Volume : IV, Nomor : 3 , Oktober 2014
Majalah Ilmiah
Informasi dan Teknologi Ilmiah (INTI)
ISSN : 2339-210X
PENERAPAN PROGRAM LINIER DALAM OPTIMASI BIAYA PAKAN
IKAN DENGAN METODE SIMPLEKS (STUDI KASUS PT. INDOJAYA
AGRINUSA MEDAN)
Beby Sundary (1011297)
Mahasiswa Program Studi Teknik Informatika STMIK Budi Darma Medan
Jl. Sisingamangaraja No. 338 Simpang Limun Medan
http : // [Link] // Email : Besundary@[Link]
ABSTRAK
Program linier merupakan suatu pemrograman matematik yang didalamnya terdapat fungsi objektif
berbentuk linier yang tidak diketahui dan fungsi-fungsi kendala yang berbentuk persamaan linier ataupun
ketidaksamaan linier . Tujuan dari Program Linier adalah suatu hasil yang mencapai tujuan yang ditentukan
(optimal) dengan cara yang paling baik diantara semua alternatif yang mungkin dengan batasan sumber daya
yang tersedia.
Seiring berkembangnya pengetahuan mengenai program linier maka ditemukanlah suatu metode untuk
menguraikan dan memecahkan persoalan pemrograman linier dengan mudah yaitu Simplex Methods (Metode
Simpleks). Optimasi produksi diperlukan perusahaan dalam rangka mengoptimalkan sumberdaya yang
digunakan agar suatu produksi dapat menghasilkan produk dalam kuantitas dan kualitas yang diharapkan,
sehingga perusahaan dapat mencapai tujuanya.
Seiring berkembangnya jaman,program linier dapat diselesaikan dengan software yaitu Lindo 6.1.
LINDO adalah sebuah paket program under Windows yang bisa digunakan untuk mengolah kasus
pemrograman linier. Dilengkapi dengan berbagai perintah yang memungkinkan pemakai menikmati
kemudahan-kemudahan di dalam memperoleh informasi maupun mengolah data atau memanipulasi data.
Prinsip kerja utama Lindo adalah memasukkan data, menyelesaikan, serta menaksirkan kebenaran dan
kelayakan data berdasarkan penyelesaiannya.
Kata kunci: Program Linier, Metode Simpleks, Optimasi Produksi, Lindo 6.1
1. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Produktivitas yang tinggi menyebabkan tingkat
produksi yang sama dapat dicapai dengan biaya yang
lebih rendah. Produktivitas dan biaya mempunyai
hubungan terbalik. Jika produktivitas makin tinggi,
biaya produksi akan makin rendah. Begitu juga
sebaliknya. Dalam jangka pendek ada faktor produksi
tetap yang menimbulkan biaya tetap, yaitu biaya
produksi yang besarnya tidak tergantung pada tingkat
produksi. Dalam jangka panjang, karena semua
faktor produksi adalah variabel artinya biaya
produksi dapat disesuaikan dengan tingkat produksi.
Dalam jangka panjang, perusahaan akan lebih mudah
meningkatkan produktivitas dibanding dalam jangka
pendek.
Optimasi biaya diperlukan perusahaan dalam
rangka mengoptimalkan sumberdaya yang digunakan
agar suatu produksi dapat menghasilkan produk
dalam kuantitas dan kualitas yang diharapkan,
sehingga perusahaan dapat mencapai tujuannya. Pada
PT. Indojaya Agrinusa mengalami permasalahan
dalam mengoptimalkan hasil produksi pakan ikan
sehingga biaya yang dikeluarkan tidak sesuai dengan
keuntungan yang ingin dicapai. PT. Indojaya
Agrinusa juga memiliki permasalahan pada sumber
daya bahan dan waktu pengerjaan. Maka dari itu
diharapkan dengan menggunakan program linier
dapat membantu dalam masalah optimasi hasil
produksi. Optimasi merupakan pendekatan normatif
dengan mengidentifikasi penyelesaian terbaik dari
suatu permasalahan yang diarahkan pada titik
maksimum atau minimum suatu fungsi tujuan.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah diatas
maka perumusan masalah yang didapat adalah :
1. Bagaimana mengoptimalkan biaya pakan ikan
pada PT. Indojaya Agrinusa?
