100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
865 tayangan12 halaman

Perbandingan Data Raster dan Vektor

Dokumen tersebut membahas tentang data raster dan vektor serta format-format data GIS yang umum digunakan seperti shapefile, KML, DXF, GeoTIFF, dan MrSID. Format-format tersebut masing-masing memiliki kelebihan dan keterbatasan tertentu sesuai dengan karakteristik dan aplikasinya.

Diunggah oleh

Jo Purnomo
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
865 tayangan12 halaman

Perbandingan Data Raster dan Vektor

Dokumen tersebut membahas tentang data raster dan vektor serta format-format data GIS yang umum digunakan seperti shapefile, KML, DXF, GeoTIFF, dan MrSID. Format-format tersebut masing-masing memiliki kelebihan dan keterbatasan tertentu sesuai dengan karakteristik dan aplikasinya.

Diunggah oleh

Jo Purnomo
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

TUGAS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS

Data Raster dan Data Vektor

Joko Purnomo
3512100037
SIG B

JURUSAN TEKNIK GEOMATIKA


FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN
PERENCANAAN
INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH
NOPEMBER
SURABAYA

1. Data Raster dan Data Vektor


-

Data Raster
Model data raster menampilkan, menempatkan, dan menyimpan data

spasial dengan menggunakan struktur matriks atau piksel-piksel yang membentuk


grid. Setiap piksel memiliki atribut tersendiri, termasuk koordinatnya yang unik.
Akurasi model ini sangat tergantung pada resolusi atau ukuran pikselnya
dipermukaan bumi. Entity spasial raster di dalam layers yang secara fungsionalitas
direlasikan dengan unsur-unsur petanya. Contoh unsur spasial raster adalah citra
satellite (Landsat, Ikonos), citra rada, dan sebagainya.

Gambar 1. Contoh data spasial model raster


Contoh data Raster :

Data Vektor

Model data vektor menampilkan, menempatkan, dan menyimpan data


spasial dengan menggunakan titik, garis (kurva atau poligon) beserta atributnya.
Bentuk dasar representasi data spasial dalam model data vector didefinisikan oleh
sistem koordinat kartesian dua dimensi (x,y). Garis atau kurva merupakan
sekumpulan titik terurut yang dihubungkan. Sedangkan luasan atau poligon
disimpan sebagai sekumpulan daftar titik-titik dimana titik awal dan titik akhir
poligon memiliki nilai koordinat yang sama.

Gambar 2. Contoh data spasial model vektor


Contoh format data vector :

2. Format Data GIS


- Data Vector
a. SHP (Shapefile)
SHP adalah format data vektor yang digunakan untuk menyimpan lokasi ,
bentuk, dan atribut dari fitur geografis. Format data SHP disimpan dalam satu
set file terkait dan berisi dalam satu kelas fitur . Format data vektor ini berisi
tentang data referensi geografis yang didefinisikan sebagai objek tunggal
seperti jalan, sungai, landmark, kode pos. Data fitur dan atribut akan disimpan
dalam satu SHP.
- Spesifikasi
Sesungguhnya shapefile merupakan kumpulan beberapa file dengan tiga
ekstensi utama yang mandatory/wajib yaitu *.shp, *.shx, *.dbf serta
beberapa tambahan/optional file yang lain. Satu set shapefile ditunjukkan
dengan nama file yang sama dengan ekstensi yang berbeda, misal
-

[Link], [Link] dan [Link], serta beberapa file optional lain.


.shp shape format, menyimpan data feature geometry
- .shx shape index format, index dari fetaure geometry sehingga
memudahkan/mempercepat proses pencarian
- .dbf attribute format, berisi table attribute dari tiap feature dalam
dBase IV format. Ukuran data SHP dan file komponen DBF tidak dapat
melebihi 2 GB ( atau 231 bit ) - sekitar 70 juta fitur titik yang terbaik.
Jumlah maksimum fitur untuk jenis geometri lainnya bervariasi
tergantung pada jumlah simpul yang digunakan. Kurang mendukung
untuk nama field Unicode atau tempat penyimpanan field, panjang
maksimum nama field adalah 10 karakter, dan jumlah maksimum dari
field adalah 255.

