0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
514 tayangan14 halaman

Perbandingan Metode RAK, RAL, dan RBSL

Dokumen tersebut merupakan tugas statistika mengenai RAK, RAL, dan RBSL. Terdapat penjelasan mengenai pengertian, metode, dan contoh soal untuk masing-masing metode.

Diunggah oleh

Iphon
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
514 tayangan14 halaman

Perbandingan Metode RAK, RAL, dan RBSL

Dokumen tersebut merupakan tugas statistika mengenai RAK, RAL, dan RBSL. Terdapat penjelasan mengenai pengertian, metode, dan contoh soal untuk masing-masing metode.

Diunggah oleh

Iphon
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Nora Dwi S (121810301021)

Ratna Wahyu N (121810301029)


M. Agung F (121810301038)
Novitasari (121810301043)
Gepsa A (121810301025)
Beny Saputra (121810301034)
Ardian lubis (121810301028)

TUGAS STATISTIKA
(RAK, RAL, & RBSL)
1. RAK
a. Pengertian
b. Metode
c. Contoh soal
2. Rancangan Acak Lengkap (RAL)
a. Pengertian
Sifat RAL

Lingkungan Homogen dianggap tidak ada faktor lain yang berpengaruh


Digunakan untuk percobaan yang terkendali atau terkontrol seperti: lab.
Model linier RAL
Yij i ij
i = perlakuan
j = ulangan
i,j = 1,2,3,..n
Yij = pengamatan pada perlakuan ke-i ulangan ke-j
= rataan umum
i = pengaruh perlakuan ke-i
ij = galat percobaan perlakuan ke-i ulangan ke-j

b. Metode
Rancangan Acak Lengkap
Dilakukan jika :
Media percobaan homogen alias seragam atau dianggap seragam
Hanya ada satu sumber keragaman yaitu perlakuan dan acak
Caranya :

Mengalokasikan p perlakuan secara acak lengkap pada ulangan (satuan

percobaan) atau
Menempatkan 1 jenis perlakuan dengan beberapa kali ulangan (jumlah
ulangan tiap perlakuan tidak hrs sama)

Asumsi penggunaan RAL


Yij i ij
1. Komponen , ij bersifat aditif
2. ij Normal
3. ij bersifat bebas satu sama lain
4. i bersifat fixed dan acak.
c. Contoh soal
Suatu penelitian tentang uji elastisitas bahan jaring alami yang telah diawetkan
dengan testalin (coprus oxide). Dalam penelitian ini diujikan 6 dosis testalin yang
berbeda pada 5 bahan jaring, sbb :
Jarin
g
1

Yj.

19,4

17,7

17

20,7

14,3

17,3

106,4

32,6

24,8

19,4

21

14,4

19,4

131,6

27

27,9

9,1

20,5

11,8

19,1

115,4

32,1

25,2

11,9

18,8

11,6

16,9

116,5

33

24,3

15,8

18,6

14,2

20,8

126,7

Yi.

144,1

119,9

73,2

99,6

66,3

93,5

596,6

Perlakuan
Nilai Tengah

15,8

19,1

20,5

24,8

32,1

Tabel Sidik Ragam


Sumber
Keragaman
(SK)
Perlakuan
Galat
Total

Derajat
Bebas (db)

Jumlah
Kuadrat (JK)

Kuadrat Tengah
(KT)

F hit

F tab

t-1
t-(t-1)
rt-1

JKP 847,06
JKS
282,93
JKT 1129,975

KTP 169,41
KTS 11,788

KTP/KTS
14,37

...2,62

5
24
29

Fhit > Ftab Tolak Ho


Interpretasinya :

Ada perbedaan yang nyata antar perlakuan pemberian testalin pada bahan jaring atau
ada salah satu perlakuan yang memberikan pengaruh yang nyata terhadap elastisitas
bahan jaring.
- Uji Pembandingan
Karena tolak Ho, maka dilakukan uji pembandingan. Uji pembandingannya yakni
sebagai berikut :
BNT t 0,025 [Link]/r
2,391 2.11,788/5
2,391 2,171
5,190
C

15,8

19,1

20,5

a b

24,8

b c

A
32,1
Kesimpulan :

