0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
368 tayangan23 halaman

Contoh Program PLC Sederhana

Dokumen tersebut berisi penjelasan tentang contoh program PLC dan pengertian PLC pada umumnya. Diberikan contoh program PLC sederhana beserta penjelasan singkat mengenai fungsi dan kegunaan PLC serta peralatan terkait seperti input dan output digital dan analog.

Diunggah oleh

Satria Manaf
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
368 tayangan23 halaman

Contoh Program PLC Sederhana

Dokumen tersebut berisi penjelasan tentang contoh program PLC dan pengertian PLC pada umumnya. Diberikan contoh program PLC sederhana beserta penjelasan singkat mengenai fungsi dan kegunaan PLC serta peralatan terkait seperti input dan output digital dan analog.

Diunggah oleh

Satria Manaf
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Contoh Program PLC

Halaman ini menampilkan beberapa contoh program yang telah kami buat. Contoh-contoh
program ini hanyalah untuk latihan belaka, jadi jika anda mau mengaplikasinya ke program
sesungguhnya tentunya perlu dilakukan beberapa penyesuaian. Program-program yang kami
buat juga merupakan program yang bersifat sederhana dengan harapan dapat lebih mudah
dipahami bagi anda yang baru belajar PLC.
Berikut contoh-contoh program yang telah kami buat :
1. Contoh Instruksi Counter RSLogix 5000
2. Contoh aplikasi instruksi timer
3. Project Allen Bradley Bagian.3 : Simulasi Level Control
4. Project Allen Bradley Bagian.1 : Program Lampu Lalu Lintas dengan PLC AB
SLC 500
5. Project Allen Bradley Bagian.2 : Program Simulasi Lampu Lalu lintas Menggunakan
RS Logix 5000
6. Program PLC Start Stop motor

Tutorial PLC bagian.1 : Pengertian PLC (Programmable Logic Controller)

Pengertian PLC
Programmable Logic Controllers (PLC) adalah komputer elektronik yang mudah digunakan
(user friendly) yang memiliki fungsi kendali untuk berbagai tipe dan tingkat kesulitan yang
beraneka ragam
Definisi Programmable Logic Controller menurut Capiel (1982) adalah : sistem elektronik
yang beroperasi secara dijital dan didisain untuk pemakaian di lingkungan industri, dimana
sistem ini menggunakan memori yang dapat diprogram untuk penyimpanan secara internal
instruksi-instruksi yang mengimplementasikan fungsi-fungsi spesifik seperti logika, urutan,
perwaktuan, pencacahan dan operasi aritmatik untuk mengontrol mesin atau proses melalui
modul-modul I/O digital maupun analog.
Berdasarkan namanya konsep PLC adalah sebagai berikut :
1. Programmable, menunjukkan kemampuan dalam hal memori untuk menyimpan program
yang telah dibuat yang dengan mudah diubah-ubah fungsi atau kegunaannya.

2. Logic, menunjukkan kemampuan dalam memproses input secara aritmatik dan logic
(ALU), yakni melakukan operasi membandingkan, menjumlahkan, mengalikan, membagi,
mengurangi, negasi, AND, OR, dan lain sebagainya.
3. Controller, menunjukkan kemampuan dalam mengontrol dan mengatur proses sehingga
menghasilkan output yang diinginkan.
PLC ini dirancang untuk menggantikan suatu rangkaian relay sequensial dalam suatu sistem
kontrol. Selain dapat diprogram, alat ini juga dapat dikendalikan, dan dioperasikan oleh orang
yang tidak memiliki pengetahuan di bidang pengoperasian komputer secara khusus. PLC ini
memiliki bahasa pemrograman yang mudah dipahami dan dapat dioperasikan bila program
yang telah dibuat dengan menggunakan software yang sesuai dengan jenis PLC yang
digunakan sudah dimasukkan.
Fungsi dan kegunaan PLC sangat luas. Dalam prakteknya PLC dapat dibagi secara umum dan
secara khusus.
Secara umum fungsi PLC adalah sebagai berikut:
1. Sekuensial Control. PLC memproses input sinyal biner menjadi output yang digunakan
untuk keperluan pemrosesan teknik secara berurutan (sekuensial), disini PLC menjaga agar
semua step atau langkah dalam proses sekuensial berlangsung dalam urutan yang tepat.
2. Monitoring Plant. PLC secara terus menerus memonitor status suatu sistem (misalnya
temperatur, tekanan, tingkat ketinggian) dan mengambil tindakan yang diperlukan
sehubungan dengan proses yang dikontrol (misalnya nilai sudah melebihi batas) atau
menampilkan pesan tersebut pada operator.
3. Shutdown System
Prinsip kerja sebuah PLC adalah menerima sinyal masukan proses yang dikendalikan lalu
melakukan serangkaian instruksi logika terhadap sinyal masukan tersebut sesuai dengan
program yang tersimpan dalam memori lalu menghasilkan sinyal keluaran untuk
mengendalikan aktuator atau peralatan lainnya.
(Sumber : [Link] )
Peralatan yang Berhubungan dengan PLC
Peralatan Analog
Contoh dari peralatan analog baik input maupun output adalah sebagai berikut :
INPUT

Flow transmitters

Pressure transmitters

Temperature transmitters

Position transmitters

Level transmitters

OUTPUT

Electric motor drives

Analog meters

Chart data recorders

Process controllers

Variable speed drives

Peralatan Digital
Contoh dari peralatan digital baik input maupun output adalah sebagai berikut :
INPUT

Selector Switch

Temperature Switch

Flow Switch

Level Switch

Pushbutton

Motor starter contacts

Limit Switch

Pressure Switch

Relay Contact

OUTPUT

Annunciator

Alarm light

Electric fan

Indicating light

Electric valve

Alarm horn

Selenoid valve

Motor starters

Peralatan Analog
Contoh dari peralatan analog baik input maupun output adalah sebagai berikut :
INPUT