- Pembuat
Shapefile adalah format data vektor geospatial untuk software GIS yang
dikembangakan oleh ESRI (Environmental System Research Institute)
dengan spesifikasi yang terbuka untuk kepentingan interoperabilitas antar
software GIS.
- Software
Software yang bisa mengolah (input) format data SHP antara lain ArcGIS,
ArcView, MapInfo, ERDAS, Global Mapper, QGIS.
b. KML (Keyhole Markup Language)
KML adalah format file yang digunakan untuk menampilkan data geografis
dan visualisasi dalam Earth browser, seperti Google Earth, Google Maps, dan

Google Maps untuk seluler, dengan berbasis internet. Peta yang ditampilkan
dapat berbentuk peta 2 dimensi dan 3 dimensi. File KML dapat digunakan
untuk menentukan lokasi, menambahkan overlay gambar, dan mengekspos
-

data yang kaya dengan cara baru.


Spesifikasi
File KML menetapkan seperangkat fitur (place mark, gambar, poligon,
model 3D, deskripsi tekstual) untuk ditampilkan di Google Earth, Maps dan
Mobile, atau perangkat lunak geospasial lainnya menjalankan format data
KML. Setiap tempat selalu memiliki bujur dan lintang. Data lain dapat
membuat tampilan lebih spesifik, seperti ketinggian ataupun informasi lain
yang akan ditampilkan bersama pada tampilan software. KML mempunyai
struktural yang sama dengan GML. Beberapa informasi KML tidak dapat
dilihat di Google Maps atau Mobile.
File KML sangat sering didistribusikan dalam file KMZ, di mana file zip
KML disimpan dengan ekstensi kmz. Isi dari file KMZ adalah dokumen
single root KML ( notionally "doc..kml") dan opsional layer, gambar, ikon,
dan model 3D COLLADA yang direferensikan dalam jaringan file KML.
Dokumen root KML merupakan hasil konvensi dengan file bernama
"[Link]" yang mana merupakan file yang dimuat pada pembukaan.
Dengan konvensi dokumen root KML pada direktori root maka file

direferensikan dalam subdirektori (misalnya gambar untuk gambar overlay).


Pembuat
KML adalah merupakan produk internasional yang dikembangkan oleh
Keyhole, Inc dan Goofle serta dikelola oleh Open Geospatial Consortium,

Inc (OGC).
Software
Software yang bisa mengolah (input) format data KML antara lain Google
Earth, Google Sketch Up,

c. DXF (Digital Exchange File)


DXF adalah ekstensi file untuk format gambar grafis yang biasanya
digunakan dengan perangkat lunak AutoCAD ( Computer Assisted Drafting ).
DXF adalah format eksternal untuk mentransfer file antar komputer atau antar
paket perangkat lunak . Format data ini

tidak memiliki topologi , tapi

menawarkan detail yang baik pada gambar , lebar garis dan gaya , warna , dan
teks. DXF biasanya dibangun dalam 64 layer . Setiap layer terdiri dari fitur

yang berbeda , yang memungkinkan pengguna untuk fitur terpisah. Format


DXF mirip dengan Initial Graphics Exchange Specification ( IGES ) dan
menggunakan format data vektor data. Salah satu kelemahan dari DXF adalah
bahwa hal tersebut biasanya tidak memberikan informasi yang cukup untuk
-

memungkinkan interoperabilitas antara dan dengan program lain .


Spesifikasi
Sejak rilis awal tahun 1982, telah terjadi banyak perubahan pada spesifikasi
format file DXF. Untuk alasan itu, AutoDesk merilis daftar spesifikasi
format DXF yang didgunakan sampai saat ini. Tergantung pada perangkat
lunak (software) yang memproses format DXF, spesifikasi format data
dapat berupa dalam ASCII atau format biner.
DXF merupakan format data untuk informasi grafis. Merupakan format data
yang berstandar ASME/ANSI yang digunakan untuk PC yang berbasis
CAD atau CAM. DXF memungkinkan pertukaran data vektor serta gambar

grafis 2D dan 3D.


