LAPORAN AKHIR
Pekerjaan ;Detail Desain Rehabilitasi DI. Babakan (Waduk Malahayu)
Kabupaten Brebes
Memenuhi Surat Perjanjian Pemborongan (Kontrak) Nomor : KU.08.08/BBWS.02.08.A2/02/168,
tanggal 24 Juli 2008 antara Pejabat Pembuat Komitmen (PPK-02) Perencanaan dan Program
Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk Cisanggarung dengan PT. GRACIA WIDYAKARSA mengenai
pekerjaan Detail Desain Rehabilitasi DI. Babakan bersama ini kami PT. GRACIA
WIDYAKARSA yang telah dipercaya untuk melaksanakan pekerjaan tersebut di atas
menyampaikan:
LAPORAN AKHIR
Buku Laporan Akhir ini berisikan antara lain: pendahuluan, Rencana dan Metode Pelaksanaan
Pekerjaan, Areal Irigasi, Jaringan Fisik dan Status Saat Ini, Kinerja Jaringan Sekarang, Hasil
Analisa Hidrologi, Pengukuran Topografi, Operasi dan Pemeliharaan dan Rencana Anggaran
Biaya.
Kami berharap agar pihak Tim Teknis Pekerjaan berkenan untuk selalu memberikan
pengarahan kepada kami dalam melaksanakan pekerjaan Detail Desain Rehabilitasi DI.
Babakan terkait dengan Laporan Akhir yang telah kami susun ini.
Kami menyadari bahwa dalam laporan yang telah kami susun ini mungkin masih terdapat
banyak kekurangan, oleh karena itu kami juga sangat mengharapkan adanya kritik dan saran
yang bersifat membangun.
Demikian Laporan Akhir ini kami buat, mohon diperiksa adanya.
Semarang, Oktober 2008
PT. GRACIA WIDYAKARSA
Ir. MUHROZI
i
graciawidya@[Link]
LAPORAN AKHIR
Pekerjaan ;Detail Desain Rehabilitasi DI. Babakan (Waduk Malahayu)
Kabupaten Brebes
Ketua Tim
i
graciawidya@[Link]
LAPORAN AKHIR
Pekerjaan ;Detail Desain Rehabilitasi DI. Babakan (Waduk Malahayu)
Kabupaten Brebes
Halaman
KATA PENGANTAR
......................................................
DAFTAR ISI
.................................................................
ii
BAB 1
................................................................ I
- 1
1.1. Uraian Umum ............................................................... I
- 1
1.2. Spesifikasi Pekerjaan ...................................................... I
- 1
1.3. Latar Belakang ............................................................. I
- 2
1.4. Maksud dan Tujuan ......................................................... I
- 3
1.5. Lokasi Pekerjaan............................................................ I
- 3
RENCANA DAN METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN ..................... II
- 1
2.1. Uraian Umum .............................................................. II
- 1
2.2. Jenis Pekerjaan Survai, Investigasi dan Desain ( SID) .............. II
- 2
2.2.1. Kegiatan A ......................................................... II
- 3
2.2.2. Kegiatan B ......................................................... II
- 13
2.2.3. Kegiatan C ......................................................... II
- 30
2.2.4. Kegiatan D ......................................................... II
- 36
BAB 2
BAB 3
BAB 4
PENDAHULUAN
AREAL IRIGASI
...............................................................III
- 1
3.1. Areal Potensial dan Fungsional .........................................III
- 1
3.2. Petak Tersier ..............................................................III
- 2
3.2.1. Petak Tersier yang Ada .........................................III
- 2
3.2.2. Petak Tersier yang Diusulkan ..................................III
- 4
PENGUKURAN TOPOGRAFI .................................................... IV
- 1
4.1. Uraian Umum ............................................................. IV
- 1
4.2. Survey Pendahuluan ..................................................... IV
- 1
4.3. Referensi koordinat ..................................................... IV
- 2
4.4. Pemasangan BM .......................................................... IV
- 2
4.5. Pengukuran Poligon ..................................................... IV
- 4
ii
graciawidya@[Link]
LAPORAN AKHIR
Pekerjaan ;Detail Desain Rehabilitasi DI. Babakan (Waduk Malahayu)
Kabupaten Brebes
Halaman
BAB 5
BAB 6
BAB 7
BAB 8
4.6. Pengukuran Sipat Datar.................................................. IV
- 5
4.7. Pengukuran Potongan Melintang ...................................... IV
- 7
4.8. Perhitungan dan Analisis Data ......................................... IV
- 8
4.8.1. Umum .............................................................. IV
- 8
4.8.2. Hitungan Poligon ................................................. IV
- 9
4.8.3. Hitungan Ketinggian (Waterpass) ............................. IV
- 11
JARINGAN FISIK DAN PERMASALAHAN ...................................... V
- 1
5.1. Bangunan Utama........................................................... V
- 1
5.1.1. Kondisi Bandung Sekarang ...................................... V
- 2
5.2. Saluran Pembawa dan Bangunan........................................ V
- 3
5.2.1. Permasalahan dan pemecahan masalah [Link] .... V
- 4
5.2.2. Geologi dan Mekanika Tanah .................................. V
- 10
HASIL ANALISA HIDROLOGI ................................................... VI
- 1
6.1. Umum........ .............................................................. VI
- 1
6.2. Data Curah Hujan ....................................................... VI
- 1
6.3. Analisa Hidrologi di DAS Cisadap Sungai Babakan .................. VI
- 1
6.3.1. Perhitungan Curah Hujan Rerata Maksimum Daerah ...... VI
- 2
6.3.2. Analisa Hujan Rancangan ....................................... VI
- 5
PELAKSANAAN PEKERJAAN DESAIN RINCI .................................VII
- 1
7.1. Kriteria Perencanaan ....................................................VII
- 1
7.2. Perhitungan Dimensi Saluran ..........................................VII
- 1
7.3. Perhitungan Bangunan ..................................................VII
- 1
OPERASI DAN PEMELIHARAAN .............................................. VIII
- 1
8.1. Ketersediaan Air dan Kebutuhan Air ................................. VIII
- 1
8.1.1. Ketersediaan Air (Debit Andalan) ............................ VIII
- 1
8.1.2 Kebutuhan Air ................................................... VIII
- 1
8.2. Pola Tanam.. ............................................................ VIII
- 14
8.2.1. Pola dan Kalender Tanam yang ada ......................... VIII
- 14
8.2.2. Usulan Penyempurnaan Rencana Pola Tanam ............. VIII
- 17
8.2.3. Efisiensi Jaringan Irigasi ....................................... VIII
- 18
8.2.4. Neraca Air ........................................................ VIII
- 19
iii
graciawidya@[Link]
LAPORAN AKHIR
Pekerjaan ;Detail Desain Rehabilitasi DI. Babakan (Waduk Malahayu)
Kabupaten Brebes
BAB 9
8.3. Cara Operasi ............................................................. VIII
- 21
8.3.1. Sistem Pengukuran dan Pembagian air ..................... VIII
- 21
8.3.2. Usulan Sistem Pengukuran dan Pembagian Air ........... VIII
- 22
8.3.3. Sistem Golongan / Giliran ..................................... VIII
- 23
8.4. Rencana Pemeliharaan ................................................. VIII
- 24
8.4.1. Inspeksi Pemeliharaan ......................................... VIII
- 24
8.4.2. Pemeliharaan Rutin ............................................ VIII
- 25
8.4.3. Pemeliharaan Berkala .......................................... VIII
- 26
8.4.4. Pemeliharaan Darurat ......................................... VIII
- 27
8.4.5. Usulan Cara Pemeliharaan Rutin ............................. VIII
- 28
8.4.6. Rencana dan Program Jangka Panjang ..................... VIII
- 29
RENCANA ANGGARAN BIAYA ................................................. IX
- 1
9.1. Biaya Proyek ...............................................................IX
- 1
9.1.1. Biaya Modal (Investasi) ..........................................IX
- 1
9.1.2. Biaya Tahunan (Annual Cost) ...................................IX
- 2
9.1.3. Biaya Kontraktor ..................................................IX
- 2
9.2. Rencana Anggaran Biaya .................................................IX
- 3
Lampiran :
iv
graciawidya@[Link]
LAPORAN AKHIR
Pekerjaan ;Detail Desain Rehabilitasi DI. Babakan (Waduk Malahayu)
Kabupaten Brebes
BAB
1
1.1.
URAIAN UMUM
Sesuai
dengan
Surat
Perjanjian
Pemborongan
(Kontrak)
Nomor
KU.08.08/BBWS.02.08.A2/02/168, tanggal 24 Juli 2008, antara Pejabat Pembuat
Komitmen Perencanaan dan Program Balai Besar Wilayah Sungai CimanukCisanggarung dengan PT. Gracia Widyakarsa Semarang, mengenai pekerjaan Detail
Desain Rehabilitasi DI Babakan ( Waduk Malahayu) Kab. Brebes , bersama ini kami
PT. GRACIA WIDYAKARSA sebagai pelaksana pekerjaan menyajikan Laporan Akhir
1.2.
SPESIFIKASI PEKERJAAN
Spesifikasi pekerjaan yang kami tangani adalah sebagai berikut :
Nama Pekerjaan
: Detail Desain Rehabilitasi DI. Babakan ( Waduk Malahayu)
[Link]
Nomor Kontrak
: KU.08.08/BBWS.02.08.A2/02/168
Tanggal Kontrak
: 24 Juli 2008
Tanggal Mulai
: 25 Juli 2008
Tanggal Selesai
: 22 Oktober 2008
Harga Kontrak
: Rp. 439.321.000,00
Terbilang
: Empat Ratus Tiga Puluh Sembilan Juta Tiga Ratus Dua Puluh
Satu Ribu Rupiah.
Pemberi Pekerjaan : Pejabat Pembuat Komitmen Perencanaan dan Program BBWS
Cimanuk-Cisanggarung, Jl. Pemuda No. 40 Cirebon
Telp. (0231) 205876, Fax. (0231) 205875 Cirebon.
Tim Teknis
: Ir. Trijono, Dipl. HE (Ketua)
Drs. Kasno, BE. Msi (Anggota)
Moch. Guntur, ATP (Anggota)
Adha Fuad, ST (Anggota)
Teddy Setyadi, BE (Anggota)
I
graciawidya@[Link]
LAPORAN AKHIR
Pekerjaan ;Detail Desain Rehabilitasi DI. Babakan (Waduk Malahayu)
Kabupaten Brebes
1.3.
LATAR BELAKANG
Direktorat Jenderal Sumber Daya Air melalui Balai Besar Wilayah Sungai CimanukCisanggarung melakukan beberapa kegiatan strategis guna mendukung sentra produksi
dan sentra ekonomi masyarakat, yang prioritas penanganannya berkaitan dengan
kebijakan tingkat nasional antara lain : pencapaian dan pengamanan ketahanan
pangan, penanganan bencana banjir, pengelolaan alur sungai, pembangunan waduk,
kegiatan rehabilitasi jaringan irigasi antara lain Daerah Irigasi (DI) Babakan. Hal ini
sesuai dengan amanat Undang-Undang No. 7 tahun 2004 tentang Sumber Daya Air
bahwa perwujudan ketahanan pangan merupakan tanggung jawab pemerintah bersama
dengan masyarakat, dalam hal ini pemerintah menyelenggarakan pengaturan,
pembinaan, pengendalian, dan pengawasan terhadap ketersediaan pangan, baik dalam
jumlah maupun mutunya yang terjangkau daya beli masyarakat.
Volume Waduk Malahayu awalnya 69.00 juta m3, sekarang menjadi 39.00 juta m3,
akibat sedimentasi. Saat ini muka air waduk 2.50 meter dibawah spilway.
Daerah irigasi yang dilayani Waduk Malahayu adalah :
a. DI. Kabuyutan seluas
4.166
Ha
b. DI. Jengkelok seluas
6.173
Ha
c. DI. Babakan seluas
2.335
Ha
Total seluas
12.674 Ha
Panjang saluran adalah 35.674 km yang terdiri dari Saluran Induk (SI) Babakan 9.126
km, Sal. Induk Jengkelok 4.308 km, Sal. Induk Kabuyutan 3.440 km dan Saluran
Sekunder Tanjung 18.800 km.
Permasalahan saat ini adalah : terjadinya endapan pada Waduk Malahayu dengan
volume lebih kurang 30 juta meter kubik, terjadinya kerusakan kerusakan, endapan di
ketiga Saluran Induk dan Saluran Sekunder Tanjung serta terjadinya kerusakankerusakan di bangunan-bangunan pembagi dan pintu- pintu bendung.
Bendung Cibendung dan Bendung Cisadap direhabilitasi pada tahun 1974, sedangkan
saluran irigasi dilakukan Special Maintenance (SM) tahun 1988/1989 oleh Proyek Irigasi
Jawa Tengah (PIJT), hingga saat ini belum dilakukan lagi rehabilitasi / pemeliharaan
total. Untuk melakukan rehabilitasi jaringan irigasi diperlukan desain agar pekerjaan
fisik yang dilaksanakan dapat dilakukan dengan tepat sesuai dengan kondisi lapangan.
I
graciawidya@[Link]
LAPORAN AKHIR
Pekerjaan ;Detail Desain Rehabilitasi DI. Babakan (Waduk Malahayu)
Kabupaten Brebes
1.4.
MAKSUD DAN TUJUAN
A. Maksud
Melakukan kajian teknis terhadap bangunan dan saluran irigasi bedasarkan evaluasi
data yang akurat dan kondisi lapangan yang ada serta melakukan desain ulang
bangunan dan saluran termasuk estimasi biayanya untuk mengembalikan /
meningkatkan kondisi dan fungsi sistem jaringan irigasi.
B. Tujuan
Tujuan dari studi ini adalah untuk mengembalikan / meningkatkan kondisi dan
fungsi sistem jaringan irigasi dan terlaksananya salah satu bagian Program
Rehabilitasi Jaringan Irigasi layanan Waduk Malahayu TA 2009-2013.
Secara lebih spesifik tujuan pekerjaan Detail Desain Rehabilitasi Daerah Irigasi
Babakan (Waduk Malahayu) Kabupaten Brebes ini adalah melaksanakan Survai,
Pengukuran, System Planning, Desain Rinci, Gambar Detail Desain, Perhitungan Volume
Pekerjaan/Bill of Quantity (BOQ), Rencana Anggaran Biaya (RAB), Analisa Ekonomi,
serta menyiapkan Pedoman Operasi dan Pemeliharaan (O&P) serta Data Daerah Irigasi
(Data DI) agar setelah dibangun dan direhabilitasi, kegiatan O&P-nya
dapat
dilaksanakan secara lebih efektif dan efisien.
1.5.
LOKASI PEKERJAAN
Lokasi pekerjaan Detail Desain Rehabilitasi Daerah Irigasi Babakan (Waduk Malahayu)
ini berada di Kabupaten Brebes. Daerah Irigasi ini berada di bawah pengelolaan, Dinas
Pengairan Kabupaten Brebes, Balai PSDA Pemali Comal dan Balai Besar Wilayah Sungai
Cimanuk Cisanggarung.
Untuk lebih jelasnya mengenai lokasi pekerjaan ini dapat diperiksa pada Gambar 1.1.
Peta Lokasi Pekerjaan Detail Desain Rehabilitasi Daerah Irigasi Babakan (Waduk
Malahayu) Kabupaten Brebes.
I
graciawidya@[Link]
LAPORAN AKHIR
Pekerjaan ;Detail Desain Rehabilitasi DI. Babakan (Waduk Malahayu)
Kabupaten Brebes
Gambar 1 1.
Peta Lokasi Pekerjaan Detail Desain Rehabilitasi Daerah Irigasi Babakan
(Waduk Malahayu) Kabupaten Brebes.
I
graciawidya@[Link]
LAPORAN AKHIR
Pekerjaan ;Detail Desain Rehabilitasi DI. Babakan (Waduk Malahayu)
Kabupaten Brebes
BAB
2
2.1. URAIAN UMUM
Pekerjaan Detail Desain Rehabilitasi DI. Babakan ( Waduk malahayu ) Kab. Brebes
diperlukan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat/
penduduk di Kabupaten Brebes, dengan rencana peningkatan jaringan irigasi agar
berfungsi kembali secara optimal.
Perencanaan rehabilitasi jaringan irigasi tersebut diharapkan dapat membawa manfaat
untuk meningkatkan intensitas tanam, khususnya untuk memantapkan swasembada
pangan, meningkatkan pertumbuhan ekonomi, meningkatkan pendapatan petani dan
optimalisasi pemanfaatan sumber daya air.
Kajian sementara pada awal pekerjaan mengenai Detail Desain Rehabilitasi Daerah
Irigasi Babakan (Waduk Malahayu) adalah;
a)
bahwa rencana detail desain untuk rehabilitasi saluran dan bangunan DI. Babakan
perlu bertolak pada kebijakan perencanaan dan desain wilayah secara terpadu
dengan memperhatikan aspek sosial, politik, ekonomi, budaya, keamanan,
ketahanan dan potensi sumber daya alam termasuk sumber daya air dan lahan.
b)
bahwa rencana detail desain untuk rehabilitasi saluran dan bangunan DI. Babakan
perlu memperhatikan aspek:
- Pemanfaatan dan pengaturan pemakaian sumber daya air dan lahan
- Penanggulangan bahaya langsung atau tidak langsung dari air
- Konservasi sumber daya air dan lahan
c)
bahwa lokasi kritis di saluran dan bangunan perlu diinventarisasi secara detail
(identifikasi sebab kerusakan dan menurunnya fungsi saluran dan bangunan) guna
sebagai data pendukung untuk perencanan rehabilitasi terkait dengan pengembalian
fungsi irigasi seperti yang diharapkan.
II
graciawidya@[Link]
LAPORAN AKHIR
Pekerjaan ;Detail Desain Rehabilitasi DI. Babakan (Waduk Malahayu)
Kabupaten Brebes
d)
bahwa dengan kondisi jaringan irigasi yang berfungsi untuk memenuhi kebutuhan
air sawah para petani dan untuk mengurangi permasalahan pembagian air (pola
operasi) di saluran pembawa perlu pengkajian pemecahan permasalahan tersebut.
e)
bahwa untuk mengurangi permasalahan pembagian air (pola operasi) dan kebutuhan
masyarakat akan air dari saluran Banjarcahyana diperlukan kerjasama masyarakat,
dan GP3A/ P3A dari ekerj petani serta instansi yang terkait.
2.2. JENIS PEKERJAAN SURVAI, INVESTIGASI DAN DESAIN (SID)
Pekerjaan Survai, Investigasi dan Desain (SID) dilakukan untuk melaksanakan pekerjaan
Detail Desain Rehabilitasi DI Babakan ( Waduk Malahayu ) Kab. Brebes guna
melengkapi desain jaringan irigasi untuk DI. Babakan. Dimana untuk perencanaan ini
diharapkan dapat menjadi acuan peleksanaan pekerjaan fisik konstruksi, yang dapat
menghasilkan peningkatan produksi pertanian khususnya padi untuk memantapkan
swasembada pangan, meningkatkan pertumbuhan ekonomi, meningkatkan pendapatan
petani dan optimalisasi pemanfaatan sumber daya air.
Secara garis besar untuk mencapai tujuan tersebut di atas dilaksanakan tahapan
kegiatan seperti berikut :
KEGIATAN A meliputi :
1.
Persiapan (Kantor, Perijinan, Mobilisasi dan Penyusunan Mutu Kontrak Desain)
2.
Inspeksi Lapangan Pendahuluan
3.
Diskusi Laporan Pendahuluan
4.
Penyempurnaan / Pembuatan Peta Daerah Irigasi (Peta DI)
KEGIATAN B meliputi :
1.
Pengumpulan Data pendukung O&P, Hidrologi, Hidrometri dan Data Ekonomi
2.
Survai, Inventarisasi Jaringan irigasi dan Usulan Petani
3.
Pengukuran Saluran dan Bangunan
4.
Survai Geologi dan Mekanika Tanah
KEGIATAN C meliputi :
1.
Pembuatan Konsep Laporan Interim
2.
Diskusi Konsep Laporan Interim
3.
Pembuatan Final Laporan Interim
4.
Penyusunan Daftar Usulan Pekerjaan Rehabilitasi
II
graciawidya@[Link]
LAPORAN AKHIR
Pekerjaan ;Detail Desain Rehabilitasi DI. Babakan (Waduk Malahayu)
Kabupaten Brebes
KEGIATAN D meliputi :
1.
Pembuatan Desain Rinci
2.
Diskusi Pemaduan Desain dan Chek Desain
3.
Pembuatan Final Desain
4.
Pembuatan BOQ, RAB dan Spesifikasi serta Dokumen Lelang
5.
Pembuatan Pedoman Operasi dan Pemeliharaan (O&P)
6.
Pembuatan Laporan Akhir
7.
Koordinasi dan Pelaporan
Secara rinci tahapan kegiatan perencanaan di atas dapat diuraikan sebagai berikut.
2.2.1. KEGIATAN A meliputi :
[Link]. Persiapan
(Kantor,
Perijinan,
Mobilisasi
dan
Demobilisasi
serta
Penyusunan Rencana Mutu Kontrak Desain)
Konsultan akan melaksanakan kegiatan persiapan sesaat setelah menerima
Surat Perintah Kerja dari Pemberi Tugas Pekerjaan.
Adapun kegiatan kegiatan yang akan dilakukan meliputi :
1. Pengadaan kantor untuk ruang kerja pelaksanaan seluruh kegiatan
2. Pengadaan base camp di lokasi kegiatan pekerjaan
3. Mobilisasi personil, peralatan dan bahan
4. Penyiapan surat-surat ijin untuk memulai pekerjaan pada instansi-instansi
terkait.
5. Melaksanakan desk study dan analisa awal terhadap data data sekunder
yang sudah diperoleh dari kegiatan kegiatan tersebut diatas.
6. Penyusunan Rencana Mutu Kontrak Desain merupakan Dokumen Jaminan
Mutu (Quality Assurance) yang berisi rencana tindakan yang sistematis dan
terencana demi pencapaian tingkat mutu yang diinginkan.
II
graciawidya@[Link]
LAPORAN AKHIR
Pekerjaan ;Detail Desain Rehabilitasi DI. Babakan (Waduk Malahayu)
Kabupaten Brebes
Rencana Mutu Kontrak Desain dibuat 15 (lima belas) ganda yang akan
disetujui oleh Direksi Pekerjaan paling lambat 2 (dua) minggu setelah
diterbitkan SPMK/Surat Perjanjian Pemborongan ditandatangani oleh
kedua belah pihak. Selanjutnya pada tiap bulan dilakukan pemeriksaan
atau audit terhadap program jaminan mutu yang telah ditetapkan,
pemeriksaan akan dilakukan oleh petugas yang ditunjuk oleh Dinas
Pengairan Kabupaten Brebes, Balai PSDA Pemali Comal dan Balai Besar
Wilayah Sungai Cimanuk Cisanggarung.
[Link]. Inspeksi Lapangan Pendahuluan
Inspeksi Lapangan Pendahuluan dilakukan dalam rangka pengenalan
lapangan secara langsung, dengan tujuan untuk mengetahui kondisi yang ada
di sekitar lokasi proyek. Pada saat kegiatan ini berlangsung, Ketua Tim akan
menginventarisasi kondisi yang ada berikut permasalahan ataupun hambatan
yang mungkin terjadi saat survai lapangan dilakukan. Dan dalam tahapan ini
juga dilakukan langkah-langah persiapan survai lapangan, baik untuk
pengukuran, pemetaan, serta survai hidrometri/ hidrologi dan pengumpulan
data lapangan yang khusus terdapat di sekitar lokasi.
Inspeksi lapangan pendahuluan akan dilakukan bersama staf Dinas Pengairan
Kabupaten Brebes, staf Balai PSDA Pemali Comal, staf Balai Besar Wilayah
sungai Cimanuk Cisanggarung dan Petugas Bidang Pengairan Kabupaten
Brebes dan wakil masyarakat petani/ P3A/ GP3A guna memperoleh informasi
sebagai berikut :
1.
Lokasi, dimensi utama dan kondisi semua bangunan yang terdapat pada
ekerj irigasi bersangkutan, panjang saluran irigasi dan jumlah
bangunan yang perlu diukur.
2.
Batas cakupan ekerjaan yang perlu diukur untuk kegiatan pengukuran.
3.
Hal-hal yang perlu untuk ekerjaan penyelidikan lapangan.
4.
Batasan inventarisasi kebutuhan / usulan petani yang terkait dengan
ekerj irigasi Babakan.
II
graciawidya@[Link]
LAPORAN AKHIR
Pekerjaan ;Detail Desain Rehabilitasi DI. Babakan (Waduk Malahayu)
Kabupaten Brebes
[Link]. Penyempurnaan Peta Dasar Daerah Irigasi dan Peta Ikhtisar
Penyempurnaan Peta Daerah Irigasi (skala 1 : 10.000 atau 1 : 5.000) yang
digambar berdasarkan peta RBI format digital (CAD).
Konsultan akan menyiapkan/ membuat peta-peta berikut :
a.
Peta Dasar Daerah Irigasi (skala 1 : 2.000 atau 1 : 5.000). Apabila
tidak terdapat peta dasar, maka akan dibuat peta dasar daerah
irigasi baru (skala 1 : 2.000 atau 1 : 5.000) yang menunjukkan
situasi lapangan yang ada. Dan jika sudah ada/tersedia peta dasar,
maka akan dilakukan updating peta dengan membuat poligon dan
waterpass keliling serta situasi yang sudah berubah.
b.
Peta Ikhtisar Jaringan Irigasi (skala 1 : 10.000 atau 1 : 20.000) yang
dapat dibuat dari Peta Dasar Daerah Irigasi skala 1 : 2.000 atau
1:5.000 (butir a.) di atas.
Peta Dasar Daerah Irigasi ini akan memuat hal-hal sebagai berikut :
1. Jaringan utama yang terdiri dari bendung/bangunan utama dan
bangunan lain, saluran-saluran induk dan sekunder, saluran suplesi
dan sungai-sungai. Saluran tersier akan digambar sampai dengan
titik dimana saluran memasuki petak tersier dan berakhir dengan
ujung panah. Juga nama tiap saluran induk dan sekunder.
2. Saluran Pembuangan induk, sekunder dan tersier akan dilengkapi
dengan nama (jikalau ada namanya). Sungai-sungai alam yang
belum terinventarisasi akan dicantumkan dengan garis ganda atau
garis utuh (tidak terputus) bagi sungai alam yang tidak dikelola oleh
Sub Dinas Pengairan. Sedangkan untuk sungai/saluran alam yang
dikelola oleh Sub Dinas Pengairan akan digambar dengan garis tebal
dan putus-putus dengan titik-titik kilometer yang ditandai
sepanjang saluran pembuang.
3. Bangunan-bangunan
penting,
seperti
bendungan,
bendung/
bangunan utama, bangunan pengatur, bagi sadap, sadap, siphon,
talang dan jembatan pada saluran induk, sekunder dan saluran
suplesi
akan
dicantumkan
dengan
ekerj
sesuai
Standar
Perencanaan (KP).
II
graciawidya@[Link]
LAPORAN AKHIR
Pekerjaan ;Detail Desain Rehabilitasi DI. Babakan (Waduk Malahayu)
Kabupaten Brebes
4. Batas-batas petak tersier dan batas DI. Akan dibuat secara tegas,
dengan ekerj sesuai Standar Perencanaan (KP.07).
5. Informasi untuk tiap petak tersier akan ditulis dalam kotak petak
tersier, berisi :
Nama petak tersier
Areal potensial dalam hektar (diukur dengan alat planimeter,
dibulatkan sampai satu
ekerja). Areal potensial yang
dicantumkan ini akan diuji dengan pengukuran dan diplanimeter
untuk setiap petak tersier pada peta lay out dengan skala
1:2.000 atau 1:5.000.
Debit rencana untuk saluran tersier (dikosongkan, karena akan
diisi oleh perencana dalam tahap system Planning)
6. Batas-batas Propinsi, Kabupaten dan Ranting Dinas (Pengamatan)
serta Desa akan dilengkapi dengan nama desa.
7. Batas sawah irigasi, sawah tadah hujan, dataran yang dapat diairi,
tegalan, hutan dan sebagainya akan diberi tanda yang cukup jelas.
8. Jalan (Propinsi, Kabupaten, Desa), jalan inspeksi dan jalan kereta
api akan dibuat.
9. Titik-titik triangulasi, lokasi bench mark (BM) dan garis rangka (grid)
10. Lokasi stasiun curah hujan, pencatat permukaan air otomatis
(AWLR) dan stasiun hidrometeorologi lainnya.
11. Bendung, waduk, sungai dan sumber air lain serta bangunanbangunan lain yang berada dalam daerah lokasi pekerjaan (areal
persawahan) dan tidak dalam pemukiman seperti makam, pabrik,
sekolah dll. Akan dicantumkan dalam bentuk simbol dan dilengkapi
dengan nama desa.
12. Skala garis numeris dan petunjuk arah utara.
13. Keterangan notasi gambar akan disesuaikan dengan Standar
Perencanaan Irigasi (KP.07).
14. Pada setiap lembar peta dasar skala 1:2.000 atau 1:5.000 dilengkapi
dengan gambar referensi tiap lembar untuk memudahkan membaca
peta tersebut.
II
graciawidya@[Link]
LAPORAN AKHIR
Pekerjaan ;Detail Desain Rehabilitasi DI. Babakan (Waduk Malahayu)
Kabupaten Brebes
Pembuatan Peta Ikhtisar
Peta Ikhtisar dibuat dalam satu lembar ukuran A1, skala 1 : 10.000 atau
1 : 20.000 yang disusun dengan pengecilan topografis dari peta dasar.
Urutan Pelaksanaan Pekerjaan
Urutan pekerjaan ialah sebagai berikut :
1. Mengumpulkan peta-peta, foto udara dan data lain yang dapat
diperoleh dari kantor-kantor/ instansi terkait.
2. Mengkaji laporan-laporan dari Survai sebelumnya.
3. Menyusun peta dasar pendahuluan (1 : 2.000 atau 1 : 5.000) dari
peta dan data yang ada.
4. Mengadakan peninjauan lapangan dengan peta pendahuluan.
5. Memasang Benchmark (BM).
6. Melakukan Survai
dan pengukuran sipat-datar tambahan yang
dibutuhkan untuk updating peta dasar.
7. Mencantumkan data hasil Survai dan hasil peninjauan lapangan
kepada peta dasar pendahuluan.
8. Melakukan Survai
dan pengukuran sipat-datar lengkap untuk
membuat Peta Dasar baru bila peta dasar lama tidak tersedia.
9. Membuat Peta Ikhtisar (skala 1 : 10.000 atau 1 : 20.000).
Rincian Pekerjaan Kegiatan A
Pekerjaan yang akan dilaksanakan dalam Kegiatan A dirinci di halaman
berikut:
1.
Mengenali data hasil Profil Sosio Teknik dan Kelembagaan P3A/
Gabungan P3A serta mengakomodasi kebutuhan petani pemakai air
meliputi kebutuhan perbaikan fisik.
2.
Pengukuran untuk Updating Peta Dasar
a.
Pengumpulan Data.
Peta situasi/ peta dasar 1 : 2.000 atau 1 : 5.000.
II
graciawidya@[Link]
LAPORAN AKHIR
Pekerjaan ;Detail Desain Rehabilitasi DI. Babakan (Waduk Malahayu)
Kabupaten Brebes
Peta DI 1 : 5.000 atau 1: 2.000
Peta situasi trace 1 : 2.000 dan gambar potongan
memanjang dan melintang saluran irigasi dan pembuang.
Peta Topografi 1 : 25.000 atau 1 : 50.000
Patok tersier
Foto udara (bila ada) produk terbaru skala 1 : 10.000 atau
skala terbesar yang ada.
Peta-peta lain (jika ada) yang dianggap perlu.
b.
Mengkaji laporan-laporan terdahulu, antara lain :
Titik Referensi dan sistim proyeksi yang digunakan.
Ketelitian yang dicapai.
Peralatan yang dipakai.
Daftar titik kontrol BM (x,y,z) dan deskripsi BM
Batas-batas pengukuran
Informasi tambahan lainnya yang dianggap perlu.
2. Peninjauan lapangan dengan berpedoman pada data-data seperti
point 1 bersama-sama Tim Direksi, untuk :
Mengecek keberadaan BM.
Mencocokkan tata letak jaringan irigasi dan bangunan serta
jaringan pembuang.
Mencocokkan tata letak jaringan jalan (Jalan Propinsi,
Kabupaten, Desa, Jalan KA dll.)
Mencocokkan tata guna lahan (sawah, tegalan, pemukiman dll)
jika ada perubahan agar dicatat dan dibuat sketsa.
Mencocokkan batas-batas petak tersier.
Mencocokkan areal sekarang yang diairi.
Menentukan rencana pengukuran untuk updating peta dasar
seperti :
i.
Pemasangan BM baru untuk mengganti BM yang rusak/
hilang untuk menambah kerapatannya. Dalam hal ini perlu
pengukuran polygon dan waterpass untuk menentukan
koordinatnya (x,y,z).
ii. Perubahan-perubahan yang telah terjadi misalnya batas
II
graciawidya@[Link]
LAPORAN AKHIR
Pekerjaan ;Detail Desain Rehabilitasi DI. Babakan (Waduk Malahayu)
Kabupaten Brebes
petak tersier, jalan, saluran tersier, perluasan ekerja atau
desa.
3. Pelaksanaan Pengukuran.
Pemasangan BM.
BM akan dipasang di tempat yang stabil, aman dari gangguan dan
mudah dicari. Setiap BM akan difoto, dibuat deskripsinya diberi
nomor ekerjaa BM yang sudah ada atau sesuai petunjuk Direksi.
Pengukuran Polygon dan Sipat Datar.
Untuk menentukan koordinat (x,y,z) dari BM yang baru akan
dilakukan pengukuran polygon dan sipat datar. Tata cara
pengukuran, peralatan dan ketelitian pengukuran sesuai dengan
ketentuan yang berlaku, titik ikatnya menggunakan BM lama
yang terdekat.
Pengukuran Situasi Detail.
Pengukuran situasi detail diperlukan untuk tambahan data
tentang perubahan-perubahan detail topografis (batas alam,
petak tersier, jalan, ekerja, saluran tersier, saluran pembuang
dan lain-lain). Pengukuran situasi detail akan diikatkan pada
BM/CP yang ada.