Flow transmitters

Pressure transmitters

Temperature transmitters

Position transmitters

Level transmitters

OUTPUT

Electric motor drives

Analog meters

Chart data recorders

Process controllers

Variable speed drives

Peralatan Digital
Contoh dari peralatan digital baik input maupun output adalah sebagai berikut :
INPUT

Selector Switch

Temperature Switch

Flow Switch

Level Switch

Pushbutton

Motor starter contacts

Limit Switch

Pressure Switch

Relay Contact

OUTPUT

Annunciator

Alarm light

Electric fan

Indicating light

Electric valve

Alarm horn

Selenoid valve

Motor starters

================ARTIKEL TERKAIT===============
1. Tips belajar PLC untuk pemula
2. Tutorial Omron Bagian.1 : Cara Upload, Download, dan Online Edit Program
PLC Omron
3. Membaca Data PLC Allen Bradley dengan Microsoft Excel
4. Tutorial PLC Bagian.3 : Bahasa Pemrograman PLC
5. Tutorial Allen Bradley Bagian.1 : Dasar RSLogix5000 for ControlLogix

6. THE PLC LAWS


7. Tutorial Allen Bradley Bagian.3 : Membuat Trending di RSLogix 5000
8. Tutorial Allen Bradley Bagian.2 : Uploading, Downloading, and Going Online to a
Logix5000 Controller

Category Archives: [Link] Logic


Controller (PLC)
Keyswitch Mode PLC Allen bradley
March 3, 2014 8:52 PM / 2 Comments
Bagi anda yg pernah pegang PLC allen bradley tentunya sudah tahu tentang keyswitch yang
terdapat di Processor/CPU PLC Allen bradley. Keyswitch ini mempunyai tiga mode yaitu
RUN, REMOTE, PROGRAM. Masing2 mode mempunyai fungsi dan kegunaan madingmading. Berikut penjeladan tentang fungsi dan kegunaan masing-masing mode switch
tersebut:
RUN
Mode RUN digunakan pada kondisi normal operasi. Pada mode ini anda tidak bisa
melakukan edit program secara online, namun anda masih bisa melakukan forcing IO.
REMOTE
Posisi remote kita gunakan saat kita akan melakukan edit program secara online. Pada mode
remote kita juga bisa merubah mode procesor menjadi Remote Run atau Remote Program
dari PC/Laptop. Hati hati jangan sampai kita merubah mode ke remote program karena akan
menghentikan proses karena proses scaning IO tidak berfungsi pada mode remote program.
Merubah mode ke Remote program dari program rslogix di laptop sama seperti kita merubah
keyswitch di procesor PLC ke mode program.
PROGRAM
Pada mode ini scaning logic input output PLC aka terputus sehingga akan menyebabkan
proses terhenti jika anda merubah keyswitch pada posisi ini. Hati-hati,jangan sampai
merubah keyswitch pada posisi PROGRAM pada saat normal operasi karena bisa
menyebabkan shutdown. Mode Program kita gunakan saat melakukan modifikasi yg tidak
bisa dilakukan dengan edit online.
Pada saat kita melakukan diwnload program atau download rsnetworx, cobtroller akan
berubah ke mode remote program,untuk itu kita harus merubahnya kembali ke mode remote
RUN atau RUN supaya program berfungsi dg normal.
CMIIW

Mutiara Plant, 3/3/2014

1 Menit Lebih Dekat dengan PLC Allen Bradley


July 21, 2013 9:15 PM / 1 Comment
Sebelumnya saya perlu menjelaskan bahwa artikel ini bukan dimaksudkan untuk
mempromosikan produk PLC tertentu tetapi hanya sekedar memberikan pengenalan pada
teman-teman terutama yang masih pemula tentang salah satu merek PLC yang banyak
dipakai diindustri. PLC Allen Bradley sendiri banyak dipakai diindustri baik di industry
migas, petrochemical, food and beverages dll. Dan tentunya bersaing dengan merek PLC
lainnya seperti Siemens, Schneider, Omron dll. Artikel ini merupakan penjelasan dari artikel
saya sebelumnya tentang merek dan tipe PLC.
Sebelum kita mendalami tentang programming PLC Allen Bradley ada baiknya kita
mengenal berbagai tipe dari PLC Allen Bradley. PLC Allen Bradley merupakan produk dari
Rockwell Automation. Secara garis besar PLC Allen Bradley dibagi menjadi 3 family yaitu :
Family Logix 5, Logix 500, dan Logix 5000.
(more)

Intruksi Jump Sub Routine (JSR) pada Program RSLogix


Micro Lite
July 19, 2013 1:03 PM / Leave a comment
Pada program RSLogix Micro Lite secara default terdapat 14 routine (LAD 2 s/d LAD 15)
yang bisa digunakan untuk menuliskan logic kita. Namun demikian hanya main routine
(LAD 2) saja yang dieksekusi oleh program. Untuk routine yang lain tidak secara otomatis
dieksekusi oleh program jika kita tidak memanggilnya di main routine (LAD 2).
Jadi jika kita membuat logic di LAD 2 maka tidak perlu intruksi tambahan untuk
menjalankan logic tetapi jika kita membuat logic di LAD yang lainnya maka diperlukan
instruksi tambahan yaitu intruksi Jump Sub Routine (JSR) di main routine (LAD 2) atau di
routine/LAD yang sudah di panggil di LAD 2. Intruksi Jump Sub Routine (JSR) berfungsi
untuk berpindah ke LAD yang kita kehendaki.
(more)

Enable Edit Online RSLogix 5


July 19, 2013 8:59 AM / 1 Comment
Adanya fasilitas edit online di program RSLogix sangat membantu. Hal ini dapat
menghindari untuk download total yang mengharuskan sistem shutdown. Meskipun demikian
ada beberapa hal yang tidak dapat dilakukan dengan edit online antara lain menambah I/O
Module, menambah data table baru, menambah routine baru dll. Edit online dapat dilakukan
jika kita akan edit logic di sebuah ladder atau routine.
Dengan adanya edit online fasilitas edit online ini user bisa merubah logic dengan mudah
atau secara tidak sengaja program teredit. Untuk itu beberapa vendor ada yang mendisable
fasilitas edit online ini dengan alasan keamanan. Fasilitas edit online hanya di enable jika
dibutuhkan saja.
Nah, jika jika program anda tidak bisa diedit online maka kemungkinan fasilitas edit
onlinenya di disable. Untuk meng enablekan kembali anda bisa mengikuti langkah-langkah
berikut :
(more)

