DIMMER
Rangkaian dimmer lampu pijar ini berfungsi untuk mengatur tingkat intensitas cahaya
penerangan lampu pijar. Rangkaian dimmer ini cukup sederhana dan menggunakan komponen
utama berupa TRIAC dan DIAC, daya output rangkaian dimmer ini dapat digunalan untuk
mengendalikan intensitas cahaya lampu pijar dengan daya 5 Watt.
Rangkaian dimmer lampu pijar pada gambar diatas dapat digunakan untuk jaringan listrik PLN
220VAC. Untuk mengatur terang rdupnya intensitas pancaran cahaya lampu pijar dapat
dilakukan dengan mengatur tuas potensiometer P1 100 KOhm pada rangkaian dimmer lampu
pijar diatas. Pada prinsipnya rangakaian dimmer ini mengatur tegangan yang diberikan untuk
menyalakan lampu pijar menggunakan TRIAC sebagai komponen utama. Semakin besar
tegangan gate TRIAC maka semakin kuat intensitas cahaya yang dihasilkan. Pengaturan
tegangan bias TRIAC dikendalikan oleh potensiometer P1 100 KOHm kemudian diberikan ke
DIAC Di1 tipe DB3 untuk memberikan tegangan bias pada pin gate TRIAC Tri 1.
Rangkaiandimmer lampu pijar diatas cukup sederhan dan dapat dibuat pada PCB yang kecil
ataupun dirakit secara langsung tanpa PCB. TRIAC Tri 1 perlu dilengkapi dengan pendingin
(heat sink) untuk menyerap panas yang dihasilkan pada saat rangkaain dimmer lampu PIJAR ini
bekerja.
Nah berikut ini merupakan rangkaian dari Dimmer :
Komponen yang diperlukan untuk merangkai Dimmer Lampu yaitu :
1.1 Triac BT136
TRIAC atau Triode for Alternating Current (Trioda untuk arus bolak-balik) adalah sebuah
komponen elektronik yang kira-kira ekivalen dengan dua SCR yang disambungkan antiparalel
dan kaki gerbangnya disambungkan bersama. Nama lain TRIAC adalah Bidirectional Triode
Thyristor. Ini menunjukkan saklar dua arah yang dapat mengalirkan arus listrik ke kedua arah
ketika dipicu (dihidupkan). Ini dapat dipicu baik dengan tegangan positif atau pun negatif pada
elektrode gerbang. Sekali dipicu, komponen ini akan terus menghantarkan sampai arus yang
mengalir lebih rendah dari arus genggamnya, misal pada akhir paruh siklus dari arus bolak-balik.
Hal tersebut membuat TRIAC sangat cocok untuk mengendalikan tegangan AC, memungkinkan
pengendalian arus yang sangat tinggi dengan arus kendali yang sangat rendah.
1.2 OPTOCOPLER
Optocoupler dibentuk dari penggabungan sebuah sumber cahaya dengan fototransistor. Dioda
cahaya sebagai sumber cahaya dipasang langsung dengan sumber tegangan. Keluaran dari
sumber cahaya akan berbanding lurus dengan tegangan masukan pada dioda cahaya.
Optocoupler atau optoisolator merupakan paket elektronik murni, jalur cahaya didalamnya yakni
infra merah tertutup dalam sebuah paket. Ini menyebabkan transfer energi listrik dalam satu arah,
dari infra merah ke fotodetektor, sambil mempertahankan isolasi listrik. Fungsi optocoupler pada
umumnya selain sebagai sensor (dengan kemasan tertentu) digunakan pula pada rangkaian listrik
sebagai isolasi dari rangkaian kendali dan rangkaian tegangan tinggi (daya).
1.3 RESISTOR
Resitor adalah komponen elektronik dua kutub yang befungsi untuk menahan arus listrik, nilai
tegangan terhadap resistansi berbanding terbalik dengan arus yang mengalir, berdasarkan hukum
Ohm. Resistor merupakan komponen pasif.
1.4 KAPASITOR
Kapasitor juga disebut sebagai kondensator adalah suatu alat yang dapat menyimpan energi di
dalam medan listrik, dengan cara mengumpulkan ketidakseimbangan internal dari muatan listrik.
Kondensator memiliki satuan yang disebut Farad dari nama Michael Faraday. Kondensator juga
dikenal sebagai "kapasitor", namun kata "kondensator" masih dipakai hingga saat ini.