Pengukuran aketinggian sawah dengan uji petik minimal 3 (tiga)
titik per petak tersier. Metode pengukuran menggunakan
Tachymetri.
Data-data hasil pengukuran akan ditambahkan pada peta dasar
pendahuluan.
4. Pengukuran dan Pemetaan Situasi (1 : 5.000) baru.
Pengukuran lengkap akan dilakukan, jika tidak tersedia/ tidak
memenuhi syarat peta dasar skala 1 : 5.000 atau 1 : 2.000. Rincian
ekerjaan yang akan dilakukan Konsultan adalah sebagai berikut :
a.
Persiapan.
Persiapan administrasi/ laporan, peralatan dan personil.
II
graciawidya@[Link]
LAPORAN AKHIR
Pekerjaan ;Detail Desain Rehabilitasi DI. Babakan (Waduk Malahayu)
Kabupaten Brebes
Pengumpulan data pendukung dari instansi terkait, antara
lain :
Peta topografi 1 : 25.000 atau 1 : 50.000
Foto produk baru (jika ada) skala 1 : 10.000 atau skala
lebih besar.
Titik referensi yang akan digunakan.
Sistem Proyeksi (UTM).
Batas areal pengukuran.
Data-data yang diperlukan.
Survai lapangan pendahuluan dilakukan bersama-sama
antara Tim Konsultan dan Tim Direksi, untuk memperoleh
informasi antara lain :
Batas
areal
irigasi
untuk
pemetaan
termasuk
kemungkinan tambahan perluasan areal.
Nama, panjang dan lokasi jaringan irigasi bangunan
serta jaringan pembuang yang akan diukur.
b.
Data-data yang diperlukan.
Pemasangan Patok dan BM.
Pelaksanaan pemasangan patok dan BM sbb :
Patok terbuat dari kayu ukuran 5/7 atau bambu bulat,
panjang 50 cm, ditanam 40 cm dan bagian atasnya 10 cm
diberi cat merah dan paku payung.
Patok dipasang sepanjang/ melingkupi batas areal irigasi
yang berfungsi sebagai kerangka pengukuran. Apabila
kerangka ini terlalu besar agar dibuat menjadi beberapa
loop sesuai petunjuk Direksi.
Patok dipasang setiap jarak 100 m untuk pengukuran
sungai dan 50 m untuk pengukuran salauran.
BM akan dipasang sebelum dilaksanakan pengukuran. BM
dipasang di tempat yang stabil, aman dari gangguan dan
mudah dicari. Setiap BM akan difoto, dibuat deskripsinya,
graciawidya@[Link]
II 10
LAPORAN AKHIR
Pekerjaan ;Detail Desain Rehabilitasi DI. Babakan (Waduk Malahayu)
Kabupaten Brebes
diberi nomor dan kode sesuai petunjuk Direksi.
Pada BM dimana dilakukan pengamatan matahari akan
dipasang azimuth mark sebagai acuan azimuth.
Pemasangan BM akan direncanakan kerapatannya dan
mendapat
persetujuan
Direksi,
sehingga
memenuhi
persyaratan :
Pengukuran situasi setiap 500 ha.
Pada kerangka setiap 2,5 km dan pada tiap titik simpul.
Bentuk dan konstruksi BM sesuai ketentuan yang berlaku
(KP).
c.
Pengukuran Kerangka Horisontal.
Pelaksanaan pengukuran kerangka horisontal adalah sebagai
berikut :
Metode pengukuran adalah Polygon.
Alat ukur adalah Theodolit T-2 atau alat lain yang sejenis.
Alat ukur jarak yang digunakan adalah EDM atau roll meter
baja.
Jalur pengukuran polygon mengikuti jalur kerangka
pengukuran.
Sudut ekerjaan diukur 1 (satu) seri lengkap (B,LB).
Perbedaan sudut ekerjaan hasil bacaan biasa dan luar
biasa 5.
Untuk orientasi arah ekerja ukuran sudut akan dilakukan
pengamatan matahari sesuai petunjuk Direksi.
Jarak antar patok diukur 2 (dua) kali atau bolak-balik,
perbedaannya akan 1 : 1/7500 (L=jarak rata-rata).
Panjang seksi pengukuran polygon maksimum 2,5 km, setiap
ujungnya ditandai dengan BM.
d.
Pengukuran Kerangka Vertikal.
Pelaksanaan pengukuran kerangka vertikal adalah sebagai
berikut :
graciawidya@[Link]
II 11
LAPORAN AKHIR
Pekerjaan ;Detail Desain Rehabilitasi DI. Babakan (Waduk Malahayu)
Kabupaten Brebes
Menggunakan metode pengukuran sipat datar/ waterpass.
Alat yang digunakan akan alat waterpass otomatis dan
rambu ukur yang dilengkapi dengan nivo.
Ketinggian/ elevasi setiap titik polygon dan BM ditentukan
dengan pengukuran waterpass.
Sebelum dan sesudah pengukuran (setiap hari) akan
dilakukan checking garis bidik
Metode pengukuran waterpass adalah double stand dan
pergi-pulang.
e.
Pengukuran Situasi Detail.
Menggunakan metode pengukuran Tachymetri.
Alat ukur yang digunakan adalah Theodolit T-0.
Posisi titik detail ditentukan oleh arah dan jarak atau sudut
dan jarak.
Kerapatan elevasi pada sawah maksimum tiap 100 m.
Batas-batas petak tersier di lapangan akan diukur.
Semua kenampakan yang ada baik alami maupun buatan
manusia akan diukur (jaringan saluran irigasi, pembuang,
jalan ekerja dan lain-lain).
Pengukuran akan diikatkan pada titik polygon.
f.
Ketelitian Pengukuran.
Pengukuran Polygon.
i.
Salah penutup polygon 10 N, N = jumlah titik ekerja.
ii.
Salah linier ekerja 1 : 7.500.
Pengukuran waterpass/ sipat datar.
i.
Perbedaan beda tinggi antara stand I dan stand II
2mm.
ii.
Salah penutup beda tinggi 10 D mm, D = total jarak
dalam Km.
g.
graciawidya@[Link]
Uji Petik
II 12
LAPORAN AKHIR
Pekerjaan ;Detail Desain Rehabilitasi DI. Babakan (Waduk Malahayu)
Kabupaten Brebes
Pengukuran
ekerja dan waterpass akan dilakukan dan
jalurnya dipilih memotong jalur pengukuran Konsultran.
Uji petik ketinggian sawah minimal 3 (tiga) titik per petak
tersier dengan metode ekerjaan .
Penggambaran
1. Peta dasar pendahuluan skala 1 : 2.000 atau 1 : 5.000 akan
memperlihatkan keadaan pada saat dilakukan pengukuran.
2. Peta akan digambar di atas kertas kalkir 80/85 mg ukuran A1 (594 x
841 mm) dengan tata laksana penggambaran sesuai dengan Standar
Perencanaan Irigasi.
3. Untuk arsiran agar menggunakan kertas litratone (siloete).
4. Untuk tulisan huruf dan angka akan menggunakan sablon. Ukuran
tulisan , angka dan ketebalan garis akan sesuai dengan Standar
Perencanaan Irigasi (KP-07).
5. Dari peta dasar skala 1 : 5.000 atau 1 : 2.000 tersebut diperkecil
menjadi Peta Ikhtisar skala 1 : 10.000 atau 1 : 20.000 dengan
ukuran kertas A1 (594 x 841 mm). Apabila tidak tercakup dalam
satu lembar kertas A1, arah panjang boleh ditambah sesuai dengan
kebutuhan tetapi arah lebar tetap.
Persetujuan Peta dan Dokumen.
1. Peta dasar akan mencerminkan kondisi lapangan yang ada dan
sebelum
diserahkan
akan
dibahas
terlebih
dahulu
untuk
mendapatakan persetujuan Direksi/ Pemberi Pekerjaan/ Pengguna
Jasa.
2. Buku Pengukuran dan Buku Deskripsi BM akan diperiksa oleh Staf
Pengawas (Supervisor Pengukuran).
graciawidya@[Link]
Produk Kegiatan A
II 13
LAPORAN AKHIR
Pekerjaan ;Detail Desain Rehabilitasi DI. Babakan (Waduk Malahayu)
Kabupaten Brebes
1. Laporan Rencana Mutu Kontrak Desain.
2. Laporan Pendahuluan (Konsep dan Final)
3. Peta dasar skala 1 : 5.000 atau 1 : 2.000
4. Peta Ikhtisar skala 1 : 10.000 atau 1 : 20.000
2.2.2. KEGIATAN B meliputi :
Kegiatan ini dilakukan untuk menyiapkan data-data guna pembuatan System Planning
dan gambar-gambar saluran dan bangunan yang ada untuk tahap Desain Pekerjaan
Rehabilitasi.
Tahapan pekerjaan yang akan dilaksanakan dirinci seperti berikut ini :
[Link]. Pengumpulan Data Pendukung O&P, Hidrologi, Hidrometri dan Data
Ekonomi
Meninjau dan mengamati ekerj operasi yang selama ini dijalankan dan
mengumpulkan data yang dibutuhkan untuk menyusun Laporan Syatem
Planning serta Pedoman Operasi dan Pemeliharaan sebagai berikut ini :
Data Pendukung O&P.
1.
Data status P3A (Perkumpulan Petani Pemakai air) dan gabungan
P3A serta aktifitasnya dalam pengelolaan jaringan irigasi.
2.
Detail prosedur Operasi dan Pemeliharaan jaringan yang berjalan
sekarang dan kekurangan-kekurangannya.
3.
Data kebutuhan air yang selama ini dipakai untuk perencanaan
Operasi dan Pembagian air di Daerah Irigasi yang bersangkutan.
4.
Catatan tanaman (areal yang ditanami) menurut musim, jenis
tanaman (palawija, tebu, dll) intensitas tanam dan hasil untuk lima
tahun terakhir, (sumber data akan dicatat)
5.
Data personil dan segala fasilitasnya yang tersedia pada saat
pelaksanaan ekerjaan.
6.
graciawidya@[Link]
Data lain tentang status sekarang, kendala-kendala dan masalah-
II 14
LAPORAN AKHIR
Pekerjaan ;Detail Desain Rehabilitasi DI. Babakan (Waduk Malahayu)
Kabupaten Brebes
masalah dalam Operasi dan Pemeliharaan, sebagaimana dibutuhkan
untuk System Planning.
Data Hidrologi dan Hidrometri
Data klimatologi dari stasiun klimatologi terdekat atau yang mewakili
untuk 20 tahun terakhir.
1.
Data debit sungai setengah bulanan, selama minimum 10 tahun
atau debit sepuluh harian selama sepuluh tahun terkhir dari data
catatan debit pada bendung/ bangunan utama atau stasiun
pengukur debit lain yang tersedia.
2.
Data catatan banjir pada bendung/ bangunan utama atau stasiun
pengukur debit jika tersedia untuk 10 tahun terakhir.
3.
Data curah hujan setengah bulanan selama minimum 10 tahun atau
sepuluh harian selama sepuluh tahun terakhir pada stasiun curah
hujan yang ada di wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) serta daerah
persawahan. Hujan bulanan dan hujan harian maksimum 10 tahun.
Hujan 3 harian berurutan 10 tahun.
Pengumpulan Data untuk Analisa Ekonomi
Analisa ekonomi yang akan dilakukan menyangkut ekerjaan-indikator
antara
lain : Benefit/ Cost Ratio, Net Benefit (Present Value) dan
Economic Internal Rate of Return (EIRR), berdasarkan beberapa
ekerjaan e umur ekonomis jaringan irigasi dan Interest Rate (bunga)
yang berlaku.
Untuk keperluan tersebut , Konsultan akan mengumpulkan data
mengenai jenis tanaman, hasil panen dan harga jual, kebutuhan tenaga
dan peralatan yang berlaku di lokasi ekerjaan sekurang-kurangnya 10
tahun.
[Link] Survai, Inventarisasi Jaringan Irigasi dan Usulan Petani
graciawidya@[Link]
Survai Inventarisasi Jaringan Irigasi
II 15
LAPORAN AKHIR
Pekerjaan ;Detail Desain Rehabilitasi DI. Babakan (Waduk Malahayu)
Kabupaten Brebes
Pekerjaan yang akan dilakukan adalah sebagai berikut :
1.
Tim Desain Konsultan, Tim Direksi dan P3A/ Gabungan P3A
bersama-sama melakukan penelusuran setiap ruas saluran, suplesi
dan saluran pembuang dan setiap bangunan di sepanjang saluran
dan menginventarisasi kondisi saluran dan bangunannya. Sketsa
detail semua bangunan yang dilengkapi dengan dimensi, ukuran
pintu, elevasi mercu dan sebagainya, rincian perbaikan yang
dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan O&P, akan dituliskan dalam
sketsa tersebut. Data ini akan dimasukkan ke dalam blanko yang
disediakan . Foto diambil pada semua bangunan penting untuk
menggambarkan pekerjaan yang dibutuhkan.
2.
Gambar-gambar yang tersedia tentang bangunan akan dibawa ke
lapangan selama inspeksi, dan dimensi penting diukur kembali dan
dicatat di atas gambar. Kalau gambar bengunan tidak tersedia,
akan dibuat sketsa yang bersih di lapangan dengan dimensi terinci
untuk selanajutnya dibuat gambar-gambar berdimensi. Sketsasketsa ini akan dijilid rapi dan diserahkan pada akhir pekerjaan.
3.
Menyusun inventarisasi saluran irigasi dan drainase, bangunan pada
saluran, bangunan pengukur debit, jalan inspeksi dan rumah
instansi dalam blanko yang disediakan.
4.
Peta skema yang tersedia akan dipelajari sebelum melakukan survai
lapangan. Petak tersier yang ada dengan luas melabihi 150 ha atau
yang mempunyai masalah ketidakterjangkauan air akan dicatat
untuk mencari alternatif lain agar luas dibatasi sampai tidak
menimbulkan masalah air. Alternatif yang mungkin adalah
meningkatkan saluran tersier menjadi saluran sekunder atau saluran
muka, atau pemindahan sebagian areal ke bangunan sadap lain.
Sebaliknya jika saluran kecil yang melayani kurang dari 100 ha akan
dicatat untuk direklasifikasikan sebagai saluran tersier/ saluran
muka kalau sekarang dianggap sebagai saluran sekunder. Setelah
dibahas dengan P3A/ Gabungan P3A, perubahan-perubahan
tersebut akan dimasukkan ke dalam skema irigasi baru.
5.
graciawidya@[Link]
Melakukan survai dan membuat daftar yang memuat daftar yang
II 16
LAPORAN AKHIR
Pekerjaan ;Detail Desain Rehabilitasi DI. Babakan (Waduk Malahayu)
Kabupaten Brebes
memuat lokasi, ukuran dan type serta prakiraan luas layanan dari
bangunan sadap liar, dan memplotnya pada konsep peta dasar skala
1 : 5.000 atau 1 : 2.000 sesuai dengan pembahasan bersama P3A
dan gabungan P3A.
6.
Terhadap bangunan sadap liar akan dilakukan tindakan sebagai
berikut :
Diadakan survai lebih detail mengenai bangunan liar ini,
identifikasi sebab-sebabnya sadap liar dibuat oleh petani.
Kemudian didiskusikan dengan P3A dan gabungan P3A, untuk
menetapkan usulan apakah bangunan sadap liar tersebut
ditutup sama sekali
ataukah dilegalisir dengan dibuatkan
bangunan sadap etrsier baru. Usulan tersebut kemudian akan
ditegaskan dan diputuskan dalam rapat System Planning.
Dalam hal bangunan sadap liar dilegalisir, Konsultan akan
melakukan pengukuran untuk rencana bangunan sadap baru.
Tempat sadap yang telah disahkan akan diberi nama dan
dimasukkan bersama-sama dengan sadap lainnya dalam gambar
dengan catatan bangunan baru. Kalau belum diambil
keputusan, sadap liar akan digambar dengan garis putus-putus
di atas gambar peta dasar, skema potongan memanjang
saluran.
Pembuatan Skema Jaringan Irigasi (existing).
Dibutuhkan 2 (dua) skema :
1.
Skema Irigasi (saluran pembawa dan pembuang)
2.
Skema bangunan.
(a) Skema Irigasi
Gambar skema dibuat tanpa skala dan digambar pada satu
lembar kertas kalkir ukuran A1. Saluran Induk/ Sekunder
digambar dengan garis lurus dengan berbagai ketebalan sesuai
Standar Perencanaan Teknis.
graciawidya@[Link]
II 17
LAPORAN AKHIR
Pekerjaan ;Detail Desain Rehabilitasi DI. Babakan (Waduk Malahayu)
Kabupaten Brebes
Skema Irigasi akan mencakup :
a. Nama saluran induk/ sekunder yang ada.
b. Bendung/ bangunan utama dan semua bangunan bagi, bagi/
sadap, dan sadap yang ada, masing-masing diberi label yang
benar dengan nomenklatur sesuai Standar Perencanaan
Irigasi.
c. Pada kotak petak tersier ditulis :
Nama petak tersier.
Debit rencana (l/dt) (dikosongkan untuk diisi tiap tahap
System Planning),
Luas rencana (areal potensial) (ha),
Luas sawah irigasi sekarang/ fungsional (ha).
d. Cantumkan untuk tiap ruas saluran antara bangunan bagi/
sadap :
Jumlah areal potensial (A) di hilir.
Debit rencana (Q) untuk ruas tersebut.
(dikosongkan untuk diisi pada tiap tahap System
Planning).
Panjang (L) tiap ruas saluran.
Dimensi saluran (b= lebar dasar, d= kedalaman air)
(dikosongkan untuk diisi pada tiap tahap System
Planning)
e. Batas-batas daerah pengelolaan jaringan irigasi akan diberi
batas pemisah dalam skema irigasi.
f. Suatu tabel ikhtisar Inventarisasi Jaringan Irigasi akan
disediakan dalam gambar Skema Irigasi dengan memberikan
nama dan panjang :
graciawidya@[Link]
Saluran Induk dan sekunder
Saluran suplesi.
Saluran pembuang.
Daftar type dan jumlah bangunan di sepanjang saluran.
II 18
LAPORAN AKHIR
Pekerjaan ;Detail Desain Rehabilitasi DI. Babakan (Waduk Malahayu)
Kabupaten Brebes
Areal potensial dan sawah irigasi yang sudah diairi
sekarang untuk tiap saluran.
g. Untuk system golongan (> 1 golongan) akan dibuat skema
golongan.
(b) Skema Bangunan
a. Skema Bangunan akan menunjukkan semua bangunan yang
ada dengan Nomen klatur (nama bangunan) dan posisi lokasi
bangunan yang benar.
b. Pada setiap bangunan yang ada di saluran induk dan
sekunder dan dai ujung saluran agar dicantumkan km-nya
(station) dari titik nol. Titik nol pada saluran dihitung dari
pintu pengambilan intake bendung dan pintu sadap masingmasing untuk saluran sekunder.
Pembuatan Peta Pra-Layout
Dari hasil inspeksi lapangan dan kesepakatan dengan P3A dan gabungan
P3A serta pembuatan Skema Jaringan Irigasi, batas-batas petak tersier
yang diusulkan diplot pada peta dasar untuk menghasilkan peta pralayout, sebagai dasar untuk System Planning.
Survai dan Inventarisasi Usulan Petani.
Pekerjaan yang akan dilakukan adalah sebagai berikut :
1. Tim Desain Konsultan, Tim Direksi, P3A/ Gabungan P3A dan Petani
bersama-sama melakukan Survai Inventarisasi usulan kebutuhan
pekerjaan untuk rehabilitasi saluran dan bangunan.
2. Menyusun hasil survai inventarisasi usulan kebutuhan pekerjaan
untuk rehabilitasi saluran dan bangunan beserta rekomendasinya.
[Link]. Penyelidikan Geologi Teknik
Ketentuan ini hanya berlaku, jika ekerjaan yang bersangkutan memerlukan
penyelidikan geoteknik, jika tidak maka ketentuan mengenai penyelidikan
geologi teknik dianggap tidak ada.
graciawidya@[Link]
II 19
LAPORAN AKHIR
Pekerjaan ;Detail Desain Rehabilitasi DI. Babakan (Waduk Malahayu)
Kabupaten Brebes
Penyelidikan ini dimaksud untuk mendapatkan data tanah dasar di sekitar
lokasi bendung atau bangunan penting lainnya yang akan adigunakan untuk
ekerjaan detail desain bangunan. Lingkup ekerjaan penyelidikan geologi
teknik ini meliputi pengeboran dangkal, Dutch Cone Penetrometers (Sondir) ,
sumur uji, pengambilan contoh tanah asli (undisturbed sample), dan contoh
tanah tidak asli (disturbed sample) serta analisa laboratorium guna
mengetahui sifat-sifat tanah dasar tersebut.
Penyelidikan geoteknik tersebut hanya dilakukan pada bangunan sedang dan
bangunan besar seperti bendung, talang dan jembatan atau bangunan lain
yang secara teknis memang diperlukan. Jumlah titik penyelidikan untuk
masing-masing lokasi bangunan akan disesuaikan dengan kebutuhan, tetapi
kegiatan ini akan mutlak dilakukan pada daerah yang tingkat kerusakannya
parah. Sedang jumlah titik-titik sondir dan boring keseluruhan dalam paket
ekerjaan ini juga sesuai dengan kebutuhan di lapangan atas persetujuan
Direksi.
Spesifikasi kegiatan penyelidikan geoteknik, ditentukan sebagai berikut ini:
1.
Pemboran Dangkal (Hand Auger Boring)
2.
Pemboran dangkal dapat menggunakan Hand Operated Auger type Iwan
atau Helical guna pengambilan contoh tanah untuk penyelidikan
laboratorium dan identifikasi strata tanah permukaan.
a. Pemboran akan dilaksanakan sampai mencapai kedalaman 5 meter
dari permukaan tanah setempat.
b. Metode pemboran akan mengacu pada standar ASTM D 1452-2
3.
Sondir (Dutch Cone Penetrometer)
a. Penyelidikan sondir ini dimaksudkan untuk mengetahui gambaran
daya dukung tanah dasar rencana bendung dari harga conus dan
jumlah hambatan pelekatan.
b. Alat sondir yang digunakan minimal dengan berat 2 ton dan dapat
digunakan hingga tekanan conus 200 kg/cm2 atau hingga kedalaman
25 meter.
c. Kecepatan penetrasi akan dibuat 1 cm / sec dengan interval
pengetesan antara 20 s/d 25 cm
d. Hasil dari sondir akan menunjukkan hubungan antara tekanan conus,
graciawidya@[Link]
II 20
LAPORAN AKHIR
Pekerjaan ;Detail Desain Rehabilitasi DI. Babakan (Waduk Malahayu)
Kabupaten Brebes
jumlah hambatan pelekat untuk kedalaman dengan interval 20 s/d
25 cm
4.
Sumur Uji.
a. Cocok untuk tanah lempung lembek sampai kuat, tanah lempung
berpasir dan berbatu-batu
b. Pekerjaan sumur uji dimaksudkan untuk mengetahui jenis lapisan
dan tebal dengan tujuan baik untuk fondasi maupun bahan timbunan
yang mengangkut properties tanah baik indeks maupun sifat-sifat
teknis.
c. Tata cara dan metode pelaksanaan mengacu pada ASTM D 2937-71
d. Khusus untuk daerah yang diusulkan sebagai quarry sangat diperlukan
5.
Pengambilan Contoh Tanah Asli (Undisturbed Sample)
a. Pengambilan contoh tanah asli dimaksudkan untuk penyelidikan
contoh tanah di laboratorium yang meliputi Index Properties dan
Engineering Properties dari tanah asil pemboran. Pengambilan contoh
tanah asli dimulai pada kedalaman 1,50 meter dari permukaan tanah
setempat.
b. Metode pelaksanaan akan mengacu pada standard ASTM D 158-67
6.
Pengambilan Contoh Tanah Tidak Asli (Disturbed Sample)
a. Pengambilan contoh tanah tidak asli baru dilaksanakan jika hasil dari
contoh tanah asli sangat kurang untuk identifikasi tanah di
laboratorium. Pengambilan contoh tanah ini dilaksanakan setelah
pelaksanaan pemboran.
b. Contoh tanah tidak asli dityujukan untuk observasi visual tanah dan
physical properties test yang meliputi: Natural Moisture Content,
Spesifikasi Gravity Test, Grainsize Analysis Test, serta Liquid &
Plastic Limit Test.
graciawidya@[Link]
II 21
LAPORAN AKHIR
Pekerjaan ;Detail Desain Rehabilitasi DI. Babakan (Waduk Malahayu)
Kabupaten Brebes
c. Penyelidikan Contoh Tanah
Contoh tanah asli hasil pemboran akan tersusun secara rapi dalam
satu core-box guna keperluan deskripsi visual tanah. Core box ini
akan diserahkan kepada Direksi di akhir ekerjaan penyelidikan
tanah, dilengkapi dengan 1 set foto dan 2 set dokumen Laporan
Hasil penyelidikan Geoteknik.
Contoh tanah tidak asli akan diteliti di laboratorium (index
properties) yang meliputi :
Kadar Air Tanah
Specific gravity tanah
Analisa ayakan yang termasuk prosentase lempung, pasir dan
kerikil
Klasifikasi tanah, berat volume tanah
Angka pori dan kadar pori
Contoh tanah asli juga akan diteliti sifat fisiknya ditambah dengan
sifaty-sifat teknis (properties teknis) meliputi :
Permeability Test
Consolidation Test
Unconfined Compression Test (jika dibutuhkan)
Tri Axial Test (UU Test)
Direct Shear Test ( jika dibutuhkan)
Khusus untuk contoh tanah asli hasil test pit pada quarry perlu
dilakukan test pemadatan tanah (Standart proctor ASTM D-698)
guna mendapatkan kadar air optimum. Dengan kepadatan
standart praktis 80% - 90%. Contoh tanah ini kemudian akan
dilakukan uji Permeability dan Triaxial Test untuk mencari
kemampuanrembesan dan sudut geser dari tanah setelah
dipadatkan.
7.
Laporan Penyelidikan Geoteknik
Hasil penyelidikan akan dicantumkan dalam Laporan Hasil Penyelidikan
Geoteknik, yang mencakup :
graciawidya@[Link]
II 22
LAPORAN AKHIR
Pekerjaan ;Detail Desain Rehabilitasi DI. Babakan (Waduk Malahayu)
Kabupaten Brebes
8.
a.
Lokasi dan waktu penyelidikan
b.
Metode penyelidikan
c.
Hasil penyelidikan / analisa laboratorium
d.
Gambar-gambar sket hasil bor dan lain-lain
Kebutuhan Penyelidikan Geologi Teknik sesuai dengan Kerangka Acuan
Kerja (KAK) adalah :
Penyelidikan geologi teknik pada Saluran Induk Sidareja Cihaur
Kabupaten Cilacap dengan 2 lokasi penyelidikan masing-masing 3
titik
Jumlah kedalaman penyelidikan geologi teknik adalah 90 m.
[Link]. Pengukuran Saluran dan Bangunan
Melakukan pengukuran saluran dan bangunan yang dibutuhkan untuk
menyusun Laporan System Planning dan Detail Desain Saluran dan Bangunan.
Pengukuran Lokasi dan Site Bangunan Utama (jika data lama tidak
tersedia).
1.
Konsultan akan melakukan pengukuran lengkap pada Bangunan
Utama yang ada, sungai di sekitarnya dan penampang melintang
sekitar saluran dengan menggunakan alat Theodolit dan Waterpass.
2.
Pekerjaan pengukuran sungai dan bangunan utama (bendung,
pengambilan bebas) yang kondisinya masih baik, cukup dilakukan
dengan site survai sepanjang 100 meter ke hulu dan 100 meter
ke hilir, demikian pula untuk mata air/ sumber.
3.
Pengukuran sungai untuk Bangunan Utama yang mempunyai
masalah berupa overtopping, piping, gerusan dan degradasi pada
hilirnya, perlu dilakukan pengukuran sungai sepanjang 600 meter
dengan pengaturan sesuai kebutuhan.
4.
Pengukuran sungai untuk Bangunan Utama baru dilakukan
pengukuran sebagai berikut :
a.
graciawidya@[Link]
Situasi Sungai
II 23
LAPORAN AKHIR
Pekerjaan ;Detail Desain Rehabilitasi DI. Babakan (Waduk Malahayu)
Kabupaten Brebes
Lebar sungai B 20 m; skala 1 : 500 sepanjang 1 km dengan
500 m ke hulu dan 500 m ke hilir dari as Bangunan Utama.
Lebar sungai 20 B 40 m; skala 1 : 1.000 sepanjang 1,50
km dengan 750 m ke hulu dan 750 m ke hilir dari as
bangunan utama.
Lebar sungai B > 40 m; skala 1 : 2.000 sepanjang 2,00 km
dengan 1,00 km ke hulu dan 1,00 km ke hilir dari as
bangunan utama.
b.
Site bangunan utama
Lebar sungai 20 B 40; skala 1 : 200
Lebar sungai B > 40 m; skala 1 : 500
Patok dipasang tiap jarak profil 25 m dan tiap jarak profil 5
m untuk sekitar bendung sepanjang 25 m ke hulu dan 25 m
ke hilir.
5.
Hasil pengukuran, cara perhitungan dan penggambaran akan sesuai
dengan Standar Perencanaan Irigasi.
Pengukuran Saluran dan Bangunan (jika data lama tidak tersedia atau
tersedia tapi tidak lengkap)
Pekerjaan ini meliputi hal-hal sebagai berikut :
1.
Pemasangan BM dan CP
a.
Pemasangan Bench Mark (BM)
Menambah BM baru jika jarak BM yang ada lebih besar dari
2.000 m pada satu jalur saluran.
b.
Pemasangan CP
Pada bangunan lama yang penting pada setiap dekzerk agar
dipasang baut kuningan dan diukur posisi (x,y,z), dipasang
marmer dan diberi notasi/ no. CP. Pada rencana bangunan baru
akan dipasang patok CP (Control Point) sesuai gambar standar
dari Direksi Pekerjaan.
graciawidya@[Link]
II 24
LAPORAN AKHIR
Pekerjaan ;Detail Desain Rehabilitasi DI. Babakan (Waduk Malahayu)
Kabupaten Brebes
2.
Koordinat dan elevasi BM baru/ lama diukur kembali.
3.
Pemasngan patok BM baru akan sesuai dengan spesifikasi Standar
Perencanaan Irigasi, tanda-tanda nomenklatur akan dipasang
dengan persetujuan Direksi Pekerjaan. Konsultan bertanggungjawab
atas pemasngan BM baru.
4.
Membuat Deskripsi BM baru yang menunjukkan posisi letak (x,y) dan
ketinggian (z) serta sketsa peta lokasinya.
Deskripsi BM akan dilengkapi dengan lokasi, elevasi, referensi
sipat datar BM bersangkutan. Posisi BM diplot pada peta skala 1 :
5.000 dan dilampirkan pada halaman muka BM.
Dibuat daftar koordinat + elevasi BM baru/ lama dan CP baru/
lama.
Setiap perbedaan elevasi antara BM baru dan BM lama akan
dijelaskan dalam bab tentang survai dalam laporan akhir, BM
yang tidak berlaku dikeluarkan dari deskripsi BM, letak patok
akan diplot dalam skema pengukuran untuk mengetahui jarak
secara planimetris.
5.
Elevasi ambang bangunan bagi dan sadap, ketinggian mercu
bangunan pengukuran debit dan elevasi bangunan saluran sebelah
udik dan sebelah hilir ( bangunan, pengatur, terjun, siphon dll)
akan disipat datar dengan tepat. Untuk tujuan pengukuran sipat
datar ini lokasi akan bersih dari endapan lumpur. Semua elevasi ini
akan dimasukkan di tampang memanjang saluran.
6.
Semua elevasi sawah tertinggi pada setiap petak tersier akan diukur
untuk penentuan elevasi muka air (jika diperlukan) di saluran
tersier, sekunder, dan induk.
7.
Semua tanda muka air pada saluran (warna coklat) yang membekas
agar dicat, juga bekas muka air pada bangunan, akan diidentifikasi
guna memberikan informasi dalam menentukan muka arir yang
tepat untuk ertical Desain Hidrolik.
8.
Mengukur dan menyipat datar tampang memanjang dan melintang
dari :
graciawidya@[Link]
II 25
LAPORAN AKHIR
Pekerjaan ;Detail Desain Rehabilitasi DI. Babakan (Waduk Malahayu)
Kabupaten Brebes
Saluran Induk dan Sekunder
Saluran Suplesi
Saluran pembuang
Tiap pembuang lainnya, saluran pembuang alami atau sungai
yang dianggap perlu diperbaiki dalam Program Rehabilitasi/
Upgrading.
Saluran tersier yang akan ditingkatkan menjadi saluran sekunder
(berdasarkan hasil kesepakatan baik sebelum atau sesudah
diskusi system planning)
9.
Tampang Memanjang
a. Tampang memanjang saluran pembawa diukur dengan jarak
patok @ 50 m, diukur mulai pintu pangkal saluran primer/
sekunder.
b. Setiap 500 m sepanjang saluran pembawa dipasang patok dari
kayu, ukuran 5x7x120 cm atau kayu bundar dengan 7 cm, yang
nantinya diganti dengan patok beton selama pelaksanaan
konstruksi ertical rehabilitasi / upgrading.
Catatan : Pemasangan patok beton ini bukan tugas Tim Desain
Konsultan.
c. Penyipatan datar akan diakhiri pada bangunan terakhir di saluran
dan untuk drainase di titik tempat masuknya drainase itu ke
dalam drainase induk atau sungai.
d. Pengukuran tampang memanjang akan diikat dengan BM yang
ada di sepanjang saluran.
e. Patok dipasang tiap 50 m pada bagian yang lurus dan 25 m pada
belokan, atau menurut kebutuhan.
f. Bangunan-bangunan sepanjang saluran diukur terhadap patokpatok yang mengapitnya.
g. Pengukuran akan dilakukan pergi-pulang dan double stand.