Cara menghapus program/memory PLC Omron


May 1, 2013 9:08 PM / 3 Comments
Beberapa waktu yang lalu ada yang tanya di salah satu postingan duniakarya, bagaimana cara
menghapus memory PLC omron. Dan sudah saya jawab di comment juga. Untuk melengkapi
dan memperjelas jawaban saya, berikut ini akan saya bahas dalam postingan tersendiri.
Semoga ini bisa menjawab pertanyaan sahabat-sahabat lainnya.
Jika kita menggunakan PLC untuk aplikasi industri, menghapus memory mungkin tidak
diperlukan tetapi jika kita menggunakan PLC untuk keperluan training/praktikum di sekolah
atau kampus kadang kita perlu untuk menghapus memory PLC. Seperti kita ketahui jika kita
sudah mend0wnload sebuah program ke PLC maka program tersebut akan tersimpan di
dalam PLC tersebut meskipun power dimatikan. Kecuali jika baterei PLC tidak ada/rusak,
maka ketika PLC dimatikan maka program yg tersimpan di PLC juga akan hilang. Jadi
selama batereinya OK maka program yg di downloadnya ke PLC akan tetap ada meskipun
power dimatikan.
(more)

Menambah Tagname RSLogix 5000 dengan Menggunakan


Fasilitas Export Import
January 21, 2013 9:37 PM / Leave a comment
Pada postingan kali ini saya akan berbagi sedikit pengetahuan tentang fasilitas expot import
yang dimiliki program RSLogix 5000. Mungkin sebagian dari anda ada yang sudah tahu
bahwa program RSLogix 5000 mempunyai fasilitas export import database. Jadi dengan
fasilitas export ini kita dapat menyimpan tag database dalam bentuk file excel (.CSV) atau
notepad (.TXT). dan sebaliknya kita dapat memasukkan tag yang telah kita buat di file excel
(.CSV) atau notepad (.TXT) ke dalam program RSLogix 5000.
Fasilitas tersebut dapat kita gunakan untuk membuat dokumentasi tag database. Kita juga
bisa melakukan tag editing maupun menambah tag baru dengan fasilitas ini. Selanjutnya saya
akan memberikan sedikit contoh menambah tagname dengan menggunakan fasilitas exportimport. Untuk lebih jelasnya anda bisa menyimak langkah-langkah berikut :
(more)

Tips dalam melakukan temporary bypass ladder logic


January 6, 2013 8:42 PM / 1 Comment
Sebagai orang maintenance kadang kita menghadapi situasi dimana sebuah mesin tidak boleh
shutdown sedangkan kita harus melakukan maintenance pada peralatan yang dapat
mengakibatkan mesin tersebut shutdown jika alat tersebut kita lepas. Jika kita menghadapi
situasi seperti ini sebaiknya kita cek dulu apakah logicnya merupakan voter logic 2oo3 (2 out
of 3) atau tidak. Jika logicnya 2oo3 maka kita tidak perlu melakukan bypass, namun jika
tidak maka kita perlu melakukan bypass terlebih dahulu sebelum melakukan maintenance.
Untuk melakukan temporary bypass ada beberapa tips yang mungkin bisa bermanfaat bagi
anda. Contoh yang saya buat ini menggunakan RSLogix 5000. Berikut beberapa tips dalam
melakukan temporary bypass ladder logic :
1. Gunakan bit khusus untuk temporary bypass ON, hindari penggunan blank branch.
Keuntungan jika kita menggunakan bit khusus untuk temporary bypass (misal:
zz_temporary_bypass_on) adalah bit tersebut bisa kita searching/cross reference jika kita lupa

lokasi logic yang kita bypass, sedangkan blank branch tidak bisa kita searching/cross
reference sehingga menylitkan jika kita lupa lokasi logicnya.
(more)

Perbedaan Controller Tag dengan Program Tag


RSLogix 5000
October 19, 2012 9:28 AM / 2 Comments
Bagi anda yang sudah berpengalaman sebagai programmer PLC Allen Bradley Logix
5000 tentunya sudah sangat familiar dengan topik [Link] bagi yang baru belajar, mudahmudahan artikel ini bisa bermanfaat. Minimal bisa menjawab pertanyaan apa bedanya
controller tag dengan program tag saat wawancara kerja. Bagi yang belum tahu dan malu
bertanya biasanya akan menyimpan pertanyaan ini dalam otaknya saja dan kalau ada yang
bertanya padanya jawabannya coba cari di google, disitu banyak penjelasannya.
Sebagai seorang teknisi/engineer kita harus selalu belajar karena belajar tidak ada batasan
waktu dan tempat. Berlagak sok tahu akan menghambat proses belajar kita. Di era saat ini
proses belajar menjadi lebih mudah dengan berkembangnya teknologi informasi. Kita bisa
mencari informasi apapun dari internet. Selain itu lebih banyak diskusi dengan rekan kerja
maupun ikut di forum-forum profesional akan sangat membantu kita untuk menambah
pengetahuan. Jadi jangan pernah merasa puas dengan ilmu yang telah kita miliki. Terus
belajar dan terus belajar, itu kata kuncinya supaya kita lebih bernilai dan bermanfaat.
(more)

Tag dan Tag Atribut RSLogix 5000


September 26, 2012 1:22 PM / 5 Comments
Sebelum saya membahas bagaimana cara membuat tag baru di RSLogix 5000 akan saya
jelaskan sedikit pengertian dari tag itu sendiri. RSLogix 5000 merupakan software yang
digunakan untuk memprogram PLC Allen Bradley Logic 5000 Family yaitu ControlLogix,
CompactLogix, FlexLogix. Sedangkan Tag adalah nama berbasis teks untuk daerah memori.
Dengan menggunakan sistem berbasis teks Anda dapat menggunakan nama tag untuk
mendokumentasikan kode ladder Anda dan mengatur data Anda untuk mewakili peralatan
Anda. Misalnya Anda bisa membuat tagname Tank_Pressure1. Level_Tank1, dll. Hal ini
membantu untuk mempercepat pembuatan kode dan debugging. Semua tagname disimpan
dalam controller. Hal ini merupakan salah satu hal yang membedakan antara RSLogix 5000
dengan RSLogix 500 maupun RSLogix 5.
(more)

