REINFORCEMENT
Tujuan:
1. mahasiswa
mengerti
macam
macam
reinforcement
dan
dapat
membedakannya
2. mahasiswa mengerti faktor faktor yang mempengaruhi pelaksanaan tiap jenis
reinforcement
3. mahasiswa dapat mengaplikasikan dalam kehidupan sehari - hari
Reinforcement adalah penguatan suatu reaksi.
Ada tiga macam reinforcement yaitu :
1. Positive Reinforcement
2. Conditioned Reinforcement
3. Intermittent Reinforcement
1. Positive Reinforcement
Adalah suatu peristiwa yang bila hadir mengikuti suatu perilaku tertentu dapat
menyebabkan perilaku tersebut akan diulangi.
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi keefektifan reinforcement positif, yaitu:
a. Memilih perilaku yang akan ditingkatkan
Perilaku yang akan dikukuhkan harus diidentifikasi secara spesifik. Hal ini
akan membantu untuk memastikan reliabilitas dari deteksi contoh dari
perilaku dan perubahan frekuensinya. Serta meningkatkan perilaku
kemungkinan program reinforcement ini dilakukan secara konsisten.
b. Memilih reinforcer
Berbeda individu, kemungkinan reinforcer yang digunakan juga berbeda.
Ada juga reinforcer yang merupakan reinforcer bagi semua orang.
Lima macam reinforcer yaitu :
1) Consumable reinforcer makanan, minuman
2) Activity reinforcer hobi, olahraga, belanja
3) Manipulative reinforcer bersepeda, menggunakan internet
4) Possesional reinforcer gelas kesayangan, baju favorit
5) Social reinforcer pujian, pelukan, senyum
c. Membangun pelaksanaan
Makin lama periode deprivasi, maka reinforcer akan makin efektif.
Deprivasi adalah selang waktu training sebelumnya, di mana individu
tidak menerima reinforcer.
Satiasi adalah kondisi di mana individu menerima reinforcer terlalu
banyak sehingga reinforcer tidak lagi mengukuhkan.
d. Ukuran reinforcer
Ukuran atau jumlah reinforcer merupakan ukuran yang penting dalam
efektivitas reinforcer. Jumlah reinforcer cukup untuk menguatkan perilaku
yang ingin ditingkatkan, namun jangan berlebihan untuk menghindari
satiasi.
e. Pemberian reinforcer
Reinforcer harus diberikan segera setelah perilaku muncul. Ada dua
macam prinsip, yaitu the direct acting effect dan the indirect acting effect.
f.
Penggunaan aturan
Instruksi dapat memfasilitasi perubahan perilaku dalam beberapa cara
yaitu : instruksi akan mempercepat proses belajar individu yang mengerti,
instruksi
dapat
mempengaruhi
individu
untuk
berusaha
bagi
reinforcement yang ditunda, dan dapat membantu mengajar individu
(seperti
anak
kecil
atau
orang
yang
mengalami
hambatan
perkembangan) untuk mengikuti instruksi.
g. Contingent vs Noncontingent Reinforcement
Reinforcement contingent : reinforcer tergantung pada perilaku
Reinforcement noncontingent : reinforcer diberikan pada waktu tertentu
dan tidak tergantung pada perilaku
h. Memindahkan
individu
dari
program
dan
menggantinya
dengan
reinforcement yang natural
Setelah ada penguatan perilaku melalui penggunaan reinforcement
positif, ada kemungkinan bagi reinforcer dari lingkungan alami individu
untuk mengambil alih pemeliharaan perilaku tersebut.
2. Conditioned Reinforcement
a. Unconditioned reinforcer
Suatu stimulus yang menguatkan perilaku tertentu tapa dikondisikan lebih
dahulu.
b. Conditioned reinforcer
Stimulus yang awalnya bukan reinforcer, tapi kemudian diasosiasikan
dengan reinforcer lain (back up reinforcer)
Faktor faktor yang mempengaruhi conditioned reinforcer :
1)
Kekuatan back up reinforcer
2)
Macam back up reinforcer ; simple conditioned reinforcer dan
generalized conditioned reinforcer
3)
Schedule back up reinforcer
Contoh conditioned reinforcement : setiap siswa yang melakukan pelanggaran
terhadap peraturan sekolah akan mendapatkan poin. Ketika poin yang terkumpul
sejumlah tertentu, siswa akan memperoleh hukuman yang telah disepakati
terlebih dahulu.
3. Intermittent Reinforcement
Adalah pemeliharaan perilaku dengan memberikan reinforcer sewaktu waktu
daripada memberikannya setiap saat perilaku muncul.
Keuntungan intermittent reinforcement :
1. reinforcer tetap efektif dalam waktu yang lebih lama daripada continuous
reinforcement
2. perilaku yang diberi intermittent reinforcement cenderung lebih lama
hilang daripada yang diberi continuous reinforcement
3. individu bekerja lebih konsisten
4. perilaku yang diberi intermittent reinforcement berlangsung dengan cepat
ketika dipindah ke reinforcer dalamlingkungan yang alami.
Ada empat tipe jadwal :
1. ratio schedule
-
fixed ratio contoh setiap meminjam dua film di rental dapat bonus
satu
variable ratio contoh mesin judi koin
2. simple interval schedule
-
fixed interval contoh gaji pegawai yang dibayar setiap bulan
variable interval contoh menggunakan internet, semakin lama
semakin mahal
3. interval schedule with limited hold
-
fixed
interval
hold
dengan
limited
hold
contoh
toleransi
keterlambatan masuk kelas
-
variable interval dengan limited hold contoh menelepon ketika
jaringan sibuk, kita tidak tau kapan telepon akan masuk
4. duration schedule
-
fixed duration schedule : pekerja yang dibayar per jam
variable duration menunggu jalanan hingga agak sepi agar dapat
menyeberang
DAFTAR BACAAN
Kazdin, Alan E (1994). Behavior Modification in Applied Setting. California : Brooks/ Cole
Publishing Company
Martin, Garry. Joseph Pear. (2003). Behavior Modification : What It Is and How to Do It.
Seventh Edition. New Jersey : Prentice Hall. Inc