkan hasil keluaran tangki hidrolisa dari suhu 120 0C

Fungsi

sampai 90 0C untuk proses netralisasi.


Bentuk

: Horizontal condensor

Jenis

: 2-4 shell and tube exchanger

Dipakai

: 3/4 in OD Tube 18 BWG, panjang = 2.5 ft

Jumlah

: 1 unit
Fluida panas
Laju alir fluida masuk

= 2605,219 kg/jam = 5734,466 lbm/jam

Temperatur awal (T1)

= 120 C

= 248F

Temperatur akhir (T2)

= 90C

= 194F

Fluida dingin
Laju alir pendingin masuk = 2101,219 kg/jam = 4632,35 lbm/jam
Temperatur awal (t1)

= 25C

= 77F

Temperatur akhir (t2)

= 45C

= 113F

Panas yang diserap (Q)

= 175556,829 kJ/jam = 166398,570 Btu/jam

(1) t = beda suhu sebenarnya


Fluida

Fluida Panas

T1 = 248F

T2 = 194F
T1 T2 =
18F

dingin
Temperatur yang lebih
tinggi
Temperatur yang lebih
rendah
Selisih

Selisih

t2 =113F

t1 = 248F

t1 = 77F

t2 = 194F

t2 t1

t2 t1

= 36F

= 54F

LMTD

t 2 t 1
t
ln 2
t
1

54
125,785 F
117
ln

135

T1 T2 54

2,5
t 2 t 1 36

t 2 t1
36

0,2105
T1 t 1 248 77

Maka dari grafik 19 (Kern,1965) diperoleh Ft = 0,97


t = Ft x LMTD = 122,011 F
(2) Tc dan tc
Tc

T1 T2 248 194

221 F
2
2

tc

t 1 t 2 113 77

95 F
2
2

Dalam perancangan ini digunakan spesifikasi:


Diameter luar tube (OD)

= 1 in

Jenis tube

= 18 BWG

Pitch (PT)

= 1 1/4in triangular pitch

Panjang tube (L)

= 2,5 ft

a. Dari Tabel 8 (Kern, 1965) cooler untuk fluida panas medium organics
dan fluida dingin water, diperoleh nilai UD = 50 - 125 Btu/jamft2F,
faktor pengotor (Rd) = 0,003.
Diambil UD = 100 Btu/jamft2F
Luas permukaan untuk perpindahan panas,

U D t

166398,670 Btu/jam
13,637 ft 2
Btu
o
100
122,011 F
jam ft 2 o F

Luas permukaan luar (a) = 0,2618 ft2/ft


Jumlah tube, N t
buah

A
L a"

13,637 ft 2
2,5 ft 0,2618 ft 2 /ft

(Tabel 10, Kern, 1965)

20,837 buah = 36

b. Dari Tabel 9 (Kern, 1965) nilai yang terdekat adalah 21 tube dengan ID
shell 8 in.
c. Koreksi UD
A L x Nt x a"
2,5 ft x 21 x 0,2618 ft 2 / ft
13,6379 ft 2
UD

166398,670 Btu/jam
Q
Btu

129,575
A t 13,6379 ft 2 122,011 F
[Link] 2 . F

Fluida dingin: sisi tube, cooling water


(3)

Flow area tube, at = 0,639 in2

( Tabel 10, Kern )

N t a 't
at
144 n

21 0,639
0,0231 ft 2
144 4

at

(4)

Kecepatan massa

Gt

W
at

Gt

(5)

( Pers. (7.2), Kern )


lb m
4623,347
200394
0,0231
jam ft 2

Bilangan Reynold
Pada tc = 95F, = 0,8903 cP = 2,1537 lb m/ft2jam.
Dari Tabel 10, Kern, untuk 1 in OD, 18 BWG, diperoleh ID = 0,902 in
De = 0,902/12 = 0,075 ft
Re t

Re t

ID G t

( Pers. (7.3), Kern )

0,902 200394
6993,9
2,1537

(6) Taksir jH dari Gbr. 24, Kern, diperoleh jH = 5 pada Res = 6993,9
(7) Pada tc = 95F
c = 1 Btu/lb mF

( Fig.2, Kern)
2

k = 0,36 Btu/[Link] .(F/ft)

( Tabel 4, Kern )

1
1
c 3 1 2,1537 3

1,8154

k
0,36

(8)

1
i jH k c 3
t
ID k
h

i 5 0,36 1,8154
t
0,902

= 39,124

io h i x ID
t t OD
0,902
39,124 x
1
= 35,291

(11) Karena viskositas rendah,


maka s = 1
h

( Kern, 1965 )

h
io t
io
t

hio = 35,921 1 = 35,921


Fluida panas: sisi shell, medium organics
(3) Flow area shell
as

Ds C ' B
144 PT

ft2

( Pers. (7.1), Kern )

Ds = Diameter dalam shell = 8 in


B = Baffle spacing = 2,4 in
PT = Tube pitch = 11/4in
C = Clearance = PT OD
= 1 3/4 = 1/4 in
as

8 (1 / 4) 2,4
0,0177 ft 2
144 (1,25)

(4) Kecepatan massa


Gs

w
as

( Pers. (7.2), Kern )

Gs

lb m
5734,465
323069,952
0,0177
jam ft 2

(5) Bilangan Reynold


Pada Tc = 221F
= 0,8196 cP = 1,9827 lbm/ft2jam

( Gbr. 15, Kern )

Dari Gbr. 28, Kern, untuk 1 in dan 1 tri. pitch, diperoleh


de = 0,99 in = 0,0825 ft
Re s

Re s

De G s

( Pers. (7.3), Kern )

0,0825 323069,952
13442,955
1,9827

(6) Taksir jH dari Gbr. 28, Kern, diperoleh jH = 40 pada Res = 13442,955
(7) Pada Tc = 221F
c = 0,58 Btu/lbmF

( Fig.2, Kern )

k = 0,099 Btu/jam.ft2.(F/ft)

( Tabel 4, Kern )

1
1
c 3 0,58 1,9827 3

1,687

0,099
k

1
ho
k c 3
(8)
jH

s
De k
hO
s

40

0,099
1,687
0,099

= 80,97
(9)

Karena viskositas rendah,


maka s = 1

h
h o o s
s
ho = 80,97 1 = 80,97

(10)

Clean Overall coefficient, UC

( Kern, 1965 )

h h o 39,21 80,97
U C io

24,57906 Btu/jam ft 2 F
h h o 39,21 80,97
io
( Pers. (6.38), Kern )
(11)

Faktor pengotor, Rd
U
R

C 100 24,57906 0,03068


U U D 24,57906 100
C
D

( Pers. (6.13), Kern )


Rd hitung Rd batas, maka spesifikasi cooler dapat diterima.
Pressure drop
Fluida panas : bahan, shell
(5) Untuk Res = 13442,955
f = 0,0024 ft2/in2

( Gbr. 29, Kern )

Tc = 221F
s =1
s = 1
(2) N 1 12

( Pers. (7.43), Kern )

N 1 12 x

2,5
12,4

= 18,75
Ds = 8 /12 = 0,667 ft
2
f G s D s N 1
(3) Ps
5,22 1010 D e s s
Ps

( Pers. (7.44), Kern )

0,0024 323069,9522 0,667 18,75


5,22 1010 0,0825 (`1) 1

0,7271 psi

Ps yang diperbolehkan 10 psi


Fluida dingin : tube, cooling water
Untuk Ret = 6993,9
f = 0,00037 ft2/in2
tc = 95F

( Gbr. 26, Kern )

s=1

( Tabel 6, Kern )

s = 1

2
f Gt Ln
Pt
5,22 1010 ID s t

(1) Pt

( Pers. (7.53), Kern )

0,00037 2003942 2,5 4


5,22 1010 0,902 1 0,07517

0,038 psi
(6)

Dari grafik 27, hal:837, Kern, 1950 pada Gt = 200394


diperoleh

V2
= 0,0065
2g'

4n V 2
.
s 2g'
(4).(4)

.0,0065
1
0,104 psi

Pr

PT = Pt + Pr
= 0,038 psi + 0,104 psi
= 0,14187 psi
PT yang diperbolehkan 10 psi

L.C.35 Tangki Penyimpanan Magnesium Asetat (V-106)


Fungsi

: Penyimpanan bahan baku magnesium asetat

Bentuk

: Silinder tegak dengan alas dan tutup datar

Bahan konstruksi

: Carbon steel SA-285 grade C

Jumlah

: 1 unit
: 300C

Kondisi Penyimpanan : Temperatur


Tekanan

: 1 atm = 14,696 psia

Laju massa magnesium asetat

= 46,135 kg/jam

Densitas magnesium asetat

= 1126,624 kg/m3

Kebutuhan perancangan

= 15 hari

Faktor keamanan

= 20 %

Perhitungan :

(Perry, 1997)

a. Volume bahan,
kg
jam
x 24
x15 hari
jam
hari
1126,624 kg/m 3

46,135

Vl

= 14,724 m3
Faktor kelonggaran 20%
= (1 + 0,2) x 14,724 m3

Volume tangki, Vt

= 17,690 m3
b Diameter dan tinggi Tangki
- Volume tangki (Vt) :
1

Vt = Dt2 Ht

Asumsi: Dt : Ht = 1: 2

Vt = 2 Dt3
17,690 m3 =

1
Dt 3
2

Dt = 2,242 meter = 88,263 in


Ht = 3,363 meter
c. Tebal shell tangki
t=

PD
2(SE - 0,6P)

+ nC

(Perry,1997)

di mana:
t = tebal shell (in)
P = tekanan desain (psia)
D = diameter dalam tangki (in)
S = allowable stress = 13700 psia

(Peters [Link]., 2004)

E = joint efficiency = 0,85

(Peters [Link]., 2004)

C = faktor korosi

= 0,0125 in/tahun

(Peters [Link]., 2004)

n = umur tangki

= 10 tahun

Volume bahan

= 14,742 m3

Volume tangki

= 17,690 m3

Tinggi bahan dalam tangki =


Tekanan Hidrosatatik :
PHidrostatik

=xgxh

14,742 m 3
x 3,363 m = 2,802 meter
17,690 m 3

= 1062,874 kg/m3 x 9,8 m/s2 x 2,802 m


= 30,940 kPa = 4,547 psia
Faktor keamanan = 20 %
Maka, Pdesain

= 1,2 x (14,696 psia + 4,547 psia) = 23,092 psia

Tebal shell tangki:


t=
t=

PD
2(SE-0,6P)

+ nC

23,092 psia x 88,263in


(10 tahun x 0,0125in/tahun)
2 (13700psia x 0,85 ) - ( 0,6 x 23,092 psia)

t = 0,213 in
Maka tebal shell yang dibutuhkan

= 0,213 in = 0,542 cm

Maka tebal shell standar yang digunakan = 1/4 in


(Brownell,1959)
d. Tebal tutup tangki
Tutup atas tangki terbuat dari bahan yang sama dengan shell.
Maka tebal shell standar yang digunakan = 1/4 in

(Brownell,1959)

L.C.36 Pompa Bahan Magnesium Asetat (P-113)


Fungsi

: memompa magnesium asetat ke tangki netralsiasi (N-201)

Jenis

: Pompa sentrifugal

Bahan Konstruksi

: commercial steel

Jumlah

: 1 unit

Kondisi Operasi

: Temperatur = 30C

Laju massa asam magnesium asetat = 46,135 kg/jam = 0,0282 lbm/s


Densitas magnesium asetat

= 1126,624 kg/m3 = 66,335 lbm/ft3

Viskositas magnesium asetat

= 0,87 cp = 0,000584 lbm/ft.s

(Perry, 1997)

Laju alir volumetrik,


Q

= 0,043 m3/jam = 0,000291 ft3/s

Desain pompa:
Di,opt

= 3,9 (Q)0,45()0,13

(Geankoplis, 2003)
3

= 3,9 (0,000291 ft /s)

0,45

3 0,13

(66,335 lbm/ft )

= 0,018 in
Dari Tabel A.5-1 Geankoplis (2003), dipilih pipa dengan spesifikasi:

Ukuran nominal

: 1/4 in

Schedule number

: 40

Diameter Dalam (ID)

: 0,364 in = 0,0303 ft = 0,009 m

Diameter Luar (OD)

: 0,54 in = 0,045 ft

Inside sectional area

: 0,00072 ft2

Kecepatan linier, v =

Q
A

ft3 /s

= 0,729 ft/s

0,00072 ft2

Bilangan Reynold:
NRe =
=

xvxD

65,4698

lbm x
ft
0,729
ft 3
s

x 0,0303 ft

0,00074 lbm/ft.s

= 2792,477
Friction loss:
1 Sharp edge entrance: hc = 0,55 1-

v2

A2

A1 2gc
(0,729 )

= 0,55 (1-0) 2 (1)(32,174)


= 0,009 [Link]/lbm
1 elbow 90 :

v2

(0,729 )

hf = [Link]. 2g =2 (0.75) 2 (32,174) = 0,008 [Link]/lbm


c

1 check valve:

v2

(0,729)

hf = [Link]. 2g = 1 (2) 2 (32,174) = 0,016 [Link]/lbm


c

Pipa lurus 20 ft:

Ff

= 4f

L .v2

D .2 .gc

= 4 (0,0057)

30 (0,729)2

0,03375 (2) (32,174)

= 0,112 [Link]/lbm
1 Sharp edge exit:

hex

A2

= 1- A1

v2
2gc

(0,729)

= (1-0) 2 (0,5)(32,174)

= 0,016 [Link]/lbm
Total friction loss :

= 0,1626 [Link]/lbm

Dari persamaan Bernoulli:


1
2

v22 - v21 + g z2 -z1 +

P2 - P1

+ F + Ws = 0

dimana: v1 = v2
tinggi pemompaan Z = 30 ft
32,174

maka: 0 + 32,174 (30) + 0,1626 + Ws = 0

(Geankoplis,2003)

Ws = 30,162 [Link]/lbm
Efisiensi pompa, = 80 %
Ws

= Wp

30,162

= 0,8 Wp

Wp

= 37,703 [Link]/lbm

Daya pompa: P

= m Wp
= 0,0282 lbm s x 37,703 [Link]/lbm
= 1,5134 ft. lbf/s .

1 hp
550 ft. lbf/s

= 0,002 hp
Maka dipilih pompa dengan daya motor 1/8 hp.

L.C.37 Heater IV (H-204)


Fungsi

: Untuk memanaskan magnesium asetat dari suhu 300C sampai 900C


untuk proses netralisasi.

Bentuk

: Horizontal condensor

Jenis

: 2-4 shell and tube exchanger

Dipakai

: 3/4 in OD Tube 18 BWG, panjang = 2.5 ft

Jumlah

: 1 unit
Fluida panas
Laju alir steam masuk

= 3,08 kg/jam = 6,797 lbm/jam

Temperatur awal (T1)

= 90 C

= 197,6F

Temperatur akhir (T2)

= 34 C

= 93,2F

Fluida dingin
Laju alir fluida masuk

= 46,134 kg/jam = 101,709 lbm/jam

Temperatur awal (t1)

= 30C

= 86F

Temperatur akhir (t2)

= 90C

= 194F

Panas yang diserap (Q)

= 8429,828 kJ/jam = 7990,074 Btu/jam

(1) t = beda suhu sebenarnya


Fluida Panas

t2 =194F

t1 = 3,6F

t1 = 86F

t2 = 7,2F

t2 t1

t2 t1

= 108F

= -3,6F

tinggi
Temperatur yang lebih

T2 = 93,2F

rendah

T1 T2 =

Selisih

104,4F

LMTD

Selisih

Temperatur yang lebih

T1 = 197,6F

Fluida dingin

t 2 t1
t
ln 2
t
1

117,866 F

T1 T2
0,967
t 2 t1

t 2 t1
0,6
T1 t 1

Maka dari grafik 19 (Kern,1965) diperoleh Ft = 0,69


t = Ft x LMTD = 81,327 F
(2) Tc dan tc
Tc

T1 T2
145, 4 F
2

tc

t1 t 2
140 F
2

Dalam perancangan ini digunakan spesifikasi:


Diameter luar tube (OD)

= 1 in

Jenis tube

= 18 BWG

Pitch (PT)

= 1 1/4in triangular pitch

Panjang tube (L)

= 2,5 ft

a. Dari Tabel 8 (Kern, 1965) cooler untuk fluida panas steam dan fluida
dingin medium organics, diperoleh nilai UD = 50 - 125 Btu/jamft2F,
faktor pengotor (Rd) = 0,003.

Diambil UD = 100 Btu/jamft2F


Luas permukaan untuk perpindahan panas,

Q
0,982 ft 2
U D t

Luas permukaan luar (a) = 0,2618 ft2/ft


Jumlah tube, N t

A
L a"

(Tabel 10, Kern, 1965)

1,501 buah

b. Dari Tabel 9 (Kern, 1965) nilai yang terdekat adalah 1,501 tube dengan
ID shell 6,25 in.
c. Koreksi UD
A L x Nt x a"
2,618 ft 2
UD

Q
Btu
57,357
A t
[Link] 2 .F

Fluida panas: sisi tube, steam


(3)

Flow area tube, at = 0,639 in2

( Tabel 10, Kern )

N t a 't
at
144 n

at

(4)

24 0,639
0,0266 ft 2
144 4

Kecepatan massa

Gt

W
at

( Pers. (7.2), Kern )

G t 1531,669

(5)

lb m
jam ft 2

Bilangan Reynold
Pada tc = 140F, = 0,754 cP = 1,824 lbm/ft2 jam.
Dari Tabel 10, Kern, untuk 1 in OD, 18 BWG, diperoleh ID = 0,902 in
De = 0,902/12 = 0,075 ft
Re t

ID G t

( Pers. (7.3), Kern )

Re t 63,119

(6) Taksir jH dari Gbr. 24, Kern, diperoleh jH = 0,054


(7) Pada tc = 140F
c = 1,7 Btu/lb mF
k = 0,54 Btu/jam.ft2.(F/ft)

( Fig.2, Kern)
( Tabel 4, Kern )

1
c 3

1,790
k
(8)

1
i jH k c 3
t
ID k
h

= 0,643

io h i x ID
t t OD
= 0,580

(12) Karena viskositas rendah,


maka s = 1

( Kern, 1965 )

h
h io io t
t

hio = 0,580

Fluida dingin: sisi shell, medium organics


(3) Flow area shell
as

Ds C ' B
144 PT

ft2

Ds = Diameter dalam shell = 6,25 in


B = Baffle spacing = 1,25 in
PT = Tube pitch = 11/4in
C = Clearance = PT OD
= 1 3/4 = 1/4 in
a s 0,0108 ft 2

( Pers. (7.1), Kern )

(4) Kecepatan massa


Gs

( Pers. (7.2), Kern )

as

G s 9373,521

lb m
jam ft 2

(5) Bilangan Reynold


Pada Tc = 266F
= 0,765 cP = 1,850 lbm/ft2jam

( Gbr. 15, Kern )

Dari Gbr. 28, Kern, untuk 1 in dan 1 tri. pitch, diperoleh


de = 0,99 in = 0,0825 ft
Re s

De G s

( Pers. (7.3), Kern )

Re s 417 ,870

(6) Taksir jH dari Gbr. 28, Kern, diperoleh jH = 0,12


(7) Pada Tc = 266F
c = 0,72 Btu/lbmF

( Fig.2, Kern )

k = 0,099 Btu/jam.ft2.(F/ft)

( Tabel 4, Kern )

1
c 3
1,772

k
1
ho
k c 3
(8)
jH

s
De k
hO
s

(9)

0,255

Karena viskositas rendah,


maka s = 1

h
h o o s
s
ho = 0,255 1 = 0,255

( Kern, 1965 )

(10)

Clean Overall coefficient, UC

h ho
U C io
0,17722 Btu/jam ft 2 F
h ho
io
( Pers. (6.38), Kern )
(11)

Faktor pengotor, Rd
U
Rd

C 0,00368
UD

( Pers. (6.13), Kern )


Rd hitung Rd batas, maka spesifikasi heater dapat diterima.
Pressure drop
Fluida dingin : bahan, shell
(7) Untuk Res = 417,870
f = 0,0034 ft2/in2

( Gbr. 29, Kern )