10. Tampang Melintang
a. Diukur setiap jarak profil 100 m untuk saluran pembawa dan 200
graciawidya@[Link]
II 26
LAPORAN AKHIR
Pekerjaan ;Detail Desain Rehabilitasi DI. Babakan (Waduk Malahayu)
Kabupaten Brebes
m untuk ruas saluran pembuang yang lurus. Jika terdapat
patahan atau kerusakan lain pada saluran yang perlu ditambah
profil khusus untuk ketepatan kerusakan dan perhitungan volume
ertical .
b. Drainase gendong sepanjang saluran akan diperlakukan sebagai
bagian dari tampang melintang saluran dan disipat datar serta
diplot bersama-sama dengan tampang saluran, dalam gambar
yang sama.
c. Lebar profil melintang yang diukur adalah 10 m ke kiri dan 10 m
ke kanan dari tepi saluran dan dari kaki tanggul luar (jika ada
tanggul) baik pada saluran pembawa maupun pembuang. Untuk
butir (b) di atas lebar profil melintang disesuaikan seperlunya.
d. Setiap perubahan trace, tampang saluran akan diukur.
11. Persyaratan-persyaratan lain :
Alat yang digunakan pentipat datar otomatik Ni-2, NAK-1, NAK-2
atau
yang setara . Jika kondisi tidak memungkinkan dapat
digunakan T-0.
Jarak diukur dengan optis dan pita ukur baja.
Pengukuran Site Bangunan.
Pengukuran setempat (site survei) untuk pemetaan pada bagian
bangunan yang diperlukan dengan syarat sebagai berikut :
a.
Alat yang digunakan Plan-Table atau Theodolite T-0 atau yang
setara dan penyipat datar.
b.
Setiap bentuk/ perubahan bangunan akan diukur sampai titik detail
terkecil, karena akan digambarkan pada skala 1 : 100.
1.
Pengukuran ketinggian (elevasi) pada bangunan adalah sebagai
berikut :
a. Dasar saluran di hulu dan di hilir bangunan
b. Lantai hulu dan lantai hilir bangunan
c. Elevasi ambang
d. Puncak tanggul
e. Puncak dan gelagar bawah jembatan
f. Dasar mulut gorong-gorong
graciawidya@[Link]
II 27
LAPORAN AKHIR
Pekerjaan ;Detail Desain Rehabilitasi DI. Babakan (Waduk Malahayu)
Kabupaten Brebes
g. Dasar pintu
h. Posisi meja Romijn terendah dan tertinggi (jika ada).
2.
Pengukuran tambahan akan dilakukan pada bangunan-bangunan
yang
perlu
diperbaiki,
dengan
detail
secukupnya
untuk
memperlihatkan ertical perbaikan tersebut pada gambar.
3.
Ketinggian sawah tertinggi yang akan diairi juga akan diukur
termasuk sawah yang diairi melalui sadap liar, dalam hal ini akan
disajikan daftar peil sawah tertinggi.
4.
Pengukuran lapangan (site survai) secara lengkap akan dilakukan
pada lokasi baru yang diusulkan.
5.
Pengukuran penampang melintang saluran pembuang akan dengan
lebar yang cukup guna memperkirakan debit yang lewat bangunan
pembuang silang.
6.
Ketentuan-ketentuan untuk pengukuran sebagai berikut :
a. Potongan melintang akan tegak lurus as/ trase saluran.
b. Pengukuran jarak saluran pada belokan yang tajam akan
dilakukan lewat as saluran, bukan jarak optis/ bidik.
c. Tiap lokasi bangunan akan dipasang CP, walaupun letak/ lokasi
bangunan ditetapkan dikemudian hari setelah pengukuran
saluran selesai.
Pembuatan Gambar.
1. Tampang Memanjang dan Melintang Saluran
a. Gambar di atas kertas kalkir ukuran A1 (594 x 841 mm)
b. Tampang memanjang dan situasi digambar dalam satu lembar
kertas kalkir dengan ketentuan :
i. Situasi skala 1 : 2.000
ii. Tampang memanjang skala
ertical l 1 : 2.000 dan skala
ertical 1 : 100 untuk daerah datar, atau 1 : 200 untuk
daerah yang mempunyai terrain curam atau bervariasi.
c. Tampang melintang digambar pada kertas kalkir dengan
ketentuan :
graciawidya@[Link]
i.
Skala Panjang 1 : 100 atau 1 : 50
ii.
Skala Tinggi 1 : 100 atau 1 : 50
II 28
LAPORAN AKHIR
Pekerjaan ;Detail Desain Rehabilitasi DI. Babakan (Waduk Malahayu)
Kabupaten Brebes
d. Tata laksana penggambaran mengikuti Standar Perencanaan
Irigasi.
2. Gambar Bangunan
Semua bangunan air pada jaringan irigasi yang ada (kecuali tangga
cuci, kubangan kerbau, jembatan hewan, jembatan dan bangunan
pengamanan) akan digambar dalam skala 1 : 100 dan 1 : 50 dengan
dimensi sesuai kenyataan di lapangan.
Jika gambar lama tidak ada, maka bagian bangunan yang tidak
tampak (berada di bawah tanah/ air) tidak perlu digambar. Jika
gambar lama masih ada, maka bagian-bagian bangunan yang tidak
tampak tersebut dapat dikutip dari gambar lama.
3. Persyaratan Gambar.
Semua gambar akan :
a. Sesuai dengan Standar Perencanaan Irigasi, Ditjen Air, Desember
1986 (KP-07).
b. Untuk angka dan huruf akan dipakai sablon/ lettering set.
c. Semua gambar akan di atas kerta kalkir, ukuran A1 (594 x 841
mm).
d. Besarnya dan ketebalan garis akan sesuai dengan standar dalam
butir (a) di atas.
[Link]. Survai dan Analisa Hidrologi
Dalam pelaksanaan survai dan analisa hidrologi akan meliputi kegiatankegiatan sebagai berikut :
a. Melakukan pengumpulan data hidrologi, kemudian mengkaji serta
membuat kompilasi dan analisisnya .
b. Melakukan analisis hidrologi untuk menetapkan/ menghitung hujan
rencana dan banjir rencana dengan kala ulang : 2 th, 5 th, 10 th, 25 th,
50 th dan 100 th, dengan beberapa metode perhitungan.
c. Melakukan analisis debit andalan dan debit minimum sungai dengan
beberapa metode perhitungan.
d. Melakukan analisis kebutuhan air irigasi.
graciawidya@[Link]
II 29
LAPORAN AKHIR
Pekerjaan ;Detail Desain Rehabilitasi DI. Babakan (Waduk Malahayu)
Kabupaten Brebes
e. Melakukan analisa perhitungan sedimen berdasarkan pada hasil uji sample
sedimen dari survai hidrometri. Maksud dari analisa perhitungan sedimen
ini adalah bertujuan untuk mengetahui parameter-parameter sedimen
yang akan digunakan sebagai dasar analisa pengangkutan sedimen dalam
perencanaan saluran gendong drainase, saluran kantong pasir, prediksi
local scouring dll.
graciawidya@[Link]
II 30
LAPORAN AKHIR
Pekerjaan ;Detail Desain Rehabilitasi DI. Babakan (Waduk Malahayu)
Kabupaten Brebes
Produk Kegiatan B
1.
Buku Survai/ Inventarisasi Jaringan Irigasi, dengan foto-foto (asli
semua) , termasuk Daftar Kerusakan Jaringan Irigasi dan Daftar
Usulan Perbaikan.
2.
Skema Irigasi dan Skema Bangunan (existing)
3.
Peta Pra Layout (1 : 2.000 atau 1 : 5.000)
4.
Album Gambar hasil pengukuran :
Site dan bangunan utama
Tampang memanjang saluran dan denah situasi
Tampang melintang saluran
Bangunan yang ada serta site survey untuk rencana bangunan
5.
Buku Data Ukur
6.
Buku Deskripsi Benchmark (BM)
7.
Laporan Akhir Pengukuran
8.
Laporan Hasil Penyelidikan Geoteknik atau penyelidikan Mekanika
Tanah (bila ada)
9.
Buku Data Pendukung O&P, Data Hidrologi dan Hidrometri, serta data
untuk analisa ekonomi dan data harga satuan upah, bahan serta sewa
alat bantu
10. Hasil Survai dan Analisa Hidrologi
2.2.3. KEGIATAN C meliputi :
Membuat System Planning dan Penyusunan Daftar Usulan Pekerjaan Rehabilitasi dari
data lapangan yang diperoleh dari Kegiatan A dan B
[Link]. Pembuatan Konsep Laporan System Planning
Tujuan System Planning yang diterapkan dalam rehabilitasi adalah menilai
status Daerah Irigasi sekarang, menetukan kendala-kendala dan masalah
yang merintangi pemantapan Operasi dan Pemeliharaan, dan untuk
mengembangkan pemecahan yang tepat.
1.
Bidang-bidang yang tercakup dalam System Planning adalah :
a.
Profil Sosio Teknis dan Kelembagaan P3A dan Gabungan P3A, serta
aktifitasnya dalam jaringan irigasi.
graciawidya@[Link]
II 31
LAPORAN AKHIR
Pekerjaan ;Detail Desain Rehabilitasi DI. Babakan (Waduk Malahayu)
Kabupaten Brebes
b.
Prakiraan debit andalan sungai/ sumber air dengan menganalisa
catatan data yang lampau.
c.
Penegasan areal potensial dan fungsional, penegasan petak tersier
dalam daerah irigasi dan jaminan perlindungan lahan sawah untuk
tidak alih fungsi selama periode 10 tahun.
d.
Penjajagan status pengembangan tersier pengecekan bersama P3A
dan gabungan P3A adanya sadap baru/ petak tersier baru.
e.
Peninjauan dan dokumentasi cara operasi sekarang, dengan
perhatian atas hal-hal sebagai berikut :
Saling ketergantungan jaringan yang berhubungan dengan
Daerah Irigasi lain yang menerima atau memberi debit tambahan
atau membagi sumber sungai yang sama.
Ini diperlukan untuk mengembangkan atau menyepakati aturan
operasional.
Identifikasi lokasi untuk mencari penyebab dan mengembangkan
pemecahan atas sadap liar (kesepakatan tentang mengijinkan
atau menutupnya) dan peningkatan status saluran tersier
menjadi saluran sekunder.
Menentukan kebutuhan air irigasi dan kebutuhan lainnya.
Identifikasi
masalah
operasional
dan
kendalanya
untuk
pertimbangan dalam
Menetukan desain yang cocok.
Meninjau masalah yang lampau dalam menggunakan bangunan
ukur atau cara pengukuran debit di Daerah Irigasi untuk
mencapai kesepakatan dalam menentukan tipe bangunan ukur
yang tepat dan layak untuk Daerah Irigasi bersangkutan.
Peran serta petani P3A dan gabungan P3A dalam membantu
pengelolaan O&P irigasi.
Identifikasi masalah pemeliharaan dan sebab
bangunan
dan
mengembangkan
sebagainya,
yang
pemecahan
kerusakan
berulang-ulang
perbaikan
untuk
dengan
mempertimbangkan perhitungan hidrolis yang tepat.
graciawidya@[Link]
II 32
LAPORAN AKHIR
Pekerjaan ;Detail Desain Rehabilitasi DI. Babakan (Waduk Malahayu)
Kabupaten Brebes
Identifikasi kekurangan jumlah personil dan fasilitas O&P
(perumahan
karyawan,
komunikasi,
transportasi)
dan
menentukan kebutuan-kebutuhan tambahan.
Persiapan Rencana Operasi Jaringan.
Persiapan rencana Pemeliharaan termasuk pemakaian peralatan
berat untuk pemeliharaan.
Peninjauan Daftar Usulan Perbaikan Jaringan Irigasi oleh P3A dan
gabungan P3A.
2.
Kegiatan Pelaksanaan System Planning.
a.
Penilaian atas keadaan sekarang dalam jaringan sehubungan dengan
kondisi jaringan fisik (saluran, bangunan, jalan inspeksi, bangunan
gedung dan lain-lain); kinerja sistem irigasi sekarang dengan
mengacu pada keberhasilan pertanian; problem besar lainnya yang
dialami dalam O&P.
b.
Rencana perubahan areal dan batas petak tersier.
Perubahan areal berdasarkan areal yang sudah diukur dengan
planimeter, catatan lama dan pencocokan di lapangan. Penyusunan
daftar petak tersiernya yang memperlihatkan areal lama dan baru ,
lengkap dengan rincian luas areal tiap desa.
c.
Rencana pembuatan bangunan sadap tersier baru sebagai pengganti
sadap liar. Dalam hal ini akan memperhatikan batasan sebagai
berikut :
i. Luas petak sawah 0 5 ha :
Pakai sadap pipa (5 10 cm)
Ketinggian diatur sesuai kebutuhan
ii. Luas petak sawah 5 10 ha :
Pakai pintu sorong (lebar pintu maksimum 30 cm) jika daerah
layanan saluran primer/ sekunder di hilir > 500 ha.
Tanpa pintu sorong jika daerah layanan primer/ sekunder di
hilir < 500 ha
Pakai pipa sadap (10 15 cm)
graciawidya@[Link]
II 33
LAPORAN AKHIR
Pekerjaan ;Detail Desain Rehabilitasi DI. Babakan (Waduk Malahayu)
Kabupaten Brebes
d.
Perhitungan atau penentuan nilai debit andalan (dependable flow,
Q= 80 %)
e.
Penentuan kebutuhan air irigasi dan kebutuhan lainnya dihitung
dengan memperhatikan data pemberian air yang dipakai selama ini.
f.
Perhitungan debit kemampuan (kapasitas) saluran sekarang dan
penyesuaian pada desain saluran.
g.
Peninjauan rencana tanam yang ada dan revisi kalau perlu,
termasuk rencana golongan, rencana pengeringan saluran dan lainlain.
h.
Peninjauan prosedur operasi yang sekarang dan penyusunan
prosedur yang tepat untuk kondisi jaringan dengan memakai
petunjuk-petunjuk tentang prosedur operasi jaringan irigasi.
i.
Peninjauan
desain
jaringan
irigasi
untuk
pengaturan
dan
pengukuran debit untuk memenuhi kebutuhan operasi, dengan
mempertimbangkan tersedianya staf dan fasilitas O&P. Pada tiap
batas kerja pengelolaan jaringan irigasi akan diberi fasilitas
pengukur debit.
Untuk rencana sadap tersier yang mengairi < 10 ha tidak perlu
memakai alat ukur.
Untuk menentukan rencana lokasi bangunan ukur dan cara
mengukur air, perlu dibuat suatu skema pengukuran dan
pengaturan air yang memperlihatkan dengan jelas lokasi bangunan
bangunan ukur (lama dan rencana baru) serta bangunan pengatur
air. Skema tersebut akan dibuat berdasarkan Skema Irigasi yang
lengkap dengan luas petak-petak tersier serta luas layanan tiap
saluran induk/ sekunder.
j.
Penambahan bangunan baru dan penyempurnaan jaringan irigasi
termasuk peningkatan status saluran tersier menjadi saluran
sekunder serta fasilitas lainnya seperti bangunan terjun, linning
saluran, pengatur/ pengukur debit, kantor/ rumah dinas dan
sebagainya akan dalam batas-batas biaya rehabilitasi dan akan
dibuktikan bahwa hal tersebut memang benar-benar dibutuhkan.
graciawidya@[Link]
II 34
LAPORAN AKHIR
Pekerjaan ;Detail Desain Rehabilitasi DI. Babakan (Waduk Malahayu)
Kabupaten Brebes
k.
Revisi nomenklatur bangunan agar sesuai dengan pedoman yang
berlaku.
l.
Penilaian kebutuhan pegawai O&P untuk jaringan irigasi yang
bersangkutan.
m. Penyusunan daftar kebutuhan fasilitas O&P termasuk kantor/ rumah
dinas, transportasi dan alat komunikasi.
n.
Penyusunan daftar kebuthan fasilitas O&P P3A dan gabungan P3A
termasuk kantor dan ruang pertemuan.
Dalam hal terjadinya perubahan kebutuhan pekerjaan rehabilitasi
pada saat/ setelah dilakukannya detail desain, maka Konsultan
akan merevisi daftar kebutuhan pekerjaan rehabilitasi dsesuai
dengan gambar desain yang telah disetujui, sebagai salah satu
pekerjaan dalam kegiatan D.
[Link]. Diskusi Konsep Laporan System Planning
Konsep Laporan System Planning akan didiskusikan pada suatu rapat system
planning dengan wakil petani/ P3A dan gabungan P3A, Tim Konsultan, Tim
Direksi dan instansi terkait.
Setelah mendiskusikan Laporan System Planning, usulan Daftar Pekerjaan
Rehabilitasi akan dibahas secara detail dalam rapat ini. Kemudian akan
disepakati dan disetujui usulan perbaikan dan penyempurnaan yang akan
diambil untuk desain dan konstruksi. Peta Layout jaringan irigasi dan peta
skema (yang disusun dalam kegiatan B) akan didiskusikan dan difinalisasikan
pada rapat ini.
Apabila dalam diskusi disepakati adanya pekerjaan tambah yang masih
dalam batas cakupan pekerjaan, Tim Desain Konsultan akan melakukan
pekerjaan tambahan tersebut tanpa tuntutan tambahan biaya, misalnya
pengukuran saluran tersier yang berubah status menjadi saluran sekunder
termasuk bangunan, penyelidikan geotek, dll.
[Link]. Pembuatan Final Laporan System Planning
Selanjutnya Konsep Laporan System Planning , Daftar Usulan Pekerjaan
Rehabilitasi, peta Daerah Irigasi dan Skema Jaringan Irigasi, difinalkan sesuai
graciawidya@[Link]
II 35
LAPORAN AKHIR
Pekerjaan ;Detail Desain Rehabilitasi DI. Babakan (Waduk Malahayu)
Kabupaten Brebes
keputusan dalam rapat/ diskusi system planning.
[Link]. Penyusunan Daftar Usulan Pekerjaan Rehabilitasi
Dalam kegiatan B telah dilakukan Inventarisasi kerusakan jaringan irigasi
berikut usulan-usulan perbaikannya. Kemudian setelah dilakukannya
penyusunan System Planning dengan mempertimbangkan banyak hal, antara
lain ketersediaan air, perubahan luas & petak-petak tersier, kebutuhan O&P,
usulan petani/ P3A untuk desain dan lain sebagainya, maka disusunlah
Daftar Usulan Pekerjaan Rehabilitasi yang meliputi :
1.
Perbaikan bangunan utama/ bendung berikut bangunan-bangunan
perlengkapnya antara lain : pintu penguras, kantong lumpur, intake,
jembatan pelayanan, dll.
2.
Perbaikan, peningkatan dan atau penambahan bangunan-bangunan air di
saluran primer & sekunder seperti bangunan bagi, bangunan sadap,
bangunan bagi sadap, bangunan/ alat ukur dan gorong-gorong.
3.
Perbaikan dan atau peningkatan saluran pembawa primer dan sekunder
termasuk kemungkinjan adanya perubahan saluran tersier menjadi
saluran sub sekunder atau sekunder.
4.
Perbaikan dan atau penyempurnaan saluran pembuang berikut
bangunan-bangunan pelengkapnya.
5.
Perbaikan dan atau penambahan bangunan-bangunan pelengkap lainnya
seperti jembatan kendaraan/ orang, tempat mandi hewan, jalan
inspeksi, kantor & rumah dinas, gedung untuk keperluan O&P dll.
6.
Perbaikan dan atau penambahan pintu-pintu air.
7.
Pola Role Sharing dan kontribusi para pihak serta peran serta para
petani P3A dan gabungan P3A, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM)
setempat dalam membantu penyusunan daftar Usulan Pekerjaan
Rehabilitasi
graciawidya@[Link]
Produk Kegiatan C
1.
Konsep Laporan System Planning
2.
Final Laporan System Planning termasuk daftar usulan pekerjaan
II 36
LAPORAN AKHIR
Pekerjaan ;Detail Desain Rehabilitasi DI. Babakan (Waduk Malahayu)
Kabupaten Brebes
rehabilitasi, dan catatan rapat System Planning serta Berita Acara
pertemuan Pemaduan Desain.
2.2.4. Kegiatan D meliputi :
Kegiatan ini dilakukan untuk pembuatan desain rinci, perhitungan volume pekerjaan
(BOQ) dan Rencana Anggaran Biaya (RAB), persiapan dokumen tender untuk rehabilitasi
dan penyusunan Pedoman O&P dan Buku Data DI.
Tahapan pekerjaan yang akan dilaksanakan dirinci seperti berikut ini :
[Link]. Pembuatan Desain Rinci
Dalam pembuatan Desain Rinci Konsultan akan memperhatikan Standart
Perencanaan serta Pedoman dan Kriteria Desain yang dikeluarkan oleh
lembaga/ instansi berwenang. Dalam pembuatan Desain Rinci Konsultan
akan melakukan hal-hal sebagai berikut :
1.
Membuat Catatan Desain (Design Note) sebagai acuan untuk pembuatan
gambar-gambar desain secara sistematis dengan Q desain dan sistem
pengendalian yang sudah disepakati bersama termasuk rekayasa teknik
bangunan baru dan modifikasi bangunan yang sudah ada.
2.
Seluruh gambar desain akan dirinci secara lengkap, untuk digunakan
sebagai dokumen lelang dan pelaksanaan konstruksi.
3.
Gambar
desain
yang
memperlihatkan
pekerjaan
perbaikan,
penyempurnaan dan pembangunan baru akan jelas membedakan
pekerjaan yang akan dikerjakan dan/ atau diperhatikan.
Konsep Dokumen Desain
a. Konsep album gambar akan disajikan dengan urutan standart
perencanaan/ pedoman dan kriteria dari Direktorat Jenderal Sumber
Daya Air.
b. Konsep Laporan Desain akan disusun dengan menguraikan parameter
cara pendekatan yang dipakai untuk perhitungan khusus hidrolis dan
struktur.
c. Konsep album gambar dan konsep laporan desain akan diserahkan
Dinas Satuan Kerja Sementara Irigasi Andalan Jawa Tengah, Bagian
Pelaksana Kegiatan Pembinaan dan Perencanaan Irigasi Andalan Jawa
graciawidya@[Link]
II 37
LAPORAN AKHIR
Pekerjaan ;Detail Desain Rehabilitasi DI. Babakan (Waduk Malahayu)
Kabupaten Brebes
Tengah untuk dimintakan persetujuannya.
d. Sebelum konsep album gambar dan catatan desain disetujui untuk
dichecking lapangan, akan didiskusikan lebih dulu dengan Direksi,
Supervisi & Balai PSDA Serayu Citanduy dalam rapat diskusi teknis.
Pembuatan Desain hidrolis dan bangunan hendaknya dikerjakan untuk
item-item yang telah disepakati pada rapat System Planning. Desain
akan didasarkan atas gambar-gamabar tampang memanjang dan
melintang saluran pembawa dan pembuang yang disusun di bawah
kegiatan B, data lain serta keputusan-keputusan pada rapat System
Planning. Item-item yang akan didesain meliputi :
1. Perbaikan pada bendung, saluran dan bangunan.
2. Penambahan-penambahan
atau
penyempurnaan
kecil
pada
bangunan-bangunan (bangunan pengatur dan pengukur debit, pintupintu, kantong lumpur dan sebagainya)
3. Akan juga dilakukan pengecekan terhadap kapasitas debit saluran,
pintu pengambilan, pintu sadap, dan bangunan pengatur debit
lainnya agar memenuhi persyaratan-persyaratan desain.
4. Terhadap desain pintu sadap akan mengi kuti Standar Perencanaan
Irigasi.
5. Untuk bangunan-bangunan besar seperti bendung, bangunan bagi
besar atau urugan tanggul-tanggul besar perlu dilakukan perhitungan
stabilitas dengan menggunakan hasil penyelidikan geoteknik dari
kegiatan B.
Pembuatan Gambar
1. Semua bangunan air pada jaringan irigasi yang ada, kecuali tangga
cuci, kubangan kerbau, jembatan hewan, jembatan orang, dan
bangunan pengaman akan digambar (skala 1 : 100 atau 1 : 50)
dengan ukuran-ukuran sesuai dengan kenyataan di lapangan.
2. Dari hasil perhitungan hidrolis, ketinggian muka air yang
direncanakan akan digambar pada tampang memanjang dan
melintang, termasuk profil hidroliknya juga akan digambar.
graciawidya@[Link]
II 38
LAPORAN AKHIR
Pekerjaan ;Detail Desain Rehabilitasi DI. Babakan (Waduk Malahayu)
Kabupaten Brebes
3. Pada gambar desain rehabilitasi pekerjaan perbaikan atau
penyempurnaan akan dicantumkan dengan jelas. Jika dianggap
perlu, bagian pekerjaan itu akan digambarkan dengan detail serta
catatan yang jelas. Semua gambar bagian bangunan yang akan
menjalani pekerjaan rehabilitasi akan lengkap dengan dimensinya,
sehingga memudahkan pelaksanaan pekerjaan konstruksi.
4. Desain untuk bangunan baru yang direncanakan akan digambar
lengkap termasuk detail fondasi dan sebagainya.
5. Sebuah peta Skema Konstruksi baru akan disusun berdasarkan
skema yang disusun Kegiatan B yang mencantumkan semua
bangunan sepanjang saluran dengan menunjukkan dengan jelas
lokasi dalam km, dan apakah bangunan tersebut baru, sudah ada
untuk diperbaiki, sudah ada untuk dibongkar dan/ atau untuk
dibangun kembali.
Lambang atau garis-garis yang berbeda dapat dipakai untuk
menunjukkan hal-hal ini dengan diberi penjelasan dalam legenda
gambar.
6. Gambar bangunan standar akan diberi tabel dimensi yang jelas
untuk tiap jenis bangunan.
7. Persyaratan Gambar
Semua gambar akan :
a.
Sesuai dengan Standar Perencanaan Irigasi, Ditjen Sumber Daya
Air , Desember 1986.
b.
Untuk angka dan huruf akan pakai sablon/ lettering set.
c.
Semua gambar akan di atas kertas kalikir A1 (594 x 841 mm)
d.
Besar dan ketebalan garis akan sesuai dengan standar dalam
butir (a) di atas.
graciawidya@[Link]
II 39
LAPORAN AKHIR
Pekerjaan ;Detail Desain Rehabilitasi DI. Babakan (Waduk Malahayu)
Kabupaten Brebes
8. Bangunan yang akan digambar akan dibagi ke dalam dua kategori :
a.
Bangunan baru dan yang ada dimana ada pekerjaan konstruksi
dibawah Rehabilitasi.
b.
Bangunan tanpa pekerjaan konstruksi.
Bangunan yang tidak memerlukan pekerjaan konstruksi/ rehabilitasi
akan dijilid dalam satu album terpisah dan diserahkan.
9. Selain gambar-gambar bangunan air tersebut akan dibuat juga
gambar-gambar rencana bangunan gedung baru atau perbaikan.
Lokasi semua bangunan agar digambarkan pada Peta DI.
10. Gambar bangunan utama, bangunan besar lainnya & sistem irigasi
termasuk perhitungan desain yang mempunyai masalah khusus akan
didiskusikan terlebih dahulu bersama Direksi Pekerjaan/ Pejabat
Dinas Satuan Kerja Sementara Irigasi Andalan Jawa Tengah, Bagian
Pelaksana Kegiatan Pembinaan dan Perencanaan Irigasi Andalan
Jawa Tengah/ Proyek sebelum dilakukan finalisasi gambar.
[Link]. Diskusi Pemaduan Desain dan Check Desain
Dalam melaksanakan Diskusi Pemaduan Desain dan Check Desain, Konsultan
akan melakukan hal-hal sebagai berikut :
a.
Sebelum Desain akhir dibuat, bersama Supervisor dari Dinas dan Balai
PSDA Serayu Citanduy mengadakan peninjauan lapangan bersama P3A
atau Gabungan P3A dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) serta tokoh
masyarakat.
b.
Peninjauan lapangan mengecek apakah desain sudah sesuai dengan
keadaan lapangan dan system planning.
c.
Hasil peninjauan lapangan akan dituangkan dalam Berita Acara dan
sebagai acuan pembuatan Desain Akhir.
graciawidya@[Link]
II 40
LAPORAN AKHIR
Pekerjaan ;Detail Desain Rehabilitasi DI. Babakan (Waduk Malahayu)
Kabupaten Brebes
[Link]. Pembuatan Final Desain
Dalam melaksanakan Pembuatan Final Desain, Konsultan akan melakukan
hal-hal seperti berikut :
a.
Pembuatan Final Desain mengacu pada hasil Diskusi Pemaduan Desain
dan Check Desain di lapangan secara bersama-sama oleh Direksi
Pekerjaan/ Pejabat Dinas Satuan Kerja Sementara Irigasi Andalan Jawa
Tengah, Bagian Pelaksana Kegiatan Pembinaan dan Perencanaan Irigasi
Andalan Jateng, Balai PSDA Wilayah Pemali Comal, P3A dan Lembaga
Swadaya Masyarakat (LSM) serta tokoh masyarakat.
b.
Album gambar dan laporan desain akan diperbaiki setelah konsep
tersebut diteliti bersama.
Persetujuan Desain
1.
Draft Gambar Desain sebelum disetujui direksi akan dilakukan
pengecekan di lapangan.
2.
Seluruh detail desain dan gambar akan didiskusikan dan
diasistensikan dengan Tim Direksi. Setelah selesai, desain dan
gambar-gambar diperiksa dan disetujui oleh Direksi/ Pemberi
Pekerjaan.
3.
Hasil pekerjaan desain dapat diterima setelah seluruhnya disetujui
oleh Direksi.
Laporan Perhitungan Desain (Design Note)
1.
Laporan Perhitungan Desain akan disusun secara sistematis dan
diserahkan. Perincian perhitungan desainakan diuraikan dengan
jelas pada semua pekerjaan rehabilitasi untuk acuan selama
pelaksanaan pekerjaan rehabilitasi dan sesudahnya.
2.
Hal-hal berikut akan dimasukkan dalam catatan desain :
Parameter desain yang dipakai untuk saluran dan bangunan
(koefisien kekasaran, beban, tegangan)
graciawidya@[Link]
II 41
LAPORAN AKHIR
Pekerjaan ;Detail Desain Rehabilitasi DI. Babakan (Waduk Malahayu)
Kabupaten Brebes
Contoh perhitungan hidrolik untuk saluran dan sadap, dengan
tabel untuk semua saluran dan sadap.
Perhitungan desain bangunan (catatan desain oleh ahli teknik/
insinyur)
Hal-hal lain jika diminta dan disetujui oleh Direksi/ Pengguna
Jasa.
3.
Teori tentang desain tidak perlu diberikan, tetapi cukup dengan
menyebutkan referensi buku atau tabel tersebut diambil.
[Link]. Pembuatan BOQ, RAB dan Spesifikasi serta Dokumen Lelang.
Dalam melaksanakan Pembuatan BOQ, RAB dan Spesifikasi serta Dokumen
Lelang, Konsultan akan melakukan hal-hal seperti berikut :
1) Daftar Volume Pekerjaan (BOQ) dan RAB
a.
Volume akan dihitung dari gambar akhir dengan metode pengukuran
bersih seperti yang dijelaskan pada pedoman Prosedur Desain dan
Pengukuran
b.
Daftar pekerjaan, yang menguraikan volume masing-masing
bangunan dan setiap ruas saluran, akan disusun dan diserahkan
untuk pemeriksaan bersama antara Dinas Satuan Kerja Sementara
Irigasi Andalan Jawa Tengah, Bagian Pelaksana Kegiatan Pembinaan
dan Perencanaan Irigasi Andalan Jateng dan Kontraktor pemenang
lelang nantinya.
c.
Perkiraan biaya konstruksi pekerjaan (RAB) yang didesain akan
dihitung berdasarkan volume pekerjaan.
2) Spesifikasi Teknis (Spesifikasi Khusus)
Spesifikasi khusus akan dibuat untuk menjelaskan tentang lokasi
pekerjaan, titik tinggi patok tetap dan hal-hal lain. Juga akan dijelaskan
setiap jenis pekerjaan yang tidak tercakup dalam spesifikasi standart
yang dibuat untuk pekerjaan tersebut antara lain bangunan dengan
teknologi khusus, rekomendasi untuk rekayasa teknis penanganan sosial.
graciawidya@[Link]
II 42
LAPORAN AKHIR
Pekerjaan ;Detail Desain Rehabilitasi DI. Babakan (Waduk Malahayu)
Kabupaten Brebes
3) Dokumen Lelang
Dokumen lelang yang disiapkan adalah album gambar perencanaan dan
pendukung lainnya yang berhubungan dengan Dokumen Lelang.
Perhitungan Volume Pekerjaan (BOQ) dan Rencana Anggaran Biaya
(RAB)
1.
Lembar perhitungan volume pekerjaan (BOQ) akan dirinci untuk
seluruh usulan paket pekerjaan rehabilitasi dan sesuai dengan hasil
diskusi System Planning. Kemudian dibuat rekapitulasi pada masingmasing rincian tersebut antara lain volume galian dan timbunan
(m3), volume pasangan batu (m3), luas plesteran (m2) dsb. Jika
dalam 1 paket terdiri lebih dari 1 Daerah Irigasi, maka rincian
volume tiap Daerah Irigasi juga akan dibuat.
Prosedur sistematis akan diikuti untuk mempermudah perhitungan
dan pengontrolan volume. Untuk pekerjaan bangunan air akan
disediakan skets yang jelas untuk mutual check berikutnya.
2. a)
Pembuatan Rencana Anggaran Biaya (RAB) untuk pekerjaan
konstruksi akan didasarkan atas harga bahan dan upah tenaga
kerja yang berlaku di lokasi pekerjaan. Hal ini dapat diperoleh
dari daftar PITB (Pusat Informasi Teknik Bangunan Dinas PU
Cipta Karya) informasi dari Dinas/ Cabang Dinas PU Pengairan
dan survai harga/ upah nyata di lapangan. Upah tenaga kerja
akan
mengacu
pada
Upah
Minimum
Regional
yang
dikeluarkan Menteri Tenaga Kerja dan Gubernur Propinsi.
Pembuatan Analisa Harga Satuan Pekerjaan menggunakan
format dari Keputusan Menteri PU Nomor 172/KPTS/1993-6 April
1993 dengan referensi SNI dan/ atau B.O.W dan P5 (penggunaan
alat berat) serta disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.
