DASAR-DASAR MRI
DISUSUN OLEH:
HENDRANA TJAHJADI, ST
2007
PENDAHULUAN
NMRI atau MRI ?
Magnetic Resonance Imaging (MRI) merupakan teknik pencitraan
yang digunakan untuk menghasilkan citra dalam tubuh manusia
dengan kualitas tinggi . Prinsip dasar dari MRI berasal dari
Nuclear Magnetic Resonance (NMR) yaitu teknik yang
menggunakan spectrum untuk mendapatkan informasi
microscopic kimia maupun fisika dari suatu molekul. Teknik
pencitraan tersebut pada awalnya dikenal dengan Nuclear
Magnetic Resonance Imaging (NMRI).Tetapi disebabkan oleh
konotasi negative dengan kata Nuclear pada era 70 an maka kata
tersebut dihilangkan
Perkembangan MRI
Data yang didapat pada tahun 2003 kira-kira baru terdapat
10.000 unit MRI di seluruh dunia dan diperkirakan terjadi 75 juta
MRI scans per tahun dihasilkan. Sedangkan di Indonesia baru
terdapat dibawah dibawah angka 20 unit dibandingkan dengan
populasi X-ray, USG dan CT sangatlah rendah. Hal ini membuka
peluang untuk lulusan ATEM dan APRO dalam mengusai teknologi
MRI karena diperkirakan perkembangannya kedepan sangatlah
pesat. Selain dari itu sejarah MRI masih muda disbanding dengan
X-Ray yang dimulai pada abad 18. Mempelajari MRI kita dapat
melihatnya dari beberapa disiplin Ilmu diantaranya : Kimia, Fisika,
Elektro, Kedokteran dan IT.
Hardware MRI
Magnet
Magnet pada MRI mempunyai fungsi sebagai penentu kualitas
image, semakin besar kuat medan magnet semakin besar
spectrum atom yang dapat diolah sehingga gambar semakin
[Link] dengan rumus Larmor:
F=Bo
F=Frekwensi resonansi Bo=Medan magnet
= gyromagnetic ratio
Namun besarnya medan magnet untuk aplikasi medis dibatasi
hanya sampai 2 Tesla, sedangkan untuk riset yang
menggunakan tubuh manusia dibatasi sampai 3 Tesla. Selain
untuk keamanan kalau magnet terlalu besar kontras yang
dihasilkan tidak bagus karena terdapat peristiwa yang dikenel
dengan chemical shift artifact.
[Link] Permanent
Keuntungan utama dari magnet permanent ini adalah tidak
membutuhkan supply listrik untuk magnetisasinya, oleh karena itu
biaya pengoperasiannya relative rendah. Arah medan magnet
utama (Bo) dari selatan ke utara atau dari bawah ke atas sehingga
dapat digunakan untuk open configurasi.
Kelemahannya kekuatan medan magnet kecil dan tidak merata
sehingga kualitas gambar [Link] dari segi fisik sangat
berat.
2. Elektromagnet
Kuat medan magnetnya tergantung dari banyaknya dan diameter kawat
gulungan ,juga besarnya arus listrik pada kawat tsb. Sesuai dengan rumus
solenoidal electromagnet:
Bo = 2 k N (I/R)
Bo= besar kuat medan magnet I = arus k =
konstanta
N = banyaknya lilitan R= panjang lilitan
Untuk menghasilkan medan magnet yang besar dibutuhkan banyak kawat yang
dibuat pararel. Namun pada MRI tidak mungkin dibuat susunan kawat pararel,
untuk menghasilkan efek yang sama maka satu kawat dibuat menjadi suatu
lilitan.
Keuntungannya; magnet dapat di hidup atau dimatikan secara langsung,
kekuatan medan magnet lebih besar dari [Link] fisik rimgan
Kelemahannya; membutuhkan daya listrik yang besar, suhu disekitar magnet
sangat panas.
3. Magnet Superkonduktor
Kelemahan dari system elektromagnetik adalah adanya
nilai tahanan pada kawat lilitan sehingga membutuhkan
daya yang [Link] menhilangkan tahanan maka
bahan kawat diganti dari jenis [Link]
superkonduktor nilai tahanan adalah nol. Saat ini MRI
menggunakan superkonduktor Nb-Ti (Niobium Titanium)
yang bersifat superkonduktor pada suhu Helium cair (-
273 C).
Untuk tetap bersifat superkonduktor maka lilitan harus
tetap terendam helium cair, apabila volume helium cair
dibawah standart yang ditetapkan maka akan terjadi
peristiwa Quench.
Pada Quench terjadi pelepasan arus didalam lilitan
sehingga magnet akan hilang, selain itu juga terjadi
perubahan helium cair menjadi helium gas. Perlu
diketahui apabila 1 liter helium cair menjadi gas akan
menghasilkan 6 liter gas helium, sedangkan didalam
tangki MRI terdapat sekitar 1400 liter helium cair untuk
itu disediakan saluran keluar untuk Quench .
