Pengertian Akuntansi
DEFINISI AKUNTANSI
Akuntansi adalah Proses
pencatatan,pengklarifikasin/penggolongan,pengihktisaran/peringatan dan
penyajian dengan cara-cara tertentu mengenai transaksi-transaksi keuangan
perusahaan/badan usaha lain serta penafsiran terhadap hasil kegiatannya.
Akuntansi Menurut :
America Accounting Association (AAA) Adalah Proses
mengidentifikasih/mengenali,mengukur dan melaporkan Informasi
ekonomi untuk memungkinkan adanya penilaian dan pengambilan
keputusan yang jelas dan tegas bagi mereka yang menggunakan
informasi tersebut.
American Intitute Of Certified Publik Accountant (AICPA) Adalah Seni
pencatatan,penggolongan,peringkasan yg tepat dan dinyatakan dalam
satuan mata uang transaksi-transaksi dan kejadian-kejadian yang setidaktidaknya bersifat finansial dan penafsiran hasil-hasilnya.
Dapat disimpulkan (AICPA)
a. Akuntansi adalah proses pengidentifikasih/mengenali,mengukur,mencatat dan
melaporkan Informasi ekonomi.
b. Informasi ekonomi yang dihasilkan oleh akuntansi diharapkan berguna untuk
penilaian dan pengambilan keputusan bagi pihak yang memerlukan.
Definisi Akuntansi menurut American Institute of Certified public
Accountants (AICPA)
Accounting is the art of recording,classifying,and summarizing in a significant
manner and in terms of money, transactitions and events which are, in part at
least, of a financial character and interpreting the result there of.
Akuntansi adalah seni pencatatan,pengelompokan,pengikhtisaran menurut cara
yang berarti dan dinyatakan dalam nilai mata uang,semua transaksi serta
kejadian yang sedikit dikitnya bersifat finansial dan dari catatan itu dapat
ditafsirkan hasilnya
Seni pencatatan artinya dalam melakukan pencatatan diusahakan
serapih mungkin, dengan menggunakan bahasa yang khas dalam akuntansi dan
tekhnik tertentu sehingga menarik dan mudah dipahami oleh para pemakai
sedangkan teknik pengelompokan dan pengikhtisaran dilakukan menurut aturan
yang tercantumdalam Standar Akuntansi Keuangan (SAK).
Sedangkan menurut American Accounting Association (AAA) definisi akuntansi
ialah :
Accounting is the process communicating economic information to pemit in
formed judgments and decision by user of the information
Akuntansi adalah proses mengidentifikasi/mengenali,mengukur,dan melaporkan
informasi ekonomi untuk memungkinkan adanya penilaian dan pengambilan
keputusan yang jelas dan tegas bagi mereka yang menggunakan informasi
tersebut
Mengidentifikasi artinya mencari/menentukan identitas transaksi ekonomi untuk
kepentingan pengambilan keputusan . Mengukur artinya memberikan penilaian
yang dinyatakan dengan uang. Mengkomunikasikan artinya hasil informasi yang
berupa laporan keuangan serta analisisnya dapat dipakai untuk pengambilan
keputusan manajemen.
Pengertian Akuntansi Dari Beberapa Para Ahli
1.
Definisi akuntansi yang dikemukakan oleh ABP Statement No. 4 dalam
Smith Skousen (1995 : 3), akuntansi adalah suatu aktivitas jasa. Fungsinya
adalah menyediakan informasi kuantitatif, terutama yang bersifat dalam
pengambilan keputusan ekonomis dalam menetapkan pilihan-pilihan yang
logis diantara berbagai tindakan alternatif.
Kesimpulan :
Pengertian akuntansi berarti memerlukan analisis dari transaksi dan dalam
pengumpulan dan pengolahan data untuk memberi penjelasan dan
argumentasi.
2.
Pengertian akuntansi menurut American Insitute of Certified Public
Accounting (AICPA) dalam Harahap (2003) mendefinisikan akuntansi
sebagai seni pencatatan, penggolongan, dan pengikhtisaran dengan cara
tertentu dalam ukuran moneter, transaksi, dan kejadian-kejadian yang
umumnya bersifat keuangan termasuk menafsirkan hasil-hasilnya.
Kesimpulan :
Pengertian akuntansi berarti seni pencatatan ( yang harus dicatat dalam
buku jurnal maupun laporan ), penggolongan ( yang harus dibedakan
menurut golongan apa saja transaksi tersebut ), harus mengikhtisarkan
setiap kejadian transaksi agar bias masuk ke dalam laporan keuangan.
