0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
41 tayangan12 halaman

Remote LCT untuk C-Node dan V-Node

Ringkasan dokumen tersebut adalah: 1. Remote LCT perangkat multiplex C-Node dan V-Node memungkinkan pemeliharaan perangkat dilakukan secara remote tanpa harus mendatangi lokasi fisik, sehingga dapat mempercepat penanganan gangguan dan menekan biaya operasional.

Diunggah oleh

baskorobo
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
41 tayangan12 halaman

Remote LCT untuk C-Node dan V-Node

Ringkasan dokumen tersebut adalah: 1. Remote LCT perangkat multiplex C-Node dan V-Node memungkinkan pemeliharaan perangkat dilakukan secara remote tanpa harus mendatangi lokasi fisik, sehingga dapat mempercepat penanganan gangguan dan menekan biaya operasional.

Diunggah oleh

baskorobo
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Kampiun Remote LCT Perangkat Multiplex C-Node dan V-Node

Remote LCT Perangkat Multiplex C-Node dan V-Node


Pendahuluan
PT. Telkom Indonesia adalah operator telekomunikasi terbesar dan tertua di Indonesia.
Sehingga dalam hal coverage atau jangkauan Telkom Indonesia memiliki wilayah coverage
hampr di seluruh wilayah Indonesia, bahkan di daerah-daerah rural yang tidak banyak
operator yang mau menginvestasikan dananya untuk pembangunan sarana telekomunikasi
di wilayah tersebut.
Dalam perkembangannya teknologi telekomunikasi mengarah kepada trend konvergensi
dimana platform NGN dibutuhkan untuk berjalannya konvergensi trafik data voice dan video
tersebut. Meski begitu dalam perkembangannya beberapa perangkat yang berbasis TDM
(Time Division Multiplexing) masihlah sering kita temui dalam beberapa pekerjaan instalasi,
expand, ataupun relokasi. Biasanya itu dilakukan untuk upgrade perangkat dari perangkat
lama yang masih berteknologi PDH serta tidak mendukung protocol SNMP untuk
monitoringnya, seperti Siemens DSMX, kemudian Fujitsu Optux, AT&T italtel dan lain
sebagainya. Sedang contoh-contoh perangkat multiplex baru yang kerap ditemui dalam
pekerjaan upgrade atau relokasi, diantaranya adalah Sagem ADR series, NEC V-Node dan
C-Node, NEC Netring series, Huawei NG-SDH dan lain sebagainya.

Latar Belakang Remote LCT Perangkat Multiplex C-Node dan V-Node


Proses pemeliharaan perangkat biasa kita lakukan secara berkala, mengacu kepada
kalender pemeliharaan yang disusun berdasarkan KV.85, dan dipantau secara berkala
dalam media [Link]. Dalam kenyataannya tidak jarang agenda pemeliharaan
tersebut tidak dapat kami laksanakan tepat waktu, seperti misalnya BIR perangkat untuk
lokasi-lokasi yang jauh dari kantor. Sehingga diperlukan suatu cara bagaimana agar agenda
pemeliharaan tersebut tetaplah dapat terlaksana untuk beberapa kegiatan yang secara
teknis memungkinkan dilakukan secara remote, semisal backup database, kemudian
monitoring suhu perangkat serta tegangan supply perangkat.
Tak jarang dalam suatu penanganan gangguan perlu dilakukan looping terhadap sebuah
link baik itu dalam tingkat E1 maupun STM. Dengan remote LCT, proses looping baik nearend maupun far-end dapat dilakukan secara remote, tanpa mendatangi lokasi perangkat
tersebut secara fisik. Ini cukup membantu untuk melokalisir letak gangguan, terutama untuk
gangguan per E1.

