2G Introduction
Contents
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
Evolusi Teknologi 2G
2G Introduction
Network Planning GSM
2G Network Architecture
2G Multiple Access
2G Number Planning
2G Channels
2G Power Control
2G Frequency Hopping
olusi Teknologi 2G
G Introduction
2G (Second Generation) adalah singkatan dari teknologi generasi kedua telepon seluler. Teknologi
seluler ini hadir menggantikan teknologi seluler pertama, 1G yang menggunakan system analog
seperti AMPS (Advanced Mobile Phone System). Selain melayani komunikasi suara, 2G juga dapat
melayani komunikasi teks, yakni SMS.
Teknologi GSM menggunakan sistem TDMA dengan alokasi kurang lebih sekitar delapan pengguna
di dalam satu channel frekuensi sebesar 200 KHz per satuan waktu. Awalnya, frekuensi yang
digunakan adalah 900 MHz. Pada perkembangannya frekuensi yang digunakan adalah 1800 MHz
dan 1900 MHz. Kelebihan dari GSM adalah interface yang lebih bagi para provider maupun para
penggunanya. Selain itu, kemampuan roaming antarsesama provider membuat pengguna dapat
bebas berkomunikasi.
TDMA (Time Division Multiple Access) adalah teknologi dimana pembagian alokasi frekuensi radio
berdasarkan satuan waktu.
GPRS (General Packet Radio Service) 2.5G adalah terobosan terbaru di generasi kedua ini.
Secara teori kecepatan GPRS mampu mencapai 115 kbps walau kenyataan kini berkata lain.
Pada awalnya, 2G menggunakan FDMA (Frequency Division Multiple Access) dimana teknologi ini
membagi alokasi frekuensi radio berdasarkan frekuensi. Tetapi seiring berjalannya waktu,
teknologi ini kurang efisien karena terlalu boros resource frekuensi sehingga digunakan lah
metode lain yang lebih efisien yaitu TDMA (Time Division Multiple Access).
etwork Planning GSM
GSM
Freq Planning sangat penting untuk
meminimalisir co-frequency dan adjacent freq
interference
Kapasitas tetap yang dibatasi oleh carrier dan
timeslot
Coverage berdasarkan transmit power dan
demodulasi receiver
Overlapping cell akan menyebabkan bad
Quality dan Handover yang tidak tepat
Network Architecture
Legend
UE
UE : User Equipment
BSC
: Base Station Control
TRAU : Transcoder Unit
MSC : Mobile Switching Centre
VLR
: Visitor Location Register
GMSC: Gateway MSC
HLR
: Home Location Register
AuC
: Authentication Centre
EIR : Equipment Identity Register
SGSN : Serving GPRS Support
Node
GGSN: Gateway GPRS Support
Node
PDN : Public Data Network
PTSN: Public Telephone Switch
Network
G Multiple Access
G Multiple Access
FDMA (Frequency Division Multiple Access) adalah teknologi dimana pembagian alokasi
frekuensi radio berdasarkan frekuensi.
FDMA menggunakan frekuensi yang berbeda-beda agar terbentuk komunikasi.
Alokasi frekuensi yang disediakan dibagi menjadi beberapa individual channels (untuk
transmit dan receive)
Setiap channel hanya memberikan traffic untuk 1 subscriber atau beberapa control
informasi
G Multiple Access
TDMA (Frequency Division Multiple Access) adalah teknologi dimana pembagian alokasi
frekuensi radio berdasarkan slot waktu.
TDMA menggunakan timeslot yang berbeda-beda agar terbentuk jalinan komunikasi
yang kontinyu.
Frekuensi dibagi menjadi saluran berdasarkan waktu dimana sinyal yang berbeda
menempati timeslot yang berbeda dalam urutan tertentu. Sehingga banyak sinyal yang
ditransmisikan pada frekuensi yang sama dalam waktu yang berbeda.
G Multiple Access
CDMA (Frequency Division Multiple Access) adalah teknologi dimana pembagian alokasi
frekuensi radio berdasarkan code.
CDMA bekerja dengan cara mengkodekan data dengan sebuah kode khusus yang
diasosiasikan dengan tiap kanal dalam 1 frekuensi bersama.
Alokasi frekuensi yang disediakan digunakan bersama dengan mengatur level
interference di setiap cell
G Number Planning
Pengkodean identity cell merujuk kepada standar internasional dimana terdapat MCC,
MNC, LAC, CI, BCC, NCC
MCC+MNC+LAC disebut dengan LAI (Location Area Identification)
LAI adalah kode internasional untuk lokasi area network
MCC
MNC
LAC
Location Area Identification
MCC (Mobile Country Code) adalah identifikasi suatu Negara dengan
menggunakan 3 digit angka. Sebagai contoh, MCC Indonesia adalah
510
MNC (Mobile Network Code) adalah identifikasi sebuah mobile
network dengan menggunakan 2 digit angka. Sebagai contoh, MNC
Telkomsel adalah 10
LAC (Location Area Code) adalah identifikasi yang digunakan untuk
menunjukan area dari kumpulan beberapa cell.
