Panduan FSWP di PT Chevron Pekanbaru
Panduan FSWP di PT Chevron Pekanbaru
Petugas Yang Berwenang (Authorized Worker) dalam skema General Work Permit bertanggung jawab untuk bekerja di tempat yang ditentukan mengikut prosedur keselamatan yang telah ditetapkan. Mereka harus memastikan bahwa langkah-langkah keamanan dilaksanakan dan merespons situasi yang memerlukan perubahan perizinan atau tindakan keselamatan lain selama pekerjaan berlangsung, khususnya dalam pekerjaan dengan risiko tinggi .
Langkah-langkah dalam MSDS untuk penanganan bahan kimia berbahaya meliputi identifikasi bahan, identifikasi unsur berbahaya, informasi bahaya api dan ledakan, data fisik, informasi bahaya kesehatan, informasi pelindung khusus, serta prosedur penanganan tumpahan atau kebocoran dan tindakan pencegahan khusus. Tujuan dari MSDS adalah memastikan bahaya bahan kimia dan cara penanganannya dikomunikasikan sehingga pekerja dapat bekerja dengan aman .
Housekeeping berperan memastikan bahwa fasilitas operasi berada dalam keadaan bersih dan teratur sehingga mengurangi kemungkinan cedera dan kebakaran, mengoptimalkan pemanfaatan ruangan, mencegah pemborosan energi, dan membantu mengendalikan limbah serta kerusakan aset. Kebersihan dan keteraturan ini mendorong terciptanya kebiasaan kerja yang lebih baik dan menjamin lingkungan kerja yang aman .
PPE (Personal Protective Equipment) berfungsi sebagai pertahanan terakhir untuk mengurangi risiko akibat kecelakaan kerja. PPE dipilih berdasarkan evaluasi bahaya di tempat kerja, dan harus dipakai dengan benar oleh karyawan serta mitra kerja yang telah mendapatkan pelatihan yang sesuai. Ini memastikan bahwa risiko bahaya dapat diminimalisir dengan menggunakan peralatan pelindung yang tepat .
LOTO (Lock Out Tag Out) adalah prosedur keamanan yang melibatkan penguncian dan penandaan peralatan untuk melakukan perbaikan/modifikasi pada mesin atau perangkat, guna mencegah pelepasan energi yang tidak diharapkan dan tidak diinginkan selama masa tersebut. Fungsi LOTO adalah untuk mencegah terjadinya kecelakaan akibat energi tiba-tiba atau yang tidak diinginkan dari mesin atau peralatan selama perbaikan berlangsung, sehinga mengurangi risiko cedera bagi pekerja .
General Work Permit penting dalam pelaksanaan pekerjaan berisiko tinggi karena mengatur komunikasi yang efektif antar kelompok kerja lintas fungsi, memberikan peringatan mengenai bahaya yang akan timbul, dan memastikan bahwa pekerjaan tersebut aman untuk dilakukan. Ini adalah bagian dari manajemen risiko untuk meminimalkan potensi bahaya selama pekerjaan berlangsung .
SOP (Standard Operating Procedures) dan JSA (Job Safety Analysis) penting karena mereka memastikan setiap pekerjaan memiliki panduan tertulis yang fokus pada pengurangan risiko dan kerugian, serta mempertahankan kehandalan operasional. SOP memberikan langkah-langkah operasi yang aman, sedangkan JSA membantu mengidentifikasi potensi bahaya dalam tiap langkah kerja dan menyarankan perbaikan agar pekerjaan dilakukan dengan cara yang aman .
Konsep akses kontrol diterapkan untuk memastikan bahwa hanya orang yang berwenang saja yang dapat masuk atau bekerja dalam fasilitas operasi. Syaratnya meliputi paling tidak memiliki kewenangan, alasan yang sah, dan kepentingan bisnis terkait operasi. Hal ini penting untuk menjaga keselamatan dan keamanan baik manusia maupun fasilitas yang ada .
Tujuan utama dari penerapan Fundamental Safe Work Practice (FSWP) di PT. Chevron Pacific Indonesia adalah untuk memastikan setiap orang dapat menyelesaikan pekerjaannya tanpa kecelakaan, membangun komitmen keselamatan dari semua level manajemen, dan mencapai nihil kecelakaan, nihil tumpahan minyak, serta nihil down time dalam operasional perusahaan. Hal ini diterapkan melalui partisipasi aktif dalam mematuhi prinsip dasar keselamatan .
Evaluasi dan pengukuran kinerja dalam konteks FSWP dilakukan melalui observasi mingguan terhadap perilaku pegawai dalam pelaksanaan FSWP dan penilaian bulanan menggunakan lembar penilaian kinerja FSWP. Indikator keberhasilan termasuk persentase perilaku aman yang harus lebih dari 90%, serta skala level kinerja FSWP dari 1 hingga 5, yang dinilai oleh pemimpin atau perwakilan FHES .