Format RAB mengacu pada Surat Edaran Menteri PU Nomor
06/SE/M/1995-1 Maret 1995, perihal pengelompokan jenis
pekerjaan.
b)
Di samping pembuatan RAB konstruksi untuk rehabilitasi secara
keseluruhan (global), Tim Konsultan juga akan membuat RAB
graciawidya@[Link]
II 43
LAPORAN AKHIR
Pekerjaan ;Detail Desain Rehabilitasi DI. Babakan (Waduk Malahayu)
Kabupaten Brebes
secara tahapan pelaksanaan pekerjaan (stages) dan berdasarkan
skala prioritas (prioritizing) tergantung dari cakupan pekerjaan
yang akan dilaksanakan.
Apabila karena kebutuhannya akan dilakukan tahapan >1 tahun
anggaran, maka RAB tahap I akan disusun untuk tiap item
pekerjaan dengan prioritas yang mengakibatkan jaringan irigasi
tersebut dapat berfungsi optimal dengan pemilihan skala
prioritas pada pekerjaan bangunan/ saluran yang mendukung
optimalisasi fungsi tersebut. Sedang tahap II dan selanjutnya RAB
disusun untuk item pekerjaan pendukung penyempurnaan fungsi
jaringan irigasi yang akan dilaksanakan dan dibiayai oleh
Pemerintah Daerah dan atau petani/ P3A/ Gabungan P3A
sendiri.
3.
Harga/ Biaya Konstruksi untuk Rahabilitasi hasil perhitungan RAB
selanjutnya akan dibuat suatu analisa ekonomi oleh Tim Desain
Konsultan.
Analisa ekonomi akan dilakukan menyangkut indikator-indikator
antara lain : Benefit Cost Ratio, Net Benefit (Present Value) dan
Economic Internal Rate of Return (EIRR), berdasarkan beberapa
alternatif umur ekonomis jaringan irigasi dan interest rate (bunga)
yang berlaku.
Untuk keperluan tersebut Konsultan akan mengumpulkan data
mengenai jenis tanaman, hasil panen dan harga jual, kebutuhan
tenaga dan peralatan yang berlaku di lokasi pekerjaan sekurangkurangnya 10 tahun.
Penyusunan Dokumen Tender
Dokumen Tender yang terdiri dari Album Gambar, Spesifikasi Teknis
(khusus), Volume Pekerjaan (BOQ), bersama Daftar Pekerjaan
Rehabilitasi, akan disusun dan diserahkan sebagaimana diperintahkan
oleh Direksi/ Pemberi Pekerjaan.
graciawidya@[Link]
II 44
LAPORAN AKHIR
Pekerjaan ;Detail Desain Rehabilitasi DI. Babakan (Waduk Malahayu)
Kabupaten Brebes
[Link]. Pembuatan Pedoman Operasi dan Pemeliharaan (O&P) dan Data DI.
Buku Pedoman Operasi dan Pemeliharaan (O&P)
Pedoman O&P dipergunakan oleh petugas O&P bersama gabungan P3A
untuk mengatur pelaksanaan O&P sistem irigasi dimana nantinya akan
diserahkan secara bertahap kepada P3A/ gabungan P3A.
Pembuatan Petunjuk O&P suatu Jaringan Irigasi meliputi hal-hal sebagai
berikut :
1. Cara Operasi mencakup :
Rencana tanam (luas, jenis, intensitas tanam, kebutuhan air
tanam, ketersediaan debit andalan).
Rencana tata tanam dan persetujuannya (melibatkan P3A,
gabungan P3A dan Dinas Pengairan)
Rencana pembagian air.
Operasi musim hujan (cara, tindakan selama hujan lebat dll.)
Operasi musim kemarau.
Cara operasi bangunan utama (operasi pintu pengambilan, pintu
penguras, kantong lumpur dll).
Cara operasi bangunan bagi (operasi pintu, pengukur debit dll).
2. Cara pemeliharaan mencakup :
Penelusuran jaringan
Perawatan rutin dan berkala (uraian pekerjaan dan penugasan,
perencanaan, pemeliharaan rutin dll).
Pencegahan dan pengamanan
Cara perbaikan darurat.
Perawatan fasilitas O&P.
3. Tindakan darurat (kriteria keadaan darurat banjir, pemberitahuan
graciawidya@[Link]
II 45
LAPORAN AKHIR
Pekerjaan ;Detail Desain Rehabilitasi DI. Babakan (Waduk Malahayu)
Kabupaten Brebes
darurat dan penugasan pegawai, sistem komunikasi, logistik,
prosedur penutupan saluran dll).
4. Organisasi dan personalia (organisasi O&P, Daftar personalia, batas
wilayah, alokasi tugas, jadual inspeksi dll).
5. Catatan dan laporan (catatan yang akan didata dan laporan yang
akan disusun meliputi operasi dan pemeliharaan, formulir-formulir
lainnya, alur data dan pengolahan data dll).
6. Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) dan gabungan P3A (struktur
organisasi, data yang akan disusun untuk rapat, berkaitan dengan P3A
dan gabungan P3A, pembagian tugas P3A dan gabungan P3A dll).
7. Perhitungan biaya O&P berdasarkan kebutuhan nyata AKNOP
termasuk pemeliharaan rutin, peralatan dan fasilitas.
Buku Data DI
Data tentang jaringan irigasi yang dikumpulkan dan dihasilkan dalam
kegiatan A sampai D disusun menjadi Buku Data DI. Buku ini memuat
data yang dibutuhkan untuk perencanaan tahunan O&P serta data
umum.
Penyusunan buku data DI meliputi :
1. Pendahuluan
2. Data Dasar jaringan irigasi (peta & skema, data jaringan irigasi
gambar & laporan, Uraian BM dll).
3. Data Hidrologi (curah hujan & data klimatologi, debit sungai, catatan
banjir dll).
4. Data desain (data desain saluran, tabel debit untuk bangunan bagi,
debit rencana di sadap tersier dll).
[Link]. Koordinasi dan Laporan
Setiap laporan akan disusun dalam Bahasa Indonesia yang baik dan benar
serta informatif. Untuk pembuatan semua laporan, Konsultan akan
melaksanakan konsultasi terlebih dahulu dengan Tim Teknis dan
graciawidya@[Link]
II 46
LAPORAN AKHIR
Pekerjaan ;Detail Desain Rehabilitasi DI. Babakan (Waduk Malahayu)
Kabupaten Brebes
menyerahkan konsep laporan guna pengecekan kebenaran dan kelengkapan
konsep laporan tersebut sebelum digandakan untuk dibahas. Jumlah
penggandaan semua konsep laporan dan Final Laporan disesuaikan dengan
jumlah yang telah ditentukan dalam Kerangka Acuan Kerja.
Produk Kegiatan D
1. Dokumen Tender untuk Pekerjaan Rehabilitasi
a. Album Gambar yang berisi :
Peta Situasi Daerah Irigasi skala 1 : 10.000 atau 1 : 5.000
Skema Irigasi
Skema bangunan yang memperlihatkan lokasi pekerjaan
bangunan.
Gambar bendung/ bangunan utama
Gambar-gambar tampang memanjang skala horizontal
1 : 2.000 dengan skala vertikal 1 : 100
Gambar-gambar tampang melintang skala 1 : 100
Gambar-gambar bangunan air
Gambar detail standar skala 1 : 100 ; 1 : 50 ; 1 : 20 atau
1 : 10
b. Spesifikasi Teknis (khusus)
c. Volume Pekerjaan (BOQ)
d. Buku Daftar Usulan Pekerjaan Rehabilitasi
2. Rencana Anggaran Biaya (RAB)
3. Nota Perhitungan Desain yang mencakup perhitungan hidrolis,
stabilitas struktur dan perhitungan desain lainnya untuk
pekerjaan rehabilitasi.
4. Buku Pedoman O & P
5. Konsep Laporan Akhir
graciawidya@[Link]
II 47
LAPORAN AKHIR
Pekerjaan ;Detail Desain Rehabilitasi DI. Babakan (Waduk Malahayu)
Kabupaten Brebes
6. Final Laporan Akhir
Kemajuan pekerjaan pada Kegiatan A, B, C, dan D disampaikan pada
Laporan Bulanan yang dibuat tiap bulan selama masa waktu
pelaksanaan pekerjaan untuk bahan monitoring (evaluasi) pihak
Pengguna Jasa dengan Penyedia Jasa (Konsultan).
2.3. DAFTAR PRODUK / LAPORAN YANG HARUS DISERAHKAN
Berdasarkan ketentuan pada KAK maka penyedia jasa diharuskan menyusun laporan
kepada pengguna jasa menurut jadual/ waktu tertentu. Berikut disampaikan jenis
laporan yang harus diserahkan (Tabel 3.1.)
Tabel 3.1. Produk Laporan yang harus diserahkan
No.
Jenis Laporan/Hasil Pekerjaan
Laporan Bulanan (3 bln)
1.
2.
3.
4.
5.
6.
Rencana Mutu Kontrak Desain
Laporan Pendahuluan
Laporan Kriteria Perencanaan
Laporan Interim
Ukuran
Jumlah
Keterangan
A-4
A-4
A-4
A-4
A-4
15
15
10
10
10
Asli + Fotocopy
A-4
A-4
15
20
Asli + Fotocopy
A-4
A-4
A-4
A-4
A-4
A-1
A-1
A-3
A-4
10
10
10
10
10
1
10
10
10
Asli + Fotocopy
Asli + Fotocopy
Asli + Fotocopy
Asli + Fotocopy
Laporan Akhir :
a. Konsep Laporan Akhir
b. Laporan Akhir (+ CD)
Asli + Fotocopy
Laporan Penunjang :
7.
a. Hidrologi & Hidrometri
b. Geologi dan Mekanika Tanah
c. Pengukuran
d. BOQ & RAB dan Dokumen Tender
e. Buku Pedoman O & P
8.
9.
10.
11.
Gambar Kalkir
Gambar Perencanaan
Gambar Perencanaan
Executive Summary
graciawidya@[Link]
Asli + Fotocopy
Asli + Fotocopy
Asli + Fotocopy
Asli + Fotocopy
Asli + Fotocopy
Asli
Cetak lightdruk
Fotocopy
Asli + Fotocopy
II 48
LAPORAN AKHIR
Pekerjaan ;Detail Desain Rehabilitasi DI. Babakan (Waduk Malahayu)
Kabupaten Brebes
BAB
3
3.1.
AREAL POTENSIAL DAN FUNGSIONAL
Areal Potensial adalah areal suatu daerah irigasi yang berpotensi bisa ditanami
tanaman pangan (padi/palawija).
Areal Fungsional adalah bagian dari areal potensial yang telah memiliki jaringan irigasi
yang sudah dikembangkan, sehingga bisa ditanami tanaman pangan (padi/palawija)
sepanjang musim. Areal fungsional luasnya sama atau lebih kecil dari areal potensial.
Sebagai acuan untuk mengetahui dan menentukan luas petak-petak tersier pada
sistem jaringan irigasi Babakan, digunakan data berikut :
Buku Final System Planning : Daerah Irigasi Babakan Bendung Cisadap, Cabang Dinas
Pengairan Malahayu Kabupaten Brebes, Proyek Irigasi Jawa Tengah, Maret 1992 (
PT. Geo Sarana Guna Semarang ).
Buku Laporan Akhir (Design Note) : Daerah Irigasi Babakan Bendung Cisadap, Cabang
Dinas Pengairan Malahayu Kabupaten Brebes, Proyek Irigasi Jawa Tengah, Mei 1992
(PT. Geo Sarana Guna Semarang).
Gambar Perencanaan : Daerah Irigasi Babakan Bendung Cisadap, Cabang Dinas
Pengairan Malahayu Kabupaten Brebes, Proyek Irigasi Jawa Tengah, Mei 1992 (PT.
Geo Sarana Guna Semarang).
Peta topografi, data curah hujan, meteorologi, gambar skema irigasi, peta daerah
irigasi.
Peraturan Bupati Kendal Nomor : 32 Tahun 2006 Tentang : Petunjuk Pelaksanaan
Pola Tanam dan Rencana Tata Tanam Musim Tanam 2006/2007 di Kabupaten
Brebes.
Data-data tersebut kami peroleh dari Kantor Dinas PSDA Provinsi Jawa Tengah Jln.
Madukoro Blok AA-BB Semarang.
Peta-peta lama yang digunakan adalah peta dari data-data tersebut diatas yang
kemudian dilakukan survai dan updating peta hingga diperoleh penyempurnaan peta
graciawidya@[Link]
Iii 1
LAPORAN AKHIR
Pekerjaan ;Detail Desain Rehabilitasi DI. Babakan (Waduk Malahayu)
Kabupaten Brebes
petak tersier.
Dari hasil penyempurnaan peta petak tersier, didapatkan data luasan untuk areal
potensial (areal yang berpotensi) seluas 2.335 ha dan areal fungsional (areal yang
berfungsi) seluas 2.335 ha.
Areal potensial yang ada sebenarnya telah berfungsi menjadi areal fungsional dimana
sejak awal pembangunan irigasi Babakan areal tersebut dapat terjangkau oleh sistem
irigasi (irigasi teknis) namun akhir-akhir ini banyak areal dihilir sistem irigasi Babakan
tidak dapat terairi karena menurunnya kinerja sistem irigasi, hal tersebut perlu adanya
rehabilitasi saluran dan bangunan serta pola pembagian air.
3.2.
PETAK TERSIER
Petak tersier merupakan petak sawah yang mendapatkan air dari jaringan tersier
(saluran tersier). Pembagian petak-petak tersier pada Daerah Irigasi Babakan cukup
jelas dan teratur, hal ini bisa terjadi karena kondisi daerahnya relatif datar, sehingga
memudahkan dalam pembagian petaknya.
Kondisi bangunan tersier dan saluran tersier sebagian besar sudah mengalami
penurunan fungsi karena banyak terjadi pendangkalan dan rusak, terutama di daerah
hilir.
Batas-batas petak yang ada merupakan batas alam yang diantaranya terdiri dari
pembuang alam, jalan desa, jalan PUK, afour tersier dan sungai.
3.2.1. Petak Tersier yang Ada
Kondisi areal petak tersier pada Jaringan Irigasi Babakan adalah merupakan petak
tersier yang sudah dikembangkan, dimana sudah ada saluran tersier dan box tersier
walaupun kondisinya sebagian besar sudah mengalami penurunan fungsi
karena
banyak yang rusak.
Saluran kwarter juga sama, kondisinya sebagian besar sudah rusak, dimana untuk
mengairi sawah petani mengambil langsung dari saluran tersier.
Luas keseluruhan areal Daerah Irigasi Babakan dari data inventarisasi yang ada dari
Balai PSDA Pemali Comal, dinas Pengairan Kabupeten Brebes, Dinas Pengelolaan
graciawidya@[Link]
Iii 2
LAPORAN AKHIR
Pekerjaan ;Detail Desain Rehabilitasi DI. Babakan (Waduk Malahayu)
Kabupaten Brebes
Sumber Daya Air Propinsi Jawa Tengah dan Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juana
adalah 2.645 Ha.
Data Inventarisasi Petak Tersier DI. Babakan hasil Identifikasi dapat diperiksa pada
Tabel 3.1. Daftar Areal Dan Nama Petak Tersier DI. Babakan
Tabel 3.1.
DAFTAR AREAL DAN NAMA PETAK TERSIER DI. BABAKAN
NO
A
NOMEN KLATUR
BANGUNAN
HM
NAMA PETAK
TERSIER
AREAL ( Ha )
LOKASI DI DESA
SALURAN SUPLESI MALAHAYU - BABAKAN
BMBa - 2
3+30
MBa 2 ki
166.30
Karang Bandung, Karang
Dawa,Sindang Jaya, Pende
BMBa - 3
9+74
MBa 3 ki
49.70
Karang Bandung, Baros
SALURAN SEKUNDER BAROS
BBs - 1
4+37
BS 1 ki
118.60
Baros
BBs - 2
11+64
BS 2 ki
63.70
Baros
BBs - 3
14+45
BS 3 ki
85.40
Baros, Tanggung Sari
BS 3 ka
77.60
Baros, Ketanggungan
SALURAN SEKUNDER BUNTIRIS
BBn - 1
46+00
Bn 1 ka
29.00
Tanggung sari, Ketanggungan
BBn - 3
100+76
Bn 3 ki
19.00
Dukuh Tengah
Bn 3 ka
34.70
Limbangan
Bn 4 ki
59.20
Limbangan, Dukuh Tengah
Bn 4 ka
103.30
Dukuh Tengah
KETERANGAN
BBn - 4
112+83
BBn - 5
116+84
Bn 5 ki
13.50
Limbangan
BBn - 6
123+50
Bn 6 ki 1
101.40
Limbangan, Tegongan
Bn 6 ki 2
115.20
Limbangan, Tegongan
Bn 6 ki 3
19.60
Tegongan
Bn 6 ka 1
70.40
Kemurung Wetan
Bn 6 ka 2
48.70
Kemurung Wetan
graciawidya@[Link]
Iii 3
LAPORAN AKHIR
Pekerjaan ;Detail Desain Rehabilitasi DI. Babakan (Waduk Malahayu)
Kabupaten Brebes
BBn - 7
131+52
Bn 7 ki
59.50
Kemurung Kulon
BBn - 8
145+56
Bn 8 ka
22.80
Pejagan
BBn - 9
150+20
Bn 9 ki
14.20
Krakahan
BBn - 10
152+87
Bn 10 ki
12.80
Krakahan
10
BBn - 11
155+73
Bn 11 ki
106.50
Pejagan
11
BBn - 12
157+29
Bn 12 ki
114.70
Pejagan
Bn 12 ka
56.87
Pejagan
Bn 13 ki
114.10
Pejagan
44.60
Pejagan
12
BBn - 13
184+19
Bn 13 ka
D
SALURAN SEKUNDER KETANGGUNGAN
Bkg - 1
3+66
Kg 1 ka
46.80
Kubang Jati, Karang Malang
Bkg - 2
7+07
Kg 2 ki 1
59.00
Kubang Jati, Karang Malang
Kg 2 ki 2
29.00
Kubang jati, Dukuh Badak
Bkg - 3
16+54
Kg 3 ki
50.40
Kubang Jati
Bkg - 4
22+15
Kg 4 ki
167.50
Jagapura
Kg 4 ka
95.80
Kedawung
Kg 5 ki 1
90.00
Jagapura, Dukuh Tengah
Kg 5 ki 2
60.10
Limbangan, Dukuh Tengah
Kg 5 ka
64.40
Dukuh Tengah
Cr Pj 1 ki
7.20
Kemurang Kulon
Cr Pj 1 ka
4.40
Kemurang Kulon
Pj 1 ki
103.93
Pejagan
Pj 1 ka
114.80
Pejagan
E
1
Bkg - 5
41+19
SALURAN SEKUNDER PEJAGAN
Cr Pj - 1
BPj - 1
1+87
7+53
TOTAL AREAL =
2644.70
Ha
Sedangkan gambar Skema Jaringan Irigasi DI. Babakan hasil identifikasi dapat diperiksa
pada Lampiran 4 : Skema Irigasi DI. Babakan (2.645,00 Ha).
graciawidya@[Link]
Iii 4
LAPORAN AKHIR
Pekerjaan ;Detail Desain Rehabilitasi DI. Babakan (Waduk Malahayu)
Kabupaten Brebes
3.2.2. Petak Tersier yang Diusulkan
Setelah diadakan updating peta skala 1 : 5.000 pembuatan layout, checking layout
dan planimeter bersama, luas areal yang terairi Daerah Irigasi Babakan berkurang
menjadi 2.335 ha, hal ini disebabkan adanya alih fungsi lahan.
Secara rinci perubahan luasan areal petak tersier dapat diperiksa pada Lampiran Bab 4
Tabel 3.2. Daftar Areal dan Nama Petak Tersier DI. Babakan (Usulan).
Tabel 3.2.
DAFTAR AREAL DAN NAMA PETAK TERSIER DI. BABAKAN (USULAN)
NO
A
NOMEN KLATUR
BANGUNAN
HM
NAMA PETAK
AREAL ( Ha )
TERSIER
LOKASI DI DESA
SALURAN SUPLESI MALAHAYU - BABAKAN
BMBa - 2
3+30
MBa 2 ki
166.30
Karang Bandung, Karang
Dawa,Sindang Jaya, Pende
BMBa - 3
9+74
MBa 3 ki
49.70
Karang Bandung, Baros
SALURAN SEKUNDER BAROS
BBs - 1
4+37
BS 1 ki
118.60
Baros
BBs - 2
11+64
BS 2 ki
63.70
Baros
BBs - 3
14+45
BS 3 ki
85.40
Baros, Tanggung Sari
BS 3 ka
77.60
Baros, Ketanggungan
SALURAN SEKUNDER BUNTIRIS
BBn - 1
46+00
Bn 1 ka
29.00
Tanggung sari, Ketanggungan
BBn - 3
100+76
Bn 3 ki
19.00
Dukuh Tengah
Bn 3 ka
34.70
Limbangan
Bn 4 ki
59.20
Limbangan, Dukuh Tengah
Bn 4 ka
103.30
Dukuh Tengah
KETERANGAN
BBn - 4
112+83
BBn - 5
116+84
Bn 5 ki
13.50
Limbangan
BBn - 6
123+50
Bn 6 ki 1
101.40
Limbangan, Tegongan
Bn 6 ki 2
115.20
Limbangan, Tegongan
Bn 6 ki 3
19.60
Tegongan
Bn 6 ka 1
70.40
Kemurung Wetan
Bn 6 ka 2
48.70
Kemurung Wetan
graciawidya@[Link]
Iii 5
LAPORAN AKHIR
Pekerjaan ;Detail Desain Rehabilitasi DI. Babakan (Waduk Malahayu)
Kabupaten Brebes
BBn - 7
131+52
Bn 7 ki
59.50
Kemurung Kulon
BBn - 8
145+56
Bn 8 ka
22.80
Pejagan
BBn - 9
150+20
Bn 9 ki
14.20
Krakahan
BBn - 10
152+87
Bn 10 ki
12.80
Krakahan
10
BBn - 11
155+73
Bn 11 ki
51.30
Pejagan
11
BBn - 12
157+29
Bn 12 ki
102.70
Pejagan
Bn 12 ka
44.80
Pejagan
SALURAN SEKUNDER KETANGGUNGAN
Bkg - 1
3+66
Kg 1 ka
46.80
Kubang Jati, Karang Malang
Bkg - 2
7+07
Kg 2 ki 1
59.00
Kubang Jati, Karang Malang
Kg 2 ki 2
29.00
Kubang jati, Dukuh Badak
Bkg - 3
16+54
Kg 3 ki
50.40
Kubang Jati
Bkg - 4
22+15
Kg 4 ki
167.50
Jagapura
Kg 4 ka
95.80
Dukuh Tengah, Kedawung
Kg 5 ki 1
90.00
Jagapura, Dukuh Tengah
Kg 5 ki 2
90.10
Limbangan, Dukuh Tengah
Kg 5 ka
64.40
Dukuh Tengah
Cr Pj 1 ki
7.20
Kemurang Kulon
Cr Pj 1 ka
4.40
Kemurang Kulon
Pj 1 ki
70.00
Pejagan
Pj 1 ka
77.00
Pejagan
5
6
E
1
Bkg - 5
41+19
SALURAN SEKUNDER PEJAGAN
Cr Pj - 1
BPj - 1
1+87
7+53
TOTAL AREAL =
2335.00
Ha
Sedangkan gambar Skema Irigasi hasil updating peta seluas 2.335 Ha dapat diperiksa
pada Lampiran 5 : Skema Irigasi DI. Babakan (2.335 Ha) dan Lampiran 6 adalah
Gambar Skema Bangunan DI. Babakan.
graciawidya@[Link]
Iii 6
LAPORAN AKHIR
Pekerjaan ;Detail Desain Rehabilitasi DI. Babakan (Waduk Malahayu)
Kabupaten Brebes
graciawidya@[Link]
Iii 7
LAPORAN AKHIR
Pekerjaan ;Detail Desain Rehabilitasi DI. Babakan (Waduk Malahayu)
Kabupaten Brebes
BAB
4
4.1.
URAIAN UMUM
Pada hakekatnya tujuan pengukuran adalah untuk menentukan letak/kedudukan
suatu obyek di atas permukaan bumi dalam satu ystem koordinat. Dan dalam
pelaksanaan pengukuran itu sendiri yang dicari dan dicatat adalah angka-angka
jarak dan sudut. Jadi koordinat yang diperoleh adalah dengan melakukan
pengukuran-pengukuran jarak dan sudut terhadap system koordinat tersebut.
Secara sangat sederhana urutan kegiatan pengukuran adalah :
Pengukuran jarak dan
sudut
4.2.
Perhitungan
Koordinat
SURVEY PENDAHULUAN
Pelaksanaan Pekerjaan Detail Desain Rehabilitasi DI Babakan ( Waduk Malahayu )
Kab. Brebes yang dilaksanakan oleh PT. Gracia Widyakarsa Semarang, dimulai dari
melakukan survey pendahuluan.
Survey Pendahuluan dilakukan dalam rangka pengenalan lapangan secara langsung,
dengan tujuan untuk mengetahui kondisi yang ada di sekitar lokasi proyek. Pada
saat kegiatan ini berlangsung, Ketua Tim dan Ahli geodesi akan menginventarisasi
lokasi yang perlu diukur selain dari saluran induk itu sendiri.
Saat survey lapangan dilakukan, langkah-langkah persiapan untuk survai
lapanganpun dilakukan, baik untuk pekerjaan pengukuran dan pemetaan itu sendiri
seperti pengumpulan data lapangan yang khusus terdapat di sekitar lokasi juga
dilakukan.
Tujuan dari survey pendahuluan ini dilakukan adalah untuk memperoleh informasiinformasi lokasi, batas pengukuran, titik ikatan dan hal-hal yang penting untuk
dilakukan pengukuran detail yang lebih teliti.
IV
graciawidya@[Link]
LAPORAN AKHIR
Pekerjaan ;Detail Desain Rehabilitasi DI. Babakan (Waduk Malahayu)
Kabupaten Brebes
Dari survey pendahuluan ini diketahui titik ikat, batas pengukuran dan lokasi yang
perlu diukur dan cara pelaksanaan pengukuran yaitu antara lain :
1. Penentuan titik ikat dengan menggunakan patok BM hasil survey sebelumnya
yaitu patok BM PIJT KBY.
2. Batas batas pengukuran untuk DI Babakan dimulai dari Saluran suplesi
Malahayu Babakan sampai dengan Saluran Sekunder Buntiris.
3. Pengukuran juga dilakukan pada Saluran induk Babakan sampai dengan Saluran
sekunder Pejagan.
4. Saluran sekunder yang ada juga diukur dengan Koordinasi dari tim survay
Inventarisasi Jaringan dan Bangunan Utama.
5. Pengukuran potongan melintang saluran hendaknya dilakukan tegak lurus as
saluran.
4.3.
REFERENSI KOORDINAT
Titik atau patok BM yang digunakan untuk referensi adalah BM PIJT KBY yang
terletak diantara saluran induk Malahayu dengan saluran suplesi Jengkelok.
Koordinat BM PIJT KBY adalah sebagai berikut :
X =
262994.139 m
Y = 9227272.739 m
Dengan elevasi sebagai berikut :
Z =
4.4.
23.748 m
PEMASANGAN BETON (BM)
Pada pembuatan peta untuk cakupan yang areal yang luas atau untuk mengetahui
hubungan posisi antara 2 (dua) buah titik yang berjauhan satu dengan yang lainnya,
diperlukan adanya titik kontrol (control point) dengan kerapatan yang memadai.
Dengan demikian pelaksanaan pengukuran seluruh areal tersebut dapat lebih
dipermudah.
Patok BM yang berukuran 20 cm x 20 cm x 100 cm dan bernomenklatur marmer
bergambarkan logo baling-baling, dicat warna biru sesuai dengan simbol pengairan.
Setiap BM yang dibuat diberikan baut diatas untuk patokan koordinat dan elevasi
yang diukur.
IV
graciawidya@[Link]
LAPORAN AKHIR
Pekerjaan ;Detail Desain Rehabilitasi DI. Babakan (Waduk Malahayu)
Kabupaten Brebes
Pemasangan Patok Beton (BM) sesuai dengan KAK dilakukan tiap 2,5 Km. Dimulai
dari intake waduk dan ditempatkan disekitar saluran yang mudah dijangkau, stabil,
tidak mudah goyah, sehingga tidak mudah dipindahkan oleh orang lain.
Sebagai gambaran patok kayu dan BM yang terpasang dilapangan dapat dilihat
dalam contoh gambar 2.1, 2.2 dan 2.3, sedangkan untuk lebih lengkapnya BM yang
terpasang dilapangan dapat dilihat pada Laporan Deskripsi Bench Mark ( BM ).
Gbr. 4.1. Patok beton (BM) yang telah terpasang
Paku payung
Kayu ukuran 4 x 6 x 30 cm
Gbr. 4.2. Bentuk patok kayu yang terpasang
IV
graciawidya@[Link]
LAPORAN AKHIR
Pekerjaan ;Detail Desain Rehabilitasi DI. Babakan (Waduk Malahayu)
Kabupaten Brebes
Gbr. 4.3. Dimensi Patok beton (BM)
4.5.
PENGUKURAN POLIGON
Sebagaimana telah diketahui bahwa prinsip dasar dalam pekerjaan pengukuran
adalah keharusan membuat kerangka yang luas, barulah kemudian mengerjakan
bagian demi bagian yang lebih sempit. Kerangka yang yang dimaksud disini adalah
kerangka kontrol horizontal. Hubungan antara titik-titik kontrol (control points)
yang diukur membentuk suatu jaringan yang biasa disebut poligon. Poligon dalam
ilmu pengukuran adalah pengukuran segi banyak dengan parameter sudut dan
jarak.
Pengukuran sudut berarti mengukur suatu sudut yang terbentuk antara suatu titik
dan dua titik lainnya. Pada pengukuran ini diukur arah dari pada dua titik dan jarak
antar titik diabaikan. Instrument alat yang digunakan untuk mengukur sudut ini
adalah alat ukur Theodolit T-2. Sudut yang diukur dilakukan secara seri yaitu alat
ukur dalam keadaan Biasa dan Luar biasa dalam tiap titik.
Pengukuran jarak berarti mengukur jarak antara dua buah titik baik secara
langsung maupun tidak langsung. Dalam pekerjaan ini karena menggunakan alat
ukur elektronik sehingga jarak yang diukur menggunakan jarak langsung secara
elektronik berdasarkan gelombang elektromagnetik.
IV
graciawidya@[Link]
LAPORAN AKHIR
Pekerjaan ;Detail Desain Rehabilitasi DI. Babakan (Waduk Malahayu)
Kabupaten Brebes
Bentuk poligon itu sendiri dalam ilmu ukur tanah terdapat 3 (tiga) bentuk yaitu :
Poligon Tertutup, Poligon Terbuka Terikat (sepihak dan sempurna) dan poligon
terbuka.
Poligon tertutup adalah poligon yang titik awal dan titik akhir menutup pada satu
titik atau titik awal dan titik akhir bertemu dalam satu titik. Poligon terbuka
terikat adalah poligon yang salah satu atau kedua ujungnya terikat oleh titik
referensi tertentu. Poligon terbuka yaitu poligon yang kedua ujungnya tidak terikat
oleh titik referensi tertentu.
Sebelum pengukuran dilaksanakan, terlebih dahulu alat ukur yang akan digunakan
dicek/diperiksa secara bersama-sama antara pemberi dan pelaksana pekerjaan.
Pemeriksaan (checking) alat diperlukan untuk keakuratan alat ukur, sehingga nanti
jika digunakan pengukuran di lapangan telah memenuhi mutu yang disyaratkan
dalam KAK.
Pelaksanaan pengukuran poligon adalah sebagai berikut :
Alat ukur adalah Theodolit T-2.
Alat ukur jarak yang digunakan adalah EDM dan roll meter baja.
Jalur pengukuran poligon mengikuti jalur saluran yang ada.
Sudut horizontal diukur 1 (satu) seri lengkap (B,LB).
Perbedaan sudut horizontal hasil bacaan biasa dan luar biasa 5.
Jarak antar patok diukur secara optis
4.6.
PENGUKURAN SIPAT DATAR
Tinggi adalah perbedaan vertikal antara dua titik atau jarak dari bidang referensi
yang telah ditetapkan ke suatu titik tertentu sepanjang garis vertikal. Sedangkan
elevasi adalah nilai dari dari perbedaan vertikal dari bidang referensi yang telah
ditetapkan.
Tujuan dari pengukuran waterpass adalah untuk mendapatkan perbedaan tinggi
dari dua titik. Sebelum pengukuran sipat datar dilaksanakan, alat ukur harus
melalui tahap checking alat sama dengan proses pengukuran poligon. Pelaksanaan
pengukuran waterpass dituntut pengukuran yang teliti, untuk itu langkah-langkah
pelaksanaan pengukuran waterpass adalah :
Alat yang digunakan adalah alat waterpass otomatis NI-2 dan rambu ukur yang
dilengkapi dengan nivo.
Metode pengukuran waterpass adalah double stand.
Perbedaan beda tinggi antara stand I dan stand II 2 mm.
Pelaksanaan pengukuran dibagi dalam beberapa bagian (slag).
IV
graciawidya@[Link]
LAPORAN AKHIR
Pekerjaan ;Detail Desain Rehabilitasi DI. Babakan (Waduk Malahayu)
Kabupaten Brebes
Untuk mengurangi kesalahan dari garis bidik, kesalahan akibat refraksi udara,
kesalahan akibat kelengkungan bumi maka pemasangan alat diusahakan di
tengah-tengah antara dua patok.
Gambar 7.4. Posisi Alat ukur ditengah-tengah
Untuk mengurangi kesalahan nol skala mistar ukur, kesalahan ketidaksamaan
satu-satuan skala mistar ukur, pemindahan rambu ukur dalam tiap slag
dilakukan bahwa rambu ukur belakang pada slag 1 akan menjadi rambu ukur
depan pada slag 2, begitu seterusnya pada slag-slag yang lain.
Gambar 7.5. Cara Pemindahan Rambu ukur.
IV
graciawidya@[Link]
LAPORAN AKHIR
Pekerjaan ;Detail Desain Rehabilitasi DI. Babakan (Waduk Malahayu)
Kabupaten Brebes
4.7.
Setiap melakukan melakukan pengukuran pada tiap slag data dicatat dalam
buku ukur yang telah tersedia.
