0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2K tayangan34 halaman

Persamaan Schrodinger dalam Fisika Kuantum

Persamaan Schrodinger bergantung waktu menyatakan bahwa keadaan sistem kuantum dinyatakan oleh fungsi gelombang yang bergantung waktu dan ruang. Fungsi gelombang ini harus memenuhi persyaratan tertentu seperti ternormalisasi dan kontinuitas. Persamaan ini dapat dijabarkan dalam satu, dua, atau tiga dimensi, dan menggambarkan perubahan fungsi gelombang terhadap waktu sebagai kombinasi energi kinetik, potens

Diunggah oleh

Angga Trilaksana
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2K tayangan34 halaman

Persamaan Schrodinger dalam Fisika Kuantum

Persamaan Schrodinger bergantung waktu menyatakan bahwa keadaan sistem kuantum dinyatakan oleh fungsi gelombang yang bergantung waktu dan ruang. Fungsi gelombang ini harus memenuhi persyaratan tertentu seperti ternormalisasi dan kontinuitas. Persamaan ini dapat dijabarkan dalam satu, dua, atau tiga dimensi, dan menggambarkan perubahan fungsi gelombang terhadap waktu sebagai kombinasi energi kinetik, potens

Diunggah oleh

Angga Trilaksana
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Pengantar Fisika Kuantum

PERSAMAAN SCHRODINGER
1.

Mengapa mekanika kuantum dinyatakan sebagai fungsi gelombang?


Kaidah dunia mikroskopik adalah didasarkan pada gejala-gejala yang sulit

teramati. Gejala-gejala yang sulit diamati ini karena memiliki ukuran atomik.
Kriteria suatu entitas fisis dapat digolongkan sebagai partikel atau sebagai suatu
gelombang adalah panjang gelombang de Broglie. Jika suatu entitas mula-mula kita
kenali sebagai partikel ternyata memiliki gelombang de Broglie cukup besar
(sekurang-kurangnya dalam orde angstrom) maka entitas tersebut tidak dapat
dipastikan sebagai partikel.
Namun hipotesis de Broglie tidak dapat digunakan untuk mendapatkan fungsi
gelombang yang diasosiasikan dengan partikel. Berdasarkan kenyataan ini, timbul
suatu pertanyaan bagaimana mendapatkan fungsi gelombang itu dan bagaimana cara
mendapatkan informasi tentang keadaan sistem berdasarkan fungsi gelombang
tersebut.
Melalui fungsi gelombang kita dapat mengetahui keberadaan (posisi) partikel
dan besarnya momentum yang dimiliki, meskipun secara probabilistik. Peran fungsi
gelombang ini, jika dianalogikan dengan fisika klasik, analog dengan trayektori
parikel (posisi partikel pada sembarang waktu) dimana kita dapat mengetahui
bebagai besaran fisika yang dimiliki partikel setiap saat. Mengingat semua besaran
dinamis yang ada dalam fisika klasik (misalnya energi kinetik, energi potensial,
gaya, momentum anguler,dan sebagainya) selalu dapat dinyatakan sebagai fungsi
momentum dan posisi, maka dapat diharapkan bahwa dari fungsi gelombang tersebut
dapat diketahui berbagai informasi tentang dunia mikroskopis.
Berdasarkan pemikiran tersebut maka munculah postulat yang menyatakan
bahwa keadaan sistem dalam bentuk fungsi gelombang. Artinya bahwa sebagai
penyaji keadaan suatu sistem, maka fungsi gelombang tersebut harus memuat semua
informasi tentang sistem yang dibicarakan, misalnya: posisi, momentum, energi,
momentum anguler, dan besaran-besaran dinamis lain yang diperlukan.
2.

Apa persyaratan fungsi gelombang agar dalam membangun persamaan


Schrodinger bisa diyakini validitasnya?
Fungsi gelombang yang mewakili keadaan sistem harus memenuhi

persyaratan-persyaratan berikut.

1
Persamaan Schrodinger

Pengantar Fisika Kuantum

Fungsi gelombang harus ternormalisasi. Kuadrat besaran yaitu

berbanding lurus dengan peluang untuk mendapatkan partikel tersebut pada


saat itu. Integral

ke seluruh ruang harus berhingga maka partikel tersebut

berada pada suatu tempat. Namun jika hasil integral

ke seluruh ruang

bernilai nol dV 0 , maka partikel itu tidak dapat ditemukan. Fungsi


gelombang ternormalisasi dinyatakan dengan persamaan:

dV 1 ,

sehingga pernyataan matematis yang menyatakan bahwa partikel itu ada di


suatu tempat adalah:

PdV 1 ............................................................................... (1)

Persamaan (1) menyatakan bahwa semua peluang yang mungkin untuk suatu
partikel berada pada suatu tempat harus bernilai tertentu. Hal ini berarti
bahwa fungsi gelombang harus berhingga. Jika nilai fungsi gelombang tak
berhingga di suatu titik dan pada saat t maka probabilitas menemukan partikel
menjadi tak berhingga dan ini tidak bermakna fisis.
Fungsi gelombang harus berharga tunggal yang artinya tidak boleh ada dua
probabilitas atau kebolehjadian untuk menemukan partikel di titik yang sama.
Fungsi gelombang harus fungsi kontinu. Ini karena rapat probabilitas dan
rapat arus harus kontinu. Demikian juga fungsi juga harus mempunyai
turunan kontinu.
3.

Bagaimana bentuk persamaan Schrodinger bergantung waktu?

Dalam teori kuantum, keadaan partikel dinyatakan sebagai fungsi gelombang

(r , t ) , yang merupakan konsekuensi berlakunya asas Ketidakpastian Heisenberg.


Hal ini karena posisi partikel yang mikroskopik tidak dapat diketahui secara pasti
(indeterministik), yang bisa dinyatakan hanya kebolehjadian. Fungsi gelombang

2
Persamaan Schrodinger

Pengantar Fisika Kuantum

untuk menyatakan kebolehjadian dimana partikel itu berada dapat dinyatakan dengan
2
perssamaan (r , t ) .
Persamaan Schrodinger yang merupakan persamaan pokok dalam mekanika
kuantum adalah persamaan gelombang dalam variabel . Jika suatu gelombang
merambat ke sumbu x dengan kelajuan v, maka persamaan gelombangnya dapat
dinyatakan dengan:

2 y 1 2 y
............................................................................ (2)

x 2 v 2 t 2
Dalam kasus gelombang pada tali yang terbentang, y menyatakan simpangan
tali dari sumbu x. Pada gelombang bunyi y menyatakan perbedaan gelombang tekan,
sedangkan pada gelombang cahaya y menyatakan besarnya medan listrik atau
magnet Ada yang menyatakan sederetan gelombang superposisi yang mempunyai
amplitudo dan panjang gelombang yang sama, suatu gelombang berdiri pada tali
yang kedua ujungnya terikat, dan sebagainya semua pemecahan tersebut harus
berbentuk:

y Ft

x
.............................................................................. (3)
v