Pembuat
DXF adalah format data vektor CAD (Computer Aided Design) yang
dikembangakan oleh Autodesk, yang menyediakan kemampuan untuk
bertukar informasi atau bekerja sama antara AutoCAD dengan program

lain.
Software
Software yang bisa mengolah (input) format data DXF antara lain AutoCAD,
ArcGIS, ArcView, MapInfo

Data Raster
a. GeoTIFF
Format data GeoTIFF mendefinisikan satu set format TIFF yang disediakan
untuk menggambarkan semua informasi kartografi yang terkait dengan citra
TIFF yang berasal dari sistem pencitraan satelit, scan foto udara, scan peta,
model elevasi digital, atau sebagai hasil dari analisis geografis. Tujuannya
adalah untuk memungkinkan software dapat mengolah gambar raster ke dalam
model ruang yang terdefinisi atau proyeksi peta, dan untuk menggambarkan
proyeksi tersebut. Format data raster ini mendukung untuk pekerjaan
georeferencing atau informasi geocoding.
- Spesifikasi
GeoTIFF sepenuhnya telah sesuai dengan spesifikasi TIFF 6.0, dan
ekstensi apapun tidak bertentangan dengan rekomendasi TIFF, juga tidak

membatasi ruang lingkup data raster yang didukung oleh TIFF. GeoTIFF
menggunakan set kecil disediakan

TIFF untuk menyimpan berbagai

informasi georeferencing, termasuk UTM, US State Plane, National Grids,


ARC , serta jenis proyeksi yang mendasar seperti Transverse Mercator,
Geografis, Lambert Conformal Conic.
GeoTIFF menggunakan "meta data" ( GeoKey ) untuk pendekatan dalam
mengkodekan puluhan elemen informasi yang akan menjadi 6 tag,
mengambil keuntungan dari platform TIFF yang independen sehingga
menjadi representasi format data untuk menghindari kesulitan interchange
pada cross platform. Fitur ini dirancang secara paralel dengan tag TIFF
standar dan dekat agar dapat mengikuti aturan TIFF dalam hal struktur dan
tata letak.
GeoTIFF menggunakan kode numerik untuk menggambarkan jenis
proyeksi, sistem koordinat, datum, dan ellipsoid. Kode proyeksi, datum dan
elipsoid berasal dari daftar EPSG yang disusun oleh Petrotechnical Open
Software Company ( POSC), dan mekanisme untuk menambahkan
proyeksi, datum dan ellipsoid lain yang telah ditetapkan. Isi informasi
GeoTIFF dirancang agar kompatibel dengan data pendekatan dekomposisi
yang digunakan oleh Infrastruktur Data Spasial Nasional ( IDSN ) dari
Komite Data Federal Geografi AS ( FGDC ).
- Pembuat
GeoTIFF adalah format data raster terbuka (open source), domain publik.
Ini diproduksi oleh Dr Niles Ritter, saat bekerja di NASA - JPL ( Jet
Propulsion Laboratory).

Sedangkan format TIFF sendiri dikembangkan

oleh Adobe System.


- Software
Software yang bisa mengolah (input) format data GeoTIFF antara lain
ArcGIS, ArcView, MapInfo, Er Mapper, ENVI, Global Mapper, ERDAS
IMAGINE
b. MrSID ( Multiresolution Seamless Image Database)
MrSID merupakan format file berbasis wavelet yang dirancang untuk
memungkinkan portabilitas bit ( raster ) dalam ukuran gambar besa. Format ini
menggunakan transformasi wavelet diskrit ( DWT ) dengan cara halus pada
bagian data gambar dan menyimpan koefisien wavelet dalam struktur data
yang mendukung pengambilan data secara efisien yang diperlukan untuk
menghasilkan zona persegi panjang yang ditentukan gambar pada resolusi

spasial yang dipilih. Struktur data gambar MrSID adalah seperangkat bitplanes
dirancang untuk mendukung ' transaksi ' data gambar dengan cara extracting
dan menyalurkannya. Format ini dirancang untuk memungkinkan melihat
sesaat dan manipulasi citra baik lokal maupun melalui jaringan tanpa
mengorbankan kualitas.
Fitur baru yang terapat di Generasi 3 dari format gambar termasuk kompresi
lossless, beberapa gambar dalam file komposit, dan dukungan untuk optimasi
selektif dan decoding oleh scene atau wilayah. Juga termasuk adalah dukungan
-

untuk data multispektral dan mendukung pengguna untuk transformasi warna.