Quench sangat dihidarkan karena apabila terjadi maka
sama dengan membeli baru [Link] Quench dapat
digunakan untuk alasan keselamatan apabila terjadi
keadaan pasien terhimpit oleh metal (tabung gas) dan
dapat membahayakan nyawanya maka Quench harus
diaktifkan.
Gradient Coil
Pada setiap MRI memiliki magnet
kedua dengan nama gradient coil.
Gradient coil termasuk jenis
electromagnet yang berfungsi untuk
membuat irisan atau potongan
[Link] dari 3 arah yaitu x, y dan
z. Arus untuk gradient dihasilkan oleh
gradient amplifier sebesar 250
[Link] didalam gantry.
Receiver Coil
Digunakan untuk menerima sinyal FID dengan kata lain berfungsi
sebagai antenna ditempatkan sesuai dengan organ tubuh yang
ingin diambil gambarnya. Seperti : Head coil, Knee coil, Neck coil
dll.
Cold Head
Helium akan tetap menguap dan tidak
tergantung oleh banyaknya pemakaian
MRI. Dipakai atau tidaknya MRI, Helium
tetap menguap. Untuk mengurangi jumlah
penguapan helium maka digunakan cold
Head.
Sangkar Faraday
MRI menggunakan RF yang dapat menggangu
peralatan elektronik disekitarnya demikian pula
peralatan elektronik disekitarnya dapat
mengganggu [Link] mengatasi masalah itu
maka di buatlah sangkar faraday. Gantry
beserta kelengkapannya diletakan didalam
sangkar faraday. Sangkar faraday berfungsi
ssebagai antenna bagi frekuensi dari dan
menuju MRI. Terbuat dari tembaga yang
disekitarnya terhubung dengan ground sehingga
frekwensi yang tertangkap langsung menuju
ground
Console
Merupakan tempat operator
mengendalikan MRI. Untuk melaksanakan
komunikasi antara computer dengan MRI
mengunakan LAN.
Pengisian Helium
Untuk Magnet superkonduktor diperlukan
pengisian helium yang dilaksanakan secara
berkala. Peralatan yang dibutuhkan :
Deware helium cair isi 250-500 liter
Helium gas dg kemurnian 99,999 %
Transfer line
Helium reffil tools kit
Quality Control
MRI memerlukan pemeriksaan berkala
sehubungan dengan kualitas gambar, oleh
karena itu disediakan phantom. Dalam
pengecekan kita menggukur signal to
noise ratio.
PROSES PENCITRAAN MRI
PROSES PENCITRAAN MRI
Pada bagian ini kita akan membahas bagaimana MRI
dapat menghasilkan image tanpa terjadi radiasi pengion.
MRI menggunakan Radio Frekwensi untuk
menghasilkan gambar, tidak seperti CT yang
menggunakan X-Ray sebagai sumber penghasil
gambar. Komposisi software MRI lebih dominan
dibandingkan dengan hardwarenya.
Untuk mempermudah pemahaman kita tentang MRI kita
dapat menganalogikan dengan prinsip kerja pemacar
dan penerima radio. Setiap pemancar atau stasiun radio
memiliki frekwensi sendiri. Demikian juga dengan atom
dalam tubuh kita dari hasil penelitian apabila setiap atom
masuk kedalam medan magnet maka atom tersebut
memancarkan frekwensi yang berbeda dengan yang
lainnya. Larmor adalah penemu dari peristiwa tersebut
maka frekwensi atom tsbt dikenal dengan frekwensi
Larmor. Rumus Larmor :
F=Bo
F=Frekwensi resonansi Larmor Bo=Medan
magnet = gyromagnetic ratio
Gyromagnetic mewakili frekwensi atom per 1 tesla.
Namun karena tubuh kita sebagian besar terdiri dari
hydrogen. Maka sebagai basic frekwensi MRI diambil
dari gyromagnetic H yaitu 42 Mhz/Tesla. Sebagai contoh
frekwensi yang dipancarkan MRI 0.5 T adalah 21Mhz.
Kembali ke analogi kita, misalkan kita ingin
mendengarkan siaran radio A maka kita harus tahu
berapa frekwensi radio tersebut sama hal apabila kita
ingin mendapatkan image dari tubuh, kita harus tahu
frekwensi [Link] mengetahui frekwensi
tentunya kita akan melaksanakan Tuning pada radio
penerima kita. Tuning diarahkan ke frekwensi stasiun
[Link] halnya dengan MRI untuk menyamakan
frekwensi penerima dengan pemancar pada MRI
terdapat bagian dinamakan Tuning dan Matching Box.