Pemecahan F t menyatakan gelombang yang menjalar dalam arah x .


v

Pemecahan F t

x
menyatakan gelombang yang menjalar dalam arah x .
v

Untuk gelombang yang ekivalen dengan partikel bebas (partikel yang tidak
mengalami gaya sehingga menempuh lintasan lurus dengan kelajuan konstan)
mempunyai

pemecahan

umum

yang

setara

untuk

gelombang

harmonik

monokromatik tak teredam dengan frekuensi sudut konstan dan amplitudo konstan
A dalam arah x .

y Ae i t x v ............................................................................. (4)
Dalam mekanika kuantum fungsi gelombang

analogi dengan variabel

gelombang y dalam gerak gelombang umumnya. Namun, tidak dapat diukur


seperti y sehingga berupa besaran yang kompleks. dalam arah x dinyatakan
dengan persamaan:

3
Persamaan Schrodinger

Pengantar Fisika Kuantum

( x, t ) Ae i (t x / v ) ....................................................................(5)
dimana 2 dan v sehingga persamaan (5) menjadi:

( x, t ) Ae i 2 t x
( x, t ) Ae 2i (vt x / ) ..................................................................(6)
Hubungan antara dan dinyatakan dalam energi total E yang digambarkan oleh
, yaitu:

E h ....................................................................................... (7)
Hubungan antara dan dinyatakan dalam momentum p dari partikel yang
digambarkan oleh , yaitu:
p

Dimana

......................................................................................... (8)

h
h 2 sehingga persamaan (7) dan (8) menjadi:
2

E 2

E
2

.............................................................. (9)

2
............................................................. (10)
p

Sehingga persamaan (6) dapat dinyatakan sebagai:

( x, t ) Ae

E
xp

2 i
t
2
2

( x, t ) Ae (i / )( Et px) ............................................................... (11)


Untuk memperoleh persamaan Schrodinger, persamaan (11) didiferensialkan dua kali
terhadap x, sehingga diperoleh:
E t p x i
( x, t )

Ae
.p
x

i

( x, t ) i E t p x
. p Ae
x

i

2 ( x, t ) p 2 E t p x
i Ae
x 2

E t p x
2 ( x, t )
p2

Ae
x 2
2
i

4
Persamaan Schrodinger

Pengantar Fisika Kuantum


2
2 ( x, t )
p2
2
2 ( x, t )
............ (12)

(
x
,
t
)

(
x
,
t
)

x 2
2
x 2

Jika persamaan (11) didiferensialkan sekali terhadap t, diperoleh:


E t p x
( x, t )
i
Ae
.E
t

i

E t p x
( x, t )
iE
Ae
t

( x, t )
iE
( x, t )
.................... (13)
( x, t ) E( x, t )
t

i
t
i

Untuk kelajuan yang kecil terhadap kelajuan cahaya. Energi total partikel sama
dengan jumlah energi kinetik (K) dan energi potensial V, dengan V(x,t) merupakan
fungsi dari kedudukan x dan waktu t. Secara matematis hubungan ketiganya
dirumuskan dengan persamaan:

E K V
1 2
mv V
2
m2v 2
E
V
2m
E

p2
E
V ( x, t )
2m
...................................................................... (14)
Apabila kedua ruas pada persamaan (14) sama-sama dikalikan dengan fungsi
gelombang ( ) akan menghasilkan persamaan:

p2
E ( x, t ) =
( x, t ) + V(x) ( x, t ) ..................................... (15)
2m
Dengan mensubstitusikan persamaan (12) dan persamaan (13) ke persamaan (15)
diperoleh persamaan berikut.

( x, t )
2 2 ( x, t )

V ( x, t )( x, t )
i
t
2m x 2

( x, t )
2 2 ( x, t )

V ( x, t )( x, t ) ............................ (16)
t
2m x 2

Persamaan (16) merupakan persamaan Schrodinger yang bergantung waktu.


Persamaan Schrodinger yang bergantung waktu dalam 3 dimensi dirumuskan
dengan:

5
Persamaan Schrodinger

Pengantar Fisika Kuantum

(r , t )
2 2 (r , t ) 2 (r , t ) 2 (r , t )

V (r , t )(r , t )
i

2
2
2
t
2m x
y
z

(r , t )

2 (r , t ) V (r , t )(r , t ) ............................ (17)


t
2m
Dengan energi potensial V merupakan fungsi dari x, y, z dan t.
4.

Bagaimana menjabarkan solusi stasioner persamaan Schrodinger tersebut?

Jika fungsi gelombang r , t dinyatakan sebagai perkalian fungsi posisi,

misalnya r dan fungsi waktu misalnya (t), maka r , t r t sehingga


persamaan Schrdinger menjadi:

2
d t
t 2 r V r , t t r i r
2m
dt

2 1
1 d t
2
............................... (18)
r V r , t i
2m r
t dt

Pada ruas kanan (18) merupakan fungsi t, sedangkan ruas kiri merupakan fungsi r

dan t. Satu-satunya suku yang memuat r dan t adalah V( r ,t). Ini berarti bahwa

pemisahan variabel hanya akan berhasil jika V hanya bergantung pada r saja atau
hanya bergantung pada t saja.

Jika V hanya bergantung pada r maka (18) menjadi:

2 1
1 d t
2
r V r i
2m r
t dt

2 1 d 2 r
1 d t
V r i
.................................. (19)

2
2m r dr
t dt

Jika ruas kanan diselesaikan untuk E, maka diperoleh:


i t
t t
1
Edt i t d t
Et i ln t
E

t e

Et

Jika keadaan sistem secara eksplisit tidak bergantung pada waktu, maka bagian ruang
dan waktu penyelesaian persamaan Schrodinger memiliki bentuk,

r , t r t

6
Persamaan Schrodinger

Pengantar Fisika Kuantum

iE t
r , t r e
Fungsi gelombang tersebut menghasilkan fungsi rapat peluang posisi:

iE t
iE t
2
(r , t ) (r , t ). * (r , t ) (r )e . (r )e (r ) ..... (20)
Yang ternyata tidak tergantung pada waktu. Oleh karena itu, fungsi gelombang

iE t
seperti yang dinyatakan r , t r e disebut sebagai fungsi gelombang
stasioner atau penyelesaian stasioner persamaan Schrodinger, dan sistem yang
bersangkutan dikatakan dalam keadaan stasioner. Keadaan stasioner juga merupakan
keadaan dengan energi pasti. Perhatikan bahwa fungsi gelombang tersebut hanya
memuat satu nilai E. Karena hanya ada satu macam nilai E, maka pengukuran
berulang terhadap energi sistem selalu menghasilkan nilai ukur yang sama, yaitu
sebesar E. Ini berarti bahwa keadaan stasioner merupakan keadaan dimana energi
sistem bernilai pasti (tertentu).
5.