3.
American Acounting Association (AAA) dalam Soemarso SR. (1996 :
5) mendefinisikan akuntansi sebagai proses pengidentifikasian, pengukur
dan melaporkan informasi ekonomi untuk memungkinkan adanya penilaianpenilaian dan keputusan yang jelas dan tegas bagi mereka yang
menggunakan informasi tersebut.
Kesimpulan :
Bahwa akuntansi itu adalah menganalisa data keuangan yang dilakukan
dengan cara tertentu dan ukuran moneter yang dapat digunakan dalam
pengambilan keputusan ekonomi atau perusahaan.
4.
Pengertian Akuntansi Menurut Charles T. Horngren, dan Walter
[Link] (Horngren Harrison,2007:4) menyatakan bahwa: Akuntansi
adalah sistem informasi yang mengukur aktivitas bisnis, memproses data
menjadi laporan, dan mengkomunikasikan hasilnya kepada para pengambil
keputusan.
Kesimpulan :
Bahwa akuntansi itu adalah sesuatu yang mengukur bisnis, dari mulai
penggolongan transaksi dan pengupulan data lainnya menjadi laporan
keuangan, dan setelah selesai menjadi laporan keuangan akan diambil suatu
keputusan dari laporan tersebut.
5.
Pengertian akuntansi menurut Warren dkk (2005:10) menjelaskan
bahwa: secara umum, akuntansi dapat didefinisikan sebagai sistem
informasi yang menghasilkan laporan kepada pihak-pihak yang
berkepentingan mengenai aktivitas ekonomi dan kondisi perusahaan.
Kesimpulan :
Bahwa akuntansi adalah sebuah informasi untuk mereka pihak-pihak yang
bersangkutan atas suatu transaksi tersebut agar dapat melihat kondisi suatu
perusahaan.
6.
Pengertian akuntansi menurut Littleton (Muhammad, 2002:10)
mendefinisikan: tujuan utama dari akuntansi adalah untuk melaksanakan
perhitungan periodik antara biaya (usaha) dan hasil (prestasi). Konsep ini
merupakan inti dari teori akuntansi dan merupakan ukuran yang dijadikan
sebagai rujukan dalam mempelajari akuntansi.
Kesimpulan :
Bahwa akuntansi adalah perhitungtan periodik antara biaya dan hasil
(prestasi), perhitungan tersebut dijadikan sebagai rujukan dalam mempelajari
akuntansi.
7.
Pengertian akuntansi menurut Rudianto mendefenisikan bahwa
akuntansi adalah sistem informasi yang menghasilkan laporan kepada pihakpihak yang berkepentingan mengenai aktivitas ekonomi dan kondisi suatu
badan usaha.
Kesimpulan :
Bahwa akuntansi adalah sesuatu yang dapat menghasilkan informasi
mengenai aktivitas ekonomi dan sebuah laporan yang akan dilaporkan
kepada pihak-pihak yang bersangkutan.
8.
Definisi akuntansi menurut Arnold: Definisi akuntansi dipandang sebagai
suatu sistem untuk menyediakan informasi (terutama keuangan) kepada
siapa saja yang harus membuat keputusan dan mengendalikan penerapan
keputusan tersebut.
Kesimpulan :
Bahwa akuntansi itu adalah suatu system untuk menyediakan informasi
keuangan kepada siapa saja untuk mengendalikan penerapan keputusan
yang mereka ambil.
9. Definisi akuntansi menurut C. West Churman:sebagai pengalaman tertulis
yang berguna untuk pengambilan keputusan.
Kesimpulan :
Bahwa akuntansi itu sebagai pengalaman tertulis yang berguna untuk
mengambil keputusan yang terjadi pada kehidupan kita dan berguna untuk
mengambil keputusan suatu perusahaan.
Definisi Akuntansi Menurut Para Ahli
Merebaknya aktivitas usaha dan bisnis diberbagai tempat serta merta membuat
akuntansi menjadi topik hangat dan penting untuk dibahas. Namun dalam
membahas akuntansi tentu kita tidak bisa langsung kepada ilmu yang
terkandung didalamnya. Ibarat mengupas kulit bawang, kita akan membahasnya
satu persatu. Dimulai dari definisi akuntansi.
