Bab II.
Statistik Maxwell-Boltzmann
KECEPATAN RATA RATA DAN KECEPATAN
DENGAN PELUANG TERBESAR
Jika kumpulan gas secara keseluruhan tidak
mengalami gerak transalasi, kecepatan rata-rata
molekulnya sama dengan nol. Tetapi kecepatan
rata-rata kumpulan gas dapat dihitung dengan
menggunakan
fungsi
distribusi
yang
telah
dibicarakan sebelumnya.
Jika f v ( v )dv menyatakan peluang bahwa
kecepatan molekul gas berada dalam interval v
dan v dv maka
3/ 2
n ( v )dv
m
f v ( v )dv v
4
N
2 kT
exp mv 2 / 2kT v 2 dv
Dengan menggunakan defenisi kecepatan rata-rata
molekul gas
v vf v ( v )dv
0
3/ 2
m
exp mv 2 / 2kT v 3 dv
2 kT
0
Gunakan fungsi gamma :
1
1
2
3
0 exp av v dv 2a 2 2 2a 2
sehingga
8kT
v
m
v 4
155
Bab II. Statistik Maxwell-Boltzmann
Nilai rata-rata kuadrat kecepatan v 2 dapat
ditentukan dengan cara yang sama, yakni
v 2 v 2 f v ( v )dv
0
3/ 2
m
exp mv 2 / 2kT v 4 dv
2 kT
0
Gunakan fungsi gamma :
1
1 3
5
2
4
0 exp av v dv 2a 2 2 2a 5 / 2 4
sehingga
3kT
v2
m
sangat sesuai dengan nilai yang diperoleh dari
teori kinetik sederhana dengan mengambil energi
2
rata-rata 21 mv yakni 32 kT .
Kecepatan (laju) dengan peluang terbesar
(paling mungkin), vm adalah kecepatan dimana
fungsi peluang f v ( v ) harganya maksimum. Maka
4
df v ( v )
m
4
dv
2 kT
Sehingga
3/ 2
2v mv
/ kT exp mv 2 / 2kT 0
2kT
vm
156
Bab II. Statistik Maxwell-Boltzmann
PELEBARAN GARIS SPEKTRUM OLEH EFEK
DOPPLER
Pada pembahasan berikut ini kita akan
menggunakan distribusi statistik Maxwell Boltzmann
dalam kaitannya pergeseran garis spektrum yang
dipancarkan oleh radiasi molekul gas.
Dalam teori gelombang disebutkan bahwa
apabila sebuah sumber gelombang memancarkan
radiasi dengan panjang gelombang atau frekwensi
tertentu, maka pengamat yang bergerak menjauhi atau
mendekati sumber tersebut akan mengukur atau
merasakan radiasi gelombang tersebut panjang
gelombangnya lebih besar atau lebih kecil dari panjang
gelombang sumbernya. Pelebaran garis spektrum ini
merupakan suatu bukti keabsahan distribusi kecepatan
Maxwell yang secara eksperimen dapat dibuktikan.
Misalkan molekul gas melakukan radiasi dengan
o dalam arah x. Untuk
panjang gelombang
mempermdah pembahasan kita mengambil komponen
kecepatan dalam arah x saja.
Molekul dengan
kecepatan vx bergerak menuju pengamat dan akan
menerima radiasi dengan panjang gelombang .
Panjang gelombang yang diukur oleh pengamat adalah
o 1 x
c
c adalah kelajuan cahaya. Kelajuan vx dapat ditulis
sebagai
vx
c o
dan dvx
c
d
o
Maka fraksi radiasi yang diterima oleh pengamat adalah
157
Bab II. Statistik Maxwell-Boltzmann
m
f ( )d
2 kT
3/ 2
Intensitas radiasinya
mc 2 o
exp
2kT o
c
d
o
I( )d Cf ( )d
mc 2 o
I o exp
2kT o
C adalah tetapan dan I o adalah intensitas radiasi
pada panjang gelombang o . Distribusi intensitas
sebagai fungsi panjang gelombang disajikan dalam
gambar berikut dimana bentuknya mengikuti fungsi
fungsi Gauss dengan pusat o . Jika intensitas spektrum
diukur untuk selang panjang gelombang tertentu oleh
efek Doppler, maka menurut persamaan di atas dapat
dimungkinkan untuk mengukur temperatur gas yang
memancarkan radiasi.