Bagaimana menjabarkan persamaan Schrodinger bebas waktu (PSBW)?


Dalam banyak situasi energi potensial sebuah partikel V tidak tergantung pada

waktu, sehingga hanya berubah terhadap kedudukan partikel (x, y, z). Fungsi
gelombang partikel bebas pada persamaan Ae

i
E t p x

dapat dituliskan sebagai

berikut.

Ae
Ae

i
E t p x

ip
x

iE
t

Ae

iE
t

ip
x

iE
t

................................................................................ (21)

Jadi merupakan perkalian dari fungsi yang bergantung pada kedudukan dan
waktu e

iE
t

. Dengan mensubstitusikan persamaan (21) ke persamaan Schrodinger

bergantung waktu untuk satu dimensi yaitu: i

2 2

V diperoleh
t
2m x 2

persamaan sebagai berikut.


E
iE
iE
t
i t
2 2 t
i
e

e
Ve
2

t
2m x

7
Persamaan Schrodinger

Pengantar Fisika Kuantum

ie
Ee

E
i t

E
i t

iE

iE

t
2 t 2
iE

e

e

2
2m
x

iE

iE

t
2 t 2

................................ (22)

e
2m
x 2

2 2
V
2m x 2
2
2
E V 2
2m x
E

2m
2

2
x 2
2 2m
E V 0 ............................................................ (23)

x 2 2
Persamaan (23) merupakan persamaan Schrodinger bebas waktu. Dalam
bentuk 3 dimensi persamaan (23) menjadi:

2 2 2 2m
E V 0

x 2 y 2 z 2 2
2m

2 r 2 E V r r 0 ............................................... (26)

Persamaan ini identik dengan persamaan Schrodinger, bedanya hanya


persamaan itu tidak tergantung pada t. Oleh karena itu, persamaan tersebut sering
disebut sebagai persamaan Schrodinger bebas waktu.
6.

Bagaimana menjelaskan PSBW kaitannya dengan nilai eigen?


Berdasarkan korespondensi:

E i
t ................................................................................. (27)

p i

Persamaan gerak kuantum partikel di dalam potensial V r , t diberikan oleh


persamaan:

(r , t )
2 2

(r , t ) V (r , t ) (r , t ) ............................. (28)
t
2m

8
Persamaan Schrodinger

Pengantar Fisika Kuantum

Persamaan (28) ini dikenal sebagai persamaan gelombang Schrodinger untuk

partikel di dalam potensial V ( r , t). Dalam banyak hal, sistem fisis dapat didekati
dengan model satu dimensi. Persamaan Schrodinger satu dimensi berbentuk:

(r , t )
2 2 ( x, t )
i

V ( x, t ) ( x, t ) ............................. (29)
t
2m x 2
Secara umum, karena energy E dapat dinyatakan dalam Hamiltonian

E=H( r , p, t ) ............................................................................. (30)
Maka persamaan (29) dapat dituliskan menjadi:

(r , t )
i
H (r , i, t )
t
Hamiltonian H sekarang berperan sebagai operator:

2
H
V (r , t ) ................................................................ (31)
2m
Yang bekerja pada fungsi gelombang (r , t ).
Tinjau partikel yang bergerak di dalam ruang dengan potensial tidak

bergantung waktu V V r . Untuk sistem seperti ini, r , t dapat diuraikan


menjadi perkalian bagian yang hanya bergantung ruang dan bagian yang hanya
bergatung waktu.

r , t r f t ...................................................................... (32)
Selanjutnya substitusi persamaan (32) ke dalam persamaan persamaan (29)

kemudian dibagi dengan r f t , maka diperoleh:

i df
2 2

V r ...................................................... (33)
f t dt
2m
Oleh karena ruas kiri persamaan di atas bergantung waktu sedangkan ruas
kanan hanya bergantung variabel ruang , maka keduanya akan selalu sama jika dan
hanya jika keduanya sama dengan konstanta, misalkan E. dengan demikian
persamaan (33) akan terpisah menjadi dua persamaan yaitu:

i df
2 2
E dan
V r E
f dt
2m
df
E
i f ............................................................................. (34)
dt

9
Persamaan Schrodinger

Pengantar Fisika Kuantum

2 2

V r r E r ................................................ (35)

2m

Persamaan di atas adalah persamaan diferensial orde satu dengan solusi akan
sebanding dengan exp iEt / . Karena itu persamaan (32) akan menjadi:

r , t r e iEt / ................................................................... (36)


Persamaan (36) secara implisit menyatakan bahwa E harus real, karena jika
mempunyai bilangan imajiner , akan lenyap untuk semua r jika t atau
sesuai tanda (-) atau (+) dari . Hal ini tidak memenuhi syarat keberadaan partikel di
dalam ruang

A Aop dv . Selanjutnya persamaan (36) memberikan rapat

probabilitas:

r , t r ...................................................................... (37)
Yang

tidak

bergantung

waktu.

Karena

itu

r , t pada persamaan (36)

menggambarkan keadaan stasioner karena tidak ada karakter atau sifat partikel yang
berubah terhadap waktu. Sedangkan persamaan (34) disebut sebagai persamaan
Schrodinger bebas waktu.

Berdasarkan persamaan (31) dengan V V r persamaan (36) dapat ditulis


menjadi

H r E r .................................................................................. (38)

Persamaan di atas disebut sebagai persamaan karakteristik atau persamaan nilai eigen

dengan r sebagai fungsi eigen dan H adalah operator differensial dari energi. E
adalah nilai eigen dari operator H , dan disebut sebagai energi gelombang dan
ditafsirkan sebagai energi partikel.
7.

Buktikan bahwa untuk solusi stasioner fungsi gelombang menjadi tidak


bergantung pada waktu!
Berdasarkan sub pokok bahasan 5, solusi stasioner fungsi gelombang diperoleh

iE t
r , t r e . Jika solusi stasioner fungsi gelombang r , t disubstitusi ke
persamaan Schrodinger bergantung waktu, maka diperoleh:

iE t

iE t
r e
2 2 iE t
i

r e
V (r , t ) r e
t
2m

10
Persamaan Schrodinger

Pengantar Fisika Kuantum

e
i r

iEn t

iE t
2 iEn t 2
e
r V (r , t ) r e n
2m

iE iE t

iE t
2 iE t 2
i r e
e
r V (r , t ) r e
2m

2 2
E r
r V (r , t ) r
2m

E V r

2m

2 r

2 2
r E V r 0
2m
Persamaan terakhir yang diperoleh merupakan persamaan Schrodinger bebas waktu
sama dengan persamaan (26).
8.