Definisi pertama mengenai akuntansi adalah definisi yang dikemukakan oleh
ABP Statement No. 4 dalam Smith Skousen (1995 : 3), akuntansi adalah suatu
aktivitas jasa. Fungsinya adalah menyediakan informasi kuantitatif, terutama
yang bersifat dalam pengambilan keputusan ekonomis dalam menetapkan
pilihan-pilihan yang logis diantara berbagai tindakan alternatif.
Menurut American Insitute of Certified Public Accounting (AICPA) dalam
Harahap (2003) mendefinisikan akuntansi sebagai seni pencatatan,
penggolongan, dan pengikhtisaran dengan cara tertentu dalam ukuran moneter,
transaksi, dan kejadian-kejadian yang umumnya bersifat keuangan termasuk
menafsirkan hasil-hasilnya.
Sedangkan pengertian akuntansi menurut Rudianto mendefenisikan bahwa
akuntansi adalah sistem informasi yang menghasilkan laporan kepada pihakpihak yang berkepentingan mengenai aktivitas ekonomi dan kondisi suatu badan
usaha.
Dan pengertian menurut Charles T. Horngren, dan Walter [Link] (Horngren
Harrison,2007:4) menyatakan bahwa: Akuntansi adalah sistem informasi yang
mengukur aktivitas bisnis, memproses data menjadi laporan, dan
mengkomunikasikan hasilnya kepada para pengambil keputusan.
Sekalipun ada banyak pengertian ataupun definisi akuntansi dari berbagai ahli,
yang diantaranya sebagaimana dijabarkan diatas. Namun dalam lidah pelaku
usaha dan bisnis akuntansi lebih popular disebut sebagai bahasa bisnis, atau
lebih tepat disebut bahasa pengambilan keputusan.
Dikatakan demikian karena semakin kita menguasai bahasa ini akan semakin
baik pula kita menangani berbagai aspek keuangan dalam kehidupan, utamanya
dalam usaha dan bisnis yang dilakoni. Apapun peranan kita dalam masyarakat,
pasti kita pernah mengambil keputusan yang berhubungan dengan aspek
keuangan, baik sebagai manajer, investor, politisi, kepala rumah tangga, atau
mahasiswa. Karenanya dapat dipastikan kita akan merasakan manfaat dari
memahami akuntansi.
Kita telah membahas definisinya, nantikan pembahasan menarik lainnya
mengenai
Akuntansi
hanya
di
Klinik
Akuntansi.
Kunjungi
juga
[Link] untuk informasi seputar akuntansi lainnya.
BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA
2.1.
Landasan Teori
2.1.1. Definisi Akuntansi
Pengertian akuntansi menurut
American Accounting Association
adalah
Accounting as the process identifiying, measuring, and communicati
ng economic
information to permit informed judgements and decisions by users of the
information (Wilopo, 2005 : 9).
Informasi ekonomi adalah informasi yang berkaitan dengan berbagai
situasi yang melibatkan keterbatasan sumber daya. Proses akuntansi
ini diakhiri
dengan tersedianya laporan keuangan.
Definisi akuntansi menurut AICPA:
Accounting is the art of recording, classifying, and summarizing
in a
significant manner and in terms of money, transaction and events w
hich
are in part at least, of a financial character, and int
erpreting the results
thereof.
Menurut Scott (2003 : 6) The environment of accounting is both very
complex and very challenging. It is complex because the product of
accounting is
information a powerful and important comodity
.
Sedangkan menurut Kieso (2002 : 2), akuntansi bisa didefinisikan
secara
tepat dengan menjelaskan tiga karakteristik penting dari akuntansi:
(1) pengidentifikasian, pengukuran, dan pengkomunikasian informasi
keuang
an
tentang (2) entitas ekonomi kepada (3) pemakai yang berkepentingan.
Karakteristik-karakteristik ini telah dipakai untuk menjelaska
n akuntansi selama
beratus-ratus tahun. Namun, dalam 30 tahun terakhir entitas ekonomi
telah
berubah secara signifikan baik dari segi ukuran maupun komplekstitas,
dan
pemakai yang berkepentingan juga telah bertambah secara substansial
baik dari
segi jumlah maupun keragaman.
FASB mendefinisikan akuntansi secara umum adalah :
Accounting is the body knowledge and functions concered with
systematic originating, recording, classifying, processing, sum
merizing,
analyzing, interpreting and supplying of dependable and significant
information covering, transaction, and event wich are, in part
at least, of
financial character, required for the management and operation of
an entity
and for report that have to be submitted there on to meet fiduciar
y and
other responsibilities.
