MODUL PERKULIAHAN
Audit Internal
Program Audit
Fakultas
Program Studi
Ekonomi & Bisnis
S-1 Akuntansi
Tatap Muka
04
Kode MK
Disusun Oleh
32020
Indraguna Kusumabrata, MM,CA,CPSAK
Abstract
Kompetensi
Menjelaskan apa yang dimaksud
program audit, bagaimana
mempersiapkannya. Memahami
manfaat audit program
Memahami tujuan dan manfaat
program audit
Program Audit
Tujuan
Pengertian program audit adalah pedoman bagi auditor yang berisi arahan-arahan
pemeriksaan dan evaluasi informasi yang dibutuhkan untuk memenuhi tujuan audit dan
merupakan satu kesatuan dengan supervisi audit.
Tujuan disusunnya untuk: (1) mengumpulkan bahan bukti audit dan (2) untuk
memungkinkan audit internal mengemukakan pendapat mengenai efisiensi, keekonomisan,
dan efektivitas yang akan diperiksa.
Manfaat program audit:
1. Memberikan rencana sistematis untuk setiap tahap pekerjaan audit, yang merupakan
suatu rencana yang dapat dikomunikasikan baik kepada supervisor audit maupun
kepada staf audit.
2. Menjadi dasar penugasan audit.
3. Menjadi sarana pengawasan dan evaluasi kemajuan pekerjaan audit karena memuat
waktu audit yang dianggarkan.
4. Memungkinkan supervisor audit dan manajer membandingkan apa yang dikerjakan
dengan apa yang direncanakan.
5. Membantu melatih staf yang belum berpengalaman dalam tahap-tahap pelaksanaan
audit.
6. Memberi ringkasan catatan pekerjaan yang dilaksanakan.
7. Membantu auditor pada audit selanjutnya untuk mengenal lebih dekat jenis pekerjaan
audit yang dilaksanakan dan waktu yang dibutuhkan.
8. Mengurangi waktu supervisi langsung yang dibutuhkan.
9. Menjadi titik awal bagi penilai fungsi audit internal untuk mengevaluasi upaya audit yang
dilakukan.
Kapan Sebaiknya Menyiapkan Program Audit
Program audit tentatif harus diselesaikan sejak setelah dilakukan survey pendahuluan dan
sebelum pekerjaan lapangan. Program audit final adalah sampai dengan audit diselesaikan.
13
Audit Internal
Indraguna Kusumabrata
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
[Link]
Tanggung Jawab Audit
Auditor internal harus bertanggung jawab untuk merencanakan penugasan audit.
Perencanaan harus didokumentasikan dan harus mencakup:
1. Penetapan tujuan audit dan lingkup pekerjaan
2. Perolehan latar belakang informasi tentang aktivitas yang akan diaudit.
3. Penentuan sumber daya yang diperlukan untuk melakukan audit.
4. Komunikasi dengan orang-orang yang perlu mengetahui audit yang akan dilakukan.
5. Pelaksanaan, jika layak, survei lapangan untuk mengenal lebih dekat aktivitas dan
kontrol yang akan diaudit, untuk mengidentifikasi hal-hal yang akan ditekankan dalam
audit dan untuk mengundang komentar dan saran dari klien.
6. Penulisan program audit
7. Penentuan bagaimana, kapan, dan kepada siapa hasil audit akan dikomunikasikan.
8. Perolehan pengesahan rencana kerja audit.
Lingkup Audit
Tujuan audit seharusnya menuntun lingkup pekerjaan. Menurut standar, fungsi auditor
internal bertanggung jawab untuk memeriksa dan mengevaluasi efektivitas sistem kontrol
internal. Tujuan dari sistem kontrol internal untuk memastikan:
Keandalan dan integritas informasi;
Ketaatan dengan kebijakan, rencana, prosedur, hukum, dan regulasi;
Pengamanan aset;
Penggunaan sumber daya yang ekonomis dan efisien;
Pencapaian tujuan dan sasaran yang ditetapkan untuk operasi dan program.
Mendefinisikan Ekonomis, Efisiensi, dan Efektif
Ekonomis
adalah
adanya
manajemen
yang
berhati-hati
atau
gunakan
hingga
mendapatkan keuntungan terbaik tanpa ada sisa.
Efisiensi adalah meminimalkan kerugian atau oenghamburan tenaga ketika memberikan
dampak, menghasilkan atau memfungsikan.
Efektivitas adalah menekankan hasil aktual dari dampak atau kekuatan untuk menghasilkan
dampak tertentu.
13
Audit Internal
Indraguna Kusumabrata
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
[Link]
Tujuan dan Prosedur Audit
Tujuan umum audit adalah menentukan keandalan dan integritas informasi keuangan;
ketaatan dengan kebijakan, rencana, prosedur, hukum dan regulasi; dan pengamanan aset.