Tc = 266F
s =1
s = 1
(2) N 1 12

( Pers. (7.43), Kern )

= 24
Ds = 0,520 ft
2
f G s D s N 1
(3) Ps
5,22 1010 D e s s

( Pers. (7.44), Kern )

Ps 0,00086 psi

Ps yang diperbolehkan 10 psi

Fluida panas : tube, hot water


Untuk Ret = 63,1197
f = 0,00047 ft2/in2

( Gbr. 26, Kern )

tc = 104F
s=1

( Tabel 6, Kern )

s = 1

2
f Gt Ln
Pt
5,22 1010 ID s t

( Pers. (7.53), Kern )

(1) Pt 0,0000028 psi


(8)

Dari grafik 27, hal:837, Kern, 1950 pada Gt = 9078,729


diperoleh

V2
= 0,001
2g'

4n V 2
.
s 2g'
0,016 psi

Pr

PT = Pt + Pr
= 0,01600281 psi
PT yang diperbolehkan 10 psi

L.C.38 Tangki Netralisasi (TN-201)


Fungsi

: Tempat terjadinya reaksi netralisasi asam sulfat

Bentuk

: Tangki berpengaduk dengan alas datar dan tutup ellipsoidal

Bahan Konstruksi : Carbon Steel SA-285 grade C


Jumlah

: 1 unit

Kondisi Operasi

: Temperatur

= 89C dan Tekanan = 1 atm = 14,696 psia

Tabel LC.8 Komposisi Bahan Masuk ke Tangki Netralisasi (N-201)


Volume (m3/jam)

Laju alir (kg/jam)

(kg/m3)

437,860

1270

0,3448

3,305

1300

0,0025

1614,181

1049

1,8759

Asetat anhidrat

3,066

1080

0,0028

Asam sulfat

0,107

1840

0,0001

577,960

1000

0,2241

Magnesium asetat

2,128

1420

0,0015

Magnesium sulfat

13,017

2660

0,0049

Bahan
Selulosa asetat
Lignin
Asam asetat

Air

Total

2651,354

2,4566

Laju massa = 2651,354 kg/jam


F Tot

Camp =

Q Tot

kg/jam

2,457 m3 /jam

Waktu tinggal

= 1 jam

Faktor Keamanan

= 20%

= 1079,297 kg/m3

Perhitungan :
a. Volume bahan,
Vl

x 1 jam

1079,297 kg/m3

= 2,457 m3
Faktor kelonggaran 20%
= (1 + 0,2) x 2,457 m3

Volume tangki, Vt

= 2,948 m3
b. Diameter dan tinggi Tangki
- Volume shell tangki (Vs) :
1

Vs = 4 Ds2 Hs

Asumsi: Ds : Hs = 2 : 3

Vs= 8 Ds3
- Volume tutup tangki (Ve)

Ve = Ds2 He
6

Ve = 24 Ds3
- Volume tangki (V)
Vt = Vs + Ve
10
Ds3
24
10
2,948 m3 =
Ds3
24
Vt =

Ds = 1,311 m = 51,613 in
Hs = 1,966 m
c. Diameter dan tinggi tutup
Diameter tutup

= diameter tangki
= 1,311 m

Asumsi: Ds : He = 4 : 1

Tinggi head,
He =

1
x DS
4

= 0,328 m
Jadi total tinggi tangki,
Ht = Hs + He
= 2,294 m
d. Tebal shell tangki
t=

PD
2(SE - 0,6P)

+ nC

(Perry,1997)

di mana:
t = tebal shell (in)
P = tekanan desain (psia)
D = diameter dalam tangki (in)
S = allowable stress = 13700 psia

(Peters [Link]., 2004)

E = joint efficiency = 0,85

(Peters [Link]., 2004)

C = faktor korosi

= 0,0125 in/tahun

(Peters [Link]., 2004)

n = umur tangki

= 10 tahun

Volume larutan = 2,457 m3


Volume tangki = 2,948 m3
Tinggi larutan dalam tangki =

m3

m3

x 2,294 m = 1,912 meter

Tekanan Hidrosatatik :
=xgxh

PHidrostatik

= 1079,297 kg/m3 x 9,8 m/s2 x 1,912 4 m


= 20,221 kPa = 2,972 psia
Faktor keamanan = 20 %
Maka, Pdesain

= 1,2 x (14,696 psia + 2,972 psia) = 21,201 psia

Tebal shell tangki:


t=
t=

PD

+ nC

2(SE-0,6P)
,

psia x 51,613 in

2 x (13700 psia x 0,85 - 0,6 x 21,201 psia)

+ 10 tahun x 0,0125 in/tahun

t = 0,172 in
Maka tebal shell yang dibutuhkan

= 0,172 in = 0,437 cm

Maka tebal shell standar yang digunakan = 1/4 in

(Brownell,1959)

e. Tebal tutup tangki


Tutup atas tangki terbuat dari bahan yang sama dengan shell.
Maka tebal shell standar yang digunakan = 1/4 in
f.

(Brownell,1959)

Perancangan Sistem Pengaduk


Jenis pengaduk : paddle daun dua, tiga tingkat
Untuk impeller bertingkat (Walas,1990), diperoleh :
W/Dt = 1/12 ; W = 1/12 x 2,069 m = 0,172 m
0,3 Da/Dt 0,6

untuk Da/Dt = 0,3 ; Da = 0,3 x 2,069 m = 0,621 m

l/Da = 1/8 ; l = 1/8 x 0,621 m = 0,078 m


Sbottom / H= 2/12 ;

Sbottom = 2/12 x 3,018 = 0,503 m

Smid / H= 5/12 ;

Smid

= 5/12 x 3,018 = 1,257 m

Stop /H = 8/12 ;

Stop

= 8/12 x 3,018 = 2,012 m

Dimana:
Dt

= Diameter tangki

Da

= Diameter impeller

= Lebar impeller

= Jarak antar impeller

= Lebar baffle

= Tinggi Larutan

Kecepatan pengadukan, N = 0,33 putaran/detik


Densitas campuran = 1078,798 kg/m3
Viskositas campuran c (pada 30oC):
Viskositas larutan pada 120 0C adalah 0,799 cp
Viskositas slurry pada 120 oC didekati melalui persamaan berikut:
ln

2,5 Qs

(Perry, 1997)

1 - CQ s

C=1
Qs =

V Solid

V total

c
ln 0,799
=

0,347 m3
2,415 m3

= 0,144

2,5 (0,144)
1 (1) (0,144)

c = 1,216 cP
= 0,001216 kg/m s

Bilangan Reynold,
NRe =

.N.(Da) 2
c

1078,798.(0.33).(0,621)2
,

= 112821,9

NRe > 10.000, maka perhitungan dengan pengadukan menggunakan rumus:


P=Np.N3 .Da5 .

(Geankoplis, 2003)

Berdasarkan fig 10.5c Walas (1990), untuk two blade paddle, four baffles
(kurva 10) dan NRe = 112821,9, maka diperoleh Np = 4,3
P = 4,3.(0,33)3.(0,621)5. (1078,798)
= 15,367 Hp
Efisiensi motor penggerak = 80%
Daya motor penggerak = 15,367 hp / 0,8 = 19,209 hp
Maka dipilih daya motor dengan tenaga 19,5 hp.

L.C.39 Pompa Produk Tangki Netralisasi (P-115)


Fungsi

: memompa produk dari tangki netralisasi (N-201) menuju unit


pendingin II (C-202).

Jenis

: Pompa sentrifugal

Bahan Konstruksi

: commercial steel

Jumlah

: 1 unit

Kondisi Operasi

: Temperatur = 30C

Laju massa campuran

= 2651,355 kg/jam = 1,623 lbm/s

Densitas campuran

= 1079,729 kg/m3 = 67,387 lbm/ft3

Viskositas campuran

= 1,217 cp = 0,00053 lbm/ft.s

Laju alir volumetrik,


Q

= 2,455 m3/jam = 0,0016 ft3/s

Desain pompa:
Di,opt

= 3,9 (Q)0,45()0,13

(Geankoplis, 2003)

= 3,9 (0,0016 ft3/s)0,45(67,387 lbm/ft3)0,13


= 0,3772 in

Dari Tabel A.5-1 Geankoplis (2003), dipilih pipa dengan spesifikasi:


Ukuran nominal

: 1/2 in

Schedule number

: 40

Diameter Dalam (ID)

: 0,622 in = 0,051 ft = 0,015 m

Diameter Luar (OD)

: 1,05 in = 0,070 ft

Inside sectional area

: 0,00211 ft2
ft3 /s

Kecepatan linier, v = A =

= 0,782 ft/s

0,00211 ft2

Bilangan Reynold:
NRe =

xvxD

lbm x
ft
0,782
ft 3
s

x 0,051 ft

0,000571 lbm/ft.s

= 5087,594
Friction loss:
1 Sharp edge entrance: hc = 0,55 1-

v2

A2

A1 2gc
(0,782)

= 0,55 (1-0)

2 (1)(32,174)

= 0,010 [Link]/lbm
v2

hf = [Link].

1 check valve:

hf = [Link]. 2g = 1 (2) 2 (32,174) = 0,019 [Link]/lbm

2gc

=2 (0,75)

(0,782)

1 elbow 90 :

2 (32,174)

v2

= 0,009 [Link]/lbm

(0,782)

Pipa lurus 20 ft:

30 (0,782)2

L .v2

Ff

= 4f D .2 .g = 4 (0,0086) 0,06867 (2) (32,174)


c

= 0,046 [Link]/lbm
1 Sharp edge exit:

hex

= 1-

A2

v2

A1 2gc

= (1-0)

(0,782)

2 (1)(32,174)

= 0,019 [Link]/lbm
Total friction loss :

F = 0,104 [Link]/lbm

Dari persamaan Bernoulli:


1
2

v22 - v21 + g z2 -z1 +

P2 - P1

+ F + Ws =0

(Geankoplis,2003)

dimana: v1 = v2
tinggi pemompaan Z = 30 ft
maka: 0+

32,174
32,174

(30) + 0,104 + Ws = 0
Ws = 30,104 [Link]/lbm

Efisiensi pompa, = 80 %

Ws

= Wp

30,104

= 0,8 Wp

Wp = 37,630 [Link]/lbm
Daya pompa: P

= m Wp
= 1,623 lbm / s x 37,630 [Link]/lbm
1 hp

= 61,081 ft. lbf/s . 550 ft. lbf/s


= 0,111 hp
Maka dipilih pompa dengan daya motor 1/8 hp.

L.C.40 Cooler II (C-202)


Fungsi

: Untuk mendinginkan hasil keluaran tangki netralsiasi dari suhu 88,965 0C


sampai 300C untuk proses pemurnian.

Bentuk

: Horizontal condensor

Jenis

: 2-4 shell and tube exchanger

Dipakai : 3/4 in OD Tube 18 BWG, panjang = 2.5 ft


Jumlah

: 1 unit
Fluida panas
Laju alir fluida masuk

= 2651,36 kg/jam = 5845,177 lbm/jam

Temperatur awal (T1)

= 88,965 C

= 192,137F

Temperatur akhir (T2)

= 30C

= 86F

Fluida dingin
Laju alir pendingin masuk = 3852,227 kg/jam = 8492,619 lbm/jam
Temperatur awal (t1)

= 25C

= 77F

Temperatur akhir (t2)

= 45C

= 113F

Panas yang diserap (Q)

= 321853,551 kJ/jam = 305063,626 Btu/jam

(1) t = beda suhu sebenarnya


Fluida

Fluida Panas
Temperatur yang lebih

T1 = 192,137F

tinggi
Temperatur yang lebih

T2 = 86F

rendah

T1 T2 =

t2 =113F

t1 = 79,137F

t1 = 77F

t2 = 9F

t2 t1

t2 t1

= 36F

= 70,137F

Selisih

106,137F

LMTD

Selisih

dingin

t 2 t1
t
ln 2
t
1

70,137
32,262 F
9
ln

79,137

T1 T2 106,137

2,948
t 2 t1
36

t 2 t1
36

0,313
T1 t 1 192,137 77

Maka dari grafik 19 (Kern,1965) diperoleh Ft = 0,83


t = Ft x LMTD = 26,777 F
(2) Tc dan tc
Tc

T1 T2 192,137 86

139,068 F
2
2

tc

t 1 t 2 113 77

95 F
2
2

Dalam perancangan ini digunakan spesifikasi:


Diameter luar tube (OD)

= 1 in

Jenis tube

= 18 BWG

Pitch (PT)

= 11/4 in triangular pitch

Panjang tube (L)

= 2,5 ft

1. Dari Tabel 8 (Kern, 1965) cooler untuk fluida panas medium organics
dan fluida dingin water, diperoleh nilai UD = 50 - 125 Btu/jamft2F,
faktor pengotor (Rd) = 0,003.
Diambil UD = 100 Btu/jamft2F
Luas permukaan untuk perpindahan panas,

U D t

305063,626 Btu/jam
113,924 ft 2
Btu
o
100
26,777 F
jam ft 2 o F

Luas permukaan luar (a) = 0,2618 ft2/ft


Jumlah tube, N t

A
L a"

113,924 ft 2
2,5 ft 0,2618 ft 2 /ft

(Tabel 10, Kern, 1965)

174,069 buah = 36 buah

2. Dari Tabel 9 (Kern, 1965) nilai yang terdekat adalah 199 tube dengan ID
shell 21,25 in.
3. Koreksi UD
A L x Nt x a"
2,5 ft x 199 x 0,2618 ft 2 / ft
130,245 ft 2
UD

305063,626 Btu/jam
Q
Btu

87, 468
A t 130,245 ft 2 26,777 F
jam ft 2 F

Fluida dingin: sisi tube, cooling water


(3)

Flow area tube, at = 0,639 in2

( Tabel 10, Kern )

N t a 't
at
144 n

at

(4)

Kecepatan massa

Gt

W
at

Gt

(5)

199 0,639
0, 221 ft 2
144 4

( Pers. (7.2), Kern )


lb m
8492,619
38468,940
0,221
jam ft 2

Bilangan Reynold

Pada tc = 95F, = 0,8903 cP = 2,1537 lb m/ft2jam.


Dari Tabel 10, Kern, untuk 1 in OD, 18 BWG, diperoleh ID = 0,902 in
De = 0,902/12 = 0,075 ft
Re t

Re t

ID G t

( Pers. (7.3), Kern )

0,902 38468,940
1342,595
2,1537

(6) Taksir jH dari Gbr. 24, Kern, diperoleh jH = 2,7 pada Res = 1342,595
(7) Pada tc = 95F
c = 1 Btu/lb mF
k = 0,36 Btu/jam.ft2.(F/ft)

( Fig.2, Kern)
( Tabel 4, Kern )

1
1
c 3 1 2,1537 3

1,8154

k
0,36

(8)

1
i jH k c 3
t
ID k
h

i 2,7 0,36 1,8154


t
0,902

= 23,474

h io

h
ID
i x
t
t OD
23,474 x

0,902
1

= 21,174
(9) Karena viskositas rendah,
maka s = 1
h
h io io t
t

hio = 21,174 1 = 21,174

( Kern, 1965 )

Fluida panas: sisi shell, medium organics


(3) Flow area shell
as

Ds C ' B
144 PT

ft2

( Pers. (7.1), Kern )

Ds = Diameter dalam shell = 21,25 in


B = Baffle spacing = 4,25 in
PT = Tube pitch = 11/4 in
C = Clearance = PT OD
= 1 3/4 = 1/4 in
as

21,25 (1 / 4) 4,25
0,125 ft 2
144 (1,25)

(4) Kecepatan massa


Gs

Gs

w
as

( Pers. (7.2), Kern )

lb m
5845,177
46599,614
0,125
jam ft 2

(5) Bilangan Reynold


Pada Tc = 139,068F
= 0,961 cP = 2,324 lbm/ft2jam

( Gbr. 15, Kern )

Dari Gbr. 28, Kern, untuk 1 in dan 1 tri. pitch, diperoleh


de = 0,99 in = 0,0825 ft
Re s

Re s

De G s

( Pers. (7.3), Kern )

0,0825 46599,613
1653,708
2,324

(6) Taksir jH dari Gbr. 28, Kern, diperoleh jH = 3,2 pada Res = 1653,708
(7) Pada Tc = 139,068F
c = 0,72 Btu/lbmF
k = 0,099 Btu/jam.ft2.(F/ft)
1
1
c 3 0,72 2,324 3

1,911

0,099
k

( Fig.2, Kern )
( Tabel 4, Kern )

1
ho
k c 3
(8)
jH

s
De k
hO
s

3, 2

0,099
1,911
0,0825

= 7,341
(9)

Karena viskositas rendah,


maka s = 1

( Kern, 1965 )

h
h o o s
s
ho = 7,341 1 = 7,341
(10)

Clean Overall coefficient, UC

h h o 7,341 21,174
U C io

5,451 Btu/[Link] 2 .F
h h o 7,341 21,174
io
( Pers. (6.38), Kern )
(11)

Faktor pengotor, Rd
U
R

C 87,468 5,351 0,171


U U D 5,351 87,468
C
D

( Pers. (6.13), Kern )


Rd hitung Rd batas, maka spesifikasi cooler dapat diterima.
Pressure drop
Fluida panas : bahan, shell
(9) Untuk Res = 1653,708
f = 0,0034 ft2/in2

( Gbr. 29, Kern )

Tc = 139,068F
s =1
s = 1
(2) N 1 12

L
B

N 1 12 x

2,5
12,4

= 7,058

( Pers. (7.43), Kern )

Ds = 21,25 /12 = 1,770 ft


(3) Ps

2
f G s D s N 1
5,22 1010 D e s s

( Pers. (7.44), Kern )

0,0034 46599,613 1,770 7,058


Ps
5,22 1010 0,0825 (`1)1
0,021 psi

Ps yang diperbolehkan 10 psi


Fluida dingin : tube, cooling water
Untuk Ret = 1342,6
f = 0,00047 ft2/in2

( Gbr. 26, Kern )

tc = 95F
s=1

( Tabel 6, Kern )

s = 1

2
f Gt L n
Pt
5,22 1010 ID s t

(1) Pt

( Pers. (7.53), Kern )

0,0004738468,9402 2,54
5,22 1010 0,90210,07517

0,00177 psi
(10) Dari grafik 27, hal:837, Kern, 1950 pada Gt = 38468,940
diperoleh

V2
= 0,001
2g'

4n V 2
.
s 2g'
(4).(4)

.0,001
1
0,016 psi

Pr

PT = Pt + Pr
= 0,00177 psi + 0,016 psi
= 0,01777 psi
PT yang diperbolehkan 10 psi

L.C.41 Centrifuge (CF-301)


Fungsi

: memisahkan produk selulosa asetat dengan campuran


larutan

Jenis

: Helical conveyer centrifuge

Bahan konstruksi

: Carbon Steel SA-285 grade C

Jumlah

: 1 unit

Kondisi Operasi

: Temperatur = 30C
Tekanan

= 1 atm = 14,696 psia

Tabel LC.8 Komposisi Bahan Masuk ke Centrifuge (CF-101)


Laju alir (kg/jam)

(kg/m3)

Volume (m3/jam)

437,860

1270

0,3448

3,305

1300

0,0025

1967,809

1049

1,8759

Asetat anhidrat

3,066

1080

0,0028

Asam sulfat

0,107

1840

0,0001

224,062

1000

0,2241

Magnesium asetat

2,128

1420

0,0015

Magnesium sulfat

13,017

2660

0,0049

Bahan
Selulosa asetat
Lignin
Asam asetat

Air

Total

Camp =

2651,35

F Tot
Q Tot

2651,35 kg/jam
2,45655 m3 /jam

= 1079,297 kg/m3

sg campuran = 1,079
Perhitungan :
Q = 2,456 m3/jam
= 0,6823 l/s
= 9,0063 gal/min
Spesifikasi dari Tabel 18-12 (Bab 18, Hal. 112, Perry. 1997).
Untuk harga Q (gal/min), diperoleh :
Tipe yang sesuai : Helical conveyer
Bowl Diameter

= 14 in

Kecepatan

= 4.000 rpm

2,4566

G/g

= 3180

Menggunakan gambar 18-140 (Bab 18, Hal. 112, Perry. 1997), diperoleh:
v

= 400 ft/s
G

= 0,000559 N2 rp

rp

(Perry, 1997)

= 0,4472 m

Daya centrifuge :
P = 5,984 . 10-10 .sg . Q. ( N. rp)2

(Perry,1997)

Dimana:
sg = spesific gravity campuran
Q

= Laju alir volumetrik ( gal/menit)

= Laju putar rotor (rpm)

rp

= radius bucket (m)

Diameter bucket

= 14 in

Radius bucket (rp)

= 0,4472 m

Laju putar rotor (N) = 4000 rpm


P = 5,984.10 -10. (1,073) . (9,0063) . ( 4000. 0,4472)2
= 1,861 hp
Maka dipilih centrifuge dengan daya 2 hp.