A=B

B=A

CA

DA

EA

AC

BC

CB

D=B

EB

AD

B=D

C=D

D=C

E=C

AE

BE

C=E

D=E

E=D

Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL)


Kasus :
Suatu percobaan di bidang kimia peternakan tentang pengaruh berbagai campuran ransum
(makanan), katakanlah campuran A, B, C, dan D terhadap penambahan bobot badan
selamamasa percobaan (diukur dalam kg). Hewan percobaan yang digunakan adalah domba
jantan yang terdiri dari umur yang berbeda. Karena berbeda umur, maka dilakuan
pengelompokan dan katakanlah ada empat kelompok berdasarkan tingkat umur domba
tersebut. Data hasil percobaan diberikan pada tabel sebagai berikut.
Kelompok
Umur
1
2
3
4

A
2
3
3
5

Perlakuan
B
5
4
5
5

C
8
7
10
9

D
6
5
5
2

Total
Kelompok
21
19
23
21

Total
Rata-rata

13
3,25

19
4,75

34
8,5

18
4,5

84
5,25

Pembahasan :
Berdasarkan hasil percobaan di atas dapat dibuat langkah-langkah pengujian sebagai
berikut :
1. Model :
Asumsikan bahwa kita hanya berurusan dengan keempat macam makanan tersebut, sehingga
model yang dihadapi adalah model tetap.
Model linier untuk percobaan di atas, adalah :
yij = + i + j + ij ; i = 1,2,3,4 ; j = 1,2,3,4
dimana
yij = Penambahan bobot badan domba ke-j yang memperoleh campuran makanan ke-i
= Rataan umum
i= Pengaruh perlakuan makanan ke-i
j = Pengaruh kelompok domba (kelompok umur) ke-j
ij = Pengaruh galat percobaan pada domba ke-j yang memperoleh perlakuan ke-i
2. Perhitungan :
Proses perhitungan dapat mengikuti tahap-tahap berikut :
a. Derajat bebas (db) untuk setiap sumber keragaman sebagai berikut :
db total = t.b 1 =(4)(4) 1 = 15
db kelompok = b 1 = 4 1 =3
db perlakuan = t 1 = 4 1 = 3
db galat = (t - 1)(b - 1) = (4-1)(4-1) = 9
b. Dengan menggunakan notasi yij sebagai pengukuran hasil penambahan bobot badan
masing-masing domba jantang, t sebagai jumlah perlakuan dan b jumlah kelompok (blok)
proses perhitungan Jumlah Kuadrat (JK) sebagai berikut :
( yij ) 2

Faktor Koreksi atau FK=

tb

(84) 2
441
16
t

y
i 1 j 1

Jumlah Kuadrat Total atau JKT =

2
ij

FK
81

Jumlah Kuadrat Kelompok (blok) atau JKB =

i 1

( yij ) 2
r

FK
61,5

Jumlah Kuadrat Galat atau JKG


JKG = JKT JKB JKP = 81 2 61,5 = 17,5
c. Menghitung Kuadrat Tengah (KT) melalui pembagian setiap JK dengan derajat bebasnya,
sebagai berikut :

Kuadrat Tengah Kelompok atau KTB =

Kuadrat Tengah Pelakuan atau KTP =

JKB 2
0,6667
b 1 3

JKP 61,5

20,5
t 1
3

JKG
217,5

1,9444
(b 1)(t 1) (3)(3)

Kuadrat Tengah Galat atau KTG =


d. Menghitung nilai Fhitung , yakni :
KTP
20,5

19,54
KTG 1,9444

Fhitung =
e. Menghitung Koefisien Keragaman (KK), yakni :

KK =

1,9444
KTG
x100%
26,56%
5,25
y

f. Berdasarkan hasil perhitungan di atas, dapat disusun tabel analisis variansi (ANAVA)
sebagai berikut :
Sumber
Keragaman
Kelompok
Perlakuan
Galat
Total

DB

JK

KT

F(hitung)

3
3
9
15

2
61,5
17,5
81

0,6667
20,5
1,9444

10,54**

F (tabel)
5%
1%
3,86

6,99

Karena Fhitung untuk perlakuan sangat nyata, maka kita memutuskan untuk menolak H o. Hal
ini berarti ada perbedaan dalam pengaruh perlakuan.
3. Kesimpulan :

