ANALISIS RMR
Tabel 1
Rock Mass Rating System (setelah Bieniawski, 1989)
Tabel diatas merupakan Tabel Rock Mass Rating System (setelah
Bieniawski, 1989) yang merupakan parameter dalam menentukan RMR, dari
tabel diatas didapat data seperti dibawah ini
Tabel 2
Nilai Penilaian
Dari data yang telah tersedia didapatkan data-data seperti tabel diatas ini,
dari data-data tabel tersebut dapat diplot kedalam grafik dibawah ini
Grafik 1
Chart RMR
Dari chart tersebut plot nilai RMR sebesar 59 yang terdapat bagian
bawah chart tanpa menggunakan penyanggaan, didapat stand_up time sebesar
3000 jam atau 125 hari dengan panjang span 2,9 meter. Sedangkan untuk RMR
59 yang menggunakan penyanggaaan didapat waktu selama 1 minggu dengan
panjang span sepanjang 16 meter. Dari data yang didapat sebaiknya jika
terowongan digunakan untuk produksi dan menggunakan peledakan dalam
membuat bukaan selanjutnya sebaiknya menggunakan penyanggaaan.
Selanjutnya untuk pengaklasifikasian kelas batuan juga dapat lebih rinci
dengan menggunakan chart sepeeti dibawah ini.
Plot nilai RQD sebesar 70% pada chart maka akan didapat nilai rating
sebesar 13,8.
Grafik 2
Ratings for RQD
Plot nilai poind load index pada chart UCS dengan mengalikan 23 kali 8
didapat 184 kemudian plot pada chart , kemudian didapat nilai rating sebesar
13,9.
Grafik 3
Chart UCS
Kemudian plot nilai Spacing of discontinuities
didapat nilai rating sebesar 9.
Grafik 4
Ratings for Disconinuity Spacing
seesar 300 kemudian
Maka akan didapat data seperti tabel dibawah ini
Tabel 3
Nilai Penilaian
Table
Item
Value
Rating
4.1 : A.1
4.1 : A.2
4.1 : A.3
4.1 : E.4
4.1 : A.5
4.1 : B
Point load index
RQD
Spacing of discontinuities
Condition of discontinuities
Groundwater
Adjustment for joint orientation
8 MPa
70%
300 mm
Catatan 1
Basah
Catatan 2
Total
13.9
13.8
9
22
7
-5
60.7
Dari total nilai didapat sebesar 60.7, kemudian plot pada chart dibawah ini
Grafik 5
Hubungan Antara Waktu Tidak Runtuh Tanpa Penyanggaan
dan Dimensi Terpanjang Atap Batuan
Dari chart tersebut plot nilai RMR sebesar 60.7 yang terdapat bagian
bawah chart tanpa menggunakan penyanggaan, didapat stand_up time sebesar
7000 jam atau 290 hari dengan panjang span 3 meter. Sedangkan untuk RMR
60.7 yang menggunakan penyanggaaan didapat waktu selama 2 minggu dengan
panjang span sepanjang 16 meter. Dari data yang didapat sebaiknya jika
terowongan digunakan untuk produksi dan menggunakan peledakan dalam
membuat bukaan selanjutnya sebaiknya menggunakan penyanggaaan.
ANALISA
Dari tabel Rock Mass Rating System (setelah Bieniawski, 1989) didapat
data-data yang dapat diplot kembali pada chart yang lebih rinci. Chart plot nilai
RMR sebesar 59 yang terdapat bagian bawah chart tanpa menggunakan
penyanggaan, didapat stand_up time sebesar 3000 jam atau 125 hari dengan
panjang span 2,9 meter. Sedangkan untuk RMR 59 yang menggunakan
penyanggaaan didapat waktu selama 1 minggu dengan panjang span sepanjang
16 meter. Dari data yang didapat sebaiknya jika terowongan digunakan untuk
produksi dan menggunakan peledakan dalam membuat bukaan selanjutnya
sebaiknya menggunakan penyanggaaan.
Kemudian dari data selanjutnya dapat diplot kembali, dari chart plot nilai
RMR sebesar 60.7 yang terdapat bagian bawah chart tanpa menggunakan
penyanggaan, didapat stand_up time sebesar 7000 jam atau 290 hari dengan
panjang span 3 meter. Sedangkan untuk RMR 60.7 yang menggunakan
penyanggaaan didapat waktu selama 2 minggu dengan panjang span sepanjang
16 meter. Dari data yang didapat sebaiknya jika terowongan digunakan untuk
produksi dan menggunakan peledakan dalam membuat bukaan selanjutnya
sebaiknya menggunakan penyanggaaan.