Bagaimana

melakukan

transformasi

koordinat

kartesian

menjadi

koordinat bola untuk PSBW?


Persamaan Schrodinger bebas waktu (PSBW) dalam koordinat Cartesian
dirumuskan sebagai berikut.

2m

2 r 2 E V r r 0

x
Hubungan antara koordinat kartesius dan kordinat bola yaitu:

r 2 x2 y2 z2
x r sin cos

11
Persamaan Schrodinger

Pengantar Fisika Kuantum

y r sin sin
z r cos

x
tan
tan

y2
z

1
2

y
x

Hubungan antara unit-unit vektor r,, , adalah


r.r . . 1
r. . r. 0
rx

x r
xr

Komponen dari unit-unit vektor r,, dalam koordinat kartesiusnya yaitu:

r sin z cos
x cos y sin sin z cos
x cos sin y sin sin z cos ...............................................(39)

sin 90 z cos 90
cos z sin
x cos y sin cos z sin
x cos cos y sin cos z sin ...............................................( 40)

tegak lurus dengan perputaran , sehingga:


x cos 90 y sin 90
x cos y sin ............................................................................(41)
Untuk menyatakan posisi, maka ditentukan hubungan-hubungan sebagai berikut.

sin cos x sin sin y cos z


r
cos cos x cos sin y sin z

r
................................................................................................(42)

cos cos x cos sin y sin z

sin cos x sin sin y cos z

12
Persamaan Schrodinger

Pengantar Fisika Kuantum

r..............................................................................................(43)

sin x cos y

0...............................................................................................(44)

sin cos x sin sin y cos z


r
sin sin x sin cos y

r
sin .......................................................................................( 45)

cos cos x cos sin y sin z

cos sin x cos cos y

cos .......................................................................................( 46)

sin x cos y

cos x sin y

sin r cos ........................................................................(47)

Vektor posisi dinyatakan sebagai berikut.

r rr

dr drr r
Berdasarkan

dr
dr
d r
d
d
d

persamaan

dan

persamaan

diperoleh

bahwa

dr
dr
dan
sin . Maka,
d
d
dr drr rd r sin d.............................................................(48)
Berdasarkan

definisi

gradien

dan

diferensial

parsial

diperoleh

bahwa jika U r, , , maka:

13
Persamaan Schrodinger

Pengantar Fisika Kuantum

dU dr.U
dU
U
...........................................................................................(49)
dr

dU

U
U
U
dr
d
d ...................................................... (50)
r

Sehingga,
U r

U 1 U
1 U


r
r
r sin


1
1

U
U r

r
r sin
r

1
1

r

r
r
r sin
2 .

1
1

1
1

r

2 r


r
r sin r
r
r sin
r
2
1 2
1

.................................................(51)
2 2 2
2
2
2
r
r sin
r

Berdasarkan hasil penurunan di atas, maka persamaan Schrodinger bebas waktu


(PSBW) menjadi:

2 2
r Vr r E r
2m
2m
2m
2 r 2 Vr r 2 E r

2m
2m
2 r 2 Vr r 2 E r 0

2m
E Vr r 0
2
2
1 2
1

2m
2 2
r , , 2 E Vr , , r , , 0
2 2
2
r
r sin

r
2 r , ,
r , ,
1 2 r , ,
1

1

sin

r r 2 sin
r 2 sin 2 2
r 2 r
2m
E Vr , , r , , 0...............................................................................................(52)
2
2 r

Persamaan tersebut merupakan bentuk persamaan Schrodinger bebas waktu dalam


koordinat bola.

14
Persamaan Schrodinger

Pengantar Fisika Kuantum

9.

Bagaimana menjelaskan kekekalan peluang?

Persamaan Schrodinger secara umum merupakan persamaan Schrodinger

gayut waktu. Jika fungsi gelombang r , t dinyatakan sebagai perkalian fungsi

posisi, misalnya r dan (t), maka r , t r t sehingga persamaan (18)


menjadi:

d t
2
t 2 r V r , t t r i r
2m
dt
(19)

Karena termasuk gaya konservatif maka fungsi V-nya adalah fungsi posisi saja.

d t
2
t 2 r V r t r i r
2m
dt
(20)

Jika kedua ruas pada persamaan (20) dibagi (r ) (t ) diperoleh:

2 1
1 d t
2
r V r i
2m r
t dt
(21)

2 1
1 d t
2
r V r i
2m r
t dt
(22)
Pada ruas kanan persamaan (22) merupakan fungsi t, sedangkan pada ruas kiri
merupakan fungsi r. Suku kedua diruas kiri adalah energi potensial maka suku-suku
lainnya baik diruas kiri maupun diruas kanan harus berdimensikan energi. Karena
ruas kiri tersebut menyatakan jumlah energi kinetik ditambah energi potensial maka
tetapan yang digunakan memiliki arti fisik sebagai energi total yang dilambangkan
dengan E.
Sehingga ruas kanan diselesaikan untuk E maka diperoleh:

15
Persamaan Schrodinger

Pengantar Fisika Kuantum

i t
t t
(t )

E dt t t

to

E
dt
i to
t

(t )

d t
t
1

Et
ln t ln o t
i
Et
t
ln
i
o t
e

Et

Et
t
t

e i
o t
o t

t o t e

Et

(23)

o A 1, i 2 1 dan E h 2 , jadi persamaannya
2

Karena
menjadi:

t e

i 2 t

t e it

(24)

t e it e it e o 1

(25)

Apabila persamaan (24) disubstitusikan maka fungsi gelombangnya menjadi :

r , t r t
(26)

r , t r e it
(27)
Sehingga fungsi rapat peluangnya menjadi :

2
2
| (r , t ) | 2 | (r ) | 2 t | (r ) | 2 1 | (r ) | 2
(28)
Ini berarti bahwa rapat peluang global tidak tergantung pada waktu.
Fungsi rapat peluang yang diasosiasikan dengan fungsi gelombang sebagai

(r , t ) * (r , t ) (r , t ) sedemikian rupa sehingga (r , t )d 3 x menyatakan besarnya

16
Persamaan Schrodinger

Pengantar Fisika Kuantum

peluang menemukan partikel di dalam unsur volume d 3 x di sekitar r pada saat t.


Persamaan rapat arus peluang ternormalkan:

r , t d 3 x 1

(29)
Persamaan (29) menunjukkan bahwa jika kita melacak kehadiran partikel keseluruh
ruang maka peluang untuk mendapatkannya adalah 1, artinya pasti mendapatkan
partikel tersebut. Persamaan itu juga menunjukkan bahwa rapat peluang global
(dihitung meliputi seluruh ruang) bersifat konstan, tidak bergantung pada waktu. Ini
berarti bahwa rapat peluang global bersifat kekal (tidak bergantung waktul.
Sebaliknya jika rapat peluang tersebut dihitung secara lokal (meliputi ruang
yang terbatas, maka rapat peluang lokal bergantung waktu. Adapun penurunannya
sebagai berikut.