Farid Baskoro / 860112

halaman 1

Kampiun Remote LCT Perangkat Multiplex C-Node dan V-Node

Profil Multiplex C-Node dan V-Node


Perangkat Multiplex C-Node dan V-Node biasanya menyertai perangkat radio keluaran
vendor yang sama NEC, yakni radio Pasolink ataupun DMR series. Pasolink NEO biasanya
merupakan satu paket dengan C-Node, DMR5000 dengan V-Node, sementara DMR3000
dengan U-Node. C-Node, U-Node, dan V-Node biasa digunakan untuk kapasitas 1 STM-1
meski kapasitas pemrosesan maksimalnya STM-4 untuk C-Node, bahkan untuk V-Node
dapat mencapai STM-16.
Berikut dibawah adalah snapshot Multiplex C-Node dan V-Node :

Gambar 1. Tampilan fisik Multiplex C-Node

Gambar 2. Tampilan fisik Multiplex V-Node

Farid Baskoro / 860112

halaman 2

Kampiun Remote LCT Perangkat Multiplex C-Node dan V-Node

Di Area Network Palembang multiplex C-node dan V-node merupakan bagian dari proyek
ekspan kapasitas untuk link Tanjung Raja Tanjung Batu, dan Panggung Pinang
Pendopo Talang Ubi yang merupakan tail-link dari jaringan RMJ SDH (Regional Metro
Junction) yang menggunakan perangkat UTStarcom Netring series.

Pelaksanaan Kegiatan
Setting remote LCT perangkat multiplex tidaklah begitu rumit. Yang perlu diketahui
sebelumnya adalah alokasi dan konfigurasi alamat IP di lokasi perangkat tersebut berada,
utamanya adalah gateway address nya. Nantinya perangkat multiplex yang sudah
terhubung ke jaringan local LAN Telkom, dapat diakses secara remote dari manapun
selama dalam internal LAN Telkom.
Remote LCT untuk perangkat C-Node
Di area network Palembang perangkat C-Node terdapat di STO Tanjung Raja dan Tanjung
Batu. Di STO Tanjung Raja alamat IP nya adalah [Link]/24, sementara gateway
address nya [Link]. Informasi ini penting untuk melakukan setting pada perangkat CNode nya. Semisal alamat IP untuk C-Node adalah [Link].
Untuk login pertama kali ke C-node dapat dilakukan dengan menggunakan kabel serial-toRJ45. RJ45 nantinya akan terhubung ke port f (kecil). Port inilah yang digunakan untuk
komunikasi LCT onsite. Konfigurasi kabelnya sebagaimana gambar dibawah. Jika computer
atau laptop yang digunakan tidak memiliki port DB9/serial, dapat digunakan serial to USB
converter sebagai perantaranya.

BD 9 F

RJ 45

BD 9 F

Conect To. Radio C - NODE

RJ 45

Conect To. PC ( C-Node )

MUX - C- NODE, V-NODE, U-NODE

Gambar 3. Koneksi RJ45 (to Multiplex) ke DB9F (to PC/Laptop)

Farid Baskoro / 860112

halaman 3

Kampiun Remote LCT Perangkat Multiplex C-Node dan V-Node

Komputer atau laptop yang digunakan haruslah diinstall software LCT untuk C-Node yakni
CID-for-Cnode. CID adalah kependekan dari Craft Interface Device, sama seperti LCT
(Local Craft Terminal). Setelah kabel terhubung ke port f (kecil) dan ke computer, login ke
perangkat C-node. Username nya adalah Spwv_Cnode, passwordnya cMPCT_sdh.

Gambar 4. Login window LCT lewat serial DB9 port (COM)

Gambar 5. C-Node Login Window

Farid Baskoro / 860112

halaman 4

Kampiun Remote LCT Perangkat Multiplex C-Node dan V-Node

Setelah login akan seperti dibawah inilah tampilan software CID for Cnode.

Gambar 6. Home window CID for C-Node (LCT)

Farid Baskoro / 860112

halaman 5

Kampiun Remote LCT Perangkat Multiplex C-Node dan V-Node

Setting remote LCT dilakukan dengan mengeset alamat IP perangkat C-node disesuaikan
dengan konfigurasi IP local LAN nya, serta menambahkan routing table yang tepat.