Kondensator bipolar mempunyai dua kaki dan dua kutub yaitu positif dan negatif serta memiliki
cairan elektrolit dan biasanya berbentuk tabung. Sedangkan jenis yang satunya lagi disebut
nonpolar tidak mempunyai kutub positif atau negatif pada kakinya, kebanyakan berbentuk bulat
pipih berwarna coklat, merah, hijau dan lainnya seperti tablet atau kancing baju.
1.5 KIPROK
Kiprok dalam rangkaian ini berfungsi menggantikan dioda bridge yaitu untuk regulator tegangan
agar tetap stabil 12 Volt. Kiprok ang digunakan mempunyai kekuatan 2 Ampere karena trafo
yang digunakan berkekuatan 1 ampere sehingga agar rangkaian aman, penyusun menggunakan
kiprok yang berkekuatan 2 ampere. Untuk membuat penyearah pada power supply, di pasaran
banyak terjual dioda bridge. Dioda ini adalah dioda silicon yang dirangkai menjadi suatu bridge
dan dikemas menjadi satu kesatuan komponen. Di pasaran terjual berbagai bentuk dioda bridge
dengan berbagai macam kapasitasnya. Ukuran dioda bridge yang utama adalah voltage dan
ampere maksimumnya.
1.6 IC TIMER 555
Apabila supply diberikan, Vcc=0 Volt. Kaki 2 memberi trigger dari tegangan yang tinggi (Vcc)
menuju 1/3 Vcc(<1/3 Vcc), kaki 3(output) akan high dan pada saat tersebut kaki 7 mempunyai
nilai hambatan yang besar terhadap Ground atau kaki 7 akan High Impedance. C1 diisi melalui
Vcc R1 R2 C1, Setelah 0,7 (R1+R2) C1 detik, maka tegangan C1=2/3 Vcc. Sehingga kaki
3(ouput) akan Low, pada saat tersebut, kaki 7 akan mempunyai nilai hambatan yang rendah
sekali terhadap Ground atau pin 7 akan Low Impedance. C1 membuang muatan, setelah 0,7(R2)
C1 detik, maka Teg C1=1/3 Vcc. Trigger terjadi lagi sehingga output akan High. Pin 7 akan high
Impedance dan C1 diisi kembali.
Cara Kerja Dimmer
1. Tegangan ac masuk ke travo. Output travo sebesar 220V.
2. Tegangan masuk ke dioda bridge. Dioda bridge dengan kapasitor 1000F 16V. Menggunakan
C 1000F karena semakin besar nilai faradnya maka gelombang DC semakin halus. Untuk
ukuran tegangan kapasitor yang dipakai, memakai 16V karena tegangan output dari trafo sebesar
12V, jadi nilai tegangan kapasitor harus lebih besar dari tegangan output untuk mengantisipasi
Rangkaian ini juga untuk menyuplai rangkaian counter pembangkit pulsa dengan IC 555 + MOC
. agar tegangan DC yang keluar tetap konstan
3. Dioda Bridge tanpa C (langsung ke rangkaian) atau langsung ke LM339. LM339 sebagai
pembanding dan bekerja sebagai pengaman tegangan sinus
4. Keluaran output kaki 3 pada IC 555 mengandung pulsa terlalu tinggi dan dikecilkan dengan
resistor 1K agar keluaran pulsa menjadi rendah. Lalu dikuatkan dengan transistor TIP41C dan
dimasukkan ke kaki emitor.
Cara Membuat Dimer Lampu Pijar dengan Triac
Pada postingan kali ini saya akan membuat rangkaian dimmer lampu pijar
sederhana dengan TIC 226..
langsung saja ini rangkaiannya..
Gambar. Dimmer Lampu
Daftar Komponen:
R 10K
Potensio 100K
Capasitor
Triac (TIC 226) atau Q 4004 lt
Lampu pijar
Cara keja rangkaian ini adalah untuk mengontrol terang dan redup lampu pijar,
biasanya rangkaian ini digunakan untuk menetaskan telur ayam. rangkaian ini
cukup sederhana untuk dibuat pembelajaran tenaga listrik karena prinsip kerjanya
hanya memotong gelombang sinus positif, mengapa positif karena triac sama saja
rangkaian dioda yang dibolak-balik jadi tegangan output hanya positifnya saja yang
terpotong. untuk variasi rangkaiannya dapat dikembangkan lagi bisa menggunakan
digital maupun analog.