Rapat peluang lokal, dinyatakan dengan r , t * r , t r , t , kita


derivatifkan terhadap waktu t. Hasil penderivatifan tersebut adalah

r , t
* r , t
* r , t

t
t
t
(30)
Menurut

persamaan

Schrdinger

r , t
2 2

r , t V r , t r , t i
,
2m
t

kedua derivatif fungsi gelombang terhadap waktu diruas kanan persamaan (30)
tersebut masing-masing menghasilkan

r , t i 2

(r , t ) V (r , t ) (r , t )
t
2m

dan
(31)

* r , t i 2 *

(r , t ) V (r , t ) * (r , t )
t
2m

Subtitusi persamaan (31) ke dalam persamaan (30) maka menghasilkan

r , t i
i

* 2 2 *
* *
t
2m
2m
(32)

17
Persamaan Schrodinger

Pengantar Fisika Kuantum

dengan menyatakan vektor operator (nabla) yang dalam sistem koordinat Cartesan

berbentuk i j k . Persamaan (32) dapat diubah menjadi


x
y
z


r , t
J r , t 0
t
(33)

dengan vektor rapat arus peluang J r , t didefinisikan sebagai

J r , t
* *
i 2m

(34)
Persamaan (33) memiliki bentuk yang sama dengan persamaan kontinuitas yang
sudah kita kenal dalam fisika klasik. Sebagai misal, dalam elektrodinamika berlaku


r , t
persamaan kontinuitas
J r , t , dengan rapat muatan (persatuan
t

volume) dan J vektor rapat arus muatan (persatuan luas). Persamaan kontinuitas
ini menyatakan bahwa jika rapat muatan dalam suatu volume tertutup berubah
(berkurang atau bertambah) terhadap waktu maka harus ada aliran muatan (keluar
atau masuk) yang menembus luasan yang membatasi ruang tertutup tersebut secara
tegak lurus. Persamaan kontinuitas dalam elektrodinamika ini merupakan manifestasi
dari hukum kekekalan muatan listrik.
Pemaknaan secara fisik persamaan (33) tersebut dapat dilakukan dengan
mengambil analogi dengan persamaan kontinuitas dalam elektrodinamika. Jika

dalam ektrodinamika sebagai rapat muatan dan J sebagai vektor rapat arus
muatan, maka dalam kontek persamaan (33) sebagai rapat peluang dan

J sebagai vektor rapat arus peluang (sebagai hasil analogi).


Sehingga pada persamaan (33) dinyatakan bahwa rapat peluang lokal
bergantung pada waktu. Selain itu persamaan (33) juga menunjukkan bahwa jika
rapat peluang dalam suatu volume terbatas berubah terhadap waktu maka harus ada
aliran peluang yang menembus secara tegak lurus luasan yang membatasi volume
tadi. Analog dengan persamaan kontinuitas dalam elektrodinamika, jadi persamaan
(33) dapat juga dimaknai sebagai hukum kekekalan rapat peluang secara lokal.

18
Persamaan Schrodinger

Pengantar Fisika Kuantum

10. Yang mana disebut nilai harap dari sebuah operator?


NILAI HARAP
Nilai harap hasil pengukuran besaran A pada saat keadaan sistem dinyatakan
sebagai fungsi gelombang didefinisikan sebagai berikut.
Dalam ruang posisi satu dimensi didefinisikan sebagai
( A)

* Adx

*dx

(35)
Dan dalam ruang momentum satu dimensi didefinisikan sebagai
( A)~

~ * A~ dp

~ *~dp

(36)
Tanda bintang menyatakan konjugat kompleks dari, artinya * adalah konjugat
kompleks dari . Penulisan lambang nilai harap dapat dilakukan dengan dua cara,
~

yaitu (A) atau ( A) .


Jika fungsi gelombang sudah ternormalkan, yaitu integral ke seluruh ruang
dari kuadrat modulusnya bernilai satu, maka penyebut pada kedua persamaan
terakhir tadi bernilai satu. Dengan demikian, jika fungsi gelombang telah
ternormalkan, penghitungan nilai harap tadi menjadi:

( A) * Adx

Atau

( A)~ ~ * A~dp

Nilai harap operator hermitan


Nilai harap sebarang operator , pada sistem yang menduduki keadaan
ternormalkan , didefinisikan sebagai:

19
Persamaan Schrodinger

Pengantar Fisika Kuantum

A * Adx

(37)
Konjugat kompleks nilai harap tersebut adalah
*

^
^

* A dx ( A ) * dx

(38)
Jika merupakan operator hermitan maka ruas kanan persamaan (38) sama dengan
ruas kanan persamaan (37). Ini berarti kedua ruas kiri persamaan tersebut sama. Jadi:
^

Jika hermitan maka A

OPERATOR
a.

Operator posisi
Dalam ruang posisi, di mana fungsi gelombang berbentuk (r, t ) , operasi

operator posisi dipostulatkan sebagai berikut.


(r, t ) r(r, t )
R

(39)
Yang berarti hanya mengalikan fungsi gelombang dengan vektor posisi r. Dalam
bentuk komponen-kompenen cartesannya dapat dinyatakan sebagai berikut.
X(r, t ) x(r, t )
Y(r, t ) y(r, t )

Z(r, t ) z(r, t )

Jadi, cara kerja operator komponen vektor posisi dalam ruang posisi adalah
mengalikan fungsi gelombang dengan komponen vektor posisi pada arah yang
bersesuaian.
Dalam ruang momentum, fungsi gelombang berbentuk

~
(p, t ) yang

merupakan transform Fourier dari (r, t ) . Dengan demikian, operasi operator posisi
~ (p, t ) . Untuk penyederhanaan, tanpa
dalam ruang momentum dituliskan secara R

mengurangi generalisasinya, kita gunakan kasus satu dimensi sehingga operasi

20
Persamaan Schrodinger

Pengantar Fisika Kuantum

~ ( p, t ) . Dengan menggunkan transformasi


tersebut dapat dituliskan secara X

Fourier, sehingga dapat diubah menjadi;

1
~
X ( p, t ) X
2

e ipx / ( x, t )dx

e ipx / X( x, t )dx

e ipx / x( x, t )dx

(40)
Integran dalam integral tersebut dapat diubah menjadi i

ipx /
e
( x, t ) , sebab
p

ipx /
e Z ( x, t ) ix / e ipx / ( x, t ) . Sehingga persamaan (40) menjadi
p
1
~
X( p, t ) i
p 2

e ipx / ( x, t )dx

~
( p, t )
p

(41)
Persamaan di atas menyatakan bahwa dalam ruang momentum, operator posisi
berbentuk i

.
p

Penjabaran tersebut dapat diperluas ke dalam kasus 3 dimensi. Hanya:


operator yang mewakili komponen vektor posisi dalam ruang momentum masingmasing berbentuk:

X i
p x

Y i
p y

Z i
p z

(42)
Dalam bentuk vektor:

i
R
p
(43)
Dengan p (i / p x j / p y k / p z )

21
Persamaan Schrodinger

Pengantar Fisika Kuantum

b.