2. Bagaimana menerapkan program linier dengan
metode simpleks untuk mengoptimalkan biaya
pakan ikan?
3. Bagaimana menguji permasalahan optimasi
biaya dengan menggunakan software Lindo 6.1?
1.3 Batasan Masalah
Di dalam penulisan laporan ini penulis
memberikan batasan-batasan agar masalah yang
dibahas tidak lari dari pembahasan. Penulis
membatasi masalah penerapan program linier yaitu :
1. Hanya membahas produksi pakan ikan pakan
ikan patin 5 mm dan pakan ikan lele (pakan
SPA-3) dengan metode simpleks.
2. Nilai yang ingin dicapai adalah maksimasi
keuntungan.
3. Hanya membahas keterbatasan sumber daya
bahan dan waktu.
Penerapan Program Linier Dalam Optimasi Biaya Pakan Ikan Dengan Metode Simpleks (Studi Kasus
PT. Indojaya Agrinusa Medan). Oleh : Beby Sundary
156
Volume : IV, Nomor : 3 , Oktober 2014
Majalah Ilmiah
Informasi dan Teknologi Ilmiah (INTI)
ISSN : 2339-210X
Aplikasi yang digunakan dalam penyelesaian
masalah adalah LINDO 6.1 (Linear Ineraktive
Discrete Optimizer)
sangat penting untuk dapat mengubah persoalan
kehidupan nyata menjadi bentuk matematis dalam
metode simpleks.
1.4 Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian adalah sebagai berikut :
1. Untuk Mengoptimalkan biaya pakan ikan pada
PT. Indojaya Agrinusa.
2. Untuk Menerapkan program linier dengan
metode simpleks dalam pengoptimalan biaya
pakan ikan.
3. Menguji permasalahan optimasi biaya dengan
menggunakan software Lindo 6.1
2.3 Lindo 6.1
LINDO adalah sebuah paket program under
Windows yang bisa digunakan untuk mengolah kasus
pemrograman linier, dilengkapi dengan berbagai
perintah yang memungkinkan pemakai menikmati
kemudahan-kemudahan di dalam memperoleh
informasi maupun mengolah data atau memanipulasi
data. Untuk menyelesaikan masalah pemrograman
linear Ada banyak sofware dapat digunakan seperti
TORA, LINGO, EXCEL dan banyak lagi yang
lainnya. adapun salah satu sofware yang sangat
mudah digunakan untuk masalah pemrograman linear
adalah dengan menggunakan Lindo.
Dengan
menggunakan software ini
memungkinkan perhitungan masalah pemrograman
linear dengan n variabel. Prinsip kerja utama Lindo
adalah memasukkan data, menyelesaikan, serta
menaksirkan kebenaran dan kelayakan data
berdasarkan penyelesaiannya. Menurut Linus
Scharge (1991), Perhitungan yang digunakan pada
Lindo pada dasarnya menggunakan metode simpleks.
4.
1.5 Manfaat Penelitian
Manfaat dari penelitian adalah sebagai
berikut :
1. Memudahkan perusahaan dalam menentukan
jumlah produksi optimal.
2. Membantu
Perusahaan
mengoptimalkan
produksi pakan ikan walau dalam keterbatasan
sumber daya.
3. Mengetahui
faktor
dominan
yang
mempengaruhi rendahnya produktivitas.