DeltaV Split Range Control


September 26, 2012 9:14 AM / 3 Comments

DeltaV mempunya function block khusus untuk melakukan fungsi split range control yaitu
Splitter (SPLTR). Splitter (SPLTR) function block berfungsi untuk mengambil sebuah nilai
input dan menghitung dua output berdasarkan koordinat tertentu.
Output blok (OUT_1 dan OUT_2) dihitung dari setpoint blok (SP) dengan menggunakan
kemiringan dan batas yang ditetapkan oleh parameter IN_ARRAY dan OUT_ARRAY.
Keempat nilai IN_ARRAY menentukan rentang SP yang digunakan untuk menghitung output
berdasarkan pada empat nilai dari rentang output OUT_ARRAY. Tabel berikut
menggambarkan hubungan antara output blok dan elemen array:

Category Archives: [Link] Control


System (DCS)
Control Initialization (INIT / IMAN) pada DCS
Data point
July 19, 2013 11:33 AM / 3 Comments
Jika anda sering berkecimpung dengan DCS adakalanya anda menjumpai dimana sebuah data
point/control function block dalam kondisi Initialization yang ditandai dengan simbol INIT /
IMAN. Jika sebuah data point/control function block dalam kondisi Initialization, maka
operator tidak bisa melakukan control seperti merubah setpoint atau merubah output. Untuk
mengatasi hal ini kita harus mengetahui penyebab kenapa sebuah data point/control function
block berada pada kondisi Initialization.
Kondisi Control Initialization dapat disebabkan oleh hal-hal sbb:
1. Diset oleh logic slot atau program (CL/Control language).
2. Point tersebut active untuk pertama kali (transisi dari kondisi INACTIVE ke
ACTIVE).
3. Point tersebut dieksekusi untuk pertama kali setelah HPM warm start.
4. Semua koneksi control output tidak ready yang disebabkan hal-hal sbb :

Secondary data point tidak pada kondisi CASCADE.

Secondary data point dalam kondisi INACTIVE

Secondary data point dalam kondisi Initialization (INIT)

(more)

Cara Setting Control Valve Tipe Fail Close / Fail Open di


AO Block DeltaV
December 24, 2012 3:45 PM / 6 Comments
Masih terkait dengan artikel sebelumnya (PID Direct Acting dan Reverse Acting), artikel ini
mencoba untuk memberikan penjelasan bagaimana cara untuk mensetting Analog Output
Function Block yang digunakan untuk control valve tipe Fail Close (Air to Open) atau tipe
Fail Open (Air to Close). Sedikit penjelasan ini semoga memberikan sedikit gambaran atau
trigger untuk belajar lebih lanjut. Seperti kita ketahui control valve ada dua tipe yaitu Fail
Close (Air to Open) dan Fail Open (Air to Close). Control Valve tipe Fail Close (Air to Open)
adalah jenis control valve yang memerlukan udara untuk bisa membuka, dan akan menutup
jika kehilangan udara. Sebaliknya control valve tipe Fail Open (Air to Close) adalah tipe
control valve yang justru akan menutup jika ada udara dan akan membuka jika kehilangan
udara. Tujuan adanya dua tipe control valve ini adalah untuk keperluan failsafe operation.
Jadi ketika instrument air, mengalami gangguan, maka control valve akan berada pada posisi
failsafenya.
Apapun tipe control valve yang kita gunakan akan berpengaruh pada konfigurasi Analog
Output Block kita sebagai pemberi sinyal ke I/P dan diteruskan ke actuator. Sekarang akan
kita pelajari bagaimana mensetting parameter di Analog Output Block. Pada artikel ini yang
saya akan pakai adalah DCS DeltaV.
Untuk mulai mengkonfigurasi anda bisa ikuti langkah-langkah berikut :
1. Buka control studio dimana anda buat logicnya.
2. Klik Analog Output (AO) block.
3. Pada kolom parameter di sisi kiri window, anda cari parameter IO_OPTS. Double
click parameter tersebut, maka akan muncul jendela IO_OPTS.
4. Pada jendela IO_OPTS, salah satu pilihannya adalah Increase to Close. Pilih atau
centang pilihan tersebut jika anda menggunakan control valve fail open, atau biarkan
kosong tanpa di centang jika anda menggunakan control valve tipe fail close.
5. Klik OK.

(more)

PID Direct Acting dan Reverse Acting


December 16, 2012 9:17 PM / 1 Comment

Bagi anda yang sering menggunakan PID tentunya akrab dengan istilah direct dan reverse.
Salah satu parameter yang perlu di setting saat mengkonfigurasi PID adalah control action.
Pada parameter ini anda bisa memilih apakah mau di mengunakan direct atau reverse semua
tergantung pada kebutuhan proses. Sebelum membahas bagaimana cara mengkonfigurasi
control action tersebut ada baiknya kita pahami dulu apa itu control action direct dan reverse
atau yang sering disebut direct acting dan reverse acting.
Saya akan jelaskan sedikit apa itu direct acting serta reverse acting. Jika kita memilih direct
acting, maka jika PV meningkat maka output dari PID juga akan ikut meningkat. Demikian
sebaliknya jika kita memilih reverse acting, maka jika PV meningkat maka output PID justru
akan menurun.
Untuk memudah pemahamam, saya akan berikan sedikit contoh, misalkan :
SPP = 20 %
PVP = 22 %
Error = PV SP = 22 20 = 2 %
Jika PVP meningkat maka error akan meningkat pula, dengan demikian maka output PID
juga akan meningkat pula. Hal sebaliknya berlaku untuk reverse control action, jika error
semakin besar maka output akan semakin kecil.
Pertanyaan selanjutnya adalah, kapan kita memilih direct acting atau reverse acting ?
Untuk memudahkan menjawab pertanyaan diatas, mari kita lihat gambar berikut :
(more)

PV Tracking pada PID algoritma Honeywell TPS


September 27, 2012 9:45 AM / Leave a comment
Seperti kita ketahui PID controller mempunyai 3 mode yaitu manual, automatic serta cascade.
Pada posisi manual (MAN) operator diizinkan untuk merubah output dari PID. Mode
automatic (AUTO) operator diizinkan untuk merubah setpoint dari PID. Sedangkan mode
cascade operator tidak diizinkan untuk merubah apapun baik output maupun setpoint karena
setpoint didapat dari controller lain/primary controller.