Spesifikasi
MrSID mempunyai kemampuan untuk mengatasi masalah tentang waktu
yang dibutuhkan untuk

membuka gambar raster dengan ukuran besar

dengan menyediakan kemampuan untuk dekompresi hanya bagian gambar


yang ingin di lihat. Dengan begitu proses akan cepat berpindah dari satu
bagian dari gambar yang lain tanpa harus menunggu seluruh gambar untuk
dekompresi . Sebelumnya, gambar raster dengan ukuran besar diperlukan
juga ruang penyimpanan yang besar. MrSID, bagaimanapun menggunakan
teknologi wavelet yang pertama kali dikembangkan di Laboratorium Riset
Nasional di Los Alamos, untuk mencapai rasio kompresi 20:1 untuk gambar
grayscale dan 50:1 untuk gambar fullcolor . Sekarang citra satelit dari ruang
angkasa yang biasanya memerlukan ruang penyimpanan sampai 40 CDROM dapat dikompres dengan MrSID dan disimpan pada satu CD - ROM.
Teknologi wavelet bergantung pada algoritma matematika lanjut baik untuk
proses kompres gambar dan membangun tampilan. Karena gambar akan
tetap geometris serta akurat setelah dikompresi, dapat di georeferensi
sebelum kompresi, atau dilapisi dengan data referensi lainnya. Karena
MrSID file (.Sid) adalah tipe biner MIME, mereka dapat diperoleh melalui
Internet. MrSID dapat digunakan dalam fotografi, pemetaan / GIS,
-

manajemen dokumen, pencitraan medis, dan permainan.


Pembuat
MrSID merupakan salah satu format data raster dengan format file (ekstensi
nama file .sid ) dikembangkan dan dipatenkan oleh LizardTech untuk

encoding georeferensi grafis raster seperti orthophotos.


Software

Software yang bisa mengolah (input) format data SHP antara lain Autodesk,
ArcGIS, ArcView, ERDAS, ENVI, MapInfo, Intergraph, GeoExpress
(LizardTech)
c. Arc Digitized Raster Graphic (ADRG)
ADRG merupakan format data raster geografis yang mempunyai referensi
sistem sama busur chart atau peta (ARC), di mana bumi di bagi menjadi 18
zone lintang. Data ini berisi gambar dan grafis raster yang diperolah dari
sumber dokumen lain. ARC Digitized Raster Graphics ( ADRG ) adalah peta
digital dan grafik yang diubah menjadi kerangka georegistration tertentu dan
disertai dengan file dukungan ASCII. Peta atau grafik diubah menjadi data
digital melalui proses scanning dan transformasi raster dan proses georeferensi
peta menggunakan chart atau peta ( ARC ) sistem sama busur di mana bumi
dibagi menjadi 18 zona lintang. Data yang dikumpulkan dari data tunggal seri
peta dan skala dapat dipertahankan sebagai data yang benar di seluruh dunia
dengan basis data grafis raster dengan setiap pixel memiliki lokasi geografis
yang berbeda .
-

Spesifikasi
ADRG adalah format data raster yang sesuai dengan standar ISO 8211
untuk mendeskripsikan data ASCII diikuti oleh data citra biner. Untuk
distribusi, data ADRG dibagi menjadi beberapa bagian set data geografis
yang disebut sebagai Distribusi Rectangle (DRs). Satu atau lebih DRs
diletakkan ke satu CD- ROM. Satu atau lebih sumber grafis ditempatkan ke
setiap DR .
File data ADRG disusun secara hierarkis. Tingkat atas berisi informasi yang
relevan dengan volume CD- ROM secara keseluruhan, tingkat kedua berisi
file DR yang terkait, dan tingkat bawah berisi sumber file terkait grafis.
Setiap volume ADRG berisi file header, [Link] , dan warna tes
patch file gambar, [Link]. Akan ada bagian yang menjadi salah
satu atau lebih subdirektori DR. Setiap subdirektori berisi informasi umum
file (*.GEN), kualitas file (*.Qal), dan pengurangan resolusi file gambar
(*.OVR ). Akan ada satu atau lebih file gambar ADRG (*.IMG ) dan satu
atau lebih sumber subdirektori grafis. Setiap sumber grafis subdirektori
berisi informasi file sumber grafis (*.SOU ) dan nol atau lebih file legenda
file (*. LGG ).