2. LANDASAN TEORI
2.1 Program Linier
Program
linier
merupakan
suatu
pemrograman matematik yang didalamnya terdapat
fungsi objektif berbentuk linier yang tidak diketahui
dan fungsi-fungsi kendala yang berbentuk persamaan
linier ataupun ketidaksamaan linier ([Link]
[Link], [Link], 2008 : 2). Tujuan dari Program
Linier adalah suatu hasil yang mencapai tujuan yang
ditentukan (optimal) dengan cara yang paling baik
diantara semua alternatif yang mungkin dengan
batasan sumber daya yang tersedia. Meskipun
mengalokasikan sumber-sumber daya kepada
kegiatan-kegiatan merupakan jenis aplikasi yang
paling umum, Program Linier mempunyai banyak
aplikasi penting lainnya. Sebenarnya, setiap masalah
yang metode matematisnya sesuai dengan format
umum bagi Program Linier merupakan masalah bagi
Program Linier.
2.2 Metode Simpleks
Metode Simpleks merupakan suatu metode
yang secara sistematis dimulai dari suatu pemecahan
dasar yang fisibel ke pemecahan dasar fisibel lainnya,
dilakukan berulang-ulang sehingga akhirnya tercapai
suatu pemecahan dasar yang optimum dan pada
setiap langkah menghasilkan suatu nilai dari fungsi
tujuan yang selalu lebih besar atau sama dari langkah
sebelumnya. Beberapa ketentuan yang perlu
diperhatikan dalam penyelesaian.
Dalam menyelesaikan persoalan pemrograman
linier dengan metode simpleks pada beberapa contoh
yang terkait dengan formulasi persoalan dalam
bentuk standar simpleks unntuk dapat dimasukkan
pada table simpleks yang pertama. Formulasi ini
3. PEMBAHASAN
3.1 Analisa Optimasi Biaya Pakan Ikan
Sistem persamaan linier banyak diaplikasikan
ke berbagai bidang. Disini penulis mencoba untuk
mengaplikasikan sistem persamaan linier dalam
mengoptimalkan hasil produksi PT. Indojaya
Agrinusa agar dapat mencapai tujuan dari perusahaan
yaitu
mengoptimalkan
biaya
pakan
ikan.
Permasalahan pada suatu perusahaan bukan hanya
masalah kualitas yang baik tetapi juga kuantitas yang
dihasilkan agar mendapatkan keuntungan yang
optimal. Untuk mendapatkan hasil produksi yang
baik dibutuhkan proses pengerjaan yang panjang
tentu saja dengan waktu yang telah disediakan, jika
waktu yang disediakan tidak dapat dipergunakan
sebaik-baiknya maka perusahaan tersebut tidak akan
mendapatkan hasil yang optimal begitu juga dengan
sumber daya yang disediakan, tidak semua bahan
yang disediakan sesuai dengan standar dalam
pengolahan bahan sehingga menjadi kendala untuk
mendapatkan produksi yang diinginkan.
Dengan menggunakan metode simpleks,
penulis akan memperhitungkan jam kerja yang
terbatas tetapi menghasilkan biaya yang maksimal
untuk perusahaan dan sumberdaya bahan, Hal ini
sangat berguna agar perusahaan tetap berjalan dengan
baik. PT. Indojaya Agrinusa memproduksi beberapa
pakan ikan sesuai dengan jenis dan ukurannya,
berikut ini adalah daftar jenis , ukuran dan keterangan
produk :
Tabel 1 : Pakan Ikan
Penerapan Program Linier Dalam Optimasi Biaya Pakan Ikan Dengan Metode Simpleks (Studi Kasus
PT. Indojaya Agrinusa Medan). Oleh : Beby Sundary
157
Volume : IV, Nomor : 3 , Oktober 2014
Majalah Ilmiah
Informasi dan Teknologi Ilmiah (INTI)
ISSN : 2339-210X
3.2 Penerapan Metode Simpleks Untuk Optimasi
Biaya
PT. Indojaya Agrinusa memproduksi pakan
ternak dengan berbagai jenis pakan sesuai dengan
jenis ikan yang diternak dengan protein dan asupan
gizi yang lainnya guna mendukung pertumbuhan
pakan ikan. Dari hasil penelitian perusahaan hanya
menyediakan waktu produksi 48 jam atau 2 hari ,
sehingga waktu yang dibutuhkan sangat terbatas
untuk mencapai target produksi. Dlam waktu 48 jam
PT. Indojaya Agrinusa mampu memproduksi 1000
karung pakan ikan dengan isi 30 kg. Dari setiap
karung pakan ikan PT. Indojaya mendapatkan
keuntungan mencapai Rp. 100000 pada pakan ikan
patin 5 mm dan Rp. 80000 untuk pakan ikan lele.