Gambar 7. IP Parameter Setup Window

Tambahkan routing ke C-node melalui menu static-routing. Untuk trafik yang mengarah ke
[Link]/8 akan melewati gateway server STO Tanjung Raja yakni [Link].

Gambar 8. Add Route Database Window


Farid Baskoro / 860112

halaman 6

Kampiun Remote LCT Perangkat Multiplex C-Node dan V-Node

Setelah mengubah alamat IP dan menambahkan routing table. Perangkat C-node perlu
direstart secara software.

Gambar 9. Software Equipment Reset setelah adding routing table

Begitu restart selesai, buka kembali CID for C-node untuk mencoba masuk ke perangkat Cnode dengan memanggil alamat IP yang telah disetting sebelumnya yakni [Link].
Untuk lebih meyakinkan hati, dapat dilakukan ping ke perangkat terlebih dahulu. Jika ping
OK login CID melalui alamat IP sudah dapat dilakukan.

Gambar 10. Ping ke alamat IP yang telah diset.


Farid Baskoro / 860112

halaman 7

Kampiun Remote LCT Perangkat Multiplex C-Node dan V-Node

Sekarang LCT C-node dapat diakses dari manapun di jaringan internal Telkom dengan
terlebih dahulu menginstall CID for C-node di computer yang akan digunakan untuk
mengakses C-Node secara remote.

Remote LCT untuk perangkat V-Node


Untuk perangkat V-node tidaklah jauh berbeda. Perbedaan yang ada hanyalah pada
software CID yang perlu diinstall untuk melakukan remote LCT. Untuk C-Node yang
digunakan adalah CID-for-C-node, sementara untuk V-Node menggunakan CID-for V-node.
Username untuk V-node Spwv_Vnode, passwordnya cMCPT_sdh
Berikut dibawah snapshot setting remote LCT untuk V-node.

Gambar 11. Home window CID for V-Node


Farid Baskoro / 860112

halaman 8

Kampiun Remote LCT Perangkat Multiplex C-Node dan V-Node

Gambar 12. IP Parameter Setup Window

Gambar 13. Add Route Database Window

Farid Baskoro / 860112

halaman 9

Kampiun Remote LCT Perangkat Multiplex C-Node dan V-Node

Gambar 14. Software Equipment Reset setelah adding routing table

Gambar 15. Ping ke [Link]

Farid Baskoro / 860112

halaman 10

Kampiun Remote LCT Perangkat Multiplex C-Node dan V-Node

Gambar 16. Login windows lewat alamat IP (ethernet)

Farid Baskoro / 860112

halaman 11

Kampiun Remote LCT Perangkat Multiplex C-Node dan V-Node

Kesimpulan
1. Remote LCT perangkat merupakan solusi yang murah, bahkan bisa dikatakan tanpa
biaya, yang memudahkan pemeliharaan perangkat secara real time, dibandingkan
pembelian NMS, terutama untuk perangkat-perangkat tail-link dengan trafik yang
tidak begitu besar.
2. Remote LCT dapat membantu mempercepat penanganan gangguan dalam lokalisir
gangguan. Ini dapat menekan biaya operasional dalam investigasi awal penanganan
gangguan.
3. Tulisan ini dapat dikembangkan untuk perangkat-perangkat lainnya, yang umumnya
sudah mendukung TCP/IP communication dan protocol SNMP.

Demikian tulisan ini kami tulis untuk berbagi demi kemajuan kita bersama. Tiada gading
yang tak retak, tentunya tulisan ini terdapat kekurangan, sehingga kami harapkan saran
untuk perbaikan tulisan-tulisan kami berikutnya.

Hormat kami,

Farid Baskoro / 860112

Sumber :
BIT NEC C-Node dan V-Node held by NETOP NETRE SBS

Farid Baskoro / 860112

halaman 12

Anda mungkin juga menyukai