L.C.42 Rotary Dryer II (RD-301)


Fungsi

: Menguapkan H2O yang masih terikut pada produk selulosa asetat yang
keluar dari conveyor yang merupakan produk akhir

Jenis

: Co-Current with Rotary Atomizer (FSD-4)

Beban panas

= 43640,329 kJ/jam
= 41365,240 btu/jam

Jumlah steam yang dibutuhkan

= 15,958 kg/jam

Jumlah campuran umpan

= 485,262 kg/jam

Densitas campuran umpan

= 1246,145 kg/m3
= 440,178 kg/ft3

Volume campuran umpan

485,262 kg/jam
440,178 kg/ft 3

= 1,102 ft3
Perhitungan volume rotary Dryer,
Faktor kelonggaran

= 8%

(Perry,1997)

Volume rotary dryer

= 1,102 ft3 1,08


= 1,190 ft3

Perhitungan luas permukaan spray dryer,


= 130 0C

Temperatur saturated steam

= 266 0F

Temperatur umpan masuk rotary dryer = 30 0C

= 86 0F

Temperatur umpan keluar rotary dryer = 100 0C

= 212 0F

= 100 btu/jam.0F.ft2

Ud

LMTD =

(Kern, 1950)

266 212 266 86


266 212
ln

266 86

= 104,6535 0F
Luas permukaan rotary dryer, A =
=

Q
Ud LMTD

41365,240
100 104,6535

= 3,952 ft2
Desain spray dryer
Q

10,98 Kf v 2 / 3 t
Ds t
2
s
Dm

Dimana :
Q

= Laju perpindahan panas (Btu/jam)

Kf

= Konduktifitas panas (Btu/(hft2)(Fft)

= Volume Dryer (ft3)

= Selisih suhu (0 F)

Dm

= Diameter medium (ft)

Ds

= Diamater Nozzel

Ws

= Laju alir umpan masuk (lb/h)

= Densitas bahan (lbm/ft3)

= Densitas steam keluar (lbm/ft3)


- Volume Dryer

(Perry ,1999)

Vm

1
xD 2 L
4

Vm

5
xD 3
4

1,190

D : L = 1: 5

(Perry ,1999)

5
x D m 3
4

Dm = 0,671 ft
L = 5 x 0,671 ft
= 3,359 ft
Dari persamaan di atas diperoleh harga Ds,
QD 2m

Ds

10,98Kf v 2 / 3 t

t
s

41365,240 x (0,671)2

Ds =

10,98x88x (1,19065)2 / 3 160

445,2083
1,8227

Ds = 0,06433 ft
Ds = 1,96091 cm

Perhitungan waktu tinggal (retention time),

0,23 L
SxN 0 ,9 xD

Dimana : L = panjang rotary dryer (ft)


N = rotasi (rpm)
S = slope (ft/ft)
D = diameter rotary dryer (ft)
Maka,

0,23 3,359
1 x 20 0,9 x0,671

= 0,0776 jam = 4,655 menit

(Perry,1997)

L.C.43 Conveyor III (BC-301)


Fungsi

: Mengangkut padatan selulosa asetat dari rotary dryer (RD-301) ke


blow box (B-301)

Jenis

: Flat belt on continuous flow

Bahan kontruksi : Carbon Steelu


Jumlah

: 1 unit

Kondisi operasi:
- Tekanan

= 1 atm

- Temperatur

= 30oC

- Laju alir massa

= 441,917 kg/jam

Untuk belt conveyor kapasitas < 14 ton/jam, spesifikasi (Perry & Green, 1999):
- Tinggi conveyor

= 25 ft = 7,62 m

- Ukuran conveyor

= (6 x 4 x 4) in

- Jarak antar conveyor

= 12 in = 0,305 m

- Kecepatan conveyor

= 225 ft/mnt = 68,6 m/mnt = 1,143 m/s

- Kecepatan putaran

= 43 rpm

- Lebar belt

= 7 in = 0,1778 m =17,78 cm

Perhitungan daya yang dibutuhkan (P):

P 0,07 m 0,63 Z
dimana:
P

= daya (hp)

= laju alir massa (kg/s)

= tinggi elevator (m)

= 441,917 kg/jam = 0,122 kg/s

= 25 ft = 7,62 m

Maka :
P = 0,07 x (0,122)0,63 x 7,62
= 0,142 hp

(Peters [Link]., 2004)

L.C.44 Blow Box (B-301)


Fungsi

: Untuk menurunkan temperatur produk selulosa asetat dengan


udara

Bentuk

: Box vertikal dengan tutup datar bagian atas

Bahan kontruksi : Carbon Steel SA-285 Grade C


Jumlah

: 1 unit

Kondisi Penyimpanan:
- T udara masuk

= 298,15 K

- T pulp masuk

= 100 oC = 373,15 K

- T pulp keluar

= 30oC = 303,15 K

- Densitas

= 1269,688 kg/m3

- Laju alir massa

= 442,624 kg/jam

Perhitungan:
Volume cairan

= 0,348

Faktor keamanan

= 20 %, maka

Volume Blow Box (V)

= (1 + 0,2) x 0,348 m3 = 0,418 m3

Blow Box berukuran

= panjang (p) = lebar (l) = 1,5 x tinggi (t)

Volume Blow Box (V)

= p x l x t = 1,5t x 1,5t x t = 2,25t3

Tinggi Blow Box (t)

V
=

2,25

Panjang Blow Box

= lebar gudang (l) = 1,5t = 1,5 x 0,551 m

= 0,570 m

= 0,856 m

L.C.45 Conveyor IV (BC-302)


Fungsi

: Mengangkut pulp dari blow box (B-301) ke hammer mill (HM 301)

Jenis

: Flat belt on continuous flow

Bahan kontruksi : Carbon Steel


Jumlah

: 1 unit

Kondisi operasi:
- Tekanan

= 1 atm

- Temperatur

= 30oC

- Laju alir massa

= 442,624 kg/jam

Untuk belt conveyor kapasitas < 14 ton/jam, spesifikasi (Perry & Green, 1999):
- Tinggi conveyor

= 25 ft = 7,62 m

- Ukuran conveyor

= (6 x 4 x 4) in

- Jarak antar conveyor

= 12 in = 0,305 m

- Kecepatan conveyor

= 225 ft/mnt = 68,6 m/mnt = 1,143 m/s

- Kecepatan putaran

= 43 rpm

- Lebar belt

= 7 in = 0,1778 m =17,78 cm

Perhitungan daya yang dibutuhkan (P):

P 0,07 m 0,63 Z

(Peters [Link]., 2004)

dimana:
P

= daya (hp)

= laju alir massa (kg/s)

= tinggi elevator (m)

= 441,917 kg/jam = 0,122 kg/s

= 25 ft = 7,62 m

Maka :
P = 0,07 x (0,122)0,63 x 7,62
= 0,142 hp

L.C.46 Hammer mill (HM-301)


Fungsi

: Memperkecil ukuran selulosa asetat dari diameter 5000 m


sampai 50 m.

Jenis

: Roll crusher

Bahan Konstruksi

: Carbon steel

Jumlah

: 1 unit

Kondisi Operasi

: Temperatur
Tekanan

Kapasitas

: 442,624 kg/jam

= 30C
= 1 atm
= 0,441922 ton/jam

Perhitungan daya :
Umpan bahan baku pulp memiliki ukuran berkisar (Da) = 5000 m. Produk yang
dihasilkan diameter (Db) = 50 m

(Walas, 1990)

Daya yang digunakan adalah :


P=

10 x Wf x F x

1
Db

1
Da

(Walas, 1990)

0,746

dengan : Wf = work index = 13,81


F

= Laju alir massa (ton/jam)

Da = Diameter awal partikel (m)


Db = Diameter akhir partikel (m)
10 x 13,81 x 0,441922 x

Maka: P =
P

50 3000

(Walas, 1990)

0,746

= 10,4125 hp
Digunakan daya standar 11 hp

L.C.47 Conveyor V (BC-303)


Fungsi

: Mengangkut pulp dari hummer mill (HM-301) ke gudang


penyimpanan selulosa asetat (V-107)

Jenis

: Flat belt on continuous flow

Bahan kontruksi : Carbon Steel


Jumlah

: 1 unit

Kondisi operasi:
- Tekanan

= 1 atm

- Temperatur

= 30oC

- Laju alir massa

= 442,624 kg/jam

Untuk belt conveyor kapasitas < 14 ton/jam, spesifikasi (Perry & Green, 1999):
- Tinggi conveyor

= 25 ft = 7,62 m

- Ukuran conveyor

= (6 x 4 x 4) in

- Jarak antar conveyor

= 12 in = 0,305 m

- Kecepatan conveyor

= 225 ft/mnt = 68,6 m/mnt = 1,143 m/s

- Kecepatan putaran

= 43 rpm

- Lebar belt

= 7 in = 0,1778 m =17,78 cm

Perhitungan daya yang dibutuhkan (P):

P 0,07 m0,63 Z
dimana:
P

= daya (hp)

(Peters [Link]., 2004)

= laju alir massa (kg/s)

= tinggi elevator (m)

= 441,917 kg/jam = 0,122 kg/s

Maka :
P = 0,07 x (0,122)0,63 x 7,62 = 0,142 hp

L.C.48 Gudang Penyimpanan Selulosa Asetat (V-107)


Fungsi

: Tempat penyimpanan Selulosa Asetat selama 7 hari

Bentuk

: Segi empat beraturan

Bahan konstruksi

: Beton

Kondisi penyimpanan : Temperatur = 300C


Tekanan

= 1 atm

Tabel LC.9 Komposisi Bahan Masuk ke Gudang Penyimpanan Selulosa Asetat


Bahan

(kg/m3)

Laju alir (kg/jam)

Selulosa asetat

Volume (m3/jam)

437,860

1270

0,344772

Lignin

3,305

1300

0,002542

Air

0,448

1049

0,000448

Asam asetat

0,044

1000

0,000042

Magnesium sulfat

0,260

2660

0,000098

441,917

1260,38

0,347902

Total
Volume bahan

= 125,245 m3
Faktor kelonggaran

= 50%

Volume gudang

= 1,5 125,245 m3
= 187,867 m3

Gudang direncanakan berukuran = panjang : lebar : tinggi = 1 : 1 : 0,5


Volume gudang (V)

=p l t
= p p 0,5p
= 0,5 p3

Panjang gudang (p)

=3V

187,867
0,5

= 7,216 m
Lebar gudang (l)

= 7,216 m

Tinggi gudang (t)

= 0,5 x 7,216 m = 3,608 m

L.C.49 Dekanter (D-301)


Fungsi : memisahkan larutan asam asetat dengan larutan lainnya.
Bentuk : horizontal silinder
Bahan : Carbon steel, SA 283, Grade C
Jumlah : 1 unit
Kondisi operasi

- Temperatur (T)

: 30 0C

- Tekanan (P)

: 1 atm = 14,696 psia

Tabel LC.10 Komposisi Bahan Masuk ke Dekanter (D-301)


Komponen

Massa

Volume

(kg/m )

Fasa atas (m /jam)

Fasa bawah (m3/jam)

Asam asetat

1928,4533,

1049

1,838

Asetat anhidrat

3,066

1080

0,003

Asam sulfat

0,107

1840

0,00005

Air

219,581

1000

0,219

0,02211

Magnesium asetat

2,128

1420

0,00149

Magnesium sulfat

12,757

2660

0,00479

Total

2166,092

2,057

0,03057

Laju alir massa (F)

= 2166,092 kg/jam

Densitas fasa atas (light)

: = 1043,77 kg/m3

Volume

(kg/jam)

Densitas fasa bawah (heavy) :


campuran =

36,9967 kg / jam
3

0,03057m / jam

= 1038,76 kg/m3

Penentuan ukuran decanter:


Diameter partikel fasa bawah dalam fasa atas (Dp) = 10-4 m

(Ulrich,1984)

g ( h l )
K Dp

Keterangan

(Ulrich,1984)

Dp = diameter gelembung = 10 -4 m
g = percepatan gravitasi = 9,8 m/s2
h = densitas fasa atas = 1043,77 kg/m3
l = densitas fasa bawah = 1038,76 kg/m3
= viskositas medium (fasa atas) = 1,1 cP = 1,1 x 10 -3 Pa.s
(9,8 m/s 2 )(1043,77 kg/m 3 )(1043,77 1038,76 )kg/m 3
K 1.10 m

(1,1.10 3 kg / m.s ) 2

1,136

Untuk 0 < K< 3,3 maka persamaan untuk kecepatan terminal :


Ut g

D 2p
18

( h l )

(Ulrich,1984)

Dimana:
Ut = kecepatan akhir fasa bawah (m/s)
Dp = diameter gelembung = 10 -4 m
h = densitas fasa atas = 1043,77 kg/m3
l = densitas fasa bawah = 1038,76 kg/m3
= viskositas medium (fasa atas) = 1,1.10 -3 Pa.s

Ut g

D2p
18

( h l )

(10 4 ) 2
(1043,77 1038,76)
18(1,1.103 )
0,00086 m/s
9,8

Harga perbandingan panjang dengan diameter dekanter pada tekanan 1 atm


L/D = 3

(Ulrich,1984)

L 0.5U avg

D
Ut
3

0.5U avg
8,6x 10 4

U avg 0,00517 m/s


18,625 m/jam
Uavg maksimum harus < 8Ut agar turbulensi pada permukaan dapat dicegah
(Ulrich,1984)
Uavg < 8(8,6.10 -4)
0,00517 < 0,0069

(memenuhi)

Q total
A
mi i
18,625
0.25 .D 2
1,65
18,625
0,25D 2
D 0,4056 m
L 3D
3 (0,4056)
1,0432 m
1,21708 m
U avg

Volume decanter,
VDC = 0,25D2L
= 0,25 (0,4056 m)2(1,21708 m) = 0,1572 m3
Waktu tinggal ():

D
2U t

0,4056 m
2(0,00086 m/s)
0,6296 jam

(Ulrich, 1984)

L.C.50 Tangki Pencampur (M-301)


Fungsi

: Tempat mencampur larutan asam asetat dengan air hingga


didapat komposisi larutan asetat akhir sebesar 70%.

Bentuk

: Tangki berpengaduk dengan alas datar dan tutup ellipsoidal

Bahan Konstruksi : Carbon Steel SA-285 grade C


Jumlah

: 1 unit

Kondisi Operasi

: Temperatur

= 30C

Tekanan

(Yamashita et al, 1986)

= 1 atm = 14,696 psia

Tabel LC.11 Komposisi Bahan Masuk ke Tangki Pencampur (M-301)


Bahan

Laju alir (kg/jam)

Asam asetat
Air
Total

(kg/m3)

Volume (m3/jam)

1581,897

1049

1,508

634,870

1000

0,635

2216,767

2,143

Laju massa = 2216,767 kg/jam


F Tot

Camp =

Q Tot

kg/jam

2,143 m3 /jam

= 1034,483 kg/m3

Waktu tinggal

= 1 jam

Faktor Keamanan

= 20%

(Yamashita et al, 1986)

Perhitungan :
a. Volume bahan,
kg
x
jam

Vl

1 jam

kg/m3

= 2,143 m3
Faktor kelonggaran 20%
Volume tangki, Vt

= (1 + 0,2) x 2,143 m3
= 2,571 m3

b. Diameter dan tinggi Tangki


- Volume shell tangki (Vs) :
1

Vs = Ds2 Hs
4

Asumsi: Ds : Hs = 1 : 2

Vs = Ds3
2

- Volume tutup tangki (Ve)

Ve = 6 Ds2 He

Asumsi: Ds : He = 4 : 1

Ve = 24 Ds3
- Volume tangki (V)
Vt = Vs + Ve
13
Ds3
24
13
2,571 m3 =
Ds3
24
Vt =

Ds = 1,148 m = 45,186 in
Hs = 2,295 m
c. Diameter dan tinggi tutup
Diameter tutup

= diameter tangki
= 1,148 m

Tinggi head,
He =

1
x DS
4

= 0,287 m
Jadi total tinggi tangki,
Ht = Hs + He
= 2,582 m
d. Tebal shell tangki
t=

PD
2(SE - 0,6P)

+ nC

(Perry,1997)

di mana:
t = tebal shell (in)
P = tekanan desain (psia)
D = diameter dalam tangki (in)
S = allowable stress = 13700 psia

(Peters [Link]., 2004)

E = joint efficiency = 0,85

(Peters [Link]., 2004)

C = faktor korosi

= 0,0125 in/tahun

(Peters [Link]., 2004)

n = umur tangki

= 10 tahun

Volume larutan = 0,167 m3


Volume tangki = 0,201 m3
2,143 m3

Tinggi larutan dalam tangki = 2,571 m3 x 2,582 m = 2,152 meter

Tekanan Hidrosatatik :
=xgxh

PHidrostatik

= 1034,483 kg/m3 x 9,8 m/s2 x 2,152 m


= 21,816 kPa = 3,206 psia
Faktor keamanan = 20 %
Maka, Pdesain

= 1,2 x (14,696 psia + 3,206 psia)


= 21,483 psia

Tebal shell tangki:


t=
t=

PD

+ nC

2(SE-0,6P)
,

psia x 19,305 in

2 x (13700 psia x 0,85 - 0,6 x 21,483 psia)

+ 10 tahun x 0,0125 in/tahun

t = 0,167 in
Maka tebal shell yang dibutuhkan

= 0,167 in = 0,423 cm

Maka tebal shell standar yang digunakan

= 1/2 in

(Brownell,1959)
e. Tebal tutup tangki
Tutup atas tangki terbuat dari bahan yang sama dengan shell.
Maka tebal shell standar yang digunakan = 1/2 in

(Brownell,1959)

L.C.51 Tangki Penampungan Asam Asetat Sisa (V-108)


Fungsi

: Penampungan asam asetat sisa

Bentuk

: Silinder tegak dengan alas dan tutup datar

Bahan konstruksi

: Carbon steel SA-285 grade C

Jumlah

: 1 unit
: 300C

Kondisi Penyimpanan : Temperatur


Tekanan

: 1 atm = 14,696 psia

Laju massa asam asetat sisa

= 2142,818 kg/jam

Densitas asam asetat sisa

= 1043,883 kg/m3

Kebutuhan perancangan

= 7 hari

Faktor keamanan

= 20 %

Perhitungan :
a. Volume bahan,

kg
jam
x 24
x 7 hari
jam
hari
1043,883 kg/m 3

2142,818

Vl

= 344,860 m3
Faktor kelonggaran 20%
= (1 + 0,2) x 344,860 m3

Volume tangki, Vt

= 413,832 m3
b. Diameter dan tinggi Tangki
- Volume tangki (Vt) :
1

Vt = 4 Dt2 Ht

Asumsi: Dt : Ht = 2: 3

Vt= 8 Dt3
413,8332 m3 =

3
Dt 3
8

Dt = 7,057 meter = 277,835 in


Ht = 10,586 meter
c. Tebal shell tangki
t=

PD
2(SE - 0,6P)

+ nC

(Perry,1997)

di mana:
t = tebal shell (in)
P = tekanan desain (psia)
D = diameter dalam tangki (in)
S = allowable stress = 13700 psia

(Peters [Link]., 2004)

E = joint efficiency = 0,85

(Peters [Link]., 2004)

C = faktor korosi

= 0,0125 in/tahun

(Peters [Link]., 2004)

n = umur tangki

= 10 tahun

Volume bahan

= 344,860 m3

Volume tangki

= 413,832 m3

Tinggi bahan dalam tangki =

344,860 m 3
x 10,586 m = 8,821 meter
413,832 m 3

Tekanan Hidrosatatik :
PHidrostatik

=xgxh
= 1033,803kg/m3 x 9,8 m/s2 x 8,821 m

= 90,242 kPa = 13,262 psia


Faktor keamanan = 20 %
Maka, Pdesain

= 1,2 x (14,696 psia + 13,262 psia) = 33,550 psia

Tebal shell tangki:


t=
t=

PD
2(SE-0,6P)

+ nC

33,550 psia x 277,835in


(10 tahun x 0,0125in/tahun)
2 (13700 psia x 0,85 ) - ( 0,6 x 33,550 psia)
t = 0,526 in

Maka tebal shell yang dibutuhkan

= 0,526 in = 1,335 cm

Maka tebal shell standar yang digunakan = 3/4 in


(Brownell,1959)
d. Tebal tutup tangki
Tutup atas tangki terbuat dari bahan yang sama dengan shell.
Maka tebal shell standar yang digunakan = 3/4 in

(Brownell,1959)

LAMPIRAN D
PERHITUNGAN SPESIFIKASI PERALATAN UTILITAS
D.1

Screening (SC)
Fungsi

: Menyaring partikel-partikel padat yang besar.