Sebagai contoh dalam memformulasikan
permasalahan, berikut ini akan dibahas PT. Indojaya
Agrinusa yang akan membuat pakan ikan patin dan
pakan ikan lele. Keuntungan yang diperoleh dari satu
karung pakan ikan patin adalah Rp. 100000,- sedang
keuntungan yang diperoleh dari satu karung pakan
ikan lele adalah Rp. 80000,-.
Namun untuk meraih keuntungan tersebut PT.
Indojaya Agrinusa menghadapi kendala keterbatasan
jam kerja. Untuk pembuatan 1 karung pakan ikan
patin memerlukan 40 menit. Untuk pembuatan 1
karung pakan ikan lele membutuhkan 20 menit.
Untuk pengepakan bahan jadi 1 ton pakan ikan patin
dibutuhkan 2 jam kerja, dan untuk pengepakan bahan
jadi 1 ton pakan ikan lele dibutuhkan 4 jam kerja.
Jumlah jam kerja yang tersedia untuk pembuatan
pakan ikan patin dan lele adalah 48 jam per minggu
(1440 menit) sedang jumlah jam kerja untuk
pembungkusan bahan jadi adalah 48 jam per minggu
(1440 menit). Berapa jumlah pakan ikan patin dan
pakan ikan lele yang sebaiknya diproduksi agar
keuntungan perusahaan maksimum ? Dari kasus di
atas dapat diringkas dalam satu tabel akan tampak
sebagai
berikut:
Tabel 2 Informasi Permasalahan PT. Indojaya Agrinusa
Jam kerja untuk membuat 1 karung produk
1.
Pembuatan
Pakan ikan patin
40 menit
Pengepakan
20 menit
40 menit
Profit(keuntungan)
Rp
100000
80000
Variable Keputusan
Untuk mengetahui berapa banyak dari setiap
produk yang dihasilkan dapat dibuat atau
dihasilkan. Hal ini harus dapat dibentuk dalam
variable untuk menentukan kuantitas produk
yang dihasilkan. Mengingat produk yang akan
dihasilkan adalah pakan ikan patin dan lele,
maka
dalam
rangka
memaksimumkan
keuntungan, perusahaan harus memutuskan
berapa jumlah karung pakan ikan patin dan lele
yang sebaiknya diproduksi. Dengan demikian
dalam kasus ini, yang merupakan variabel
keputusan adalah :
X1 = Pakan ikan patin
X2 = Pakan ikan lele
Fungsi Objektif (Tujuan)
Pakan ikan lele
20 menit
Persediaan waktu
1440 menit
1440 menit
Tujuan
perusahaan
adalah
maksimisasi
keuntungan, sehingga kita dapat menuliskan
fungsi tujuan sebagai berikut :
P = (100000 x jumlah pakan ikan patin Yang
diproduksi) + (80000x jumlah pakan ikan
lele yang diproduksi)
Atau secara matematis dapat dituliskan :
Maksimisasi Z = 100X1 + 80X2
3. Fungsi kendala
Berkaitan dengan sumber daya yang digunakan,
perusahaan tidak bisa memperkirakan secara
tepat kebutuhan sumber daya yang digunakan
untuk mencapai keuntungan tertentu. Biasanya
perusahaan menyediakan sumber daya tertentu
yang merupakan kebutuhan minimum atau
2.