Pembuat
ADRG adalah format data raster yang didistribusikan oleh National
Geospatial-Intelligence Agency (NGA) yang dirancang pada 1989-1990
untuk mendukung aplikasi yang memerlukan tampilan latar belakang peta

raster.
Software
Software yang bisa mengolah (input) format data SHP antara lain ArcGIS

3. Konversi Data
Konversi Data adalah mengadaptasi data pada sebuah program agar dapat di
operasikan karna tidak semua format data sesuai dengan sebuah program
tertentu. Saat data dimanipulaasi dan dianalisis, format semua data harus sama.
Contoh konversi data dari format raster .jpeg ke dalam bentuk data vector
format .dxf

Peta analog

Rektifikasi

tidak
Nilai RMS

ya
Digitasi

Penjelasan :
1. Data raster tersebut tidak dapat langsung diedit atau digunakan. Dalam
Konversi data

prosesnya, data hasil scanning yang telah diubah menjadi data raster harus
diubah ke format vektor on screen digitasi. Jenis file gambar yang akan
Peta
vector
.dxf kriteria yang diminta oleh software, biasanya
didigit harus
sesuai
dengan

berjenis .jpg dan .tiff


2. Data raster yang biasanya diperoleh dari hasil scanning peta, foto udara dan citra satelit
belum berisiinformasi yang menunjukkan referensi spasial, baik yang tersimpan di dalam
file atau yang disimpan sebagai suatu file yang terpisah. Sehingga untuk menggunakan data
raster secara bersama dengan data spasial yang lain yang sudah ada, diperlukan proses
georeferencing ke dalam sebuah sistem koordinat yang disebut rektifikasi. rektifikasi

adalah korelasi antara koordinat suatu obyek (x,y) pada citra dengan koordinat (X,Y) pada
permukaan bumi.
3. Setelah dilakukan rektifiksi RMS hasil tidak boleh melebihi persyaratan
misalnya tidak lebih dari 1 piksel untuk menghasilkan peta yang bagus. Jika
RMS melebihi persyaratan maka proses rektifikasi perlu diulangi.
4. Digitasi peta adalah proses mengubah peta dari format raster ke format
vektor. Menurut Hasbi AS, Moh (2007), digitasi merupakan proses alih
media cetak atau analog ke dalam media digital atau elektronik melalui
proses scanning, digital photography, atau teknik lainnya. Sedangkan
menurut Khomsin (2004) digitasi adalah proses untuk mengubah informasi
grafis yang tersedia dalam kertas ke formal digital. Proses digitasi secara
umum dibagi dalam dua macam:
1. Digitasi menggunakan digitizer.
Dalam proses digitasi ini memerlukan sebuah meja digitasi
atau digitizer.
2. Digitasi onscreen di layar monitor.
Digitasi onscreen paling sering dilakukan karena lebih
mudah dilakukan, tidak memerlukantambahan peralatan lainnya,
dan lebih mudah untuk dikoreksi apabila terjadi kesalahan.
5. Setelah proses digitasi maka untuk mengkonversi peta menjadi peta
vector .dxf maka langkah selanjutnya yaitu melakukan penyimpanan hasil
dalam format .dxf

Referensi
Cahyono, Agung B. 2015. KULIAH M#3_4: Konversi Data GIS. Surabaya : ITS
Chen, Chi-Farn. Unknown. Geographic Information System (GIS). Taiwan
Prahasta, E. 2001. Konsep-Konsep Dasar Sistem Informasi Geografis. Bandung : IF
Informatika.
Indrayanti, Meylia Ayu. 2013. Format dan Konversi Data. Surabaya : ITS.