Pencatatan data yang salah akan dicoret dan digantikan data yang benar pada
sebelahnya.
Rute pengukuran waterpass mengikuti rute pengukuran poligon atau dengan
kata lain bahwa patok waterpass sama dengan patok poligon.
PENGUKURAN POTONGAN MELINTANG
Pengukuran potongan melintang dilaksanakan untuk memperoleh potongan
melintang sepanjang garis yang menghubungkan patok-patok yang berhadapan.
Pengukuran tinggi dilakukan dengan menggunakan alat ukur waterpass, karena
keadaan permukaan tanah yang memungkinkan menggunakan sipat datar
horisontal.
Pengukuran potongan melintang tidak hanya diadakan pada titik-titik dimana
tingginya berubah tetapi juga pada batas-batas antara bagian-bagian klasifikasi
tanah dan bangunan-bangunan seperti bendungan dan jembatan.
Data hasil ukuran ini dicatat dalam buku ukur yang nantinya juga digunakan dalam
penggambaran situasi detail. Posisi bentuk-bentuk planimetris dan garis-garis
kontur ditentukan berdasarkan pada titik-titik kontrol tertentu. Gambar detil
dinyatakan dengan simbol-simbol yang disertai dengan catatan sehingga
keseluruhannya menjadi sebuah peta.
Pengukuran profil melintang dilaksanakan untuk memperoleh potongan melintang
sepanjang garis yang menghubungkan patok-patok poligon yang berhadapan.
Prosedur yang dilaksanakan dalam pengukuran profil melintang adalah :
Alat yang digunakan adalah alat waterpass otomatis NI-2 dan rambu ukur yang
dilengkapi dengan nivo.
Langkah selanjutnya adalah sama dengan pengukuran tinggi pada jalur poligon.
Jarak diukur dengan optis dan pita ukur baja.
Diukur setiap jarak profil 50 m. Jika terdapat patahan atau kerusakan lain pada
saluran yang perlu ditambah profil khusus untuk ketepatan kerusakan dan
perhitungan volume pekerjaan.
Potongan melintang diukur tegak lurus as trase saluran.
Drainase gendong sepanjang saluran akan diperlakukan sebagai bagian dari
profil melintang saluran dan disipat datar serta diplot bersama-sama dengan
profil melintang saluran, dalam gambar yang sama.
Batas koridor pengukuran profil melintang adalah batas tanah milik saluran,
yang ditandai tanggul kiri dan tanggul kanan, atau jika tidak ada tanggul diukur
IV
graciawidya@[Link]
LAPORAN AKHIR
Pekerjaan ;Detail Desain Rehabilitasi DI. Babakan (Waduk Malahayu)
Kabupaten Brebes
50 meter dari tepi kanan dan kiri saluran.
Setiap perubahan bentuk dari profil saluran akan diukur.
4.8. PERHITUNGAN DAN ANALISA
4.8.1. URAIAN UMUM
Hitungan data hasil dari pekerjaan lapangan dimaksudkan untuk memperoleh
koordinat posisi dan elevasi seperti yang telah disinggung dalam bab II. Dalam bab
ini akan diuraikan lebih detail lagi mengenai langkah-langkah dan rumus-rumus
yang digunakan dalam perhitungan sehingga mendapatkan koordinat posisi yang
dimaksud.
Selanjutnya dilakukan analisis hitungan untuk mengetahui kesalahan-kesalahan baik
dari pengambilan data lapangan maupun dari proses perhitungan, sehingga
diharapkan dalam pelaksanaan penggambaran nantinya bebas dari kesalahan.
Data hasil lapangan
Perhitungan
Analisis
terhadap
Kesalahan
Penggambaran
IV
graciawidya@[Link]
LAPORAN AKHIR
Pekerjaan ;Detail Desain Rehabilitasi DI. Babakan (Waduk Malahayu)
Kabupaten Brebes
4.8.2. HITUNGAN POLIGON
Karena pengukuran pada pekerjaan ini dianggap masih dalam lingkup kecil sehingga
kelengkungan bumi tidak diperhitungkan atau dianggap rata maka pelaksanaan
perhitungan digunakan metode bowdith dengan mengkoreksikan secara merata.
Rumus-rumus yang digunakan :
D
= (BA-BB)*100*SIN V
h = D/TAN V + Ti BT
= 1 + -180 + k
FX = D SIN
FY = D COS
X
= X1 + FX + fx
= Y1 + FY + fy
Keterangan:
D
= Jarak datar
BA = Bacaan benang atas rambu ukur
BB = Bacaan benang bawah rambu ukur
V
= Bacaan piringan poligon alat ukur
h = Beda tinggi
Ti
= Tinggi alat ukur
BT = Bacaan Benang tengah rambu ukur
= Azimuth/arah ukuran
= Sudut titik ukuran
= koreksi sudut
FX = Posisi absis dari titik nol
FY = Posisi ordinat dari titik nol
X
= Kordinat absis terhitung
= Koordinat ordinat terhitung
IV
graciawidya@[Link]
LAPORAN AKHIR
Pekerjaan ;Detail Desain Rehabilitasi DI. Babakan (Waduk Malahayu)
Kabupaten Brebes
fx = koreksi absis
fy
= koreksi ordinat
Demikian pula untuk semua perhitungan situasi yang menggunakan alat ukur
teodolite digunakan dengan cara yang sama (Bowdith). Jika azimuth atau bearing
titik awal dan akhir diketahui maka sudut-sudut terukur terjadi koreksi adanya
kesalahan yang tak terduga secara sistematis. Jika kesalahan tersebut masih
dikategorikan diizinkan (dalam toleransi yang diizinkan) maka kesalahan tersebut
dibagi dengan jumlah sudut yang diukur, dan hasilnya digunakan koreksi untuk
masing-masing sudut perpotongan sisi-sisi jaringan ukur. Begitu juga untuk koreksi
linear/jarak perlakuannya sama dengan koreksi sudut yaitu jika koordinat awal dan
akhir diketahui maka jarak linear dapat diketahui kesalahannya, dan hasilnya
digunakan sebagai koreksi antar titik terukur dengan rumus d1/D*kesalahan.
Berikut ini adalah daftar koordinat (X,Y) dan tinggi (Z) patok BM pada DI BABAKAN :
Tabel 4.1. Daftar Koordinat Patok BM pada DI BABAKAN
No
.
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
Patok
BM BBK 2
BMB.1
BM / CSD 1
BM / CSD 2
BM / CSD 3
BM/ PIJT 2
BM/ CSD 4
BM/ CSD 5
BM / CSD 6
BM / CSD 7
BM / CSD 8
BM / PIJT 3
BM / PIJT 4
BM / PIJT 5
BM / CSD 9
BM / CSD 10
17 BM / PIJT
graciawidya@[Link]
X
266479.814
265667.083
65849.776
264788.175
263959.450
265530.205
265271.628
265773.010
265814.672
266402.581
266781.480
266800.808
266058.655
266234.530
265583.265
262924.874
Koordinat
Y
9224628.3450
9227019.1810
9228517.1600
9227912.2350
9227214.5200
9230567.7720
9231097.1080
9232389.7270
9233509.9390
9232207.8380
9233259.1340
9234097.3510
9237074.3785
9229014.6310
9239721.6670
9242493.7600
+ 25.675
+ 22.251
+ 19.806
+ 20.383
+ 22.819
+ 15.612
+ 14.957
+ 12.937
+ 8.708
+ 10.711
+ 8.196
+ 7.154
+ 3.785
+ 17.172
+ 1.621
+ 0.147
262994.139 9227272.7390
+ 23.748
Ket.
GPS. Geodetik
GPS. Geodetik
GPS. Geodetik
Ikatan Induk
Kabuyutan
IV 10
LAPORAN AKHIR
Pekerjaan ;Detail Desain Rehabilitasi DI. Babakan (Waduk Malahayu)
Kabupaten Brebes
18
[Link]
SG.13L
265986.314 9235999.4990
+ 5.385
Hasil perhitungan dalam poligon ini semua poligon baik itu poligon utama maupun
cabang, kesalahan penutup sudut tidak melebihi dalam toleransi yang telah
ditetapkan dalam KAK yaitu 10n dan imbangan kesalahan penutup 1 : 10.000,
yang hasilnya dapat dilihat dalam Buku 2 Laporan Pengukuran (Data dan Hitungan
Poligon)
7.8.3. PERHITUNGAN KETINGGIAN (WATERPASS)
Yang dimaksud dengan tinggi adalah perbedaan vertikal antara dua titik atau jarak
dari bidang referensi yang telah ditetapkan ke suatu titik tertentu sepanjang garis
vertikal. Untuk sebuah negara biasanya muka air laut rata-rata yang dipergunakan
sebagai bidang referensi, sedangkan pengukuran lokal sebagai bidang referensi
dipergunakan suatu bidang menurut perjanjian setempat. Apabila muka air laut
rata-rata digunakan sebagai bidang referensi, maka perluasannya kearah daratan
disebut geoid. Dan jarak yang diukur dari permukaan geoid ke titik tertentu
sepanjang garis vertikal yang melalui titik tersebut disebut elevasi.
Rumus-rumus yang digunakan untuk menghitung elevasi sesuai dengan alat yang
digunakan yaitu Waterpass :
h
= BTblk - BTmk
Keterangan :
h
= Beda tinggi
BTblk
= Bacaan Benang tengah rambu ukur bagian belakang
BTmk
= Bacaan Benang tengah rambu ukur bagian muka
Bak ukur mk
Arah ukur
Bak ukur blk
Muka air
laut
H: Elevasi titik
A
graciawidya@[Link]
IV 11
LAPORAN AKHIR
Pekerjaan ;Detail Desain Rehabilitasi DI. Babakan (Waduk Malahayu)
Kabupaten Brebes
Gambar 7.6. Elevasi
Sesuai dengan standar yang berlaku bahwa pengukuran beda tinggi harus saling
mengikat antara dua titik (awal dan akhir) sehingga didapat suatu ketelitian
pengukuran. Jika pengukuran beda tinggi tidak didapatkan dua titik referensi yang
saling mengikat, maka pengukuran harus dilakukan pergi pulang atau dibuat poligon
tertutup/loop.
Sesuai dengan Kerangka Acuan Kerja bahwa kesalahan penutup tinggi yang
diperbolehkan adalah 10mm D, bahwa D adalah jarak terukur dalam satuan Km.
Hasil perhitungan dalam pekerjaan ini semua beda tinggi, kesalahan penutup
tingginya tidak melebihi dalam toleransi yang telah ditetapkan dam KAK yang
hasilnya dapat dilihat dalam Buku 2 Laporan Pengukuran (Data dan Hitungan
Waterpass)
graciawidya@[Link]
IV 12
LAPORAN AKHIR
Pekerjaan ;Detail Desain Rehabilitasi DI. Babakan (Waduk Malahayu)
Kabupaten Brebes
BAB
5
5.1.
BANGUNAN UTAMA / BENDUNG CISADAP
Bangunan utama dapat didefinisikan sebagai : Semua bangunan yang direncanakan di
sepanjang sungai atau aliran air untuk membelokkan air ke dalam jaringan saluran
irigasi agar dapat dipakai untuk keperluan irigasi, biasanya dilengkapi dengan kantong
pasir agar bisa mengurangi kandungan sedimen yang berlebihan serta memungkinkan
untuk mengukur air yang masuk.
Bendung adalah bangunan pelimpah melintang sungai yang memberikan tinggi muka air
minimum kepada bangunan pengambilan untuk keperluan irigasi. Bendung merupakan
penghalang selama terjadi banjir dan dapat menyebabkan genangan luas di daerahdaerah hulu bendung tersebut.
Sistem jaringan irigasi Babakan memanfaatkan air dari sungai Babakan melalui
bangunan Bendung Cisadap serta suplesi dari waduk Malahayu dengan satu
pengambilan lewat sisi kiri dengan nama Saluran Induk Babakan, disamping DI. Babakan
mendapat air dari Bendung Cisadap juga mendapat suplesi dari Waduk Malahayu guna
memenuhi kebutuhan air di daerah irigasi Babakan.
Dalam sejarah perkembangannya DI. Babakan dimulai pada tahun 1936, dengan
dibangunnya Bendung Cisadap. Kemudian pada tahun 1972 Bendung Cisadap
dipindahkan karah hilir sejauh 200 meter (oleh Proyek Prosida Sub Proyek Pemali
Comal) bersama sama dengan Jaringan Irigasi yang ada.
Daerah Irigasi Babakan mendapat sumber air dari kali Babakan melalui Bendung
Cisadap. Sebagian besar saluran induk Babakan merupakan saluran tertutup sepanjang
kurang lebih 800 meter. Bangunan Bagi pertama yaitu BM. Ba.4 terletak 2.650 m dari
lokasi Bendung Cisadap yang merupakan Bangunan Bagi dan Bangunan pertemuan
antara saluran Induk Babakan dan Saluran Suplesi Malahayu. Saluran Suplesi yang lain
yaitu Saluran Suplesi Pemali-Babakan yang terletak dihilir [Link].4. sejauh 3.900 m dari
bangunan [Link].4.
V
graciawidya@[Link]
LAPORAN AKHIR
Pekerjaan ;Detail Desain Rehabilitasi DI. Babakan (Waduk Malahayu)
Kabupaten Brebes
5.1.1. Kondisi Bendung Sekarang
Kondisi Bendung Cisadap secara umum masih cukup bagus hanya yang perlu
diperhatikan saat ini adalah pada daerah hulu bendung yang terjadi sedimentasi
sehingga menyebabkan terganggunya pengambilan air melalui pintu intake serta juga
menyebabkan rusaknya AWLR (Automatic Water Level Recorder) yang dipasang pada
hulu bendung, karena pelampung AWLR tertimbun Lumpur.
Dengan keadaan pelumpuran yang terjadi sedemikian besar ditambah dengan kondisi
debit aair yang ada relative kecil pada musim kemarau, maka penguasan rutin yang
dilakukan petugas belum bisa membilas endapan lumpur yang ada secara tuntas.
Dengan adanya keadaan pelumpuran yang menyebabkan kedudukan daun pintu
menjadi miring sehingga pengoperasian pintu pembilas menjadi berat, oleh karena itu
perlu adanya penyetelan kembali /service pada pintu pembilas untuk mempermudah
pengoperasiannya. Secara rinci usulan pekerjaan dapat dilihat pada lampiran.
Data Teknis
Bangunan Utama jaringan irigasi Babakan berupa bangunan bendung tetap
(Bendung Cisadap) dengan data teknis sebagai berikut :
Data Bendung Cisadap
Type bendung
= bendung tetap (Fixed Weir)
Lebar total bendung
= 50.10 meter
Lebar efektif mercu tidak
termasuk lebar pintu penguras
= 42.00 meter
Tinggi mercu bendung
= 1.25 meter
Panjang kolam olak
= 9.30 meter
Elevasi mercu bendung
= + 24.56
Elevasi dasar penguras bendung = + 21.41
Elevasi lantai hulu bendung
= + 23.36
Elevasi dasar kolam olak
= + 16.86
Elevasi dekzerk
= + 27.41
Data Pintu Pengambilan Saluran Induk Babakan
Lebar pintu pengambilan
= 1.50 meter
Jumlah pintu pengambilan = 2 buah
Debit pengambilan
= 2.50 m3/dt
V
graciawidya@[Link]
LAPORAN AKHIR
Pekerjaan ;Detail Desain Rehabilitasi DI. Babakan (Waduk Malahayu)
Kabupaten Brebes
Data Pintu Pengambilan Saluran Suplesi Malahayu - Babakan
Lebar pintu pengambilan
= 1.25 meter
Jumlah pintu pengambilan = 2 buah
Debit pengambilan
= 1.00 m3/dt
Permasalahan Bendung Cisadap
Terjadi sedimentasi dibagian hulu mercu bendung karena tingkat
kerusakan DAS Babakan yang sudah cukup parah, dimana saat musim
hujan air mengalir dengan membawa lumpur dan mengendap dihulu
Bendung babakan.
Pemecahan masalah
Untuk mengurangi sedimen dibagian hulu bendung perlu dipikirkan
secara makro pemecahan masalah kerusakan DAS sungai dengan instansi
terkait, alternatif sementara untuk mengurangi sedimentasi dihulu
bendung adalah :
Mengurangi sedimen dibagian hulu bendung perlu pola operasi
pembilasan bendung yang sesuai dengan pedoman operasi dan
pemeliharaan bendung serta dilakukan secara rutin, hal tersebut akan
mengurangi penumpukan sedimen seperti yang ada sekarang.
5.2.
SALURAN PEMBAWA DAN BANGUNAN
Saluran Pembawa yang ada di Daerah Irigasi Babakan melalui Bendung Cisadap
mempunyai panjang 31.433 Km dan secara rinci dapat diuraikan seperti pada Tabel
5.1. berikut :
Tabel 5.1. Data Saluran DI. Babakan
No.
Nama Saluran
Panjang (km)
Saluran Induk Babakan
2.665
Saluran Sekunder Buntiris
Saluran Sekunder Baros
1.445
Saluran Sekunder Ketanggungan
4.119
Saluran Sekunder Pejagan
Saluran Suplesi Malahayu Babakan
2.003
Saluran Suplesi Pemali - Babakan
2.029
18.419
753
V
graciawidya@[Link]
LAPORAN AKHIR
Pekerjaan ;Detail Desain Rehabilitasi DI. Babakan (Waduk Malahayu)
Kabupaten Brebes
Jumlah
31.433
Adapun Kondisi Saluran DI. Babakan setelah dilakukan Survai Pendahuluan dan
Inventarisasi Jaringan Irigasi serta penelusuran saluran dengan Mantri Pengairan dan
Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A), secara umum adalah sebagai berikut :
5.2.1. Permasalahan dan Pemecahan Masalah Saluran Pembawa
Saluran Induk Babakan dengan data-data sebagai berikut :
Panjang saluran + 2.650 meter (2,65 km) mulai dari pintu pengambilan (intake)
kiri Bendung Cisadap sampai bangunan Bagi Sadap [Link].4
Kapasitas Saluran Induk Babakan Kanan + 1.74 m3/dt.
Kondisi Saluran Induk Babakan
Kondisi dan Permasalahan Saluran Induk
Karena pengoperasian pembilas Bendung tidak optimal sehingga sedimen masuk
ke saluran Induk.
Terjadi sedimentasi disepanjang saluran induk Babakan
Kurang lebih ada 75 % dari panjang saluran induk Babakan berupa saluran
tertutup / terowongan sehingga kondisi sedimen yang ada didalam saluran
tersebut cukup sulit dibersihkan.
Pemecahan Masalah
Galian sedimen disepanjang kantong lumpur dan saluran Induk Babakan
Sosialisasi kepada masyarakat yang berada di sekitar saluran agar tidak
membuang sampah ke saluran irigasi misalkan dibuatkan papan larangan, bahwa
membuang sampah di saluran irigasi tidak diperbolehkan.
V
graciawidya@[Link]
LAPORAN AKHIR
Pekerjaan ;Detail Desain Rehabilitasi DI. Babakan (Waduk Malahayu)
Kabupaten Brebes
Sedangkan untuk saluran sekunder terbagi menjadi beberapa saluran dengan rincian
sebagai berikut :
Kondisi dan Permasalahan Saluran Sekunder Buntiris
Panjang saluran + 18.419 meter (18,419km) mulai dari pintu bagi sadap [Link].4
sampai bangunan sadap [Link].9.
Kapasitas Saluran Sekunder Buntiris + 3.30 m3/dt.
Saluran sekunder Buntiris berawal dari bangunan Bagi Sadap [Link].4 saluran suplesi
Malahayu-Babakan, talud kanan dan talud kiri merupakan pasangan batu kali. Dari
awal saluran sekunder Buntiris kondisinya masih cukup baik dan tampak bangunan
alat ukur dari arah hulu, dan kondisi Bangunan Bagi ([Link]-1) Hm.46+00, tampak
masih cukup baik Kemudian pada Hm.50+06 terdapat bangunan jembatan yang
kondisinya abutmennya telah pecah-pecah dan sangat membahayakan terhadap
konstruksi jembatan diatasnya. Selain itu ada beberapa pintu romijn yang tidak
berfungsi dan difungsikan sebagai pintu sorong seperti pada bangunan ([Link]-3a)
Hm. 91+73. Banyak sampah yang dibuang disaluran sehingga sangat mengganggu
terhadap aliran. Dan permasalahan pada bangunan-bangunan secara rinci telah
disebutkan didalam daftar usulan pekerjaan saluran dan bangunan.
Pemecahan Masalah
Melakukan galian sedimen disepanjang saluran sekunder Buntiris
Melakukan perbaikan baik disaluran maupun bangunan sesuai dengan usulan
pekerjaan.
Kondisi saluran Buntiris
V
graciawidya@[Link]
LAPORAN AKHIR
Pekerjaan ;Detail Desain Rehabilitasi DI. Babakan (Waduk Malahayu)
Kabupaten Brebes
Kondisi Bang. Sadap [Link]-6
Kondisi dan Permasalahan Saluran Sekunder Baros
Panjang saluran + 1.445 meter (1,445 km) mulai dari pintu bagi sadap [Link].4
lurus sampai bangunan sadap akhir [Link].3
Kapasitas Saluran Sekunder Baros + 0.484 m3/dt.
Saluran Sekunder Baros secara umum masih cukup baik dengan talud sebagian
besar sudah pasangan batu kali. Begitu juga bangunan yang ada disepanjang
saluran sekunder Baros kondisinya juga masih cukup baik, kerusakan yang terjadi
adalah pada pintu romijn yang sudah tidak dapat dioperasikan lagi, sehingga
pintu romijn difungsikan sebagai pintu sorong seperti pada bangunan sadap B.Bs2 Hm.11+64 dan bangunan sadap akhir [Link]-3 Hm.
Pemecahan Masalah
Galian sedimen disepanjang saluran sekunder Baros
Pintu Romijn pada bangunan sadap diganti dengan pintu sorong
Bang. Sadap B.Bs2 dan Bang. Sadap [Link]-3
V
graciawidya@[Link]
LAPORAN AKHIR
Pekerjaan ;Detail Desain Rehabilitasi DI. Babakan (Waduk Malahayu)
Kabupaten Brebes
Saluran Sekunder Ketanggungan
Panjang saluran + 4.119 meter (4,119 km) mulai dari pintu bagi sadap [Link].1 ke
kiri sampai bangunan sadap akhir [Link].5
Kapasitas Saluran Sekunder Ketanggungan + 0.972 m3/dt.
Saluran sekunder Ketanggungan berawal dari bangunan Bagi Sadap [Link].1 saluran
sekunder Buntiris, talud kanan dan talud kiri merupakan pasangan batu kali.
Sepanjang saluran sekunder Ketanggungan sudah menggunakan pasangan batu
kali dan di kerusakan-kerusakan ada dibeberapa ruas saluran serta pendangkalan
saluran (sedimentasi). Dihlir bangunan Sadap [Link]-3 tepatnya dilokasi Hm.19+50Hm.19+60 telah terjadi longsoran sepanjang 20 m, sehingga air melimpas dan
masuk ke saluran pembuang, dan saat ini telah dilakukan pengamanan sementara
yaitu dengan karung yang diisi tanah/pasir. Kondisi bangunan mulai dari Sadap
[Link]-1 Hm.3+66 s/d sadap [Link]-3 Hm.16+54 secara umum masih cukup baik.
Pemecahan Masalah
Melakukan galian sedimen disepanjang saluran sekunder Ketanggungan
Perbaikan longsoran saluran dengan pasangan batu kali
Melakukan perbaikan baik disaluran maupun bangunan sesuai dengan usulan
pekerjaan
Bang. Sadap [Link]-1 dan Bang. Sadap [Link]-2
Terjadi longsoran pada tanggul sebelah
Kanan sepanjang 20 m
V
graciawidya@[Link]
LAPORAN AKHIR
Pekerjaan ;Detail Desain Rehabilitasi DI. Babakan (Waduk Malahayu)
Kabupaten Brebes
Kondisi dan Permasalahan Saluran Sekunder Pejagan
Panjang saluran + 753 meter (0,753 km) mulai dari pintu bagi sadap [Link].6 ke
kanan sampai bangunan sadap akhir [Link].1.
Kapasitas Saluran Sekunder Pejagaan + 0.323 m3/dt.
Secara umum untuk saluran sekunder Pejagan saat ini masih cukup baik,
permasalahan saluran adalah sedimentasi / pendangkalan dan saluran banyak
ditumbuhi rumput, kerusakan-kerusakan pasangan /lining ada dibeberapa ruas
saluran, sedangkan untuk bangunan kondisinya masih cukup baik.
Pemecahan Masalah
Melakukan galian sedimen disepanjang saluran sekunder Pejagan dan
pembersihan rumput (babadan rumput)
Melakukan perbaikan baik disaluran maupun bangunan sesuai dengan usulan
pekerjaan
Sal. Sekunder Pejagan
Saluran Suplesi Malahayu - Babakan
Panjang saluran + 2.003 meter (2,003 km) mulai dari [Link].2a (Talang Sal.
Kabuyutan) sampai bangunan bagi [Link].4.
Kapasitas Saluran Suplesi + 0.650 m3/dt.
Secara umum untuk saluran suplesi Malahayu Babakan kondisinya masih cukup
baik, dengan talud kanan / kiri dari plat beton dan pasangan batu kali.
Permasalahan yang ada disaluran secara umum hanya kerusakan pasangan pada
ruas-ruas tertentu, dan secara rinci kondisi kerusakan dan usulan pekerjaan telah
disampaikan didalam laboran interim. Sedangkan kondisi bangunan sebagian
V
graciawidya@[Link]
LAPORAN AKHIR
Pekerjaan ;Detail Desain Rehabilitasi DI. Babakan (Waduk Malahayu)
Kabupaten Brebes
besar masih cukup baik.
Pemecahan Masalah
Melakukan galian sedimen disepanjang saluran suplesi
Melakukan perbaikan baik disaluran maupun bangunan sesuai dengan usulan
pekerjaan
Bang. Sadap [Link]-2 dan Bang. Sadap [Link]-3
Saluran Suplesi Pemali - Babakan
Panjang saluran + 2.029 meter (2,029 km) mulai dari pintu bagi [Link].7 ke kiri
sampai saluran sekunder Buntiris.
Kapasitas Saluran Suplesi + 1.80 m3/dt.
Secara umum untuk saluran suplesi Pemali Babakan saat ini sudah tidak
berfungsi karena kondisi saluran putus hilir Talang Sungai Babakan, dan kondisi
bangunan Bagi / suplesi dari saluran sekunder Pemali tampak tidak terawat
dengan pintu yang tidak bisa dioperasikan (Gb, dan tampak juga kondisi saluran
dihulu bangunan Talang serta bangunan Talang yang juga berfungsi sebagai
jembatan inspeksi.
Pemecahan Masalah
Melakukan galian sedimen dan normalisasi disepanjang saluran suplesi
Melakukan perbaikan baik disaluran maupun bangunan sesuai dengan usulan
pekerjaan
Perbaikan bangunan Talang dengan konstruksi lengkung
V
graciawidya@[Link]
LAPORAN AKHIR
Pekerjaan ;Detail Desain Rehabilitasi DI. Babakan (Waduk Malahayu)
Kabupaten Brebes
Saluran Suplesi di Hulu bang. Talang dan Bangunan Talang
5.2.2.
Geologi dan Mekanika Tanah
Saluran Sekunder Ketanggungan (Lokasi 1)
Kondisi dan Permasalahan
Kondisi saluran sekunder Ketanggungan disekitar Hm. 19+50 terjadi
longsoran tebing sehingga pasangan tegak sebelah kanan saluran
ikut longsor sepanjang 20 m dengan kedalaman 2.50 m, kondisi
saat ini yang ada dilapangan telah diberi pengaman saluran dengan
tumpukan karung yang diisi dengan tanah/pasir. Guna keperluan
desain maka diperlukan adanya penyelidikan geologi dilokasi
tersebut. Dari hasil survey lapangan ditentukan lokasi penyelidikan
tanah seperti pada gambar berikut.
Lokasi penyelidikan tanah.
V
graciawidya@[Link]
10
LAPORAN AKHIR
Pekerjaan ;Detail Desain Rehabilitasi DI. Babakan (Waduk Malahayu)
Kabupaten Brebes
Saluran Sekunder Buntiris (Lokasi 2)
Kondisi dan Permasalahan
Kondisi saluran sekunder Buntiris bagian hulu secara umum
masih cukup baik, sedangkan saluran bagian hilir sudah cukup
dangkal sampai ke bangunan akhir. Salah satu kegiatan
penyelidikan tanah ditempatkan dibangunan jembatan yang
saat ini kondisi abutmennya sudah pecah dan sangat
membahayakan bangunan diatasnya. Lokasi penyelidikan tanah
berada dihulu jembatan disekitar Hm. 50+06.
Lokasi Penyelidikan Tanah
berada dihulu jembatan.
Kondisi Abutman tampak
pecah-pecah).
Saluran Induk Babakan (Lokasi 3)
Kondisi dan Permasalahan
Awal saluran Induk Babakan adalah saluran terbuka sepanjang
574 m (Hm.0+00 s/d Hm.5+74) kemudian mulai dari Hm.5+74
s/d 23+90 adalah saluran tertutup/terowongan dan bagian hilir
saluran terbuka lagi (Hm.23+90 s/d Hm.26+65. Lokasi
Penyelidikan Tanah di saluran Induk ditempatkan di jembatan
desa tepatnya dilokasi Hm.20+26, karena dilokasi tersebut
telah terjadi longsoran dan sangat mengancam terhadap saluran
induk yang berada disebelahnya.
Kondisi Longsoran pada
hilar Jembatan.
V
graciawidya@[Link]
11
LAPORAN AKHIR
Pekerjaan ;Detail Desain Rehabilitasi DI. Babakan (Waduk Malahayu)
Kabupaten Brebes
Saluran Suplesi Pemali Babakan (Lokasi 4)
Kondisi dan Permasalahan
Saluran Suplesi Pemali Babakan diambil dari Saluran Sekunder
Pemali, namun sejak tahun 2002 saluran tersebut sudah tidak
bisa berfungsi karena saluran putus / longsor dilokasi Hm.5+60
atau dihilir bangunan Talang sepanjang 15 m, oleh karena itu
DI. Babakan hanya mengandalkan suplesi dari waduk Malahayu
melalui Saluran Induk Kabuyutan.
Untuk menunjang kegiatan perencanaan saluran suplesi Pemali
Babakan, maka perlu dilakukan penyelidikan geologi dilokasi
tersebut baik dihulu maupun dihilr Talang.
Lokasi penyelidikan di Hulu Talang
Tampak Talang Saluran
Suplesi dari hulu.
Secara rinci usulan pekerjaan penyelidikan Geologi Teknik dapat
dilihat pada Tabel 5.2.
Tabel
5.2.
Tabel 4.3
USULAN PEKERJAAN PENYELIDIKAN GEOTEKNIK
Pekerjaan : Detail Desain Saluran Induk Babakan
No.
(1)
1
Pekerjaan lapangan
Lokasi
(2)
Sal. Sek Ketanggungan /XK.3
Test Pit
(3)
Bor Tangan
(4)
1 titik
3 titik
Test Laboratorium
Sondir
(5)
Ind. Proferties
(6)
Consolidation Compaction
(7)
(8)
4 buah
2 buah
1 buah
Triaxial
(9)
Permeabilitas
(10)
2 buah
2 buah
2 buah
2 buah
2 buah
2 buah
( Hm 19+30 s/d Hm.17+50 )
2
Sal. Sekunder Buntiris / XT.5
2 titik
1 titik
2 buah
2 buah
2 titik
2 titik
1 titik
4 buah
2 buah
4 buah
2 titik
3 titik
1 titik
5 buah
2 buah
2 buah
2 buah
2 buah
5 titik
10 titik
3 titik
15 buah
8 buah
7 buah
8 buah
8 buah
Ds. Dukuh Badag
3
Sal. Induk Babakan
([Link] 1e /X B.5 )
graciawidya@[Link]
Outlet Talang
12
(Suplesi Pemali - Babakan )
Jumlah :
LAPORAN AKHIR
Pekerjaan ;Detail Desain Rehabilitasi DI. Babakan (Waduk Malahayu)
Kabupaten Brebes
Kapasitas Dukung Tanah
a). Pondasi lajur :
Perhitungan daya dukung pondasi dangkal didasarkan rumus Terzaghi (1943), maka daya
dukung tanah pondasi adalah sebagai berikut :
Qu C Nc D Nq. N
Qall = Qu / Fs
dimana :
Qu
daya dukung tanah ultimate (kg/cm2)
Qall
daya dukung tanah yang diijinkan (kg/cm2)
= kohesi (kg/cm2)
C
B
lebar pondasi = 2,0 m
kedalaman dasar pondasi = 1,5 m
Fs
= faktor keamanan = 3
Nc Nq N
= factor bearing kapasitas, besarnya tergantung nilai sudut gesek
dalam
Dari hasil pengambilan sampel di titik bor HB.1 ,pada kedalaman 5,00 meter tiaptiap lokasi diperoleh nilai daya dukung sebagai berikut ( Lihat Tabel 5.3. ) :
Tabel. 5.3. Hasil Perhitungan Daya Dukung Pondasi Lajur ( Terzaghi -1943)
No.
1.
Lokasi
Sampel
gr/ cm3
Kg/cm2
1,968
0,225
11,50
Faktor Daya Dukung
Nc
Nq
Qall
(kg/cm2)
;N
[Link]
Ketanggungan
8 ; 3
; 0,1
0,876
V
graciawidya@[Link]
13
LAPORAN AKHIR
Pekerjaan ;Detail Desain Rehabilitasi DI. Babakan (Waduk Malahayu)
Kabupaten Brebes
Lokasi
No.
2.
Sampel
[Link]
gr/ cm3
Kg/cm2
1,804
0,155
11
1,786
0,135
12
1,673
0,150
9,25
Faktor Daya Dukung
Qall
;N
(kg/cm2)
; 0,1
0,799
9 ; 2,7 ; 0,1
0,815
0,831
Nc
Nq
8 ; 2,5
Buntiris
3.
Sal. Induk
Babakan
4.
Sal. Suplesi
; 2,5 ; 0,1
Pemali-Babakan
b). Perhitungan daya dukung tanah untuk pondasi tiang berdasar sondir.