maksimum. Kondisi seperti ini secara matematis
diungkapkan dengan pertidaksamaan. Kendala
yang pertama adalah waktu yang tersedia di
Penerapan Program Linier Dalam Optimasi Biaya Pakan Ikan Dengan Metode Simpleks (Studi Kasus
158
PT. Indojaya Agrinusa Medan). Oleh : Beby Sundary
Volume : IV, Nomor : 3 , Oktober 2014
Majalah Ilmiah
Informasi dan Teknologi Ilmiah (INTI)
ISSN : 2339-210X
departemen pembuatan. Total waktu yang
diperlukan untuk pembuatan X1 (pakan ikan
patin) dimana untuk membuat 1 karung pakan
ikan patin diperlukan waktu 40 menit dan untuk
pembuatan X2 (pakan ikan lele) dimana untuk
membuat 1 karung pakan ikan lele waktu 20
menit adalah 1440 menit (48 jam) per minggu.
Kalimat
ini
bisa
dirumuskan
dalam
pertidaksamaan matematis menjadi :
40 X1 + 20 X2 1440
Seperti halnya pada kendala yang pertama,
maka pada kendala kedua dapat diketahui
bahwa total waktu yang diperlukan untuk
pembungkusan bahan jadi X1 dimana untuk
pembungkusan bahan jadi pakan ikan patin
diperlukan waktu 20 menit dan untuk
pembuatan X2 dimana untuk pembungkusan
bahan jadi pakan ikan lele dibutuhkan waktu
40 menit adalah 1440 menit (48 jam) per
minggu. Kalimat ini bisa dirumuskan dalam
pertidaksamaan matematis menjadi :
20X1 + 40 X2 1440
Salah satu syarat yang harus dipenuhi dalam
Linear Programming adalah asumsi nilai X1
dan X2 tidak negatif. Artinya bahwa :
X1 0 (jumlah pakan ikan patinyang
diproduksi adalah lebih besar atau sama
dengan nol)
Variabel
Dasar
(VD)
Z
X3
X4
1
0
0
X1
-10
4
2
X2
-8
2
4
3.3 Penyelesaian Masalah Secara Simpleks
Kasus PT. Indojaya Agrinusa tersebut akan
kita selesaikan dengan metode simpleks.
1. Menentukan fungsi tujuan dan fungsi kendala
Dari penjelasan sebelumnya telah didapatkan
fungsi tujuan :
Max Z = 10X1 + 80X2
Dengan kendala :
40X1 + 20X2 <= 1440
20X1 + 40X2 <=1440
untuk X1 dan X2 >= 0
2. Mengubah fungsi tujuan dan fungsi kendala ke
bentuk standar Simpleks
Bentuk standar simpleks yaitu ;
Z - 10X1 - 8X2 = 0
4X1 + 2X2 + X3 = 144
2X1 + 4X2 + X4 = 144
3. Membuat table Simpleks awal
a. Menentukan kolom kunci dan baris kunci
sebagai dasar iterasi.
b. Kolom kunci ditentukan oleh nilai Z yang
paling kecil (Negatif).
c. Baris kunci ditentukan berdasarkan nilai
indeks terkecil.
Cara Menentukan indeks yaitu :
Nilai
kanan (NK)
Kolom Kunci (KK)
d. Menentukan nilai elemen cell yaitu nilai
perpotongan antara kolom kunci dengan
baris kunci.
Langkah-langkah diatas disajikan pada table
simpleks berikut ini :
Tabel 3 Simpleks Awal
Nilai Kanan (NK)
Variabel Slack
X3
X4
0
1
0
X1 Sebagai Kolom kunci, diambil dari nilai Z
terkecil
X3 Sebagai baris Kunci diambil dari nilai Indeks
terkecil
Angka 4 Sebagai elemen cell
4.