Jenis

: Bar screen

Jumlah

: 1

Bahan konstruksi

: Stainless steel

Kondisi operasi:
- Temperatur

= 300C

- Densitas air ()

= 995,68 kg/m3

(Geankoplis, 1997)

- Laju alir massa (F)

= 25970,4218 kg/jam
25970,4218 kg/jam x 1 jam/3600 s
- Laju alir volumetrik (Q) =
995,68 kg/m3
= 0,00728 m3/s
(Dari Tabel 5.1. Punmia & Ashok, Physical Chemical Treatment of Water and
Wastewater, 1991)
Ukuran bar:
Lebar bar = 5 mm; Tebal bar = 20 mm;
Bar clear spacing = 20 mm; Slope = 300
Direncanakan ukuran screening:
Panjang screen

= 2m

Lebar screen

= 2m

Misalkan, jumlah bar = x


Maka,

20x + 20 (x + 1) = 2881
40x = 2861
x = 72 buah

Luas bukaan (A2) = 20(72 + 1) (2.881) = 3916350 mm2 = 3,916 m2


Untuk pemurnian air sungai menggunakan bar screen, diperkirakan Cd = 0,6 dan
30% screen tersumbat.
Q2
0,007282
Head loss (h) = 2 g C 2 A 2 = 2 x 9,8 x 0,6 2 x 3,916 = 9,998.10 -7 m dari air
d
2
2

D.2 Bak Sedimentasi (BS)


Fungsi

: Untuk mengendapkan lumpur yang terikut dengan air.

Jumlah

:1

Jenis

: Grift Chamber Sedimentation

Aliran

: Horizontal sepanjang bak sedimentasi.

Bahan kontruksi

: Beton kedap air

Kondisi operasi:
- Temperatur

= 300C

- Tekanan

= 1 atm

- Laju alir massa (F) = 25970,4218 kg/jam


= 995,68 kg/m3
F
25970,4218 kg/jam
- Laju alir volumetrik, Q = =
995,68 kg/m3
= 0,0073 m3/sec
- Densitas air

(Geankoplis, 1997)

= 15,4279 ft3/mnt
Desain Perancangan:
Bak dibuat dua persegi panjang untuk desain efektif.

(Kawamura, 1991)

Perhitungan ukuran tiap bak:


Kecepatan pengendapan 0,1 mm pasir adalah:
0 = 1,57 ft/min atau 8 mm/s

(Kawamura, 1991)

Desain diperkirakan menggunakan spesifikasi:


Kedalaman tangki

= 10 ft = 3,048 m

Lebar tangki

= 2 ft = 0,609 m
3
Kecepatan aliran, v = 15,4279 ft /mnt = 0,77 ft/mnt
10 ft x 2 ft
h
Desain panjang ideal bak :
L = K v
0

(Kawamura, 1991)

dengan : K = faktor keamanan = 1,25


h = kedalaman air efektif ( 10 16 ft); diambil 10 ft.
Maka :

L = 1,25 (10/1,57) 0,77 = 6,14 ft

Diambil panjang bak = 7 ft = 2,1336 m


Uji desain:
Va
(7 x 2 x 10)
Waktu retensi, t = Q =15,4279 ft3/min = 9,07 menit
ft3/mnt
Desain diterima, dimana t 0,887
diizinkan
6 15 menit

(Kawamura, 1991)

Q
laju volumetrik

A luas permukaan masukan air


(15,4279 ft3/mnt)(7,481 gal/ft3)
=
= 8,24 gpm/ft2
2 ft x 7 ft
Desain diterima, dimana surface loading diizinkan diantara 4 10 gpm/ft2
Surface loading :

Headloss (h); bak menggunakan gate valve, full open (16 in) :
V2
m/ft)]2
h = K 2g =1,25 [(0,77 ft/mnt)(1 mnt/60 s)(0,3048
2 (9,8 m/s2)
= 9,029.10-6ft

D.3 Klarifier (CL)


Fungsi

: Memisahkan endapan (flok-flok) yang terbentuk karena


penambahan alum dan soda abu.

Tipe

: External Solid Recirculation Clarifier

Bentuk

: Circular desain

Bahan konstruksi : Carbon steel SA 283, Grade C


Kondisi operasi:
Temperatur

= 300C

Tekanan

= 1 atm

Laju massa air (F1)

= 25970,4218 kg/jam

Laju massa Al2(SO4)3 (F2)

= 1,3050 kg/jam

(Perhitungan BAB VII)

Laju massa Na2CO3 (F3)

= 0,7047 kg/jam

(Perhitungan BAB VII)

Laju massa total

= 26102 kg/jam

Densitas Al2(SO4)3

= 2,71 gr/ml

(Perry, 1997)

Densitas Na2CO3

= 2,533 gr/ml

(Perry, 1997)

Densitas air

= 0,99568 gr/ml

(Perry, 1997)

Reaksi koagulasi:
Al2(SO4)3 + 3 Na2CO3 + 3 H2O 2 Al(OH)3 + 3 Na2SO4 + 3CO2
Perhitungan:
Dari Metcalf & Eddy, 1984, diperoleh:
Untuk clarifier tipe upflow (radial):
Kedalaman air = 3 5 m
Settling time = 1 3 jam
Dipilih : Kedalaman air (H) = 3,5 m

Settling time = 1 jam

Diameter dan Tinggi Clarifier


Densitas larutan,
= 995,7278 kg/m3
Volume cairan, V = 25970,4218 kg/jam x3 1 jam = 26,21 m3
995,7278 kg/m
V = 1/4 D2H
4V
4 x 26,21
D2 = H = 3,14 x 3,5
D = 3,09 m
Maka, diameter clarifier = 3,09 m
Tinggi clarifier = 1,5 D = 4,63 m

Tebal Dinding Tangki


Tekanan hidrostatik
Phid = g l
= 995,753 kg/m3 9,8 m/det2 3,5 m
= 34,153 kPa
Tekanan operasi = 1 atm = 101,325 kPa
P = 34,135 kPa + 101,325 kPa = 142,2523 kPa
Faktor kelonggaran = 5%
Maka, Pdesign

= (1,05) (142,2523) kPa = 142,2523 kPa

Joint efficiency = 0,8

(Brownell,1959)

Allowable stress = 12.650 psia = 87218,714 kPa

(Brownell,1959)

Tebal shell tangki:


PD
t = 2SE 1,2P
(142,2523 kPa)(3,09 m)
=
(2)(87.218,714 kPa)(0,8) 1,2(142,2523 kPa)
= 0,0032 m = 0,1241 in
Faktor korosi = 1/8 in
Maka tebal shell yang dibutuhkan = 0,1241 in + 1/8 in = 0,2491 in
Tebal shell standar yang digunakan = 1/4 in

(Brownell,1959)

Daya Clarifier
P = 0,006 D2
dimana:

(Ulrich, 1984)

P = daya yang dibutuhkan, kW

Sehingga, P = 0,006 (3,09)2 = 0,5725 kW = 0,7680 hp


Dipilih pompa dengan daya 1 hp

D.4 Sand Filter (SF)


Fungsi

: Menyaring partikel partikel yang masih terbawa dalam


air yang keluar dari klarifier

Bentuk

: silinder tegak dengan alas dan tutup ellipsoidal

Bahan konstruksi : Carbon steel SA 283, Grade C

Kondisi operasi :
Temperatur

= 300C

Tekanan

= 1 atm

Laju massa air (F1)

= 25970,4218 kg/jam

Densitas air

= 995,753 kg/m3

Faktor keamanan

= 20

(Geankoplis,

Sand filter dirancang untuk penampungan 1/4 jam operasi.


Sand filter dirancang untuk volume bahan penyaring 1/3 volume tangki
Perhitungan:
a. Volume tangki
Volume air, Va = 25970,4218 kg/jam x 30,25 jam = 6,5530 m3
995,753 kg/m
Volume tangki = 1,2 6,5530 m3 = 7,8636 m3
Volume total, Vt = (1 + 1/3) 7,8636 = 10,484 m3
b. Diameter dan tinggi tangki
Direncanakan perbandingan diameter dengan tinggi, D : H = 3 : 4
V = D2H
= D2(4D/3)
= (D3)/3
D = (3V/)1/3
= (3 x 1,157 m3/3,14)1/3

1997)

= 2,155 m
H = 4D/3 = 3,333 m
c. Diameter dan tinggi tutup
Diameter tutup = diameter tangki = 2,5 m
Direncanakan perbandingan diameter dengan tinggi tutup D : H = 4 : 1
Tinggi tutup

1
2,5 = 0,625 m
4

Tinggi tangki total = 3,333 + 0,625 = 3,958 m


d. Tebal shell dan tutup tangki
1
3,333 = 0,833 m
4
6,5530 m3
Tinggi cairan dalam tangki = 10,484 m3 x 3,333 m = 2,083 m
P air
= gl

Tinggi penyaring =

= 995,723 kg/m3 9,8 m/det2 2,083 m


= 202329,442 Pa = 20,329 kpa
Ppenyaring

=gl
= 2089,5 kg/m3 9,8 m/det2 0,833 m
= 17064,25 Pa = 17,064 kPa

Tekanan operasi = 1 atm = 101,325 kPa


P = 20,329 kPa + 17,064 kPa + 101,325 kPa = 138,718 kPa
Faktor kelonggaran = 5%
Maka, Pdesign = (1,05) (138,718 kPa) = 145,654 kPa
Joint efficiency = 0,8

(Brownell,1959)

Allowable stress = 12650 psia = 87218,714 kPa

(Brownell,1959)

Tebal shell tangki:


PD
t = 2SE 1,2P
(145,654 kPa)(2,1556 m)
=
(2)(87.218,714 kPa)(0,8) 1,2(145,654 kPa)
= 0,00225 m = 0,08869 in
Faktor korosi = 1/8 in
Maka tebal shell yang dibutuhkan = 0,08869 in + 1/8 in = 0,2137 in
Tebal shell standar yang digunakan = 1/4 in
Tutup terbuat dari bahan yang sama dengan dinding tangki dan ditetapkan
tebal tutup 1/4 in.

D.5

Tangki Penampungan 01 (TU 01)


Fungsi

: Menampung air sementara dari klarifier.

Bentuk

: Silinder tegak dengan alas dan tutup datar

Bahan konstruksi

: Carbon steel SA 283, Grade C

Kondisi operasi:
Temperatur

: 30 0C

Tekanan

: 1 atm

Laju massa air

: 25970,4218 kg/jam

Densitas air

: 995,68 kg/m3

Kebutuhan perancangan

: 6 jam

Faktor keamanan

: 20

(Geankoplis, 1997)

Perhitungan:
a. Volume tangki
25970,4218 kg/jam x 6 jam
= 157,2803 m3
995,68 kg/m3
Volume tangki, Vt = 1,2 157,2803 m3 = 188,7364 m3
Volume air, Va =

b. Diameter tangki
Direncanakan perbandingan diameter dengan tinggi silinder, D : H =2 : 3
V = D2H
= D2(3D/2)
= (3D3)/8
D = (8V/3)1/3
= (8 x 20,8306 /3. 3,14)1/3
= 5,4321 m
H = 8,1481 m

157,2802 m3
Tinggi air dalam tangki = 188,7364 m3 x 8,1481= 6,7901 m
c. Tebal tangki
Tekanan hidrostatik
P = gh
= 995,68 kg/m3 9,8 m/det2 6,7901 m
= 66,255 kPa
Tekanan operasi = 1 atm = 101,325 kPa

P = 66,255 kPa + 101,325 kPa = 167,5803 kPa


Faktor kelonggaran = 5%
Maka, Pdesign = (1,05) (167,5803 kPa) = 175,959 kPa
Joint efficiency = 0,8

(Brownell,1959)

Allowable stress = 12.650 psia = 87.218,714 kP

(Brownell,1959)

Tebal shell tangki:


PD
t=
2SE 1,2P
(175,959 kPa)(5,4321 m)
= (2)(87.218,714 kPa)(0,8) 1,2(175,959 kPa)
= 0,0055 m = 0,2160 in
Faktor korosi = 1/8 in
Maka tebal shell yang dibutuhkan = 0,2160 in + 1/8 in = 0,3410 in
Tebal shell standar yang digunakan = 1/2 in

D.6

(Brownell,1959)

Tangki Penampungan 02 (TU 02)


Fungsi

: Menampung air sebelum menuju untuk semua


kebutuhan.

Bentuk

: Silinder tegak dengan alas dan tutup datar

Bahan konstruksi

: Carbon steel SA 283, Grade C

Kondisi operasi:
Temperatur

: 300C

Tekanan

: 1 atm

Laju massa air

: 25970,4218 kg/jam

Densitas air

: 995,68 kg/m3

(Geankoplis,1997)

Kebutuhan perancangan : 12 jam


Faktor keamanan

: 20

Perhitungan:
a. Volume tangki
25970,4218 kg/jam x 12 jam
= 314,5607 m3
995,68 kg/m3
Volume tangki, Vt = 1,2 314,5607 m3 = 377,4728 m3

Volume air, Va =

b. Diameter tangki
Direncanakan perbandingan diameter dengan tinggi silinder, D : H =2 : 3

V = D2H
= D2(3D/2)
= (3D3)/8
D = (8V/3)1/3
= (8 x 377,4728/3. 3,14)1/3
= 6,8440 m
H = 10,2660 m
Tinggi air dalam tangki =

314,5607 m3
x 10,2660 = 8,550 m
377,4728 m3

c. Tebal tangki
Tekanan hidrostatik
P = gh
= 995,7278 kg/m3 9,8 m/det2 8,550 m
= 83,4764 kPa
Tekanan operasi = 1 atm = 101,325 kPa
P = 83,4764 kPa + 101,325 kPa = 184,8051 kPa
Faktor kelonggaran = 5%
Maka, Pdesign = (1,05) (184,8051 kPa) = 194,0416 kPa
Joint efficiency = 0,8

(Brownell,1959)

Allowable stress = 12650 psia = 87218,714 kPa

(Brownell,1959)

Tebal shell tangki:


PD
t=
2SE 1,2P
(194,0416 kPa)(6,8440 m)
=
(2)(87.218,714 kPa)(0,8) 1,2(194,0416 kPa)
= 0,0076 m = 0,3001 in
Faktor korosi = 1/8 in
Maka tebal shell yang dibutuhkan = 0, 3001 in + 1/8 in = 0,4251 in
Tebal shell standar yang digunakan = in

D.7

Tangki Penampungan 03 (TU 03)


Fungsi

: Menampung air untuk keperluan domestik.

Bentuk

: Silinder tegak dengan alas dan tutup datar.

(Brownell,1959)

Bahan konstruksi: Carbon steel SA 283, Grade C


Kondisi operasi:
Temperatur

= 30 0C

Tekanan

= 1 atm

Laju massa air

= 1631,204 kg/jam

Densitas air

= 995,68 kg/m3

(Geankoplis, 1997)

Kebutuhan perancangan = 24 jam


Faktor keamanan

= 20

Perhitungan:
a. Volume tangki
1631,204 kg/jam x 24 jam
= 24,3090 m3
995,68 kg/m3
Volume tangki, Vt = 1,2 24,3090 m3 = 29,1708 m3
Volume air, Va =

b. Diameter tangki
Direncanakan perbandingan diameter dengan tinggi silinder, D : H = 2 : 3
V = D2H
= D2(3D/2)
= (3D3)/8
D = (8V/3)1/3
= (8 x 29,1708 /3. 3,14)1/3
= 2,9152 m
H = 4,3727 m

24,3090 m3
Tinggi air dalam tangki = 29,1708 m3 x 4,3727 m = 3,6440 m
c. Tebal tangki
Tekanan hidrostatik
P = gh
= 995,68 kg/m3 9,8 m/det2 3,6440 m
= 35,556 kPa
Tekanan operasi = 1 atm = 101,325 kPa
P = 35,556 kPa + 101,325 kPa = 136,8815 kPa
Faktor kelonggaran = 5 %
Maka, Pdesign = (1,05) (136,8815 kPa) = 143,7255 kPa
Joint efficiency = 0,8

(Brownell,1959)

Allowable stress = 12,650 psia = 87218,714 kP

(Brownell,1959)

Tebal shell tangki:


PD
t=
2SE 1,2P
(143, 7255 kPa)(2,86 m)
=
(2)(87.218,714 kPa)(0,8) 1,2(143, 7255 kPa)
= 0,0024 m = 0,0947 in
Faktor korosi = 1/8 in
Maka tebal shell yang dibutuhkan = 0, 0947 in + 1/8 in = 0,2197 in
Tebal shell standar yang digunakan = 1/4 in

(Brownell,1959)

D.8 Penukar Kation/Cation Exchanger (CE)


Fungsi

: Mengurangi kesadahan air

Bentuk

: Silinder tegak dengan alas dan tutup ellipsoidal

Bahan konstruksi

: Carbon steel SA 283, Grade C

Kondisi operasi :
Temperatur

= 300C

Tekanan

= 1 atm

Laju massa total

= 25126,1156 kg/jam

Densitas air

= 995,68 kg/m3

(Geankoplis, 1997)

Kebutuhan perancangan = 1 jam


= 20

Faktor keamanan
Perhitungan:

a. Ukuran Cation Exchanger


Dari Tabel 12.4.,Kanman, F.N, The Nalco Water Handbook, 1988 diperoleh:
Diameter penukar kation

= 2 ft = 0,6096 m

Luas penampang penukar kation

= 3,14 ft2

Tinggi resin dalam cation exchanger

= 2,5 ft = 0,762 m

Tinggi silinder = 1,2 2,5 ft = 3 ft = 0,9144 m


Diameter tutup = diameter tangki = 2 ft = 0,6096 m
Direncanakan perbandingan diameter dengan tinggi tutup D : H = 4 : 1
Tinggi tutup

1
(0,6096 m) 0,1524 m
4

Tinggi tangki total = 0,9144 + 2(0,1524) = 1,2192 m

b. Tebal tangki
Tekanan hidrostatis
P = xgxl
= 995,68 kg/m3 9,8 m/det2 0,762 m
= 7,4354 kPa
Tekanan operasi = 1 atm = 101,325 kPa
P = 7,4353 kPa + 101,325 kPa = 108,7603 kPa
Faktor kelonggaran = 5%
Maka, Pdesign = (1,05) (108,7603) = 114,1983 kPa
Joint efficiency = 0,8

(Brownell,1959)

Allowable stress = 12,650 psia = 87.218,714 kPa

(Brownell,1959)

Tebal shell tangki:


PD
t=
2SE 1,2P
(114,1983 kPa)(0,6096 m)
=
(2)(87.218,714 kPa)(0,8) 1,2(114,1983 kPa)
= 0,0005 m = 0,0196 in
Faktor korosi = 1/8 in
Maka tebal shell yang dibutuhkan = 0,0196 in + 1/8 in = 0,1447 in
Tebal shell standar yang digunakan = 1/4 in
Tutup terbuat dari bahan yang sama dengan dinding tangki dan ditetapkan
tebal tutup 1/4 in.