Pada saat operator merubah mode PID dari auto atau cascade ke manual dan merubah nilai
output PID maka nilai PV dengan sendirinya akan berubah mengikuti besarnya opening
sedangkan nilai SP masih tetap. Jika perubahan nya terlalu besar maka akan ada selisih yang
besar pula antara nilai PV sekarang dengan setpoint awal. Hal ini akan menimbulkan masalah
jika operator langsung merubah kembali mode controller dari manual ke auto atau cascade
tanpa menyeimbangkan dulu antara nilai setpoint dengan nilai PV. Untuk mengatasi hal ini
ada salah satu fasilitas yang bisa digunakan di algoritma PID Honeywell TPS yaitu
PVTRACK. Konfigurasi PV tracking dapat ditemukan di parametere PVTRACK. Jika di set
PVTRACK = TRACK maka PV Tracking diactifkan dan jika PVTRACK = NOTRACK
maka PV Track tidak diaktifkan.
(more)

DeltaV Split Range Control


September 26, 2012 9:14 AM / 3 Comments
DeltaV mempunya function block khusus untuk melakukan fungsi split range control yaitu
Splitter (SPLTR). Splitter (SPLTR) function block berfungsi untuk mengambil sebuah nilai
input dan menghitung dua output berdasarkan koordinat tertentu.
Output blok (OUT_1 dan OUT_2) dihitung dari setpoint blok (SP) dengan menggunakan
kemiringan dan batas yang ditetapkan oleh parameter IN_ARRAY dan OUT_ARRAY.
Keempat nilai IN_ARRAY menentukan rentang SP yang digunakan untuk menghitung output
berdasarkan pada empat nilai dari rentang output OUT_ARRAY. Tabel berikut
menggambarkan hubungan antara output blok dan elemen array:

(more)

Advance Control Bagian 1 PID Cascade Control


June 3, 2012 5:08 PM / 2 Comments
PID Cascade Control mempunyai dua feedback control dimana output dari kontroller utama
(primer) menjadi setpoint dari pengontrol sekunder (slave). Output dari kontroller sekunder
(slave) yang akan menggerakkan final control element (control valve). Pertanyaannya
sekarang, kapan kita perlu untuk menerapan cascade control ini? untuk itu kita perlu tahu
dulu apa itu tujuan dari cascade control. Cascade control mempunyai tujuan antara lain :
1. Mengeliminasi pengaruh dari gangguan-gangguan.

2. Memperbaiki kinerja dinamik dari loop kontrol.


(more)

Aplikasi Tracking pada PID Controller DeltaV


May 12, 2012 9:23 AM / Leave a comment
Salah satu kemampuan yang ada pada PID controller DeltaV adalah Tracking/menjejak,
aplikasi ini pada dasarnya hanya memodifikasi fungsi PID controller dengan menambahkan
kemampuan untuk tracking/menjejak suatu nilai masukan diskrit. Pada kondisi ini, fungsi
PID controller akan di non-aktifkan berdasarkan masukan diskrit yang diterima. Pada kondisi
ini, mode PID controller akan berubah dari mode AUTO/MAN ke mode Local Override (LO)
dan terkunci pada mode ini serta harga Output akan di set dengan nilai tertentu. Fungsi
tracking dapat digunakan untuk kondisi seperti berikut :
Pada aplikasi dimana sebuah control valve harus di set pada opening 0% ketika ada sinyal
masukan dari ESD sistem.
(more)

Membuat PID Controller di PLC dan DCS (Bagian.2)


May 5, 2012 8:55 AM / 1 Comment
Setelah mengetahui konsep closed loop control pada artikel saya sebelumnya (Membuat PID
Controller di PLC dan DCS (Bagian.1), sekarang akan kami bahas bagaimana caranya
membuat PID block serta konfigurasinya di DCS dan PLC. Untuk PID block DCS akan saya
ambil contoh PID Block DeltaV sedangkan untuk PID Block PLC akan saya ambilkan contoh
dari PLC Allen Bradley (RSLogix 5000).
Membuat PID Control di DeltaV
Untuk membuat PID block di DeltaV anda bisa ikuti langkah-langkah berikut :
(more)

Membuat PID Controller di PLC dan DCS (Bagian.1)


May 4, 2012 9:06 PM / Leave a comment
PID Controller (Proportional, Integral, Derivative), kata yang sangat akrab ditelinga kita
yang bersinggungan dengan dunia control disamping advance control yang belakangan
muncul seperti Fuzzy Logic, Neural Network dll. Meskipun beberapa vendor seperti DeltaV
sudah menyediakan fasilitas advance control seperti Fuzzy Logic dan Neural Network,
namun masih sangat jarang yang mengaplikasikannya. Kebanyakan masih setia dengan PID
Controller. Konsep PID sudah mulai diajarkan sejak di bangku kuliah, namun kebanyakan
yang diajarkan hanya sebatas konsep dasar serta kalkulasinya saja namun kurang dalam
aplikasinya. Saat kita terjun di dunia kerja, saatnya kita mempelajari penerapan dari teori

yang kita dapat dibangku kuliah tersebut. Jadi tidak ada yang tidak bermanfaat, semua
bermanfaat dan saling melengkapi.
(more)