PRINSIP EKIPARTISI ENERGI
Penerapan
berikut
dari
statistik
Maxwell
Boltzmann adalah prinsip ekipartisi energi. Terminologi
ekipartisi secara harfiah dapat diartikan dengan
membagi sama besar. Hasil yang diperoleh dengan
menggunakan prinsip cocok dengan yang diperoleh
dengan menggunakan teori kinetik gas.
Jika energi dalam sebuah assembly dibangun
oleh suku suku dalam bentuk kuadrat koordinat posisi
atau momentum dari sistem yang membangunnya,
maka tiap suku tersebut akan memberikan kontribusi
terhadap energi rata-rata sebesar 21 kT dimana T adalah
temperatur mutlak.
158
Bab II. Statistik Maxwell-Boltzmann
Untuk membuktikan prinsip tersebut, tinjaulah
sebuah molekul dengan massa m yang bergerak dalam
arah x dengan momentum px . Energinya adalah
x px2 / 2m . Berdasarkan defenisi perata-rataan yang
telah dibahas sebelumnya
2
x
/ 2me / kT d
/ kT
Dimana energi adalah energi total. Jika energi ditulis dalam
2
2
dua suku yakni px / 2m dan px / 2m , dimana suku
px
kedua tidak bergantung lagi pada pada
memnungkinkan kita untuk menulis persamaan di atas
menjadi
exp (
px2
p2
) / kT dxdydzdp y dp x exp( p x2 / 2mkT )dp x
2m
2m
exp (
px2
) / kT dxdydzdp y dp xx exp( p x2 / 2mkT )dpx
2m
dimana integral lipat lima ini dilakukan ke seluruh nilai
2
2
x,y,z, px dan p y . Nyatakan px / 2mkT u , diperoleh
kT
u 2
u 2 du
u 2
du
Melalui integral parsil diperoleh :
x
1
kT
2
159
Bab II. Statistik Maxwell-Boltzmann
Jika perumusan energi melibatkan dua bentuk kuadrat
posisi dan atau momentum maka nilainya dikali 2 yakni
kT. Untuk membuktikannya, kita ambil contoh berikut.
Tinjaulah sebuah osilator harmonik sederhana
dengan perumusan energi mengandung dua suku
kuadrat, yakni
p x2 1 2
x
2m 2
adalah gaya pemulih persatuan panjang (tetapan
pegas dalam hukum Hooke). Energinya ( masih dalam
kasus 1 dimensi)
px2 1 2
2m 2 x exp / kT d
exp / kT d
Seperti pada teknik penyelesaiannya sebelumnya, jika
faktor
exp px2 / 2m 12 x 2 / kT dydzdp y dp z pada
pembilang dan penyebut saling meniadakan, maka
px2 1 2
1 2
p
x
exp
x
/
kT
dxdp x
2
2m 2
x
px2 1 2
exp
2m 2 x kT dxdpx
2
x
Untuk menyelesaikan integral di atas, kita perlu
mengubah variabel dari koordinat Cartesian ke
koordinat kutub, yakni
1 2
p x2
x r 2 cos 2
r 2 sin 2 ,
2
2m
Jadi
160
Bab II. Statistik Maxwell-Boltzmann
2x
d e
r 2 / kT
d e
r 2 / kT
0
2x
r 3 dr
kT
rdr
Jika kasusnya diperluas ke tiga dimensi (dalam
kasus gerak translasi), maka
p 2
p 2y
p 2
1
1
1
3
x
x kT kT kT kT
2
m
2
m
2
m
2
2
2
2
3
kT
2
Sedangkan untuk kasus osilator sederhana 3 dimensi,
energi rata-ratanya adalah
p x2 1
p y2 1
p2 1
1 x 2
2 y 2 x 3 z 2
2m 2
2m 2
2m 2
1
6. kT
2
3kT
Dari contoh-contoh di atas, perlu didefenisikan
apa yang dinamakan derajat kebebasan gerak sistem
dan nilai rata-rata energi 21 kT dapat diartikan sebagai
satu derajat kebebasan. Misalnya, satu gram atom dari
zat padat yang mengandung N A atom, dimana N A
adalah bilangan Avogadro. Jika tiap atom dipandang
berperilaku sebagai osilator harmonik tiga dimensi,
maka akan terdapat 6 N A derajat kebebasan (3 derajat
kebebasan untuk translasi dan 3 derajat kebebasan
untuk vibrasi). Energi tiap gram atom zat padat pada
temperatur mutlak T adalah
161
Bab II. Statistik Maxwell-Boltzmann
E 6 N A 21 kT 3N A kT 3RT
Panas jenisnya dapat diperoleh melalui hubungan
E
5.94 cal/0K/gram
3R
Cv =
atom
Hasil di atas sesuai yang diperoleh Dulong dan Petit
untuk panas jenis logam.