Berdasarkan hasil sondir, maka dapat dihitung tanah untuk pondasi tiang secara umum
merupakan daya dukung yang diperoleh akibat point bearing dan friction yang terjadi
pada keliling luar sepanjang pondasi yang bersentuhan dengan tanahnya, atau dapat
ditampilkan dalam rumus sebagai berikut :
a.
Akibat lahanan ujung (point bearing)
Qb
b.
Ab qc
FS1
(1)
Akibat tahanan gesek (friction)
Qf
fs.O.L
FS 2
.. (2)
dari persamaan (1) dan (2), maka daya dukung tanah total (Q) adalah sebagai
berikut :
Q = Qb + Qf
.. (3)
V
graciawidya@[Link]
14
LAPORAN AKHIR
Pekerjaan ;Detail Desain Rehabilitasi DI. Babakan (Waduk Malahayu)
Kabupaten Brebes
Dengan,
Ab
= luas penampang ujung tiang (cm2)
Qc
= nilai tahanan conus (kg/cm2)
fS
= nilai tahanan friksi (kg/cm2)
= keliling tiang (cm2)
= panjang tiang (cm2)
= daya dukung tanah total (kg), (ton)
Fs1, FS2 = faktor keamanan, masing-masing bernilai 3 dan 5
Dari hasil penyelidikan sondir di masing - masing lokasi maka kapisitas dukung tiang
pancang adalah sesuai dengan Tabel 5.4. dibawah ini :
Tabel 5.4.
Perhitungan daya dukung tanah untuk pondasi tiang berdasarkan data sondir
No
1.
2.
3.
Lokasi
Kedalaman
Daya dukung untuk tiang tunggal (kg)
( M )
Diameter tiang (cm)
30
40
Delta 28
Sal. Sekunder
4.834
6.970
3.824,80
Buntiris
10
7.624
10.689
6.311,20
15
10.338
14.727
8.342,88
Sal. Induk
3.816
5.612
2.917,60
Babakan
10
5.042
7.037
4.203,36
15
8.821
13.018
6.699,84
Sal. Suplesi
3.746
5.816
3.816,50
Pemali - Babakan
10
5.762
7.042
5.042,75
15
8.956
12.821
8.821,25
Hasil Pelaksanaan Sondir
Dari hasil pekerjaan sondir yang dilakukan di 3 (tiga) lokasi diperoleh hasil sebagai
berikut ( Tabel 5.5. ) :
V
graciawidya@[Link]
15
LAPORAN AKHIR
Pekerjaan ;Detail Desain Rehabilitasi DI. Babakan (Waduk Malahayu)
Kabupaten Brebes
Tabel. 5.5. Data Hasil Penyelidikan Sondir
Lokasi
No.
1.
Sondir
Sal.
Sekunder
Buntiris
2.
3.
Kedalaman
Qc
Local Friction Total Friction
2
(m)
(kg/cm )
(kg/cm2)
2,00
16
1,00
150
4,00
32
0,90
360
6,00
33
1,30
616
TF (kg/cm)
8,00
42
2,40
996
10,00
46
3,30
1628
12,00
70
9,00
2554
Sal. Induk
2,00
16
1,00
204
Babakan
4,00
27
1,10
412
6,00
33
0,90
602
8,00
46
1,00
806
10,00
41
2,00
1092
12,00
60
3,50
1524
Sal. Suplesi
2,00
20
1,10
172
Pemali-Babakan
4,00
29
0,70
336
6,00
21
0,60
494
690
8,00
42
1,10
10,00
45
1,60
938
12,00
55
3,50
1488
V
graciawidya@[Link]
16
LAPORAN AKHIR
Pekerjaan ;Detail Desain Rehabilitasi DI. Babakan (Waduk Malahayu)
Kabupaten Brebes
V
graciawidya@[Link]
17
LAPORAN AKHIR
Pekerjaan ;Detail Desain Rehabilitasi DI. Babakan (Waduk Malahayu)
Kabupaten Brebes
BAB
6
6.1.
Umum
Data hidrologi adalah merupakan salah satu data penting yang diperlukan untuk
perencanaan bangunan air. Didalam pengadaan data hidrologi tersebut
dilakukan langkah-langkah sebagai berikut :
1. Pengumpulan data dasar (raw data)
Oleh karena data dasar yang diperoleh biasanya dalam skala kecil, maka
tidak dapat memberikan gambaran yang selengkap-lengkapnya pada
pekerjaan yang akan direncanakan. Meskipun demikian data tersebut
sangat penting artinya untuk analisa debit banjir rancangan
2. Pengujian (kalibrasi) data yang sudah terkumpul.
Pada hakekatnya tidak semua data yang terkumpul itu dapat dipercaya
adanya. Oleh karena itu diperlukan adanya suatu pengujian dengan
metode tertentu, antara lain :
a. Membandingkan data sejenis yang telah diperoleh dan mengadakan
pemilihan data yang paling logis.
b. Membandingkan dan mencari persamaan yang logis antara dua jenis
data yang berbeda, misalnya dengan membandingkan data topografi
dan geologi, data meteorologi dengan data hidrologi dan lain-lain.
c. Mengadakan pemeriksaan setempat terhadap kebenaran tersebut.
6.2.
Data Curah Hujan
Data hujan yang diperlukan adalah data hujan yang ada pada Daerah Aliran
Sungai (DAS) yang sangat berpengaruh di Bendung Cisadap, Adapun stasiun
hujan tersebut adalah :
1. Stasiun Curah Hujan Cisadap (Sta. No. 16)
2. Stasiun Curah hujan Ciseureuh (Sta. No. 18)
Sedangkan Data Hujan yang dipakai dalam analisis poligon Thiesen untuk
daerah di DI Babakan pada sungai Babakan menggunakan stasiun hujan yang
berpengaruh dari hulu sampai hilir. Adapun Stasiun hujan tersebut adalah :
1.
Stasiun Curah Hujan Cisadap (Sta. No. 16)
2.
Stasiun Curah Hujan Ciseureuh (Sta. No. 18)
VI
graciawidya@[Link]
LAPORAN AKHIR
Pekerjaan ;Detail Desain Rehabilitasi DI. Babakan (Waduk Malahayu)
Kabupaten Brebes
6.3.
3.
Stasiun Curah Hujan Kertasari (Sta. No. 8a)
4.
Stasiun Curah Hujan Ketanggungan (Sta. No. 6)
5.
Stasiun Curah Hujan Tanjung (Sta. No. 4c)
Analisa Hidrologi di DAS Cisadap sungai Babakan
6.3.1 Perhitungan Curah Hujan Rerata Maksimum Daerah
Perhitungan hujan untuk lokasi pekerjaan diperoleh dari Dinas Pengairan Kab.
Brebes dalam bentuk curah hujan harian tahunan dengan panjang 16 tahun,
yaitu mulai tahun 1990 sampai 2005. Dari data ini, untuk menganalisa
hidrologi terutama perhitungan curah hujan rerata maksimum digunakan
metode Thiessen. Metode Thiessen ini didasarkan pada letak/titik-titik
pengamatan di dalam daerah ini tidak tersebar merata. sehingga untuk
mendapatkan curah hujan rata-rata itu di seluruh aliran dilakukan dengan
memperhitungkan daerah pengaruh tiap titik pengamatan.
Berdasarkan metode Thiessen dari persamaannya dapat dihitung curah hujan
rerata maksimum daerah untuk masing-masing pengamatan di DAS Cisadap
sungai Babakan.
Hasil perhitungan curah hujan rerata harian maksimum daerah selengkapnya
ditabelkan pada Tabel 6.1 berikut ini.
VI
graciawidya@[Link]
LAPORAN AKHIR
Pekerjaan ;Detail Desain Rehabilitasi DI. Babakan (Waduk Malahayu)
Kabupaten Brebes
Tabel 6.1.
Taabel 3.1
Data Curah Hujan Maksimum Tahunan
Masing-masing Stasiun Hujan di DAS Cisadap
Curah Hujan Maksimum
Stasiun
Stasiun
Cisadap
Ciseureuh
1990
1991
90
128
119
133
1992
140
126
1993
105
170
1994
1995
115
135
101
160
1996
143
110
1997
101
115
1998
173
113
1999
104
115
2000
135
159
2001
121
130
2002
76
101
2003
2004
74
72
127
132
2005
68
92
Tahun
Sumber : Hasil Analisis Konsultan
Tabel
6.2.
Tabel 3.2
Prosentase luas tiap-tiap stasiun hujan
di DAS Cisadap Sungai Babakan
No
Stasiun Hujan
Luas
Bobot
(Km2)
(%)
Cisadap
23,36395
0,42
Ciseureuh
32,28117
0,58
Total
55,64512
100%
Sumber : Hasil Analisis Konsultan
VI
graciawidya@[Link]
LAPORAN AKHIR
Pekerjaan ;Detail Desain Rehabilitasi DI. Babakan (Waduk Malahayu)
Kabupaten Brebes
Tabel
Tabel6.3.
3.3
Perhitungan Model Thiessen mencari curah hujan harian maksimum tahunan
DAS Cisadap Sungai Babakan
Rerata CH Stasiun yang ditinjau
Tanggal
No
Tahun
R maks
dan
Bulan
Cisadap
Ciseureuh
1
1990
40
77
77
3 Maret
1991
84
86
86
13 Januari
1992
117
110
117
3 Desember
1993
90
127
127
4 Januari
5
6
1994
1995
95
105
96
100
96
105
9 Januari
16 Nopember
1996
60
81
81
5 Maret
1997
82
89
89
19 Januari
9
10
1998
1999
73
107
74
76
74
107
19 Pebruari
8 Januari
11
2000
112
92
112
24 Nopember
12
2001
75
80
80
22 Maret
13
2002
32
89
89
25 Pebruari
14
2003
105
105
105
29 Januari
15
2004
45
78
78
5 Januari
16
2005
30
60
60
31 Januari
Sumber : Hasil Perhitungan Konsultan
VI
graciawidya@[Link]
LAPORAN AKHIR
Pekerjaan ;Detail Desain Rehabilitasi DI. Babakan (Waduk Malahayu)
Kabupaten Brebes
Tabel
6.4.
Tabel 3.4
Curah Hujan Rerata Maksimum Daerah
Metode Thiessen DAS Cisadap sungai Babakan
Tgl, Bln, dan Thn
CH maks
Kejadian
(mm)
31 Januari 2005
60
19 Pebruari 1998
74
3 Maret 1990
77
5 Januari 2004
78
5
6
22 Maret 2001
5 Maret 1996
80
81
13 Januari 1991
86
19 Januari 1997
89
9
10
25 Pebruari 2002
9 Januari 1994
89
96
11
16 Nopember 1995
105
12
29 Januari 2003
105
13
8 Januari 1999
107
14
24 Nopember 2000
112
15
3 Desember 1992
117
16
4 Januari 1993
127
No
Sumber : Hasil Perhitungan
3.3.2 Analisa Curah Hujan Rancangan
Untuk menentukan metode perhitungan metode curah hujan rancangan, maka
terlebih dahulu dihitung harga Skewness (Cs) dan Kurtosis (Ck). Hasil perhitungan Cs
dan Ck untuk DAS Cisadap disajikan dibawah ini Dan perhitungan selanjutnya
ditabelkan pada Tabel 6.5.
VI
graciawidya@[Link]
LAPORAN AKHIR
Pekerjaan ;Detail Desain Rehabilitasi DI. Babakan (Waduk Malahayu)
Kabupaten Brebes
Tabel
Tabel6.5.
3.5
Perhitungan untuk menentukan Distribusi yang sesuai di DAS Cisadap Sungai Babakan
(Xi - Xrerata)2
(Xi - Xrerata)3
(Xi - Xrerata)4
No
X (mm)
Xi - Xrerata
60
-33
1087,06
-35841,08
1181702,37
74
-19
349,26
-6527,25
121985,20
77
-16
244,23
-3816,69
59646,17
78
-15
219,16
-3244,47
48031,36
5
6
80
81
-13
-11
158,89
125,26
-2002,92
-1401,82
25247,42
15688,86
86
-7
50,21
-355,81
2521,31
89
-4
16,75
-68,54
280,48
9
10
89
96
-4
3
14,57
11,03
-55,60
36,63
212,19
121,67
11
105
12
146,56
1774,36
21481,05
12
105
13
163,16
2084,05
26620,16
13
107
15
220,24
3268,45
48505,28
14
112
19
366,90
7027,88
134616,63
15
117
24
583,45
14093,00
340411,68
16
127
35
1192,50
41179,90
1422046,02
16150,09
3449117,83
Total
Sumber : Hasil Perhitungan
Jumlah =
1482
Xrerata =
93
Sd
18,16
Cs
0,205
Ck
-0,552
Tidak terdapat sifat khas berdasarkan nilai Cs dan Ck
sehingga digunakan metode Log Pearson Type III
VI
graciawidya@[Link]
LAPORAN AKHIR
Pekerjaan ;Detail Desain Rehabilitasi DI. Babakan (Waduk Malahayu)
Kabupaten Brebes
Sehingga dari hasil tersebut disimpulkan metode yang dipakai adalah Log Pearson
Type III, karena parameter-parameter yaitu Cs dan Ck tidak masuk dalam kriteria
Gumbel dan Normal.
Selanjutnya dihitung curah hujan rancangan menggunakan metode Log Pearson type
III dengan langkah-langkah :
1.
Data diurutkan dari kecil ke besar (Xi)
2.
Dihitung probabilitasnya dengan persamaan :
m
100
n 1
Dalam hal ini :
P : Probabilitas (%)
m: Nomor urut data dari seri yang telah diurutkan
n : Banyaknya data
3. Menghitung nilai logaritma masing-masing data, kemudian dihitung reratanya.
Didapatkan
. Juga dihitung Simpangan baku (Sd), dan nilai Cs.
4. Perhitungan hubungan kala ulang dengan debit.
Perhitungan selengkapnya curah hujan rancangan ditabelkan pada Tabel 6.6.
VI
graciawidya@[Link]
LAPORAN AKHIR
Pekerjaan ;Detail Desain Rehabilitasi DI. Babakan (Waduk Malahayu)
Kabupaten Brebes
Tabel
6.6.
Tabel 3.6
Curah Hujan Rancangan Metode Log Pearson Type III diDAS Cisadap Sungai Babakan
3
No
Xi
P%
Log Xi
Log Xi - Log X
(Log Xi - Log X)
60
6,250
1,776
-0,183
-0,00614
0,0011234
74
12,500
1,869
-0,090
-0,00073
0,0000653
77
18,750
1,887
-0,072
-0,00038
0,0000273
78
25,000
1,891
-0,068
-0,00031
0,0000209
5
6
80
81
31,250
37,500
1,903
1,911
-0,056
-0,048
-0,00017
-0,00011
0,0000095
0,0000053
86
43,750
1,932
-0,027
-0,00002
0,0000005
89
50,000
1,947
-0,012
0,00000
0,0000000
9
10
89
96
56,250
62,500
1,949
1,982
-0,010
0,023
0,00000
0,00001
0,0000000
0,0000003
11
105
68,750
2,020
0,061
0,00023
0,0000141
12
105
75,000
2,023
0,064
0,00026
0,0000168
13
107
81,250
2,031
0,073
0,00038
0,0000276
14
112
87,500
2,048
0,090
0,00072
0,0000644
15
117
93,750
2,067
0,109
0,00128
0,0001391
16
127
100,000
2,104
0,146
0,00308
0,0004490
Total
-0,00188
0,0019636
Sumber : Hasil Perhitungan
(Log Xi - Log X)
Log Pearson Type III
Jumlah =
31,341
Rerata =
1,959
Cs
-0,221
Uji Kesesuaian Distribusi
Uji Chi square
Perhitungan nilai k sebagai berikut:
k= 1+ 3.22 log n
= 1+ 3.22 log (16) = 4,8 5
Frekuensi teoritis klas (EF)
n 16
3,2
k 5
Derajat kebebasan (Dk) = k (P+1), P adalah banyaknya parameter sebaran chi
kuadrat yaitu 2. Perhitungan selanjutnya dapat dilihat pada Tabel 6.7, kemudian dari
perhitungan tersebut didapat Yhitung. Untuk = 0.05 dan Dk = 2 diperoleh Ycr, maka
VI
graciawidya@[Link]
LAPORAN AKHIR
Pekerjaan ;Detail Desain Rehabilitasi DI. Babakan (Waduk Malahayu)
Kabupaten Brebes
Yhitung < Ycr, data diterima.
Tabel
6.7.
Tabel
3.7
Perhitungan Uji Vertikal
Metode Chi Square di DAS Cisadap Sungai Babakan
No
Batas Kelas
Frekuensi Pengamatan kelas
Frekuensi Teoritis
(OF)
(EF)
(EF - OF)2/EF
60 - 73
3,20
0,5
73 - 87
3,20
1,0
87 - 100
3,20
0,0
100 - 114
3,20
0,2
114 - 127
3,20
0,5
Jumlah
2,1
Sumber : Hasil Perhitungan
Taraf significant
Jumlah Y hit
5%
2,1
Y cr dari tabel
5,99
Y hit < Y cr
2.1
< 5.99
Pemilihan distribusi frekuensi dapat diterima
Uji Smirnov-Kolmogorof
Dari beberapa contoh data yang diplotting data hujan pada kertas distribusi Log
Pearson Type III, dan berdasarkan persamaan yang didapat dari persamaan regresi
dari data-data tersebut, selanjutnya dapat dilihat pada Tabel 6.8 :
Tabel
Tabel 6.8.
3.8
Penetapan Titik-titik Sampel pada Kertas Logaritma
P
(%)
Pc
(%)
LogX
20
80
0,8506
2,032
107,76
50
50
0,0366
1,962
91,62
80
20
-0,8287
1,887
77,11
96
-1,9008
1,794
62,27
99
-2,4871
1,744
55,40
Sumber : Hasil Perhitungan
rerata logX
1,959
Sd
0,087
Cs
-0,221
VI
graciawidya@[Link]
LAPORAN AKHIR
Pekerjaan ;Detail Desain Rehabilitasi DI. Babakan (Waduk Malahayu)
Kabupaten Brebes
Akan didapatkan persamaan Y = 0,627X + 59,39. Persamaan ini untuk mengoreksi
perhitungan uji horisontal, untuk perhitungannya dapat dilihat pada Tabel 6. 9.
Hasil perhitungan didapatkan maks, sehingga maks < cr, maka data diterima.
Tabel
Tabel6.9.
3.9
Perhitungan Uji Horisontal
Metode Smirnov-Kolmogorof di DAS Cisadap Sungai Babakan
X
Pi
(mm)
(%)
(%)
60
6,250
0,442
5,808
74
12,500
23,217
-10,717
77
18,750
28,098
-9,348
78
25,000
29,411
-4,411
5
6
80
81
31,250
37,500
32,917
35,172
-1,667
2,328
86
43,750
41,719
2,031
89
50,000
46,492
3,508
9
10
89
96
56,250
62,500
46,932
58,314
9,318
4,186
11
105
68,750
72,324
-3,574
12
105
75,000
73,387
1,613
13
107
81,250
76,683
4,567
14
112
87,500
83,563
3,937
15
117
93,750
91,536
2,214
16
127
100,000
108,085
-8,085
No
Maks.
Sumber : Hasil Perhitungan
X terbesar =
9,32
n
=
X cr 5% =
16
%=
9,318
0,09
0,33
X terbesar < Xcr
Jadi Distribusi Log Pearson Type III dianggap memenuhi
VI
graciawidya@[Link]
10
LAPORAN AKHIR
Pekerjaan ;Detail Desain Rehabilitasi DI. Babakan (Waduk Malahayu)
Kabupaten Brebes
Sehingga keseluruhan curah hujan rancangan dapat dilihat pada Tabel 6.10
berikut ini :
Tabel
Tabel 3.10
6.10.
Curah Hujan Rancangan di DAS Cisadap Sungai Babakan
Periode Ulang
Curah Hujan
Rancangan
91,621
107,761
10
116,813
20
123,468
25
50
126,936
133,910
100
139,966
200
145,644
Sumber : Hasil Perhitungan
Perhitungan Sebaran Curah Hujan Netto Jam-jaman
Curah hujan netto jam-jaman merupakan hasil perkalian antara curah hujan
rancangan dengan kala ulang tertentu dengan koefisien pengaliran dengan
memperhitungkan distribusi hujan tiap jamnya. Pada DAS ini baik data
koefisien pengaliran maupun data distribusi hujan jam-jaman belum terukur.
Untuk hasil koefisien pengaliran (C) di masing-masing sungai disajikan sebagai berikut
:
C sungai Babakan
= 69,6%
Pembagian jam-jaman hujan efektif 1 6 jam akan dapat dihitung dan hasilnya pada
Tabel 6.11.
VI
graciawidya@[Link]
11
LAPORAN AKHIR
Pekerjaan ;Detail Desain Rehabilitasi DI. Babakan (Waduk Malahayu)
Kabupaten Brebes
Tabel
Tabel
3.11
6.11.
Sebaran Curah Hujan Rancangan Efektif Jam-jaman
t
Nisbah
Rt
jam
(%)
0,550 R24
55,03
0,143 R24
14,30
3
4
0,100 R24
0,080 R24
10,03
7,99
0,067 R24
6,75
0,059 R24
5,90
Sumber : Hasil Perhitungan
Jadi curah hujan untuk 2 th, 5 th, 10 th, 20 tn, 25 th, 50 th, 100 th, dan 200 th,
didapat dengan memasukkan harga Reff yang sudah didapat, dan hasilnya dapat
dilihat pada Tabel 6.12 dibawah ini.
Tabel
Tabel 3.12
6.12.
Sebaran Curah Hujan Netto Jam-jaman di DAS Cisadap Sungai Babakan
Jam
Curah Hujan Netto dengan Tr (mm)
Ratio
Ke
10
20
25
50
100
200
0,55
35,093
41,275
44,742
47,291
48,619
51,291
53,610
55,785
0,14
9,121
10,728
11,629
12,292
12,637
13,332
13,934
14,500
0,10
6,398
7,526
8,158
8,623
8,865
9,352
9,775
10,171
4
5
0,08
0,07
5,094
4,302
5,991
5,059
6,494
5,484
6,864
5,797
7,057
5,960
7,445
6,287
7,782
6,571
8,097
6,838
0,06
3,760
4,422
4,794
5,067
5,209
5,496
5,744
5,977
Sumber : Hasil Perhitungan
Rekapitulasi analisa debit banjir hidrograf lainnya akan disajikan pada tabel 6.13
dibawah ini.
Tabel 6.13
HASIL PERHITUNGAN RANCANGAN DEBIT BANJIR
DAERAH ALIRAN SUNGAI ( DAS ) BENDUNG CISADAP
NO.
METODE
PERHITUNGAN
PERIODE ULANG ( TH )
2
10
20
25
50
100
200
Gama I
277,75
323,18
352,65
376,39
395,65
413,78
432,82
452,80
Haspers
83,66
98,40
106,67
112,74
115,91
122,28
127,81
132,99
Rasional
122,96
144,62
156,76
165,70
170,35
179,71
187,84
200,00
Nakayasu
232,87
273,89
296,90
313,81
322,63
340,36
355,75
370,18
Sumber : Hasil Perhitungan
VI
graciawidya@[Link]
12
Laporan Akhir
Pekerjaan ;Detail Desain Rehabilitasi DI. Babakan (Waduk Malahayu)
Kabupaten Brebes
BAB
7
7.1. Kriteria Perencanaan
Pada Bab 7. Perhitungan Hidrolika Saluran dan Bangunan ini akan diuraikan perhitungan
hidrolika untuk menentukan dimensi dari masing masing saluran dan bangunan, dimana
metode perhitungannya mengacu pada Kriteria Perencanaan dan Standar Perencanaan
Irigasi yang berlaku (KP Penunjang, KP 01 s/d Kp 06)
7.2. Perhitungan Dimensi Saluran
Perhitungan dimensi saluran akan disajikan dalam Lampiran dan dalam laporan Kriteria
perencanaan.
7.3. Perhitungan Bangunan
Semua hasil perhitungan terdapat pada lampiran Bab 7.
graciawidya@[Link]
VII 1
LAPORAN AKHIR
Pekerjaan ;Detail Desain Rehabilitasi DI. Babakan (Waduk Malahayu)
Kabupaten Brebes
BAB
8
8.1.
KETERSEDIAAN AIR DAN KEBUTUHAN AIR
8.1.1.
Ketersediaan Air (Debit Andalan)
Ketersediaan air secara kuantitatif lebih banyak ditentukan oleh aspek hidrologis
dalam hal ini adalah debit, hujan, dan iklim. Ketersediaan air dapat dinyatakan
dengan tingkat keandalan tertentu yang dinamakan debit andalan. Debit andalan
adalah debit minimum yang dapat dimanfaatkan dengan kemungkinan terpenuhi
tertentu. Analisis ketersediaan air di bangunan pengambilan dapat dilakukan dengan
analisis frekuensi terhadap debit normal yaitu debit minimum untuk kemungkinan
terpenuhi 80 % (Standard Perencanaan Irigasi, KP 01, 1986).
Ketersediaan air pada sistem irigasi Babakan diperoleh dari Bendung Cisadap dan
suplesi dari Waduk Malahayu melalui intake Bangunan Bagi Kabuyutan ([Link]-1). Oleh
karena itu tingkat keandalan ketersediaan air sangat tergantung pada tingkat
keandalan Waduk Malahayu. Dengan demikian tingkat keandalan ketersediaan air
dapat dikatakan 100 % terpenuhi. Suplesi dari Waduk Malahayu mampu mengalirkan
debit untuk sistem irigasi Babakan berdasarkan kapasitas maksimum saluran yaitu
sebesar 1,00 m3/detik dan dapat dioperasikan secara fleksibel menurut kebutuhan
air yang diperlukan.
8.1.2.
Kebutuhan Air
[Link]. Kebutuhan Air Irigasi
Kebutuhan air irigasi dengan maksud untuk menentukan besarnya debit air yang akan
dipakai mengairi lahan di daerah irigasi. Debit air ini digunakan sebagai dasar
perencanaan jaringan irigasi.
Kebutuhan air di sawah untuk padi dan palawija ditentukan oleh faktor-faktor:
- Penyiapan lahan
- Penggunaan konsumtif
graciawidya@[Link]
VIII
1
LAPORAN AKHIR
Pekerjaan ;Detail Desain Rehabilitasi DI. Babakan (Waduk Malahayu)
Kabupaten Brebes
- Perkolasi dan rembesan
- Penggantian lapisan air
- Curah hujan efektif.
Curah hujan efektif diperhitungkan dalam mencari kebutuhan air di sawah. Demikian
juga efisiensi tercakup didalam hitungan tersebut.
Data yang diperlukan untuk perhitungan kebutuhan air irigasi, yaitu :
1. Data Klimatologi
Data klimatologi diambil dari stasiun yang terdekat dengan Daerah Irigasi
Babakan, yaitu :
Stasiun Klimatologi Tegal, Kota Tegal yang terletak pada :
Lintang : 06 51 LS dan Bujur : 109 09 BT
Data klimatologi yang diperlukan meliputi :
- Suhu udara bulanan rata-rata (C)
- Kelembaban udara relatif bulanan rata-rata (%)
- Kecepatan angin bulanan rata-rata (m/det)
- Penyinaran matahari bulanan rata-rata (%)
Mengenai data klimatologi ini, selengkapnya dapat dilihat pada Lampiran Bab 8
Data Klimatologi.
2. Data Curah Hujan
Data curah hujan diambil dari stasiun yang terdekat dengan Daerah Irigasi
Babakan, yaitu Stasiun Hujan Cisadap, Stasiun Hujan Ciseureuh, Stasiun Hujan
Kertasari, Stasiun Hujan Ketanggungan dan Stasiun Hujan Tanjung
Data curah hujan yang tersedia 15 tahun, dari tahun 1990 2005.
Perhitungan curah hujan bulanan rata-rata, dihitung curah hujan efektif 20%
kering bulanan dengan pendekatan distribusi normal sebagai berikut :
graciawidya@[Link]
VIII
2
LAPORAN AKHIR
Pekerjaan ;Detail Desain Rehabilitasi DI. Babakan (Waduk Malahayu)
Kabupaten Brebes
Tabel 8.1
Tabel ZYLSTRA
Kebutuhan Penjenuhan Pendahuluan (Air Irigasi)
Selama Penyiapan Lahan Untuk Padi
Jumlah Penjenuhan 200 mm
T
Hari
3.5
3.6
3.7
3.8
Penguapan dan Perembesan (Eo + P) mm/hari
3.9
4.0
4.1
4.2
4.3
4.4
4.5
4.6
4.7
4.8
4.9
5.0
5.1
5.2
5.3
5.4
5.5
5.6
5.7
5.8
5.9
30
8.6
8.6
8.7
8.8
8.8
8.9
8.9
9.0
9.1
9.1
9.2
9.2
9.3
9.4
9.4
9.5
9.6
9.6
9.7
9.7
9.8
9.9
9.9
10.0
10.0
35
7.6
7.7
7.8
7.8
7.9
7.9
8.0
8.1
8.1
8.2
8.3
8.3
8.4
8.4
8.5
8.6
8.6
9.7
8.8
8.8
8.9
9.0
9.0
9.1
9.2
40
7.0
7.0
7.0
7.1
7.2
7.3
7.3
7.4
7.5
7.5
7.6
7.6
7.7
7.8
7.3
7.9
8.0
8.0
8.1
8.2
8.1
8.3
8.3
8.4
8.5
45
6.4
6.5
6.6
6.6
6.7
6.7
6.5
6.9
6.9
7.0
7.1
7.1
7.2
7.3
7.3
7.4
7.4
7.5
7.6
7.7
7.9
7.3
7.9
8.0
8.0
50
6.0
6.1
6.1
6.2
6.3
6.3
6.4
6.5
6.5
6.5
6.7
6.7
6.8
6.9
6.9
7.0
7.1
7.1
7.2
7.5
7.5
7.4
7.5
7.6
7.7
55
5.7
5.7
5.8
5.5
5.9
6.0
6.1
6.0
6.2
6.3
6.3
6.4
6.5
6.6
6.6
6.7
6.8
6.9
6.9
7.0
7.1
7.1
7.2
7.5
7.4
60
5.4
5.5
5.5
5.6
5.7
5.7
5.8
5.9
5.9
6.0
6.1
6.1
6.2
6.3
6.4
6.4
6.5
6.6
6.7
6.7
6.9
6.9
7.0
7.0
7.1
Penguapan dan Perembesan (Eo + P) mm/hari
Hari
6.0
6.1
6.2
6.3
6.4
6.5
6.6
6.7
6.8
6.9
7.0
7.1
7.2
7.3
7.4
7.5
7.6
7.7
7.8
7.9
8.0
8.1
8.2
8.3
8.4
8.5
8.6
8.7
8.8
8.9
9.0
30
10.1
10.2
10.2
10.2
10.4
10.4
10.5
10.6
10.6
10.7
10.8
10.8
10.9
10.9
11.0
11.1
11.1
11.2
11.3
11.3
11.4
11.5
11.5
11.6
11.7
11.7
11.8
11.9
12.0
12.0
12.1
35
9.2
9.3
9.4
9.4
9.5
9.6
9.6
9.7
9.8
9.8
9.9
9.9
10.0
10.1
10.1
10.2
10.3
10.4
10.4
10.5
10.6
10.6
10.7
10.8
10.9
10.4
11.0
11.1
11.2
11.2
11.3
40
8.6
8.7
8.7
8.7
8.8
8.9
9.0
9.1
9.1
9.2
9.3
9.3
9.4
9.5
9.5
9.6
9.7
9.8
9.5
9.9
10.0
10.0
10.1
10.2
10.3
10.3
10.4
10.5
10.6
10.7
10.7
45
8.1
8.2
8.2
8.2
9.4
8.5
8.5
8.6
8.7
8.8
8.8
8.9
8.9
9.0
9.1
9.2
9.2
9.3
9.4
9.5
9.5
9.6
9.7
9.8
9.8
9.9
10.0
10.1
10.2
10.2
10.3
50
7.7
7.8
7.9
7.9
8.0
8.1
8.2
8.2
8.3
8.4
8.5
8.5
8.6
8.7
8.7
8.8
8.9
9.0
9.0
9.1
9.2
9.3
9.4
9.4
9.5
9.6
9.7
9.8
9.8
9.9
10.0
55
7.4
7.5
7.6
7.6
7.7
7.8
7.9
8.0
8.1
8.1
8.2
8.2
8.2
8.4
8.5
8.5
8.6
8.7
8.7
8.9
8.9
9.0
9.1
9.2
9.3
9.4
9.4
9.5
9.6
9.7
9.8
60
7.2
7.3
7.3
7.3
7.5
7.6
7.7
7.7
7.8
7.9
8.0
8.0
8.1
8.2
8.3
8.3
8.4
8.5
8.6
8.7
8.7
8.8
8.9
9.0
9.1
9.3
9.3
9.3
9.4
9.5
9.6
VIII
3
Data : PSA - 010, Dirjen Pengairan, Bina Program (1985)
graciawidya@[Link]
LAPORAN AKHIR
Pekerjaan ;Detail Desain Rehabilitasi DI. Babakan (Waduk Malahayu)
Kabupaten Brebes
3. Penyiapan Lahan untuk Palawija
Kebutuhan air untuk palawija diperlukan guna menggarap lahan yang akan
ditanami dan dapat menciptakan kondisi lembab yang memadai untuk persemaian
yang baru tumbuh. Jumlah air yang diperlukan antara 50 100 mm. Untuk
Palawija (jagung) dapat diambil 50 mm selama 15 hari (= 3,333 mm/hari). Secara
lebih jelasnya, kebutuhan air selama penyiapan lahan untuk palawija ini dapat
diperiksa pada Lampiran Bab 8. Kebutuhan Air Selama Pengolahan Tanah untuk
Palawija.
[Link]. Kebutuhan Air Untuk Pertumbuhan
1. Evapotranspirasi Potensial (Eto)
Evapotranspirasi tanaman yang dijadikan acuan adalah rerumputan pendek
(albedo = 0,25).
Eto adalah kondisi evaporasi berdasarkan keadaan meteorologi berikut :
- Temperatur
- Lama Penyinaran Matahari (atau radiasi)
- Kelembaban
- Angin
Evapotranspirasi dihitung dengan menggunakan rumus-rumus teoritis empiris dan
memperhatikan faktor-faktor meteorologi tersebut diatas. Hitungan (Eto) dibuat
secara bulanan dengan menggunakan metode PENMAN MODIFIKASI, mengikuti
metode yang direkomendasikan oleh NEDECO/PROSIDA seperti diuraikan di dalam
PSA-010 : Crop Water Requirement, Bina Program, Dirjen Pengairan, 1985.