Berdasarkan analisis ragam di atas, maka dapat disimpulkan bahwa rata-rata yang
sesungguhnya dari keempat perlakuan makanan yang dicobakan tidak semuanya sama. Atau
dengan kata lain, paling sedikit ada satu perlakuan makanan yang mempengaruhi
penambahan bobot badan domba jantang , sehingga nilai tengahnya berbeda dengan yang
lain.
t0, 05

2 x1,9444
2,04
4

2 KTG
r

BNT =

= 2,064

3,25

D
B
C

4,5
4,75
8,5

A
A
A
B

A=B

BC

AC

B=D

CD

A=D

3. RBSL (Rancangan Bujur Sangkar Latin)


a. Pengertian
Rancangan yang mampu mengendalikan komponen keragaman unit-unit percobaan
lebih dari satu sisi komponen keragaman atau dari dua arah (sebutlah arah baris dan
arah lajur).
b. Metode
Dalam RBSL kita menyusun perlakuan-perlakuan di dalam kelompok dengan dua
cara, yang biasanya disebut melalui baris dan melalui kolom. Setiap perlakuan hanya
diberikan sekali untuk setiap baris dan kolom. Rancangan ini dikenal sebagai suatu
rancangan yang mampu mengelompokkan baris dan kolom. Dengan kata lain, jika pada
RAKL hanya mengelompokan satuan percobaan berdasarkan satu kriteria, maka RBSL
mampu mengelompokan satuan percobaan berdasarkan dua kriteria, yaitu baris dan
kolom. Persyaratan RBSL yang kadang-kadang dianggap sebagai suatu keterbatasan
dari rancangan ini adalah bahwa jumlah ulangan harus sama dengan jumlah perlakuan.
Keterbatasan ini kadang-kadang dipandang sangat serius, karena untuk jumlah
perlakuan yang besar berarti harus diulang sebanyak itu sehingga dianggap kurang
peraktis. Keterbatasan lain adalah bahwa untuk jumlah perlakuan yang terlalu kecil dari
empat akan mengakibatkan jumlah derajat bebas galat percobaan menjadi sangat kecil

dengan konsekuensinya bahwa galat percobaan menjadi besar. Dengan demikian,


secara umum RBSL hanya digunakan untuk percobaan yang menggunakan empat
sampai dengan delapan perlakuan. Karena keterbatasan dan kurang fleksibelnya
membuat RBSL tidak digunakan secara meluas dalam percobaan-percobaan meskipun
memiliki kemampuan yang besar dalam mengendalikan galat percobaan. Namun,
bukan berarti RBSL tidak penting dan tidak dipergunakan sama sekali. Dalam
kenyataannya kadang-kadang RBSL dipergunakan secara efektif dalam mengantisipasi
masalah kekurangan satuan percobaan.
Langkah-langkah analisis statistik
1) Menentukan hipotesis
Model Efek Tetap
H0 : 1= 2= ...= a
( Semua perlakuan memberikan hasil yang sama terhadap respon)
H1 : paling sedikit ij untuk sebuah i j
(Paling sedikit dua buah perlakuan memberikan hasil yang berbeda
terhadap respon)

1 2 ... a 0
atau

i 0
H0 :

( Perlakuan tidak mempengaruhi respon)

H1 : paling sedikit terdapat sebuah (Perlakuan mempengaruhi respon)

2 0
Model Efek Random

2 0
H0 :
H1 :

( Tidak terdapat variabilitas diantara perlakuan)


(Terdapat variabilitas diantara perlakuan)

2) Menentukan
3) Menentukan daerah kritis
H0 ditolak jika F0 > F(, (p-1), (p-2) (p-1))
F0

RKPerlakuan
RKS

4) Menentukan statistik uji yaitu

5) Menarik kesimpulan.
Tabel Anava

Sumber
Variasi

db
p-1

JK
JKP

RK

ERK

JKP/p-1

Perlakuan
p-1

JKB

JKB/p-1

Baris
p-1

JKK JKK/p-1

Kolom
Sesatan
Total
P

(p-2)(p-1)