D.9

Penukar Anion/Anion Exchanger (AE)


Fungsi

: Mengurangi kesadahan air.

Bentuk

: Silinder tegak dengan alas dan tutup ellipsoidal.

Bahan konstruksi : Carbon steel SA 283, Grade C


Kondisi operasi :
Temperatur

= 300C

Tekanan

= 1 atm

Laju massa air

= 25126,1156 kg/jam

Densitas air

= 995,68 kg/m3

Kebutuhan perancangan = 1 jam


Faktor keamanan

= 20

(Geankoplis, 1997)

Perhitungan
a. Ukuran Anion Exchanger
Dari Tabel 12.4., The Nalco Water Handbook, 1988 diperoleh:
Diameter penukar anion

= 2 ft = 0,6096 m

Luas penampang penukar anion

= 3,14 ft2

Tinggi resin dalam anion exchanger

= 2,5 ft = 0,7620 m

Tinggi silinder = 1,2 2,5 ft = 3 ft = 0,9144 m


Diameter tutup = diameter tangki = 2 ft = 0,6096 m
Direncanakan perbandingan diameter dengan tinggi tutup D : H = 4 : 1
Tinggi tutup

1
(0,6096 m) 0,1524 m
4

Tinggi tangki total = 0,9144 + 2( 0,1524 ) = 1,2192 m


b. Tebal tangki
Tekanan hidrostatis
P = xgxl
= 995,68 kg/m3 9,8 m/det2 0,762 m
= 7,4353 kPa
Tekanan operasi = 1 atm = 101,325 kPa
P = 7,4353 kPa + 101,325 kPa = 108,7603 kPa
Faktor kelonggaran = 5%
Maka, Pdesign = (1,05) (108,7603) = 114,1983 kPa
Joint efficiency = 0,8

(Brownell,1959)

Allowable stress = 12,650 psia = 87.218,714 kPa

(Brownell,1959)

Tebal shell tangki:


PD
t=
2SE 1,2P
(114,1983 kPa)(0,6096 m)
=
(2)(87.218,714 kPa)(0,8) 1,2(114,1983 kPa)
= 0,0005 m = 0,0196 in
Faktor korosi = 1/8 in
Maka tebal shell yang dibutuhkan = 0,0196 in + 1/8 in = 0,1447 in
Tebal shell standar yang digunakan = 1/4 in
Tutup terbuat dari bahan yang sama dengan dinding tangki dan ditetapkan
tebal tutup 1/4 in.

D.10

Tangki Pelarutan Alum [Al2(SO4)3] (TP 01)

Fungsi

: Membuat larutan alum [Al2(SO4)3]..

Bentuk

: Silinder tegak dengan alas dan tutup datar.

Bahan konstruksi : Carbon steel SA 283, Grade C.


Kondisi operasi:
Temperatur

= 30 0C

Tekanan

= 1 atm

Al2(SO4)3 yang digunakan

= 50 ppm

Al2(SO4)3 yang digunakan berupa larutan 30 ( berat)


Laju massa Al2(SO4)3

= 1,3050 kg/jam

(Perhitungan BAB VII)

Densitas Al2(SO4)3 30

= 1.363 kg/m3 = 85,0898 lb m/ft3

Kebutuhan perancangan

= 30 hari

Faktor keamanan

= 20

(Perry, 1997)

Perhitungan:
a. Ukuran Tangki
(1,3050 kg/jam)(24 jam/hari)(30 hari)
= 2,2979 m3
1.363 kg/m3
Volume tangki, Vt = 1,2 2,2979 m3 = 2,7575 m3

Volume larutan, Vl =

Direncanakan perbandingan diameter dengan tinggi tangki, D : H = 2 : 3


V = D2H
= D2(3D/2)
= (3D3)/8
D = (8V/3)1/3
= (8 x 2,7575/3. 3,14)1/3
= 1,33 m
H = 1,99 m

2,2979 m3
Tinggi cairan dalam tangki = 2,7575 m3 x 1,99 m = 1,66 m

b. Tebal Dinding Tangki


Tekanan hidrostatik
P = g h

= 1.363 kg/m3 9,8 m/det2 x 1,66 m


= 22,1725 kPa
Tekanan operasi = 1 atm = 101,325 kPa
P = 22,1725 kPa + 101,325 kPa = 123,4975 kPa
Faktor kelonggaran = 5%
Maka, Pdesign = (1,05) (123,4975 kPa ) 129,6724 kPa
Joint efficiency = 0,8
Allowable stress = 12650 psia = 87218,714 kPa

(Brownell,1959)
(Brownell,1959)

Tebal shell tangki:


PD
t=
2SE 1,2P
(129,6724 kPa)(1,33 m)
=
(2)(87.218,714 kPa)(0,8) 1,2(129,6724 kPa)
= 0,00124 m = 0,04864 in
Faktor korosi = 1/8 in
Maka tebal shell yang dibutuhkan = 0, 04864 in + 1/8 in = 0,1736 in
Tebal shell standar yang digunakan = 1/4 in
c. Daya pengaduk
Jenis pengaduk

: flat 6 blade turbin impeller

Jumlah baffle

: 4 buah

Untuk turbin standar (McCabe, 1999), diperoleh:


Da/Dt = 1/3 ; Da

= 1/3 1,33 m = 0,44 m = 1,45 ft

E/Da = 1

; E

= 0,44 m

L/Da = 1/4

; L

= 1/4 0, 44 m = 0,11 m

W/Da = 1/5 ; W

= 1/5 0, 44 m = 0,09 m

J/Dt = 1/12 ; J

= 1/12 1,33 m = 0,11 m

dengan:
Dt

= diameter tangki

Da

= diameter impeller

= tinggi turbin dari dasar tangki

= panjang blade pada turbin

= lebar blade pada turbin

= lebar baffle

Kecepatan pengadukan, N = 3 putaran/det

(Brownell,1959)

Viskositas Al2(SO4)3 30 = 6,7210 -4 lbm/ftdetik

(Othmer, 1968)

Bilangan Reynold,

N D a 2
(Geankoplis, 1997)

(85,0898)(3)(1,45)2
=
=8,01.105 = 801000
6,72.10-4
NRe > 10.000, maka perhitungan daya menggunakan rumus:
N Re

K T .n 3 .D a
gc

(McCabe,1999)

KT = 6,3
(McCabe,1999)
1 hp
6,3(3 put/dtk)3(1,45ft)5(85,0898 lb m/ft3)
P=
x 550 [Link] /dtk
32,174 [Link]/lbf.dtk2
f
= 5,87 Hp
Efisiensi motor penggerak = 80
5,87
Daya motor penggerak = 0,8 = 7,338 hp
Digunakan motor dengan daya 7,5 hp

D.11

Tangki Pelarutan Soda Abu (Na2CO3) (TP 02)


Fungsi

: Membuat larutan soda abu (Na2CO3).

Bentuk

: Silinder tegak dengan alas dan tutup datar.

Bahan konstruksi

: Carbon steel SA 283, Grade C.

Kondisi operasi :
Temperatur

= 30 0C

Tekanan

= 1 atm

Na2CO3 yang digunakan

= 27 ppm

Na2CO3 yang digunakan berupa larutan 30 ( berat)


Laju massa Na2CO3

= 0,7047 kg/jam

(Perhitungan BAB VII)

Densitas Na2CO3 30%

= 1.327 kg/m3 = 82,8423 lbm/ft3

Kebutuhan perancangan

= 30 hari

Faktor keamanan

= 20

(Perry, 1997)

Perhitungan
a. Ukuran Tangki
(0,7047 kg/jam)(24 jam/hari)(30 hari)
= 1,2745 m3
1.327 kg/m3 x 30%
Volume tangki, Vt = 1,2 1,2745 m3 = 1,5294 m3
Volume larutan, Vl =

Direncanakan perbandingan diameter dengan tinggi tangki, D : H = 2 : 3


V = D2H
= D2(3D/2)
= (3D3)/8
D = (8V/3)1/3
= (8 x 1,5294 /3. 3,14)1/3
= 1,09 m
H = 1,64 m

1,22745 m3
Tinggi cairan dalam tangki = 1,5294 m3 x 1,64 m = 1,36 m = 4,47 ft
b. Tebal tangki
Tekanan hidrostatik
P

= g h
= 1.327 kg/m3 9,8 m/det2 1,36 m
= 17,7363 kPa

Tekanan operasi = 1 atm = 101,325 kPa


P = 17,7363 kPa + 101,325 kPa = 119,0613 kPa
Faktor kelonggaran = 5 %
Maka, Pdesign = (1,05) (119,0613 kPa) = 125,0144 kPa
Joint efficiency = 0,8

(Brownell,1959)

Allowable stress = 12650 psia = 87.218,714 kPa

(Brownell,1959)

Tebal shell tangki:


PD
t=
2SE 1,2P
(125,0144 kPa)(1,09 m)
=
(2)(87.218,714 kPa)(0,8) 1,2(125,0144 kPa)
= 0,00098 m = 0,03852 in
Faktor korosi = 1/8 in
Maka tebal shell yang dibutuhkan = 0,03852 in + 1/8 in = 0,1635 in
Tebal shell standar yang digunakan = 1/4 in
c. Daya Pengaduk
Jenis pengaduk

: flat 6 blade turbin impeller.

Jumlah baffle

: 4 buah

(Brownell,1959)

Untuk turbin standar (McCabe, 1999), diperoleh:


Da/Dt = 1/3 ; Da

= 1/3 x 1,09 m = 0,36 m = 1,19 ft

E/Da = 1

; E

= 0,36 m

; L

= 1/4 x 0,36 m = 0,09 m

L/Da = /4

W/Da = 1/5 ; W

= 1/5 x 0,36 m = 0,07 m

J/Dt = 1/12 ; J

= 1/12 x 1,09 m = 0,09 m

dengan :
Dt

= diameter tangki

Da

= diameter impeller

= tinggi turbin dari dasar tangki

= panjang blade pada turbin

= lebar blade pada turbin

= lebar baffle

Kecepatan pengadukan, N = 3 putaran/det


Viskositas Na2CO3 30 = 3,6910-4 lbm/ftdetik

(Othmer, 1968)

Bilangan Reynold,

N D a 2
(Geankoplis, 1997)

(82,8423)(3)(0,36)2
=
= 9,59.105 = 959000
3,69.10 -4
NRe > 10.000, maka perhitungan dengan pengadukan menggunakan rumus:
N Re

K T .n 3 .D a
gc

KT

( McCabe, 1999)

= 6,3
(McCabe, 1999)
6,3(3 put/dtk)3(0,36 ft)5(82,8423 lb m/ft3)
1 hp
P=
x 550 [Link] /dtk
32,174 lb [Link]/lbf.dtk2
f
= 2,14 hp
Efisiensi motor penggerak = 80
2,14
Daya motor penggerak = 0,8 = 2,675 hp
Maka daya motor yang dipilih 3 hp.

D.12

Tangki Pelarutan Natrium Klorida [NaCl] (TP 03)

Fungsi

: Membuat larutan natrium klorida (NaCl).

Bentuk

: Silinder tegak dengan alas dan tutup datar

Bahan konstruksi : Carbon steel SA 283, Grade C.


Kondisi operasi:
Temperatur

= 30 0C

Tekanan

= 1 atm

NaCl yang digunakan mempunyai konsentrasi 50 ( berat)


Laju massa NaCl

= 15,5409 kg/jam

(Perhitungan BAB VII)

Densitas NaCl 50

= 1575 kg/m = 98,3246 lb m/ft3

Kebutuhan perancangan

= 30 hari

Faktor keamanan

= 20

(Perry, 1997)

Perhitungan
a. Ukuran Tangki
(15,5409 kg/jam)(24 jam/hari)(30 hari)
Volume larutan, Vl =
= 14,5409 m3
1575 kg/m3
Volume tangki, Vt = 1,2 14,5409 m3 = 17,4491 m3
Direncanakan perbandingan diameter dengan tinggi tangki, D : H = 2 : 3
V = D2H
= D2(3D/2)
= (3D3)/8
D = (3V/)1/3
= (8 x 17,4491/3. 3,14)1/3
= 2,46 m
H = 3,68 m

14,5409 m3
Tinggi cairan dalam tangki = 17,4491 m3 x 3,68 m = 3,07 m
b. Tebal tangki
Tekanan hidrostatik
P = g h
= 1.575 kg/m3 9,8 m/det2 3,07 m = 47,39 kPa
Tekanan operasi = 1 atm = 101,325 kPa
P = 47,39 kPa + 101,325 kPa = 148,715 kPa
Faktor kelonggaran = 5%
Maka, Pdesign = (1,05) (148,715 kPa) = 156,1508 kPa
Joint efficiency = 0,8

(Brownell,1959)

Allowable stress = 12650 psia = 87.218,714 kPa

(Brownell,1959)

Tebal shell tangki:


PD
t=
2SE 1,2P
(156,1508 kPa)(2,46 m)
=
(2)(87.218,714 kPa)(0,8) 1,2(156,1508 kPa)
= 0,00275 m = 0,10835 in
Faktor korosi = 1/8 in
Maka tebal shell yang dibutuhkan = 0,10835 in + 1/8 in = 0,2334 in
Tebal shell standar yang digunakan = 1/4 in

(Brownell,1959)

c. Daya Pengaduk
Jenis pengaduk

: flat 6 blade turbin impeller

Jumlah baffle

: 4 buah

Untuk turbin standar (McCabe, 1999), diperoleh:


Da/Dt = 1/3 ; Da

= 1/3 x 2,46 m = 0,82 m = 2,69 ft

E/Da = 1

; E

= 0,82 m

L/Da = 1/4

; L

= 1/4 x 0,82 m = 0,20 m

W/Da = 1/5 ; W

= 1/5 x 0,82 m = 0,16 m

J/Dt = 1/12 ; J

= 1/12 x 12,46 m = 0,20 m

dengan :
Dt

= diameter tangki

Da

= diameter impeller

= tinggi turbin dari dasar tangki

= panjang blade pada turbin

= lebar blade pada turbin

= lebar baffle

Kecepatan pengadukan, N = 3 putaran/det


Viskositas NaCl 50 = 4,117510-3 lb m/ftdetik

(Kirk Othmer, 1968)

Bilangan Reynold,

N D a 2
N Re
(Geankoplis, 1997)

(98,3246)(3)(2,46)2
=
= 5,17 . 104
4,1175.10-3
NRe > 10.000, maka perhitungan dengan pengadukan menggunakan rumus:
5

K .n 3 .D a
P T
gc

( McCabe,1999)

KT

= 6,3
(McCabe,1999)
6,3(3 put/dtk)3(2,69 ft)5(98,33246 lbm/ft3)
1 hp
P=
x 550 [Link] /dtk
32,174 lb [Link]/lb f.dtk2
f
= 14,685 hp
Efisiensi motor penggerak = 80
14,685
Daya motor penggerak = 0,8 = 18,357 hp
Maka daya motor yang dipilih 18,5 hp

D.13

Tangki Pelarutan NaOH (TP 04)


Fungsi

: Tempat membuat larutan NaOH.

Bentuk

: Silinder tegak dengan alas dan tutup datar.

Bahan konstruksi

: Carbon steel SA 283, Grade C.

Kondisi operasi:
Temperatur

= 300C

Tekanan

= 1 atm

NaOH yang dipakai berupa larutan 50% (% berat)

(Perry, 1997)

Laju alir massa NaOH

= 7,5132 kg/jam

(Perhitungan BAB VII)

Densitas larutan NaOH 4%

= 1518 kg/m3 = 94,7662 lbm/ft3

Kebutuhan perancangan

= 30 hari

Faktor keamanan

= 20%

Perhitungan:
a. Ukuran Tangki
Volume larutan, Vl =
Volume tangki

(7,5132 kg/jam)(24 jam/hari)(30 hari)


= 7,1271 m3
1518 kg/m3
= 1,2 7,1271 m3 = 8,5525 m3

Direncanakan perbandingan diameter dengan tinggi tangki, D : H = 2 : 3


V = D2H
= D2(3D/2)
= (3D3)/8
D = (8V/3)1/3
= (8 x 8,5525/3. 3,14)1/3
= 1,94 m
H = 2,90 m

7,1271 m3
Tinggi cairan dalam tangki = 8,5525 m3 x 2,90 m = 2,42 m

b. Tebal tangki
Tekanan hidrostatik
P

= g h
= 1518 kg/m3 9,8 m/det2 2,42 m
= 36,0124 kPa

Tekanan operasi = 1 atm = 101,325 kPa


P = 36,0124 kPa + 101,325 kPa = 137,3374 kPa
Faktor kelonggaran = 5%
Maka, Pdesign = (1,05) (137,3374 kPa) = 144,2043 kPa
Joint efficiency = 0,8
Allowable stress = 12650 psia = 87218,714 kPa

(Brownell,1959)
(Brownell,1959)

Tebal shell tangki:


PD
t=
2SE 1,2P
(144,2043 kPa)(1,94 m)
=
(2)(87.218,714 kPa)(0,8) 1,2(144,2043 kPa)
=0,0020 m = 0,07889 in
Faktor korosi = 1/8 in
Maka tebal shell yang dibutuhkan = 0,07889 in + 1/8 in = 0,2039 in
Tebal shell standar yang digunakan = 1/4 in
c. Daya Pengaduk
Jenis pengaduk

: flat 6 blade turbin impeller

Jumlah baffle

: 4 buah

Untuk turbin standar (McCabe, 1999), diperoleh:


Da/Dt = 1/3 ; Da = 1/3 1,94 m = 0,65 m = 2,12 ft
E/Da = 1

; E

= 0,65 m

; L

= 1/4 0,65 m = 0,16 m

L/Da = /4

W/Da = 1/5 ; W = 1/5 0,65 m = 0,13 m


J/Dt = 1/12 ; J

= 1/12 1,94 m = 0,16 m

dengan :
Dt

= diameter tangki

Da

= diameter impeller

= tinggi turbin dari dasar tangki

= panjang blade pada turbin

(Brownell,1959)

= lebar blade pada turbin

= lebar baffle

Kecepatan pengadukan, N = 3 putaran/det


Viskositas NaOH 4% = 4,302 . 10-4 lbm/[Link]

( Kirk Othmer, 1968)

Bilangan Reynold,

N D a 2
(Geankoplis, 1997)

(94,7662)(3)(2,12)2
=
= 2,96 . 10 6 = 2960000
4,302.10-4
NRe > 10.000, maka perhitungan dengan pengadukan menggunakan rumus:
N Re

K T .n 3 .D a
gc

( McCabe,1999)

KT

= 6,3
(McCabe,1999)
6,3(3 put/dtk)3(2,12 ft)5(94,7662 lb m/ft3)
1 hp
P=
x 550 [Link] /dtk
32,174 [Link]/lb f.dtk2
f
= 4,312 hp
Efisiensi motor penggerak = 80
4,312
Daya motor penggerak =
0,8 = 5,391 hp
Maka daya motor yang dipilih 5,5 hp.

D.14

Tangki Pelarutan Kaporit [Ca(ClO)2] (TP 05)

Fungsi

: Membuat larutan kaporit [Ca(ClO)2].

Bentuk

: Silinder tegak dengan alas dan tutup datar.

Bahan konstruksi : Carbon steel SA 283, Grade C.