Sedangkan tujuan khusus adalah menentukan apakah sistem yang dirancang untuk melihat
apakah tujuan operasi telah dicapai dan apakah barang yang tepat memang telah dibeli.
Prosedur audit adalah teknik yang diterapkan auditor untuk menentukan apakah tujuan
operasi telah dicapai. Sebagai contoh: program audit akan beriisi pemeriksaan auditor atas
sampel pesanan pembelian dan melihat apakah pesanan tersebut dilengkapi dengan
permintaan pembelian.
Menyiapkan Program Audit
Program audit harus sesuai dengan kondisi sehingga lebih relevan untuk suatu operasi
dibandingkan program yang bersifat umum. Program audit akan menjadi ekonomis.
Walaupun akan menghabiskan waktu diawal pembuatannya, program audit tersebut bisa
memuat risiko-risiko utama yang tetap ada yang perlu ditelaah dalam tiap audit.
Fungsi Pembelian
Tujuan manajemen operasi pembelian adalah mendapatkan barang atau jasa yang tepat:
1) Dengan harga yang tepat
2) Dengan waktu yang tepat
3) Dengan kuantitas yang tepat
4) Dengan kualitas yang tepat
5) Dari pemasok yang tepat.
Setiap tujuan tersebut diatas menjadi bagian terpisah dalam program. Risiko-risiko
aadminstratif pada fungsi Pembelian yang bisa ditemukan pada survey pendahuluan adalah:
Bagan organisasi fungsi Pembelian tidak disiapkan (bisa mengakibatkan kebingungan
dalam hal siapa yang bertanggung jawab untuk membeli barang atau jasa tertentu.
Kurangnya arahan yang mencakup wewenang dan tanggung jawab fungsi Pembelian
(Organisasi-organisasi lainnya bisa dibebani wewenang untuk berhubungan langsung
dengan pemasok)
Kurangnya petunjuk operasi fungsi Pembelian (karyawan bisa bertindak sesuai
keinginannya, tidak berdasarkan cara yang konsisten dan disetujui)
13
Audit Internal
Indraguna Kusumabrata
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
[Link]
Tidak ada prosedur yang mengatur wewenang untuk menandatangani penerimaan
barang dan jasa (Pesanan bisa dikeluarkan untuk kepentingan sendiri atau untuk
membelibarang yang salah atau jumlah barang yang tidak tepat).
Program Pro Forma
Program pro forma dilaksanakan oleh auditor-auditor yang kurang berpengalaman yang
pekerjaannya harus diawasi.
Manfaat program pro forma apabila dilaksanakan pada kondisi:
1. Jenis audit yang sama akan dilakukan di sejumlah lokasi yang berbeda
2. Informasi yang bisa dibandingkan diperlukan untuk setiap lokasi
3. Laporan serupa atau laporan konsolidasi akan dikeluarkan
4. Operasi yang diaudit relatif serupa.
Terminologi dalam program audit dalam memperoleh bukti audit sebagai berikut:
Menganalisis
Memecah menjadi bagian-bagian penting dan menentukan sifatnya.
Mengecek
Membandingkan atau menghitung ulang, sesuai keperluan, untuk mengetahui akurasi
atau kewajarannya.
Mengkonfirmasi
Membutikan kebenaran atau akurasi, biasanya melalui tanya jawab tertulis atau melalui
inspeksi.
Mengevaluasi
Mencapai kesimpulan mengeai kelayakan, efektivitas atau kegunaan.
Memeriksa
Melihat lebih dekat dan berhati-hati dengan tujuan mencapai akurasi, kelayakan, dan
opini yang sesuai.
Menginspeksi
Memeriksa secara fisik.
Menginvestigasi
Memastikan fakta kondisi-kondisi yang dicurigai atau yang dituduhkan.
Menelaah
Mempelajari secara kritis.
13
Memeriksa cepat
Audit Internal
Indraguna Kusumabrata
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
[Link]
Mempelajari cepat dengan tujuan menguji kecenderungan umum, mengetahui
penyimpangan yang muncul, hal-hal yang tidak biasa, atau kondisi-kondisi lain yang
membutuhkan studi lebih lanjut.
Membuktikan
Mencari bukti yang menyakinkan.