X2 0 (jumlah pakan ikan lele yang
diproduksi adalah lebih besar atau sama
dengan nol)
Melakukan iterasi
Dengan menentukan baris kunci dan baris-baris
kunci lainnya termasuk Z.
a. Membuat baris kunci baru
Baris kunci baru = baris kuci lama
Elemen cell
Baris kunci baru (X1) = 4 2 1 0 144
4
0
0
1
0
144
144
Indeks
0
36
72
X1 = 1 0 36
b. Membuat baris Z baru
Baris Z baru = baris Z lama (Nilai kolom
kunci baris yang sesuai
*baris kunci baru)
Baris Z baru = (-10 -8 0 0 0) (-10)*(1
0 36)
= ( 0 -3 5/2 0 360)
c. membuat baris variable baru
baris X4 baru = baris X4 lama (nilai
kolom kunci baris yang
sesuai* baris knci baru)
baris X4 baru = (2 4 0 1 144) (2)*(1
0 36)
Penerapan Program Linier Dalam Optimasi Biaya Pakan Ikan Dengan Metode Simpleks (Studi Kasus
PT. Indojaya Agrinusa Medan). Oleh : Beby Sundary
159
Volume : IV, Nomor : 3 , Oktober 2014
Majalah Ilmiah
Informasi dan Teknologi Ilmiah (INTI)
ISSN : 2339-210X
= (0 3 - 1 72)
Baris kunci baru (X1), baris Z baru, baris
X4 baru, nilai-nilainya disajikan pada table
Variabel
Dasar
(VD)
X1
simpleks berikut ini yang merupakan tabel
simpleks hasil iterasi pertama.
Tabel 4 Tabel simpleks hasil iterasi 1
X2
Nilai Kanan (NK)
Variabel Slack
X3
X4
-3
5/2
360
-120
X1
X4
0
0
1
0
0
1
36
72
72
24
Baris Z baru = (0 -3 5/2 0 360) (-3)*(0 1
-1/5 1/3 24 )
= ( 0 0 19/10 1 432)
c. membuat baris variable baru
baris X1 baru = baris X4 lama (nilai
kolom kunci baris yang
sesuai* baris knci baru)
baris X1 baru = (0 3 1 72) (3)*(0 1 -1/5
1/3 24)
= (0 0 1/10 0 0)
Baris kunci baru (X2), baris Z baru, baris X1
baru, nilai-nilainya disajikan pada table
simpleks berikut ini yang merupakan tabel
simpleks
hasil
iterasi
kedua.
X2 Sebagai Kolom kunci, diambil dari nilai Z terkecil
X4 Sebagai baris Kunci diambil dari nilai
Indeks terkecil
Angka 3 Sebagai elemen cell
5.
Melakukan iterasi kembali sampai tidak ada
nilai baris Z yang negatif
a. Membuat baris kunci baru
Baris kunci baru = baris kuci lama
Elemen cell
Baris kunci baru (X2) = 0 3 - 1 72
3
X2 =( 0 1 -1/5 1/3 24)
b. Membuat baris Z baru
Baris Z baru = baris Z lama (Nilai kolom
kunci baris yang sesuai
*baris kunci baru)
Variabel Dasar
(VD)
6.
Indeks
Tabel 5 Tabel simpleks hasil iterasi 2
X1
X2
Variabel Slack
X3
X4
Nilai Kanan (NK)
19/10
432
X1
X2
0
0
0
0
1
0
-1/5
1/10
1/3
0
24
0
Hasil
Karena nilai-nilai pada baris Z sudah tidak ada
yang bernilai negative, berarti iterasi selesai dan
solusi yang diperoleh adalah :
X1 (pakan ikan tenggelam) = 24 dan X2
(pakan ikan apung) = 0, niai fungsi tujuan Z
(keuntungan) = 432 (dalam puluhan ribu rupiah)
Artinya, untuk memperoleh keuntungan Yang
maksimum sebesar Rp. 4.320.000,00 maka
perusahaan sebaiknya memproduksi pakan ikan
tenggelam sebanyak 24 karung per jam dan
pakan ikan terapung seperti rencana produksi
awal. Dari tabel tersebut juga diketahui nilai X3
dan X4 tidak ada atau samadengan 0, artinya
seluruh waktu kerja sudah habis digunakan dan
tidak ada waktu yang tersisa.