Kondisi operasi:
Temperatur

= 30 0C

Tekanan

= 1 atm

Ca(ClO)2 yang digunakan

= 2 ppm

Ca(ClO)2 yang digunakan berupa larutan 70 ( berat)


Laju massa Ca(ClO)2

= 0,0029 kg/jam

Densitas Ca(ClO)2 70

= 1272 kg/m3 = 79,4088 lb m/ft3

Kebutuhan perancangan

= 90 hari

Faktor keamanan

= 20

Perhitungan

(Perhitungan BAB VII)


(Perry, 1997)

a. Ukuran Tangki
(0,0029 kg/jam)(24 jam/hari)(90 hari)
= 0,0066 m3
1.272 kg/m3
Volume tangki, Vt = 1,2 0,0066 m3 = 0,0079 m3

Volume larutan, Vl =

Direncanakan perbandingan diameter dengan tinggi tangki, D : H = 2 : 3


V = D2H
= D2(4D/3)
= (D3)/3
D = (3V/)1/3
= (3 x 0,0079/3,14)1/3
= 0,19 m
H = 0,28 m

0,0066 m3
Tinggi cairan dalam tangki = 0,0079 m3 x 0,28 m = 0,24 m
b. Tebal tangki
Tekanan hidrostatik
P = gl
= 1.272 kg/m3 9,8 m/det2 0,24 m
= 2,9414 kPa
Tekanan operasi = 1 atm = 101,325 kPa
P = 2,9414 kPa + 101,325 kPa = 104,2664 kPa
Faktor kelonggaran = 5 %
Maka, Pdesign = (1,05) (104,2664 kPa) = 109,4797 kPa
Joint efficiency = 0,8
Allowable stress = 12.650 psia = 87.218,714 kPa
Tebal shell tangki:
PD
t=
2SE 1,2P
(109,2664 kPa)(0,19 m)
=
(2)(87.218,714 kPa)(0,8) 1,2(109,2664 kPa)
= 1,5.10-4 m = 0,00584 in
Faktor korosi = 1/8 in
Maka tebal shell yang dibutuhkan = 0,00584 in + 1/8 in = 0,1308 in
Tebal shell standar yang digunakan = 1/4 in
c. Daya Pengaduk
Jenis pengaduk

: flat 6 blade turbin impeller

(Brownell,1959)

Jumlah baffle

: 4 buah

Untuk turbin standar (McCabe, 1993), diperoleh:


Da/Dt = 1/3; Da = 1/3 0,19 m = 0,06 m = 0,21 ft
E/Da = 1;

= 0,06 m

= 1/4 0,06 m = 0,02 m

L/Da = /4; L

W/Da = 1/5 ; W = 1/5 0,06 m = 0,01 m


J/Dt = 1/12; J

= 1/12 0,19 m = 0,02 m

dengan :
Dt

= diameter tangki

Da

= diameter impeller

= tinggi turbin dari dasar tangki

= panjang blade pada turbin

= lebar blade pada turbin

= lebar baffle

Kecepatan pengadukan, N = 3 putaran/det


Viskositas kaporit

= 6,719710 -4 lb m/ftdetik

(Kirk Othmer, 1967)

Bilangan Reynold,
2

N D a
N Re
(Pers. 3.41, Geankoplis, 1997)

(79,4088)(3)(0,21)2
=
= 15.100
6,7197.10 -4
NRe >10.000, maka perhitungan dengan pengadukan menggunakan rumus:
5

K .n 3 .D a
P T
gc
KT

= 63
63(3 put/dtk)3(0,21 ft)5(79,4088 lbm/ft3)
P=
32,174 [Link]/lbf.dtk2)
-3
= 2,86.10 hp

1 hp
x 550 [Link] /dtk
f

Efisiensi motor penggerak = 80


2,86.10-3
Daya motor penggerak =
= 0,0035 hp
0,8
Maka daya motor yang dipilih 1/8 hp

D.15

Deaerator (DE)

Fungsi

: Menghilangkan gasgas yang terlarut dalam air umpan ketel.

Bentuk

: Silinder horizontal dengan tutup ellipsoidal

Bahan konstruksi : Carbon Steel SA283 Grade C.


Kondisi operasi :
Temperatur

= 300C

Tekanan

= 1 atm

Laju massa air

= 1532,080 kg/jam

Densitas air

= 995,68 kg/m3

(Geankoplis, 1997)

Kebutuhan perancangan = 1 hari


= 20

Faktor keamanan

Perhitungan:
a. Ukuran tangki
(1532,080 kg/jam)(24 jam)
= 36,9295 m3
995,68 kg/m3
Volume tangki, Vt = 1,2 36,9295 m3 = 44,3154 m3
Volume air, Va =

Direncanakan perbandingan diameter dengan tinggi tangki, D : H = 2 : 3


V = D2H
= D2(4D/3)
= (D3)/3
D = (3V/)1/3
= (3 x 44,3154 /3,14)1/3
= 3,35 m
H = 5,03 m

36,9295 m3
Tinggi cairan dalam tangki = 44,3154 m3 x 5,03 m = 4,19 m
b. Diameter dan tinggi tutup
Diameter tutup = diameter tangki = 3,35 m
Direncanakan perbandingan diameter dengan tinggi tutup, D : H = 4 : 1
Tinggi tutup

= (3,35 m)/4 = 0,8377 m

Tinggi tangki total = 3,35 + 2(0,8377) = 6,7023 m

c. Tebal tangki
Tekanan hidrostatik
P = gh

(Brownell,1959)

= 995,68 kg/m3 9,8 m/det2 4,19 m


= 40,8746 kPa
Tekanan operasi = 1 atm = 101,325 kPa
P = 40,8746 kPa + 101,325 kPa = 142,1996 kPa
Faktor kelonggaran = 5%
Maka, Pdesign

= (1,05) (142,1996 kPa) = 149,3096 kPa

Joint efficiency = 0,8

(Brownell,1959)

Allowable stress = 12650 psia = 87.218,714 kP

(Brownell,1959)

Tebal shell tangki:


PD
t=
2SE 1,2P
(149,3096 kPa)(3,35 m)
=
(2)(87.218,714 kPa)(0,8) 1,2(149,3096 kPa)
= 0,00359 m = 0,14134 in
Faktor korosi = 1/8 in
Maka tebal shell yang dibutuhkan = 0,14134 in + 1/8 in = 0,2663 in
Tebal shell standar yang digunakan = 1/2 in

(Brownell,1959)

Tutup terbuat dari bahan yang sama dengan dinding tangki dan ditetapkan
tebal tutup in.

D.16

Ketel Uap (KU)


Fungsi

: Menyediakan uap untuk keperluan proses.

Jenis

: Water tube boiler

Bahan konstruksi : Carbon steel


Kondisi operasi :
Uap jenuh yang digunakan bersuhu 1300C dan tekanan 1 atm.
Dari Tabel uap (Reklaitis, 1983), diperoleh panas laten steam 2173,7 kJ/kg
= 1164,598 Btu/lbm.
Kebutuhan uap = 43 kg/jam = 95,854 lbm/jam
Perhitungan:

Menghitung Daya Ketel Uap


W

34 ,5 P 970 ,3
H

dimana: P = Daya boiler, hp


W = Kebutuhan uap, lbm/jam
H = Panas laten steam, Btu/lbm
Maka,
P=

95,854 x 1164,598
34,5 x 970,3

= 3,334 hp = 3,5 hp

Menghitung Jumlah Tube


Luas permukaan perpindahan panas, A = 3,5 hp 10 ft2/hp
= 35 ft2
Direncanakan menggunakan tube dengan spesifikasi :
- Panjang tube

= 30 ft

- Diameter tube

= 2 in

- Luas permukaan pipa, a = 0,0164 ft2 / ft


Sehingga jumlah tube = Nt=

D.17

(Kern, 1965)

A
35 ft2
=
= 71,138= 72 buah
'
Lxa
30 ft x 0,0164 ft2/ft

Cooling Tower (CT)

Fungsi

: Mendinginkan air dari temperatur 45oC menjadi 25 oC

Jenis

: Mechanical draft cooling tower

Bahan konstruksi : Carbon steel


Jumlah

: 1 unit

Kondisi operasi :
Suhu air masuk menara (TL2)

= 45 C = 113 F

Suhu air keluar menara (TL1)

= 25 C = 77 F

Suhu udara (TG1) = 28 C = 82,4 F


Dari Gambar 12-14 Perry, 1999, diperoleh suhu wet bulb, Tw = 70 F.
Dari kurva kelembaban, diperoleh H = 0,022 kg uap air/kg udara kering
Dari Gambar 12-14 Perry, 1999, diperoleh konsentrasi air = 2,3 gal/ft2menit
Densitas air (45C)

= 988,07 kg/m3

Laju massa air pendingin

= 26100 kg/jam

Laju volumetrik air pendingin =

26100 kg/jam
= 6,0253 m3/jam
3
988,07 kg/m

= 26100 m3/jam 264,17 gal/m3 / (60 menit/jam)

Kapasitas air, Q

= 26,5285 gal/menit
Faktor keamanan : 20%
Luas menara, A

= 1,2 (kapasitas air/konsentrasi air)


1,2

26,5285 gal/menit
2,3 gal/ft 2 .menit

= 13,841 ft2
Laju alir air tiap satuan luas (L) =

(5953,446 kg/jam) 3,2808


(13,841m 2 ) 3600

= 0,3920 kg/s.m2
Perbandingan L : G direncanakan

=5:6

Laju alir gas tiap satuan luas (G)

= 0,4704 kg/s.m2

Tinggi menara :
Dari Persamaan 9.3-8 Geankoplis, 1997 :
Hy1 = (1,005 + 1,88 0,025).10 3 (30 0) + 2,501 10 6 (0,025)
Hy1 = 91.981 J/kg
Dari Persamaan 10.5-2, Geankoplis, 1997 :
1,0665 (Hy2 91.981) = 1,2798 (4,187.103).(60-30)
Hy2 = 155.078 J/kg

600.0000

entapi.10^-3

500.0000
400.0000
300.0000

garis operasi

200.0000

garis kesetimbangan

100.0000
0.0000
10

20

30

40

50

60

70

suhu

Gambar LD-2 Grafik Entalpi dan Temperatur Cairan pada Cooling Tower (CT)

H y2

G
Ketinggian menara, z =
M.k G .a

H y1
Hy 2

Hy 1

dH y

(Geankoplis, 2003)

H yi H y
dHy
= 1,5936
Hy * Hy

Estimasi kG.a = 100 lbm /[Link] (Geankoplis, 2003).


Tinggi menara , Z =

1,5936 1,656
= 5,6230 m
29 (1,207 10 -7 ) (1,013 * 10 5 )

Diambil performance menara 90%, maka dari Gambar 12-15 Perry, 1999,
diperoleh tenaga kipas 0,03 hp/ft2.
Daya menara = 0,03 Hp/ft2 13,8410 ft2 = 0,4152 hp
Digunakan daya standard 0,5 hp.

D.18

Tangki Bahan Bakar (TB)


Fungsi

: Menyimpan bahan bakar

Bentuk

: Silinder tegak dengan alas dan tutup ellipsoidal.

Bahan konstruksi

: Carbon steel SA 283, Grade C.

a. Kondisi operasi:
Temperatur

= 30 0C

Tekanan

= 1 atm

Laju massa bahan bakar

= 19 kg/jam

Densitas Solar

= 0,89 kg/ltr = 55,56 lbm/ft3

Kebutuhan perancangan

= 60 hari

Faktor keamanan

= 20

(Perhitungan BAB VII)


(Perry, 1997)

Perhitungan
b. Ukuran Tangki
(19 kg/jam)(24 jam/hari)(60 hari)
890 kg/m3
Volume tangki, Vt = 1,2 30,5519 m3 = 36,6623 m3

Volume larutan, Vl =

= 30,5519 m3

Direncanakan perbandingan diameter dengan tinggi tangki, D : H = 2 : 3


V = D2H
= D2(3D/2)
= (3D3)/8

D = (8V/3)1/3
= (8x 36,6623/3. 3,14)1/3
= 3,15 m
H = 4,72 m

30,5519 m3
Tinggi cairan dalam tangki = 36,6623 m3 x 4,72 m = 3,93 m
b. Tebal tangki
Tekanan hidrostatik
P = gl
= 890 kg/m3 9,8 m/det2 3,93 m
= 34,2988 kPa
Tekanan operasi = 1 atm = 101,325 kPa
P = 34,2988 kPa + 101,325 kPa = 135,6238 kPa
Faktor kelonggaran = 5 %
Maka, Pdesign = (1,05) (135,6238 kPa) = 142,405 kPa
Joint efficiency = 0,8
Allowable stress = 12.650 psia = 87.218,714 kPa
Tebal shell tangki:
PD
t=
2SE 1,2P
(142,405 kPa)(3,15 m)
=
(2)(87.218,714 kPa)(0,8) 1,2(142,405 kPa)
= 0,00321 m = 0,1265 in
Faktor korosi = 1/8 in
Maka tebal shell yang dibutuhkan = 0,1265 in + 1/8 in = 0,25 in
Tebal shell standar yang digunakan = in

(Brownell,1959)

D.19 Pompa Screening (PU 01)


Fungsi

: Memompa air dari sungai ke bak pengendapan

Jenis

: Pompa sentrifugal

Jumlah

: 1

Bahan konstruksi

: Commercial steel

Kondisi operasi :
- Temperatur = 300C
- Densitas air ()

= 995,68 kg/m3 = 62,1586 lb m/ft3

(Geankoplis, 1997)

- Viskositas air () = 0,8007 cP = 0,0005 lbm/ftjam

(Geankoplis, 1997)

Laju alir massa (F)

= 25970,4218 kg/jam = 15,9837 lbm/s


F
15,9837 lbm/s
Laju alir volumetrik, Q = = 62,1586 lb /ft3 = 0,2571 ft3/s = 0,0073 m3/s
m
Desain pompa :
Di,opt

= 3,9 (Q)0,45()0,13

(Timmerhaus,1991)

= 3,9 (0,2571 ft3/s )0,45 (62,1586 lbm/ft3)0,13


= 3,62 in
Dari Appendiks A.5 Geankoplis,1997, dipilih pipa commercial steel :
Ukuran nominal

: 4 in

Schedule number

: 40

Diameter Dalam (ID)

: 4,026 in = 0,3355 ft

Diameter Luar (OD)

: 4,500 in = 0,38 ft

: 0,0884 ft2
0,2571 ft3/s
Kecepatan linear, v = Q/A = 0,0884 ft2 = 2,9089 ft/s
v D
Bilangan Reynold : NRe =
Inside sectional area

(62,1586 lbm/ft3)( 2,9089 ft/s)(0,3355 ft)


=
0,0005 lbm/ft.s
= 112740,026
Karena NRe > 4000, maka aliran turbulen.
Untuk pipa commercial steel dan 2 in Sc.40, diperoleh : = 0,000046
Dari Fig. 2.103, Geankoplis,1997 untuk NRe = 112740,026 dan

= 0,000267,

diperoleh : f = 0,005
Friction loss :

A v2
1 Sharp edge entrance= hc = 0,5 1 2
A1 2 .g c

2,9089
= 0,5(1 0) 2(1)(32,174) = 0,0657 [Link]/lbm
v2
2,9089 2
2 elbow 90 = hf = [Link].
= 2(0,75)
= 0,1972 [Link]/lbm
2(32,174
2. g c
)
2
2,9089 2
v
1 check valve = hf = [Link].
= 1(2,0) 2(32,174) = 0,2630 [Link]/lbm
2. g
c

Pipa lurus 50 ft = Ff = 4f

L.v 2
D.2.g c

50 x 2,90892
= 4(0,003) (0,1342)(2)(32,174)

= 0,3919 [Link]/lbm

1 Sharp edge exit = hex

A v2
= 1 1
A2 2. .g c

2,90892
= (1 0)
2(1)(32,174)

Total friction loss : F

= 0,1315 [Link]/lbm
= 1,0494 [Link]/lbm

Dari persamaan Bernoulli :

P P1
2
1
2
v 2 v1 g z 2 z1 2
F Ws 0
2

(Geankoplis,1997)

dimana : v1 = v2
P1 = P2
Z = 50 ft
Maka :
Ws = 1,0494 [Link]/lbm + 0 + (1 lbf/lbm)(50 ft) + 0
= 51,049 [Link]/lbm
Effisiensi pompa , = 80 %
= x Wp

Ws
51,049
Wp

= 0,8 x Wp
= 63,8118 [Link]/lbm

Daya pompa : P

= m x Wp
26100
(0,45359)(3600)

=
= 3,7089 hp

1 hp
550 [Link]/lbm

Maka dipilih pompa dengan daya motor 4 hp


Dari perhitungan pompa di atas maka diperoleh hasil perhitungan untuk pompa
yang lain seperti di bawah ini :
Tabel LD.1 Spesifikasi untuk pompa pompa utilitas
Nama Pompa
P. Screening (PU-01)

Laju Volum Diameter Pipa Kecepatan

Daya

(ft3/sec)

(inch)

(ft/sec)

(hp)

0,2571

2,9089

P. Sedimentasi (PU-02)

0,2571

2,9089

P. Alum (PU-03)

9,392.10-6

0,125

0,0235

0,125

P. Soda (PU-04)

5,2094.10 -6

0,125

0,00130

0,125

P. Utilitas (PU-05)

0,2571

2,0071

P. Utilitas (PU-06)

0,2571

2,0071

0,5

P. Kation (PU-08)

0,2472

2,7965

P. NaCl (PU-09)

9,9056.10 -5

0,125

0,2476

0,125

P. NaOH (PU-10)

4,8552.10 -5

0,125

0,1214

0,125

P. Anion (PU-11)

0,2472

2,7965

P. Dearator (PU-12)

0,0151

0,5

1,4514

P. Deaerator ke Ketel Uap (PU-13) 0,000428

0,25

0,5949

0,125

P. Solar ke Ketel Uap (PU-14)

0,0000378

0,125

0,0946

0,125

P. Solar ke Generator (PU-15)

0,00018

0,25

0,2625

0,125

P. Kaporit (PU-18)

2,065.10-8

0,125

5,164.10 -5

0,125

P. Domestik (PU-19)

0,00923

1,5394

0,25

P. Air Proses (PU-20)

0,0125

0,889

0,125

P. Air Panas (PU-16)

0,0146

1,25

1,4102

P. Air ke Cooling Tower (PU-07)

0,001799

0,5

0,8531

0,125

P. Air Pendingin (PU-17)

0,0256

1,5

1,8169

0,25

Jumlah

20

LAMPIRAN E
PERHITUNGAN ASPEK EKONOMI
Dalam rencana pra rancangan pabrik pembuatan selulosa asetat ini digunakan
asumsi sebagai berikut:
Pabrik beroperasi selama 330 hari dalam setahun.
Kapasitas maksimum adalah 3.500 ton/tahun.
Perhitungan didasarkan pada harga peralatan tiba di pabrik atau purchasedequipment delivered (Peters et al, 2004).
Harga alat disesuaikan dengan nilai tukar dollar terhadap rupiah adalah :
US$ 1 = Rp 9.236,- (Anonim l, 2011).
1

Modal Investasi Tetap (Fixed Capital Investment)

1.1

Modal Investasi Tetap Langsung (MITL)

1.1.1 Modal untuk Pembelian Tanah Lokasi Pabrik


Luas tanah seluruhnya = 21.500 m2
Biaya tanah pada lokasi pabrik berkisar Rp120.000,-/m2 (Yuqi25, 2010)
Harga tanah seluruhnya = 21.500 m2 Rp.120.000,- /m2 = Rp [Link],Biaya perataan tanah 5% dari harga tanah seluruhnya.
Biaya perataan tanah = 0,05 x Rp. [Link],- = Rp 129.000,000Maka modal untuk pembelian tanah (A) adalah Rp. [Link],-

1.1.2 Harga Bangunan dan Sarana


Tabel LE.1 Perincian Harga Bangunan, dan Sarana Lainnya
No

Nama Bangunan

Luas (m2)

Harga (Rp/m2)

Jumlah (Rp)

Pos jaga

20

500.000

10.000.000

Rumah timbangan

20

1.000.000

20.000.000

Parkir*

430

500.000

[Link]

Taman*

2150

500.000

50.000.000

Area bahan baku

2000

1.250.000

[Link]

Ruang kontrol

100

1.700.000

170.000.000

Area proses

7000

1.250.000

[Link]

Tabel LE.1 Perincian Harga Bangunan, dan Sarana Lainnya ................. (lanjutan)
No

Nama Bangunan

Luas (m2)

Harga (Rp/m2)

Jumlah (Rp)

Area produk

1500

1.250.000

[Link]

Perkantoran

100

1.250.000

125.000.000

10

Laboratorium (R&D)

100

1.250.000

125.500.000

11

Quality Control Dept

100

1.250.000

125.500.000

12

Poliklinik

55

750.000

41.250.000

13

Kantin

50

750.000

37.500.000

14

Ruang Ibadah

55

1.000.000

55.000.000

15

Perpustakaan

50

750.000

37.500.000

16

Gudang peralatan

100

1.250.000

125.000.000

17

Bengkel

100

1.250.000

125.000.000

18

Unit pemadam kebakaran 50

500.000

50.000.000

19

Unit pengolahan air

2000

500.000

500.000.000

20

Pembangkit listrik

500

2.000.000

[Link]

21

Pembangkit uap

500

2.000.000

[Link]

22

Unit pengolahan limbah

485

1.200.000

540.000.000

23

Perumahan karyawan

2500

1.500.000

[Link]

24

Jalan*

1000

80.000

80.000.000

25

Area antar bangunan

750

50.000

37.500.000

TOTAL**

[Link]

19.500

Sumber : [Link]
Ket : *) = sarana
**) = Total luas bangunan + 2000 m3 (area perluasan) = 21.500 m3
Harga bangunan saja

= Rp [Link],-

Harga sarana

= Rp [Link],-

Total biaya bangunan dan sarana (B) = Rp [Link],-

1.1.2

Perincian Harga Peralatan


Harga peralatan yang di impor dapat ditentukan dengan menggunakan

persamaan berikut (Peters et al, 2004) :


m

X I
Cx Cy 2 x
X1 I y
dimana: Cx = harga alat pada tahun 2012
Cy = harga alat pada tahun dan kapasitas yang tersedia
X1 = kapasitas alat yang tersedia
X2 = kapasitas alat yang diinginkan
Ix = indeks harga pada tahun 2012
Iy = indeks harga pada tahun yang tersedia
m = faktor eksponensial untuk kapasitas (tergantung jenis alat)
Untuk menentukan indeks harga pada tahun 2012 digunakan metode regresi
koefisien korelasi:

n Xi Yi Xi Yi
n Xi 2 Xi 2 n Yi 2 Yi 2

(Montgomery, 1992)

Tabel LE.2 Harga Indeks Marshall dan Swift


No.