Delete Sebuah Point Honeywell TPS/TDC-3000


April 25, 2012 8:38 PM / 1 Comment
Karena kebanyakan yang saya posting di blog ini membahas tentang PLC serta HMI,
sekarang saya akan membahas sedikit tentang DCS. DCS yang akan saya bahas disini adalah
Honeywell TPS/TDC-3000. Bagi yang ketinggalan informasi tentang apa itu DCS serta apa
bedanya dengan PLC bisa menyimak <disini>. Topik yang akan saya bahas kali ini adalah
Delete Sebuah Point (tagname) Honeywell TDC-3000. Mungkin anda bertanya-tanya, kenapa
kok dibahas cara bagaimana delete point? kan belum dibahas bagaimana cara buat point
baru?. Lupakanlah pertanyaan itu sejenak, yang penting kita tahu bagaimana caranya delete
point dulu, mungkin cara buat point baru akan saya bahas dikesempatan yang lain.
Delete sebuah point ini akan digunakan pada kondisi sbb:

Menghapus point yang sudah tidak terpakai lagi.

Mengganti tagname yang salah yang terlanjur sudah kita buat.

Category Archives: [Link]


Contact Normally Close (NC) dan Normally Open (NO)

March 3, 2014 9:02 PM / 2 Comments


Istilah normally close dan normally open tentunya sering kita dengar, namun masih ada yg
rancu atau bingung dg istilah normal operation close dan normal operation open. normally
close/open digunakan untuk menyebut contact connection sebelum diberikan energi
sedangkan normal operation close/open digunakan untuk menyebutkan kondisi contact saat
normal operation.
Sebagai contoh,jika system yg kita kehendaki adalah fail safe,maka normal operationnya
contact dlm kondisi close. Sedangkan untuk koneksi contactnya bisa berbeda. Untuk sensor
high misal PSHH,contact yg kita gunakan adalah NC, sedangkan untuk PSLL contact yg kita
gunakan adalah NO. Pada saat system dialiri energy (ada pressure), maka untuk PSHH msh
akan pada posisi close sampai limit alarmnya tercapai. Sedangkan utk PSLL akan berubah
jadi close saat ada pressure, PSLL akan open jika presure turun sampai dibawah limit
alarmnya.

Demikian penjelasan singkat ini semoga tidak menambah kebingungan. Mohon maaf jika
tidak ada ilustrasi gambarnya karena tulisan ini diposting via HP. Mihon dikoreksi jika ada yg
salah.
Mutiara Plant, 3/3/2014
Dasar dasar Kalibrasi Instrument

October 15, 2009 2:51 PM / 8 Comments

Untuk mengontrol suatu proses, dibutuhkan informasi mengenai kuantitas dan kualitas ciriciri fisik proses itu. Instrumen-instrumen ukur dipakai untuk mendapatkan informasi ini.
Kontrol yang lebih ketat membutuhkan pengukuran yang lebih akurat. Beberapa istilah yang
lazim dipakai dalam system pengukuran adalah proves variable, range, zero, span, error,
linearitas, akurasi. Sekarang akan kita bahas masing masing dari istilah diatas.
1.
Proses
Variabel
Proses variabel adalah besaran phisik atau besaran kimia karena berbagai pengaruh proses.
Tekanan, temperature, flow dan level adalah variabel phisik; sedangkan kandungan oksigen
dan
nilai
pH
adalah
variabel-variabel
kimia.
2.
Range
Range adalah mengambarkan batasan sinyal yang berhubungan dengan instrumen input
ataupun instrumen output. Batasan sinyal terendah dari suatu sinyal input adalah kuantitas
instrumen terendah yang diukur, sedang batasan maksimumnya adalah nilai tertinggi. Sebagai
contoh, suatu proses mempunyai batas atau range tekanan dari 100 kPa sampai 500 kPa.
Maka alat instrumenasi proses ini tidak dapat digunakan untuk mengukur nilai dibawah 100
kPa
atau
diatas
500
kPa.
3.
Zero
Nilai terendah suatu sinyal input atau sinyal output disebut zero, meskipun nilainya tidak nol.
Sebagi contoh, range input transmiter tekanan mungkin 0 1000 kPa sedang range outputnya
20 sampai 100 kPa. Dari sini, nilai zero sinyal output digambarkan dengan 20 kPa.
Transmiter temperatur dapat mengukur temperatur anatara 50oC dan 120 oC, sedang nilai
outputnya bervariasi dari 20 sampai 100 kPa. Dalam hal ini, nilai zero pada range input dan
output
masing-masing
adalah
50
oC
dan
20
kPa.
4.
Span
Span input dan output dari suatu instrumen berhubungan langsung dengan range input
ataupun range outputnya. Span adalah selisih aljabar antara nilai range teratas dengan nilai
range
terendah.
5.
Error
Error adalah selisih antara nilai yang diukur dengan nilai yang sebenarnya. Sebagai contoh,
jika pressure gage menunjukkan 216 kPa ketika tekananya nyatanya 220 kPa, maka errornya
adalah

4kPa.
6.
Linieritas

Linieritas menggambarkan kedekatan hubungan antara input dengan output dari suatu
instrument yang digambarkan seperti sebuah garis lurus ; hal tersebut adalah, sebuah gris
lusrus dari 0% input dan 0% output sampai 100% input dan 100% output. Jika hubungan ini
menyimpang maka timbul ketidak linieran. Ketidak linieran output biasanya dinyatakan
dalam
persentase
skala
penuh
atau
full
scale
output.
7.
Akurasi
Akurasi dari sebuah instrumen dapat didefinisikan sebagai kedekatan antara pengukuran atau
output yang menggambarkan nilai nyata. Akurasi biasanya dinyatakan dengan persentase
span.