JKS

p2-1

JKT

Yijk
2

JKS/(p-2)(p1)

p 2 j
j

p 1

F0
F0

RKP
RKS

p 2 j
j

p 1
p2 j
j

p 1

Y ...2
N

JKT
=
2
2
p
Yi .. Y ...

p
N
i 1

Menghitung Jumlah Kuadrat


db = p2 - 1

JKBaris
=
2
2
p
Y ..k
Y ...

p
N
i 1

db = p - 1

JKKolom
=
2
2
p
Y . j. Y ...

p
N
i 1

db = p 1

JKPerlakuan =

db = p - 1

JKT = JK Baris + JK Kolom + JK Perlakuan + JK Sesatan


sehingga
JK Sesatan = JKT JK Baris JK Kolom JK Perlakuan; db = (p-2)(p-1)
p y 'i.. y '. j . y '.. k 2 y ' ...
Yijk
( p 2)( p 1)

Menduga Nilai yang Hilang

Akibat dari adanya estimasi nilai yang hilang adalah berkurangnya derajat bebas
sesatan sebanyak data yang [Link] ini terjadi apabila terdapat data yang
hilang dengan alasan yang dapat diterima, maka analisis variansi untuk data

tersebut masih dapat dilakukan yaitu dengan mengestimasi data yang hilang
tersebut sehingga didapat nilai sesatan yang paling kecil.

c. Contoh soal
Suatu percobaan telah dilakukan untuk mengetahui pengaruh pencanpuran bensin
terhadap penghematan bahan bakar yang diukur melalui jarak tempuh (km/liter).
Karena keterbatasan mobil yang ada maka, diputuskan menggunakan RBSL; dengan
memperpanjang waktu percobaan. Terdapat lima bahan yang berbeda yaitu : A, B, C,
D, dan E. Pelakuan yang dicobakan sebanyak 5 macam, yaitu :
A : kontrol
B : kontrol + bahan X
C : kontrol + bahan Y
D : kontrol + bahan U
E : kontrol + bahan V
Misalkan telah dilakukan pengacakan seperti prosedur di atas diperoleh hasil sbb:
Hari
(Waktu)
1
2
3
4
5
Total
Kolom

Total

Bahan

Baris

P
B=14
C=10
E=14
A=11
D=13

H
A=10
D=10
B=12
C=11
E=12

N
E=11
B=11
C=13
D=10
A=9

S
C=12
A=8
D=11
E=10
B=10

T
D=10
E=12
A=9
B=13
C13

57
51
59
55
57

62

55

54

51

57

279

Total dan nilai tengah perlakuan diberikan pada tabel berikut:


Perlakuan
Total

A
47

B
60

C
59

D
54

E
59

Nilai Tengah

9,4

12

11,8

10,8

11,8

Hasil percobaan di atas dapat dibuat langkah-langkah perhitungan dan


pengujian sbb:
1. Model :

Asumsikan bahwa kita hanya berurusan dengan lima macam perlakuan demikian pula
dengan kelima merk mobil tersebut, sehingga model yang dihadapi adalah model tetap.
Model linier untuk percobaan di atas, adalah :
y ij k i j k ij k

; i = j = k =1,2,3,4,5
dimana
yij = Penggunaan bahan bakar pada hari ke-i dari mobil ke-j yang memperoleh
perlakuan ke-k

Rataan Umu m
i Pengaruh perlakuan ke - k
i Pengaruh baris ke - i
j Pengaruh lajur (kolom) ke - j
ij Error (pengaruh acak) pada perlakuan ke - k dalam baris ke - i, lajur ke - j

2. Asumsi :
Asumsi yang dibutuhkan untuk analisis ini adalah (untuk model tetap) :

, i , j, k , dan ijk bersifat aditif


a. Komponen
r

i i 1,2,3,4,5 tetap, i 0 dan E i i


i 1

b. Nilai-nilai

j j 1,2,3,4,5 tetap, j 0 dan E j j


r

i 1

c. Nilai-nilai

k k 1,2,3,4,5 tetap, k 0 dan E k k


d. Nilai-nilai

i 1

e. ijk timbul secara acak, menyebar secara normal dan bebas dengan nilai tengah nol
dan ragam 2, atau ditulis ijk N(0, 2).
3. Hipotesis :
H0 : 1 = 2 = ... = 5 = 0
tidak ada pengaruh perlakuan campuran bensin terhadap penggunaan bahan bakar
H1 : Ada 1 0 untuk i = 1,2,3,4,5
minimal ada satu perlakuan campuran bensin mempengaruhi penggunaan bahan bakar