Definisi selanjutnya terdapat pada APB No. 4 yang dapat menje
laskan
akuntansi sebagai suatu aktivitas jasa yang memiliki fungsi me
nyediakan
informasi kuantitatif, terutama yang bersifat keuangan tentang s
atuan-satuan
ekonomi yang dapat bermanfaat dalam menetapkan pilihan-pilihan yang
logis
diantara berbagai tindakan alternatif. Definisi tersebut adala
h:
Accounting is a service activity. Its function is to provide qua
ntitative
information, primarily financial in nature, about economics entiti
es that is
intended to be useful in making economic decision, in making reasons
choices among alternatives course of action.
Dan dapat disimpulkan bahwa a) akuntansi menyediakan jasa yang
penting di dalam lingkungan bisnis untuk membantu pengambilan
keputusan
alokasi sumber daya yang terbatas; b) informasi yang disediaka
n akuntansi
bersifat kuantitatif yang dapat digunakan dengan evaluasi kualitatif
dalam
pengambilan keputusan ekonomi; c) meskipun akuntansi melaporkan
apa yang
telah terjadi tetapi berguna untuk pengambilan keputusan di masa
mendata
ng
(Smith, Skousen, dan Stice, 1997).
Sejarah akuntansi menggambarkan kronologis proses akuntansi yang
panjang (Hendriksen, 1992 : 51-52). Akuntansi bukanlah sesuatu yang
baru di
dunia bisnis. Pada awalnya akuntansi berhubungan dengan kebutuhan
informasi
bagi manajemen, dan bukan bagi pemilik modal atau investor. Akuntans
i lebih
digunakan oleh manajemen untuk mempertanggungjawabkan hasil
pengolaha
n
usaha yang dipercayakan kepadanya.
2.1.2.
Informasi Akuntansi
Belkaoui (2000) mendefinisikan informasi akuntansi sebagai informas
i
kuantitatif tentang entitas ekonomi yang bermanfaat untuk pengambila
n
keputusan ekonomi dalam menentukan pilihan-pilihan diantara alternati
f-alternatif
tindakan. Penggunaan informasi akuntansi itu untuk perencanaan
strategis
,
pengawasan manajemen dan pengawasan operasional (Anthony, 1965;
Simons,
1991).
Informasi akuntansi pada dasarnya bersifat keuangan dan terutama
digunakan untuk tujuan pengambilan keputusan, pengawasan dan
impelemntasi
keputusan-keputusan perusahaan (Arnold and Hope, 1990). Agar data
keuangan
dapat dimanfaatkan dengan baik oleh pihak internal maupun eksternal
perus
ahaan,
maka data tersebut harus disusun dalam bentuk-bentuk yang sesuai. Inf
ormasi
akuntansi digolongkan menjadi tiga jenis yaitu (a) informasi opera
si; (b) informasi
akuntansi manajemen; dan (c) informasi akuntansi keuangan (Anthony
&
Reece;
1989 : 5).
a.
Informasi Operasi
Informasi ini menyediakan data mentah bagi informasi akuntansi
keuangan dan informasi akuntansi manajemen. Informasi operasi yang
terdapat pada perusahaan manufaktur antara lain: informasi produks
i;
informasi pembelian dan pemakaian bahan baku; informasi penggajian;
informasi penjualan; dan lain-lain (Mulyadi, 1995 : 15).
b.
Informasi Akuntansi Manajemen
Menurut Anthony dan Reece (1989 : 6) informasi akuntansi yang
khusus ditujukan untuk kepentingan manajemen disebut informasi
akuntansi
manajemen. Informasi ini digunakan dalam tiga fungsi manajemen,
yaitu:
(1) perencanaan; (2) implementasi; (3) pengendalian. Informasi akuna
tnsi
manajemen ini dihasilkan oleh sistem pengolahan informasi keuanga
n yang
disebut akuntansi manajemen (Mulyadi, 1995 ; Hansen & Mowen,
2005).
Informasi akuntansi manajemen ini disajikan kepada manajemen per
usahaan
dalam berbagai laporan, seperti anggaran, laporan penjualan,
laporan biaya
produksi, laporan biaya menurut pusat pertanggungjawaban, laporan
bia
ya
menurut aktivitas, dan lain-lain.
c.
