RINGKASAN INVENTORY
Inventory Control : Pengendalian terhadap semua barang yang dimiliki oleh perusahaan dan
dipakai dalam proses produksi barang maupun non barang (jasa).
Fungsi dari Inventory adalah :
1. Pengendalian Avalibility
2. Pengendalian Perputaran Stok
3. Pengendalian Lead Time
4. Pengendalian Order
5. Pengendalian Physic
6. Pengelolaan Non Moving Item
7. Pengelolaan Data (System Informasi)
8. Pengendalian Kualitas Barang
Istilah yang sering digunakan dalam proses invetory
Stock On Hand (SOH) adalah jumlah suatu barang yang benar-benar tersedia di dalam gudang
atau tempat penyimpanan dan dihitung dalam satuan jumlah.
Avalibility adalah tingkat ketersediaan suatu barang terhadap permintaannya dan dihitung
dalam prosentase.
Supply adalah jumlah yang dapat dipenuhi oleh suatu barang dan dihitung dalam satuan jumlah.
Demand (D) adalah jumlah yang diminta oleh suatu barang dan dihitung dalam satuan jumlah.
Call (C) adalah frequensi atau tingkat keseringan permintaan suatu barang dalam periode
tertentu.
Mortality (M) adalah kebutuhan rata-rata suatu barang dalam periode tertentu dan dihitung
dalam satuan jumlah.
MT =
DEMAND + SUPPLY
24
Frequensi Order (FO) adalah selang waktu yang diperlukan dalam setiap kali pemesan
terhadap suatu barang apabila barang tersebut sudah mencapai jumlah tertentu dan dihitung
dalam waktu.
Lead Time (LT) adalah selang waktu yang dibutuhkan oleh suatu barang sejak pemesanan
hingga barang tersebut sampai di gudang dan dihitung dalam satuan waktu.
LT = OLT + DLT
Order Lead Time (OLT) adalah selang waktu yang diperlukan oleh suatu barang sejak proses
pengechekan persediaan sampai dokumen pemesanan sampai ke tangan supplier (vendor) dan
dihitung dalam satuan waktu.
Delivery Lead Time (DLT) adalah selang waktu yang diperlukan oleh supplier sejak dokumen
pemesanan diterima sampai barang tersebut diterima oleh gudang (tempat penyimpanan) dan
dihitung dalam satuan waktu
On Order (OO) adalah jumlah pemesanan suatu barang tetapi barang tersebut secara phisik
belum sampai ke dalam gudang (tempat penyimpanan).
Reserve (R) adalah jumlah suatu barang yang dicadangkan terhadap suatu permintaan tetapi
barang tersebut belum memotong stok gudang.
Free Balance (FB) adalah jumlah persediaan suatu barang yang ada di gudang (tempat
penyimpanan) ditambah dengan jumlah pemesanan dan dikurangi dengan jumlah yang
dicadangkan untuk permintaan tertentu.
FB = ( SOH + OO ) R
Safety Stock (SS) adalah besaran yang ditentukan agar ketersediaan suatu barang tidak sampai
out stock ataupun over stock dan dihitung dalam satuan waktu.
Minimum Level (Batas Bawah) adalah merupakan batas jumlah persediaan yang paling rendah
sehingga dimungkinkan untuk menghindari terjadinya stock out (kekurangan persediaan).
MINIMUM = ( SS + LT ) X MT
Maksimum Level (Batas Atas) adalah merupakan batas jumlah persediaan yang paling tinggi
sehingga dimungkinkan untuk menghindari terjadinya stock over (kelebihan persediaan).
MAKSIMUM = ( SS + LT + FO ) X MT
Maksud dan tujuan penentuan batas minimum dan maksimum adalah agar tercapai tingkat
ketersedian yang tinggi dengan investasi yang wajar (ekonomis).
Sesuai dengan prinsip PARETTO maka dengan pengendalian terhadap 20% stock barang
diharapkan dapat dicapai tingkat ketersediaan sebesar 80%, dan oleh sebab itu maka
pengendalian terhadap FAST MOVING STOCK harus dilakukan dengan ketat dan optimal, untuk
peranan historikal data suatu barang sangat penting.
Jika FB Minimum maka barang tersebut harus dipesan sejumlah Maksimum Free Balance,
dan jika FB > Maksimum maka barang tersebut tidak perlu dipesan.