Menguji
Memeriksa sampel yang representatif dengan tujuan mempercepat kesimpulan
mengenai populasinya
Memverifikasi
Menetapkan akurasi
Pedoman Penyiapan Program Audit
Beberapa pedoman untuk melaksanakan langkah-langkah yang dilaksanakan selama
survey pendahuluan dan alasan-alasannya adalah sebagai berikut:
Pedoman
Alasan
Telaah laporan, program audit dan kertas
kerj, serta dokumen-dokumen lainnya dari
audit terdahulu, dan buat daftar masalahmasalah yang membutuhkan tindakan
perbaikan
Untuk mendapatkan latar belakang dan
menentukan apakah hasil-hasil penelaahan
sebelumnya untuk memutuskan lingkup audit
sekarang dengan lebih baik
Lakukan survey pendahuluan
Untuk menentukan tujuan aktivitas yang
akan diperiksa, risiko-risiko aktual atau
potensial, dan sistem kontrol yang ada
Telaah kebijakan dan prosedur fungsi yang
diaudit, manual operasinya, bagan
organisasi, bagan wewenang, tujuan dan
sasaran jk panjang dan jk pendek
Untuk menentukan hal-hal yang bisa diukur
dan dinilai, dan apakah fungsi tersebut
beroperasi sesuai keingingan manajemen
Telaah literatur terbaru di bidang audit
internal tentang masalah yang diaudit
Untuk mendapatkan informasi terbaru
tentang teknik-teknik audit untuk aktivitas
yang diperiksa
Untuk mengidentifikasi kelemahan kontrol
Siapkan bagan alir operasi-operasi kunci dari
dan mendapatkan analisis visual aliran
fungsi yang diadit
transaksi
Telaah standar kinerja yang telah ditetapkan
oleh manajemen, dan jika mungkin,
bandingkan dengan standar industri
Untuk memperoleh tolok ukur dalam
mengukur dan mengevaluasi efisiensi dan
efektivitas operasi dan menentukan
pencapainya terhadap standar yang wajar
Tanya jawab dengan klien dan diskusikan
lingkup audit dan tujuan yang ingin dicapai
auditor
Untuk mendapatkan kesepakatan dari klien
dan untuk menghindari salah paham
mengenai tujuan dan lingkup audit
Siapkan anggaran yang merinci sumber
daya yang dibutuhkan untuk menyelesaikan
Untuk membuat estimasi jumlah auditor dan
waktu yang dibutuhkan guna memastikan
13
Audit Internal
Indraguna Kusumabrata
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
[Link]
Pedoman
Alasan
efisiensi proses audit
penugasan audit
Wawancara dengan karyawan kunci yang
memiliki keterkaitan dengan fungsi audit
Untuk memahami operasi dan efisiensi serta
efektivitas operasi dan mengidentifikasi
masalah-masalah dalam kerja sama dan
koordinasi
Data semua risiko material yang harus
dipertimbangkan
Untuk memastikan bahwa masalah-masalah
rawan telah diketahui dan mendapatkan
perhatian layak
Untuk setiap risiko yang diidentifikasi,
Untuk mengetahui apakah kontrol yang ada
tentukan kontrol yang diterapkan dan apakah bisa mengurangi atau menghilangkan risikosudah mencukupi
risiko yang diidentifikasi
Tentukan substansi masalah-masalah utama
dan peluang-peluang yang ada
Untuk mengidentifikasi kesulitan- kesulitan
utama dan menentukan penyebab serta
perbaikan yang mungkin dilakukan
Kriteria-kritria Program Audit
Program audit sebaiknya mengikuti kriteria tertentu untuk mencapai tujuan fungsi audit
internal, antara lain:
Tujuan operasi yang diperiksa harus dinyatakan dengan jelas dan disetujui klien.
Program harus sesuai dengan penugasan audit kecuali bila ada alasan yang
mengharuskan sebaliknya
Setiap langkah kerja yang diprogramkan harus memilih alasan, yaitu tujuan operasi dan
kontrol yang diuji.
Langkah-langkah kerja harus mencakup instruksi positif, tidak dinyatakan dalam bentuk
pertanyaan.
Jika dimungkinkan, program audit harus menunjukkan prioritas relatif dari langkahlangkah kerja.
Program audit sebaiknya bersifat fleksibel dan memungkinkan munculnya inisiatif dan
pertimbangan yang wajar untuk menyimpang dari prosedur yang sudah ditetapkan atau
untuk memperluas cakupan kerja.
Program audit jangan dipisahkan dengan bahan-bahan dari sumber yang tersedia bagi
staf.
Informasi yang tidak perlu harus dihindari.
Program audit harus memuat bukti persetujuan supervisor sebelum dilakukan.
Jika manajemen klien meminta auditor melakukan pengujian tertentu, hal ini harus
tercakup dalam program audit jika dimungkinkan dalam anggaran audit.
----
13
Audit Internal
Indraguna Kusumabrata
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
[Link]
Daftar Pustaka
-
13
Lawrence B Sawyer, Internal Audit, Edisi 5.
Audit Internal
Indraguna Kusumabrata
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
[Link]