100% menganggap dokumen ini bermanfaat (2 suara)
702 tayangan5 halaman

Memahami Box Plot dan Dot Plot

Box plot merupakan salah satu cara visualisasi data yang menunjukkan rata-rata, median, persentil 25 dan 75, serta outlier. Terdiri dari bagian tengah, batas atas dan bawah, nilai terdekat, dan outlier. Sangat berguna untuk mengidentifikasi outlier dan membandingkan distribusi data. Dot plot dan stem-and-leaf plot juga merupakan cara visualisasi data yang menampilkan titik data secara individual maupun kelompok.

Diunggah oleh

Alfa Kaban
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (2 suara)
702 tayangan5 halaman

Memahami Box Plot dan Dot Plot

Box plot merupakan salah satu cara visualisasi data yang menunjukkan rata-rata, median, persentil 25 dan 75, serta outlier. Terdiri dari bagian tengah, batas atas dan bawah, nilai terdekat, dan outlier. Sangat berguna untuk mengidentifikasi outlier dan membandingkan distribusi data. Dot plot dan stem-and-leaf plot juga merupakan cara visualisasi data yang menampilkan titik data secara individual maupun kelompok.

Diunggah oleh

Alfa Kaban
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Box Plot

Salah satu kesimpulan secara grafik dari sebuah data set, box plot secara umum
menunjukkan rata rata, median persentil 25 dan 75, dan outliers. Box plot yang
standar terdiri dari bagian median, upper hinge, lower hinge, upper adjacent value,
lower adjacent value, outside values, dan far out values. Box plot sangat berguna
untuk mengidentifikasi outliers dan membandingkan distribusi data. Beberapa
langkah dalam membuat box plot diantaranya :
1. Menentukan persentil 25, 50, dan 75 dalam nilai distribusi. Nilai persentil 25 dan
75 dijadikan batas jangkauan untuk membuat box, dan nilai persentil 50
digambar di dalam box tersebut.

Gambar 1. Contoh penggambaran box plot untuk persentil 25, 50, dan 75 ([Link]

2. Menentukan nilai nilai untuk median, upper hinge, lower hinge, upper
adjacent value, lower adjacent value, outside values, dan far out values. Untuk
memudahkan, perhatikan table berikut.
Tabel 1. Formula yang digunakan untuk menentukan nilai nilai dalam pembuatan box plot
([Link]

Name
Upper Hinge
Lower Hinge
H-Spread
Step
Upper Inner
Fence
Lower Inner
Fence
Upper Outer
Fence
Lower Outer
Fence

Formula
75th Percentile
25th Percentile
Upper Hinge - Lower Hinge
1.5 x H-Spread
Upper Hinge + 1 Step

Valu
e
20
17
3
4.5
24.5

Lower Hinge - 1 Step

12.5

Upper Hinge + 2 Steps

29

Lower Hinge - 2 Steps

Upper
Adjacent
Lower
Adjacent
Outside Value
Far Out Value

Largest value below Upper Inner Fence

24

Smallest value above Lower Inner Fence

14

A value beyond an Inner Fence but not beyond an


Outer Fence
A value beyond an Outer Fence

29
Non
e

3. Taruh whiskers diatas dan di bawah tiap box untuk memberikan informasi
tambahan mengenai persebaran data. Whiskers merupakan garis vertical yang
diakhiri dengan sebuah garis horizontal, dan ditarik dari upper dan lower hinge
ke upper dan lower adjacent values.

Whisker
s

Gambar 2. Contoh penggambaran box plot dengan whiskers ([Link]

4. Meskipun whiskers tidak digambarkan hingga ke luar atau far out values,
tetap dapat digambarkan pada box plot dengan menambahkan tanda
tambahan diluar whiskers. Tanda di luar nilai secara spesifik diindikasikan
dengan o kecil dan far out values ditandai dengan asterisk (*). Setelah
menggambarkan nilai mean dengan tanda (+), box plot pun selesai.