G Number Planning
Selain LAI (Location Area Identity), suatu cell perlu identitas internasional yang unik
yang disebut dengan CGI (Cell Global Identity)
Format CGI adalah LAI + CI
CI (Cell Identity) adalah identifikasi sebuah cell dalam jaringan seluler. Dalam sebuah
mobile network, CI yang sama dapat digunakan untuk 2 (atau lebih) cell yang berbeda,
asalkan tidak dalam 1 LAC.
MCC
(510)
MNC
(10)
LAC
(8061)
Cell Global Identity
CI
(63712)
G Number Planning
Selain CGI (Cell Global Identity), perlu adanya tambahan identitas untuk membedakan
antar Base Station yaitu BSIC (Base Station Identification Color Code)
BSIC (Base Station Identification Color Code) adalah kode yang digunakan dalam
jaringan GSM agar base station teridentifikasi secara unik. Kode ini diperlukan karena
ada kemungkinan bahwa MS menerima broadcast channel dari lebih dari satu base
station pada frekuensi yang sama. Hal ini disebabkan adanya frekuensi re-use dalam
jaringan seluler.
Setiap Base Station memiliki BSIC sendiri, dimana kode ini selalu ditransmitkan pada
broadcast channel sehingga MS dapat membedakan antara BTS yang satu dengan yang
lain. BSIC terdiri dari NCC (Network Color Code) dan BCC (Base Station Color Code)
NCC (Network Color Code) adalah kode yang digunakan untuk membedakan antar
mobile network provider
BCC (Base Station Color Code) adalah kode yang digunakan untuk membedakan
beberapa cell yang di assign pada frequency yang sama.
G Channels
Physical Channel adalah
kanal dimana informasi
dibawa. Lebar frekuensi
200KHz dan burst
0.577ms. Physical
Channel didefinisikan
sebagai timeslot
Logical Channel adalah
kanal dimana informasi
yang diberikan untuk
dibawa oleh Physical
Channel
G Channels
Terdapat 2 Logical Channel pada GSM yaitu TCH (Traffic Channel) dan CCH (Control
Channel)
TCH (Traffic Channel) digunakan untuk mengirim informasi traffic termasuk data dan
voice
CCH (Control Channel) atau bisa disebut Signaling Channel digunakan untuk segala
bentuk control informasi
G Channels
FCCH (Frequency Correction Channel) digunakan untuk mengirim frekuensi pembawa
pada BTS
SCH (Syncronization Channel) digunakan untuk mengirim informasi tentang struktur
frame TDMA dan BSIC.
BCCH (Broadcast Control Channel) digunakan untuk mengirim informasi umum seperti
LAI (Location Area Identity), daya pancar maksimum yang diperbolehkan oleh cell dan
identitas frekuensi BCCH neighbor cell.
PCH (Paging Channel) digunakan untuk memancarkan pesan paging untuk
mengindikasikan adanya panggilan masuk atau SMS. Pesan paging yang dikirim berisi
nomor pelanggan yang akan dihubungi oleh network.
RACH (Random Access Channel) digunakan pada arah uplink dari MS ke BTS untuk
menerima permintaan channel untuk melakukan call setup.
AGCH (Access Grant Channel) digunakan pada arah downlink dari BTS ke MS sebagai
kanal untuk merespon permintaan service. Setelah AGCH diberikan, BTS akan
mengirimkan paging untuk pemberian SDCCH
SDCCH (Stand Alone Dedicated Channel) digunakan untuk kanal signaling, SMS, call
setup process sebelum dipindahkan ke kanal TCH
SACCH (Slow Associated Control Channel) digunakan oleh untuk mengatur daya pancar
G Power Control
Digunakan pada uplink dan
downlink. Power setting
dapat dikontrol secara
independen
Kegunaan power control
adalah:
1. Save battery power
2. Mengurangi co-channel
dan co-adjacent
interference
BCCH bersifat fixed power
sehingga tidak ada power
control.
G Power Control
DTX (Discontinuous Transmission) adalah saat dimana MS secara temporary berhenti
transmit atau mute dikarenakan tidak adanya aktifitas voice
VAD (Voice Activity Detection) adalah tehnik yang digunakan saat proses voice dimana
network mengetahui ada atau tidaknya suara yang terdeteksi
G Frequency Hopping
G Frequency Hopping
Frequency hopping adalah tehnik yang digunakan agar pengalokasian frekuensi
bergerak terus secara berkelanjutan untuk meningkatkan penetrasi user dalam network.
Frequency hopping dibagi menjadi 2 yaitu Baseband Hopping (BBH) dan Synthesizer
Frequency Hopping (SFH)
G Frequency Hopping
Karakteristik Baseband Hopping (BBH) yaitu:
- Unit Radio hanya akan transmit menggunakan frekuensi yang sama
- Jumlah frequency hopping = Jumlah Trx
- BCCH dapat melakukan hopping pada timeslot 1 sampai 7 (tanpa power control/DTX)
Karakteristik Synthesizer Frequency Hopping (SFH) yaitu:
- Unit Radio akan berubah (retune) setiap frequency burst
- Jumlah frequency hopping > jumlah Trx
- BCCH tidak dapat melakukan hopping