Tahun (Xi)

Indeks (Yi)

[Link]

Xi

Yi

1987

814

1617418

3948169

662596

1988

852

1693776

3952144

725904

1989

895

1780155

3956121

801025

1990

915

1821049

3960100

837408,01

1991

931

1852824,6

3964081

866016,36

1992

943

1878655,2

3968064

889437,61

1993

964

1921650,6

3972049

929681,64

1994

993

1980839,6

3976036

986843,56

1995

1028

2049862,5

3980025

1055756,25

10

1996

1039

2074043,6

3984016

1079728,81

11

1997

1057

2110429,6

3988009

1116826,24

12

1998

1062

2121676,2

3992004

1127631,61

13

1999

1068

2135531,7

3996001

1141264,89

14

2000

1089

2178000

4000000

1185921

15

2001

1094

2188893.9

4004001

1196617,21

2002

16

1103

31912
15846
Total
Sumber: Tabel 6-2, Peters et al, 2004
Data :

n = 16

2207205

4008004

1215506,25

31612010,5

63648824

15818164,44

Xi = 31912

XiYi = 31612010,5 Xi = 63648824

Yi = 15846,4
Yi = 15818164,44

Dengan memasukkan harga-harga pada Tabel LE 2, maka diperoleh harga


koefisien korelasi:
r =

(16) . (31612010,5)

(31912)(15846,4)

[(16). (63648824) (31912)] x [(16)( 15818164,44) (15846,4) ]


0,981 = 1
Harga koefisien yang mendekati +1 menyatakan bahwa terdapat hubungan linier
antar variabel X dan Y, sehingga persamaan regresi yang mendekati adalah persamaan regresi linier.
Persamaan umum regresi linier, Y = a + b X
dengan:

= indeks harga pada tahun yang dicari (2012)

= variabel tahun ke n 1

a, b = tetapan persamaan regresi


Tetapan regresi ditentukan oleh :

n Xi Yi X i Yi
n Xi 2 Xi 2

Yi. Xi 2 Xi. [Link]


[Link] 2 (Xi) 2

Maka :

(Montgomery, 1992)

1428.307.996 27.937 14.184

1455.748.511 27.937
= 18,723

53.536
3.185

14.18455.748.511 27.93728.307.996 103.604.228


2
3.185
1455.748.511 27.937

= -36351,92
Sehingga persamaan regresi liniernya adalah:
Y=a+bX
Y = 18,723 X 36351,92
Dengan demikian, harga indeks pada tahun 2012 adalah:

Y = 18,723 (2011) 36351,92


Y = 1299,3236
Perhitungan harga peralatan adalah menggunakan harga faktor eksponsial (m)
Marshall & Swift. Harga faktor eksponen ini beracuan pada Tabel 6-4 Peters, 2004.
Untuk alat yang tidak tersedia, faktor eksponensialnya dianggap 0,6 (Peters et al,
2004).
Contoh perhitungan harga peralatan:
a. Tangki Penyimpanan Asetat Anhidrat (V-103)
Kapasitas tangki , X2 = 135,2572 m3 = 35.731,296 gal. Dari Gambar LE.1
berikut, diperoleh untuk harga kapasitas tangki (X1) 100 gal adalah (Cy) US$ 1.700.
Dari Tabel 6-4, Peters et al, 2004, faktor eksponen untuk tangki adalah (m) 0,49.
Indeks harga pada tahun 2002 (Iy) 1103.

Gambar LE.1 Harga Peralatan untuk Tangki Penyimpanan (Peters et al, 2004)
Indeks harga tahun 2011 (Ix) adalah 1.299,3237. Maka estimasi harga tangki untuk
(X2) 24,7227 m3 adalah :
Cx = US$ 1700

35.731,296
100

Cx = US$ [Link] = Rp 313.864.775,-/unit

0 , 49

1299,3237
1103

Untuk harga alat impor sampai di lokasi pabrik ditambahkan biaya sebagai berikut:
-

Biaya transportasi

= 5

Biaya asuransi

= 1

Bea masuk

= 15

(Rusjdi, 2004)

PPn

= 10

(Rusjdi, 2004)

PPh

= 10

(Rusjdi, 2004)

Biaya gudang di pelabuhan

= 0,5

Biaya administrasi pelabuhan = 0,5

Transportasi lokal

= 0,5

Biaya tak terduga

= 0,5

Total

= 43

Untuk harga alat non impor sampai di lokasi pabrik ditambahkan biaya sebagai
berikut:
-

PPn

= 10

(Rusjdi, 2004)

PPh

= 10

(Rusjdi, 2004)

Transportasi lokal

= 0,5

Biaya tak terduga

= 0,5

Total

= 21

Tabel LE.3 Estimasi Harga Peralatan Proses


No.
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41

Kode
V-101
V-102
V-103
V-104
V-105
V-106
V-107
BC-201
BC-202
BC-301
BC-302
BC-303
HM-101
DC-301
EX-101
BL-101
R-201
TH-201
C-202
C-201
H-201
H-202
H-203
H-204
TN-201
SF-301
RD-201
RD-301
D-301
M-201
M-301
P-101
P-102
P-103
P-104
P-105
P-106
P-107
P-108
P-109
P-110

Unit
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
2
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1

Ket*)
NI
NI
NI
NI
NI
NI
NI
NI
NI
NI
NI
NI
I
I
I
I
I
I
I
I
I
I
I
I
NI
I
I
I
I
NI
NI
NI
NI
NI
NI
NI
NI
NI
NI
NI
NI

Harga / Unit (Rp) Harga Total (Rp)


28.186.896
28.186.896
97.860.526
97.860.526
313.864.775
313.864.775
63.785.216
63.785.216
177.540.778
177.540.778
116.823.548
116.823.548
547.499.682
547.499.682
131.997.179
131.997.179
131.997.179
131.997.179
131.997.179
131.997.179
131.997.179
131.997.179
131.997.179
131.997.179
235.375.186
235.375.186
319.995.171
319.995.171
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]
854.624.748
854.624.748
818.024.263
818.024.263
10.496.052
10.496.052
10.496.052
10.496.052
10.496.052
10.496.052
10.496.052
10.496.052
10.496.052
10.496.052
10.496.052
10.496.052
239.816.137
239.816.137
44.545.310
44.545.310
217.525.419
217.525.419
81.800.821
81.800.821
72.711.922
72.711.922
11.170.367
11.170.367
169.529.818
169.529.818
555.239
555.239
49.654.869
49.654.869
7.688.001
7.688.001
384.401
384.401
43.133.507
43.133.507
6.859.026
6.859.026
1.358.530
1.358.530
5.577.858
5.577.858
147.496
147.496
9.587.366
9.587.366

42
P-111
43
P-112
44
P-113
45
P-114
46
P-115
Total
Impor
Non-Impor

1
1
1
1
1

NI
NI
NI
NI
NI

17.001.079
32.313.798
35.069.680
621.038
35.690.731

17.001.079
32.313.798
35.069.680
621.038
35.690.731
[Link]
[Link]
[Link]

Tabel LE.4 Estimasi Harga Peralatan Utilitas dan Pengolahan Limbah.


Unit Ket*)

No.

Kode

1
2
3
4
5
6

SC
BS
CL
CT
CE

1
1
1
1
1

NI
NI
NI
I
I

AE
DE
KU
SF
TB
TU-01
TU-02
TU-03
TP-01
TP-02
TP-03
TP-04
TP-05
PU-01
PU-02
PU-03
PU-04
PU-05
PU-06
PU-08
PU-09
PU-10
PU-11
PU-12

1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1

I
I
I
NI
NI
NI
NI
NI
NI
NI
NI
NI
NI
NI
NI
NI
NI
NI
NI
NI
NI
NI
NI
NI

7
8
9
10
10
11
12
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29

Harga / Unit
Harga Total
(Rp)
(Rp)
54.680.335
54.680.335
6.500.000
6.500.000
[Link]
[Link]
650.547.897
650.547.897
[Link]
[Link]
[Link]
969.894.924
[Link]
704.371.133
404.214.639
[Link].908
[Link]
975.484.814

[Link]
969.894.924
[Link]
704.371.133
404.214.639
[Link].908
[Link]
975.484.814

52.882.305
41.002.349
125.711.791
88.640.865
6.436.722
2.893..492
2.893..492
227.310
227.310
19.467.748
19.467.748
2.730.829
227.310
227.310
2.730.829
1.155.199

52.882.305
41.002.349
125.711.791
88.640.865
6.436.722
2.893..492
2.893..492
227.310
227.310
19.467.748
19.467.748
2.730.829
227.310
227.310
2.730.829
1.155.199

30
PU-13
1
NI
506.941
506.941
31
PU-14
1
NI
227.310
227.310
32
PU-15
1
NI
437.254
437.254
33
PU-16
1
NI
3.608.375
3.608.375
34
PU-17
1
NI
4.30.755
4.30.755
35
PU-18
1
NI
227.310
227.310
36
PU-19
1
NI
1.656.428
1.656.428
37.
PU-20
1
NI
1.752.768
1.752.768
38
PU-07
1
NI
739.460
739.460
39
Active sludge
1
I
286.098.785
286.098.785
40
Bak penampungan
4
NI
3.690.000
14.760.000
41
Bak pengendapan awal
1
NI
3.547.500
3.547.500
42
Tangki sedimentasi
1
NI
70.387.722
70.387.722
43
Bak Netralisasi
1
NI
315.000
315.000
Total
[Link]
Impor
[Link]
Non-Impor
[Link]
Keterangan: I untuk peralatan impor, sedangkan N.I. untuk peralatan non impor.
Total harga peralatan tiba di lokasi pabrik (purchased-equipment delivered) adalah:
= (1,43x(Rp. [Link],-+Rp. [Link],-)) +
(1,21 x (Rp. [Link],- +Rp. [Link],-))
= Rp. [Link],Biaya pemasangan diperkirakan 30 dari total harga peralatan (Peters et al,2004).
Biaya pemasangan = 0,30 Rp. [Link],= Rp. [Link],Harga peralatan + biaya pemasangan (C)
= Rp. [Link],-+ Rp. [Link],= Rp [Link],1.1.4

Instrumentasi dan Alat Kontrol


Diperkirakan biaya instrumentasi dan alat kontrol 10 dari total harga
peralatan (Peters et al, 2004).
Biaya instrumentasi dan alat kontrol (D) = 0,1 Rp. [Link],= Rp [Link],-

1.1.5

Biaya Perpipaan
Diperkirakan biaya perpipaan 30 dari total harga peralatan (Peters et al,
2004).

= 0,3 Rp. [Link],-

Biaya perpipaan (E)

= Rp [Link],1.1.6

Biaya Instalasi Listrik


Diperkirakan biaya instalasi listrik 15 dari total harga peralatan (Peters et
al, 2004).
Biaya instalasi listrik (F) = 0,15 Rp. [Link],=

1.1.7

Rp [Link],-

Biaya Inventaris Kantor


Diperkirakan biaya inventaris kantor adalah (G) Rp. 450.000.000,-

1.1.8

Biaya Perlengkapan Kebakaran dan Keamanan


Diperkirakan biaya perlengkapan kebakaran dan keamanan adalah (H) Rp.
300.000.000,-

1.1.9

Sarana Transportasi
Untuk mempermudah pekerjaan, perusahaan memberi fasilitas sarana
transportasi ( I ) seperti pada tabel berikut.

Tabel LE.5 Biaya Sarana Transportasi


Jenis
No. Kendaraan

Unit

Merek

Harga/ Unit

Harga

(Rp)

(Rp)

Total

Mobil Direktur

Toyota Fortuner

359.000.000

359.000.000

Mobil manajer

Honda CR-V

272.000.000

[Link]

Bus karyawan

Bus Mitsubishi

220.000.000

660.000.000

Mobil pemasaran

Kijang Innova

127.150.000

508.600.000

Truk

Truk Mitsubishi

300.000.000

[Link]

Truk Mitsubishi

400.000.000

800.000.000

Mobil pemadam
6

kebakaran

Total

[Link]
Total MITL = A + B + C + D + E + F + G + H + I
= Rp [Link],-

1.2 Modal Investasi Tetap Tak Langsung (MITTL)


1.2.1

Pra Investasi
Diperkirakan 7 dari biaya peralatan (Peters et al, 2004).

Pra Investasi (J)

= 0,07 x Rp. [Link],= Rp [Link],-

1.2.2

Biaya Engineering dan Supervisi


Diperkirakan 30% dari biaya peralatan (Peters et al, 2004).

Biaya engineering dan peralatan (K)

= 0,3 x Rp. [Link],-

= Rp. [Link],1.2.3

Biaya Legalitas
Diperkirakan 4% dari biaya peralatan (Peters et al, 2004).

Biaya legalitas

(L)

= 0,04 x Rp. [Link],-

= Rp. [Link],1.2.4

Biaya Kontraktor
Diperkirakan 10 dari total harga peralatan (Peters et al, 2004).

Biaya Kontraktor (M)

= 0,1 Rp. [Link],=

Rp [Link],-

Total MITTL = J + K + L + M
= Rp [Link],Total MIT

= MITL + MITTL
= Rp [Link],-

Modal Kerja
Modal kerja dihitung untuk pengoperasian pabrik selama 1 bulan (= 30 hari)

2.1

Persediaan Bahan Baku

2.1.1 Bahan baku proses


1. Tandan Kosong Kelapa Sawit
Kebutuhan

= 9.899,250 kg/hari

Harga TKKS

= Rp.90 /kg (Anonim r, 2011)

Harga total

= 30 hari 9.899,250 kg/hari Rp 200,- /kg


= Rp 59.395.497 ,-

2. Kalium Hidroksida
Kebutuhan

= 148,4887 kg/hari

Harga

= Rp.4.000,- /kg

Harga total

= 30 hari 148,4887 kg/hari x Rp. 4.000,- /kg

(Anonim j, 2011)

= Rp 17.818.649,3. Natrium hipoklorit


Kebutuhan

= 6,8534 kg/hari

Harga

= Rp.2.500,- /kg

Harga total

= 30 hari 6,8534 kg/hari x Rp. 2.500,- /kg

(Anonim j, 2011)

= Rp 514.006,4. Asetat Anhidrat


Kebutuhan

= 16.751,325 kg/hari

Harga

= Rp 1.123.800/kg

Harga total

= 30 hari 14.905,8349 kg/hari x Rp. 1.123.800,- /kg

(Anonim n, 2011)

= Rp [Link],3. Asam Asetat Glasial


Kebutuhan

= 7.541,6427 kg/hari

Harga

= Rp. 3.304,-/kg

Harga total

= 30 hari = 7.541,6427 kg/hari x Rp 3.304,-/kg

(Anonim n,2011)

= Rp 91.136.219,4. Magnesium Asetat


Kebutuhan

= 255,5286 kg/hari

Harga

= Rp 7.868,- /kg

Harga total

= 30 hari 255,5286 kg/hari Rp 7.868,- /kg

(Anonim m, 2011)

= Rp 60.313.437,5. Asam Sulfat


Kebutuhan

= 86,7964 liter/hari

Harga

= Rp 347.000,- /liter

Harga total

= 30 hari 86,7964 liter/hari x Rp 347.000,- /liter

(Anonim m, 2011)

= Rp [Link],-

2.1.2

Persediaan bahan baku utilitas

1. Alum, [Al2(SO4)3]
Kebutuhan

= 0,275 kg/jam

Harga

= Rp 7.900 ,-/kg

Harga total

= 30 hari 24 jam/hari 0,275 kg/jam Rp 7.900,-/kg

(Anonim m, 2011)

= Rp 7.422.800 ,-

2. Soda abu, (Na2CO3)


Kebutuhan

= 0,1485 kg/jam

Harga

= Rp 6.500,-/kg

Harga total

= 30 hari 24 jam/hari 0,1485 kg/jam Rp 6.500,-/kg

(Anonim o, 2011)

= Rp 3.294.300 ,3. Kaporit


Kebutuhan

= 0,0027 kg/jam

Harga

= Rp 9.500,-/kg

Harga total

= 30 hari 24 jam/hari 0,0027 kg/jam Rp 9.500,-/kg

(Anonim m, 2011)

= Rp 18.468 ,4. Natrium Klorida, (NaCl)


Kebutuhan

= 2,8825 kg/jam

Harga

= Rp 6.000,-/kg

Harga total

= 30 hari 24 jam x 2,8825 kg/hari Rp 6.000,-/kg

(Anonim m, 2011)

= Rp 3.294.935,5. Natrium Hidroksida, (NaOH)


Kebutuhan

= 1,3617 kg/jam

Harga

= Rp 10.000,-/kg

Harga total

= 30 hari 24 jam 1,3617 kg/jam Rp 3.250 ,-/kg

(Anonim o, 2011)

= Rp 4.186.378 ,6. Solar


Kebutuhan

= 21,3483 ltr/jam

Harga solar untuk industri = Rp. 4.500 ,-/liter

(Anonim p, 2011)

Harga total = 30 hari 24 jam/hari 21,3483 ltr/jam Rp. 4.500 ,-/liter


= Rp 69.168.539,-

Total biaya persediaan bahan baku proses dan utilitas selama 1 bulan (30
hari) adalah = Rp [Link],-

2.2

Kas

2.2.1

Gaji Pegawai

Tabel LE.6 Perincian Gaji Pegawai


No Jabatan
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37

Dewan Komisaris
Direktur
Sekretaris
Manajer Produksi
Manajer Teknik
Manajer Umum dan Keuangan
Manajer Pembelian dan Pemasaran
Kepala Seksi Proses
Kepala Seksi Laboratorium QCD dan R&D
Kepala Seksi Utilitas
Kepala Seksi Listrik
Kepala Seksi Instrumentasi
Kepala Seksi Pemeliharaan Pabrik
Kepala Seksi Keuangan
Kepala Seksi Administrasi
Kepala Seksi Personalia
Kepala Seksi Humas
Kepala Seksi Keamanan
Kepala Seksi Pembelian
Kepala Seksi Penjualan
Kepala Seksi Gudang / Logistik
Karyawan Proses
Karyawan Laboratorium, R&D
Karyawan Utilitas
Karyawan Unit Pembangkit Listrik
Karyawan Instrumentasi Pabrik
Karyawan Pemeliharaan Pabrik
Karyawan Bagian Keuangan
Karyawan Bagian Administrasi
Karyawan Bagian Personalia
Karyawan Bagian Humas
Karyawan Pembelian
Karyawan Penjualan / Pemasaran
Petugas Keamanan
Karyawan Gudang / Logistik
Dokter
Perawat