Operator Momentum Linear

~
Dalam ruang momentum, di mana fungsi gelombang berbentuk (p, t ) , operasi

operator momentum linear dipostulatkan sebagai berikut.


~
~

P
(p, t ) (p, t )
(44)
Yang berarti hanya mengalikan fungsi gelombang dengan momentum p. Dalam
bentuk komponen-komponen Cartesian yang dinyatakan sebagi berikut:
~
~
Px (p, t ) p x (p, t )

~
~
Py (p, t ) p y (p, t )
~
~
Pz (p, t ) p z (p, t )

Jadi, cara kerja operator komponen vektor momentum linear dalam ruang momentum
adalah mengalikan fungsi gelombang dengan komponen momentum linear pada arah
yang bersesuaian.
Dalam ruang posisi, fungsi gelombang berbentuk (r, t ) . Sehingga operator
(r, t ) .
momentum dalam ruang posisi dituliskan secara P
~
Karena (r, t ) , merupakan pasangan Fourier dari (p, t ) , yaitu

(p, t ) (2) 3 / 2 e ip.r / (r, t )d 3r


-

dan
(45)

~
(r, t ) (2) 3 / 2 e ip.r / (p, t )d 3p
-

Dengan d 3r dx dy dz dan d 3p dp x dp y dp z , maka dengan prosedur yang sama


dengan yang kita gunakan untuk mendapatkan operator posisi dalam ruang
momentum, kita peroleh hubungan
(r, t ) i (r, t )
P
r

(46)
Dengan r (i / x j / y k / z) . Ini berarti, dalam ruang posisi, operator
momentum berbentuk:

22
Persamaan Schrodinger

Pengantar Fisika Kuantum

i
P
r

(47)
Dalam bentuk komponen-komponen Cartesannya:

Py i
y

Px i
x

c.

Pz i
z

Operator Hermitan
Perkalian skalar antara fungsi dan ' A (dalam urutan yang demikian)

menghasilkan bilangan kompleks

(, A )

* A dx

(48)
Jika urutannya dibalik kita dapatkan bilangan

( A , ) ( A ) * dx (2)

Yang selalu merupakan konjugat kompleks bagi bilangan sebelumnya persamaan


(48). Jika kedua bilangan itu sama untuk sebarang fungsi , operator yang muncul
pada persamaan itu dikatakan bersifat hermitan. Jadi jika merupakan operator
hermitan maka berlaku hubungan:

* A dx ( A ) * dx

(49)
Untuk sebarang fungsi yang square integrable.

11. Bagaimana menjelaskan transisi dari mekanika kuantum ke klasik (teori


Ehferenhest)?
TRANSISI MEKANIKA KUNTUM KE MEKANIKA KLASIK,
TEORI EHRENFEST

A. Hubungan Momentum linier dengan posisi benda menurut kajian


mekanika kuantum

23
Persamaan Schrodinger

Pengantar Fisika Kuantum

Dalam mekanika kuantum kita mengenal adanya operator-operator. Jika kita


miasalkan operator tersebut adalah A , maka perubahan nilai harap terhadap
waktu dari operator tersebut dirumuskan seperti persamaan berikut
d
1
A
A
A, H

dt
i
t
............................................(1)

Jika operator tersebut adalah operator posisi ( X ), maka perubahan nilai


harap operator posisi terhadap waktu adalah sebagai berikut

d
X
dt

1
X,H
i

Kita ketahui bahwa

X
............................................... (2)
t
P 2
) dikenal dengan hamiltonan, maka

V
(
X
2m

Komutator yang dibentuk oleh operator posisi dan hamiltonan adalah

P 2
P 2

X , H X ,
V ( X ) X ,
X , V ( X )
......................(3)
2
m
2
m


Pada komutator X ,V ( X ) , operator X dan V (X ) saling komute, sehingga

X ,V ( X )

P 2
berharga nol, sedangkan komutator X ,
mempunyai suatu
2m

harga

P 2
1 2
1
iP
X,P
X,P P P X,P
X ,

2m
m
2m 2m
Diketahui bahwa X , P i , dengan demikian persamaan (3) menjadi

X , H imP

...................(4)

Secara ekspilsit, operator posisi ( X ) bersifat bebas waktu/tidak bergantung


waktu

maka

X / t 0 ,

sehingga

nilai

harapnya

juga

nol;

jadi:

X X / t 0 . Selanjutnya subtitusi nilai ini dan persamaan


t

X , H imP

ke dalam persamaan (2) diperoleh ungkapan tentang perubahan

nilai harap posisi ( X ) terhadap waktu sebagai berikut.

d
X
dt

1 iP
i m

24
Persamaan Schrodinger

Pengantar Fisika Kuantum

d
X
dt

P m

P
m

d X

.........................(5)
dt
Oleh karena operator P mewakili momentum linier benda (P) dan operator X
mewakili posisi benda (X), maka dapat dibentuk suatu persamaan baru sebagai
berikut

Pm

d X
dt

d(X )
menunjukkan hubungan antara besaran momentum
dt
dengan posisi berdasarkan tinjauan mekanika kuantum.
Persamaan P m

Perumusan ini ternyata sama dengan perumusan nilai momentum linier (P)
pada mekanika klasik sebagai berikut
P m.v

d(X )
dt
Hali ini menunjukkan adanya transisi dari mekanika kuantum ke mekanika
Pm

klasik

B. Gaya menurut kajian mekanika kuantum


Berdasarkan persamaan 1) di atas yang merupakan persamaan perubahan
nilai harap suatu operator mekanika kuantum terhadap waktu, maka
perubahan nilai harap momentum linear terhadap waktu dapat dinyatakan
dengan hubungan

d
P
dt

1
P, H
i

P
t

.....................................6)

P merupakan suatu operator yang mewakili momentum linier benda (P),

yang disebut operator momentum linier.