Dasar Instrumentasi Industri

October 7, 2009 9:35 AM / 2 Comments


Dalam bidang industri, pengetahuan dasar instrumentasi sangat penting terutama untuk
proses pengukuran dan pengendalian / kontrol. Di dalam suatu industri kimia, misalnya,
bermacam-macam reaksi kimia harus diukur dan dikendalikan baik suhu, volume campuran
bahan, tekanan, derajad keasaman, dan lain-lainnya. Sementara pada industri baja dan logam,
suhu yang tinggi harus diukur secara tepat dengan menggunakan alat pengukur elektronik
untuk bisa mengendalikan pengepresan logam pada ketebalan yang diinginkan. Pada
umumnya, peralatan pengukuran atau alat pengukur secara elektronik ini merupakan bagian
dasar instrumentasi yang dipakai pada hampir semua bidang industri.
Bidang instrumentasi ini, tidak hanya diaplikasikan untuk industri kimia dan industri baja
semata, tetapi diperlukan juga untuk pabrik mobil, pabrik gula, pabrik kertas, pabrik
pemrosesan makanan, untuk instrumentasi kedokteran, dan untuk pabrik pembuatan alat-alat
elektronik itu sendiri (seperti pabrik pembuatan telepon genggam, pabrik pembuatan chip/
sirkuit terpadu, pabrik pembuatan komputer, dsb). Bentuk variable fisis (fisika) dan kimia
yang dipakai untuk dasar kendali dalam bidang instrumentasi ini meliputi:
* suhu / temperatur
* tekanan
* kecepatan aliran
* ketinggian cairan / level
* konduktifitas
* kepadatan benda dan kekentalan (viskositas).
* dll.

Tips Belajar PLC Untuk Pemula

Saya baru belajar PLC, sebaiknya saya mulai belajar dari mana? pertanyaan ini seringkali
saya terima dan tulisan ini berawal dari pertanyaan tersebut. Semoga jawaban saya bisa

memberi sedikit pencerahan. Sahabat duniakarya, setiap orang yang sekarang disebut ahli
awalnya juga disebut tidak bisa tak terkecuali programmer PLC. Seorang ahli automation,
control system ataupun apalah namanya diakui atau tidak dulunya juga tidak bisa baru setelah
melalui proses belajar mereka bisa menjadi ahli dan proses belajar inilah yang harus kita
tempuh untuk menjadi seorang ahli juga.
Jika belajar itu merupakan proses yang harus dilalui, lalu harus dimulai dari mana?
Pada dasarnya belajar bisa dimulai dari mana saja, namun untuk memudahkan pemahaman
mulailah dari yang dasar sebab yang dasar itu adalah pondasi untuk belajar selanjutnya.
Dalam konteks belajar PLC anda bisa mulai belajar PLC dari konsep dasar PLC kemudian
pilih satu merek/tipe terlebih dahulu misalnya Allen bradley untuk dipelajari. Anda bisa
belajar pengertian PLC dari sini :
Tutorial PLC bagian.1 : Pengertian PLC (Programmable Logic Controller)
Tutorial PLC Bagian.2 : Merek dan Type PLC
Tutorial PLC Bagian.3 : Bahasa Pemrograman PLC
Setelah menentukan salah satu tipe PLC, anda bisa melanjutkan belajar tentang konsep dasar
dari tipe PLC yang mau anda pelajari tersebut, misal PLC Allen bradley Controllogix.
Pelajari hardware serta software yang digunakan sebab setiap PLC punya hardware dan
software yang berbeda. Anda bisa belajar salah satunya dari artikel ini :
Tutorial Allen Bradley Bagian.1 : Dasar RSLogix5000 for ControlLogix
Edit Online Ladder Logic RSLogix 5000
Setelah mengetahui pengertian PLC serta tahu tentang konsep dasar salah satu PLC baik
software maupun hardware anda bisa melanjutkan untuk belajar intruksi-instruksi yang
digunakan dalam softaware tersebut. Mulailah dari intruksi-intruksi dasar terlebih dahulu
misal intruksi bit, timer counter math dll. Setiap software PLC punya instruksi tersendiri,
namun konsepnya sama seperti intruksi bit, timer counter math dll. Hampir semua software
PLC punya intruksi-intruksi tersebut meskipun dengn simbol yang berbeda. Anda bisa belajar
salah satunya dari artikel ini :
Tutorial RSLogix 500 (1) Instruksi Compare / Perbandingan
Contoh Instruksi Counter RSLogix 5000
Langkah selanjutnya anda bisa belajar tentang komunikasi antara software dengan hardware
PLC. Pada tahap ini anda harus memahami istilah upload, download serta bagaimana caranya
setting komunikasi. Anda bisa belajar dari artikel berikut :

Tutorial Omron Bagian.1 : Cara Upload, Download, dan Online Edit Program PLC Omron
Tutorial Allen Bradley Bagian.2 : Uploading, Downloading, and Going Online to a
Logix5000 Controller
Tutorial Allen Bradley Bagian.4 : Menghubungkan RSLogix 5000 RSLinx RSLogix
Emulate 5000
Setelah memahami intruksi-intruksi dasar serta tahu cara setting komunikasi, selanjutnya
anda bisa mulai latihan buat program-program sederhana dari intruksi-intruksi yang sudah
anda pelajari. Anda bisa mulai buat latihan yang mudah terlebih dahulu. Jika masih bingung
bisa lihat contoh berikut :
Project Allen Bradley Bagian.3 : Simulasi Level Control
Program PLC Start Stop motor
Project Allen Bradley Bagian.2 : Program Simulasi Lampu Lalu lintas Menggunakan RS
Logix 5000
Untuk belajar trik-trik pemrograman, anda bisa baca beberapa tips dari kami :
Tips dalam melakukan temporary bypass ladder logic
Membuat Program PLC Yang Benar dan Efisien
Jika anda tidak punya software untuk belajar anda bisa download sendiri softwarenya lewat
link berikut :
Download Link : RSLogix Micro Starter Lite untuk MicroLogix 1000 dan 1100
Cara yang paling cepat untuk belajar PLC adalah dengan banyak latihan serta melihat contohcontoh program yang sudah jadi. Ingat, anda akan mudah lupa jika anda jarang pegang PLC.
Artikel lebih lengkap dapat anda temukan disini : [Link]
Semoga penjelasan saya diatas dapat membantu anda yang baru mulai belajar PLC. Tidak ada
kata terlambat dalam belajar. Belajar bisa darimana saja, dari siapa saja dan dimana saja.
Jangan takut atau malu belajar dari yang lebih tahu, jangan malas diskusi/sharing dengan
teman yang sama-sama mau tahu, jangan pelit untuk berbagi pengetahuan pada mereka yang
belum tahu.
salam.