Jumlah
3
1
2
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
40
6
12
8
8
8
4
3
3
3
6
6
6
6
1
2

Gaji/bulan Jumlah Gaji/bulan


(Rp)
(Rp)
15.000.000
45.000.000
20.000.000
20.000.000
3.000.000
6.000.000
12.000.000
12.000.000
12.000.000
12.000.000
12.000.000
12.000.000
12.000.000
12.000.000
6.000.000
6.000.000
6.000.000
6.000.000
6.000.000
6.000.000
6.000.000
6.000.000
4.000.000
4.000.000
4.000.000
4.000.000
5.000.000
5.000.000
4.000.000
4000000
4.000.000
4000000
4.000.000
4.000.000
3.000.000
3.000.000
4.000.000
4.000.000
4.000.000
4.000.000
4.000.000
4.000.000
2.000.000
80.000.000
2.000.000
12.000.000
2.000.000
24.000.000
2.000.000
16.000.000
2.000.000
16.000.000
2.000.000
16.000.000
2.000.000
8.000.000
2.000.000
6.000.000
2.000.000
6.000.000
2.000.000
6.000.000
2.000.000
12.000.000
2.000.000
12.000.000
1.200.000
7.200.000
1.800.000
10.800.000
4.000.000
4.000.000
1.800.000
3.600.000

38
39

Petugas Kebersihan
Supir
TOTAL
2.2.2 Biaya Administrasi Umum

4
6
156

1.000.000
1.200.000

Diperkirakan 20 dari gaji pegawai = 0,2 Rp 413.800.000,= Rp 86.760.000,2.2.3

Biaya Pemasaran
Diperkirakan 20 dari gaji pegawai = 0,2 Rp 413.800.000,= Rp 86.760.000,Tabel LE.7 Perincian Biaya Kas
No.
1.
2.
3.
Total

Jenis Biaya
Gaji Pegawai
Administrasi Umum
Pemasaran

Jumlah (Rp)/Bulan
413.800.000,86.760.000,86.760.000,607.320.000,-

2.3 Biaya Start Up


Diperkirakan 8 dari Modal Investasi Tetap (Peters et al, 2004).
= 0,08 Rp [Link],= Rp [Link] ,-

2.4 Piutang Dagang


PD

IP
HPT
12

dimana:

PD

= piutang dagang

IP

= jangka waktu kredit yang diberikan (1 bulan)

HPT

= hasil penjualan tahunan

Penjualan :
1. Harga jual Selulosa asetat

= Rp 50.000/ons (Anonim n, 2011)


= Rp 500.000 ,-/ kg

Produksi Selulosa asetat

= 437,860 kg/jam

Hasil penjualan Selulosa Asetat tahunan


= 437,860 kg/jam x 24 jam/hari 330 hari/tahun Rp 500.000,- /kg
= Rp [Link].938 ,- / tahun

4.000.000
7.200.000
413.800.000

2. Harga jual asam asetat 70%

= US$ 300/ton (Anonim m, 2011)


= 2.775/kg

Produksi Asam asetat 70%

= 953,969 kg/jam

Hasil penjualan asam asetat 70% tahunan


= 953,969 kg/jam x 24jam/hari x 330 hari/tahun x 2.775/kg
= Rp. [Link]
Hasil penjualan total tahunan = Rp [Link].127,Piutang Dagang

1
Rp [Link].127,12

= Rp [Link] ,Perincian modal kerja dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
Tabel LE.8 Perincian Modal Kerja per Tahun
No.
1.
2.
3.
4.

Bahan baku proses dan utilitas


Kas
Start up
Piutang Dagang

Total

Jumlah (Rp)
[Link],607.320.000,[Link],[Link] ,[Link] ,-

Modal kerja per bulan

= Rp [Link],-

Total Modal Investasi

= Modal Investasi Tetap + Modal Kerja


= Rp [Link],- + Rp [Link],= Rp [Link],-

Modal ini berasal dari:


- Modal sendiri

= 60 dari total modal investasi


= 0,6 Rp [Link],= Rp [Link],-

- Pinjaman dari Bank

= 40 dari total modal investasi


= 0,4 Rp [Link],= Rp [Link],-

3 Biaya Produksi Total


3.1 Biaya Tetap (Fixed Cost = FC)
3.1.1

Gaji Tetap Karyawan


Gaji tetap karyawan terdiri dari gaji tetap tiap bulan ditambah 2 bulan gaji
yang diberikan sebagai tunjangan, sehingga (O)
Gaji total = (12 + 2) Rp 433.800.000,= Rp [Link],-

3.1.2

Bunga Pinjaman Bank


Bunga pinjaman bank adalah 15 % dari total pinjaman (Anonim j, 2011).
Bunga bank (P)

= 0,15 Rp [Link],= Rp [Link],-

3.1.3

Depresiasi dan Amortisasi


Pengeluaran untuk memperoleh harta berwujud yang mempunyai masa

manfaat lebih dari 1 (satu) tahun harus dibebankan sebagai biaya untuk
mendapatkan,

menagih,

dan

memelihara

penghasilan

melalui

penyusutan

(Rusdji,2004). Pada perancangan pabrik ini, dipakai metode garis lurus atau straight
line method. Dasar penyusutan menggunakan masa manfaat dan tarif penyusutan
sesuai dengan Undang-undang Republik Indonesia

No. 36 Tahun 2008 Pasal 11

ayat 6 dapat dilihat pada tabel di bawah ini.


Tabel LE.9 Aturan depresiasi sesuai UU Republik Indonesia No. 36 Tahun 2008
Kelompok Harta

Masa

Tarif Beberapa Jenis Harta

Berwujud

(tahun) (%)

I. Bukan Bangunan
[Link] 1

25

Mesin kantor, perlengkapan, alat perangkat/


tools industri.

2. Kelompok 2

12,5

Mobil, truk kerja

3. Kelompok 3

16

6,25

Mesin industri kimia, mesin industri mesin

20

Bangunan sarana dan penunjang

II. Bangunan
Permanen

Sumber : Waluyo, 2000 dan Rusdji,2004

Depresiasi dihitung dengan metode garis lurus dengan harga akhir nol.
D

dimana:

PL
n

D = depresiasi per tahun


P = harga awal peralatan
L

= harga akhir peralatan dan n

= umur peralatan (tahun)

Tabel LE.10 Perhitungan Biaya Depresiasi sesuai UURI No. 36 Tahun 2008
Umur

Komponen

Biaya (Rp)

Bangunan

[Link]

20

[Link]

Peralatan proses dan utilitas

[Link]

16

[Link]

Instrumentrasi dan pengendalian proses

[Link]

759.068.149

Perpipaan

[Link]

[Link]

Instalasi listrik

[Link]

[Link]

Inventaris kantor

455.440.890

113.860.222

Perlengkapan keamanan dan kebakaran

607.254.519

151.813.630

Sarana transportasi

[Link]

576.950.000

(tahun)

Depresiasi (Rp)

[Link]

TOTAL

Semua modal investasi tetap langsung (MITL) kecuali tanah mengalami


penyusutan yang disebut depresiasi, sedangkan modal investasi tetap tidak langsung
(MITTL) juga mengalami penyusutan yang disebut amortisasi.
Pengeluaran untuk memperoleh harta tak berwujud dan pengeluaran lainnya
yang mempunyai masa manfaat lebih dari 1 (satu) tahun untuk mendapatkan,
menagih, dan memelihara penghasilan dapat dihitung dengan amortisasi dengan
menerapkan taat azas (UURI Pasal 11 ayat 1 No.36 Tahun 2008). Para Wajib Pajak
menggunakan tarif amortisasi untuk harta tidak berwujud dengan menggunakan masa
manfaat kelompok masa 4 (empat) tahun sesuai pendekatan prakiraan harta tak
berwujud yang dimaksud (Rusdji, 2004).
Untuk masa 4 tahun, maka biaya amortisasi adalah 25 dari MITTL. sehingga :
Biaya amortisasi

= 0,25 Rp [Link],= Rp [Link],-

Total biaya depresiasi dan amortisasi (Q)


= Rp [Link],- + Rp [Link],= Rp [Link],3.1.4

Biaya Tetap Perawatan

1. Perawatan mesin dan alat-alat proses


Perawatan mesin dan peralatan dalam industri proses berkisar 2 sampai 20%,
diambil 10% dari harga peralatan terpasang di pabrik (Peters et al, 2004).
Biaya perawatan mesin

= 0,1 Rp [Link],= Rp [Link] ,-

2. Perawatan bangunan
Diperkirakan 10 dari harga bangunan (Peters et al, 2004).
Perawatan bangunan

= 0,1 [Link],= Rp [Link] ,-

3. Perawatan kendaraan
Diperkirakan 10 dari harga kendaraan (Peters et al, 2004).
Perawatan kenderaan

= 0,1 Rp 4,615,600,000,= Rp 461,560,000,-

4. Perawatan instrumentasi dan alat kontrol


Diperkirakan 10 dari harga instrumentasi dan alat kontrol (Peters et al,
2004).
Perawatan instrumen

= 0,1 Rp [Link],= Rp 303.627.260 ,-

5. Perawatan perpipaan
Diperkirakan 10 dari harga perpipaan (Peters et al, 2004).
Perawatan perpipaan

= 0,1 Rp [Link],= Rp [Link] ,-

6. Perawatan instalasi listrik


Diperkirakan 10 dari harga instalasi listrik (Peters et al, 2004).
Perawatan listrik

= 0.1 Rp [Link],= Rp 541.102.227 ,-

8. Perawatan inventaris kantor


Diperkirakan 10 dari harga inventaris kantor (Peters et al, 2004).

Perawatan inventaris kantor = 0,1 Rp [Link] ,= Rp. 108.222.445 ,9. Perawatan perlengkapan kebakaran
Diperkirakan 10 dari harga perlengkapan kebakaran (Peters et al, 2004).
Perawatan perlengkapan kebakaran = 0,1 Rp721.469.636,= Rp 72.146.694 ,Total biaya perawatan (R)

3.1.5

= Rp [Link] ,-

Biaya Tambahan Industri (Plant Overhead Cost)


Biaya tambahan industri ini diperkirakan 15 dari Pra Investasi (Peters et
al, 2004).

Plant Overhead Cost (S)

= 0,15 x Rp [Link],= Rp 378.771.559,-

3.1.6

Biaya Administrasi Umum


Biaya administrasi umum selama 1 bulan adalah Rp 86.760.000,Biaya administrasi umum selama 1 tahun (T) = 12 Rp 86.760.000,= Rp [Link],-

3.1.7

Biaya Pemasaran dan Distribusi


Biaya pemasaran selama 1 bulan adalah Rp 86.760.000,Biaya pemasaran selama 1 tahun

= 12 Rp 86.760.000,= Rp [Link],-

Biaya distribusi diperkirakan 50 % dari biaya pemasaran, sehingga :


Biaya distribusi = 0,5 x Rp [Link],- = Rp 520.560.000,Biaya pemasaran dan distribusi (U) = Rp [Link],3.1.8

Biaya Laboratorium, Penelitan dan Pengembangan


Diperkirakan sebesar 5% dari biaya tambahan industri (V)
= 0,05 x Rp. 378.771.559,= Rp. 18.938.578 ,.

3.1.9

Hak Paten dan Royalti


Diperkirakan 1% dari harga penjualan (Peters et al, 2004).
Biaya hak paten dan royalti (W)

= 0,01 x Rp [Link],= Rp [Link],-

3.1.10 Biaya Asuransi


1. Biaya asuransi pabrik. adalah 3,1 permil dari modal investasi tetap
langsung (PT JAMSOSTEK, 2010).
= 0,0031 Rp [Link],= Rp 302.631.193,2. Biaya asuransi karyawan.
Premi asuransi = 2 % dari gaji karyawan (PT. JAMSOSTEK, 2010)
Maka biaya asuransi karyawan

= 0,02 x Rp [Link],= Rp 104.112.000,-

Total biaya asuransi (X)

= Rp 406.743.193,-

3.1.11 Pajak Bumi dan Bangunan


Dasar perhitungan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) mengacu kepada
Undang-Undang RI No. 36 Tahun 2008 tentang Bea Perolehan Hak atas Tanah dan
Bangunan sebagai berikut:

Yang menjadi objek pajak adalah perolehan hak atas tanah dan atas bangunan
(Pasal 2 ayat 1 UU No.36/08).

Dasar pengenaan pajak adalah Nilai Perolehan Objek Pajak (Pasal 6 ayat 1 UU
No.36/08).

Tarif pajak ditetapkan sebesar 5% (Pasal 5 UU No.36/08).

Nilai Perolehan Objek Pajak Tidak Kena Pajak ditetapkan sebesar Rp.
50.000.000,- (Pasal 7 ayat 1 UU No.36/08).

Besarnya pajak yang terutang dihitung dengan cara mengalikkan tarif pajak
dengan Nilai Perolehan Objek Kena Pajak (Pasal 8 ayat 2 UU No.36/08).

Maka berdasarkan penjelasan di atas, perhitungan PBB ditetapkan sebagai berikut :


Nilai Perolehan Objek Pajak

Tanah Rp [Link],-

Bangunan Rp [Link] ,-

Total NJOP

Rp [Link] ,-

Nilai Perolehan Objek Pajak Tidak Kena Pajak

Rp. 30.000.000,-

Nilai Perolehan Objek Pajak Kena Pajak

Rp [Link] ,-

Pajak yang Terutang (5% x NPOPKP)

Rp [Link] ,-

Pajak Bumi dan Bangunan (Y) adalah Rp [Link] ,-

Total Biaya Tetap = O + P + Q + R + S + T + U +V + W + X + Y


= Rp [Link],-

3.2 Biaya Variabel


3.2.1

Biaya Variabel Bahan Baku Proses dan Utilitas per tahun


Biaya persediaan bahan baku proses dan utilitas selama 30 hari adalah

Rp [Link],Total biaya persediaan bahan baku proses dan utilitas selama 1 tahun
= Rp [Link],- x 330

30

= Rp [Link],Total biaya variabel = Rp [Link],Total biaya produksi = Biaya Tetap + Biaya Variabel
= Rp [Link],- + Rp [Link],= Rp [Link],-

4 Perkiraan Laba/Rugi Perusahaan


4.1 Laba Sebelum Pajak (Bruto)
Laba atas penjualan

= total penjualan total biaya produksi


= Rp [Link].127,- Rp [Link],= Rp [Link],-

Bonus perusahaan untuk karyawan 0,5 % dari keuntungan perusahaan


= 0,005 x Rp [Link],= Rp [Link],Pengurangan bonus atas penghasilan bruto sesuai dengan UURI No. 36/08
Pasal 6 ayat 1 sehingga :
Laba sebelum pajak (bruto) = Rp [Link],- Rp [Link],= Rp [Link],4.2 Pajak Penghasilan
Berdasarkan UURI Nomor 36 pasal 17 ayat 1 Tahun 2008, Tentang
Perubahan Ketiga atas Undang-undang Nomor 7 Tahun 1983 Tentang Pajak
Penghasilan adalah (Rusjdi, 2004):
Penghasilan sampai dengan Rp 50.000.000,- dikenakan pajak sebesar 5.

Penghasilan Rp 50.000.000,- sampai dengan Rp 250.000.000,- dikenakan


pajak sebesar 15 .
Penghasilan Rp 250.000.000,- sampai dengan Rp 500.000.000,- dikenakan
pajak sebesar 25 .
Penghasilan di atas Rp 500.000.000,- dikenakan pajak sebesar 30%.
Maka pajak penghasilan yang harus dibayar adalah:
- 5 Rp 50.000.000

= Rp

2.500.000,-

- 15 (Rp 250.000.000- Rp 50.000.000)

= Rp

30.000.000,-

- 25 % x (Rp 500.000.000-Rp 250.000.000)

= Rp

62.500.000,-

-30 ( Rp [Link],- Rp [Link]) = Rp [Link],Total PPh


Laba setelah pajak

= Rp [Link],= laba sebelum pajak PPh


= Rp [Link],- Rp [Link],= Rp [Link],-

5 Analisa Aspek Ekonomi


5.1 Profit Margin (PM)
PM =

PM =

Laba sebelum pajak


100
total penjualan
Rp [Link],Rp [Link].127 ,-

x 100%

= 51,51%

5.2 Break Even Point (BEP)


BEP =

Biaya Tetap
100
Total Penjualan Biaya Variabel

BEP = 35,79 %
Kapasitas produksi pada titik BEP

= 35,79% 3.500 ton/tahun


= 1.252,65 ton/tahun

Nilai penjualan pada titik BEP

= Rp [Link],-

5.3 Return on Investment (ROI)

5.4

Laba setelah pajak


100
Total modal investasi

ROI

ROI

= 47,51 %

Pay Out Time (POT)

1
x 1 tahun
0,4705

POT

POT

= 2,56 tahun

5.5 Return on Network (RON)


RON =

Laba setelah pajak


100
Modalsendiri

RON = 81,23 %

5.6 Internal Rate of Return (IRR)


Untuk menentukan nilai IRR harus digambarkan jumlah pendapatan dan
pengeluaran dari tahun ke tahun yang disebut Cash Flow. Untuk
memperoleh cash flow diambil ketentuan sebagai berikut:
- Laba kotor diasumsikan mengalami kenaikan 10 tiap tahun
- Masa pembangunan disebut tahun ke nol
- Jangka waktu cash flow dipilih 10 tahun
- Perhitungan dilakukan dengan menggunakan nilai pada tahun ke 10
- Cash flow adalah laba sesudah pajak ditambah penyusutan.
Dari Tabel LE.12, diperoleh nilai IRR = 48,72

Tabel LE.11 Data Perhitungan BEP


%

Total

biaya

Biaya tetap

Biaya variable

[Link]

[Link]

10

[Link]

[Link]

[Link] [Link]

20

[Link]

[Link] [Link] [Link]

30

[Link]

[Link] [Link] [Link]

40

[Link]

[Link] [Link] [Link]

50

[Link]

[Link] [Link] [Link]

60

[Link]

[Link] [Link] [Link].676

70

[Link]

[Link] [Link] [Link].789

80

[Link]

[Link] [Link] [Link].901

90

[Link]

[Link] [Link] [Link].014

100

[Link]

[Link] [Link] [Link].127

Kapasitas

produksi

Penjualan
0

200,000,000,000
180,000,000,000
Biaya tetap

160,000,000,000

Biaya
variabel
Biaya
produksi

140,000,000,000
120,000,000,000
100,000,000,000
80,000,000,000
60,000,000,000
40,000,000,000
20,000,000,000
0

10

20

30

40

50

60

70

Gambar LE.2 Kurva Break Even Point Pabrik pembuatan Selulosa asetat

80

90

100

Tabel LE.12 Data Perhitungan Internal Rate of Return (IRR)

Thn

Laba

sebelum

pajak

Pajak

[Link]

Laba Sesudah
pajak
-

Depresiasi

Net Cash Flow

P/F

P/F

pada i PV pada i = 44

pada i PV pada i = 49%

=48%

=45%

-[Link]

[Link] [Link]

[Link]

[Link]

[Link] [Link] [Link]

[Link]

[Link] [Link] [Link]

[Link] [Link] [Link]

-[Link]

-[Link]

0,7143 [Link]

0,7092

[Link]

[Link]

0,5103 [Link]

0,5030

[Link]

[Link]

[Link]

0,3645 [Link]

0,3567

[Link]

[Link]

[Link]

0,2604 [Link]

0,2530

[Link]

[Link] [Link] [Link] [Link]

[Link]

0,1860 [Link]

0,1794

[Link]

[Link] [Link] [Link] [Link]

[Link]

0,1329 [Link]

0,1272

[Link]

[Link] [Link] [Link] [Link]

[Link]

0,0949 [Link]

0,0902

[Link]

[Link] [Link] [Link] [Link]

[Link]

0,0678 [Link]

0,0640

[Link]

[Link] [Link] [Link] [Link]

[Link]

0,0484 [Link]

0,0454

[Link]

10

[Link] [Link] [Link] [Link]

[Link]

0,0346 [Link]

0,0322

[Link]

[Link]

IRR = 44% +

Rp [Link]
(49% - 48%) = 48,72%
Rp86.400.563.096 Rp339.361.107

-339.361.107

Anda mungkin juga menyukai