Komutator yang dibentuk oleh operator momentum linear dan hamiltonan
adalah

25
Persamaan Schrodinger

Pengantar Fisika Kuantum

P 2
P 2

P, H P,
V ( X ) P,
P,V ( X ) .........7)
2
m
2
m

Oleh karena operator P dan P saling komute, maka P , P 0 sehingga

P , P 0 .
2

Komutator suku terakhir dapat diselesaikan dengan mengerjakan komutator


tersebut dengan suatu fungsi gelombang sebagai berikut:

P ,V ( X )
Akibatnya X x dan P i / x

P ,V ( X ) P V ( X ) V ( X )P i x V x V ( x) i x


V ( x)
V ( x)
i
V ( x)
V ( x)

i
x
x
x
x

V ( x)
Akibatnya P ,V ( X ) i
x

Dengan demikian persamaan 7) menjadi

P , H i Vx( x) .........................................................8)
Secara eksplisit, operator momentum ( P ) tidak bergantung waktu, sehingga

P / t 0 . Oleh karena itu persamaan 6) menjadi

d
P
dt

Selanjutnya substitusi persamaan 8) ke persamaan

d
P
dt

1
P, H
i

1
P, H
i

mak akan diperoleh persamaan berikut


d
P
dt
d
P
dt

1
dV ( x)
i
i
dx

dV ( x)
...................................................9)
dx

Oleh karena P merupakan operator yang mewakili momentum linier benda


(P),

maka

persamaan

9)

akan

menjadi

d
dV ( x)
( P)
...............................10)
dt
dx

26
Persamaan Schrodinger

Pengantar Fisika Kuantum

Persamaan 10) merupakan persamaan yang menyatakan hubungan antara gradien


momentum dengan gradien energi potensial.
Dalam mekanika klasik, besaran dp disebut impuls, di mana terdapat suatu hubungan
antara gaya, impuls, dan waktu seperti berikut
F

dp
dt

Dalam kasus sistem konservativ, terdapat hubungan antara gaya dengan energi
potensial, di mana gaya merupakan negatif gradien energi potensial.
F

dV
dx

Oleh karena itu, dalam sistem yang konservativ

dp
dV

dt
dx

Teori Ehrenfest
Teori Ehrenfest berawal setelah Paul Ehrenfest berhasil menghubungkan antara
waktu derivative dari harga ekspektasi untuk operator mekanika kuantum ke dalam
komutator. Secara matematis, teori Ehrenfest ini dirumuskan dengan persamaan
d
1
A
( A) ( [ A, H ] )
dt
i
t

Di mana,
H = operator hermitian

A operator mekanika kuantum

(A) harga ekspektasi

Teori Ehrenfest ini memperkuat kemurnian/kerapian gambaran Heisenberg tentang


mekanika kuantum.
Waktu Derivative
Andaikan beberapa system dinyatakan dengan suatu bagian kuantum . Jika kita
ingin mengetahui waktu derivative dengan segera dari harga ekspektasi A atau
dilambangkan dengan (A), maka waktu derivative dari harga ekspektasi A tersebut
dapat dirumuskan dengan persamaan berikut
d
d
*
A
3
3
3
( A) * A dx 3
A dx * dx * A
dx
dt
dt
t
t
t

27
Persamaan Schrodinger

Pengantar Fisika Kuantum

d
*
A
3
3
* A dx 3
A dx * A
dx

dt
t
t
t

Jadi persamaan waktu derivative dari harga ekspektasi A adalah sebagai berikut
d
*
A
3
3
( A)
A dx * A
dx 1)
dt
t
t
t

Kadang-kadang operator A bersifat bebas waktu (time independent). Jika hal ini
terjadi, maka persamaan 1) akan menjadi
d
*
3
3
( A)
A dx * A
dx
dt
t
t

Jika persamaan schrodinger diaplikasikan untuk , maka akan terbentuk persamaan


berikut
1
H 2)
t i
*
1
* H * .3)
t
i

Dalam hal ini, H adalah Hamiltonian, sedangkan H * adalah hermitian. Oleh karena
Hamiltonian merupakan hermitian, maka H H * , maka persamaan 1) akan menjadi
d
A 1 * AH HA dx 3 A
dt
i
t

d
A 1 [ A, H ] A ..4)
dt
i
t

Persamaan 4) di atas merupakan bentuk matematis dari teori Ehrenfest.

12. Bagaimana menjelaskan kuantisasi energy dan fungsi-fungsi eigen


I. Kuantisasi Energi
Salah satu konsep penting dalam fisika kuantum adalah pengkuantuman
energi, yaitu bahwa energi partikel pada umumnya tidak boleh sebarang. Khusus
pada keadaan terikat, energi partikel harus terkuantisasi. Pada persamaan
Schrodinger bebas waktu (pers. 23), secara matematis, parameter E pada persamaan
tersebut dapat bernilai sebarang, artinya berapapun nilai E yang kita isikan,

persamaan tersebut selalu dapat kita selesaikan untuk menghasilkan r . Namun

demikian, fungsi r yang dihasilkan belum tentu memenuhi persyaratan fungsi

28
Persamaan Schrodinger

Pengantar Fisika Kuantum

eigen. Sebaliknya, jika r harus memenuhi persyaratan fungsi eigen tersebut

maka E tidak boleh bernilai sembarang. Dengan kata lain, untuk menghasilkan r
yang memenuhi syarat maka E harus bernilai tertentu. Energi total (E) bersifat

diskrit. Pada umumnya terdapat sejumlah besar pasangan r dan E yang

memenuhi persamaan H (r ) E (r ) untuk H tertentu. Oleh karena itu, untuk

membedakan antara pasangan yang satu dengan lainnya digunakan indeks diskrit n.
Sehingga persamaannya menjadi:

H (r ) E (r )

dan penyelesaian Schrodinger diperluas menjadi:

n ( x, t ) n ( x)e iE t /
n

(31)
Bilangan n disebut bilangan kuantum (quantum number). Nilai terendah n, biasanya
0, menyatakan keadaan dasar (ground state). Nilai berikutnya: 1, 2, dst, menyatakan
keadaan tereksitasi (terbangkit) pertama, kedua, dan seterusnya.