Gambar 3. Box plot lengkap ([Link]

Stem and Leaf Display


Stem and Leaf Display merupakan metode grafik dari penampilan data. Hal ini
sangat berguna ketika data yang ada tidak terlalu banyak. Sebagai contoh, anggap
data yang menunjukkan jumlah pass pada touchdown dalam permainan football
(Amerika) yang dilempar oleh tiap 31 tim dalam liga NFL pada tahun 2000.
Tabel 2. Jumlah pass dalam touchdown ([Link]

37, 33, 33, 32, 29, 28, 28, 23, 22, 22, 22, 21, 21,
21, 20, 20, 19, 19, 18, 18, 18, 18, 16, 15, 14, 14,
14, 12, 12, 9, 6

Stem dan Leaf Display dari data tersebut digambarkan sebagai berikut.

3|2337
2|001112223889
1|2244456888899
0|69
Gambar 4. Stem and leaf display dari pass dalam touchdown
([Link]

Bagian kiri dari gambar merupakan stem, yang berisi angka 3, 2, 1, dan 0, tersusun
sebagai kolom di kiri dari bar. Anggap angka angka tersebut merupakan digit
puluhan. Sebagai contoh, stem dari 3 dapat digunakan untuk merepresentasikan
digit puluhan apapun dalam tiap angka dari 30 sampai 39. Angka di sebelah kanan
bar merupakan daun (leaves), dan merepresentasikan digit satuan. Tiap daun
dalam grafik tetap, sebagai hasil dari penambahan daun pada 10 dikalikan dengan
stem-nya.
Untuk menjelaskannya, periksa Gambar 4 leih dekat. Pada baris paling atas,
keempat daun dari kanan stem 3 adalah 2, 3, 3, dan 7. Jika dikombinasikan dengan
stem nya, daun ini merepresentasikan angka 32, 33, 33, dan 37, yang merupakan
angka dari TD pass untuk empat tim pertama pada Tabel 2. Baris selanjutnya
memiliki stem 2 dan 12 daun, merepresentasikan 12 titik data, yakni, dua kejadian
20 TD pas, tiga kejadian 21 TD pas, tiga kejadian 22 TD pas, satu kejadian 23 TD
pas, dua kejadian 28 TD pas, dan satu kejadian 29 TD pas. Pada stem 0, terdapat 2
daun yang menunjukkan nilai 6 TD pas dan 9 TD pas.

Dot Plot
Dot plot dapat digunakan untuk menampilkan tipe informasi yang beragam. Dot
plot mengandung titik - titik data yang terplot pada skala yang cukup sederhana,
khususnya menggunakan lingkaran yang berisi. Terdapat dua tipe dot plot yang
sangat umum, namun berbeda, yakni Wilkinson dot plot yang digunakan sebelum
adanya computer untuk menggambarkan distribusi data, dan Cleveland dot plot
sebagai alternatif dari grafik bar, dimana titik digunakan untuk menggambarkan
nilai kuantitatif yang berhubungan dengan variable kategorikal.
Dot plot digunakan sebagai representasi dari distribusi data mengandung
kelompok titik data diplot pada sebuah skala sederhana. Dot plot digunakan
untuk data kontinu, kuantitatif, dan univariate. Titik titik data dapat diberi label
jika hanya terdapat sedikit. Dot plot cocok untuk data ukuran kecil hingga
sedang. Sangat berguna untuk menandai cluster dan gap, juga outliers.
Keuntungan lainnya adalah konservasi dari informasi numerik. Ketika berhadapan
dengan data set yang lebih besar (sekitar 20-30 atau lebih titik data), stemplot,
box plot atau histogram yang berhubungan menjadi lebih effisien, karena dot plot
dapat menjadi terlalu berantakan. Dot plot dapat dipisahkan dari histogram

dalam yang di dalam nya titik titik tidak berjarak sama (uniform) di sepanjang
sumbu horizontal.
Dot plot juga dapat mengacu kepada plot dari titik titik dimana tiap titik
menjadi milik dari satu dari beberapa kategori. Sebagai alternatif dari grafik bar
atau pie, dot plot terlihat seperti grafik bar horizontal yang diganti dengan titiktitik pada nilai yang berasosiasi dengan tiap kategori. Cleveland berargumen, jika
dibandingkan dengan bar vertical dan pie, dot plot dapat menghasilkan
interpretasi yang lebih akurat dari grafik oleh pembaca dengan memberikan label
yang lebih mudah dibaca, mengurangi kekacauan dan memudahkan table lookup.

Gambar 5. Contoh dot plot dari jumlah M&Ms dengan warna beragam dalam sekantung permen
M&Ms ([Link]

Anda mungkin juga menyukai