Rumus Evapotranspirasi PENMAN MODIFIKASI :
Eto
= L-1 x
(Hshne - H1one) +
+
radiation term
Eq
+
aerodynamic term
Keterangan :
Eto
graciawidya@[Link]
= Index evaporasi yang besarnya sama dengan evapotranspirasi
VIII
4
LAPORAN AKHIR
Pekerjaan ;Detail Desain Rehabilitasi DI. Babakan (Waduk Malahayu)
Kabupaten Brebes
potensial dari rumput yang dipotong pendek (mm/hari)
Hshne
= Jaringan radiasi gelombang pendek (longleys/day)
H1one
= Jaringan radiasi gelombang panjang (longleys/day)
Eq
= Evaporasi yang dihitung dari persamaan aerodynamic dimana
temperatur permukaan sama dengan temperatur udara (mm/hari)
= Panas latent dari penguapan (longleys/minute)
= Kemiringan tekanan uap air jenuh yang berlawanan dengan curve
temperatur pada temperatur udara (mm Hg / C)
= Konstanta pskyrometris (faktor tak berdimensi) yang didefinisikan
oleh Bowen (0,49 mmHg / C)
Catatan : 1 longleys/day = 1 Cal/[Link]
Harga-harga ( L-1) dan ( + ) dapat dicari dengan Tabel 8.2.
Bila data radiasi tidak tersedia, maka jaringan radiasi gelombang panjang
dihitung dengan persamaan :
H1one
0,97 Tai4 x (0,47 0,077 ed) x { 1 8/10 (1 r)}
f (Tai) x f (Tdp) x f(m)
Keterangan :
H1one
0,97 Tai4
Efek dari temperatur radiasi gelombang panjang, harga lihat pada
Tabel 8.2.
(0,47 0,077 ed)
=
= f (Tdp)
Efek dari tekanan uap pada radiasi gelombang panjang. Harga
seperti ditunjukkan dalam Tabel 8.3.
8 (1 r)
Jadi :
{ 1 - 8 (1-r) }
= 1 m/10 = f (m)
10
graciawidya@[Link]
VIII
5
LAPORAN AKHIR
Pekerjaan ;Detail Desain Rehabilitasi DI. Babakan (Waduk Malahayu)
Kabupaten Brebes
Efek dari angka nyata dan jam penyinaran matahari terang
maksimum pada radiasi gelombang panjang
Lama penyinaran sinar matahari relatif
Sedangkan jaringan irigasi gelombang pendek dihitung dengan persamaan :
Hshne
(1 - ) (0,29 cos + 0,52 r x 10-2) Ra
{0,75 (0,29 cos + 0,52 r x 10-2) } x aHsh x 10-2
{ ash x f(r) } x aHsh x 10-2
Keterangan :
albedo/koefisien refleksi, tergantung pada lapisan permukaan
yang ada, untuk rumput = 0,25
derajad lintang (Utara dan Selatan)
lama penyinaran sinar matahari relatif
Ra
aHsh x 10-2
radiasi gelombang pendek maksimum secara teori (longleys/day)
lihat Tabel 8.5.
ash x f(r) =
lihat Tabel 8.6.
Besarnya Eq (evaporasi) dihitung dengan rumus berikut :
Eq
0,35 (0,50 + 0,54 2) x (ea ed)
f (2) x ( Pzwa ]sa - Pzwa )
Keterangan :
2
Kecepatan angin pada ketinggian 0,50 m diatas tanah (m/det)
Harga x f(2) dapat diperiksa pada Tabel 8.4.
ea
ed
Tekanan uap jenuh
Pzwa ] sa (mmHg), lihat Tabel 8.2.
Tekanan uap yang terjadi
Pzwa (mmHg), lihat Tabel 8.3.
Jadi dari data kecepatan angin pada ketinggian 0,50 m tersebut diperoleh harga
x Eq
graciawidya@[Link]
VIII
6
LAPORAN AKHIR
Pekerjaan ;Detail Desain Rehabilitasi DI. Babakan (Waduk Malahayu)
Kabupaten Brebes
Setelah semua besaran diketahui harganya, maka dapat dihitung besarnya Eto
dan hasilnya tersaji pada Lampiran Bab 8 : Perhitungan Evapotranspirasi (Eto)
dengan Metode Penman dari Nedeco/Prosida.
Tabel 8.2.
TABEL Tai UNTUK SUHU UDARA 20C - 29C
f (Tai) x 10-2
L-1 x 10-2
Pzwa]sa
+
Tai
C
8.37
8.38
8.40
8.41
1.84
1.86
1.88
1.88
20
17.53
17.64
17.86
17.86
1.58
1.58
1.60
1.60
8.43
8.50
8.52
8.52
1.96
1.97
1.99
1.99
21
18.65
18.77
19.00
19.00
1.64
1.65
1.66
1.66
8.60
8.61
8.62
8.63
2.07
2.08
2.09
2.10
22
19.82
19.94
20.06
20.19
1.70
1.71
1.72
1.72
8.72
8.73
8.74
8.76
2.18
2.19
2.21
2.22
23
21.09
21.19
21.32
21.45
1.77
1.78
1.78
1.78
8.84
8.85
8.86
8.88
2.30
2.32
2.33
2.34
24
22.37
22.50
22.63
22.76
1.83
1.84
1.85
1.86
8.96
8.97
8.98
9.00
2.43
2.45
2.46
2.47
25
23.75
23.90
24.03
24.20
1.91
1.92
1.92
1.93
9.08
9.09
9.10
9.12
2.56
2.57
2.59
2.60
26
25.31
22.45
25.60
25.74
1.98
1.99
2.00
2.01
9.20
9.21
9.22
9.24
2.70
2.71
2.73
2.74
27
26.74
26.90
27.05
27.21
2.06
2.07
2.08
2.08
9.32
9.33
9.35
9.36
2.86
2.87
2.88
2.90
28
28.32
28.49
28.66
28.83
2.14
2.15
2.16
2.17
9.45
9.46
9.47
9.49
2.99
3.01
3.02
3.04
29
30.03
30.20
30.38
30.56
2.23
2.24
2.25
2.25
Data: PSA-010 Dirjen Pengairan, Bina Program (1985)
graciawidya@[Link]
8.42
1.89
17.97
1.60
8.53
2.00
19.11
1.66
8.64
2.11
20.31
1.73
8.77
2.23
21.50
1.80
8.89
2.36
22.91
1.87
9.01
2.49
24.35
1.94
9.13
2.62
25.89
2.01
9.25
2.76
27.37
2.09
9.37
2.91
29.00
2.18
9.50
3.05
30.74
2.26
8.43
1.90
18.08
1.61
8.54
2.01
19.23
1.67
8.65
2.12
20.43
1.74
8.78
2.24
21.71
1.80
8.90
2.37
23.05
1.87
9.02
2.50
24.49
1.95
9.14
2.63
26.03
2.02
9.26
2.78
27.53
2.09
9.39
2.92
29.17
2.18
9.51
3.07
30.92
2.70
8.44
1.91
18.20
1.61
8.56
2.02
19.35
1.68
8.67
2.14
20.51
1.74
8.79
2.26
21.84
1.81
8.91
2.38
23.19
1.88
9.03
2.51
24.64
1.95
9.15
2.64
26.18
2.03
9.27
2.79
27.69
2.10
9.40
2.94
29.34
2.19
9.52
3.08
31.10
2.28
8.46
1.92
18.31
1.62
8.57
2.04
19.46
1.68
8.37
2.15
20.69
1.75
8.81
2.27
21.97
1.82
8.93
2.40
23.31
1.89
9.05
2.52
24.79
1.96
9.17
2.66
26.32
2.04
9.29
2.81
27.85
2.11
9.41
2.95
29.51
2.20
9.54
3.10
31.28
2.29
8.47
1.93
18.43
1.62
8.58
2.05
19.58
1.69
8.69
2.16
20.80
1.75
8.82
2.28
22.10
1.82
8.94
2.41
23.45
1.89
9.06
2.54
24.94
1.97
9.18
2.67
26.46
2.04
9.30
2.82
28.10
2.12
9.43
2.96
29.68
2.21
9.55
3.11
31.46
2.30
8.48
1.94
18.54
1.63
8.59
2.06
19.70
1.70
8.71
2.17
20.93
1.76
8.83
2.29
22.23
1.83
8.95
2.42
23.60
1.90
9.07
2.55
25.08
1.98
9.19
2.69
26.60
2.05
9.31
2.84
28.16
2.13
9.44
2.98
29.85
2.20
9.56
3.13
31.64
2.31
VIII
7
LAPORAN AKHIR
Pekerjaan ;Detail Desain Rehabilitasi DI. Babakan (Waduk Malahayu)
Kabupaten Brebes
Tabel 8.3.
TABEL Tdp KELEMBABAN RELATIF
f (Tdp)
Pzwa (mmHg)
Pzwa
(C)
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
0.195
0.194
0.194
0.193
0.192
0.191
0.190
0.189
0.188
0.187
12.780
12.860
12.950
13.030
13.100
13.200
13.280
13.370
13.450
13.540
0.186
0.185
0.184
0.183
0.182
0.181
0.180
0.179
0.178
0.177
13.630
13.710
13.800
13.900
13.990
14.080
14.170
14.260
14.350
14.440
1.176
0.175
0.175
0.174
0.173
0.172
0.171
0.170
0.169
0.168
14.530
14.620
14.710
14.800
14.900
14.990
15.090
15.170
15.270
15.380
0.167
0.166
0.165
0.164
0.163
0.162
0.161
0.160
0.159
0.158
15.460
15.560
15.660
15.760
15.860
15.960
16.060
16.160
16.260
16.360
0.157
0.156
0.156
0.155
0.154
0.153
0.152
0.151
0.150
0.149
16.460
16.570
16.680
16.790
16.900
17.000
17.100
17.210
17.320
17.430
0.148
0.147
0.146
1.145
0.144
0.143
0.142
0.141
0.140
0.139
17.530
17.640
17.750
17.860
17.987
18.080
18.200
18.310
18.430
18.540
0.137
0.136
0.135
0.134
0.133
0.132
0.131
0.130
0.129
0.128
18.650
18.770
18.880
19.000
19.110
19.230
19.350
19.460
19.580
19.700
0.127
0.126
0.125
0.124
0.123
0.122
0.121
0.120
0.119
0.117
19.820
19.940
20.060
20.190
20.310
20.430
20.580
20.690
20.800
20.930
0.116
0.115
0.114
0.113
0.112
0.111
0.110
0.109
0.108
0.107
21.050
21.190
21.320
21.450
21.580
21.710
21.840
21.970
22.100
22.230
0.106
0.105
0.104
0.103
0.102
0.101
0.100
0.099
0.097
0.096
22.370
22.500
22.630
22.760
22.910
23.050
23.190
23.310
23.450
23.600
Data: PSA-010 Dirjen Pengairan, Bina Program (1985)
graciawidya@[Link]
VIII
8
LAPORAN AKHIR
Pekerjaan ;Detail Desain Rehabilitasi DI. Babakan (Waduk Malahayu)
Kabupaten Brebes
Tabel 8.4.
FUNGSI KECEPATAN ANGIN
x f (2) = 0.49 x 0.35 (0.5 + 0.54 2)
2
(m/dt)
0.086
0.095
0.104
0.113
0.123
0.132
0.141
0.151
0.160
0.169
0.178
0.187
0.197
0.206
0.215
0.225
0.234
0.244
0.253
0.262
0.271
0.280
0.290
0.270
0.308
0.318
0.327
0.337
0.346
0.355
0.364
0.373
0.382
0.392
0.401
0.410
0.420
0.429
0.438
0.447
0.456
0.456
0.475
0.484
0.493
0.503
0.512
0.522
0.531
0.540
0.549
0.558
0.568
0.577
0.586
0.596
0.605
0.614
0.624
0.632
Tabel 8.5.
aH sh x 10-2
LS
Latitude
JAN
PEB
MAR
APR
MEI
JUN
JUL
AGS
SEPT
OKT
NOP
DES
8.970
9.080
8.910
8.420
7.810
7.500
7.560
8.080
8.640
8.950
8.940
8.890
9.040
9.120
8.910
8.370
7.720
7.350
7.470
8.010
8.620
8.970
9.010
8.970
9.120
9.160
8.900
8.320
7.640
7.250
7.370
7.950
8.590
8.990
9.080
9.060
9.190
9.200
8.900
8.270
7.550
7.150
7.280
7.880
8.570
9.010
9.140
9.140
9.270
9.240
8.900
8.220
7.470
7.050
7.180
7.810
8.540
9.030
9.210
9.230
Tabel 8.6.
TABEL FUNGSI (r)
ash x f ( r ) = 0.75 [ 0.29 cos S + 0.52 r x 10-2]
Derajad
LS
40
r
50
10
20
30
60
70
80
90
100
30
0.188
0.227
0.266
0.305
0.344
0.383
0.422
0.461
0.500
0.539
0.578
20
0.204
0.243
0.282
0.321
0.360
0.399
0.438
0.477
0.516
0.555
0.594
10
0.214
0.253
0.292
0.331
0.370
0.409
0.449
0.487
0.526
0.565
0.604
0.216
0.255
0.294
0.333
0.372
0.411
0.450
0.489
0.528
0.567
0.606
0.218
0.257
0.296
0.335
0.374
0.413
0.452
0.491
0.530
0.569
0.608
Data: PSA-010 Dirjen Pengairan, Bina Program (1985)
graciawidya@[Link]
VIII
9
LAPORAN AKHIR
Pekerjaan ;Detail Desain Rehabilitasi DI. Babakan (Waduk Malahayu)
Kabupaten Brebes
2. Koefisien Tanaman (Kc)
Koefisien tanaman besarnya tergantung pada jenis tanaman dan phase
pertumbuhan.
Pada hitungan digunakan koefisien tanaman untuk padi dengan varietas unggul
mengikuti ketentuan NEDECO/PROSIDA.
Besarnya koefisien tanaman untuk padi dan koefisien tanaman untuk palawija
dapat dilihat pada Tabel 8.7.
Tabel 8.7.
KOEFISIEN TANAMAN UNTUK PADI & PALAWIJA
Menurut NEDECO/PROSIDA
PADI
PERIODE
TENGAH
PALAWIJA
Varietas
Varietas
BULANAN ke
Biasa
Unggul
1,20
1,20
0,50
0,50
0,50
0,50
1,20
1,27
0,59
0,51
0,75
0,64
1,32
1,33
0,96
0,66
1,00
0,89
1,40
1,30
1,05
0,85
1,00
0,95
1,35
1,15
1,02
0,95
0,82
0,88
0,00
Jagung
Kacang
Kedelai
Tanah
*)
1,24
0,95
0,95
1,12
0,95
0,00
0,95
KETERANGAN
Kacang
Hijau
*)
untuk sisanya
=
**)
5 hari
untuk sisanya
= 10 hari
*)
0,45
0,55**)
Data : PSA-010, Dirjen Pengairan, Bina Program (1985)
3. Kebutuhan Air untuk Tanaman (Penggunaan Konsumtif)
Penggunaan konsumtif air oleh tanaman diperkirakan berdasarkan metoda prakira
empiris dengan menggunakan data iklim dan koefisien tanaman pada tahap
pertumbuhan.
Penggunaan konsumtif dihitung secara setengah bulanan dengan rumus sebagai
berikut :
graciawidya@[Link]
VIII 10
LAPORAN AKHIR
Pekerjaan ;Detail Desain Rehabilitasi DI. Babakan (Waduk Malahayu)
Kabupaten Brebes
Etc
= Kc x Eto
Keterangan :
Etc
= evapotranspirasi tanaman (mm/hari)
Eto
= evapotranspirasi tanaman acuan (mm/hari)
Kc
= koefisien tanaman
4. Perkolasi dan Rembesan
Perkolasi adalah kehilangan air di petak sawah karena meresap ke bawah atau
meresap ke samping. Besar perkolasi dipengaruhi oleh sifat-sifat tanah terutama
sifat fisik tanah, yaitu tekstur tanah dan struktur tanah, juga dipengaruhi oleh
kedalaman air tanah.
Besarnya perkolasi diambil berdasarkan pedoman dari PSA-10 sebagai berikut:
Untuk lahan yang datar (dataran rendah) dapat digunakan 1 mm per hari
Untuk lahan yang miring dengan kemiringan lebih besar 5 % perkolasi berkisar
2 5 mm per hari.
Atau didasarkan pada tekstur tanah hasil pengamatan di lapangan, yaitu:
- Tanah bertekstur berat (lempungan)
= nilai 1 2 mm/hari
- Tanah bertekstur sedang (lempung pasiran)
= nilai 2 3 mm/hari
- Tanah bertekstur ringan (pasiran)
= nilai 3 6 mm/hari
5. Kebutuhan Air untuk Pembibitan
Penggantian lapisan air dilakukan 2 (dua) kali, masing-masing sebanyak 50 mm
pada bulan ke-1 dan bulan ke-2 (atau 3,333 mm/hr selama setengah bulan)
setelah tanam. Penggenangan air ini diperlukan untuk pemberian pupuk karena
adanya pengurangan air di petak sawah.
Kebutuhan air yaitu pembibitan dianggap telah tercakup dalam penyiapan lahan,
yaitu selama 30 hari.
graciawidya@[Link]
VIII 11
LAPORAN AKHIR
Pekerjaan ;Detail Desain Rehabilitasi DI. Babakan (Waduk Malahayu)
Kabupaten Brebes
Kebutuhan air irigasi untuk Padi dan Palawija dapat dilihat Lampiran Bab 8.
[Link]
Curah Hujan Efektif
1. Besar Hujan Efektif
Curah hujan efektif adalah besarnya curah hujan yang dapat dimanfaatkan oleh
tanaman untuk memenuhi kebutuhan (evapotranspirasi).
Besar curah hujan efektif tergantung pada :
Cara pemberian air (rotasi, menerus/penggenangan atau berselang/
intermittent)
Laju pengurangan air genangan di sawah yang harus ditanggulangi
Sifat hujan
Kedalaman lapis air (water layer) yang harus dipertahankan di sawah
Cara pemberian air ke petak, langsung dari sadap atau dari petak di atasnya
(pada sawah bertingkat)
Jenis tanaman dan tingkat ketahanan tanaman terhadap kekurangan air.
Curah hujan efektif dapat dihitung dari data curah hujan dengan 20 % kering
dikalikan dengan koefisien hujan dengan golongan/rotasi seperti terlihat pada
Tabel 8.8.
2. Koefisien Curah Hujan Efektif
Besar koefisien curah hujan efektif padi diambil menurut Tabel 8.8. berikut ini :
graciawidya@[Link]
VIII 12
LAPORAN AKHIR
Pekerjaan ;Detail Desain Rehabilitasi DI. Babakan (Waduk Malahayu)
Kabupaten Brebes
Tabel 8.8.
KOEFISIEN CURAH HUJAN EFEKTIF UNTUK PADI
BULAN
GOLONGAN
1
0,5
1,0
1,5
2,0
2,5
3,0
3,5
4,0
4,5
5,0
5,5
6,0
0,36
0,18
0,70
0,53
0,40
0,55
0,40
0,40
0,40
0,40
0,40
0,40
0,40
0,40
0,00
0,20
0,12
0,35
0,48
0,50
0,40
0,40
0,40
0,27
0,13
0,09
0,26
0,36
0,46
0,48
0,40
0,40
0,30
0,20
0,10
0,07
0,21
0,29
0,37
0,45
0,46
0,40
0,32
0,24
0,16
0,08
0,06
0,18
0,24
0,31
0,37
0,44
0,45
0,33
0,27
0,20
0,13
0,07
Sedangkan untuk palawija besarnya curah hujan efektif ditentukan dengan
metoda setengah bulanan yang dihubungkan dengan curah hujan rata-rata
bulanan (terpenuhi 50 %) serta evapotranspirasi tanaman rata-rata bulanan lihat
Tabel 8.9.
graciawidya@[Link]
VIII 13
LAPORAN AKHIR
Pekerjaan ;Detail Desain Rehabilitasi DI. Babakan (Waduk Malahayu)
Kabupaten Brebes
Tabel 8.9.
CURAH HUJAN EFEKTIF RATA-RATA BULANAN
Dikaitkan dengan Et Tanaman Rata-rata Bulanan dan Curah Hujan
Mean/Bulanan/Mean Monthly Rainfall (USDA/SCS, 1969)
Curah Hujan Mean 12,5
Bulanan (mm)
25
37,5
50
62,5
75
87,5 100 112,5 125
137,5
150 162,5 175 187,5 200
Curah Hujan Efektif Rata-rata Bulanan (mm)
Et
tanaman
Rata-rata
Bulanan
(mm)
25
50
75
100
125
150
175
200
225
250
8
8
9
9
10
10
11
11
12
13
16
17
18
19
20
21
23
24
25
25
24
25
27
28
30
31
32
33
3
38
32
34
35
37
39
42
44
47
50
39
41
43
46
49
52
54
57
61
46
48
52
54
57
61
64
68
72
56
59
62
66
69
73
78
84
62
66
70
74
78
82
87
92
69
73
76
81
86
91
96
102
80
85
89
95
100
106
112
87
92
97
103
109
115
121
94
98
104
111
117
124
132
100
107
112
118
125
132
140
116
119
126
134
141
150
120
127
134
142
150
158
Faktor koreksi karena kedalaman bersih air yang ditampung di dalam tanah pada
waktu irigasi untuk tanaman palawija jenis jagung = 150 mm, besarnya = 1,06.
Diambil faktor koreksi tersebut karena tanaman jagung kebutuhan airnya paling
besar dibanding dengan jenis yang lainnya.
Kemudian hasil hitungan hujan efektif untuk palawija dan kebutuhan air irigasi
untuk tanaman dapat diperiksa pada Lampiran Bab 8. Hujan Efektif untuk
Palawija.
8.2
POLA TANAM
8.2.1
Pola dan Kalender Tanam yang Ada
Pola dan kalender tanam pada jaringan irigasi Babakan mengikuti kebiasaan petani
setempat.
Pola Tanam Untuk DI. Babakan menurut system planning tahun 1992 adalah Palawija
Padi Palawija dengan areal oncoran 2.662,4 Ha yang dibagi dalam 3 (tiga)
golongan, sedangkan untuk Tahun 2007 Pola Tanam DI Babakan adalah Padi-PadiPalawija dengan areal oncoran 2.335 Ha.
Pola dan Kalender Tanam yang ada Tahun 1992 dan Tahun 2007 adalah seperti dapat
graciawidya@[Link]
VIII 14
133
141
150
159
167
LAPORAN AKHIR
Pekerjaan ;Detail Desain Rehabilitasi DI. Babakan (Waduk Malahayu)
Kabupaten Brebes
diperiksa pada Tabel [Link] Tabel 8.11. berikut:
Tabel 8.10
POLA DAN KALENDER TANAM YANG ADA TAHUN 1992/1993
UNTUK DI. BABAKAN KABUPATEN BREBES DENGAN LUAS TANAM 2.662,4 Ha
URAIAN
JENIS TANAMAN/
BUDIDAYA
LUAS (Ha)
KETERANGAN
GOLONGAN I = (951,71 Ha)
Palawija
433,46
Bawang
213,50
Tebu
176,28
Masa Tanam II (MT II)
Padi
775,43
Maret I Juni I
Tebu
176,28
Palawija
433,46
Bawang
213,50
Tebu
304,75
Masa Tanam I (MT I)
Oktober I Jan II
Masa Tanam III (MT III)
Juli I Sept II
GOLONGAN II = (570,99 Ha)
Palawija
422,53
BAwang
148,46
Tebu
99,00
Masa Tanam II (MT II)
Padi
546,99
Maret II Juni II
Tebu
24,00
Palawija
422,53
Bawang
148,46
Tebu
99,00
Masa Tanam I (MT I)
Okt II Peb I
Masa Tanam III (MT III)
Juli I Okt I
graciawidya@[Link]
VIII 15
LAPORAN AKHIR
Pekerjaan ;Detail Desain Rehabilitasi DI. Babakan (Waduk Malahayu)
Kabupaten Brebes
JENIS TANAMAN/
URAIAN
LUAS (Ha)
BUDIDAYA
KETERANGAN
GOLONGAN III = (1139,70 Ha)
Masa Tanam I (MT I)
Nop I Pebruari II
Masa Tanam II (MT II)
April I Juli I
Masa Tanam III (MT III)
Agustus I Okt II
Palawija
785,38
Bawang
290,48
Tebu
63,84
Padi Gadu
1139,70
Palawija
785,38
Bawang
290,48
Tebu
63,84
Sumber data: System Planning DI Cisadap PT Geo Sarana Guna 1992
Tabel 8.11.
POLA DAN KALENDER TANAM YANG ADA TAHUN 2007/2008
UNTUK DI. BABAKAN KABUPATEN BREBES DENGAN LUAS TANAM 2.335 Ha
JENIS TANAMAN/
URAIAN
LUAS (Ha)
BUDIDAYA
KETERANGAN
AREAL SELUAS = 2.335 Ha
Padi Rendeng
1.136,00
Masa Tanam I (MT I)
Tebu
679,00
Desember I April I
Bawang
Non Pola
520,00
Padi Gadu
661,00
Palawija
591,00
Tebu
889,00
Cabe
29,00
Non Pola
165,00
Masa Tanam II (MT II)
April I Juli I
graciawidya@[Link]
VIII 16
LAPORAN AKHIR
Pekerjaan ;Detail Desain Rehabilitasi DI. Babakan (Waduk Malahayu)
Kabupaten Brebes
URAIAN
Masa Tanam III (MT III)
Juli I Nopember II
JENIS TANAMAN/
LUAS (Ha)
BUDIDAYA
Padi Gadu
Palawija
1.309,00
Tebu
599,00
Cabe
150,00
Bawang
114,00
Kedelai
64,00
Non Pola
99,00
KETERANGAN
Sumber data: SK Bupati Purbalingga No:015 A. Tahun 2007
Untuk Skema Blok Pembagian Golongan Areal Tanam DI. Babakan (Lama) dapat
dilihat pada Gambar 8.1. pada halaman berikut:
8.2.2
Usulan Penyempurnaan Rencana Pola Tanam
Rencana Pola Tanam bertujuan untuk meningkatkan efisiensi penggunaan air dan
menambah luasan serta intensitas tanaman.
Rencana Pola Tanam diusahakan menyesuaikan pola tanam yang sudah berjalan
selama ini di Daerah Irigasi Babakan dengan mempertimbangkan kondisi
ketersediaan air dan lahan yang ada.
Usulan penyempurnaan Rencana Pola dan Kalender Tanam seperti pada Tabel 8.12
berikut :
Tabel 8.12.
RENCANA POLA DAN KALENDER TANAM DI BABAKAN
UNTUK KABUPATEN BREBES DENGAN LUAS TANAM 2.335 Ha
URAIAN
JENIS TANAMAN/ BUDIDAYA
LUAS TANAM (HA)
GOLONGAN I (951,7 Ha)
Masa Tanam I (MT I)
Padi
813.70
Desember I Maret I
Tebu
138.00
Padi
512.20
Palawija
336.20
Tebu
103.30
Masa Tanam II (MT II)
April I Juni II
graciawidya@[Link]
VIII 17
LAPORAN AKHIR
Pekerjaan ;Detail Desain Rehabilitasi DI. Babakan (Waduk Malahayu)
Kabupaten Brebes
URAIAN
JENIS TANAMAN/ BUDIDAYA
LUAS TANAM (HA)
Palawija
512.20
Bawang
336.20
Tebu
103.30
Masa Tanam I (MT I)
Padi
803.00
Des II Maret II
Tebu
114.80
Masa Tanam III (MT III)
Juli I Sept II
GOLONGAN II (822.00 Ha)
Padi
464.60
Palawija
338,40
Tebu
114.80
Palawija
414.80
Bawang
365.40
Tebu
114.80
Masa Tanam I (MT I)
Padi
483.70
Januari I April I
Tebu
77.60
Padi
226.70
Palawija
118.60
Tebu
166.30
Palawija
232.00
Bawang
163.00
Tebu
166.30
Masa Tanam II (MT II)
April II Juli I
Masa Tanam III (MT III)
Juli II Oktober I
GOLONGAN III (561.30 Ha)
Masa Tanam II (MT II)
Mei I Juli II
Masa Tanam III (MT III)
Agust I Okt II
Usulan Pola dan Kalender Tanam DI. Babakan dapat diperiksa pada Lampiran Bab 8.
Rencana Pola Tanam DI. Babakan (Waduk Malahayu) Luas Tanam 2.335 Ha Dengan
Sistem 3 Golongan.
Untuk Skema Blok Pembagian Golongan Areal Tanam DI. Babakan (Baru) dapat
dilihat pada Gambar 8.2. di halaman berikut :
8.2.3
Efisiensi Jaringan Irigasi
Kehilangan Air Pada Jaringan
Besarnya efisiensi irigasi berkaitan dengan besarnya kehilangan air irigasi dari
graciawidya@[Link]
VIII 18
LAPORAN AKHIR
Pekerjaan ;Detail Desain Rehabilitasi DI. Babakan (Waduk Malahayu)
Kabupaten Brebes
bendung/ waduk sampai pada petak sawah.
Besar angka efisien tergantung pada penelitian lapangan dan kebiasaan petani
pada daerah irigasi.
Karena pada Jaringan Irigasi Babakan belum ada penelitian lapangan, maka
untuk perencanaan jaringan irigasi tingkat efisiensi diasumsikan berdasarkan
data perkiraan kehilangan air irigasi.
Pada Jaringan Irigasi Babakan diasumsikan tingkat efisiensi total sebesar 61,20 %
dengan harga diambil sebagai berikut :
Tingkat efisiensi untuk :
Jaringan Tersier
= 75 %
Jaringan Sekunder
= 85 %
Jaringan Primer
= 90 %
Atau dengan perkataan lain :
Kehilangan air pada :
Jaringan Tersier
= 25 %
Jaringan Sekunder
= 15 %
Jaringan Primer
= 10 %
Satuan Kebutuhan Air Irigasi
Berdasarkan perhitungan kebutuhan air irigasi diperoleh kebutuhan air sebagai
berikut :
8.2.4.
Saluran Primer
= 1,58 lt/dt/ha
Saluran Sekunder
= 1,42 lt/dt/ha
Saluran Tersier
= 1,21 lt/dt/ha
Di Petak Sawah
= 0.91 lt/dt/ha
Neraca Air (Water Balance)
Neraca Air (Water Balance) Jaringan Irigasi Babakan dihitung dari kebutuhan air
irigasi dengan debit andalan atau debit yang selama ini diberikan oleh Bendung
Cisadap, seperti dapat diperiksa pada tabel berikut :
graciawidya@[Link]
VIII 19
LAPORAN AKHIR
Pekerjaan ;Detail Desain Rehabilitasi DI. Babakan (Waduk Malahayu)
Kabupaten Brebes
Tabel 8.13.
NERACA AIR (WATER BALANCE) KEBUTUHAN DAN KETERSEDIAAN AIR JARINGAN IRIGASI
BABAKAN AREAL TANAM 2.335 Ha
DENGAN KETERSEDIAAN AIR YANG SELAMA INI DIBERIKAN BENDUNG CISADAP
KEBUTUHAN AIR
(Lt/dt)
BULAN
DESEMBER
JANUARI
PEBRUARI
MARET
APRIL
MEI
graciawidya@[Link]
KETERSEDIAAN
AIR (Lt/dt)
KEANDALAN (%)
897,951
907,40
100,00
II
2282,523
2315.00
100.00
2592,850
2.659,80
100,00
II
2453,973
2.474,00
100,00
2600,574
3.104,17
100,00
II
2479,843
3.737,26
100,00
2475,025
4.484,80
100,00
II
1723,428
2.673,40
100,00
1158,302
3.042,40
100,00
II
1101,853
2.593,80
100,00
1993,271
2.636,40
100,00
II
2645,668
1.234,00
46,64
VIII 20
LAPORAN AKHIR
Pekerjaan ;Detail Desain Rehabilitasi DI. Babakan (Waduk Malahayu)
Kabupaten Brebes
JUNI
JULI
AGUSTUS
SEPTEMBER
OKTOBER
NOPEMBER
3315,766
844,24
25,46
II
3319,823
667,04
20,09
3693,762
650,00
17,60
II
3446,210
650,00
18,86
2523,334
650,00
25,76
II
2129,782
650,00
30,52
2196,007
650,00
29,60
II
2424,509
650,00
26,81
1888,377
650,00
34,42
II
1137,720
650,00
57,13
372,389
375,00
100,00
II
288,279
290,00
100,00
Dari hasil kajian neraca air (water balance) di atas, untuk ketersediaan air dari
Waduk Malahayu belum cukup untuk memenuhi kebutuhan air Jaringan Irigasi
Babakan.
Jadi untuk kebutuhan air Jaringan Irigasi Babakan selama ini yang diberikan oleh
Waduk Malahayu sebesar 350 s/d 650 lt/dt belum cukup sesuai dengan kapasitas
maksimum Saluran Induk Babakan.
Grafik Neraca Air Rencana Pola Tanam DI. Babakan (Waduk Malahayu) Luas
Tanam 2.335 Ha dapat dilihat pada Lampiran Bab 8.
8.3
CARA OPERASI
8.3.1
Sistem Pengukuran dan Pembagian Air yang Ada
graciawidya@[Link]
VIII 21
LAPORAN AKHIR
Pekerjaan ;Detail Desain Rehabilitasi DI. Babakan (Waduk Malahayu)
Kabupaten Brebes
Jaringan irigasi Babakan mempunyai 3(tiga) sumber air yaitu Bendung Cisadap,
Suplesi Malahayu, dan Suplesi Pemali Babakan. Bendung Cisadap mengambil air dari
kali Babakan sedangkan suplesi Malahayu sumber airnya dari waduk Malahayu dan
suplesi Pemali Babakan dari Bendung Notog.
Sistem pembagian air yang ada di Jaringan Irigasi Babakan menggunakan metode
Faktor K (Ketersediaan/ Keandalan), dimana faktor K merupakan perbandingan
antara besarnya debit yang tersedia dibagi dengan debit yang dibutuhkan.