Common questions

Didukung oleh AI

Georeferencing is critical in converting raster data to vector formats because it aligns raster images with spatial data frameworks, ensuring that all elements are in the correct spatial context before conversion . This process involves rectification, which defines the relationship between image and geographic coordinates, thereby providing the spatial referencing necessary for accurately reproducing vector representations from raster formats . Without precise georeferencing, the resulting vector data would lack accuracy and context .

ADRG format facilitates the global distribution by breaking down digital maps and graphics into geospatial units called Distribution Rectangles (DRs), which are then organized hierarchically on CD-ROMs . Each DR contains specific graphical data and is intended for use in applications needing standardized world map backgrounds, ensuring that geographical data remains consistent worldwide even as it is distributed in sections across different media .

GeoTIFF format features support effective georeferencing by containing metadata that encodes cartographic information, such as projection, coordinate systems, and datums, directly within the TIFF file structure using GeoKeys . This integration ensures that software can translate the pixel data into spatially referenced positions without needing additional external files, which streamlines the process of aligning raster images with geographic coordinates and projections .

Shapefiles support interoperability among GIS software by being an open specification format developed by ESRI that allows different software to read, write, and interpret the data within them . This format includes several mandatory files (*.shp, *.shx, *.dbf) which separate geometry, spatial indexing, and attribute data to simplify data usage. Although it has limitations on field name length and maximum size, its widespread use and open specification make it a crucial tool for data exchange .

The key differences between raster data and vector data in GIS lie in their structures and usability. Raster data is structured as a matrix of pixels, each with unique attributes and coordinates, and its accuracy depends heavily on the resolution of the pixels. It is ideal for continuous data representation like satellite images and weather data . In contrast, vector data uses points, lines, and polygons alongside their attributes, described by Cartesian coordinates. It is preferred for representing discrete data such as boundaries and networks, allowing more detailed mapping without pixelation issues when zoomed .

The KML format is beneficial for GIS applications due to its capability to display richly formatted geographical data on Earth browsers like Google Earth and Maps in both 2D and 3D visualizations, along with supporting overlays, annotations, and complex data interactions . However, it has limitations in terms of the visibility of some information on platforms like Google Maps and Mobile due to unsupported features. Additionally, while its structure aligns with GML, distribution in KMZ format adds complexity by requiring compression and organization of linked resources .

DXF plays a crucial role in CAD applications as it facilitates the exchange of 2D and 3D vector graphics across different platforms, working as an intermediary format between Autodesk's AutoCAD and other software . However, interoperability challenges persist due to changes in format specifications over time, leading to compatibility issues, and the lack of topological data limits its use in GIS compared to formats like SHP or GeoTIFF. DXF files also lack detail in some graphical properties which can cause discrepancies when viewed in various applications .

The elements of a shapefile format contribute to its widespread use by separating geometric data (in *.shp files) from attribute data (in *.dbf files), which simplifies data handling and ensures compatibility across software platforms . The inclusion of a spatial index file (*.shx) enhances search and retrieval performance. Despite limitations in field names and file sizes, these characteristics allow shapefiles to efficiently store diverse spatial data, contributing to their popularity in GIS applications worldwide .

MrSID is advantageous in geospatial data management mainly due to its wavelet-based compression which allows efficient storage and streaming of large raster images without significant loss of quality, making it suitable for satellite images and orthophotos . Its ability for lossless compression and multi-resolution support also facilitates quick data access and manipulation across various applications, from GIS mapping to document management and even medical imaging applications due to its effective handling of large datasets .

Challenges in digitizing raster maps include loss of detail and difficulty in accurately capturing spatial references due to the limitations of scanning and the resolution of the original raster images . These can be addressed by ensuring high-resolution scanning, using advanced georeferencing techniques to maintain spatial accuracy, and employing sophisticated on-screen digitization software that allows for easy correction and validation of digitized features . Moreover, continuous education and enhancement of software capabilities are vital to overcome these issues .

Anda mungkin juga menyukai