4. Perhitungan :
Proses perhitungan dapat mengikuti tahap-tahap berikut :
a. Derajat bebas (db) untuk setiap sumber keragaman sebagai berikut :
db total = r2 1 =(5)(5) 1 = 24
db baris (hari) = r 1 = 5 1 = 4
db kolom (merk mobil) = r 1 = 5 1 = 4
db perlakuan = r 1 = 5 1 = 4
db galat = (r - 1)(r - 2) = (5-1)(5-1) = 12
y ij

b. Dengan menggunakan notasi

sebagai hasil penggunaan bahan bakar (km/liter)

dari mobel ke-j pada hari ke-i, r sebagai jumlah perlakuan, maka proses perhitungan
Jumlah Kuadrat (JK) sebagai berikut :
FK

y 2ijk

Faktor koreksi atau

r.t

279 2
25
r

3113,64

2
JKT y ijk
FK 61,36
i 1 j1 k 1

Jumlah Kuadrat Total atau


r

JKB
j1

y i2
FK 7,36
r

Jumlah Kuadrat Baris atau


r

JKK
i 1

Jumlah kuadrat kolom atau

y 2j
r
r

FK 13,36

JKK
Jumlah Kuadrat Perlakuan atau

i 1

y 2k
FK 23,76
r

JKG JKT - JKB - JKK - JKP 16,88


Jumlah Kuadrat Galat atau
c. Menghitung Kuadrat Tengah (KT) melalui pembagian setiap JK dengan derajat
bebasnya, sebagai berikut :
KTB
Kuadrat Tengah Baris atau

JKB 7,36

1,84
r -1
4

KTT
Kuadrat Tengah Kolom atau

JKK 13,36

3,34
r -1
4

KTP
Kuadrat Tengah Perlakuan atau
KTG

Kuadrat Tengah Galat atau

JKP 23,76

5,94
t -1
4

JKG
16,88

1,41
r - 1 r 2 12

d. Menghitung nilai Fhitung , yakni :


KTB 1,84

1,30
KTG 1,41
KTK 3,34
Fhtg Kolom

2,37
KTG 1,41
KTP 5,94
Fhtg Perlakuan

4,21
KTG 1,41
Fhtg Baris

e. Menghitung Koefisien Keragaman (KK), yakni :


KK

1,41
KTG
100%
100% 10,64%
y 000
11,88

f. Berdasarkan hasil perhitungan di atas, dapat disusun tabel analisis variansi (ANAVA)
sebagai berikut :
Sumber
Keragaman
Baris
Kolom
Perlakuan
Galat
Total

Db

JK

KT

Fhitung

4
4
4
12
24

7,36
13,36
23,76
16,88
61,36

1,84
3,34
5,94
1,41

1,30
2,37
4,21

Ftabel
5%
3,26
3,26
3,26

1%
5,41
5,41
5,41

5. Keputusan : Karena Fhitung untuk perlakuan nyata, maka kita memutuskan untuk
menolak Ho. Hal ini berarti ada perbedaan yang nyata di antara nilai-nilai tengah
perlakuan.
6. Kesimpulan : Berdasarkan analisis variansi (ragam) di atas, maka dapat di simpulkan
bahwa pencampuran bensin mempengaruhi respon penggunaan bahan bakar. Untuk

mengetahui lebih jauh tentang perlakuan mana yang paling efisien dapat dilakukan
dengan pengujian perbandingan nilai tengah perlakuan.
7. Uji Pembandingan
BNT t 0,025 [Link]/r
2,560 2.1,41/5
2,560 0,751
1,92
A

9,4

10,8

a b

11,8

b c

11,8

b c

12

Kesimpulan :
AB

BA

CA

D=A

EA

AC

B=C

C=B

DB

E=B

A=D

BD

C=D

D=C

E=C

AE

B=E

C=E

D=E

ED

Anda mungkin juga menyukai