PANAS JENIS GAS
Oleh karena menurut prinsip ekipartisi energi,
setiap molekul pada temperatur T dengan derajat
kebebasan f energinya adalah f 21 kT maka energi tiap
gram adalah
E N A f 12 kT
Panas jenisnya adalah
12 N A kf 21 Rf
Cv =
Jika molekul gasnya adalah monoatomik, maka hanya
ketiga komponen energi kinetik translasi yang
memberikan kontribusi pada gas. Jadi derajat
kebebasan f = 3. Jadi
Cv ( monoatomik ) 32 R
Jika molekul gas adalah diatomik, maka terdapat 5
derajat kebebasan, karena disamping tiga derajat
162
Bab II. Statistik Maxwell-Boltzmann
kebebasan translasi terdapat juga dua derajat
kebebasan
rotasi
(lihat
gambar).
Jika
sumbu
penghubung kedua atom molekul diambil pada sumbu
z, maka energi kinetik rotasinya adalah
Erot 21 I x x2 21 I y y2
dimana I x dan I y adalah momen inersia masing-masing
di sekitar sumbu-x dan sumbu-y serta x dan y adalah
kecepatan sudut pada masing-masing arah x dan y. Jadi
derajat kebebasan f = 5, sehingga
Cv ( diatomik ) 52 R
Untuk gas triatomik dan molekul lainnya yang lebih
kompleks, umumnya dipandang memiliki enam derajat
kebebasan. Jadi
Cv ( triatomik ) 3R
Namun demikian besarnya derajat kebebasan juga
ditentukan oleh kompleksnya gerakan molekul.
Jika kita gunakan hubungan panas jenis untuk
gas ideal,
C p Cv R
maka rasio C p / Cv dapat ditentukan. Untuk Cv 21 Rf
maka C p R 1
1
2
2
, nilai gas adalah :
f
5
( monoatomik )
3
7
( diatomik )
5
f dan 1
163
Bab II. Statistik Maxwell-Boltzmann
( triatomik )
4
3
Untuk molekul kompleks dengan f > 6, lebih kecil dari
4/3 dan dalam beberapa kasus dekat dengan 11.
PERSAMAAN DIFUSI EINSTEIN
Penerapan lain dari distribusi Maxwell Boltzmann
adalah bagaimana hubungan antara mobilitas dan
koefisien difusi D ion dalam gas.
Misalkan sejumlah gas berada dalam sebuah
wadah dengan dinding yang tak menghantar. Jika
medan listrik E diberikan melewati gas dengan
lempengan muatan di luar wadah (lihat gambar).
Misalkan n( x ) adalah ion persatuan volume yang
berada pada jarak sejauh x dari ujung wadah. Jika
muatan tiap ion adalah q maka energi potensial di x
dibandingkan pada x = 0 adalah
( x ) qEx
Ingat bahwa konsentrasi ion tidaklah cukup untuk
membuat nilai medan listrik seragam. Akibat gradien
energi, maka terdapat konsentrasi ion dalam gas.
Dengan
menggunakan
faktor
Boltzmann,
yang
menyatakan peluang relatif bahwa ion memiliki energi
dengan nilai tertentu adalah
n( x )
exp x / kT exp qEx / kT
n( 0 )
Dalam hal ini n( 0 ) adalah konsentrai ion pada x = 0 dan
T adalah temperatur mutlak gas.
Jika ion memiliki mobilitas , maka laju hanyut
ion adalah E searah dengan medan E. Maka arus
hanyut ion dalam arah x adalah :
164
Bab II. Statistik Maxwell-Boltzmann
j( hanyut ) n x E
per satuan luas per satuan waktu.
Jika D menyatakan koefisien difusi ion, terdapat
arus difusi ion melewati luasan satuan di x yang
didefenisikan dengan
j( difusi ) D
dn( x )
dx
per satuan waktu searah dengan gradien konsentrasi.
Oleh karena dalam kasus ini tidak terdapat aliran arus
total, berarti tidak terdapat perpindahan ion. Jadi
j( hanyut ) j( difusi ) 0
n x E D
dn( x )
dx
Substitusi n( x ) dari persamaan 3.42
Jadi
dn( x )
qE
n( x )
dx
kT
Dq
atau
kT
D kT
yang dikenal sebagai Persamaan Difusi Einstein.
165