Informasi Akuntansi Keuangan
Informasi akuntansi keuangan digunakan baik oleh manajer maupun
pihak eksternal perusahaan, dengan tujuan untuk menyediakan
informasi
yang menyangkut posisi keuangan, kinerja serta perubahan keuangan
suatu
perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam
pengambilan keputusan ekonomi (IAI, 2001).
Informasi akuntansi keuangan untuk pihak luar disajikan dalam
laporan keuangan yang terdiri dari neraca, laporan laba rugi, da
n laporan
perubahan posisi keuangan. Pihak luar yang menggunakan laporan
keuangan
meliputi pemegang saham, kreditur, badan atau lembaga pemerint
ah, dan
masyarakat umum dimana masing-masing pihak tersebut mempunyai
kepentingan yang berbeda. Informasi ini disajikan dan disusun berdasa
rkan
aturan dasar yang dinamakan Standar Akuntansi Keuangan (SAK). St
andar
akuntansi keuangan tersebut dipakai untuk menyusun laporan
keuangan.
Laporan keuangan untuk pihak luar menyajikan suatu gambaran
menyeluruh
tentang kondisi keuangan dan hasil usaha suatu organisasi. Pihak ma
najemen
memerlukan informasi akuntansi keuangan yang lebih rinci (Mulyadi,
1995 ;
Hansen & Mowen, 2005).
Holmes dan Nicholls (1989) menjelaskan bahwa kekurangan informasi
akuntansi dalam manajemen perusahaan dapat membahayakan
operasiona
l
perusahaan. Kondisi keuangan yang memburuk dan kekurangan
catatan akuntans
i
akan membatasi akses untuk memperoleh informasi yang diperlukan,
sehing
ga
akan menyebabkan kegagalan perusahaan. Oleh karena itu
penggunaan infor
masi
akuntansi berpengaruh terhadap perencanaan dan pengendalian
perusahaan
(Roberts, Dunne, dan Ezell ; 1980).
Beberapa penelitian lain mengungkapkan bahwa kelemahan keuangan
dan
faktor-faktor yang mempengaruhi merupakan salah satu alasan utama
kegagalan
perusahaan kecil dan menengah (Peterson, Kometsky & Ridgway,
1993; M
onk,
2000). Kekurangan catatan akuntansi akan menimbulkan masalah
perpajakan at
au
institusi pemerintah lainnya, dan juga menyulitkan manajer perusah
aan untuk
mengukur prestasi perusahaan. Wichman (1983) menjelaskan bahwa
kap
abilitas
akuntansi merupakan faktor penting yang akan mempengaruhi
kesuksesan d
an
kegagalan perusahaan kecil dan menengah.
Faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan informasi akuntansi
pada
usaha kecil dan menengah menurut Holmes dan Nicholls (1988) antara
lai
n
pengetahuan akuntansi, skala usaha, jenis usaha dan pengalaman u
saha.
Holmes dan Nicholls (1988) mengklasifikasikan informasi akuntansi
dalam tiga jenis yang berbeda menurut manfaatnya bagi para pema
kai, yaitu:
a)
statutory accounting information,
merupakan informasi yang harus disiapkan
sesuai dengan peraturan yang ada; b)
budgetary information
, yaitu informasi
akuntansi yang disajikan dalam bentuk anggaran yang berguna bagi
pihak inte
rnal
dalam perencanaan, penilaian dan pengambilan keputusan dan c)
additional
accounting information
, yaitu informasi akuntansi lain yang disiapkan perusahaan
guna meningkatkan efektifitas pengambilan keputusan manajer. Konsep
i
nformasi
akuntansi Holmes dan Nicholls inilah yang digunakan dalam penelitia
n ini, karena
konsep informasi akuntansi Holmes dan Nicholls mencakup seluruh
infor
masi
akuntansi yang dibutuhkan oleh perusahaan.
Menurut Cushing dan Romney (1994 : 2) informasi agar dapat berman
faat
harus memenuhi beberapa kriteria. Informasi harus dapat diandalkan
(
reliable
),
relevan, tepat waktu, lengkap, dapat dimengerti dan dapat
diuji. Dapat diandalkan
berarti bebas dari kesalahan atau bias, harus pula menunjukkan kej
adian atau
aktivitas perusahaan secara tepat. Relevan berarti informas
i tersebut mempunyai
manfaat bagi pemakainya. Relevansi informasi untuk tiap-tia
p orang berbeda satu
sama lainnya. Tepat waktu berarti informasi tersebut harus dat
ang tepat waktu,
karena informasi yang usang tidak berguna bagi pengambilan keputusa
n. Lengkap
berarti informasi tersebut memuat seluruh data yang relevan.