II. Sifat-Sifat Fungsi Eigen Energi


a. Persamaan Schrodinger sebagai Persamaan nilai eigen Energi
Ketika persamaan Schrodinger untuk fungsi gelombang dinyatakan dengan

x, t yang merupakan perkalian fungsi posisi, misalnya x , dan fungsi waktu,


misalnya f t , maka diperoleh:

x, t x f t
2 1 d 2 x
1 df t

V x, t i
2
2m x dx
f t dt
bila V hanya bergantung pada x maka:

2 1 d 2 x
1 df t
V x i
2
2m x dx
f t dt

(32)
Ruas kiri dan ruas kanan ini menyatakan suatu kesamaan namun tidak
menyatakan saling ketergantungan sehingga karena masing-masing menyatakan
jumlah energi, persamaan tersebut dapat diselesaikan sebagai berikut.
29
Persamaan Schrodinger

Pengantar Fisika Kuantum

2 1 d 2 x
V x, t E
2m x dx 2

(33)

dan

1 df t
E
f t dt

(34)
Dari penyelesaian persamaan (34) diperoleh perumusan persamaan Schrodinger
menjadi:

x, t x e

iEt

(35)
Persamaan bebas waktu dinyatakan pada persamaan (33) dapat dinyatakan dengan:

H x E x
^

(36)
^

Faktor dalam kurung di ruas kiri menyakan operator Hamiltonan ( H ) , yaitu


operator yang mewakili jumlah energi kinetik dan energi potensial. Dalam
persamaan nilai eigen persamaan (34) diungkapkan bahwa x adalah fungsi eigen
^

(fungsi karakteristik) dari operator ( H ) dengan nilai eigen (nilai karakteristik)


sebesar E. Hal ini berarti bahwa nilai E harus memenuhi persamaan nilai eigen,
sehingga E tidak boleh bernilai sembarang dan E pun dikatakan bersifat diskret.
Karena E bersifat diskret terdapat sejumlah besar pasangan x dan E. Untuk
membedakan hal tersebut harus digunakan harus digunakan indeks diskrit n,
sehingga persamaan menjadi:
H n x En n x
^

(37)
Persamaan umun Schrodinger menjadi:
n x, t n x e

iEn t

(38)

b. Prinsip Ketaktentuan dan Harga Ekspektasi dari E


30
Persamaan Schrodinger

Pengantar Fisika Kuantum

Kuantitas dinamis seperti energi total E, memiliki harga ekspektasi untuk


setiap t dari harga x, dan potensial partikel yang tidak dapat ditentukan secara tepat.
Harga ekspektasi E harus dihitung dari:

E E dx
2

(39)
Untuk x, t , kita harus menyatakan E sebagai fungsi dari x dan t untuk
kemudian diintegrasi. Tapi, dari prinsip ketaktentuan mengakibatkan tidak
terdapatnya fungsi E(x,t), sekali x dan t ditentukan hubungan:
Et

(40)
Berarti bahwa kita tidak dapat pada prinsipnya menentukan E secara eksak.
Jika E tertentu seperti kasus keadaan tunak (stasioner) seperti yang dinyatakan oleh
tingkat energi atomik x, dan t tidak dapat ditentukan secara eksak.
Dalam fisika klasik tidak dapat pembatasan seperti itu, karena dalam dunia
makroskopik prinsip ketaktentuan dapat diabaikan. Jika kita terapkan hukum gerak
kedua pada gerak benda yang mengalami berbagai gaya, kita mengharapkan untuk
mendapatkan E(x,t) dari solusinya seperti juga x(t), untuk memecahkan persoalan
tersebut dalam mekanika klasik pada pokoknya berarti menetukan tempuhan masa
depan gerak benda tersebut. Dalam fisika kuantum, di lain pihak semua yang kita
dapatkan secara langsung dari persamaan Schrodinger dari gerak partikel itu ialah
fungsi gelombang , dan tempuhan masa depan gerak partikel itu, seperti juga
keadaan awalnya, hanya diketahui peluangnya, sebagai ganti sesuatu yang sudah
tertentu.
Untuk

mendapatkan

dengan

cara

yang

benar

ialah dengan

mendeferensiasi fungsi gelombang partikel bebas Ae (i / )( Et px) terhadap x dan t,


maka peroleh:

i
E
t

(41)
yang dapat ditulis dengan cara:

31
Persamaan Schrodinger

Pengantar Fisika Kuantum

E i

(42)
Jelaslah kuantitas dinamis p dalam cara tertentu bersesuaian dengan operator
diferensial ( / i) x dan kuantitas dinamis E bersesuaian dengan operator
diferensial i x . Operator i x mengintruksikan kepada kita untuk mengambil
turunan parsial kuantitas yang terdapat setelahnya terhadap tdan hasilnya dikalikan
dengan i .
Kita bisa melambangkan operator dengan huruf tebal tegak, sehingga E ialah
operator yang bersesuaian dengan energi total E. Operator E dinyatakan dalam
bentuk:
E i

(43)
Persamaan tersebut berlaku untuk partikel bebas, dan memiliki kesahan dengan
persamaan Schrodinger. Untuk mendukung penyataan ini, persamaan E = T + V
untuk energi total partikel dapat diganti dengan persamaan operator.
E=T+V
(44)
dengan T

p2
diperoleh persamaan operator energi-kinetik, yakni:
2m

p 2
1
2

2m 2m i x
2m x

(45)
Sehingga persamaan (44) dapat ditulis:

2 2

V
t
2m x 2

(46)
Kalikan kedua ruas persamaan (46) dengan , diperoleh:

2 2

V
t
2m x 2

(47)

32
Persamaan Schrodinger

Pengantar Fisika Kuantum

Persamaan di atas disebut pesamaan Schrodinger.


Karena nilai E dapat dinyatakan dengan operator bersesuaian sehingga harga
ekspektasi E dapat dituliskan dengan:


E Edx i dx i
x

t
t

(48)

c. Persyaratan Fungsi Eigen


Operator energi dapat kita tentukan dari persamaan schrodinger bebas waktu
antara lain sebagai berikut.

x 2 2

V x x
t
2m

(49)

Operator energi total dapat dibuat dalam bentuk operator Hamilton H antara
lain sebagai berikut.

2 2

H
V
2m

(50)
Dengan demikian persamaan (50) dapat dituliskan sebagai berikut.
H x E x

(51)
Jika kita analisis persamaan (51) maka kita dapatkan bahwa E adalah nilai
eigen energi pada persamaan schrodinger bebas waktu dan x adalah fungsi eigen
energi. Sifat-sifat yang dimiliki oleh fungsi eigen energi ini adalah sebagai berikut.
1. Fungsi eigen energi tidak tergantung pada waktu karena fungsi ini diturunkan
dari persamaan schrodinger bebas waktu.
2. Nilai (x) dan

d ( x)
berhingga di semua x karena (x) bersifat real.
dx

3. Nilai (x) dan

d ( x)
tunggal di semua x.
dx

4. Nilai (x) dan

d ( x)
kontinu di semua x.
dx

33
Persamaan Schrodinger

Pengantar Fisika Kuantum

5. (x) tidak nol di mana-mana.


Persyaratan di atas harus dipenuhi dalam persamaan (51) agar nilai E tidak
bernilai sebarang. Untuk memperjelas makna persyaratan tersebut, dalam gambar
berikut disajikan beberapa contoh fungsi yang tidak memenuhi persyaratan tersebut.
Khususnya tiga persyaratan pertama.
F(x)

F(x)

Bernilai tak hingga di x =

Bernilai tak hingga di x =

F(x)

F(x)

X1

Tidak Bernilai tunggal di


=

X2

x1 xx2

Tak kontinu hingga di x =0

34
Persamaan Schrodinger

Anda mungkin juga menyukai