Gambar 1 Hasil perhitungan menggunakan Lindo 6.1
Maka hasil yang didapat adalah sama dengan
1. Hasil dari program yang dibuat :
perhitungan manual fungsi tujuan yang ingin dicapai
Penerapan Program Linier Dalam Optimasi Biaya Pakan Ikan Dengan Metode Simpleks (Studi Kasus
160
PT. Indojaya Agrinusa Medan). Oleh : Beby Sundary
Volume : IV, Nomor : 3 , Oktober 2014
Majalah Ilmiah
Informasi dan Teknologi Ilmiah (INTI)
ISSN : 2339-210X
yaitu sebesar 4.320.000 dengan X1 sebesar 24 dan X2
sebesar 0.
4. KESIMPULAN DAN SARAN
4.1 Kesimpulan
Kesimpulan dari penulisan skripsi ini adalah:
1. Dalam mengoptimalkan biaya pakan ikan pada
PT. Indojaya Agrinusa dengan sampel Pakan ikan
Patin dan Pakan ikan lele dengan perhitungan
yang telah dilakukan ternyata produksi pakan ikan
patin masih bisa dioptimalkan dengan biaya
produksi awal tanpa mengurangi atau menambah,
hanya dengan menggunakan waktu yang tersedia
secara efektif.
2. Menerapkan program linier dengan metode
simpleks untuk mengoptimalkan biaya pakan ikan
sesuai dengan yang diharapkan atau metode yang
digunakan cocok untuk maksimasi produksi dan
mendapatkan hasil yang maksimal.
3. Menguji permasalahan optimasi biaya dengan
menggunakan software Lindo 6.1 dengan
menginputkan nilai-nilai dan variabel yang telah
ditentukan ternyata mendapatkan hasil yang
sesuai dengan perhitungan manual.
4.2
Saran
Saran Penulis setelah menyelesaikan skripsi
ini adalah:
1. Agar PT. Indojaya Agrinusa Medan secara
perlahan dapat menerapkan Metode Simpleks
untuk memperhitungkan biaya maksimal yang
harus dikeluarkan dan jumlah produksi yang harus
dicapai dalam pengoptimalan keuntungan yang
didapat dengan menggunakan semua waktu kerja
yang telah tersedia agar hasilnya optimal.
2. Sebaiknya para pekerja di PT. Indojaya Agrinusa
Medan mempelajari cara perhitungan metode
simpleks dan penggunaan Aplikasi Lindo 6.1
3. Karena perhitungan dengan menggunakan Lindo
6.1 yang penulis kerjakan kurang efektif, maka
untuk adik-adik yang ingin mengembangkannya
sebaiknya menggunakan lebih banyak variable
untuk hasil yang lebih efektif.
5. DAFTAR PUSTAKA
[1]
[2]
[3]
[4]
[5]
[Link]. Thomas J. Kakiay, [Link], Pemrograman
Linier, Penerbit Andi, Yogyakarta, 2008.
Kusrin, Konsep Dan Aplikasi Sistem
Pendukung
Keputusan,
Penerbit
Andi,
Yogyakarta. 2007
Evi Indriyani. Humdiana, Sistem Informasi
Manajemen Mempersiapkan Pekerja Berbasis
Pengetahuan
Dalam
Mengelola
Sistem
Informasi, Penerbit Mitra Wacana Media,
Jakarta, 2009
[Link] (15 juni 2014)
[Link] (15 juni
2014)
Penerapan Program Linier Dalam Optimasi Biaya Pakan Ikan Dengan Metode Simpleks (Studi Kasus
PT. Indojaya Agrinusa Medan). Oleh : Beby Sundary
161