Tutorial PLC Bagian.3 : Bahasa Pemrograman PLC

Bahasa Pemrograman PLC


Berdasarkan Standart Internasional IEC-61131-3, bahasa pemrograman PLC ada 5 macam
yaitu :
1. Ladder Diagram (LD)
2. Function Block Diagram (FBD)
3. Sequential Function Chart (SFC)
4. Structure Text (ST)
5. Instruction List (IL)
Tidak semua PLC support kelima bahasa pemrograman diatas. Ada yang hanya support LD
saja, ada juga yang support LD, FBD,SFC,ST tergantung dari PLC yang kita pakai.
Berikut bahasa pemrograman yang digunakan oleh beberapa merek PLC :

Allen bradley PLC-5 & SLC-500 : Ladder Diagram (LD)

Allen bradley Logix 5000 family : Ladder Diagram (LD), Function Block Diagram
(FBD), Sequential Function Chart (SFC), Structure Text (ST)

Omron CX-Programmer V8.1 : Ladder Diagram (LD), Function Block Diagram


(FBD), Sequential Function Chart (SFC)

Schneider : Ladder Diagram (LD), Function Block Diagram (FBD), Sequential


Function Chart (SFC)

Siemens : Ladder Diagram (LD), Function Block Diagram (FBD), Sequential


Function Chart (SFC), Instruction List (IL)

Contoh Aplikasi Instruksi Timer

nstruksi timer, merupakan instruksi yang banyak digunakan dalam pemrograman PLC.
Intruksi ini bisa digunakan untuk aplikasi delay start atau stop motor, delay open atau close
valve dll. instruksi ini cukup sederhana, namun sangat bermanfaat. Pada artikel ini saya akan
berbagi contoh aplikasi dari instruksi timer. Pada contoh ini saya menggunakan RSLogix
5000.
Alur program / control narrative nya sebagai berikut :
1.Valve_1 open/on jika tombol start on
2.Pump_1 on 5detik setelah valve_1 open
3.Pump_1 off jika tombol stop On, 5 detik kemudian valve_1 closed

Untuk mengakomodir control narrative diatas, saya terjemahkan dalam bentuk ladder logic
sbb :

Penjelasan dari ladder diatas adalah :

narrative no.1 diwakili oleh ladder no.1

narrative no.2 diwakili ladder no.2 dan no.3

narrative no.3 diwakili ladder no.4,5 dan no.6

Contoh diatas masih sangat sederhana, anda bisa mengembangkan sendiri.

================ARTIKEL TERKAIT===============
1. Contoh Instruksi Counter RSLogix 5000
2. Project Allen Bradley Bagian.3 : Simulasi Level Control
3. Project Allen Bradley Bagian.1 : Program Lampu Lalu Lintas dengan PLC AB
SLC 500

4. Project Allen Bradley Bagian.2 : Program Simulasi Lampu Lalu lintas Menggunakan
RS Logix 5000
5. Program PLC Start Stop motor

Common questions

Didukung oleh AI

A PID controller in cascade control uses two feedback control loops where the output of the primary controller becomes the setpoint for the secondary (slave) controller. This setup has the benefits of eliminating disturbance influences and improving the dynamic performance of the control loop, as it allows the secondary controller to correct for disturbances before they affect the primary loop .

The primary purpose of a Programmable Logic Controller (PLC) in industrial settings is to control machinery or processes. This involves receiving input signals, processing them according to a stored program's logic, and then outputting control signals to actuators or other devices to achieve desired control actions .

The Splitter (SPLTR) function block in DeltaV is used for split range control. It takes a single input and divides it into two outputs based on specified coordinate parameters. The block calculates two separate output values according to defined setpoint ranges, enabling dual control outputs to be adjusted in situations requiring split range control, such as directing different flows or managing two control valves .

Within PLC-based fail-safe control systems, normally closed (NC) contacts will open to interrupt power in a fault condition, ensuring the system defaults to a safe state. Conversely, normally open (NO) contacts close to complete the circuit under normal operational conditions but open upon fault detection to signal an alarm or activate safety protocols .

A timer instruction can be implemented in a PLC program such that it initiates a delay process for starting or stopping a component, like a motor or valve. Typical applications involve delay start or delay-off functions. For instance, a timer might start a pump five seconds after a valve opens, providing a controlled sequence of operations .

To create and configure a PID block in DeltaV, you typically follow steps such as adding a PID block through a function block editor, setting parameters for gain, reset, and rate times, specifying the control mode (manual/auto), and configuring any necessary alarm or tracking features to ensure reliable control of the process .

Key considerations for setting parameters in an Analog Output Block in a DCS include ensuring correct signal direction (e.g., 'Increase to Close' for control valves), configuring failsafe positions (such as fail open or fail close), and aligning operational parameters with system design requirements to maintain reliability during fail situations .

Languages like Ladder Diagram (LD) and Function Block Diagram (FBD) allow for visually intuitive programming of PLCs, aligning closely with electrical circuit diagrams. This familiarity helps engineers design, debug, and maintain control systems more effectively. These languages facilitate ease of use in programming complex control logic and integrating various input/output actions within control systems .

To handle transitions from manual to automatic mode in a PID controller and avoid large deviations from the setpoint, PV tracking can be utilized. When enabled, this feature allows the process variable to be aligned with the setpoint before switching modes, thus preventing large discrepancies .

Direct acting in PID control means that an increase in process variable (PV) results in an increase in output. Conversely, reverse acting means that an increase in PV results in a decrease in output. Direct acting is suitable when an increase in input should result in an increase in output, typically used in heating applications. Reverse acting is used when an increase in input should decrease output, such as in cooling or pressure applications .

Anda mungkin juga menyukai