Informasi tersebut
dapat dimengerti jika disajikan dalam bentuk yang bermanfaat dan
dapat dicerna
oleh pemakai. Informasi tersebut dapat diuji berarti dua or
ang yang independen
dapat memproduksi informasi yang sama.
Informasi akuntansi yang dihasilkan oleh pihak manajemen perusahaan
mempunyai beberapa karakteristik kualitatif yang harus dimiliki.
Karakteristikkarakteristik kualitatif tersebut akan membedakan informasi yang
bermanfaat
dengan informasi yang kurang bermanfaat bagi penggunanya. Dalam
pem
ilihan
metode akuntansi yang akan digunakan perusahaan, karakteristik-kara
kteristik
tersebut haruslah menjadi salah satu dasar pertimbangan pemilih
an metode
akuntansi yang akan digunakan. Menurut
Statement of Financial Accounting
(SFAC) No. 2 karakteristik kualitatif dari informasi akuntansi
adalah sebagai
berikut :
1.
Relevan maksudnya adalah kapasitas informasi yang dapat mendorong
sua
tu
keputusan apabila dimanfaatkan oleh pemakai untuk kepentingan
memprediksi hasil di masa depan yang berdasarkan kejadian waktu l
alu dan
sekarang. Ada tiga karakteristik utama yaitu:
a.
Ketepatan waktu (
timeliness
), yaitu informasi yang siap digunakan para
pemakai sebelum kehilangan makna dan kapasitas dalam pengambilan
keputusan;
b.
Nilai prediktif (
predictive value
), yaitu informasi dapat membantu
pemakai dalam membuat prediksi tentang hasil akhir dari kejadia
n yang
lalu, sekarang dan masa depan;
c.
Umpan balik (
feedback value
), yaitu kualitas informasi yang
memngkinkan pemakai dapat mengkonfirmasikan ekspektasinya yang
telah terjadi di masa lalu.
2.
Reliable, maksudnya adalah kualitas informasi yang dijamin bebas
dari
kesalahan dan penyimpangan atau bias serta telah dinilai dan disaj
ikan secara
layak sesuai dengan tujuannya. Reliable mempunyai tiga karakter
istik utama
yaitu:
a.
Dapat diperiksa (
veriviability
), yaitu konsensus dalam pilihan pengukuran
akuntansi yang dapat dinilai melalui kemampuannya untuk meyakinkan
bahwa apakah informasi yang disajikan berdasarkan metode tertent
u
memberikan hasil yang sama apabila diverivikasi dengan metod
e yang
sama oleh pihak independen;
b.
Kejujuran penyajian (
representation faithfulness
), yaitu adanya kecocokan
antara angka dan diskripsi akunatnsi serta sumber-sumbernya;
c.
Netralitas (
neutrality
), informasi akuntansi yang netral diperuntukkan bagi
kebutuhan umum para pemakai dan terlepas dari anggapan mengenai
kebutuhan tertentu dan keinginan tertrentu para pemakai khusus infor
masi.
3.
Daya Banding (
comparability
), informasi akuntansi yang dapat dibandingkan
menyajikan kesamaan dan perbedaan yang timbul dari kesamaan dasar
dan
perbedaan dasar dalam perusahaan dan transaksinya dan tidak
semata-m
ata
dari perbedaan perlakuan akuntansinya.
4.
Konsistensi (
consistency
), yaitu keseragaman dalam penetapan kebijaksanaan
dan prosedur akuntansi yang tidak berubah dari periode ke periode.
Gambar 2.1.
A Hierarchy of Accounting Qualities
Users of
Accounting information
Pervasive
Constraint Benefits > Costs
User Specific
Qualities
Primary
Decision Specific
Qualities
Ingredients of
Primary Qualities
Secondary aand
Interactive Qualities
Thershold for Materiality
Recognition
Sumber : SFAC No. 2, P.15
Decision Makers and Their
Characteristics (for
example, understanding or
prior knowledge
Understandibility
Decision Usefulness
Relevance
Reliability
Predictive
Value
Feedback
Value
Timeliness
Veriablity
Representational
Faithfulness
Comparability
(Including consistency)
Neutrality