Saluran pembawa yang ada di jaringan irigasi Babakan sepanjang 31.433 Km yang
terdiri dari beberapa saluran yaitu : Saluan Induk babakan, saluran sekunder
Buntiris, saluran sekunder Baros, saluran sekunder Ketanggungan, saluran sekunder
Pejagan, suplesi Malahayu dan suplesi Pemali Babakan.
Bangunan Bagi pertama yaitu [Link].4 merupakan bangunan pertemuan antara
saluran Induk Babakan dan Suplesi Malahayu Babakan, Juga berfungsi sebagai
pengukur debit. Bangunan Bagi yang kedua yaitu [Link].1. merupakan bangunan Bagi
sadap. Bangunan ini membagi dan mengukur debit air ke saluran sekunder
Ketanggungan dan saluran sekunder Buntiris. Alat ukur yang dipakai adalah Parshal
Flum yang terletak di saluran sekunder Ketanggungan.
Bangunan Bagi ketiga yaitu [Link].6. merupakan bangunan Bagi/sadap. Bangunan ini
membagi dan mengukur debit air ke saluran sekunder Pejagan dan saluran sekunder
Buntiris menggunakan alat ukur romijn.
8.3.2.
Usulan Sistem Pengukuran dan Pembagian Air
Dari hasil perhitungan kebutuhan air dan dari hasil analisa debit yang tersedia ,
maka sistem pembagian air untuk Jaringan Irigasi Babakan dilakukan sistem
pembagian air rotasi teknis dengan sistem 3 golongan.
Untuk membentuk sistem rotasi teknis, petak tersier dibagi-bagi menjadi sejumlah
golongan sedemikian rupa sehingga tiap golongan terdiri dari petak-petak tersier
yang tersebar di seluruh daerah irigasi.
Petak-petak tersier yang termasuk dalam golongan yang sama akan mengikuti pola
penggarapan tanah yang sama, penyiapan lahan dan tanam akan dimulai pada waktu
yang sama. Kebutuhan air total pada waktu tertentu ditentukan dengan
menambahkan besarnya kebutuhan air di berbagai golongan pada waktu itu.
graciawidya@[Link]
VIII 22
LAPORAN AKHIR
Pekerjaan ;Detail Desain Rehabilitasi DI. Babakan (Waduk Malahayu)
Kabupaten Brebes
Usulan Pengoperasian/ Pembagian Air di Bangunan Sadap (Pengambilan di
Petak Tersier)
Pengoperasian pintu-pintu pengambilan air untuk air irigasi di bangunan sadap/
corongan jaringan irigasi Babakan diusulkan sebagai berikut:
Prinsip pembagian air irigasi terhadap pelaksanaan tanaman ini berpedoman
kepada keseimbangan air, yaitu antara kebutuhan air yang telah ditetapkan
terhadap debit yang tersedia.
Sepanjang debit yang tersedia masih mencukupi kebutuhan air untuk seluruh
tanaman yanag telah direncanakan, maka sistem pemberian airnya dilakukan
secara pengaliran terus menerus (continues flow)
Namun apabila terjadi debit yang tersedia keadaannya kurang dari 80 % dari
kebutuhan irigasi, maka pemberian airnya akan dilakukan secara Giliran
(Rotasi) yang ditetapkan kemudian.
Sistem pembagian dan pemberian air dengan sistem golongan yang dilaksanakan
adalah dengan sistem tersier, dimana pembagian kelompok petak-petak tersier
dalam suatu daerah irigasi dilaksanakan secara menyebar.
Pembagian golongan di Sistem Irigasi Babakan dibagi dalam 3 (tiga) golongan.
Untuk tiap-tiap bangunan pengambilan (sadap/corongan) fasilitas pengaturan
dan pengukuran adalah sebagai berikut :
Areal sampai 4 ha
Pipa PVC tanpa pintu sadap. Debit rencana
lt/dt untuk tiap pipa pengambilan
Areal 4 10 ha
Pipa PVC dengan pintu sadap tersier. Debit
rencana sebesar 12,5 lt/dt berdasarkan luas areal
yang
diairi
dan
dibuat
seragam
bila
memungkinkan.
Areal lebih dari 10 ha
Harus disediakan sadap tersier standar dengan
pintu sorong dan bangunan ukur. Areal harus
diklasidikasikan
sebagai
petek
tersier
yang
terpisah. Debit rencana berdasarkan luas areal
yang diairi.
graciawidya@[Link]
VIII 23
LAPORAN AKHIR
Pekerjaan ;Detail Desain Rehabilitasi DI. Babakan (Waduk Malahayu)
Kabupaten Brebes
8.3.3.
Sistem Golongan / Giliran
Pengaturan sistem golongan pada DI. Babakan berdasarkan data yang sudah
berjalan, musim tanam dimulai pada bulan Desember secara serentak, tetapi pada
kenyataannya sistem giliran tata tanam yang sudah ada tidak bisa dilaksanakan
sesuai dengan ketentuan yang sudah dibuat / direncanakan yaitu golongan A, B, C
hal ini disebabkan karena pembagian petak pergolongan dilakukan secara acak,
sehingga pada satu bangunan sadap bisa terbagi beberapa golongan.
Sesuai data yang ada sistem yang ada dibagi dalam 3(tiga) golongan yaitu :
Golongan A : Petak tesier yang berada dibawah wewenang UPTD Ketanggungan.
Golongan B :
Petak tesier yang berada dibawah wewenang UPTD Ketanggungan
sampai bangunan [Link]-5.
Golongan C :
Petak tesier yang berada dibawah wewenang UPTD Tanjung mulai
dari bangunan [Link]-5 sampai ke [Link]-9 dan Sek. Pejagan.
Golongan B :
Petak tesier yang berada dibawah wewenang UPTD Ketanggungan
dan UPTD Tanjung.
8.4.
RENCANA PEMELIHARAAN
Pemeliharaan Jaringan Irigasi Banjarcahyana dibagi menjadi tiga kategori yaitu :
Pemeliharaan Rutin
Pemeliharaan Berkala
Pemeliharaan Darurat
Prosedur untuk pemeliharaan rutin dan berkala dapat diuraikan sebagai berikut :
8.4.1
Inspeksi Pemeliharaan
Yang bertanggung jawab dalam inspeksi rutin kondisi jaringan irigasi ada ditangan
mantri Pengairan dan UPTD setempat. Setiap Mantri akan mengisi Blanko Inspeksi
01-P setiap bulan, yang berisi catatan masalah-masalah baru yang dijumpainya
dalam inspeksinya setiap hari. Disamping itu, UPTD juga akan menerima laporanlaporan mengenai masalah-masalah pemeliharaan dari para Petugas Penjaga Pintu
Air (PPA) dan Penjaga Bendung/Waduk (PB) selama inspeksi lapangan.
Blanko 01-P diserahkan kepada Kepala UPTD setempat, yang kemudian akan
graciawidya@[Link]
VIII 24
LAPORAN AKHIR
Pekerjaan ;Detail Desain Rehabilitasi DI. Babakan (Waduk Malahayu)
Kabupaten Brebes
memasukkan informasi kedalam Buku Catatan Pemeliharaan (BCP). Buku ini
mencatat terus menerus semua masalah dalam Daerah Irigasi yang merupakan dasar
untuk perencanaan dan anggaran pemeliharaan.
Ringkasan Blanko 01-P juga dibuat oleh Staf Pemeliharaan UPTD pada Blanko 02-P
yang dikirim ke Balai PSDA Pemali Comal setiap bulan. Berdasarkan ini, Balai PSDA
Pemali Comal akan mengisi Buku Catatan Pemeliharaan yang selanjutnya merupakan
kategori pemeliharaan berkala (swakelola dan diborongkan).
Inspeksi yang lain akan dilaksanakan oleh Kepala dan Staf Pemeliharaan UPTD, serta
Kepala dan Staf Pemeliharaan atau Kepala Seksi Balai PSDA Pemali Comal pada
waktu-waktu tertentu.
8.4.2
Pemeliharaan Rutin
Pemeliharaan rutin Jaringan Irigasi Babakan akan direncanakan dan dilaksanakan
oleh UPTD, sedangkan Balai PSDA Pemali Comal akan mengkoordinir administrasinya
serta mengatur pengadaan bahan-bahan yang dibutuhkan untuk pemeliharaan rutin.
Pekerjaan-pekerjaan pemeliharaan rutin dibagi menjadi 2 (dua) macam, yaitu :
Dilaksanakan oleh petugas lapangan yang terdiri dari Penjaga Pintu
Bendung/waduk (PPB) dan Penjaga Pintu Air (PPA)
Dilaksanakan secara swakelola dan diawasi oleh setiap UPTD, dimana tenaga
swakelola membantu staf lapangan dalam memelihara saluran-saluran dan
bangunan-bangunan untuk perbaikan-perbaikan kecil.
Secara lebih rinci pelaksanaan pemeliharaan rutin tersebut dapat diuraikan sebagai
berikut :
a.
Pemeliharaan Rutin oleh Petugas Lapangan
Panjang dan debit maksimum setiap saluran semakin besar kapasitasnya
semakin besar penampang tanggul yang perlu dipelihara, jumlah pintu / balok
sekat yang ada di tiap saluran diperhitungkan sesuai dengan kebutuhan
minimum PPA/PPB. Bangunan-bangunan penting, seperti bendung, siphon,
gorong-gorong akan lebih diperhatikan pemeliharaannya oleh PPA/PPB,
khususnya mengenai sampah, rumput liar dan endapan/sedimen dimuka
bangunan penting.
graciawidya@[Link]
VIII 25
LAPORAN AKHIR
Pekerjaan ;Detail Desain Rehabilitasi DI. Babakan (Waduk Malahayu)
Kabupaten Brebes
Kebutuhan bahan-bahan seperti minyak pelumas dan cat untuk pemeliharaan
rutin pintu-pintu oleh PPA dan PB akan dilaporkan oleh Kepala UPTD kepada
Balai PSDA Pemali Comal setiap 3 (tiga) bulan sekali dengan menggunakan
Blanko 04-P. Balai PSDA Pemali Comal akan mengecek dan mengirim bahanbahan yang dibutuhkan, kemudian UPTD akan menyimpan semua bahan tersebut
didalam gudang, dan tiap Mantri dapat meminta bahan-bahan tersebut kapan
saja diperlukan.
Pembersihan sampah merupakan pekerjaan pemeliharaan rutin yang penting,
sehingga pelaksanaannya akan dilakukan setiap hari bahkan setiap saat
tergantung volume sampah, terutama pada gorong-gorong, siphon pada inlet,
bendung dan saluran yang juga berfungsi sebagai pembuang.
b. Pemeliharaan Rutin oleh Tenaga Swakelola
Sehubungan dengan keterbatasan serta kurangnya sarana transportasi dan
jumlah petugas, maka untuk menangani pemeliharaan seluruh Daerah Irigasi
diusulkan menggunakan tenaga swakelola (musiman pemeliharaan) untuk
melakukan beberapa pekerjaan agar kerusakan kecil tidak bertambah parah.
Dalam hal ini UPTD perlu dialokasikan dana untuk mengatasi kerusakan kecil
dan kerusakan lain.
Secara ringkas tugas pemeliharaan rutin dan metode pelaksanaannya dapat
diperiksa pada Lampiran Bab 8 : Tabel 8.14. Tugas Pemeliharaan Rutin dan
Metode Pelaksanaannya.
8.4.3
Pemeliharaan Berkala
Program pemeliharaan berkala dikelola oleh Balai PSDA Pemali Comal berdasarkan
pada Buku Catatan Pemeliharaan yang disimpan oleh Balai. Desain akan dibuat oleh
Balai dan dikonstruksi melalui kontraktor lokal atau swakelola, sehingga
pelaksanaannya luwes.
Pemeliharaan berkala terdiri dari pembersihan lumpur saluran secara sistematis dan
penguatan tanggul saluran untuk mengembalikan pada keadaan semula. Pekerjaan
tersebut diprogramkan meliputi seluruh Daerah Irigasi dalam jangka waktu tertentu.
Pekerjaan pemeliharaan berkala juga meliputi pekerjaan yang tertunda dari tahun-
graciawidya@[Link]
VIII 26
LAPORAN AKHIR
Pekerjaan ;Detail Desain Rehabilitasi DI. Babakan (Waduk Malahayu)
Kabupaten Brebes
tahun sebelumnya. Dan apabila anggaran mencukupi, pekerjaan perbaikan dapat
juga dimasukkan. Pemeliharaan berkala pintu-pintu, peralatan dan kendaraan juga
akan dimasukkan dalam kategori pemeliharaan ini.
Prosedur pemeliharaan berkala tersebut antara lain dapat dijelaskan sebagai berikut
a.
Pembersihan Lumpur
Pembersihan lumpur dari seluruh saluran induk dan sekunder dilakukan secara
sistematis terutama pada saat pengeringan. Cara yang dilakukan adalah
memakai periode ulang 12 bulan, dan cara yang sederhana untuk merencanakan
pembersihan lumpur atau sedimentasi adalah dengan mengalokasikan panjang
saluran setiap tahun yang sepadan dengan lebar dasar saluran.
Jadwal pembersihan lumpur akan mengikuti rencana tanam, yaitu pada saat
melaksanakan pengeringan saluran, sekali setahun dalam bulan September.
Pembersihan lumpur disyaratkan lebih memperhatikan pada bangunanbangunan penting.
b. Pemeliharaan Berkala Pintu Bangunan Utama
Pemeliharaan pintu-pintu bangunan utama akan dilakukan secara berkala dan
semua pintu utama akan diinspeksi setiap 5 (lima) tahun sekali untuk memeriksa
kerusakan-kerusakan yang mungkin terjadi, dan apabila diperlukan pekerjaan
pemeliharaan atau perbaikan akan dilaksanakan di bengkel sehingga hasilnya
lebih baik.
8.4.4.
Pemeliharaan Darurat
Pekerjaan pemeliharaan/perbaikan darurat terbatas pada perbaikan sementara,
dimana sumber dananya tidak dialihkan pada pekerjaan-pekerjaan yang permanen.
Hal ini akan memberi jaminan bahwa anggaran untuk pekerjaan-pekerjaan darurat
tersedia sepanjang tahun. Supervisi perbaikan-perbaikan darurat tergantung dari
skala kerusakan dan siapa yang melaksanakan perbaikan tersebut. Untuk pekerjaanpekerjaan penting, petugas pemeliharaan atau operasi melibatkan staff dari Balai
PSDA Pemali Comal.
Kepala UPTD akan diberitahu secara teratur tentang kemajuan pelaksanaan
pekerjaan pemeliharaan, dan kalau memungkinkan akan meninjau lapangan serta
memeriksa langsung pekerjaan-pekerjaan darurat yang ringan.
graciawidya@[Link]
VIII 27
LAPORAN AKHIR
Pekerjaan ;Detail Desain Rehabilitasi DI. Babakan (Waduk Malahayu)
Kabupaten Brebes
Setelah pelaksanaan pemeliharaan darurat, Mantri membantu Kepala UPTD (Unit
Pelaksana Teknis Daerah) mengisi Blanko 03-P dengan beberapa rincian :
Penyebab keadaan darurat
Keadaan pekerjaan sekarang yang telah selesai (perabikan-perbaikan
sementara, perbaikan permanen dll.)
Kebutuhan akan pekerjaan perbaikan lebih lanjut
Waktu dan jumlah orang yang terlibat dalam pekerjaan
Jumlah besarnya kerusakan, termasuk kerusakan tanaman dll.
Dalam melaksanakan prosedur pemeliharaan digunakan Blanko-blanko untuk laporan
rutin dan jadwal (frekwensi) pengiriman Blanko-blanko tersebut. Adapun langkah
laporan pemeliharaan tersebut dapat diperiksa pada Lampiran Bab 8 : Tabel 8.15
Blanko Pemeliharaan.
Sedangkan pada Tabel 8.16. s/d 8.19. secara berturut-turut dapat diperiksa tugas
dan tanggung jawab masing-masing petugas UPTD, yaitu Tanggung Jawab Kepala
Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD), Penjaga Pintu Bendung (PPB) serta Penjaga
Pintu Air (PPA).
8.4.5.
Usulan Cara Pemeliharaan Rutin
Dalam rangka menyambut program pemerintah tentang pemberdayaan petani (P3A)
di dalam pelaksanaan pekerjaan operasi dan pemeliharaan, dimana pelaksanaan
O&P
selanjutnya akan dilaksanakan oleh petani (P3A), dan pendanaan untuk
melaksanakan kegiatan tersebut akan dilimpahkan kepada petani (P3A), maka usulan
pemeliharaan rutin untuk Jaringan Irigasi Babakan dikerjakan oleh petani (P3A)
sendiri. Namun dalam hal ini pekerjaan pemeliharaan rutin juga bisa diswakelolakan
apabila petani (P3A) tidak terampil atau tidak mampu melaksanakannya sendiri,
akan tetapi semua dibawah pengawasan dan manajemen dari petani (P3A) dengan
organisasinya, yaitu dalam bentuk federasi. Berhubung di lapangan yang ada
sekarang adalah bentuk forum koordinasi, maka penanganannya dilakukan oleh
forum koordinasi dharma tirta tersebut, walaupun dalam kenyataannya organisasi
tersebut sudah seperti bentuk federasi.
Berdasarkan tujuannya, pemeliharaan rutin dibedakan dalam 2 (dua) jenis, yaitu
tindakan pengamanan/pencegahan dan tindakan perbaikan.
a.
Tindakan Pengamanan/Pencegahan
graciawidya@[Link]
VIII 28
LAPORAN AKHIR
Pekerjaan ;Detail Desain Rehabilitasi DI. Babakan (Waduk Malahayu)
Kabupaten Brebes
Tindakan preventif agar saluran dan bangunan terhindar dari kerusakan,
meliputi :
Patroli secara rutin
Membatasi kendaraan umum dan hewan ternak (lembu/kerbau) lewat jalan
inspeksi
Melarang orang mandi ditempat berbahaya disekitar bendung
b. Perawatan Rutin
Perawatan rutin mencakup kegiatan :
Tanggul
- Menutup bagian yang longsor dan meratakan mercu tanggul
- Menutup lubang-lubang kepiting/tikus
- Membersihkan tanggul dari rumput dan semak
- Memangkas tanaman yang tumbuh di tubuh tanggul
Pembuangan Lumpur
- Pembuangan/pengerukan lumpur yang ada di saluran irigasi
- Pembuangan/pengerukan lumpur yang ada di bangunan cross drain
- Pengerukan lumpur yang ada di hulu bangunan sadap
Pembersihan tumbuhan/tanaman liar yang tumbuh di saluran, bangunan
dan tanggul
Perbaikan pasangan pada bangunan dan saluran
Pelumasan dan pengecatan pada pintu-pintu pengatur dan rumah pintu
Pemeliharaan rutin dimaksudkan untuk menjamin dilakukannya pemeliharaan dan
perbaikan ringan sesegera mungkin dan tidak perlu menunggu pemeliharaan
tahunan.
Usulan pelaksanaan kegiatan rutin sesuai dengan Blanko 07-P dan diajukan oleh Unit
Pelaksana Teknis Daerah (UPTD).
8.4.6.
Rencana dan Program Jangka Panjang
Rencana dan program jangka panjang untuk pemeliharaan Jaringan Irigasi Babakan
ini apabila sudah dilimpahkan kepada P3A federasi / organisasi forum koordinasi
Dharma Tirta, pelaksanaannya diusulkan sebagai berikut :
graciawidya@[Link]
VIII 29
LAPORAN AKHIR
Pekerjaan ;Detail Desain Rehabilitasi DI. Babakan (Waduk Malahayu)
Kabupaten Brebes
[Link]. Prosedur dan Penugasan
Pemeliharaan berkala mencakup perbaikan yang besar atau memerlukan dana yang
besar. Kebutuhan pemeliharaan dalam hal ini diidentifikasi oleh UPTD sesuai dengan
catatan pada Blanko 01-P.
Jenis pekerjaan yang tergolong dalam pemeliharaan berkala ini antara lain adalah
sebagai berikut :
a.
Bangunan Utama
- Perbaikan bendung
- Pembuatan pelindung tanggul
- Perbaikan sayap bendung
- Perbaikan pintu-pintu pengambilan dan pintu pembilas
- Pengecatan bagian pintu di bawah permukaan air yang tidak terjangkau saat
pemeliharaan rutin
b. Tanggul/Saluran/Bangunan Bagi/Sadap
- Perbaikan tanggul yang bukan darurat
- Normalisasi bangunan
- Pembuangan lumpur dalam volume yang besar
- Perbaikan pasangan batu/linning
Pemeliharaan berkala biasanya terdiri dari jenis pekerjaan yang cukup berat,
sehingga dalam pelaksanaannya seringkali memerlukan perencanaan yang lebih rinci
dan pengawasan yang intensif.
[Link]. Prioritas Pemeliharaan
Prioritas pemeliharaan akan dibuat berdasar daftar skala prioritas. Hal ini
disebabkan terbatasnya anggaran O&P yang berasal dari petani dan untuk petani,
dimana pembuatan skala prioritas juga dipengaruhi oleh lokasi kerusakan.
Skala prioritas dapat dibagi menjadi 3 (tiga) kategori, yaitu :
Prioritas 1 (Segera)
Prioritas ini bersifat segera dilaksanakan dengan maksud mengamankan saluran/
bangunan dari kerusakan yang lebih parah. Termasuk prioritas ini adalah
perbaikan saluran atau bangunan yang retak, termasuk pelumasan pintu.
graciawidya@[Link]
VIII 30
LAPORAN AKHIR
Pekerjaan ;Detail Desain Rehabilitasi DI. Babakan (Waduk Malahayu)
Kabupaten Brebes
Prioritas 2 (Perlu)
Prioritas ini bersifat mengatasi masalah yang dapat mengurangi pengaliran air,
misalnya pengerukan lumpur di saluran dan bangunan, menutup sadap liar serta
perbaikan/penggantian pintu.
Prioritas 3 (Dapat ditunda)
Prioritas
ini
bersifat
memperbaiki
pekerjaan
yang
tidak
mengganggu/menghambat pengaliran air.
[Link]. Sistim Pelaporan Pekerjaan Pemeliharaan
Didalam pelaksanaan pemeliharaan, kegiatan yang terkait adalah pengawasan
(monitoring dan evaluasi) untuk pekerjaan yang dikontrakkan dan diswakelolakan.
Kegiatan pemantauan perlu dilakukan dengan tujuan untuk dapat dievaluasi
penyerapan dana maupun realisasi fisiknya. Dimana sistim pelaporan pekerjaan
dilakukan harian, mingguan (2 minggu) dan bulanan serta diakhiri dengan evaluasi
realisasi pekerjaan pemeliharaan pada akhir tahun anggaran.
Blanko monitoring pekerjaan pemeliharaan yang dikontrakkan meliputi :
Laporan Harian Blanko 05a-P
Laporan Harian Blanko 05-P
Laporan Bulanan Blanko 06-P
Sedangkan monitoring pekerjaan swakelola meliputi :
Laporan Dua Mingguan Blanko 10-P
Laporan Bulanan Blanko 09-P, 11-P dan 12-P
Selanjutnya laporan akhir tahun untuk pekerjaan swakelola dan yang dikontrakkan
digunakan Blanko 14-P, yang kemudian dilaporkan ke Bagian O&P Balai PSDA Serayu
Citanduy.
Bagan alir pembagian tanggung jawab dan pelaporan blanko pemeliharaan irigasi
dapat diperiksa pada Lampiran Bab 8 : Gambar 8.3. Sedangkan Bagan alir kegiatan
pemeliharaan pada Gambar 8.4.
[Link]. Tindakan Darurat Dalam Keadaan Banjir
graciawidya@[Link]
VIII 31
LAPORAN AKHIR
Pekerjaan ;Detail Desain Rehabilitasi DI. Babakan (Waduk Malahayu)
Kabupaten Brebes
Dalam keadaan banjir, tindakan darurat akan segera dilakukan untuk mengantisipasi
kemungkinan terjadinya kerusakan jaringan irigasi yang fatal. Kerusakan yang terjadi
akan segera ditanggulangi untuk mencegah kerugian yang lebih besar.
Dalam keadaan darurat, peran alat komunikasi sangat mendukung untuk
mengantisipasi datangnya bencana.
Pada saat muka air sungai mulai naik setinggi 40 cm diatas mercu, maka keadaan
siaga perlu diinstruksikan. Dan jika muka air cenderung naik terus, maka antisipasi
untuk segera mengamankan jaringan irigasi akan segera dilakukan dengan jalan
memperkecil bukaan pintu intake dan membuka pintu banjir atau pintu pembilas.
[Link]. Tindakan Operasional Dalam Keadaan Debit Kecil
Dalam keadaan debit tersedia lebih kecil 10 % dari debit yang diharapkan sesuai
debit hasil perhitungan 15 harian periode yang lalu, maka Korlak Irigasi Satker
Serayu Hulu segera melaporkan kondisi tersebut pada Koordinator Satuan Kerja
Serayu Hulu. Selanjutnya dihitung kembali faktor K revisi dan ditinjau kembali
pembagian air menurut golongan dan giliran yang sudah ada dalam sistem pemberian
air irigasi, apakah perlu adanya revisi dalam pemberian air menurut golongan dan
giliran yang sudah ada.
[Link]. Pemberitaan Darurat dan Penugasan Pegawai
1. Tahap Pemberitaan/Pelaporan
Apabila terjadi banjir/bencana alam, maka langkah-langkah yang akan ditempuh
adalah :
a. Segera melakukan tindakan berikut :
- Mengidentifikasi kerusakan akibat bencana
- Menginstruksikan pekerjaan darurat yang dapat dilaksanakan di lapangan
- Mencatat kerusakan yang terjadi pada buku catatan kerusakan
b. Koordinator Satuan Kerja mengisi Blanko 03-P (laporan kerusakan bencana
alam) ditujukan ke Balai PSDA Serayu Citanduy.
2. Tahap Instruksi dan Pengawasan
a. Koordinator Satuan Kerja Serayu Hulu
graciawidya@[Link]
VIII 32
LAPORAN AKHIR
Pekerjaan ;Detail Desain Rehabilitasi DI. Babakan (Waduk Malahayu)
Kabupaten Brebes
- Bertanggung jawab atas penanggulangan keadaan darurat di lapangan
- Memberi instruksi kepada Korlak Irigasi Satker Serayu Hulu mengenai
tindakan yang harus dilakukan dan mengawasinya
- Memberi laporan ke Balai PSDA Serayu Citanduy
b. Korlak Irigasi Satker Serayu Hulu
Jika terdapat kerusakan jaringan irigasi, maka Korlak Irigasi Satker Serayu Hulu
mempersiapkan laporan yang berisi :
- Sebab-sebab kejadian bencana
- Pekerjaan perbaikan yang akan dilaksanakan
- Besarnya kerusakan tanaman dan fasilitas irigasi
c. Logistik
Bahan/peralatan yang akan disiapkan untuk mengantisipasi kemungkinan
kerusakan jaringan irigasi akibat banjir adalah :
- Karung pasir
- Tiang bambu (balok kayu)
- Seng/sesek (anyaman bambu)
- Kawat bronjong yang sudah dianyam
- Sekop dll.
d. Prosedur Penutupan Saluran
Pengeringan saluran dilakukan dalam jangka waktu yang relatif pendek guna
perbaikan saluran, tanggul atau fasilitas lain yang sifatnya darurat.
Sedangkan langkah-langkah pelaksanaannya adalah sebagai berikut :
- Sebelum kegiatan pengeringan, dipertimbangkan cara pengalihan debit
saluran agar tidak menimbulkan genangan pada daerah lain yang tidak
dikehendaki
- Penutupan dan pembukaan saluran dilakukan secara bertahap untuk
menghindari terjadinya endapan.
graciawidya@[Link]
VIII 33
LAPORAN AKHIR
Pekerjaan ;Detail Desain Rehabilitasi DI. Babakan (Waduk Malahayu)
Kabupaten Brebes
BAB
9
9.1. BIAYA PROYEK
Komposisi dari suatu biaya proyek dapat dipisahkan menjadi 3 bagian sebagai berikut :
1.
Biaya Modal (Investasi)
2.
Biaya Tahunan (Annual Cost)
3.
Biaya Kontraktrator.
Di bawah ini disajikan uraian biaya suatu proyek yaitu sebagai berikut :
9.1.1. Biaya Modal (Investasi)
Biaya modal (Investasi) suatu proyek dapat ditafsirkan sebagai sejumlah pengeluaran
yang dibutuhkan untuk penyelesaian / pelaksanaan Proyek.
Pengeluaran (Komponen Cost) dari biaya modal (Investasi) terdiri dari :
a). Biaya Langsung terdiri dari biaya pekerjaan persiapan dan pekerjaan sipil
(konstruksi dan tanah).
Pekerjaan Persiapan
Biaya pekerjaan persiapan adalah perkiraan biaya untuk kebutuhan pembuatan
jalan sementara, kantor lapangan, Base Camp, Gudang material, bengkel, barak
tempat tinggal, laboratorium, alat telekomunikasi, sistem air bersih,
penerangan dan lain-lain.
Besarnya biaya pekerjaan persiapan diusahakan seminimal mungkin dan harus
lebih kecil dari 5 % biaya pekerjaan sipil.
Pekerjaan Sipil
Biaya pekerjaan sipil adalah biaya untuk kebutuhan pekerjaan konstruksi dan
tanah, yang besarnya sama dengan volume pekerjaan dikalikan harga satuan.
Harga satuan tersebut sudah memasukkan biaya kompensasi kepada pelaksana
IX
graciawidya@[Link]
LAPORAN AKHIR
Pekerjaan ;Detail Desain Rehabilitasi DI. Babakan (Waduk Malahayu)
Kabupaten Brebes
pekerjaan (berupa resiko dan overhead kontraktor).
IX
graciawidya@[Link]
LAPORAN AKHIR
Pekerjaan ;Detail Desain Rehabilitasi DI. Babakan (Waduk Malahayu)
Kabupaten Brebes
b). Biaya Tidak Langsung yaitu sejumlah pengeluaran yang merupakan porsi
substansial dari biaya langsung dan terdiri dari biaya administrasi, jasa konsultasi
dan Biaya Tak Terduga.
Biaya Administrasi, adalah sejumlah biaya yang diperuntukkan guna
menunjang manajemen proyek. Besarnya diperkirakan 2,50 % dari jumlah biaya
sipil dan biaya persiapan.
Biaya Jasa Konsultasi, adalah biaya pengeluaran yang berhubungan dengan
kegiatan engineering, misalnya Survai Pendahuluan, Studi Awal, Detail Desain
(Perencanaan Rinci) dan Supervisi Konstruksi. Besarnya diperkirakan 10% dari
jumlah biaya sipil dan biaya persiapan.
Biaya Tak Terduga (Contigencies) adalah sejumlah biaya yang diperuntukkan
guna menyesuaikan perencanaan rinci dengan lapangan pada saat pekerjaan
konstruksi berlangsung dengan batasan biaya maximum 10% dari jumlah biaya
pekerjaan sipil dan biaya persiapan.
9.1.2. Biaya Tahunan (Annual Cost)
Biaya tahunan (Annual Cost) suatu proyek dapat ditafsirkan sebagai pengeluaran yang
dibutuhkan dalam 1 tahun.
Adapun Componen Cost untuk biaya tahunan terdiri dari :
1. Bunga Pinjaman (Interest)
2. Cicilan Pinjaman (Amortisasi)
3. Penyusutan (Deprisiasi)
4. Biaya O & M
5. Asuransi, Pajak dll.
Didalam laporan ini tidak diperhitungkan biaya tahunan karena biayanya dibangun dari
APBN murni disamping itu perkiraan biaya pemeliharaan bendung pada saat ini
disatukan dengan pemeliharaan jaringan yang alokasinya berfariasi.
9.1.3. Biaya Kontraktor
Yang dimaksud dengan biaya kontraktor disini adalah biaya kompensasi kepada
pelaksanaan pekerjaan berupa resiko dan overhead kontraktor. Didalam analisa
Rencana anggaran biaya tidak dimasukkan besarnya biaya kontraktor jadi masih biaya
IX
graciawidya@[Link]
LAPORAN AKHIR
Pekerjaan ;Detail Desain Rehabilitasi DI. Babakan (Waduk Malahayu)
Kabupaten Brebes
murni yang dibutuhkan untuk pelaksanaan.
9.2.
RENCANA ANGGARAN BIAYA (RAB)
Rencana Anggaran Biaya (RAB) secara keseluruhan pelaksanaan pembangunan
rehabilitasi Jaringan Irigasi DI. Babakan disajikan secara keseluruhan yaitu Rekapitulasi
untuk masing-masing saluran irigasi termasuk didalamnya semua bangunanbangunannya.
IX
graciawidya@[Link]
LAPORAN AKHIR
Pekerjaan ;Detail Desain Rehabilitasi DI. Babakan (Waduk Malahayu)
Kabupaten Brebes
REKAPITULASI
RENCANA ANGGARAN BIAYA
PEKERJAAN
: PERENCANAAN REHABILITASI DAERAH IRIGASI BABAKAN
TH. ANGGARAN : 2008
NO.
LOKASI PEKERJAAN
JUMLAH BIAYA
PEKERJAAN
Rp.
PPN 10%
Rp.
JUMLAH BIAYA
PEK. + PPN 10%
Rp.
DIBULATKAN
Rp.
SALURAN INDUK BABAKAN
[Link],91
239.741.366,19
[Link],10
[Link],00
SALURAN SUP. MALAHAYU-BABAKAN
[Link],77
126.085.467,08
[Link],85
[Link],00
SALURAN SEKUNDER BAROS
[Link],88
116.348.025,39
[Link],27
[Link],00
SALURAN SEKUNDER BUNTIRIS
[Link],69
948.648.694,47
[Link],16
[Link],00
SALURAN SUP. PAMALI-BABAKAN
[Link],17
670.471.610,12
[Link],28
[Link],00
SALURAN SEKUNDER KETANGGUNGAN
[Link],43
247.767.459,24
[Link],67
[Link],00
SALURAN SEKUNDER PEJAGAN
179.667.234,99
17.966.723,50
197.633.958,49
197.633.000,00
[Link],84
[Link],98
[Link],83
[Link],00
TOTAL BIAYA
IX
graciawidya@[Link]